SIDANG TUGAS AKHIR

SYUKRON KHOTIBUL U. 3507 100 039

Ir.YUWONO,MT SUBARSYAH,S.Si

SIDANG TUGAS AKHIR
STUDI PENGGUNAAN MAGNETOMETER DALAM PEMBUATAN PETA SEBARAN LOGAM UNTUK MENDUKUNG PEMASANGAN PIPA BAWAH LAUT

OVERVIEW
PENDAHULUAN

METODOLOGI PENELITIAN HASIL DAN ANALISA
KESIMPULAN

PENDAHULUAN .

LATAR BELAKANG  Penerapan ilmu hidrografi dan geologi laut adalah survey bawah laut. yaitu untuk menggambarkan keadaan. serta lapisan tanah bawah laut  Salah satu alat yang digunakan untuk survey bawah laut adalah magnetometer  Mendeteksi variasi-variasi kecil dalam medan magnet bumi yang dihasilkan dari kedekatan obyek magnetik  Alat magnetometer sering digunakan untuk menentukan lokasi yang baik untuk jalur pipa bawah laut . detail obyek.

PERUMUSAN MASALAH  Bagaimana magnetometer dapat diaplikasikan untuk merencanakan pemasangan pipa bawah laut?  Bagaimana menyajikan data hasil magnetometer kedalam sebuah peta pada jalur survey yang telah dilakukan? .

BATASAN PERMASALAHAN  Wilayah studi  Pembuatan peta sebaran benda logam yang mempengaruhi jalur pemasangan pipa bawah laut  Data magnetometer  Menggunakan alat SeaSPY Magnetometer  Cakupan survey bawah laut  Survey menggunakan magnetometer sebagai data pendukung rencana pemasangan pipa bawah laut  Studi kasus  Selat Sunda .

TUJUAN DAN MANFAAT  Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui keberadaan benda logam yang tenggelam dibawah laut terutama lokasi terakhir dari jalur pipa yang sudah ada yang akan dilewati oleh jalur pipa yang baru  Manfaat dari kegiatan tugas akhir ini adalah memanfaatkan teknologi magnetometer untuk mengetahui kondisi dibawah laut terutama benda logam sehingga dapat memberikan bahan masukan mengenai jalur terbaik untuk perencanaan pemasangan pipa bawah laut .

METODOLOGI PENELITIAN .

LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian tugas akhir ini mengambil studi di daerah rencana pembangunan pemasangan pipa bawah laut di Selat Sunda dengan koridor survey sekitar 27 km dan lebarnya kurang lebih 500 m .

0 • Sistem aplikasi berupa software surfer 8 • Sistem aplikasi berupa software Autodesk Land Desktop 2004 • Sistem aplikasi berupa Microsoft Office 2007 .PERALATAN DAN BAHAN  PERALATAN  Perangkat Keras (Hardware) • Personal Computer (PC) Core(TM)2 Duo CPU T6500 @ 2.10 Ghz • Memori DDR 1979 MB • Hardisk 320 GB • Printer Canon iP 1980  Perangkat Lunak (Software) • Sistem operasi berbasiskan Windows XP • Sistem aplikasi berupa software Matlab 7.

MGS  Data side scan sonar untuk validasi data magnetometer pada waktu interpretasi anomali magnetik milik PPPGL .PERALATAN DAN BAHAN  BAHAN  Data magnetometer Selat Sunda yang menggunakan alat SeaSPY Magnetometer yang sudah terintegrasi dengan alat GPS tahun 2006 milik PPPGL  Kontur kedalaman Selat Sunda tahun 2006 yang digunakan untuk menampalkan hasil interpretasi anomali magnetik milik PT.

METODOLOGI PENELITIAN .

TAHAP PENGOLAHAN DATA Data Hasil Survey Magnetometer Perbaikan Noise Tidak Penyaringan Noise Data Hasil Survey Side Scan Sonar Ya Pengolahan Data Magnetometer Interpretasi Anomali Magnetik (Kualitatif) Kontur Kedalaman Tahun 2006 Kontur Anomali Magnetik Overlay Peta Persebaran Benda Logam Analisa Anomali Magnetik dan Persebaran Benda Logam Lokasi Benda Logam dan Magnetic Intensity .

PROSES PENGOLAHAN DATA Loading File Magnetometer (Perlintasan) Koreksi IGRF Proses Griding Ada Identifikasi diluar Koridor Ya Proses Slice Tidak Sesuai Koridor Survey Export File (Format *.grd Analisis Sinyal .dat) Export As Graphic (Format *.grd) Derivative Horizontal dan Vertikal Export File (Format *.dat) Export As Graphic (Format *.

HASIL DAN ANALISA .

 Pola garis kontur batimetri umumnya beraturan  Jarak antara garis kontur kedalaman yang umumnya sangat renggang dengan interval garis kedalaman yang hanya 1 meter menunjukkan bahwa morfologi dasar laut di daerah penelitian relatif datar hingga landai .Batimetri  Total survey batimetri terdapat 29 lintasan sepanjang koridor yang mencapai panjang kurang lebih 22 kilometer.  Daerah penyelidikan mempunyai kedalaman bervariasi antara 16 sampai 27 meter Permukaan Laut 2282 m  Perubahan kedalaman terjadi secara bergradasi mulai dari Muara Bekasi berangsur bertambah dalam menuju ke Labuhan Maringgai.

teramati adanya reflektor yang cukup kuat dan/atau kontinyu pada saat dilakukan survey Pipeline Unknown Object .Side scan sonar  Target yang terdeteksi yaitu substrat dasar laut dan target yang terdeteksi cukup signifikan yaitu berupa pipa  posisi towfish terlalu tinggi. maka akan mengakibatkan kenampakan daerah dasar laut tidak akan berhasil terekam  Hasil interpretasi juga menemukan adanya jalur pipa yang membentang dari timur laut sampai barat daya yang bisa dilihat dari sinyal seismik yang diperoleh dari dasar laut.

 Analisis Sinyal Terdapat 2 lokasi anomali magnetik.767 – 44731.2 nanotesla  Proses Griding Semakin kecil spasi yang digunakan dalam proses griding dengan interval yang sama.SURVEY MAGNETIK (1)  Koreksi IGRF Harga IGRF yang berlaku mulai dari tahun 2005 sebesar 44705. maka semakin kecil atau rapat pula tampilan anomali medan magnetiknya. Dan sebaliknya  Proses Slice Jalur survey yang diagonal dan terdapat identifikasi diluar koridor survey. Sementara hasil derivative vertikal menunjukkan bahwa klosur positif dan negatif berdampingan dengan arah horizontal. Anomali A berupa jalur pipa yang merupakan sasaran yang ingin diketahui koordinatnya dan anomali B ada kemungkinan berupa sebaran pasir yang mengandung besi . membuat proses slice harus dilakukan  Derivative Horizontal dan Vertikal Hasil derivative horizontal menunjukkan bahwa klosur positif dan negatif berdampingan dengan arah vertikal.

SURVEY MAGNETIK (2) Anomali Magnetik Persebaran benda Logam  Variasi harian medan magnet bumi  Hasil yang ditunjukkan oleh citra side scan disekitar daerah penelitian tidak sonar menampilkan jalur pipa yang dimulai dilakukan pengamatan. berdasarkan tinggi intensitas magnetic (tengah anomali). dan berdasarkan kelurusan pipa . berada di sebelah timur  Pola kontur anomali magnetik  Berdasarkan hasil interpretasi anomali sebenarnya tidak berhubungan langsung magnetik secara kualitatif dapat dibedakan dengan batuan sedimen tetapi lebih menjadi 3 bagian yaitu berdasarkan tinggi mencerminkan terhadap kemagnetan pipa intensitas magnetik absolut. karena posisi tepat di tengah puncak intensitas magnetik base station lebih jauh dari 100 mil dari sampai puncak intensitas magnetik yang daerah survey.

Side Scan Sonar .

Intensitas Magnetik Absolut .

Intensitas Magnetik (Tengah Anomali) .

Kelurusan Pipa .

KESIMPULAN DAN SARAN .

 Teknik analisis sinyal dapat membantu memberi batasan-batasan dalam melakukan interpretasi anomali magnetik untuk mendapatkan solusi yang lebih unik karena sifatnya yang membentuk fungsi diatas sumber anomalinya dan merubah anomali magnetik yang bersifat dipolar menjadi monopolar. dan objek keras lainnya serta ditemukan jalur pipa yang membentang dari timur laut sampai barat daya.593 nanotesla. . Perubahan kedalaman terjadi secara bergradasi mulai dari Muara Bekasi berangsur bertambah dalam menuju ke Labuhan Maringgai. lumpur berpasir.  Hasil interpretasi dari instrumen side scan sonar menunjukkan bahwa target yang terdeteksi pada daerah survey sebagian besar terdiri dari substrat dasar laut seperti berupa lumpur.  Harga anomali intensitas magnet total yang direduksi terhadap intensitas medan magnetik utama bumi disetiap titik pengamatan menunjukan interval harga yang bervariasi dengan kisaran -216.Kesimpulan  Kedalaman dasar laut di daerah selidikan umumnya berkisar antara 16 hingga 27 meter.945 nanotesla sampai +110.

.Kesimpulan  Hasil yang ditunjukkan oleh citra side scan sonar menampilkan jalur pipa yang dimulai tepat di tengah puncak intensitas magnetik sampai puncak intensitas magnetik yang berada di sebelah timur.  Interpretasi jalur pipa berdasarkan kelurusan pipa menunjukkan jalur pipa yang lurus dengan berada di atas anomali magnetik yang ditimbulkannya.  Interpretasi jalur pipa berdasarkan tinggi intensitas magnetik absolut menunjukkan jalur pipa sedikit melengkung dibandingkan dengan interpretasi citra side scan sonar. Akan tetapi. posisi pipa disebelah selatan berada di tengah atau diantara puncak intensitas magnetik.  Interpretasi jalur pipa berdasarkan tinggi intensitas magnetik dengan menitik bertkan tengah anomali menunjukkan jalur pipa sedikit melengkung.

.SARAN  Lebar koridor survey sebaiknya lebih dari 1 km untuk mengetahui kemenerusan dan kelengkungan dari jalur pipa.  Dalam melakukan pengolahan data dan interpretasi selalu berpatokan pada kondisi morfologi sebagai korelasi agar didapatkan hasil interpretasi yang lebih akurat dan unik.  Studi literatur sebaiknya dilakukan terlebih dahulu dengan peta batimetri untuk mengetahui gambaran morfologi daerah penelitian sehingga dapat menghindarkan survey yang dilakukan searah dengan jalur pipa yang akan dideteksi.

London: Clarkson Researh Services Limited Lekkerkerk. Dikunjungi pada tanggal 6 Oktober 2010. Klasifikasi Magnet. Robert. J.H. 1999. H.25 . 2010.C. V. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Morris. <URL: http://edcon-prj. <URL: http://hardiananto. Jam 18. 2008.pdf>. dkk. California: Geometrics Dharma. 2010.com/Services/documents/SeaSPYmag. Handbook of Offshore Surveying: Book One.A. S. Pengaruh Variasi Komposisi dan Proses Pendinginan Terhadap Karakteristik Magnet Barrium Ferrite.R. Applications Nopember Djunarsjah. 2006. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Lekkerkerk. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Breiner. 2009. 2006. Catatan Kuliah: HManual for Portable Magnetometers. Jakarta: PT Pradnya Paramita Astari. Studi Anomali Geomagnetik di Bawah Permukaan Daerah Watukosek. 2003. 2008. London: Clarkson Researh Services Limited Meisajiwa.. Handbook of Offshore Surveying: Book Two. Bandung: Institut Teknologi Bandung Ismail. 2010. R. Tim. S. H. J. S. 2004. P. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. E. 2006.Z. Interpretasi Hasil Pencitraan Side Scan Sonar Pada Survei Rencana Penggelaran Kabel Bawah Laut.com/2010/05/07/klasifikasi-magnet/>. SeaSPY Marine Magnetometer.36Mubin. Interpretasi Hasil Pencitraan SBP (Sub-Bottom Profiler) Untuk Mendukung Rencana Pemasangan Kabel Bawah Laut. H. Metode Geomagnetik. H. H. Jam 14. Dikunjungi pada tanggal 5 Juli 2011.. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Niko. dkk. V. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh idrografi 1.daftar Pustaka Abidin.wordpress.

Aceh Barat Daya Dengan Menggunakan Sinyal Analitik Dan Permodelan Magnetik. 2009.com/2010/10/siklus-matahari-setiap-sebelas-tahun. Possible Shipwreck and Aboriginal Sites on Submerged Land. Jam 11. Cambridge: Massachusetts Institute of Technology Santoso. Dikunjungi pada tanggal 6 Oktober 2010. <URL: http://poetrafic.R. 2010. A.com/sig-dan-penginderaan-jauh/pemetaan-sumberdaya-kelautan/426-surveikelautan>.Y.11 Triton. Dikunjungi pada tanggal 1 April 2011. 1998.29 Poetrafic. Jam 5. M.ilmukelautan.38 .html>. Siklus Matahari Kita. Optimasi Jalur Terbaik Kabel Bawah Laut dari Perspektif Kehidrografian. Pipa Laut. 2007. <URL: http://ridtz. W.com/2010/06/sekilas-tentang-medan-magnet-bumi. Jam 4.blogspot. 2010. Sekilas Tentang Medan Magnet Bumi. Using Layback in Isis or SS-Logger <URL: http://www.com/2010/10/06/motode-geomagnet/>.html>. 2010. Dikunjungi pada tanggal 1 April 2011. Dikunjungi pada tanggal 1 April 2011.blogspot.com/>.blogspot.46 Wiguna.30 Prasetya.P. Prekursor gempa bumi dengan metode magnet. <URL: http://edusogem. 2010.C.46 Pratama. <URL: http://www.daftar Pustaka Paembonan. Dikunjungi pada tanggal 6 Oktober 2010. Metode Geomagnet. 2010.tritonimaginginc.html>. Dikunjungi pada tanggal 1 April 2011. Bandung: Institut Teknologi Bandung Soegiono.com/site/content/public/downloads/Guides/Layback/New_layback.Y. 2008. Jam 11. P. 2008. Jam 4. Jam 14. Bandung: Institut Teknologi Bandung Tarigan. D.45 Pasek. Pengantar Teknik Geofisika. Dikunjungi pada tanggal 6 Oktober 2010.html#links>.wordpress. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Riess. M.com/2010/08/prekursor-gempabumi-dengan-metode. A. 2002. Metode Geomagnet. <URL: http://fisikabumiuniversitasnegerimakassar. Surabaya: Airlangga University Press Sulistianto. <URL: http://geofisika43. D. Estimasi Sumberdaya Bijih Besi Berdasarkan Analisis Data Anomali Magnetik Di Blangpidie.blogspot. jam 18. Survei Kelautan. 2009.

Lampiran .

Lampiran .

Lampiran .

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA .

SIDANG TUGAS AKHIR STUDI PENGGUNAAN MAGNETOMETER DALAM PEMBUATAN PETA SEBARAN LOGAM UNTUK MENDUKUNG PEMASANGAN PIPA BAWAH LAUT .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful