You are on page 1of 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Permasalahan kesehatan di Indonesia masih sangat banyak dan sulit untuk dibenahi, yang utama adalah masalah pembiayaan. Pembiayaan kesehatan yang kuat, stabil dan berkesinambungan memegang peranan yang amat vital untuk

penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai berbagai tujuan penting dari pembangunan kesehatan di suatu negara diantaranya adalah pemerataan pelayanan kesehatan dan akses dan pelayanan yang berkualitas. Di Indonesia, masalah pembiayaan kesehatan masih menjadi topik aktual dalam permasalahan di bidang kesehatan. Biaya perawatan masih menjadi priotitas utama di beberapa rumah sakit dan tidak mengindahkan kondisi pasien yang datang berobat. Masalah pembiayaan ini sangat rumit dan sulit dicari penyelesaiannya. Dalam hal ini yang menjadi korban adalah masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi tidak memiliki biaya. Semakin banyak pasien yang tidak mampu yang terpaksa tidak dapat menerima pengobatan hanya karena tidak memiliki uang muka untuk pengobatan. Pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan yang berkaitan dengan pemecahan masalah ini, seperti dengan mengeluarkan beberapa peraturan

perundangan. Salah satunya telah disebutkan pada UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah mewajibkan fasilitas layanan kesehatan agar mendahulukan upaya penyelamatan pasien. Meskipun sudah banyak aturan dan anjuran agar fasilitas kesehatan mendahulukan pertolongan kepada pasien, namun penolakan layanan kepada pasien dengan alasan ekonomi masih kerap terjadi. Telah dijelaslkan pula dalam undangundang bahwa rumah sakit memiliki fungsi sosial yang tidak dapat dilepaskan dengan fungsi rumah sakit lainnya.

Page 1

Alasan klasik yang sering di utarakan rumah sakit adalah masalah biaya operasional rumah sakit. Inilah salah satu dilema yang dihadapi rumah sakit dalam melakukan layanan kesehatan bagi warga tidak mampu. Jika melayani warga yang tak mampu membayar, tentu rumah sakit akan kehilangan penghasilan. Dan, ini akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan operasional RS itu sendiri. Ini merupakan dilema yang berat bagi rumah sakit. Program pemerintah yang dibuatpun harus dibuat sebijaksana dan seefektif mungkin agar tercipta rasa adil bagi rumah sakit dan tentunya masyarakat. Sehingga tujuan pembiayaan kesehatan yang adalah tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna, untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat tercapai. Dari pemaparan di atas, kami mencoba menelaah sebuah kasus yang bisa dijadikan contoh kasus yang terjadi di Indonesia yang berhubungan dengan pembiayaan Rumah Sakit. Berikut ini adalah kasusnya :
Pasien Miskin dan Jaminan Sosial Senin, 7 Juni 2010

Meski sudah banyak aturan dan anjuran agar fasilitas kesehatan mendahulukan pertolongan kepada pasien, namun penolakan layanan kepada pasien dengan alasan ekonomi masih kerap terjadi. Kasus penolakan terhadap Elsa Ainurohmah, bayi berusia enam bulan, putri pasangan Paidi (34) dan Septi Nuraini (30) oleh RS Sari Asih, Karawaci Tangerang, beberapa waktu lalu, misalnya, menambah panjang catatan hitam kasus serupa di Tanah Air. Bayi mungil itu tidak mendapatkan layanan medis semestinya karena orangtuanya tak mampu menyanggupi uang muka Rp 10 juta yang diminta pihak rumah sakit. Akhirnya, orangtuanya memutuskan untuk memindahkan Elsa ke RSU Tangerang. Namun, akibat terlambat mendapatkan layanan medis, Elsa meninggal sebelum tiba di RSU Tangerang.

Page 2

Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dari mata kuliah BHP 6 Untuk menjawab Identifikasi masalah yang ada.4 Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam pembentukan makalah ini yaitu dengan menjabarkan secara rinci mengenai masalah Pembiayaan Rumah Sakit. Page 3 . Bagaimana tinjauan medikolegal. 2. 1. Adakah undang-undang atau aturan hukum di Indonesia yang mengatur tentang pembiayaan rumah sakit? 4. Salah satu sarana menambah wawasan bagi mahasiswa Kedokteran Unisba khususnya dan diharapkan dapat juga membantu masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai Pembiayaan Rumah Sakit ini. bioetika dan pandangan agama Islam dalam pembiayaan rumah sakit? 1. Bagaimanakah seharusnya pembiayaan pelayanan kesehatan? 2. Bagaimanakah peranan asuransi dalam pembiayaan rumah sakit? 5. kemudian setelah itu merumuskan data yang sudah didapat dan membahasnya sesuai dengan rumusan masalah yang ada.1. kami mencoba mengidentifikasi beberapa masalah. 3. Bagaimanakah standart mekanisme pembiayaan rumah sakit di Indonesia? 3. diantaranya : 1. yaitu: 1.2 Identifikasi Masalah Dari paparan latar belakang diatas. Dalam pembahasannya diawali dengan mencari data yang mendukung tentang Pembiayaan Rumah Sakit melalui kajian pustaka dan pencarian data di internet.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah ini.

Pembiayaan Kesehatan 3.BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. Sumber Daya Manusia Kesehatan 4. Konsepsi Visi Indonesia Sehat 2010. Minimnya Anggaran Negara yang diperuntukkan bagi sektor kesehatan. 2. Pemberdayaan Masyarakat 6.1. pembangunan kesehatan sesungguhnya bernilai sangat investatif. yang bila terabaikan akan menimbulkan rangkaian problem baru yang justru akan menyerap keuangan negara lebih besar lagi. Manajemen Kesehatan Page 4 .1. Tanpa kesehatan. juga demikian. pada beberapa kasus. Dalam kehidupan berbangsa. Sumber Daya Obat dan Perbekalan Kesehatan 5. Upaya Kesehatan 2. pada prinsipnya menyiratkan pendekatan sentralistik dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Nilai investasinya terletak pada tersedianya sumber daya yang senatiasa “siap pakai” dan tetap terhindar dari serangan berbagai penyakit. Negara. masih banyak orang menyepelekan hal ini. sebuah paradigma yang nyatanya cukup bertentangan dengan anutan desentralisasi.1. Sejenis pemborosan baru yang muncul karena kesalahan kita sendiri. Sistem Kesehatan Nasional Sistem Kesehatan Nasional (SKN) terdiri atas : 1. Pembiayaan Pelayanan Kesehatan (Health Care Financing) Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dalam proses kehidupan seseorang. dapat dipandang sebagai rendahnya apresiasi akan pentingnya bidang kesehatan sebagai elemen penyangga. tidak mungkin bisa berlangsung aktivitas seperti biasa. dimana kewenangan daerah menjadi otonom untuk menentukan arah dan model pembangunan di wilayahnya tanpa harus terikat jauh dari pusat. Namun.

Relatif ketatnya birokrasi di lingkungan departemen kesehatan dan instansi turunannya. Berbagai hal bias dianggap sebagai pemicunya. Oleh karena itu reformasi kebijakan kesehatan di suatu negara seyogyanya memberikan fokus penting kepada kebijakan pembiayaan kesehatan untuk menjamin terselenggaranya kecukupan (adequacy). kelemahan ini bukannya tertutupi dengan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien akibatnya. juga karena kesehatan belum menjadi komoditas politik yang laku dijual di negeri yang sedang mengalami transisi demokrasi ini. Kedua. terdapat beberapa faktor penting dalam pembiayaan kesehatan yang mesti diperhatikan. besaran (kuantitas) anggaran pembangunan kesehatan yang disediakan pemerintah maupun sumbangan sektor swasta. Ironisnya. tujuan utama kebijakan dan program aksi itu pada umumnya adalah dalam area sebagai berikut: 1. Selain karena rendahnya kesadaran pemerintah untuk menempatkan pembangunan kesehatan sebagai sector prioritas. tantangan. pemerataan (equity). dapat disangka sebagai biang sulitnya mengejar transparansi dan akuntabilitas anggaran di wilayah ini. Meningkatkan investasi dan pembelanjaan publik dalam bidang kesehatan Page 5 . Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sendiri memberi fokus strategi pembiayaan kesehatan yang memuat isu-isu pokok. efisiensi (efficiency) dan efektifitas (effectiveness) dari pembiayaan kesehatan itu sendiri. Pertama. diakui banyak pihak. Peran serta masyarakat dalam pembahasan fungsionalisasi anggaran kesehatan menjadi sangat minim. stabil dan berkesinambungan memegang peranan yang amat vital untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai berbagai tujuan penting dari pembangunan kesehatan di suatu negara diantaranya adalah pemerataan pelayanankesehatan dan akses (equitable access to health care) dan pelayanan yang berkualitas (assured quality) . jika tak mau disebut tidak ada sama sekali. bukan tanpa alasan. Pembiayaan kesehatan yang kuat. banyak kita jumpai penyelenggaraan program-program kesehatan yang hanya dilakukan secara asal-asalan dan tidak tepat fungsi. Terbatasnya anggaran kesehatan di negeri ini.Sebagai subsistem penting dalam penyelenggaraan pembanguan kesehatan. tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan (fungsionalisasi) dari anggaran yang ada.

menghilangkan hambatan biaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kekuatan dan kelemahan alternatif-alternatif tersebut perlu ditelaah dengan melibatkan para pelaku di tingkat pelayanan. Implementasi strategi pembiayaan kesehatan di suatu negara diarahkan kepada beberapa hal pokok yakni. Strategi Pembiayaan Kesehatan Mekanisme pembayaran (payment mechanism). Penggalian dukungan nasional dan internasional 5. Pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan yang didasarkan pada data dan fakta ilmiah 7. Tujuan pembiayaan kesehatan adalah tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi. kecuali untuk pelayanan persalinan yang oleh bidan di klaim ke Puskesmas atau Kantor Pos terdekat. yang dilakukan selama ini adalah provider payment melalui sistem budget. dicoba dikembangkan JPKM Page 6 . Penguatan kerangka regulasi dan intervensi fungsional 6. Informasi tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing cara tersebut juga merupakan masukan penting untuk melengkapi kebijakan perencanaan dan pembiayaan pelayanan kesehatan penduduk miskin. Pemantauan dan evaluasi. peningkatan efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya (resources) serta kualitas pelayanan yang memadai dan dapat diterima pengguna jasa. untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. kesinambungan pembiayaan program kesehatan prioritas. 2. pemerataan dalam akses pelayanan. Pengembangan skema pembiayaan praupaya termasuk didalamnya asuransi kesehatan sosial (SHI) 4. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna.1. Alternatif lain adalah empowerment melalui sistem kupon. Alternatif Sumber Pembiayaan: Prospek Asuransi Kesehatan Dalam penyaluran dana JPS-BK tahun 2001.2. reduksi pembiayaan kesehatan secara tunai perorangan (out of pocket funding).2. Mengupayakan pencapaian kepesertaan semesta dan penguatan permeliharaan kesehatan masyarakat miskin 3.

Berdasarkan pengalaman tersebut diketahui bahwa salah satu prinsip pokok asuransi tidak bisa diterapkan. dokter gigi. Pengalaman empiris menunjang bahwa kegiatan preventif lebih efektif meningkatkan status kesehatan ketimbang curative care 3. apoteker. ada di bawah depkes 3. exercise. sadar untuk alokasi preventif 2. Pendapatan perkapita negara yang tinggi. Dalam prinsip ini risiko ditanggung peserta dari berbagai tingkatan. yaitu “pooling of risk”. Curative vs Preventive Care 1.sering salah Beberapa Alasan mengapa Preventif tidak menjadi Prioritas: 1. Negara berkembang cenderung alokasi lebih besar ke kuratif dibanding preventif – immediate needs 2. Pendidikan dan Pelatihan 1. 4 pemberian ”premi” sebesar Rp 10. tenaga analis. bidan. Sebagian besar dana (pemerintah & swasta) dialokasikan ke program kuratif. Pendidikan untuk tenaga kesehatan : dokter. Pendidikan untuk tenaga kesehatan: perawat.1. ada di bawah diknas 2. 2.000/Gakin (dan dipotong 8% oleh Badan Pelaksana JPKM) tidak didasarkan pada perhitungan risiko finansial mengikuti prinsip-prinsip aktuarial yang profesional. tidak hanya oleh penduduk miskin. public health. Persepsi preventive.3.4. Selain itu. karena dalam praktik yang dilakukan hanyalah pemberian jasa administrasi keuangan yang dikenal sebagai TPA (Third Party Administration). bisa ditunda karena tidak immediate needs. spesialis. tingkat pendidikan yang lebih tinggi . dll. Ukuran preventif tidak selalu berkaitan langsung dengan kesehatan.(Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) sebagai wadah penyaluran dana JPS-BK. Pendidikan dan kesehatan militer: Pendidikan untuk pengobatan alternatif Page 7 . Tenaga kesehatan lebih terlatih untuk memberi pelayanan kuratif dari pada preventif 3.1. seperti diet. Upaya tersebut umumnya tidak berhasil. 4. 2.

untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. masyarakat. 2.1. regulasi dan kelembagaan yang digunakan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya penggalian. Dana yang tersedia harus mencukupi dan dapat dipertanggung-jawabkan. Alokasi dana yang berasal dari pemerintah untuk Page 8 .7.1. Pembiayaan kesehatan pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama pemerintah.6. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan. Unsur-unsur Pembiayaan Kesehatan a.1. maupun masyarakat yang mencakup mekanisme penggalian. Sumber daya Sumber daya pembiayaan kesehatan terdiri dari: SDM pengelola. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. standar. Prinsip Subsistem Pembiayaan Kesehatan a. maupun swasta serta sumber lainnya yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan. Tujuan dari penyelenggaraan subsistem pembiayaan kesehatan adalah tersedianya pembiayaan kesehatan dalam jumlah yang mencukupi. Pembiayaan Kesehatan Dalam Sistem Kesehatan Nasional Subsistem pembiayaan kesehatan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan berbagai upaya penggalian. 2. Pengelolaan Dana Kesehatan Prosedur/Mekanisme Pengelolaan Dana Kesehatan adalah seperangkat aturan yang disepakati dan secara konsisten dijalankan oleh para pelaku subsistem pembiayaan kesehatan. b.5. swasta. c. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan. merata dan termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna.2. Dana Dana digali dari sumber pemerintah baik dari sektor kesehatan dan sektor lain terkait. teralokasi secara adil. dan swasta. dari masyarakat. baik oleh Pemerintah secara lintas sektor.

maupun swasta yang harus digali dan dikumpulkan serta terus ditingkatkan untuk menjamin kecukupan agar jumlahnya dapat sesuai dengan kebutuhan. berhasilguna dan berdayaguna. transparan. serta yang tidak diminati swasta. Dana kesehatan diperoleh dari berbagai sumber. berkelanjutan. c. Adapun pembelanjaan dana kesehatan dilakukan melalui kesesuaian antara perencanaan pembiayaan kesehatan. baik Pusat maupun daerah. masyarakat. Dana kesehatan diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan perorangan dan masyarakat melalui pengembangan sistem jaminan kesehatan sosial. khususnya diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan dengan mengutamakan masyarakat rentan dan keluarga miskin. maka sistem pembayaran pada fasilitas kesehatan harus dikembangkan menuju bentuk pembayaran prospektif.upaya kesehatan dilakukan melalui penyusunan anggaran pendapatan dan belanja. dikelola secara adil. d. serta menjamin terpenuhinya ekuitas. akuntabel. Dana Pemerintah ditujukan untuk pembangunan kesehatan. dan mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku. baik dari pemerintah. Dalam menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan dana kesehatan. sehingga dapat menjamin terpeliharanya dan terlindunginya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. penguatan kapasitas manajemen perencanaan anggaran dan kompetensi pemberi pelayanan kesehatan dengan tujuan pembangunan kesehatan. b. pulau-pulau terluar dan terdepan. Selain itu. Setiap dana kesehatan digunakan secara bertanggung-jawab berdasarkan prinsip pengelolaan kepemerintahan yang baik (good governance). daerah terpencil. Pembiayaan kesehatan untuk orang miskin dan tidak mampu merupakan tanggung jawab pemerintah. perbatasan. Pemberdayaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan diupayakan melalui penghimpunan secara aktif dana sosial untuk kesehatan (misal: dana sehat) atau Page 9 . sekurang-kurangnya 5% dari PDB atau 15% dari total anggaran pendapatan dan belanja setiap tahunnya. transparan. program-program kesehatan yang mempunyai daya ungkittinggi terhadap peningkatan derajat kesehatan menjadi prioritas untuk dibiayai. memperhatikan subsidiaritas dan fleksibilitas.

dana yang bersumber dari swasta dihimpun dengan menerapkan prinsip public-private partnership yang didukung dengan pemberian insentif. swasta. a.1. 2. pengalikasian. Pengalokasian Dana Page 10 . dan pembelanjaan pembiayaan kesehatan di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. pajak khusus. pemerintah menyediakan dana perimbangan (maching grant) bagi daerah yang kurang mampu. serta berbagai sumber lainnya. Penggalian dana untuk pelayanan kesehatan perorangan dilakukan dengan cara penggalian dan pengumpulan dana masyarakat dan didorong pada bentuk jaminan kesehatan. bersumber dari pemerintah. Perencanaan dan pengaturan pembiayaan kesehatan dilakukan melalui penggalian dan pengumpulan berbagai sumber dana yang dapat menjamin kesinambungan pembiayaan pembangunan kesehatan. dan sumber lainnya.memanfaatkan dana masyarakat yang telah terhimpun (misal: dana sosial keagamaan) untuk kepentingan kesehatan.8. dana APBN/APBD. Dalam hal pengaturan penggalian dan pengumpulan serta pemanfaatan dana yang bersumber dari iuran wajib. menggunakannya secara efisien dan efektif. penggalian dana yang bersumber dari masyarakat dihimpun secara aktif oleh masyarakat sendiri atau dilakukan secara pasif dengan memanfaatkan berbagai dana yang sudah terkumpul di masyarakat. dana dari masyarakat. dan sumber lainnya. bantuan atau pinjaman yang tidak mengikat. Penyelenggaraan Pembiayaan Kesehatan Subsistem pembiayaan kesehatan merupakan suatu proses yang terus-menerus dan terkendali. masyarakat. e. agar tersedia dana kesehatan yang mencukupi dan berkesinambungan. Pada dasarnya penggalian. mengalokasikannya secara rasional. pemerintah harus melakukan sinkronisasi dan sinergisme antara sumber dana dari iuran wajib. Namun untuk pemerataan pelayanan kesehatan. Penggalian dana Penggalian dana untuk upaya pembangunan kesehatan yang bersumber dari pemerintah dilakukan melalui pajak umum. b.

2. Pembelanjaan Pemakaian dana kesehatan dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis maupun alokatif sesuai peruntukannya secara efisien dan efektif untuk terwujudnya pengelolaan pembiayaan kesehatan yang transparan. Pembelanjaan dana kesehatan diarahkan terutama melalui jaminan kesehatan. Kondisi ini akan memberikan dampak yang serius bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit karena sebagai organisasi yang beroperasi setiap hari. baik yang bersifat wajib maupun sukarela. c. Sedangkan pengalokasian dana untuk pelayanan kesehatan perorangan dilakukan melalui kepesertaan dalam jaminan kesehatan. akuntabel serta penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance). likuiditas keuangan merupakan hal utama dan dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari. dan terus ditingkatkan jumlah pengalokasiannya sehingga sesuai dengan kebutuhan. Rumah Sakit milik pemerintah dihadapkan pada masalah pembiayaan dalam arti alokasi anggaran yang tidak memadai sedang penerimaan masih rendah dan tidak boleh digunakan secara langsung. Berbagai permasalahanpermasalahan tersebut di atas merupakan tantangan bagi pengelola rumah sakit pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan dalam menggali sumber dana yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional dan pengembangan rumah sakit. Pengalokasian dana yang dihimpun dari masyarakat didasarkan pada asas gotongroyong sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat. Hal ini termasuk program bantuan sosial dari pemerintah untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu . Page 11 . secara bertahap.2. Analysis Biaya Rumah Sakit Sebagai organisasi publik. yaitu Jamkesmas.Pengalokasi dana pemerintah dilakukan melalui perencanaan anggaran dengan mengutamakan upaya kesehatan prioritas.

Pembagian Biaya Berdasarkan Hubungan dengan Volume Produksi 1) Biaya tetap ( fixed cost ) adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi/jasa dan waktu pengeluarannya. Pola tarif rumah sakit di Indonesia umumnya masih sangat lemah terutama rumah sakit pemerintah. 2004). Konsep Biaya Biaya (cost) adalah nilai sejumlah input (faktor produksi) yang dipakai untuk menghasilkan suatu produk (output). Tarif merupakan suatu sistem atau model pembiayaan yang paling utama dalam pembiayaan rumah sakit. bahkan rumah sakit pemerintah belum ada penyesuaian tarif selama bertahun-tahun meskipun telah terjadi inflasi pelayanan kesehatan ( obat.Selama ini penetapan tarif rawat inap rumah sakit berdasarkan Kepmenkes. Page 12 . No 582/1997 yang menjadikan perawatan kelas II sebagai setara unit cost (UC) terhitung dengan metode double distribusi. 2.2.2. Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan/pengeluaran untuk memperoleh suatu harapah (target)/output tertentu 2.2. maka rumah sakit memerlukan penataan kembali pola tarif rawat inap yang ada dengan menjadikan kelas III setara dengan unit cost terhitung dengan metode double distribusi dan untuk kelas II. Kelas I.Terobosan itu dapat dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan penerimaan dari unit-unit pelayanan medis dan penunjang medis melalui penentuan tarif berdasarkan perhitungan biaya satuan ( unit cost ). biasanya lebih dari satu tahun. 2) Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang jumlahnya tergantung dari jumlah produksi / jasa.1. (Razak A. maka dapatlah diketahui besarnya tarif Kelas III (1/3 kali UC Kelas II). dll). kisaran tarif Kelas I (2-9 Kali UC Kelas II) dan VIP/Super VIP (10-20 kali UC Kelas II). bahan habis pakai. dan VIP dijadikan kelas profit rumah sakit sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Tarif yang diberlakukan belum unit cost based dan tanpa pertimbangan yang cermat terhadap berbagai dimensi yang mempengaruhi tarif. Dengan adanya jaminan pemerintah pada pelayanan rawat inap kelas III yang diasumsi sesuai dengan Unit cost . Biaya tidak tetap biasanya berupa biaya operasional yang habis dikeluarkan selama satu tahun.

Biaya Kendaraan (Ambulance.Insentif.3) Semi Variabel Cost adalah biaya yang memiliki sifat antara fixed cost dan variabel cost (Gani.Biaya BHP Non Medis.Biaya Investasi gedung rumah sakit.2. Fixed Cost Fixed cost atau biaya tetap ini terdiri dari :.Biaya Pemeliharaan. Mobil Dinas. Variabel Cost Biaya BHP Medis / Obat. Motor.Dalam perhitungan tarif dirumah sakit seluruh biaya dirumah sakit dihitung mulai dari : 1.Biaya Telepon.dll Page 13 . Analisis Biaya Rumah Sakit Analisis biaya rumah sakit adalah suatu kegiatan menghitung biaya rumah sakit untuk berbagai jenis pelayanan yang ditawarkan baik secara total maupun per unit atau perpasien dengan cara menghitung seluruh biaya pada seluruh unit pusat biaya serta mendistribusikannya ke unit-unit produksi yang kemudian dibayar oleh pasien (Depkes. dll) 2.3. Biaya satuan didapatkan dari pembagian antara biaya total (Total Cost = TC) dengan jumlah produk (Quantity = Q). Dengan demikian tinggi rendahnya biaya satuan suatu produksi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya biaya total.Biaya ListrikBiaya Makan Minum Pegawai dan pasien. 1977). tetapi juga dipengaruhi oleh besarnya biaya produk 2.2.Biaya Air.Biaya peralatan Medis.dll 3.1996) 2.4.Biaya Pakaian Dinas. Semi Variabel cost Gaji Pegawai.SPPD. analisis biaya dilakukan dalam perencanaan kesehatan untuk menjawab pertanyaan berapa rupiah satuan program atau proyek atau unit pelayanan kesehatan agar dapat dihitung total anggaran yang diperlukan untuk program atau pelayanan kesehatan.Menurut Gani (1996).Biaya peralatan Medis. Biaya Berdasarkan Biaya Satuan (Unit cost) Biaya satuan adalah biaya yang dihitung untuk setiap satu satuan produk pelayanan.

Budgetary control Hasil analisis biaya dapat dimanfaatkan untuk memonitor dan mengendalikan kegiatan operasional rumah sakit. Budgeting /Planning Informasi jumlah biaya (total cost) dari suatu unit produksi dan biaya satuan (Unit cost) dari tiap-tiap output rumah sakit. c. Evaluasi dan Pertanggung Jawaban Analisis biaya bermanfaat untuk menilai performance keuangan RS secara keseluruhan. b.A.2. sekaligus sebagai pertanggungan jawaban kepada pihak-pihak berkepentingan.5 Manfaat Analisis Biaya Manfaat utama dari analisis biaya ada empat yaitu (Gani. sangat penting untuk alokasi anggaran dan untuk perencanaan anggaran. Misalnya mengidentifikasi pusat-pusat biaya (cost center) yang strategis dalam upaya efisiensi rumah sakit d. atau menguntungkan. Dengan diketahuinya biaya satuan (Unit cost). Dan juga dapat diketahui berapa besar subsidi yang dapat diberikan pada unit pelayanan tersebut misalnya subsidi pada pelayanan kelas III rumah sakit. break even. Pricing Informasi biaya satuan sangat penting dalam penentuan kebijaksanaan tarif rumah sakit.2000): a.2. dapat diketahui apakah tarif sekarang merugi. Page 14 .

Jika melayani warga yang tidak mampu membayar. nilai kemanusiaan dalam penjelasan ayat tersebut dikatakan bahwa penyelenggaraan rumah sakit dilakukan dengan memberikan Page 15 . fasilitas layanan kesehatan. dan informasi yang tidak tersebar dengan baik. Tanpa hal tersebut. birokrasi yang lambat dan berteletele. prinsip-prinsip yang tertuang dalam pasal itu mengarahkan pada pengutamaan layanan kesehatan dan penghilangan diskriminasi baik karena perbedaan. Jika melihat penjelasan dari pasal tersebut. padat karya. Terutama rumah sakit swasta yang dituntut menjadi revenue center (pusat penghasilan) yang harus membawa keuntungan bagi pemilik dan pengelolanya. pemerataan. rumah sakit lebih banyak menyediakan kelas I. rumah sakit diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan. Terbatasnya fasilitas layanan untuk pasien Jamkesmas adalah alasannya.3. perlindungan dan keselamatan pasien. VIP. Tidak sedikit warga miskin peserta Jamkesmas yang seharusnya mendapat jaminan pembiayaan dari negara. Jamkesmas memang hanya menjamin fasilitas layanan untuk kelas III rumah sakit. dan bahkan VVIP ketimbang kelas III yang minim keuntungan. tetap tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan. serta mempunyai fungsi sosial (pasal 2). persamaan hak dan antidiskriminasi. dan padat teknologi. program terobosan pemerintah belum sepenuhnya efektif. Di sisi lain. tentu rumah sakit akan kehilangan penghasilan. Inilah salah satu dilema yang dihadapi rumah sakit dalam melakukan layanan kesehatan bagi warga tidak mampu. etika dan profesionalitas. rumah sakit tidak dapat menjalankan fungsinya. Pemberian SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang merupakan jaminan pembiayaan kesehatan bagi warga miskin belum sepenuhnya menjadi solusi. menjadi titik lemah program yang menyebabkan warga tidak mampu menjadi korban. Misalnya. keadilan. khususnya rumah sakit. ras. Cakupan yang terbatas. Hal ini tentu akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan operasional RS itu sendiri. Aspek Bioetika Sebagai fasilitas yang padat modal. manfaat. agama. maupun strata ekonomi. Dalam UU No 44 Tahun 2009 disebutkan. dihadapkan pada tuntutan akan adanya jaminan pembiayaan yang memadai. II. Sedangkan untuk mengejar keuntungan.2.

Page 16 . setiap warga negara Indonesia memiliki jaminan pembiayaan kesehatan. bangsa. maka pembiayaan kesehatanseperti yang sekarang ini sering dikeluhkan-bukan lagi masalah. Adapun yang dimaksud dengan nilai keadilan adalah bahwa penyelenggaraan rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada setiap orang dengan biaya terjangkau oleh masyarakat dan pelayanan yang bermutu.” Tafsir Surah Al-Isra ayat : 26 Berikanlah olehmu wahai muallaf. menjiarahinya dan bergaul baik dengan mereka itu.perlakuan yang baik dan manusiawi dengan tidak membedakan suku. status sosial. jaminan pensiun. agama. Di dalamnya termasuk jaminan kesehatan. berilah sekedar menutup kebutuhannya. 2. Sedangkan fungsi sosial rumah sakit. jaminan hari tua. Aspek Agama 2. preminya dibayar oleh pemerintah. khususnya yang kurang/tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan. kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghamburhamburkan (hartamu) secara boros. dan jaminan kematian berdasarkan prinsip asuransi. UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengatur tentang perlindungan sosial bagi masyarakat Indonesia agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Surah Al-Isra ayat : 26 Artinya : “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya. Jika ia berhajat kepada harta maka. kepada kasihmu segala haknya.4. yaitu menghubungi kasih sayang. dan ras. yang merupakan ikatan moral dan etik dari rumah sakit dalam membantu pasien.1. Apabila UU ini berhasil dijalankan sepenuhnya.4. dijelaskan sebagai bagian dari tanggung jawab yang melekat pada setiap rumah sakit. Sebab. Khusus untuk masyarakat miskin. jaminan kecelakaan kerja.

orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan. lalu salah satunya berdoa “Ya Allah berikanlah orang yang mendermakan hartanya pengganti harta-harta itu” sedang lainnya berdoa “Ya Allah berilah orang yang kikir (tidak mau mendermakan harta) itu kehancuran (rusak harta bendanya) (HR.4. Pelajaran yang dapat Diambil Surah Al-Isra’ ayat 26 memerintahkan kewajiban memenuhi hak keluarga dekat. Berkata jika ada hamba Allah yang berada di waktu pagi. membantu dan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Ayat tersebut menyuruh agar menyantuni. agar ia memperoleh maksudnya itu.2. Al-Bukhari).Demikian pula beri olehmu pertolongan-prtolonganmu dan bantuan-bantuanmu kepada orang miskin dan kepada musafir yang berjalan untuk sesuatu kepentingannya yang dibenarkan agama. Surah Ali Imran ayat : 159 Page 17 . Hadits yang Berkaitan dengan Surah Al-isra’ ayat 26 Artinya : “Dari Abu Hurairah Ra. 2. Dan janganlah kamu memboros-boroskan harta dan jangan kamu mengeluarkan harta-hartamu pada jalan maksiat atau kepada orang yang tidak berhak menerimanya. dan ayat tersebut melarang menghambur-hamburkan harta dengan secara boros Kesimpulan Dalam ayat ini Allah menengatakan memberi pertolongan kepada sesama terutama orang miskin sebagaimasyarakat yang mempunyai jiwa sosial. kecuali di waktu Malaikat turun.

Page 18 . Oleh sebab itu berduyun-duyun manusia masuk agama Islam yang dibawanya. Tafsir Surah Ali Imran ayat : 159 Nabi Muhammad SAW berbudi pekerti yang halus. menyerahkan diri kepada Allah. Jangan bersifat keras dan kasar sehingga mereka menjauhkan diri darimu. Pada itu ia tidak lupa bermusyawarah dengan mereka tenteng pekerjaan yang bersangkut paut dengan urusan negeri. Setelah nabi Muhammad bermusyawarah dengan mereka barulah mengerjakan tugas itu. Bermusyawarah dengan mereka dalam segala urusan. Karena itu ma'afkanlah mereka. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad. Ali Imran ayat : 159 menjelaskan tentang masyarakat agar berlaku lemah lembut.S. Maka bertawakkallah kepada Allah.Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. Maka agama Islam telah lebih 1000 tahun lamanya menyuruh bermusyawarah dengan orang-orang cerdik (pandai) tentang urusan dalam negeri Pelajaran yang dapat Diambil      Q. seperti peperangan. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. berhati lunak lembut dan penyanyang kepada umatnya. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Mudah memaafkan dan memohon ampun untuk mereka. Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal. mohonkanlah ampun bagi mereka.

Page 19 . 2.Kesimpulan Allah menerangkan bahwa semua manusia adalah dari satu keturunan dari seorang ayat dan seorang Ibu. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. jika seorang manusia dapat melakukan itu. Itulah bahan kelebihan seorang atas yang lainnya.4. Karna itu tidaklah pantas seorang saudara menghinakan saudara nya sendiri. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dari pengertian tersebut. maka sempurnakanlah kebahagiaannya. bertolong-tolonglah kamu yang menyenangkan hati orang banyak dan meridhokan Allah. birr itu berarti keridhoan orang banyak. kebaikan daripada berbuat aniaya setelah di larang menganiaya. sedangkan menurut Mawardi. Surah Al-Maidah ayat : 2 Artinya : “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.3. sedangkan taqwa berarti keridhoan Allah. Tafsir Surah Al-Maidah ayat : 2 Dan tolong-menolonglah kamu kepada kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong pada dosa dan permusuhan. dan menyatu Agar timbul rasa tolongmenolong dan kesempurnaan jiwa. dan bertakwalah kamu kepada Allah. diperintahkan untuk melakukan (‫ )ﺍﻟﺑﺭ‬birr berarti segala kebaikan yang ada kalanya berhubungan perbuatan wajib maupun perbuatan sunnah. Allah menjadikan mereka berbanga. sedangkan arti taqwa hanya pekerjaan kebaikan yang wajib saja. bersuku.

Mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala instruksi yang diberikan dokter kepadanya. maka masyarakatpun harus mengetahui dan memahaminya. Ahmad Bukhari). ditanya Rasulullah. Mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati segala peraturan RS. “Anda cegah dan menahannya dari pada menganiaya. Hak Rumah Sakit Hak rumah sakit adalah kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki rumah sakit untuk mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu yaitu:       Membuat peraturan-peraturan yang berlaku di RS nya sesuai dengan kondisi atau keadaan yang ada di RS tersebut (hospital by laws). melalui panitia kredential. pihak ketiga. dll). 2. itulah arti menolong padanya.5. Menuntut pihak-pihak yang telah melakukan wanprestasi (termasuk pasien. Memilih tenaga dokter yang akan bekerja di RS.Hadits yang Berkenaan Surah Al-Maidah ayat : 2 yang artinya : Tolonglah saudaramu yang dzalim (menganiaya) atau di aniaya. “Ya Rasulullah aku dapat menolongnya jika ia dianiaya dan bagaimana aku akan menolongnya jika ia menganiaya? Jawab Nabi.5. Karena hak dan tanggung jawab ini berkaitan erat dengan pasien sebagai penerima jasa. Page 20 . Aspek Medikolegal / Hukum 2.1. (HR. Mendapat jaminan dan perlindungan hukum. Hak dan Kewajiban Rumah Sakit Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki hak dan kewajiban yang perlu diketahui oleh semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit agar dapat menyesuaikan dengan hak dan kewajiban di bidang profesi masingmasing.

Melindungi dokter dan memberikan bantuan administrasi dan hukum bilamana dalam melaksanakan tugas dokter tersebut mendapatkan perlakuan tidak wajar atau tuntutan hukum dari pasien atau keluarganya. penunjang medik. Menyediakan sarana dan peralatan medik sesuai dengan standar yang berlaku. Hak untuk mendapatkan imbalan jasa pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. Memberikan pertolongan pengobatan di Unit Gawat Darurat tanpa meminta jaminan materi terlebih dahulu. Menyediakan sarana dan peralatan umum yang dibutuhkan. Merawat pasien sebaik-baiknya dengan tidak membedakan kelas perawatan (Duty of Care). Menjaga agar semua sarana dan peralatan senantiasa dalam keadaan siap pakai. Mengusahakan adanya sistem. peralatan dan tenaga yang diperlukan.    Mengadakan perjanjian tertulis dengan para dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Merujuk pasien ke RS lain apabila tidak memiliki sarana. Mematuhi Kode Etik Rumah Sakit Page 21 . prasarana. Menjaga mutu perawatan tanpa membedakan kelas perawatan (Quality of Care). Membuat standar dan prosedur tetap untuk pelayanan medik. sarana dan prasarana pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana. maupun non medik. Kewajiban Rumah Sakit            Mematuhi peraturan dan perundangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Memberikan pelayanan pada pasien tanpa membedakan golongan dan status pasien.

Pasal 17 (1) Direktur RS dapat memberikan keringanan atau pembebasan pembayaran kepada pasien yg kurang mampu. kecuali untuk jenazah pasien terlantar akan di koordinasikan dengan instansi/unit terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Apabila dalam jangka waktu 3x24 jam jenazah belum/tidak diambil/diurus keluarganya. pasien miskin dan pasien terlantar sesuai dengan data dan ketentuan yang berlaku (2) Tata cara pemberian keringanan atau pembebasan pembayaran yang dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Direktur RSUN atas persetujuan Bupati Pasal 18 (1) Penderita yang meninggal di RSUN dapat dibawa pulang oleh keluarga atau penjaminnya secepat-cepatnya 2 (dua) jam dan selambat-lambatnya 3x24 jam sejak tanggal pemberitahuan dinyatakan meninggal oleh petugas. maka RSUN berhak melakukan penguburan dan segala biaya penguburan dibebankan kepada pihak keluarga/penjaminnya. Page 22 .

perbatasan. serta yang tidak diminati swasta. dan swasta. pada beberapa instansi pelayanan kesehatan . akuntabel. daerah terpencil. baik dari pemerintah. masyarakat.BAB III PEMBAHASAN Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen penting dalam proses kehidupan seseorang. penyelenggaraan pelayanan kesehatan mebutuhkan pembiayaan untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan yang dilaksanakan. programprogram kesehatan yang mempunyai daya ungkit tinggi terhadap peningkatan derajat kesehatan menjadi prioritas untuk dibiayai. dimana pelayanan kesehatan dapat Page 23 . memperhatikan subsidiaritas dan fleksibilitas. Dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya. Selain itu. dikelola secara adil. maupun swasta yang harus digali dan dikumpulkan serta terus ditingkatkan untuk menjamin kecukupan agar jumlahnya dapat sesuai dengan kebutuhan. Nilai investasinya terletak pada tersedianya sumber daya yang kompetent dan tetap terhindar dari serangan berbagai penyakit. pulau-pulau terluar dan terdepan. pembangunan kesehatan sesungguhnya bernilai sangat investatif. tidak mungkin bisa berlangsung aktivitas seperti biasa. khususnya diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan dengan mengutamakan masyarakat rentan dan keluarga miskin. Dan setiap warga Negara memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan sesuai standar minimal pelayanan kesehatan. prosedur pelayanan kesehatan diatur dalam prosedur tertentu. berhasilguna dan berdayaguna. serta menjamin terpenuhinya ekuitas. Tanpa kesehatan. Dalam kehidupan berbangsa. baik Pusat maupun daerah. transparan. sekurang-kurangnya 5% dari PDB atau 15% dari total anggaran pendapatan dan belanja setiap tahunnya. masyarakat. Dana kesehatan diperoleh dari berbagai sumber. Alokasi dana yang berasal dari pemerintah untuk upaya kesehatan dilakukan melalui penyusunan anggaran pendapatan dan belanja. Dana Pemerintah ditujukan untuk pembangunan kesehatan. Pembiayaan kesehatan untuk orang miskin dan tidak mampu merupakan tanggung jawab pemerintah. berkelanjutan. Pembiayaan kesehatan pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama pemerintah.

Dimana tujuan pelayanan kesehatan adalah memberikan pelayanan kesehatan atas dasar kemanusiaan. Dalam kasus ini terjadi penolakan pada pasien dikarenakan pasien tidak dapat melakukan pembayaran uang muka yang menyebabkan pasien tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dan menyebabkan pasien meninggal dunia. tidak mendahulukan pembayaran. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan dimana dinyatakan bahwa dalam keadaan yang mengancam jiwa maka hal yang diutamakan adalah mencegah terjadinya kecacatan dan hal-hal yang mengancam jiwa. atau bakti sosial bagi kemanusiaan. Mekanisme ini diberlakukan untuk membiayai pelayanan yang akan diberikan. dimana dalam keadaan darurat maka yang harus didahulukan adalah menyelamatkan nyawa pasien dan atau mencegah kecacatan lebih lanjut dari pasien.dimana setiap rumah sakit baik swasta maupun rumah sakit pemerintah tidak boleh menolak pasien yang melakukan pembayaran menggunakan asuransi. Dan pasien juga berhak mendapatkan pelayanan yang sebaik-baiknya. meskipun dalam prakteknya pembiayaan diperlukan. Selain itu dari segi bioetika dinyatakan dalam adanya justice. pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa. dimana setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil tanpa membedakan status sosial. dan tidak Page 24 . dimana yang perlu diperhatikan adalah penyelamatan jiwa pasien. Namun tentu saja hal ini bukanlah hal mutlak yang harus dilaksanakan sesuai urutannya. antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin. pelayanan gawat darurat tanpa uang muka. Hal ini berlaku pada saat emergency. Penolakan pasien dengan alasan tidak dapatnya orang tua pasien membayar uang muka perawatan tentu saja bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku .diberikan bila telah melakukan pembayaran. Asuransi atau jaminan kesehatan terhadap warga Negara atau masyarakat yang tidak mampu adalah tanggung jawab pemerintah. Dan juga diatur bahwa fungsi rumah sakit adalah medahulukan pelaksanaan fungsi sosial. Dalam kasus ini penolakan yang dilakukan oleh rumah sakit terhadap pasien sehingga menyebabkan terlambatnya penolongan terhadap pasien dan menyebabkan pasien meninggal metupakan pelanggaran terhadap perundangundangan yang berlaku. Hal ini tentu saja bertentangan dengan tujuan dan fungsi pelayanan kesehatan. ambulan gratis.

tentu saja hal ini bertentangan dengan etika yang berlaku. Page 25 .dirugikan atas tindakan kesehata tersebut. Dalam hal ini terjadi ketidak adilan terhadap pasien karena pasien ditolak rumah sakit karena tidak dapat membayar uang muka.

Meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur. Saran Harus dilakukan standarisasi tentang biaya rumah sakit. Hal ini dapat merugikan orang yang tidak mampu untuk mengakses layanan kesehatan di karenakan tidak adanya biaya. tetapi kenyataannya di lapangan tidak seperti yang di tuliskan oleh undang undang yang ada.1. terutama apabila pasien yang datang dengan keadaan kritis. Page 26 . 4. Rumah Sakit seharusnya mengutamakan keselamatan pasien terlebih dahulu. bukan meminta pembayaran dimuka tanpa adanya tindakan medis yang dilakukan terlebih dahulu.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. memberi layanan yang dibutuhkan. bukan mengutamakan biaya. dan kemudian mengurus biaya yang dibutuhkan.2. Kesimpulan Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan seharusnya menerima semua pasien yang datang.