ELIMINASI FEKAL

Disusun Oleh : 1. Ainiyah Handayani 2. Mariyani 3. Rizki Dwi. P (05) (17)

STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO S1 KEPERAWATAN

kusistensi feses yg biasanya encer atau padat atau lunak atau padat.informasi ini mungkin merupakan informasi yg paling penting karena pola eliminasi bervariasi dan klien dapat dengan sangat mudah mendeteksi adanya perubahan. f.2011 DEFINISI ELIMINASI FEKAL Alvi adalah zat sisa metabolisme yang disekresikan melalui anus dan memiliki warna khas. Gambaran setiap perubahan terbaru dalam pola eliminasi. .perawat menetapkan jenis makanan yg klien inginkan dalam sehari.bau yang khas.pengkajian terkini tentang pola defekasi klien yg akurat dapat di tingkatkan dengan meminta klien atau tenaga kesehatan melengkapi lembar pencatatan fekal atau defekasi(Donghty.yang dipengaruhi oleh beberapa hal.  Riwayat keperawatan Riwayat keperawatan dapat di kelompokan berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi. perawat menentukan warna khas feses. c.sayursayuran. a.1992) b. Riwayat diet. Identifikasi rutinitas yg di lakukan meningkatan eliminasi normal.Contoh rutinitas tersebu a/ konsumsi cairan panas.Hal ini meliputi tipe dan jumlah cairan. d.Termasuk frekuensi dan waktu defekasi dalam sehari.perawat menghitung pengajian buah-buahan.sereal. pengguna laksatif.dan roti. Gambaran asupan cairan setiap hari. Penentuan pola eliminasi klien yang biasa.klien mungkin harus mempermainkan jumlah cairan dengan menggunakan cara pengukuran yg biasa di gunakan di rumah. pengongsumsian makanan tertentu atau mengambil waktu untuk defekasi selama kurun waktu tertentu dalam satu hari. Deskripsi klien tentang karakteristik feses. e.

antacid. j. Riwayat olahraga. b.tipe peralatan yg di gunakan.Emosi klien dapat mengubah frekuensi defekasi secara bermakna. h. k.kesimetrisan. Mobilitas dan ketangkasan.suplemen zat besi.observasi emosi klien.penampilan dan kondisi stoma(warna.klien mungkin memiliki banyak aturan dalam kehidupannya. Riwayat pengobatan.dan warna kulit inspeksi juga mencakup memeriksa adanya masa.laksatif atau makanan khusus sebelum defekasi.Mubilitas dan ketangkasan klien perlu di evakuasi untuk  Pengkajian fisik a. m.karakter feses.Info ini seringkali dapat membantu menjelaskan gejala-gejala yg muncul.nada suara dan sikap yg dapat menunjukkan prilaku penting yg mengidikasikan adanya stres. Keberadaan dan status diversi usus.dan analgesik) yg mungkin mengubah defekasi atau karakteristik feses.Tempat klien tinggal dapat mempengaruhi kebiasaan klien dalam defekasi dan berkemih. l.) .dan iritasi).g.lidah dan gusi klien.jaringan perut. Riwayat social.Apabila klien memiliki ostomi.gelombang pristaltik.pembengkaan. Mulut Pengkajian meliputi inspeksi gigi. n. Riwayat pembedahan atau penyakit yg mempengaruhi saluran (……. . i.bentuk. Status emosional.Selama pengkajian.stoma.Gigi yg buruk atau struktur gigi yg buruk atau struktur gigi yg buruk mempengaruhi kemempuan mengunyah. Pengkajian menggunakan alat bantuan buatan di rumah.perawat menanyakan apakahn klien mengkonsumsi obat-obatan(seperti laksatif.dan lesi.pola pembulu darah vena.dan metode yg di gunakan untuk mempertahankan fungsi ostomi.Perawat mengkaji apakah klien menggunakan enema.perawat meminta kien menjelaskan tipe dan jumlah olahraga yg di lakukannya setiap hari secara spefisik.perawat mengkaji frekuensi drainase feses. Abdomen Perawat menginspeksi keempat kuadrat abdomen untuk melihat warna.

Sambil mengauskultasi.Perawat mengauskultasi abdomen dengan menggunakan stetoskop untuk mengkaji bising usus di setiap kuadrat.perwat memperhatikan karakter dan frekuensi bising usus.Bising usus yg bernada tinggi dan hiperaktif terjadi pada obstruksi usus dan gagguan inflamasi.Jika terjadi distensi.perawat harus mempalpasi semua sisi dinding rektum klien dengan metode tertentu untuk mengetahui adanya mudul atau tekstur yg tidak teratur. Menentukan perlu tidaknya peralatan atau personel tambahan untuk membantu klien.masa.perawat melakukan palpasi dengan hati-hati. pemahaman tentang lima bunyi perkusi juga memungkinkan identifikasi struktur abdominal yg berada di bawah abdomen.sfingter biasanya berkonstraksi mengelilingi jari perawat . Rektum Perawat menginspeksi daerah di sekitar anus untuk melihat adanya lesi.perubahan warna inflamasi dan hemoroid.perawat mengoleskan lubrikan ke jari telunjuk kemudian perawat meminta klien mengedan dan saat klien melakukannya. c.setelah mengenakan sarung tangan sekali pakai. Perkusi mendeteksi lesi.Untuk memeriksa rektum.perawat memasukkan jari telunjuknya ke dalam sfingter anus yg sedang relaksasi menuju umbilikus klien. .cairan atau gas di dalam abdomen.tidak adanya bising usus yg hipoaktif terjadi jika klien menderita ileus paralitik.Peningkatan nada hentakan pada bising usus atau bunyi ”tinkling” dapat terdengar.tumor.seperti pada klien setelah menjalani pembedaan abdomen.Mukosa rektum normalnya lunak dan halus.dan cairan menghasikan bunyi tumpul dalam perkusi.bising usus normal setiap 515 5 dan berlangsung selama ½ sampai beberapa detik.Gas atau flatulen manghasikan bunyi timpani.

Hitam empedu feses atau infeksi Diare. Karakteristik Feses Karakteristik Warna Normal Bayi: kuning Orang Coklat Abnormal Putih atau warna Tidak ada kandung atau ter(melena) warna Pengonsumsia zat besi GI bagian atas. dewasa mengkonsumsi ASI) atau 1 sampai orang mengkonsumsi 3 kali sehari (jika lebih dari 3 kali sehari atau kurang satu kali susu botol) . hemoroid. orang dari atau 2 sampai 3 kali seminggu dewasa setiap hari seminggu . yang Darah didalam atau perdarahan saluran Abnormal Penyebab Dewasa: tanah liat. Merah Pucat mengandung Bau lemak Bau menyengat : Perubahan dipengaruhi Konsistensi oleh berbahaya Cair tipe makanan Lunak. Malabsorpsi lemak. absorpsi penurunan Frekuensi Padat Konstipasi Bervariasi : bayi 4 Bayi lebih dari 6 Hipomotilitas atau sampai sehari 8 kali kali sehari atau hipermotilitas (jika kurang dari 1 kali setiap 1-2 hari . berbentuk Perdarahan saluran GI bagian bawah.

berbentuk Obstruksi. dengan klien Alamat : Rizki : 18 : Laki-laki : 20 April 2011 : 20 April 2011 : Sakinah : 08022346 : Dwi. P : 50 th : Laki-laki : Wiraswasta : Ayah : Jl. cacing  Data Subjektif a. tertelan. 46 b. lemak. yang mukosa lender. materi-materi yang bakterinati. Raya Mojoanyar N0. Identitas Klien Nama Umur Jenis kelamin Tanggal masuk Tanggal pengkajian Ruangan No. internal. pensil peristaltic yang Unsur-unsur Makanan dicerna. inflamasi infeksi. materi Perdarahan asing. Medrec Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Hb. empedu. iritasi. pigmen sel-sel melapisi usus. pus. Identitas penanggung jawab . air cepat tidak Darah.Jumlah Bentuk 150 g per hari (orang dewasa) Menyerupai diameter rectum Sempit.

cacing 4. materi asing. Riwayat Kesehatan 1.  Wawancara N : Apa alasan masuk RS/Puskesmas? K : Tidak BAB N : Sudah berapa lama tidak BAB? K : Sudah 12 hari N : Biasanya BAB tiap hari atau setelah dua hari? K : BAB setiap hari N : Terakhir BAB kapan? K : 2 minggu yang lalu N : Warna fesesnya apa? K : Hitam atau tanah liat N : Bau feses menyengat atau tidak? . darah. bentuk pensil atau seperti benang  Unsur pokok feses pus. Riwayat penyakit dahulu  Baru BAB setelah 5 hari  Warna feses hitam atau tanah liat  Bau feses tajam atau pedas  Konsistensi feses keras atau kering. Keluhan utama :  Adanya feses yang keras  Defekasi kurang dari 3 kali seminggu  Menurunnya bising usus  Adanya keluhan pada rectum  Nyeri saat mengejan dan Defekasi  Adanya perasaan masih ada sisa feses 2. diare  Bentuk feses mengecil. Riwayat penyakit keluarga Keluarga klien tidak ada yang memiliki penyakit seperti klien. lender. Riwayat penyakit sekarang 12 hari tidak BAB 3.c.

.K : Bau tajam atau pedas N : Konsistensi feses bagaimana? K : Keras N : Bentuk feses apa? K : Seperti benang  Kesimpulan Perawat menyimpulkan bahwa klien mengalami gangguan pada eliminasi alvi dengan keluhan sulit BAB.

(2003) Buku Saku Diagnosisi Keperawatan.DAFTAR PUSTAKA Arif muttaqin. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta: Penerbit Salemba Medika. R. (2007).(2006) Fudamental Keperawatan.Jakarta:Penerbit buku kedokteran EGC . (1995/1996) Pengkajian Keperawatan Buku Kedokteran.Pengkajian Fisik Keperawatan. Riharjo.(ed.2). (2010) Pengkajian Kep Aplikasi pada Praktik Klinik . Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Robert priharjo. Fisik Keperawatan. Jakarta: Potter dan Perry. Lynda Juall Carpenito-Moyet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful