BIOETANOL

Bioetanol adalah etanol yang. berasal dari sumber hayati. Bioetanol bersumber dari karbohidrat yang potensial sebagai bahan baku seperti tebu, nira sorgum, ubi kayu, garut, ubi jalar, sagu, jagung: jerami, bonggol jagung dan kayu. Setelah melalui proses fermentasi, dihasilkan etanol (www.energi.lipi.go.id). Etanol adalah senyawa organik yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen, sehingga dapat dilihat sebagai derivat senyawa hidrokarbon yang mempunyai gugus hidroksil dengan rumus C2H5OH. Etanol merupakan zat cair, tidak berwarna, berbau spesifik, mudah terbakar dan menguap, dapat bercampur dalam air dengan segala perbandingan.. a. Sifat - sifat fisik etanol  Rumus molekul  BM  Titik beku  Densitas  Kelarutan dalam 100 bagian   air eter : sangat larut : sangat larut (Perry, 1984) : C2H5OH : 46,07 gram/mol

 Titik didih pada 760 mmHg : 78,4°C : - 112°C : 0, 789 gr/ml pada 20°C

b. Sifat kimia - dihasilkan dari fermentasi glukosa C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 Glukosa etanol karbondioksida

- untuk minuman diperoleh dari peragian karbohidrat, ada dua tipe yaitu tipe pertama mengubah karbohidratnya raenjadi menghasilkan cuka (asam asetat) - Pembentukan etanol C6H12O6
ENZIM

glukosa kemudian menjadi etanol, tipe yang lain

2CH3CH2OH + 2CO2

Dan tahap selanjutnya yang dilakukan adalah destilasi. karena kelebihan etanol akan berakibat racun bagi ragi. yaitu: Persiapan Bahan baku. Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 . Selanjutnya ragi akan menghasilkan ethanol sampai kandungan etanol dalam tangki mencapai 8 sd 12 % (biasa disebut dengan cairan beer). dan selanjutnya ragi tersebut akan menjadi tidak aktif. 3. Titik didih etanol murni adalah 78 C sedangkan air adalah 100 C (Kondisi standar). Karena itu keseluruhan rangkaian proses dari liquefaction. Secara umum. gandum manis (sweet sorghum) atau yang menghasilkan tepung seperti jagung (corn). dan Pemurnian. untuk menghindari terjadinya clogging selama proses distilasi. tetapi tidak menutup kemungkinan digunakannya biomassa yang lain. tepung telah sampai pada titik telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa) dimana proses selanjutnya melibatkan penambahan enzim yang diletakkan pada ragi (yeast) agar dapat bekerja pada suhu optimum. Pemurnian / Distilasi Distilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dari beer (sebagian besar adalah air dan etanol). . Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2.100 C akan mengakibatkan sebagian besar etanol . 1.1982) Teknologi Pengolahan Bioetanol Teknologi produksi bioethanol berikut ini diasumsikan menggunakan jagung sebagai bahan baku. Fermentasi Pada tahap ini. singkong (cassava) dan gandum (grain sorghum) disamping bahan lainnya. baik yang secara langsung menghasilkan gula sederhana semisal Tebu (sugarcane). dan membutuhkan ketelitian agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya.Pembakaran etanol CH3CH2OH + 3O2 etanol karbondioksida 2CO2 + 3H2O + energi (Fessenden. namun sebelum destilasi perlu dilakukan pemisahan padatan-cairan.glukosa . terutama molase. Fermentasi. Persiapan Bahan Baku Bahan baku untuk produksi biethanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman. Bubur kemudian dialirkan kedalam tangki fermentasi dan didinginkan pada suhu optimum kisaran 27 sd 32 C. produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses. sakarifikasi dan fermentasi haruslah dilakukan pada kondisi bebas kontaminan.

http://www. Keuntungan lainnya adalah bisa digabungkan dengan proses fermentasi yang dikenal dengan metode SSF (simultaneous sacharification and fermentation). Hidrolisis dilakukan dalam dua tahap. Hidrolisat Jerami Cairan hidrolisat (hasil hidrolisis) asam memiliki pH yang sangat rendah dan kemungkinan ada juga senyawa-senyawa yang beracun untuk mikroba. Dalam kondisi ini waktu hidrolisisnya singkat. Hidrolisis tahap kedua bertujuan untuk memecah sisa selulosa yang belum terhidrolisis. misalnya dengan cara ditekan dan dipanaskan secara cepat dengan uap panas (Steam Exploaded). Hidrolisat ini harus dinetralkan dan didetoksifikasi sebelum difermentasi menjadi ethanol. Setelah pelindung lignin ini menjadi ‘lunak’.com Proses Biokonversi Jerami menjadi Etanol Jerami padi yang baru saja dipanen dikumpulkan di suatu tempat.menguap. Pada tahap pertama sebagian besar hemiselulosa dan sedikit selulosa akan terpecah-pecah menjadi gula penyusunnya. Hidrolisis asam biasanya menggunakan asam sulfat encer. 3. Hidrolisat yang sudah netral tersebut siap untuk difermentasi menjadi ethanol. Dengan dua tahap hidrolisis ini diharapkan akan diperoleh gula dalam jumlah yang banyak. Ada dua cara umum untuk hidrolisis. Hidrolisis bisa juga dilakukan dalam suhu dan tekanan rendah. Namun untuk . Enzyme ini memiliki kemampuan untuk memecah selulosa menjadi glukosa. yaitu: hidrolisis dengan asam dan hidrolisis dengan enzyme. Jerami dimasak dengan asam dalam kondisi suhu dan tekanan tinggi. Cara kedua hidrolisis adalah dengan menggunakan enzyme selulase. tetapi waktunya menjadi lebih lama. Bisa juga dengan cara direndam dengan kapur selama waktu tertentu. Ada juga yang merendamnya dengan bahan-bahan kimia yang bisa membuka perlindungan lignin. Penggunaan enzyme lebih efisien dalam menghidrolisis selulosa. dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume. Tujuan dari netralisasi dan detoksifikasi adalah untuk menetralkan pH dan menghilangkan senyawa racun tersebut. Banyak cara untuk melakukan pretreatment. Jerami ini kemudian di cacahcacah dengan mesin cacah agar ukurannya menjadi kecil-kecil dan siap untuk dilakukan pretreatment. maka jerami siap untuk dihidrolisis.alpensteel.

Mikroba yang umum digunakan adalah ragi roti (yeast). Proses fermentasi hidrolisat selulosa sama seperti proses fermentasi etanol pada umumnya. Prosesnya meliputi distilasi dan dehidrasi.wordpress.saat ini harga enzyme masih mahal. Proses distilasi akan meningkatkan kandungan ethanol hingga 95%.com/2008/03/04/bioethanol-dari-jerami/ . Proses purifikasi ethanol ini tidak jauh berbeda dengan purifikasi ethanol dari singkong. Sisa air yang masih ada dihilangkan dengan proses dehidrasi hingga kandungan ethanol mencapai 99. maka tahap berikutnya adalah purifikasi ethanol.5% http://isroi. Setelah hidrolisat difermentasi selama beberapa waktu.