POLI / STASE ANESTESI - GD

Skenario
• Wanita 23 tahun dibawa ke IGD karena terjebak kebakaran selama 1 jam. Pada PF didapatkan luka bakar pada bagian depan lengan kanan, seluruh dada dan perut depan serta leher, dahi dan hidung berwarna hitam. Saat diajak berbicara suara terdengar serak dan ketika batuk penderita mengeluarkan riak berwarna hitam. Penderita mengeluh sakit kepala dan mual serta tampak kebingungan. BB penderita 50 kg. • Jika anda sebagai seorang dokter jaga IGD tindakan apa yg anda lakukan ???

1. APD

Penilaian A • Tanda2 trauma inhalasi : – – – – – – Luka bakar wajah & leher Alis mata & bulu hidung hangus Timbunan karbon & inflamasi akut oropharynx Sputum mengandung karbon  dahak warna hitam Gangguan mengunyah & terkurung di dalam api o.k ledakan • Trauma inhalasi  oedema larynx  MK suara serak .1.

.

.

OPA (OroPharyngeal Airway). Spuit. kantung AMBU Bag ditekan sampai dada terangkat – VTP dilakukan sampai pasien TIDAK HIPOKSIA lagi yang bisa dilihat dari Saturasi O2 yang baik atau tidak ada tanda sianosis di sentral maupun perifer – Apabila dada tidak terangkat maka dilakukan manuver jalan nafas kembali untuk membuka nafas . Plester • Sebelum melakukan intubasi WAJIB dilakukan Ventilasi Tekanan Positif (VTP) O2 100% dengan tujuan untuk mencegah HIPOKSIA.• CARA KERJA • Alat-alat diatur: – Kiri pasien : laringoskop dalam posisi terbalik – Kanan pasien : AMBU Bag. menekan sungkup muka ke bawah – 3 jari lain berada di Ramus Mandibula. ET (Endotrakeal Tube). mengangkat mandibula ke atas – Dengan gerakan yang lembut. caranya dengan: – 2 jari berada di atas sungkup muka.

jari telunjuk menekan maksila ke atas) – Pegang laringoskop dengan tangan kiri – Masukkan mulai dari sisi kanan kemudian menyingkirkan lidah ke kiri – Cari epiglotis. gerakan jari menyilang (ibu jari menekan mandibula ke bawah. . Pada pasien cek dengan auskultasi menggunakan stetoskop. Tempatkan ujung bilah laringoskop di valekula (pertemuan epiglotis dan pangkal lidah) – Angkat epiglotis dengan elevasi laringoskop ke atas (jangan menggunakan gigi seri atas sebagai tumpuan!!!) untuk melihat plica vocalis – Bila tidak terlihat. bandingkan suara nafas paru kanan sama dengan paru kiri – Setelah pasti diletakkan di trakea. Up.• Gunakan laringoskopi intubasi – Laringoskop dinyalakan – Buka mulut dengan tangan kanan. minta bantuan asisten untuk melakukan BURP Manuver (Back. pasang OPA supaya tidak tergigit oleh pasien – Fiksasi supaya tidak lepas  mulai dari sisi sebelah atas kemudian memutar dan menyilang ke sebelah bawah. Right Pressure) pada cartilago cricoid sampai terlihat plica vocalis – Masukkan ET sampai ujung proksimal cuff ET melewati plica vocalis – Kembangkan cuff ET secukupnya (sampai tidak ada kebocoran udara) – Cek dengan cara memberikan VTP.

.

PENILAIAN B • Inspeksi : • Luka bakar pada hemithorax kanan & kiri • Pergerakan dada simetris • Auskultasi : suara napas vesikuler normal pada kedua paru • Perkusi : suara sonor pada kedua paru .

.

PENILAIAN C • TANDA SYOK : – NADI (FREK. ISI. EKUALITAS) : 120 X/MENIT – AKRAL DINGIN ??? : YES – TENSI : 60 mmHg • Dx ??? • Tx ??? . TEGANGAN.

K COMBUSTIO • TX = – PEMASANGAN INFUS RL GROJOG.• DX = SYOK HIPOVOLEMIK O. 2 L. 2 JALUR – JUMLAH TPM (HITUNG CAIRAN) DI HITUNG NANTI .

.

.

.

mampu melokalisir nyeri dg benar Ketika ditanya namanya pasien menjawab dg benar Total GCS • Diameter pupil : isokor • Refleks cahaya : (+) pada ke dua mata • Kesimpulan ??? .PENILAIAN D • GCS – – – – : ? ? ? ? Membuka mata dg spontan Ketika dicubit.

.

.

• PENENTUAN DERAJAT. KLASIFIKASI & LUAS LB .

Dalam Luka / Derajat I Jaringan Rusak Epidermis Klinis -sakit -merah -kering -sakit -merah /kuning -basah -bula idem Tes Jarum Hiperalgesi Waktu Hasil Sembuh 7 hari Normal II. rata.Dangkal II. hitam -kering Analgesia > 21 hari Sikatrik hipertrofi . pucat berbintik Hipoalgesi 14-21 hari Pucat. coklat. sikatrik hipertrofi III Dermis seluruhnya -tidak sakit -putih. mengkilat. rambut(-).depigmentasi. Folikel rambut dan kel keringat utuh -hanya kel keringat utuh Hiperalgesi atau normal 7-14 hari Normal.Dalam -sebagian dermis.

wajah. telinga. Napas. telinga. telapak kaki. telapak kaki. anogenital dan ketiak •Komplikasi: sal. wajah. telapak tangan. telapak tangan. trauma jaringan lunak/keras •Luka bakar listrik Ringan + < 15 <10 <2 Sedang 15-30 1020 <10 Berat >30 >20 >10 . anogenital dan ketiak •Mengenai mata. fraktur.KLASIFIKASI I II (%) Dewasa Anak III (%) Dewasa Anak KETERANGAN Luka bakar ringan tanpa komplikasi dapat berobat jalan Tidak mengenai mata.

.

.

HITUNG CAIRAN Formula Baxter (Parkland): 4 ml X kgBB X %LB (untuk 24 jam) Jumlah cairan yang diperlukan : FORMULA BAXTER DIBAGI 2 (u/ 8 jam & 16 jam) • 15  Tetesan selang infus menggunakan makrodrip (1cc = 15 tetes) • 60  konversi dari jam ke menit .

seluruh lengan kiri beserta telapak tangannya .LATIHAN 1 • Paimin usia 50 th BB 60 kg datang ke puskesmas dengan luka bakar akibat tersiram air panas. Ketika di tes jarum pasien merasa sedikit nyeri. dan folikel rambut hilang. klasifikasi dan % luas luka bakar • Tentukan jumlah cairan yang diperlukan selama 24 jam pertama • Tentukan tetesan infus per menit yang diperlukan pada 8 jam pertama dan 16 jam kedua . bokong & seluruh tungkai sebelah kiri. • Pada pemeriksaan terlihat kulit yang melepuh berwarna merah. terdapat bula. Kejadian itu sudah terjadi 2 jam yang lalu • Tentukan derajat . basah. Terdapat luka bakar pada separo punggung sebelah kiri.

tes jarum hipoalgesia (GRADE 2 dalam) • Terdapat luka bakar pada • separo punggung sebelah kiri (9%). seluruh lengan kiri beserta telapak tangannya (9 %) . • Total Luka Bakar 36% • KLASIFIKASI  Berat (Grade 2 > 30 % dewasa) . • bokong & seluruh tungkai sebelah kiri (18%) . dan folikel rambut hilang. basah.PEMBAHASAN 1 • berwarna merah. terdapat bulla.

HITUNG CAIRAN • Kebutuhan cairan 24 jam = 4 x BB x % – 4 x 60 kg x 36 % = 8640 cc • Kebutuhan cairan 8 jam = 8640 / 2 = 4320 cc – 4320 cc x 15 tetes / (60 menit x 6 jam) – 64800 / 360 = 180 tpm • Kebutuhan cairan 16 jam = 8640 / 2 = 4320 cc – 4320 cc x 15 tetes / (60 menit x 16 jam) – 64800 / 960 = 67.5 tpm = 68 tpm .

dua luka bakar seluas telapak tangan penderita pada punggung. klasifikasi dan % luas luka bakar • Tentukan jumlah cairan yang diperlukan selama 24 jam pertama • Tentukan tetesan infus per menit yang diperlukan pada 8 jam pertama dan 16 jam kedua . tungkai atas sebelah kiri bagian depan. Terdapat luka bakar pada leher dan wajah. bagian depan lengan kanan atas. Suharti usia 45 th BB 70 kg datang ke puskesmas dengan luka bakar akibat sengatan listrik.LATIHAN 2 • Ny. dada dan separuh perut bagian atas. Kejadian itu sudah terjadi 1 jam lebih 30 menit. • Tentukan derajat . • Pada pemeriksaan terlihat kulit berwarna merah dan kering.

5%). • bagian depan lengan kanan atas (2.75% • KLASIFIKASI  Berat (O.K LISTRIK) .PEMBAHASAN 1 • Pada pemeriksaan terlihat kulit berwarna merah dan kering (klinis yang tampak grade 1) .5% ) . • dua luka bakar seluas telapak tangan penderita pada punggung (2 %). • Total Luka Bakar 26.5 %). • Terdapat luka bakar pada leher dan wajah (4. • dada dan separuh perut bagian atas (9 + 4.25%). • tungkai atas sebelah kiri bagian depan (4.5 = 13.

HITUNG CAIRAN • Kebutuhan cairan 24 jam = 4 x BB x % – 4 x 70 kg x 26.5 jam) – 56175 / 390 = 144 tpm • Kebutuhan cairan 16 jam = 8640 / 2 = 3745 cc – 3745 cc x 15 tetes / (60 menit x 16 jam) – 56175 / 960 = 58.5 tpm = 59 tpm .75 % = 7490 cc • Kebutuhan cairan 8 jam = 8640 / 2 = 3745 cc – 3745 cc x 15 tetes / (60 menit x 6.

.

muntah – Luas Luka bakar > 20 % – Akan dirujuk – Mencegah dilatasi lambung akut .Pemasangan NGT • Indikasi : – Gangguan peristaltik : mual.

.

PEMASANGAN KATETER .

.

.

.

lakukan debridement Tutup dg kassa steril .PENANGANAN LOKAL • • • • Bersihkan Luka Bakar dg air mengalir Menghisap Bulla jika perlu Antibiotik (-).

.

TRANSFER • Koordinasi terlebih dahulu dg pihak yg dirujuk • Lengkapi data mengenai : – Vital Sign – Cairan infus yg telah diberikan – Produksi urin dilihat pada urin bag kateter .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful