You are on page 1of 1

PETILASAN GUNUNG SIR

DESA KAPASAN KECAMATAN NGULING

Petilasan Gunung Sir dahulu kala adalah merupakan tempat pertemuan para wali atau orang-orang sakti untuk bersemedi / tirakatan mohon petunjuk kepada sang pencipta agar senantiasa diberikan berkah dan keselamatan dalam kehidupan ini, sehingga oleh masyarakat tempat ini dianggap sakral dan hingga kini banyak pengunjung yang datang untuk bersemedi memenangkan diri dan pikiran mohon petunjuk agar diberikan kemudahan atas kesulitan yang dihadapi atau datang hanya untuk mencari jodoh. Diareal petilasan Gunung Sir bagian atas terdapat beberapa joglo meliputi Bujuk Nipah, Bujuk Yunus, Bujuk Lanceng ( Bujangan ), Bujuk Romadin, Bujuk Sulaiman dan Bujuk Rondo Kuning. masing-masing memiliki nama dan peranan yang berbeda seperti misalnya Bujuk Rondo Kuning dipercaya dapat memberikan kemudahan dalam hal perjodohan, Bujuk Yunus untuk tujuan usaha atau dagang, Bujuk Nipah dipercaya dapat memberikan berkah keselamatan. Pada areal bawah terdapat petilasan tempat bertapa Mbah Segoro Puro ( Sayid Arif ) dan sahabatnya yaitu Mbah Sayid Abdurokhman Pengunjung kebanyakan dari masyarakat sekitar Gunung Sir dan ada pula yang datang dari luar daerah seperti Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Sumatra dan Kalimantan. Lokasi petilasan berada di Desa Kapasan Kecamatan Nguling, jarak dari jalan raya Surabaya – Banyuwangu arah keutara ± 7 Km, kondisi jalan beraspal cukup baik dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum selama 30 menit. Menurut penuturan juru kunci maupun tokoh masyarakat setempat secara turun temurun bahwa di Gunung Sir sekitar tahun 1500 Masehi datanglah pengembara dari pulau Madura, mereka adalah Bujuk Nipah, Bujuk Yunus, Bujuk Lanceng ( Bujangan ), Bujuk Romadin, Bujuk Sulaiman dan Bujuk Rondo Kuning. sakti dari pulau MaduraNipah, Bujuk Yunus, Bujuk Bujuk atau sesepuh yang