TINJAUAN PUSTAKA Etiologi Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya

, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17. Epidemiologi Karsinoma mamae pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma servik uterus. Di Amerika Serikat karsinoma mamae merupakan 28% kanker pada wanita kulit putih, dan 25% pada wanita kulit hitam. Kurva insiden-usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 44-66 tahun. Insidensi karsinoma mammae pada laki-laki hanya 1% dari kejadian pada perempuan. Karsinoma mamae merupakan neoplasma spesifik pada wanita dan merupakan sebab utama kematian akibat kanker dalam wanita pada berusia 40-44 tahun. Karsinoma mamae suatu penyakit yang lazim terjadi. Saat ini sekitar 1 dari setiap 14 wanita (7 persen) akan menderita karsinoma mamae. Lima puluh persen wanita ini akan meninggal karena penyakit ini. Walaupun belakangan ini wanita melaporkan massa mencurigakan lebih dini ke dokternya, namun angka mortalitas tetap tinggi dan berhubungan langsung dengan stadium penyakit saat diagnosis. Faktor Resiko Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Beberapa faktor resiko tersebut adalah: 1. Usia Seperti pada banyak jenis kanker, insidensi menurut usia naik sejalan dengan bertambahnya usia.

1

2. Keluarga Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan untuk menderita kanker payudara dua sampai tiga kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Kemungkinan ini lebih besar bila ibu atau saudara kandung itu menderita kanker bilateral atau pramenopause. 3. Hormonal Pertumbuhan kanker payudara sering dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan hormon. Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif wanita, terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal pada kehamilan, tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker. 4. Riwayat Menstruasi Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 11 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil. Semakin dini menarke, semakin besar resiko menderita kanker payudara. Demikian pula dengan menopause ataupun kehamilan pertama. Semakin lambat menopause dan kehamilan pertama, semakin besar resiko menderita kanker payudara. 5. Riwayat pemakaian kontrasepsi Pil KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yang tergantung pada usia, lamanya pemakaian dan faktor lainnya. Belum diketahui berapa lama efek pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan. Terapi sulih estrogen yang dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama. 6. Obesitas Beberapa penelitian menyebutkan obesitas sebagai factor resiko kanker payudara kemungkinan karena tingginya kadar estrogen pada wanita yang obesitas. 7. Pemakaian alkohol Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. 8. Bahan kimia Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat pada pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. 2

Lobulus merupakan unit sekresi mammae. Faktor resiko lainnya Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim. Pada wanita setelah pubertas Payudara membesar dan dianggap berbentuk sferis. Pada bagian lateral atas yang keluar ke arah aksila membentuk penonjolan yang disebut penonjolan Spencer atau ekor payudara. pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Sel epitel dikelilingi oleh sel mioepitel yang mengandung protein kontraktil yang mempunyai fungsi mekanik. Terdapat 15-20 duktus laktiferus. Pinggir lateral atasnya meluas sampai sekitar bawah m. Duktus dilapisi oleh sel epitel yang 3 . Ini akan bermuara ke duktus laktiferus dan sinus laktiferus yang berhubungan dengan permukaan papila mammae melalui orifisium yang terpisah. Tiap lobulus terdiri atas sejumlah asinus. yang saling berhubungan membentuk duktus segmental. Duktus ekstralobularis dalam satu daerah yang sama saling berhubungan membentuk duktus subsegmental. 10. Patofisiologi Anatomi Payudara Payudara terletak pada fasia pektoris yang meliputi dinding anterior dada. Meskipun sintesis air susu ibu hanya berlangsung selama masa akhir kehamilan dan post-partum. Penyinaran Pemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada). Di antara lobulus tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara. Pada wanita dewasa muda payudara terletak di atas costa II sampai VI dan rawan costanya dan terbentang dari pinggir lateral sternum sampai linea axillaris media. masingmasing mengalirkan satu segmen mammae. yang disebut duktus laktiferus. Tiap asinus tersusun atas dua tipe sel yaitu epitel dan mioepitel. Duktus intralobularis berhubungan dengan duktus ekstralobularis.pectoralis major dan masuk ke axilla. sel tersebut mensekresi terus menerus berbagai jenis glikogen protein yang dimasukkan ke dalam lumen kelenjar. ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Sel epitel merupakan sel sekresi. Pada anak-anak dan pria payudara rudimenter. Setiap payudara terdiri dari 12 sampai 20 lobulus yang masing-masing mempunyai saluran ke papila mammae.9. atau kelenjar yang berada di dalam jaringan ikat longgar dan berhubungan dengan duktus intralobularis.

Estrogen dan progesteron diproduksi oleh ovarium. dan beberapa a.dikelilingi oleh sel mioepitel. LH. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit paralisis dan mati rasa pasca bedah. Hormon-hormon yang mempengaruhi perkembangan payudara adalah estrogen.kutaneus brakius medius yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. Fisiologi Payudara Sepanjang hidupnya. maka suatu cabang utama bisa dikenali dan dikorbankan. yang lewat sepanjang v. Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n. pada mammae wanita terjadi perubahan fisiologis dan patalogis yang bervariasi.interkostalis.perforantes anterior dari a. Dengan pemotongan flap kulit dalam aksila. sebagian lagi ke kelenjar parasternal.mamaria interna. Stroma jaringan ikatnya lebih padat dibandingkan dengan lobulusnya dan duktus dikelilingi oleh jaringan elastik yang membentu fungsi drainase duktus.interkostalis. ke m. juga menuju ke aksila kontralateral.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam di supraklavikuler. progesteron. LH dan FSH disekresi oleh sel basofil yang terletak dalam glandula hypophysis anterior sedangkan prolaktin disekresi oleh sel asidofil hypophysis. Persarafan kulit payudara bersifat segmental dan berasal dari segmen dermatom T2 sampai T6. kelenjar aksila bagian dalam.rektus abdominis lewat ligamentum falsiparum hepatis ke hati.torakalis lateralis yang bercabang dari a. ke pleura. dan ke payudara kontralateral. 4 . Pada diseksi aksila saraf ini sukar disingkirkan sehingga sering terjadi mati rasa di daerah tersebut. Hal ini terutama berhubungan dengan variasi kadar hormon yang terjadi sebelum. Jaringan kelenjar payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik. Segmen dermatom area ini bisa didenervasi total atau sebagian setelah elevasi flap kulit untuk mastektomi radikal atau modifikasi. Jalur limfe lainnya berasal dari daerah sentral dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mamaria interna. terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula aliran yang ke kelenjar interpektoralis. Penyediaan darah ke payudara terutama berasal dari cabang a. Di aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar 10-90) buah kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan vena brakialis. FSH (Folikel Stimulating Hormon) dan Prolaktin. Saluran limfe dari seluruh payudara mengalir ke kelompok anterior aksila. a. yakni n. selama dan setelah reproduksi. kelompok sentral aksila.interkostobrakialis dan n. Aliran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila.aksilaris.

Pada masa menopause. Karena kandungan lemak dan 5 . Kemudian kelenjar payudara kembali infantil. efek estrogen dan progestrogen fungsi ovarium berhenti dan dimulai involusi progresif. Pada pemeriksaan. Pertumbuhan kelenjar akan berjalan terus sampai umur dewasa hingga berbentuk sferis. terjadi pembesaran payudara yang maksimal. Pada trimester ketiga jumlah asinus pada setiap lobulus dan ukuran lobulus menjadi sangat meningkat. dan struktur mammae kembali ke struktur sebelum kehamilan. Selama masa kehamilan. sehingga sekitar hari ke-8 fase menstruasi payudara jadi lebih besar. Asinus lobulus kehabisan epitel toraksnya serta bisa membesar dan membentuk makrokista. mammae sangat sensitif terhadap perubahan kadar estrogen dan progesteron. Regresi ke epitel atrofi atau hipoplastik jelas di dalam duktus dan lobulus serta stroma diganti dengan jaringan fibrosa periduktus padat. dan prolaktin bersama dengan hormon lain sangat penting pada perkembangan mammae selama masa kehamilan meskipun begitu setelah persalinan kadar estrogen dan progesteron akan menurun dan prolaktin meningkat untuk memicu laktasi.Beberapa hari setelah lahir sebagian besar bayi baik laki-laki ataupun perempuan menunjukkan pembesaran kelenjar payudara sedikit dan mulai mensekresi sedikit kolostrum dan menghilang sesudah kira-kira satu minggu kemudian. Timbul dilatasi jalinan duktus laktiferus dalam lobulus terisolasi. akan terjadi involusi stuktur lobularis secara cepat. Sel epitel –laktalbumin berdiferensiasi serta mensintesis dan mensekresi air susu (kasein. areola membesar dan lebih mengandung pigmen. Pada hari ke-22 sampai ke-24 dari siklus menstruasi. Stroma lobularis menjadi sangat edema karena mengalami proses mitosis selama fase sekresi estrogen dan progesteron. tidak aktif. progesteron. Apabila pemberian air susu dihentikan. Biasanya bentuk payudara sudah sempurna setelah menstruasi dimulai. Terutama yang tumbuh ialah jaringan lemak dan jaringan ikat di antara 15-20 lobus payudara. payudara senilis atau pasca menopause sering asimetris dengan ketidakteraturan komponen lobulus dan pembentukan kista dalam ukuran bervariasi. Hal ini terjadi di bawah pengaruh estrogen yang kadarnya meningkat. Estrogen. Payudara pun menyerupai “cakram”. Dengan permulaan pubertas antara 10-15 tahun. Pada fase menstruasi. dan membran globula lemak air susu yang merupakan derivat sel permukaan luminal mammae) merupakan petanda yang bermanfaat untuk menentukan status diferensiasi sel mammae. terjadi proliferasi dan pembesaran lobulus sebagai persiapan sintesis dan aktivitas sekresi untuk laktasi. dimana kadar estrogen dan progesteron mencapai puncaknya.

Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). maka payudara tua menjadi suatu struktur pendulosa. Non-invasif karsinoma o o Non-invasif duktal karsinoma Lobular karsinoma in situ Invasif duktal karsinoma      2. Fase promosi Pada tahap promosi. Bahkan gangguan fisik menahun pun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Fase inisiasi Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Patofisiologi Transformasi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. Klasifikasi Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. homogen dengan kehilangan bentuk dan konfigurasi. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor. kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Invasif karsinoma o Papilobular karsinoma Solid-tubular karsinoma Scirrhous karsinoma Special types Mucinous karsinoma 6 . yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. virus. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen yang bisa berupa bahan kimia. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi.fibrostoma periduktus penyokong terdepresi.

bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok dikulit payudara. Benjolan atau massa di ketiak Perubahan ukuran atau bentuk payudara Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau. Pada stadium awal. jika didorong oleh jari tangan. 1. tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. benjolan bisa digerakkan dengan mudah dibawah kulit. Pada kanker stadium lanjut. Kadang kulit di atas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk (peau d’ orange). Pada stadium lanjut. Paget's Disease Manifestasi Klinis Benjolan di payudara biasanya mendorong penderita untuk ke dokter. o Medulare karsinoma Adenoid cystic karsinoma karsinoma sel squamos karsinoma sel spindel Apocrin karsinoma Karsinoma dengan metaplasia kartilago atau osseus metaplasia Tubular karsinoma Sekretori karsinoma Lainnya Invasif lobular karsinoma         3. 4. tetapi kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan sekitarnya. puting susu maupun areola (daerah berwarna coklat tua disekeliling puting susu) Payudara tampak kemerahan 7 . Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak. 2. Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara disekitarnya. benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit disekitarnya. mungkin juga bernanah) Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara. 3. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan. 5.

krusta. suspek jinak atau ganas KGB intraklavikula KGB supraklavikula e. nodul satelit. Massa tumor: ukuran. lokasi. dimpling. Pemeriksaan Fisik a. 8. Kulit disekitar puting susu bersisik Puting susu tertarik kedalam atau terasa gatal Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. ukuran. bentuk. Perubahan putting susu: tertarik. Perubahan kulit: kemerahan. 9. perubahan warna. Dasar diagnosis klinis Tumor pada mammae yang tumbuh progesif dengan tanda-tanda infiltrasi dan atau metastasis 2.6. cairan(discharge) hemoragis atau tidak d. ulserasi c. erosi. Diagnosis Dasar diagnosis kanker mammae 1. peau d’orange. terfiksasi satu dengan yang lain atau sekitar. Kelainan-kelainan berhubungan dengan metastasis Sakit tekan dan sakit ketuk tulang-tulang Kelainan paru-paru Kelainan berhubungan dengan system saraf sentral. Mammografi / USG mammae 8 . Status kelenjar getah bening KGB axilla: jumlah. 7. konsistensi. oedem. terfiksir atau tidak terfiksir kekulit atau dinding dada b. Pemeriksaan Penunjang Klinis Pemeriksaan radiologis 1. penurunan berat badan. kemerahan. pembengkakan lengan atau ulserasi kulit. lokasi. Dasar diagnosis patologi Tumor dengan tanda-tanda keganasan. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang.

N. Sekret puting susu(2). LDH 4. X-foto thoraks 3. penilaian TNM sebagai berikut: Klasifikasi cTNM klinis T TX T0 Tis : kanker primer : tumor primer tidak dapat dinilai (misal telah direseksi) : tidak ada bukti lesi primer : karsinoma in situ. Ketiga faktor T. "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Enzym: alkali fosfatase. dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi. Rutin: darah lengkap. PR 5. Cairan pleura 4.1 cm. Mencakup karsinoma duktal atau karsinoma lobular. FNA dari tumor 2. urin 2.2.1 cm : diameter terbesar > 0. penyakit paget papilla mammae tanpa nodul (penyakit Paget dengan nodul diklasifilasikan menurut ukuran nodul) T1 Tmic T1a : diameter tumor terbesar ≤ 2 cm : infiltrasi mikro ≤ 0. Cairan kista 3. Staging (Penentuan Stadium Kanker) Pada sistem TNM TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor size atau ukuran tumor. Pada kanker payudara. tapi ≤ 0. juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). Gula darah: puasa dan 2 jam pp 3. Kalau perlu: aktivitas estrogen / vaginal smear Pemeriksaan sitologis 1. Hormon reseptor: ER. Kalau perlu: Tulang-tulang – Bone scan USG abdomen – CT scan Pemeriksan laboratorium 1.5 cm 9 .

tapi ≤ 1 cm : diameter terbesar > 1 cm. atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar N2a lain N2b N3 : bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna : metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral. tapi ≤ 2 cm : diameter tumor terbesar > 2 cm.serratus anterior. klasifikasi patologi adalah pTx. atau metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral N3a : metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral : kelenjar limfe aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan 10 .intercostales dan m. jika biopsi kulit negatif di mammae ipsilateral Catatan : atas dasar tiral massa lesi multipel tersebut. diklasifikasikan berdasarkan massa terbesar. N NX N0 N1 N2 : kelenjar limfe regional : kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai (misal sudah diangkat sebelumnya) : tak ada metastasis kelenjar limfe regional : di fosa ipsilateral terdapat metastasis kelenjar limfe mobile : kelenjar limfe metastatik fosa aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan lain.5 cm. menyebar langsung ke dinding thoraks atau kulit (dinding thoraks termasuk tulang iga. dan tak ada tumor primer yang dapat diukur. tidak Terhadap karsinoma mammae inflamatorik (T4d). atau bukti klinis namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan metastasis kelenjar limfe aksilar. tapi ≤ 5 sm : diemeter tumor terbesar > 5 cm : berapapun ukuran tumor. tak termasuk m. atau nodul satelit : terdapat 4a dan 4b sekaligus : karsinoma mammae inflamatorik Lesi mikroinvasif multipel. m.pektoralis) T4a T4b T4c T4d (1) (2) : menyebar ke dinding thoraks : udem kulit mammae ( termasuk peau de’orange) atau ulserasi.T1b T1c T2 T3 T4 : diameter terbesar > 0.

N3b N3c M MX M0 M1 : bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan : metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral : metastasis jauh : metastasis jauh tidak dapat dinilai : tidak ada metastasis jauh : ada metastasis jauh metastasis kelenjar limfe aksilar Stadium klinis kanker payudara Stadium 0 I IIA T Tis T1 T0 T1 IIB IIIA T2 T2 T3 T0 T1 T2 IIIB IV Penatalaksanaan Tujuan terapi adalah : kuratif : menyembuhkan penderita paliatif : meringankan penderitaan penderita dan perbaiki kualitas hidup terminal : supaya penderita meninggal dengan tenang dan damai Sebelum merencanakan terapi kaesinoma mammae. Diagnosis klinis harus sama dengan diagnosis histopatologik. termasuk T3 T4 Setiap T Setiap T N N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1. Atas dasar diagnosis tersebut.N2 Setiap N N3 Setiap N M M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 11 . diagnosis klinis dan histopatologik serta tingkat penyebarannya harus diperhatikan dulu.

modalitas terapi pada karsinoma mammae meliputi : Operasi è untuk terapi : BCT. sifat pengobatannya adalah palliatif. adjuvan. Stadium IV pengobatan bersifat sistemik dengan hormonal dan kemoterapi. disusunlah rencana terapi dengan mempertimbangkan manfaat dan mudarat setiap tindakan yang akan diambil. Jika KGB axilla mengandung metastase maka diberikan terapi radiasi dan kemoterapi adjuvan. hanya membuang seluruh kelenjar mammae tanpa membersihkan kelenjar limfe. radikal mastektomi/modifikasi Radiasi è primer. CAF. aksilar secara kontinyu enblok direseksi. Pada kanker payudara stadium I dan II pengobatannya adalah dengan radikal mastektomi atau modified radikal mastektomi dengan atau tanpa radiasi dan kemoterapi adjuvan.pektoralis minor. mereseksi m. m. lingkup reseksinya sama dengan teknik radikal. Optional (GnRH) Operasi Pasien yang pada awal terapi termasuk stadium 0. Biopsi bisa dilakukan secara insisi. 12 . jaringan limfatik dan lemak subskapular. II. Stadium IIIa adalah dengan simple mastektomi dengan radiasi dan kemoterapi adjuvan. Pola operasi ini memiliki kelebihan antara lain memacu pemulihan fungsi pasca operasi. I. (3) Mastektomi total. tapi mempertahankan m. Model operasi ini terutama untuk karsinoma in situ atau pasien lanjut usia. Pola operasi yang sering dipakai adalah : (1) Mastektomi radikal. simple mastektomi. Menurut Peraboi 2003. m.pektoralis mayor dan minor (model Auchincloss) atau mempertahankan m. Aditive (tamoxifen). Untuk mendapat diagnosis histologik. seluruh kelenjar mammae. (2) Mastektomi radikal modifikasi.tingkat penyebaran penyakit. Capecetabin Hormonal è Ablative (bilateral ovarektomi).pektoralis mayor.pektoralis minor (model Patey). lingkup reseksinya mencakup kulit berjarak minimal 3 cm dari tumor. tapi sulit membersihkan kelenjar limfe aksilar superior. Taxa-Doxorubicin.pektoralis mayor. yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan dari pasien dan memperbaiki kulalitas hidup. dan sebagian stadium III disebut kanker payudara operabel. biasanya dilakukan biopsi sehingga tindakan ini dapat dianggap sebagai tindakan pertama pada pembedahan mammae. ataupun dengan sediaan beku. paliatif Kemoterapi è kombinasi CMF. eksisi. Untuk stadium IIIb atau yang dinamakan locally advanced pengobatan utama adalah radiasi dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu hormonal terapi dan kemoterapi. Stadium IIIb dan IV.

Kelenjar limfe sentinel adalah terminal pertama metastasis limfogen dari karsinoma mammae. Dewasa ini indikasi radioterapi pasca mastektomi adalah : diameter tumor primer ≥ 5 cm. jumlah kelenjar limfe aksilar metastatik lebih dari 4 buah dan tepi irisan positif . Radioterapi pra-operasi terutama untuk pasien stadium lanjut lokalisasi. saat operasi dilakukan insisi kecil di aksila dan secara tepat mengangkat kelenjar limfe sentinel. bila patologik negatif maka operasi dihentikan. bila positif maka dilakukan diseksi kelenjar limfe aksilar. Radioterapi Radioterapi terutama mempunyai 3 tujuan. dapat membuat sebagian kanker mammae nonoperabel menjadi yang operabel. fasia pektoral terinvasi. Radioterapi murni kuratif terhadap kanker payudara hasilnya kurang ideal. (5) Mastektomi segmental plus biopsi kelenjar limfe sentinel. Dalam hal meredakan nyeri efeknya sangat baik. survival 5 tahun 10-37 %.(4) Mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe aksilar. Radioterapi paliatif terutama untuk terapi paliatif kasus stadium lanjut dengan rekurensi. Radioterapi pasca operasi adalah radioterapi seluruh mammae (bila perlu ditambah radioterapi kelenjar limfe regional) pasca operasi konservasi mammae dan radioterapi adjuvan pasca mastektomi. kemoterapi adjuvan pasca operasi. Mastektomi radikal. 13 . kemoterapi terhadap kanker payudara stadium lanjut atau rekuran dan metastatik. Kemoterapi Kemoterapi dibagi menjadi kemoterapi pra-operasi. Biasanya dibuat dua insisi terpisah di mammae dan aksila. secara umum disebut dengan operasi konservasi mammae (BCT). Menurut pengaturan waktu radioterapi pra operasi dan pasca operasi. Lingkup diseksi kelenjar limfe aksilar biasanya juga mencakup jaringan aksila dan kelenjar limfe aksilar kelompok tengah. dan radioterapi paliatif. metastasis. mastektomi madifikasi. Selain itu kadang kala digunakan radiasi terhadap ovarium bilateral untuk menghambat fungsi ovarium. yaitu radioterapi murni kuratif. dan mastektomi total dilakukan untuk terapi. sedangkan mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe alsila maupun plus biopsi kelenjar limfe sentinel termasuk operasi biopsi. dibiopsi. Terutama digunakan untuk pasien dengan kontraindikasi atau menolak operasi. Radioterapi adjuvan menjadi bagian integral penting dari terapi kombinasi. metodenya sama dengan di atas. Mastektomi segmental bertujuan mereseksi sebagian jaringan kelenjar mammae normal di tepi tumor. radioterapi adjuvan. di bawah mikroskop tak ada invasi tumor di tempat irisan.

sehingga berefek antitumor . PR positif dapat dipertimbangkan hanya diberikan terapi hormonal. letrozol. mungkin dapat membuat sebagian kanker mammae lanjut lokal nonoperabel menjadi operabel. diindikasikan untuk operasi yang relatif luas. Beberapa prosedur yang digunakan untuk penyaringan kanker payudara: 1. (4) obat sejenis profesteron. (2) inhibitor aromatase. Yang terbaru adalah terapi biologis. Hanya terhadap pasien lanjut usia dengan ER. sedangkan adrenalektomi dan hipofisektomi sudah ditinggalkan. menggunakan herseptin dengan overekspresi terhadap gen cerbB-2 (HER-2). (3) obat sejenis LH-RH (luteining hormon-realising hormon). Penyaringan Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala. Terapi hormonal bedah terutama adalah ooforektomi (disebut juga kastrasi) terhadap wanita pramenopause. yang sekarang digunakan adalah golongan steroid anastrozol. hasil terapi hormonal baik.Kemoterapi pra-operasi. seperti goserelin. semakin banyak yang memakai kemoterapi kombinasi berbasis golongan antrasiklin . seperti tamoksifen. seperti medroksiprogesteron asetat (MPA) dan megesterol asetat (MA). karena itu sangat penting untuk dilakukan penyaringan. bila perlu dapat dilakukan kemoterapi intraarterial. Hormonal Dewasa ini dilakukan pemeriksaan reseptor estrogen (ER) dan progesteron (PR) dari tumor untuk menentukan efek terapi hormonal.SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Jika SADARI dilakukan secara rutin. Terapi hormonal terutama mencakup bedah dan hormon. Yang sekarang digunakan adalah : (1) obat antiestrogen. terutama kemoterapi sistemik. terhadap semua pasien karsinoma invasif dengan diameter terbesar tumor ≥ 1 cm. Kemoterapi terhadap kanker payudara stadium lanjut atau rekuren dan metastatik sebagian kecil masih memakai regimen CMF. Herseptin adalah antibodi monoklonal hasil teknologi transgenik yang berefek antiprotein HER-2 secara langsung dan menghasilkan efek sitotoksik yang dimediasi sel dan bergantung antibodi. seperti aminoglutetimid tetapi saat ini obat ini sudah tidak dipakai karena efek sampingnya yang berbahaya. pasien dengan hasil tes negatif tergolong kanker mamae tipe tak bergantung hormon. Kemoterapi adjuvan pasca operasi. seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini 14 . Pasien dengan hasil pemeriksaan positif tergolong kanker mamae tipe bergantung hormon. dan golongan steroid eksemestan. efek terapi hormonal agak kurang.

DAFTAR PUSTAKA 15 . pemeriksaan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini. Keduanya adalah anti estrogen di dalam jaringan payudara. Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker) .2.USG payudara Digunakan untuk membedakan kista (kantong berisi cairan) dengan benjolan padat 4. SADARI. Termografi Pada termografi digunakan suhu untuk menemukan kelainan pada payudara. Penelitian terakhir telah menyebutkan 2 macam obat yang terbukti bisa mengurangi resiko kanker payudara. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker. yaitu tamoksifen dan raloksifen. Pencegahan Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan.Mammografi Pada mammografi digunakan sinar X dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara. Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini kanker payudara lebih mudah diobati dan masih bisa disembuhkan jika masih pada stadium dini. 3.Tamoksifen telah banyak digunakan untuk mencegah kekambuhan pada penderita yang telah menjalani pengobatan untuk kanker payudara. Obat ini bisa digunakan pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi.

RSUD Dr. Volume 2. cetakan ke-dua. Sarwono. Yayasan Bina Pustaka.Ilmu Penyakit Kandungan. Jakarta. Jakarta. EGC. EGC. Edisi II.Jogjakarta 3. edisi 3. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Bedah.penerbit Medika FKU UGM. Wim de Jong.E.J. 2005 4.S. P. 1997 6. bagian I. Patologi: Umum dan Sistemik. edisi ke-2. Snells R. RSU Dr Sarjito. 1995 5. Jakarta.C. Jakarta. Sjamsuhidayat. 2000 16 . 1999Underwood. Anatomi Klinik. Sutomo. cetakan ke-3. Standar Pelayanan Medis. Jakarta. Buku Ajar Ilmu Bedah. 1994 2. Sabiston. EGC.1. bagian I. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. R. FKU Unair. EGC.

-/bulan. Sampah di buang ke TPA Kesan : higiene dan sanitasi cukup 3.000. 1 anak pasien. Tanggal pemeriksaan : Ny. rumah permanen. Kondisi Lingkungan Keluarga Jumlah penghuni rumah 4 orang. Nama/Kelamin/Umur b. KB e. pasien. sinar matahari cukup masuk ke dalam rumah. MR c. Listrik ada Sumber air : PDAM Jamban ada 1 buah di dalam rumah. Alamat e. 1. penghasilan pasien Rp. perkarangan cukup luas Ventilasi cukup. Kondisi Rumah : Tidak ada : Tinggal dirumah anak nya.000.d. penerangan cukup. Latar Belakang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluarga a. Pekerjaan/pendidikan d. Jumlah Anak : Janda : 4 orang c. 1 menantu pasien dan 1 cucu pasien Tinggal di daerah kota yang padat penduduk. 3.000. Status Ekonomi Keluarga : Cukup. Penghasilan anak dan menantu Rp.000. Status Perkawinan b.UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN KEPANITERAAN KLINIK ROTASI TAHAP II STATUS PASIEN 1. Identitas Pasien a. 17 . M/wanita/49 tahun : V000437 : Pedagang / tamat SMP : Olo Ladang 4 no 22 : 22 Februari 2013 2.

namun pasien tidak mau membawanya berobat karena mengira akan menghilang seperti biasanya. Riwayat Penyakit Sekarang • Payudara kiri membesar dan mengeluarkan nanah sejak 1 bulan yang lalu. • Awalnya pasien telah merasakan bengkak sebesar jengkol pada payudara kiri dan payudara kanan sejak 6 tahun yang lalu. dapat digerakkan. dan akhirnya payudara kiri pasien meletus dan mengeluarkan cairan. Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. seperti ketiak. Sesak nafas dan batuk-batuk tidak ada. Rasa penuh pada ulu hati tidak ada. Nyeri tidak dipengaruhi menstruasi. • • • • • • Pasien tidak memperhatikan apakah tubuhnya bertambah kurus atau tidak. 7. Benjolan di tempat lain. Masa ini lalu mulai membesar sejak 3 bulan yang lalu dengan ukuran sekarang sebesar bola volley pada payudara kiri dan sebesar tinju orang dewasa pada payudara sebelah kanan. leher atau lipat paha tidak ada. Lalu pasien menggunakan obat kampong yang telah direbus dan saat masih panas.4. Riwayat operasi seblumnya tidak ada. daunnya ditempelkan pada kedua payudara. Keluhan Utama Payudara kiri membesar dan mengeluarkan nanah sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri pada tulang tidak ada. 18 . 6. Riwayat operasi kandungan tidak ada Kakak perempuan pasien juga menderita keluhan yang sama dan telah di operasi 1 tahun yang lalu. terasa nyeri namun masih dapat di tahan pasien. Aspek Psikologis di keluarga Hubungan dengan keluarga baik Suami Pasien meninggal dunia 1 tahun yang lalu 5. Nanah keluar bercampur darah dan berbau. Demam tidak ada. Bengkak dirasakan sebesar bola voley.

Riwayat KB disangkal. rambut tidak mudah dicabut : konjungtiva tidak anemis. : Turgor kulit normal : Baik : CMC : 78x/ menit : 19x/menit : 120/80 mmHg : 36. hingga saat ini pasien masih menstruasi. Pasien sering memasak menggunakan penyedap dan memakan mi instan. Menstruasi pertama pasien usia 12 tahun. Riwayat penyinaran dada tidak ada Riwayat operasi sebelumnya tidak ada 8.anaknya hingga usia anak 1. ronkhi (-/-) . Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Nadi Nafas TD Suhu BB TB Status Internus Kepala Mata Leher Kulit Dada Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Jantung 19 : : : simetris kiri = kanan : fremitus kiri = kanan : sonor : Normocephal. Pasien menikah pada usia 27 tahun dan memiliki anak pertamanya usia 29 tahun.• • • • • • • Sering sakit kepala progresif disertai mual muntah tidak ada.7 0C : 64 kg : 160 cm BMI: 25 (gizi lebih) Auskultasi : suara nafas vesikuler. haid teratur 1 x 30 hari selama 8 hari. sklera tidak ikterik : tidak terdapat pembesaran KGB.2 tahun. Pasien menyusui anak. wheezing (-/-).

dinding tidak menggaung.Inspeksi Palpasi Perkusi : iktus tidak terlihat : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V : Kiri : 1 jari medial LMCS RIC V Kanan : LSD Atas : RIC II Auskultasi : bunyi jantung murni. nyeri lepas (. mengeluarkan cairan purulen bercampur darah dan bau. permukaan tidak rata. Laboratorium Anjuran : Darah Rutin. Satellite nodul (-). Oedem tungkai -/Status Lokalis 1. ulkus (-). edema (-). di sentral. dasar jaringan bawah kulit. berukuran 10 cm x 10 cm x 5 cm . Mammae sinistra Masa (+). nyeri tekan (-). jumlah 1 buah. retraksi papil mammae (-). edema (-). SGOT dan SGPT 20 . krusta (-) 2. bentuk tidak khas. retraksi papil mammae (-). kemerahan (+). tidak terfiksir. Satellite nodul (-). jaringan sekitar merah dan perabaan panas. ulkus (+) di superior berukuran 10 cm x 10 sm x 4 cm dengan tepi rata. peau d’ orange (-). Nipple discharge (-). bising (-) Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Perut tidak tampak membuncit : Darm contur (-). tidak terfiksir. isi pus dan jaringan nekrotik. konsistensi padat. darm steifung (-).). batas tegas. berukuran 20 cm x 20 cm x 15 cm . supraclavicula dan inguinal Anggota gerak : reflex fisiologis +/+. Ureum creatinin. konsistensi padat. krusta (-) 9. Nipple discharge (-). erosi (-). Mammae dextra Masa (+).Hati dan lien tidak teraba : Timpani : BU (+) N KGB : tidak terdapat pembesaran pada leher. batas tegas. bentuk tidak khas.erosi (-). peau d’ orange (-). jumlah 1 buah. irama teratur. reflex patologis -/-. di sentral. axila. kemerahan (+). permukaan tidak rata.

Diagnosis Kerja 12. Preventif : - : Histopatologi. Manajemen a. terutama setelah mandi. Thoraks : Susp. Diagnosis Banding 13. Menjaga berat badan sesuai dengan tinggi badan pasien (48.58 kg) dengan cara olahraga teratur selama 15 menit 3 kali dalam seminggu. - Kontrol ke dokter bila mencurigai adanya kelainan atau bagi orang yang memiliki faktor resiko tinggi terutama usia diatas 35 tahun Memakan banyak Sayuran dan buah sebagai antioksidan alami. Kurangi makan makanan yang mengandung pengawet dan penyedap. sesuai perintah dokter sehingga dapat mencegah dan mendeteksi perluasan ke organ lain - Mengajarkan pasien untuk membersihkan luka pada payudaranya menggunakan betadin 3 kali sehari. menjaga pola gizi seimbang. Carcinoma mammae T4N0M0 (std IIIB) : Tumor Piloides Melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yaitu dengan meraba kedua payudara dan ketiak lalu membandingkan antara keduanya apakah terdapat perbedaan atau masa diantara keduanya setiap bulan pada hari ke 8-10 menstruasi. Pemeriksaan Anjuran 11. - Istirahat yang cukup (6-8 jam / hari) Menggunakan kontrasepsi IUD Menikah dan mempunyai anak pada usia muda (20 – 30 tahun) Menjelaskan kepada anak-anak pasien bahwa mereka memiliki factor resiko untuk mengalami keluhan yang sama atau tumor lainya. - Mengikuti prosedur pemeriksaan dan penatalaksanaan dengan baik. Ro. berat badan.10. b. dan dilapisi dengan plastic agar cairan yang keluar.dan mengurangi konsumsi makanan berlemak seperti goring-gorengan dan santan. Selain itu luka juga di tutup dengan kasa steril. tidak merembes ke pakaian pasien. dan kebiasaan lainya. sehingga juga perlu memperhatikan makanan. Promotif : 21 .

14. dapat berupa tindakan operasi. hati. sehingga apabila kedepannya pasien merasakan keluhan lain diharapkan untuk melaporkanya kepada dokter yang menanganinya nanti. Rehabilitatif : Menganjurkan pada pasien agar kontrol teratur sesuai anjuran dari dokter yang memeriksa pasien nantinya. Djamil d. usus dan lain-lain. sehingga pasien harus dirujuk ke Rumah sakit. Namun untuk memastikanya diperlukan pemeriksaan lanjutan. kemoterapi maupun penyinaran. Prognosis Quo ad sanam Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia et malam : dubia et malam : malam 22 . c. dimana tumor ini dapat berupa tumor ganas dan jinak. - Mejelaskan kepada pasien bahwa kemungkinan pasien memiliki faktor resiko terhadap adanya tumor lain dalam tubuhnya seperti di kandungan pasien. otak. - Menjelaskan bahwa penangananya nantinya tergantung dari stadium tumor. dan menurut pemeriksaan fisik kemungkinan pasien memiliki tumor ganas. oleh karena itu diharapkan pasien melakukan skrining teratur. Menjelaskan pada pasien tentang komplikasi yang mungkin muncul yaitu penyebaran tumor ke bagian tubuh lain seperti tulang. Mengajarkan pasien agar jangan menggunakan obat-obatan kampung pada tumornya.- Menjelaskan pada pasien bahwa penyakit ini adalah tumor. M. karena nantinya akan memperberat kondisinya. Kuratif - : Rujuk Poli Bedah RSUP DR.

23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful