KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN JASMANI DAN BIMBINGAN

KONSELING

Assalammualaikum Wr.Wb. Dalam rangka mendukung pencapaian visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2025 “Insan Indonesia Cerdas dan Kompetetif” dan Visi Kemendikbud tahun 2014 “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif”, PPPPTK Penjas dan BK tahun 2010-2014 telah mengembangkan berbagai program dan kegiatan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, program-program dimaksud didesain dalam kawasan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang pengembangan bimbingan konseling yang didukung dengan penguatan teknologi pembelajaran. Salah satu upaya PPPPTK Penjas dan BK merealisasikan program peningkatan kompetensi pendidik di bidang bimbingan konseling adalah menyelenggarakan diklat fungsional bagi guru bimbingan konseling. Guna mendukung pencapaian kompetensi diklat tersebut, dikembangkan bahan pembelajaran dalam bentuk modul yang akan digunakan oleh para guru bimbingan konseling dalam mengikuti program diklat dimaksud. Sebagaimana peruntukkannya, bahan pembelajaran yang didesain dalam bentuk modul dimaksud agar dapat dipelajari secara mandiri oleh para peserta diklat. Beberapa karakteristik yang khas dari bahan pembelajaran tersebut, yaitu: (1) lengkap (self-contained), artinya, seluruh materi yang diperlukan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar tersedia secara memadai; (2) dapat menjelaskan dirinya sendiri ( selfexplanatory), maksudnya, penjelasan dalam paket bahan pembelajaran memungkinkan peserta diklat untuk dapat mempelajari dan menguasai kompetensi secara mandiri; serta (3) mampu membelajarkan peserta Copied by : http://mintotulus.wordpress.com Page Page i

diklat (self-instructional material), yakni sajian dalam paket bahan pembelajaran ditata sedemikian rupa sehingga dapat memicu peserta diklat untuk secara aktif melakukan interaksi belajar, bahkan menilai sendiri kemampuan belajar yang dicapainya. Diharapkan dengan tersusunnya bahan pembelajaran ini dapat dijadikan referensi bagi guru bimbingan konseling pada umumnya dalam memberikan layanan konseling pada peserta didik, dan khususnya bagi guru bimbingan konseling yang mengikuti program diklat di PPPPTK Penjas dan BK. Akhirnya pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan appresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada tim penyusun, baik para penulis, tim IT, pengetik, tim editor, maupun tim penilai yang telah mencurahkan pemikiran, meluangkan waktu untuk bekerja keras secara kolaboratif dalam mewujudkan bahan ajar diklat ini. Semoga apa yang telah kita hasilkan memiliki makna strategis dan mampu memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan terutama dalam bidang bimbingan konseling, yang akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan nasional. Wassalammualaikum Wr. Wb.

Kepala,

Dr. Sarono, M.Ed. NIP.195212191990031001

Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page ii

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR .............................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................... iii BAB I A. Latar Belakang ........................................................................... 1 B. Deskripsi Singkat ...................................................................... 2 C. Tujuan Pembelajaran .................................................................. 2 1. Kompetensi Dasar .............................................................. 2 2. Indikator Keberhasilan ............................................................ 2 D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ....................................... 3 E. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................3 BAB II Konsep Dasar Penelitian ............................................................ 4

A. Indikator Keberhasilan ...............................................................4 B. Uraian Materi .............................................................................4 1. Hakekat Penelitian ................................................................ 4 2. Tujuan Umum Penelitian .................................................... 12 C. Latihan ......................................................................................... 13 D. Rangkuman ...............................................................................13 E. Evaluasi Materi Pokok 1............................................................... 14 F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................................................. 15

BAB III Jenis-jenis Penelitian ................................................................... 16 A. Indikator Keberhasilan ............................................................ 16 B. Uraian Materi .......................................................................... 16 1. Penelitian Berdasarkan Fungsinya .................................... 16 2. Jenis Penelitian Berdasarkan Pendekatan ....................... 23 3. Perpaduan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif ............. 44 Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page iii

C. Latihan .................................................................................... 46 D. Rangkuman ............................................................................ 46 E. Evaluasi Materi Pokok 2 ......................................................... 49 F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .............................................. 51

BAB IV Metode Penelitian dalam Bimbingan dan Konseling .................52 A. Indikator Keberhasilan ...................................................... 52 B. Uraian Materi .................................................................... 52 1. Hakekat Metode Penelitian 2. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat Masalahnya .... 52 53

3. Metode Penelitian Berdasarkan Pendekatan ................ 54 4. Metode Penelitian Dalam BK ........................................ 56 C. Latihan .............................................................................. 75 D. Rangkuman ....................................................................... 75 E. Evaluasi Materi Pokok 3 ................................................... 77 F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........................................ 79

BAB V PENUTUP A. Evaluasi Kegiatan Belajar ................................................. 80 B. Umpan Balik dan Tindak Lanjut....................................... 80

C. Kunci Jawaban.................................................................. 80

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 81

Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page iv

Latar Belakang Salah satu karakteristik ilmu pengetahuan adalah selalu mengalami perkembangan.BAB I PENDAHULUAN A. Kecuali itu.wordpress. melakukan penelitian termasuk merupakan salah satu kegiatan yang penting dilakukan oleh guru BK. Oleh karena itu. Bagi guru BK melakukan penelitian berarti membuat perkembangan ilmu pengetahuan di dunia bimbingan dan konseling. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru BK dalam melakukan penelitian. Copied by : http://mintotulus. Salah satu cara untuk membuat perkembangan ilmu pengetahuan adalah dengan melakukan penelitian. menguasai konsep dan praksis penelitian dalam BK juga merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru BK sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.com Page Page 1 . Mendengar kata ’penelitian’ sering mengingatkan guru termasuk guru bimbingan dan konseling (BK) ketika menyusun tugas akhir di perguruan tinggi. Kemudian untuk membuktikan kualitas keprofesionalan kinerja guru BK pemerintah mengatur penilaian kinerja guru BK dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. mereka perlu dibekali dengan konsep penelitian .

Setelah selesai mempelajari modul ini.Modul ini memuat konsep penelitian dalam layanan BK. peserta diklat diharapkan mampu memahami konsep penelitian dalam bimbingan dan konseling. Mendeskripsikan jenis-jenis penelitian dalam BK c. C. Indikator a. Peta Kompetensi dan Jenis-jenis penelitian BK Metode peneltian BK Konsep dasar penelitian BK Copied by : http://mintotulus. jenis penelitian. Mendeskripsikan metode penelitian dalam BK 3. 2. Deskripsi Singkat Modul untuk mata diklat konsep dan praksis penelitian dalam BK ini mendeskripsikan tentangkonsep dasar penelitian.com Page 2 . Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang ingin dicapai dari paparan modul ini agar Guru Bimibingan dan Konseling atau konselor dapat memahami berbagai jenis dan metode penelitian. metode penelitian dalam BK. Mendeskripsikan konsep dasar penelitian BK b. metode penelitian. Tujuan Pembelajaran 1. B.wordpress. dan jenis penelitian dalam BK.

metode penelitian berdasarkan pendekatan. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok Dalam modul ini peserta diklat akan mempelajari tentang materi konsep dasar penelitian dalam BK. jenis-jenis penelitian dalam BK. E. peserta diklat perlu melakukan tindak lanjut untuk meningkatkan penguasan materi Copied by : http://mintotulus. metode penelitian berdasarkan sifatnya. Materi konsep dasar penelitian meliputi hakikat penelitian. kemudian secara seksama perlu dilakukan pemahaman atas bahan ajar ini melalui telaah dan diskusi. mengerjakan evaluasi. perlu dicermati berbagai kompetensi tersebut.wordpress. metode penelitian dalam BK. dan tujuan penelitian. membaca rangkuman. dan mengukur kemampuan diri dengan menskor jawaban sesuai dengan kriteria penskoran yang ada. Petunjuk Penggunaan Modul Kompetensi yang ingin dicapai melalui informasi yang disampaikan dengan modul ini adalah menguasai konsep dan praksis penelitian dalam BK.com Page 3 . Materi metode penelitian meliputi hakekat metode penelitian. dan jenis-jenis penelitian dalam BK terdiri dari materi jenis penelitian berdasarkan fungsinya dan jenis penelitian berdasarkan pendekatan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Tak kalah penting. Keberhasilan peserta diklat sangat tergantung dengan cara anda membaca dan menelaah materi dengan seksama.D. mengerjakan latihanlatihan. dan metode penelitian dalam pendidikan dan bimbingan konseling. setelah memahami kemampuan diri dari analisis hasil evaluasi.

Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koherensi dan korespondensi. Kepekaan indra yang dimiliki. Copied by : http://mintotulus. Salah satu wujud pengetahuan yang dimiliki manusia adalah pengetahuan ilmiah yang lazim dikatakan sebagai “ilmu”.wordpress. serta (3) estetika yang dapat membedakan antara indah dan jelek. Secara universal. baik berupa fakta.com Page 4 . Koherensi menyatakan bahwa sesuatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya. B.BAB II KONSEP DASAR PENELITIAN A. Setiap manusia yang berakal sehat sudah pasti memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dimiliki berkat adanya pengalaman atau melalui interaksi antara manusia dengan lingkungannya. terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan manusia yaitu: (1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah. namun tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. prinsip. Indikator Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor dapat menjelaskan hakekat penelitian. merupakan modal dasar dalam memperoleh pengetahuan tersebut. konsep. Sifat tersebut akan mendorong manusia bertanya untuk mendapatkan pengetahuan. Hakikat Penelitian Rasa ingin tahu merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia. maupun prosedur tentang suatu obyek. Uraian Materi 1. Ilmu adalah bagian pengetahuan. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan logis atau berpikir secara rasional. (2) etika yang dapat membe dakan antara baik dan buruk. dan tujuan penelitian dalam bimbingan dan konseling.

Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana. Copied by : http://mintotulus.com Page 5 . serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu. Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. pengolahan. pengolah data. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran cara atau rekayasa rasional peneliti.wordpress. Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data. Dengan demikian. Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris berdasarkan fakta. Koherensi dan korespondensi mendasari bagaimana ilmu diperoleh telah melahirkan cara mendapatkan kebenaran ilmiah. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan empirik atau bertolak dari fakta. Banyak definisi tentang penelitian tergantung sudut pandang masing-masing.Korespondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. yang Penelitian oleh menggabungkan berpikir didasari logika/penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta/ realita. analisis. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian. kebenaran ilmu harus dapat dideskripsikan secara rasional dan dibuktikan secara empirik. 2001). Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan.

atau terasa kesukaran menerangkan suatu peristiwa. atau yang disusun haruslah diuji melalui pengumpulkan data data yang relevan atau ada kaitannya. b. perlu ditegaskan ada persoalan sebelumnya. disusunlah kemungknan pemecahan persoalan. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah ada diolah diambillah kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga di atas f. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah adalah sebagai berikut: a. Copied by : http://mintotulus.Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam penelitian disebut berpikir ilmiah. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. c.wordpress. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir eksplisit. Kita harus mampu merumuskan inti persoalan atau permasalahan. atau menerangkan objek atau peristiwa. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang. d. Kemungkinan-kemungkinan keterangan sementara pemecahan persoalan. e. Usaha penyusunan pemecahan atau usaha menerangkan persoalan peristiwa itu berdasarkan teori atau dugaan bersifat sementara. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan.com Page 6 . Datadata yang terkumpul itu kemudian diolah untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis. Menugaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan.

c. d. maka tahapan penelitian adalah sebagai berikut: a. maka bahan informasi yang diperlukan bukan diperoleh dengan coba-coba. Supaya hasil penelitian Copied by : http://mintotulus. b. dan terbuka. Mengumpulkan data.Pembatasan atau pendefinisian pemasalahan sangat perlu agar pokok persoalan tidak kabur. Merumuskan dan melaporkan hasil penelitian Karena ilmu pengetahuan adalah milik umum.com Page 7 . sehingga bahan atau data yang akan dikemukakan sudah ditentukan lebih dahulu. Artinya datadata yang sifatnya kualitatif dapat dinyatakan secara kuantitatif. Sebab itu perlu ditetapkan lebih dulu batas-batas permasalahan yang menurut kemampuan dapat diselesaikan. e. Pertama ditentukan permasalahan atau objek penelitian. Karena penelitian itu adalah upaya pemahaman atau penelaahannya terkendali. Kemampuan memecahkan masalah biasanya terbatas. Membatasi permasalahan Suatu permasalahan mungkinmenjadi bagian dari permasalahan yang luas.wordpress. Penafsiran hasil penelitian melalui analisis statistik itu dapat dinyatakan dengan angka-angka. Dengan demikian kegiatan penelitian yang dilakukan dapat dijalankan dengan efektif dan efisien. Kecenderungan penelitian sekarang agar data-data yang akan dikumpulkan itu dapat dinyatakan dengan bilangan. demikian juga halnya akan hasil penelitian. objektif. Mengolah data dan mengambil kesimpulan Merumuskan data yang dikumpulkan sudah merupakan data kuantitatif maka mengolah data dilakukan dengan analisa statistik tertentu. Analisis statistik itu sangat menentukan mutu atau taraf kepercayaan akan hasil penelitian itu. Menentukan adanya suatu objek penelitian.Dengan demikian langkah utama dalam suatu penelitian akan sesuai dengan definisi dan tahapan berpikir di atas.

Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. f.com Page 8 . jurnal dan sumber lain berkaitan Copied by : http://mintotulus. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan. prinsip. b. Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu: a. generalisasi dari sejumlah literatur. Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta). Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Mengajukan hipotesis. Mengajukan implikasi-implikasi Dari kesimpulan hasil penelitian dikemukakan implikasi-implikasi atau akibat-akibat penting bila kesimpulan itu digunakan untuk memecahkan persoalan serupa yang dihadapi.wordpress. Merumuskan masalah. Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangka dalam metode ilmiah. Peneliti menelusuri berbagai konsep. Rekomendasi diajukan bagi mereka yang akan menggunakan hasil dalam praktek. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah.itu menjadi milik masyarakat maka penelitian harus ditulis untuk dipublikasikan. mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya.. karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah.

menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis).dengan masalah yang diteliti. Menarik kesimpulan. dari mana data diperoleh. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil Copied by : http://mintotulus.wordpress. Merumusakan Masalah Pengkajian Teori Mengajukan Hipotesis Pengumpulan dan Analsis Data Verifikasi Data Interpretasi Hasil Analisis Data Menarik Kesimpulan Gambar 2. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis.1 Metode Ilmiah Sebagai Dasar Langkah-langkah Penelitian d. Dalam hal ini. Verifikasi data. c.com Page 9 . peneliti harus menentukan jenis data. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah. serta teknik untuk memperoleh data. mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis.

penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam aktivitasnya. Berdasarkan proses tersebut di atas. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia. spekulasi.wordpress. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. penelitian mengkaji ilmiah dan merupakan memecahkan dilaksanakan untuk masalah menggunakan prosedursistematis berlandaskan dataempirik. b. mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. tetapi menggunakan prinsip kebetulan.penelitian. Dengan mengikuti kegiatan suatu langkah-langkah yang di atas. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya. Suatu penelitian dikatakan baik (dalam arti ilmiah) jika mengikuti cara-cara yang telah ditentukan serta Copied by : http://mintotulus. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah. Penelitian dikatakan tidak ilmiah jika tidak menggunakan penalaran logis.com Page 10 . Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia. coba-coba. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakeristik keilmuan yaitu: a. c. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Cara-cara seperti ini tidak tepat digunakan untuk pengembangan suatu profesi ataupun keilmuan tertentu. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah.

Kegiatan dimaksud akan menjadi suatu penelitian ketika pengawas yang bersangkutan melakukan analisis data lebih lanjut sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Kegiatan yang dilakukan pengawas tersebut bukanlah suatu penelitian.wordpress.pulkan banyak data/informasi tentang implementasi MBS di sekolah binaanya dan menyusunnya dalam sebuah laporan.dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan. Misalnya seorang pengawas telah berhasil mengum. b. seorang kepala sekolah bermaksud mengadakan penelitian tentang latar belakang pendidikan orang tua siswa di sekolahnya. Laporan yang dihasilkannya juga bukan laporan penelitian. atau (2) faktor-faktor mengatasinya. Misalnya: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS. penghambat implementasi MBS serta upaya Copied by : http://mintotulus. Data yang telah diperolehnya dapat digunakan misalnya untuk meneliti pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian bukan hanya sekedar memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain. Penelitian bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau informasi. Misalnya. Pengumpulan data hanya merupakan salah satu bagian kegiatan dari rangkaian proses penelitian. Kepala sekolah tersebut belum dapat dikatakan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar mengumpulkan data atau informasi saja. Langkah berikutnya yang harus dilakukan kepala sekolah agar kegiatan tersebut menjadi penelitian adalah menganalisis data.com Page 11 . Dalam keseharian sering ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat dalam memaknai penelitian antara lain: a.

Contoh lainnya penelitian penjaminan ( Quality Assurannce) dalam organisasi/satuan pendidikan yang sebelumnya telah berhasil diterpakan dalam organisasi bisnis/perusahaan. media yang efektif untuk layanan BK.com Page 12 . Tujuan Umum Penelitian Uraian di atas memperlihatkan bahwa penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/masalah dengan melakukan tindakan tertentu (misalnya memeriksa. Misalnya.wordpress. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pengetahuan implementasi adalah yang telah ada. Copied by : http://mintotulus. behavior sistem Misalnya dalam penelitian layanan mutu tentang BK yang pendekatan tentang sebelumnya telah digunakan dalam psikoterapi. Contoh lainnya adalah penelitian yang dilakukan untuk menguji efektivitas metode pembelajaran yang telah dikembangkan di luar negeri jika diterapkan di Indonesia. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya. menelaah. Misalnya suatu penelitian telah menghasilkan kriteria kepemimpian efektif dalam MBS. Tujuan Pengembangan. penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. dapat dikemukakan tiga tujuan umum penelitian yaitu: a. Terkait dengan ilmu pengetahuan. penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Tujuan Eksploratif. c. Contoh lainnya adalah penelitian yang menghasilkan suatu metode baru dalam layanan BK yang menyenangkan siswa. b. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau ilmu pengetahuan tertentu.2. jawaban. atau pengembangan ilmu pengetahuan. penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Tujuan Verifikatif. suatu penelitian dilakukan untuk membuktian adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan. mempelajari dengan cermat/sungguh-sungguh) sehingga diperoleh suatu temuan berupa kebenaran.

Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Latihan 1. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah Page 13 Copied by : http://mintotulus. maka tahapan penelitian adalah (1) Menentukan adanya suatu objek penelitian. (2) Membatasi permasalahan. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data. serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu. (3) Mengumpulkan data. (5) Merumuskan dan melaporkan hasil penelitian. 2001).C. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana.com . (2) Menegaskan persoalan. Langkah-langkah berpikir ilmiah adalah (1) Merasakan suatu kesulitan. (3) Menyusun hipotesis. Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah? D. Rangkuman Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. (4) Mengumpulkan data. (6) Mengajukan implikasi-implikasi. pengolah data. Sebutkan 3 tujuan umum penelitian. (5) Mengambil kesimpulan Dengan demikian langkah utama dalam suatu penelitian akan sesuai dengan definisi dan tahapan berpikir di atas. 5.wordpress. Apa yang dimaksud dengan peneltian? 4. Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Jelaskan 6 tahapan penelitian! 3. Jelaskan 5 langkah-langkah berpikir ilmiah! 2. (4) Mengolah data dan mengambil kesimpulan.

c. Langkah berpikir ilmiah yang pertama adalah: a. dapat dikemukakan tiga tujuan umum penelitian yaitu: a. 2. Menyusun hipotesis d. Verifikasi data. masalah. Identifikasi data Copied by : http://mintotulus. Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu: a. Menarik kesimpulan. pertanyaan untuk dicari Mengajukan mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan Terkait dengan ilmu pengetahuan. Merumuskan jawabannya. Tujuan Eksploratif. Merasakan suatu kesulitan atau permasalahan. mengajukan hipotesis. penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. b. Tahapan mengumpulkan bahan informasi sebagai dasar pengolahan data dalam penelitian disebut: a. Mengumpulkan data c.wordpress. Merumuskan masalah c. b.com Page 14 . penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis c. Evaluasi Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada jawaban yang Saudara anggap benar! 1. Tujuan Verifikatif. Menegaskan persoalan b. Mengolah data b. E. Tujuan Pengembangan.mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). sebelumnya. penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada.

Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indra manusia disebut karakteristik : a. Validasi data b. Kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah disebut: a. Sistematik c. Metode ilmiah b. Diagnosis 6. Eksploratif b.wordpress. Mengajukan hipotesis 5. Menarik kesimpulan c. Jika Saudara dapat menjawab 4 soal dengan benar dari 6 soal. Verifikatif c. Analisa data 4. Prosedur ilmiah c.com Page 15 . Penelitian dilaksanakan untuk menemukan suatu ilmu pengetahuan yang baru di bidang pendidikan adalah tujuan penelitian: a. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Coba Saudara nilai evaluasi yang Saudara kejakan dan berapa nilai yang diperoleh.d. Mengemukakan jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya disebut: a. Copied by : http://mintotulus. Dan jika jawaban benar Saudara belum mencapai 4 soal berarti Saudara perlu mengulang mempelajari modul ini dengan lebih baik. maka saudara dianggap menguasai materi diklat ini. Deduktif F. Analisa data 3. Menganalisa data d. Rasional b. Hipotesis d. Pengembangan d. Empiris d.

Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya Dasar Topik Penelitian  Ilmu pengetahuan eksakta. Uraian Materi 1. perilaku. penelitian dapat dibedakan dalam tiga jenis. pendidikan. program pada suatu lembaga  Mengukur manfaat. teknologi. dan penelitian evaluatif.1. sumbangan. Penelitian Berdasar Fungsinya Berdasarkan fungsinya. dalil.com Page 16 .wordpress. dan prinsip dasar  Menentukan hubungan empirik antara fenomena dan generalisasi analisis. B. Tujuan Penelitian  Untuk menguji teori. dan jenis penelitian berdasarkan pendekatan. perbedaan antara ketiga jenis penelitian tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3. Indikator Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor dapat menjelaskan jenis penelitian berdasarkan fungsinya.  Menguji kegunaan teori dalam bidang tertentu  Menjelaskan hubungan empirik dan generlisasi analitis diantara Terapan Evaluasi  Bidang terapan:  Pelaksanaan kedokteran.BAB III JENIS-JENIS PENELITIAN A. dan sosial. yaitu penelitian dasar. dan kelayakan program atau kegiatan tertentu Copied by : http://mintotulus. penelitian terapan. berbagai kegiatan. Secara lebih luas.

sedangkan penelitian terapan menghasilkan Copied by : http://mintotulus.com Page 17 .wordpress.bidang tertentu Tingkat Generalisasi Hasil Penelitian  Abstrak.  Konkrit.  Menambahkan pengetahuan yang didasarkan penelitian pada bidang tertentu  Mengembangk an penelitian dan metodologi dalam bidang tertentu  Menambahkan pengetahuan yang didasarkan penelitian tentang praktek tertentu  Mengembangk an penelitian dan metodologi tentang praktek tertentu  Landasan dalam pembuatan keputusan dalam kegiatan/prakte k tertentu Sumber : Diadaptasi dari McMillan dan Schumacher (2001) Ilmu-ilmu dasar baik dalam bidang sosial maupun eksakta dikembangkan melalui penelitian dasar. umum  Umum. terkait dengan bidang tertentu. spesifik dalam aspek tertentu  Diterapkan dalam praktek pada bidang tertentu Kegunaan Penelitian  Menambahkan pengetahuan dengan prinsipprinsip dasar dan hukum tertentu  Mengembangk an metodologi dan cara-cara lebih lanjut.

Penelitian dasar ( basic research) adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan teori-teori ilmiah atau prinsip-prinsip yang mendasar dan umum dari bidang ilmu yang bersangkutan.ilmu-ilmu terapan (kedokteran.wordpress. Penelitian terapan dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar. menjelaskan.com Page 18 . atau kelayakan suatu kegiatan/program tertentu. Tujuan penelitian dasar adalah untuk menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar. Pembahasan berikut ini ditekankan pada gambaran umum yang dapat membedakan ketiga jenis penelitian. Penelitian dasar lebih diarahkan untuk mengetahui. kegunaan. pendidikan). teknologi. Hasil penelitian dasar mungkin belum dapat dimanfaatkan secara langsung akan tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik. hukum-hukum ilmiah. Peneliti yang melakukan penelitian dasar memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan pemanfaatan secara langsung dari hasil penelitian tersebut. serta untuk meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah (Sukmadinata. Copied by : http://mintotulus. Penelitian dasar justru memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan serta pengujian teori-teori yang akan mendasari penelitian terapan. dan memprediksikan fenomena-fenomena alam dan sosial. a. Penelitian Dasar Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pureresearch) atau penelitian pokok (fundamentalresearch) adalah penelitian yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Penelitian terapan ( applied research) ditujukan untuk menemukan teori-teori atau prinsip-prinsip yang mendasar dan umum dari masalah yang dikaji sehingga dapat memecahkan/mengatasi suatu masalah serta masalah-masalah lain yang tergolong dalam tipe yang sama. Penelitian evaluatif (evaluation research) dimaksudkan untuk menilai suatu program atau kegiatan tertentu pada suatu lembaga. 2005). Penelitian evaluatif dapat digunakan untuk menilai manfaat.

Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalahmasalah tertentu. penerapan. Dengan kata lain. Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang tertentu. dalam Setelah periode sejumlah waktu studi tertentu. Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat mendasari pemecahan masalah praktis. Penelitian Terapan Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis. bukan rekomendasi dipublikasikan berupa dan tindakan dibicarakan langsung. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan industri atau politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata (Sukardi.Tingkat generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta berlaku secara universal.wordpress. Hasil penelitian tersebut sering untuk digunakan merubah sebagai perilaku landasan melalui dalam proses pengembangan sikap pembelajaran/pendidikan. Dengan kata lain penelitian terapan adalah satu jenis penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.com Page 19 . b. dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. 2003). hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis. misalnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perikalu manusia. pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum. Penelitian terapan lebih difokuskan pada pengetahuan Copied by : http://mintotulus.

2005). atau teknologi. Makna evaluatif menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan. c. dan kata bendanya adalah evaluasi. Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat. kegunaan. menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk kepentingan praktis. Penelitian evaluatif dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program. pendidikan. 2000). Akhir-akhir ini. Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi Copied by : http://mintotulus. menguji. Penelitian Evaluatif Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut. penelitian terapan telah berkembang dalam bentuk yang lebih khusus yaitu penelitian kebijakan (Majchrzak. Hasil penelitian biasanya dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan. produk atau kegiatan tertentu (Danim. Penelitian terapan dapat pula diartikan sebagai studi sistematik dengan tujuan menghasilkan tindakan aplikatif yang dapat dipraktekan bagi pemecahan masalah tertentu. serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata.com Page 20 . 1984). Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut. Penelitian kebijakan berawal dari permasalahan praktik dengan maksud memecahkan masalah-masalah sosial. Hasil penelitian terapan tidak perlu sebagai suatu penemuan baru tetapi meupakan aplikasi baru dari penelitian yang sudah ada (Nazir.teoretis dan praktis dalam bidang-bidang tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran. sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu. 1985).wordpress. atau membuktikan hipotesis.

terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi, yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi. Melakukan evaluasi berarti menunjukkan kehatihatian karena ingin mengetahui apakah implementasi program yang telah direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya.

Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan

pengumpulan data dengan standar yang digunakan. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka akan didapatkan kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak, relevan atau tidak, efisien dan efektif atau tidak. Atas dasar kegiatan tersebut, penelitian evaluatif dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program, penyempurnaan dan perubahan program, penentuan keputusan atas keberlanjutan atau penghentian program, menemukan fakta-fakta

dukungan dan penolakan terhadap program, memberikan sumbangan dalam pemahaman suatu program serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya. Lingkup penelitian evaluatif dalam bidang pendidikan misalnya evaluasi kurikulum, program pendidikan, pembelajaran, pendidik, siswa, organisasi dan manajemen.

Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar, tolok ukur atau kriteria. Mengevaluasi adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal, kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria (kondisi yang diharapkan). Penelitian evaluatif bukan sekedar melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page 21

evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Sejalan dengan makna tersebut, penelitian evaluatif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto, 2006):

1) Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian ilmiah pada umumnya. 2) Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi. 3) Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program. 4) Menggunakan standar, kriteria, dan tolok ukur yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program. 5) Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana, perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen, dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi. 6) Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat. 7) Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/ rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Dengan kata lain, dalam melakukan kegiatan evaluasi program, peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar, kriteria, atau tolak ukur. Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page 22

2. Jenis Penelitian Berdasar Pendekatannya. Berdasarkan pendekatan yang mendasarinya, secara garis besar dapat dibedakan dua macam penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kedua pendekatan tersebut memiliki asumsi, tujuan, karakteristik, dan prosedur yang berbeda. Namun demikian, permasalahannya tidak terletak pada keunggulan atau kelemahan setiap pendekatan, tetapi sejauh mana peneliti mampu bersikap responsif dengan mengembangkan desain yang tepat untuk penelitiannya. Pembahasan berikut ini tidak bermaksud mempermasalahkan kebenaran atau kekurangan kedua pendekatan penelitian melainkan untuk menguraikan perbedaan-perbedaan mendasar antara penelitian-penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan penekanan pada penelitian kualitatif (mengingat pendekatan penelitian kualitatif jarang dilakukan), serta kemungkinan untuk menggabungkan kedua pendekatan penelitian tersebut.

Penelitian

yang

menggunakan

pendekatan

kuantitatif

telah

lama

mendominasi tidak hanya pada penelitian ilmu-ilmu alam tetapi juga ilmuilmu sosial. Prinsip-prinsip teoretis penelitian kuantitatif yang salah satunya adalah mengkonstruksikan pengetahuan pada prosedur eksplisit, eksak, formal dalam mendefinisikan konsep serta mengukur konsepkonsep dan variabel (Poerwandari, 1998). Namun, terdapat beberapa peneliti sosial yang melakukan penelitian kualitatif berpendapat bahwa fenomena-fenomena sosial sangat unik sehingga sulit dibakukan

berdasarkan pengukuran tertentu bahkan dapat menghilangkan makna yang sesungguhnya.

a. Penelitian Kuantitatif 1) Hakikat Penelitian Kuantitatif Beberapa penjelasan sebelumnya mengemukakan bahwa

penelitian ilmiah adalah proses yang sistematis. Maknanya penelitian dilakukan dengan urutan dan prosedur tertentu yang bersifat tetap dan para peneliti mengikuti cara seperti itu dalam Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page 23

penelitiannya. Prosedur penelitian merupakan pedoman peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yang benar. Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari penemuan permasalahan dan berlanjut kepada tahap-tahap selanjutnya. Proses penelitian ilmiah secara umum harus

memenuhi tahapan perumusan masalah, telaah teoretis, verifikasi data, dan kesimpulan. Tahap-tahap ini berlaku untuk pendekatan kuantitatif.

Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu upaya pencarian ilmiah (scientific inquiry) yang didasari oleh filsafat positivisme logikal (logical positivism) yang beroperasi dengan aturan-aturan yang ketat mengenai logika, kebenaran, hukum-hukum, dan prediksi (Watson, dalam Danim 2002). Fokus penelitian kuantitatif diidentifikasikan sebagai proses kerja yang berlangsung secara ringkas, terbatas dan memilah-milah permasalahan menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam angka-angka. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan, menguji hubungan antar variabel, menentukan kasualitas dari variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif (untuk meramalkan suatu gejala).

Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen (alat pengumpul data) yang menghasilkan data numerikal (angka). Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk mereduksi dan mengelompokan data, menentukan hubungan serta

mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok data. Kontrol, instrumen, dan analisis statistik digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan penelitian secara akurat. Dengan demikian

kesimpulan hasil uji hipotesis yang diperoleh melalui penelitian kuantitatif dapat diberlakukan secara umum. Copied by : http://mintotulus.wordpress.com

Page 24

antara teori dengan praktek. c. Bila populasi terlalu luas. Untuk kepentingan ini metode Copied by : http://mintotulus. Peneliti dapat mengambil sampel yang representatif. Terdapat sejumlah situasi yang menunjukkan kapan sebaiknya penelitian kuantitatif dipilih sebagai pendekatan antara lain: a. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Masalah adalah penyimpangan yang terjadi antara harapan dengan kenyataan. b.com Page 25 . Pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka.wordpress. Penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk mendapatkan infomasi yang luas tetapi tidak mendalam. Penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya. Masalah ini harus ditunjukkan dengan data. baik hasil pangamatan sendiri maupun pencermatan dokumen. maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Bila ingin diketahui sejauh mana pengaruh perlakuan/ treatment terhadap subyek tertentu. antara rencana dengan impelementasi atau tantangan dengan kemampuan. maka data prestasi belajar siswa sebagai masalah harus ditunjukkan. tidak berarti harus semua guru di kabupaten Bandung menjadi sumber data penelitian. Misalnya penelitian tentang disiplin kerja guru di Kabupaten Bandung. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.Pendekatan kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabelvariabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel masing-masing. Misalnya penelitian kuantitatif untuk menguji efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. aturan dengan pelaksanaan.

Copied by : http://mintotulus. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. d. e. Misalnya ingin mengetahui IQ guru pada sekolah tertentu. Misalnya peneliti ingin mengetahui perbedaan antara disiplin kerja guru laki-laki dengan guru perempuan. Hipotesis penelitian dapat berbentuk dugaan mengenai hubungan antar variabel (hipotesis asosiatif) ataupun perbedaan skor variabel antar kelompok (hipotesis komparatif). Contoh lain misalnya peneliti ingin mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Pada tahap selanjutnya hasil pengukuran tersebut dibandingkan. Dalam hal ini. Hipotesis komparatif yang diuji adalah: “Terdapat perbedaan disiplin kerja guru laki-laki dengan guru perempuan”. maka dilakukan pengukuran melalui tes IQ terhadap guru-guru pada sekolah yang bersangkutan. berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. peneliti harus mengukur hasil belajar siswa yang menggunakan metode diskusi dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode penugasan. dan produk atau kegiatan tertentu. teori. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat. Bila peneliti ingin menguji terhadap adanya suatu keraguan tentang kebenaran pengetahuan. Misalnya peneliti ingin mengetahun variabel yang lebih efektif apakah pembelajaran menggunakan metode diskusi atau penugasan.wordpress. Misalnya penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran audiovisual terhadap prestasi belajar siswa. f.com Page 26 .eksperimen paling cocok digunakan. Hipotesis asosiatif yang diuji dalam penelitian ini adalah: “Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja guru”.

merujuk teori. empiris. mengumpulkan data.com Page 27 .2) Prosedur Penelitian Kuantitatif Langkah-langkah penelitian kuantitatif adalah operasionalisasi metode ilmiah dengan memperhatikan unsur-unsur keilmuan. Agar masalah ditemukan dengan baik diperlukan faktafakta empiris diiringi penguasaan teori yang diperoleh melalui pengkajian berbagai literatur relevan. menganalisis data.Penelitian kuantitatif berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoretis.Penelitian dilakukan secara sistematis. Masalah dapat digali dari berbagai sumber empiris ataupun teoretis sebagai aktivitas penelitian pendahuluan (prapenelitian). Pada tahap selanjutnya. mengemukakan hipotesis. Copied by : http://mintotulus. dan kritis mengenai fenomena-fenomena yang dipandu oleh teori serta hipotesis sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan. dan membuat kesimpulan. Rumusan masalah merupakan penentuan faktor-faktor atau aspek-aspek yang terkait dengan lingkup kajian penelitian.1. Masalah yang telah ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah.Penelitian kuantitatif sebagai kegiatan ilmiah berawal dari masalah. Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan permasalahan atau isu-isu yang penting. aktual dan menarik.wordpress. Dan yang paling penting adalah manfaat yang dihasilkan bila masalah itu diteliti. penelitian melihat tujuan sebagai suatu permasalahan. sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prariset). Pada umumnya rumusan masalah penelitian kuantitatif disusun dalam bentuk pertanyaan.

Dalam hal inilah diperlukan studi kepustakaan yaitu kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari Copied by : http://mintotulus. 1 Proses (Siklus) Kegiatan Penelitian Dalam praktiknya faktor-faktor serta aspek-aspek yang berkaitan dengan kajian permasalahan sangat banyak dan kompleks.com Page 28 .Oleh karena itu diperlukan pembatasan pada faktor atau aspek yang dominan saja. Setiap sub permasalahan dicari kemungkinan jawabannya secara spesifik dalam bentuk hipotesis yang sesuai.Gambar 3.wordpress. Penelitian membagi permasalahan menjadi sub-sub permasalahan yang dapat dikelola dalam arti layak dan terjangkau untuk diteliti.

penelitian. teknik pengumpulan data. Dalam hal ini diperlukan desain penelitian yang berisi tahapan penelitian. serta alasan mengapa menggunakan metode tersebut. metode penelitian. Pemaknaan hasil analisis data dilakukan melalui interpretasi yang mengarah pada upaya mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. penelitian diarahkan untuk mencari data didasari oleh rumusan masalah dan hipotesis yang dikemukakan sebelumnya. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa dalam penelitian terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pada tahap selanjutnya. Pendekatan Penelitian Kualitatif 1) Hakikat Penelitian Kualitatif Membuat batasan atau definisi tentang penelitian kualitatif memang tidak mudah.com Page 29 . Penelitian menahan sementara hipotesis atau pertanyaan sampai semua data terkumpul dan diinterpretasikan. Interpretasi dibuat dengan melihat hubungan antara temuan yang satu dengan temuan lainnya. Kesimpulan merupakan generalisasi hasil interpretasi. Sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan.Dalam kegiatan ini juga dikaji hal-hal empiris yang bersumber dari penelitian-penelitian terdahulu.wordpress. Dasar penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu Copied by : http://mintotulus. Hasil analisis data merupakan temuan yang belum diberi makna. b. sumber data (populasi dan sampel). mengingat banyaknya perbedaan pandangan yang ada. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik statistik. terlebih dahulu harus ditetapkan teknik penyusunan dan pengujian instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Terhadap kesimpulan yang diperoleh maka diciptakanlah implikasi dan rekomendasi serta saran dalam pemanfaatan hasil penelitian. Dalam tahapan ini dikemukakan tentang penerimaan atau penolakan hipotesis.

wordpress. Mengutamakan makna Copied by : http://mintotulus. kemudian melakukan verifikasi data empiris.berdimensi jamak. 2005). dan menguji hipotesis berdasarkan data empiris. namun pada konsep-konsep yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono. Konsep-konsep yang timbul dari data empiris dicari hubungannya untuk membentuk teori. peranan statistika sangat diperlukan dalam proses analisis data. serta menarik kesimpulan atas dasar hasil pengujian hipotesis. 2005). Pendekatan kuantitatif dimulai dengan proses berpikir deduktif untuk mendapatkan hipotesis. interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpre-tasikan oleh setiap individu (Sukmadinata. Memiliki sifat deskriptif analitik c. dapat dikemukakan lima ciri pokok sebagai karakteristik penelitian kualitatif yaitu: a. Pembahasan sebelumnya telah menjelaskan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Dengan demikian perhatian bukan kepada angka-angka yang diperoleh melalui pengukuran empiris. Bersifat induktif e. Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka (Danim. Tekanan pada proses bukan hasil d. 2002). Atas dasar uraian di atas.com Page 30 . Suatu peristiwa empiris dapat menghasilkan suatu konsep. Penelitian pendidikan akhir-akhir ini sudah mulai memusatkan perhatian kepada konsep-konsep yang timbul dari data. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomenafenomena sosial dari sudut pandang partisipan. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data b. Untuk itu. Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel.

maupun dokumen sekolah. Misalnya peneliti ingin mengetahui peran kepala sekolah dalam pembinaan guru.Untuk itu peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data. disusun peneliti di lokasi penelitian. hasil pemotretan.Peneliti mengamati. serta bagaimana respon guru terhadap pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah. bertanya. Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik.Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula.Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi.Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. mencari hubungan. menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu.Misalnya ketika peneliti ingin mengetahui peran kepala sekolah dalam pembinaan guru.Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. membandingkan. tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. berdasarkan data/informasi yang ada peneliti harus mampu menguraikan tujuan kepala sekolah dalam pembinaan guru.wordpress.Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian.com Page 31 .Peneliti pergi ke lokasi tersebut. menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka).Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif. memahami dan mempelajari situasi. mencatat. catatan lapangan.Peneliti harus mendatangi suatu sekolah kemudian mengali informasi yang terkait dengan peran kepala sekolah dalam pembinaan guru baik itu dari kepala sekolah.Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan. Copied by : http://mintotulus.Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung. analisis dokumen. langkah-langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam pembinaan guru. guru. hasil wawancara.

prinsip. tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Temuan penelitian dalam bentuk konsep. alasanalasan. peneliti harus berusaha menemukan prinsip dan konsep-konsep atas Copied by : http://mintotulus. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan.Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Misalnya ketika meneliti peran kepala sekolah dalam pembinaan guru. Apa yang dilakukan. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan. Prosesnya induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan. mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami. Peneliti terjun ke lapangan.com Page 32 . menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. hukum. menganalisis. mencatat. sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Makna suatu proses dimunculkan konsepkonsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai suatu temuan atau hasil penelitian tersebut. prosedur. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa. tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori. dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi peneliti. teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan.wordpress. Peneliti tidak perlu mentaransformasi data menjadi angka untuk mengindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. mengapa. peneliti tidak mengukur frekuensi pembinaan yang dilakukan akan tetapi mengamati untuk apa pembinaan dilakukan serta bagaimana cara pembinaan dilaksanakan. Misalnya ketika meneliti peran kepala sekolah dalam membina guru. sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu.

tanpa harus menggunakan angka. Realitas yang kompleks dan selalu berubah menuntut peneliti cukup lama berada di lapangan. sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami. Apa yang dialami dalam membina guru. Misalnya penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru. antara lain: a.com Page 33 . Peneliti tidak berupaya menerapkan teori/konsep yang terkait dengan pembinaan. Ketepatan informasi dari partisipan (kepala sekolah dan guru) diungkap oleh peneliti agar dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara sahih dan tepat. Kondisi semacam ini cocok diteliti dengan pendekatan kualitatif. karena peneliti kualitatif akan langsung Copied by : http://mintotulus. Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi tertentu. Peneliti mencari informasi dari kepala sekolah dan pandangannya tentang keberhasilan dan kegagalan membina guru. akan tetapi berusaha menemukan konsep berdasarkan fakta dari lapangan. peneliti memusatkan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya. masih remang-remang atau mungkin malah masih gelap.dasar fakta. dan bagaimana hal itu terjadi. Sebagai bahan pembanding peneliti mencari informasi dari guru agar dapat diperoleh titik-titik temu dan pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah. mengapa guru gagal dibina. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa. Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya. Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Bila masalah penelitian belum jelas.wordpress. Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk kepentingan yang berbeda bila dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif Berikut ini dikemukakan kapan sebaiknya pendekatan kualitatif digunakan. tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. melalui pemaparan deskriptif analitik.

Misalnya persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah akan berbeda dengan persepsi kepala sekolah.masuk pada situasi. Bila peneliti ingin memahami interaksi sosial. Bila hipotesis terbukti. sebelum ditemukan gaya yang tepat maka penelitian belum dinyatakan selesai. Melalui berbagai teknik pengumpulan data kualitatif. dan juga pencermatan dokumen. Bila peneliti ingin memastikan kebenaran data. Misalnya pemahaman terhadap kepemimpinan kepala sekolah hanya dapat dilakukan melalui kajian mendalam bukan hanya pengukuran sepintas. e. Bila ingin meneliti tentang sejarah atau perkembangan. Interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan cara berperan serta. observasi. c. sehingga masalah ditemukan dengan jelas. wawancara mendalam terhadap interaksi sosial tersebut. Copied by : http://mintotulus. Dengan demikian dapat ditemukan pola hubungan yang jelas sehingga dapat ditemukan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala. Data untuk mencari makna kepemimpinan kepala sekolah tersebut hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif misalnya melalui wawancara mendalam. maka akan menjadi tesis atau menjadi teori.wordpress. b. melakukan eksplorasi. Melalui pendekatan kualitatif data yang diperoleh diuji kredibilitasnya. d. Misalnya sejarah perkembangan sekolah sehingga sekolah tersebut menjadi sekolah favorit dalam padangan masyarakat dan orang tua siswa. Misalnya untuk mencari gaya kepemimpinan seperti apa yang sebaiknya diterapkan kepala sekolah dalam membina guru. Gejala sosial sering tidak dapat dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. penelitian berakhir setelah data itu jenuh sehingga kepastian data dapat diperoleh. kepastian data akan lebih terjainin. Bila peneliti ingin memahami makna di balik data yang tampak.com Page 34 . Data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. Sejarah atau perkembangan kehidupan seseorang atau kelompok orang dapat dilacak melalui pendekatan kualitatif.

dan lain-lain.Atas dasar penggunaanya. Hal itu dapat terjadi bila perencanaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijumpai di lapangan. upaya pengembangan tugas profesi guru. kerja penelitian mestilah merancang langkah-langkah kegiatan penelitian. Penelitian kualitatif biasanya didesain secara longgar. sehingga dalam pelaksanaan penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Paling tidak terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif yaitu (Sugiyono. hubungan sekolah dan masyarakat. Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan (induktif) untuk kepentingan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan kuantitatif. kepemimpinan dan pengawasan pendidikan. tidak ketat. 2007): Copied by : http://mintotulus. b.com Page 35 . c. penilaian pendidikan. Bidang kajian penelitian kualitatif dalam pendidikan antara lain berkaitan dengan proses pengajaran. bimbingan. pengelolaan/manajemen kelas. Meski demikian. gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami. Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta. 2) Prosedur Penelitian Kualitatif Prosedur penelitian kualitatif memiliki perbedaan dengan penelitian kuantitatif. dapat dikemukakan bahwa penelitian kualitatif dalam bidang pendidikan dan BKbertujuan untuk: a. Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukenali kekurangan dan kelemahan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya.wordpress.

Keterkaitan antara tiga tahapan proses dan tujuh langkah penelitian kualitatif ditunjukkan pada gambar 3.wordpress. Peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang diperolehnya. sehingga timbul “pertanyaan” yang menantang untuk ditemukan “jawabannya”. dan pelaporan hasil penelitian (Sudjana. peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu. didengar dan dirasakan. penetapan fokus masalah. hipotesis. dirasakan tidak sama dengan kenyataan. pembatasan masalah. mengapa.2 dan uraian berikut. bahkan teori baru. dan bagaimana.2 Tahap deskripsi atau tahap orientasi. Pada tahap ini. Langkah pertama: mengidentifikasi masalah. 4 Tahap seleksi. Pada tahap ini. Suatu masalah merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang bertanya-tanya.com Page 36 . dalam mengidentifikasi masalah dapat muncul pertanyaan yang terkait dengan apakah.Dari pertanyaan yang muncul tergambar substansi masalah yang terkait dengan pendekatan atau jenis penelitian tertentu. 3 Tahap reduksi. pelaksanaan penelitian. Di dalam penelitian sebaiknya seorang peneliti melakukan Copied by : http://mintotulus. Atas dasar prinsip masalah tersebut. dipikirkan. peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah. pengolahan dan pemaknaan data. Pada tahap ini. pemunculan teori. berpikir. Dengan kata lain. Secara spesifik. 2001). peneliti mendeskrip-sikan apa yang dilihat. jenis penelitian apa yang harus digunakan peneliti bergantung pada masalah yang ada. dan berupaya menemukan kebenaran yang ada. ketiga tahap di atas dapat djabarkan dalam tujuh langkah penelitian kualitatif yaitu: identifikasi masalah. Hasilnya adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi suatu pengetahuan. Fenomena masalah tersebut terjadi karena adanya sesuatu yang diharapkan.

Pembatasan masalah merupakan Copied by : http://mintotulus. 2 Tahapan dan Langkah-langkah Penelitian Kualitatif Langkah kedua: pembatasan masalah yang dalam penelitian kualitatif sering disebut fokus penelitian. Sejumlah masalah yang diidentifikasi dikaji dan dipertimbangkan apakah perlu direduksi atau tidak. Tahap Deskripsi Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Tahap Reduksi Menetapkan Fokus Penelitian Pengumpulan Pelaksanaan Penelitian Data Pengolahan dan Pemaknaan Data Tahap Seleksi Pemunculan Teori/Hipotesis Pelaporan Penelitian Gambar 3. Kajian yang terlalu luas memungkinkan adanya hambatan dan tantangan yang lebih banyak. Kajian yang terlalu spesifik memerlukan kemampuan khusus untuk dapat melakukan kajian secara mendalam.com Page 37 .identifikasi masalah dengan mengungkapkan semua permasalahan yang terkait dengan bidang yang akan ditelitinya. Pertimbangannya antara lain atas dasar keluasan lingkup kajian.wordpress.

com Page 38 . Pembatasan masalah dapat dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan antara lain: 1. Peneliti memiliki peluang untuk menyempurnakan. yang berarti pula membatasi bidang temuan. Hal itu dapat terjadi bila fokus masalah yang telah dirumuskan secara baik. Meski demikian. Pada tahap ini yang perlu dipenuhi antara lain rancangan atau skenario penelitian. serta ketersediaan dana dan waktu? Langkah ketiga: penetapan fokus penelitian. Sebagai catatan bahwa dalam penelitian kualitatif dapat terjadi penetapan fokus penelitian baru dilakukan dan dipastikan pada saat peneliti berada di lapangan. Dengan pedoman fokus masalah seorang peneliti dapat menetapkan data yang harus dicari. Penetapan fokus berarti membatasi kajian. akses memperoleh informasi. memilih dan menetapkan setting (latar) penelitian. disempurnakan atau dialihkan. mengubah.langkah penting dalam menentukan kegiatan penelitian. Peneliti dapat mereduksi data yang tidak relevan dengan fokus penelitian. Dapatkah masalah tersebut dikembangkan untuk diteliti? 2. Data yang dikumpulkan hanyalah data yang relevan dengan fokus penelitian. Dengan menetapkan fokus masalah berarti peneliti telah melakukan pembatasan bidang kajian. memilih dan menetapkan Copied by : http://mintotulus. Apakah masalah tersebut baru dan aktual? 5. Menetapkan fokus berarti menetapkan kriteria data penelitian. Langkah keempat: pengumpulan data. atau menambah fokus penelitian.wordpress. namun setelah di lapangan tidak mungkin dilakukan penelitian sehingga diubah. mengurus perijinan. pembatasan masalah penelitian kualitatif tidaklah bersifat kaku/ketat. diganti. Apakah masalah dan pemecahannya cukup bermanfaat? 4. Sudah adakah orang yang melakukan pemecahan masalah tersebut? 6. Adakah data atau informasi yang dapat dikumpulkan untuk menemukan jawaban atas masalah yang dipilih? 3. Apakah masalah tersebut layak diteliti dengan melihat kemampuan peneliti.

Hal ini terkait dengan teknik pengumpulan data yang akan digunakan misalnya observasi. hal yang sama dilakukan secara kontinyu pada saat pengumpulan sampai akhir kegiatan pengumpulan data secara berulang sampai data jenuh (tidak diperoleh lagi informasi baru). Teori berfungsi sebagai alat dan berfungsi sebagai fungsi tujuan. Teori sebagai tujuan mengandung makna bahwa temuan penelitian dapat dijadikan suatu teori baru.com Page 39 .informan (sumber data). Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengumpulan data adalah menciptakan hubungan yang baik antara peneliti dengan sumber data. Analisis data kualitatif yang meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Laporan hasil penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban peneliti setelah melakukan kegiatan pengumpulan data penelitian dinyatakan selesai. Pengumpulan data dilakukan dengan menemui sumber data. wawancara atau pengamatan. Selanjutnya. Dalam konteks Copied by : http://mintotulus. Dalam hal ini. menetapkan strategi dan teknik pengumpulan data. Langkah ketujuh: pelaporan hasil penelitian. serta menyiapkan sarana dan prasarana penelitian. Langkah kelima: pengolahan dan pemaknaan data. hasil analisis dan pemaknaan data akan berkembang.wordpress. Pada penelitian yang lain pada umumnya pengolahan data dan pemaknaan data dilakukan setelah data terkumpul atau kegiatan pengumpulan di lapangan dinyatakan selesai. berubah. Dalam penelitian kualitatif teori tidak dimanfaatkan untuk membangun kerangka pikir dalam menyusun hipotesis. Penelitian kualitatif bekerja secara induktif dalam rangka menemukan hipotesis. Teori sebagai alat dimaksudkan bahwa dengan teori yang ada peneliti dapat melengkapi dan menyediakan keterangan terhadap fenomena yang ditemui. dan bergeser sesuai perkembangan dan perubahan data yang ditemukan di lapangan. Langkah keenam: pemunculan teori. Peran teori dalam penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif.

kurikulum.yang seperti ini. 2) Pendidikan senantiasa melibatkan komponen manusia yakni pendidik dan tenaga kependidikan. 4) Pendidikan dalam arti luas. sekolah dan lingkungan masyarakat.wordpress.com Page 40 . moral. pelaporan hasil penelitian secara tertulis memiliki nilai guna setidaknya dalam empat hal. sosial dalam satu kesatuan utuh. Pembinaan dan pengembangan tersebut melalui proses belajar agar diperoleh Copied by : http://mintotulus. terjadi pada setiap manusia dan berlangsung sepanjang hayat. 2003). dalam lingkungan keluarga. waktu. Pentingnya penelitian kualitatif dalam bidang pendidikan antara lain: 1) Pendidikan sebagai proses sosialisasi hakikatnya adalah interaksi manusia dengan lingkungan yang membentuknya melalui proses belajar dalam konteks lingkungan yang berubah-ubah. Berdasarkan uraian tentang hakikat dan prosedur penelitian kualitatif. secara alami. Setiap komponen saling berinteraksi dalam satu proses pendidikan/pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. penelitian kualitatif mempunyai makna tersendiri untuk kepentingan bidang pendidikan. serasi. yaitu: 1) Sebagai kelengkapan proses penelitian yang harus dipenuhi oleh para peneliti dalam setiap kegiatan penelitian 2) Sebagai hasil nyata peneliti dalam merealisasi kajian ilmiah 3) Sebagai dokumen autentik suatu kegiatan ilmiah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat ataupun sesama peneliti 4) Sebagai hasil karya nyata yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bergantung pada kepentingan peneliti (Sukardi. lingkungan. siswa. serta sarana dan prasarana pendidikan. 5) Tekanan utama pendidikan adalah pembinaan dan pengembangan manusia mencakup aspek intelektual. 3) Pendidikan sebagai suatu sistem tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga berorientasi pada proses agar memperoleh hasil optimal. selaras dan seimbang.

Data kualitatif dalam bidang pendidikan sangat bermanfaat untuk menemukan hakikat dan makna yang terkandung dalam proses pendidikan. metode ataupun teknik untuk melakukan penelitian merupakan hal penting agar dapat dicapai hasil yang akurat sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah ditentukan.perubahan-perubahan perilaku menyangkut pengetahuan. 3) Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Pemahaman yang benar dalam menggunakan pendekatan. Pendekatan yang mana sebaiknya digunakan apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif?. bagaimana sumber belajar dioptimalkan penggunaannya. efisiensi dan efektivitas. bagaimana perubahan terjadi dalam proses tersebut. dan pertanyaan lainnya memerlukan data kualitatif dalam menjelaskannya. bagaimana guru menangani kesulitan belajar siswa.com Page 41 . Pembahasan berikut memberikan ulasan singkat mengenai perbedaan kedua pendekatan tersebut sebagai kesimpulan uraian yang dikemukakan sebelumnya. sikap dan keterampilan.wordpress. Lebih dari itu perlu pengkajian mendalam berkenaan dengan kualitas proses. Proses dan hasil pendidikan tidak saja diukur secara numerik/angka dan bilangan dalam bentuk indeks-indeks prestasi atau indeks-indeks lainnya secara kuantitatif dan statistik. Pengukuran secara kuantitatif tersebut seringkali menghilangkan makna yang sebenarnya. padahal dalam kenyataannya suatu proses yang terjadi berkaitan erat dengan berbagai dimensi yang muncul dalam kondisi alamiahnya. Bagaimana proses pendidikan itu berlangsung. lebih dari data yang diperoleh secara kuantitatif berdimensi tunggal. serta daya guna terhadap perubahan perilaku individu khususnya anak didik dan tenaga kependidikan. Copied by : http://mintotulus. bagaimana interaksi guru-siswa dan siswasiswa dalam pembelajaran.

penalaran. lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. konsep-konsep yang pada akhirnya menjadi teori. menunjukkan hubungan antar variabel. Oleh karena itu. pendekatan ini berpijak pada hal-hal yang bersifat kongkrit. uji empiris dan fakta-fakta yang nyata atau terukur. baku.wordpress. memberikan deskripsi statistik. dan berubah-ubah/berkembang sesuai dengan situasi lapangan. Ketiga: tujuan utama penelitian kualitatif adalah mengembangkan pengertian. Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian. mengungkap fakta. desain harus fleksibel dan terbuka. Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori. Desainnya terstruktur. tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”. serta menaksir dan meramalkan hasilnya. dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsirkan berdasarkan sudut pandang yang bersangkutan dengan cara mencari makna dari gejala yang sedang diteliti. pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum. Pendekatan kuantitatif lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik. Pendekatan kualitatif lebih mementingkan proses dibandingkan hasil. Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif.com Page 42 . Penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang akan menentukan tahapan berikutnya seperti teknik analisa dan teknik statistik yang akan digunakan. Kedua: jika kita menggunakan pendekatan kualitatif. definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu). formal dan dirancang Copied by : http://mintotulus. Keempat: melihat sifatnya.Pertama: pendekatan kualitatif menekankan pada makna. Lain halnya dengan desain penelitian kuantitatif. Desain hanya digunakan sebagai asumsi dalam melakukan penelitan. Oleh karena itu urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis.

Pada pendekatan kuantitatif. maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya. Jika desainnya salah. Jika pendekatan kuantitatif diterapkan maka teknik yang digunakan berbentuk observasi terstruktur. Karena pada umumnya pendekatan kuantitatif membutuhkan sampel yang besar maka stratafikasi sampel sangat diperlukan. Keenam: sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sampel didasarkan pada kualitasnya bukan jumlah. Dalam praktiknya.wordpress.com Page 43 . dan catatan-catatan lapangan saat penelitian dilakukan. Ketepatan dalam memilih sampel merupakan salah satu kunci keberhasilan penelitian kualitatif. Kedelapan: dalam kualitatif. Desain penelitian kuantitatif bersifat spesifik dan detil karena merupakan suatu rancangan yang akan dilaksanakan sebenarnya. Kelima: pada pendekatan kualitatif. survei menggunakan kuesioner. seperti dilakukan oleh peneliti bidang antropologi dimana peneliti terlibat langsung dengan yang diteliti. hasilnya menyesatkan. Sampel dipandang sebagai sampel teoretis dan tidak representatif. seperti foto.sematang mungkin. dan eksperimen. Ketujuh: Jika peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. jumlah sampel besar karena aturan statistik mengatakan bahwa semakin besar sampel akan merepresentasikan kondisi riil. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan untuk menguji hipotesis. Dalam melakukan interview biasanya diberlakukan interview terstruktur untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. data bersifat deskriptif. maka yang bersangkutan menggunakan teknik observasi terlibat langsung. dokumen. Hubungan yang dibangun antara peneliti dengan sumber data didasarkan pada saling kepercayaan. Sebaliknya penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif/angka-angka. peneliti Copied by : http://mintotulus.

Untuk menciptakan validitas yang tinggi diperlukan kecermatan dalam proses penentuan sampel. Pendekatan kualitatif memunculkan kesulitan dalam mengontrol variabel yang berpengaruh terhadap proses penelitian baik langsung ataupun tidak langsung. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat obyektivitas yang tinggi. Berdasarkan uraian di atas. maka yang menjadi responden diperlakukan sebagai partner bukan obyek penelitian. Analisa data penelitian kuantitatif bersifat deduktif. reliabilitasnya dipertanyakan. uji empiris terhadap teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik.melakukan hubungan dengan yang diteliti secara intensif. Namun.com Page 44 . desainnya tidak terstruktur dan tidak dapat dipakai untuk penelitian yang berskala besar dan pada akhirnya hasil penelitian terkontaminasi oleh subyektifitas peneliti. 3. kedua pendekatan tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Hubungan tersebut seperti hubungan antara subyek dan obyek. prosedurnya tidak baku. konsep-konsep untuk membangunan teori baru. Perpaduan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dalam Penelitian Penelitian yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif belum banyak dilakukan. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif peneliti mengambil jarak dengan yang diteliti. Pada umumnya penelitiannya berjangka waktu pendek. perkembangan ilmu-ilmu sosial khususnya pendidikan telah membuka kesempatan untuk memunculkan perrpaduan antara keduanya. Pendekatan kualitatif banyak memakan waktu. pengambilan data dan juga penentuan alat analisisnya.wordpress. Kesembilan: Analisa data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian-pengertian. Apabila sampelnya itu manusia. Strauss & Corbin (1990) menyatakan bahwa suatu penelitian dapat saja memakai metodologi yang Copied by : http://mintotulus.

Penelitian kualitatif mempunyai fungsi tertentu yaitu: sebagai sumber hipotesis yang akan diuji secara kuantitatif. Gabungan antara keduanya dapat berakhir dengan pemisahan penelitian kualitatif dan kuantitatif tetapi tetap berhubungan. Brannen (1997) mencetuskan tiga acuan pokok dalam memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai fasilitator penelitian kuantitatif .com Page 45 . sebagai pengembang dan pemandu instrumeninstrumen penelitian kuantitatif seperti kuesioner. 3. berarti penelitian kualitatif berperan sebagai penunjang. Sudjana (2001) berpendapat bahwa pendekatan tersebut sebenarnya bertolak dari asumsi yang berbeda. Salah satu jenis penelitian yang memerlukan penggabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian-penelitian kebijakan (Brannen. Terkait dengan hal tersebut. 2. Penelitian kuantitatif sebagai fasilisator penelitian kualitatif. Penelitian yang mempergunakan kedua pendekatan dengan bobot sama. Dalam penelitian pendidikan sering dijumpai dua pendekatan digunakan bersama-sama terhadap masalah yang sama. Namun pemecahan masalah melalui studi yang berbeda cukup Copied by : http://mintotulus. kedua pendekatan dilakukan untuk saling mengisi kesenjangan yang muncul pada saat survei lapangan. sehingga untuk persoalan yang sama sulit menggunakan metode dengan asumsi yang berbeda. Survei kuantitatif dapat memberikan landasan bagi data kasus dari kelompok-kelompok tertentu yang akan melandasi studi intensif dalam penelitian kualitatif. atau pelaporan. serta sebagai pembanding temuan-temuan kuantitatif.wordpress. Ketiga acuan itu adalah: 1. skala dan indeks pengukuran. analisis. b. 1997).menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif memberikan data latar belakang yang terukur untuk mengaitkannya dengan studi-studi skala kecil. maksud dari acuan ini adalah: a. Ini seringkali diambil dari data-data statistik atau sensus.

bermanfaat dalam memperkaya alternatif pemecahan masalahnya. Peneliti yang melakukan penelitian dasar memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan pemanfaatan secara langsung dari hasil penelitian tersebut. namun seringkali mengalami kerancuan dalam penarikan kesimpulannya. dan evaluatif. Seutkan tujuan umum penelitian kualitatif 6.com Page 46 . Sebutkan 3 jenis peneltian berdasar fungsiny. penerapan. 4. Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis. Dengan kata lain penelitian terapan adalah satu jenis Copied by : http://mintotulus. terapan. Rangkuman Jenis penelitian berdasar fungsinya terdiri dari penelitian dasar. Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pureresearch) atau penelitian pokok (fundamentalresearch) adalah penelitian yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru.wordpress. Sebutkan 4 ciri penelitian evaluatif. 5. Jelaskan apa yang dimaksud pendekatan kuantitatif. sehingga lebih komprehensif sifatnya. Sebutkan 5 ciri karakteritik penelitian kualitatif. C. D.Latihan 1. Sebutkan 4 macam perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. 3. 2. Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalahmasalah tertentu. Beberapa peneliti kadang-kadang berusaha menggunakan kedua pendekatan tersebut untuk masalah yang sama. Sering ditemukan pemaparan data kualitatif menggunakan statistik deskriptif serta temuan kualitatif dan kuantitatif disajikan bersama-sama.

serta menarik kesimpulan atas dasar hasil pengujian hipotesis. mengemukakan hipotesis.penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Pendekatan kuantitatif dimulai dengan proses berpikir deduktif untuk mendapatkan hipotesis. secara garis besar dapat dibedakan dua macam penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif.com Page 47 . dan analisis statistik digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan penelitian secara akurat. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk mereduksi dan mengelompokan data. Dengan demikian kesimpulan hasil uji hipotesis yang diperoleh melalui penelitian kuantitatif dapat diberlakukan secara umum. Berdasarkan pendekatan yang mendasarinya. menentukan hubungan serta mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok data. mengumpulkan data.wordpress. produk atau kegiatan tertentu (Danim. Dengan demikian penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono. dan membuat kesimpulan. 2005). kegunaan. instrumen. Pembahasan sebelumnya telah menjelaskan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Kontrol. dan menguji hipotesis berdasarkan data empiris. sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu. menganalisis data. Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat. Penelitian evaluatif dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program. merujuk teori. Copied by : http://mintotulus. kemudian melakukan verifikasi data empiris. Penelitian kuantitatif sebagai kegiatan ilmiah berawal dari masalah.Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen (alat pengumpul data) yang menghasilkan data numerikal (angka). 2000).

Melihat sifatnya.com Page 48 . 4. dan memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik. mementingkan proses dibandingkan hasil. dan berubah-ubah/berkembang sesuai dengan situasi lapangan. pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum. Pendekatan kualitatif. definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu). bersifat spesifik dan detil karena merupakan suatu rancangan yang akan dilaksanakan sebenarnya. dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsirkan berdasarkan sudut pandang yang bersangkutan dengan cara mencari makna dari gejala yang sedang diteliti. adanya hipotesa dan pengujiannya yang akan menentukan tahapan berikutnya seperti teknik analisa dan teknik statistik yang akan digunakan.wordpress. mengungkap fakta. 3.Perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif adalah: 1. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis. baku. menunjukkan hubungan antar variabel. urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Pendekatan kuantitatif berpijak pada hal-hal yang bersifat kongkrit. lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah mengembangkan pengertian. Copied by : http://mintotulus. memberikan deskripsi statistik. tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”. Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian. Desain penelitian kuantitatif terstruktur. penalaran. formal dan dirancang sematang mungkin. serta menaksir dan meramalkan hasilnya. Pendekatan kualitatif menekankan pada makna. Desain hanya digunakan sebagai asumsi dalam melakukan penelitan. uji empiris dan fakta-fakta yang nyata atau terukur. konsep-konsep yang pada akhirnya menjadi teori. Pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori. 2.

Analisa data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian- pengertian. Hubungan yang dibangun antara peneliti dengan sumber data didasarkan pada saling kepercayaan.wordpress. Pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif/angka-angka. Teknik pengumpulan data pendekatan kualitatifmenggunakan teknik observasi terlibat langsung. E Evaluasi Pilihlah jawaban dengan memberi tanda silang pada jawaban yang Saudara anggap benar. dan eksperimen. jumlah sampel besar karena aturan statistik mengatakan bahwa semakin besar sampel akan merepresentasikan kondisi riil.5. Pendekatan kuantitatif teknik yang digunakan berbentuk observasi terstruktur. 1.com Page 49 . Dalam melakukan interview biasanya diberlakukan interview terstruktur untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Penelitian kualitatif. 7. Pendekatan kualitatif. data bersifat deskriptif. Pendekatan kuantitatif peneliti mengambil jarak dengan yang diteliti. Penelitian yang diperuntukkan bagi perkembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori yang ada Copied by : http://mintotulus. 6. 8. Hubungan tersebut seperti hubungan antara subyek dan obyek. survei menggunakan kuesioner. seperti foto. 9. dokumen. Penelitian kuantitatif bersifat deduktif. dan catatan-catatan lapangan saat penelitian dilakukan. peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya. uji empiris terhadap teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik. konsep-konsep untuk membangunan teori baru. Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sampel didasarkan pada kualitasnya bukan jumlah.

Penelitian yang diarahkan untuk menilai keberhasilan.untuk menemukan teori baru. Dasar c. Kualitatif 3. sumbangan kelayakan program unit atau lembaga tertentu disebut jenis penelitian: a. Deskriptif analitik 6. Komparatif Copied by : http://mintotulus. Penelitian yang menggunakan intrumen yang menhasilkan data numerikal (angka) disebut penelitian: a. menurut fungsinya termasuk jenis penelitian: a. Tabel d. Kualitatif c. Evaluatif d. manfaat. Ilmiah b. Deduktif c. kegunaan. Primer d. Grafik c. Ilmiah b. Survey 4. Dasar c. Evaluatif d. Penelitian yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data disebut penelitian: a. Terapan b.wordpress. Statistik b. Induktik b. Sifat data penelitian kuantitatif adalah: a.com Page 50 . Deskriptif 2. Kualitatif d. Komparatif c. Evaluatif d. Kuantitatif b. Action research 5. Hasil analisa data penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk: a.

d. Dan jika jawaban benar Saudara belum mencapai 7 soal berarti Saudara perlu mengulang mempelajari modul ini dengan lebih baik. F. Hasil c. uji empiris. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah sebagai berikut. Imajinasi peneliti b. b. Kongkrit. Observasi terlibat langsung. c. c. Dasar teori pendekatan kuantitatif dasar teori berpijak pada hal yang bersifat: a. Mengungkap fakta. b. Copied by : http://mintotulus. Teknik pengumpulan data pendekatan kualitatifmenggunakan teknik : a. dan fakta terukur. Proses b. Menunjukkan hubungan antar variabel d. Sudut pandang d.kecuali: a.com Page 51 . Mengembangkan pengertian 10. Eksperimen. Jika Saudara dapat menjawab 7 soal dengan benar dari 10 soal maka saudara dianggap menguasai materi diklat ini. Observasi terstruktur. Generalisasi 8. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Coba Saudara nilai evaluasi yang Saudara kejakan dan berapa nilai yang diperoleh. c.wordpress. Kesimpulan d. Survei menggunakan kuesioner. Penekanan penelitian kualitatif ada pada : a.7. Abstrak 9. Menguji teori.

alat.BAB IV METODE PENELITIAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. Metode penelitian dalam bimbingan dan konseling B. 1985) yaitu: a.wordpress. serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cock pula dengan metode penelitian yang ditetapkan. Indikator Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor dapat mendeskripsikan: 1. Hakekat metode ilmiah. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut? Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian.com Page 52 . Metode penelitian berhubungan erat dengan prosedur. Uraian Materi 1. serta desain penelitian yang digunakan. peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya tiga pertanyaan pokok (Nazir. teknik. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengendalikan kegiatan atau tahap-tahap kegiatan serta mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian. 2. Sebelum penelitian dilaksanakan. Jenis metode penelitian berdasar pendekatannya 4. Desain penelitian harus cocok dengan pendekatan penelitian yang dipilih. Prosedur. Hakekat metode penelitian. Jenis metode penelitian berdasar sifatnya 3. Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu penelitian? b. teknik. Copied by : http://mintotulus. Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan dalam menganalisis data? c.

Dalam prakteknya terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan penelitian. dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. mengantisipasi masalah dalam bidang BK. dikembangkan.Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh. Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah metode penelitian yaitu sebagai berikut a. suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami dan memecahkan. faktual. dan dibuktikan. Berdasar sifat masalahnya. Penelitian menyelidiki Eksperimental kemungkinan suguhan hubungan yang sebab bertujuan akibat untuk dengan melakukan kontrol/kendali g. Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.com Page 53 . Berdasar uraian di atas maka dapat dikemukakan bahwa metode penelitian bimbingan dan konseling (BK) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan. Metode Penelitian Berdasarkan sifat-sifat masalahnya. Penelitian Deskriptif yang yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis. c. Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek e. 2. waktu penelitian. Penelitian Korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi f.wordpress. serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis. b. d. sumber data. Penelitian Eksperimental semu yang bertujuan untuk mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak Copied by : http://mintotulus. Penelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif.

1 Jenis-jenis Metode Penelitian Kuantitatif Eksperimen Non eksperimen True eksperimen Quasi eksperimen Subjek tunggal Korelasi Survei Ex post facto Studi kasus Teori dasar Studi kritis Komparatif Fenomenologis Deskriptif Etnografi Analisis konsep Analisis sejarah Interaktif Kualitatif Non interaktif Jenis-jenis penelitian lain dapat dibedakan atas dasar beberapa sumber referensi berikut ini. i. sebagai pembanding. Copied by : http://mintotulus. Penelitian Kausal-komparatif yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat.memungkinkan ada kontrol/kendali.com Page 54 . Penelitian Tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya. tapi tidak dengan jalan eksperimen tetapi dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab. Metode Penelitian Berdasar Pendekatan McMillan dan Schumacher (2001) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.wordpress. 3. Tabel 4. tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian h.

Tabel 4.com Page 55 .wordpress.2 Jenis-jenis Metode Penelitian Menurut Berbagai Referensi SUGIYONO (2007) Menurut Tujuan HADI (1984) Penelitian Menurut Tujuan Penelitian Dasar (Basic Research) Penelitian Eksploratif Penelitian Terapan (Applied Research) Menurut Metode Penelitian Survei Penelitian Expost Facto Penelitian Eksprimen Penelitian Naturalisme Penelitian Kebijakan (Policy Research) Penelitian Tindakan (Action Research) Penelitian Evaluasi Penelitian Sejarah Menurut Tingkat Eksplanasi Penelitian Deskriptif Penelitian Komparatif Penelitian Asosiatif Menurut Jenis dan Analisis Data Penelitian Inferensial Penelitian Menurut Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif Pendekatannya Penelitian Longitudinal Penelitian Cross Sectional NAZIR (1999) Sejarah/Historis ARIKUNTO (2002) Penelitian Menurut Tujuan Penelitian Agama Penelitian Menurut Tempatnya Penelitian Laboratorium Penelitian Perpustakaan Penelitian Kancah Penelitian Menurut Tarafnya Penelitian Deskriptif Penelitian Ekonomi Penelitian Developmental Penelitian Verifikatif Penelitian Menurut Bidang Penelitian Pendidikan Penelitian Pertanian Penelitian Hukum Copied by : http://mintotulus.

4.Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung.com Page 56 . Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala. Metode Penelitian Dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling (BK) a.Melalui Copied by : http://mintotulus. kejadian yang terjadi saat sekarang. dilandasi oleh adanya perbedaan pandangan dalam menetapkan masing-masing metode.Penelitian Sejarah Komparatif Penelitian Yuridis atau Legal Penelitian Biografis Penelitian Bibliografis Metode Deskriptif Survei Deskriptif berkesinambungan Studi Kasus Analisis Pekerjaan dan Aktivitas Penelitian Tindakan (Action Research) Penelitian Perpustakaan dan Dokumenter Metode Eksprimental Eksprimen Absolut Eksprimen Perbandingan Eksprimen Sungguhan Eksprimen Semu Grounded Research Penelitian Expos Facto Penelitian Eksploratif Penelitian Pengembangan Penelitian Verifikatif Penelitian Kebijakan Penelitian Menurut Pendekatan Penelitian Longitudinal Penelitian Cross Sectional Penelitian Berdasarkan Variabel Penelitian Deskriptif Eksprimen Penelitian Kuantitatif Penelitian Non-Eksprimen Penelitian Eksprimen Penelitian Kualitatif Fenomenologis Interaksi Simbolik Kebudayaan Antropologi Banyaknya jenis metode sebagaimana dikemukakan di atas. peristiwa.wordpress.

penelitian deskriptif. Dalam penelitian deskriptif peneliti dapat menentukan status variabel atau mempelajari hubungan antara variabel. Cara lain yang mungkin dipakai adalah wawancara dengan guru mengenai langkah-langkah mengajar.Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1) Perumusan masalah. Informasi kuantitatif berkenaan dengan data atau informasi dalam bentuk bilangan/angka seperti. Dalam hal ini peneliti perlu menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang telah dirumuskan. kuesioner. Ada dua unsur penelitian yang diperlukan. 3) Menentukan prosedur pengumpulan data. Penelitian deskriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu dalam pelaksanaannya. Misalnya untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah guru mengajar. observasi.com Page 57 . wawancara. yakni instrumen atau alat pengumpul data dan sumber data atau sampel yakni dari mana informasi itu sebaiknya diperoleh. alat atau instrumen yang tepat digunakan adalah observasi atau pengamatan.Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel. Alatalat tersebut lazim digunakan dalam penelitian deskriptif. permasalahan penelitian harus dirumuskan se-khusus mungkin sehingga memberikan arah yang pasti terhadap instrumen dan sumber data. peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut.wordpress. Pertanyaan masalah mengandung variabel-variabel yang menjadi kajian dalam studi ini. yakni pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang jawabannya harus dicari menggunakan data dari lapangan. 2) Menentukan jenis informasi yang diperlukan. sosiometri. Agar diperoleh sampel yang jelas. Metode penelitian manapun harus diawali dengan adanya masalah. Dalam penelitian ada sejumlah alat pengumpul data antara lain tes. Apakah informasi kuantitatif ataukah kualitatif. Copied by : http://mintotulus.

peneliti menyimpulkan hasil penelitian deskriptif dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan mensintesiskan semua jawaban tersebut dalam satu kesimpulan yang merangkum permasalahan penelitian secara keseluruhan. wawancara. sekarang. Informasi dan data tersebut perlu diolah agar dapat dijadikan bahan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan pengaruhnya terhadap lingkungan. tes. dan lainlain bergantung kepada kasus yang dipelajari. bahkan juga dari dirinya. artinya mengungkap semua variabel yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.wordpress. Data dan informasi yang telah diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan sumber data atau sampel tertentu masih merupakan informasi atau data kasar. Untuk mengungkap persoalan peserta didik yang suka mencuri peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu. lingkungan yang membentuknya. Teknik memperoleh data sangat komprehensif seperti observasi perilakunya. Studi Kasus Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. 5) Menarik kesimpulan penelitian. kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulanCopied by : http://mintotulus. Misalnya. kemudian dikaji. dihubungkan satu sama lain. Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun waktu cukup lama. mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja . Berdasarkan hasil pengolahan data di atas. analisis dokumenter. Setiap data dicatat secara cermat. b.4) Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data. guru.com Page 58 . Data diperoleh dari berbagai sumber seperti orang tuanya. Mendalam. dan kaitan variabel-variabel yang berkenaan dengan kasusnya.

persepsi. artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Pada tahap selanjutnya dapat pula dilakukan perbadingan atau analsis hubungan antara variabel tersebut. Survei dapat pula dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel seperti pendapat. c. Misalnya persepsi kepala sekolah terhadap BK. Untuk kepentingan pendidikan dan BK. namun sebaliknya hasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut. Sedangkan survei yang mempelajari sebagian populasi dinamakan sampel survei. Namun kelemahanya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif. generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya. konsep dan prinsip dapat dihasilkan dan temuan studi kasus. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif. motivasi. sikap. Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah. Dengan kata lain. Survei dengan cakupan seluruh populasi (obyek) disebut sensus. Banyak teori.wordpress. Penelitian Survei Penelitian survei cukup banyak digunakan untuk pemecahan masalahmasalah pendidikan dan bimbingan konseling (BK) termasuk kepentingan perumusan kebijaksanaan pendidikan dan BK.com Page 59 . Studi kasus bukan untuk menguji hipotesis. survei biasanya mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di suatu sekolah? Berapa jumlah siswa rata-rata dalam satu kelas? Berapa banyak guru BK yang telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan? Pertanyaan-pertanyaan kuantitatif seperti itu diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pemecahan masalah pendidikan di sekolah. persepsi guru Copied by : http://mintotulus. bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.kesimpulan penyebab terjadinya kasus atau persoalan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi). dan lain-lain. prestasi.

com Page 60 . agar dapat ditentukan variabelvariabel mana yang berkorelasi. Semua variabel yang ada kaitannya (misal latar belakang pendidikan orang tua. Informasi yang diperoleh mungkin merupakan hal penting sekali bagi kelompok tertentu walaupun kurang begitu bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. pola asuh orang tua. metode deskriptif lain yang sering digunakan dalam pendidikan dan BK adalah studi korelasi. membandingkan kondisi-kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan.wordpress. konsep diri siswa dll) diukur. Survei dalam pendidikan dan BK banyak manfaatnya baik untuk memecahkan masalah-masalah praktis maupun untuk bahan dalam merumuskan kebijaksanaan pendidikan bahkan juga untuk studi pendidikan dalam hubungannya dengan pembangunan. Peneliti dapat mengukur variabel-variabel tersebut secara jelas dan pasti. yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain.terhadap kegiatan BK. dan lainlain. pendapat siswa tentang kegiatan BK. Misalnya peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya berhubungan dengan motivasi belajar siswa. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar-kecilnya hubungan antara kedua variabel. Studi korelasi yang bertujuan menguji hipotesis. Studi Korelasional Seperti halnya survei. atau menilai efektivitas suatu program d. mempelajari hubungan dua variabel atau lebih. dilakukan dengan cara mengukur sejumlah variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-variabel tersebut. lalu dihitung koefisien korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang paling kuat hubungannya dengan tingkat motivasi berprestasi siswa. Studi ini mempelajari hubungan dua variabel atau lebih. Derajat hubungan variabel-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan koefisien korelasi. Copied by : http://mintotulus. Melalui metode ini dapat diungkapkan masalah-masalah aktual dan mendeskripsikannya.

wordpress. Misalnya. -1 Hubungan Berbanding Terbalik 0 +1 Hubungan Berbanding Lurus Tidak ada Hubungan Gambar 4. Koefisien korelasi adalah besaran yang diperoleh melalui perhitungan statistik berdasarkan kumpulan data hasil pengukuran dari setiap variabel. mengandung makna bahwa absensi yang tinggi akan diikuti oleh prestasi belajar yang rendah. makin besar kekuatan hubungan antar variabel. Makin besar koefisien korelasi baik itu pada arah positif ataupun negatif. terdapat korelasi positif antara variabel IQ dengan motivasi belajar. Angka 0 untuk koefisien korelasi menunjukkan tidak ada hubungan antar variabel.com Page 61 . Copied by : http://mintotulus. terdapat korelasi negatif antara absensi (ketidakhadiran) dengan prestasi belajar. dengan kata lain terdapat kesejajaran antara IQ dengan motivasi belajar. koefisien korelasi negatif menunjukkan hubungan yang berbading terbalik atau ketidaksejajaran. dengan kata lain terdapat ketidaksejajaran antara absensi dengan prestasi belajar.1 Makna Hubungan antar Variabel Berdasarkan Koefisien Korelasi Misalnya. Sebaliknya.Kekuatan hubungan antar variabel penelitian ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang angkanya bervariasi antara -1 sampai +1. korelasi negatif menunjukkan bahwa nilai tinggi pada satu variabel akan diikuti dengan nilai rendah pada variabel lainnya. Koefisien korelasi positif menunjukkan hubungan yang berbanding lurus atau kesejajaran. mengandung makna IQ yang tinggi akan diikuti oleh motivasi belajar yang tinggi.

wordpress.2 Y Model Hubungan antara Dua Variabel dalam Penelitian Korelasional X1 Y X2 Gambar 4. paling tidak terdapat dua variabel yang harus diukur sehingga dapat diketahui hubungannya.3 Model Hubungan antara Tiga Variabel dalam Penelitian Korelasional Copied by : http://mintotulus. X Gambar 4.3 ( X dan Y pada gambar tersebut menunjukkan variabel yang diukur).Dalam suatu penelitian korelasional.com Page 62 .2 dan 4. Di samping itu dapat pula dianalisis hubungan antara dari tiga variabel atau lebih. Model hubungan antar variabel tersebut ditunjukkan dalam gambar 4.

peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. Tes hasil belajar yang terlalu mudah bagi anak pandai dan terlalu sukar untuk anak bodoh akan menghasilkan koefisien korelasi yang kecil. kekuatan hubungan antar variabel. Faktor yang cukup berpengaruh terhadap besar kecilnya koefisien korelasi adalah keterandalan instrumen yang digunakan dalam pengukuran. 2) Mengontrol variabel yaitu mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya manipulasi Copied by : http://mintotulus. Dalam metode eksperimen. kegiatan memanipulasi. Karakteristik penelitian eksperimen yaitu: 1) Memanipulasi/merubah secara sistematis keadaan tertentu. e. Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Pertama. Kekuatan hubungan dapat dilihat dan besar kecilnya indeks korelasi.com Page 63 . dan ketiga arah korelasi. peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.Makna suatu korelasi yang dinotasikan dalam huruf r (kecil) bisa mengandung tiga hal. Nilai yang mendekati nol berarti lemahnya hubungan dan sebaliknya nilai yang mendekati angka satu menunjukkan kuatnya hubungan. Dalam penelitian eksperimen. dan observasi. kedua. Oleh karena itu instrumen yang tidak memiliki keterandalan yang tinggi tidak akan mampu mengungkapkan derajat hubungan yang bermakna atau signifikan. signifikansi statistik hubungan kedua variabel tersebut.wordpress.

memilih desain eksperimen yang tepat. Secara eksplisit dapat dilihat sebagai berikut: 1) Melakukan kajian secara induktif yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan 2) Mengidentifikasikan permasalahan 3) Melakukan studi litelatur yang relevan. membagi subjek ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. menentukan populasi dan memilih sampel penelitian. Dalam penelitian eksperimen peneliti harus menyusun variabelvariabel minimal satu hipotesis yang menyatakan hubungan sebab akibat diantara variabel-variabel yang terjadi. mempormulasikan hipotesis penelitian. mengidentifikasi prosedur pengumpulan data dan menentukan hipotesis.com Page 64 . 4) Membuat rencana penelitian mencakup: identifikasi variabel yang tidak diperlukan.3) Melakukan observasi yaitu mengukur dan mengamati hasil manipulasi.Variabel-variabel yang diteliti termasuk variabel bebas dan variabel terikat sudah ditentukan secara tegas oleh peneliti sejak awal penelitian. menentukan cara untuk mengontrol variabel. macam-macam teknik Copied by : http://mintotulus. macam-macam penguatan.wordpress. menentukan definisi operasional dan variabel. membuat instrumen yang sesuai. Proses penyusunan penelitian eksperimen pada prisnsipnya sama dengan jenis penelitian lainnya. Dalam bidang BK misalnya yang diidentifikasikan sebagai variabel bebas antara lain: Jenis layanan BK. 5) Melakukan kegiatan eksperimen (memberi perlakukan pada kelompok eksperimen) 6) Mengumpulkan data hasil eksperimen 7) Mengelompokan dan mendeskripsikan data setiap variabel 8) Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang sesuai 9) Membuat laporan penelitian eksperimen.

wordpress. media BK. Sedangkan yang diidentifikasikan variabel terikat antara lain: motivasi belajar siswa. Kesenjangan ini dapat dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan. pembelajaran di kelas.com Page 65 . Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. pelatihan. seperti buku. alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium. perpustakaan atau laboratorium. tetapi bisa juga perangkat lunak (software). pembelajaran. modul. materi BK. konsep diri siswa. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware). Yang dimaksud dengan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan.konseling. Sering dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat teoretis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. ataupun model-model pendidikan. Penelitian dalam bidang pendidikan pada umumnya jarang diarahkan pada pengembangan suatu produk. dan lain-lain. Copied by : http://mintotulus. bimbingan. percaya diri siswa. sistem manajemen. serta praktek-praktek pendidikan. kemandirian siswa. Dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan. lingkungan belajar. tetapi ditujukan untuk menemukan fenomena pengetahuan yang bersifat baru berkenaan dengan fenomena- fundamental. Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. evaluasi. seperti program komputer untuk pengolahan data. f. kesiapan belajar siswa.

guru. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan secara acak atau random. siswa. Walaupun dalam tahap uji coba telah ada evaluasi (pengukuran). Kondisi yang ada mencakup: (1) Kondisi produk-produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau bahan dasar (embrio) produk yang akan dikembangkan. baik itu evaluasi hasil maupun evaluasi proses. Berdasarkan temuan-temuan pada hasil uji coba diadakan penyempurnaan (revisi model). sarana- prasarana. tetapi pengukuran tersebut masih dalam rangka pengembangan produk. Pembandingan hasil eksperimen pada kedua kelompok tersebut dapat menunjukkan tingkat keampuhan dan produk yang dihasilkan. Metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan. dan lingkungan pendidikan di mana produk tersebut akan diterapkan. belum ada kelompok pembanding. mencakup unsur pendidik dan tenaga kependidikan. (2) Kondisi pihak pengguna (dalam bidang pendidikan misalnya sekolah. kepala sekolah. Penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang ada. Dalam eksperimen telah diadakan pengukuran selain pada kelompok eksperimen juga pada kelompok pembanding atau kelompok kontrol.com Page 66 . evaluatif. digunakan untuk mengevaluasi produk dalam proses uji coba pengembangan suatu produk. dan eksperimental. (3) Kondisi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan dan penggunaan dari produk yang akan dihasilkan. Produk penelitian dikembangkan melalui serangkaian uji coba dan pada setiap kegiatan uji coba diadakan evaluasi. Copied by : http://mintotulus. yaitu metode: deskriptif. pengelolaan.terdapat beberapa metode yang digunakan. Metode evaluatif. serta pengguna lainnya). biaya.wordpress.

Mengingat besarnya manfaat penelitian tindakan dalam bidang pendidikan. (4) analisis dan refleksi. (2) perencanaan tindakan perbaikan. Penelitian Tindakan Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. McNiff (1992:1) memandang PTK sebagai penelitian reflektif yang dilakukan guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum. (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. Penelitian tindakan bertujuan untuk mengungkap penyebab masalah dan sekaligus memberikan langkah pemecahan terhadap masalah. observasi dan interpretasi. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek. sekolah. (3) pelaksanaan tindakan perbaikan. 1) Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di kelas. uraian spesifik akan dijelaskan dalam materi tersendiri. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. dan (5) perencanaan tindak lanjut.com Page 67 . Siklus pertama dan siklus-siklus berikutnya yaitu: (1) penetapan fokus masalah penelitian. (2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya. Copied by : http://mintotulus. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan.wordpress. Langkah-langkah pokok yang ditempuh akan membentuk suatu siklus sampai dirasakannya ada suatu perbaikkan. dan keahlian mengajar.g.

yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi atau memperbaiki sesuatu. dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yan lebih baik dari yang sebelumnya. PTK BK dimulai dari adanya permasalahan praktis yang dihadapi guru BK berkaitan dengan sikap dan perilaku siswa yang masuk dalam kategori maladjusted.wordpress. Implikasi dalam BK berarti bahwa PTK BK berupa tindakan-tindakan layanan BK yang mengandung unsur baru untuk mengatasi kekurangan dari tindakan layanan yang telah dilakukan agar praktik penyelenggaraan layanan BK dapat berhasil ke arah yang lebih baik.Rohman Natawijaya (1997) mendefinisikan PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. maka PTK BK meliputi halhal sebagai berikut: a) Adanya tindakan yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sesuai tujuan yang dirumuskan. c) Berdasarkan hasil refleksi terhadap tindakan layanan BK yang telah dilakukan.com Page 68 . Copied by : http://mintotulus. Sedangkan Suyanto (1997) berpendapat bahwa PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakantindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara profesional. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. dan ditindaklanjuti dengan upaya memilih tindakan layanan BK yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. b) Adanya refleksi dari tindakan dari layanan BK yang telah dilakukan dan dampaknya terkait dengan masalah yan ingin diatasi .

dan media pelayanan konseling. Dengan PTK. maka guru BK dapat merumuskan secara tentatif tindakan tertentu untuk memperbaiki keadaan tersebut. PTK dalam konseling terkait erat dengan pelaksanaan layanan dilakukan yang sehari-hari guru BK di sekolah. merasakan. Oleh karena itu. Sebagai contoh. dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan sehari-hari. Dalam PTK pelayanan konseling. strategi. guru BK harus dapat melihat.Dengan demikian guru BK dapat melakukan PTK untuk memperbaiki proses pelayanan konseling. Ketika melaksanakan PTK pelayanan konseling. guru BK dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari aspek interaksinya dalam proses dan hasil layana BK secara reflektif sehingga dapat memperbaiki proses dan hasil lebih efektif. Kelas dalam PTK berarti tempat guru memberikan pelajaran kepada anak didiknya termasuk interaksi guru dan siswa. kelas dimaknai sebagai tempat menyelenggarakan pelayanan konseling termasuk interaksi siswa dan guru BK serta teknik. dan menghayati apakah praktekpraktek konseling yang selama ini dilakukan memiliki efektifitas tinggi. Melaksanakan PTK tidak harus mengorbankan proses layanan BK. pendekatan. Jadi PTK dalam pelayanan konseling merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek pelayanan konseling agar lebih efektif. dan metode. Dalam PTK guru BK dapat meneliti sendiri terhadap praktek layanan dan atau pendukung yang ia lakukan.wordpress. Jika kesimpulannya ternyata bentuk-bentuk pelayanan konseling tidak efektif. strategi. jika guru BK Copied by : http://mintotulus. Umumnya pengertian kelas terbatas pada ruangan kelas sehingga PTK sering diartikan penelitian di kelas.com Page 69 . Sebaliknya.

maka guru BK melakukan PTK agar disiplin siswa meningkat. 2) Tujuan dan Manfaat PTK Tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam mengatasi persoalan proses konseling. yaitu: Copied by : http://mintotulus. pendekatan.menghadapi rendahnya tingkat disiplin siswa. Brog (1986) menyebutkan bahwa tujuan utama penelitian tindakan ialah pengembangan keterampilan guru berdasarkan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi oleh guru di kelasnya sendiri. Seriring dengan meningkatnya kualitas proses maka hasil yang diperoleh dari proses layanan akan meningkat hasilnya.wordpress. Melalui tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan melalui layanan BK diyakini kualitas proses layanan BK menjadi lebih baik. PTK memiliki karakteristik penting. dan bukan bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan. dan media BK yang lebih efektif. Jadi tujuan umum PTK dalam konseling dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru BK dengan cara mengidentifikasikan permasalahan yang dihadapi sehari-hari dan mengimplementasikan tindakan secara terencana. dan reflektif. sistematis. sehingga kondisi dapat tersebut menghambat tujuan pelayanan BK. sehingga praksis pemberian layanan BK dilaksanakan lebih bermutu 3) Karakteristik PTK BK Semua penelitian memang berupaya memecahkan suatu problema. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memperbaiki proses dan hasil pelaksanaan layanan BK.com Page 70 . Melalui PTK BK guru BK dapat melakukan refleksi diri dan menemukan kekurangan dalam unjuk kerjanya dan menindaklanjuti dengan tindakan-tindakan yang efektif efisien untuk perbaikan. Tindakan yang diambil dapat menggunakan strategi.

bukan oleh orang dari luar. kepedulian konselor (konselor pembimbing (konselor sekolah)) terhadap kualitas pelayanan konseling yang dikelolanya merupakan awal dari munculnya masalah yang perlu dicari jawabannya. dan perbaikan tersebut diprakarsai dari dalam diri konselor sendiri. Dari hasil renungannya tersebut.wordpress. sehingga uru mempunyai fungsi ganda. Munculnya kesadaran pada diri konselor bahwa praktek yang dilakukannya selama ini di kelas (dalam memberikan pelayanan konseling) mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Pemasalahan yang diangkat harus berangkat dari persoalan praktek pembelajaran bagi guru atau konseling bagi guru BK yang dilakukan sehari-hari.a). Artinya konselor pembimbing (konselor sekolah) mencoba mengingat kembali apa yang dikerjakannya di dalam melakukan pelayanan konseling. guru BK dapat meminta bantuan orang lain (Kepala sekolah. guru. Self reflective inquiry. kemudian memikiran mengapa dampaknya seperti itu. yaitu sebagai konselor dan sebagai peneliti. merupakan ciri PTK yan paling esensial. Tegasnya. b). PTK mempersyaratkan konselor mengumpulkan data dari prakteknya sendiri melalui refleksi diri. c). Untuk menemukan ada tidaknya persoalan dalam praktek pelayanan konseling. konselor mencoba menemukan kelemahan dan kekuatan dari tindakan yang dilakukannya. Konselor merasa bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam praktek pelayanan konseling yang dilakukannya selama ini. kemudian mencoba memperbaiki kelemahan dan mengulangi bahkan meyempurnakan tindakan yang dianggap sudah baik.com Page 71 . apa dampak pelayanan tersebut bagi konseli. Untuk melakukan refleksi Copied by : http://mintotulus. atau penelitian melalui refleksi diri. rekan sejawat) untuk melihat proses konselingnya. Pengumpul data adalah konselor yang terlibat dalam kegiatan praktek. Dengan demikan. data dikmpulkan dari prakteknya sendiri.

guru BK akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki kegiatan pelayanan konseling dan diperkenankan untuk meminta bantuan koleganya untuk menemukan cara mengentaskan masalah yang dihadapi.konselor harus bertanya pada dirinya sendiri. Berdasar dari penyebab tersebut. Misalnya. Adanya tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki proses pembelajaran.wordpress. e). PTK bertujuan untuk memperbaiki kegiatan pelayanan konseling.com Page 72 . f). PTK dilakukan dalam kegiatan pelayanan konseling. d). Dalam PTK bidang konseling harus ada tindakan untuk memperbaiki proses pelayanan konseling. guru BK akan dapat memperkirakan penyebab dari masalah yang dihadapi. misalnya dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut: (1) Apakah kegiatan pelayanan konseling saya sudah efektif? (2) Apakah saya sudah memberikan kegiatan pelayanan konseling yang memadai? (3) Apakah saya sudah memberi kesempatan berbicara kepada sisiwa/klien? (4) Apakah saya sudah memberi latihan yang memadai kepada konseli/klien? (5) Apakah hasil latihan konseli/klien sudah saya komentari? (6) Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami konseli/klien? Dari pertanyaan tersebut. Copied by : http://mintotulus. untuk membantu siswa mengatasi kecemasan menghadapi UN maka guru BK melakukan tindakan layanan BK dengan teknik relaksasi. sehinga fokus penelitian ini adalah kegiatan pelayanan konseling antara guru BK dengan konseli/klien dalam berinteraksi.

Copied by : http://mintotulus.Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus-menerus selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh sebab itu sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru BK. Artinya tidak boleh mengorbankan siswa asuhnya demi penelitian yang sedang dilaksanakannya. sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru BK yang bertugas secara penuh. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya.wordpress. Siswa asuh harus menjadi skala prioritas utama untuk memperbaiki kegiatan pelayanan konseling. Oleh karena itu. b) Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses pemberian layanan. didalam PTK dikenal adanya siklus pelaksanaan berupa pola: perancanaan – pelaksanaan – observasi – refleksi – revisi (perencanaan ulang) sampai didapat hasil yang terbaik.com Page 73 . metodologi penelitian yang sedang dilaksanakan tidak boleh mengganggu komitmen guru BK dalam melakukan pelayanan konseling. Oleh karena itu. c) Metode yang digunakan harus andal (reliabel) sehingga memungkinkan guru BK mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. Pekerjaan guru BK adalah melaksanakan pelayanan konseling terhadap siswa asuhnya. 4 Prinsip-prinsip PTK Prinsip-prinsip PTK menurut Hopkins (1992) yang dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTK BK. yaitu: a) PTK tidak boleh mengganggu kegiatan guru BK dalam pelaksanaan layanan BK sebagaimana kegiatan layanan yang sudah direncanakan. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan dalam praktik layananya.

sosial. disosialisasikan kepada teman sejawat. anggota keluarga. a) Masalah Pribadi. belajar. 5 Bidang Garapan PTK BK Lahan yang menjadi garapan guru BK dalam melaksanakan PTK BK meliputi bidang pribadi. disesuaikan dengan kaidah-kaidah ilmiah. empaty. kemampuan mengambil keputusan. kreatifitas. produktifitas. Pengembangan kehidupan pribadi yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. tata krama.com Page 74 . Contoh tema: komunikasi. dan tetap mengedepankan kemaslahatan subyek didik. kedisiplinan. mengendalikan emosi. bakat. minat. tingkah laku sosial. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. f) Dalam menyelenggarakan PTK seyogyanya guru BK menggunakan wawasan yang luas dari pada sekedar perspektif kelas. b) Masalah Sosial Pengembangan kehidupan sosial yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. dilaporkan hasilnya sesuai aturan penyusunan karya tulis ilmiah. Copied by : http://mintotulus. menilai. dan karir. dan mengembangkan potensi dankecakapan. kebiasaan dan sikap.wordpress. Contoh tema: memahami kekuatan dan kelemahan diri. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.d) Masalah penelitian yang diangkat harus merupakan masalah yang benar-benar merisaukan dan bertolak dari tanggungjawab profesionalnya sebagai guru BK e) Dalam menyelenggarakan PTK BK harus selalu bersikap konsisten dalam menaruh kepedulian yang tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

mengantisipasi masalah dalam bidang BK. serta memilih dan mengambil keputusan karir. pilihan melanjutkan sekolah. 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode penelitian. C Latihan 1. Contoh tema: Kebiasaan belajar. Berdasar sejumlah sifat masalahnya. d) Masalah Karir Pengembangan karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Sebutkan jenis-jenis metode penelitian berdasar sifat masalahnya.c) Masalah Belajar Pengembangan kemampuan belajar yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan di sekolah dan belajar mandiri. minat melanjutkan sekolah. dikembangkan. penyelesaian tugas. Rangkuman Metode penelitian bimbingan dan konseling (BK) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan. Jelaskan apa yang dimaksud peneltian deskriptif.com Page 75 . 3. keterampilan belajar. suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami dan memecahkan. teknik menghafal. 7. mengenal dunia kerja. dan dibuktikan. Jelaskan apa yang dimaksud peneltian tindakan. metode penelitian Copied by : http://mintotulus. D. Jelaskan apa yang dimaksud penelitian studi korelasional. Jelaskan apa yang dimaksud peneltian eksperimen. 4. pilihan pekerjaan. Contoh tema: konsep diri terhadap karir.deskriptif. 6. penelitian Suryabrata yaitu (1983) mengemukakan historis.wordpress. Jelaskan apa yang dimaksud studi kasus 5.

Dalam penelitian eksperimen. dan observasi. 2. Penelitian Eksperimen yaitu metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala. Jenis penelitian yang sering digunakan dalam BK antara lain: 1. Penelitian Deskriptif. eksperimental sungguhan. peristiwa. kejadian yang terjadi saat sekarang. 5. Survei dalam pendidikan dan BK banyak manfaatnya baik untuk memecahkan masalah-masalah praktis maupun untuk bahan dalam merumuskan kebijaksanaan pendidikan bahkan juga untuk studi pendidikan dalam hubungannya dengan pembangunan. kasus/lapangan. 3. 4. Metode Penelitian dan Pengembanganatau Research and Development (R&D) adalahadalah rangkaian proses atau langkahlangkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau Copied by : http://mintotulus. peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol.wordpress. yaitu mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. kegiatan memanipulasi.perkembangan. Penelitian survey yang tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi). Studi Korelasional yang mempelajari hubungan dua variabel atau lebih. Dalam metode eksperimen. korelasional.com Page 76 . kausal-komparatif. dan tindakan. Jenis metode penelitian berdasar pendekatannya terdiri dari metode kualitatif dan kualitatif.eksperimental semu . peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Studi Kasus.

Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek. 6.menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan.Metode penelitian b. (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. Cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan.com Page 77 .wordpress. Penelitian Tindakan Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. dikembangkan. peristiwa. kejadian yang terjadi saat sekarang disebut penelitian: a. (2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya. dan dibuktikan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Studi kasus b. mengantisipasi masalah disebut: a. Metode ilmiah c. Penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala. Hipotesis 2. 1. Evaluasi Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada jawaban yang Saudara anggap benar. Deskriptif Copied by : http://mintotulus. E. suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami dan memecahkan. Pengumpulan data d. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.

Eksperimen b. kegiatan memanipulasi. Korelasional c. dan observasi adalah dilakukan dalam penelitian: a. Studi kasus d.Metode penelitiandenganmelakukan kegiatan mengontrol. yakni sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain disebut penelitian: a. Korelasional d. Eksperimen 5. Deskriptif b.com Page 78 . Kualitatif b. Studi Kasus d. Tindakan d. Eksperimen 7. Penelitian yang tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi) disebut penelitian: a. Kualitatif 4. Tindakan Copied by : http://mintotulus.wordpress.c. Survey d. Tindakan c. Penelitian yang mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu disebut penelitian: a. Tindakan 3. survey 6. Kuantitatif c. Survey b. Penelitian sebagai bentuk refleksi untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri disebut penelitian: a. Research and development c. Penelitian yang mempelajari hubungan dua variabel atau lebih.

Dan jika jawaban benar Saudara belum mencapai 6 soal berarti Saudara perlu mengulang mempelajari modul ini dengan lebih baik. Metode penelitian kualitatif adalah jenis metode penelitian berdasar: a. Fungsi c.b. Masalah F. Korelasional 8.wordpress. Pendekatan d. Jika Saudara dapat menjawab 6 soal dengan benar dari 8 soal maka saudara dianggap menguasai materi diklat ini. Eksperimen c. Copied by : http://mintotulus.com Page 79 . Jenis b. Survey d. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Coba Saudara nilai evaluasi yang Saudara kejakan dan berapa nilai yang diperoleh.

4. keterlibatan. a b c a d Copied by : http://mintotulus. maka Bapak/Ibu dinyatakan lulus dan dapat meneruskan pada modul berikutnya. 3. C. Kunci Jawaban Materi Pokok 1 1. b C A C D 6. Apabila Bapak/Ibu mendapatkan nilai minimal 75.BAB V PENUTUP A.wordpress. 10. Apabila Bapak/Ibu mendapatkan nilai kurang dari 75 %. b a b d a Materi Pokok 3 1. 9. 8.com Page 80 . dan sikap yang dimiliki peserta setelah kegiatan belajar berlangsung. Evaluasi proses mencakup keaktifan. 7. 4. Evaluasi Kegiatan Belajar Evaluasi kegiatan belajar dilakukan setelah kegiatan pembelajaran dilakukan. 3. maka Bapak/Ibu harus mengulang kembali membaca modul dan mengerjaklan latihan yang dipersyaratkansehingga mencapai nilai minimal 75%. 5. keterampilan. 5. 2. d b a d c Materi Pokok 2 1. 2. Evaluasi kegiatan belajar mencakup evaluasi proses dan hasil belajar. 3. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Kriteria Ketuntasan Minimal untuk mata diklat ini adalah 75 %. 5. 4. B. antusiasisme peserta dalam kegiatan belajar dan evaluasi hasil mencakup pengetahuan. 2.

McMillan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Danim. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif.Q. Bandung: Pustaka Setia. California: Wadsworth Inc. New York: Longman. Menjadi Peneliti Kualitatif . 1990. Bandung: Alfabeta. Duane dan Conseza Robert.Jakarta: Rineka Cipta Brannen. Metode Penelitian untuk Ilmu-Ilmu Perilaku. (2005). Practical Research: Planning and Design. dan Ibrahim. Nana. 2001. Research in Education.H. 1992. Copied by : http://mintotulus. Danim. Bandung: Tarsito. 2002. 1985. Jonathan. Statistika Untuk Penelitian. Davis. 1997. Paul D. R. 1997. S. N. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Qualitative Evaluation and Research Methods. 2001. Inc. Patton. 1990. J. Sudarwan. 1997. Patilima. Faisal. Prosedur Penelitian. Bandung: Alfabeta. Penuntun Penelitian Praktis. M. Sudjana. Singgih.wordpress. Sarwono. 1996. New Jersey: Prectice Hall. Bandung: Universitas Kristen Maranatha Sudjana. Hamid. Suharsini. Sugiyono. 2000. Malang: YA3 Leedy.com Page 81 . Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. NewburyPark: Sage Publications. Penelitian Kualitatif. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 1995. and Schumacher. Metode Penelitian Kualitatif. Sudarwan. S. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. Mixing Methods Qualitative and Quantitative Research diterjemahkan oleh Kurde.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Nasution. Business Research for Decision Making.

Kualitatif dan R&D. 2005. Sukardi. Nana Syaodih. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: LPSP3-UI. 1990. Yuyun. 1998. Bandung: Remaja Rosdakarya. Memahami Penelitian Kualitatif. 2003. 1990.Pendekatan Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara. Strauss and Corbin. Sumadi. Copied by : http://mintotulus. Suriasumantri. Filsafat Ilmu. Metodologi Penelitian. California: Sage Publication. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Sosial. K. 1998. Poerwandari. Basics of Qualitative Research. 2007.wordpress.Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Bandung: Alfabeta. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Sinar Harapan Suryabrata. 2005. Sukmadinata.com Page 82 .