You are on page 1of 22

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DAN

PERTAMBANGAN KABUPATEN CIREBON Ian Aditya Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, pengaruh kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif karena bermaksud mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala. Kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama dengan pengukuran terhadap variabel-variabel yang dijabarkan dalam item-item pernyataan yang merujuk pada skala Likert, dengan kisaran skor antara 1-5. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel kepemimpinan (X1), motivasi kerja (X2), dan kinerja pegawai (Y). Data di analisis dengan menggunakan bantuan SPSS 20.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 22,2%, pengaruh motivasi keja terhadap kinerja pegawai sebesar 21,7%, pengaruh motivasi dan kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai sebesar 28,3% Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Pegawai A. PENDAHULUAN Setiap organisasi apapun bentuknya akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Bagi Organisasi dengan kondisi lingkungan yang berubah dengan sangat cepat, maka mau tidak mau harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia yang di miliki, karena sumber daya manusia sebagai aset penting berpengaruh bagi perkembangan dan keberadaan organisasi tersebut, untuk mengatasi masalah rendahnya kualitas sumber daya manusia maka secara khusus perlu kesadaran para pemimpin untuk memberikan perhatian dan motivasi terhadap peranan sumber daya manusia guna mencapai kesuksesan dalam jangka panjang. Keberadaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah di tetapkan. Kartono (2005:153) mengemukakan bahwa : Kepemimpinan adalah Jurnal Ekonomi Manajemen | 1

kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, yaitu bawahan karena kesediaan mereka menerima pengarahan dari pimpinan, anggota kelompok membantu menegaskan status pemimpin dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan. Dengan kepemimpinan yang terbuka bawahan dapat berpartisipasi dalam mengambil keputusan, memberikan informasi seluas-luasnya dan memberikan semangat kerja bagi pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam suatu organisasi tersebut. Di samping faktor kepemimpinan, untuk meningkatkan kinerja para pegawainya pimpinan harus memberikan motivasi atau dorongan. Menurut Mangkunegara, (2005:61) Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Motivasi kerja adalah faktor yang sangat penting dalam peningkatan kinerja pegawai dimana seseorang belum tentu bersedia menyerahkan segenap potensi yang di milikinya, sehingga masih di perlukan adanya pendorong agar seorang pegawai tersebut mau menggunakan seluruh potensinya untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dengan adanya kepemimpinan serta motivasi yang baik dapat mempengaruhi kinerja yang baik dari pegawai. Mangkunegara (2000 : 67) Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai sesorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Karena tanpa kinerja pegawai yang baik, sulit bagi organisasi untuk mencapai hasil yang optimal. B. METODE PENELITIAN 1. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Pertambangan Kabupaten Cirebon berjumlah 65 orang. Menurut Sugiyono (2005:90) pengertian populasi adalah sebagai berikut : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Pertambangan Kabupaten Cirebon sebanyak 63 orang. Dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Menurut Sugiyono (2008 : 78) Sampel jenuh adalah tehnik pengambilan sampel apabila semua anggota populasi digunakan Jurnal Ekonomi Manajemen | 2

mengarahkan. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Definisi Operasional Variabel 1) Kepemimpinan (X1).sebagai sampel. Variabel Penelitian a. Menurut Cooper dan Emory (1995:198) adalah : Besarnya sampel merupakan fungsi dari variasi pada parameter populasi yang tercakup dalam penelitian. memotivasi orang-orang agar mau bekerja sama dan memberikan contoh prilaku terhadap para pengikutnya. Kinerja merupakan tindakan-tindakan atau hasil kerja yang telah di capai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang di berikan dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi selama periode waktu tertentu. Indikator Variabel 1) Kepemimpinan dapat diukur dengan sebagai berikut : a) Pengetahuan yang luas b) Keterampilan yang mendididik c) Berkomunikasi secara efektif d) Berfikir masa depan e) Objektivitas f) Daya ingat yang kuat g) Menjadi pendengar yang baik h) Adaptasi i) Ketegasan j) Keberanian k) Keteladanan 2) Motivasi Kerja dapat diukur dengan sebagai berikut : a) Penghargaan b) Gaji/Upah c) Lingkungan Kerja d) Hubungan Atasan dan Bawahan indikator-indikator indikator-indikator Jurnal Ekonomi Manajemen | 3 . Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas dalam rangka mempengaruhi. 2) Motivasi Kerja (X2). Motivasi kerja adalah suatu usaha dari pimpinan atau manajer untuk dapat memberikan dorongan atau rangsangan baik secara internal maupun eksternal kepada bawahannya agar mau bekerja sejalan dengan batasan yang di berikan guna mencapai tujuan organisasi secara maksimal. dan merupakan fungsi dari ketetapan estimasi yang dibutuhkan oleh peneliti. 2. b. 3) Kinerja (Y).

diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek untuk mendapatkan jawaban tentang tanggapan (respon) tertulis seperlunya (Singarimbun. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dalam penelitian ini dimaksudkan mencari atau mengetahui pengaruh variabel kepemimpinan. 4. yaitu diperoleh dari dokumen. Skala Pengukuran Skala pengukuran yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert. dalam hal ini diperoleh dari jawaban kuesioner oleh responden penelitian dan Observasi. Sumber Data Sekunder. misalnya setuju-tidak setuju. senang-tidak senang. 5. peneliti menggunakan teknik statistik. Teknik kuesioner dimaksudkan untuk memperoleh data primer. yang diperoleh langsung dari sumbernya. Dengan demikian dari daftar pernyataan tersebut diharapkan memperoleh data primer secara langsung dari responden yang mempunyai kaitan erat dengan penelitian serta mempunyai sifat reabilitas dan validitas yang tinggi. dan baik-tidak baik. Kuesioner adalah suatu penyelidikan mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) yang dilakukan dengan jalan mengadakan suatu daftar pertanyaan berupa formulir-formulir. Sumber Data Adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa sumber data baik dalam analisis data maupun kelengkapan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Sumber Data Primer. Untuk menganalisis data yang masuk guna pembuktian hipotesis. b. dan pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. 1995 : 130). Kinnear dalam Umar (2008: 70).3) Kinerja dapat diukur berikut : a) Kesetiaan b) Kejujuran c) Kedisiplinan d) Kreativitas e) Kerjasama f) Kepribadian g) Prakarsa h) Kecakapan i) Tanggung jawab dengan indikator-indikator sebagai 3. Jurnal Ekonomi Manajemen | 4 . Skala likert berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu. diantaranya sumber-sumber data tersebut adalah sebagai berikut : a. dan motivasi kerja.

terhadap variabel kinerja pegawai. Pengujian validitas terhadap kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Momentdengan rumus statistik sebagai berikut: √[ ∑ ∑ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ∑ ] Sumber : Husein Umar (2003 : 316) Jurnal Ekonomi Manajemen | 5 .01 – 4.00 : 1. Adapun kegiatan-kegiatan analisis data dalam penelitian ini antara.01 – 2.00 6. terhadap variabel kinerja pegawai. Oleh karena data yang diperoleh masih merupakan data kualitatif.01 – 5.00 : 4.00 : 3. Uji Validitas Menurut Husein Umar (2005 : 127) menyatakan bahwa : Validitas dalam instrumen di jelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya tentang diukur. maka data yang berhasil dikumpulkan dari hasil jawaban kuesioner yang disebarkan ke responden.00. dan motivasi kerja. maka untuk mengolah data tersebut melalui perhitungan statistik harus dilakukan pentransformasian data tersebut menjadi data kuantitatif dengan menggunakan simbol berupa angka. dengan alternatif pilihan 1 sampai dengan 5 jawaban pertanyaan dengan ketentuan sebagai berikut: Sangat tidak setuju (STS) Tidak setuju (TS) Ragu-ragu Setuju (S) Sangat Setuju (SS) : 0. lain : a.00 : 2. Sedangkan penyusunan skala pengukuran dalam penelitian ini digunakan metode Likerts Summated Ratings (LSR). Agar instrumen penelitian yang digunakan dapat menampilkan data yang akurat.01– 1. maka butir-butir pertanyaan atau pernyataan (item) diuji validitasnya.01 – 3. Uji Validitas Uji validitas adalah suatu uji keabsahan instrumen penelitian (kuesioner) yang akan digunakan untuk pengumpulan data yang berkaitan dengan variabel penelitian. Analisis Data Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel kepemimpinan. dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program paket statistik SPSS Ver 20.

yang dikerjakan dengan mengunakan program paket statistik SPSS Ver 20.3 Interval Koefisien Korelasi Interval koefisien Interprestasi (r2) Hubungan rendah sekali.000 Hubungan yang cukup berarti Hubungan yang tinggi.20 – 0.399 Hubungan rendah tapi pasti 0. Tabel 3. dimana df=n-2(sig 5% n=jumlah sampel).00 – 0.80 – 1. dapat diandalkan Menurut Husein Umar (2005 : 180) menyatakan bahwa uji validitas ini dilakukan pada butir pertanyaan.799 0. Uji Reliabel Uji reliabilitas ini untuk mengetahui sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsistensi apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. peneliti menggunakan ketentuan yang dikemukakan Sugiyono (2007 : 216) yang menyebutkan klasifikasi koefisien korelasi dan tafsirannya dalam tabel sebagai berikut. b. kuat Hubungan sangat tinggi. kuat sekali. Jika rtabel <rhitung maka valid.60 – 0. lemah 0.00 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : ( )( ∑ ) Sumber : Husein Umar (2005 : 205) Jurnal Ekonomi Manajemen | 6 . Hasil rhitung dibandingkan dengan rtabel.199 sekali 0. Hasil penelitian yang reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.599 0.40 – 0.Dimana : r = nilai korelasi Product Moment n = jumlah responden x = skor nilai pertanyaan atau pernyataan y = jumlah skor pertanyaan atau pernyataan tiap responden Untuk keperluan interprestasi hasil perhitungan dari koefisien korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. dan jika rtabel > rhitung maka tidak valid.

Bila koefisien Alpha lebih besar dari angka koefisien R. selanjutnya koefisien Alpha dibandingkan dengan angka koefisien R. harus memenuhi asumsi-asumsi melalui berbagai uji yaitu sebagai berikut: 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel dependen. maka disebut homoskedastis dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Husein Umar.00 tersebut.Keterangan: r11 = realibilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan atau pernyataan σt2 = varians total 2 ∑σb = jumlah varians butir Hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan program paket statistik SPSS Ver 20. mendekati normal atau tidak. dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya). Uji Asumsi Klasik Untuk memperoleh nilai pengukuran yang tidak bias dan efisien dari suatu persamaan regresi linear berganda dengan metode kuadrat terkecil (OLS). Normalitas suatu variabel dapat di deteksi dengan grafik dan uji statistik. 2008: 176). Terdapat uji signifikasi skewness dengan cara sebagai berikut : Zskeww = S  0 6/ N Sumber : Gojali (2006 : 21) 2. Jika variabel terdistribusi normal maka nilai skewness sama dengan nol. Dasar Jurnal Ekonomi Manajemen | 7 . 2001:76). yaitu sebesar 0.600 (Ghozali. Jika varians dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain tetap. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID) di mana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas ditujukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. c. independen atau keduanya berdistribusi normal. maka alat penelitian (kuesioner) yang diuji adalah reliabel.

Menentukan kriteria pengujian: a.analisis dari uji heteroskedastis melalui grafik plot adalah sebagai berikut: 1. Menentukan nilai  dan nilai d tabel Nilai  dan nilai d tabel terdiri atas du dan di. Jika ada pola tertentu. maka telah terjadi heteroskedastisitas. Untuk autokorelasi negatif (0 < 4-d < 1) H0 diterima jika (4-d) > du H0 ditolak jika (4-d) < di Tidak ada kesimpulan jika di < d < du (diperlukan observasi lanjut). b. seperti titik-titik (poin-poin) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang. Untuk autokorelasi positif (0 < d < 1) H0 diterima jika d > du H0 ditolak jika d < di Tidak ada kesimpulan jika di < d < du (diperlukan observasi lanjut). melebar kemudian menyempit). maka tidak terjadi heteroskedastisitas. lalu Nilai du dan di ditentukan dengan n dan k tertentu. 2. Pengujian yang digunakan untuk mengetahui adanya autokorelasi adalah dengan uji DurbinWatson. Jurnal Ekonomi Manajemen | 8 . Jika tidak ada yang jelas. 3. Uji Autokorelasi Salah satu asumsi kelayakan suatu model regresi adalah adanya kebebasan (independensi) data. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Nilai  diambil sesuai dengan soal (kebijakan). Menurut Syahri Alhusin dalam Duwi Priyatno (2010 : 87) rumus Durbin-Watson adalah sebagai berikut: D  (e i 2 n i n  ei  1)2 i e 2 i 1 Sumber : Duwi Priyatno (2010 : 87) Prosedur pengujian untuk deteksi adanya autokorelasi adalah sebagai berikut: 1. 3. Menentukan formulasi hipotesis H0 : tidak ada autokorelasi Hi : ada autokorelasi 2. Kebebasan data disini berarti data untuk suatu periode tertentu tidak dipengaruhi oleh data sebelumnya.

Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas dimaksudkan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen) (Ghozali. Adapun pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinieiritas adalah (Santoso. 2000 : 203206) : VIF di bawah 10 dan tolerance lebih besar dari 0. Analisis Regresi 1. 2001 : 57). untuk memprediksi variabel di waktu yang akan datang digunakan metode regresi ganda.1. peneliti menggunakan dua uji hipotesis yaitu : 1. Analisis Regresi Sederhana Untuk menghitung fungsional masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat yaitu: rumus : Y = a + bX Sumber : Sugiyono (2010 : 188) Keterangan: Y = Variabel terikat/nilai yang diprediksi X = Variabel bebas a = Nilai intercept (konstan) b = Koefisien regresi 2. masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah kepemimpinan dan motivasi kerja (baik secara parsial maupun secara bersamasama) berpengaruh terhadap kinerja pegawai? Oleh karena itu. Bentuk umum dari model yang akan digunakan adalah: Rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Sumber : Sugiyono (2010 : 275) Keterangan: Y = kinerja a = koefisien konstanta b1. Uji Hipotesis Di dalam penelitian ini.b2 = koefisien regresi X1 = kepemimpinan X2 = motivasi kerja d.4. c. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Analisis Regresi Berganda Sebagaimana telah dikemukakan diatas. Uji T (t-test) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya hubungan masing-masing variabel bebas terhadap Jurnal Ekonomi Manajemen | 9 .

Apabila hasil uji thitung ≥ ttabel. . dengan kata lain Ha ditolak. berarti variabel bebas cukup signifikan untuk menjelaskan variabel dependen. untuk menguji koefisien korelasi produk moment dapat digunakan statistik uji t yang rumusnya sebagai berikut: Rumus: r n2 Dengan dk = n-2 thitung= 1 r2 Sumber : Sugiyono (2010 : 30) Untuk menentukan apakah Ho ditolak atau diterima yaitu dengan membandingkan thitung dengan ttabel. HASIL PENELITIAN 1. kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut: . dengan kata lain Ha diterima. 2. Dimana kriteria pengujian jika rhitung > r tabel maka pernyataan tersebut valid sedangkan jika rhitung < r tabel maka Jurnal Ekonomi Manajemen | 10 .05 dk n-3 Keterangan: R = Koefisien korelasi berganda k = jumlah variabel independen n = jumlah anggota sampel Apabila hasil uji Fhitung ≥ Ftabel berarti variabel cukup signifikan untuk menjelaskan variabel dependen.Ho ditolak jika thitung ≥ ttabel. Uji Validitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji F (f-test) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya hubungan variabel bebas secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikatnya.Ho diterima jika thitung ≤ t table. Analisis Instrumen a. Menurut Sugiyono (2010:30). Untuk menguji koefisien korelasi berganda dihitung dengan menggunakan rumus : Rumus: 2 R k Fn  1 R2 n  k  l   Sumber : Sugiyono (2010 : 192) α = 0.variabel terikat. C. Apabila hasil uji Fhitung ≥ Ftabel berarti variabel cukup signifikan untuk menjelaskan variabel dependen.

Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0.567 0.617 0.10 X1.361 rtabel 0.2480 Valid Valid Valid Valid Uji Validitas Kinerja Pegawai (Y) No.11 rhitung 0.2480 Valid Y. Untuk penelitian dimana n = 63 .433 0.426 0. Uji Validitas Kepemimpinan (X1) No.2480 0.2480 0.2480 Valid Sumber : Data primer diolah b.569 0.577 0.2480 0.2 = 61 dan α = 5% diperoleh r tabel = 0.2480 Valid Y.6 0.466 0.379 0.6 X1.2480 0.2480 Valid Y.1 X2.4 0.8 X1.2480 0.2480 0.3 X2.2 X2.2480 0.7 0.2480 Valid Y.356 0.1 0.291 0.2480 0.528 0.3 X1.4 0.2480.2480 Valid Y.725 0.9 0. Butir rhitung rtabel Keterangan Y.2480 Valid Y.512 0. Jurnal Ekonomi Manajemen | 11 .373 0. Butir X1.663 0. Butir rhitung rtabel Keterangan X2.9 X1.2480 0.580 0.pernyataan tersebut tidak valid.4 X1.671 0.2 0.8 0.3 0.308 0.60.2480 0.5 X1.2480 Valid Y. Uji Reliabilitas Instrumen Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.516 0.2 X1.497 0.560 0.2480 0.2480 0.2480 Valid Y.1 X1.2480 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Validitas Motivasi Kerja (X2) No.614 0.2480 0.298 0.5 0.7 X1.

2 X1.3 X1.796 11 Uji Reliabilitas Motivasi Kerja (X2) Cronbach’s Alpha N of Item 0.48 Rata-rata 4. Motivasi Kerja.59 4.Uji Reliabilitas Kepemimpinan (X1) Cronbach’s Alpha N of Item 0.52 4.723 4 Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai (Y) Cronbach’s Alpha 0.57 4.57 4. Deskriptif Penelitian Setelah data terkumpul.51 Jurnal Ekonomi Manajemen | 12 .51 4.57 4.1 X1. Untuk membuat tingkatan Kepemimpinan.10 X1. Rata-rata tertinggi 5 dan rata-rata terendah 1.8 X1. motivasi kerja. dan Kinerja pegawai dari 63 responden dapat dilihat sebagai berikut: Distribusi Frekuensi Variabel Kepemimpinan (X1) Descriptive Statistics N X1.5 X1. langkah selanjutnya adalah melakukan tabulasi data.4 X1.41 4.822 N of Item 9 c.6 X1.9 X1.7 X1. Adapun rata-rata tertimbang dari variabel Kepemimpinan.49 4. Dimana setiap butir pertanyaan berentang 1 sampai 5 dengan jumlah responden 63 orang.41 4. dan kinerja pegawai. akan dihitung menggunakan interval.11 63 63 63 63 63 63 63 63 63 63 63 Minimum 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4.52 4.

7 Y.8 Y.9 63 63 63 63 63 63 63 63 63 Rata-rata Minimum 3 3 2 3 3 3 3 3 3 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4. Error 302 Dilihat dari output SPSS terlihat bahwa nilai skewness sebesar 0.41 4.24 4.94 4.23 Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Pegawai (Y) Descriptive Statistics N Y. Kemudian nilai skewness tersebut dimasukan ke dalam rumus z skewness sebagai berikut: Jurnal Ekonomi Manajemen | 13 .44 3. Uji Normalitas Untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang digunakan dalam penelitian dilakukan uji normalitas data.27 4.Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi Kerja (X2) Descriptive Statistics N X2.35 4.2 Y.16 4.22 Rata-rata 4.52 4.6 Y. Adapun hasil analisis normalitas data berdasarkan uji statistic Skewness sebagai berikut: Hasil uji Normalitas Descriptive Statistics N Statistic Unstandardized Residual Valid N (listwise) 63 63 Skewness Statistic .31 2.14 4.4 63 63 63 63 Minimum 3 2 3 3 Maximum 5 5 5 5 Mean 4.3 X2.535.5 Y.29 4.2 X2.535 Std. Uji Asumsi Klasik a.1 Y.38 4.4 Y.3 Y.35 4.1 X2.

332 .410 2.164 .625 Std.1. Berarti bahwa Z hitung < Z table atau 1.1 maka tidak terdapat Multikolinearitas.390 .140 .007 . (0. Jurnal Ekonomi Manajemen | 14 .810 .535 Z Skew = 0.235 t Sig. jika nilai Variance Inflation Factor VIF > 10 dan nilai tolerance < 0.349 .77 < 1.776 2. Error 6.810 1.684 . Collinearity Statistics Tolerance IF a. Uji Multikolinearitas Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1 (Constant) KEPEMIMPINAN MOTIVASI.KERJA Unstandardized Coefficients B 8.235 1.321 Standardized Coefficients Beta 1.PEGAWAI Ketentuan yang berlaku dalam pengujian ini adalah. b.S-0 Z Skew = √ 6 /N Atau 0. Dependent Variable: KINERJA.954 .009 .1) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat Multikolinearitas antar variabel independent dalam model regresi.1 maka terdapat Multikolinearitas.301 = 1. sedangkan juka nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0. Hasil perhitungan melalui VIF pada hasil output SPSS tabel Coefficient.96 sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal.235 < 10)dan hasil perhitungan nilai tolerance > 0. masing-masing variabel independent memiliki nilai VIF < 10 (1.233 .77.810 > 0.77 Dengan memasukan nilai skewness ke dalam rumus Z skewness diperoleh Z hitung sebesar 1.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.794 dengan jumlah variabel bebas (k) = 2. Artinya du < 1. Predictors: (Constant).306 Adjusted R Square .794 < 4 – du.KERJA. Uji Regresi a.PEGAWAI Hasil uji Autokorelasi dengan Durbin Watson menunjukan angka 1. Dependent Variable: KINERJA. d. Error of the Estimate 3.658.527 dan batas atas (du) = 1.372 Durbin-Watson 1. Aalisis Regresi Sederhana Uji regresi sederhana yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh antara satu variabel independent dengan satu variabel dependent. KEPEMIMPINAN b.c. Adapun hasil dari analisis regresi linear sederhana sebagai berikut: Jurnal Ekonomi Manajemen | 15 . MOTIVASI. jumlah sample (n) = 63 dengan batas bawah (dl) = 1. tidak ada autokorelasi.794 a. Uji Heteroskedastisitas Asumsi klasik heteroskedastisitas dapat diditeksi dari output pada gambar Scatterplot berikut: Dari grafik Scatterplots terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 dan tidak berpola ataupun bergelombang.553 a R Square . 3. Uji Autokorelasi Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model 1 R .283 Std.

PEGAWAI Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai R Square menunjukan angka 0.539 a.2% terhadap variabel kinerja pegawai dan pengaruh sebesar 77. maka pegawai masih memiliki kinerja sebesar 11. Dependent Variable: KINERJA. 2. Dari persamaan diatas terdapat nilai koefisien positif dari kepemimpinan sebesar 0.217 Adjusted R Square .177 . Berdasarkan persamaan diatas terdapat nilai konstanta yang positif artinya jika tidak terdapat kepemimpinan yang baik. MOTIVASI. a. Error 6.091 .PEGAWAI Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y = a + bx Kinerja Pegawai = 11.210 Std.554 pada konstata 11.222. Pengaruh Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Model Summaryb Model 1 R . Error of the Estimate 3. Coefficientsa Model 1 (Constant) KEPEMIMPINAN Unstandardized Coefficients B 11.472 a R Square .598 .719 4. Predictors: (Constant). Error of the Estimate 3.Pengaruh Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Model Summaryb Model 1 R .554. Dependent Variable: KINERJA.133 .8% diperoleh dari variabel lain yang tidak diteliti.222 Adjusted R Square .343 .KERJA b.343.472 Standardized Coefficients Beta 1.343.465 a R Square . Dependent Variable: KINERJA. KEPEMIMPINAN b.552 a. Predictors: (Constant).000 t Sig.343 + 0. Artinya bahwa variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh yang sebesar 22.PEGAWAI Jurnal Ekonomi Manajemen | 16 . Nilai kepemimpinan di tingkatkan menjadi satu kesatuan maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0.554 kepemimpinan Artinya: 1.554 Std.204 Std.

b.KERJA. Coefficientsa Model 1 (Constant) MOTIVASI.372 Durbin-Watson 1.3% diperoleh dari variabel lain yang tidak diteliti. Jurnal Ekonomi Manajemen | 17 .548 . Error 3. 2.221 .3 terhadap variabel kinerja pegawai dan pengaruh sebesar 71. Dependent Variable: KINERJA.106 . Nilai kepemimpinan di tingkatkan menjadi satu kesatuan maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0.906 motivasi kerja Artinya: 1.7% terhadap variabel kinerja pegawai dan pengaruh sebesar 78.548 + 0. a. KEPEMIMPINAN b. Analisis Regresi Berganda Uji Regresi linear berganda digunakan untuk membuat prediksi tentang besarnya Y (variabel dependen) berdasarkan nilai-nilai X (variabel independent).278 4.283 Std.PEGAWAI Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y = a + bx Kinerja Pegawai = 23.000 t Sig. MOTIVASI. Dependent Variable: KINERJA.906 Std.548.465 Standardized Coefficients Beta 6.794 a. maka masih pegawai masih memiliki kinerja.553 a R Square . Berdasarkan persamaan diatas terdapat nilai konstanta yang positif artinya apabila tidak ada motivasi kerja.Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai R Square menunjukan angka 0.906 pada konstata 23. Error of the Estimate 3.PEGAWAI Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai Adjusted R square menunjukan angka 0.7% dipengaruhi dari variabel lain diluar penelitian.751 . Dari persamaan diatas terdapat nilai koefisien positif dari kepemimpinan sebesar 0. Predictors: (Constant).306 Adjusted R Square .KERJA Unstandardized Coefficients B 23.283 artinya bahwa variabel kepemimpinan dan motivasi kerja mempunyai pengaruh yang sebesar 28.217 Artinya bahwa variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang sebesar 21.000 .906. Adapun hasil dari analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Model Summaryb Model 1 R .

235 t Sig.007 2.PEGAWAI Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan memiliki nilai p-value (sig. maka pegawai masih mempunyai kinerja sebesar 8.05 diperoleh nilai t tabel sebesar 1.KERJA 8.684 .t) 0.625 pada konstanta 8.598 .390 artinya apabila nilai kepemimpinan di tingkatkan menjadi satu kesatuan sedangkan motivasi kerja konstan maka kinerja akan meningkat sebesar 0. Error 6.349 .05 artinya signifikan dan nilai t-hitung 4.177 > dari t-tabel 1. Berdasarkan persamaan diatas terdapat nilai konstanta terdapat nilai yang positif yaitu 8.410 . Dependent Variable: KINERJA.945.000 t Sig.719 4.PEGAWAI Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y=a+b1x1+b2x2 Kinerja Pegawai = 8. Dependent Variable: KINERJA. Pengaruh Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Coefficientsa Model 1 (Constant) KEPEMIMPINAN Unstandardized Coefficients B 11.Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B 1 (Constant) KEPEMIMPINAN MOTIVASI.390 pada konstanta 8.625 Std.945 artinya walaupun tidak terdapat kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja. 4.321 Standardized Coefficients Beta 1.625 artinya apabila motivasi kerja di tingkatkan menjadi satu kesatuan sedangkan nilai kepemimpinan konstan maka kinerja akan meningkat sebesar 0. a.390 . Nilai kepemimpinan 0.177 .091 .954.945 + 0.9996 artinya signifikan.776 .177 sedangkan dari tabel distribusi t untuk derajat kebebasaan n – 2 dengan tingkat signifikasi 0. Error 6. Collinearity Statistics Tolerance VIF a.235 1.332 .945.554 Std. 3.000 < 0.390 kepemimpinan + 0. Signifikan disini berarti H0 ditolak dan Jurnal Ekonomi Manajemen | 18 .625 motivasi kerja Artinya: 1. Uji Hipotesis Penelitian a.140 . Nilai motivasi kerja 0.9996 dengan demikian nilai t-hitung 4.472 Standardized Coefficients Beta 1.343 .810 .233 .810 1.009 . 2.164 2.954 .133 .

kepemimpinan berpengaruh terhadap b.211 > dari F tabel 3.221 . Jurnal Ekonomi Manajemen | 19 .278 .9996 artinya signifikan.178 11.906 Std. hasil F-test pada output SPSS dapat dilihat pada table ANOVA sebagai berikut : ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 300. Predictors: (Constant). MOTIVASI.413 df 2 60 62 Mean Square 150. Pengaruh Motivasi Kerja (X2) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Coefficientsa Model 1 (Constant) MOTIVASI.000 4.106 > dari t-tabel 1. Error 3.16 artinya signifikan.056 982.000 < 0. KEPEMIMPINAN b.211 Sig. Dari hasil pengujian instrumen penelitian secara keseluruhan memenuhi syarat pengujian instrumen penelitian (menggunakan uji validitas dan reliabitas) sehingga instrumen penelitian ini layak untuk digunakan dalam kegiatan penelitian ini.357 682. artinya kinerja pegawai. 6.PEGAWAI Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki nilai p-value (sig.000 t Sig.PEGAWA Tabel diatas menunjukan p-value 0. artinya motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai.H1 diterima. Dependent Variable: KINERJA. Dependent Variable: KINERJA. a.KERJA Unstandardized Coefficients B 23.05 artinya signifikan sedangkan F hitung 13.t) 0.05 artinya signifikan dan nilai t-hitung 4.368 F 13. Intepretasi Penelitian 1.KERJA.548 .106 . Signifikan disini berarti H0 ditolak dan H2 diterima. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan dengan F-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independent terhadap variabel dependent.000 a a.465 Standardized Coefficients Beta 6. 5.751 . Signifikasi disini berarti H3 diterima Ho di tolak artinya kepemimpinan dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. .000 < 0.

Hal itu ditunjukan dengan nilai signifikasi sebesar 0. 3. Dari hasil analisis regresi berganda diketahui persamaan sebagai berikut: Kinerja Pegawai = 8. 3.05).05. Keadaan ini menunjukan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon. D. Keadaan ini menunjukan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon. Ini berarti kedua variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel kinerja pegawai.625 motivasi kerja 4. Hal itu ditunjukan dengan nilai signifikasi sebesar 0. Dari hasil pengujian variabel kepemimpinan secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan uji t mengatakan bahwa variabel kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari pengujian secara parsial bahwa variabel kepemimpinan dan variabel motivasi kerja baik dilakukan secara uji t maupun secara nilai signifikasi adalah t-hitung > t-tabel dan nilai signifikasinya < 0. Dari hasil uji asumsi klasik (uji normalitas. motivasi kerja dan kinerja pegawai diperoleh sebagai berikut : 1. Dari pengujian secara bersama-sama (berganda) bahwa variabel kepemimpinan dan variabel motivasi kerja dilakukan secara uji F maupun uji signifikasi adalah F-hitung > Ftabel (16. multikolinearitas.945 + 0.2. Dari hasil pengujian variabel motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan dengan menggunakan uji t mengatakan bahwa variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. 2. Pengaruh positif ini memberikan hasil yang baik terhadap kinerja pegawai pada Jurnal Ekonomi Manajemen | 20 .000 < 0.000 < 0.861 > 3. Dari persamaan tersebut menunjukan bahwa baik variabel kepemimpinan dan variabel motivasi kerja variabel berpengaruh terhadap kinerja pegawai.05 (0. autokorelasi dan heteroskedastisitas) memenuhi syarat pengujian asumsi klasik.05. Ini berarti bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.390 kepemimpinan + 0.05.16) dan nilai signifikasi < 0. 4.001 < 0. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisa pengolahan data statistik untuk variabel kepemimpinan. sehingga dapat digunakan untuk memprediksi dalam kegiatan penelitian ini.

peneliti dapat menyampaikan beberapa implikasi dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Memberikan fasilitas yang memadai kepada para pegawai. c. Motivasi yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon perlu ditingkatkan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Meningkatkan hubungan atasan dan bawahan agar terciptanya suasana kekeluargaan dalam bekerja c. perkembangan teknologi. Kepemimpinan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon perlu di tingkatkan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Jurnal Ekonomi Manajemen | 21 . Sumber Daya Air dan Pertambangan E. Meningkatkan sikap kemandirian pada setiap pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya masing-masing. d. Kinerja Pegawai Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cirebon perlu di tingkatkan lagi. Memberi insentif yang sepadan kepada pegawai yang bekerja lembur. PENUTUP Dengan melihat pada hasil pembahasan. c. Memperbaiki sarana dan prasarana yang akan menunjang kinerjanya para pegawai. Meningkatkan tanggung jawab kepada para pegawai dalam melaksanakan tugasnya. b. Memberikan penghargaan yang sesuai terhadap pegawai yang berjasa.Dinas Pengelolaan Kabupaten Cirebon. Pimpinan memperhatikan bawahan. Mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk para pegawai. 3. b. dan perkembangan organisasi yang berkembang pada saat ini. adapun langkah-langkahnya yaitu : a. b. Menciptakan suasana kerja yang kondusif dan nyaman. 2.

Pendekatan Manusiawi dan Organisasi terhadap Pembinaan Kepegawaian.P. S. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Arcan. Kartini. Statistik Untuk Penelitian. Alih Bahasa: Yusuf Udayana. 2011. Jakarta. 1994. Sondang P.M.S. 2010. Bandung. Jakarta. Disain & Aplikasi. Gunung Agung. Moenir. 2007 Manajemen Sumber Daya Manusia edisi revisi. Kredibilitas (Terjemahan) Professional Books. Thoha. 2008. Barry. 2010. Gunung Agung. 1996. A. Malayu SP. Kepemimpinan yang Memotivasi.. 2005. Jakarta. Miftah. 1995. Kartini. Oei Istijanto M. Alfabeta. Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA Kouzes M. Riset Sumber Daya Manusia. dan kepemimpinan. Pemimpin Rajagrafindo Persada. Gramedia Pustaka.Com.Jakarta:PT Siagian. PT. Jakarta. Kartono. Hasibuan. Sugiyono. 1995.. Balai Pustaka. Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal itu? Jakarta: PT Grafindo Persada.M. Adair. James & Posner Z. John. Jakarta. PT. Ilmu Kepemimpinan Yang Efektif. Robbins. Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi. 1983. Jakarta. Kartono. Teori Organisasi: Struktur. Jurnal Ekonomi Manajemen | 22 . PT Gunung Anyar.