You are on page 1of 13

Pengukuran fotogrametri yaitu pekerjaan pengukuran foto udara.

Fotogrametri merupakan seni, ilmu, dan teknologi perolehan informasi tentang obyek fisik dan lingkungan melalui proses perekaman, pengukuran, dan penafsiran foto udara (Thomson dan Gruner, 1980). Istilah Fotogrametri berasal dari kata photos (=sinar), gramma (=sesuatu yang tergambar) dan metron (=mengukur). Secara sederhana maka fotogrametri dapat diartikan sebagai “pengukuran secara grafis dengan menggunakan sinar”. Dari definisi tersebut dapat dimengerti bahwa fotogrametri meliputi (Wolf, 1983) : -Perekaman obyek (pemotretan) -Pengukuran gambar obyek pada foto udara -Pemotretan hasil ukuran untuk dijadikan bentuk yang bermanfaat (Peta). Berikut ini aplikasi pengukuran fotogrametri:…

Fotogrametri menggunakan kamera yang dilakukan biasanya dalam pesawat untuk mendapatkan gambar, di mana sebagai penginderaan jauh menggunakan kamera dan jenis-jenis sensor yang dapat diangkut baik di dalam pesawat terbang atau satelit. Pesawat terbang atau satelit akan mengambil gambar berdasarkan titik-titik yang telah ditentukan saja. Hasil pemotoan akan dijadikan sebuah peta dengan bantuan perangkat lunak.

About these ads Share this: .

kamera udara atau kamera digital dapat dipakai untuk mendapatkan data awal (input data) pemetaan secara digital. Ukuran scanner juga bermacam ragam sehingga untuk format kecil lebih banyak dipakai karena dari kapasitas scanning data maupun kualitas dpi yang dijanjikan. Untuk pemetaan digital masih dapat dibedakan atas kelompok proses yang berpijak pada kemampuan ploter dan piranti lunak yang dilibatkan : . b. maka awal fotografi dari mulai bagian dimanfaatkan topografi untuk tersebut. sehingga dapat dikelompokkan : a. serta pemetaan lewat media pengambilan data baik dari pemotretan udara atau menggunakan citra satelit yang dikenal pemetaan fotogrametrik. Data foto udara (berbagai ukuran) perlu ditransformasikan ke dalam format digital.Pemetaan pada dasarnya dapat ditempuh dari dua cara atau kelompok. disarankan penyiaman langsung dari data film negatif (data analog format asli hasil pemotretan). membuat gambar pertampalan udara (aerial atau stereogram model fotogrametri photogrammetry) dimulai setelah dapat dipergunakannya kamera udara untuk pemotretan wilayah luas maka cara fotogrametri akan lebih efisien dan ekonomis tetapi untuk medan yang tidak luas dan mudah dijangkau cara ukur teristis jauh lebih mudah dan ekonomis terutama pada kawasan yang tidak dapat dijangkau potret udara. Beberapa alternatif pengambilan data untuk keperluan pemetaan fotri. Perkembangan kamera digital akan merupakan masa depan pemotretan tersendiri sebab meskipun banyak kelemahan kamera digital (terutama pada tingkat resolusi gambar) pada saatnya nanti peningkatan kemampuan sampai beberapa MB (mega bites) untuk satu frame foto dapat mengimbangi kamera optik. c. d. Pada mulanya ilmu fotogrametri diawali dari pengambilan obyek topografi medan berbukit sulit dipetakan langsung. Pesawat berawak + kamera udara dan GPS navigasi dilibatkan Pesawat berawak + kamera foto non metrik + GPS navigasi Pesawat Trike dan kamera non metrik (terbatas luasan medan) Pesawat model (tak berawak/remote kontrol)+kamera non metrik Citra satelit hasil pengambilan data non fotografi (dari citra satelit) Dari berbagai alternatif. karena masalah skala dan variasi skala foto udara. secara penyiaman (scanning) pada ketajaman dpi tertentu b. alternatif pemakaian pemetaan topografi dengan dengan upaya pemetaan secara teristris masih ada peluang. e. c. Perkembangan proses pemetaan dapat dikelompokkan dalam garis besar kegiatan saat ini sebagai era pemetaan konvensional dengan ploter analog serta pemetaan digital. Data format digital langsung hasil pemotretan kamera digital Data format digital dari citra satelit (pada umumnya format digital) Pada kualitas hasil penyiaman sangat tergantung pemakaian alat scanner yang memiliki kemampuan “dpi” tertentu (dpi = dot per inch) serta pemakaian data dari negatif atau hasil cetak (hardcopy). pemetaan cara teristis atau pemetaan langsung dengan peralatan ukur lapangan. kombinasi kamera dan wahana menghasilkan kelompok pemotretan udara (data capturing) sebagai berikut : a. Namun untuk wilayah yang terlalu luas untuk peralatan cara teristris foto udara satu-satunya jawaban untuk pemetaan.

b. 2002) . f. c.a. e. g. input data foto udara Pemetaan garis lewat ploter digital. d. input data format foto-digital Pemetaan foto (peta ortofoto) dengan piranti lunak tertentu Pemetaan foto masa depan. dikenal “softcopy photogrammetry” (Prijono. Pemetaan garis lewat hasil peta manuskrip olahan pada ploter analog Pemetaan foto (peta foto) cara rektifikasi konvensional / optik-fotografik Pemetaan ortofotografi pada ploter analog ( sudah tidak dikembangkan) Pemetaan garis lewat ploter analitik / digital.

Dalam pengumpulan data geometris dari sumber data foto udara peralatan dan sumber data merupakan faktor yang harus diperhatikan . Disamping cara restitusi foto udara melalui model 3 demensi. Berdasarkan cara pengukuran yang dilakukan dan instrument yang digunakan yaitu menggunakan metode Model Bebas (independent model) yang berdasarkan pada unit dasar model dimana dilakukan pengukuran koordinat titik-titik model hasil orientasi relatif dan pengukuran koordinat pusat proyeksi foto udara. Hasil dari proses fotogrametri adalah berupa peta foto atau peta garis. Foto udara yang digunakan mempunyai skala 1:5500.Fotogrametri Fotogrametri fotogrametri adalah suatu seni. Data geometris yang dihasilkan dalam percobaan ini dapat dipergunakan untuk keperluan Sistem Informasi Pertanahan. Peta ini umumnya dipergunakan untuk berbagai kegiatan perencanaan dan desain seperti jalan raya. Batas-batas tanah yang diidentifikasi pada peta foto harus diukur di lapangan. Pemetaan secara fotogrametrik tidak dapat lepas dari referensi pengukuran secara terestris. Untuk melihat lebih lanjut klik dihttp://geomaticsandsurveying. mulai dari penetapan ground controls (titik dasar kontrol) hingga kepada pengukuran batas tanah. ilmu dan teknik untuk memperoleh data-data tentang objek fisik dan keadaan di permukaan bumi melalui proses perekaman. pelabuhan. dsb. bendungan. cara fotogrametris merupakan salah satu alternatif yang dapat dipergunakan. alternatif lain yang dapat dikembangkan adalah pengumpulan datadata berdasarkan pengamatan foto tunggal dengan menggunakan alat digitizer. tanggul. Kegiatan triangulasi udara ini dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional yang dilakukan secara terestris dilapangan. kemudian ditranformasi ke titik referensi (titik kontrol tanah). jembatan. Dalam pengumpulan data geometris. jaringan telepon. data geometris yang dipergunakan untuk mendefinisikan referensi geografis haruslah terletak dalam satu sistem. jaringan listrik. Sedangkan struktur data yang dihasilkan diharapkan dapat dijadikan sebagai model awal yang dapat dikembangkan untuk keperluan yang lebih luas. jalan kereta api. dan penafsiran citra fotografik.blogspot. Sedangkan untuk pengembangan pemakaiannya. Adapun pemetaan secara fotogrametrik adalah pemetaan melalui foto udara (periksa foto simulasi di atas). jalur pipa. Citra fotografik adalah foto udara yang diperoleh dari pemotretan dari udara yang menggunakan pesawat terbang atau wahana terbang lainnya. Ketelitian data dapat ditingkatkan dengan melaku kan pengontrolan terhadap identifikasi obyek dan kestabilan bahan. pembangunan perkotaan. Hasil pemetaan secara fotogrametrik berupa peta foto tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan Sertipikat Hak atas Tanah. Namun demikian untuk keperluan pengumpulan data bagi Pendaftaran Tanah atau Ipeda belum memenuhi syarat. disamping cara teresteris.com/search/label/photogrametry Pengukuran titik control tanah. Triangulasi Udara Triangulasi udara adalah merupakan bagian kegiatan dalam pemetaan fotogrametri dengan cara mengukur titik-titik minor foto. Restitusi foto Dalam Sistem Informasi Pertanahan. Thesis ini bertujuan untuk mendapatkan kemungkinan pemanfaatan foto udara tunggal dengan alat digitizer sebagai sumber data geometris Sistem Informasi Pertanahan. . pengukuran. dilakukan pembentukan struktur data geometris dan semantik.

serta fokus lensa kamera. Batasan definisi fotogrametri tidak terbatas pada penggunaan pesawat terbang.9 mm Lebih dari 1000 . sedangkan kamera bersudut lebar cocok untuk daerah datar karena keuntungan ekstra coverage dari sudut yang lebar. disertai beberapa informasi tepi seperti fiducial mark. pada awal studinya masih menggunakan balon terbang bahkan layang-layang.[1] Studi teknik fotografi di dalam pemetaan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran permukaan bumi yang lebih luas dan cepat dibandingkan pengukuran-pengukuran terestrial (survei lapangan). Sudut sempit cocok digunakan untuk daerah bergunung karena pergeseran relief dipusat lensa/nadir (principal point) relatif minimum. Selain itu sudut liputan (field of view) yang merupakan sudut kerucut berkas-berkas sinar yang datang dari daratan melewati lensa. semakin lebar sudut liputan maka fokus lensa akan berkurang. Nivo derajat kemiringan kamera. untuk pemotretan udara nilai fokus ini fixed (tidak dapat berubah) berbeda dengan kamera fotografi yang dapat diubah tergantung jarak objek. . mengkonversi dan diversi gelombang (lihat gambar). pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya tentang suatu objek fisik dan keadaan disekitarnya melalui proses perekaman. Jenis format kamera dipengaruhi nilai fokus lensa (jarak pusat lensa menuju bidang fokus).Klasifikasi Jarak Fokus Sudut Liputan Sudut Sempit 304.4 mm 750 sampai 1000 Sudut Sangat Lebar 88. . altimeter ketinggian terhadap MSL.5 mm 600 sampai 750 Sudut Lebar 152. pengamatan/pengukuran dan interpretasi image fotografis.8 mm Kurang dari 600 Sudut Normal 209.foto udara 4 Februari 2010 in geodesy Fotogrametri dapat didefinisikan sebagai suatu seni. jam pengambilan foto. Sebuah foto udara tunggal akan terbingkai dengan ukuran 23 cm x 23 cm (foto udara metrik pada umumnya). Prinsip dasar dari fotogrametri adalah : Lensa dan Kamera Lensa adalah alat optik yang memiliki nilai simetri axial (kelengkungan yang hampir datar) yang sempurna atau mendekati sempurna. Oleh karena itu fokus studi sebenarnya adalah pada efek fotografis yaitu penggunaan lensa pada kamera yang menghasilkan gambar dari pantulan sinar matahari. dan dapat meneruskan atau memantulkan cahaya. saat inipun dikenal teknik pemotretan udara dengan pesawat tanpa awak (FUFK).

Foto udara miring. Menggunakan unsur-unsur alam yang mempunyai sifat pasti sebagai titik kontrol tambahan (misalnya beda tinggi antara atap suatu rumah yang umumnya sama tinggi). Rf. . Crab & Drift. variasi tinggi permukaan tanah menyebabkan bentuk radial dari objek-objek yang tinggi ekstrim seperti gedung tinggi.Geometri Foto Geometri foto udara pada dasarnya tidak akan selalu berada pada kondisi yang ideal (tegak sempurna). hal tersebut dapat diakibatkan beberapa faktor: Pergerakan wahana. dsb. sumbu optik kamera membentuk sudut terhadap arah gaya berat (tidak boleh lebih dari 3o). Tunggal Restitusi foto tunggal Pemetaan topografi dengan metode fotogrametris yang hanya menggunakan satu buah foto saja sebagai bahan bakunya. besaran overlap dan sidelap (60% untuk overlap dan 30% untuk sidelap) menyebabkan paralaks pada foto. tiang listrik. Pergeseran relief.stereo Restitusi foto stereo Proses pemetaan fotogrametris yang menggunakan dua buah foto udara yang saling bertampalan. adanya variasi tinggi terbang dan pergerakan rotasi dari pesawat menyebabkan variasi bentuk objek. Overlap dan Sidelap. . Pengolahan Triangulasi udara merupakan suatu teknik perbanyakan titik kontrol yang diperlukan untuk proses restitusi foto atau orientasi foto ke dalam referensi tertentu. titik kontrol ini biasa disebut titik minor. Namun hal ini dapat diatasi dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menggunakan jalur terbang tambahan berupa jalur yang memotong sehingga menambah kekuatan blok pemetaan. Sehubungan dengan jumlah foto udara digital yang banyak dimana konsekuensinya akan membutuhkan jumlah titik kontrol yang cukup banyak. pengaruh angin yang mendorong badan pesawat menyebabkan penyimpangan pemotretan dari rencana jalur terbang membuat variasi posisi dan bisa menimbulkan gap. sehingga dari tampalan tersebut dapa dibuat bayangan tiga dimensi. Model tiga dimensi ini dengan bantuan beberapa titik kontrol foto kemudian diorientasikan sedemikian rupa sesuai model absolut sesuai dengan keadaan lapangan Rf. Titik kontrol tersebut umumnya diperlukan minimum sebanyak 6 (enam) buah pada setiap model foto stereo dan diperoleh sebagai hasil hitungan matematis fotogrametri dengan menggunakan data hasil pengukuran pada model stereo dan hasil pengukuran kontrol lapangan. Restitusi ini bertujuan melakukan transformasi bayangan kepada bayangan lainnya sedemikian rupa sehingga mempunyai sifat yang sama dengan sebuah peta.

foto miring dan foto miring sekali.y) pada citra dengan koordinat (X. Banyal peta komersial yang bermutu sekarang dibuat dengan perangkat lunak pembuatan peta yang merupakan salah satu di antara tiga macam utama. CAD (desain berbatuan komputer). dan perangkat lunak ilustrasi peta yang khusus. terdapat satu tahap yang dikenal dengan nama rektifikasi. Koreksi ini adalah merupakan proses mentransformasi koordinat titik-titik pada citra yang masih mengandung kesalahan geometrik menjadi citra yang benar.Geometrik citra adalah korelasi antara koordinat suatu obyek (x. kalkir ataupun pada drafting film. tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi.Y) pada permukaan bumi. Ada pula peta garis yang didapat dari foto udara yang diproses dengan cara mengeplotkan hasil foto tersebut sedemikian rupa sehingga tergambar menjadi peta garis. Dalam pekerjaan koreksi geometrik. Kartografi (atau pembuatan peta) adalah studi dan praktek membuat peta atau globe. batasannya adalah antara kedua jenis foto tersebut. 1974). 1991) kartografi . sedangkan yang disebut dengan foto miring sekali apabila pada foto tersebut horison terlihat. Peta foto Peta garis Peta garis didapat dari survei lapangan yaitu pengukuran di lapangan yang selanjutnya dihitung dan terakhir disajikan dalam bentuk plotting pada kertas. juga terkadang meng-orientasikan citra sehingga mempunyai arah yang benar (Erdas. Yang dimaksud dengan foto tegak adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya sumbu kamera udara sejajar dengan arah gravitasi( tolerensi <3o). Koreksi geometrik diperlukan untuk menghilangkan distorsi geometrik pada citra dan juga untuk mendapatkan hubungan antara sistem koordinat citra (baris. Untuk foto miring. . Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas. Secara umum foto yang digunakan untuk peta adalah foto tegak (Wolf. GIS (Sistem Informasi Geografis). Sebagai gambaran pada foto dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu foto tegak. Rektifikasi Rektifikasi adalah suatu proses pekerjaan untuk memproyeksikan citra yang ada ke bidang datar dan menjadikan bentuk konform (sebangun) dengan sistem proyeksi peta yang digunakan. Peta foto Peta foto didapat dari survei udara yaitu melakukan pemotretan lewat udara pada daerah tertentu dengan aturan fotogrametris tertentu.kolom) dengan sistem koordinat proyeksi.

Foto udara atau peta foto adalah Peta foto didapat dari survei udara yaitu melakukan pemotretan lewat udara pada daerah tertentu dengan aturan fotogrametris tertentu. tiang listrik. b) Pergeseran relief. foto miring dan foto miring sekali. Pergeseran relief. dsb. Untuk foto miring. Bedasarkan definisi tersebut. Secara umum foto yang digunakan untuk peta adalah foto tegak (Wolf. dsb. hal tersebut dapat diakibatkan beberapa faktor: a) Pergerakan wahana. Fotogrametri adalah suatu seni. pengaruh angin yang mendorong badan pesawat menyebabkan penyimpangan pemotretan dari rencana jalur terbang membuat variasi posisi dan bisa menimbulkan gap. c) Foto udara miring. Overlap dan Sidelap. yaitu: a) Metric fotogrametri suatu pengukuran yang sangat teliti dengan hitungan-hitungannya untuk menentukan ukuran dan bentuk suatu objek. pengukuran dan interpretasi bayangan fotografis (hasil pemotretan). hal tersebut dapat diakibatkan beberapa faktor: Pergerakan wahana. 1974). Foto udara miring. . Crab & Drift. batasannya adalah antara kedua jenis foto tersebut. besaran overlap dan sidelap (60% untuk overlap dan 30% untuk sidelap) menyebabkan paralaks pada foto. sumbu optik kamera membentuk sudut terhadap arah gaya berat (tidak boleh lebih dari 3o). adanya variasi tinggi terbang dan pergerakan rotasi dari pesawat menyebabkan variasi bentuk objek. d) Overlap dan Sidelap. Yang dimaksud dengan foto tegak adalah foto yang pada saat pengambilan objeknya sumbu kamera udara sejajar dengan arah gravitasi( tolerensi <3o). maka pekerjaan fotogrametri dapat dibagi menjadi dua. tiang listrik. besaran overlap dan sidelap (60% untuk overlap dan 30% untuk sidelap) menyebabkan paralaks pada foto. sumbu optik kamera membentuk sudut terhadap arah gaya berat (tidak boleh lebih dari 3o). Geometri Foto Udara Geometri foto udara pada dasarnya tidak akan selalu berada pada kondisi yang ideal (tegak sempurna). Geometri foto udara pada dasarnya tidak akan selalu berada pada kondisi yang ideal (tegak sempurna). variasi tinggi permukaan tanah menyebabkan bentuk radial dari objekobjek yang tinggi ekstrim seperti gedung tinggi. sedangkan yang disebut dengan foto miring sekali apabila pada foto tersebut horison terlihat. Sebagai gambaran pada foto dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu foto tegak. adanya variasi tinggi terbang dan pergerakan rotasi dari pesawat menyebabkan variasi bentuk objek. e) Crab & Drift. b) Intrepretasi fotogrametri kegiatan-kegiatan pengenalan dan identifikasi suatu objek. pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu obyek serta keadaan di sekitarnya melalui suatu proses pencatatan. pengaruh angin yang mendorong badan pesawat menyebabkan penyimpangan pemotretan dari rencana jalur terbang membuat variasi posisi dan bisa menimbulkan gap. variasi tinggi permukaan tanah menyebabkan bentuk radial dari objek-objek yang tinggi ekstrim seperti gedung tinggi.

f) Tinggi terbang merupakan ketinggian penerbangan saat pemotretan dilakukan alat pencatatnya dinamakan altimeter yang dapat dibaca pada informasi tepi photo udara. dan merupakan titik perpotongan antara 4 titik fiducial mark. d) Jam merupakan alat penentu waktu saat pemotretan. Interpretasi foto termasuk didalamnya kegiatan-kegiatan pengenalan dan identifikasi suatu objek. Dengan kata lain interpretasi foto merupakan kegiatan yang mempelajari bayangan foto secara sistematis untuk tujuan identifikasi atau penafsiran objek. Penafsiran foto udara banyak digunakan oleh berbagai disiplin ilmu dalam memperoleh informasi yang digunakan.sedang referensi geografinya diperoleh dengan cara fotogrametri. Adapun informasi pada photo udara yang perlu diidentifikasi sebagai informasi atau data awal dalam pelaksanaan pekerjaan photogrametri. g) Arah utara merupakan arah utara yang ditunjukkan pada photo udara yang penentuannya mengacu pada waktu pemotretan dan arah bayangan photo.yang merupakan titik pusat exposure dan proyeksi.Informasi Tepi Informasi tepi adalah sesuatu yang memiliki makna atau manfaat yang berada pada tepi foto udara. dan kualitas foto yang digunakan. dan yang termasuk didalamnya adalah : a) Fiducial mark : merupakan 4 tanda titik bidang focus kamera udara yang kegunaannya untuk menentukan titik utama photo udara. Interpretasi foto merupakan salah satu dari macam pekerjaan fotogrametri yang ada sekarang ini. kondisi objek yang diinterpretasi. b) Titik utama (principal point) merupakan titik pusat exposure dan proyeksi. e) Fokus merupakan panjang lensa saat pemotretan objek. Skala Foto Udara Pengertian skala foto udara adalah perbandingan jarak pada foto udara dengan jarak di permukaan bumi Penentuan skala: S = f/H Keterangan : S : skala h : tinggi Identifikasi Foto Udara Interpretasi foto udara merupakan kegiatan menganalisa citra foto udara dengan maksud untuk mengidentifikasi dan menilai objek pada citra tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip interpretasi. h) Skala merupakan besaran pembanding antara jarak pada photo dan di lapangan yang penentuannya dengan cara nilai fokus kamera saat pemotretan (f) dibagi dengan tinggi terbang (H) (Skala = f / H). bisa diamati pada informasi tepi photo udara. Interpretasi foto biasanya meliputi penentuan lokasi relatif dan luas bentangan.Salah f : panjang fokus lensa . Interpretasi akan dilakukan berdasarkan kajian dari objek-objek yang tampak pada foto udara. Interpretasi foto/citra dapat dilakukan dengan cara konvensional atau dengan bantuan komputer. Keberhasilan dalam interpretasi foto udara akan bervariasi sesuai dengan latihan dan pengalaman penafsir. c) Nivo merupakan alat pendatar kamera udara yang terbuat dari cairan yang peka terhadap getaran dan kemiringan. Aplikasi fotogrametri sangat bermanfaat diberbagai bidang Untuk memperoleh jenis-jenis informasi spasial diatas dilakukan dengan teknik interpretasi foto/citra.

. Pada cara digital hal yang diupayakan antara lain agar interpretasi lebih pasti dengan memperlakukan data secara kuantitatif. Contoh Foto Udara Berikut tujuh karakteristik dasar citra foto yaitu : Bentuk Bentuk berkaitan dengan bentuk umum. Pendekatan secara digital mendasarkan pada nilai spektral perpixel dimana tingkat abstraksinya lebih rendah dibandingkan dengan cara manual. Dengan karakteristik dasar citra foto dapat membantu serta membedakan penafsiran objek – objek yang tampak pada foto udara. Dalam melakukan interpretasi suatu objek atau fenomena digunakan sejumlah kunci dasar interpretasi atau elemen dasar interpretasi. Bentuk agaknya merupakan faktor tunggal yang paling penting dalam pengenalan objek pada citrta foto.Keduanya mempunyai prinsip yang hampir sama. Didalam menginterpretasikan suatu foto udara diperlukan pertimbangan pada karakteristik dasar citra foto udara. konfigurasi atau kerangka suatu objek individual.Dan dapat dilakukan dengan dua cara yakni cara visual atau manual dan pendekatan digital.satu alat yang dapat digunakan dalam interpretasi konvensional adalah stereoskop dan alat pengamatan paralaks yakni paralaks bar.

Pola Pola berkaitan susunan keruangan objek. Tekstur Tekstur ialah frekuensi perubahan rona dalam citra foto. bayangan dan rona individual. Pengulangan bentuk umum tertentu atau keterkaitan merupakan karakteristik banyak objek. Tekstur merupakan hasil bentuk. pola. baik alamiah maupun buatan manusia. ukuran.Ukuran Ukuran objek pada foto akan bervariasi sesuai denagn skala foto. Rona Rona mencerminkan warna atau tingkat kegelapan gambar pada foto. Objek dapat disalahtafsirkan apabila ukurannya tidak dinilai dengan cermat. tetapi objek dalam bayangan memantulkan sinar sedikit dan sukar untuk dikenali pada foto. Apabila skala foto diperkecil maka tekstur suatu objek menjadi semakin halus dan bahkan tidak tampak. . Bayangan Bayangan penting bagi penafsir foto karena bentuk atau kerangka bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objek yang dapat membantu dalam interpretasi.ini berkaitan dengan pantulan sinar oleh objek. dan membentuk pola objek yang dapat membantu penafsir foto dalam mengenalinya. Lokasi Lokasi objek dalam hubungannya dengan kenampakan lain sangat bermanfaat dalam identifikasi. Tekstur dihasilkan oleh susunan satuan kenampakan yang mungkin terlalu kecil untuk dikenali secara individual dengan jelas pada foto. yang bersifat menyulitkan dalam interpretasi.

titik sudut batas. pengelolaan lalu lintas dan penyelidikan kecelakaan.KEGUNAAN FOTOGRAMETRI Dewasa ini fotogrametri mempunyai banyak kegunaan dalam pengukuran tanah dan rekayasa. . Misalnya dipakai dalam pengukuran tanah untuk menghitung koordinat titik sudut. Mampu merekam objek yang terdapat di permukaan bumi dalam luasan yang besar. Dapat digunakan untuk menganalisa dinamika suatu keadaan dari waktu ke waktu melalui interpretasi. Keuntungan penggunaan fotogrametri adalah : 1. perencanaan. 4. filter. biaya dan tenaga) menjadi lebih murah. kamera dan parameter-parameter lain. Dapat dilihat detail-detail tertentu bila menggunakan suatu pemilihan kombinasi yang tepat : jenis film. dinas rahasia militer. arkeologi. pertanian. untuk memetakan garis-garis pantai. Peta-peta skala besar dibuat berdasarkan fotogrametri untuk pengkaplingan tanah. Dapat merekam dan menyajikan data yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang seperti sinar tampak. ultra violet dan infra merah. 2. kehutanan. untuk menggambarkan penampang melintang dalam pembuatan jalan. untuk menentukan koordinat titik kontrol. pengorbanan yang diperlukan (waktu. 3. pelestarian. Selain itu fotogrametri juga sedang diterapkan di banyak bidang misalnya geologi.