Mioma uteri dikenal juga dengan sebutan fibromioma, fibroid, atau leiomioma merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat. Paling sering ditemukan pada wanita usia reproduksi

Etiologi  Belum jelas

Teori stimulasi estrogen › Tumbuh lebih cepat pada masa hamil › Tidak ditemukan sebelum menarche › Mengalami atrofi sesudah menopause
Teori Cell nest atau genitoblast Terjadinya mioma uteri tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada cell nest yang selanjutnya dapat dirangsang terusmenerus oleh estrogen.

Faktor resiko :  Usia penderita antara 25 -50 tahun  Hormon endogen : estrogen  Riwayat keluarga  Indeks massa tubuh  Makanan  Kehamilan : estrogen meningkat

Klasifikasi menurut lokasi :  Submukosum (10-15%) › Bertangkai  dilahirkan melalui saluran serviks (myomgeburt) Intramural (60-70%)  Subserosum (15-20%)  › Intraligamenter dan wandering/parasitic fibroid  Servikal (1-3%) .

.

Gejala dapat berupa :  Pembesaran uterus  Perdarahan uterus abnormal (PUA) › Heavy menstrual bleeding (menoraghia) › Intermenstrual bleeding (metroraghia)  Nyeri  Tanda penekanan organ sekitar  Infertilitas dan Abortus. .

Perdarahan uterus abnormal (PUA) :  PUA akut  PUA kronik  Perdarahan uterus abnormal dapat memberikan gejala sekunder yaitu ANEMIA .

Penanganan mioma uteri  Konservatif  Terapi operatif  Terapi sinar .Prinsip pengobatan:  Pengobatan kausal  Pengobatan hematinik bila ada indikasi  Pengobatan simptomatik.

Kawangkoan SD Minahasa Katolik 1 Agustus 2013 .Nama  Umur  Alamat  Pendidikan  Suku  Agama  MRS  : : : : : : : Ny. DS 51 tahun Kiawa.

sedikit dan tidak bergumpal. . Perut terasa membesar (+). Anamnesis KU : Keluar darah dari jalan lahir sejak + 1 bulan yang lalu Riwayat Penyakit Sekarang: › Perdarahan dari jalan lahir dialami penderita › › › › › sejak + 1 bulan yang lalu. Riwayat keputihan dan terlambat haid disangkal penderita. darah yang keluar banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Bila haid. Perdarahan berlangsung hilang timbul baik didalam maupun diluar siklus haid. BAB dan BAK biasa.

paru-paru. tekanan darah tinggi dan kencing manis disangkal. Riwayat operasi sebelumnya: › Tidak ada. hati.Riwayat Penyakit Dahulu: › Riwayat sakit jantung. umur perkawinan 31 tahun . ginjal. Riwayat perkawinan: › Penderita kawin 1 kali dengan suami sekarang.

.Riwayat haid › Menars 13 tahun › Siklus teratur setiap bulan. lamanya 3 hari. haid mulai tidak teratur dan pada saat haid. darah haid biasa. nyeri saat haid (-). darah banyak serta berlangsung lebih lama. › Sejak ± 2 bulan yang lalu.

› Riwayat terlambat haid (–). › Riwayat sakit kelamin (–).Riwayat penyakit ginekologi › Riwayat nyeri pinggang/panggul (–). › Riwayat keputihan (-). › Keluhan perdarahan pasca senggama (–). . › Nyeri saat haid (-).

› P3  1989. 3500 gr. hidup.Riwayat obstetrik › P1  1981. aterm. spontan letak kepala. hidup. 3100 gr. hidup. aterm. di Rumah oleh Bidan. 2900 gr. di Rumah oleh Bidan. di Rumah oleh Bidan. spontan letak kepala. Riwayat Keluarga Berencana › AKDR . › P2  1984. spontan letak kepala. aterm.

3C Mata: Konjungtiva anemis. Pemeriksaan Fisik › Keadaan umum : Cukup › Kesadaran › › › › › : Compos Mentis Tinggi badan : 154 cm Berat badan : 56 kg Tanda vital : TD: 110/70 mmHg. N 84 x/m. sklera tidak ikterik Leher: Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada . SB 36. R 20 x/m.

benjolan (-) › Jantung : bunyi jantung reguler. ronki (–/–). bising (–) › Paru-paru : suara pernapasan vesikuler. hiperpigmentasi areola dan papila mammae (–). wheezing (–/–) › Abdomen :  Inspeksi : datar  Palpasi : lemas. uterus menonjol sesuai umur kehamilan 14-16 minggu  Perkusi : pekak berpindah (–)  Auskultasi : bising usus (+) normal › Ekstremitas : edema tidak ada .› Payudara : simetris.

vagina dan vulva tidak ada kelainan. vagina tidak ada kelainan. portio kenyal. porsio licin. nyeri tekan (–).  adneksa / parametrium lemas. usia kehamilan 14-16 minggu. mobile. livide (-). PEMERIKSAAN GINEKOLOGIK › Inspeksi : fluksus (+). › Periksa dalam :  fluksus (+). massa (–)  kavum Douglasi lemas. OUE tertutup  korpus uteri antefleksi. erosi (-). tidak berbenjol . nyeri tekan (–). OUE tertutup. vulva tidak ada kelainan › Inspekulo : fluksus (+).

8 g/dL. uk.000 /mm3. leukosit 5.8 cm x 11. 16. eritrosit 4.3 cm  Miometrium heterogen tampak massa (+)  Adnexa bilateral massa (-)  Cairan bebas (-) Kesan : mioma uteri . Pemeriksaan Penunjang › Laboratorium: Hb 6. trombosit 273.700 /mm3. GDS 102 mg/dL › EKG: Dalam batas normal › USG:  Uterus antefleksi.2 cm x 18.45 106/mm3.

 DIAGNOSIS KERJA P3A0. 51 tahun dengan mioma uteri + anemia DIAGNOSIS BANDING Tumor padat ovarium  .

Traneksamat 3x500 › As. SIKAP › Masuk rumah sakit › Perbaiki KU Pro Tranfusi s/d Hb > 10 › D & C → pemeriksaan PA › Foto thorax › Rencana HTSOB › Sedia donor. setuju operasi › Lapor konsulen › As. Mefenamat 3x500 › SF 2x1 .

lalu ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi. Fascia diinsisi kecil lalu diperlebar ke atas dan ke bawah.Pasien dibaringkan terlentang di meja operasi dalam anastesi general dilakukan antiseptis pada abdomen dan sekitarnya. Insisi diperdalam lapis demi lapis sampai fascia. Dilakukan insisi linea mediana inferior. .

Otot disisihkan secara tumpul. Setelah peritoneum dibuka. . peritoneum dijepit dengan 2 pinset. Peritoneum digunting kecil dan diperluas ke atas dan ke bawah. setelah jalan tidak ada usus yang terjepit. tampak uterus membesar ukuran + 25 cm x 15 x 10 cm.

otot. Sebagian perlengketan pada tuba dan mesosalping dapat dibebaskan. ovarium sinistra.Eksplorasi: tampak perlekatan (+) antara peritoneum. bagian adneksa distal dengan usus sulit dibebaskan. Diputuskan dilakukan adhesiolisis. . mesosalping dengan usus. tuba sinistra.

Identifikasi plika vesikouterina dijepit dengan 2 klem. Ligamentum rotundum kiri dijepit dengan 2 klem.Eksplorasi lanjut: kedua tuba dan ovarium berukuran dalam batas normal diputuskan dilakukan HTSOD. Demikian juga disebelahnya diperlebar sampai pangkal ligamentum rotundum. . Demikian juga disebelahnya. digunting dan dijahit. digunting dan dijahit.

kemudian dibuat jarak pada ligamentum latum avaskuler dekstra secara tumpul. Kontrol perdarahan (-). Dilakukan klem pada pangkal tuba. ligamentum ovary proprium dan ligamentum infundibulopelvikan dekstra dengan 3 klem. mesosalping. Digunting dan dijahit dengan double ligasi. .Vesika urinaria disisihkan ke bawah dan dilindungi dengan abdomen.

Dilanjutkan dengan dibuat pendek pada ligamentum latum avaskuler sinistra secara tumpul. Kontrol perdarahan. Hal yang sama dilakukan pada sisi disebelahnya. Identifikasi arteri uterina kiri. Dilakukan klem pada pangkal tuba. . mesosalping. digunting dan dijahit double ligasi. ligamentum ovary proprium sinistra. Digunting dijahit dengan double ligasi. arteri uterina dijepit dengan 3 klem.

Puncak vagina dijepit 4 kocher panjang. digunting. identifikasi puncak vagina. diligasi. digunting dan diligasi begitu juga sebelahnya kemudian ditelusuri dibawahnya. ligamentum sakrouterina kiri dijepit 2 klem.Ligamentum kardinale dijepit dengan 2 klem. begitu juga disebelahnya. Puncak vagina dijepit dengan klem kemudian digunting masukan kassa betadine. dijahit 2 lapis. kontrol perdarahan (-). .

Operasi selesai. . Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis. Lemak dijahit simpul. Otot dijahit simpul. Luka operasi ditutupi dengan kassa betadine. Dilakukan periksa dalam.Dilakukan retroperitonealisasi. kasa pada vagina dikeluarkan.9% 1000 cc. rongga abdomen dibersihkan. kontrol perdarahan (-). Peritoneum dijahit selujur. Cavum abdominal dicuci dengan NaCl 0. Kulit dijahit subkutikuler.

diuresis ± 450 cc  Diagnosis Post Operasi: P3Ao. S : 36C › Perdarahan ± 700 cc. N : 82 x/m.i mioma uteri intramural . R : 24 x/m. 51 tahun post Histerektomi Total + Salpingo-oovorektomi Dextra a. KU Post Operasi › T : 110/80 mmHg.

300 /mm3. Traneksamat 3x1 amp Lab.2 g/dL.Metronidazole 2 x 0.5 gr drips › Vit C 3x1 amp › As. Instruksi Post Operasi › Kontrol Hb 2 jam dan 6 jam Post Operasi › Puasa sampai peristaltic (+) › RL : D 5 % = 2:2  30gtt/m › Bila Hb < 10 gr/dL  pro transfusi › Antibiotika : . eritrosit 3. trombosit 272.Ceftriaxone 3 x 1 gr IV . Post-Op (6 jam) : Hb 11.000 /mm3. leukosit 17.39 106/mm3 .

0 Hematokrit: 39. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 . Mefenamat 3x1 -As. Traneksamat 3x1 -As.34 Hemoglobin: 9.00 0 P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri dengan Mioma uteri dengan Mioma + Anemia + Anemia uteri + Anemia Perbaiki KU Perbaiki KU Perbaiki KU -Transfusi sampai -Transfusi sampai -Transfusi sampai Hb > 10 mg/dL Hb > 10 mg/dL Hb > 10 mg/dL -As. Traneksamat -As.1 Agustus 2013 Hari I S Keluar darah dari jalan lahir. cair KU Kes T N R TFU Tampak sakit Cm. sedikitsedikit. Mefenamat -SF 2x1 -SF 2x1 3x1 -SF 2x1 A P P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri + Anemia Perbaiki KU -Transfusi sampai Hb > 10 mg/dL -As.6 Trombosit:342. Conj An (+) 110/70 mmHg 84 x/m 20 x/m Perdarahan Perdarahan berkurang. Conj An (+) 110/70 mmHg 80 x/m 20 x/m Foto thorax: dalam batas normal 3 Agustus 2013 Hari III 4 Agustus 2013 Hari IV 5 Agustus 2013 Hari V Perdarahan pervaginam lebih berkurang Cukup Cm. Traneksamat -As. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri + Anemia Perbaiki KU -Transfusi sampai Hb > 10 mg/dL -As. sedikit. cair berkurang Cukup Cm. sedikitsedikit.pervaginam lebih sedikit. Conj An (+) 110/70 mmHg 84 x/m 20 x/m 14-16 minggu EKG: dalam batas normal USG: kesan mioma uteri 2 Agustus 2013 Hari II Keluar darah dari jalan lahir. Mefenamat 3x1 -As. Traneksamat 3x1 3x1 3x1 -As. Conj An (+) 110/70 mmHg 80 x/m 20 x/m O Cukup Cm. cair Cukup Cm. Traneksamat 3x1 -As. Conj An (+) 110/70 mmHg 84 x/m 22 x/m Hasil Lab: Leukosit: 4300 Eritrosit: 3.

57 Hemoglobin: 11.000 (-) 7 Agustus 2013 Hari VII (-) 8 Agustus 2013 Hari VIII (-) 9 Agustus 2013 Hari IX (-) 10 Agustus 2013 Hari X Keluar darah dari jalan lahir. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 -As. Traneksamat 3x1 -As.3 Hematokrit: 40.6 Agustus 2013 Hari VI S O KU Kes T N R Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m Hasil Lab: Leukosit: 6500 Eritrosit: 5. Traneksamat 3x1 -As. Traneksamat 3x1 -As. Traneksamat 3x1 -As. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 -Tunggu hasil D & C P . Mefenamat 3x1 -SF 2x1 -D & C -As. sedikit Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m Cukup Cm 120/80 mmHg 84 x/m 20 x/m Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m A P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri dengan Mioma uteri dengan Mioma uteri dengan Mioma uteri dengan Mioma uteri -As. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 -R/ HTSOB 16/8 -As. Mefenamat 3x1 -SF 2x1 -As.2 Trombosit:223. Traneksamat 3x1 -As.

5oC Luka operasi: terawat.0oC Luka operasi: terawat.i Mioma uteri intramural H-II -Mobilisasi bertahap -Diet cair -IVFD -Ceftriaxone 3x1 gr IV -Metronidazole drips 2x0. Traneksamat 3x1 -SF 2x1 P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri -HTSOB hari ini P3A0 51 tahun post HTSOD a. rembesan darah (-) A P P3A0 51 tahun dengan Mioma uteri -As. rembesan darah (-) 19 Agustus 2013 Hari XIX Nyeri berkurang Cukup Cm 110/80 mmHg 84 x/m 20 x/m Luka operasi: terawat.i Mioma uteri intramural H-I -Mobilisasi bertahap -Diet cair -IVFD -Ceftriaxone 3x1 gr IV -Metronidazole drips 2x0.5 gr -Kaltrofen supp II -Paracetamol 3x500 -Vit C 3x1 amp iv -Rawat luka P3A0 51 tahun post HTSOD a.5 gr -Vit C 3x1 amp iv -Rawat luka P3A0 51 tahun post HTSOD a. tertutup. Mefenamat 3x500 -Rawat luka .14 Agustus 2013 Hari XIV S O KU Kes T N R (-) Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m Hasil D & C: Kesimpulan  Hiperplasia Endometrium Simpleks 16 Agustus 2013 Hari XVI (-) Cukup Cm 120/80 mmHg 84 x/m 22 x/m 17 Agustus 2013 Hari XVII Nyeri luka operasi Cukup Cm 100/70 mmHg 84 x/m 20 x/m 37.i Mioma uteri intramural H-III -Mobilisasi bertahap -Diet TKTP -IVFD -Ceftriaxone 3x1 gr IV -Metronidazole drips 2x0. tertutup. rembesan darah (-) 18 Agustus 2013 Hari XVIII Nyeri berkurang Cukup Cm 110/80 mmHg 84 x/m 20 x/m 36. tertutup.5 gr -Vit C 3x1 amp iv -As.

tertutup. Traneksamat 3x1 -Penderita dipulangkan dalam keadaan baik -Kontrol poli ginekologi RSUP Prof.i Mioma uteri intramural H-V -Diet TKTP -Cefadroxil 3x1 tab -Metronidazole 2x1 tab -As. BU (+).20 Agustus 2013 Hari XX S O KU Kes T N R (-) Cukup Cm 120/80 mmHg 80 x/m 20 x/m Luka operasi: terawat. tertutup. pus (-) 21 Agustus 2013 Hari XXI (-) Cukup Cm 120/80 mmHg 84 x/m 22 x/m Luka operasi: terawat. pus (-). Mefenamat 3x1 -Rawat luka P3A0 51 tahun post HTSOD a. kateter -Cefadroxil 3x1 tab -Metronidazole 2x1 tab -As. BAB (-) A P3A0 51 tahun post HTSOD a. Kandou P . Traneksamat 3x1 -As.i Mioma uteri intramural H-IV -Diet TKTP -Aff infuse. rembesan darah (-). rembesan darah (-).

. sedikit dan tidak bergumpal  PUA Akut › Bila haid. pemeriksaan fisik. darah yang keluar banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya  heavy menstrual bleeding ialah perluasan dari permukaan endometrium. pemeriksaan ginekologik dan pemeriksaan penunjang  Anamnesis:  › Perdarahan pervaginam sejak + 1 bulan yang lalu.Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. hiperplasia endometrium dan penekanan vena oleh mioma/tumor yang mengakibatkan kongesti vena di endometrium.

 Anamnesis: › Perdarahan berlangsung hilang timbul baik didalam maupun diluar siklus haid  intermenstrual bleeding disebabkan oleh massa mioma yang mengalami trombosis vena endometrial dan nekrosis pada permukaannya terutama pada mioma submukosum.  Pemeriksaan fisik › Konjungtiva anemis  Anemia  komplikasi mioma uteri dengan keluhan PUA › Pembesaran uterus sesuai umur kehamilan 14-16 minggu  massa mioma yang semakin membesar .

. Pemeriksaan ginekologi › Fluksus (+)  perdarahan pervaginam (PUA) yang merupakan manifestasi paling sering dan penting dalam mendiagnosis suatu mioma uteri › Pembesaran uterus (14-16 minggu). immobile  kemungkinan terjadi perlekatan jaringan uterus dengan jaringan sekitarnya.

massa (+). Pemeriksaan penunjang › USG  ukuran uterus membesar. cairan bebas (-)  Secara umum penanganan kasus mioma uteri adalah penanganan konservatif. sinar/radiasi dan medikamentosa. . operatif. adneksa bilateral massa (-). gambaran miometrium hipochoic.

tuba sinistra. ovarium sinistra.  Tampak uterus membesar + 25 cm x 15 cm x 10 cm  mioma intramural . mesosalping sinistra dengan usus sehingga diputuskan HTSOD. R/ HTSOB tetapi pada saat operasi didapatkan adanya perlekatan antara peritonium. otot.

HTSOD  bebas dari komplikasi degenerasi keganasan. melihat dari keadaan umum dan tanda vital post operasi yang berangsur-angsur membaik. Prognosis Pre Operasi : dubia et malam karena mioma berukuran sebesar kehamilan 14-16 minggu . disertai dengan perdarahan uterus akut  anemia Prognosis post operasi : dubia et bonam.  .

dan pemeriksaan penunjang  Penaganan dengan HTSOD Prognosis pre operasi dan post operasi adalah dubia et malam  dubia et bonam  . pemeriksaan fisik. Diagnosa berdasarkan anamnesis. pemeriksaan ginekologi.

 Edukasi kepada penderita dan keluarga mengenai penyakit dan tindakan operasi yang dilakukan Disarankan kontrol rutin pokliklinik dan jangan mengabaikan anjuran dari rumah sakit/dokter  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful