You are on page 1of 2

Takikardi pada Penggunaan Obat Golongan Beta-2-Agonis pada Pasien Asma

Obat-obatan golongan Beta-2-agonis digunakan sebagai terapi simpatomimetik pada pasien dengan asma. Albuterol, terbutalin, metaproteranol merupakan obat inhalasi yang dapat memacu bronkodilatasi. Obat-obatan golongan beta agonis bekerja dengan mengikat adrenoreseptor beta yang terdapat di jantung dan bronkus. Adrenoreseptor beta pada jantung terdapat pada jarungan nodus jantung, system konduksi dan miosit. Jantung memiliki adrenoreseptor beta-1 dan beta-2, meskipun yang dominan adalah beta 1.

Ketika seseorang menggunakan obat-obatan golongan beta-2-agonis, maka akan terjadi aktivasi cAMP yang akan membuka pintu ion kalsium sehingga memacu masuknya ion kalsium ke dalam sel. Pada bronkus, hal ini akan mengakibatkan terjadinya bronkodilatasi. Meskipun begitu pintu ion kalsium yang pada jantung juga dapat terbuka akibat ikatan pada reseptor beta-2 yang terdapat di jantung, meskipun tidak sedominan beta-1. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan kalsium pada reticulum saroplasmik jantung sehingga terjadi kontraksi jantung. Selain itu terjadi juga terbuka kanal kalsium akan memacu terjadinya peningkatan denyut jantung akibat pengaruh dari pacemaker di sinoatrial node.

Vasodilatasi perifer ini akan merangsang jantung untuk meningkatkan frekuensi sehingga terjadi takikardi sekunder.Selain itu rangsangan pada reseptor beta-2 akan memacu relaksasi otot vaskular maupun non-vaskular. 10th Ed.com/cardiostimulatory/beta-agonist. Hal ini akan memacu penurunan tekanan di dalam pembuluh darah. Chapter 2: AdrenoreceptorActivating & Other Sympathomimetic Drugs.htm . Basic and Clinical Pharmacology. Sumber: Katzung. B. http://cvpharmacology. (2006).