Pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dapat dilaksanakan melalui penelitian yang meliputi metode survei dan metode eksperimen

. Dapat ditempuh dengan metode wawancara menggunakan teknik Rapid Rural Appraisal atau Partisipatif Rural Appraisal yaitu memahami desa secara lebih cepat dengan melibatkan petani dan kelompok – kelompok tertentu yang di anggap perlu. Kedua metode ini merupakan survei informal tanpa kuisioner yang terstruktur. Secara harfiah metode ini dapat diartikan sebagai: pengkajian pedesaan dan atau pesisir secara partisipatif. Menurut Robert Chambers (yang mengembangkan metode ini) mengartikan sebagai : sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat pedesaan dan atau pesisir untuk turut serta meningkatkan dan mengkaji pengetahuan mereka mengenai hidup dan keadaan mereka sendiri agar meraka dapat menyusun rencana dan tindakan pelaksanaannya. Ada 2 (dua) tujuan yang ingin dicapai, yaitu :  Tujuan Jangka Pendek: yaitu melaksanakan kegiatan bersama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan praktis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Tujuan Jangka Panjang adalah untuk mencapai pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial dengan pengembangan masyarakat melalui proses pembelajaran. Sistem pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan atau dengan kata lain sistem pertanian yang patuh dan tunduk dengan kaidah-kaidah alam. Paradigma pertanian baru ini menjadi solusi dari kegagalan sistem Revolusi Hijau (Green Revolution) yang telah merusak industri pertanian di negara berkembang. Enam Langkah Aktivitas Pengembangan Teknologi Partisipatoris (PTP)  Memulai  Mencari hal yang dapat dicoba  Merancang uji coba  Melakukan uji coba

 Berbagi hasil  Proses

.

Pola Analisis Pola ruang Pertanyaan yang ingin Diagram di jawab   Apa Dimana    Pola waktu   Peta Transek Kalender musim Trend waktu Profil sejarah  Kapan .  Fasilitator atau tenaga pendamping berproses membaur masuk sebagai anggota masyarakat. dan  Fasilitator atau tenaga pendamping harus memperhatikan jadwal aktivitas petani. informasi baru. produktivitas lahan yang menurun dan sumber daya alam yang terbatas. Mereka merasakan sistem pertanian yang sudah ada mengalami perubahan terus seiring dengan bertambahnya pengalaman. meningkatnya jumlah penduduk. bukan sebaliknya Sistem pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture system) melalui pendekatan yang partisipatif memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengambil keputusan dan merangsang tumbuhnya inovasi-inovasi lokal dengan melakukan ujicoba dan pembaruan teknologi.keunggulan  Memposisikan petani sebagai pusat kegiatan pembangunan  Memposisikan petani sebagai narasumber utama dalam memahami kondisi dan situasi agroekosistem sekitarnya. bukan sebagai tamu asing. Selama ini partisipasi petani dalam pengembangan teknologi diperlihatkan oleh mereka melalui berbagai ujicoba dan penggabungan pengetahuan baru dengan teknologi tradisional dalam kegiatan usaha tani. munculnya aspirasi baru.

co.google.Pola aliran  Bagaimana    Pola keputusan   Siapa Dimana   Diagram air Aliran umpan balik Diagram blok Tabel rangking Diagram vena http://books.id/books?id=XfGjtRE69yQC&pg=PA102&lpg=PA102&dq=Enam+Langkah+Aktivita s+Pengembangan+Teknologi+Partisipatoris+(PTP)&source=bl&ots=g1p4h_MjD3&sig=8zN6Wj8thpsXD4 WZ4dct9qFUrEU&hl=en&sa=X&ei=qL5HUprED4fc9ATflIGQCA&redir_esc=y#v=onepage&q=Enam%20Lan gkah%20Aktivitas%20Pengembangan%20Teknologi%20Partisipatoris%20(PTP)&f=false .