DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG SATUAN KERJA PENGEMBANGAN WILAYAH NASIONAL

Energy

Sanitation

Sea Port

Rail Way

Road

Water

Airport

Telecom

PENYEMPURNAAN DAN PENYEPAKATAN RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH (RPI2-JM) KAWASAN BATAM – BINTAN – KARIMUN

Tiar Pandapotan Purba, ST Founder ISEZ Indonesia – Asia Phone: +6281310418551 Email: tiar.poerba@gmail.com http://www.scribd.com/tiar-pandapotan-purba-9369 Presentasi Konsensus RPIIJM KSN BBK| Batam| Oktober, 2013

S I S T E M A T I K A

P E M B A H A S A N

Pokok Pembahasan:
Energy Rail Way Telecom

1. 2. 3.

Road

Sea Port

Water Sanitation

Airport

4. 5.

Pendahuluan Prinsip Dan Proses Penyusunan RPIIJM Program/Kegiatan Prioritas Pembangunan Infrastruktur di KSN BBK Sumber Pembiayaan Infrastruktur RPIIJM BBK Penutup

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 2

1 . P E N D A H U L U A N

Bintan Resort

Barelang Bridge

Map of BBK

PLTU Karimun

Monumen Tanjungpinang

Sub Bahasan:

1.

Latar Belakang

2. Maksud, Tujuan dan Sasaran 3. Lingkup Wilayah Keluaran 4. Lingkup Kegiatan

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 3

1 . P E N D A H U L U A N
1. Latar Belakang 1. Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Kawasan BBK masih mengalami permasalahan seperti belum fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya. 2. Belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur antar kementerian/lembaga terkait (sektoral) dan pemerintah daerah. 3. Belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur. 4. Sinkronisasi Program dilakukan melalui berbagai forum dan rapat koordinasi sesuai dg peraturan perundang-undangan, dan dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan yg akan dilaksanakan masyarakat dan berdasarkan skala prioritas untuk kepentingan pengembangan wilayah. 5. Telah tersusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun pada tahun 2012 namun belum menjadi konsensus bersama pemangku kepentingan oleh karena itu perlu dilakukan penyempurnaan.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 4

1 . P E N D A H U L U A N
2. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
2.1 MAKSUD Memperoleh konsensus bersama (dokumen kesepakatan formal) semua stakeholder dalam program pembangunan infrastruktur. 2.2 TUJUAN Terwujudnya kesepakatan bersama dan inisiasi pelaksanaan RPI2-JM yang mengikat di Kawasan Batam-Bintan-Karimun. 2.3 SASARAN • Mengintegrasikan berbagai dokumen kebijakan spasial di Kawasan BBK. • Menginventarisasi program prioritas pembangunan infrastruktur di tingkat pusat dan di daerah Kawasan BBK. • Mengintegrasikan arahan spasial pengembangan wilayah dengan program prioritas infrastruktur di Kawasan BBK. • Mensinkronkan program prioritas pembangunan infrastruktur dari aspek fungsi, lokasi, waktu dan ketersediaan anggaran. • Mengidentifikasi alternatif sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur. • Memfasilitasi penyelenggaraan pembahasan kesepakatan rencana terpadu dan program investasi infrastruktur dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah di Kawasan BBK.
Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013 Hal 5

1 . P E N D A H U L U A N
3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1. Sebagian wilayah Kota Batam yang mencakup 12 (dua belas) kecamatan yang meliputi sebagian Kecamatan Batu Aji, sebagian Kecamatan Sekupang, sebagian Kecamatan Batu Ampar, sebagian Kecamatan Bengkong, sebagian Kecamatan Batam Kota, sebagian Kecamatan Lubuk Baja, sebagian Kecamatan Nongsa, sebagian Kecamatan Sei Beduk, sebagian Kecamatan Sagulung, sebagian Kecamatan Bulang, sebagian Kecamatan Galang, dan sebagian Kecamatan Belakang Padang; Sebagian wilayah Kabupaten Bintan yang mencakup 7 (tujuh) kecamatan yang meliputi sebagian Kecamatan Seri Kuala Lobam, sebagian Kecamatan Bintan Utara, sebagian Kecamatan Teluk Sebong, sebagian Kecamatan Teluk Bintan, sebagian Kecamatan Toapaya, sebagian Kecamatan Gunung Kijang, dan sebagian Kecamatan Bintan Timur; Sebagian wilayah Kota Tanjungpinang yang mencakup 4 (empat) kecamatan yang meliputi sebagian Kecamatan Bukit Bestari, sebagian Kecamatan Tanjungpinang Barat, seluruh Kecamatan Tanjungpinang Timur, dan sebagian Kecamatan Tanjungpinang Kota; dan Sebagian wilayah Kabupaten Karimun yang mencakup 3 (tiga) kecamatan yang meliputi sebagian Kecamatan Meral, sebagian Kecamatan Tebing, dan sebagian Kecamatan Karimun.

2.

3.

4.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 6

1 . P E N D A H U L U A N
4. KELUARAN PEKERJAAN

1. Dokumen Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun yang telah disempurnakan. 2. Lembar kesepakatan pemerintah provinsi dan Kementerian/Lembaga terkait RPI2-JM Kawasan Batam-Bintan-Karimun.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 7

1 . P E N D A H U L U A N
5. PETA WILAYAH KAWASAN

KAB.KARIMUN

KOTA BATAM

KAB. BINTAN

KOTA TANJUNG PINANG

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 8

1 . P E N D A H U L U A N
5. Lingkup Kegiatan
1. TAHAP PENYEMPURNAAN 2. TAHAP PENYEPAKATAN 1. Konsultasi Publik (atau FGD) RPI2JM Kawasan BatamBintan-Karimun bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi. Penyempurnaan draft RPI2JM Kawasan Batam-Bintan-Karimun tahun 2012, meliputi: 1. Verifikasi substansi dari masing-masing tahapan penyusunan RPI2JM dengan muatan Perpres 87/2011 Tentang RTR Kawasan Batam-Bintan-Karimun, Sinkronisasi dokumen rencana pembangunan sektoral dan/atau provinsi terkait, diantaranya;

2.

2. Koordinasi antara Kementerian/Lembaga terkait dan pemerintah daerah dalam bentuk forum diskusi untuk mendapatkan kesepakatan RPI2JM Kawasan BatamBintan-Karimun. 3. Melakukan seminar RPI2-JM Kawasan Batam-BintanKarimun.

1.
2. 3. 4.

RPJM Nasional
RENSTRA Kementerian Pekerjaan Umum (Ditjen CK, Ditjen Bina Marga, Ditjen SDA) RENSTRA Kementerian Perhubungan RENSTRA Kementerian INFOKOM

5.
6. 3.

RENSTRA Perhubungan
RENSTRA ESDM

Alternatif sumber pembiayaan dan inisiasi pelaksanaan pembangunan Kawasan Batam-Bintan-Karimun, melalui pengkajian berbagai peraturan peraturan perundangan terkait infrastruktur Ke-PU-an, Perhubungan, Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Komunikasi dan Informasi.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 9

2 .

PR IN S IP D AN PR O S E S PE N Y U S U N AN R PIIJ M

Bintan Resort

Barelang Bridge

Map of BBK

PLTU Karimun

Monumen Tanjungpinang

Sub Bahasan:

1.

Prinsip Penyusunan RPIIJM 2. Proses Penyusunan

3. 4. 5. 6.

Penyusunan Arahan Spasial Pengembangan Wilayah (Kotak 1)

Penyusunan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur (Kotak 2) Penyusunan Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur (Kotak 3) Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur (Kotak 4)

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 10

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
1. PRINSIP PENYUSUNAN RPIIJM
1. Kewilayahan : Pendekatan yang tidak sektoral tetapi objeknya adalah entitas wilayah/kawasan strategis yang akan didorong dan mendorong terciptanya stuktur ruang yang efektif dan efisien

2. Keterpaduan : Pendekatan dalam integrasi dalam perencanaan dan sinkronisasi dalam pemrograman pembangunan yang saling terkait untuk mengisi kekurangan dan kebutuhan masing-masing 3. Keberlanjutan : Pendekatan dalam pemrograman investasi infrastruktur jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dengan memperhatikan aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup 4. Koordinasi : Pendekatan dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah, Pemerintah Daerah, maupun Masyarakat/Dunia Usaha, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing

5. Optimalisasi Sumber Daya : Pendekatan dalam pemanfaatan sumberdaya yang sesuai dengan kewenangan dan kapasitas pendanaan untuk tujuan pengembangan kawasan/wilayah melalui pembangunan infrastruktur.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 11

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
2. PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
1. Penyusunan Arahan Spasial Pengembangan Wilayah Analisis arahan spasial  integrasi dari berbagai dokumen kebijakan spasial  arahan spasial pengembangan wilayah Jangka Menengah. 2. Penyusunan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Analisis program infrastruktur  integrasi berbagai dokumen sistem perencanaan pemb.  prioritas program infrastruktur. 3. Penyusunan Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur Integrasi tahap 1 & 2  program pembangunan infrastruktur prioritas (berbasis pd sasaran spasial). 4. Pelaksanaan Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Penyerasian program prioritas pembangunan infrastruktur dr aspek: fungsi, lokasi, waktu, & ketersediaan anggaran sesuai sasaran pengembangan wilayahnya. 5. Penyusunan Sumber Pembiayaan Pembangunan Analisis bentuk atau wujud sumber pembiayaan pelaksanaan RPI2-JM  sumber-sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur. 6. Inisiasi Pelaksanaan Pembangunan. Pada tahap ini dilakukan inisiasi pelaksanaan RPI2-JM ke dalam penganggaran (publik) dan pembiayaan kerjasama (dengan swasta), serta pengawasan dan pengendalian pelaksanaannya.
Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013 Hal 12

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3. Skema Tahapan Proses Penyusunan RPIIJM

Monitoring Dan Evaluasi

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 13

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.1. Penyusunan Arahan Spasial Pengembangan Wilayah (Kotak 1)
Detil proses Penyusunan Matriks Tahap 1, seperti dibawah ini: 1. Identifikasi Peran dan Fungsi Wilayah yang diuraikan dalam tujuan RTR RTR Kawasan BBK yang dapat dilihat pada tujuan, kebijakan dan strategi ; 1. RTR Kawasan BBK memiliki 4 Tujuan 2. Selanjutnya, strategi dan sasaran kewilayahan penataan ruang RTR Pulau disandingkan dengan strategi dan sasaran kewilayahan berdasarkan RTRW Provinsi. Maka didapatlah : a. Identifikasi Kawasan yang didorong perkembangannya dan Kawasan yang dikendalikan perkembangannya mulai dari nasional, provinsi dan kabupaten. b. Menguraikan tentang kawasan-kawasan yang perlu didorong perkembangannya dan kawasan yang perlu dikendalikan perkembangannya, terutama berkaitan dengan tingkat pelayanan infrastruktur dan adanya permasalahan yang disebabkan oleh kondisi fisik kawasan yang bersangkutan. Identifikasi ini mulai dari nasional, provinsi, dan kabupaten.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 14

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.1.1. Batang Tubuh PERPRES 87/2011 RTR BBK
1) 2) Mewujudkan ruang Kawasan BBK yang aman, nyaman, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan Penyelenggarakan fungsi-fungsi perekonomian yang bersifat khusus pada Kawasan BBK sebagai KPBPB dalam mendukung perwujudan koridor ekonomi Pulau Sumatera

4 TUJUAN

3) Mewujudkan pemantapan dan peningkatan fungsi pertahanan dan keamanan negara pada Kawasan BBK sebagai kawasan perbatasan negara 4) Mewujudkan peningkatan fungsi pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup sebagai satu kesatuan ekosistem kepulauan Perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budi daya Peningkatan pelayanan pusat kegiatan kawasan BBK yang merata dan berhierarki; Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, teleko-munikasi, energi, sumber daya air, serta prasarana dan sarana perkotaan yang terpadu dan merata di seluruh kawasan Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan perekonomian Nasional yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam perekonomian Internasional untuk mendukung perwujudan koridor ekonomi Pulau Sumatera Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara Pengendalian perkembangan kegiatan budi daya agar sesuai fungsi dan tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan ; Pemertahanan kawasan pertanian tanaman pangan untuk ketahanan pangan;

1) 2) 3)

4)

7 KEBIJAKAN

5) 6) 7)

45 STRATEGI

KSN BBK memiliki 45 Strategi Hal 15

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.2. Penyusunan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur (Kotak 2)
Merupakan upaya inventarisasi dan sintesis terhadap fokus program pembangunan infrastruktur prioritas, serta target tingkat pelayanan infrastruktur di Kawasan dan BBK.  Input: Program pembangunan infrastruktur yang mengacu pada dokumen sistem perencanaan pembangunan yang berlaku, yaitu: RPJP/RPJM Nasional, Renstra Kementerian/Lembaga, RPJP/RPJM Provinsi, RPJP/RPJM Kabupaten.  Proses: Berdasarkan dokumen input, dilakukan inventarisasi dan integrasi/penggabungan fokus program prioritas pembangunan infrastruktur dan target pelayanannya di Kawasan dan BBK  Output: Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur yang sinergis dari tingkat nasional dan provinsi.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 20

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.3. Penyusunan Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur (Kotak 3)
Merupakan upaya mengintegrasikan arahan spasial pengembangan wilayah (hasil tahap I) dengan program prioritas pembangunan infrastruktur (hasil tahap II) di Kawasan BBK. • Input: Arahan spasial pengembangan wilayah Kawasan BBK jangka menengah (Output dari tahap 1) dan Program prioritas pembangunan infrastruktur di Kawasan BBKjangka menengah (Output dari tahap 2). • Proses: Berdasarkan dokumen Input, dilakukan: Integrasi antara arahan spasial dengan program prioritas pembangunan infrastruktur antarsektor di Kawasan BBK. Selanjutnya perlu dilakukan konfirmasi dan pembahasan/forum/rapat koordinasi antarsektor di Kawasan BBK dan Pemerintah Daerah, untuk menyepakati rencana terpadu pembangunan infrastruktur. • Output: Rencana terpadu pembangunan infrastruktur jangka menengahdengan skenario tahunan, berbasis kewilayahan di Kawasan BBK.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 31

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

4 .

H A S I L

P E N Y E M P U R N A A N

Peta Arahan Spasial Tujuan 1 Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Batam Bintan Karimun

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.4. Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur (Kotak 4)
Merupakan upaya penyerasian program prioritas pembangunan infrastruktur dari aspek fungsi, lokasi, dan waktu. • Input: Rencana terpadu (program/kegiatan terpadu) pembangunan infrastruktur jangka menengah dengan skenario tahunan, berbasis kewilayahan di Kawasan BBK. (Output dari tahap 3). • Proses: Berdasarkan dokumen Input, dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut. • Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur disusun melalui upaya penyerasian program prioritas pembangunan infrastruktur ditinjau dari aspek: (1) fungsi; (2) lokasi; dan (3) waktu pelaksanaan, sesuai tahapan/skala prioritas pengembangan wilayah. • Penyusunan matriks sinkronisasi fungsi, lokasi dan waktu antarkegiatan/ program infrastruktur prioritas. • Sinkronisasi antarsektor Pemerintah, antarsektor Pusat dengan Daerah, antara Pemerintah, Pemda, dan masyarakat/dunia usaha, melalui berbagai forum dan rapat kordinasi.Pembahasan/forum/rapat kordinasi antarsektor di Pusat, dan antarsektor di Daerah, untuk menyepakati rencana program investasi pembangunan infrastruktur. • Alat yang digunakan untuk membangun kesepakatan (Concensus Building) tersebut yaitu Focus Group Discussion (FGD/Diskusi Kelompok Terarah). Sebelum melakukan FGD, dilakukan kegiatankegiatan integrasi, sinkronisasi, dan konfirmasi/koordinasi dengan sektor baik di Pusat maupun di Daerah. Aspek-aspek penting dalam pelaksanaan FGD yaitu: stakeholders yang akan dilibatkan, lokasi FGD, dan Pelaksanaan FGD. • Output: Program investasi pembangunan infrastruktur tahunan (dalam rentang waktu 5 tahun) yang sinkron, baik dari aspek fungsi, lokasi, maupun waktu pelaksanaan. Program/kegiatan tahunan tersebut yang dirinci ke dalam kegiatan, perkiraan volume, perkiraan biaya pelaksanaan, dan pelaksana kerjasama.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 36

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.5. Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur (Kotak 5)
Merupakan upaya mengidentifikasi bentuk atau wujud pembiayaan penganggaran RPI2-JM Kawasan BBK. • Input: • Program investasi pembangunan infrastruktur tahunan (dalam rentang waktu 5 tahun) yang sinkron, baik dari aspek fungsi, lokasi, dan waktu pelaksanaan (Output dari tahap IV). • Ketentuan Perpres No. 13 Tahun 2010 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. Jenis Infrastruktur yang dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta/badan usaha mencakup: • infrastruktur transportasi, meliputi pelabuhan laut, sungai atau danau, bandar udara, jaringan rel dan stasiun kereta api; • infrastruktur jalan, meliputi jalan tol dan jembatan tol; • infrastruktur pengairan, meliputi saluran pembawa air baku; • infrastruktur air minum yang meliputi bangunan pengambilan air baku, jaringan transmisi, jaringan distribusi, instalasi pengolahan air minum; • infrastruktur air limbah yang meliputi instalasi pengolah air limbah, jaringan pengumpul dan jaringan utama, dan sarana persampahan yang meliputi pengangkut dan tempat pembuangan; • infrastruktur telekomunikasi, meliputi jaringan telekomunikasi; • infrastruktur ketenagalistrikan, meliputi pembangkit, transmisi atau distribusi tenaga listrik; dan • infrastruktur minyak dan gas bumi meliputi pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, transmisi, atau distribusi minyak dan gas bumi. • Proses: Berdasarkan dokumen Input, dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut. • Identifikasi ketersediaan/kemampuan anggaran Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. • Melakukan analisis “demand dan supply” pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan melihat kemungkinan kemitraan dengan badan usaha dan masyarakat termasuk pendayagunaan sumber daya luar negeri. • Penyusunan matriks (tabel) pembiayaan program investasi pembangunan infrastruktur. • Output: alternatif sumber dan pola pembiayaan untuk masing-masing program investasi pembangunan infrastruktur, yang bersumber dari: i) APBN, ii) APBD, iii) badan usaha, iv) masyarakat, serta v) sharing/kerjasama pendanaan.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 37

2.PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RPIIJM
3.6. Inisiasi Pelaksanaan Pembangunan (Kotak 6)
Merupakan upaya inisiasi pelaksanaan RPI2-JM Kawasan BBK ke dalam penganggaran publik tahunan, yaitu Kementerian/Lembaga, SKPD, atau pembiayaan kerjasama (dengan swasta). • Input: • Program investasi pembangunan infrastruktur tahunan (dalam rentang waktu 5 tahun) yang sinkron, baik dari aspek fungsi, lokasi, dan waktu pelaksanaannya. Program tahunan tersebut dirinci ke dalam kegiatan, perkiraan volume, perkiraan biaya pelaksanaan, dan pelaksana/pelaksana kerjasama (Output dari tahap V). • Alternatif sumber dan pola pembiayaan untuk masingmasing program prioritas pembangunan infrastruktur, yang bersumber dari: i) APBN, ii) APBD, iii) badan usaha, iv) masyarakat, serta v) sharing/kerjasama pendanaan ((Output dari tahap V). • Proses: Berdasarkan dokumen Input, dilakukan kegiatankegiatan sebagai berikut. • Pendampingan dalam sistem penganggaran pemerintah dan pembiayaan dengan swasta. • Monitoring dan evaluasi terhadap konsistensi pelaksanaan program prioritas pembangunan infrastruktur berupa alokasi terhadap program/kegiatan (K/L) dengan komitmen terhadap RPI2-JM Kawasan Danau Toba dan Kawasan BBK. • Pemberian tanda non-RPI2-JM terhadap program/kegiatan yang tidak sesuai antara dokumen RPI2-JM yang disusun dengan yang di dalam dokumen usulan anggaran, yang menunjukkan bahwa program tersebut belum direkomendasikan bersama (forum MUSRENBANG). • Output: Prioritas pembangunan infrastruktur yang masuk dalam sistem penganggaran Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota (Rencana Kerja Pemerintah/Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah/Dokumen Anggaran Satuan Kerja pada Tahun Anggaran ke-n+1), serta rencana kerja bersama (dengan swasta) dalam dokumen formal dan mengikat.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 38

3

.

PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KSN BBK

Bintan Resort

Barelang Bridge

Map of BBK

PLTU Karimun

Monumen Tanjungpinang

Sub Bahasan:
1. 2. Program/Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Perkeretaapian 3. 4. 5. Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transporasi Laut Program/Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman 6. 7. Program/Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air

Program/Kegiatan Pengelolaan Listrik dan Pemanfaatan Energi

8.

Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Bumi
9. Program/Kegiatan Penyelenggaraan Pos dan Informatika
Hal 39

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

4

.

SUMBER – SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Bintan Resort

Barelang Bridge

Map of BBK

PLTU Karimun

Monumen Tanjungpinang

Sub Bahasan:
1. 2. Program/Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Perkeretaapian 3. 4. 5. Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transporasi Laut Program/Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman 6. 7. Program/Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air

Program/Kegiatan Pengelolaan Listrik dan Pemanfaatan Energi

8.

Program/Kegiatan Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Bumi
9. Program/Kegiatan Penyelenggaraan Pos dan Informatika
Hal 55

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Lampiran Matrik Program/Kegiatan Prioritas
2.
1. Batam Bintan & Tanjungpinang 3. Karimun

SUMBER – SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR RPIIJM 4.1. Demand – Supply Pembiayaan Infrastruktur

4

.

Grafik Gap Kebutuhan Investasi Infrastruktur

(Sumber: Menteri PPN/Kepala Bappenas, November 2012. "Solusi Pembiayaan Infrastruktur Mendukung Pelaksanaan MP3EI)
Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013 Hal 57

SUMBER – SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR RPIIJM 4.1. Demand – Supply Pembiayaan Infrastruktur

4

.

Gap Kebutuhan Investasi Infrastruktur

(Sumber: Menteri PPN/Kepala Bappenas, November 2012. "Solusi Pembiayaan Infrastruktur Mendukung Pelaksanaan MP3EI)

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 58

SUMBER – SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR RPIIJM 4.2. Skema Pembiayaan Pembangunan Insfrastruktur

4

.

(Sumber: Menteri PPN/Kepala Bappenas, November 2012. "Solusi Pembiayaan Infrastruktur Mendukung Pelaksanaan MP3EI)

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 59

SUMBER – SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR RPIIJM 4.3. Alternatif Sumber Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur RPIIJM KSN BBK
No. 1.

4

.

Sumber Pembiayaan Yang Dimungkinkan
APBN/APBD   

Jenis Infrastruktur
Jalan dan Jembatan Bukan Tol. Bangunan Air dan Saluran Pembawa Air Baku. Penyehatan Lingkungan Permukiman (Drainase, Air Limbah, dan Persampahan)

Landasan Kebijakan/Hukum
1) UU No 17 Th 2003 tentang Keuangan Negara; 2) UU No 1 Th 2004 ttg Perbendaharaan Negara 3) UU No 38 Th 2004 ttg Jalan; 4) UU No 7 Th 2004 ttg Sumber Daya Air; 5) PP No 42 Th 2008 ttg Pengelolaan Sumber Daya Air; dan 6) Permen PU No 6 Th 2011 ttg Pedoman Penggunaan Sumber Daya Air. 1) UU No 19 Th 2003 ttg BUMN; 2) UU No 36 Th 1999 ttg Telekomunikasi; 3) UU No 1 Tahun 2009 ttg Penerbangan; 4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran; 5) UU No 23 Tahun 2007 ttg Perkeretaapian; 6) UU No 30 Th 2009 ttg Ketenagalistrikan; 7) UU No 22 Th 2001 ttg Migas; 8) PP No 52 Tahun 2000 ttg Penyelenggaraan Telekomunikasi; 9) PP No 70 Th 2001 ttg Kebandarudaraan; 10) PP No 61 Tahun 2009 ttg Kepelabuhanan; 11) PP No 56 Tahun 2009 ttg Penyelenggaraan Perkeretaapian; 12) PP No 14 Th 2012 ttg Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik; 13) PP No 35 Tahun 2004 Jo PP No 34 Th 2005 dan PP No 55 Th 2009 ttg Kegiatan Usaha Hulu Migas; dan 14) PP No 36 Tahun 2004 Jo PP No 30 Th 2009 ttg Kegiatan Usaha Hilir Migas1
1) UU No 5 Th 2007 ttg Badan Usaha 1) PP No 15 Tahun 2005 Jo PP No 43 Th 2013 ttg Jalan Tol; 2) Perpres No 67 Th 2005 ttg Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur sebagaimana telah diubah melalui Perpres No 13 Th 2010 dan Perpres No 56 Th 2011; dan 3) Permen PU No 13 Th 2010 Tentang Pedoman Pengadaan Pengusahaan Jalan Tol.

2.

BUMN/BUMD

  

Telekomunikasi Transportasi (Bandara , Pelabuhan, Perkeretaapian) Energi (Ketenagalistrikan dan Migas)

3. 4.

Swasta KPS (PPP)

      

Jalan dan Jembatan Tol Air Minum Jalan dan Jembatan Tol Air Minum Telekomunikasi Transportasi (Bandara , Pelabuhan, Perkeretaapian) Energi (Ketenagalistrikan dan Migas)

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 60

5 .

P

E N U

T U P

Bintan Resort

Barelang Bridge

Map of BBK

PLTU Karimun

Monumen Tanjungpinang

SARAN DAN MASUKAN:

Kontak Informasi Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Telp/Fax. 021-Jl. Pattimura 20, Jakarta Selatan (12110) Email : dirwilnas_taru@pu.go.id

Direktorat Jenderal Penataan Ruang-Satker Pengembangan Wilayah Nasional | 2013

Hal 61

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG SATUAN KERJA PENGEMBANGAN WILAYAH NASIONAL

Energy

Sanitation

Sea Port

Rail Way

Road

Water

Airport

Telecom

TERIMA KASIH

Presentasi Konsensus RPIIJM KSN BBK| Batam| Oktober, 2013

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful