You are on page 1of 40

Mirza Sanjaya 20080310057

IDENTITAS PASIEN
      

Nama : Ny. S Umur : 66 tahun Pendidikan : Tamat SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Agama : Islam Alamat : Jatisawit no. V 12 RT 08/51 Balecatur Gamping Sleman Tanggal masuk : 06-05-2013 pukul 14.42 WIB

ANAMNESIS
( Tanggal 08-05-2013 pukul 14.00 WIB)  Keluhan Utama Pasien merasa sering keluar cairan berwarna putih berbau dan berdarah dari alat kelaminnya.

Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke poliklinik RS Jogja dengan keluhan sering keluar cairan putih berbau dan berdarah prongkol-prongkol dari alat kelaminnya sejak ± 3 bulan yang lalu, pasien merasa kesulitan setiap kali BAK, nyeri ketika BAK (-), BAK keluar darah (-), anyang-anyangan (-). BAB dirasakan agak sulit akhir-akhir ini, ketika BAB, kotoran yang keluar hanya sedikit-sedikit dengan konsistensi padat, nyeri ketika BAB (-), keluar darah ketika BAB (-), diare (-). Pasien mengeluh suka merasa mudah lelah dan merasa lemas, nafsu makan menurun dan terjadi penurunan BB ± 8 kg dalam waktu 3 bulan terakhir. Nyeri didaerah perut bagian bawah (+), demam (-), pusing (-), mual (-), muntah (-). Pasien merasa teraba benjolan didaerah perut bagian bawah (+). Sebelumnya pasien pernah memeriksakan diri ke puskesmas namun hanya diberikan multivitamin.

riwayat keganasan dalam keluarga disangkal.  Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat diabetes mellitus. psikosa. riwayat hipertensi.Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Hipertensi. terkontrol (+) sedangkan riwayat sakit asma. diabetes mellitus. TBC. penyakit jantung. riwayat asma. alergi dan keganasan disangkal.  .

Riwayat Menstruasi  Umur menarche : 14 th  Siklus : 28-30 hari  Lama : 7 hari  Jumlah darah : Normal (ganti pembalut 2x/hari)  Sakit waktu menstruasi : Disangkal  Pola gangguan haid : Disangkal  HPM : Tidak mens lagi sekitar 11 tahun yang lalu sejak usia 55 tahun  .

Riwayat Obstetri 1. status pernikahan sekarang masih berlangsung. Abortus 12 minggu curretage oleh dokter. Aterm. spontan ♂ sekarang berusia 48 tahun. Aterm.Riwayat Perkawinan Menikah 1 kali sejak usia 16 tahun. spontan ♀ sekarang berusia 45 tahun. 2. hidup sehat oleh bidan  . hidup sehat oleh bidan 3.

spontan ♂ sekarang berusia 30 tahun. Aterm. spontan ♂ sekarang berusia 35 tahun. hidup sehat oleh bidan 6. . Aterm. hidup sehat oleh bidan   Riwayat operasi dan penyakit yang pernah dijalani : Pasien tidak pernah menjalani operasi apapun sebelumnya. hidup sehat oleh bidan 5.4. Riwayat KB Pasien menggunakan KB IUD selama ± 38 Tahun. spontan ♀ sekarang berusia 41 tahun. dan sekarang sudah tidak menggunakan KB apapun. Aterm.

20C . N : 80x/mnt RR : 20 x/mnt t : 36. • Vital Sign : TD :160/90 mmHg.STATUS GENERALIS PEMERIKSAAN FISIK • KU : Tampak sedikit lemas • kesadaran : Compos Mentis.

ictus cordis di SIC V linea medioclavicularis sinistra. Perkusi : Sonor pada paru . tidak ada ketertinggalan gerak Palpasi : vokal fremitus paru – paru kanan = paru – paru kiri.paru kanan dan kiri . tidak ada deformitas  Dada Inspeksi : Bentuk simetris . tidak ada peningkatan JVP. Sklera Ikterik (-) / (-) : Tidak ada deformitas. tidak ada sekret : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe leher. tidak ada deformitas. Kepala Mata Hidung  Leher : Mesochepal : Conjungtiva Pucat (+) / (+).

terlihat cairan keruh keluar (+).) Abdomen : Inspeksi : Datar. massa (-). berbau (+)   . normal Palpasi : Supel.). suara tambahan ( . sikatrik ( .). Perkusi : Tympani Alat Kelamin: Hiperemis (-). tunggal. hepar dan lien tak teraba. nyeri tekan (+). bising jantung ( . Striae( . Jantung : S1/S2 murni.Auskultasi Paru : Suara dasar vesikuler.) Auskultasi : Peristaltik ( + ).

PEMERIKSAAN OBSTETRIK Inspeksi  Palpasi  : Perut datar. striae gravidaum (-) : Teraba masa 3 jari di bawah pusat. Meluas kekanan dan kekiri nyeri tekan (+) . berbenjol-benjol.

Hasil pemeriksaan inspeculo ketika di poliklinik menunjukkan tampak benjolan berbau dan masa tumor eksofilik pada serviks rapuh mudah berdarah (+)  .  Pemeriksaan inspeculo: tidak dilakukan karena telah terpasang tampoon post biopsi.PEMERIKSAAN GINEKOLOGI Vaginal Toucher: tidak dilakukan karena telah terpasang tampoon post biopsi. Hasil Vaginal Toucher ketika di poliklinik menunjukkan teraba masa di serviks rapuh mudah berdarah (+).

MCV 76. MCH 24. Hmt 26.PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan darah rutin menunjukan penurunan kadar Hb yaitu 8. MCHC 32.5 Fl (81-99 Fl).2 gr/dl (33-37 gr/dl)  Pemeriksaan kimia darah dalam batas normal  .0).1 % (3747%).4 g/dl (normal 12.6 Pg (27-31 Pg).0-18.

2oC. nafsu makan menurun serta BB turun. kesadaran compos mentis. Hasil lab menunjukan Hb 8. RR 20x/menit. 66 tahun.4 g/dl . Hasil pemeriksaan inspeculo menunjukkan tampak benjolan berbau dan masa tumor eksofilik pada serviks rapuh mudah berdarah (+). konjungtiva tampak anemis. riwayat menikah sejak usia 16 tahun mengeluh sering keluar cairan putih berbau dan berdarah.KESIMPULAN KASUS P5A1. TD 160/90. N 80x/menit. KU tampak sedikit lemas. Hasil Vaginal Toucher menunjukkan teraba masa di serviks rapuh mudah berdarah (+). lemas. T 36.

66 tahun tersebut? .Masalah  Apa penyebab gejala yang dialami pasien P5A1.

.PEMBAHASAN DEFINISI Kanker serviks adalah adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada serviks. dimana jaringan itu tumbuh meluas dan ganas.

ANATOMI .

diantaranya:  Jarang ditemukan pada perawan.  Higien seksual jelek.Etiologi  Kejadiannya berhubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik.  Multi paritas dengan jarak persalinan terlalu dekat.  Sosial ekonomi rendah.  Merokok.  Serta jarang ditemukan pada wanita yang suaminya disirkumsisi. coitarche diusia sangat muda (16 tahun). .

terjadinya mutasi dalam DNA dan gangguan regulasi pertumbuhan. Tipe 16 dan 18 merupakan tipe HPV onkogen yang dapat menyebabkan instabilitas kromosomal. 52.Etiologi HPV anogenital beperan penting dalam patogenesis kanker serviks. 56 dan 58. 45.18.  Sedangkan HPV tipe 6.  HPV tipe “high risk” adalah HPV tipe 16. 39. 42. 33. 43 dan 44 disebut “low risk” yang merupakan tipe non-onkogen.  . Pada 90-95 % kanker serviks telah dibuktikan adanya hubungan dengan HPV resiko tinggi. 11. 51.31.

Patologi   Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (SCJ). didalam kanalis serviks. sedang pada wanita diatas 35 tahun. Pada wanita muda SCJ terletak diluar OUE. .

Patologi  Tumor dapat tumbuh:  Eksofitik.  Endofitik. . Mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan pelvis dengan melibatkan fornices vagina untuk menjadi ulkus yang luas. Mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma serviks dan cenderung infitratif membentuk ulkus  Ulseratif. Mulai dari SCJ kearah lumen vagina sebagai massa proliferatif yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis.

.

GEJALA KLINIS Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear.  .  Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya.

setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause. mengandung darah atau hitam serta berbau busuk. berwarna pink. dengan cairan yang encer. coklat.Pada saat ini akan timbul gejala berikut:  Perdarahan vagina yang abnormal. terutama diantara 2 menstruasi. .  Keputihan yang menetap.  Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak).

 Dari vagina keluar air kemih atau tinja.  Nyeri panggul. penurunan berat badan. kelelahan.Gejala dari kanker serviks stadium lanjut:  Nafsu makan berkurang. punggung atau tungkai. .

STADIUM CA CERVIX Tabel 1. Staging Karsinoma Serviks Menurut FIGO .

DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut: 1. Biopsi . Sitologi 2. Kolposkopi 3.

Sediaan sitologi harus mengandung komponen ektoserviks dan endoserviks. .1. Tes Pap sangat bermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini. Sitologi  Bila dilakukan dengan baik ketelitian melebihi 90%.

 Displasia ringan (perubahan dini yang belum bersifat ganas).  Displasia berat (perubahan lanjut yang belum bersifat ganas).Hasil pemeriksaan Pap smear menunjukkan stadium dari kanker serviks:  Normal. .

• • Karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar). . Kanker invasif (kanker telah menyebar ke lapisan serviks yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya).

Pemeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standar bila ditemukan pap smear yang abnormal. yaitu suatu alat seperti mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya di dalamnya. . Kolposkopi.2.  Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop.

Jika kanalis servikalis sulit dinilai. Biopsi  Biopsi dilakukan di daerah abnormal di bagian yang telah dilakukan kolposkopi. sampel diambil secara konisasi.3. .

lemas. Hasil pemeriksaan inspeculo menunjukkan tampak benjolan berbau dan masa tumor eksofilik pada serviks rapuh mudah berdarah (+) >> suspek ca cerviks stadium II  Menikah usia muda >> salah satu faktor risiko terjadinya ca cerviks  .Pada Pasien ini… Mengeluh sering keluar cairan putih berbau dan berdarah. tampak konjungtiva anemis >> suspek ca cerviks stadium lanjut  Hasil Vaginal Toucher menunjukkan teraba masa di serviks rapuh mudah berdarah (+). nafsu makan menurun serta BB turun.

 . uterus tidak perlu ditinggalkan agar penyakit tidak kambuh (relaps) dapat dilakukan histerektomi sederhana (simple vaginal hysterectomy).PENATALAKSANAAN Terapi karsinoma serviks dilakukan bilamana diagnosis telah dipastikan secara histopatologik  Bila penderita sudah cukup tua atau sudah mempunyai cukup anak.

. Pada klinik Ib dan IIa dilakukan histeroktomi radikal dengan limfadenektomi panggul. Pasca bedah biasanya dilanjutkan dengan penyinaran. tergantung ada atau tidak adanya sel tumor dalam kelenjar limfa regional yang diangkat.

Pada tingkat IIb. untuk ini primernya adalah radioterapi.  .  Pada tingkat klinik IVa dan IVb penyinaran hanya bersifat paliatif  Ada beberapa keuntungan penggunaan terapi tindakan bedah dibandingkan dengan radioterapi. III dan IV tidak dibenarkan melakukan tindakan bedah. khususnya bagi wanita yang menginginkan fungsi sistem reproduksinya baik.

Sementara pada tindakan radioterapi. Pada pasca tindakan bedah. tetapi kemudian akan memanjang dengan berlangsungnya aktifitas seksual. vagina mulamula memendek. vagina akan mengalami fibrosis dan mungkin stenosis terutama pada pasien pasca menopause. .

sarana pengobatan yang ada.Prognosis  Faktor-faktor yang menentukan prognosis ialah umum penderita. keadaan umum. prognosis tentu akan memburuk. tingkat klinik keganasan. TINGKAT T1S T1 T2 T3 T4 AKH-5 tahun Hampir 100 % 70 – 85 % 40 – 60 % 30 – 40 % < 10 % . Dengan berlanjutnya tingkat klinik. kemampuan ahli atau tim ahli yang menangani. ciri-ciri histologik sel tumor.

TERIMAKASIH .