BISMILLAHIRROHMANIRROHIEM

PENYAKIT PLEURA

Program Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran UMS/ RS PKU Muhammadiyah Surakarta

PENYAKIT PLEURA
A. EFUSI PLEURA B. PNEUMOTORAK C. PLEURITIS D. EMPYEMA

OUTLINE


 


   

DEFINISI PENYEBAB PATOFISIOLOGI KLASIFIKASI GAMBARAN KLINIS PENDEKATAN DIAGNOSIS DIFERENSIAL DIAGNOSIS TERAPI DAN TINDAKAN TERAPETIK PROTAP TORASENTESIS

EFUSI PLEURA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH / RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 .A.

sebagai akibat transudasi atau eksudasi berlebihan. tanpa memandang isi cairannya ( jenis cairannya belum diketahui) . Sifatnya abnormal.Definisi  Adalah suatu penimbunan cairan pada rongga pleura.

Beberapa penyebab efusi pleura .

pleura visceralis Cavum pleura normal : cairan pleura dlm jumlah kecil  fungsi utama sebagai pelicin gesekan antara permukaan kedua pleura Normal. Efusi terjadi bila produksi > absorbsi Asal produksi cairan pleura :  Kapiler pleura parietalis  Jaringan interstisiel paru via pleura visceralis  Cavum peritoneal via pori diafragma . keseimbangan produksi dan absorbsi. pleura parietalis.PATOFISIOLOGI     Konsep cavum pleura.

Gbran berbentuk mirip segitiga. Menurut lokasi efusi pleura 1. Klasifikasi yg ada : A. . semakin bertambah ke atas. sisi yg lain melengkung dari bawah bagian medial dan ke lateral makin tinggi. sisi lateral batasnya pada dinding dada.Klasifikasi Ada bermacam-macam efusi pleura. diagfragma sbg basis. Pada rongga pleura umumnya ( lateral) Penimbunan dimulai pada sudut costofrenikus. Gambaran ini akan terlihat jika cairan cukup banyak dan tidak ada perlekatan pleura = kejadian ini sesuai hukum kapilaritas.

Utk membuktikan : Ro foto lateral decubitus : cairan akan menempati sisi bawah / dinding lateral dada .Efusi pleura (lateral) Efusi pleura subpulmonik Efusi pleura interlobuler/ loculated 2. Terletak di bawah paru/ subpulmonik akan memberi kesan diaghpragma letak tinggi.

Chyl ( cairan limfe) . lonjong dan sebagainya ( loculated) B. Eksudat : serofibrinous. pus (empyema).3. Cairan pleura menempati rongga pleura diantara lobus paru Bayangan efusi akan berbentuk bulat. hemorrhagik. Transudat : cairan serous 2. Menurut isi cairan pleura 1.

parietal.subpulmonal . Efusi pleura sedang : isi cairan sedang.C. variasi letak cairan dapat : . perilobar.interlobar. Efusi pleura masif : jumlah cairan pleura banyak/ penuh. Menurut jumlah cairan yang ada 1. Efusi pleura minimal : jumlah cairan sedikit. 2.foto lateral decubitus : letak cairan berpindah 4.Damoisseaoux 3. Shg dapat dideteksi meniscus cairan berbentuk garis lengkung Ellis . Cairan jumlah sedikit dan loculated.sinus frenicocostal tumpul . Pada gbran Ro foto dada sbb: .

pd sebagian kecil penderita 2. Terdapat keluhan pd sebagian besar penderita : a. . Keluhan akibat efusi pleuranya : . bila efusi pleura penuh. Keluhan : 1.gangguan dinamik sirkulasi (pump failure jantung) terjadi jk cairan efusi penuh mendorong mediastinum jantung ke arah hemitoraks yg sehat . Keluhan tergantung pada penyakit yg mendasarinya b.rasa berat di dada (yg terkena). Tanpa keluhan( asimptomatik).Gambaran klinik A.sesak nafas : bila cairan cukup byk kompresi paru .

.B. Kelainan fisik yg menunjukkan adanya efusi pleura. Kelainan fisik : Kelainan fisik yg ditemukan. 2. Kelainan paru atau penyakit lain yg mendasarinya. dpt berupa: 1.

sela iga melebar .terdapat pendorongan mediastinum/ iktus cordis ke arah yg sehat Palpasi : . agar paru yg sehat leluasa bergerak .tampak sesak nafas .Hemitoraks terkena mencembung.Inspeksi : .hemitoraks yg terkena cembung .Gerak dada pada sisi yg terkena berkurang .gerak dada yg terkena berkurang .Stem fremitus menghilang/ sangat menurun pd sisi terkena .Trakea deviasi ke arah yg sehat . sela iga melebar .Bila cairan penuh : .penderita lebih suka berbaring pada sisi yang sakit.

Bila cairan efusi sedikit. .Pada penderita posisi duduk/ berdiri.Bila efusi makin banyak akan terjadi perubahan perkusi sonor .Perkusi : . menjadi redup/ pekak. belum ada perubahan perkusi awal penyakit . hasil pemeriksaan pd bagian belakang sbb : . lakukan perkusi dada pada efusi.

Segitiga Grocco Rochfusz 4. Segitiga garland 2. Garis Ellis.Damoisseaux 3.2 1 4 3 Keterangan 1. Daerah efusi pleura .

yaitu dari bagian bwh di sebelah medial. bentuknya melengkung ke atas. ke lateral makin meninggi. Segita Grocco-Rochfusz: suara perkusi pekak. krn terdapat bagian dari mediastinum yg terdorong oleh cairan pleura . Garis Elis Damoisseaux : Garis lengkung yg merupakan meniskus/ permukaan cairan pleura. krn ada daya kapilaritas. Ditemukan pd posisi berdiri/ duduk.Keterangan : Segitiga garland : suara perkusi tympani krn adanya kompresi udara di situ oleh efusi dibawahnya.

Stadium awal : terdengar suara gesek pleura.Egophony dapat didengar pada pinggir atas dari cairan. .Pada efusi pleura kiri ( bila penyebabnya inflamasi) mungkin perikardium dapat terkena proses inflamasi. maka dapat terdengar “ pleuropericardial friction rub”/ suara gesek perikardial. setinggi daerah Ellis-Damoisseaux . .Auskultasi : . semakin bertambah cairan : suara nafas dan suara gesek pleura menjadi sampai hilang.

Kelainan Radiologi: Gambaran radiologis efusi pleura perlu dibedakan dgn : atelektasis. pneumonia lobaris. atau massa paru .Efusi pleura dekstra Efusi masif pleura sin.

PENDEKATAN DIAGNOSIS   Torasentesis  konfirmatif Makroskopis cairan yang didapatkan :    serosa sero-hemoragik. glukosa  Analisis cairan pleura       Kultur dan sensitivitas kuman Sitologi cairan pleura PCR cairan pleura . hemoragik pus Transudat ~ susunan mirip ultrafiltrasi plasma Eksudat ~ susunan mirip plasma Lain-lain : jumlah sel & hitung jenis.

5 LDH (lactate dehydrogenase) cairan pleura > 2/3 batas atas normal Rasio LDH cairan pleura/serum > 0.5 LDH pleura < 2/3 batas atas normal Rasio LDH cairan pleura/serum < 0.6   .PENDEKATAN DIAGNOSIS EKSUDAT  TRANSUDAT   Rasio protein cairan pleura/serum darah > 0.6  Rasio protein cairan/serum < 0.

RA . neoplasma.PENDEKATAN DIAGNOSIS  Jumlah sel dan hitung jenis    Eritrosit : < 10.000/ml  transudat > 100. kecuali pada inflamasi akut > 50% PMN  Glukosa : ~ plasma  transudat kadar rendah  infeksi. trauma Lekosit : < 100/ml  transudat > 1000/ml  eksudat Hitung jenis lekosit : > 50% limfosit/mononuklear. infark.000/ml  eksdat : neoplasma.

artritis rematoid Uremia  Efusi eksudat       . viral. abses intra abdomen Penyakit kolagen vaskuler : SLE.DIFERENSIAL DIAGNOSIS  Efusi transudat      CHF Sirosis hati Sindrom nefrotik Emboli paru Myxedema Neoplasma : metastase. parasit Emboli paru Kelainan GI : pankreatitis. mesothelioma Infeksi : bakterial. TB. jamur.

TERAPI DAN TINDAKAN TERAPETIK   Sesuai penyakit yang mendasari Torasentesis terapetik  evakuasi sejumlah cairan untuk mengurangi sesak napas  Maksimal 1 L cairan setiap kali pungsi  evakuasi lebih besar berisiko bahaya edema paru re-ekspansi  Continuous WSD (water-sealed drainage)  pemasangan tube menetap dgn torakostomi untuk mendapatkan drainase adekuat    Empyema Hemotoraks Loculated pleural effusion .

terapi Indikasi : efusi pleura Kontra indikasi : sepsis.Protap Torasentesis       Pengertian : evakuasi cairan pleura dari cavum pleura dgn jarum perkutan Tujuan : diagnostik. tidak kooperatif Persiapan : informed consent – evaluasi hemodinamik – penentuan lokasi cairan klinis & radiologis – alat & bahan Pelaksanaan : posisi pasien – lokasi pungsi – tindakan aseptik & antiseptik – anestesi lokal – pungsi sambil aspirasi – pengambilan spesimen – dressing punktur – monitor KU & VS pasien .

Protap Torasentesis  Komplikasi tindakan : Syok (anafilaktik. neurogenik)  Pneumotorak  Edema paru re-ekspansi  Emboli udara  Infeksi kulit  .

PNEUMOTORAKS .

sehingga menyebabkan jaringan paru menjadi kolaps ( total/ partial)  Tekanan negatif kavum pleura hilang  gangguan pengembangan paru  Akumulasi tidak cukup besar  mekanisme kompensasi badan dpt mengatasi  asimtomatik  Akumulasi besar  simtomatik .DEFINISI  Akumulasi udara dalam kavum pleura.

PCP. penyakit paru interstisiel Iatrogenik : bronkoskopi dgn biopsi transbronkial. fibrosis kistik. biopsi paru transtorakal Komplikasi penyakit parenkim paru : PPOK. ventilasi mekanik dgn tekanan positif  Udara parenkim paru masuk kavum pleura   .PATOGENESIS  Udara luar masuk kavum pleura   Trauma tumpul / penetrans dada Iatrogenik : torasentesis. pemasangan kateter vena sentral. biopsi pleura. TB. asma bronkial.

.

.

KLASIFIKASI .CAUSA    Pneumotoraks spontan : riwayat trauma (-)  Pneumotoraks primer : tidak terdapat kelainan paru klinis yg mendasari  Pneumotoraks sekunder : berhubungan dgn kelainan paru yg sudah ada sebelumnya Pneumotoraks traumatik : R. direk / indirek Pneumotoraks iatrogenik : R. trauma dada (+). prosedur diagnostik / terapi (+) .

KLASIFIKASI . riwayat keluarga (+). akibat tekanan negatif intrapleura yg meninggi  . Bagaimana ? Predileksi : laki-laki.LANJUTAN  Pneumotoraks spontan-primer atau pneumotoraks primer. perokok  Dugaan patogenesis : ruptur bleb (=ruang kistik dalam/tepat dibawah pleura viseralis) subpleura di apeks. 10 – 30 tahun. tinggikurus.

infeksi paru. tp tak dapat keluar saat ekspirasi  kenaikan progresif tekanan kavum pleura  respiratory compromised – cardio compromised  cardio-respiratory collaps .KLASIFIKASI . ventilasi mekanik dgn tekanan positif Terbentuk mekanisme klep/ventil akibat kelainan tsb : udara dapat masuk kavum pleura saat inspirasi.SEVERITY    Pneumotoraks kecil   < 15% hemitoraks > 15% hemitoraks Pneumotoraks besar Tension pneumotoraks   Sering terjadi pd : trauma penetrans. resusitasi jantung-paru.

pada inspirasi maksimal  Gunakan metode yg sama. dibagi perkiraan luas hemitoraks yg terkena Jarak antara tepi lateral paru yg kolaps – tepi lateral dinding dada.SEVERITY  Assesment luas pneumotoraks  Persentase berdasar :  Selisih perkiraan luas hemitoraks yg terkena dikurangi perkiraan luas paru kolaps. untuk evaluasi progresi penyakit maupun kemajuan terapi  .KLASIFIKASI .

dpt berkembang  Membaik dlm 24 jam berikut. pneumotoraks menetap  Sesak napas memburuk  respiratory failure   Pasien dgn asma dan PPOK  Pasien mengalami tension pneumotoraks .GAMBARAN KLINIS Nyeri dada mendadak. pada sisi sakit. diikuti sesak napas  Pasien riwayat trauma atau PPOK / asma  Nyeri muncul saat istirahat. pleuritik. kualitas sangat tajam.

GAMBARAN KLINIS  Pneumotoraks cukup besar  takikardia. retensi CO2 . sisi sakit :    TRIAS TENSION Ketinggalan gerak PNEUMOTORAKS Fremitus taktil menurun Suara napas menurun  hilang  Tension pneumotoraks : sesak napas hebat. sesak napas. disertai      Takikardia >= 135 x/mnt Hipotensi  e. gangguan pengisian & curah jantung Mediastinal / tracheal shift Distensi vena jugularis Oksimetri / analisis gas darah : hipoksemia.c.

akibat jaringan paru kolaps  Radiolusen dalam kavum pleura sisi sakit  Mediastinum terdorong ke sisi sehat.DIAGNOSIS Gambaran klinis  Gambaran radiologis penting bagi diagnosis dan rencana terapi  foto toraks  Garis pleura viseralis teridentifikasi. bila terdapat tension pneumotoraks  .

Daerah „avaskuler‟ pada hemitorak sakit Paru kanan kolaps .

PENDEKATAN TERAPI   Terapi ditentukan berdasarkan klasifikasi pneumotoraks Pneumotoraks spontan primer   Pneumotoraks kecil. evakuasi udara : torakostomi dgn tube menetap / WSD Hampir selalu memerlukan evakuasi udara   Pneumotoraks spontan sekunder  Tension pneumotorak : evakuasi udara emergensi . klinis pasien tenang. kebocoran tampak terhenti  observasi 2 minggu Pneumotoraks besar  suplemen O2.

SIC ke-2 LMCS atau LMCD  fiksasi tube / jarum pd dada Keluarnya sejumlah besar gas setelah jarum menembus kavum pleura  konfirmasi diagnosis Buat mekanisme kontra-ventil pd ujung bebas tube / jarum  hubungkan selang di bawah air.EMERGENSI : TRIAS TENSION PNEUMOTORAKS      Dokter pertama harus segera melakukan tindakan darurat. atau tutup dgn potongan jari sarung tangan steril (handscoen) yg diiris ujungnya Rujuk untuk terapi definitif : WSD dgn / tanpa tekanan negatif . Bila tidak cukup waktu/tidak ada fasilitas RO  tindakan harus dilakukan berdasar klinis Dekompresi segera  torakostomi cito dgn tube atau sekedar jarum berukuran besar (14-16 gauge) pd hemitoraks ipsilateral.

.

et al. SPM PAPDI...S. Braunwald. A. Harrison‟s Manual of Medicine. D.. Edisi Khusus. E. PBPAPDI  Mosby Medical Encyclopedia. A.REFERENSI Penyakit Pleura Kasper. 2005. Ilmu Penyakit Paru. Faucy.  . Dr Pasiyan P.. FK UNDIP. New York  Rani. 2005.L. CD-ROM  Prof. McGraw-Hill Pub.

New York Hedges. R.. Braunwald. 2005. Emergency Medical Procedures. Clinical Procedures in Emergency Medicine. Papadakis. E. CDROM Kasper. A. 4th Ed. 45th ed. L.L. CD-ROM .M. McPhee. CD-ROM Robert & Hedges. New York Tierney. 7th Ed. McGrawHill. McGraw-Hill Pub. H. McGrawHill. S. CD-ROM Keith.. D. Current Medical Diagnosis & Treatment. Roger.REFERENSI Pneumotorak       Baum‟s Textbook of Pulmonary Disease. Current Emergency Diagnosis & Treatment..S.H. 2003. Harrison‟s Manual of Medicine. S... 2004...J. M. Faucy...

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIEN ROBBII ZIDNII ILMAA .