SKENARIO D BLOK VII

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas

Blok Imunologi dan Infeksi adalah blok ketujuh pada semester II dari Kurikulum Berbasis Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan studi kasus skenario D yang memaparkan kasus Bapak N, 35 tahun seorang pegawai bank swasta belum menikah datang ke UGD dengan keluhan utama sesak napas disertai batuk berdahak bercampur darah yang berwarna seperti karat, demam tinggi sejak 3 hari sebelum datang ke Rumah Sakit.

1.2

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu: 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

1

SKENARIO D BLOK VII
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial Tutor Moderator Sekertaris meja Sekertaris papan Waktu : dr. Nia Ayu Saraswati M.Pd.Ked : Syaifudin Baharsyah : Nidiah Syarifatul Hidayah : Mitra Aidina : 1. Senin, 15 Juli 2013 2. Rabu, 17 Juli 2013 Pukul. 08.00 – 10.00 WIB. Peraturan : 1. Alat komunikasi dinonaktifkan 2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan pendapat/ aktif 3. Mengacungkan tangan saat akan mengutarakan pendapat, 4. Izin terlebih dahulu saat akan keluar ruangan, 5. Tidak boleh membawa makanan dan minuman pada saat proses tutorial berlangsung 6. Dilarang memotong pembicaraan ketika ada yang sedang memberikan pendapat 7. Dilarang berbisik-bisik dengan teman 2.2 Skenario Kasus Bapak N, 35 tahun seorang pegawai bank swasta belum menikah datang ke UGD dengan keluhan utama sesak napas disertai batuk berdahak bercampur darah yang berwarna seperti karat, demam tinggi sejak 3 hari sebelum datang ke Rumah Sakit. Pemeriksaan fisik : KU : conjuntiva tidak anemis, sclera tidak ikterik
2

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

SKENARIO D BLOK VII
Leher Dada Jantung Paru : KGB tidak membesar : Penuh dengan tato : Dalam batas normal : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Hasil Laboratorium : Hb Leukosit Trombosit LED Urinalisis Foto rontgen : 10,6 gr/dl : 23000 sel/mm : 186000 sel/mm : 40 mm/jam : dalam batas normal : perselubungan pada lapangan tengah dan bawah paru kiri. 2.3 Klarifikasi Istilah 1. Batuk berdahak : Hembusan cepat udara dari paru-paru yang biasanya dalam rangka untuk membersihkan saluran udara paru-paru 2. Demam tinggi 3. Compos Mentis 4. Inspeksi 5. Palpasi 6. Perkusi : : : : : cairan, lender atau materi. Suhu tubuh lebih dari 38,5°C. Sadar sepenuhnya Tindakan merasakan dengan tangan Perbuatan mengetk sesuatu dengan ketukan pendek dan tajam sebagai cara untuk mengetahui keadaan yang ada : statis, dinamis dalam batas normal : stemfremitus meningkat pada lapangan tengah dan bawah paru kiri : Redup pada lapangan tengah dan bawah paru kiri : Vesikuler meningkat dan ronki basah sedang pada lapangan tengah dan bawah paru kiri, Whezing ( - )

Hitung jenis leukosit : 0/1/2/85/5/7

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

3

SKENARIO D BLOK VII
dibaliknya berdasarkan suara ketukan 7. Auskultasi : yang terdengar. Mendengarkan suara didalam tubuh terutama untuk memastikan kondisi organ didalam thorax atau abdomen 8. Whezing : dengan stetoscope. Suara pernafasan nyaring 9. Ronxi : yang frekuensi di tinggi akhir

terdengar

ekspirasi Bunyi tambahan yang dihasilkan oleh aliran udara melalui saluran pernafasan yang di isi secret atau eksudat. Pengujian sampel urinyang mengunngkapkan banyak

10. Urinalisis

:

dapat masalah

11. Stemfremitus 12. Vesikuler

: :

sistem kemih dan lainnya. Getraran yang terasa pada saat palpasi thorax. Memiliki frekuensi bunyi yang rendah seperti bunyi nafas normal pada paru selama ventilasi. Suatu tehnik yang digunakan untuk menciptakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel.

13. Foto rontgen

:

2.4 Identifikasi Masalah 2.5

2.6 Analisis Masalah dan Sintesis Masalah 1. a. Apa hubungan keluhan yang dialami dengan usia, status, pekerjaan bapak N? (kurniadi, desmia, awin )

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

4

SKENARIO D BLOK VII
b. Bagaimana patofisiologi sesak nafas ? (almira, nidiah, yolanda ) c. Bagaimana patofisiologi batuk berdahak bercampur darah berwarna seperti karat? ( bahar, bunga, shasti ) d. Bagaimana patofisiologi demam tinggi ? ( desmia, yolanda kurniadi ) e. Apa makna demam tinggi sejak 3 hari yang lalu ? (bahar, awin , mitra ) f. Bagaimana anatomi sistem pernafasan ? (almira, nidiah , bunga) g. Bagaimana fisiologi sistem pernafasan ? ( mitra, desmia , kurniadi) h. Apa penyebab keluhan yang dialami bapak N ? ( bahar, yolanda, sasti) 2. a. Bagaimana interpretasi dari hasil pemerikasaan fisik bapak N ? ( sasti, nidiah, desmia) b. Bagaimana mekanisme dari hasi pemeriksaan fisik bapak N ? (bunga,mitra, almira) 3. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik bapak N ? ( awin, bahar, yolanda) b. Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan fisik bapak N ?(bunga, desmia, almira, ) c. Adakah hubungan dada yang penuh dengan tato dengan keluhan yang dialami bapak N ? (bahar , nidiah, sasti) d. Bagaimana tehnik melaksanakan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi ? (kurniadi, yolanda, bunga) e. Mengapa terjadi stemfremitus meningkat ? (awin, desmia,mitra) f. Apa makna stemfremitus meningkat ?( sasti, almira, nidiah) g. Kapan stemfremitus bisa meningkat dan menurun ?(bahar, mitra, yolanda) h. Bagaimana cara pemeriksaan stemfremitus ?(desmia, bahar, bunga) i. Apa saja macam-macam bunyi suara pernafasan ?(nidiah, sasti, kurniadi) Jawab :

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

5

SKENARIO D BLOK VII
Bunyi tambahan 1.bunyi diskontinu (crackles atau rales) merupakan bunyi yang intermitten (terputus-putus), non musikal dan singkat seperti titiik-titik disepanjang waktu. 2.bunyi kontinu terdengar selama > 250 mdet , terutama lebih lama dari dari pada crackles –mirip garis2 pendek disepanjang waktu –tetapi tidak selalu bertahan diseluruh siklus. a. mengi merupakan bunyi mengi yang relatif bernada tinggi (sekitar 400hz atau lebih) dan memiliki sifat seperti bunyi peluit atau bunyi bergetar. b. ronki merupakan bunyi yang relatif bernada rendah (sekitar 200 Hz ataukurang) dan memiliki sifat seperti bunyi dengkuran. Sumbernya sama bates

j. Apa makna pemeriksaan perkusi redup ?(almira, mitra, awin) Jawab : Bunyi redup pada pemeriksaan perkusi ini menandakan bahawa pada pemeriksaan ini adalah abnormal, karena pada dasarnya bunyi perkusi paru yang baik adalah sonor. Tolong dibeneri kalimatnya ya hheee pkoknya intinya kyak gtu k. Kapan Jawab : Suara redup pada pemeriksaan perkusi terdengar apabila terdapat cairan atau benda padat menggantikan paru –paru yang berisi udara atau menempati rongga pleura dibawah jari-jari tangan saat melakukan perkusi. l. Mengapa bisa terjadi suara redup ? ( kurniadi, nidiah, desmia) Jawab : terjadi suara redup pada pemeriksaan perkusi ? (bunga, baharyolanda)

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

6

SKENARIO D BLOK VII
Bunyi redup ketika diperkusi akan menggantikan bunyi sonor jika cairan atau jaringan padat menggantikan paru yang berisi udara atau menempati rongga pleura. Karena biasanya cairan pleura mengendap kebagian rongga pleura yang paling rendah (disebelah posterior pada pasien yang berbaring terlentang), hanyan efusi pleura yang sangat luas yang bisa terdeteksi dengan perkusi pada dada anterior. Contohnya meliputi pneumonia lobaris dengan alveoli paru terisi dengan cairan dan sel darah ; dan penimbunan cairan serosa didalam rongga pleura (efusi pleura), darah (hemotoraks), pus (empiema), jaringan fibrosa atau tumor. Sumber : Bates B. A Guide to Physical Examination and History Taking. 2009. m. Apa makna vesikuler meningkat dan ronki basah sedang ? ( almra, bahar, bunga) n. Mengapa bisa terjadi vesikuler meningkat dan ronki basah sedang ? ( kurniadi, mitra, yolanda) o. Bagaimana cara pemeriksaan vesikuler dan ronki ? (sasti , nidiah , almira) 4. a. Apa interpretasi dari pemeriksaan laboratorium bapak N ? ( desmia, bunga, bahar) Jawab : b. Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan laboratorium ? ( mitra , almira nidiah) c. Bagaimana tehnik pemeriksaan foto rontgen ?( awin, yolanda , sasti) d. Bagaimana pandangan islam pada kasus ini ? ( semua)
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

7

SKENARIO D BLOK VII

5. a. Apa gangguan yang mungkin terjadi ? (semua) b. Apa gangguan yang paling mungkin terjadi ? (semua) c. Apa pemeriksaan penunjang pada kasus ini ? (bunga , almira, yolanda) d. Apa etiologi pada kasus ini ? (nidiah, kurniadi , awin) e. Bagaimana epidemiologi pada kasus ini ? ( sasti, mitra desmia) f. Bagaimana talaksanaan secara komperhensif pada kasus ini ? ( bahar, nidiah, almira) g. Apa yang terjadi bila tidak diatasi secara komperhensif ? (yolanda bunga kurniadi) h. Apa komplikasi yang mungkin terjadi pada kasus ini ? (mitra, desmia, bahar) i. Bagaimana Kompetensi Dokter Umum pada kasus ini ? (semua) j. Apakah perlu intervensi mendalam untuk tatalaksana kasus ini ? (almira, desmia, nidiah) k. Jika iya, bagaimana memberikan penjelasan dan izin dari pasien untuk tindak lanjutan ? (sasti, yolanda , awin) l. Apakah gangguan ini bisa diatasi sampai tuntas dan bagaimana peluangnya (prognosis) ? ( nidiah, almira, bahar)

2.7 Kerangka Konsep Bapak N 35 tahun Infeksi saluran pernafasan

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

8

SKENARIO D BLOK VII

Batuk berdahak 2.8 Hipotesis

sesak nafas

demam tinggi

Bapak N 35 tahun menderita sesak nafas dengan batuk berdahak bercampur darah yang berwarna seperti karat dan demam tinggi karena infeksi saluran pernafasan. 2.8 Learning Issue

Blok VII “Imunologi dan Infeksi”

9

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful