You are on page 1of 79

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

PENDAHULUAN
Kemakmuran suatu bangsa tergantung pada kemampuannya memanfaatkan sumber-sumber alam dan memproduksi suatu produk. Karena kemampuan membuat suatu produk merupakan komponen terpenting/paling mendasar dari kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Namun demikian, efisiensi sistem distribusi dan sistem pelayanan juga penting untuk diperhitungkan.

PENDAHULUAN
Sebuah cara yang sederhana dan naif untuk mengukur standar hidup suatu bangsa adalah dengan membagi jumlah total produk yang dihasilkan (terjual dalam nilai suatu mata uang misal: Rp.) dengan jumlah populasi bangsa tersebut. Tentu saja persoalannya tidaklah sesederhana itu. Bagaimanapun batas bawah untuk menentukan kemakmuran suatu bangsa masih ditentukan/ dipengaruhi kemampuan negara tersebut untuk melakukan manufaktur suatu produk.

PENDAHULUAN
Dari sejarah dapat dilihat bahwa nilai-nilai kemanusiaan selalu diperbaiki dan ditingkatkan sepanjang waktu. Namun selama ratusan tahun terlihat bahwa perbaikan yang terjadi sangat kecil. Perbaikan taraf hidup manusia yang pertama terjadi selama jaman batu, dimana manusia belajar untuk membuat dan menggunakan perkakas tangan. Dalam kenyataannya kemampuan untuk menggunakan perkakas tangan tersebut merupakan salah satu bentuk keunggulan manusia dari binatang.

PENDAHULUAN

Perkakas tangan memberikan kemampuan pada manusia untuk membuat sesuatu yang sederhana untuk mempermudah kehidupannya, sehingga tingkat ketergantungan kepada alam semakin berkurang. Perkakas tangan merupakan kepanjangan sekaligus bentuk peningkatan kemampuan tangan manusia.

PENDAHULUAN
Sejarah perkembangan teknologi manufaktur:

THE HISTORY OF MANUFACTURING


Milestones:
Skeleton Muscle Hand tools, Artisan - thousands of yrs. to several thousands of yrs. Machine tools (custom made products) - industrial revolution, 18th century Gauges (interchangeability) - late 19th century Manufacturing Systems (Transfer line and Modern management- Taylorism) - early 20th century Toyota Production System, NC, Industrial Robot, FMS. - 50, 60, 70's Intelligent manufacturing, Lean Production.

Smartness
Resource Managmnt. Nerve

Brain

PENDAHULUAN

Setelah perang dunia II, sistem manufaktur semakin meningkat kemampuannya dengan ditemukannya Numerical Control Machine Tools (Mesin-mesin perkakas dengan kendali numerik). Penemuan tersebut didorong oleh semakin tinginya kebutuhan komponen-komponen dengan bentuk-bentuk geometri yang semakin kompleks dan permintaan tingkat kepresisian dan kualitas produk yang semakin tinggi. Penemuan mesin perkakas NC memberikan peluang untuk menggantikan tenaga-tenaga ahli operator mesin perkakas yang memang jumlahnya tidak terlalu banyak, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghasilkan tenaga-tenaga operator mesin perkakas yang ahli.

INVENTIONS IN MANUFACTURING
1750 Screw-driven lathe

1751
1770 1775

Slide lathe - 1st metal lathe


Screw-cutting lathe Boring mill

1813
1817

Interchangeability of parts
Simon North horse pistols Planing machine

1845
1847

Turret lathe
Milling machine - Brown & Sharpe making twist - drill helical grooves

1946

ENIAC - computer

THE HISTORY OF CAM


1950's 1960's 1970's NC hardwired relay control APT language for NC Industrial robot Interactive computer graphics CNC computer DNC/FMS CAD/CAM PLC device & cell control Computer vision 3-D CAD Solid modeling Factory networking MAP/TOP CIM Concurrent engineering Intelligent Manufacturing System

1980's

1990's

A 3-AXIS MACHINING CENTER

Aplikasi System CNC: Milling

Aplikasi System CNC: Turning

Aplikasi System CNC: Turning

Aplikasi System CNC: Water Jet Cutting

Aplikasi System CNC: EDM/ECM

Aplikasi Sistem CNC: Plasma Cutting

Aplikasi Sistem CNC: Plasma Cutting

Aplikasi Sistem CNC: CMM

HEXAPOD 6-AXIS MACHINES

Another hexapod configuration

A Giddings & Lewis Hexapod machine

HEXAPOD 6-AXIS MACHINES

CNC & Lean Manufacturing


Salah satu penemuan penting yang dilakukan manusia adalah penemuan komputer digital. Dalam sistem diskrit manufakturing, computer memiliki sejumlah peranan penting seperti untuk melakukan pengembangan NC, robotics, Computer Aided Design, Computer Aided Manufacturing, dan Flexible Manufacturing Systems. Munculnya teknologi komputer memungkinkan dilakukannya pengembangan sejumlah sistem pembantu keputusan (DSS, Decission Suport Systems), pengembangan Artificial Intelligence (AI) dan Expert Systems.

CNC & Lean Manufacturing

Apabila ditinjau dari sisi product demand dan ukuran batch produk sebuah sistem manufaktur, maka terlihat bahwa sebelum masa revolusi industri product demand rendah dan produk-produk dihasilkan dengan pola customization . Sejumlah produk tersedia di pasaran dengan tingkat harga secara umum tinggi. Bengkel-bengkel pemesinan membuat produk utamanya dalam ukuran batch yang kecil. Setelah tahun 1950-an demand tumbuh dengan cepat, dan untuk mengantisipasinya dikembangkan teknik produksi massal dengan tingkat harga yang rendah. Namun demikian munculnya kebutuhan akan keragaman produk telah mengubah pola produksi dari high volume menuju medium dan small batch.

CNC & Lean Manufacturing


Pada tahun 1980-an persaingan internasional mendorong industri untuk dapat menghasilkan produknya dengan lebih cepat dan tingkat inventory yang minimum. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang memiliki karakteristik small-batch dynamic production. Kondisi tersebut juga mendorong tumbuhnya berbagai teknologi seperti: otomasi sistem produksi, CIM, CAPP, Agile Manufacturing, Virtual Interprise, Rapid Prototyping, Nano Technology, Micro Machining, Tele/Web Based Manufacturing dan lain sebagainya.

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR Sejumlah istilah dasar sistem manufaktur telah digunakan secara luas, namun belum terdapat sebuah istilah yang standard. Berikut ini adalah sejumlah definisi istilah yang sering digunakan dalam sistem manufaktur:

Manufacturing Manufacturing Production Manufacturing Process Manufacturing Engineering Manufacturing System

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR

Manufacturing:
Adalah sekumpulan operasi-operasi dan aktivitas yang saling berhubungan, didalamnya mencakup proses:
perancangan produk (design)

pemilihan material
perencanaan proses (planning) Produksi Inspeksi Manajemen pemasaran produk

DEFINITION
Manufacture: To make or process (a raw material) into a finished product, especially by a large scale Industrial operation. To make or process (a product), especially with industrial machines.

* Websters I New University Dictionary, Houghton Mifflin, Boston, 1984

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR Manufacturing Production:


Adalah sebuah rangkaian dari sejumlah proses yang digunakan untuk membuat sebuah produk dan prosesproses sejenis diluar aktivitas perancangan produk (design), perencanaan proses (planning) dan pengendalian produksi (controlling).

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR

Manufacturing Process:
Adalah aktivitas-aktivitas manufaktur level lebih rendah yang digunakan untuk membuat produk. Dalam hal ini digunakan sejumlah proses pemesinan konvensional seperti proses turning, proses milling, dan proses grinding. Selain itu dapat pula melibatkan proses-proses pemesinan non-konvensional yang tidak menghasilkan tatal seperti Electric Discharge Machining, Electro Chemical Milling, dan lain sebagainya.

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR


Manufacturing Engineering: Adalah aktivitas-aktivitas yang meliputi proses design, operasi dan control dari proses-proses manufacturing (planning, schedulling, pengendalian manufacturing production, dan pengendalian kualitas). Jantung dari proses ini adalah design, planning, dan control sistem manufacturing, sehingga membutuhkan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti electrical engineering, mechanical engineering, materials engineering, chemical engineering, dan system/information engineering.

DEFINISI DASAR UNTUK SISTEM MANUFAKTUR Manufacturing System:


Adalah organisasi yang terdiri atas sejumlah kumpulan

manufacturing yang saling berhubungan. Fungsi/tujuan organisasi ini adalah sebagai interface/perantara dengan fungsi-fungsi produksi diluar sistem tersebut (dengan harapan) agar performansi total produktivitas dari sistem dapat optimum, misalnya waktu produksi, biaya, dan tingkat penggunaan mesin (utilitas mesin). Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kumpulan manufacturing tersebut meliputi design, planning, manufacturing, dan control. Kumpulan manufacturing tersebut juga terhubung dengan fungsi-fungsi produksi diluar sistem produksi seperti accounting, marketing, financing, dan personalia.

MANUFACTURING SYSTEM
Marketing Accounting Financing

Design

Manufacturing

Product

Planning/Control

Diagram Sistem Manufaktur

MANUFACTURING SYSTEM

Gambar 2. menunjukkan hubungan diantara bagian-bagian dan fungsi-fungsi diluar sistem manufacturing. Aktifitas dalam sebuah sistem manufacturing diawali dari proses design sebuah produk, yang selanjutnya diproses dengan planning dari proses manufacturing dan pengembangan strategi pengendalian sistem tersebut. Setelah tahap planning dan control operation diverifikasi, raw material selanjutnya dapat diproses dan dapat dihasilkan produk yang telah dirancang. Output dari sistem manufacturing dapat dikelompokkan dalam dua katagori yaitu:
Physical output atau produk Manufacturing performance information yang dapat digunakan

sebagai umpan balik kepada sistem untuk melakukan adaptive adjustment (perbaikan terus-menerus berdasarkan kondisi yang dihadapi) terhadap mekanisme pemesinan dan control.

Market Research

Conceptual Design

Design for Manufacture

Unit Manufacturing Processes Assembly and Joining Factory, System & Enterprise Welding Bolting Bonding Soldering

Machining Injection Molding Casting Stamping Chemical Vapor Deposition

AKTIVITAS DESIGN UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Design produk adalah langkah awal dari aktifitas manufacturing yang terbagi atas tahap konseptualisasi produk dan tahap perencanaan fisik dan karakteristik functional dari sebuah produk. Sebuah rancangan produk yang ideal selalu menekankan kemudahan dalam proses pemesinannya (tahap pengerjaan dengan mesin-mesin perkakas) dan proses perakitan produk tersebut. Dengan kata lain maksud dari engineering design adalah untuk mengkaji bagaimana melakukan perancangan sebuah produk sehingga dapat mengurangi manufacturing cost dan manufacturing time dengan tetap menjaga functional requirement dari produk tersebut.

Design Conceptualization

Product Function Identification

Product Modeling/CAD

Product Design

Material Selection

Design for Efficient Manufacturing

Dimensioning and Tolerancing

Aktivitas Desain pada sebuah Sistem Manufaktur

AKTIVITAS DESIGN UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Conceptual Design and Product Function Identification Design konseptual dan Identifikasi fungsi adalah dua elemen penting dalam proses design. Proses design diawali dengan mengumpulkan seluruh informasi teknik yang diperlukan tentang produk yang diusulkan, sebagai contoh material, komponen, proses, dan konfigurasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rancangan produk. Dengan kata lain, kebutuhan fungsi produk yang akan dibuat harus teridentifikasi dan dinyatakan dengan tegas.

AKTIVITAS DESIGN UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Pemodelan Produk Pemodelan produk merupakan suatu proses untuk membuat representasi analitik maupun grafik dari suatu produk, yang dapat menampilkan dan mengkomunikasikan konfigurasi dan fungsi produk yang diinginkan secara efektif. Computer Aided Design (CAD) adalah salah satu bentuk metode modelling yang biasa digunakan

AKTIVITAS DESIGN UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Pemilihan Material Pemilihan material merupakan satu isu penting dalam engineering design. Proses pemilihan material tidak hanya sekedar menentukan jenis material (part performances) yang memiliki sifat yang sesuai dengan fungsi yang diinginkan, tetapi juga berhubungan sekali dengan proses (part manufacturing) yang diperlukan untuk membentuk raw material menjadi produk akhir.

AKTIVITAS DESIGN UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Design Untuk Proses Manufactur yang Effisien

Proses design untuk menghasilkan proses manufaktur yang efisien merupakan proses yang penting dalam proses design. Tujuannya adalah, agar dihasilkan produk dengan tingkat biaya produksi yang rendah, harga yang bersaing dipasaran, serta memudahkan dan mempercepat proses manufacturingnya

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Performansi

sebuah sistem manufaktur hanya dapat dijamin oleh kedetilan preliminary planning, proses kontrol yang legitimate (sah), dan adanya umpan balik dari sistem. Tanpa mekanisme kontrol tersebut, maka sebuah proses plan tidak memiliki arti apa-apa. Aktivitas planning dan kontrol dalam sebuah sistem manufaktur dapat dikategorikan berdasarkan faktorfaktor spesifik, khususnya berupa physical resources, informasi/pengetahuan, dan waktu.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Material

requirement Planing (MRP), Capacity Planning, Facility Planning, Inventory Control, dan Tool Management melakukan control dan planing terhadap physical resources. Sedangkan Production Scheduling melakukan control dan planning terhadap resources over time. Information Communication Control dan Manufacturing Database Management mengendalikan informasi/pengetahuan dalam sebuah sistem manufaktur

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Material Requirements Planning


Material Requirements Planning berfungsi sebagai initiator sistem manufaktur. Ketika management menentukan master production schedule yang diperlukan, berbasis pada kebutuhan raw material (bill of material) dan subassembly squences yang ditentukan oleh designer, dan laporan status inventory dari storage warehouse manager, work order dan hasil penjadwalan yang dikirimkan ke shop floor control manager untuk melakukan persiapan produksi

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Capacity Planning
Capacity planning adalah informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan produksi seperti identifikasi jumlah mesin, operator, materialhandling resources, tooling, dan lain sebagainya. Ketersediaan dari setiap shift untuk setiap hari kerja per minggu, overtime, subcontracting, dan machine/tool/material-handling device yang diperlukan merupakan umpan balik yang diberikan pada MRP control unit untuk melakukan perubahan work orders, purchase orders, dan penjadwalan produksi

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Facility and Material-Handling Device Planning Facility and Material-Handling Device Planning merupakan aktivitas planning untuk memilih dan mengatur physical layout dari fasilitas manufaktur, peralatan material-handling, dan ruang penyimpanan. Selama beberapa puluh tahun, Group Technology (GT) menunjukkan performansi yang baik untuk mengatasi persoalan ini, Untuk produksi ukuran kecil hingga menengah, GT cellular layout dapat mengurangi waktu routing part, dan mengurangi part fixturing selama transfer dari satu mesin ke mesin yang lain.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Inventory Control
Inventory Control, bertugas menangani control inventory level (aspek ekonomi) dan menentukan reorder point untuk setiap raw material, semi finished, dan finished parts yang digunakan dalam proses manufaktur. Selain itu juga mengendalikan work in process (WIP) dalam area manufaktur. Salah satu filosofi yang digunakan dalam pengendalian WIP adalah JIT. Sebuah mekanisme inventory control yang baik akan menjamin tidak terjadinya delay dalam suplai material.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Tool Management
Tool Management, merupakan aktivitas yang vital yang sering kali diabaikan oleh manufacturing engineer. Bagian ini bertugas menangani tracking lokasi tool, waktu efektif tool ntuk melakukan proses pemotongan, waktu untuk melakukan rekondisi terhadap tool, dan lain sebagainya. Minimasi kerusakan tool merupakan tujuan utama sistem control ini.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Scheduling
Scedulling, berurusan dengan dispatching dari suatu job orders. Beberapa aturan yang tersedia dan biasa digunakan untuk menangani penjadwalan dalam workstation diantaranya adalah: FIFO (first in first out), SPT (shortest processing time), dan LIFO (last in First out). Rata-rata flow time, make span, utilisasi mesin, dan pembatas due date menjadi hal yang senantiasa diperhatikan dan diukur untuk menghasilkan performansi sistem manufaktur yang baik.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Quality Control

Quality Control, adalah proses yang menjamin bahwa produk akhir yang dihasilkan oleh suatu sistem manufaktur dapat diterima/memenuhi standar yang telah ditentukan

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Manufacturing Information Management


Manufacturing Information Management, bertugas menangani aliran dan alokasi informasi yang berkaitan dengan manufacturing resources dan fungsi-fungsi manufacturing. Termasuk dalam hal ini adalah resources seperti pekerja, mesin-mesin, material, tooling, dan lain sebagainya. Informasi tersebut dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran keseluruhan sistem manufaktur. Computer database digunakan untuk membantu pengendalian informasi manufaktur.

PLANNING DAN CONTROL UNTUK SISTEM MANUFACTURING

Information and Communication


Information and Communication, sangat penting pada sistem CIM yang besar. Tersedia beberapa tipe protokol komunikasi elektronik yang berbeda untuk melakukan komunikasi dalam sistem manufaktur, salah satunya adalah MAP yang dikembangkan oleh General Motor dan merupakan Manufacturing Control Protocol dengan suatu hirarki tertentu yang memberikan kemudahan komunikasi data.

MANUFACTURING CONTROL
Manufacturing control meliputi sejumlah besar aktivitas yang sangat beragam dalam sebuah lingkungan pabrik. Pada level operasi sebuah pabrik, control biasanya mengacu kepada koordinasi dari bermacam-macam aktivitas untuk menjamin keuntungan dari setiap operasi yang dijalankan. Management material dan capacity planning merupakan fungsi-fungsi control yang penting pada level ini.

forecast

capacity pl ann ing/ms

i nven tory mgt

product scheduli ng

max prod rate

produ ct re q't

Factory

Center

Cell

Work Station

Process

Parts

as sembly

Fi nal Products

produ ct qu ali ty stati on pe rformance

i nven tory l eve l profitabil ity

ave rage tardine ss

http://klikdisini.com/apigs Slamet.wiyana@gmail.com