You are on page 1of 4

Dengan Pemeliharaan yang baik sapi potong diharapkan pertambahan berat badan yang berlebihan dan mengarah ke

Rakitan Teknologi Sapi Potong Betina kawin pertama pada umur 14 bulan dan sudah beranak pada umur terjadinya kegemukan. Perbaikan pemberian pakan diarahkan untuk
2 tahun. meningkatkan aktivitas fisio;ogi ternak dan meningkatkan efisiensi
Perbaikan dalam budidaya sapi potong sangatlah komplek
Pemberian pakan yang mencukupi untuk pertumbuhan pada pertumbuhan, maka jumlah mutu pakan yang diberikan harus
untuk pemenuhan kebutuhan atau tingkat produksi sapi
sapi dara/betina diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ovarium, memenuhi kebutuhan pokok dan ptoduksi.
potong, baik melalui peningkatan populasi dan perbaikan mutu.
jangan sampai terjadi kegemukan. Kondisi badan merupakan salah Kebutuhan bahan kering pakan untuk sapi sebanyak 2,5 – 3 %
Secara garis besar perbaikan perbaikan budidaya sapi potong
satu faktor akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan berat badan. Sedangkan perbandingan antara hijauan dengan
merupakan salah satu upaya pengawalan terhadap
perkembangan fisiologi reproduksi ternak. Pada ternak yang konsentrat dapat dipenuhi dengan 70 – 80%, 30 – 20%, disesuaikan
peningkatan produksi populasi maupun mutunya.
memiliki kondisi badan terlalu kurus maupun terlalu gemuk dapat dengan kondisi badan sapi, kualitas pakan yang tersedia, status faali
Penekanan budidaya dilakukan terhadap ketersediaan
bertindak sebagai faktor yang menghambat/mengganggu aktivitas dan tujuan dari pemeliharaan.
bibit yang baik, kecukupan pakan, tatalaksana pemeliharaan,
reproduksi, tampak dengan terhentinya aktivitas ovarium dan siklus Pada keadaan kualitas rumput yang baik yaitu rumput yang
reproduksi dan kesehatan.
estrus. dipotong cukup umur, dalam bentuk rumput segar dapat diberikan
sebanyak 10% dari berat badan sudah mencukupi untuk kebutuhan
Rakitan Teknologi
Pemeliharaan sapi bunting pokok hidup. Pemberian konsentrat sebagai suplement diperlukan
Upaya peningkatan populasi dan mutu sapi potong sangat
Sapi potong yang sedang bunting memiliki kondisi badan dengan kisaran 1 – 1,5% berat badan dan mineral sebanyak 1
tergantung kepada kemampuan fisiologi ternak dan performan
lemah dan rentan terhadap pengaruh luar dan penyakit, sehingga sendok makan perhari yaitu dalam keadaan :
yang dapat dilihat sebagai kemampuan genetik.
perlu perawatan yang baik. Pemberikan pakan yang baik ( Flushing - Gizi hijauan pakan kualitasnya rendah atau umur terlalu tua dan
Tujuan utama budidaya sapi potong adalah peningkatan
) dilakukan pada saat umur kebuntingan mencapai 8 bulan. Hal ini bisa terjadi pada musim kemarau dan awal musim penghujan
produksi baik berupa daging maupung anak. Selain itu sapi
untuk meningkatkan kondisi badan induk yang akan sangat dirasakan peternak sulit mendapatkan pakan yang
potong diharapkan mempunyai daya fertilitas yang tinggi
mempengaruhi kesehatan dan kemampuan hidup anak yang memadai.
dengan masa produktif yang lebih panjang.
dilahirkan, serta memberi respon yang baik terhadap aktivitas - Status faali ternak yang berbeda, kebutuhan juga berbeda
reproduksi induk setelah melahirkan. - Untuk mengatasi kualitas hijauan pakan yaitu rumput dan limbah
Pemilihan Bibit
pertanian sebagai sumber serat kasar yang berkualitas jelek
Seleksi bibit dilakukan untuk mendapatkan sapi bakalan
Pemeliharaan induk menyusui diatas dengan perlakukan
sebagai bibit yang mempunyai mutu / produktivitas yang tinggi,
Pada induk sapi potong yang sedang menyusui perlu - Melakukan pemotongan hijauan pakan pendek-pendek
dengan spesifikasi performan sebagai berikut :
dulakukan pemberian pakan lebih banyak dengan kualitas pakan - Pemberian konsentrat 1 – 1,5% berat badan dan mineral 0,5 –
baik ( Steaming up ), yang berguna untuk meningkatkan produksi 1% pakan
Asal Bibit
susu dan mengurangi beban tubuh dalam memenuhi kebutuhan - Pemberian leguminosa sebagai sumber protein sebesar 2 %
- Induk ( tetua ) yang memiliki produktivitas yang tinggi
pokok hidup. berat badan.
sebagai sapi pototng
Perbaikan kondisi badan pada induk dapat menunjang Kebutuhan hijauan leguminosa untuk sapi potong dapat diberikan
- Tentunya yang normal, tidak melalui kelainan genetik aktivitas reproduksi dan merangsang kesiapan tubuh untuk estrus sebesar 2 % dari berat badan ( misalnya berat badan dapi 200 Kg
( cacat Turunan ) dan kawin kembali jauh lebih awal. maka kebutuhan daun gamal 4 Kg/ekor/hari), dan ditambah dengan
makanan penguat 2 Kg/ekor/hari.
Tanda Klinis Pemeliharaan Pedet
- Sehat, Lincah/Gesit, Mata cerah Tindakan yang perlu diperhatikan : Reproduksi
- Bulu harus mengkilat - Segera setelah lahir pedet dibersihkan dari lendir yang Kondisi badan ternak merupakan salah satu faktor yang
menempel pada hidung dan mulut, tali pusar diikat, dipotong ± mempengaruhi aktivitas reproduksi. Kondisi badan ternak terlalu
Tampak Luar 2,5 cm dan diberi antiseptik ( Jod Tinture ) jelek atau kegemukan akan mempengaruhi efisiensi reproduksi
- Kepala Pendek dan bagian leher tebal - Pedet ditempatkan pada kandang yang bersih, kering dang ternak.
- Bentuk badan kompak dan berbentuk persegi panjang hangat bersama-sama dengan induknya. Diupayakan pedet Perubahan kondisi badan sangat nyata mempengatuhi
- Bagian punggung, pinggang dan tulang kenudi lebar diberi susu pertama ( colustrum ) sekurang-kurangnya 6 jam perubahan aktivitas reproduksi yaitu kondisi badan jelek ( Kurus ),
- Posisi kaki tegak dan pendek setelah dilahirkan dan pemberiannya selama 3 hari. aktivitas reproduksi dapat berhenti sama sekali ( disfungsi Ovarium),
- Kondisi badan sedang/tidak gemuk atau kurus - Setelah berumur 2 minggu pedet mulai diberi rumput muda Hypofungsi dan cystic ovari. Penurunan berat badan sebesar 18 %
dan konsentrat untuk melatih belajar makan, pemberian pakan dibawah rata-rata populasi ( <200 Kg ) menyebabkan terjadinya
Umur : ±12 bulan ditingkatkan jumlahnya selaras dengan bertambahnya berat inaktivitas ovarium dan tanda estrus yang tidak jelas secara klinis
badan dan umur. ( Silent Heat ). Infertilitas atau inaktivitas ovarium dapat terjadi bila
Pemeliharaan sapi potong muda. - Pencegahan terhadap parasit cacing diberi obat cacing ternak kehilangan berat badan sebesar 50 – 8- Kg.
Pemeliharaan sapi mudu ditujukan untuk mendapatkan setelah umut 3 minggu. Estrus
pertambahahn berat badan yang cukup tinggi sehingga dewasa Siklus estrus pada sapi berkisar antara 18 – 24 hari ( 21 Hari ),
kelamin dan dewasa tubuh dapat dicapai lebih awal. Pakan dengan lama estrus 12 – 18 jam ( Rata-Rata 18 jam ) dan diikuti oleh
Pola pemberian pakan yang digunakan untuk budidaya ovulasi ( pelepasan sel telur ) yang terjadi dala, 10 – 15 jam setelah
pemeliharaan sapi potong diperhitungkan untuk tidak memberikan tanda estrus pertama muncul.
D:\budidaya\sapi betina.doc Copy : Ir. Bambang Indrawan
Tanda-randa estrus - Terpisah dengan bangunan perumahan 2. 1. Teknologi - Penyapih a.Induk
- Pada saat menjelang estrus tampak tanda klinis berupa - Tidak dekat sumber air (sumur ), terutama tempat Induk - Flushing an anak - Estrus
mencium-cium, mencoba menaiki sapi lain dan perubahan penampungan kotoran ternak Bunting - Penyapih 3 bulan - Siap Kawin
vulva menjadi merah, bengkak, hangat ( 6 – 10 jam ) Ukuran kandang ( 8 bl an - Jarak
- Pada sat estrus secara klinis tampak gerakan berdiri - Perekor ternak lebar 1,5 meter, panjang 2 meter dan ) beranak
dengan kaki belakang, gelisah, menguak, nafsu makan tinggi 2,5 meter b. Anak
menurun dan menaiki sapi lain, mengeluarkan lendir Bahan kandang - Dijual
transparan dan pupil mata melebar ( 12 – 28 jam, diakhiri - Bahan kandang murah dan kuat - Replecemant
dengan ovulasi ) - Lantai : lebih tinggi dari lingkungan sekitar, agar air tetap stock
- Pada saat setelah estrus sapi tidak mau dinaiki sapi lain, mengalir keluar
lendir masih keluar dari vulva, ovulasi telah berlangsung - Alas, Kedap air, tidak tergenang air 2. NonTeknologi - Penyapihan Induk
dan daya tahan hidup ovum selama 6 –8 jam. - Atap, Seng, genting dll anak lebih - Estrus
- Dinding, Untuk pelindung terhadap cuaca, dari bilik, tembok dll 6 bln terlambat
Perkawinan Lain-lain - Jarak
- Penggunaan sistem perkawinan dengan pedoman - Dilengkapi tempat pakan dan ,imu,, tidak langsung di atas beranak
perputaran, bila estrus tampak di pagi hari maka tanah dan mudah dijangkau oleh ternak panjang
perkawinan dilakukan paling lambat pada sore hari, untuk - Tempat penampungan kotoran terletak 2 – 3 m diluar kandang
kejadian estrus pada waktu yang lain maka waktu untuk - Ventilasi dan cahaya matahari cukup
perkawinan turut bergeser pada waktu yang berikutnya, - Kandang selalu dalam keadaan bersih dan kering.
setiap putaran memiliki jangka waktu kurang dari 18 jam
uyaitu waktu yang diperkitakan terjadi ovulasi. Analisa Usaha
- Pengaturan didalam sistem perkawinan sapi potong Nilai tambah pola pemeliharaan sapi potong Betina dalam
merupakan upaya menentukan waktu pelaksanaan yang upaya efisiensi adalah
tepat, sehingga jarak beranak dapat dicapai kurang dari
15,6 bulan, dengan perkiraan days open 3 bulan.
- Pengaturan perkawinan setelah post partus yaitu Uraian Introduksi Pencapaian Saran/hasil
perkawinan setalah melahirkan dilakukan pada estrus 1. Sapi 1.Teknologi - Estrus Siap kawin
kedua dengan perkiraan 60 hari setelah beranak, dara - Pakn umur 14
merupakan waktu yang diperlukan untuk maserasi uterus ( 12 Penguat Bl
sehingga uterus telah siap menerima kebuntingan Bl ) - Obat cacing - Kondisi Belum siap kawin
berikutnya. 2. NonTeknologi badan
- Kebuntingan post partum terjadi pada hari ke 80 – 90 baik
sehinga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif
memperpendek jarak beranak. Estrus Post partum yang - Estrus
baik terjadi antara 40 – 50 Hari. umur 18
- Jarak beranak pada sapi potong pada kondisi peternakan bl
rakyat adalah sangat tidak efisien yaitu sekitar 506 + 101,6
hari dan saat kawin kembali setelah beranak adalah 309,4 - Kondisi
+ 101,9 hari. Kondisi badan sapi potong dipeternakan badan
rakyat lebih banyak memiliki kondisi badan sedang-jelek. jlek.
- Malnutrisi penyebab terjadinya penurunan kemampuan
membersarkan anak, meningkatnya angka kematian
prenatal, lahir mati/lemah, estrus post partum lebih
panjang.

Keberhasilan perkawinan ditandai oleh :
- Tidak tampak tanda estrus pada periode berikutnya
- Pemeriksaan kebuntingan setelah umur kandungan 45 –
60 hari.

Perkandangan
Letak kandang
D:\budidaya\sapi betina.doc Copy : Ir. Bambang Indrawan
D:\budidaya\sapi betina.doc
Copy : Ir. Bambang Indrawan
D:\budidaya\sapi betina.doc
Copy : Ir. Bambang Indrawan