You are on page 1of 21

Referat

SINDROM STEVEN JOHNSON
Pembimbing : dr. Salmah Sofyan, SP.KK Nama : Putri Azka Rinanda Nim :090610041

Bab 1. Pendahuluan

Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) pertama diketahui pada 1922 oleh dua dokter, dr. Stevens dan dr. Johnson
Sindroma Steven Johnson merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala) dengan keadaan umum yang bervariasi dari ringan sampai berat yang mengenai :  Kulit  Selaput lendir di orifisium  Mata

. Tinjauan Pustaka 2.1 Definisi Sindrom Steven Johnson (SJJ) merupakan sindrom yang mengenai : Kulit Selaput lendir di orifisium Mata Diakibatkan oleh : Reaksi intolerans terhadap obat Beberapa infeksi Kelainan pada kulit dapat berupa :  Eritema  Vesikel/bula  Purpura.Bab 2.

2 Epidemiologi Insiden keseluruhan Sindrom Steven Johnson diperkirakan 1-6 juta kasus/tahun. Rasio laki-laki dengan perempuan adalah 2:1. Umumnya menyerang anak-anak dan dewasa maupun muda Jarang dijumpai pada anak usia <3 tahun.2. .

2.  Penyakit-Penyakit Keganasan  Kehamilan dan Menstruasi  Radioterapi .3 Etiologi  Alergi Obat  Infeksi  Faktor fisik  Penyakit Kolagen Vaskuler.

 Nyeri tenggorok.5 Manifestasi Klinik  Gejala prodormal adalah :  Demam tinggi. pilek.  Batuk. 2. (hingga 40°C)  Malaise.2. .4 Patogenesis Patogenesisnya belum jelas.  Pada kasus yang berat.  Nyeri kepala. pasien dapat sopor sampai koma. mungkin disebabkan oleh reaksi alergi tipe III dan IV.  Gejala prodormal tak spesifik dapat berlangsung hingga 2 minggu.

Kelainan Kulit Kelainan kulit terdiri atas eritema. . Pada bentuk yang berat kelainannya generalisata. dan bula.  Eritemaurtikari atau lesi papuler dengan vesikel kecil atau bulapecah Erosi yang luas  Dapat juga terjadi Erupsi Hemorrhagis berupa Ptechiae atau Purpura. vesikel. Pada Sindrom Steven Johnson ini terlihat trias kelainan berupa : a.

.

 Kelainan yang terjadi berupa stomatitis dengan vesikel. ulserasi krusta kehitaman  terbentuk pseudomembran. eksoriasi. Kelainan Selaput Lendir di Orifisium  Tersering pada mukosa mulut/bibir (100%).B.  Bibir : krusta berwarna hitam yang tebal  Dapat juga terjadi di faring. traktus respiratorius bagian atas dan esophagus. di lubang hidung (8%) dan anus (4%). pendarahan.  Jika berat vesikel dan bula erosi. dilubang alat genetalia (50%). .

 Selain itu dapat terjadi Konjungtivitis Purulen. Simblefaron. Ulkus kornea.  Sering Konjungivitis Kataralis. . pendarahan. Kelainan pada Mata  Merupakan 80% diantara semua kasus. Iritis/Iridosiklitis  kebutaan.c.

Kelainan lain  Disamping trias kelainan tersebut dapat pula terdapat kelainan lain.d. . misalnya  Nefritis  Onikolisis.

6 Histopatologi Gambaran histopatologi pada Sindrom Steven Johnson adalah: Peradangan pada bagian atas kulit dan dilatasi pembuluh darah Infiltrasi perivaskularisasi Ekstravasasi eritrosit serta edema pada statum korneum Epidermis mengalami perubahan sedang sampai berat.2. Terjadi spongiosis dan edema intraselular Pembentukan vesikel dan bula yang .

2.7 Diagnosa Anamnesa Gambaran Klinis Pemeriksaan Labolatorium Darah Leukositosiskarena Infeksi Bakterial Eosinofilia Kemungkinan Karena Alergi .

 2.8 Diagnosis Banding Beberapa penyakit yang dapat merupakan diagnosa banding dari Sindrom Steve Johnson adalah:  Nekrolisis Epidermal Toksik (NET)  Pemfigus Vulgaris  Pemfigoid Bulosa  Dermatitis Herpetiformis  Variola Hemoragika .

9 Penatalaksanaan  Umum:  Perawatan ditempat khusus untuk mencegah infeksi. lakukan tindakan darurat terhadap keseimbangan O² dan CO².2.  Mengidentifikasi dan menghentikan pemakaian obat penyebab  Mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan pemberian cairan intravena  Jika penderita koma. .

lesi tdk menyeluruh  Kortikosteroid dosis tinggi. .  Jika keadaan umum membaikdosis diturunkan setiap 5mg dosis mencapai 5mg maka obat diganti dengan prednisone 20mg/hrdosis diturunkan secara bertahap jika telah terjadi penyembuhan.  Pada kasus berat diberikan  deksametason IV.Khusus Sistemik:  KU baik. dosis 4-6x5mg/hari. prednison 3040 mg merupakan live-saving.

Pengobatan lain: ACTH (sintetik) 1 mg. . Antibiotik : Siprofloksasin 2 x 400 mg IV/hari Klindamisin 2 x 600 mg IV/hari. Atau Seftriakson 2 gram IV sehari 1x1. obat hemostatik (Adona). obat anabolik. antihistamin dan antibiotik.

.  Kelainan yang basah dikompres dengan sama salisil 1%.  Bibir : kusta Tebal diberikan Emolin (ex: Krim Urea 1%).  Konjungtivitis: salep mata yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid.Topikal  Vesikel dan bula yang belum pecah diberi bedak salisil 2%.  Kelainan mulut yang berat diberikan kompres asam borat 1% atau Betadin Gargel.

10 Komplikasi  Tersering ialah Bronchopneumonia (16%) yang dapat menyebabkan kematian.  Kehilangan cairan atau darah  Gangguan keseimbangan elektrolit sehingga dapat menyebabkan syok.  Pada mata dapat terjadi kebutaan karena gangguan Lakrimasi . 2.

.2.11 Prognosis Dengan penanganan yang tepat dan cepat maka prognosis Sindrom StevensJohnson sangat baik.

TERIMA KASIH .