You are on page 1of 13

Asam kuat: HCl, HF, HBr, HI Asam lemah:NH4Cl, HNO3, CH3COOH, HCOOH Basa kuat:NaOH, KOH, Mg(OH)2, Ca(OH)2 Basa

lemah: NH3, NH4OH Asam Kuat: HCl, H2SO4 Asam lemah: CH3COOH Basa kuat: NaOH, KOH Asam kuat,,: - HClO4 = Asam Peklorat -HI = Asam ioida -HBr = Asam bromida -HCl = Asam Klorida - H2SO4 = Asam sulfat -HNO3 = Asam nitrat Asam lemah,,: -CH3COOH = Asam cuka -HNO2 = Asam nitrit -H2SO3 = Asam sulfit -HClO = Asam hipoklorit Basa kuat,, -Kalium hidroksida = KOH -Barium hidroksida = Ba(OH)2 -Cesium hidroksida = CsOH -Natrium hidroksida = NaOH -Stronsium hidroksida = Sr(OH)2 -Kalsium hidroksida = Ca(OH) -Litium hidroksida = LiOH -Rubidium hidroksida = RbOH - kebanyakan yg blakangnya "ida" Basa lemah,, -NH4OH

Kimia Asam Basa

kita dapat menemukan berbagai macam senyawa asam dan basa. Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubah lakmus biru menjadi merah Beberapa sifat basa yang dapat diamati di sekeliling kita. sedangkan soda kue merupakan basa. dan berbagai jenis antasida yang merupakan senyawa basa. antara lain : 1. Terasa sangat pedih bila terkena kulit (korosif) 3. Selain itu. Bereaksi dengan logam-logam tertentu (lihat : Elektrokimia I : Penyetaraan Reaksi Redoks dan Sel Volta) menghasilkan gas hidrogen 4. kita menemukan obat aspirin. serta metode untuk membedakan asam dan basa. suatu senyawa asam. kita dapat menemukan minuman ringan (soft drink) yang banyak mengandung asam karbonat. Saat kita membuka lemari pendingin. kita menemukan amonia dan bahan pencuci lainnya. Kehidupan kita sehari-hari dipenuhi oleh asam dan basa. yang merupakan basa. Beberapa sifat asam yang dapat diamati di sekeliling kita. di laboratorium. Di dalam kotak obat. Terasa licin di kulit 3. Saat kita masuk ke dapur atau kamar mandi. Berasa pahit (ingat. ciri-ciri senyawa asam dan basa. Selain menghitung pH larutan. menghitung pH larutan asam dan basa. kita akan mempelajari tingkat keasaman larutan (pH). bukan mencicipinya) 2. obat tetes mata aspirin . bukan mencicipinya) 2. kita mengujinya. Bereaksi dengan batu kapur (CaCO3) dan soda kue (NaHCO3) menghasilkan gas karbon dioksida 5. kita mengujinya. antara lain : 1.By Andy Adom Dalam tulisan ini. di laboratorium. Berasa masam (ingat. kita juga akan mempelajari beberapa konsep teori asam-basa serta berbagai jenis oksida yang dapat menghasilkan senyawa asam dan basa saat dilarutkan di dalam air. Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubah lakmus merah menjadi biru 5. serta menghitung pH larutan hasil reaksi asam dan basa. Cuka merupakan asam. Bereaksi dengan minyak dan lemak 4. Pada bak tempat cucian. Bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air Sejumlah asam dan basa yang dapat kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Asam yang Umum Kita Temukan di Rumah Nama Kimia Rumus Molekul asam hidroklorat HCl asam asetat CH3COOH asam sulfat H2SO4 asam karbonat H2CO3 asam borat H3BO3 asam asetilsalisilat C16H12O6 Nama Pasaran/Kegunaan asam murat cuka larutan elektrolit pada aki air terkarbonasi antiseptik. kita akan mempelajari senyawa asam dan basa.

Basa yang Umum Kita Temukan di Rumah amonia NH3 natrium hidroksida NaOH natrium bikarbonat NaHCO3 magnesium hidroksida Mg(OH)2 kalsium karbonat CaCO3 aluminium hidroksida Al(OH)3 pembersih larutan alkali (lindi) kuat soda kue susu magnesia antasida antasida Saat kita melihat tabel di atas. HCl memberikan ion H+-nya kepada amonia. kita menemukan fakta bahwa semua asam mengandung ion hidrogen (ion H+). Teori ini merupakan teori asambasa modern yang pertama kali berkembang. Sebaliknya. sebab reaksi tersebut tidak terjadi di dalam air dan tidak melibatkan ion hidroksida. untuk menerangkan proses yang terjadi pada amonia. HCl(g) merupakan asam Arrhenius. teori ini memiliki beberapa keterbatasan.→ NH4Cl(s) Dua gas yang tidak berwarna bercampur. reaksi yang melibatkan amonia tidak dapat dikelompokkan ke dalam reaksi asam-basa. kita akan mendapatkan larutan netral yang terdiri atas air dan garam. . gas tersebut akan terionisasi (membentuk ion) dengan melepaskan ion H+. basa adalah suatu bahan yang apabila dilarutkan di dalam air. HCl(g) + H2O(l) → HCl(aq) → H+(aq) + Cl-(aq) Menurut teori Arrhenius. Teori Asam-Basa Arrhenius Teori ini digunakan dalam larutan dengan air sebagai pelarut. akan dihasilkan ion hidroksida. yaitu teori asam-basa BronstedLowry. Menurut teori ini. sebab jika kita mencampurkan suatu larutan asam dengan suatu larutan basa. sebab pada saat larut di dalam air. reaksi fasa gas antara gas amonia dan gas hidrogen klorida dalam wadah tertutup. dan kemudian menghasilkan padatan putih amonium klorida. sedangkan kebanyakan basa mengandung ion OH-. asam adalah suatu bahan yang apabila dilarutkan di dalam air.(ion hidroksida). walaupun jarang. Ion di dalam persamaan reaksi ini menunjukkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Persamaan ion bersih sama untuk semua reaksi asam-basa Arrhenius. Teori ini tetap digunakan. Sebaliknya. Dua teori dasar yang dapat digunakan untuk menjelaskan konsep asam-basa secara mikroskopis adalah sebagai berikut : 1. Sebagai contoh. sebab pada saat larut. menghasilkan ion H+ (ion hidrogen). suatu teori asam-basa baru dikembangkan. natrium hidroksida diklasifikasikan ke dalam kelompok basa. Pada dasarnya ini merupakan hal yang sama seperti yang terjadi pada reaksi HCl dengan NaOH. yaitu H+(aq) + OH-(aq) → H2O(l). menghasilkan ion OH. NaOH(s) + H2O(l) → NaOH(aq) → Na+(aq) + OH-(aq) Arrhenius juga mengelompokkan reaksi antara asam dan basa sebagai reaksi netralisasi. HCl(aq) + NaOH(aq) → H2O(l) + NaCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq) + Na+(aq) + OH-(aq) → H2O(l) + Na+(aq) + Cl-(aq) (Air terbentuk dari penggabungan ion hidrogen dan ion hidroksida. Oleh karena itu. Sama seperti teori-teori lain. berlangsung melalui persamaan reaksi berikut : NH3(g) + HCl(g) → NH4+ + Cl.

bahwa air disini. dan ion OH. Sebagai catatan. Di sisi lain. Akibatnya. Teori Bronsted-Lowry berusaha mengatasi keterbatasan teori Arrhenius dengan mendefinisikan asam sebagai penyumbang (donor) proton (ion H+) dan basa sebagai penerima (akseptor) proton (ion H+).Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry Teori ini menggunakan konsep memberi dan menerima ion hidrogen. bahwa kekuatan asam-basa tidak sama dengan konsentrasi. yang terionisasi 100% di dalam air. atau sebagai asam. . sedangkan air merupakan asam (memberikan proton) pada reaksi maju (dari kiri ke kanan). disebut asam kuat. menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry. Tetapi. semua HCl terionisasi sempurna menjadi ion H3O+ dan ion Cl-. Dengan demikian.merupakan basa kuat. Selanjutnya kita akan mempelajari konsep asam-basa kuat-lemah. reaksi asam-basa merupakan reaksi kompetisi untuk menangkap proton. Basa menerima ion H+ dengan melengkapi satu pasang elektron bebas untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif) (lihat : Ikatan Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia). Namun. Sebagai contoh. Amonia memiliki pasangan elektron bebas yang tidak berikatan yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif).adalah basa konyugasinya. Kekuatan merujuk pada jumlah ionisasi atau penguraian yang terjadi pada asam-basa. sehingga tidak ada lagi HCl-nya. Namun. Pada reaksi antara NH3 dengan HCl. Pasangan asam-basa konyugasi dibedakan oleh satu buah ion H+. pasangan asam-basa konyugasi dapat terbentuk. Asam seperti HCl. NH3 adalah suatu basa. bertindak sebagai basa. Sedangkan amonia sebagai penerima proton atau sebagai basa. Bronsted-Lowry mengatakan bahwa jika suatu asam bereaksi dengan suatu basa. yang penting untuk diingat. pada kesetimbangan tidak terdapat banyak ion hidroksida. Jika keasaman air lebih kuat dari ion amonium. Namun demikian. Konsentrasi merujuk pada jumlah asam-basa yang dimiliki di dalam larutan. dan NH4+ adalah asam konyugasinya. H2O adalah suatu asam. dan ion hidroksida (OH-) adalah basa. sebaliknya. dan amonia merupakan basa lemah. Pada reaksi di atas. Pada contoh di atas. Asam Kuat Pada saat kita melarutkan gas hidrogen klorida ke dalam air. ion OH. jika ion amonium lebih asam dibandingkan air. menerima proton dari hidrogen klorida. kesetimbangan cenderung bergeser ke kiri. Menurut teori asam-basa Arrhenius. ion amonium (NH4+) adalah asam. berikut adalah reaksi amonia dengan air : HN3)g) + H2O(l) → NH4OH(aq) <—> NH4+(aq) + OH-(aq) Amonia merupakan basa (menangkap proton). yang berarti bahwa reaktan tetap berubah menjadi produk sampai semua habis digunakan. HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl-(aq) Ion H3O+ disebut ion hidronium. reaksi asam-basa merupakan reaksi netralisasi. Pada kasus ini. spesi HCl bertindak sebagai pemberi proton. maka jumlah amonia menjadi jauh lebih banyak dibandingkan ion amonium pada saat kesetimbangan. Reaksi ini terjadi hingga kondisi sempurna. pada reaksi balik (dari kanan ke kiri). HCl tersebut akan bereaksi dengan molekul air dan memberikan sebuah proton (ion H+) kepada molekul air.2. maka konsentrasi ion amonium dan ion hidroksida relatif besar pada saat kesetimbangan.

terlihat bahwa setiap mol HCl yang terionisasi. Basa Kuat Menghitung konsentrasi ion hidroksida sangat mudah. Pada sistem kesetimbangan asam lemah. misalkan kita melarutkan gas HCl 0. maka mudah untuk menghitung konsentrasi ion hidronium dan ion klorida di dalam larutan jika kita mengetahui konsentrasi awal asam kuat tersebut. Sebagai contoh.5 M) larutan NaOH.5 mol/L (1. memberikan sebuah proton dan membentuk ion hidronium (ion H3O+).1 mol/L (0. Asam Lemah Saat kita melarutkan asam asetat (CH3COOH) ke dalam air. ion-ion berkesetimbangan dengan molekul asam. Dengan demikian.1 M dengan lambang [HCl] = 0. Larutan natrium hidroksida tersebut akan terdisosiasi (pecah/terurai) sempurna menjadi ion-ion. kita memiliki 1. Asam-asam lain yang ditampilkan dalam tabel merupakan asam monoprotik. terjadi kesetimbangan. konsentrasi ion dalam larutan HCl 0.1 M adalah : [H3O+] = 0. sebab asam tersebut dapat memberikan dua proton. NaOH(aq) → Na+(aq) + OH-(aq) Konsentrasi ion yang dihasilkan masing-masing 1. konsentrasi HCl mula-mula adalah 0. Sebagai contoh.1 M). tetapi hanya pada ionisasi pertama yang terjadi 100% secara sempurna. seluruh reaktan digunakan untuk membentuk produk). Dalam hal ini. yang akan terjadi adalah asam tersebut akan bereaksi dengan molekul-molekul air. Kita dapat menuliskan konsentrasi HCl 0.1 M [Cl-] = 0.Asam kuat terionisasi sempurna.5 M. irreversible [lihat : Kesetimbangan Kimia]. sebab hanya memberikan satu proton.1 M. Reaksi yang terjadi antara asam asetat dengan air adalah sebagai berikut : CH3COOH(aq) + H2O(l) <—> CH3COO-(aq) + H3O+(aq) .1 M Berikut adalah daftar asam kuat yang paling umum kita temukan dalam kehidupan sehari-hari : Nama Kimia Asam Hidroklorat/Asam Klorida Asam Hidrobromat/Asam Bromida Asam Hidroiodat/Asam Iodida Asam Nitrat Asam Perklorat Asam Sulfat (hanya ionisasi pertama) Rumus Molekul HCl HBr HI HNO3 HClO4 H2SO4 Asam sulfat disebut pula sebagai asam diprotik. Senyawa HCl terionisasi sempurna sesuai dengan persamaan reaksi berikut : HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl-(aq) Berdasarkan persamaan reaksi di atas.1 mol ke dalam satu liter air. di mana kita masih tetap memiliki sejumlah asam asetat yang tidak terionisasi (pada reaksi sempurna. Dengan demikian. akan menghasilkan satu mol ion H3O+ dan satu ion mol Cl-.

3 x 10-10 1. Konsentrasi air tidak ditunjukkan pada persamaan Ka. Akibatnya.0 x 10-5 6.5 x 10-4 3. menghasilkan sedikit ion hidronium dan ion asetat.7 x 10-5 Sekarang kita kembali ke kesetimbangan asam asetat. Untuk larutan asam lemah.6 x 10-10 2.5 x 10-5 1. Melalui persamaan reaksi kesetimbangan asam asetat.4 x 10-11 2. Kita dapat memisalkan nilai [H3O+] dan [CH3COO-] masing-masing sebesar x M. Kita ketahui bahwa konsentrasi awal asam asetat tersebut adalah 2 M. Ka.3 x 10-10 HCOOC6H7O6C6H5COOCH3COOCNC6H5O- 5. . kita harus menggunakan konstanta kesetimbangan untuk asam lemahnya (lihat : Kesetimbangan Kimia). Berikut ini adalah tabel beberapa contoh asam lemah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Ka masing-masing asam lemah : Nama Asam Asam Fluorida Asam Nitrit Asam Asetil Salisilat (Aspirin) Asam Format Asam Askorbat (Vitamin C) Asam Benzoat Asam Asetat Asam Sianida Fenol Rumus Kimia HF HNO2 C9H8O4 Ka 7. Sementara 95% lainnya masih dalam bentuk molekul. Menghitung konsentrasi ion hidronium pada asam lemah tidak sama dengan menghitung pada larutan asam kuat. Misalkan diberikan larutan asam asetat 2 M.8 x 105 . kita menggunakan konstanta kesetimbangan asam lemah. sebab tidak semua asam lemah yang larut dapat terionisasi.0 x 10-5 7.Asam asetat yang ditambahkan ke dalam air akan terionisasi sebagian. terlihat bahwa untuk setiap ion hidronium yang terbentuk. akan disertai pula pembentukan ion asetat. Nilai Ka untuk asam asetat adalah 1. bukan konsentrasi awal.3 x 10-11 HCOOH C6H8O6 C6H5COOH CH3COOH HCN C6H5OH 1. Kita juga mengetahui bahwa sebagian kecil asam asetat tersebut telah terionisasi. [HA] menunjukkan konsentrasi molar HA pada kesetimbangan.0 x 10-4 Basa Konyugasi FNO2C9H7O4Kb 1.2 x 10-11 3. hanya sekitar 5% asam asetat yang terionisasi.9 x 10-10 1. Secara umum : HA(aq) + H2O(l) <—> H3O+(aq) + A-(aq) Nilai Ka untuk asam lemah tersebut adalah : Ka = {[H3O+][A-]} / [HA] Sebagai catatan.8 x 10-5 4.7 x 10-4 8. Jumlah ion hidronium (ion H3O+) yang diperoleh dalam larutan asam yang tidak terionisasi sempurna jauh lebih sedikit dibandingkan yang diperoleh dari asam kuat. Persamaan Ka ionisasi asam asetat adalah sebagai berikut : Ka = 1. sebab konsentrasi air ([H2O]) merupakan konstanta yang akan tergabung dengan Ka.1 x 10-4 4. Asam yang hanya terionisasi sebagian disebut asam lemah.9 x 10-11 1.8 x 10-5 = {[H3O+][CH3COO-]} / [CH3COOH] Kita dapat menggunakan nilai Ka ini untuk menghitung konsentrasi ion hidronium. Pada reaksi kesetimbangan ini. konsentrasi kedua ion tersebut sama.5 x 10-10 5. Untuk menghitung konsentrasi ion hidronium.

basa lemah hanya terionisasi sebagian. Kita menggunakannya sama persis seperti pada saat kita menggunakan Ka (lihat pembahasan Asam Lemah di atas). Basa Lemah Basa lemah juga bereaksi dengan air untuk mencapai sistem kesetimbangan. kita dapat menganggap nilai x sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi asam lemah mula-mula.8 x 10-5 x 2)1/2 = 6 x 10-3 [H3O+] = 6 x 10-3 M Salah satu cara untuk membedakan antara asam kuat dengan asam lemah adalah dengan mencari nilai konstanta ionisasi asam (Ka). Sehingga.7 x 10-9 3.8 x 10-5 x 2 x = (1.67 .6 x 10-4 4. Ini berarti bahwa kita dapat sering menganggap konsentrasi asam lemah pada saat kesetimbangan sama dengan konsentrasi mula-mulanya.4 x 10-4 1. NH3(g) + H2O(l) <—> NH4+(aq) + OH-(aq) Seperti halnya asam lemah. yang sama dengan nilai [H3O+]. x2 = 1. Jika tidak. Persamaan konstanta kesetimbangan asam lemah sekarang dapat dituliskan sebagai berikut : Ka = 1.8 x 10-5 1.6 x 10-5 0.19 0. dikurangi dengan yang mengalami ionisasi. sebesar x M. 2 M. Amonia merupakan salah satu basa lemah.3 x 10-11 5. untuk menghasilkan sebanyak x M ion hidronium dan ion asetat. Amonia dapat bereaksi dengan air untuk membentuk ion amonium dan ion hidroksida.8 x 10-5 = (x)2 / 2 Selanjutnya kita dapat menentukan nilai x.3 x 10-14 1. Berikut ini adalah tabel beberapa contoh basa lemah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Kb masing-masing basa lemah : Nama Basa Etil Amina Metil Amina Amonia Piridina Anilina Kafeina Urea Rumus Kimia C2H5NH2 CH3NH2 NH3 C5H5N C6H5NH2 C8H10N4O2 CO(NH2)2 Kb 5. Yang dicari pada basa lemah adalah [OH-]-nya. Konstanta kesetimbangan basa lemah adalah Kb. berarti asam kuat. berarti asam lemah. Jika asamnya memiliki nilai Ka.9 x 10-6 2. [CH3COOH] = (2 – x) M Pada kondisi umum.[H3O+] = [CH3COO-] = x M Dengan demikian. kita dapat menuliskan jumlah asam asetat yang tersisa pada saat kesetimbangan sebagai jumlah asam asetat mula-mula. Jadi.8 x 10-5 = {(x)(x)} / (2 – x) = {(x)(x) / (2)} 1.6 x 10-10 5.5 x 10-14 Asam Konyugasi C2H5NH3+ CH3HN3+ NH4+ C5H5NH+ C6H5NH3+ C8H11N4O2+ H2NCONH3+ Ka 1. kita dapat mengatakan bahwa nilai 2 – x mendekati 2. dibutuhkan asam asetat yang terionisasi sebanyak x M pula.8 x 10-11 2.8 x 10-10 5.

dapatkah air bereaksi dengan dirinya sendiri? Ternyata. pH = – log [H3O+] . kita dapat menentukan konsentrasi ion lainnya.0 x 10-14 = (6 x 10-3) [OH-] [OH-] = 1. air bertindak sebagai asam. rumus pH dapat dituliskan dalam persamaan berikut : pH = – log [H3O+] Berdasarkan konstanta disosiasi air (Kw). Dengan nilai ini. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : H2O(l) + H2O(l) <—> H3O+(aq) + OH-(aq) Reaksi tersebut merupakan reaksi kesetimbangan (lihat : kesetimbangan Kimia).0 x 10-14 / 6 x 10-3 = 1. Air dapat bereaksi dengan dirinya sendiri. Skala pH adalah skala yang berdasarkan [H3O+].0 x 10-7 M. Ternyata. Jika kita mencampurkan air dengan asam.7 x 10-12 M Besarnya tingkat keasaman suatu larutan tergantung pada konsentrasi ion hidronium di dalam larutan.0 x 10-7 M. W adalah water = air. dan sebaliknya. Kw = 1. Nilai Kw selalu konstan (asalkan suhu tidak berubah). kita memiliki cara untuk menghitung [OH-] di dalam larutan tersebut dengan menggunakan rumus Kw. nilai [H3O+] = [OH-] = 1 x 10-7 M. dengan cara yang satu mendonorkan satu proton dan yang lain menerimanya.Ketika asam asetat bereaksi dengan air. pH didefinisikan sebagai minus logaritma (-log) [H3O+]. yaitu dengan skala pH.0 x 10-14 = Kw = [H3O+][OH-] Pada air murni. Dengan menggunakan persamaan matematika ini. saat mencampurkan air dengan basa. Dua molekul air dapat saling bereaksi. air bertindak sebagai basa. tidak hanya pada air murni. Kita mendapatkan [H3O+] sama dengan 6 x 10-3 M.0 x 10-14 dan mengikuti persamaan berikut : 1. Begitu pula sebaliknya. Nilai Kw adalah 1. Dengan demikian. air bertindak sebagai asam (atau sebagai donor proton). semakin besar konsentrasi ion hidronium di dalam larutan tersebut. larutan dengan [H3O+] sama dengan 1. kita dapat mengubah [H3O+] menjadi [OH-]. Zat yang dapat bertindak sebagai asam maupun sebagai basa disebut amfoterik. Sores Sorensen. pH menunjukkan tingkat keasaman relatif suatu larutan. dikembangkan untuk mempermudah penentuan tingkat keasaman larutan. Kembali kita membahas larutan 2 M asam asetat di atas. nilai [H3O+] pada air murni sama dengan 1. pada tahun 1909. dengan mengetahui konsentrasi salah satu ion. pada saat air bereaksi dengan amonia. Namun. Oleh karena konsentrasi ion hidronium mupun ion hidroksida umumnya sangat kecil. kita dapat menghitung pH air. Namun. mengajukan cara praktis untuk menentukan tingkat keasaman larutan. Singkat kata. Namun. Dengan kata lain.0 x 10-14 = [H3O+][OH-] 1. air bertindak sebagai basa (atau sebagai akseptor proton).0 x 10-2 M lebih asam daripada larutan dengan [H3O+] yang sama dengan 1. Dengan demikian. Konstanta kesetimbangan yang dimodifikasi disebut Kw (yang menunjukkan konstanta disosiasi air). Secara matematis. konsentrasi ion hidronium dan ion hidroksida jarang memiliki nilai yang sama. Semakin asam suatu larutan. pada berbagai macam larutan (dengan pelarut air). persamaan reaksi ini menunjukkan bahwa nilai [H3O+] sama dengan [OH-]. dan dengan nilai Kw. air dapat bertindak sebagai asam maupun sebagai basa. Pada larutan (dengan pelarut air). tergantung bereaksi dengan zat apa. ya.

pH < 7 Larutan Basa : [H3O+] <1. sehingga pHnya lebih besar dari 7.22) pH = 2.log Kw = – log (1. pH air sama dengan 7.0 x 10-7 M . Hal ini berarti. dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan. Nilai [H3O+] dari larutan asam asetat 2 M (lihat pembahasan Asam Lemah di atas) adalah 6 x 10-3 M. Nilai pOH sama dengan logaritma negatif dari [OH-]. maka diperoleh : Kw = 1. Para kimiawan menyebut titik ini ( pH = 7) pada skala pH sebagai posisi netral. Kita dapat menghitung nilai pOH suatu larutan sama seperti pada saat menghitung pH dengan menggunakan logaritma negatif dari konsentrasi ion hidroksida. pH larutan tersebut dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : pH = – log [H3O+] pH = – log (6 x 10-3) pH = – (-2.0 x 10-7) pH = – (-7) pH = 7 Jadi. konsentrasi ion hidronium dalam darah manusia adalah sekitar 10-7.2 Persamaan lain. pH = 7 Skala pH pada dasarnya tidak ada batasnya. Suatu larutan disebut asam jika memiliki [H3O+] lebih besar dari air. Sebaliknya.01 x 10-8 M.0 x 10-14) = – log {[H3O+][OH-]} pKw = 14 = pH + pOH Persamaan pH + pOH = 14 mempermudah perhitungan pOH menjadi pH. suatu larutan disebut basa jika memiliki [H3O+] lebih kecil dari air.0 x 10-7 M . yang disebut pOH. Larutan tersebut termasuk asam. Berikut ini adalah tabel pH beberapa zat yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari : Zat pH . Larutan Asam : [H3O+] > 1. Namun demikian. Dengan cara yang sama. kita menggunakan persamaan antilog.0 x 10-7 M .3 = 5. kita juga dapat melakukan perhitungan pH ke [H3O+].pH = – log (1. Untuk itu. memiliki pH = -1).3. sebagai berikut : [H3O+] = 10-pH Misalkan. sehingga pHnya lebih kecil dari 7. Jika kita menggunakan Kw dan bila kedua sisi logaritma dinegatifkan. menurut perjanjian. kita dapat menghitung [OH-] dari pOH. Kita dapat saja memiliki larutan dengan pH kurang dari nol (misal : larutan HCl 10 M. yang digunakan sebagai batas pH asam lemah dan basa lemah.0 x 10-14 = [H3O+][OH-] . Seperti halnya kita mengubah [H3O+] ke pH. dan juga untuk larutan encer asam kuat dan basa kuat. darah manusia memiliki pH sekitar 7. pH > 7 Larutan Netral : [H3O+] = 1. batas pH adalah dari nol (0) hingga 14.

5 9. Salah satu contoh ekstrak tanaman yang dijadikan sebagai indikator asam-basa adalah kembang bokor.5 2. bunganya akan berwarna merah muda.9 2.8 12. indikator digunakan untuk menguji keberadaan asam atau basa.8 2. Jika larutan bersifat basa. Jika tanaman ini tumbuh di tanah masam. cairan tersebut berubah menjadi hijau. Di dalam ilmu kimia.0 10. fenolftalein digunakan sebagai zat aktif pada obat pencahar.Pembersih oven Penghilang rambut Amonia rumah tangga Susu magnesia Pemutih klor Air laut Darah manusia Air murni Susu Kopi Minuman ringan Aspirin Cuka Jus jeruk Asam aki mobil 13. kertas lakmus merah dan netral berubah menjadi biru. Kertas lakmus merah digunakan untuk menguji basa. Hingga beberapa tahun yang lalu. Kertas lakmus adalah alat uji yang sangat bagus dan cepat untuk mendeteksi asam dan basa.8 Indikator adalah zat (pewarna organik) yang mengalami perubahan warna karena keberadaan asam atau basa.0 6. kertas lakmus netral dan biru akan berubah menjadi merah. yaitu proses penentuan konsentrasi asam . Sedangkan. Kertas Lakmus Lakmus adalah suatu zat yang diekstrak dari sejenis lumut kerak dan diserap ke dalam kertas berpori. bunganya akan berwarna biru.3 0. bahan lain yang telah lama dikenal sebagai indikator asam-basa yang baik adalah kubis merah. Selain kembang bokor.3 7. Ekstrak kubis merah dapat digunakan untuk menguji keasaman zat-zat. jika tanaman ini tumbuh di tanah alkalin (basa). Saat dicampur dengan asam. Lumut kerak adalah tanaman yang ditemukan di Belanda. kertas lakmus netral digunakan untuk menguji keduanya. Sebaliknya. dan lakmus netral. dan kertas lakmus biru digunakan untuk menguji asam. Fenolftalein Fenolftalein merupakan indikator lain yang biasa digunakan. lakmus biru. Para kimiawan memiliki banyak indikator yang akan berubah pada perubahan kecil pH. Terdapat tiga jenis kertas lakmus. yaitu lakmus merah.5 3. cairan tersebut berubah menjadi merah muda.8 11.5 5.5 8. Dua indikator yang paling banyak digunakan adalah kertas lakmus dan fenolftalein. yang terdiri atas ganggang dan jamur yang hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lainnya. Jika larutan bersifat asam. Sementara itu. saat dicampur dengan basa. Fenolftalein jernih dan tidak berwarna di dalam larutan asam dan akan berwarna merah muda di dalam larutan basa. Indikator ini biasanya digunakan dalam proses titrasi.0 7.

025 L = 0. Saat kita pergi ke toko obat atau apotik. Mengetahui volume larutan asam dapat membantu kita menghitung molaritas asam tersebut . Lambung memproduksi asam hidroklorat (HCl) untuk mengaktifkan enzim-enzim tertentu (biokatalisator) dalam proses pencernaan. kadang-kadang. larutan tersebut tetap jernih dan tidak berwarna. Formulasi basa yang biasa dijual untuk menetralkan asam ini disebut antasida. seseorang yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). lambung juga memproduksi terlalu banyak asam. sifat kimia dari basa juga menimbulkan masalah. Antasida mengandung senyawa-senyawa berikut sebagai bahan aktif : 1. Namun.0355 L x 0.10 M untuk bereaksi hingga titik akhir titrasi dengan 25 mililiter larutan HCl tercapai. titik saat asam secara tepat ternetralisasi oleh basa. dimisalkan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) Dari persamaan reaksi setara di atas. kita juga dapat mengetahui berapa mol HCl yang ada. kelebihan asam lambung tersebut perlu dinetralkan dengan suatu basa. Selanjutnya. Hidroksida (Al(OH)3 dan Mg(OH)2) Mencoba memilih antasida “terbaik” untuk digunakan sewaktu-waktu dapat menyulitkan.142 M Titrasi suatu basa dengan suatu larutan standar asam (larutan yang telah diketahui konsentrasinya) dapat dihitung dengan cara yang persis sama dengan cara di atas. Hal ini berarti. kita masukkan larutan HCl tersebut dengan volume yang telah diketahui (misalkan digunakan 25 mililiter yang diukur dengan tepat menggunakan pipet) ke dalam labu erlenmeyer dan kemudian tambahkan beberapa tetes indikator fenolftalein (disingkat pp). Oleh karena kita menambahkan indikator pp ke dalam larutan asam. atau asamnya naik sampai kerongkongan (menuju ke pembakaran jantung). Sebagai contoh.00335 mol Volume HCl = 0. hendaknya .025 L Konsentrasi HCl = mol / volume = 0. kita menambahkan sedikit demi sedikit larutan standar natrium hidroksida (NaOH) yang telah diketahui konsentrasinya (misalkan kita gunakan larutan NaOH 0. Mula-mula. Kita menyebut kondisi ini sebagai titik akhir titrasi. misalkan kita ingin menentukan konsentrasi molar larutan HCl yang belum diketahui. Akan tetapi.10 M = 0. Larutan basa terus ditambahkan sehingga larutan yang dititrasi berubah menjadi merah muda. Dalam percobaan di atas. Dengan demikian. Antasida adalah salah satu terapan dari ilmu kimia asam-basa.00335 mol Mol HCl = mol NaOH = 0. Tentu saja harga menjadi salah satu faktor. kita menemukan berbagai jenis obat antasida dari rak ke rak. Karbonat (CaCO3 dan MgCO3) 3. Sebagai contoh.atau basa yang tidak diketahui berdasarkan reaksi dengan basa atau asam yang telah diketahui konsentrasinya. Bikarbonat (NaHCO3 dan KHCO3) 2. warna merah muda menjadi hilang. diperlukan sebanyak 35. jika mol basa yang dibutuhkan dapat dihitung. kita dapat melihat bahwa perbandingan mol antara asam dan basa adalah 1 : 1. Mol NaOH = V x M = 0.00335 mol / 0.10 M) dengan buret. kecuali pada titik akhir titrasi.50 mililiter larutan NaOH 0.

nilai Ka1 suatu asam poliprotik selalu lebih besar dibandingkan nilai Ka tahap-tahap berikutnya.3 x 10-2 6. terjadi pelepasan ion hidronium secara bertahap. Memilih antasida benarbenar memerlukan banyak pertimbangan.0 x 10-19 7. karena ion natrium cenderung meningkatkan tekanan darah. Namun.5 x 10-2 6. cenderung memilih antasida yang mengandung kalsium karbonat. seseorang yang ingin menjaga dan mencegah hilangnya kalsium dari tulang (osteoporosis).6 x 10-7 2. Dengan demikian.1 x 10-5 1.1 x 10-4 1.8 x 10-13 Basa Konyugasi HSO4SO42HC2O4C2O42HSO3SO32HCO3CO32HSS2H2PO4HPO42PO43Kb sangat kecil 7.7 x 10-13 1.3 x 10-12 1.2 x 10-8 4.1 x 10-2 .7 x 10-13 1. kalsium karbonat dan aluminium hidroksida dapat menyebabkan sembelit bila dosis penggunannya berlebihan.3 x 10-8 4.5 x 10-3 6. Di sisi lain. Asam Diprotik dan Poliprotik Pada reaksi ionisasi asam diprotik (melepaskan 2 ion hidronium) maupun asam poliprotik (melepaskan lebih dari 2 ion hidronium).menghindari antasida yang mengandung natruim bikarbonat.5 x 10-13 1. Sebagai contoh : H2CO3(aq) <—> HCO3-(aq) + H+(aq) Ka1 = {[H+][HCO3-]} / [H2CO3] HCO3-(aq) <—> CO32-(aq) + H+(aq) Ka2 = {[H+][CO32-]} / [HCO3-] Secara umum.0 x 105 1.6 x 10-10 7.4 x 10-8 2. Berikut ini adalah tabel beberapa contoh asam poliprotik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Ka masing-masing asam poliprotik : Nama Asam Asam Sulfat Ion Hidrogen Sulfat Asam Oksalat Ion Hidrogen Oksalat Asam Sulfit Ion Hidrogen Sulfit Asam Karbonat Ion Hidrogen Karbonat Asam Sulfida Ion Hidrogen Sulfida Asam Fosfat Ion Dihidrogen Fosfat Ion Hidrogen Fosfat Rumus Kimia H2SO4 HSO4H2C2O4 HC2O4H2SO3 HSO3H2CO3 HCO3H2S HSH3PO4 H2PO4HPO42Ka sangat besar 1.3 x 10-2 6. asam tersebut memiliki beberapa nilai Ka yang berbeda.5 x 10-8 1.2 x 10-7 4.8 x 10-11 9. penggunaan magnesium karbonat dan magnesium hidroksida dosis tinggi dapat berguna sebagai pencahar.6 x 10-7 2. Sebaliknya.1 x 10-7 1.

Selain menggunakan konsep asam-basa Arrhenius maupun Bronsted-Lowry. sifat asam-basa suatu senyawa juga dapat diterangkan dengan konsep asam-basa Lewis. Beberapa contoh reaksi asam-basa Lewis : Ag+(aq) + 2 NH3(aq) <—> Ag(NH3)2+(aq) Cd4+(aq) + 4 I-(aq) <—> CdI42-(aq) Ni(s) + 4 CO(g) <—> Ni(CO)4(g) . Sebaliknya ion H+ berperan sebagai asam Lewis (menerima pasangan elektron). Sebagai contoh. pelarut bukan air. seorang kimiawan berkebangsaan Amerika. sedangkan BF3 sebagai asam Lewis. Teori asam-basa Lewis berlaku baik di sistem pelarut berair. mendefinisikan basa Lewis sebagai zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron. Contoh lain adalah reaksi antara BF3 dengan NH3 membentuk senyawa NH3BF3. G. Lewis. Sedangkan asam Lewis didefinisikan sebagai zat yang dapat menerima pasangan elektron bebas. N. Dalam reaksi ini. NH3 berperan sebagai basa Lewis (mendonorkan pasangan elektron). NH3 bertindak sebagai basa Lewis. Pada tahun 1932. Ikatan kimia yang terjadi adalah ikatan kovalen koordinasi (lihat : Ikatan Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia). Lewis mendefinisikan asam-basa berdasarkan peristiwa donor-akseptor pasangan elektron. pada proses protonasi amonia. bahkan tanpa pelarut sekalipun (sistem gas).