SENJA TEPIAN KOTA Yahhh, lama tak manikmati suasana seperti ini.

Yak, sore tadi aku baru saja menikmati sunset yang telah lama tak aku jumpai. Kali ini suasananya berbeda, karena aku tak perlu pergi jauh2 ke pantai ataupun naik keatas gunung. Cukup disebuah dataran tinggi di ujung utara kota solo. Setelah hujan dari siang sampai menjelang maghrib itu mereda dan menyisakan rintik2 kecil, aku berusaha pulang dari SMA 3, dengan pelan2 karena takut air dijalanan itu mengotori kakiku, perlahan aku mulai menjauhi pusat kota solo dan mulai masuk ke daerah pedesaan yang jalannya mulai rusak. Anehnya setelah sampai disuatu tempat yang dikenal dengan nama lembah hijau itu, aku menoleh kearah kiri dan melihat mega merah yang membumbung tinggi yang terpancar dari sebuah matahari yang nyaris tenggelam. Ya, inilah sunset yang begitu indah, warna megah itu menghiasi langit barat yang terlihat pula menyinari gunung merapi dan merbabu. Memang aku selalu memuja kekuasaan tuhan yang satu ini, aku selalu berharap dapat menikmati matahari tenggelam setiap sorenya. Karena dengan melihat sunset ini, tanpa sadar aku merasa lebih damai dan bahagia. Apalagi sunset kali ini muncul disaat hujan rintik masih membasahi motor dan jalanan yang ada. Tapi, ada yang kurang dari sunset ini. Aku hanya mampu menikmatinya sendiri, jadi perasaan senang itu tak seperti saat melihatnya beberapa tahun lalu bersama beberapa temanku. Oke, 6 atau 7 tahun lagi, aku akan kembali menikmati sunset ini bersamamu [galau]. Karena saking asiknya menikmati tiba2 adzan maghrib terdengar, dan aku nggak berani berlama2 disana saat petang datang. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan hati gembira sambil bernyanyi dan berteriak sesuka hati. Yah, inilah sore spesialku. Inilah sore yang tak selalu aku dapatkan, jadi istimewa rasanya bisa menikmati. SEMOGA MASIH DAPAT KETEMU SUNRISE DAN SUNSET SELANJUTNYA . . . . . . . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful