8 Macam Puasa Sunnah dan Ganjaran Bagi Yang Gemar Puasa Sunnah

Label: Amalan, Ibadah, Puasa

8 Macam Puasa Sunnah
Pada kesempatan kali ini, Rumaysho.com mencoba mengangkat pembahasan puasa sunnah yang bisa diamalkan sesuai tuntunan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat.

Sungguh, puasa adalah amalan yang sangat utama. Di antara ganjaran puasa disebutkan dalam hadits berikut,

.
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta‟ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151).

Adapun puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (as

saabiqun al muqorrobun).[1] Lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan cinta Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi,

، ، ، ،

،

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya” (HR. Bukhari no. 2506).

1. Puasa Senin Kamis

Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. Shahih dilihat dari jalur lainnya).

Dari „Aisyah radhiyallahu „anha, beliau mengatakan,

.

-

“Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739. Shahih)

2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Hijriyah

.”( HR. [2] mengerjakan shalat Dhuha. Shahih) Namun. hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13. “Iya. beliau berkata.” (HR. “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau). ، ، “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya. Dari Abu Dzar. ia berkata. “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” „Aisyah menjawab. dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda padanya. “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar. Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu. 2345.Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya. . Bukhari no. 1709. 763 dan Ibnu Majah no.” (HR.[2] Dari Ibnu „Abbas radhiyallahu „anhuma. [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur. An Nasai no. 14. - . pada hari apa saja. 1178) Mu‟adzah bertanya pada „Aisyah. Hasan). Tirmidzi no.” Mu‟adzah lalu bertanya. “Apakah Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” „Aisyah menjawab.

« « ، . maka berpuasalah pada tanggal 13. ia berkata. ». dan tidur pada seperenamnya. 761 dan An Nasai no.“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya. 14. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari. 2424. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Hasan) 3. dan bangun pada sepertiganya. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. .” (HR. « ، ». Beliau biasa tidur separuh malam. 1159) Dari 'Abdullah bin 'Amru radhiyallahu „anhuma. ». Puasa Daud Cara melakukan puasa Daud adalah sehari berpuasa dan sehari tidak.” (HR. Bukhari no. ، : ، ، “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. -« » ، ، . . ، « . Tirmidzi no. ». ، ، . 3420 dan Muslim no. dan 15 (dari bulan Hijriyah).

"Sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku pasti akan shalat malam sepanjang hidupku?". Maka beliau bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu". Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari‟atkan lainnya. di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan.”[3] Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan. 3418 dan Muslim no. “Puasa seperti puasa Daud. sungguh aku memang telah mengatakannya". Puasa di Bulan Sya’ban „Aisyah radhiyallahu „anha mengatakan. (HR. Bukhari no. Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari. shalat malam dan tidurlah dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan karena setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu seperti puasa sepanjang tahun. "Sungguh aku mampu lebih dari itu. Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu yang lebih dari itu". "Demi Allah. sehari berpuasa sehari tidak adalah lebih afdhol dari puasa yang dilakukan terus menerus (setiap harinya).”[4] Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin rahimahullah mengatakan. Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu yang lebih dari itu". maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. Kujawab. “Hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi shallallahu „alaihi wa sallam melarang dari melakukan puasa lebih dari puasa Daud yaitu sehari puasa sehari tidak. Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah selama dua hari". sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku akan shalat malam sepanjang hidupku. Wallahul Muwaffiq. “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Karena ingat.." Aku katakan. "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya. 1159) Ibnu Hazm mengatakan.”[5] 4. ..Disampaikan kabar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa aku berkata. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas. yang demikian itu adalah puasa Nabi Allah Daud 'alaihi salam yang merupakan puasa yang paling utama". wahai Rasulullah". Maka Beliau berkata: "Sungguh kamu pasti tidak akan sanggup melaksanakannya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya ('Abdullah bin 'Amru): "Benarkah kamu yang berkata. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. .

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal.- - ، “Nabi shallallahu „alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya‟ban. „Aisyah radhiyallahu „anha mengatakan. maka dia seperti berpuasa setahun penuh. Muslim no. 1156). Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Puasa di Awal Dzulhijah Dari Ibnu „Abbas. .[7] Para ulama berkata bahwa Nabi shallallahu „alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib. Bukhari no. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya‟ban seluruhnya. 1970 dan Muslim no.” (HR. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda.” (HR.[8] 5. 1156) Yang dimaksud di sini adalah berpuasa pada mayoritas harinya (bukan seluruh harinya[6]) sebagaimana diterangkan oleh Az Zain ibnul Munir. “Nabi shallallahu „alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya‟ban seluruhnya.” (HR. Muslim no. Dalam lafazh Muslim. 1164) 6. .

. "Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah). sehingga amalan tersebut bisa shalat. . sedekah.” (HR. tidak terbatas pada amalan tertentu. At Tirmidzi no. 7. “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah. pada hari „Asyura‟ (10 Muharram). Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja. - - . ”Puasa ‟Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. “Nabi shallallahu ‟alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa „Arofah? Beliau menjawab. Puasa ‘Arofah Puasa „Arofah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Shahih). Abu Daud no. 2438. 1968. dan amalan sholih lainnya. Dari Hunaidah bin Kholid.« . Abu Qotadah Al Anshoriy berkata. Shahih).” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ‟Asyura? Beliau menjawab. ». dari istrinya. berpuasa tiga hari setiap bulannya[10]." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu „alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah. Muslim no. ”Puasa „Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. membaca Al Qur‟an. beberapa istri Nabi shallallahu „alaihi wa sallam mengatakan. dan Ahmad no. Abu Daud no. 1727. 2437. 1162).. « ». Ibnu Majah no." (HR.[9] Di antara amalan yang dianjurkan di awal Dzulhijah adalah amalan puasa. 757. . kecu ali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.

” (HR. Namun Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bertekad di akhir umurnya untuk melaksanakan puasa „Asyura tidak bersendirian. ». Ibnu Abbas radhiyallahu ‟anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ‟alaihi wa sallam melaku kan puasa hari ‟Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya.” (HR. Puasa „Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. -. 750. Hasan shahih). Puasa ‘Asyura Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Tujuannya adalah untuk menyelisihi puasa „Asyura yang dilakukan oleh Ahlul Kitab. 8. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu. Tirmidzi no.Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[11] Keutamaan puasa „Asyura sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Qotadah di atas. 1163). beliau pun meminumnya. . - - “Nabi shallallahu „alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arofah. -« . Dari Ibnu „Abbas.Sedangkan untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa „Arofah. pada saat itu ada yang berkata. “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram. “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah . namun diikutsertakan dengan puasa pada hari sebelumnya (9 Muharram). Muslim no.menjelaskan. An Nawawi -rahimahullah. beliau berkata.

dan selainnya. samin dan keju). « “Pada suatu hari. Ketentuan dalam Melakukan Puasa Sunnah Pertama: Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan. ». termasuk juga Imam Asy Syafi‟i bersepakat bahwa disunnahkan untuk tetap menyempurnakan puasa tersebut.“Wahai Rasulullah. Puasa sunnah merupakan pilihan bagi seseorang ketika ia ingin memulainya. Muslim no.” Lantas beliau mengatakan. Muslim no.kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan." Beliau berkata. Dalilnya adalah hadits „Aisyah diatas. hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani. « .” Ibnu Abbas mengatakan. sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa. "Kalau begitu." (HR. ” Kedua: Boleh menyempurnakan atau membatalkan puasa sunnah. “Belum sampai tahun depan.” (HR. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar. 1134). saya akan berpuasa. kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura. "Tidak ada.[12] . « ». Akan tetapi mereka semua. ia berkata. Dari „Aisyah radhiyallahu „anha. . "Apakah kamu mempunyai makanan?" Kami menjawab." Maka beliau pun berkata." Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata. begitu pula ketika ia ingin meneruskan puasanya. minum dan selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki). An Nawawi memberi judul dalam Shahih Muslim. "Bawalah kemari. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya. pendapat Imam Ahmad. "Wahai Rasulullah. “Bab: Bolehnya melakukan puasa sunnah dengan niat di siang hari sebelum waktu zawal (bergesernya matahari ke barat) dan bolehnya membatalkan puasa sunnah meskipun tanpa udzur. Nabi shallallahu ‟alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia. Inilah pendapat dari sekelompok sahabat. . 1154). Ishaq. ».

” (HR. Maktabah Ar Rusyd. [3] Al Muhalla. . Idarotuth Thob‟ah Al Muniroh. [2] Hari ini disebut dengan ayyamul biid (biid = putih. 51. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Larangan yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah larangan haram. Muhammad bin „Ali Asy Syaukani.rumaysho. Sebab pengharaman tersebut karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap harinya. 24 Rajab 1431 H (07/07/2010) Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www. Darul Kutub Al „Ilmiyah. Hak suami ini wajib ditunaikan dengan segera oleh istri. tahun 1424 H. maka si istri boleh berpuasa. hal. 3/470.Ketiga: Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seizin suaminya. 1026) An Nawawi rahimahullah menjelaskan.”[14] Semoga Allah beri taufik untuk beramal sholih.”[13] Beliau rahimahullah menjelaskan pula. 1424 H [6] Karena kadang kata seluruh (kullu) dalam bahasa Arab bermakna mayoritas. [7] Lihat Nailul Author. Bukhari no. Dari Abu Hurairah. Mawqi‟ Al Islam [5] Syarh Riyadhus Sholihin. 7/13. ayyamul = hari) karena pada malam ke-13. sebagaimana ditegaskan oleh para ulama Syafi‟iyah. dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu. “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya. cetakan kedua. “Yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah puasa sunnah yang tidak terikat dengan waktu tertentu. 4/621. 14. Ibnu Hazm.com ______________________ [1] Lihat Al furqon baina awliyair rohman wa awliyaisy syaithon. Mawqi‟ Ya‟sub [4] „Aunul Ma‟bud. 5192 dan Muslim no. “Adapun jika si suami bersafar. Karena ketika suami tidak ada di sisi istri. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Disempurnakan di Panggang-GK. ia tidak mungkin bisa bersenang-senang dengannya. cetakan ketiga. Dan tidak bisa hak tersebut terhalang dipenuhi gara-gara si istri melakukan puasa sunnah atau puasa wajib yang sebenarnya bisa diakhirkan. 5/303.

Syaikh Ibrahim bin „Amir Ar Ruhailiy. [12] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Dar Ihya‟ At Turots. Inilah puasa yang paling dicintai di sisi Allah dan tidak ada lagi puasa yang lebih baik dari itu. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari. Dari „Abdullah bin „Amr bin Al „Ash. dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. 8/55. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. [14] Idem. juga membahas keutamaannya. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Puasa Daud.”[1] Faedah hadits: 1. kami akan menyajikan materi puasa lainnya yaitu mengenai puasa Daud. “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud. 119 -121. Puasa Paling Istimewa Segala puji bagi Allah. Hadits ini menerangkan keutamaan puasa Daud yaitu berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) keesokan harinya. cetakan kedua. [9] Lihat Tajridul Ittiba‟. kami telah menyinggung mengenai beberapa puasa sunnah. 1392. [13] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Dalam postingan-postingan sebelumnya. hal. shalawat dan salam kepada Nabi-Nya. Pada kesempatan kali ini. 8/37.[8] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. . bukan bulan Masehi. 116. Puasa Daud adalah melakukan puasa sehari. Semoga bermanfaat. Dar Al Imam Ahmad. Yahya bin Syarf An Nawawi. [11] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. 8/35. [10] Yang jadi patokan di sini adalah bulan Hijriyah. dan keesokan harinya tidak berpuasa. 7/115.

Hal ini dapat menyebabkan seseorang malas. Ibadah begitu banyak ragamnya. Setelah itu beliau tidur kembali untuk mengistirahatkan badannya supaya semangat melaksanakan shalat Fajr. Karena ini.2. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari‟atkan lainnya. 5. Ingatlah. begitu pula ia ingin shalat malam semalam suntuk. kurang semangat dan lemas ketika melaksanakan ibadah lainnya. Hal ini dikarenakan menyelisihi petunjuk Nabawi dan juga dapat melalaikan dari berbagai kewajiban lainnya. Jika banyak melakukan puasa . Lalu beliau bangun dan mengerjakan shalat hingga seperenam malam terkahir. Sehingga dengan menunaikan puasa Daud (sehari berpuasa. Lalu beliau beri solusi agar berpuasa sehari dan tidak berpuasa keesokan harinya. 6. 4. Begitu pula dengan shalat malam. begitu pula dengan kewajiban yang mesti ditunaikan seorang hamba begitu banyak. “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. sehari tidak). seseorang akan lebih memperhatikan kewajiban-kewajibannya dan ia dapat meletakkan sesuatu sesuai dengan porsi yang benar. Untuk puasa beliau sarankan padanya untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya. Nabi Daud „alaihis salam biasa tidur di pertengahan malam pertama hingga sepertiga malam terakhir. sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun Abdullah bin 'Amr ngotot ingin mengerjakan lebih dari itu. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi solusi padanya dengan yang lebih baik. Di antara faedah puasa Daud adalah menunaikan hak Allah dengan melakukan ketaatan kepadaNya dan menunaikan hak badan yaitu dengan mengistirahatkannya (dari makan). maka pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban. Ia ingin melaksanakan puasa setiap hari tanpa henti. Lalu tidak ada lagi yang lebih afdhol dari itu. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Berlebih-lebihan hingga melampaui batas dari keadilan dan pertengahan dalam beramal ketika beribadah termasuk bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) yang tercela. 3. Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin rahimahullah mengatakan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya. berdzikir dan beristigfar di waktu sahur. Karena ingat di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika seseorang berpuasa setiap hari tanpa henti. Nabi shallallallahu 'alaihi wa sallam memberi petunjuk seperti shalat Nabi Daud. Abdullah bin 'Amr sangat semangat melakukan ketaatan.

* Penjelasan Syaikh „Ali bin Yahya Al Haddadi di website pribadinya haddady. Via BB. Lakukan Puasa Sunnah Minimal Sebulan 3 Kali Usahakanlah setiap bulan sempat melakukan puasa sunnah minimal 3 kali.php?id=323&page=19&main=7 Faedah ilmu ketika safar. Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.com [1] HR.com pada link: http://www. 1159 [2] Syarh Riyadhus Sholihin.”[2] 7.com/ra_page_views. 3/470. Darul Kutub Al „Ilmiyah. Tidak mengapa jika puasa Daud bertepatan pada hari Jumat atau hari Sabtu karena ketika yang diniatkan adalah melakukan puasa Daud dan bukan melakukan puasa hari Jumat atau hari Sabtu secara khusus. . Dalil Anjuran [Dalil pertama] .. 1424 H.malah membuat jadi lemas.haddady. maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. Semoga Allah mudahkan. Bukhari dan Muslim no.. cetakan ketiga. 13 Rabi'ul Akhir 1431 H (29/03/2010). Referensi: * Syarh Riyadhus Sholihin. Wallahul Muwaffiq.

.” Mu‟adzah lalu bertanya. [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur. “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” „Aisyah menjawab. [2] mengerjakan shalat Dhuha.”[3] .”[1] [Dalil Kedua] Mu‟adzah bertanya pada „Aisyah. “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar. ، ، “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya. “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”[2] [Dalil Ketiga] Dari Ibnu „Abbas radhiyallahu „anhuma.Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu. “Iya. beliau berkata. . “Apakah Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” „Aisyah menjawab. ia berkata.

[Dalil Keempat] Dari Abu Dzar. 3. 14. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja. “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau di awal. Oleh karena itu. Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Hari ini disebut dengan ayyamul biid (biid = putih. dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid. pertengahan atau akhir bulan hijriyah)”. 14.”[5] Pelajaran Penting 1. ayyamul = hari) karena pada malam ke-13. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13. 13 dan 14. maka berpuasalah pada tanggal 13. . 14. dan 15 (dari bulan Hijriyah). dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu. atau pula pada setiap sepuluh hari tadi masing-masing satu hari. „Aisyah mengatakan. pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah.”[6] 2. “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun. Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin menjelaskan. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda padanya. Ada pula yang mengatakan bahwa ayyamul biid adalah hari ke-12. pada hari apa saja.”[4] [Dalil Kelima] Dari „Abdullah bin „Amr bin Al „Ash. Namun pendapat pertama tadi lebih kuat. Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya. “Puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama. “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya.

Menghidupkan sunnah Nabi shallallahu „alaihi wa sallam. Lihat Ash Shohihah no. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. 2345. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. Tirmidzi no. Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya. 2.[7] 3. Oleh karena itu. Setelah kita menunaikan yang wajib. Lakukanlah Puasa dengan Ikhlas dan Sesuai Tuntunan Nabi . [4] HR. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. 763 dan Ibnu Majah no. Ketahuilah bahwa puasa sunnah nantinya akan menambal kekurangan yang ada pada puasa wajib. Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. 761 dan An Nasai no. [6] Syarh Riyadhus Sholihin. 2424. amalan sunnah sudah sepantasnya tidak diremehkan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. [7] Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin di Syarh Riyadhus Sholihin. 580. 3/470. 3/469. Merutinkan Puasa Senin Kamis Puasa adalah amalan yang sangat utama. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. maka alangkah bagusnya kita bisa menyempurnakannya dengan amalan yang sunnah. 1178. Bukhari no. Jadi seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun. [5] HR. Tirmidzi no. Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. 1979.com 9 Rabi'ul Awwal 1431 H ____________________ [1] HR. [2] HR.Faedah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan 1. 1709. An Nasai no. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. [3] HR. Bukhari no.

” (QS. haruslah terpenuhi dua syarat. maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu „alaihi wa sallam. apabila suatu amalan .Agar ibadah diterima di sisi Allah. Begitu pula. Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi. “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”. “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki tuntunan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam). “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak m encocoki ajaran Nabi shallallahu „alaihi wa sallam. Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. 2. yaitu: 1.”[1] Al Fudhail bin „Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah. maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.” Lalu Al Fudhail berkata. maka amalan ibadah menjadi tertolak. Al Mulk [67] : 2). pen). Ikhlas karena Allah.” (QS. yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. Inilah dua rukun diterimanya ibadah. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". amalan tersebut tidak akan diterima. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. beliau mengatakan. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam (ittiba‟). “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. “Supaya Dia menguji kamu. Al Kahfi: 110) Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan. Dalil dari dua syarat di atas adalah firman Allah Ta‟ala.

.”[4] .” (Jami‟ul Ulum wal Hikam. hal. maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa. hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku. “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis. beliau mengatakan. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. lantas beliau menjawab.dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu „alaihi wa sallam namun tidak ikhlas. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis. 19) Dalil Anjuran Puasa Senin-Kamis [Dalil pertama] Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu „anhu. amalan tersebut juga tidak akan diterima.”[2] [Dalil kedua] Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin.”[3] [Dalil ketiga] Dari „Aisyah. “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan.

” ‟Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. Rasul shallallahu ‟alaihi wa sallam menjawab. beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‟alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. [5] Dari ‟Aisyah.Faedah Puasa Senin-Kamis 1. ”Wahai Ummul Mukminin. Catatan: Puasa senin kamis dilakukan hampir sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Untuk masalah niat. Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah. walaupun sedikit. ”Amalan yang rutin (kontinu). bagaimanakah Rasulullah shallallahu ‟alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhus uskan hari-hari tertentu untuk beramal?” ‟Aisyah menjawab. Niat cukup dalam hati. . ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta‟ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit. - - . 2.”[6] ‟Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ‟Aisyah. beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‟alaihi wa sallam bersabda. tidak ada lafazh niat tertentu. Kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya. Dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Amalan yang Terbaik adalah Amalan yang Bisa Dirutinkan Dari ‟Aisyah –radhiyallahu ‟anha-.

An Nasai no. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Muassasah Qurthubah. [4] HR. 1739. Amalan yang rutin biar pun sedikit. 1041. 782 [7] HR. Tirmidzi no. [6] HR. 747. itu lebih baik. 2360 dan Ibnu Majah no. 9/205. [3] HR.com Disusun di Pangukan-Sleman. 14 Shofar 1431 H [1] Tafsir Al Qur‟an Al „Azhim. 4897. Semoga dengan mengetahui hal ini membuat kita semakin kiat melakukannya. Kitab shalat para musafir dan qasharnya. Lihat Shahihul Jaami‟ no. 783. Muslim no. . Dari Abu Hurairah. 1162. 783 Ganjaran Bagi Yang Gemar Puasa Sunnah Tidakkah engkau tahu pahala yang melimpah di balik amalan puasa sunnah. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. Ibnu Katsir.”[7] Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan yang mulia ini. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). [2] HR. Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya. Muslim no. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ‟alaihi wa sallam lakukan. [5] HR.”Tidak. Muslim no. Muslim no. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.

Aku sendiri yang akan membalasnya.. Muslim no. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sep uluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Bukhari no. 1904) Dalam riwayat Ahmad dikatakan. “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.” (HR. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Aku sendiri yang akan membalasnya”. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. 1151) Dalam riwayat lain dikatakan. “Allah „azza wa jalla berfirman (yang artinya). Allah Ta‟ala berfirman (yang artinya). ، “Allah Ta‟ala berfirman (yang artinya).” (HR. Syaikh Syu‟aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim) Pahala yang Tak Terhingga Bagi Orang yang Berpuasa . Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.”” (HR. “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”. Ahmad. “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/teb usan kecuali amalan puasa.

menjauhi hal-hal yang diharamkan. Sedangkan amalan puasa. [2] sabar dalam meninggalkan yang haram dan [3] sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ada batasan bilangan.” (QS. semuanya terdapat dalam amalan puasa. Kenapa Allah bisa menyandarkan amalan puasa untuk-Nya? . Kemudian dikecualikan amalan puasa. dan lemahnya badan. dahaga. Al Auza‟i mengatakan. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melakukan ketaatan. Allah Ta‟ala berfirman. Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar. Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya.”[1] Sabar itu ada tiga macam yaitu [1] sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. ”Karena puasa adalah bagian dari kesabaran”. Allah khususkan untuk diri-Nya.Dari riwayat pertama. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya. Oleh karena itu. “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Az Zumar: 10). Ketiga macam bentuk sabar ini. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Mengenai ganjaran orang yang bersabar. juga dalam puasa seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan seperti menahan diri dari rasa lapar. dikatakan bahwa setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. “Balasan orang yang bersabar adalah surga. “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa.mengatakan. Amalan Puasa Khusus untuk Allah Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta‟ala berfirman. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi.” As Sudi mengatakan. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.

memang ada perintah meninggalkan jima‟ (berhubungan badan dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Jika seseorang telah melakukan ini semua –seperti meninggalkan hubungan badan dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa-. Oleh karena itu. padahal tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan tersebut selain Allah. Oleh karena itu.” Dari dua alasan inilah. Sebab Pahala Puasa. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi seperti itu. Allah membalas orang yang melakukan puasa seperti ini dan Dia pun mengkhususkan amalan puasa tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan lainnya.”. Dia lebih suka mentaati Rabbnya. dan dia meninggalkan itu semua karena Allah. “Dalam puasa sulit sekali terdapat riya‟ (ingin dilihat/dipuji orang lain). seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat.” Orang yang melakukan puasa seperti itu selalu menyadari bahwa dia berada dalam pengawasan Allah meskipun dia berada sendirian. maka ini menunjukkan benarnya iman orang yang melakukan semacam ini. Bahkan ketika hendak shalat. Seseorang Memasuki Surga . Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan berbagai macam syahwat yang tidak kita jumpai pada amalan lainnya. Dalam ibadah ihram. “Inilah yang menunjukkan benarnya iman orang tersebut. [Alasan kedua] Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. “Beruntunglah orang yang meninggalkan syahwat yang ada di hadapannya karena mengharap janji Rabb yang tidak nampak di hadapannya.[Alasan pertama] Karena di dalam puasa. jika makanan telah dihidangkan dan kita merasa butuh pada makanan tersebut. menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Begitu pula dengan ibadah shalat. Imam Ahmad dan selainnya mengatakan. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu Rajab. Sebagian salaf mengatakan. Allah menyandarkan amalan puasa pada -Nya berbeda dengan amalan lainnya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang hanya Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Namun itu dalam waktu yang singkat. Dia telah mengharamkan melakukan berbagai macam syahwat yang dia sukai.

Ketika berbuka. Oleh karena itu. “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Ganjaran amalan puasa akan disimpan bagi pelakunya di sisi Allah Ta‟ala. Itulah amalan puasa yang akan tersimpan di sisi Allah. Dengan kata lain. Amalan kebaikan lain akan memangkas kejelekan yang dilakukan oleh seorang hamba. Lalu tersisalah satu kebaikan dari amalan-amalan kebaikan tadi yang menyebabkan pelakunya masuk surga. “Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” Jadi. minuman dan menggauli istri. seseorang tidak lagi memiliki pahala kebaikan apa-apa. Sehingga karena banyaknya dosa yang dilakukan. dia akan merasa senang jika hal tersebut diperbolehkan lagi. jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa. satu yang lainnya akan saling memangkas. hingga tidak tersisa satu pun kecuali satu amalan yaitu puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.” Sufyan bin „Uyainah mengatakan. yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan.” Kebahagiaan pertama adalah ketika seseorang berbuka puasa. “Allah „azza wa jalla berfirman (yang artinya). Dua Kebahagiaan yang Diraih Orang yang Berpuasa Dalam hadits di atas dikatakan. Setiap amalan akan menembus berbagai macam kezholiman yang pernah dilakukan. seluruh amalan kebaikan dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan oleh pelakunya. tidak boleh bagi seorang pun mengambil ganjaran amalan puasa tersebut sebagai tebusan baginya. amalan puasa adalah untuk Allah Ta‟ala. Ketika tidak tersisa satu kebaikan kecuali puasa. Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa hari kiamat nanti antara amalan kejelekan dan kebaikan akan ditimbang. Jika seseorang dilarang dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa. Allah akan menyimpan amalan puasa tersebut dan akan memasukkan hamba yang memiliki simpanan amalan puasa tadi ke dalam surga. “Pada hari kiamat nanti. . Allah Ta‟ala akan menghisab hamba -Nya.Lalu dalam riwayat lainnya dikatakan. Amalan puasa ini akan Allah simpan dan akhirnya Allah memasukkan orang tersebut ke surga.

Al Muzammil: 20) “Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya). namun baunya adalah bau minyak kasturi.” (QS.” (QS. niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Az Zalzalah: 7) Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits di atas . Namun bau mulut seperti ini adalah bau yang menyenangkan di sisi Allah karena bau ini dihasilkan dari amalan ketaatan dank arena mengharap ridho Allah. Allah Ta‟ala berfirman. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan. “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Sebagaimana pula darah orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti. Ali Imron: 30) “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun. Harumnya bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah ini ada dua sebab: .Kebahagiaan kedua adalah ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi Allah.” (QS. warnanya adalah warna darah. “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh tidak mengenakkan.

dia berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut dari orang lain. Allah pun membalasnya dengan memberikan bau harum pada mulutnya yang menyenangkan seluruh makhluk. lalu muncul dari amalannya tersebut bekas yang tidak terasa enak bagi jiwa di dunia. . . walaupun bau tersebut tidak terasa enak di sisi makluk ketika di dunia. [Kedua] Barangsiapa yang beribadah dan mentaati Allah. maka bekas seperti ini tidaklah dibenci di sisi Allah. Hal ini dikarenakan bekas yang tidak terasa enak tersebut muncul karena melakukan ketaatan dan mengharap ridho Allah.[2] Ganjaran Puasa Lainnya # Puasa adalah perisai dari api neraka Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. ”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka. selalu mengharap ridho Allah di dunia melalui amalan yang dia lakukan.[Pertama] Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah di dunia. Ketika di akhirat. Allah memberitahukan amalan puasa yang dia lakukan di hadapan manusia lainnya karena dulu di dunia. Inilah bau mulut yang harum yang dinampakkan oleh Allah di hari kiamat nanti karena amalan rahasia yang dia lakukan.”[3] # Amalan puasa akan memberikan syafa’at bagi orang yang menjalankannya Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. . Oleh karena itu. Bahkan bekas tersebut adalah sesuatu yang Allah cintai dan baik di sisi-Nya. Allah pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa dia adalah orang yang gemar berpuasa.

Dan amalan Al Qur‟an pula berkata. “Maka syafa‟at keduanya diperkenankan”. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. [2] Pembahasan ini kami sarikan dari Latho‟if Al Ma‟arif. Ahmad dan Baihaqi. Muassasah Qurthubah.com [1] Lihat Tafsir Al Qur‟an Al „Azhim. karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa‟at kepadanya”. Dikatakan kepada mereka.”Amalan puasa dan amalan Al Qur‟an itu akan memberikan syafa‟at kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Hanya Allah yang beri taufik. Amalan puasa akan berkata. “Di mana orang -orang yang berpuasa?” Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk. “Wahai Tuhanku.“[4] # Bagi orang yang berpuasa akan disediakan pintu surga Ar Royyan Sahl bin Sa‟d radhiyallahu „anhu berkata. 268 -290 ditambah beberapa sumber lainnya. saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. “Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari. pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”[5] Semoga dengan mengetahui keutamaan ini kita bisa lebih giat memperbanyakan amalan puasa sunnah.” Beliau bersabda. ، ، ، ، ، ، ”Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. [3] HR. karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa‟at kepadanya. 12/117. Ibnu Katsir. dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami‟ . Ibnu Rajab Al Hambali.

Hakim. 1152 . [5] HR. Thabrani. Ahmad. 1896 dan Muslim no. periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Majma‟ Zawaid. Bukhari no.[4] HR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful