You are on page 1of 11

PENGECORAN KOLOM

Pekerjaan Pembetonan Pelaksanaan pembetonan dikerjakan melalui beberapa tahapan pengerjaan beton yang meliputi: Pekerjaan persiapan, Penakaran, Pengadukan, Pengangkutan, Penuangan (pengecoran), Pemadatan, Penyelesaian akhir. Pekerjaan Persiapan Tahap pertama dari pengerjaan beton adalah pekerjaan persiapan. Pekerjaan persiapan sangat penting untuk memastikan kelancaran pengerjaan beton selanjutnya. Pekerjaan persiapan meliputi kebersihan alat-alat kerja, pemeriksaan bekisting (form work), pemeriksaan tulangan, sambungan pengecoran atau penghentian pengecoran. Pada bagian struktur yang kedap air harus dipasang penahan air (waterstop). Hal-hal lain yang harus diperhatikan adalah ketersediaan bahan yang cukup untuk volume pengecoran yang diinginkan, seperti kerikil, pasir dan semen, dan tersedia jalan atau akses ke tempat penuangan terakhir, seperti jalan untuk kereta sorong. Biasanya hal-hal di atas dituangkan dalam bentuk lembaran checklist. Untuk pekerjaan yang memakai tenaga pengawas, penuangan atau pengecoran dimulai setelah checklist diperiksa dan disetujui pengawas. Penakaran Penakaran bahan-bahan penyusun beton harus mengikuti ketentuan tata cara pengadukan dan pengecoran beton sebagai berikut: 1. Beton-beton dengan kekuatan tekan (fc’) lebih besar atau sama dengan 20 MPa, proporsi bahan harus menggunakan takaran berat. 2. Beton-beton dengan kekuatan tekan (fc’) lebih kecil dari 20 MPa, proporsi bahan dapat menggunakan takaran volume. Penakaran berat menggunakan alat timbang sepatutnya memberikan hasil penakaran yang baik, tidak dipengaruhi oleh pengembangan pasir dan kepadatan timbunan material. Penakaran cara ini sulit dilakukan di tempat pekerjaan bila pengadukan dilakukan dengan mesin aduk (mixer) yang mobile. Pengadukan Pengadukan beton dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. Cara manual 2. Cara masinal Pengadukan cara manual Pengadukan cara manual dilakukan dengan tangan dan takaran dilakukan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

seperti lantai kerja. Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. sehingga tidak menambah atau mengurangi air pencampur. di atas tempat yang datar dan kedap air. Mesin aduk (mixer) tidak boleh diisi melebihi kapasitasnya. Bahan–bahan seperti pasir dan kerikil harus dalam keadaan SSD ( saturated surface dry) supaya pengawasan faktor air semen yang tetap untuk setiap pengadukan dapat dilaksanakan. kemudian dibuat lubang di tengah adukan dan tuangkan air di tengah lubang kira-kira 75% dari yang dibutuhkan. Tatacara pengadukan manual dimulai dengan pasir dan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi yang telah ditentukan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengadukan secara masinal: Bagian dalam dari wadah alat pengaduk harus cukup basah. dan volume pengecoran yang cukup besar. karena akan menyebabkan bahan tumpah sehingga proporsi bahan menjadi tidak tepat. Wadah alat transport harus dibasahi air sebelum beton dituang ke dalamnya. Pengadukan dilanjutkan hingga merata dan tambahkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk. Pengadukan ini biasanya dilakukan untuk pengecoran beton yang bukan struktural. tiang dan balok perkuatan pasangan dinding bata. Lamanya waktu pengadukan sesuai dengan kapasitas dari mixer seperti yang diberikan di Tabel 2.dengan takaran volume. kemudian ditambahkan dengan kerikil dan diaduk kembali hingga merata. Tabel Waktu Pengadukan • • • • • . Pengadukan Secara Manual Pengadukan cara masinal Pengadukan secara masinal dengan mesin aduk (mixer) dilaksanakan untuk pengecoran beton struktur.

Pompa beton (concrete pump). Slump adalah pengujian untuk mengetahui kadar air beton/kelecakan beton dengan menggunakan kerucut abrams. seperti faktor air semen. 2. pengangkutan beton sampai ke tempat penuangan dapat menggunakan: Kereta sorong. dan keseragaman adukan. pipa dan lengan ini dapat dipasang kombinasi vertikal dan horisontal atau miring. Saluran atau talang (chute). Sehingga pemompaan merupakan cara yang fleksibel pada lokasi yang sulit untuk memindahkan campuran beton ke sembarang tempat pada bidang pengecoran. 3. Pengangkutan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan perubahan sifat beton yang telah direncanakan. Sebab jika nilai slump terlalu kecil maka kerja pompa akan menjadi berat. Ban berjalan. Dalam penggunaan alat ini perlu diperhatikan nilai slump dari campuran beton yang akan dipompa. Waktu pengangkutan tidak boleh melebihi 30 menit. Wadah atau bucket dari baja dengan bukaan bagian bawah dan diangkat dengan tower crane atau crane. • • • • • . 1. slump.Truck Mixer Concrete Pengangkutan Pengangkutan beton segar harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut ini: Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat yang dicor harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi segregasi. Resiko segregasi sangat kecil dan merupakan cara yang paling cepat dibandingkan dengan pembawaan material beton dengan cara lainnya. Di tempat pekerjaan. Bila diperlukan jangka waktu yang lebih lama. Pengangkutan dengan pompa beton (concrete pump) Concrete pump truck adalah truk yang dilengkapi dengan pompa dan lengan (boom) untuk memompo campuran beton ready mix ke tempat-tempat yang sulit dijangkau. gerobak roda satu. maka harus dipakai bahan tambahan penghambat pengikatan (admixture type retarder). Untuk pengecoran lantai yang lebih tinggi dari panjang lengan concrete pump truck dapat dilakukan dengan pipa secara vertikal sehingga mencapai ketinggian yang diinginkan.

pengecoran dengan concrete bucket hanya untuk pengecoran kolom. maka beton dari truck mixer concrete dituangkan ke dalam concrete bucket. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain: . Dalam pengerjaannya dibutuhkan satu orang sebagai operator concrete bucket yang bertugas untuk membuka atau mengunci agar cor-an beton tidak tumpah pada saat dibawa ke area pengecoran dengan tower crane. Concrete bucket Penuangan (Pengecoran) Cara penuangan (pengecoran) beton mempunyai peranan yang sangat penting dalam menghasilkan beton dengan mutu yang diinginkan. shear wall/core wall.8 m 3 dan berat concrete bucket adalah 300 kg. Pada proyek pembangunan Hotel OJ. Concrete bucket yang digunakan pada proyek ini mempunyai kapasitas sebesar 0.Concrete Pump Truck Pengangkutan dengan wadah (concrete bucket) Concrete bucket adalah tempat pengangkutan beton dari truck mixer concrete sampai ke tempat pengecoran. Setelah dilakukan pengetesan slump dan telah memenuhi pensyaratan yang ditetapkan. kemudian pengangkutan dilakukan dengan bantuan tower crane.

Segregasi adalah pemisahan butiran agregat kasar dari adukan dan dapat menyebabkan sarang kerikil yang mengakibatkan kekuatan beton berkurang. tidak boleh ditimbun pada suatu tempat tertentu dan dibiarkan mengalir ke dalam bekisting. Beton yang telah mengeras sebagian atau seluruhnya dan beton yang telah terkotori oleh bahan lain tidak boleh digunakan lagi. Penuangan Melalui Jendela pada Bekisting Kolom 4. Bila penuangan dilakukan dari atas dengan ketinggian penuangan mencapai 3 – 4 m. Untuk pengecoran kolom dan dinding penuangan dilakukan melalui pipa penghantar (tremie) sampai di bawah kolom. Pada pengecoran pelat lantai dan balok. Harus diperhatikan kesinambungan penuangan beton. 3. 2. agar dapat mengisi bekisting dengan baik dan penuangan harus sedemikian rupa sehingga tidak terjadi segregasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai cara penuangan beton supaya tidak terjadi segregasi adalah: 1. Beton yang dituang harus menyebar. beton yang dituang akan menumbuk tulangan dan bagian dasar. pengecoran dilakukan melalui bukaan di dinding bekisting bagian bawah untuk mengurangi tinggi jatuh penuangan. sehingga kepadatan bertambah sejalan dengan bertambahnya berat adukan beton yang baru ditambahkan. tinggi jatuh penuangan adukan maksimum 60 cm. 3. Arah penuangan adukan pada permukaan yang miring harus dilakukan dari bawah ke atas. penuangan lapisan beton yang baru harus dilakukan sebelum lapisan beton sebelumnya mencapai waktu setting awal (initial setting time). 5. penuangan sebaiknya dilakukan berlawanan terhadap arah pengecoran atau menghadap beton yang telah dituang. Beton yang dituang harus sesuai dengan kelecakan (workability) yang diinginkan. Beton yang dicor harus pada posisi sedekat mungkin dengan acuan.1. 6. Bila tidak menggunakan tremie. menyebabkan agregat kasar terlempar keluar dari adukan sehingga terjadi segregasi. Cara Penuangan yang Dapat Menghindari Segredasi 2. .

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat dilakukan pemadatan adalah: 1. dan sebelum terjadi waktu setting awal dari beton segar. Pemadatan tidak boleh terlalu lama untuk menghindari bleeding. Campuran yang gemuk (banyak semen) akan membuat beton yang lebih plastis. Pemadatan dilakukan sebelum waktu setting. Untuk pengecoran bagian yang sangat tebal atau pengecoran massal. Setting beton segar di lapangan dapat diperiksa dengan menusuk tongkat ke dalam beton tanpa kekuatan dan dapat masuk 10 cm. dan beton yang lemah di dekat permukaan karena hanya terdiri dari pasta semen. biasanya antara 1 sampai 4 jam bergantung apakah ada pemakaianadmixture. bekisting akan terisi dengan baik. Campuran yang terlalu banyak air akan menyebabkan segregasi. Pemadatan beton harus dilakukan segera setelah beton dituang. Tingkat kepadatan yang dapat dicapai bergantung pada: 1. Cara dan usaha pemadatan di lapangan. sehingga campuran lebih kompak. Pemadatan dapat dilakukan dengan beberapa cara: 1. Pemadatan secara mekanis lebih padat dibandingkan dengan cara manual. 2. Tujuan pemadatan beton segar adalah untuk menghilangkan rongga-rongga udara sehingga dapat mencapai kepadatan maksimal. Alat pemadat tidak boleh menggetar pembesian. yaitu naiknya air atau pasta semen ke atas permukaan beton dan meningggalkan agregat di bagian bawah. Dengan nilai slump yang sesuai.Pemadatan Pemadatan beton pada pelaksanaan merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam menentukan kekuatan dan ketahanan beton yang telah mengeras. 4. Kelecakan (workability) dari adukan yang ditentukan oleh nilai slump-nya. Cara manual . Tebal setiap lapisan tidak boleh lebih dari 500 mm. Komposisi bahan beton. 2. 3. Hal ini dapat menimbulkan permukaan kasar (honeycomb) di bagian bawah. Komposisi bahan yang perlu diperhatikan adalah: 1. Semakin lecak semakin mudah pemadatannya. karena akan menghilangkan/melepaskan kuat lekat antara besi dengan beton yang baru dicor dan memasuki tahap waktu setting (setting time). 3. penuangan dan pemadatan dilakukan berlapis-lapis. makin rendah slump-nya makin sulit pemadatannya. Cara dan usaha pemadatan sangat dipengaruhi oleh kelecakan betonnya.

Pemadatan cara manual 2. Menggunakan alat getar mekanis (vibrator) .

Tidak terjadi persinggungan antara alat penggetar dengan bekisting. 5. Meja getar. jarum penggetar terdiri dari mesin dan selang karet dengan ujung baja lancip yang menggetar antara 3000 sampai 12000 getaran per menit. Penggetar bekisting/acuan. . atau dengan menumbuk beton segar dengan alat penumbuk. Bila permukaan sekeliling jarum mulai menunjukan berkumpulnya pasta semen atau menjadi licin. 8. 9. 2. Penggetaran dilakukan pada spasi atau jarak yang teratur yang masih dalam pengaruh getaran antara satu titik dengan titik lainnya. Terdapat beberapa jenis alat getar mekanis. 6. Pemadatan dengan penusukan tongkat dilakukan terhadap beton yang cukup plastis. 7. 5. 1. Pemadatan dengan penumbukan dilakukan bila mengecor beton tumbuk yaitu beton dengan air yang sangat sedikit. 1. Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan pembesian. 2. Berikut ini beberapa pedoman proses pemadatan menggunakan alat jarum penggetar: Pemadatan dilakukan secara vertikal dan masuknya ujung getar oleh beratnya sendiri. atau campuran yang kaku. Alat penggetar mekanis yang paling banyak dipakai adalah jarum penggetar. Balok penggetar. Lamanya waktu penggetaran di setiap titik adalah 5 – 15 detik. Tebal lapisan yang dicor tidak boleh lebih tebal dari panjang batang penggetar. karena dapat merusak daya lekat ujung pembesian lain dengan beton yang telah mulai setting. Tidak boleh menggunakan alat getar untuk mengalirkan adukan beton dalam pengisian bekisting. 4. dengan menarik pelanpelan keluar sehingga lubang yang ditinggalkan ujung penggetar dapat tertutup dengan sendirinya. maka pemadatan telah cukup dan harus pindah ke titik lainnya. antara lain: Jarum penggetar. 4.Memadatkan dengan Vibrator dan Alat Vibrator Pemadatan dengan cara menual dapat dilakukan dengan menusukkan sebatang tongkat atau besi tulangan ke dalam secara berulang-ulang. 3. Penggetar permukaan. 3. Penggetaran tidak boleh dilakukan terlalu lama sampai terjadi bleeding.

Perawatan ini berupa pencegahan atau mengurangi kehilangan/penguapan air dari dalam beton yang ternyata masih diperlukan untuk kelanjutan proses hidrasi. peralatan yang tersedia. Jenis kerusakan yang sering terjadi adalah kerusakan berupa keretakan dan spalling (terlepasnya bagian beton). 2005). sehingga dapat mengisi dan sekaligus melekatkan kembali bagian beton yang terpisah. kemudahan pelaksanaan. Proses . terutama penurunan kuat tekan (Lubis. dan Amri. lingkungan dimana struktur berada. Kerusakan pada Beton Keretakan Keretakan dibedakan retak struktur dan non-struktur. Metode dan Material Perbaikan Penentuan metode dan material perbaikan umumnya tergantung pada jenis kerusakan yang ada. disamping besar dan luasnya kerusakan yang terjadi. waktu pelaksanaan dan biaya perbaikan. Sedang pada retak struktur. 2004. digunakan metode injeksi dengan material epoxy yang mempunyai viskositas yang rendah. 1986. Mulyono. kemampuan tenaga pelaksana serta batasan-batasan dari pemilik seperti keterbatasan ruang kerja. Retak struktur umumnya terjadi pada elemen struktur beton bertulang. Bila terjadi kekurangan/kehilangan air maka proses hidrasi akan terganggu/terhenti dan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan perkembangan kekuatan beton. sedang retak non-struktur terjadi dinding bata atau dinding nonbeton lainnya.Pekerjaan Perawatan (Curing) Tujuan perawatan beton adalah memelihara beton dalam kondisi tertentu pasca-pembukaan bekisting (demoulding of form work) agar optimasi kekuatan beton dapat dicapai mendekati kekuatan yang telah direncanakan. dapat digunakan metode injeksi dengan material pasta semen yang dicampur dengan expanding agent serta latex atau hanya melakukan sealing saja dengan material polymer mortar atau polyurethane sealant. Untuk retak non-struktur.

Pada sistim drymix. dengan tujuan mempercepat pengerasan dan mengurangi terjadinya banyaknya bahan yang terpantul dan jatuh (rebound). kedalam bekisting. yang mengatur jumlah air. yaitu metode perbaikan dengan melakukan pengecoran memakai bahan non-shrink mortar.Pada metode shotcrete. tergantung pada besar dan dalamnya spalling yang terjadi. maka sebaiknya digunakan metode Shot-crete. Pada saat pelaksanaan yang harus diperhatikan adalah penekanan pada saat mortar ditempelkan sehingga benar-benar didapatkan hasil yang padat. campuran yang dimasukkan dalam mesin berupa campuran kering. Spalling Metode perbaikan pada kerusakan spalling. Patching Untuk spalling yang tidak terlalu dalam (kurang dari selimut beton) dan area yang tidak luas. Material yang digunakan harus memiliki sifat mengalir dan tidak susut. Umumnya yang dipakai adalah monomer mortar. sehingga mutu beton yang ditembakkan lebih seragam. polymer mortar dan epoxy mortar. Tapi sistim ini memerlukan perawatan mesin yang tinggi. Pada sistim wetmix. Metode perbaikan ini adalah metode perbaikan manual. dapat digunakan metode grouting. dapat digunakan metode patching. Metode shotcrete ada dua sistim yaitu dry-mix dan wet-mix. terutama untuk pekerjaan perbaikan overhead. Pada metode perbaikan ini yang perlu diperhatikan adalah bekisting yang terpasang harus benar-benar kedap. setelah itu dilakukan pemompaan bahan grout. Grout Preplaced Aggregat (Beton Prepack) Metode perbaikan lainnya untuk memperbaiki kerusakan berupa spalling yang cukup dalam adalah dengan metode Grout Preplaced Aggregat. Material yang digunakan harus memiliki sifat mudah dikerjakan. Pada metode ini beton yang dihasilkan adalah dengan cara menempatkan sejumlah agregat (umumnya 40% dari volume kerusakan) kedalam bekisting. agar tidak ada kebocoran spesi yang mengakibatkan terjadinya keropos dan harus kuat agar mampu menahan tekanan dari bahan grouting. dan akan tercampur dengan air di ujung selang.injeksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan mesin yang bertekanan. Shotcrete (Beton Tembak) Apabila spalling yang terjadi pada area yang sangat luas. tidak susut dan tidak jatuh setelah terpasang (lihat maksimum ketebalan yang dapat dipasang tiap lapis). Grouting Sedang pada spalling yang melebihi selimut beton. apalagi bila sampai terjadi ‘blocking’. dengan melakukan penempelan mortar secara manual. Pada metode ini tidak diperlukan bekisting lagi seperti halnya pengecoran pada umumnya. Metode ini dapat dilakukan secara manual (gravitasi) atau menggunakan pompa. campuran yang dimasukkan dalam mesin berupa campuran basah. Sehingga mutu dari beton yang ditembakkan sangat tergantung pada keahlian tenaga yang memegang selang. karena tidak pernah terjadi ‘blocking’. Tapi sistim ini sangat mudah dalam perawatan mesin shotcretenya. Material . umumnya digunakan additive untuk mempercepat pengeringan (accelerator). tergantung pada lebar dan dalamnya keretakan. Umumnya digunakan bahan dasar semen atau epoxy.

com/2012/07/pengecoran-kolom.grout yang umumnya digunakan adalah polymer grout. http://bestananda. yang memiliki flow cukup tinggi dan tidak susut.html .blogspot.