P. 1
Makalah Spss (Tik)

Makalah Spss (Tik)

|Views: 1,571|Likes:
Published by Fani Usnawati

More info:

Published by: Fani Usnawati on Sep 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

MAKALAH SPSS (STATISTIK

)

Nama Anggota Kelompok :      Aprilia Wita Rebeka Damaraghita Augusta Dinda Puji Lestari Fani Usnawati Fariza Nur Azizah (01) (02) (03) (05) (06)

A. Pokok Bahasan

Pada bagian ini anda akan ditunjukkan step by step bagaimana cara menyajikan data. BAB III TRANSFORMASI DATA Data mentah yang kita entrykan kadang belum menggambarkan apa-apa. BAB II DATA ENTRY Data yang anda miliki perlu di entrykan terlebih dahulu sebelum diolah untuk menghasilkan hasil olahan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. BAB V STATISTIK INDUKTIF . Pada bagian ini anda akan ditunjukkan bagaimana memodifikasi data untuk keperluan lanjutan. BAB IV STATISTIK DESKRIPTIF Data hasil penelitian anda sudah selayaknya dapat dinikmati pihak lain agar data yang anda miliki mempunyai karakteristik data.BAB I SPSS OVERVIEW Pada bagian ini anda akan ditunjukkan bagaimana cara melakukan instalasi spss dan memahami area kerjanya serta yang terpenting adalah kapan saat yang tepat dalam memanfaatkan aplikasi spss dalam pengolahaan data.

• Klik ganda file patch. B. baik bagi mahasiswa. salin file patch. Isi BAB I Statistical Product and Service Solution atau biasa dikenal dengan SPSS merupakan salah satu software statistika yang banyak digunakan. • Klik SPSS For Windows. klik ganda file expoff. • Klik Program. • Jika telah selesai.exe pada folder \Crack\ ke file C:\Program Files\SPSS Evaluation\. Berikut ini cara melakukan instal program SPSS 15 Evaluation Version. selanjutnya klik ganda file tersebut. SPSS selesai diinstalasi. Menjalankan SPSS 15 Untuk memulai menjalankan SPSS 15. • Agar lebih lancar. Hal ini karena SPSS versi terbarunya. • Ikuti instruksi dari perintah instalasi. • Pada folder SPSS 15 temukan file bernama Setup.0 yang sudah terinstal. maupun pengolah data statistika. software ini sangat mudah dipelajari.exe (atau Setup saja) yang bertipe application. terlebih dahulu pastikan software SPSS 15.0 telah terinstal pada komputer Anda. peneliti.0 Windows Evaluation Version memberikan 6 pilihan kepada pengguna SPSS. juga karena output SPPS tampil lebih “cantik” dibandingkan dengan software statistika yang lain. • Klik SPSS 15 Evaluation Version Kotak dialog SPSS 15. Untuk memulai SPSS. Mempelajari SPSS tidaklah sulit karena untuk kalangan pemula pun. antara lain: • Run the tutorial • Type in data • Run an existing query • Create new query using Database Wizard • Open an existing data source • Open another type of file . dapat dilakukan langkahlangkah berikut: • Klik Start.0 merupakan software yang sangat mudah dioperasikan.Pada bagian ini anda akan ditunjukkan suatu analisis lanjutan dimana hasil dari data yang anda olah dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.bat pada folder yang sama. yaitu versi 15.

Kemudian beri nama variabel tersebut dengan nama Penjualan. maka hasil transformasi akan menindih variabel asal (data variabel asal akan diganti dengan data hasil transformasi). Selanjutnya. pangkat menggunakan bintang 2) b. Oleh karenanya. untuk mentransformasi variabel ini. Selanjutnya klik variabel Penjualan (variabel asal yang akan ditransformasikan). isikan perintah transformasinya. dan klik panah yang mengarah kekanan dari gambar diatas. Dalam contoh ini kita akan melogaritmakan variabel. Klik Transform > Compute Variable. Tekan menu File – Data Namun jika kita membuka SPSS biasanya sudah dalam tampilan data kosong siap entri dengan nama file Untitled – SPSS Data Editor maka kita bisa langsung mengisinya 3. akan menghasilkan satu variabel baru dengan namaLnJual. Dengan cara ini. masukkan nama variabel untuk menampung data hasil transformasi variabel tersebut. Buka program SPSS 2. Jawabannya diberikan dalam postingan ini. misalnya: 2*Penjualan atau Penjualan**3. Misalnya dalam contoh kita diatas. 600 400 350 625 1000 710 825 700 820 725 1800 Tentunya data tersebut harus diketik dalam satu kolom pada worksheet SPSS (karena ini adalah satu variabel). misalkan kita ingin mentransformasikan variabel Penjualan berikut ini dengan melogaritma naturalkan. maka akan muncul di kotak Function and Special Variables. Sebagai contoh. Menggunakan fungsi yang sudah disediakan SPSS dalam kotak Function Group. dan klik tanda panah yang mengarah ke atas pada gambar diatas. Langkah berikutnya. diberi namaLnJual. mudah-mudahan juga bisa membantu yang lainnya. Maka pada kotak Numeric Expression akan muncul tulisan seperti ini: LN(?). input data yang diinginkan BAB III Seorang pengunjung blog ini (Marol) menanyakan bagaimana cara mentransformasi variabel dengan menggunakan SPSS. Prosedur ini akan mengganti tanda tanya diatas menjadi Penjualan. fungsi-fungsi yang tersedia pada kelompok arithmetic ini (lihat gambar diatas). Membuat rumus sendiri. Pada kotak Numeric Expression. Fungsi tersebut sudah disediakan oleh SPSS dalam Kelompok Fungsi Arithmethic. sehingga tulisan pada kotak Numeric Expression akan menjadi: LN(Penjualan).BAB II Masukkan data di bawah ini dengan prosedur berikut: 1. ternyata selalu gagal. (Catatan: perkalian menggunakan bintang satu. . klik Arithmethic. Pada kotak Target Variable. Beliau sudah mencoba beberapa kali. Tetapi jika nama yang diberikan sama dengan nama variabel asal (misalnya jika diisi dengan nama Penjualan). Anda bisa mengisi perintah transformasi ini dengan dua cara: a. Kemudian klik Ln. Buka Variabel View untuk memberi nama dan men-setting variabel 4.

selanjutnya pilih Descriptives. Standar deviasi.. dll. misalnya rataratanya (mean). Langkah yang dilakukan : • Pilih menu Analyze. tanpa melihat langsung file datanya Ok. Marol selalu gagal mencobanya ?Ada beberapa kemungkinan: 1.. BAB IV Deskriptive data ini digunakan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) suatu data. Cara mentransformasikan dengan fungsi-fungsi lainnya adalah relatif sama dengan cara melogaritmakan diatas. Varians. Contoh kasusnya : ingin diketahui deskripsi dari variabel GAJI pada data Karyawan. line. Atau penyebab lainnya. Setelah itu klik OK. laporan mengenai suatu data bisa juga ditampilkan dengan menggunakan grafik (berbentuk visual). Dalam contoh kasus deskripsi data ini akan diberikan grafik dalam bentuk histogram. akan dibuat histogram tentang Gaji karyawan (file yang digunakan Karyawan) sebagai berikut : • Dari menu utama SPSS. Histogram . isikan variabel Gaji seperti pada gambar berikut : • Option atau pilihan untuk pengerjaan deskripsi data. Untuk variabel string. Nama variabel yang dimasukkan ke dalam kotak Numeric Expression tidak sama dengan nama variabel yang sudah ada (yang akan ditransformasikan). VISUALISASI GRAFIK Selain berbentuk tabel maupun penjelasan yang lain. pilih menu Graphs. • Pada kotak Variable(s). Cukup langsung diketikkan saja: LN(Penjualan). ada fungsi khususnya pada kotak Function Group di atas. 3. tetapi sifatnya kasuistis yang tidak bisa dideteksi dari sini. 2. misalnya : histogram. anda tidak harus melalui tahapan-tahapan tersebut. silakan dicoba. maka akan akan keluar output dari logaritma natural dari penjualan yang berada pada variabel baru yang bernama LnJual.Proses mengisi kotak Numeric Expression ini cukup berbelit. Variabel tersebut bukan variabel numerik (untuk variabel bukan numerik atau variabel string). Lalu kenapa Sdr. kemudian pilih Descriptive Statistics. Sebagai contoh. dsb. yaitu grafik batang distribusi data yang dikelompokkan menurut intervalinterval tertentu. tetapi jika Anda sudah hafal cara penulisan fungsinya. Garfik ada bermacammacam. pie.

Walaupun dalam ouput SPSS tidak ada. untuk proses berikutnya. akan tetapi berkembang menjadi pengambilan keputusan untuk mendukung manajemen. • Selanjutnya tekan Continue. Modus.spo. Langkah seperti itu tidak familiar dalam SPSS. Tentu saja anda masih ingat dengan p-value yaitu nilai α terkecil yang masih menolak H0. Orang sekarang tidak hanya menggunakan statistik untuk melihat rata-rata. • Simpan output anda dengan nama HISTOGR. H0 akan kita tolak jika nilai sig < α.• Pada kotak dialog. atau kita melakukan transformasi Sebagai latihan. Jika anda masih ingin menambah Subtitle. Dialog box perintahnya dapat anda lihat pada gambar berikut : INFERENSI TENTANG RATA-RATA Ilmu statistik berkembang dengan cepatnya. PENGANTAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN Di teori statistika dalam menentukan H0 ditolak atau diterima anda selalu membandingkan antara statistik hitung dengan statistik tabel. atau Rentang dari data. kemudian lakukan langkah berikut : • Pilih menu Transform. Dalam SPSS nilai p-value ini dikenal dengan istilah signifikan yang sering disingkat dengan sig. Misalkan kita mengambil logaritma dari suatu variabel (data). sedangkan Line 2 : Gaji Karyawan. isikan bagian Footnote. (Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan hasil di bawah ini !). buka file Anxiety 2 yang ada di folder SPSS. isikan variable Gaji sesuai dengan kasus. dev. misalnya pada Line 1 : HISTOGRAM. aktifkan pilihan Display normal curve. Prinsip itulah yang digunakan dalam SPSS. UJI RATA-RATA POPULASI NORMAL . seperti pada gambar berikut : • Berikan judul histogram dengan mengaktifkan bagian Titles seperti berikut ini : Isikan judulnya sesuai kebutuhan. Sehingga berkembanglah statistik inferensi yaitu statistika pengambilan keputusan. sesuai keinginan anda. • Setelah selesai anda melakukan pengisian. tekan OK untuk melihat hasilnya. PENGHITUNGAN DATA MENGGUNAKAN RUMUS Transformasi adalah proses merubah variabel melalui fungsi matematika. Untuk menampilkan kurva normalnya. kemudian Compute. Standar. anda bisa juga melihat Statistik Tabel melalui fasilitas compute dan memanfaatkan function .

Setelah selesai pengisian semua. apakah kedua grup tersebut mempunyai rata-rata yang sama. Klik pada Define Group.Untuk uji rata-rata 1 populasi SPSS hanya melengkapi dengan uji t ( 1 populasi normal).5 pada Test Value (sesuai dengan angka yang akan kita test). maka sesuai kasus isikan salesman. atau signifikansi yang dihasilkan.. apakah tingkat pendidikan sarjana prestasinya sama dengan salesman dengan tingkat pendidikan akademik dalam hal penjualan roti susu. Isikan sesuai yang ada pada gambar di bawah ini : Untuk kolom Options. Analisalah dengan membandingkan t hitung. Langkah-langkah dalam SPSS : • Buka file World95 • Pilih menu Analyze. UJI RATA-RATA 2 POPULASI DEPENDENT SPSS juga dilengkapi dengan uji t (student-t) untuk 2 populasi normal sample dependent atau sample berpasangan. Tampilan menu bisa anda lihat pada gambar berikut : Pada kotak Test Variable(s) isikan susu. kemudian Compare Means. Grouping Variable adalah variabel bertipe kualitatif. tentukan analisanya. • Klik tombol OK untuk melihat outputnya. Langkah-langkah uji hipotesismya sbb : . ataukah tidak secara signifikan Langkah-langkah dalam SPSS :         Pilih menu Analyze. Perhatikan output yang diberikan. • Simpan file output anda ini UJI RATA-RATA 2 POPULASI INDEPENDENT Uji ini bertujuan untuk membandingkan rata-rata dari dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Kasus : Ingin diuji apakah rata-rata angka harapan hidup penduduk wanita di dunia = angka harapan hidup penduduk pria dengan anggapan bahwa angka harapan hidup penduduk keduanya saling bergantung. tekan OK. kemudian Compare Means. dan Independent Samples T Test. Tampilan menu seperti pada gambar berikut : • Masukkan variable Lifeexpf pada kotak Test Variable(s) dan angka 72. dan One Sample T-Test. Kemudian variabel tersebut harus didefinisikan. biarkan tingkat kepercayaan 95%.. Hal ini cukup beralasan karena angka harapan hidup keduanya banyak ditentukan oleh faktor-faktor yang berdekatan.

Bab ini akan membahas uji beda rata-rata. untuk kegiatan inferensi sebaiknya digunakan metode statistik nonparametrik. apakah standar deviasi populasi diketahui. apakah varians populasi diketahui. ada banyak faktor yang menentukan. maka metode parametrik tidak bisa digunakan. dan Paired-Samples T Test. BAB V STATISTIK INDUKTIF (INFERENSI) Metode statistik inferensi dalam praktek cukup beragam.  Simpan file output anda ini dengan nama PairSamT. khususnya penggunaan uji t.  Analisalah output yang diberikan berdasarkan teori statistik yang anda peroleh dari kuliah  “Satistika”. Karena kedua variabel yang akan ditest sifatnya berpasangan. Langkah dalam SPSS :  Buka file World95  Pilih menu Analyze. maka selanjutnya dengan data-data tersebut bisa dilakukan berbagai inferensi atau pengambilan keputusan dengan metode statistik parametrik. jika terbukti data tidak berdistribusi normal atau jauh dari kriteria distribusi normal. tekan OK untuk melihat hasilnya.File data yang digunakan : file World95. Namun. caranya berbeda dengan yang  terdahulu. dan salah satu kriteria penting dalam pemilihan metode statistik yang akan digunakan adalah melihat distribusi sebuah data.  Setelah selesai semua pengisian. metode parametrik apakah yang dipakai. dan seterusnya. Dalam melakukan uji hipotesis.spo. Namun. Sorot kedua variabel  tersebut (lifeexpf dan lifeexpm) kemudian klik mata panah ke kanan (seperti pada gambar  33). Jika data yang diuji berdistribusi normal atau mendekati distribusi normal. kemudian Compare Means. uji t hanyalah sebuah alat yang digunakan dalam kegiatan yang disebut dengan uji hipotesis. PROSEDUR UJI HIPOTESIS . seperti apakah sampel yang diambil berjumlah banyak atau hanya sedikit. Tampilan  Untuk pengisian variabel ke kotak Paired Variable(s). maka kedua variabel  tersebut dimasukkan ke kotak Paired Variable(s) secara bersamaan. Uji Hipotesis Salah satu kegiatan statistik induktif adalah menguji sebuah hipotesis (dugaan sementara).

maka akan diambil sampel sejumlah tertentu orang di kota A dan kota B. apakah termasuk sampel besar ataukah sampel kecil. sedangkan di bawahnya dianggap sampel kecil. Mengambil keputusan. dan lainnya. B. Berbagai Metode Statistik Parametrik Berikut sistematika penggunaan metode-metode statistik parametrik untuk diterapkan pada berbagai kasus. metode parametrik yang digunakan adalah uji t (student). Menentukan statistik hitung. Menentukan statistik tabel. Yang dimaksud dengan Sampel “besar”. INFERENSI TERHADAP SEBUAH RATA-RATA POPULASI Tujuan pengujian ini adalah ingin mengetahui apakah sebuah sampel berasal dari sebuah populasi yang mempunyai rata-rata (mean) yang sudah diketahui. SAMPEL KECIL Jika sampel kecil (<30) dan varians populasi tidak diketahui. SAMPEL BESAR Dalam kasus di mana jumlah sampel yang diambil cukup besar atau varians populasi diketahui. tujuan utama adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara dua rata-rata populasi. Atau. bisa juga dikatakan ingin menguji apakah rata-rata sebuah sampel sudah bisa mewakili populasinya. maka apakah bisa disimpulkan bahwa rata-rata berat badan semua orang di kota tersebut(sebagai populasi) juga 50 kilogram? Pada inferensi ini. apakah akan digunakan uji t. Selain menguji dua rata-rata populasi yang independen INFERENSI TERHADAP LEBIH DARI DUA RATA-RATA . perlu diperhatikan ukuran sampel. maka bisa dipakai rumus (uji) z. ingin diketahui apakah ada perbedaan antara rata-rata berat badan semua orang di kota A dengan rata-rata berat badan semua orang di kota B? Oleh karena tidak mungkin atau sulit untuk menghitung semua berat badan orang di dua kota tersebut.      Menentukan H0 dan Hi Menentukan Uji (Prosedur) Statistik yang digunakan. INFERENSI TERHADAP DUA RATA-RATA POPULASI Dalam inferensi dua populasi. ANOVA. dari kedua sampel tersebut akan diuji dengan beberapa metode statistik. Seperti jika diketahui rata-rata berat badan sekelompok orang di sebuah kota adalah 50 kilogram. uji z. sebenarnya tidak ada ketentuan yang tepat batas besar kecilnya suatu sampel. jumlah sampel di atas 30 sudah bisa dianggap sampel yang besar. Sebagai contoh. Namun. sebagai sebuah pedoman.

maka inferensi dengan parametrik akan dibagi dalam beberapa menu pada SPSS. Menu Statistik Inferensi dalam SPSS SPSS menyediakan berbagai metode parametrik untuk melakukan inferensi terhadap data statistik. Dalam bab-bab selanjutnya (sebagian diakses lewat CD KERJA) akan dijelaskan secara terperinci. o Hubungan antara lebih dari dua variabel (tiga. Beberapa alat statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel: o Hubungan antardua variabel. yaitu menu COMPARE MEANS. baik penggunaannya maupun penafsirannya. GENERAL LINEAR MODEL (GLM). dan REGRESSION. COMPARE MEANS Pembahasan pada COMPARE MEANS meliputi: ⇒ MEANS ⇒ UJI t ⇒ ONE WAY ANOVA GENERAL LINEAR MODEL . empat jenis sampel dan seterusnya.POPULASI Untuk lebih dari dua populasi. Sistematika dan metode-metode statistik di atas bersifat garis besar. seperti apakah ada hubungan antara jumlah gizi yang diserap tubuh dengan nilai ujian seseorang. yang bisa terdiri atas:  ANOVA satu faktor  ANOVA dua faktor dengan replacement  ANOVA dua faktor tanpa replacement INFERENSI UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL Inferensi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara dua variabel. menggunakan metode korelasi dan regresi sederhana. CORRELATE. misal tiga jenis sampel. menggunakan metode korelasi dan regresi berganda. promosi suatu produk dengan penjualan produk tersebut. Oleh karena luasnya cakupan parametrik. dan seterusnya). dipakai analisis ANOVA. dan sebagainya. empat.

yakni sejumlah penduduk Telogo Sari yang dipilih dengan metode sampling tertentu. Bab ini akan membahas penggunaan uji t dan means. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. dengan masing-masing pembahasan akan disertai kasus dan penyelesaiannya. C. CORRELATE Membahas uji hubungan antara dua variabel. ONE SAMPLE t TEST Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. yang disebut sebagai uji satu sampel (one sample test). dan pada sampel tersebut dihitung rata-rata penggunaan sabun mandi selama sebulan.GLM merupakan kelanjutan dari ANOVA. Penggunaan uji t karena jumlah sampel yang diambil pada uji semacam itu di bawah 30 buah. Beberapa menu lain akan dibahas pada bab-bab di belakang. Sekarang akan diberikan contoh kasus untuk menjelaskan proses uji t. Tidak semua menu tersebut akan dibahas pada buku ini. 208 Sebagai contoh. Kasus menggunakan data berat badan konsumen yang meminum obat . Untuk itu diambil sejumlah sampel. Pertanyaan dan Penyelesaian 1. selama ini diduga rata-rata konsumsi sabun pada rumah tangga di desa Telogo Sari adalah 3 batang per bulan. REGRESSION Membahas pembuatan model regresi untuk menggambarkan hubungan dua variabel atau lebih. Jika dibuktikan secara statistik apakah konsumsi tersebut memang benar demikian. Kemudian dilakukan proses pembandingan. di mana pada GLM dibahas satu variabel dependen namun mempunyai satu atau lebih faktor.

Buka data instrumen (format excel) dan program SPSS.  Pilih menu Analyze –> Scare –> Reliability Analysis o Blok semua item instrumen saja yang ada disebelah kiri kotak data dan pindahkan ke sebelah kanan kotak dengan cara meng-klik tombol segitiga yang ada di tengah kedua kotak. 6. dipakai uji t untuk dua sampel yang berpasangan (paired). Lihat hasil yang muncul di jendela SPSS output viewer. Jika data sudah diinput. dan mereka mempunyai rata-rata berat badan 90 kilogram. Untuk membuktikan hal tersebut. lakukan tahap pengolahan data. Bagaimana langkah operasional yang dapat Anda lakukan untuk menghitung validitasreliabilitas adalah : Penyelesaian : 1. . 2.  Lihat hasil yang muncul di jendela SPSS output viewer. yaitu 90 kg. lalu klik tombol OK. dan karena sampel sedikit. lalu klik tombol OK. 5. apakah dapat disimpulkan bahwa berat populasi rata-rata memang 84.  Pilih menu Analyze –> Correlate –> Bivariate Blok semua item instrumen dan jumlah skor yang ada disebelah kiri kotak data dan pindahkan ke sebelah kanan kotak dengan cara meng-klik tombol segitiga yang ada di tengah kedua kotak. Di sini populasi diketahui berdistribusi normal. 2 pada program SPSS Lakukan proses penghitungan validitas dengan SPSS sebagai berikut . dibuat dugaan bahwa populasi rata-rata berat sebelum minum obat adalah 84. Copy. sekelompok anak muda ditimbang. Tafsirkan hasil perhitungan validitas – reliabilitas sebagai berikut .51 kilogram? Penyelesaian: Kasus di atas terdiri atas satu sampel yang akan dipakai dengan nilai populasi hipotesis. Sebagai contoh.kan semua data jawaban responden termasuk jumlah skor setiap responden Paste-kan data di no. 2. Dengan data di atas. 4. Pengolahan Data dengan SPSS Telogo Sari dianggap populasi. maka angka tersebut adalah suatu parameter. 1.penurun berat badan. Lakukan proses penghitungan reliabilitas dengan SPSS sebagai berikut . 3.  Pastikan pilihan coefficient correlation adalah pearson. o Pilih metode alpha sebagai model perhitungan yang kita gunakan. 2. Pemasukan Data ke SPSS Langkah-langkah pemasukan data sama dengan pembahasan terdahulu.51 kilogram.

6 dapat dikatakan bahwa instrumen yang kita gunakan sudah reliabel. menata.Sehingga spss dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam mengolah data. Atau jika nilai Sig. menyajikan.  Kriteria validitas Kriteria validitas dapat Anda tentukan dengan melihat nilai pearson correlation dan Sig. Kriteria reliabilitas Nilai reliabilitas diperoleh dengan melihat pada kotak output perhitungan. (2tailed).sebagai contohnya yaitu mengolah data rancangan percobaan. . D. Sedangkan statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. Sebagai tafsiran umum. maka item tersebut valid. menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Kesimpulan Pada dasarnya statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan. Nilai alpha yang dihasilkan tinggal ditafsirkan sesuai dengan kriteria pembanding yang Anda gunakan. jika nilai reliabilitas > 0.05 berarti item tersebut valid dan berlaku sebaliknya. r-kritis bisa menggunakantabel r atau dengan uji -t.sehingga data yang kita punyai bisa menjadi data yang mudah dibaca. Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r-kritis. (2-tailed) < 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->