BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penelitian Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kesejahtraan klien. Praktik hygiene seseorang dipengaruhi oleh faktor pribadi, sosial dan budaya. Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Sebagai seorang perawat hal terpenting yang perlu diperhatikan selama perawatan hygiene klien adalah memberikan kemandirian bagi klien sebanyak mungkin, memperhatikan

kemampuan klien dalam melakukan praktik hygiene, memberikan privasi dan penghormatan, serta memberikan kenyamanan fisik kepada klien. Di Indonesia, terdapat undang-undang tersendiri yang mengatur

kesejahteraan lanjut usia, yaitu undang-undang No 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Dasar pertimbangan dalam undang-undang ini, antara lain adalah bahwa pelaksanaan pembangunan yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945, telah menghasilkan kondisi sosial masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup meningkat, sehingga jumlah lanjut usia main bertambah. Undang-undang ini direlisasikan dalam pembangunan panti khusus bagi lansia. Contohnya yaitu Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi (Depsos RI, 2007).

1

baik secara biologis maupun psikologis. 2009). mandi.Penduduk lanjut usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup (Setiawan.2 tahun.9 juta jiwa dengan usia harapan hidup 67. proporsi lansia relatif meningkat dibandingkan populasi usia muda (Stanley. sedangkan penuaan dari lahir sampai mati. Jumlah penduduk lansia diindonesia pada tahun 2006 sebesar kurang lebih 19 juta jiwa dengan usia harapan hidup 66. Memberikan perawatan untuk lansia selain harus telaten. dimulai dari bangun tidur. 2009). Menjadi tua dan lemah adalah siklus hidup yang akan dilakukan oleh semua manusia. 2009). dan masa tua.1 tahun ( Effendi. pada fase ini kondisi fisik dan akal biasa dikatakan kembali seperti anakanak. Hal yang membuat berbeda dengan perawatan lain adalah rasa hormat yang harus ditunjukan karena orang yang kita rawat memiliki pengalaman dan usia 2 . Usia individu tidak dapat dielakkan terus bertambah dan berlangsung konstan dari lahir sampai mati. masa dewasa. 2006). Penurunan kondisi psikis pada lansia disebabkan karena demensia dimana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi ADL (Activity of Daily Living) yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri. Pada hakikatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya. sedangkan penuaan dalam masyarakat tidak seperti itu. Sedangkan pada tahun 2020 diprediksi jumlah lansia sebesar 28.8 juta jiwa dengan usia harapan hidup 71. diprediksi jumlah lansia sebesar 23. berpakaian dan seterusnya (Mubarak. Pada tahun 2010. Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis.4 tahun. Tiga tahap ini berbeda. yaitu : masa anak. sabar dan penuh kasih sayang.

2008:32). agar tujuan meningkatnya kualitas hidup lansia dapat tercapai (Nuvry. Pada saat orang tua terpisah dari anak serta cucunya. menjelaskan bahwa para lansia yang dititipkan di panti pada dasarnya memiliki sisi negatif dan positif. 3 . apa pun alasanya tinggal dirumah masih jauh lebih baik daripada dipanti. Hal penting yang harus ditingkatkan. lingkungan panti dapat memberikan kesenangan bagi lansia. maka sampai ajal menjemput mereka masih dapat berbuat banyak bagi kepentingan semua orang (Maryam. jauh di lubuk hati mereka merasa jauh lebih nyaman berada didekat keluarganya. sehingga kebersamaan ini dapat mengubur kesepian yang biasanya mereka alami. (Nugroho. Dkk. Parwati (2009). Faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian lansia dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari – hari. 2008). Tingkat kemandirian di pengaruhi oleh faktor – faktor berikut ini : lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 thn (Meriam. Akan tetapi. Diamati dari sisi positif.R. Siti. R. 2004). 2008:41). Negara Indonesia yang masih menjunjung tinggi kekeluargaan. Sosialisasi lingkungan yang memiliki tingkat usia sebaya akan menjadi hiburan tersendiri.Siti. seperti : Usia. dan mudah jatuh. maka muncul perasaan yang tidak berguna (useless) dan kesepian. Imobilitas. Jika lansia dapat mempertahankan pola hidup serta cara dia memandang suatu makna kehidupan.yang jauh diatas kita. Padahal mereka yang sudah tua masih mampu mengaktualisasikan potensinya secara optimal. Menurut Soepangat.

berat . muncul masalah berupa sejauh mana tingkat kemampuan perawatan diri lansia dan perubahan konsep diri apa saja yang terjadi pada lansia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemampuan Perawantan Diri Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Bandung”. dan total care (ketergantungan ringan. partial care.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka timbul pertanyaan yang hendak dijawab pada penelitian ini. Dengan tingkat kemampuan perawatan diri yang berbeda yaitu ada yang minimal care. terdapat sekitar 33 orang lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Bandung.3 Maksud Dan Tujuan Penelitian 4 . dan untuk membuat perencanaan dimasa yang akan dating (Stanley. untuk mempengaruhi kebijakan kesehatan dan untuk mengevaluasi standar praktik keperawatan gerontik. Berdasarkan latar belakang diatas. dan total). Dari data yang diperoleh dari pra penelitian. 1.FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA Seiring dengan bertambahnya usia populasi kita. 2006). sedang. yaitu : Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kemampuan perawatan diri pada lansia di panti sosial tresna werdha bandung ? 1. perawat perlu untuk memeriksa kebutuhan lansia.

Untuk mengetahui gambaran faktor-faktor perawatan diri pada lansia di panti sosial tresna werdha bandung b.1 Tujuan umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan perawatan diri pada lansia di panti sosial tresna werdha bandung 1.4.Sehubungan dengan masalah di atas.2 Praktis a. maka penelitian ini bertujuan : 1.4.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk : 1.1 Teoritis Pengembangan ilmu pengetahuan bidang kesehatan terutama pada lansia.3. Bidang pendidikan Diharapkan penelitian ini memberikan masukan bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan keperawatan yang akan dilakukan tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan perawatan diri pada lansia. Untuk mengetahui gambaran tingkat kemampuan perawatan diri pada lansia di panti sosial tresna werdha bandung 1. 5 .3. 1.2 Tujuan khusus a. b. Untuk panti Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada lansia.

5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah tentang “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemampuan Perawatan Diri Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Bandung” dari tanggal.c. Budi . 1. gerontik.2010. Manfaat Bagi Peneliti Untuk menambah pemahaman dan pendalaman peneliti tentang Faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan perawatan diri lansia di panti wredha. Jakarta : EGC 6 . Utomo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful