You are on page 1of 2

Asal Mula Danau Lipan November 8, 2007Cerita Rakyat Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong

ibukota Kabupate n Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan n ama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi sema k dan perdu. Dahulu kala a itu ialah enua Lawas. ungi karena kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketik di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama B Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunj terletak di tepi laut.

Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain ka rena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya. Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan be rlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke dara t untuk melamar Putri jelita. Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak menget ahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara meny esap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing. Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-ol ah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuai kan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, Betapa hinanya seorang putri be rjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing. Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pul a pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang d iterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus deng an segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera me nuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghan curkan kerajaan dan menawan Putri. Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelomba ng pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih. Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk den gan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan d imenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya. Putri pun segera makan sirih seraya berucap, Kalau benar aku ini titisan raja sak ti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya. Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepa h dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap ma ta sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besa r, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk. Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinas

akan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mere ka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman h idup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cin a. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan ak hirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga. Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bers amaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yan g kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemud ian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan. Sumber: http://www.seasite.niu.edu