PEMROSESAN FOTOGRAMETRI SISTEM DIGITAL DENGAN DESKTOP DIGITAL PHOTOGRAMMETRY SYSTEM (DDPS)– 3D MAPPER UNTUK PEMETAAN KOTA BONTANG

, KALIMANTAN TIMUR
SOETA’AT1, HARYUATMANTO2
1

Teknik Geodesi UGM, 2Waindo SpecTerra

1

JL. Grafika No.2 Yogyakarta, 2Gd. Manggala, JL. Gatot Subroto, Jakarta ABSTRAK

Kerjasama PT Waindo SpecTerra dengan lab. Fotogrametri & PJ, T. Geodesi UGM telah dilakukan pada pemrosesan fotogrametri sistem digital, untuk pemetaan skala 1 : 1.000 kota Bontang, Kalimantan Timur. Pemetaan luas 20.000 ha, yang memerlukan sekitar 200 buah foto udara skala 1:10.000. Pemotretan dilakukan dengan kamera RC 30, jalur terbang utara – selatan, ground survey dengan GPS + sipat datar, serta pemrosesan AT dengan PATM. Pemrosesan fotogrametri sistem digital dengan DDPS – 3D Mapper, sebagaimana sistem digital yang lain, menghasilkan : • Line maps dalam bentuk digital, lengkap dengan layer, simbol dan atributnya, • Photomap, orthophoto, orthomosaic dan full controlled mosaic, contour, DTM. • Hasil lain, misalnya luas, volume, jarak, sudut. Dari pemrosesan sistem digital dengan DDPS – 3D Mapper pada pemetaan kota Bontang ini, bisa diperoleh sejumlah kesimpulan sebagai berikut : 1. Sistem ini beroperasi under window 95/98/ME atau NT 4.0/2000, sehingga banyak kemudahan yang diperoleh. 2. Line maps, mosaics, layers, contour, DTM dan lainnya, yang dihasilkan semuanya dalam bentuk digital. 3. Proses digitasi Sterio sangat dibantu oleh epipolar-images. 4. Fasilitas digitasi cukup lengkap, khususnya DRM (Digital Refinement with Matching) suatu built in auto correlator untuk mendapatkan best fit point dengan ukuran sub pixel, sangat membantu dalam menepatkan floating mark pada obyek. 5. Pelaksanaan pemrosesan cepat dan teliti (r.m.s. mencapai sub pixel). 6. Operator pelaksana pemrosesan khusus pembuatan model sterio tidak lagi yang skillful. 1. PENGANTAR Perkembangan sistem pemrosesan fotogrametri saat ini telah memasuki generasi ke 3, yang dikenal sebagai “Soft Copy Photogrammetry”. Generasi pertama, merupakan era dari ploter analog, dimulai dari Multiplex sampai dengan alat produksi Wild, Kern, Zeiss dan lainnya. Kemudian Generasi kedua, yang merupakan era ploter analitik Dimulai penemuan konsepnya oleh U.Helava (di USA, th 60’an), kemudian prototype-nya oleh OMI-Bendix (USA). Model intermediate pada tahun 70’an dan spesial model pada 80’an, misalnya Planicom C100 dari Zeiss (Eropah). Generasi ketiga atau “Soft Copy Photogrammetry” muncul dengan tipe awalnya adalah Totally Digital System, misalnya PHODIS dari Zeiss. Sedangkan yang full otomatic sebagaimana konsep dari soft copy photogrammetry sampai saat ini belum 100 % bisa dipenuhi. DDPS-3D Mapper, yang merupakan Desktop Digital Photogrammetric System, juga belum 100 % otomatis. Sehingga alat ini bisa

perlu dilakukan proses resampling untuk menghaluskannya. sin k r32 = . Sekarang dilakukan dengan mengalikan matrik rotasi R terhadap koordinat foto pada sistem kamera (x. . r11 ( x i − X ) + r21 ( y i − Y ) + r31 ( z i − Apabila Z) diinginkan. Y. . (baris) + a6 Persamaan diatas merupakan hubungan afin antara sistem koordinat kamera (x. sin ϕ . . r ( x − X ) + r22 ( y i − Y ) + r32 ( z i − Z ) Pelaksanaan Interior Orientation. Resampling yang disediakan nearest neighbour dan bilinear interpolation. Orientasi Dalam (Interior Orientation) Pada tahap ini dilakukan perhitungan model matematik koordinat foto digital (kolom. (kolom) + a5 . cos k r13 = sin w . Kemudian dilakukan hitung perataan untuk menentukan besarnya nilai a1 . Sin k r31 = sin ϕ r12 = cos w . cos k r21 = . baris). cos k r22 = cos w . Z) dan orientasi (w. Sistem koordinat kamera diperoleh dari data kalibrasi kamera. . orientasi luar (exterior orientation) pembuatan modelsterio digitasi dan plotting dilakukan secara digital. a2 . baris) dengan koordinat kamera (x. Pembuatan Foto Epipolar. dengan : x = r11 ⋅ x + r12 ⋅ y + r13 ⋅ f .sin w . Hitungan dilakukan dengan cara space-resection atau juga disebut Single Model Bundle Adjustment. sin ϕ .2. ϕ. κ) dari sebuah foto (kamera) pada saat pemotretan dilakukan. κ = orientasi kamera X. cos k r23 = sin w . . Sehingga orientasi dalam (interior orientation). Sesudah rotasi dilakukan. (baris) + a…(1) 3 y = a4 . afin dan proyektif. (3) y = r21 ⋅ x + r22 ⋅ y + r23 ⋅ f x .y). cos ϕ x0. r12 … r33 = elemen matrik rotasi w. a6 . 2. yang akan r13 ( x i − X ) + r23 ( y i − Y ) + r33 ( z i − Z ) dihasilkan full controlled mosaic.y0 = offset kamera f = panjang fokus r11. cos k – sin w . Pembuatan foto epipolar ini dilakukan dengan merotasi foto asli (yang masih miring) menjadi foto tegak. y) dengan orientasi kamera dikenal sebagai persamaan garis (berkas) sinar atau collinearity equations. sehingga tidak ada lagi paralak y. yang berbeda karena sistemnya dibuat digital. r12 … = elemen matrik rotasi yang sudah dihitung pada tahapan orientasi luar. sin k + sin w . zi = koordinat titik kontrol Posisi dan orientasi kamera tersebut bisa di hitung dari persamaan kolinier sesudah dilakukan digitasi terhadap paling tidak pada 3 buah titik kontrol yang tidak segaris. Model matematik untuk orientasi dalam yang tersedia adalah sebangun (Conform). foto epipolar ini bisa ( x − x0 ) = f digabung (disusun) menjadi mosaik. y = koordinat foto epipolar (foto tegak) r11 . cos k + cos w . x = a1 . 2. 2.y). Dengan : . yi . Z = posisi kamera saat pemotretan xi .y) dengan koordinat foto digital (kolom.cos ϕ. Pada era analog. sebanyak yang tersedia (4 atau 8). sin ϕ .3. Persamaan tersebut diselesaikan dengan digitasi tanda fidusial (fiducial marks).1. penegakkan dilakukan dengan alat rectifier. sebagai berikut : r11 = cos ϕ . Orientasi Luar (Exterior Orientation) Pada tahap orientasi luar perhitungan posisi (X. Setelah orientasi dalam semua titik di foto telah mempunyai sistem koordinat kamera (x.dikategorikan tipe awal dari generasi soft copy photogrammetry.y). Model matematik yang menghubungkan sistem koordinat kamera (x . PRINSIP KERJA DDPS-3D MAPPER DDPS-3D Mapper mempunyai prinsip kerja umum ploter fotogrametri. sin k r33 = cos w . sin ϕ . sin k – cos w . . Y. ϕ. 2. ( y − y 0 ) = f 12 i Exterior Orientation dan Generation of Epipolar r13 ( x i − X ) + r23 ( y i − Y ) + r33 ( z i − Z ) Images pada DDPS-3D Mapper dilakukan oleh (2) modul Stereo-Maker. . (Generation of Epipolar Images) Foto Epipolar adalah foto yang tegak. (kolom) + a2 . .

Format yang dihasilkan sudah dalam bentuk Geotiff.. DDPS-3D Mapper telah mengantisipasi keadaan tersebut. rerata sekitar 5 menit waktu yang diperlukan untuk proses orientasi dalam. Yogyakarta. Digitasi (plotting) Proses digitasi (plotting) merupakan proses yang memerlukan waktu paling lama. rerata sekitar 15 menit. 2. 4.. Ortofoto. Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Bantuan screen-scope yang dipasang di depan monitor membantu sekali dalam memperoleh 3D view. • DRM (Digitising Refinement with Matching) yang merupakan built in autocorellator. • Fasilitas broken line. Untuk satu model diperlukan rata-rata 4 sampai 5 jam. DAFTAR PUSTAKA Soeta’at. • TIN..4. Exterior Orientation. dikarenakan harus menempatkan titik dimonitor dengan titik yang diprik (dilubangi) pada diapositif. dan memerlukan operator yang skillful. 2001. sehingga tulisan ini bisa dibuat.. Ketelitian proses exterior orientation rata-rata bisa mencapai sub-pixel. Hal tersebut juga sudah dilakukan pada Pemrosesan Fotogrametri Sistem Digital untuk pemetaan kota Bontang. 1994. Selain fasilitas digitasi standar pada under window tersedia juga antara lain : • 255 layer untuk digitasi. sedang untuk digitasi (plotting) perlu membeli lebih banyak (6 atau lebih) modul StereoMapper. | kembali ke atas dokumen | kembali ke daftar isi | . Stereo Mapper ini membaca sepasang foto epipolar yang dihasilkan oleh StereoMaker.s. Sehingga untuk pembuatan model sterio. Proses exterior orientation dengan sistem digital memakai DDPS bias dipercepat karena foto dari pasangan yang sudah dikerjakan (diproses) bisa ditransfer ke pasangan berikutnya.2. . DDPS-3D Mapper juga menyediakan modul StereoMaker untuk pembuatan ortofoto. yaitu dimungkinkannya pembelian modul software secara eceran.. Pelaksanaannya cukup lama. Waktu yang diperlukan untuk digitasi (plotting) kira-kira bisa 10 kali waktu yang diperlukan untuk pembuatan model sterio (orientasi dalam dan luar). maka 3Dview sudah bisa diperoleh dengan bantuan Screenscope yang dipasang didepan monitor.. Australia. 3D Mapper Pty Ltd.m. menyediakan modul yang disebut StereoMapper untuk melakukan digitasi (features extraction and DEM generation) serta bisa Import-export vektor ke AutoCAD. Digitasi (Penggambaran) DDPS-3D Mapper. Pembuatan ortofoto memerlukan DEM yang dihasilkan oleh StereoMaker. 3. Bila diinginkan. PEMROSESAN FOTOGRAMETRI SISTEM DIGITAL PADA PEMETAAN KOTA BANDUNG Interior Orientation Digitasi fidusial (ada 8 titik fidusial) tidak menemui kesulitan untuk memperoleh r. Sehingga untuk pasangan foto baru tersebut cukup satu foto yang diproses. WaindoSpecterra. tidak perlu paket utuh. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang telah dilakukan antara Jurusan Teknik Geodesi UGM dengan PT. Desktop Digital Photogrammetri System – User Manual.. sub piksel. hasil ortofoto tersebut bisa disusun menjadi mosaik ortofoto atau peta ortofoto. Karena pada foto epipolar paralak y sudah tidak ada..5. Pelaksanaan orientasi-dalam berlangsung cepat. Fotogrametri Analitik. untuk pembuatan DTM. cukup membeli 1 atau 2 modul Stereo-Maker.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful