You are on page 1of 42

BST

Presentan : Kelompok 3

Preseptor: dr. Arief, Sp.OG.

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SMF OBSGIN RSUD R. SYAMSUDIN,S.H. SUKABUMI 2013

Definisi
 suatu metoda elektronik untuk memantau

kesejahteraan janin dalam kehamilan dan atau dalam persalinan.  biasanya dilakukan pada kehamilan resiko tinggi,

Indikasi
Ibu
               

Janin
 Pertumbuhan janin terhambat

Pre-eklampsia-eklampsia b. Ketuban pecah c. Diabetes melitus d. Kehamilan ³ 40 minggu e. Vitium cordis f. Asthma bronkhiale g. Inkompatibilitas Rhesus atau ABO h. Infeksi TORCH i. Bekas SC j. Induksi atau akselerasi persalinan k. Persalinan preterm l. Hipotensi m. Perdarahan antepartum n. Ibu perokok o. Ibu berusia lanjut p. Lain-lain : sickle cell, penyakit kolagen, anemia, penyakit ginjal, penyakit paru, penyakit jantung, dan penyakit tiroid.

  
    

(PJT) b. Gerakan janin berkurang c. Suspek lilitan tali pusat d. Aritmia, bradikardi, atau takikardi janin e. Hidrops fetalis f. Kelainan presentasi, termasuk pasca versi luar. g. Mekoneum dalam cairan ketuban h. Riwayat lahir mati i. Kehamilan ganda

Kontra Indikasi
SAMPAI SAAT INI BELUM DITEMUKAN KONTRA-INDIKASI PEMERIKSAAN KTG TERHADAP IBU MAUPUN JANIN.

Usia kehamilan ³ 28 minggu. Ada persetujuan tindak medik dari pasien (secara lisan).  3.  2.Syarat  1. Punktum maksimum denyut jantung janin (DJJ) diketahui .

Informed Consent  b. ibu tidur miring ke kiri dan diberi oksigen 4 liter / menit..Prosedur  a. presentasi dan punktum maksimum DJJ  f. bila ada tanda-tanda insufisiensi utero-plasenter atau gawat janin.  d. Periksa kesadaran dan tanda vital ibu.  c. Lakukan pemeriksaan Leopold untuk menentukan letak. dihitung sebelum dan segera setelah kontraksi berakhir.  e. Kosongkan kandung kencing. bila ada his. Ibu tidur terlentang. Hitung DJJ selama satu menit. .

 J..  h..Pasang transduser untuk tokometri di daerah fundus uteri dan DJJ di daerah punktum maksimum. beri tahu ibu bila janin terasa bergerak. pencet bel yang telah disediakan dan hitung berapa gerakan bayi yang dirasakan oleh ibu selama perekaman KTG. Lama perekaman adalah 20-30 menit .Prosedur continue. Hidupkan komputer dan Kardiotokograf.  j.  i.

noradr). kortikosteroid. insulin .faktor yang mempengaruhi  Tekanan parsial O2 darah janin  faktor hemodinamik (tek darah)  pernapasan janin  aktivitas janin  faktor hormonal => adrenal gld (adrenalin. tiroidk.

normal. long term . irregular. low. increased  short term.FHR variability  BHR sec konstan bervariasi. saw thooted  Silent pattern (<5 bpm)  reduced variability (5-10 bpm)  Normal variability (10-25 bpm)  saltatory > 25 bpm  absent.

SHORT TERM VARIABILITY  Short term => beat to beat  Normal short term => perubahan 3-7 bpm   short term => > 7 bpm   short term => fetal compremise .

LONG TERM VARIABILITY  Perubahan osilasi > 1 menit => wavy  Normal 3-5 gelombang / menit  Menurun => < 2 gelombang/ menit   atau absent => fetal distress .

PERUBAHAN PERIODIK DJJ  AKSELERASI  Respon simpatetik  Normal: amplitudo > 15 dpm. minimal 2x/20 menit  Akselerasi uniform => kontraksi  Akselerasi variabel => gerakan . durasi 15 detik.

sesuai kontraksi uterus  Penurunan amplitudo < 20 dpm  Deselarasi < 90 detik  Frekuensi dasar dan variabilitas normal  Terjadi krn penekanan kepala janin .DESELERASI  DESELERASI DINI  Bayangan cermin.

Mekanisme deselerasi dini Kontraksi uterus Tekanan kepala janin Aliran darah ke otak berkurang Rangsang vagus Deselerasi dini .

amplitudo dan bentuknya. Selama variabilitas baik.  Saat mulai dan berakhir cepat.  Penekanan tali pusat. > 60 det)  Bahaya bila berulang. hipoksia tdk berarti .DESELERASI VARIABEL  Bervariasi timbulnya. penurunan bisa sampai 60 dpm  Biasanya akselerasi pra & pasca deselerasi  Berat bila rule of sixty (60 dpm. lamanya. atau prolonged => hipoksia janin berlanjut.

Mekanisme deselerasi variabel  Kontraksi uterus  Penekanan arteri tali pusat  Hipertensi janin Hipoksia janin  Baroreseptor  Rangsangan vagus  Deselerasi variabel Kemoreseptor .

DESELERASI LAMBAT  Timbulnya 20-30 det setelah kontraksi  Berakhir 20-30 det setelah kontraksi berakhir  Durasi < 90 det (40-60 det)  Timbul berulang . beratnya sesuai intensitas kontraksi  Hipoksia berat => bradikardia .

Mekanisme deselerasi lambat Kontraksi uterus Insufisiensi utero-plasenta Kemoreseptor DEPRESI MIOKARD ASIDOSIS (+) Respon adrenergik Hipertensi janin Baroreseptor ASIDOSIS (-) Deselerasi lambat .

MAKA DASAR PENILAIAN CTG PERLU DIKOMBINASI DGN DATA KLINIS .GAMBARAN CTG PADA GAWAT JANIN AKUT  STRESS JANIN TIMBUL AKIBAT KONTRAKSI UTERUS PADA PERSALINAN  PENTING PENILAIAN FREKUENSI DJ BASAL ANTARA 2 KONTRAKSI / SELAMA TDK ADA KONTRAKSI. MENEKAN KEPALA DAN TALI PUSAT  ADANYA DIAGNOSA BANDING HIPOKSIA. VARIABILITAS DAN DESELERASI  KONTRAKSI UTERUS MENIMBULKAN : TRANSPORT NUTRIENT BERKURANG.

Pengaruh sistem saraf autonom pada denyut jantung janin .

.

Gambaran variabilitas denyut jantung janin normal .

Gambaran suatu takikardia .

Gambaran deselerasi dini .

Memperlihatkan deselerasi variabel .

Gambaran deselerasi uniform dan non uniform .

Memperlihatkan gambaran deselerasi non periodik .

Memperlihatkan gambaran akselerasi .

• Memperlihatkan kenaikan variabilitas • Memperlihatkan hilangnya variabilitas • Gambaran sinusoidal .

ARITMIA. DEMAM. HIPERTIROID. OBAT ATROPIN  BRADIKARDI  VARIABILITAS DD/ PENURUNAN HIPOKSIA. OBAT TRANSQUILIZER.KEMUNGKINAN PENYEBAB  EVALUASI KLINIS :  TAKHIKARDI DD/ PREMATURITAS. HIPOKSIA DINI. JANIN TIDUR. KELAINAN JANTUNG ATAU SSP .

GAMBARAN CTG PADA PENEKANAN TALI PUSAT / PROLAPS TALI PUSAT  VARIABILITAS MERUPAKAN INDIKATOR MENILAI CADANGAN KERJA JANTUNG. BERUBAH-UBAH SEPANJANG WAKTU DIANTARA ATAU SELAMA KONTRAKSI  BERUBAH MUNGKIN KEMBALI CEPAT ATAU LAMBAT ATAU DENYUT JANTUNG BASAL MENINGKAT . SALTATORI AWAL DARI PENINGKATAN KEBUTUHAN SIRKULASI ( KOMPRESI TALI PUSAT)  DESELERASI VARIABEL.

Deselerasi variabel .

Deselerasi lambat dengan variabilitas normal .

Deselerasi lambat dengan variabilitas rendah .

Sinusoidal .

Akselerasi .

Deselerasi dini .

Variabel deselerasi memanjang .

BLOK PARASERVIKAL. KONTRAKSI UTERUS DOUBLE  SEDIKIT WAKTU UNTUK MENDAPATKAN OKSIGEN MELL SIRKULASI UTEROPLASENTA  HILANGKAN STRESS YANG TIMBUL AKIBAT KONTRAKSI . TERJADI 5 KALI ATAU LEBIH KONTRAKSI DALAM 10 MENIT  TERJADI PADA KASUS DOSIS OKSITOSIN YANG BERLEBIHAN. ANESTESI EPIDURAL.GAMBARAN CTG PADA HIPERTONUS  INTENSITAS KONTRAKSI PADA PERSALIANN NORMAL 40-60 MMHG. LAMA PADA FASE AKTIF 50-70 DETIK  PADA HIPERTONUS.

Deselerasi memanjang sebagai akibat kontraksi uterus yang berlebihan .

TINDAK LANJUT  PERBAIKI SIRKULASI DARAH UTERUS     POSISI IBU PEMBERIAN CAIRAN RELAKSASI UTERUS STOP OKSITOSIN DRIP  PERBAIKI SIRKULASI DARAH TALI PUSAT  PERBAIKI OKSIGENASI JANIN  PEMBERIAN OKSIGEN PADA IBU  MEMBERI INFUS CAIRAN AMNION .

 Terima kasih .