You are on page 1of 18

TEKNOLOGI, RANCANGAN KERJA DAN STRESS

Sasaran Belajar: 1. Mendeskripsikan daur PDCA dalam perbaikan berkesinambungan 2. Menjelaskan popularitas rekayasa dan mengkontraskan dengan TQM 3. Mendeskripsikan implikasi dari sistem-sistem manufaktur yang luwes untuk orang-orang di dalamnya 4. Mengidentifikasi siapa yang berpengaruh dalam keusangan buruh 5. Mengkontraskan model karakteristik pekerjaan dengan model pemrosesan informasi sosial 6. Mengidentifikasi karakteristik organisasi sahabat-keluarga 7. Mendeskripsikan sumber yang potensial dari stress 8. Menjelaskan vaiabel perbedaan individual yang memperlunak hubungan stress-keluaran(stress-outcome)

DAUR PDCA
Merupakan suatu upaya perbaikan tanpa akhir dalam suatu lingkaran dengan melakukan perencanaan, melakukan pengecekan dan bertindak atas hasil yang telah dicapai untuk melakukan daur kembali atau melakukan perbaikkan dengan datadata yang baru. Daur ini memperlakukan semua proses organisasional sebagai berada dalam keadaan perbaikkan dan konstan.

ACTION
CHECK

PLAN DO

REKAYASA ULANGPROSES KERJA

Rekayasa-ulang berasal dari proses historisis tindakan membongkar produk elektronik dan merancang ulang versi yang lebih baik. Diperkenalkan oleh Michael Hammer. Pelaksanaaan rekayasa-ulang adalah dengan memulai dengan kertas kosong baru-dimulai dari nol dengan memikirkan dan merancang ulang proses-proses yang dilewati organisasi untuk menciptakan nilai dan menjalankan pekerjaan, membersihkan diri dari operasi yang telah usang dalam jaman komputer Tiga unsur kunci Utama rekayasa ulang: KOMPETENSI DISTINGTIF (jelas-terbedakan) dari suatu organisasi, MENILAI PROSES INTI, MEREORGANISASI SECARA HORISONTAL MENURUT PROSES.

3 UNSUR REKAYASA-ULANG
1. Kompetensi Distingtif: menetapkan apakah yang menyebabkan organisasi tersebut lebih unggul dibanding kompetitor lain. Contoh: Dell Computer mempunyai spesifikasi perangkatperangkat kerasnya yang berkualitas tinggi, layanan komprehensif dan dukungan teknik serta harga yang rendah. Kompetensi ini akan memandu keputusan mengenai kegiatan apakah yang paling menentukan bagi suksesnya organisasi tersebut. 2. Proses-proses inti: mengalihkan bahan, modal, informasi dan tenaga kerja menjadi produk dan jasa yang dihargai oleh pelanggan.anlisis nilai proses mengungkapkan banyak sekali kegiatan yang hanya sedikit atau tidak akan menambah nilai suatu barang yang dihasilkan oleh organisasi. 3. Reorganisasi Horisontal: memfokuskan pada proses dan bukan fungsi. Hal ini bisa berarti akan mamangkas tingkat-tingkat manajemen menengah.

Rekayasa Ulang lawan TQM


-

Rekayasa Ulang Mencari loncatan quantum dalam kinerja Membuang sesuatu yang tidak relevan dan memulai yang baru Pada awalnya didorong oleh manajemen puncak. Bila rekayasa ulang selesai, tempat kerja pada umumnya akan bersifta swakelola.

TQM Mengusahakan perbaikkan bertahap/kecil Perbaikkan sesuatu yang pada dasarnya sudah bagus. Mengandalkan pengambilan keputusan partisipatif dari bawah ke atas baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

IMPLIKASI REKAYASA ULANG BAGI KARYAWAN


Karyawan dituntut keahlian yang lebih luas, lebih banyak interaksi dengan pelanggan dan pemasok. Tanggung jawab yang ditingkatkan dan tantangan yang lebih besar tetapi dengan kompensasi gaji yang lebih besar. Masa 3 sampai 5 tahun merupakan masa yang paling keras bagi karyawan karena menderita ketidakpastian dan kecemasan yang dikaitkan dengan dipikulnya tugas tugas baru dan membuang praktek kerja yang lama.

SISTIM MANUFAKTUR FLEKSIBEL


Sistim Manufaktur Fleksible: Integrasi dair desain berbantuan-komputer, rekayasa dan manufaktur untuk menghasilkan produk-produk volume rendah dengan biaya produksi massal.

Keusangan Pekerja
Bahwa fenomena rekayasa ulang akan mengubah struktur tingkat manajerial. Manajer menengah akan tersingkir dan model baru untuk manajer efektif adalah manajer yang menekankan sikap mendengarkan, melatih, motivasi dan ketrampilan pendukung tim yang baik

TEORI KARAKTERISTIK TUGAS


Dibagi 3: Teori atribut tugas wajib, model karakteristik pekerjaan, model pemrosesan informasi sosial. Teori atribut tugas wajib penting karena 3 alasan: 1. Karyawan menanggapi secara berbeda tipe-tipe pekerjaan yang berlainan 2. Memberikan suatu perangkat pendahuluan dari atribut tugas. 3. Memfokuskan perhatian pada kebutuhan untuk mempertimbangkan pengaruh dari perbedaan individual pada reaksi karyawan terhadap pekerjaan. Model karakteristik pekerjaan:yaitu mengidentifikasi 5 karakteristik pekerjaan dan hubungannya dengan hasil pribadi dan hasil kerja.Lima karakteristik itu adalah sebagai berikut:keragaman ketrampilan, identitas tugas, pentingnya tugas, otonomi dan umpan balik.

Model pemrosesan informasi sosial: Para karyawan mengambil sikap dan perilaku sebagai tanggapan terhadap isyarat sosial yang diberikan oleh orang lain dengan siapa mereka mengadakan kontak.

ORGANISASI SAHABATKELUARGA
Adalah suatu perusahaan yang menawarkan suatu payung program kerja/keluarga seperti misalnya perawatan siang hari di tempat kerja, referal perawatan anak dan lansia, jam lentur, pekan kerja terpadatkan, berbagi pekerjaan, telekomuting, pekerjaan paruh waktu sementara dan bantuan relokasi untuk anggota keluarga karyawan. Manfaat utama: Memudahkan para majikan untuk merekrut dan mempertahankan pekerja kelas satu.

STRESS
Stress adalah suatu kondisi dinamik dimana seorang individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala, atau tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting. Stress dikaitkan dengan kendala dan tuntutan. Kendala: kekuatan yang mencegah individu dari melakukan apa yang sangat diinginkan. Tuntutan adalah:hilangnya sesuatu yang sangat diinginkan.

SUMBER POTENSIAL STRESS


Faktor Lingkungan: 1. Ketidakpastian ekonomis Disebabkan oleh penurunan ekonomi (diberhentikan, gaji dikurangi, jam kerja lebih pendek dan lain-lain) 2. Ketidakpastian politis Disebabkan adanya ancaman dan perubahan politik. 3. Ketidakpastian teknologis. Disebabkan adanya inovasi baru yang dapat membuat ketrampilan dan pengalaman seseorang menjadi usang Faktor Organisasional: 1. Tuntutan tugas. Disebabkan karena adanya tekanan pada orang bila kesempatannya dirasakan sebagai berlebihan. Makin banyak saling tergantung antara tugas seorang dengan tugas orang lain, makin potensial stress.

2. Tuntutan peran. Berhubungan dengan tekanan yang diberikan pada seseorang sebagai suatu fungsi dari peran tertentu yang dimainkan dalam organisasi itu 3 Tuntutan antar pribadi. Adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan lain. 4. Struktur Organisasi. Aturan yang berlebihan dan kurangnya partisipasi dalam keputusan mengenai seorang karyawan merupakan sumber potensi dari stress 5. Kepemimpinan organisasi. Menggambarkan gaya manajerial dari eksekutif senior organisasi.
Faktor Individual: pengalaman dan masalah yang dijumpai orang diluar jam kerja dapat mempengaruhi pekerjaan. Faktor ini antara lain isu keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik kepribadian.

PERBEDAAN INDIVIDUAL
Terdapat lima variabel yang memperlunak hubungan antara stressor potensial dan stress yang dialami. 1. Persepsi Persepsi akan memperlunak hubungan antara suatu kondisi stress potensial dan reaksi seorang karyawan terhadap kondisi itu. 2. Pengalaman kerja Pengalaman merupakan guru yang sangat baik, juga dapat merupakan pengurang stress yang baik. Contoh hari-hari pertama Anda di Univ.Pancasila. Ketidakastian dan situasi yang serba baru akan menciptakan stress tetapi setelah kita mengalaminya stress akan berkurang bahkan hilang. 3. Dukungan sosial. Bertindak sebagai suatu pereda yang mengurangi efek negatif bahkan dari pekerjaaan yang bertegangan tinggi. Misalnya individu yang koleganya tidak membantu dukungan sosial dapat ditemukan diluar pekerjaan.

4. Keyakinan akan tempat kedudukan kendali Kaum internal akan mengendalikan tujuan akhir mereka sendiri, sedangkan kaum eksternal dikendalikan oleh kekuatankekuatan luar. 5. Permusuhan.

Konsekuensi Stress

Stress dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, tukak lambung, lekas marah, hilang selera makan dan yang serupa. Konsekuensi stress dibagi dalam 3 katergori umum : gejala fisiologis, psikologis dan perilaku 1. gejala fisiologis bahwa steress dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan laju detak jantung dan pernapasan, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala dan serangan jantung. 2. gejala psikologis bahwa stress dapat menimbulkan ketidak puasan. Itulah efek psikologis yang paling sederhana dan jelas. 3. gejala perilaku dikaitkan dengan perilaku mencakup perubahan dalam produktifitas, absensi dan tingkat keluarnya karyawan. Meningkatnya kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Mengelola Stress
Pendekatan individual Strategi individu yang telah terbukti efektif mencakup pelaksanaan teknik-teknik manajemen waktu, meningkatkan latihan fisik, pelatihan pengenduran atau relaksasi dan perluasan jaringan sosial Pendekatan organisasional Perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja, perbaikan komunikasi organisasi, penegakan program kesejahteraan korporasi.