You are on page 1of 17

Disusun Oleh

:

PUTRI NUR IHSANI 1229040030

PENGERTIAN TRANSMISI SATELIT

transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Satelit adalah suatu station yang menerima satu frekuensi, memperkuat atau mengulang sinyal dan transmisi pada frekuensi lain.

Transmisi satelit Adalah stasiun relay microwave yang digunakan untuk merangkai dua atau lebih transmitter / receiver dari ground-based microwave yang dikenal sebagai stasiun bumi,setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah frekuensi yang disebut channel transponder atau transponder saja.

JENIS MEDIA TRANSMISI
Jenis media transmisi ada dua yaitu : 1. Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel. 2. Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.

Satelite adalah alat elektronik yang mengorbit bumi yang mampu bertahan sendiri. Bisa diartikan sebagai repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO ( merupakan sistem komunikasi satelite yang paling banyak) posisi satelite adalah sekitar 36.000 km di atas bumi. Satelit adalah suatu station relay. Satelit menerima pada satu frekuensi, memperkuat atau mengulang sinyal dan transmit pada frekuensi lain. Memerlukan orbit geo-stationary, tinggi 35,784 km (William Stallings, Data and Computer Communications 7th Edition). Suatu satelite yang diletakkan di orbit tetap sejauh 30320 kilometer di atas permukaan bumi dapat menjangkau sekitar 40% dari seluruh permukaan bumi. Dua buah satelite dapat menjangkau lebih separoh permukaan bumi dan tiga buah staelite dapat menjangkau semua permukaan bumi

Transmisi satelite memiliki dua keunggulan dibandingkan transmisi terestrial, yaitu :
1. Biayanya sama, baik itu dua atau duajuta sambungan (downlink) yang menerima informasi yang disiarkan. 2. Tidak memerlukan investasi prasarana kabel yang banyak.

Komunikasi Satelite
Komunikasi Satelite ini digunakan untuk komunikasi jarak jauh atau antar benua. Dimana untuk menghubungkannya diperlukan transmisi satelite. Satelite dikategorikan berdasarkan tipe orbitnya. Ada empat tipe orbit dari satelite, yaitu:

- Geostationary orbit (GEO)
- Highly elliptical orbit - Low earth orbit (LEO) - Medium earth orbit (MEO)

Jenis satelit berdasarkan orbitnya :
1. Geo Stationery Orbit (GSO) atau Geostationery Earth Orbit (GEO),

satelit yang berjarak orbit 35.000 Km dari permukaan bumi. Satelit ini bergerak sesuai kecepatan rotasi bumi. Satelit GEO / GSO diposisikan secara tetap (stasioner) di atas wilayah tertentu agar area jangkauannya (footprint) juga tetap. Untuk itu, diperlukan stasiun bumi sebagai pengendali posisi satelit dan pengirim sinyal (untuk kemudian ditransmisikan kembali secara meluas ke permukaan bumi) yang menjadi wilayah jangkauannya (footprint) Karena jarak orbitnya sangat tinggi, satelit GEO mampu menjangkau wilayah yang sangat luas, hingga 1/3 permukaan bumi.
  

Karena jarak orbit sangat jauh (> 30.00 Km), sinyal yang sampai ke permukaan bumi menjadi lemah. Untuk itu, diperlukan pengumpul sinyal berupa antena parabola. Antena parabola didesain dengan kelengkungan tertentu untuk mengumpulkan sinyal agar penerimaan menjadi kuat Pada aplikasi telepon bergerak, satelit GSO menyebabkan sulitnya penerimaan sinyal ketika berada di dalam gedung

2. Low Earth Orbit (LEO),

yaitu satelit yang berjarak orbit 3.000 Km dari permukaan bumi. Karena orbitnya rendah, satelit ini harus bergerak dengan kecepatan tertentu secara terus menerus sehingga hanya terlihat pada waktu terbatas dalam satu hari. Untuk itu, diperlukan beberapa satelit untuk dioperasikan dalam mengcover suatu wilayah.

masih ada beberapa jenis satelit lainnya, antara lain :
1. Medium Earth Orbit (MEO) adalah satelit dengan ketinggian orbit antara 3.000 – 8.000 km dari permukaan bumi.

Spektrum frekeuensi transmisi satelit terdiri dari :

L Band, dengan frekuensi antara 0,5 hingga 1,7 GHz, untuk siaran suara, layanan komunikasi personal, GPS dan layanan komunikasi bisnis dan non geostasioner. C Band, dengan frekuensi antara 3,7 dan 4,2 GHz serta 5,9 GHz hingga 6 GHz, digunakan untuk siaran TV dan TV kabel serta komunikasi bisnis.

Ku Band dengan frekuensi antara 11 dan 12 GHz untuk TV siaran langsung, sinyal telepon.
Ka band dengan frekuensi antara 17 hingga 31 GHz untuk TV siaran langsung.

2. Eliptical Satellite, yaitu satelit yang gerak orbitnya membentuk elips.

3. Polar Satellite, yaitu satelit dengan gerak orbit yang melintasi kedua kutub bumi secara vertikal (tidak mengikuti rotasi bumi pada garis khatulistiwa)

Komunikasi satelite menggunakan frekuensi / band. Untuk menghubungi site yang lain, bisa dilakukan dengan Very Small Aperture Terminal (VSAT). VSAT adalah stasiun bumi 2 arah dengan antena parabola dengan diameter sekitar 3 – 10 meter.

Satellite Point to Point Link

Link Pemancar Satelite

Karakteristik transmisi satelite

Jangkauan frekuensi optimum utk transmisi satelit adalah berkisar pada 1 sampai 10 Ghz
Dibawah 1 Ghz, terdapat noise yg berpengaruh dari alam seperti noise dari galaksi, matahari, atmosfer serta interferensi buatan manusia dari berbagai perlengkapan elektronik. Diatas 10 Ghz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuasi yg parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer

Frekuensi uplink dan downlink berbeda krn satelit tdkdpt menerima dan mentransmisi dg frekuensi yg sama pada kondisi operasi terusmenerus tanpa interferensi. Jadi sinyal-sinyal yg diterima dari suatu station bumi pada satu frekuensi hrs ditransmisikan kembali dg frekuensi yg lain

Cara kerja sistem satelit adalah : 1. Transmitter di bumi melakukan hubungan (up link) melalui antena yang diarahkan kepada posisi satelit dan mengirim sinyal ke transponder. 2. Transponder kemudian memperkuat (amplifikasi) sinyal tersebut dan memindahkannya ke frekuensi lain (agar tidak bertabrakan dengan sinyal yang masuk) dan mentransmisikannya kembali ke permukaan bumi. 3. Sinyal yang dikirimkan ke bumi diterima oleh antena down link, kemudian diteruskan ke tempat yang dituju.

Keuntungan transmisi melalui satelit :

Jarak antar stasiun up link dan down link sangat jauh (lebih dari 8 000 mil).

Dapat mentransmisikan sinyal ke beberapa stasiun bumi sekaligus (point to multi point).
Biaya transmisi tidak berubah selama masih dalam wilayah cakupan (coverage area) satelit. Memiliki lebar kanal (bandwidth) yang besar.

Kelemahan jaringan satelit adalah transmisi sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.