You are on page 1of 34

REFERAT ILEUS OBSTRUKSI DAN ILEUS PARALITIK DI UNIT BAGIAN ILMU BEDAH RSUD SRAGEN

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian OSCE Program Pendidikan Profesi Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia di RSUD Sragen

Disusun oleh : DEWIL FOENDA APRILIANI 07711163 / 12712074

Pembimbing : dr. H. Tri Atmodjo W, Sp.B PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2012 KATA PENGANTAR
1

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan referrat ini tepat pada waktunya. Referat ini disusun guna memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr. H. Tri Atmodjo W, Sp.B sebagai ketua SMF Bedah yang juga sebagai pembimbing klinik di stase Ilmu Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Sragen yang membimbing penulis dalam mengerjakan referat ini yang berjudul Ileus Obstruksi dan Ileus Paralitik, serta kepada seluruh dokter yang telah membimbing penulis selama di kepaniteraan klinik Ilmu Bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Dan juga ucapan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan di kepaniteraan ini, serta kepada bagian Pendidikan dan Pelatihan RSUD Sragen serta kepada paramedis di IGD, bangsal mawar atas segala bimbingan dan bantuannya . Dengan penuh kesadaran dari penulis, meskipun telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan referat ini, namun masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga referat ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi kita semua.

Sragen, Maret 2012

Penulis

LEMBAR PENGESAHAN

2

REFERAT

ILEUS OBSTRUKSI DAN ILEUS PARALITIK

Telah dipresentasikan pada tanggal : .......................................

Telah disetujui oleh :

Pembimbing Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah

dr. H. Tri Atmodjo W, Sp.B

BAB I PENDAHULUAN

3

dan nyeri kronis pelvis. Adhesi dapat membelit dan menarik organ dari tempatnya dan merupakan penyebab utama dari obstruksi usus. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi. bila tak diobati dengan benar. Operasi dilakukan secepat yang layak dilakukan dengan memperhatikan keadaan keseluruhan pasien. Ileus paralitik ini 4 . Sebagian kelainan dapat disebabkan oleh cedera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau menganggu jalannya isi usus. Di Indonesia tercatat ada 7. Sedangkan Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah keadaan dimana usus gagal/ tidak mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk menyalurkan isinya. hernia. ileus obstruktif. Setiap tahunnya 1 dari 1000 penduduk dari segala usia didiagnosa ileus. nyeri perut. Intestinal obstruction meliputi sumbatan sebagian (partial) atau seluruh (complete) lumen usus sehingga mengakibatkan isi usus tak dapat melewati lumen usus. Di Amerika diperkirakan sekitar 300. intestinal obstruction dapat menyebabkan sumbatan bagian usus dan menyebabkan kematian usus.70% dari seluruh kasus gawat abdomen. sedangkan diketahui bahwa operasi abdominalis dan operasi obstetri ginekologik makin sering dilaksanakan yang terutama didukung oleh kemajuan di bidang diagnostik kelainan abdominalis. dan penyulitnya. infertilitas (bedah ginekologik).000 menderita ileus setiap tahunnya. infeksi ringan.024 pasien rawat jalan pada tahun 2004 menurut Bank data Departemen Kesehatan Indonesia. yang paling sering menyebabkannya adalah jaringan usus itu sendiri karena adhesi. kembung. atau tumor.059 kasus ileus paralitik dan obstruktif tanpa hernia yang dirawat inap dan 7. dan perdarahan. Latar Belakang Masalah Obstruksi intestinal merupakan kegawatan dalam bedah abdominalis yang sering dijumpai dan merupakan 60% . Adhesi merupakan suatu jaringan parut yang sering menyebabkan organ dalam dan atau jaringan tetap melekat setelah pembedahan.000-400. dan muntah.I. Tidak hanya intestinal obstruction saja yang dapat menghasilkan perasaan yang tidak nyaman. kram perut. Kematian jaringan ini dapat ditunjukkan dengan perforasi usus. Gawat perut dapat disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen berupa inflamasi. Penyebab yang paling sering dari obstruksi ileus adalah adhesi. Terapi ileus obstruksi biasanya melibatkan intervensi bedah. mual. dan shock. iskemik. Penentuan waktu kritis serta tergantung atas jenis dan lama proses ileus obstruktif.

isi kolon.bukan suatu penyakit primer usus melainkan akibat dari berbagai penyakit primer. dan urin akan menimbulkan paralisis usus. Ileus paralitik hampir selalu dijumpai pada pasien pasca operasi abdomen. enzim pankreas. Anatomi Usus Usus halus merupakan tabung yang kompleks.ileus akibat meconium tercatat 9-33 % dari obstruksi ileus pada kelahiran baru. Kelainan peritoneal seperti hematoma retroperitoneal. dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keadaan otot polos usus. terlebih lagi bila disertai fraktur vertebra sering menimbulkan ileus paralitik yang berat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. Keadaan ini biasanya hanya berlangsung antara 24-72 jam. Pada orang hidup panjang usus halus sekitar 12 kaki (22 kaki 5 . seringnya manipulasi usus dan lamanya usus berkontak dengan udara luar. Beratnya ileus pasca operasi bergantung pada lamanya operasi/ narcosis. sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Demikian pula kelainan pada rongga dada seperti pneumonia paru bagian bawah. empiema dan infark miokard dapat disertai paralisis usus. tindakan (operasi) yang berhubungan dengan rongga perut. berlipat-lipat yang membentang dari pilorus sampai katup ileosekal. hormonhormon intestinal. Total angka kejadian dari obstruksi usus yang disebabkan oleh mekanik dan non mekanik mencapai 1 kasus diantara 1000 orang. darah. Gangguan elektolit terutama hipokalemia merupakan penyebab yang cukup sering. Pencemaran peritoneum dengan asam lambung. toksin dan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kontraksi otot polos usus. Gerakan peristaltik merupakan suatu aktifitas otot polos usus yang terkoordinasi dengan baik. keseimbangan elektrolit dan sebagainya.

Ujung proksimalnya bergaris tengah sekitar 3.5 m) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani. tetapi semakin kebawah lambat laun garis tengahnya berkurang sampai menjadi sekitar 2. Pangkal lipatan yang pendek melanjutkan diri sebagai peritoneum parietal pada dinding posterior abdomen sepanjang garis berjalan ke bawah dan ke kanan dari kiri vertebra lumbalis kedua ke daerah articulatio sacroiliaca kanan.8 cm. mulai dari pilorus sampai kepada jejenum. Akar mesenterium memungkinkan keluar dan masuknya cabang-cabang arteri vena mesenterica superior antara kedua lapisan peritoneum yang memgbentuk messenterium. dan yang relatif lebih penting berdasarkan perbedaan fungsi. Ligamentum ini berperan sebagai ligamentum suspensorium (penggantung).5 cm. Kira-kira duaperlima dari sisa usus halus adalah jejenum. Usus besar merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki (sekitar 1. Jejunum mulai pada junctura denojejunalis dan ileum berakhir pada junctura ileocaecalis. Pemisahan duodenum dan jejunum ditandai oleh ligamentum treitz.. Lekukan-lekukan jejenum dan ileum melekat pada dinding posterior abdomen dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas yang dikenal sebagai messenterium usus halus. Diameter usus besar sudah 6 . suatu pita muskulofibrosa yang berorigo pada krus dekstra diafragma dekat hiatus esofagus dan berinsersio pada perbatasan duodenum dan jejenum.pada kadaver akibat relaksasi). Usus ini mengisi bagian tengah dan bawah abdomen. dan ileum. sedangkan ileum cenderung terletak di region abdominalis bawah kanan. Usus halus dibagi menjadi duodenum. jejenum. Pembagian ini agak tidak tepat dan didasarkan pada sedikit perubahan struktur. dan tiga perlima terminalnya adalah ileum. Duodenum panjangnya sekitar 25 cm. Jejenum terletak di region abdominalis media sebelah kiri.

pasti lebih besar daripada usus kecil. Histologi Dinding usus halus dibagi kedalam empat lapisan: 1. Kolon transversum menyilang abdomen pada regio umbilikalis dari fleksura koli dekstra sampai fleksura koli sinistra. tempat lembaran visera dan mesenterica peritoneum bersatu pada tepi usus. II. waktu mencapai daerah limpa. Kolon transversum. Tunica Serosa. Gambar 1. kekecualian pada sebagian kecil. Kolon sigmoid merupakan lanjutan kolon descendens. 7 . Kolon ascendens berjalan ke atas dari sekum ke permukaan inferior lobus kanan hati. Kolon sigmoid bersatu dengan rektum di depan sakrum. Sistem saluran pencernaan. kolon ascendens membelok ke kiri. hampir lengkap di dalam usus halus mesenterica. Kolon sigmoid mulai pada pintu atas panggul. meninggalkan pelvis dengan menembus dasar pelvis. membentuk fleksura koli sinistra (fleksura lienalis) untuk kemudian menjadi kolon descendens. Usus besar dibagi menjadi sekum. menduduki regio iliaca dan lumbalis kanan. Rektum menduduki bagian posterior rongga pelvis. Ia tergantung ke bawah dalam rongga pelvis dalam bentuk lengkungan. membengkok ke bawah. Kolon dibagi lagi menjadi kolon asendens.5 inci (sekitar 6. desendens dan sigmoid. Tunica serosa atau lapisan peritoneum. Pada sekum terdapat katup ileocaecaal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum. Disisni rektum melanjutkan diri sebagai anus dalan perineum. membentuk fleksura koli dekstra (fleksura hepatik). tetapi makin dekat anus semakin kecil. Rata-rata sekitar 2. Sekum menempati sekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Setelah mencapai hati.5 cm). transversum. tak lengkap di atas duodenum. kolon dan rektum. Rektum ke atas dilanjutkan oleh kolon sigmoid dan berjalan turun di depan sekum. Katup ileocaecaal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum.

dengan demikian rektum mempunyai satu lapisan otot longitudinal yang lengkap. Akan tetapi. Lapisan luarnya stratum longitudinale dan lapisan dalamnya stratum circulare.2. Tela Submucosa. Usus halus ditandai oleh adanya tiga struktur yang sangat menambah luas permukaan dan membantu fungsi absorpsi yang merupakan fungsi utamanya: 1. Villi panjangnya 0. yaitu menigkat seribu kali lipat. Mikrovilli terlihat dengan mikroskop elektron dan tampak sebagai brush border pada mikroskop cahaya. 3. Tunica mucosa usus halus.. Di samping itu. di sini ditemukan neuroplexus meissner. Dalam ruangan ini berjalan jalinan pembuluh darah halus dan pembuluh limfe. Panjang taenia lebih pendek daripada usus. kecuali pars superior duodenum. Lipatan-lipatan ini nyata pada duodenum dan jejenum dan menghilang dekat pertengahan ileum. 3. Yang terakhir membentuk massa dinding usus. Vili merupakan tonjolan-tonjolan seperti jari-jari dari mukosa yang jumlahnya sekitar 4 atau 5 juta dan terdapat di sepanjang usus halus. Adanya lipatan-lipatan ini menyerupai bulu pada radiogram.00 cm². Lapisan mukosa dan submukosa membentuk lipatan-lipatan sirkular yang dinamakan valvula koniventes (lipatan kerckringi) yang menonjol ke dalam lumen sekitar 3 ampai 10 mm. Bila lapisan permukaan usus halus ini rata. hal ini menyebabkan 8 . Ia paling tebal di dalam duodenum dan berkurang tebalnya ke arah distal. Valvula koniventes.5 sampai 1 mm (dapat dilihat dengan mata telanjang) dan menyebabkan gambaran mukosa menyerupai beludru. 4. Mikrovili merupakan tonjolan menyerupai jari-jari dengan panjang sekitar 1 μ pada permukaan luar setiap villus. tetapi terkumpul dalam tiga pita yang dinamakan taenia koli. Masing-masing lipatan ini ditutup dengan tonjolan. ada beberapa gambaran yang khas pada usus besar saja. yang terletak di bawah mukosa. Usus besar memiliki empat lapisan morfologik seperti juga bagian usus lainnya. maka luas permukaannya hanyalah sekitar 2. villi. 2. Plexus myentericus saraf (Auerbach) dan saluran limfe terletak diantara kedua lapisan otot. Tunica Mucosa. Dua selubung otot polos tak bergaris membentuk tunica muscularis usus halus. Tunica Muscularis. Tela submucosa terdiri dari jaringan ikat longgar yang terletak diantara tunica muskularis dan lapisan tipis lamina muskularis mukosa. Taenia bersatu pada sigmoid distal. vili dan mikrovili bersama-sama menambah luas permukaan absorpsi sampai 2 juta cm². Lapisan otot longitudinal usus besar tidak sempurna. tersusun dalam lipatan sirkular tumpang tindih yang berinterdigitasi secara transversa.

Rangsangan parasimpatis merangsang aktivitas sekresi dan pergerakan. Sedangkan saraf untuk jejenum dan ileum berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) dari pleksus mesentericus superior. IV. Serabut-serabut sensorik sistem simpatis menghantarkan nyeri. III. Serabut simpatis berjalan dari pleksus mesentericus superior dan inferior. Pada kolon transversum dipersarafi oleh saraf simpatis nervus vagus dan saraf parasimpatis nervus pelvikus. Fisiologi Usus Usus halus mempunyai dua fungsi utama : pencernaan dan absorpsi bahan bahan nutrisi dan air. asam klorida. lemak. sepertiga distal dipersarafi oleh saraf parasimpatis nervus pelvikus. sedangkan rangsangan simpatis menghambat pergerakan usus. Proses dilanjutkan di dalam duodenum terutama oleh kerja enzim-enzim pankreas yang menghidrolisis karbohidrat. serta perangsangan sfingter rektum. Sedangkan pada kolon descendens dipersarafi serabut-serabut simpatis dari pleksus saraf mesentericus inferior dan saraf parasimpatis nervus pelvikus. Perangsangan simpatis menyebabkan penghambatan sekresi dan kontraksi. sedangkan perangsangan parasimpatis mempunyai efek berlawanan. dan pleksus Meissner di lapisan submukosa. Proses pencernaan dimulai dalam mulut dan lambung oleh kerja ptialin. Suplai saraf intrinsik. dan pepsin terhadap makanan masuk. sedangkan serabut-serabut parasimpatis mengatur refleks usus. Adanya bikarbonat dalam sekret pankreas 9 . dan protein menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Kriptus lieberkūn (kelenjar intestinal) terletak lebih dalam dan mempunyai lebih banyak sel goblet daripada usus halus. Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf ototonom dengan perkecualian sfingter eksterna yang berada dibawah kontrol voluntar. Lapisan mukosa usus besar jauh lebih tebal daripada lapisan mukosa usus halus dan tidak mengandung villi atau rugae. berjalan melalui pleksus Auerbach yang terletak dalam lapisan muskularis. Sekum. Serabut-serabut nervus vagus hanya mempersarafi dua pertiga proksimal kolon transversum.usus tertarik dan berkerut membentuk kantong-kantong kecil peritoneum yang berisi lemak dan melekat di sepanjang taenia. yang menimbulkan fungsi motorik. Persarafan Usus Saraf-saraf duodenum berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (vagus) dari pleksus mesentericus superior dan pleksus coeliacus. appendiks dan kolon ascendens dipersarafi oleh serabut saraf simpatis dan parasimpatis nervus vagus dari pleksus saraf mesentericus superior.

Enzim protease pankreas (tripsinogen yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. eksopeptidase) melanjutkan proses pencernaan protein. Garam empedu diabsorpsi ke dalam sirkulasi enterohepatik dalam ileum distalis. pepsin memulai proses proteolisis.5 gram hilang setiap hari. Sekresi empedu dari hati membantu proses pencernaan dengan mengemulsikan lemak sehimgga memberikan permukaan lebih luas bagi kerja lipase pankreas. Transport aktif membawa dipeptida dan tripeptida ke dalam sel untuk diabsorpsi. Karbohidrat. Pergerakan segmental usus halus mencampur zat-zat yang dimakan dengan sekret pankreas. Asam lemak kecil dapat memasuki kapiler dan secara langsung menuju ke vena porta. Selain itu air. Isi usus digerakkan oleh peristalsis yang terdiri atas dua jenis gerakan. Absoprpsi berbagai zat berlangsung dengan mekanisme transpor aktif dan pasif yang sebagian kurang dimengerti. lemak dan protein (gula sederhana. menghasilkan asam amino dan 2 sampai 6 residu peptida. hasilnya bergabung dengan garam empedu membentuk misel. hepatobiliar. dihidrolisis menjadi 10 . metabolisme awalnya dimulai dengan dengan menghidrolisis pati menjadi maltosa (atau isomaltosa). Proses pencernaan disempurnakan oleh sejumnlah enzim dalam getah usus (sukus enterikus). Lemak dalam bentuk trigliserida dihidrodrolisa oleh enzim lipase pankreas . dan sekresi usus. laktosa dan sukrosa. yang keluar dari sel dan memasuki lakteal. dan pergerakan peristaltik mendorong isi dari salah satu ujung ke ujung lain dengan kecepatan yang sesuai untuk absorpsi optimal dan suplai kontinu isi lambung. dan endopeptidase. kemudian mengalami disagregasi. Absorpsi adalah pemindahan hasil-hasil akhir pencernaan karbohidrat. Sel kemudian membentuk kembali trigliserida dan digabungkan dengan kolesterol. elektrolit dan vitamin juga diabsorpsi. bersama dengan disakarida utama lain. Dari kumpulan 5 gram garam empedu yang memasuki kantung empedu. Banyak di antara enzim-enzim ini terdapat pada brush border vili dan mencernakan zat-zat makanan sambil diabsorpsi. sekitar 0. dan apoprotein untuk membentuk kilomikron. asam-asam lemak dan asa-asam amino) melalui dinding usus ke sirkulasi darah dan limfe untuk digunakan oleh sesl-sel tubuh. Kemudian disakarida ini. melepaskan garam empedu yang kembali ke dalam lumen usus dan asam lemak serta monogliserida ke dalam sel. yaitu segmental dan peristaltik yang diatur oleh sistem saraf autonom dan hormon. Protein oleh asam lambung di denaturasi.membantu menetralkan asam dan memberikan pH optimal untuk kerja enzim-enzim. Misel kemudian memasuki membran sel secara pasif dengan difusif. fosfolipid. kumpulan ini bersirkulasi ulang 6 kali dalam 24 jam. yang merupakan disakarida.

khlorida. Air dan elektrolit. sukrase. metan. natrium. Gas kolon berasal dari udara yang ditelan. difusi dari darah. Kalsium diabsorpsi melalui transport aktif dalam duodenum dan jejenum. Kapasitas sekitar 5 l/hari. Bakteri membentuk hidrogen dan metan dari protein dan karbohidrat yang tidak tercerna.5-1. Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. Disakarida ini dicerna menjadi monosakarida sewaktu berkontak dengan mikrovili ini atau sewaktu mereka berdifusi ke dalam mikrovili. kontraksai ini menurun oleh antikolinergik. meningkatkan absorpsi. kebanyakan diabsorpsi. Kontraksi segmental merupakan pola yang paling umum. mengisolasi segmen pendek dari kolon. dan asam lemak rantai pendek serta mengeluarkan kalium dan bikarbonat. saliva. cairan empedu. kecualim100200 ml diabsorpsi. yang sudah hampir lengkap pada kolon bagian kanan. terjadi dengan defekasi. Normalnya 600 ml/hari. Gerakan retrograd dari kolon memperlambat transit materi dari kolon kanan. karbon dioksida. dipercepat oleh hormon parathormon (PTH) dan vitamin D. Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit. kolinergik. dan cairan duodenum menyokong sekitar 8-10 L/hari cairan tubuh. Enzim laktase. pendorong antegrad melibatkan segmen panjang 0. Kolon sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang menampung massa feses yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. Produk pencernaan. meningkat oleh makanan. tiga sampai empat kali sehari. Bikarbonat diabsorpsi secara pertukaran natrium/hidrogen. glukosa. hidrogen. dan fruktosa. produksi intralumen.monosakarida glukosa. Nitrogen. Hal tersebut membantu menjaga keseimbangan air adan elektrolit dan mencegah dehidrasi. Air secar osmotik dan secara hidrostatik diabsorpsi atau melalui difusi pasif. maltase. Natrium dan khlorida diabsorpsi dengan pemasangan zat telarut organik atau secara transport aktif. dan isimaltase untuk pemecahan disakarida terletak di dalam mikrovili ’brush border’ sel epitel. galaktosa. galaktosa. 20-30 detik panjang. oksigen. Kalium diabsorpsi secara difusi pasif. Menerima 900-1500 ml/hari. tekanan 100-200 mmHg. Gerakan massa merupakan pola yang kurang umum. monosakarida.0 cm/detik. dan fruktosa. cairan lambung. Kolon mengabsorpsi air. paling banyak di proksimal. 11 .kemudian segera disbsorpsi ke dala darah porta. semua.

ILEUS OBSTRUKSI I.BAB III PEMBAHASAN A. Definisi Ileus obstruksi adalah gangguan (apapun penyebabnya) aliran normal isi usus pada traktus intestinal. Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau menganggu jalannya isi usus. II. Etiologi 12 .

Adhesi (perlekatan usus halus) merupakan penyebab tersering ileus obstruktif. 6. 5. intususepsi. 4. Perlengketan kongenital juga dapat menimbulkan ileus obstruktif di dalam masa anak-anak. Hernia inkarserata eksternal (inguinal. Obstruksi yang disebabkan oleh adhesi berkembang sekitar 5% dari pasien yang mengalami operasi abdomen dalam hidupnya. Adhesi bisa disebabkan oleh riwayat operasi intraabdominal sebelumnya atau proses inflamasi intraabdominal. atau parastomal) merupakan yang terbanyak kedua sebagai penyebab ileus obstruktif . 2. 13 . kecacatan mesentericus. 3. dan merupakan penyebab tersering pada pasien yang tidak mempunyai riwayat operasi abdomen. sedangkan tumor metastase atau tumor intraabdominal dapat menyebabkan obstruksi melalui kompresi eksternal. insisional. polip. hematoma. Tumor. sekitar 5070% dari semua kasus. Tumor primer usus halus dapat menyebabkan obstruksi intralumen. Volvulus lebih sering sebagai penyebab obstruksi usus besar. atau penumpukan cairan.Ileus obstruktif dapat disebabkan oleh : 1. seperti malrotasi usus. atau pembesaran limphanodus mesentericus dapat sebagai petunjuk awal adanya intususepsi. Volvulus sering disebabkan oleh adhesi atau kelainan kongenital. umbilikal. Hernia interna (paraduodenal. Neoplasma. Penekanan eksternal oleh tumor. Invaginasi atau Intususepsi usus halus menimbulkan obstruksi dan iskhemia terhadap bagian usus yang mengalami intususepsi. femoral. dan hernia foramen Winslow) juga bisa menyebabkan hernia. abses.

III. Klasifikasi Berdasarkan Lokasi Obstruksi :  Letak Tinggi : Duodenum-Jejunum  Letak Tengah : Ileum Terminal  Letak Rendah : Colon-Sigmoid-rectum 14 .

Berdasarkan Stadium :  Parsial : menyumbat lumen sebagian  Simple/Komplit: menyumbat lumen total  Strangulasi: Simple dengan jepitan vasa IV. Sumbatan usus dan distensi usus menyebabkan rangsangan terjadinya hipersekresi kelenjar pencernaan. Dengan demikian akumulasi cairan dan gas makin bertambah yang menyebabkan distensi usus tidak hanya pada tempat sumbatan tetapi juga dapat mengenai seluruh panjang usus sehelah proximal sumbatan. Pada obstruksi usus yang lanjut. Hal tersebut menyebabkan pasase lumen usus terganggu. yang menyebabkan pelebaran dinding usus (distensi). pada bagian proximal tempat penyumbatan. peristaltik sudah hilang oleh karena dinding usus kehilangan kontraksinya 15 . Hal ini menyebabkan terjadi serangan kolik abdomen dan muntah-muntah. Sebaliknya juga terjadi gerakan anti peristaltik. Patofisiologi Obstruksi ileus merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi karena adanya daya mekanik yang bekerja atau mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan penyempitan/penyumbatan lumen usus. Sumbatan ini menyebabkan gerakan usus yang meningkat (hiperperistaltik) sebagai usaha alamiah. Akan terjadi pengumpulan isi lumen usus yang berupa gas dan cairan.

V. 16 . Muntah 3. Nyeri abdomen 2. Distensi 4. Kegagalan buang air besar atau gas(konstipasi). Manifestasi Klinis Ileus Obstruksi Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif 1.

Ia sekunder terhadap kontraksi peristaltik kuat pada dinding usus melawan obstruksi. Gerakan peristaltik terkadang dapat dilihat. Konstipasi dapat dibedakan menjadi dua. Frekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi. Gejala ini terlambat pada ileus obstruktif usus besar dan bisa minimal atau absen pada keadaan oklusi pembuluh darah mesenterikus. Muntahannya kental dan berbau busuk (fekulen) sebagai hasil pertumbuhan bakteri berlebihan sekunder terhadap stagnasi. maka muntah timbul lambat dan setelah muncul distensi. usus distal terhadap titik ini harus mengeluarkan isinya sebelum 17 . Lamanya obstruksi 3.Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi tergantung kepada : 1. sedangkan yang dari ileus obstruktif usus besar biasanya tampil dengan nyeri intaumbilikus. Nyeri dari ileus obstruktif usus halus demikian biasanya terlokalisasi supraumbilikus di dalam abdomen. Ada atau tidaknya iskemia usus Gejala selanjutnya yang bisa muncul termasuk dehidrasi. yang kebanyakan cairan empedu. Penyebabnya 4. Muntah refleks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yang memuntahkan apapun makanan dan cairan yang terkandung. Lokasi obstruksi 2. maka muntah tidak mendekompresi total usus di atas obstruksi. semua kemungkinan hernia harus diperiksa. yaitu konstipasi absolut ( dimana feses dan gas tidak bisa keluar) dan relatif (dimana hanya gas yang bisa keluar). maka muntah terlihat dini dalam perjalanan dan terdiri dari cairan jernih hijau atau kuning. yang juga diikuti oleh cairan duodenum. sehingga tak terlihat distensi. Setelah ia mereda. yang muncul setiap 4 sampai 5 menit dalam ileus obstruktif usus halus. Usus didekompresi dengan regurgitasi. septikemia. penurunan respirasi dan peritonitis. Jika ileus obstruktif usus besar. pireksia. syok hypovolemik. Nyeri abdomen biasanya agak tetap pada mulanya dan kemudian menjadi bersifat kolik. Distensi pada ileus obstruktif derajatnya tergantung pada lokasi obsruksi dan makin membesar bila semakin ke distal lokasinya. Tetapi setelah timbul obstruksi. Kegagalan mengerluarkan gas dan feses per rektum juga suatu gambaran khas ileus obstruktif. setiap 15 sampai 20 menit pada ileus obstruktif usus besar. Karena panjang usus yang terisi dengan isi demikian. oliguria. maka muntah tergantung atas tingkat ileus obstruktif. Jika ileus obstruktif usus halus. Terhadap setiap penyakit yang dicurigai ileus obstruktif.

5. Penegakan diagnosa hanya tergantung gejala kilnis. Dehidrasi umumnya terjadi pada ileus obstruktif usus halus yang disebabkan muntah yang berulang-ulang dan pengendapan cairan. Kemunculan dan adanya gejala nyeri tekan lokal merupakan tanda yang sangat penting. 6. Sebaliknya. Pada strangulasi yang mengancam. Nilai BUN dan hematokrit meningkat memberikan gambaran polisitemia sekunder. 7. nyeri tidak pernah hilang total 3. Sebagai catatan perlu diperhatikan: 1. tidak hanya membesar karena reflek batuk dan benjolan semakin membesar. strangulasi tetap harus didiagnosa. Sangat penting untuk membedakan antara ileus obstruktif dengan strangulasi dengan tanpa strangulasi.. sehingga mungkin tidak ada obstipasi. Ketika srangulasi muncul pada hernia eksternal dimana benjolan tegang. Mulainya terjadi iskemia 2. Pada ileus obstruktif tanpa strangulasi kemungkinan bisa terdapat area dengan nyeri tekan lokal pada tempat yang mengalami obstruksi. pengisian aliran vena yang jelek dan mata gantung dengan oliguria. Lewatnya isi usus dalam bagian usus besar ini memerlukan waktu.. Inflamasi yang berhubungan denga penyakit obsruksi Hipotermi menandakan terjadinya syok septikemia. maka obstipasi akan terlihat lebih dini. Hal ini menyebabkan kulit kering dan lidah kering. tetapi. lunak. Pireksia di dalam ileus obstruktif dapat digunakln sebagai petanda: 1. selama beberapa hari. 18 . jika ileus obstruktif usus besar. Perkembangan peritonitis menandakan infark atau prforasi. nyeri tekan yang tidak jelas memerlukan penilaian rutin. Nyeri tekan umum dan kehadiran kekakuan abdomen/rebound tenderness menandakan perlunya laparotomy segera. diare merupakan gejala yang ditampilkan pengganti obstipasi. Kehadiran syok menandakan iskemia yang sedang berlansung 2. Dalam ileus obstuksi sebagian. ireponibel.terlihat obstipasi. walaupun tanpa gejala-gejala di atas. Nyeri tekan abdomen yang terlokalisir menandakan iskemia yang mengancam atau sudah terjadi. pada srangulasi selalu ada nyeri tekan lokal yang berhubungan dengan kekakuan abdomen. Perforasi usus 3. Gejala-gejala biasanya muncul secara mendadak dan selalu berulang 4. Pada kasus ileus obstruktif dimana nyeri tetap asa walaupun telah diterapi konservatif. karena termasuk operasi emergensi.

Keluhan rasa sakit kadang-kadang tidak ada pada penderita lanjut usia yang pandai menahan nafsu. dan obstipasi dengan ketidakmapuan mengeluarkan gas terjadi. misalnya berupa adhesi dalam perut karena pernah dioperasi sebelumnya atau 19 . khususnya bila katup ileocaecal kompeten. Konstipasi menjadi progresif. Muntah-muntah terjadi lambat. Gejala-gejala akut dapat timbul setelah satu minggu. Riwayat perubahan kebiasaan berdefekasi dan darah dalam feses yang baru terjadi sering terjadi karena karsinoma dan divertikulitis adalah penyebab yang paling sering. tetapi intensitasnya lebih rendah. fekal +++ Tak tentu biasanya meningkat Menurun Menurun + + Meningkat Distensi Muntah + Bising usus Ketegangan abdomen - borborigmi +++ Meningkat VI.Pada ileus obstruksi usus besar juga menimbulkan sakit kolik abdomen yang sama kualitasnya dengan sakit ileus obstruktif usus halus. Diagnosa ileus obstruksi diperoleh dari : 1. kepercayaan atas pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan laboraorium harus dilihat sebagai konfirmasi dan bukan menunda mulainya terapi yang segera. Macam ileus Obstruksi simple tinggi Obstruksi simple rendah Obstruksi strangulasi Nyeri Usus ++ (kolik) +++ (Kolik) ++++ (terusmenerus. salah satu yang hampir selalu harus ditegakkan atas dasar klinik dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Muntahmuntah fekulen paradoks sangat jarang. Diagnosis Diagnosis ileus obstruktif tidak sulit. Anamnesis Pada anamnesis ileus obstruktif usus halus biasanya sering dapat ditemukan penyebabnya. Paralitik Oklusi vaskuler terlokalisir) + +++++ ++++ +++ + +++ ++ +++ + Lambat.

Onset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat menjurus kepada ileus letak rendah. Palpasi Pada palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi peritoneum apapun atau nyeri tekan. Inspeksi Dapat ditemukan tanda-tanda generalisata dehidrasi. 3.terdapat hernia. Pada abdomen harus dilihat adanya distensi. parut abdomen. yang mencakup ‘defance musculair’ involunter atau rebound dan pembengkakan atau massa yang abnormal. Pemeriksaan Fisik 1. hernia dan massa abdomen. Perkusi Timpani seluruh perut. Auskultasi Pada ileus obstruktif pada auskultasi terdengar kehadiran episodik gemerincing logam bernada tinggi dan gelora (rush’) diantara masa tenang. 2. 2. sedangkan pada ileus obstruksi usus besar kolik dirasakan di sekitar suprapubik. terutama di subdiafragma 4. maka aktivitas peristaltik (sehingga 20 . yang mencakup kehilangan turgor kulit maupun mulut dan lidah kering.Terkadang dapat dilihat gerakan peristaltik usus yang bisa bekorelasi dengan mulainya nyeri kolik yang disertai mual dan muntah. Muntah pada ileus obstruksi usus halus berwarna kehijaun dan pada ileus obstruktif usus besar onset muntah lama. Tetapi setelah beberapa hari dalam perjalanan penyakit dan usus di atas telah berdilatasi. Pada ileus obstruksi usus halus kolik dirasakan di sekitar umbilkus. Penderita tampak gelisah dan menggeliat sewaktu serangan kolik.

21 . dehidrasi dan ketosis. Ia bisa membangkitkan penemuan massa atau tumor serta tidak adanya feses di dalam kubah rektum menggambarkan ileus obstruktif usus halus. Apabila isi rektum menyemprot. Pada kolon bisa saja tidak tampak gas. Selain itu dapat ditemukan adanya gangguan elektrolit. leukositosis dan nilai elektrolit yang abnormal. Hematokrit yang meningkat dapat timbul pada dehidrasi. Pada tahap awal. Tidak adanya nyeri usus bisa juga ditemukan dalam ileus paralitikus atau ileus obstruksi strangulata.juga bising usus) bisa tidak ada atau menurun parah.50% obstruksi strangulasi dibandingkan 27% . Dapat ditemukan gambaran ”step ladder dan air fluid level” terutama pada obstruksi bagian distal. tetapi hanya terjadi pada 38% . Foto polos abdomen mempunyai tingkat sensitivitas 66% pada obstruksi usus halus. Radiologik Adanya dilatasi dari usus disertai gambaran “step ladder” dan “air fluid level” pada foto polos abdomen dapat disimpulkan bahwa adanya suatu obstruksi. Leukositosis menunjukkan adanya iskemik atau strangulasi. penyakit Hirschprung. ditemukan hasil laboratorium yang normal. maka sangat mungkin bahwa ileus obstruktif didasarkan atas lesi intrinsik di dalam usus. maka akan terlihat gambaran berupa hilangnya mukosa yang reguler dan adanya gas dalam dinding usus. sedangkan sensitivitas 84% pada obstruksi kolon. Jika darah makroskopik atau feses postif banyak ditemukan di dalam rektum. Analisa gas darah mungkin terganggu.44% pada obstruksi non strangulata. 3. Peningkatan serum amilase sering didapatkan. Bagian akhir yang diharuskan dari pemeriksaan adalah pemeriksaan rektum. Laboratorium Tes laboratorium mempunyai keterbatasan nilai dalam menegakkan diagnosis. Selanjutnya ditemukan adanya hemokonsentrasi. Udara bebas pada foto thoraks tegak menunjukkan adanya perforasi usus. tetapi sangat membantu memberikan penilaian berat ringannya dan membantu dalam resusitasi. Pemeriksaan Penunjang a. dengan alkalosis metabolik bila muntah berat. Jika terjadi stangulasi dan nekrosis. Penggunaan kontras tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan peritonitis akibat adanya perforasi. b. dan metabolik asidosis bila ada tanda – tanda shock.

Malignansi. Penyakit Crohn.Gambar. 4. 5. Ileus meconium. 3. Carcinoid gastrointestinal. Volvulus. 2. 6. 7. Tumor Ovarium. Divertikulum Meckel. Diagnosis Banding Ileus obstruksi harus dibedakan dengan: 1. Ileus Obstruksi VII. Penatalaksanaan 22 . Intussuscepsi pada anak. VIII.

NGT digunakan untuk mengosongkan lambung. b.tanda vital dan jumlah urin yang keluar. Operatif. a. ada 3 hal yang perlu : • Berapa lama obstruksinya sudah berlangsung. Pasien yang mengalami ileus obstruksi mengalami dehidrasi dan gangguan keseimbangan ektrolit sehingga perlu diberikan cairan intravena seperti ringer laktat. 23 . Resusitasi Dalam resusitasi yang perlu diperhatikan adalah mengawasi tanda .tanda vital. Respon terhadap terapi dapat dilihat dengan memonitor tanda . Bila telah diputuskan untuk tindakan operasi. mencegah aspirasi pulmonum bila muntah dan mengurangi distensi abdomen. dan menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki kelangsungan dan fungsi usus kembali normal. mengatasi peritonitis dan syok bila ada. Selain pemberian cairan intravena.Dasar pengobatan ileus obstruksi adalah koreksi keseimbangan elektrolit dan cairan. diperlukan juga pemasangan nasogastric tube (NGT). c. menghilangkan peregangan dan muntah dengan dekompresi.obat antibiotik spektrum luas dapat diberikan sebagai profilaksis. Antiemetik dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual muntah. Farmakologis Pemberian obat . dehidrasi dan syok.

invaginasi strangulate dan sebagainya. kadang-kadang dilakukan tindakan operatif bertahap. c) Membuat fistula entero-cutaneus pada bagian proximal dari tempat obstruksi. angka kematiannya adalah 1% pada 24 jam pertama. kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis IX. Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi strangulasi atau komplikasi lainnya akan meningkatkan mortalitas sampai sekitar 35% atau 40%. b) Tindakan operatif by-pass. Membuat saluran usus baru yang "melewati" bagian usus yang tersumbat. mula-mula dilakukan kolostomi saja. baik sebagai akibat obstruksinya maupun kondisi sebelum sakit. misalnya pada hernia incarcerata non-strangulasi. Kewaspadaan akan resiko strangulasi sangat penting. Crohn disease. • Apakah ada risiko strangulasi. Prognosis Mortalitas obstruksi tanpa strangulata adalah 5% sampai 8% asalkan operasi dapat segera dilakukan.• Bagaimana keadaan/fungsi organ vital lainnya. Pada beberapa obstruksi ileus. misalnya pada carcinomacolon. jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus ringan. Pada umumnya dikenal 4 macam (cara) tindakan bedah yang dikerjakan pada obstruksi ileus : a) Koreksi sederhana (simple correction). misalnya pada Ca stadium lanjut. Pada obstruksi ileus yang ditolong dengan cara operatif pada saat yang tepat. baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya. misalnya pada Ca sigmoid obstruktif. sedangkan pada strangulasi angka kematian tersebut 31%. d) Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis ujung-ujung usus untuk mempertahankan kontinuitas lumen usus. Hal ini merupakan tindakan bedah sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan. misalnya pada tumor intralurninal.3 Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan dengan cepat 24 . dan sebagainya.

Durasi terpanjang dari ileus tercatat terjadi setelah pembedahan kolon. Definisi Ileus Paralitik Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah keadaan dimana usus gagal/ tidak mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk menyalurkan isinya.B. Laparoskopi reseksi usus dikaitkan dengan jangka waktu yang lebih singkat daripada reseksi kolon ileus terbuka. hipomagnesemia. gangguan pernafasan yang memerlukan intubasi. uremia. ileus terjadi setelah operasi intraperitoneal. 25 . antikolinergik. ILEUS PARALITIK I. diikuti lambung (24-48 jam) dan kolon (48-72 jam). keadaan pascaoperasi adalah keadaan yang paling umum untuk terjadinya ileus. perdarahan). ileus merupakan konsekuensi yang diharapkan dari pembedahan perut. Ileus terjadi karena hipomotilitas dari saluran pencernaan tanpa adanya obstruksi usus mekanik. otot dinding usus terganggu dan gagal untuk mengangkut isi usus. pankreatitis. hiperkalsemia. dan ketidakseimbangan elektrolit (hipokalemia. Kurangnya tindakan pendorong terkoordinasi menyebabkan akumulasi gas dan cairan dalam usus. Memang. Ileus yang berlangsung selama lebih dari 3 hari setelah operasi dapat disebut ileus adynamic atau ileus paralitik pascaoperasi. dan (3) obatobatan yang mempengaruhi motilitas usus (opioid. hipofosfatemia). fenotiazine). Sering. Fisiologisnya ileus kembali normal spontan dalam 2-3 hari. sepsis atau infeksi berat. (2) sakit berat seperti pneumonia. dibetes ketoasidosis. Meskipun ileus disebabkan banyak faktor. setelah motilitas sigmoid kembali normal. Setelah pembedahan. Ileus merupakan kondisi dimana terjadi kegagalan neurogenik atau hilangnya peristaltic usus tanpa adanya obstruksi mekanik. II. Diduga. Etiologi Ileus Paralitik Ileus pada pasien rawat inap ditemukan pada: (1) proses intraabdominal seperti pembedahan perut dan saluran cerna atau iritasi dari peritoneal (peritonitis. usus halus biasanya pertama kali yang kembali normal (beberapa jam). tetapi mungkin juga terjadi setelah pembedahan retroperitoneal dan extra-abdominal.

Lower lobus tulang rusuk patah 3. Perforasi ulkus duodenum 26 .Konsekuensi klinis ileus pasca operasi dapat mendalam. Pneumonia 2. Hipermagensemia  Infeksi. Hipomagnesemia 4. Divertikulitis 3. Radang usus buntu 2. Secara keseluruhan. Pasien dengan ileus merasa tidak nyaman dan sakit. inflamasi atau iritasi (empedu. Hipokalemia 2. ileus meningkatkan biaya perawatan medis karena memperpanjang rawat inap di rumah sakit. Beberapa penyebab terjadinya ileus:  Trauma abdomen  Pembedahan perut (laparatomy)  Serum elektrolit abnormalitas 1. dan akan meningkatkan risiko komplikasi paru. Kolesistitis 5. Hiponatremia 3. Intrapelvic (misalnya penyakit radang panggul ) 3. Ileus juga meningkatkan katabolisme karena gizi buruk. Nefrolisiasis 4. darah) 1. Intrathorak 1. Pankreatitis 6. Rongga perut 1. Infark miokard 2.

Vertebral Retak (misalnya kompresi lumbalis Retak )  Pengobatan 1. dan (2) pada tahap yang besar melalui pengaruh inhibitorik dari noreepineprin pada neuron-neuron sistem saraf enterik. trombosis iskemia  Cedera tulang 1. dimana ia merangsangnya). Patofisiologi Patofisiologi dari ileus paralitik merupakan manifestasi dari terangsangnya sistem saraf simpatis dimana dapat menghambat aktivitas dalam traktus gastrointestinal. Menurut beberapa hipotesis. perangsangan yang kuat pada sistem simpatis dapat menghambat pergerakan makanan melalui traktus gastrointestinal. Jadi. beberapa neuron bersifat inhibitorik. Mesenterika emboli. Diltiazem atau verapamil 4. menimbulkan banyak efek yang berlawanan dengan yang ditimbulkan oleh sistem parasimpatis. Patah tulang rusuk 2. Narkotika 2. Hambatan pada sistem saraf parasimpatis di dalam sistem saraf enterik akan menyebabkan terhambatnya pergerakan makanan pada traktus gastrointestinal. Fenotiazin 3. Iskemia usus 1. kemungkinan peptide intestinal vasoaktif dan beberapa peptide lainnya. Clozapine 5. namun tidak semua pleksus mienterikus yang dipersarafi serat saraf parasimpatis bersifat eksitatorik. Sistem simpatis menghasilkan pengaruhnya melalui dua cara: (1) pada tahap yang kecil melalui pengaruh langsung norepineprin pada otot polos (kecuali muskularis mukosa. ujung seratnya mensekresikan suatu transmitter inhibitor. ileus pasca operasi dimediasi melalui aktivasi hambat busur refleks tulang belakang. Obat Anticholinergic III. 3 refleks berbeda yang terlibat: ultrashort 27 . Secara anatomis.

kolik ureter. pankreatitis. fenotiazin. disekresi oleh sel I dalam mukosa duodenum dan jejunum terutama sebagai respons terhadap adanya pemecahan produk lemak. Refleks panjang yang paling signifikan. keracunan timbal.refleks terbatas pada dinding usus. uremia.(8) • Hormonal Kolesistokinin. sklerosis multiple Obat-obatan. • Neurogenik Refleks inhibisi dari saraf afferent: incisi pada kulit dan usus pada operasi abdominal. Narkotik. antikolinergik. Gangguan keseimbangan elektrolit (terutama hipokalemia). Respon stres bedah mengarah ke generasi sistemik endokrin dan mediator inflamasi yang juga mempromosikan perkembangan ileus. Penyakit/ keadaan yang menimbulkan ileus paralitik dapat diklasifikasikan seperti yang tercantum dibawah ini: Kausa Ileus Paralitik Neurogenik. Pasca operasi. infeksi sistemik berat lainnya. antihistamin. dan refleks panjang melibatkan sumsum tulang belakang. refleks pendek yang melibatkan ganglia prevertebral. penyakit sistemik seperti SLE. kerusakan medulla spinalis. asam lemak dan monogliserida di dalam usus. peritonitis. Infeksi/ inflamasi. Iskemia Usus. katekolamin. empiema. Refleks inhibisi dari saraf efferent: menghambat pelepasan neurotransmitter asetilkolin. Pneumonia. iritasi persarafan splanknikus. Kolesistokinin mempunyai efek yang kuat dalam meningkatkan kontraktilitas kandung empedu. Metabolik. jadi mengeluarkan empedu kedalam 28 . komplikasi DM.

kolon 3-5 hari. anoreksia. Muntah mungkin ada. Keluhan perut kembung pada ileus paralitik ini perlu dibedakan dengan keluhan perut kembung pada ileus 29 . lambung 48 jam. IV. mungkin pula tidak ada. • Inflamasi • Makrofag: melepaskan proinflammatory cytokines (NO). hormon ini juga menghambat pengosongan makanan dari lambung untuk memberi waktu yang adekuat supaya terjadi pencernaan lemak di traktus gastrointestinal bagian atas. blockade excitatory neurons yang mempersarafi otot polos usus. Sangat umum. Oleh karena itu disaat bersamaan dimana hormon ini menyebabkan pengosongan kandung empedu. Hormon lainnya seperti sekretin dan peptide penghambat asam lambung juga memiliki fungsi yang sama seperti kolesistokinin namun sekretin berperan sebagai respons dari getah asam lambung dan petida penghambat asam lambung sebagai respons terhadap asam lemak dan asam amino. gerakan usus akan kembali normal pada: usus kecil 24 jam. Manifestasi Klinik Ileus adinamik (ileus inhibisi) ditandai oleh tidak adanya gerakan usus yang disebabkan oleh penghambatan neuromuscular dengan aktifitas simpatik yang berlebihan. Opioid: efek inhibitor. mual dan obstipasi. opioid juga meningkatkan tonus otot polos usus dan menghambat gerak peristaltik terkoordianasi yang diperlukan untuk gerakan propulsi. prostaglandin inhibisi kontraksi otot polos usus.usus halus dimana empedu kemudian memainkan peranan penting dalam mengemulsikan substansi lemak sehingga mudah dicerna dan diabsorpsi. Farmakologi Opioid menurunkan aktivitas dari neuron eksitatorik dan inhibisi dari pleksus mienterikus. Pasien ileus paralitik akan mengeluh perutnya kembung ( abdominal distention). Selain itu. Kolesistokinin juga menghambat motilitas lambung secara sedang. terjadi setelah semua prosedur abdomen.

Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar. Tidak ditemukan adanya reaksi peritoneal (nyeri tekan dan nyeri lepas negatif). a. rasa tidak nyaman diperut tanpa disertai nyeri. Perkusi Hipertimpani 30 . rasa mual dan dapat disertai muntah. V. parut abdomen. Pada palpasi. Diagnosa Pada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang. yang mencakup kehilangan turgor kulit maupun mulut dan lidah kering. Pemeriksaan fisik Inspeksi Dapat ditemukan tanda-tanda generalisata dehidrasi. Pasien kadang juga mengeluhkan tidak bisa BAB ataupun flatus. Anamnesa Pada anamnesa ileus paralitik sering ditemukan keluhan distensi dari usus. Pada abdomen harus dilihat adanya distensi. Palpasi Pada palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi peritoneum apapun atau nyeri tekan. yang mencakup ‘defence muscular’ involunter atau rebound dan pembengkakan atau massa yang abnormal untuk mengetahui penyebab ileus.obstruksi. b. tidak disertai nyeri kolik abdomen yang paroksismal. Pada pasien yang kurus tidak terlihat gerakan peristaltik. Pasien ileus paralitik mempunyai keluhan perut kembung. pasien hanya menyatakan perasaan tidak enak pada perutnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya distensi abdomen. Apabila penyakit primernya peritonitis. hernia dan massa abdomen. perkusi timpani dengan bising usus yang lemah dan jarang bahkan dapat tidak terdengar sama sekali. manifestasi klinis yang ditemukan adalah gambaran peritonitis.

ureum. Untuk dekompresi dilakukan pemasangan pipa nasogastrik (bila perlu dipasang juga rectal tube). mengobati kausa dan penyakit primer dan pemberiaan nutrisi yang adekuat. kadar elektrolit. a. Hal ini berbeda dengan air fluid level pada ileus obstruktif yang memberikan gambaran stepladder (seperti anak tangga). Pemberian cairan. glukosa darah dan amylase. sisaprid bermanfaat untuk ileus paralitik pascaoperasi. ternyata hasilnya tidak konsisten. VI. koreksi gangguan elektrolit dan nutrisi parenteral hendaknya diberikan sesuai dengan kebutuhan dan prinsip-prinsip pemberian nutrisi parenteral. Foto polos abdomen sangat membantu untuk menegakkan diagnosis. Prognosis biasanya baik. Pemeriksaan yang penting untuk dimintakan adalah leukosit darah. Beberapa obat-obatan jenis penyekat simpatik (simpatolitik) atau parasimpatomimetik pernah dicoba. dapat dilakukan foto abdomen dengan mempergunakan kontras. keberhasilan dekompresi kolon dari ileus telah dicapai oleh kolonoskopi berulang. Air fluid level ditemukan berupa suatu gambaran line up (segaris). Pada ileus paralitik akan ditemukan distensi lambung. breathing and circulation. Konservatif Penderita dirawat di rumah sakit. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.- Auskultasi Bising usus lemah atau tidak ada sama sekali (silent abdomen) c. Neostigmin juga efektif dalam kasus ileus kolon yang tidak berespon setelah pengobatan konservatif. Tindakannya berupa dekompresi. Penatalaksanaan Pengelolaan ileus paralitik bersifat konservatif dan suportif. Apabila dengan pemeriksaan foto polos abdomen masih meragukan. Penderita dipuasakan Kontrol status airway. dan klonidin dilaporkan bermanfaat untuk mengatasi ileus paralitik karena obat-obatan. 31 . usus halus dan usus besar. Beberapa obat yang dapat dicoba yaitu metoklopramid bermanfaat untuk gastroparesis. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium mungkin dapat membantu mencari kausa penyakit.

cisapride Parasimpatis stimulasi: bethanecol. Intravenous fluids and electrolyte Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan. Prognosis memburuk pada kasus-kasus tetentu dimana kematian jaringan usus terjadi. Prokinetik: Metaklopromide. Prognosis Prognosis dari ileus bervariasi tergantung pada penyebab ileus itu sendiri. Reseksi usus dengan anastomosis Diversi stoma dengan atau tanpa reseksi. Farmakologis Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob. kondisi ini biasanya bersifat sementara dan berlangsung sekitar 24-72 jam. b. operasi menjadi perlu untuk menghapus jaringan nekrotik. Operatif Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis. Analgesik apabila nyeri. VII. kolostomi. Bila penyebab primer dari ileus cepat tertangani maka prognosis menjadi lebih baik. Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil explorasi melalui laparotomi. neostigmin Simpatis blokade: alpha 2 adrenergik antagonis 3. Pintas usus : ileostomi. 32 . Bila ileus hasil dari operasi perut. Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus.Dekompresi dengan nasogastric tube.

com. J.: Colonic Obstruction. Sjamsuhidajat.healthline. 3. F. www.. Jusi.com Accessed on 18 April 2010 5.com . and Katz. http://www.emedicine. Editor: Ochoa. www.J. Jakarta: EGC. Yuda Hendaya. 2003.B. A. J. 2. Basson. Editor: Sjamsuhidajat. Talavera. 2010 4. Editor : Dr.BAB III DAFTAR PUSTAKA 1. Djang. 2004. General and laparoscopy surgeon. Murnizat.FMAS.. Last Updated.com. learningRadiology. FInaCS.. Dahlan.dokteryudabedah. June 14. http://www. Aviable at URL . R. Avialablle at URL. Mechaber. R.D. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. 33 .. Edisi 2. Wim.: Ileus obstruksi. Intestinal obstruction. Sp B. A. Obstruksi usus kecil. dan De Jong. Gawat Abdomen. Hal: 181-192. M. last Update januari 5.

34 .