You are on page 1of 18

BAB I PENDAHULUAN

Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata - mata sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu, 2004: 2). Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa. Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah: Puisi, Novel cerita/cerpen (tertulis/lisan), syair, pantun, sandiwara/drama, lukisan/kaligrafi. Berdasarkan ulasan di atas, maka penulis membuat makalah ini guna membantu para pembaca yang ingin menekuni dunia puisi. Selain tentang pengertian dan unsur – unsur puisi, makalah ini juga memuat catatan tentang ragam dan teknik membaca puisi serta dilengkapi juga dengan panduan untuk membuat puisi agar menarik untuk dibaca. Demikian gambaran isi makalah ini dari penulis. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih.

Selamat Membaca…!!

1

dengan citra-citra. pemilihan kata-katanya tepat. orang suci. (1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. 2 . misalnya seimbang. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya. Dalam bahasa Yunani sendiri. kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya. dan sebagainya. orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi. PENGERTIAN PUISI Secara etimologis. orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. guru. yang sekaligus merupakan filsuf. negarawan. dengan kiasan. kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturuturut secara teratur). Misalnya. yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi. yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik. (4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. dan sebagainya). Coulter (dalam Tarigan. simetris. (2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya. padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. dan disusun secara artistik (misalnya selaras. 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya. Dalam bahasa Inggris.BAB II PEMBAHASAN A. (3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo. dan bahasanya penuh perasaan. simetris. Mengenai kata poet. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam. 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.

bisa frase. jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah. dan keras lembut ucapan bunyi. jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat. bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. atau panjang pendek kata. Pada puisi lama. tetapi pada puisi baru tidak dibatasi. percintaan. kegembiraan yang memuncak. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama. dan perasaan yang bercampur-baur. namun tetap terdapat benang merah. yaitu kata. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. irama. perulangan kata. Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo. tapi pada puisi baru tak ada batasan. kepadatan.(5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. bunyi. Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Unsur-unsur itu berupa emosi. UNSUR-UNSUR PUISI Secara sederhana. bait. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam. Larik bisa berupa satu kata saja. dan makna. ide. tekanantekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal). kata kiasan. Katakata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik. perulangan bait). Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. larik . kesan pancaindera. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. imajinas. Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran. batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur. 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. nada. Baik rima 3 . Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Pada puisi lama. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima. susunan kata. panjang pendek. Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. bisa pula seperti sebuah kalimat. pemikiran. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan. B.

(4) Amanat/tujuan/maksud (itention). tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan. mendikte. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata. (3) Nada (tone). maupun dapat ditemui dalam puisinya. baris. kelas sosial. gaya bahasa. bait. menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca. bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah. Adapun secara lebih detail. maupun makna keseluruhan. usia. dan bentuk puisi saja. yaitu struktur batin dan struktur fisik. meliputi hal-hal sebagai berikut. Struktur batin puisi. (2) Rasa (feeling).maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi. agama. unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur. maka puisi harus bermakna. media puisi adalah bahasa. Sedangkan struktur fisik puisi. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi. menganggap bodoh dan rendah pembaca. pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. dan pengetahuan. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. 4 . misalnya latar belakang pendidikan. sadar maupun tidak. dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya. dll. baik makna tiap kata. atau terkadang disebut pula metode puisi. yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. rima. Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. pengalaman sosiologis dan psikologis. ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. (1) Tema/makna (sense). yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. pengetahuan. atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi. kedudukan dalam masyarakat. jenis kelamin. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. pengalaman. yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan. dengan nada sombong.

Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. klimaks. yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. antiklimaks. (2) Diksi. sinekdoke. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal. Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. sajak berselang. alusio. dan (3) pengulangan 5 . misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C. Imaji dapat dibagi menjadi tiga. yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi. repetisi bunyi [kata]. sajak berparuh. asonansi. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. totem pro parte. Bahasa figuratif disebut juga majas. dll. sajak penuh. tengah. pars pro toto. (6) Versifikasi. keselarasan bunyi. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. satire. tepi kanan-kiri. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis. persamaan akhir. personifikasi.). (4) Kata kongkret. hingga paradoks. (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. seperti penglihatan. dan urutan kata. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. persamaan awal.B. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi. yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta. anafora. yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. pleonasme.(1) Perwajahan puisi (tipografi). maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. 1986:128). dan sebagainya [Waluyo. yaitu imaji suara (auditif). litotes. repetisi. imaji penglihatan (visual). Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi. dan perasaan. hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). dan metrum. 187:92]). yaitu menyangkut rima. kehampaan hidup. (3) Imaji. eufemisme. ironi. pengaturan barisnya. artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo. dll. pendengaran. tempat hidup. kehidupan. bumi. 1987:83). simile. dan akhir baris puisi. ritme. antitesis. sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor. baik di awal. (5) Bahasa figuratif. mendengar. yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata.

keras lemahnya bunyi. berisi nasihat.kata/ungkapan. agama/nasihat. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. maupun rima. panjang pendek. suku kata. PUISI BARU Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama. PUISI LAMA Ciri-ciri puisi lama:    Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait. jadi merupakan sastra lisan. Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. C. puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru. RAGAM DAN JENIS PUISI 1) Berdasarkan Zaman Menurut zamannya. atau pahlawan. puisi baru dibedakan atas:       Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. baik dalam segi jumlah baris.  Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris. teka-teki. Yang termasuk puisi lama adalah:   Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b. jumlah suku kata maupun rima. 2 baris awal sebagai sampiran. bersajak a-a-a-a. 2 baris berikutnya sebagai isi. Disampaikan lewat mulut ke mulut. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. tanah air. tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. muda-mudi. Ritma adalah tinggi rendah.  Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6. 8. jenaka. 6 . berisi nasihat atau cerita. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. bersajak a-a-a-a. Menurut isinya.    Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. ataupun 10 baris. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. tiap bait 4 baris. Seloka adalah pantun berkait. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris.

Rendra banyak sekali menulis balada tentang orang-orang tersisih.J. dan sebagainya. Puisi-puisi naratif. romansa. Karya sastra tidak bersifat otonom. Dalam memahami makna karya sastra. kita mengacu pada beberapa hal yang erat hubungannya dengan puisi tersebut. Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam puisi. Kumpulan baladanya yaitu. 1. hal yang dipandang erat hubungannya adalah jenis puisi itu sendiri dan sudut pandang penyair. tokoh pujaan. dengan diselingi perkelahian dan petualangan yang menambah percintaan mereka lebih mempesonakan. Cleanth Brooks menyebut adanya puisi naratif dan puisi deskriptif (1979:335-356). Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantic berisi kisah percintaan yang berhubungan dengan ksatria. Rendra juga banyak menulis romansa. Balada Orang-orang Tercinta dan Blues Untuk Bonnie. Kennedy menyebut adanya puisi konkret dan balada (1071:116226). himne. dan ada yang kompleks. atau orang-orang yang menjadi pusat perhatian. dan bagaimana penyair dalam menyampaikan inspirasinya. Sedangkan istilah ode. dan Deskriptif Klasifikasi puisi ini berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan. romansa. dan syair. puisi kamar. 2) Berdasarkan Sudut Pandang Penulis Ada bermacam-macam jenis puisi yang ditulis para penyair Indonesia. Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa. a. Ada juga parable atau alegori. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. balada. W. kita mengenal judul-judul: balada. Salah satu bagian dalam "Empat Kumpulan Sajak"nya 7 . Sehingga mudah mengklasifikasikan. Dalam pemahaman puisi. Puisi Naratif. dan metafisik (1948:145). ada yang sugestif. serta bagaimana menafsirkan makna puisi dengan mudah. Ada puisi naratif yang sederhana. platonic. stanza. dan puisi auditorium juga sering kita jumpai. serenada. yang oleh penyairnya disebut "Orang-orang Tercinta". Dalam kumpulan puisi Rendra. misalnya: epik. Puisi Narataif Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. termasuk jenis puisi apakah yang kita ciptakan. X. David Daiches menyebut adanya puisi fisik.H Hudson menyatakan adanya puisi sebyektif dan puisi obyektif (1959:96). Lirik.

Yang banyak ditulis adalah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang dikagumi. sedih. Ode adalah Puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang. c. 8 . Serenada Kelabu. dan puisi-puisi impresionitik. atau suasana dipandang menarik perhatian penyair. benda. kecewa. Warna-warna dibelakang serenada itu melambangkan sifat nyanyian cinta itu. ada yang bahagia. Elegi adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah petualangan dengan judul “Romance Perjalanan". sesuatu hal. Satire adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan. serenade ungu. Kritik Sosial adalah Puisi yang juga menyatakan ketidak senangan terhadap keadaan tau terhadap diri seseorang. b. “Diponegoro” Chairil Anwar. Rendra banyak menciptakan serenada dalam 'Empat Kumpulan Sajak'. namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya. Puisi Lirik Dalam puisi lirik penyair mengungkapkan aku lirik atau gagasan pribadinya. serenade Merah Jambu.H. Serenada Biru. Misalnya "Elegi Jakarta" karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di kota Jakarta. Puisi Deskriptif.berjudul "Romansa" dan berisi jenis puisi romansa. Priode 1953-1961 banyak ditulis jenis romansa ini. ode. Didepan telah dinyatakan bahwa dalam puisi deskriptif. yakni kisah percintaan sebelum Rendra menikah. Jenis puisi lirik misalnya: elegi. misalnya puisi satire. dan sebagainya. “Teratai” Sanusi Pane. Kisah cinta ini dapat huga berarti cinta t anah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K. dan “Ode Buat Proklamator” Leon Agusta merupakan contoh ode yang bagus. dan seterusnya. kritik sosial. Kata serenada berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan / peristiwa. Priangan “Si Jelita”. Ia tidak bercerita. sesuatu keadaan. dan serenada. Misalnya Serenada hitam. Jenis puisi yang dapat diklasifikasikan dalam puisi deskriptif. namun dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidak beresan keadaan / orang tersebut. Serenada adalah Sajak percintaan yang bisa dinyanyikan.

Puisi Kamar ialah Puisi yang cocok dibaca sendirian atau dengan satu atau dua pendengar saja di dalam kamar. dilihat. Puisi Metafisikal adalah Puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. religius. dilain pihak dapat disebut sebagai puisi metafisik (menagjak pembaca merenungkan hidup. Puisi Fisikal adalah Puisi bersifat realistis. ungkapan cinta luhur seorang kekasih atau orang tua kepada anaknya dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi puisi platonik. impresionistis. Puisi-puisi ide atau cita-cita. 9 . Hal-hal yang didengar. karya-karya mistik Hamzah Fansuri seperti Syair Dagang. dan Syair Si Burung Pingai dapat dipandang sebagai puisi metafisikal. Puisi Auditorium adalah Puisi yang cocok dibaca di auditorium. Sajak-sajak Leon Agusta banyak yang dimaksudkan untuk sajak auditorium. balada. Puisi Kamar dan Puisi Auditorium Istilah puisi kamar dan puisi auditorium juga kita jumpai dalam buku kumpulan puisi „Hukla‟ karya Leon Agusta. artinya menggambarkan kenyataan apa adanya. dan Tuhan). Yang dilukiskan adalah kenyataan dan bukan gagasan. Puisi religius disatu pihak dapat dinyatakan puisi platonic (menggambarkan ide atau gagasan penyair). atau dirasakan merupakan obyek ciptaannya. Syair Perahu. Platonik. Puisi-puisi Rendra kebanyakan adalah puisi auditorium yang baru memperlihatkan keindahannya setelah suaranya terdengar lewat pembacaan yang keras. kehidupan. Puisi auditorium disebut juga puisi oral karena cocok untuk dioralkan. Puisi-puisi auditorium disebut juga puisi Hukla (puisi yang mementingkan suara atau serangakaian suara). Puisi-puisi naratif. juga puisi dramatis biasanya merupakan puisi fisikal. Dapat dibandingkan dengan istilah 'Cinta Platonis' yang berarti cinta tanpa nafsu jasmaniah. dan Metafisikal Pembagian puisi oleh David Daiches ini berdasarkan sifat dari isi yang dikemukakan dalam puisi itu. 2.Impresionistik adalah Puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal. Puisi Fisikal. Puisi Platonik adalah Puisi yang sepenuhnya berisi hal-hal yang bersifat spiritual atau kejiwaan. di mimbar yang jumlah pendengarnya dapat ratusan orang. 3.

Puisi Obyektif berarti Puisi yang mengungkapkan hal-hal diluar diri penyair itu sendiri. sehingga puisinya mirip dengan bahasa sehari-hari. Puisi Konkret Puisi konkret sangat terkenal dalam dunia perpuisian Indonesia sejak tahun 1770-an. yakni puisi yang bersifat visual. atau puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan pengimajian lewat bentuk grafis. 10 . majas.Kennedy memberikan nama jenis puisi tertentu dengan nama puisi konkret.Kasidah-kasidah “Al-Barzanji” karya Ja'far Al-Barzanji dan tasawuf karya Jalaludin Rumi dapat diklasifikasikan sebagai puisi metafisikal. maka itu akan menjadi puisi yang bersifat prosaic dan terlalu cerlang sehingga diklasifikasikan sebagai puisi diafan. tanda baca dan huruf-huruf sangat potensial membentuk gambar. kata konkret dan bahasa figurative. dan Prismatis. ideogramatik. 5. Puisi yang demikian akan sangat muda dihayati maknanya. 4. Puisi Subyektif dan Puisi Obyektif Puisi Subyektif disebut juga Puisi Personal. Gelap. yang dapat dihayati keindahan bentuk dari sudut pandang (poem for the eye).J. Mereka belum mampu mengharmoniskan bentuk fisik untuk mengungkapkan makna. Puisi-puisi yang ditulis kaum ekspresionis dapat diklasifikasikan sebagai puisi subyektif. kaligrafi. Demikian pula puisi lirik dimana aku lirik bicara kepada pembaca. Gambar wujud fisik yang 'kasat mata' lebih dipentingkan dari pada makna yang ingin disampaikan. Puisi obyektif disebut juga puisi impersonal. Dalam puisi konkret ini. 6. Dengan demikian penyair tersebut tidak memiliki kepekaan yang tepat dalam takarannya untuk lambang. Puisi Diafan atau puisi polos adalah puisi yang kurang sekali menggunakan pengimajian. X. yakni puisi yang mengungkapkan gagasan. dan suasana dalam diri penyair sendiri. karena mengungkapkan keadaan jiwa penyair sendiri. Puisi naratif dan deskriptif kebanyakan adalah puisi obyektif. Sebaliknya jika puisi itu kering akan majas dan versifikasi. Jika puisi terlalu banyak majas. Puisi Diafan. kiasan. Kita mengenal adanya bentuk grafis dari puisi. maka puisi itu menjadi gelap dan sukar ditafsirkan. Puisipuisi anak-anak atau puisi karya mereka yang baru belajar menulis puisi dapat diklasifikasikan puisi diafan. meskipun juga ada beberapa yang subyektif. pikiran. perasaan. dan sebagainya.

Puisi Pernasian. Puisi Inspiratif diciptakan berdasarkan mood atau passion. versifikasi. 7. Namun makna itu bagaikan sinar yang keluar dari prisma. Penyair benarbenar masuk ke dalam suasana yang hendak dilukiskan. dan Puisi Inspirati. Demikian juga puisi-puisi Dr. Pembaca memerlukan waktu cukup untuk menafsirkan puisi prosaic seperti karya penyair-penyair tahun 1970-an. Pembaca tetap dapat menelusuri makna puisi itu. Penyair-penyair seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar dapat menciptakan puisipuisi prismatis. maka pembaca akan lebih cepat dan tepat menafsirkan makna puisi tersebut. puisi yang diciptakan akan memiliki tenaga gaib. Jujun S. Hanya dalam suasana mood seorang penyair besar mampu menciptakan puisi prismatis. Puisi-puisi yang ditulis oleh ilmuwan yang kebetulan mampu menulis puisi. Puisi-puisi Rendra dalam “Potret Pembangunan” dalam puisi yang banyak berlatar belakang teori ekonomi dan sosiologi dapat diklasifikasikan sebagai puisi pernasian. diksi. Namun kadang-kadang juga kita jumpai puisi gelap. Dengan mood. Namun belum tentu semua puisi yang dihasilkan bersifat prismatis. Ada bermacam-macam makna yang muncul karena memang bahasa puisi bersifat multi interpretable. Puisi pernasian diciptakan dengan pertimbangan ilmu atau pengetahuan dan bukan didasari oleh inspirasi karena adanya mood dalam jiwa penyair. 11 . kebanyakan adalah puisi pernasian. Puisi-puisi dari orang yang baru belajar menjadi penyair biasanya adalah puisi diafan. namun tidak terlalu gelap. namun tidak gelap. Suasana batin penyair benarbenar terlibat kedalam puisi itu. maka niscaya tidak akan dapat dihasilkan puisi prismatis. Makna yang aneka ragam itu dapat ditelusuri pembaca. sekali baca habis. Pernasian adalah sekelompok penyair Prancis pada pertengahan akhir abad 19 yang menunjukkan sifat puisi-puisi yang mengandung nilai keilmuan. dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca tidak terlalu mudah menafsirkan makna puisinya. Ir. Jika pembaca mempunyai latar belakang pengetahuan tentang penyair dan kenyataan sejarah.Dalam puisi prismatis penyair mampu menyelaraskan kemampuan menciptakan majas. Suriasumantri yang sarat dengan pertimbangan keilmuan. Jika puisi itu diciptakan tanpa kekuatan pengucapan. Puisi prismatis kaya akan makna.

Istilah-istilah gagah membela kelompoknya disertai dengan istilah tidak simpatik yang memojokkan pihak yang dikritik. kamanusiaan. Didepan telah diberikan salah satu contoh puisi pamflet Rendra yang berjudul "Sajak Burung Kondor". mental. sedangkan dalam setanza seluruh puisi itu hanya terdiri atas 8 baris. dan kesengsaraan rakyat kecil yang dibela. Aturan pembarisan dalam oktaf adalah 8 baris untuk tiap bait. Disebut puisi pamflet karena bahasanya adalah bahasa pamflet. puisi ini melukiskan dan merupakan hasil refleksi demonstrasi para maha siswa dan pelajar sekitar tahun 1966. bahasa pusi pamflet juga bersifat prosaic. Puisi pamflet juga mengungkapkan protes social. Seperti halnya puisi pamflet. sehingga kebenaran sulit ditrima secara obyektif. Stanza artinya puisi yang tediri atas 8 baris. Puisi Demonstrasi dan Pamflet Puisi demonstrasi menyaran pada puisi-puisi Taufiq Ismail dan mereka yang oleh Jassin disebut angkatan 66. Stansa Jenis puisi yang bernama stanza kita jumpai dalam Empat Kumpulan Sajak karya Rendra. dan sebagainya. Stanza berbeda dengan oktaf karena oktaf dapat terdiri atas 16 atau 24 baris. 9. puisi-puisi demonstrasi merupakan ungkapan sepihak. Kata-katanya mengungkapkan rasa tidak puaas kepada keadaan. Pihak yang dibela diberikan tempat dan kedudukan yang terhormat dan serba benar. Munculnya kata-kata yang berisi protes secara spontan tanpa proses pemikiran atau perenungan yang mendalam. 12 . Sementara itu. artinya melukiskan perasaan kelompok. bukan perasaan individu. Rendra adalah tokoh puisi pamflet. seperti kebenaran. Menurut subagio Sastrowardoyo. Seperti halnya puisi demonstrasi. kebatilan. sedang pihak yang dikritik dilukiskan berada dalam posisi yang kurang simpatik. gaya paradoks dan ironi banyak kita jumpai. kelaparan. Kata-kata cukong. Puisi-puisi mereka adalah endapan dari pengalaman fisik. kata-kata yang membakar semangat kelompok banyak dipergunakan.8. dan emosional selama penyair terlibat dalam demonstrasi 1966. dan kondom dinyatakan bersam dengan kata-kata penderitaan. puisi-puisi demonstrasi 1966 bersifat ke-kita-an. tirani. Dalam pusi-puisi pamflet banyak kita jumpai kata-kata tabu yang diungkapkan penyair untuk menunjukkan kedongkolan hati penyair kepada pihak yang dikritik atau terhadap keadaan yang tidak memuaskan dirinya.

Teknik Pembuatan Puisi Sampai saat ini. barangkali berjuta puisi telah dituliskan. Cerita berbingkai seperti Panca Tantra. mulai dari kehidupan sehari-hari. suatu kehebatan Rendra dalam menciptakan puisi pada tahun 50-an. politik dan tentu saja tentang cinta yang banyak sekali ditemukan. terutama pada faktor fisik. Tentu. Berbagai ragam tema bahasan juga pernah diungkapkan lewat puisi. Kata-kata kasar. D. biasanya lahir berdasarkan observasi pada sekitar diri sendiri. 13 . puisi itu merupakan ungkapan kata bermakna yang dihasilkan dari berbagai macam proses kelahiran masing-masing.Puisi pamflet Rendra kehilangan makna konotatif. entah ke mana rimbanya. antara lain : 1. jika dicermati. TAHAP MENGUNGKAPKAN FAKTA DIRI Puisi pada tahap ini. Misalnya pada saat berkaca. dan hiperbola yang bertujuan memojokkan pihak yang dikritik banyak kita jumpai dalam puisi-puisi pamflet Rendra. Puisipuisi pamflet Rendra kebetulan merupakan reaksi terhadap industrialisasi yang berkembang pesat sekitar tahun 1974 (seperti halnya puisi pamflet Jerman 10. budaya. khususnya puisi yang dituliskan oleh kaum remaja. Bayan Budiman dan Hikayat Bachtiar juga dapat diklasifikasikan sebagai parable. Dalam kitab suci banyak kita jumpai dongeng-dongeng perumpamaan yang maknanya dapat kita cari dibalik yang tersurat. di internet. puisi-puisi ini dilahirkan dari berbagai macam proses kelahiran. Puisi-puisi pamflet Rendra ini mengingatkan kita akan puisi-puisi Jerman pada awal industrialisasi di sana. karena kisah bunga teratai itu digunakan untuk mengisahkan tokoh pendidikan. Puisi "Teratai" karya Sanusi Pane boleh dikatakn sebagai puisi alegori. Jenis alegori yang terkenal adalah parable yang juga disebut dongeng perumpamaan. 1001 Malam. Kisah tokoh pendidikan yang dilukiskan sebagai teratai itu digunakan untuk memberi nasihat kepada generasi muda agar mencontoh teladan 'teratai' itu. baik yang dipublikasikan di buku. Sebenarnya. Alegori Puisi sering-sering mengungkapakan cerita yang isinya dimaksudkan untuk memberikan nasihat tentang budi pekerti dan agama. maupun yang masih tetap mengendap di tangan penulis atau bahkan sudah hilang. menurut pengalaman. sains. di koran. ungkapan-ungkapan langsung ke sasaran. Proses kelahiran ini ada beberapa tahap.

yaitu sesuatu hal yang pengungkapannya hanya bisa melalui puisi. cinta. tidak dengan yang lain. Perasaan yang terungkap bisa berupa sedih. tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta. menuju kejadian di masa depan. tanpa tambahan kata bersayap atau metafora. Salah satu contoh yang menarik adalah lahirnya puisi paling tegas dari para pemuda Indonesia.2. meskipun kemerdekaan dan persatuan belum terwujud. Misalnya tatkala melihat orang muda bersandar di bawah pohon rindang. puisi dipandang mampu untuk menyampaikan gagasan dalam menghadirkan yang belum hadir. TAHAP MENGUNGKAPKAN RASA OBYEK LAIN Pada tahap ini penulis puisi mencoba berusaha mengungkapkan perasaan suatu obyek. TAHAP MENGUNGKAPKAN KEHADIRAN YANG BELUM HADIR Pada tahap ini puisi sudah merupakan hasil kristalisasi yang sangat mendalam atas segala fakta. sehingga jiwa persatuan itu sanggup dihadirkan di dalam setiap individu bangsa Indonesia. TAHAP MENGUNGKAPKAN RASA DIRI Pada tahap ini akan lahir puisi yang mampu mengungkapkan rasa atau perasaan diri sendiri atas obyek yang bersinggungan atau berinteraksi. bangsa Indonesia masih tersekat-sekat dalam kebanggaan masing-masing suku. lambat laun terjadi pencerahan pada seluruh komponen bangsa akan pentingnya persatuan. misalnya tatkala melihat meja. misalnya tatkala melihat meja. Misalnya cita-cita anak manusia. rasa dan analisa menuju jangkauan yang bersifat lintas ruang dan waktu. atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Saat Sumpah pemuda yang berbentuk puisi ini diikrarkan. Dan menunggu sampai dengan di raihnya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Mengungkapkan Kehadiran yang belum hadir artinya melalui media puisi. akan bisa lahir sebuah puisi 3. TAHAP MENGUNGKAPKAN FAKTA OBYEK LAIN Pada tahap ini puisi dilahirkan berdasarkan fakta-fakta di luar diri dan dituliskan begitu saja apa adanya. 4. dan lain-lain. dan lain-lain. kemudian muncul gagasan untuk menulis puisi. budaya dan gaya hidup masyarakat di masa depan. Melalui Puisi Sumpah Pemuda. ras dan bahasa serta masih dijajah oleh kolonial Belanda. benci. baik perasaan orang lain maupun benda-benda di sekitarnya yang seolah-olah menjelma menjadi manusia. dapat sebuah terlahir puisi. patah hati. 14 . dalam Sumpah Pemuda. 5. senang.

Jeda Pemenggalan sebuah kalimat dalam puisi. di mana kita harus menyambung atau mencuri nafas. untuk mengungkap makna yang tersimpan dan tersirat dari untaian kata yang tersurat. Kita harus pandai mengatur dan menyesuaikan dengan kekuatan nafas. Di mana harus ada jeda. Modulasi Mengubah (perubahan) suara dalam membaca puisi. Teknik Pembacaan Puisi Bagaimana kita membaca puisi dengan baik dan sampai sasaran/tujuan makna dari puisi yang kita baca sesuai maksud Sang Penyair? Ada beberapa tahapan yang harus di perhatikan oleh sang pembaca puisi. Diksi Pengucapan kata demi kata dengan tekanan yang bervariasi dan rasa. naik turunnya volume dan keras lembutnya diksi. dan yang penting menjaga harmoni di saat naik turunnya nada suara. bahkan di setiap hurufnya. antara lain: Interpretasi (penafsiran/pemahaman makna puisi) Dalam proses ini diperlukan ketajaman visi dan emosi dalam menafsirkan dan membedah isi puisi.E. 15 . terutama pada saat lomba membaca puisi). Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi. Intonasi Tekanan dan laju kalimat. Kita ciptakan suatu dinamika yang prima dengan mengatur rima dan irama. Dinamika Lemah kerasnya suara (setidaknya harus sampai pada penonton. Tempo Cepat lambatnya pengucapan (suara). Vocal Artikulasi Pengucapan kata yang utuh dan jelas.

berwibawa dan meyakinkan (tidak demam panggung). 16 . dalam membaca puisi yang digunakan adalah pernafasan perut. Usahakan terkesan tenang. penghayatan dan segala aspek di atas dengan ekspresi yang pas dan wajar. Ekspresi Tampakkan hasil pemahaman. tak gugup. tak gelisah. Konsentrasi Pemusatan pikiran terhadap isi puisi yang akan kita baca. Biasanya.Pernafasan. bahkan menggetarkan perasaan dan jiwa penonton. Komunikasi Pada saat kita membaca puisi harus bias memberikan sentuhan. Gerak Gerakan seseorang membaca puisi harus dapat mendukung isi dari puisi yang dibaca. Penampilan Salah satu factor keberhasilan seseorang membaca puisi adalah kepribadian atau performance diatas pentas. Gerak tubuh atau tangan jangan sampai klise.

Penampilan Gerak Komunikasi Ekspresi Konsentrasi B. Mengenai kata poet. Kesimpulan. Dalam bahasa Inggris. 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Coulter (dalam Tarigan. tapi kita juga harus menghadirkan jiwa sang penyair. padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem.               Interpretasi (penafsiran/pemahaman makna puisi) Vocal Diksi Tempo Dinamika Modulasi Intonasi Jeda Pernafasan. bagaimana ia dapat melahirkan karya puisi. Saran   Hendaknya pihak sekolah memberikan bimbingan (kurikulum) kepada siswa yang memiliki potensial di bidang fisika instrument. kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Membaca puisi bukan sekedar menyampaikan arus pemikiran penyair. Teknik Pembacaan Puisi. Kita harus menyelami dan memahami proses kreatif sang penyair. 17 . Hendaknya pihak sekolah mengadakan lomba karya tulis ilmih.BAB III PENUTUP A. Secara etimologis. agar para penuis puisi akan lebih kompetitif.

110mb.com/teknik%20pembacaan%20puisi.htm 18 .110mb.php?title=puisi http://abdurrosyid.htm http://www.net/community/post/2920 http://duniapuisi.com/jenis-jenis%20puisi.com/teknik%20pembuatan%20puisi.net/story.htm http://duniapuisi.DAFTAR PUSTAKA http://definisi.wordpress.110mb.kapasitor.com/2009/07/27/puisi-pengertian-dan-unsur-unsurnya/ http://duniapuisi.