PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII

artikel disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika

oleh Bagus Ilman Fuada 4201408024

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

NIP. Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping Dr. . Mengetahui. 19680714 199603 1 005 NIP.PENGESAHAN Artikel yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Konstruktivisme untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII disusun oleh Bagus Ilman Fuada 4201408024 Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FMIPA Universitas Negeri Semarang pada tanggal 26 Juli 2013.Si. Sarwi. Dr. 19620809 198703 1 001 . M. M. Suharto Linuwih.Si.

Based on the t test and the gain can be concluded that the application of the model-based Problem Based Learning constructivism can increase students understanding of the concept of class VII. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampling with purposive sampling technique. Indonesia email : bagusilman10@gmail. Semarang 50229. I. Kampus Sekaran. Berdasarkan uji t dan uji gain dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII. Kata Kunci : Problem Based Learning. students understanding of the concept . tes dan observasi. Universitas Negeri Semarang. Linuwih Jurusan Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII B. Sarwi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. pemahaman konsep siswa ABSTRACT The purpose of this study was to determine the application of the model based constructivism Problem Based Learning is more effective than regular cooperative model and to determine the increase in students understanding of concepts as applied to Problem Based Learning models based on constructivism on the subject of heat. tests and observation. Keywords: Problem Based Learning. Data collection methods used are documentation. Gunungpati. Data penelitian berupa pemahaman konsep siswa dan aktivitas siswa.com ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme lebih efektif dari model kooperatif reguler dan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme pada pokok bahasan kalor. S. Fuada. konstruktivisme. construtivism. The research data in the form of students understanding of concepts and student activities.

kemudian masing-masing kelompok melakukan eksperimen dan mengerjakan LKS yang sudah disediakan oleh guru.2 PENDAHULUAN Proses pembelajaran selama ini masih didominasi oleh guru sehingga belum memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikir. siswa diajak berdiskusi untuk menyatukan konsep yang telah diperoleh dari eksperimen. Guru hanya sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam pembelajaran dan kegiatan laboratorium. Kemudian HyoJeong and Bosung Kim (2009) menyatakan bahwa Problem Based Learning berbasis teknologi bagi para guru dapat memperoleh pengalaman yang lebih dapat memperluas dasar pengetahuan para guru dan dapat memperkuat hubungan ilmu pendidikan dengan teknologi. Pada model pembelajaran ini siswa diberikan permasalahan oleh guru. Berdasarkan Penelitian Orhan Akinoglu (2007). Setelah dibagi kelompok. siswa akan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Problem Based Learning lebih mempengaruhi prestasi belajar siswa dibandingjan dengan model pembelajaran tradisional yang mana telah diterapkan di sekolah. merupakan Model model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme pembelajaran yang mengutamakan . salah satunya adalah pembelajaran berpusat pada guru beralih pada siswa (Student Centered). Setelah masing-masing kelompok mendapatkan kesimpulan dari LKS yang dikerjakan. Cara guru mengajar yang hanya satu arah (teacher centered) menyebabkan penumpukan informasi atau konsep saja yang kurang bermanfaat bagi siswa tanpa mengetahui maknanya. hal tersebut dikarenakan dalam metode ini kelas akan dibuat sedemikian rupa sehingga setiap siswa dituntut untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri untukmenemukan konsep dan memecahkan masalah yang diberikan dalam pembelajaran. Berlakunya KTSP menuntut perubahan paradigma pembelajaran. Dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme. Kemudian kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Konstruktivisme merupakan salah satu jalan untuk dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran.

. Desain penelitian pretestposttest group dengan pola: E K 01 03 X1 X2 02 04 E :Kelompok eksperimen ( kelompok yang menggunakan pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme ) K : Kelompok kontrol (kelompok yang menggunakan model kooperatif reguler) 01 02 : Pre-test kelompok eksperimen : Post-test kelompok eksperimen . METODE Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental Design. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Hal ini sesuai dengan kesimpulan dari Halizah Awang (2008) dalam penelitiannya yang berjudul Creative Pedagogy and Practice in the engineering classroom.3 pengetahuan awal siswa sebagai pemikiran awal siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru dan keaktifan siswa dalam melakukan praktikum untuk menemukan konsep. Ia menyimpulkan bahwa Problem Based Learning adalah pendekatan pedagogis total pendidikan dirinya yang sendiri berfokus untuk untuk membantu siswa mengembangkan belajar keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII setelah diterapkan penerapan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme dapat dan untuk mengetahui model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme lebih efektif dari model kooperatif regular. Variabel dalam penelitian ini meliputi model pembelajaran (Problem Based Learning) sebagai variabel bebas dan pemahaman konsep siswa sebagai variabel terikat.

14 Uji t thitung ttabel. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 5.14 58. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil post-test kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol sebab thitung>ttabel. metode tes untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dari hasil pre-test dan pos-test serta metode observasi untuk mengetahui tingkat aktivitas siswa dalam kegiatan praktikum. Selain itu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian berupa pemahaman konsep siswa dan tingkat aktivitas siswa yang terdiri dari aspek kognitif dan psikomotorik. Sedangkan untuk data perbandingan hasil belajar dapat dilihat pada Gambar 2.86 37.4 03 04 X1 X2 : Pre-test kelompok kontrol : Post-test kelompok kontrol : Pembelajaran menggunakan Problem Based Learning berbasis konstruktivisme : Perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif regular Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi untuk uji homogenitas kedua kelas.00 68. hasil uji gain (g) diperoleh nilai untuk kelas eksperimen sebesar 0. Uji t dan Uji Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Eksperimen Kontrol Rata-rata Pre-test Post-test 39. .33. dapat dilihat pada Gambar 1.00.48 dan ttabel sebesar 2.00 <g> 0.33 Kriteria Sedang Sedang Berdasarkan data uji t di atas. 5. Hasil untuk uji-t dan uji gain kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.49 sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh nilai sebesar 0.48 2.49 0.

siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Perbandingan Pemahaman Konsep dengan Aktivitas Siswa Data pemahaman konsep diperoleh dengan melakukan metode tes baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Rata-rata nilai hasil pre-test dan post-test 80. Kelompok-kelompok tersebut dihadapkan pada suatu permasalahan untuk menemukan konsep dari kalor.85 Kelas eksperimen dengan metode problem based learning berbasis konstruktivisme Kelas kontrol dengan menggunakan koopertif reguler diskusi Pemahaman Konsep Aktivitas Siswa Gambar 2. Siswa belajar dan bekerja dengan kelompoknya masing-masing untuk menemukan konsep kalor.86 80 60 40 20 0 kelas eksperimen kelas kontrol 39 37.5 68. siswa mampu memecahkan masalah dalam materi pembelajaran khususnya pada materi kalor yang erat hubungannya dengan kehidupan seharihari. Dalam proses kegiatan belajarnya. Pada akhir pembelajaran.14 pre-test post-test Gambar 1. Siswa kemudian belajar secara kolaboratif dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui pengalaman langsung di lapangan dengan melakukan kegiatan praktikum.57 68.86 58. Pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme. siswa mempresentasikan hasil kegiatan yang mereka lakukan di depan kelas dan .14 100 80 60 40 20 0 73. Siswa dapat menemukan konsep dan memecahkan permasalahan yang diberikan dalam pembelajaran.14 58.

kita harus mempertimbangkan gagasan. Rosi Netianingsih (2011) melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran fisika melalui pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan berfikir kreatif pokok bahasan gerak lurus kelas VII dalam pembelajaran di SMP N 4 Ungaran.6 dievaluasi serta bersama-sama menarik kesimpulan. baik yang secara pribadi dibangun maupun dikonstruksi oleh pengetahuan. John T dan Benjamin (2013) menyebutkan Problem Based Learning sebagai strategi pembelajaran berdasarkan konstruktivisme. guru tidak sepenuhnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dengan lingkunganya yang mengakibatkan siswa kurang aktif untuk berpikir. Siswa kurang terampil karena guru masih banyak membimbing dalam kegiatan praktikum. Hal ini diperkuat dengan beberapa hasil penelitian. Guru kurang dapat memahami siswa-siswa yang belum bisa menguasai materi palajaran dengan baik. Sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif regular yang dilakukan oleh guru di kelas kurang dapat membantu motivasi dan pengetahuan siswa untuk menguasai konsep yang telah diajarkan oleh guru. peningkatan kemampuan kognitif (pemahaman konsep) tersebut disebabkan karena perubahan model yang dilakukan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme pokok bahasan kalor. Berdasarkan analisis data. Hal ini dapat mengakibatkan tidak meningkatnya kemampuan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dan penguasaan materi. Pada saat pembelajaran. Dimana dalam aplikasinya mengajak siswa secara langsung aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Kemudian Wood (2004) menjelaskan bahwa dalam pembelajaran berbasis masalah guru bertindak sebagai fasilitator yang fungsinya membimbing dan menasihati kelompok dan menjaga mereka dijalur yang benar. Hal ini sesuai dengan penelitian Robottom (2004) menyatakan bahwa dalam mengajar ilmu pengetahuan. adalah konsep bahwa peserta didik membangun pemahaman mereka sendiri yang berkaitan dengan pengalaman . tetapi tidak memberikan informasi sehingga siswa aktif dalam memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru.

Dalam pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme memungkinkan guru fleksibilitas untuk menyajikan kurikulum mereka dengan cara yang inovatif serta guru menjadi fasilitator dan membimbing mengarahkan pembelajaran yang lebih bermakna. Adapun aspek psikomotorik yang dinilai dalam penelitian ini meliputi Merangkai alat dan bahan. siswa dituntut aktif dalam pembelajaran dimana siswa harus mengkonstruksi pengetahuanya sendiri dari permasalahan yang diberikan. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eric De Graff (2003) menyebutan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan pendidikan pendekatan dimana masalahnya adalah starting point dari proses pembelajaran. Sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif reguler dengan demonstrasi. membersihkan dan mengembalikan peralatan praktikum. Tingginya hasil belajar psikomotorik dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme disebabkan keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran khususnya kegiatan laboratorium dengan melakukan praktikum. dan kemampuan siswa dalam menjawab LKS. Hasil belajar psikomotorik (aktivitas) siswa setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif reguler. sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Masalah yang diangkat adalah masalah yang ada dalam kehidupan nyata.7 konkrit untuk membangun pengetahuan yang ada. Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini. melakukan percobaan. karena dengan pengamatan langsung. di mana proses kolaborasi dan refleksi yang terlibat. kerjasama kelompok. . siswa dapat mengetahui gejala dan proses tentang materi pembelajaran serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari terutama pada materi kalor. Sehingga siswa akan lebih mudah mempelajarinya. Menurut penelitian Cheong (2008) yang mengatakan bahwa belajar adalah konstruktif dan bukan menerima proses. siswa belum dapat memaksimalkan keterampilan yang mereka miliki disebabkan siswa kurang memiliki kesempatan dalam proses pembelajaran di kelas karena guru masih banyak membimbing siswa dalam kegiatan praktikum.

Sedangkan aspek psikomotorik memiliki nilai rerata 80. Awang H & Ishak Ramly. dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis konstruktivisme mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan kalor serta lebih efektif dari model pembelajaran kooperatif reguler. Using a Problem-Based Learning Approach to Teach an Intelligent Systems Course.Constructivism in Environmental Education. academic achievement. Üniversitesi Journal of Education 3(7):24-35. Psikologi Belajar. Constructivist Learning Approach In Science Teaching. 2007. Cheong F.Creative Pedagogy and Practice in the Engineering Classroom.2003. attitude and concept learning. 2006. dkk. Eurasia Journal of Mathematics. sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Hal ini dapat dilihat bahwa nilai post-test siswa yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning berbasis konstruktivisme dari aspek kognitif memiliki nilai rerata sebesar 68. Australian Journal of Environmental Education 20(2): 93-100. International Journal of Human and Social Sciences 3(1):18-23. Australasian Journal of Educational Technology 25(1):101-106. Jeong So H & Bosung Kim. .2004. pedagogy and content knowledge. Model Project Based Learning diharapkan dapat diterapkan pada pokok bahasan selain tekanan zat cair dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Akinaglu O & Ruhan Ozkardes Tandogan. Journal of Information Technology Education 7(1):48-59. I.57 yang lebih besar daripada nilai post-test siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif reguler.2008. 2009. Graff Eric D & Anette Kolmos. Semarang: UNNES Press.8 PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.2008.Characteristics of Problem Based Learning. Science & Technology Education 3(1):71-81. International Journal Engineering Education 19(5): 657662. Robottom. Sehingga para guru sebaiknya melakukan bimbingan yang optimal saat proses praktikum agar siswa dapat mengurangi kesulitan. Demirci Cavide.2009.86. The effects of problem based active learning of student. DAFTAR PUSTAKA Anni CT. Student teacher integrating technology.

2004. Wood E J.9 John T & Benjamin. Comparison of the Learning Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) and Conventional Method of Teaching Algebra. BEE Journal 3(1):3-5.2013. Journal of Education and Pratice 4(1):131-145. . Exploiting Knowledge of how People Learn to Promote Effective Learning.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful