P. 1
Sindrom Freyyyy

Sindrom Freyyyy

|Views: 16|Likes:
Published by Mosher Munda
Sindrom Freyyyy
Sindrom Freyyyy

More info:

Published by: Mosher Munda on Sep 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2014

pdf

text

original

Penatalaksanaan Sindroma Frey

Oleh: Imam K Komplikasi yang sering terjadi setelah parotidektomi yang memiliki gambaran yang khas adalah kelenjar keringat atau Frey Sindroma. Patogenesis dari Frey Sindroma adalah didasarkan terganggunya dari bagian serat parasimpatis dari secremotor dari nervus aurikula sehingga terjadi ketidakseimbangan antara persarafan dari kutaneus kelenjar keringat yang normal diatur oleh serat simpatis kolinergik. Sebagai konsekuensi, sindrom Frey adalah gangguan yang memiliki khas yaitu unilateral keluar keringat disertai wajah muka memerah sebelah di daerah glandula parotis selama pasien makan, umumnya terjadi setelah 1-12 bulan pasien menjalani parotidektomi. Insidensi dari sindroma Frey setelah parotidektomi telah dilaporkan, yaitu 50 % ( 15 % dengan kasus berat ). Banyak tehnik pembedahan atau medikamentosa dilakukan untuk mencegah timbulnya gejala klinik dari sindroma Frey. Sistemik atau aplikasi topikal yang meliputi macam antikolinergik agent ( scopolamine, glycopyrrolate, diphemnanil-methylsulfate ) dan penggunaan stellate blokade dari ganglion tidak berhasil. Terapi pembedahan seperti simpatektomi cervikal, neurectomi timpani, transfer sternokleidomastoid dan graft dari lemak dermis dan penggunaan macam material lain sebagai alat penghalang tetapi hasil dari tehnik ini mengecewakan karena perbaikan hanya sementara. Hasil yang lebih baik dilaporkan alat profilaksis yaitu superficial musculoaponeuritic system (SMAS) sebagai flap atau superficial flap arteri temporal. Tehnik ini ditujukan untuk menciptakan barier antara serat dari nervus aurikulotemporal dan glandula keringat dari muka. Yang terbaru, hasil yang baik dengan menggunakan injeksi botulinum toksin. Toksin botulinum adalah polipeptida yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum. Terdapat 7 macam serologi tetapi memiliki kesamaan yang mirip dan dibedakan dengan design A-G, dimana setiap jenis memiliki antigen spesifik dan terapi berbeda. Toksin botulinum digunakan untuk mencegah pelepasan asetilkolin dan sinaps neuromuskuler pada otot lurik. Dengan penggunaan toksin ini terjadi denervation dan paralisis dari otot. Zat kimia denervasi ini efektif pada otot lurik atau kelenjar minyak. Dua macam produk yang sudah komersial dari BTX-A yaitu Botox dan Dysport. Dosis dari toksin botulinum dalam unit tikus (U). Klinis 1 U sama dengan 3 U Dysport. Pada pasien dengan kelenjar liur terganggu dilakukan tes minor. Di dalam tes minor, digunakan cairan 15 gr Iodine, 100 gr Rinice oil, dan 88,5 alkohol absolute dicoretkan di kulit di kedua dagu. Setelah kering, dengan kentang putih dibubukkan di kulit. Kunyah beberapa roti, tunggu beberapa menit terdapat gambaran biru dari Iodine di permukaan regio. Hasil tes ini difoto untuk mendapatkan hasil obyektif sebagai follow up. 2 unit dari BTX-A ( Botox, Allergan) disuntikkan pada subcutan di setiap persegi secara menyeluruh untuk mendapatkan efek yang homogen. Total jumlah obat yang digunakan tergantung dari permukaan yang berkeringat. Pasien yang memiliki area hiperhidrotik yang luas akan membutuhkan lebih

. Penggunaan Botox A adalah aman dan efektif terapi yang digunakan untuk pasien ini dengan kelenjar liur yang berlebihan. BTX diberikan dapat tanpa menggunakan anestesia. Botox dianggap sebagai gold standart untuk pengobatan Frey sindrom. Rata-rata 30-50 U. Secara individu jumlah BTX sekitar antara 10 sampai 175 U.banyak dosis dan banyak injeksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->