You are on page 1of 13

Bahan Tambah Untuk Beton

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah akhir pelajaran diharapkan siswa: a. b. Mampu menjelaskan bahan-bahan tambah yang digunakan untuk beton. Mampu menjelaskan hal-hal penting dalam pemilihan bahan-bahan tambah yang digunakan untuk beton.

6.1. Definisi Bahan Tambah Bahan tambah (admixture)adalah bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran beton berlangsung.Fungsi bahan ini adalah mengubah sifat-sifat beton agar menjadi lebih cocok untuk pekerjaan tertentu,atau untuk menghemat biaya.

Menurut ASTM C.125-1995:61,”Standard Definition of Terminology Relating to Concrete and Concrete Agregates”dan dalam ACI SP-19,”Cement and Concrete Terminology”,admixture didefinisikan sebagai material selain air,agregat dan semen hidrolik yang dicampur dengan beton atau mortar yang ditambahkan

sebelum atau selama pengadukan berlangsung.Bahan tambah digunakan untuk memodifikasi sifat dan karakteristik dari beton misalnya untuk kemudahan pengerjaan atau untuk lain yaitu penghematan energi.

Di Indonesia bahan tambah telah banyak

digunakan. Bahan tambah yang

digunakan harus memenuhi ketentuan yang diberikan SNI. Untk bahan kimia, harus memenuhi ASTM C.494,”Standard Specification for Chemical Admixture for Concrete”.

Menurut ACI Comité 212.IR-81 (revised 1986),jenis bahan tambah beton dikelompokan menjadi 5 jenis yaitu:
a. Accelerating b. Air-entraining

Finely devided mineral e.c. Water reducer and set-controling d. Mengurangi atau mencegah penurunan atau perubahan volume d.2. Mengurangi kapilaritas air f. Menghambat atau mempercepat waktu pengikatan awal campuran beton c. Mengursngi segregasi e. Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrasi dan pemompaan beton segar f.mortar dan grouting a. Mengasilkan struktur beton yang baik i. Memodfikasi beton segar. Menambah sifat mudah pengerjaan tanpa menambah kandungan air b.2. Tujuan Menggunakan Bahan Tambah Tujuan pengunaan bahan tambah menurut manual of conrete practice dalam admixture and conrete adalah sebagai berikut: 6.1. Menambah sifat keawetan beton. Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi álcali dari álcali termasuk álcali dalam agregat h.2. e. Menghasilkan warna tertentu pada beton atau mortar. Miscellaneos 6.ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam-garam sulfat.mortar dan grouting a. Memodifikasi beton keras. Menembah kekuatan beton d.2. Mengurangi kehilangan nilai slump 6. . Mempercepat laja pengembangan kekuatan beton pada umur muda c. Mengurangi sifat permeabilizas g. Menghambat dan mengurangi panas selama proses pengerasan awal(beton muda) b.

d. c. lebih bersifat penyemenan lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja kekuatannya.ASTM atau ACI. Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah : a.3. . Penggunaan semen dengan tipe khusus. e. tipe dan lama pengadukan. Hal Yang Penting Diperhatikan dalam Penggunaan Bahan Tambah Pengunaan bahan tambah harus dikonfirmasikan dengan estándar yang berlaku. 6. b. atau proporsi campuran yang diharapkan. tipe dan gradasi agregat.Selain itu yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk penggunaan bahan tambah tersebut. sehingga lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan.yang biasanya tertuang dalam manual bahannya. Jenis Bahan Tambah Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive).6. Admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksanaan pengecoran (placing).seperti SIN. sehingga justru merugikan. Sedangkan additive bersifat mineral ditambahkan pada saat pengadukan dilaksanakan.4. Penggunaan satu atau lebih bahan tambah Banyak bahan tambah mengubah lebih dari sifat beton. Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS.

Pada kasus kedua. Bahan Tambah Kimia (Admixture) Menurut ASTM C. susut pada saat pengeringan. a. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja yang sama sepanjang waktu pengerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam campuran beton sesuai dengan pemilihan proporsi betonnya (PB.4. perubahan volume.6. kandungan air. Pada kasus ketiga dimaksudkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang kecil ( Marther. bleding dan kehilangan air pada saat beton segar. karena dalam banyak kasus fas yang rendah meningkatkan kuat tekan beton. Atau dengan tidak merubah kadar semen yang digunakan dengan factor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. kuat tekan dan lentur.1989 :12). tingginya nilai slump yang didapat akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau waktu penuangan adukan dapat diperlambat.1994) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. laju pengerasan. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. Pada kasus pertama dengan mengurangi fas secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya.1989.53. Bryant.4. Water.1. Hal ini dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak merubah fas dan slump.494 dan Pedoman Beton 1989 SKBI.Reducing Admixture digunakan antara lain dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau ratio factor air semen (fas) yang rendah. Tipe A “Water-Reducing Admixtures” Water-Reducing Admixture adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. .konsistensi.1.

atau untuk memperpanjang waktu untuk pemadatan. misalnya karena kondisi cuaca yang panas. d. Dalam perencanaan air ini harus ditambahkan sebagai berat air total dalam campura beton. Accelerating Admixture yang paling terkenal adalah kalsium klorida. Larutan campuran organic dan Material miscellaneous. Penggunaannya untuk menunda waktu pengikatan beton. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Perubahan . Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. kelompok bahan tambah ini dibagi tiga kelompok yaitu : Larutan garam organic. Dosis maksimum adalah 2 % dari berat semen yang digunakan. Tipe C “Accelerating Admixture” Accelerating Admixture adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar saat pelaksanaan pengecoran. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Perlu diingat. Tipe B “Retarding Admixture” Retarding Admixture adalah bahan tambah yang berfungsi untuk menghambat waktu pengikatan beton.b. Air yang terkandung dalam bahan akan menjadi bagian air campuran beton. perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Secara umum. c. Tipe D “Water Reducing and Retarding Admixtures” Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan awal beton. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan.

g. f. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. 1994) : a. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton.2. Beberapa bahan tambah mineral adalah pozzollan.kandungan air.] e. Tipe E “Water Reducing and Accelerating Admixtures” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton yang konsistensinya tertentu dan mempercepat pengikatan awal. sebanyak 12% atau lebih. Bahan Tambah Mineral (Additive) Pada saat ini. atau udara atau semen. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton disebabkan keterbatasan ruang kerja. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Tipe G “Water Reducing. fly Ash. High Range Retarding Admixtures” Water Reducing. Memperbaiki kinerja workability . slag dan silica fume.4. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral (Cain. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Tipe F “Water Reducing. High Range Admixtures” Water Reducing. 6. bahan tambah mineral lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kuat tekan beton.

a. Abu terbang dapat dibedakan menjadi dua. Kandungan kimia abu terbang tercantum dalam table 3.168. maksimum % 5. h. d. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batu bara antrasit atau batu bara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batu bara kelas lignite atau subbitemeus. Definisi slag Menurut ASTM C. i.0 3. Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash) Menurut ASTM C. g.0 5. abu terbang didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batu bara atau bubuk batu bara.3 (ASTM C. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. j. Slag Slag merupakanhasil residu pembakaran tanur tinggi. Mengurangi panas hidrasi Mengurangi biaya pekerjaan beton Mengurangi daya tahan terhadap serangan sulfat Mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika Mempertinggi usia beton Mempertinggi kuat tekan beton Mempertinggi keawetan beton Mengurangi penyusutan Mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton.618-95).6 Kandungan Kimia Abu Terbang (Fly Ash) Senyawa Kimia Jenis F Oksida silica (SIO2)+ Oksida alumina(AlO3)+Oksida besi(Fe2O3).00 Jenis C 50. e. minimum % Trioksida sulfur (SO3).0 70. maksimum % Kadar air. f.0 6.0 3. c.00 b.0 6. maksimum % Kehilangan panas.b. Tabel 3.989 “standard specification for ground granulated Blast Furnance slag for use in concrete and mortar” adalah produk non metal yang merupakan .

Memperbaiki keawetan karena pengaruh perubahan volume i.1240-95 “specification for silica Fume for Use in Hydraulic Cement concrete and Mortar” . Mengurangi serangan alkali silica f. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan c. Mempertinggi kekuatan beton. et al. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.28 dengan atau tanpa superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut e. Misalnya untuk Kolom struktur. misalnya dengan mencelupkannya ke dalam air. pre-cast atau beton pra tegang dan beberapa keperluan lainnya.34 dab 0. Kriteria beton berkekuatan tinggi sekitar 50 – 70 Mpa pada umur 28 hari. karena kecenderungan lambatnya kenaikan kuat tekan b.material berbentuk halus. Penggunaan silica fume berkisar 0-30%. Silika Fume Menurut ASTM C. dimana komposisi silica lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silicon atau alloy besi silicon (dikenal dengan gabungan antara microsilika dengan silica fume). dinding geser. silica fume adalah material pozzolan yang halus. beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu g. 1982) : a. 1987) . Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi warna cerah pada beton h. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Levis. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan. Mengurangi variasi kuat tekan d. untuk memperbaiki karateristik kekuatan dan keawetan beton dengan factor air semen sebesar 0. Mengurangi porositas dan serangan klorida c.

. 1987 Berat dalam persen 92-94 3-5 0. selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikkan mutu beton yang akan dibuat.20 0.4 diatas. semen slag.10-0. Penghalus Gradasi (Finely devided mineral admixtures) Bahan ini merupakan mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaan – perbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.50 0. Kegunaan lainnya adalah mengurangi permeabilitas atau ekspansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. fly ash pozzollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.10 0. d. µm Lolos ayakan No.15 0.02 0. 325 dalam % Keasaman pH (10% air dalam slurry) Sumber : Yogendran.10-0.30 0.00 7.10 Berat dalam persen 2.3 Selain pada table 3. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis.1240.7 komposisi kimia Silika Fume Kimia SiO² Karbon Fe²O³ CaO Al²O³ MgO MnO K²O Na²O Fisika Berat jenis Rata-rata ukuran partikel.008 0. et al. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat pada table 1 sampai table 4 ASTM C.20-0.1 99.10-0.Tabel 3.

000 Psi (1. Beton dengan modifikasi polimer (PMC = Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras Sebagai bahan tambahan. dan kekuatan belah tariknya sekitar 15.000 psi = 6.Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara : 1) Memodifikasi Sifat beton dengan mengurangi air di lapangan. b. kekuatan dan harga dari beton tersebut.4.6. dengan maksud mempermudah pengecoran beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton. seperti sifat plastisnya. Pemilihan bahan tambah tergantung sifat-sifat beton yang diinginkan. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan . tetapi ada juga yang berbentuk serbuk. Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefenisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inchi (25.9 Mpa) atau lebih. efek beku cair.3 Bahan Tambah Lainnya a. c. Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil.000 Psi atau lebih. Banyaknya bahan tambah yang digunakan tergantung pada gradasi agregat yang digunakan .4) atau kurang. sesaat setelah pencampuran. Semakin halus ukuran agregat semakin besar prosentase bahan tanbah yang digunakan. lapisan-lapisan dan gumpalan.yang dapat menghasilkan kuat tekan beton tinggi sekitar 15. Prinsipnya menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu . 2) Menjenuhkan dan memancarkannya pada temperature yang sangat tinggi di laboratorium. Hampir semua bahan air entraining admixture berbentuk cair. Polimer Merupakan produk bahan tambah baru. selama pencampuran beton atau mortar.

. untuk e. selagi beton masih segar. terdiri dari butiran-butiran halus.bahan ini biasanya dicampur dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah partikel-partikel halus atau gradasi yang menerus dalam campuaran beton. Bahan bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas pada beton. Pembebanan ini akan mengakibatkan keausan pada permukaan beton. Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Semen (Hardener Concrete) Permukaan beton yang selalu menanggung bebam hidup yang berat serta selalu dalam keadaan berputar dan berpindah. f. kedalam permukaan beton. Cara lainnya adalah dengan menambahkan bahan warna. seperti lantai untuk bengkelbengkel alat berat (heavy equipment) dan lainnya. misalnya oker atau pewarna coklat.3 sampai 0. Bahan.45 dalam perbandingan berat. 1) Untuk Menghindari pengausan tersebut digunakan dua jenis bahan mengeraskan permukaan beton : a) Agregat beton terbuat dari bahan kimia b) Agregat metalik. maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan dan diusahakan kedap air. dipilih salah satu campuran beton saat pengerjaan beton berlangsung. d.pindah. 2) Untuk memperkeras permukaan beton. Bahan yang digunakan untuk pemberi warna pada permukaan beton ini cat (coating) yang dilapisi setelah pengerjaan beton. Bahan Pembantu Kedap Air (Water Proofing) Jika beton terletak dalam air atau dekat permukaan air tanah (misalnya untuk tunnel) . Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. Selain itu dapat pula dengan menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut.yang baik. Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diekspos permukaannya biasanya memerlukan keindahan.

digunakan untuk memperbaiki kuat tekan. Air – entraining. Fungsi bahan ini adalah mengubah sifat – sifat beton agar menjadi lebih cocok untuk pekerjaan tertentu. Bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi ( chemical admixture ) dan bahan tambah yang bersifat mineral ( additive ). Admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksanaan pengecoran ( placing ). Water reducer and set – controlling. Jenis bahan tambah beton dikelompokkan menjadi 5 jenis ( ACI Committee 212. Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama dengan Beton Baru ( bonding agent for concrete ) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam penyatuannya. Finely devided mineral dan Miscellaneous. . atau untuk menghemat biaya.g. Untuk mengatasinya perlu ditambahkan suatu bahan yang dapat menyatukan ikatan antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru. IR – 81. RANGKUMAN Bahan tambah ( admixture ) adalah bahan – bahan yang ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran beton berlangsung. Jenis bahan tambah tersebut biasanya disebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. yaitu : Accelerating. revised 1986 ).

LPMB. Tata Cara Rencana Pembuatan Campuran Beton Normal. Penerbit Andi. USA. May.W. IR – 81. S. Significant of Test and Properties of Concrete and Concrete Making Material – STP 169 C. Bryant. Philadelphia. Chemical Admixture. 1986. 1982. LATIHAN Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahan tambah ! Apa yang dimaksud dengan bahan tambah kimia dan mineral ? Bagaimana proses pencampurannya ? 3.. Philadepia. 1995 . Admixture for Concrete. Philadelpia. American Concrete Institute. Bandung. SK SNI T – 15 1990 -3. Concrete Technology and Practice. ACI. Craig J.. 2. Taylor. 21. Discussion of Admixture for Concrete. IR – 81 Revised 1986. . PEDC. Bandung. ASTM. Concrete International : Design and Construction. 4. Cetakan Pertama. Sidney Tri Mulyono. Graw – Hill Book. Departemen Pekerjaan Umum. 2004. 1991. Jelaskan beberapa alas an mengapa digunakan bahan tambah ? Jelaskan apa yang perlu diperhatikan ketika menggunakan bahan tambah dalam campuran beton ! 5. Mineral Admixture. W. Sebutkan minimal 5 buah keuntungan menggunakan bahan tambah mineral Sumber Pustaka American Society for Testing Material.. 1994. Concrete and Agregates. 1994. Teknologi Beton. Yogyakarta.SOAL 1. Mather. 1983. ACI. Mc. Teknologi Bahan 2.H. vol 27 No 5. Cain. Lewis. Annual Book for ASTM Standard. 212. Significance of Test and Properties of Concrete and Concrete Making Material STP 169 C.