LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN Unit Stroke RSUP

Dr.Sardjito

Tugas Mandiri Stase Praktek Keperawatan Dasar

OLEH : APRI NUR WULANDARI 08/267882/KU/12756

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

sendi menjadi kaku dan juga menyebabkan ketidakefektifan fungsi organ internal lainnya. berpakaian. Latihan dapat memelihara pergerakan dan fungsi sendi sehingga kondisinya dapat setara dengan kekuatan dan fleksibilitas otot. mandi. berjalan dan bekerja merupakan salah satu dari tanda kesehatan individu tersebut dimana kemampuan aktivitas seseorang tidak terlepas dari keadekuatan sistem persarafan dan muskuloskeletal. Aktivitas sehari-hari (ADL) merupakan salah satu bentuk latihan aktif pada seseorang termasuk didalamnya adalah makan/minum. toileting. Latihan merupakan suatu gerakan tubuh secara aktif yang dibutuhkkan untuk menjaga kinerja otot dan mempertahankan postur tubuh.I KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN A PENGERTIAN Pengertian aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak dimana manusia memerlukannya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Pemenuhan terhadap ADL ini dapat meningkatkan harga diri serta gambaran diri pada seseorang. mobilisasi tempat tidur. . berpindah dan ambulasi/ROM. Selain itu. selain itu ADL merupakan aktifitas dasar yang dapat mencegah individu tersebut dari suatu penyakit sehingga tindakan yang menyangkut pemenuhan dalam mendukung pemenuhan ADL pada klien dengan intoleransi aktifitas harus diprioritaskan. Aktivitas fisik yang kurang memadai dapat menyebabkan berbagai gangguan pada system musculoskeletal seperti atrofi otot. Kemampuan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas seperti berdiri. latihan fisik dapat membuat fungsi gastrointestinal dapat bekerja lebih optimal dengan meningkatkan selera makan orang tersebut dan melancarkan eliminasinya karena apabila seseorang tidak dapat melakukan aktifitas fisik secara adekuat maka hal tersebut dapat membuat otot abdomen menjadi lemah sehinga fungsi eliminasinya kuang efektif.

B NILAI-NILAI NORMAL Kategori tingkat kemampuan aktivitas adalah sebagai berikut : Tingkat aktivitas / mobilitas Tingkat 0 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Tingkat 4 Kategori Mampu merawat diri sendiri secara penuh Memerlukan penggunaan alat Memerlukan bantuan atau pengawasan orang lain Memerlukan bantuan. Imobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan misalnya mengalami trauma tulang belakang. C HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA KLIEN YANG MENGALAMI GANGGUAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN 1 . Tingkat aktivitas sehari-hari Pola aktivitas sehari-hari Jenis. mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kesehatannya. maksimal 57 %.Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas. frekuensi dan lamanya latihan fisik Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah . . 2 . cedera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas dan sebagainya. Kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan seperti kemampuan mangangkat beban. pengawasan orang lain dan peralatan Sangat tergantung dan tidak dapat melakukan atau berpartisipasi dalam perawatan Keadaan postur yang seimbang sesuai dengan garis sumbu dengan sentralnya adalah gravitasi.

Lordosis. Kekakuan sendi) II DIAGNOSA KEPERAWATAN 1 2 3 III Gangguan mobilitas fisik b. nyeri.d. Ekstremitas (Kelemahan. Gerakan tak terkendali. 4 Riwayat sesak napas Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan Pemeriksaan fisik . Dampingi dan Bantu 1 Gangguan mobilitas fisik b. Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan. . kerusakan muskuloskeletal dan neuromuskular Intoleransi aktivitas b. Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi .d kelemahan PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN NOC : Mobility Level Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 hari dapat teridentifikasi Mobility level. nyeri. Tremor. Kemampuan jalan. dengan kriteria hasil : .d. Postur/bentuk tubuh (Skoliosis. kemampuan dalam bergerak . Kemampuan berdiri. aktifitas fisik meningkat . Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan . Tonus otot. mandi. Nyeri sendi.. Cara berjalan) . Klien bisa melakukan aktifitas NIC : Exercise therapy : ambulation . Kiposis. toileting b. kerusakan muskuloskeletal dan neuromuskular Definisi : Keterbatasan dalam kebebasan untuk pergerakan fisik tertentu pada bagian tubuh atau satu atau lebih ekstremitas Batasan karakteristik : a Postur tubuh yang tidak stabil selama . Tingkat kesadaran . .d nyeri dan pembatasan pergerakan Ketidakmampuan merawat diri. Kekuatan otot. Gangguan sensorik. Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan . Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi . 3 . Kemampuan duduk. Atropi.

. nadi dan RR Batasan karakteristik : . Self Care : ADLs secara fisiologis maupun Kriteria Hasil : psikologis untuk . tekanan darah. Tirah Baring atau imobilisasi . Mampu melakukan a melaporkan secara aktivitas sehari hari verbal adanya (ADLs) secara kelelahan atau mandiri kelemahan. Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan . Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien Activity Therapy . Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan Self care : mandi 3 Ketidakmampuan NOC : . Monitor respon kardiovaskuler terhadap aktivitas . Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan . Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalammerencanakan progran terapi yang tepat. Faktor faktor yang berhubungan : .melakukan kegiatan rutin harian b Keterbatasan kemampuan untuk melakukan keterampilan motorik kasar c Keterbatasan ROM d Usaha kuat untuk perubahan gerak 2 Intoleransi aktivitas . walaupun dengan dibantu Memperagakan penggunaan alat Bantu untuk mobilisasi (walker) . Kelemahan menyeluruh NIC : Energy Management . Berikan alat Bantu jika klien memerlukan. Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas . pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps. Energy Definisi : conservation Ketidakcukupan energui . Monitor nutrisi dan sumber energi tangadekuat . . b Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas c Adanya dyspneu atau ketidaknyamanan saat beraktivitas. Berpartisipasi meneruskan atau dalam aktivitas menyelesaikan aktifitas fisik tanpa disertai yang diminta atau peningkatan aktifitas sehari hari. Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan NOC : .

merawat diri. 2012. Houghton Mefflin Company: Boston. Bulechek. Maas. Elis J. A Aziz. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan. M. Salemba Medika: Jakarta. T. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2012-2014. 2006. Identifikasi kebutuhan toileting . Tempatkan perawatan mandi di dekat bed pasien Fasilitasi klien untuk menggosok gigi Fasilitasi klien untuk membersihkan diri Monitor kebersihan gigi dan kuku . mampu: . Wiley-Blackwell: Oxford. toileting . . North American Nursing Diagnosis Association. Third Edition. Mosby..M. Moorhead. Nursing Intervention Classification Fiftht Edition. 2008. Inc : Missouri. toileting b. Mosby. dengan kriteria hasil klien . Nursing a Human Needs Approach. G. McCloskey. 1985.A. H. Nursing Outcomes Classification Fourth Edition. 2012. Edisi 3. Herdman. . Libatkan keluarga dalam membantu klien Self care toileting . mandi . J.R. Libatkan keluarga dalam membantu klien IV DAFTAR PUSTAKA Alimul H. 2008. NANDA International Nursing Diagnoses: Definition and Classification 2012-2014. Jaga privaci klien . S. 2007. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. Nowlis E.d kelemahan Batsan karakteristik: Pasien tidak mampu mandi dan toileting secara mandiri Self Care:ADL’s . Johnson.. Salemba Medika: Jakarta.. Prima Medika Tarwoto & Wartonah.C. M. Inc : Missouri. klien dapat melakuakan perawatan diri ADL. mandi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful