Dasar teori cepat rambat bunyi Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan

dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran. Bunyi tidak dapat terdengar pada ruang hampa udara karena bunyi membutuhkan zat perantara untuk menghantarkan bunyi baik zat padat, cair maupun gas. Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang-gelombang longitudinal ke segala arah melalui medium baik padat, cair maupun gas. Sumber getar tersebut dapat berasal dari kawat, batang, bahkan ombak di pantai. Getaran dari sumber getaran menggetarkan udara di sekitarnya dan getaran di udara menjalar sebagai gelombang longitudinal dengan kecepatan sekitar 340 m/s. Periode (diberi notasi T) adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk menjalani satu getaran penuh. Frekuensi (diberi notasi f) adalah banyak getaran yang ditempuh benda dalam suatu satuan waktu (misal 1 sekon). Amplitudo (diberi notasi A) adalah simpangan maksimum dari suatu getaran. Simpangan (diberi notasi y) adalah jarak suatu benda dari titik setimbang. Cepat rambat bunyi (di beri notsi v) adalah jarak yang ditempuh bunyi dalam waktu satu sekon. Pertama kali diselidiki oleh fisikawan Belanda Moll dan Van Beek. Resonansi adalah suatu gejala dimana ikut bergetarnya suatu sumber bunyi karena bergetarnya bunyi yang lain dengan frekuensi sama. f1 = f2 Apabila frekuensi bunyi pertama dengan frekuensi bunyi kedua berbeda sedikit, maka hal yang terjadi adalah pelayangan gelombang bunyi. Kuat bunyi bergantung pada amplitudo. Karena amplitudo hasil interferensi getaran mempunyai nilai maksimum dan minimum yang berulang secara periodik, maka terjadi bunyi keras dan lemah secara periodik. Peristiwa ini disebut sebagai pelayangan bunyi. http://catatanfisika08.blogspot.com/2011/04/cepat-rambat-bunyi-di-udara.html 19.32 20 sep

DASAR TEORI

Bandul fisis atau bisa juga disebut ayunan fisis adalah yang paling sering dijumpai ,karena pada ayunan ini massa batang pengantung tidak diabaikan seperti hanya pada ayunan matematis. Bandul fisis terdiri dari 1 batang logam sebagai penggantung dan beban logam berbentuk silinder.

Pada bandul fisis untuk sudut ayunan yang relative kecil (5º sampai dengan 15º) berlaku persamaan

apabila M2 dipasang l=l2.b.T= 2 π Dimana I adalah momen kelembaman terhadap sumbu proses pengantung ( poros ayunan) Dengan demikian memakai teori sumbu sejajar maka akan diperoleh : I= Maka persamaan I Menjadi T= 2π Dimana: T= Periode tahunan k= radius girasi terhadap pusat massa gabungan c a= jarak pusat massa gabungan c dengan poros ayunan A Dari gambar dapat dilihat bahwa a=t-b dan b= dimana m1=massa batang lempeng logam m2=massa keeping/beban logam beserta sekrupnya h=jarak pusat massa batang B (berada di tengah-tengah batang) b=jarak pusat massa beban D dengan pusat massa gabungan c l=jarak pusat massa beban D dengan poros ayunan A dengan demikian persamaan nya dapat ditulis T= 2π Jika posisi M2 dipasang pada posisi l=l. maka akan diperoleh b=b2 dan T=T2 Jika harga l. maka akan diperoleh b=b dan t=t. dan T yang berbeda itu dimasukkan kedalam persamaan nya maka akan diperoleh : g= .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful