PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR : 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2010-2015

TAHUN 2011

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010–2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, sehingga perlu diselenggarakan secara seimbang dan serasi untuk menjamin keselarasan pembangunan antar daerah tanpa mengurangi kewenangan daerah sesuai semangat desentralisasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008; b. bahwa konsistensi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan sinergitas pembangunan antar daerah untuk 5 (lima) tahun ke depan perlu dilakukan secara efektif, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan; c. bahwa untuk pedoman dan acuan dalam menetapkan arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum program satuan kerja perangkat daerah maupun program kewilayahan yang disertai rencana kerja dalam kerangka regulasi dan pendanaan bersifat indikatif, diperlukan dokumen perencanaan daerah; d. bahwa berubahnya struktur kelembagaan Pemerintah Kabupaten Malang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah mengakibatkan berubahnya target-target kinerja satuan kerja perangkat daerah; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d konsideran menimbang ini, maka perlu menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 dengan Peraturan Daerah; 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 41), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);

Mengingat

:

2 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400) ; 6. Undang-Undang Perencanaan Republik Nomor 25 Tahun 2004 2004 tentang 104, Sistem Negara Pembangunan Tahun Nasional (Lembaran

Indonesia

Nomor

Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) ; 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 9. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 1/D). 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 21. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014. 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19. Tata Cara Penyusunan. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2007 Nomor 2/E). 19.3 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815). . 15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 18. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 13. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. 16. Pemerintahan Daerah Provinsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663). Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. 17.

: GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH. Pasal 2 Sistematika Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 disusun sebagai berikut: BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X : PENDAHULUAN. : ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010 Nomor 2/E). MISI. : PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. : INDIKATOR KINERJA DAERAH. TUJUAN DAN SASARAN. : INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. : VISI.4 22. : GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN. : AGENDA. Pasal 1 Dengan Peraturan Daerah ini ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 yang merupakan landasan dan pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyelenggarakan dan melaksanakan pembangunan 5 (lima) tahun. : KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG dan BUPATI MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010–2015. 23. . Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 3/E).

13 Mei 2011 Diundangkan di Malang Pada tanggal 18 Mei 2011 SEKRETARIS DAERAH BUPATI MALANG. dijabarkan ke dalam Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) 5 (lima) tahunan. H. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahunan dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Ditetapkan di Malang pada tanggal. SE.Si NIP. M.19570830 198209 1 001 Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011 Nomor 1/E . Pasal 5 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.5 Pasal 3 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 4 Pelaksanaan lebih lanjut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015. RENDRA KRESNA Dr. ABDUL MALIK. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Malang. Agar setiap orang mengetahuinya.

sinkronisasi dan sinergi mulai dari perencanaan. 2. mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah. dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional. misi dan program Kepala Daerah sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. pelaksanaan hingga pengendalian pembangunan.6 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010 – 2015 I. dengan demikian diperlukan sistem perencanaan pembangunan nasional dan daerah yang efektif dan efisien. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang berasaskan desentralisasi. integrasi. Dasar Pemikiran Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan dengan melibatkan masyarakat. Salah satu unsur dari sistem perencanaan pembangunan nasional adalah wajib adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang merupakan penjabaran dari visi. dilakukan Pemerintah Daerah bersama para pemangku kepentingan dengan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing. merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Prinsip-prinsip Prinsip Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah meliputi: a. dimana Pemerintah menyerahkan sebagian wewenang kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. PENJELASAN UMUM 1. . 3. c. b. d. pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah. Sedemikian besarnya wewenang dan tugas Pemerintah Daerah sehingga memerlukan koordinasi. Ruang Lingkup Ruang lingkup Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah meliputi tahapan. tata cara penyusunan.

PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas . b. c. keterwakilan seluruh segmen masyarakat. teknokratik. d. transparansi dan akuntabilitas. i.72 4. penetapan Peraturan Daerah dan klarifikasi Gubernur Jawa Timur. f. II. program SKPD. Provinsi dan Nasional. misi dan program Kepala Daerah. yaitu menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. bottom up-top down. g. partisipatif. 6. yaitu penyelarasan melalui musyawarah yang dilaksakan mulai dari Desa. b. Kabupaten. d. sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah. program lintas SKPD. rencana kerja dalam kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. penyusunan rancangan awal dan rancangan yang disempurnakan. yaitu melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dengan mempertimbangkan relevansi pemangku kepentingan. strategi pembangunan daerah. visi. yaitu program-program pembangunan yang ditawarkan masingmasing calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih pada saat kampanye disusun ke dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. 5. persiapan penyusunan. kesetaraan antara pemangku kepentingan. pelaksanaan Musrenbang. Muatan Muatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah terdiri dari: a. Kecamatan. e. arah kebijakan keuangan daerah. perumusan rancangan akhir dan konsultasi kepada Gubernur Jawa Timur. Pendekatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah menggunakan pendekatan: a. c. rencana kerja dalam kerangka regulasi yang bersifat indikatif. h. program kewilayahan. politis. c. e. rasa memiliki dokumen perencanaan serta terciptanya konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan. b. kebijakan umum. d. Tahapan Tahapan penyunan RPJMD terdiri dari: a.

3 8 Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas .

..1............................. 2. 4......... 6.......1.... 5....... 1....3....... 4........... INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA .......... BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS .............. TUJUAN DAN SASARAN ...........2.... BAB V VISI.... Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang .. 1 1 3 5 8 8 10 10 15 28 37 44 46 53 54 58 58 60 61 64 64 65 66 66 68 68 69 70 79 80 81 99 130 136 136 136 GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN ......................... PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN ..... 10........................ Latar Belakang ............ 5....................... 6...............................2... 6............. 2.......3........ Kinerja Keuangan Masa Lalu ........................ 3................................. 4....... Kaidah Pelaksanaan ......DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN .... 2................... Aspek Kesejahteraan Masyarakat ......1... BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH .. 2......................................... Fokus Pembangunan Sektoral .........................................................2........ MISI.......... Icon Promotif......2..............3..... 5.................3........... Arah Kebijakan Umum ............................................................ Agenda dan Prioritas Pembangunan .................1... Aspek Daya Saing Daerah ...... BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ............. 3............ Strategi Pembangunan ........... BAB III Aspek Geografi dan Demografi .............. Misi ... Sasaran ......... INDIKATOR KINERJA DAERAH .............. 10.......... 1......................................................1. 1........................ 1......3..................................................................... Tujuan.4................................3....................................... STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ....2...........................1. 6................... 5................................. Maksud dan Tujuan .......... Pedoman Transisi .5...................................................................................................... Dasar Hukum Penyusunan ..... 6............. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan Lainnya ................................... Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang............ 1.............2.....5........2...... Aspek Pelayanan Umum ...... Sistematika Penulisan ....................1...........................................................................4.............. BAB VI AGENDA...4... .............. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu....... 3.................. Kerjasama Antar Kabupaten/Kota .......4...... Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 . Visi ......................

.......12 Tabel 2...........24 Tabel 2.....27 Perkembangan Kependudukan Tahun 2006-2010 ...................................14 Tabel 2..... Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2006-2009 ....26 Tabel 2.. Perkembangan Jumlah Peserta KB dan PUS Tahun 2006-2010 ..................8 Tabel 2...........................20 Tabel 2..........3 Tabel 2... Perkembangan Keterlibatan Perempuan Dalam Organisasi Tahun 2006-2009 .... Perkembangan APM dan APK Tahun 2006-2009 ...ii DAFTAR TABEL Tabel 2..............10 Tabel 2..17 Tabel 2........ Perkembangan Jumlah Pemeluk Agama Tahun 2006-2010 .......7 Tabel 2... Klasifikasi Kinerja Ekonomi SSWP Tahun 2005-2008 ............2 Tabel 2............................................................... Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Umur 15 Tahun Keatas di Kabupaten Malang dan Sekitarnya Tahun 2005-2010 ..............9 Tabel 2.............................................4 Tabel 2..21 Tabel 2...6 Tabel 2........... Perkembangan Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010... Proyeksi Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 ........25 Tabel 2........ Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2011-2015 .......................18 Tabel 2............... 13 14 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 20 21 22 24 25 26 27 28 28 29 29 30 30 31 .............................. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2006-2010 .............5 Tabel 2. Struktur Ekonomi PDRB ADHB Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 .19 Tabel 2................................................. Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 .................................13 Tabel 2.....................................11 Tabel 2........................................... PDRB Per Kapita..... PDRB ADHB per SSWP Tahun 2005-2009 .... Perkembangan Guru yang Berkualifikasi Tahun 2006-2010 ............... Perkembangan PDRB...................... Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 ............ Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2006-2010 ....... Perkembangan PDRB ADHK per SSWP Tahun 20052008 ..... Proyeksi Angka Kemiskinan.........15 Tabel 2.............23 Tabel 2....................... PDRB per Kapita................................................... Perkembangan Partisipasi Sekolah Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk Tahun 2006-2009 ...................... Perkembangan Jumlah Guru dan Murid per Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2006-2009 .................... Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2011-2015 .......... Daftar Desa Tertinggal Kabupaten Malang ................................... Perkembangan Angka Kemiskinan...................... Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah Pengembangan Tahun 2015-2015 .............. Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 ..........................1 Tabel 2. Mata Pencaharian Penduduk Tahun 2006-2010.................16 Tabel 2............ Proyeksi PDRB..............................22 Tabel 2...................................... Perkembangan Jumlah Penduduk Rawan Sosial Tahun 2006-2010 ........

..40 Tabel 2............................................... Hutang/Kewajiban Tahun Anggaran 2006-2009 .......................................................... Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 20062010 ...10 Tabel 4........2 Tabel 3................ Perkembangan Peran Sektoral Dalam Perekonomian Berdasarkan PDRB ADHK Tahun 2006-2010 .......................................... Angka Kriminalitas Tahun 2006-2009 ..........36 Tabel 2.................................... 31 32 33 34 34 35 38 38 39 39 40 41 41 42 43 47 48 49 50 51 52 52 52 56 57 60 61 82 100 131 135 ..........................................9 Tabel 3.......... Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 20102015 ........................38 Tabel 2.................. Asset Daerah Tahun Anggaran 2005-2009 ...........39 Tabel 2.. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 20062010 ............... Kematian Bayi.........41 Tabel 2.............. Perkembangan Kelistrikan Tahun 2006-2009 ...............................32 Tabel 2...........................................2 Perkembangan Indeks Harapan Hidup........................................................................................ Perkembangan Industri dan Perdagangan Tahun 2006-2009 ............................. Indikator Kinerja Daerah ................3 Tabel 3..1 Tabel 3.... Kebijakan Umum dan Program Kabupaten Malang ..................... Analisa SWOT ....... Prasarana Jalan Tahun 2006-2009 ......37 Tabel 2...................... Daerah Yang Potensi Andalannya Sama Dengan Kabupaten Malang ...............1 Tabel 9..............42 Tabel 3..... Rencana Hasil RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 .................30 Tabel 2.... Proyeksi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 ... Paramedis dan Sarana Prasarana Kesehatan Tahun 2006-2009 .....35 Tabel 2................................7 Tabel 3........... Kematian Anak dan Ibu Tahun 2006-2009 .... Perkembangan Sarana Transportasi Tahun 20062009 .....29 Tabel 2.6 Tabel 3....................33 Tabel 2.................34 Tabel 2................................ Perkembangan Jumlah Dokter...iii Tabel 2.......... Hubungan Fokus Pembangunan Sektoral dengan Isu Strategis ..................1 Tabel 9.....4 Tabel 3..................... Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 ........ Realisasi Ekspor Non Migas Menurut Tujuan Tahun 2009 .....1 Tabel 4....... Perkembangan Ketenagakerjaan Tahun 2007-2009 ..........5 Tabel 3....................................................................... Rasio Pendapatan dengan Belanja Dalam Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2006-2010................... Perkembangan Telekomunikasi Tahun 2006-2009 ..........................8 Tabel 3......1 Tabel 8...............31 Tabel 2............ Produksi Komoditas Andalan Pertanian Tahun 20062009 ........................... Ekuitas Dana Tahun Anggaran 2006-2009 .................................. Jumlah Kewajiban Dan Ekuitas Dana Tahun Anggaran 2006-2009 ....2 Tabel 7............. Potensi Mineral di Kabupaten Malang ....................................28 Tabel 2................................................ Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan Kabupaten Malang Tahun 2011-215 ........ Perkembangan Jumlah dan Nilai Investasi PMDN/PMA Tahun 2008-2009 ...................................

................ 5 23 44 45 ............................................ Gambar 3................................ Gambar 3................. Gambar 2..............1 Hubungan RPJMD Kabupaten Malang dengan Dokumen lainnya ........................iv DAFTAR GAMBAR Gambar 1..... Misi... Strategi RPJMD ................2 Kerangka Hubungan Antara Strategi dan Komponen APBD .....1 Peta Wilayah Pengembangan Kabupaten Malang .....1 Kerangka Hubungan Antara Kebijakan Keuangan Daerah/APBD dengan RKPD dan Visi.....................

mekanisme. transparan dan akuntabel. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 telah ditetapkan proses pelaksanaan desentralisasi dimana Pemerintah Pusat memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan serangkaian proses. terpadu.35–804 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Malang dan Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Malang Provinsi Jawa Timur. penyusunan rencana dikehendaki memadukan pendekatan teknokratis. politis. bottom-up dan top down process. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik.1. demokratis. Latar Belakang Pemerintah Kabupaten Malang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 2 Tahun 1965 dengan pusat pemerintahan berada di Kota Malang. mekanisme dan tahapan perencanaan . namun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008 maka Ibukota Kabupaten Malang dipindahkan dari Wilayah Kota Malang ke wilayah Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. prosedur dan kualitas proses perencanaan dan penganggaran daerah. partisipatif. Keterlibatan stakeholders dan legislatif dalam proses pengambilan keputusan perencanaan menjadi sangat penting untuk memastikan rencana yang disusun mendapatkan dukungan optimal bagi implementasinya. konsisten dengan rencana lainnya yang relevan. Ini bermakna bahwa perencanaan daerah selain diharapkan memenuhi kaidah penyusunan rencana yang sistematis. demokratis. dan pembangunan daerah berkelanjutan. juga kepemilikan rencana (sense of ownership) menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Dalam peraturan dan perundangan baru. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta peraturan perundangan di era desentralisasi memperlihatkan komitmen politik pemerintah untuk menata kembali dan meningkatkan sistem. Adapun tujuan umum pembentukan Kabupaten Malang selaras dengan semangat dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan warisan leluhur pendahulu yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur material spiritual diatas dasar kesucian yang langgeng (abadi) dan dikenal dengan sesanti Satata Gama Karta Raharja.LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR TANGGAL : : 2 TAHUN 2011 13 MEI 2011 BAB I PENDAHULUAN 1.35–803 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Malang Provinsi Jawa Timur serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang Periode 2010-2015 ini adalah hasil pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 yang disahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.

Selanjutnya sebagaomana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional disebutkan bahwa perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis. Meningkatnya kepercayaan masyarakat antara lain disebabkan banyaknya permasalahan yang dapat diatasi . sehingga perencanaan pembangunan daerah harus disusun secara terpadu (integrated). Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-Undang 32 Tahun 2004. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 ini pula diamanatkan bahwa daerah kabupaten/kota wajib memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi. Yang merupakan penjabaran dari visi. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dijelaskan bahwa pengertian RPJMD adalah dokumen rencana pembangunan jangka menengah. dapat dilaksanakan (aplicable) dan berkelanjutan (sustainable). dan tanggap terhadap perubahan. Tata Cara Penyusunan. Pada tahapan pembangunan pertama RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 selama kurun waktu 5 tahun yang lalu banyak permasalahan pembangunan di Kabupaten Malang yang telah ditangani dan mengalami perubahan yang cukup signifikan baik dalam segi pelayanan pemerintahan maupun pembangunan kesejahteraan masyarakat. terarah. Undang–Undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan bahwa daerah kabupaten/kota yang memiliki Kepala Daerah baru diharuskan memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. maka RPJMD Kabupaten Malang disusun dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 dan memperhatikan RPJM Nasional Tahun 2010–2014 dan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009–2014 yang telah ditetapkan lebih dahulu. penganggaran. misi. terukur (measurable). provinsi. pelaksanaan dan pengawasan. demikian juga perencanaan pembangunan daerah. Sebagai suatu dokumen rencana yang penting sudah sepatutnya Pemerintah Daerah bersama DPRD. Dokumen RPJMD ini disusun guna menjabarkan visi dan misi serta program Kepala Daerah terpilih sesuai dengan janji-janjinya di masa kampanye berdasarkan isu dan permasalahan strategis dan potensi Kabupaten Malang. dan yang tentunya diikuti dengan pemantauan.2 yang dapat menjamin keselarasan pembangunan antar daerah tanpa mengurangi kewenangan yang diberikan. adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun. evaluasi. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. terpadu. dan review berkala atas implementasinya. maupun pusat. Dalam rangka tetap menjaga sinkronisasi perencanaan antar level pemerintahan dalam jangka menengah baik dalam hal program pembangunan di daerah. dan masyarakat memberikan perhatian penuh pada proses penyusunan dokumen RPJMD. Perencanaan pembangunan daerah tersebut disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Selanjutnya pula berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 bahwa RPJMD ditetapkan paling lambat 6 bulan setelah Kepala Daerah dilantik.

RPJMD selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan perencanaan tahunan dan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD).2. Namun hal yang mendasar dari keberhasilan pembangunan 5 tahun tahap pertama RPJPD Kabupaten Malang adalah telah mampu menggeser paradigma pembangunan dari ketergantungan sepenuhnya kepada pemerintah menjadi pembangunan terpadu antar stakeholder dan paradigma pembinaan masyarakat menjadi pemberdayaan serta mampu pula merubah paradigma aparatur dari kebiasaan yang minta dilayani menjadi melayani masyarakat. Dengan demikian. 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. walaupun masih banyak permasalahan pembangunan dan kemasyarakatan yang masih harus ditangani kedepan. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. 3. Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/915/II/Bangda tanggal 3 Maret 2011 perihal Konsultasi Rancangan Akhir RPJMD dan RKPD. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. RPJMD sebagai dokumen perencanaan 5 tahunan merupakan penjabaran RPJPD yang memiliki kurun waktu 20 tahun. 5. dijelaskan bahwa periodesasi RPJMD sesuai dengan masa jabatan Kepala Daerah terpilih terhitung sejak dilantik sedangkan Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang dilantik pada tanggal 26 Oktober 2010. 4. . substansi materi didalamnya harus mengacu dan mengarah bagi terwujudnya ketentuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan pemanfaatan ruang baik kebijakan struktur ruang maupun pola ruang.3 secara bersama serta memberikan rasa kepuasan kepada masyarakat. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerahdaerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur. Dasar Hukum Penyusunan Dalam menyusun RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku antara lain 1) landasan idiil Pancasila. 2) Landasan konstitusional Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. serta landasan operasional sebagai berikut: 1. 2. dengan demikian dapat mensinergikan ketiga kekuatan utama pembangunan yaitu pemerintah dan DPRD. RPJM Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 merupakan dokumen perencanaan kebijakan pembangunan 5 tahun kedepan. maka dengan demikian RPJMD Kabupaten Malang ditetapkan periodesasinya Tahun 2010-2015. dunia usaha serta masyarakat. walaupun secara substansi perencanaan Tahun 2010 sudah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 yang telah dilaksanakan serta telah dipertanggung jawabkan melalui Laporan Keterangan Pertangung Jawaban (LKPJ) Tahun 2010 tanggal 14 Maret 2011. 6.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 14. 22. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 18. 23. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 13. 19. 10. 20. 9. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan. Tata Cara Penyusunan. Pemerintahan Daerah Provinsi. 8. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 11.4 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Tata Cara Penyusunan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014. 17. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. . 16. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang. 21. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 15. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah.

Untuk mewujudkan visi misi tersebut maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki 9 agenda utama yaitu 1) Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. 2) perbaikan tata kelola pemerintahan.3. (9) lingkungan hidup dan bencana. (3) kesehatan. (8) energi. dan inovasi teknologi. (4) penanggulangan kemiskinan. 3) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. (7) iklim investasi dan usaha. 3) penegakan pilar demokrasi. memberdayakan ekonomi rakyat. terluar. terutama melalui pengembangan agroindustri/agrobisnis. meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan. terdepan. (10) daerah tertinggal.2 RPJMD Provinsi Jawa Timur RPJM Daerah Jawa Timur Tahun 2009-2014 memiliki visi terwujudnya Jawa Timur yang makmur dan berakhlak dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta (11) kebudayaan. terutama wong cilik.3. dan mempunyai satu misi mewujudkan makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat.3. Untuk mewujudkan visi misi tersebut Pemerintah memiliki 5 agenda pembangunan yaitu 1) Pembangunan Ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. 1. 2) memperkuat pilar-pilar demokrasi. (2) pendidikan.5 1. 4) penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. (6) infrastruktur. (5) ketahanan pangan. terutama bagi masyarakat miskin. serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur. dan paskakonflik. terutama pertanian dan pedesaan. serta meningkatkan perbaikan pengelolaan .1 Hubungan RPJMD Kabupaten Malang dengan Dokumen lainnya RPJM NASIONAL RPJPD KABUPATEN RPJMD PROVINSI JATIM RPJMD KABUPATEN MALANG RTRW KABUPATEN RENSTRA SKPD TH. 5) Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan 11 prioritas pembangunan nasional yaitu (1) reformasi birokrasi dan tata kelola. 2010-2015 RENJA SKPD RTRW PROVINSI JATIM RKPD KABUPATEN 1. 3) Meningkatkan percepatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.1 RPJM Nasional RPJM Nasional Tahun 2010-2014 menyebutkan bahwa visi Indonesia Tahun 2010-2014 adalah terwujudnya Indonesia yang sejahtera. 4) Memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup. kreativitas. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan lainnya Gambar 1. serta dengan misi 1) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. 2) Memperluas lapangan kerja. dan meningkatkan kesejahteraan sosial rakyat. demokratis dan berkeadilan.

dan penghormatan hak asasi manusia. kebijakan dan strategi pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah. Lumajang. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang SSWP diubah menjadi 6 Wilayah Pengembangan (WP) yang terdiri 1) WP I lingkar kota Malang 2) WP II Kepanjen 3) WP III Ngantang. 8) SWP Banyuwangi. 7) SWP Jember. mendorong pertumbuhan wilayah di perdesaan dan perkotaan. 5) SWP Probolinggo. dan penataan ruang. Kabupaten Malang termasuk dalam Orde II-B yang memiliki fungsi utama sebagai penunjang sistem metropolitan dan sebagai pusat pertumbuhan wilayah dengan potensi utama pertanian. 1.3. 6) Meningkatkan kualitas kesalehan sosial demi terjaganya harmoni sosial. 3) SWP Madiun dan sekitarnya. 9) SWP Madura dan Kepulauan. 5) Mewujudkan percepatan reformasi birokrasi. kebijakan dan strategi sistem perkotaan. Sedangkan kedudukan Kabupaten Malang di dalam orde-orde perkotaan di Provinsi Jawa Timur. serta mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga. 8) Meningkatkan keamanan dan ketertiban. menggambarkan rencana sistem pusat pelayanan permukiman perdesaan dan perkotaan serta sistem perwilayahan di Provinsi Jawa Timur sehingga terjadi pemerataan pelayanan. dan meningkatkan pelayanan publik. 2) Kebijakan dan strategi penetapan struktur ruang wilayah daerah memuat kebijakan dan strategi sistem perdesaan. 4) WP IV Tumpang. industri dan pariwisata. 6) WP VISumbermanjing Wetan. . kebijakan dan strategi penetapan fungsi kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan. serta terjaminnya kesetaraan gender. penetapan kawasan strategis serta penetapan fungsi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.3.3 RTRW Provinsi Jawa Timur Arahan Pengembangan Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur yang cukup terkait dengan Kabupaten Malang adalah tentang struktur pemanfaatan ruang wilayah. 6) SWP Blitar. 5) WP V Turen dan Dampit. 2) SWP Malang Raya. 4) SWP Kediri dan sekitarnya. 9) Mewujudkan percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial ekonomi dampak lumpur panas Lapindo.6 sumber daya alam. supremasi hukum. RTRW Kabupaten Malang sampai dengan akhir 2009 sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 11 Tahun 2003 yang mengarahkan Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) menjadi 8 SSWP yaitu 1) SSWP I Ngantang 2) SSWP II Lingkar Kota Malang 3) SSWP III Lawang 4) SSWP IV Tumpang 5) SSWP V Kepanjen 6) SSWP VI Donomulyo 7) SSWP VII Gondanglegi 8) SSWP VIII Dampit. 1. dan meningkatkan peran pemuda. penetapan pola ruang wilayah.4 RTRW Kabupaten Malang Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Malang adalah 1) Kebijakan dan strategi perencanaan ruang wilayah yang meliputi penetapan struktur ruang wilayah. Perwilayahan Jawa Timur direncanakan dalam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) dengan kedalaman penataan struktur pusat permukiman perkotaan yang dibagi dalam 9 SWP yaitu 1) SWP Gerbangkertosusila Plus. 7) Meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan.

. yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS. kemudian menerjemahkan kedalam rencana strategis SKPD. meningkatkan kualitas keluarga dan pengarusutamaan gender. atas dasar pemikiran tersebut tahapan skala prioritas utama dalam Tahapan Pembangunan kedua RPJPD (2010-2015) yaitu: 1) Meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat dengan mengembangkan sistem informasi hukum. pengangguran dan perbaikan iklim ketenagakerjaan. 2) Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam konteks ini.6 Renstra SKPD Penyusunan Renstra SKPD harus mengacu dan berpedoman pada RPJMD. strategi. 1. dan terpadu ke dalam tujuan. kelautan.3.3. program dan kegiatan prioritas SKPD serta dilengkapi dengan indikator atau tolok ukur pencapaiannya. dan disajikan secara sistematis. e) pagu indikatif dan prakiraan maju.3. 1. Kinerja penyelenggaraan urusan SKPD akan sangat mempengaruhi kinerja pemerintahan daerah dan Kepala Daerah selama masa kepemimpinannya. pertambangan.7 1. perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup. 1. c) indikator kinerja.3. d) kelompok sasaran. 5) Mengurangi kemiskinan. 3) Mengembangkan perekonomian berbasis pertanian. industri. pendanaan dan prakiraan maju.7 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Malang RKPD merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode satu tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat a) rancangan kerangka ekonomi daerah b) program prioritas pembangunan daerah dan c) rencana kerja. b) lokasi kegiatan. 6) Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.8 Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 tahun yang merupakan penjabaran dari Renstra SKPD yang memuat: a) program dan kegiatan. adalah sangat penting bagi SKPD untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi dan misi Kepala Daerah terpilih dan RPJMD. 4) Mengembangkan sistem pengamanan.5 RPJPD Kabupaten Malang RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyusunan RPJMD karena RPJMD Tahun 2010-2015 ini merupakan bagian tahapan pembangunan kedua. kebijakan. perdagangan dan pariwisata yang didukung infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu tekanan skala prioritas dalam setiap tahapan berbeda-beda. Tahapan dan skala prioritas yang ditetapkan ini mencerminkan urgensi permasalahan yang hendak diselesaikan tanpa mengabaikan permasalahan lainnya. tetapi semua harus berkesinambungan dari periode ke periode berikutnya dalam rangka mewujudkan sasaran pokok pembangunan jangka panjang. serta diarahkan pula pada sasaran untuk melanjutkan program-program RPJMD Tahap I yang belum terselesaikan. 7) Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Prioritas utama menggambarkan makna strategis dan urgensi permasalahan.

Kaidah Pelaksanaan 1. Arah Kebijakan Umum 6.4.2. pelaksanaan dan pengawasan pada setiap tahun anggaran selama 5 (lima) tahun yang akan datang sehingga secara . Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan Lainnya 1. Maksud dan Tujuan 1.2. Sistematika Penulisan 1.2.1 Maksud 1.1. Icon Promotif 6. Misi 5. Sebagai pedoman atau acuan dalam menetapkan arah kebijakan pembangunan dan strategi pembangunan daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang serta dalam rangka menjamin keberlanjutan pembangunan jangka panjang (sustainibility development) dan konsistensi antara perencanaan. Kinerja Keuangan Masa Lalu 3. Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang 4.5.2. Pedoman Transisi 10.4.1. MISI. Latar Belakang 1. Dasar Hukum Penyusunan 1.2. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.3.3. Aspek Pelayanan Umum 2. Aspek Daya Saing Daerah BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN 3.1.4. Aspek Geografi dan Demografi 2.2. Tujuan 5.1.3.3. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3.5.8 1.4. Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS 4.4.3. Kerjasama Antar Kabupaten/Kota BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA BAB IX INDIKATOR KINERJA DAERAH BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10. penganggaran.5. Fokus Pembangunan Sektoral BAB V VISI.1.1.2. Strategi Pembangunan 6. Agenda dan Prioritas Pembangunan 6. Maksud dan Tujuan BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang 4.5. TUJUAN DAN SASARAN 5.3. Sasaran BAB VI AGENDA. Visi 5.

2. Tujuan 1. sinkronisasi dan sinergi antar pelaku pembangunan di Kabupaten Malang serta menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efektif. 1. legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap program-program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu 5 tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah. 2. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif. Menciptakan sinergitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah.2. efisien.9 bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Malang. antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintah. berkeadilan dan berkelanjutan. Tersedianya dokumen RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 sebagai indikator evaluasi kinerja lima tahunan pemerintah daerah. 3. . 4.5. Menjamin terciptanya integrasi.

Pakis. Kromengan. Arjuno (3.329 m). Daerah dataran tinggi merupakan daerah perbukitan kapur (Gunung Kendeng) di bagian Selatan pada ketinggian 0-650 meter dari permukaan laut. Pegunungan Kendeng (600 m). terdiri dari 33 Kecamatan 12 Kelurahan.BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2. Gondanglegi.534.00” Bujur Timur.45” Lintang Selatan. Anjasmoro (2.651 m).Semeru (3. . Terdapat 9 gunung dan 1 pegunungan yang menyebar merata di sebelah Utara. Panderman (2. yang tersebar pada wilayah perkotaan dan perdesaan dan terletak antara 0–2000 m dari permukaan laut. Poncokusumo.Bromo (2.1. Mojokerto dan Jombang Sebelah Timur : Kabupaten Lumajang Sebelah Selatan : Samudera Indonesia Sebelah Barat : Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri Lingkar dalam : Kota Malang dan Kota Batu Kondisi topografis Kabupaten Malang merupakan dataran tinggi yang dikelilingi oleh beberapa gunung dan dataran rendah atau daerah lembah pada ketinggian 250-500 meter dari permukaan laut yang terletak di bagian tengah wilayah Kabupaten Malang. Ngajum. Luas wilayah Kabupaten Malang adalah 3. Jabung.86 km2 atau 353. Pagelaran. G. Timur. G. Ngantang.040 m). Wajak. G. Dengan kondisi topografi seperti ini mengindikasikan potensi hutan yang besar. Batok (2. 7O44’55. G.486 ha terletak pada urutan luas terbesar kedua setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur. memiliki sumber air yang cukup yang mengalir sepanjang tahun melalui sungai-sungainya untuk mengaliri lahan pertanian. G. Kepanjen. G. Sumberpucung.11” – 8O26’35.1 Aspek Geografi 1. Wilayah bergelombang terletak di wilayah Sumbermanjing Wetan. Welirang (2. Pagak. Wagir dan Wonosari.217 Rukun Warga (RW) dan 14. Probolinggo.300 meter dari permukaan laut. Daerah terjal perbukitan sebagian besar di Kecamatan Pujon. Kelud (1. Dau. Pakisaji sebagian Kecamatan Singosari.156 m). Karakter Lokasi dan Wilayah Wilayah Kabupaten Malang terletak pada wilayah dataran tinggi dengan koordinat antara 112O17’10. Secara administrasi wilayah Kabupaten Malang berbatasan dengan: Sebelah Utara : Kabupaten Pasuruan. Gedangan. Kasembon. Ampelgading dan Tirtoyudo. diantaranya Sungai Brantas sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur. 378 Desa.277 m). Memiliki 18 sungai besar. Bantur. Tajinan. Turen. Karangploso. Dampit. daerah lereng Tengger Semeru di bagian Timur membujur dari Utara ke Selatan pada ketinggian 500-3600 meter dari permukaan laut dan daerah lereng Kawi Arjuno di bagian Barat pada ketinggian 500-3. Lawang. Kawi (2. Donomulyo.676 m). Wilayah datar sebagian besar terletak di Kecamatan Bululawang.339 m). Selatan dan Barat wilayah Kabupaten Malang: G. G.868 m).90” – 122O57’00.731 m).718 Rukun Tetangga (RT). G. Kalipare.1 Aspek Geografi dan Demografi 2. 3.

3%. Struktur penggunaan lahan meliputi: permukiman/kawasan terbangun 22. 2) WP Kepanjen dengan pusat di perkotaan Kepanjen (meliputi Kecamatan Kepanjen. 4) Peningkatan kualitas koridor jalan Kota Malang-Bandara Abdul Rahman Saleh. permukiman dan hutan. kirab dan gebyar Suroan. terbatasnya ketersediaan lahan. Untuk efektifitas dan efisiensi percepatan dan pemerataan pembangunan Kabupaten Malang dibagi menjadi 6 wilayah pengembangan (WP): 1) WP lingkar Kota Malang yang berorientasi ke Kota Malang (meliputi Kecamatan Dau. dan pengembangan permukiman. industri. rawa/waduk 0.5%. Kecamatan Pakisaji. vegetasi yang beragam seperti bunga abadi edelweis. Kecamatan Lawang. Kecamatan Bululawang. perkebunan. 3) Peningkatan konservasi lingkungan. Kecamatan Tajinan.5%. sawah 13%. Kecamatan Ngajum. aktifitas keagamaan dan acara ritual Yadnya Kasada dari masyarakat Tengger yang memiliki keunikan sendiri. lain-lain 3. d) potensi alam Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan memiliki potensi perikanan tangkap dan olahan yang sangat besar. perkebunan). perkebunan 6%. pariwisata serta transportasi udara.6º C. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 71º C hingga 89º C dan curah hujan rata-rata berkisar antara 2 mm hingga 780 mm. Potensi Pengembangan Wilayah Secara geografis wilayah Kabupaten Malang merupakan pegunungan.2%.1% padang rumput/tanah kosong 0. Klasifikasi pengembangan wilayah adalah hutan bakau. dataran tinggi. Kecamatan Pakis). c) Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang yaitu keindahan bendungan yang dikelilingi gunung. erosi. industri 0. pengangguran. Kecamatan .2%. tanah tandus/tanah rusak 1. dataran rendah dan pesisir. Kecamatan Singosari. flora fauna yang sangat indah. kekeringan. hortikultura.2%. sumber daya manusia yang rendah. alih fungsi lahan. dengan prioritas pengembangan infrastruktur.3%. Sedangkan potensi pengembangan wilayah diarahkan ke pengembangan kawasan a) Gunung Bromo di Kecamatan Poncokusumo meliputi potensi alam yang sangat indah. dan tertinggi pada bulan Desember.11 Kondisi topografis pegunungan dan perbukitan menjadikan wilayah Kabupaten Malang sebagai daerah yang sejuk dan banyak diminati sebagai tempat tinggal dan tempat peristirahatan.8%. Kecamatan Karangploso. tambak kolam 0. memiliki potensi pengembangan sub sektor perdagangan dan jasa. Suhu udara rata-rata berkisar antara 19. 2) Pengembangan jalan Malang–Batu. b) Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari dengan aktifitasnya antara lain adanya mitos dan kepercayaan tentang Gunung Kawi dan komodifikasi budaya termasuk Kirab Budaya Agung. hutan 28. longsor. Curah hujan rata-rata terendah terjadi pada bulan Juni. pertanian lahan kering 23.6%. 2.1º C hingga 26. tambang galian C 0. 1) Peningkatan akses jalan tembus terkait Kota Malang. kerusakan hutan. Kecamatan Wagir. Pesarean yang dikeramatkan. Kecamatan Wonosari. perikanan darat. Beberapa permasalahan pengembangan wilayah adalah kerusakan alam dan lingkungan seperti banjir. pertanian (tanaman pangan.

industri. Kecamatan Jabung). industri. perikanan darat. 4) Peningkatan irigasi dan sediaan air. 3) Jalan khusus penunjang ekonomi sekaligus untuk evakuasi bencana (bila terjadi letusan Gunung Semeru) dan kemungkinan tsunami. kehutanan serta pariwisata pilgrim. industri. hortikultura dan perkebunan). Peternakan. di WP ini dikembangkan Kawasan Agropolitan Poncokusumo termasuk pengembangan kawasan wisata menuju Gunung Bromo dan kawasan Minapolitan Wajak. WP Tumpang dengan pusat pelayanan di perkotaan Tumpang (meliputi Kecamatan Tumpang. 3) Jalan penghubung antar sentra ekonomi di perdesaan dengan pusat kecamatan. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan Lingkar Timur dan penyelesaian Jalan Lingkar Barat Kepanjen. WP Ngantang dengan pusat pelayanan di perkotaan Ngantang (meliputi Kecamatan Ngantang. memiliki potensi pengembangan sub sektor pertanian (tanaman pangan dan perkebunan). peternakan. Kecamatan Pagelaran). 2) Peningkatan akses menuju Gunung Kawi dan Wisata Ngliyep. perkebunan). Kecamatan Dampit. pertanian (tanaman pangan. industri serta perikanan air tawar. Kecamatan Ampelgading) dengan pusat pelayanan sosial di Turen. WP Sumbermanjing Wetan dengan pusat pelayanan di perkotaan Sendangbiru (meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan. peternakan. Kecamatan Pagak. pariwisata serta kehutanan. dan perkebunan). Kecamatan Poncokusumo. pertanian (tanaman pangan. pariwisata serta kehutanan. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan utama Pakis–Tumpang– Poncokusumo–Ngadas–Bromo. 3) Peningkatan pengelolaan tanah pada kawasan rawan longsor sepanjang Pujon–Ngantang–Kasembon–Kandangan. perikanan laut. dan pusat pelayanan ekonomi di Dampit. 5) Peningkatan sediaan air bersih pada kawasan rawan kekeringan. peternakan. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan menuju sentra produksi pertanian di perdesaan. memiliki potensi pengembangan sub sektor pertanian (perkebunan. Kecamatan Kalipare. Kecamatan Gedangan. Kecamatan Bantur). memiliki potensi pengembangan sub sektor perdagangan dan jasa skala Kabupaten. hortikultura. perikanan laut. pertambangan. pertanian (tanaman pangan. WP Turen dan Dampit (meliputi Kecamatan Turen. pariwisata. 2) Jalan pada pusat ekonomi di perdesaan. 3) Jalan tembus utama antar kecamatan. tanaman pangan). 4) Perbaikan sistem irigasi dan sediaan air. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan menuju perdesaan pusat produksi. dengan prioritas 3) 4) 5) 6) .12 Kromengan. 2) Jalan penghubung dengan Blitar dari Ngantang. dan pengembangan permukiman. Kecamatan Tirtoyudo. hortikultura. 2) Jalan menuju pantai selatan (untuk perikanan dan pariwisata). memiliki potensi pengembangan di sub sektor pariwisata antara lain Bendungan Selorejo. dikawasan ini dikembangkan peternakan kambing Peranakan Etawa (PE). memiliki potensi pengembangan sub sektor pariwisata. Kecamatan Sumberpucung. Kecamatan Wajak. Perikanan serta Industri. 4) Percepatan penyelesaian JLS. Kecamatan Kasembon). Kecamatan Gondanglegi. 4) Peningkatan sediaan air di perdesaan dan penunjang irigasi. sayuran. Kecamatan Donomulyo. Kecamatan Pujon.

189. 2) Daerah rawan banjir meliputi wilayah Kabupaten Malang sebelah Barat yaiku Kecamatan Ngantang.623 -0. Gedangan.4 %. Wilayah Rawan Bencana Dengan kondisi topografis Kabupaten Malang yang bergunung-gunung serta memiliki bentang wilayah yang sangat luas selain memiliki potensi keindahan dan kesuburan juga memiliki potensi rawan bencana banjir.227. 3) Daerah rawan tsunami meliputi wilayah Kabupaten Malang bagian Selatan yaitu Donomulyo.413.419.691 1.426 0. erosi.230.461 jiwa (50. Jabung.426 jiwa (49. dikawasan ini dikembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sendangbiru dan direncanakan pembangunan pelabuhan umum.535 Jumlah penduduk jiwa 2.889 jiwa.443.218. Tingkat pertumbuhan rata-rata 5 tahun terakhir 0.08 penduduk Kepadatan 2 jw/ km 688 penduduk Sumber : BPS Kab.8%) dan perempuan 1.1 Perkembangan Kependudukan Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2 Luas wilayah km 3.75 679 2008 3. Poncokusumo. yaitu antara lain: 1) Daerah rawan longsor berada di wilayah sebelah Timur dan Selatan meliputi Kecamatan Tumpang. 3) Pengembangan pelabuhan berskala nasional. Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki 1.21 686 Dari data diatas pertumbuhan dalam 5 tahun rata-rata sebesar 0.739 Jumlah Perempuan jiwa 1.230. Pujon dan Kasembon. Bantur.535 2.2%).083 Pertumbuhan % 1.186.180.419. Kota Kepanjen dan wilayah Malang Selatan dengan terbukanya Jalan Lintas Selatan (JLS) maka untuk 5 tahun kedepan diasumsikan pertumbuhan penduduk rata-rata 0. dan tingkat kepadatan sebesar 685 jiwa/Km². longsor dan juga tsunami.5% namun sebagai konsekuensi daerah penyangga Kota Malang dan Kota Batu serta percepatan pembangunan lingkar Kota Malang.535 2.221.297 1.201. Bantur.13 pengembangan infrastruktur 1) Jalan kearah perdesaan pusat produksi.309 0. Sumbermanjing Wetan dan Ampelgading. 2010 2007 3. Malang.189. Perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Malang 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2.461 1. 2. 4) Jalur jalan khusus untuk evakuasi bencana (kemungkinan tsunami). 3. 2) Jalan menuju pantai selatan terutama ke Sendangbiru dan Bajulmati (untuk perikanan dan pariwisata).822 Jumlah Laki-laki jiwa 1.25 685 2010 3.482 0.624 1.887 1.233. Gedangan dan Sumbermanjing Wetan.51 683 2009 3.2 Aspek Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Malang sebanyak 2. 5) Peningkatan irigasi dan sediaan air.419.001 1.535 2.609 1.8 % sehingga prakiraan jumlah penduduk dalam 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut: .535 2.191.779 1.401.1.

11 % di sektor jasa dan sisanya 32 % di sektor yang lain.Dispenduk jiwa 2.103 381.230 Mata pencaharian penduduk hampir 40 % didominasi sektor pertanian.489 4.061 353.63 72.748 .658 4.585 70.934 Pertanian orang 464.585 219.789. Jika dilihat dari perkembangan jumlah peserta KB aktif di Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 mengalami peningkatan yang cukup tinggi yang bermakna bahwa tingkat kesadaran masyarakat juga sudah meningkat.4 Mata Pencaharian Penduduk Tahun 2006–2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 2009 462. 18% di sektor industri.BPS jiwa/km 697 702 708 714 2 .445 219.535 3.429 Prosentase Peserta KB dg % 71. 2010 .535 3.542.535 2.402 2.934 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.873.502.171 462.75 PUS pasangan 455.103 381.255 133.076 336. 2010 diolah Salah satu faktor yang juga berpengaruh terhadap perkembangan jumlah penduduk diatas adalah pelaksanaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Malang.463.845.71 2009 483. Malang.445 Perindustrian orang 206.336 2. Malang.221 133.535 3.481 367.158 2.30 PUS Peserta KB orang 175.229 2.863 2.482.336 Peserta KB aktif Orang 326.658 4.658 Pertambangan orang 4.064 73. secara rinci mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.585 206.142 201.813 383.817.221 129.Dispenduk jiwa/km 789 797 805 813 Sumber : BPS dan Dinas Kependudukan dan Capil Kab.706 Mandiri Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.209 465.535 Juml penduduk: .14 Tabel 2.378 74.768 333.BPS jiwa 2.805 719 821 Luas wilayah km 3.522.489 4.255 133.255 Jasa orang 129. Malang.813 381.726 2.934 2010 462.856 Kepadatan: 2 .320 201.2 Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 Uraian Satuan 2 2011 2012 2013 2014 2015 3.103 Lain-lain orang 383.445 219.09 2010 491.112 184.899.171 464.930 2.3 Perkembangan Jumlah Peserta KB dan PUS Tahun 2006 -2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 471. hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. 2010 187.

2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2.854 62.586 10.030 5.087. 7.878.573.8%.183 12.034 43 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.sedangkan pada Tahun 2010 sebesar Rp.74 6.915.035.994 14.76 7.76 Ekonomi Inflasi % 11.866 14.61 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Seiring dengan hal tersebut PDRB per kapita ADHB juga meningkat pada Tahun 2006 sebesar Rp.09 5.915 9.1 Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Kabupaten Malang merupakan satu Kabupaten yang tergolong memiliki tingkat aktifitas ekonomi yang cukup tinggi.543 17. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 PDRB Juta Rp 19.619.894 5.456 5.147 16.617.161 3. Malang. Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk yang terbesar kedua di Jawa Timur mengakibatkan tingkat PDRB perkapita masih relatif rendah.873 2007 2. Malang.112 2.576 3.321 127.479 20.112 2.873 2008 2.170 60.170 60.882.716.6 Perkembangan PDRB. Katolik serta sarana peribadatan secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. hal ini terlihat dari besarnya jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB Kabupaten Malang yang dalam 5 tahun terakhir selalu masuk 5 besar di Jawa Timur.144.542.5 Perkembangan Jumlah Pemeluk Agama Tahun 2006-2010 Uraian Islam Kristen Katolik Hindu Buddha Lain-lain Satuan orang orang orang orang orang orang 2006 2.250.576 3.034 43 2010 2.25 6.635 11.282 ADHK Pertumb.144 5. Kristen.349 9.128 ADHB PDRB Juta Rp 11.088 ADHK PDRB/K APITA Rp.161 3.15 Mayoritas penduduk Kabupaten Malang beragama Islam. Tabel 2.997.207 13.-.147 16.977.321 127.132.937 12.338.97 7. 7.2.338..997.35 . Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang selama 5 tahun terakhir rata-rata sebesar 5.702. 2010 2009 31.250.232.981.482 27.288.036.446 ADHB PDRB/K APITA Rp.308.2-5. 4.50 7.543 17. % 5.084 5.8% dan inflasi pada Tahun 2010 berkisar 6.325.537.400.349 9.417 22.822 25. Secara umum aktifitas ekonomi Kabupaten Malang yang tinggi selama 5 tahun terakhir mengalami trend kenaikan yang positif hal ini dicerminkan dari pertumbuhan PDRB baik Atas Dasar Harga Konstan maupun Atas Dasar Harga Berlaku. 2010 2 .030.01 5. 12.257 21.429 43 2009 2. PDRB Per Kapita.479 20.712 5.303 2010 31.

000. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2011-2015 Uraian PDRB ADHB PDRB ADHK Satuan Juta Rp.81 7.16 Sedangkan untuk proyeksi 5 tahun ke depan.394.79 4. Perdag. Tingkat inflasi dalam 5 tahun kedepan juga relatif terkendali dengan kisaran 6-7% per tahun.08 2010 5.72 3.925 17.0 8.dan PDRB ADHK sebesar Rp.168.168.81 2007 6.85 10.93 5. walaupun masih lamban.. Bangunan Tersier 6.376 18.5-4.4 2006 5.000.244 19.793 2013 44. Gas dan Air Bersih 5.778 16.47 6.76 4.68 4. Hotel & Restoran 7.574. Pertambangan & Penggalian Sekunder 3.216 19.000.7 5.6 4..14 8.81 10.7 Proyeksi PDRB.636.6-5. 2010 . Malang.1 10.12 9.4 % Ekonomi 6.05 6. 53.25 4. Tabel 2.231.46 5.1 4.3 %.37 5.302.571.41 4.862.3 9.95 4.dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6. Pertanian 2.571 20. 2011 35.06 5.497. Industri Pengolahan 4.3-5.32 9. Juta Rp. 8.71 4.4 %.2 %.5 5.3 2014 48.847.59 6.9 7 Rerata 5.895 16. Oleh karena itu kontribusi ekonomi diharapkan bergeser pada sektor industri olahan (agroindustri dan pertambangan). hotel dan restoran.37 5.926 2012 40. Pengangkutan & Komunikasi 8. PDRB per Kapita.189 15.97 4.430.49 7.54 3.000.443. Listrik. disusul. industri pengolahan 8.2 6 5.14 6.7 6. Hal ini disebabkan karena kontribusi sektor yang dominan di Kabupaten Malang adalah sektor primer yang pada umumnya menghasilkan nilai tambah yang sedikit atau dengan kata lain harga jualnya masih relatif rendah dibanding sektor yang lain.123 Rp.0 10. Persewaan & Jasa Persh.8-5.9 PDRB ADHB 14.89 2008 5.5 6-5.9 6.28 7.795 17.74 4.244.09 4.5% per tahun. Tabel 2.55 2009 5.87 6.839.097 6.30 10.07 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.2 2015 53.5 4.5 5. pertambangan dan penggalian 7.498.3 %.39 6.2 6. Malang .3 6.97-6 4. Keu.847.29 7.541 6.2 5.54 4. 2010 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang menunjukkan trend positif dalam 5 tahun terakhir.8 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian Pertumbuhan ekonomi Primer 1. Sedangkan pertumbuhan terendah dan stabil adalah di sektor pertanian dan sektor jasa-jasa yaitu sebesar 4. Perkapita Pertumbuhan 6. 19.6 5. Pertumbuhan ekonomi sektoral secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini dimana sektor yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding pertumbuhan Kabupaten Malang secara rerata adalah sektor bangunan sebesar 10.23 5.6 Inflasi % Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.66 5.008.768 6. Jasa-jasa 3. PDRB ADHB Kabupaten Malang pada Tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp.4 7.016.

9 2. Listrik. Pertanian 31.86 13.30 23.19 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.8 5. Pertambangan & Penggalian 7.37 1. Keu. Sektor ekonomi yang memberikan kontribusi paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir adalah pertanian dengan ratarata sebesar 30.5 2015 6.0 5. untuk itu Pemerintah Kabupaten Malang akan menerapkan regulasi yang tepat.67 Sekunder 20.6 7. 3.41 6.3 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.40 30. Tabel 2.5 6.3 9.8 30 2.4 6. sementara pertumbuhan sektor primer relatif stagnan.68 21.3 Sekunder 3.7 6.0 7. Perdag.48 4. Listrik.17 .34 2.3 10.4 8. Keu.9 5.54 1.6 6.38 3.7 7.7 10.7 5 7. Bangunan 1.91 4.6 1.9 13.6 5 7.24 18.4 2014 6. Industri Pengolahan 6.9 8.69 21.2 5.68 45.63 2.93 7. Perdag.9 4.2 7.00 2010 32.8 Tersier 6. Persewaan & Jasa Persh. Jasa-jasa 13. Jasa-jasa 5.6 Cukup tingginya aktifitas ekonomi di Kabupaten Malang tidak terlepas dari tingginya aktifitas masyarakat dalam masing-masing sektor ekonomi produktif yang ada di Kabupaten Malang.87 2. Malang.0 Rerata 33.2 7.1 5.08 30.54 1.4 3. Tabel 2.04 2009 33.55 1. Pertambangan & Penggalian 2. Pertanian 4. guna menyeimbangkan persaingan pasar tradisional dan pasar modern agar dapat bejalan selaras beriringan.60 18.7 4.45 8.87 4.9 45. Pengangkutan & Komunikasi 5. Persewaan & Jasa Persh.77 45.04 %.47 2.60 Tersier 45.86 13.24 23. dan industri pengolahan sebesar 18.1 5.17 Kontribusi sektoral dalam menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang selama 5 tahun ke depan diproyeksikan terus mengalami peningkatan pertumbuhan dengan pertumbuhan terbesar pada sektor sekunder dan sektor tersier.0 4.65 45.87 %.34 17. 2010 2013 6.85 4. Pengangkutan & Komunikasi 4.55 1.44 13.2 5.52 45.05 3.4 10.77 %.77 2.9 8.0 6.3 6. Hotel & Restoran 6. Gas dan Air Bersih 1.7 5.16 30.04 1.8 22.57 1. Hotel & Restoran 23.4 Primer 1.1 18.17 %.7 1.85 13.85 9.8 5.9 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2011-2015 (dalam persen) Uraian 2011 2012 Pertumbuhan ekonomi 6. Industri Pengolahan 17.45 30. Alfamart dan sejenisnya menjamur.71 23.6 10.9 7.0 5. hotel dan restoran sebesar 23. Tumbuhnya perekonomian Kabupaten Malang juga mengundang sektor retail pasar modern seperti Indomart.45 21.88 18. Bangunan 10.2 6.1 6.3 6. Gas dan Air Bersih 5.89 3.10 Perkembangan Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 2007 Primer 34.03 33.32 3. 2010 2008 33. disusul perdagangan.97 4.8 8.54 1.2 24.04 23. 6.74 21.41 3.54 5. Sektor ini mulai tumbuh dan mencoba bersaing dengan pasar tradional yang terlebih dahulu berkembang. Malang. jasa-jasa sebesar 13.57 1.5 5 7.

86 23. Tabel 2.1 45.6 29. struktur perekonomian Kabupaten Malang masih didominasi oleh sektor primer dengan perkiraan sebesar 31.8 2. Hotel & Restoran 23. Dari data tersebut terlihat bahwa dalam kurun 5 tahun mendatang secara perlahan struktur ekonomi Kabupaten Malang mengalami pergeseran dengan semakin meningkatnya sektor sekunder dan tersier.2 45.9 3. Gas dan Air Bersih 1.3 22.36 23.24 Sekunder 22.66 Primer 31.3 45.58 28. Jasa-jasa 12. 2010 .6 2.9 22.9 12.1 19.24 3.67 45.28 23.26 2.9 2.86 19. 3.26 1.65 4.71 12.82% dan disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 19.84 Rerata 31.8 Hal yang sama juga berlaku pada struktur ekonomi ADHB Kabupaten Malang selama kurun waktu 5 tahun terakhir juga masih didominasi oleh sektor pertanian dengan rerata sebesar 29.15 2.91 45. Persewaan & Jasa Persh.9 2015 31.97 31.8 1.74 45.6 1.1 2.39 29.96 20.5 4.24 6. Malang.7 28.73 20.68 Tersier 45.3 45.5 3. Malang.56 2009 31.9 2.71 1.0 12.1% sekunder 23.2 2.5 3.9 4. Listrik.9 24.74 7. Bangunan 1.1 28.5 6. Listrik.23 23.22 23.1% dan tersier 45.74 12. Pengangkutan & Komunikasi 5.70 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. 3.09 1. Perdag.9 12.17 23.92 3.65 4.0 1. Keu.3 4.80 12.87 2.9 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.12 Struktur Ekonomi PDRB ADHB Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 2007 2008 31.56 20.1 28.71%.9 9. hotel dan restoran sebesar 23.5 2.32 19.07 44.6 4.11 Proyeksi Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 (dalam persen) 2011 2012 Primer 32. Pertanian 29.00 28.47 3.9 22.74 2.15% kemudian sektor perdagangan.32 24.08 8. Keu.22 2. Pertambangan & Penggalian 2.91 5.66 3.2 1. Pengangkutan & Komunikasi 4.8 18.82 5.6 2.8 Sekunder 22.93 4.78 4.18 Untuk 5 tahun ke depan.2 7.9 19.9 2014 31.9% pada Tahun 2015. Persewaan & Jasa Persh.9 23. 2010 Uraian 2013 31.6 24.62 1.84 45.96 1.04 23.4 32.35 5.72 9.7 19. Hotel & Restoran 24.5 4. Bangunan 1.73 12.4 3.1 24.6 5.75 29.26 23. Pertambangan & Penggalian 2.9 12.07 3.88 2.54 1.4 8.50 1.26 2. Pertanian 29.60 2010 30. Industri Pengolahan 18.6 2.86 1. Jasa-jasa 12.0 Tersier 45. Gas dan Air Bersih 1.90 12.4 4. Industri Pengolahan 18.86 23. Tabel 2.79 1.1 1.4 28.1 1. Perdag.7 24.95 3.

Posisi kedua yang sejak Tahun 2000 dipegang oleh SSWP VIII Dampit dan sekitarnya. SSWP VII Gondanglegi dan sekitarnya Rp 2.472.472. Sebagai gambaran tingkat pemerataan ekonomi antar wilayah di Kabupaten Malang dapat dilihat bahwa selama kurun waktu 2005-2009 kegiatan ekonomi antar SSWP.86 1.973.43 2.514.620.581.13 6.18 1. yang masing-masing mencapai Rp 2.54 milyar. memasuki Tahun 2009 posisinya belum mengalami perubahan dengan sumbangan sebesar Rp 5. Lingkar Kota Malang 4. Ditinjau dari pendekatan produksi.523.76 VII.44 3.48 V.72 5.66 2.754.13 di bawah ini : Tabel 2.80 1.923.92 III.57 5. sektor pertanian dan sektor perdagangan.671.497.28 sekitarnya VIII.912. Pada posisi terakhir masih diduduki oleh SSWP VI Donomulyo dengan sumbangan sebesar Rp 663.340.400.13 PDRB ADHB per SSWP Tahun 2005–2009 (milyar rupiah) Sub Satuan Wilayah Pengembangan 2005 (SSWP) I.784.495.943.163.67 milyar.760.63 IV.206.86 4.086.81 milyar.78 2.51 986.77 2. Tumpang & sekitarnya 1.123.37 3.367. Posisi pertama dengan nilai nominal PDRB ADHB tertinggi dibangkitkan oleh SSWP II Lingkar Kota Malang.317.22 467.26 1.79 milyar.39 % dan sektor sekunder rerata sebesar 23.558.67 1.91 2.026. Kepanjen & sekitarnya 2.90 21.796.87 1.19 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa struktur ekonomi Kabupaten Malang apabila dikelompokkan dalam 3 sektor pokok yaitu primer.030.014. Rp 1.05 602.29 milyar.79 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.32 %.103.45 milyar. disusul sektor primer dengan rerata sebesar 31. sekunder dan tersier maka sektor yang memberikan kontribusi paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir adalah sektor tersier dengan rerata sebesar 45.13 milyar. Dampit & sekitarnya 2.760.12 27. Untuk melihat disparitas wilayah dari aspek ekonomi sekaligus gambaran pemerataan pertumbuhan masih disajikan perbandingan dari 8 Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) belum mengacu pada 6 Wilayah Pengembangan (WP) sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang dikarenakan data yang tersaji pada laporan BPS masih 8 SSWP.30 * Angka diperbaiki ** Angka Sementara 2006 2007 2008*) 2009**) 1.034.468.53 3.81 .034. hotel dan restoran.036.22 KAB.916.763.57 milyar dan Rp 1. posisi perbandingannya. MALANG 16.44 7.101.28 %. Gondanglegi & 1.44 milyar serta SSWP III Lawang Rp 1.86 19.37 1.13 2. Pendukung utama PDRB ADHB SSWP II Tahun 2009 adalah sektor industri pengolahan.04 527.31 milyar. Donomulyo 397.036.788.916.49 Sekitarnya II.975.155. SSWP I Ngantang dan sekitarnya Rp 1. Ngantang & 1. Lawang 832.784.28 7.595. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) SSWP II pada tahun berjalan mencapai Rp 7. Urutan berikutnya SSWP V Kepanjen dan sekitarnya Rp 5.136. dilihat dari sisi besaran nilai nominal PDRB ADHB sedikit mengalami perubahan.51 VI.06 25.93 3.29 5.81 663.523.32 4.

dan pada Tahun 2008 tertinggi pada SSWP II diikuti SSWP VIII.14 Perkembangan PDRB ADHK per SSWP Tahun 2005–2008 (dalam juta rupiah) 2005 Primer 276.51 Primer 324.088.843.991.781.757.35 1.84 182.02 504.22 Tersier 325. Sedangkan sektor primer baik Tahun 2005 tertinggi berada di SSWP VIII diikuti SSWP II.988.026.23 893.379. 2) daerah yang PDRB per kapita lebih tinggi tetapi laju pertumbuhan lebih rendah dengan Kabupaten Malang disebut daerah maju tapi tertekan.56 151.11 234.08 SSWP SSWP I SSWP II SSWP III SSWP IV SSWP V SSWP VI SSWP VII SSWP VIII Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.394.020.88 962.063.80 128.92 379.477.70 1.444.552. sedangkan terendah di SSWP VI (Donomulyo).544.750.67 1.716.17 116.768.476.64 945.118.56 2008 Sekunder 114. Untuk membandingkan posisi SSWP dengan wilayah regional Kabupaten Malang maka dipakai analisis typologi Klassen untuk melihat aktifitas ekonomi dan kecenderungan kemajuan suatu wilayah.37 147.742.999.27 944.19 235.01 298.870.709.940.529.14 780. Analisis typologi Klassen membagi daerah menjadi 4 kwadran yaitu: 1) daerah yang memiliki PDRB per kapita dan laju pertumbuhan lebih tinggi dari Kabupaten Malang disebut daerah maju dan cepat tumbuh.81 144.285.078.024.04 634.313. secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini.578.27 262.58 1.260. namun demikian sektor ini tidak mendominasi di semua SSWP.50 746. Malang.367.135.87 68.05 966.452.36 359.31 286.64 Tersier 384.961.22 1.25 836.715.086. 4) daerah yang PDRB per kapita dan laju pertumbuhan rendah dibanding Kabupaten Malang disebut daerah relatif tertinggal.512.939.05 412.20 Sedangkan dari perkembangan pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan untuk masing masing SSWP.05 Sekunder 89.66 242.265. .229.225. Terendah di Tahun 2005 berada di SSWP III dan pada Tahun 2008 di SSWP VI.09 438.863. Tabel 2.92 21.307.94 540.272.534.39 127.11 296.129.21 886.784.43 189.69 27.461.52 79. 3) daerah yang memiliki PDRB per kapita rendah namun laju pertumbuhan tinggi disebut daerah berkembang cepat. 2010 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas kecamatan yang ada di Kabupaten Malang didominasi oleh sektor tersier dan tertinggi pada Tahun 2005 maupun Tahun 2008 adalah di SSWP II (lingkar Kota Malang) dan diikuti SSWP VIII (Turen dan sekitarnya). Gambaran analisis typologi Klassen Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.777.216.468. Sektor Sekunder pada Tahun 2005 dan Tahun 2008 tertinggi berada di SSWP II sedang terendah di SSWP VI.59 632.79 340.

Wilayah ini cepat berkembang karena menjadi poros lalu lintas pertemuan ke tiga kota yaitu Malang Raya. jasa perusahaan. 2010 (data diolah) SSWP yang berada di kwadran I yaitu SSWP II (lingkar Kota Malang) dan SSWP III (Kecamatan Lawang) merupakan daerah maju dan berkembang cepat dan mampu tumbuh karena adanya aktifitas ekonomi yang cukup tinggi baik disebabkan oleh faktor internal (potensi daerah itu sendiri) maupun eksternal seperti lingkar Kota Malang yang mendapat imbas pertumbuhan Kota Malang.21 Tabel 2. angkutan jalan raya. perkebunan. sewa bangunan. peternakan. SSWP pada kwadran II yaitu SSWP V (Kepanjen dan sekitarnya) merupakan daerah maju dengan income perkapita tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi relatif rendah. Hal ini disebabkan potensi ekonomi wilayah ini didominasi oleh sektor primer yang pada umumnya memiliki produktifitas rendah sehingga pertumbuhan ekonomi rendah. lembaga keuangan bukan bank.SSWP II . Namun demikian masih memiliki harapan dengan meningkatkan sektor sekunder dan tersier seperti perdagangan. pos dan telekomunikasi.SSWP V dan Daerah berkembang cepat: . bank. kehutanan. SSWP pada kwadran III yaitu SSWP I (Kasembon dan sekitarnya) yaitu merupakan daerah yang cepat berkembang dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. hotel. Diharapkan dengan kepindahan ibukota Kabupaten Malang ke Kepanjen akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepanjen dan sekitarnya. lembaga keuangan bukan bank.SSWP VIII Sumber : Bappekab. restoran.SSWP III Daerah maju tertekan: . ekonomi sekunder listrik dan air bersih. restoran. jasa penunjang angkutan. jasa sosial kemasyarakatan dan jasa perorangan dan rumah tangga. jasa perorangan dan rumah tangga. income per kapita wilayah ini masih rendah. jasa pemerintahan umum. Malang.SSWP VI . . Jombang dan Kediri. sewa bangunan.15 Klasifikasi Kinerja Ekonomi SSWP Tahun 2005–2008 PDRB per kapita Laju Pertumbuhan Tinggi Rendah Tinggi Rendah Daerah maju cepat tumbuh: .SSWP IV . Namun demikian. angkutan rel. dan ekonomi tersier berupa perdagangan. wilayah ini memiliki potensi ekonomi primer perikanan. jasa penunjang komunikasi.SSWP I tapi Daerah relatif lamban: .SSWP VII .

Poncokusumo.2 6. perkebunan. hortikultura. perindustrian.25 6. Kromengan. peternakan.55 6. Sumberpucung. WP IV Tumpang 2011 6.4 6.5 6. WP IV yang terdiri dari Kecamatan Tumpang. pertanian tanaman pangan. pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan.72 6.4 6.45 6.6 6.75 6.0 5. WP III Ngantang 4.2 2014 6.8 6 Wetan Sumber : Bappekab. Wonosari.6 6. SSWP VI (Donomulyo).7 6. WP VI Sumbermanjing 5. Gondanglegi dan Pagelaran.5 6.95 2013 6. wisata budaya Gunung Kawi dan Kota Kepanjen sebagai pusat pemerintahan.1 5.4 6.4 6. 2010 (data diolah) Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi WP I yang terdiri dari Kecamatan Dau. peternakan. Wajak dan Jabung. Bululawang. Lawang.16 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah Pengembangan Tahun 2011-2015 (dalam persen) URAIAN Pertumbuhan ekonomi 1. yang secara geografi merupakan daerah dibagian Timur dan Selatan yang memiliki topografi pegunungan sehingga memerlukan biaya tinggi bagi pembangunan sarana prasarananya.8 2012 6. peternakan.2 6. perkebunan.4 5.9 6. Malang. Wagir. Kalipare. pertanian pangan. SSWP VII (Bantur dan sekitarnya). Untuk WP II yang terdiri dari Kecamatan Kepanjen. WP III yang terdiri dari Kecamatan Ngantang. industri. pertanian pangan. perkebunan. perikanan darat.6 6. Kebijakan pembangunan Kabupaten Malang untuk 5 tahun ke depan yang berorientasi pada potensi 6 WP diarahkan semakin terjadi pemerataan pertumbuhan yang diproyeksikan sebagai berikut: Tabel 2. perdagangan dan pariwisata.3 2015 6.3 6. SSWP VIII (Turen dan sekitarnya) adalah termasuk daerah tertinggal dengan pertumbuhan ekonomi dan income per kapita rendah. Pujon dan Kasembon. .65 6.4 6. semua SSWP hampir mendekati rata-rata. WP II Kepanjen 3. Pakisaji. Ngajum. Namun demikian dari ke-8 SSWP tersebut tidak terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi yang sangat mencolok seperti kondisi 5 tahun yang lalu. disamping pertanian pangan.1 6. Tajinan. Karangploso. WP V Turen dan Dampit 5. perkebunan. WP I Lingkar Kota Malang 2.22 SSWP pada kwadran IV adalah SSWP IV (Jabung dan sekitarnya). Namun demikian diharapkan dengan pembangunan Jalan Lintas Selatan dan Pembangunan Pelabuhan di Sendang Biru dapat lebih meningkatkan aktivitas perekonomian daerah ini.5 6. Pakis. industri. Donomulyo. Pagak.2 6. Dengan pengungkit Bandara Abdulrachman Saleh. hortikultura. perusahaan industri besar dan permukiman.35 6. perikanan air tawar dan pariwisata dengan pengungkit Sub Terminal Agrobis Mantung dan wisata Selorejo.3 6. Singosari.

WP V yang terdiri dari Kecamatan Turen. Dampit. Pelabuhan Nusantara Sendang Biru. pariwisata dan industri dengan pengungkit Kawasan Agropolitan Poncokusumo.23 perikanan. pertanian tanaman pangan.1 Peta Wilayah Pengembangan Kabupaten Malang . Gambar 2. WP VI yang terdiri dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan. perkebunan. perdagangan dan pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan. perikanan laut. perkebunan. peternakan. Selain itu akan dipertajam program-program terkait dengan pengentasan kemiskinan dan desa tertinggal karena sebagian besar kecamatan yang memiliki tingkat kemiskinan dan desa tertinggal yang tinggi cenderung pertumbuhan ekonominya lebih rendah. pertambangan. pertanian tanaman pangan. Tirtoyudo dan Ampelgading. wisata menuju Bromo. Bantur dan Gedangan. pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan. industri. Minapolitan Wajak. perikanan laut. industri.

15 6. 4) mengurangi tingkat kematian anak.55 68. Pengangguran. Desa Tertinggal dan IPM Sebagai amanat Milenium Development Goals (MDGs) yaitu komitmen dunia untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan.98 5. 7) menjamin daya dukung lingkungan hidup.44 69. 5) meningkatkan kesehatan ibu. 2010 Keterangan: *angka sementara.6 persen di Tahun 2010. 3) mendukung adanya persamaan gender dan pemberdayaan perempuan. Kemiskinan. 2) pemerataan pendidikan dasar. pengangguran menjadi urusan bersama yang sangat prioritas.4 65.3 72.6 63.40 62.50 66.76 2007 23.7 4. Begitu juga dengan arahan RPJM Provinsi Jawa Timur maupun Nasional masalah kemiskinan.24 2.56 74.1 69.6 4.1 70.4 65. 8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.59 66.72 67.2 67.7 74.2. Kemudian angka .27 57. Dari data diatas dapat kita lihat tingkat kemiskinan Kabupaten Malang pada level mencapai 13.07 68. Sama halnya dengan Kabupaten Malang yang sudah dimulai dari RPJMD Kabupaten Malang Periode 2006-2010 sudah memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja yang dikaitkan dengan seluruh program prioritas pembangunan yang pada impact-nya dapat mengurangi angka kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran.72 2009 14. Dalam kurun waktu 5 tahun kondisi kemiskinan. pengangguran IPM serta pemberdayaan gender di Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.17 Perkembangan Angka Kemiskinan. dimana Pemerintah Indonesia termasuk salah satu negara yang menandatangani deklarasi millenium untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan millenium yaitu 1) pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.0 2010* 13. dan penyakit lainnya. malaria.50 65.30 73.56 6.7 Sumber : Hasil-hasil pembangunan Kabupaten Malang.43 73. Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 Uraian Satuan Tingkat % Kemiskinan Tingkat % Pengangguran IPM Indeks Harapan Hidup Indeks Pendidikan Indeks Daya Beli Pemberdayaan Gender Pembangunan Gender 2006 22.89 72.22 73.67 69.2 Kesejahteraan Sosial 1.93 67. Tabel 2.49 2008 23. 6) perlawanan terhadap HIV/AIDS.

9 71.8 Indeks Harapan Hidup 72. Tahun 2012 sebesar 11.7 pada Tahun 2013.18 Proyeksi Angka Kemiskinan.40 71. Tahun 2013 sebesar 10. Tahun 2014 sebesar 3.6 2015 6.20%.7 73. dan Tahun 2015 ditargetkan turun hingga sebesar 3%. Tahun 2011 sebesar 12.5 67.20 72. yaitu Tahun 2006 sebesar 66.4 65. Tahun 2008 sebesar 69. Tahun 2012 sebesar 3.25 pengangguran sendiri masih tergolong kecil yaitu mencapai 4.58 71.5 2014 8.3 70.00 72.2 69. Tabel 2.93.9 3. IPM sendiri dari Tahun 2010-2015 sebesar 70.3 76.5 64. Sedangkan tingkat pengangguran sebesar 4.3 % Tingkat % 4. 71.6 71.8 Gender Pembangunan 65.9 3.9 76.1 73.1%.2 Indeks Daya Beli 63.7 76 65.6 12.9%.89 dan meningkat menjadi 70.6 74.8 pada Tahun 2011.1 pada Tahun 2012. Tahun 2009 sebesar 69. 72.8%. dan Tahun 2015 ditargetkan turun hingga sebesar 6. 2010 2012 11. Tahun 2007 sebesar 69.3%.8%. .2 68.1 persen di Tahun 2010.68 73.8 2013 10.6%.7 66.8 3. Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 Uraian Sat 2010 2011 Tingkat Kemiskinan 13. Tahun 2014 sebesar 8.40%.6 75. pendidikan dan komponen daya beli.3 70. hal ini disebabkan karena adanya perbaikan/peningkatan pada bidang kesehatan.10% di Tahun 2010 kemudian Tahun 2011 sebesar 3.10 3.4 70.9 66.3 di Tahun 2010.6.1 pada Tahun 2014 dan pada Tahun 2015 ditargetkan 72.58%. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa indeks pembangunan manusia Kabupaten Malang dari Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 selalu meningkat. 71.5 Gender Sumber : Bappeda Kabupaten Malang.6 69. Tahun 2013 sebesar 3.07.1 73.55.2 64 Pemberdayaan 67.8 Pengangguran IPM 70.6 68.1 Dari gambaran ini trend prediksi angka kemiskinan Kabupaten Malang akan semakin berkurang sejalan dengan target RPJMD Provinsi Jawa Timur dan MDG’s yaitu pada Tahun 2010 sebesar 13.3 pada Tahun 2010 sebesar 70.1 Indeks Pendidikan 74.9%.3 75.1 3.

19 Daftar Desa Tertinggal Kabupaten Malang NO 1 KECAMATAN DONOMULYO 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4 5 DESA SUMBEROTO TLOGOSARI KEDUNGSALAM BANJAREJO PURWODADI ARJOSARI KALIASRI PUTUKREJO SUMBERPETUNG SUKOWILANGUN PANDANREJO SUMBERKERTO PAGAK BANDUNGREJO SUMBERBENING SRIGONCO WONOREJO BANTUR PRINGGODANI REJOSARI KARANGSARI TUMPAKREJO SINDUREJO GAJAHREJO SIDODADI GIRIMULYO KEDUNGBANTENG TAMBAKASRI TEGALREJO SUMBERAGUNG SUKODONO BATURETNO PURWODADI KEPATIHAN TAMANKUNCARAN DAWUHAN SUMBEREJO PANDANSARI NGADAS SUMBERPUTIH WONOAYU BAMBANG PATOK PICIS NGEMBAL NO 11 KECAMATAN TUREN 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 1 1 2 3 1 2 1 2 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1 1 2 3 4 5 6 1 2 DESA UNDAAN JERU SANANKERTO TUMPUKRENTENG SUKONOLO GADING BAKALAN SUDIMORO KASRI PRINGU KASEMBON BULUPITU SUKOSARI PANGGUNGREJO PUTAT KIDUL UREK-UREK SUMBERJAYA MOJOSARI JATIGUWI SENGGRENG TERNYANG NGADIREJO JAMBUWER BABADAN BALESARI PLAOSAN BANGELAN SUMBERDEM SUMBERTEMPUR SUMBERSUKO PETUNGSEWU SUKODADI DALISODO JATISARI WADUNG GUNUNGRONGGO NGINGIT KIDAL KAMBINGAN PULUNGDOWO DUWET DUWETKRAJAN KEDUNGREJO PUCANGSONGO 12 BULULAWANG 2 KALIPARE 3 PAGAK 13 GONDANGLEGI 4 BANTUR 14 15 KEPANJEN SUMBERPUCUNG 5 GEDANGAN 16 17 18 KROMENGAN NGAJUM WONOSARI 6 SUMBERMANJING WETAN 19 WAGIR 7 8 DAMPIT TIRTOYUDO 20 21 22 PAKISAJI TAJINAN TUMPANG 9 PONCOKUSUMO 10 WAJAK 23 PAKIS .26 Tabel 2.

276 677 677 Anak Terlantar jiwa 71. korban bencana/bencana alam.435 1.971 568. 2010 3.774 5. dibarengi dengan terjadinya perubahan sosial yang sangat cepat.591 568.591 Miskin Balita Terlantar jiwa 1. tanggap darurat maupun rehabilitatif.225 39.748 3.748 Terlantar Gelandangan jiwa 17 62 22 105 105 Komunitas Adat jiwa 40 0 77 77 Terpencil Penyandang jiwa 8. 4) serta belum efektifnya penanganan bencana baik yang bersifat prefentif.671 3.591 568. keterlantaran. kecacatan. 3) masih banyaknya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) baik secara kualitas maupun secara kuantitas. penanganan kasus KDRT dan perlindungan anak serta program sosialisasi Undang-Undang KDRT dan Perlindungan Anak secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Kesetaraan Gender Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah maka telah dibentuk lembaga khusus yang menangani pengarusutamaan gender sehingga kesetaraan gender dapat diwujudkan.115 63. Perkembangan keterlibatan perempuan dalam organisasi.659 Lanjut Usia jiwa 4. ketunasusilaan. Perlindungan Sosial Beberapa kecenderungan permasalahan sosial. .971 555.774 Cacat Korban jiwa 20 124 1.380 3.684 401 908 5. antara lain.279 628 628 Bencana Alam Korban lain jiwa 0 0 0 1 1 Pengemis jiwa 213 151 81 167 167 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Malang.404 1.639 5.659 39. Perkembangan jumlah penduduk rawan sosial Kabupaten Malang Tahun 2006 sampai 2010 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.20 Perkembangan Jumlah Penduduk Rawan Sosial Tahun 2006–2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 2009 2010 Keluarga Fakir jiwa 555. maka persoalan yang dihadapi sampai saat ini di Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: 1) masih terbatasnya sarana dan prasarana panti sosial baik milik pemerintah maupun masyarakat. 2) masih minimnya peran serta potensi sumber kesejahteraan sosial dan sektor swasta dalam penanganan PMKS. Tabel 2. kemiskinan.867 72.27 2.

Malang.68 76.317 8.0 91. Indikator APM dan APK secara lengkap dapat dilihat pada tabel 2. untuk SMA/MA dari 35.678 2007 631.32 menjadi 92.80 menjadi 34.22 di bawah ini: Tabel 2. 2010 Dari data diatas diketahui bahwa keterlibatan perempuan baik di lembaga swasta maupun di Pemerintahan sudah cukup tinggi.087 2009 547. Keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan dapat dilihat dari perkembangan indikator Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). dan untuk SMA/MA dari 28.705 7 26 3.69 89.22 91. Sebagai contoh di lembaga swasta angka tersebut secara rasio lebih kurang 39 %. Malang.28 Tabel 2. memperteguh akhlaq serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.22 37.32 menjadi 72.64 SMA/MA 28.13. di lembaga Pemerintah Daerah 47 % sedangkan di DPRD 20 %.9.25.61.678 2008 547.32 68.3.23 29.10 APK 115. Indikator APM ini mencerminkan perbandingan jumlah siswa yang bersekolah di jenjang tertentu dengan usia tertentu dibanding dengan jumlah penduduk usia sekolah (usia tertentu untuk jenjang tertentu). kreatif.21 Perkembangan Keterlibatan Perempuan Dalam Organisasi Tahun 2006-2009 Uraian Jumlah Perempuan yang Bekerja Jumlah Perempuan PNS di Pemerintah Kab.61 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.0 99.43.33 35. Sedangkan indikator APK mencerminkan perbandingan antara jumlah siswa pada jenjang tertentu dibandingkan jumlah penduduk usia sekolah untuk jenjang tertentu. sedangkan untuk indikator APK dari 2006 sampai dengan Tahun 2009 untuk SD/MI dari 114.10 76.23 menjadi 39. berketrampilan.22 Perkembangan APM dan APK Tahun 2006-2009 2006 2007 2008 APK 115.91 menjadi 99.24 2009 APM 99.24 Uraian APM APK APM APK APM SD/MI 98.8 turun menjadi 112.496 7. dalam rangka menghadapi persaingan global yang tanpa batas.01 115.376 7 27 4. Malang Jumlah Organisasi Perempuan Jumlah Kelompok Usaha Perempuan Satuan orang orang orang organisasi kelompok 2006 424. 2010 . untuk SMP/MTs dari 85. cerdas.91 114.3 Aspek Pelayanan Umum 2.598 7 26 3.80 35. Indikator APM dari Tahun 2006 sampai dengan 2009 meningkat untuk SD/MI dari 98. 2 . untuk SMP/MTs dari 63.10 SMP/MTs 63.8 99.64 32.483 8 28 4.26.317 8.32 85.1 Pendidikan Pendidikan merupakan kunci strategi dalam mempersiapkan terwujudnya anak bangsa yang demokratis.280 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Malang Jumlah Perempuan Anggota S DPRD Kab.22 37.23 34.020 7.

16 7.70 10.19 86. Kediri 6.62 86.50 6.50 6.45 6.80 8.62 71. secara lengkap dapat dilihat pada tabel 2.62 % di Tahun 2009.98 Kab. .00 6.70 10.66 5.90 2008 7.90 Sumber : BPS Kabupaten Malang.00 6. di tingkat SMA/MA dari 86.93 5.29 Dari data diatas dapat dilihat baik APM maupun APK Tahun 2006 sampai dengan 2009 cenderung meningkat kecuali APM tingkat SMA/MA.19 6.62 % di Tahun 2009. Hal ini disebabkan masih banyaknya lulusan SMP/MTs melanjutkan sekolah ke Kota Malang.35 40.32 Sumber : BPS Kabupaten Malang. dari jumlah 3.24 Perkembangan Guru yang Berkualifikasi Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2007 SD/MI % 40.23 SMA/MA % 86.83 8.20 6.57 Kota Batu 7.38 7.96 6.90 5.62 71.67 10. Lumajang 5.16 Kota Malang 9.83 8.27 % di Tahun 2006 menjadi 86.72 7.16 Kab.47 71.99 7.27 86.80 8. Probolinggo 4.95 2009 7. naik menjadi 4.07 2010 7. Mojokerto 7.66 5. Selanjutnya tabel rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Malang dibandingkan dengan Kabupaten/Kota bertetangga dan rata-rata Jawa Timur adalah sebagai berikut : Tabel 2.23 Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Di Kabupaten Malang dan Sekitarnya Tahun 2005-2010 Uraian 2005 2006 2007 7.98 Keberhasilan di bidang pendidikan ini juga dapat dilihat dari jumlah lulusan SMK yang telah mendapat pekerjaan yang meningkat dari tahun ke tahun. di tingkat SMP/MTs dari 65.24 di bawah ini : Tabel 2.09 7. Pasuruan 6.70 Jawa Timur 6.76 Kab.35 % menjadi 48.12 7.90 5.67 10.07 Kab.25 7.65 Kab.62 86. Malang 5. 2009 Untuk mendukung peningkatan kualitas anak didik maka upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru yang dilaksanakan secara bertahap dan terus menerus.56 10.30 7. di tingkat SD/MI pada Tahun 2006 sebesar 40.650 orang di Tahun 2006.82 SMP/MTs % 65.98 % di Tahun 2009. yang tidak terdata di sekolah-sekolah Kabupaten Malang.83 % di Tahun 2006 menjadi 71.69 5.47 7.45 6.01 Kab.30 7.12 7.03 6.09 7.98 2010 48.69 5.93 5.217 orang di Tahun 2007.50 2009 48.68 6.00 6.96 4.83 66.16 7. Blitar 6. 2009 2008 42.08 Kab.10 5.25 7.03 6.

3 9 1 .2 3 0 .960 96.336 orang di Tahun 2008 dan menjadi 4.25 Perkembangan Partisipasi Sekolah Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk Tahun 2006-2009 No Jenjang Pendidikan 2006 2007 I SD/MI 1 Juml murid usia 7-12 th 141.802 orang di Tahun 2009.415 0 . Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya jumlah penduduk usia sekolah dari waktu ke waktu sedangkan pertumbuhan gedung sekolah tidak sebesar penduduk usia sekolah.105 0 .851 0.267 0 .234 124.161) 278.618 81.170 (1.171 257.4 2 302 (279) 122. Malang.3 2 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.601 3 APS SMP/MTs 1 .002 104.4 0 0 .105 0 .0075 Sedangkan ditinjau dari ketersediaan infrastruktur sekolah terutama dari banyaknya gedung sekolah terlihat bahwa rasionya masih rendah. dan SMA sederajat perkembangannya dapat dilihat dari tabel diatas.171) 228.2 2 II SMP/MTs 1 Juml murid usia 13-15 th 99. . SMP sederajat.2 5 1.055 122.601 3 Rasio 0 .415 3 APS SD/MI 0 . Tabel 2.814 2 Juml penddk usia 7-12 th 143.552 257. 2010 Sedangkan untuk perbandingan dan perkembangan jumlah murid dan guru pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs dapat dilihat pada tabel berikut.439 278.180 (1.5 2 302 (267) 124.552 0 .064 251.267 1 . Tabel 2. 2010 2008 225.851 0 . Angka partisipasi sekolah dari tingkatan SD/MI.355 0.963 228.2 9 95. Malang.26 Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2006-2009 No Jenjang Pendidikan I SD/MI 1 2 3 II 1 Jumlah Gedung Sekolah Juml pddk klp usia 7-12 th Rasio SMP/MTs Jumlah Gedung Sekolah 2006 2007 2008 1.8 1 1.355 0 .366 2 Juml penddk usia 13-15 th 129.2 4 2009 1.0 0 2009 273.165 143.4 0 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.960 96.4 5 295 302 2 Juml pddk klp usia 13-15 th 129.30 meningkat menjadi 4.

452 73. Dari data diatas menunjukkan bahwa indeks harapan hidup di Kabupaten Malang Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2009 juga selalu meningkat yaitu 67.172 73. Berikut disajikan tabel IHH Kabupaten Malang dan sekitarnya.30 160 28 28 2007 68. Kematian Anak dan Ibu Kabupaten Malang Tahun 2006-2009 No 1 2 3 4 Indeks Harapan Hidup Angka Kematian Bayi Angka Kematian Anak Angka Kematian Ibu Satuan % orang orang orang 2006 67.933 3 Rasio 0. 2010 No 2009 11. Malang. Kondisi ini diupayakan untuk terus menerus meningkat dan berkesinambungan karena masalah kesehatan yang terjadi sekarang dapat berpengaruh terhadap keturunan berikutnya.729 207.0779 2. adalah sebagai berikut : Tabel 2.05068 0.717 12. 2010 .2 Kesehatan Sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dicerminkan melalui indeks harapan hidup yaitu suatu indeks yang dipakai untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia melalui meningkatnya derajat kesehatan.113 0.31 Tabel 2.963 5.08092 0.22 142 33 25 2008 68.986 2 Jumlah Murid 211.675 207.56 di Tahun 2009.290 0.349 2 Jumlah Murid 71.05682 5. Apabila Indeks Harapan Hidup (IHH) semakin tinggi berarti hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan sosial ekonomi suatu daerah semakin maju.43 147 16 24 2009 72.395 73. Malang.3.330 210.27 Perkembangan Jumlah Guru dan Murid per Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2006-2009 Jenjang 2006 2007 2008 Pendidikan I SD/MI 1 Jumlah Guru 10.28 Perkembangan Indeks Harapan Hidup.07764 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.30 di Tahun 2006 menjadi 72.56 154 18 19 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.08378 0.710 10.05087 0.525 3 Rasio 0.06289 II SMP/MTs 1 Jumlah Guru 5.944 5. Derajat kesehatan ini juga harus terus menerus ditingkatkan seiring dengan memberikan fasilitas kesehatan yang memadai dan meningkatkan kesadaran pola hidup sehat bagi masyarakat secara sinergis. Kematian Bayi.

Sementara itu jumlah angkatan kerja tertampung disektor formal pada Tahun 2007 sebanyak 6.29 Perkembangan Jumlah Dokter.733 2. namun demikian untuk angka kematian ibu melahirkan per 1000 orang penduduk pada Tahun 2006 sebesar 57. Malang. .44.750 195 40.3 Ketenagakerjaan Kondisi ketenagakerjaan dicerminkan dari jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Malang pada Tahun 2007 sejumlah 1.05.110 orang sedangkan pada Tahun 2009 sebesar 47. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Malang telah berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan melalui pengembangan Pondok Kesehatan Desa sebagai pusat penyuluhan dan konsultasi kesehatan termasuk penyuluhan gizi yang program terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Malang.347. demikian juga dengan jumlah angkatan kerja sejumlah 1. Angka kematian bayi di Kabupaten Malang per 1000 orang penduduk Tahun 2006 sebesar 3. paramedis dan sarana prasarana kesehatan Tahun 2006-2009 dapat dilihat pada tabel berikut. tetapi naik di Tahun 2008 sebesar 3. dan turun cukup signifikan di Tahun 2008 menjadi sebesar 60.762 197 32.500 orang dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 14.32 Dari data diatas tampak bahwa IHH Kabupaten secara rerata lebih tinggi dari Kabupaten yang berada di Jawa Timur bagian Selatan dan masih lebih rendah dari rerata Jawa Timur.07.743 orang dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 1.41 naik di Tahun 2007 sebesar 75. Jumlah pencari kerja yang terdaftar Tahun 2007 sebanyak 45. hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. pada Tahun 2009 tertampung 4.58 %.3. Tabel 2.443. Sedangkan untuk perbandingan jumlah dokter.263 orang.830 2.8 %.72 dan Tahun 2009 sebesar 4. Salah satu pendukung IHH ini adalah angka kematian bayi.68 dan Tahun 2009 menjadi 53.740 7 Puskesmas/Poliklinik/P ustu persatuan unit penduduk 8 Rasio apotik 49. 2010 No 1 2 3 4 5 2008 136 128 62 245 390 2.358.373 pada Tahun 2007 menjadi 1.735 orang.05.799 orang pada Tahun 2009 menjadi 1.650 2009 130 130 63 268 390 2. Paramedis dan Sarana Prasarana Kesehatan Tahun 2006-2009 Uraian Satuan 2006 2007 Jumlah dokter umum orang 102 133 Jumlah dokter spesialis orang 60 115 Jumlah dokter gigi orang 53 59 Jumlah paramedis orang 181 124 Unit Pelaksana Gizi unit 389 389 dan Kesehatan (UPGK) 6 Posyandu unit 2.722 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.300 44.043.58 dan Tahun 2007 turun menjadi 3.495.

157 Tertampung Pencari Kerja orang 45.dan Tahun 2009 naik lagi menjadi Rp.584 TKI Remitansi + (Rp. perkebunan.33 Secara lengkap kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2.500. Unggulan tanaman pangan padi.000 813.043.543 Jumlah Pengiriman 4. Bidang pertanian unggulan meliputi tanaman pangan. ketela pohon.8 M 95 M Kebutuhan Fisik Rp.naik di Tahun 2008 menjadi Rp.487.008 orang. Kebutuhan fisik minimum dari Tahun 2007 sebesar Rp.44 terbuka Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. 743.799 1.743 1. jagung. Malang. Menjadi sedikit lebih tinggi dari kebutuhan fisik minimum. 743.000 Tingkat pengangguran 7. 1 M 975.263 2.-.654 6..000 Minimum UMK Rp.584 orang dan Tahun 2009 turun menjadi 2.000. terdiri .000.4 Pertanian Potensi pertanian di wilayah Kabupaten Malang beraneka ragam dan tersebar di seluruh kecamatan. 769.000.3. 975. Tahun 2008 naik menjadi Rp. Sedangkan unggulan perkebunan tebu. disisi yang lain Upah Minimum Kabupaten juga cenderung meningkat pada Tahun 2007 sebesar Rp.358 47. kelapa.500 4.549 Angkatan Kerja orang 3.30 Perkembangan Ketenagakerjaan Kabupaten Malang Tahun 2007–2009 Uraian Satuan 2007 2008 2009 1. sayuran. ) 107. 2010 Salah satu masalah pemerintah baik pusat maupun daerah adalah ketersediaan lapangan pekerjaan bagi penduduknya yang kerap kali tidak mencukupi kebutuhan sehingga bekerja di luar negeri masih menjadi pilihan sebagian besar pencari kerja di Indonesia pada umumnya dan juga di Kabupaten Malang walaupun dari data yang ada jumlah pengiriman TKI berdasarkan data pemberangkatan TKI ke luar negeri Tahun 2007 sampai Tahun 2009 mengalami penurunan.110 47. dan kacang-kacangan. 954.500 6.523 Angkatan Kerja orang 1.000.000.dan Tahun 2009 naik lagi menjadi Rp. kakao.373 1.347.008 84. peternakan dan perikanan.4 Penduduk Usia Kerja orang 1.495.443.250 802. kopi.000 954. 2. 813.529 5.-. 802. Untuk komoditi sayuran. Pada Tahun 2007 tercatat pemberangkatan TKI sebanyak 4. 769.529 orang dan Tahun 2008 naik menjadi 5..-.85 6. ubi jalar. dengan demikian daya beli masyarakat diharapkan meningkat..210.

974. Untuk pengembangan industri pada tahun kedepan harus diprioritaskan pada kawasan Malang Selatan untuk memeratakan pertumbuhan dan perkembangan wilayah.926 . Berikut data perkembangan industri dan perdagangan: Tabel 2.025 67.119. Bidang industri ini tumbuh pesat khususnya pada wilayah pengembangan lingkar Kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji.31 Produksi Komoditas Andalan Pertanian Tahun 2006–2009 No Uraian Satuan 2006 2007 1 Padi ton 366.227 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Kecamatan Pakis.030 2009 1.475 50 98.057 146. Berikut data produksi komoditas pertanian andalan Kabupaten Malang sebagai daerah agro yang merupakan andalan Provinsi Jawa Timur.974 4 Tebu ton 2. cabe.396 279.500 3.375.249.788 5.122 91. Kecamatan Kalipare dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Terdapat komoditas khas Kabupaten Malang yaitu: apel.166 12.289 10. Malang. Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir.865 14.100 60. 2010 2008 1.407 50 95.159 174.271 368.623 9.457 2.3.592 6 Daging ton 13.882 7 Susu ton 89.410 Nilai Impor RibuanUS $ 62. kapur dan marmer dimana bahan bakunya banyak tersedia di kawasan Malang Selatan seperti di Kecamatan Donomulyo.32 Perkembangan Industri dan Perdagangan Tahun 2006–2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Satuan 2006 2007 Jumlah perusahaan Unit usaha 1.245 266.817 2.229 1.509 2 Jagung ton 265. Kecamatan Dampit.021 97.092 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.732 8 Ikan ton 9. Kecamatan Bululawang.820.750 informal Investasi (PMDN/PMA) Juta Rupiah 4.445 3 Sayuran ton 155.910 51. ketela gunung kawi. Kecamatan Singosari.515 9.331 8. Kecamatan Karangploso. klengkeng.248 14.096 5 Kopi ton 7.331 industri Jumlah sentra industri Unit usaha 63 50 Tenaga kerja industri Unit usaha 86.125 8. salak Swaru.781 52.778 51. Malang.361 240.588 14.865 6.753 Jumlah industri Unit usaha 49. Kecamatan Gedangan.34 dari kentang.647 50.365 15.5 Industri dan Perdagangan Bidang industri di Kabupaten Malang berkembang pesat seiring dengan kemudahan aksesibilitas.006 296. tomat. Industri besar umumnya berlokasi pada jalan utama atau kolektor primer sedangkan industri kecil tersebar di kawasan permukiman penduduk. 2010 2008 416.365 6.382.841 93.106.743 13.522 Jumlah SIUP Perusahaan 11.343. sebagai berikut: Tabel 2.160 101. Kecamatan Pagak. Kecamatan Ampelgading. kubis.171 7.751 3. Kegiatan industri nantinya dapat berupa pengolahan hasil tambang berupa bahan dasar bangunan seperti semen.439 2009 450.196 127.695 271.952 Nilai Ekspor RibuanUS $ 189.095 262.

35 Sebagaimana dikemukakan dimuka peran sektor industri dan sektor perdagangan dalam perekonomian Kabupaten Malang cukup dominan. Tahun 2009 kontribusi kedua sektor ini sebesar 44,27 % terdiri dari sektor industri 20,62%, dan sektor perdagangan 23,65 %. Dalam rangka memacu percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang mengandalkan nilai tambah sektor industri dan perdagangan, maka kebijakan pembangunan ekonomi diarahkan untuk memacu peningkatan sektor industri dan perdagangan secara gradual dengan tetap memperhatikan penguatan UMKM dan Koperasi agar kemajuan industrialisasi dan modernisasi tidak menggerus UMKM yang justru merupakan kekuatan lokal terutama pada saat terjadinya krisis ekonomi global yang menyebabkan melemahnya posisi industri dan perdagangan pada umumnya. 2.3.6 Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Malang memiliki potensi sumberdaya mineral yang cukup besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah, namun karena kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Pusat terkecuali golongan C maka kontribusinya terhadap PDRB masih sangat kecil. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.33 Potensi Mineral di Kabupaten Malang URAIAN Batu gunung/adesit LOKASI Singosari, lawang, Karangploso, Jabung, Tumpang Wajak, Turen, Ampelgading, Dampit, Tumpang, Tirtoyudo, Poncokusumo, Kasembon, Pakis, kalipare Sumbermanjing Wetan Gedangan, donomulyo, Sbrmanjing pagak, bantur, Wetan, MANFAAT CADANGAN

Sebagai agregat Diperkirakan fondasi dan batu hias jutaan ton

Pasir

Sebagai campuran beton, plester pasang, Diperkirakan fondasi jalan dan jutaan ton konstruksi

Phosphat

Kalsit

Batu kapur

Kalipare, gedangan, donomulyo, Sbrmanjing Wetan, Pagak, Bantur

Bahan campuran pembuatan gelas Bahan pemutih dan pengisi cat, gelas, karet, penetral keasaman tanah, bahan pelapis kertas Bahan mentah semen, karbit, bahan pemutih pembuatan soda abu, penetral keasaman tanah, bahan pupuk, industri keramik, bahan bangunan

8,51 10^8

Diperkirakan jutaan ton

4.368,83 10 ^8

36 URAIAN LOKASI Dampit, Gondanglegi, Kepanjen, Sbrmanjing Wetan, MANFAAT CADANGAN

Felspar

Sebagai flug dalam Diperkirakan industri keramik, gelas jutaan ton dan kaca

Tanah liat

Marmer

Kaolin

Kuarsa

Bentonit

Tanah urug

Tras

Piropilit

Sebagai campuran Sumberpucung, beton, plester pasang, Pagak, bantur, fondasi jalan dan singosari, Tirtoyudo konstruksi Sebagai amomen Kalipare, bangunan Ampelgading, (lantai,dinding, Gedangan, Dampit, asesories) Untuk industri Kalipare, Pagak, keramik, kertas, cat, Bantur, dampit, kosmetik dan farmasi, Ampelgading bahan pembuatan karet/ pestisida dll Kalipare, Tirtoyudo, Untuk industri gelas, dampit, optik, keramik, brasive Ampelgading, dan semen Sebagai bahan lumpur pemboran, pencegah kebocoran pada Sumbermanjing bangunan sipil basah, Wetan, Pagak, campuran pembuatan Bantur, Singosari, cat, latex dan tinta Tirtoyudo cetak, bahan penyerap, zat perekat, pelet/makanan ternak Sebagai bahan Singosari urugan Bahan pembuatan PPC, pembuatan semen tras kapur Sumbermanjing untuk batu cetak atau Wetan, Donomulyo, batako, campuran Ampelgading pembuatan beton, campuran plester dan tanah urug Sebagai bahan industri keramik, refraktori, kosmetik, Sumnbermanjing kertas, bahan Wetan, bantur campuran cat dan plastik

49,625 10^8

2.300.000

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

3.250

10^8

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

45,304

10^8

37 URAIAN Sirtu Gipsum LOKASI Singosari MANFAAT CADANGAN Diperkirakan jutaan ton -

Zeolit

Urugan , material campuran beton, jalan Bahan kimia dan amomen, bahan agregat ringan, bahan pengembang dan pengisi pasta gigi, Sumbermanjing bahan penjernih air Wetan, Tirtoyudo, limbah dan kolam Gedangan ikan, makan ternak, pemurnian gas metan/ gas alam/gas murni/penyerap zat/ logam beracun Perhiasan

3,5

10^6

Oniks

Ampelgading

Diperkirakan jutaan ton Diperkirakan jutaan ton Diperkirakan jutaan ton

Mangaan

Oker

Toseki

Kalipare, Gedangan, Dampit, Arang baterai, Sumbermanjing campuran aluminium Wetan Bahan campuran cat, Dampit, interior bangunan Sebagai bahan baku dan campuran Sumbermanjing keramik, refraktori, Wetan, Tirtoyudo isolator dll

Diperkirakan jutaan ton

Kalipare, Gedangan, dampit, Emas Perhiasan sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo Untuk industri campuran besi, Donomulyo, Pasir besi industri gelas, optik, gedangan keramik, abrasif dan semen Sumber : Dinas ESDM, 2010

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

2.4. Aspek Daya Saing Daerah 2.4.1 Kemampuan Ekonomi Daerah Struktur ekonomi Kabupaten Malang dalam 5 tahun terakhir yang menggambarkan pilar-pilar kemampuan dan potensi perekonomian daerah dapat dilihat dari peran sektoral dalam perekonomian sebagai berikut:

Bangkalan PERIKANAN Kab.2 24.74 21. Jasa-jasa 13.85 3. Lamongan Kab. 2010 Untuk 5 tahun ke depan.54 30.34 2. Persewaan & Jasa 3.57 1. Malang PETERNAKAN Kab.85 4.65 45. Malang.97 4.87 2. Banyuwangi Kab.04 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Secara sektoral tetap akan didominasi oleh sektor pertanian primer menyusul sektor perdagangan dan pariwisata.38 Tabel 2.19 13.91 1.9% pada Tahun 2015.41 23.1% dan tersier 45. Sedang sektor yang diharapkan berkembang sektor pertambangan dan sektor bangunan.57 1. Probolinggo Kab.60 45.68 21.45 17. 2009 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa posisi Kabupaten Malang cukup bersaing untuk sektor tanaman pangan.40 2.30 23. Berikut gambaran potensi Kabupaten/Kota yang potensinya bersamaan dengan Kabupaten Malang: Tabel 2. Dilihat dari ketersediaan potensi di kawasan Malang Raya dan beberapa Kabupaten/Kota yang memiliki sektor andalan yang bersamaan dengan Kabupaten Malang sesungguhnya diperlukan kerjasama kawasan yang dapat mempercepat kemajuan daerah sekaligus menjadi kekuatan daya saing bersama. Lamongan PERTAMBA NGAN Kab.6 1.69 21.44 13. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keu.4 3. Malang Kab.00 2010 32.24 18.85 Persh.87 4.67 21.04 23.34 Perkembangan Peran Sektoral Dalam Perekonomian Berdasarkan PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 34.7 1.47 2.34 1.86 13. selanjutnya sektor industri pengolahan dan sektor jasa-jasa.60 18.0 Rerata 33.86 13.37 1.38 2009 33. Gas dan Air Bersih Bangunan Tersier Perdag.08 30.32 3.0 4. Blitar Kab.71 4. Bojonegoro Kab.16 30. perkebunan namun sektor . Jember Kab.77 45.1 18. 1 2 3 4 5 6 7 PERKEBUNAN Kab Jember Kab. struktur perekonomian Kabupaten Malang diprediksikan masih akan didominasi oleh sektor primer sebesar 31. Blitar Kab. Gresik NO.89 3.03 31.68 45. Gresik Kab.8 30 2.88 18. Bondowoso Sumber :Bappeda Provinsi Jawa Timur.9 13.54 1.41 3.52 23. peternakan.48 2007 33.54 1.35 Daerah yang Potensi Andalannya Sama Dengan Kabupaten Malang TANAMAN PANGAN Kab. Sidoarjo Kab.45 2008 33.55 1.93 4.17 Primer Pertanian Pertambangan & Penggalian Sekunder Industri Pengolahan Listrik.63 20.9 45. Blitar Kab.45 30. Tuban Kab.55 1.1% sekunder 23.54 45.24 23.8 22.05 17.77 2. Malang Kab.04 1.

00 587.051.Perdagangan .943.302.10 12.26 31.54 Belgia 11.13 Inggris 14.691. Perdagangan dan Pasar NILAI (US $) 53.00 2.55 9.453.177.152.385.947.88 26.816.801.00 2.294. 37 Perkembangan Jumlah dan Nilai Investasi PMDN/PMA Tahun 2008-2009 NO 1 URAIAN Jumlah Investasi -PMDN -PMA 2 Nilai Investasi -PMDN -PMA 3 Nilai Investasi Non PMA/PMDN .850.472.803.00 2.812.20 Mesir 6.907.250.874.682.540.739.Industri .299.156.909.375.631.07 Amerika 11.926.54 Jerman 19.375.071.179.000.298.799.78 Hal yang sama juga bisa dilihat dari dari perkembangan investasi yang cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.526.873.364.32 China 5.894. Tabel 2.00 2.000.00 4.000.131.425.312.00 2.00 2.026.436.00 583.48 Perancis 4.735.375.832.96 14.450.00 SATUAN 2008 2009 Sumber : Kantor Penanaman Modal .935.012.200.015.177.015.302.266.865.34 10.00 5.303.378.119.229.000.873.926.266.802.052.704.00 20 19 6.36 Realisasi Ekspor Non Migas Menurut Tujuan Tahun 2009 NEGARA TUJUAN VOLUME (kg) Jepang 34.106.200.33 171.74 Singapura 7.653. Perekonomian Kabupaten Malang juga ditopang oleh sektor industri yang berorientasi ekspor.64 37.103.05 55.552.200.000.807.947. Berikut data realisasi ekspor Tahun 2009 : Tabel 2.825.804.695.89 Sumber : Dinas Perindustrian.864.229.000.82 51 Negara lainnya 45.000.501.762.249.286.Koperasi buah buah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah 20 17 6.32 Total 271.000.52 12.26 7.826.345.874.436.000.000.000.000.00 3.00 3.62 Yunani 9.874. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor pada Kabupaten Malang masih bagus.39 yang potensi besar yaitu perikanan dan pertambangan belum mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur.051.802.532.

63 128.907.096 km. Panjang jalan yang ada di Kabupaten Malang mencapai 1.975 meter.38 Prasarana Jalan Tahun 2006-2009 Uraian Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan Kabupaten Jalan Desa Satuan km km km km 2006 115.80 1.668 meter.607 meter. Bahkan ketersediaan teknologi informasi berdampak pada intelektualitas penduduk.274 km. 2010 Teknologi komunikasi kini semakin dirasakan penting peranannya dalam penyampaian informasi jarak jauh.19 km terbagi atas jalan negara 115.63 km (1%). karena dengan tersedianya teknologi dan kemampuan sumberdaya manusia maka akan sangat mudah membaca kemajuan yang mutakhir sehingga dapat memacu perkembangan teknologi di daerah.31 6. sedangkan jasa telekomunikasi dari pemerintah dan rumah tangga berkembang pesat. dan Tahun 2009 meningkat menjadi sepanjang 3.63 128.667.66 km. 2007 sepanjang 2.31 6. jalan provinsi 128.907. Tahun 2008 menjadi 1.667.80 1.205 km.80 2007 115. Aktifitas pemerintahan.90 6.258 km. Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang penting guna memperlancar kegiatan pembangunan.76 km (19%) dan jalan desa 6. Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat. jalan provinsi dan kabupaten harus selalu ditingkatkan. Jumlah telpon umum koin dari tahun ke tahun semakin berkurang. baik panjang maupun kualitasnya.667.907. agar pembangunan regional/nasional dapat berjalan lancar.80 km (1%).107 meter.80 2008 115.903.4.63 118. dan Tahun 2009 menjadi 1. 2008 sepanjang 2.92 km (79%) sehingga total 8. Kondisi jalan yang baik di Kabupaten Malang dari Tahun 2006–2009 meningkat cukup signifikan yaitu Tahun 2006 panjang jalan 1.668. Tabel 2.40 2. . Telkom Kabupaten Malang menunjukkan jumlah pelanggan telpon semakin meningkat dari tahun ke tahun.90 1.2 Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Sarana yang penting dalam mendukung laju pembangunan adalah prasarana jalan. jalan kabupaten 1.90 2009 115. Seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan jalan yang terbagi atas jalan nasional. Tahun 2007 menjadi 1.907. Data PT.76 6.63 118.90 Sumber : Dinas Bina Marga. dari tahun ke tahun semakin banyak bermunculan wartel swasta.31 1. Tersedianya jalan untuk menjangkau semua daerah di suatu wilayah pemerintahan sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan pendistribusian hasil pembangunan.809.668. Jembatan mantap Tahun 2006 sepanjang 1.907. swasta maupun masyarakat sangat erat kaitannya dengan pos dan telekomunikasi sebagai sarana untuk pengiriman informasi.

serta BPR-BPR yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini. b) pembangunan jalan tol Pandaan-Malang melanjutkan tol Surabaya-Pandaan sehingga akan terhubung layanan tol antara Kota Surabaya dengan Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur. c) pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dimana wilayah Kabupaten Malang merupakan titik tengah yang akan menghubungkan Malang-Jogjakarta ke Barat dan Malang Denpasar Bali melalui Banyuwangi ke sebelah Timur.402 9 716.997 169 2. 2010 Sarana dan prasarana strategis dalam rangka mendukung daya saing daerah a) pengembangan Bandar Udara Abdulracman Saleh yang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir berkembang sangat pesat dan kedepan perlu di tingkatkan kapasitasnya lebih besar lagi sehingga dapat menambah maskapai dan jumlah penerbangan sesuai dengan kebutuhan untuk melayani beberapa Kabupaten/Kota di bagian Selatan Tengah Jawa Timur. CIMB Niaga dan Bank Jatim.40 Perkembangan Kelistrikan Tahun 2006-2009 Uraian Distribusi JTM Distribusi JTR Satuan kms kms 2006 2.630 5.910 2007 66.349 9 687.589.432.399 2007 2.662 144 2.622.299 66.508.665 Ketersediaan bank sangat mendorong laju pertumbuhan ekonomi di segala bidang.290 3. BRI.966 1.349 9 687.539 197 3.898 60.817 51.540 Distribusi GRD unit Gardu Induk unit SR buah Konsumsi Listrik kwh/th Sumber : PLN Malang.753 2009 65.589.359.990 5.630 5.835 49.850 1.359.317.317.898 66. dengan demikian potensi yang selama ini belum tergali karena hambatan transportasi di .41 Tabel 2.172 1.317.299 73. sedangkan swasta BCA.350.630 5.547.39 Perkembangan Telekomunikasi Tahun 2006-2009 Uraian Kapasitas sentral Kapasitas terpasang Kapasitas terpakai Pelanggan Telp koin Wartel/kios/TUT Sumber : Telkom Malang Satuan SST SST SST SST SST SST 2006 66. kepentingan lalu lintas uang di Kabupaten Malang sangat mudah karena telah tersedia bank-bank pemerintah maupun bank swasta.910 2008 73.589.030.817 65.898 66.399 2008 2. Bank pemerintah yang terdapat di Kabupaten Malang antara lain. Selanjutnya perkembangan ketersediaan energi listrik sebagai pendukung penting pembangunan dan perekonomian sebagai berikut: Tabel 2.290 3. khususnya dalam penyediaan modal dan lalu lintas uang antar daerah.850 1.372 44.837.547.539 197 3.349 9 701. BNI’46 dan Bank Mandiri.290 3.950 3.083 2009 2.898 60.

2.594 atau terjadi kenaikan rata-rata 8% per tahun.4. Pembangunan bidang keamanan dan ketertiban masyarakat harus difokuskan pada terwujudnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan masyarakat lingkungan masing-masing serta peran aktif masyarakat dalam memberantas kejahatan yang terjadi. kemudian kasus pencurian kayu jati sebanyak 372 kasus.4 Iklim Berinvestasi Iklim berinvestasi sangat ditentukan oleh faktor keamanan dan ketertiban. kasus politik dan kasus ekonomi. dan perikanan laut.338 Mobil barang bukan umum 11.41 Perkembangan Sarana Transportasi Tahun 2006-2009 Uraian 2006 2007 2008 Mobil Penumpang Umum 725 751 761 Bus umum 2.789 19. 8.709 4.3 Sarana Transportasi Berikutnya sarana transportasi yang menjamin kelancaran arus orang dan barang dari sentra produksi ke pasar maupun ke obyek-obyek wisata adalah sebagai berikut: Tabel 2. 3.4.402 2.789 Tahun 2009 meningkat tajam menjadi 22.620 213 5. serta tidak kalah pentingnya adalah obyek wisata pantai yang cukup banyak di Malang Selatan. 6. 7. 2010 No 1. industri.165 11.494 192 30 39 22.354 2.190 20. 5. kasus perjudian sebanyak 210 kasus dan 178 kasus penipuan.42 Malang Selatan akan segera berkembang seperti potensi pertambangan perkebunan.472 Bus bukan umum 122 157 182 Mobil barang umum 3. 2.516 Kereta gandengan 177 180 184 Kereta tempelan 20 22 33 Kendaraan khusus 32 34 35 JUMLAH 17. Tindak kejahatan terbanyak sebagaimana data Kepolisian Kabupaten Malang terbanyak adalah kasus pencurian dengan pemberatan yaitu sebayak 576 kasus yang dilaporkan namun hanya 372 kasus yang baru diselesaikan. namun demikian secara umum angka kriminalitas di . Sementara itu.935 12. Kedepan peningkatan diprediksi akan lebih tajam lagi dengan selesainya Tol Pandaan-Malang.244 13. 2009 762 2. 4. selesainya Jalan Lintas Selatan Provinsi Jawa Timur semakin besarnya kapasitas penerbangan Bandara Abulrachman Saleh dan pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Malang ke Kota Kepanjen dan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik memberi dampak kepada perkembangan investasi. berdasarkan data yang ada masih terdapat kasus demonstrasi pemogokan tenaga kerja. perdagangan dan perumahan.594 Dari data diatas diketahui bahwa trend perkembangan sarana transportasi Kabupaten Malang dalam 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dimana pada Tahun 2006 hanya sebanyak 17.194 3. 2.521 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kabupaten Malang.

TNI AU dan TNI AL yang juga berperan aktif dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk juga keamanan berinvestasi.0002893 .42 Angka Kriminalitas Tahun 2006-2009 Uraian Jumlah kasus narkoba Jumlah kasus pembunuhan Jumlah kejahatan seksual Jumlah kasus penganiayaan Jumlah kasus pencurian Jumlah kasus penipuan Jumlah kasus pemalsuan uang Kasus perjudian Kasus pemerasan dan penadahan Bunuh diri Jumlah Jumlah penduduk 11 Angka kriminalitas (8/9) Sumber : Kepolisian.0057729 2008 0 4 2 19 148 0 0 27 7 0 207 2.887 0.822 0.419.779 0. data diolah. Tabel 2.442. Hal lain yang mendukung terjaminnya keamanan wilayah Kabupaten Malang karena terdapat banyak institusi militer baik dari TNI AD.413. 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2006 33 5 13 62 351 0 1 158 12 15 640 2.43 Kabupaten Malang baik secara kualitas maupun kuantitas kecenderungannya mengalami penurunan.0085758 2009 0 0 0 0 3 0 0 2 0 2 7 2.442 0.0264482 2007 4 5 14 20 63 0 7 10 0 18 141 2.419.

Strategi RPJMD RPJMD Visi.1 sebagai berikut: Gambar 3. 2) Untuk menjamin ketersediaan dana maka kebijakan pendapatan diarahkan untuk mendapatkan berbagai sumber pendapatan yang sustain dan jumlah yang memadai.1 Kerangka Hubungan Antara Kebijakan Keuangan Daerah/APBD dengan RKPD dan Visi. 5 tahunan. Dalam hubungannya dengan RPJM Daerah. Mengingat bahwa pengelolaan keuangan daerah diwujudkan dalam suatu APBD maka analisis pengelolaan keuangan daerah dilakukan terhadap APBD dan laporan keuangan daerah sekurang-kurangnya 5 tahun sebelumnya.BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dapat dinilai dengan uang. . Strategi RKPD 1 RKPD 2 RKPD 3 RKPD 4 RKPD 5 Kebijakan Keuangan Daerah /APBD Arah kebijakan keuangan daerah yang diambil oleh Kabupaten Malang mengandung makna bahwa: 1) Arah belanja APBD Kabupaten Malang digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan dan prioritas strategis jangka menengah. Misi. APBD merupakan komitmen politik penyelenggara Pemerintahan Daerah untuk mendanai strategi pembangunan pada satuan program dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun. Hubungan antara dokumen perencanaan strategik dengan anggaran. Penyelenggaraan fungsi Pemerintahan Daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumbersumber penerimaan yang cukup kepada daerah dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan (money follow function). Analisis pengelolaan keuangan daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk menghasilkan gambaran tentang kapasitas atau kemampuan keuangan daerah dalam mendanai penyelenggaraan pembangunan daerah. Misi. dapat dilihat dalam Gambar 3. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana pengelolaan keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui oleh DPRD dalam Peraturan Daerah (Perda). Mengingat kebijakan masing-masing komponen APBD berbeda maka kebijakan Keuangan Daerah juga dirinci pada masing-masing komponen tersebut. termasuk segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah.

. Pada tahap berikutnya. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.45 meliputi kebijakan Pendapatan. apabila APBD mengalami selisih lebih maka atas surplus tersebut akan dialokasikan dalam pembiayaan pengeluaran pada pos-pos pembiayaan yang diperkenankan oleh peraturan.. Dengan demikian.. dapat dihitung kebutuhan belanja.. hubungan strategi dengan (arah kebijakan) komponen APBD dapat dilihat dalam Gambar 3. Mengingat bahwa komponen anggaran menggunakan struktur surplus/defisit maka atas selisih antara pendapatan dan belanja dihitung sebagai surplus/defisit dan dialokasikan ke pembiayaan. arah kebijakan belanja Kabupaten Malang. Satuan terkecil dari perencanaan strategik adalah program dan kegiatan. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. Semua potensi pendapatan semaksimal mungkin digali agar mampu menutup seluruh kebutuhan belanja.. Dalam hal suatu APBD mengalami defisit maka kebijakan pembiayaan mengupayakan sumber pemasukan kas untuk menutup defisit tersebut (pembiayaan penerimaan). (-) P E M B I A Y A A N (=) . Belanja dan Pembiayaan..2 berikut ini: Gambar 3. pada prinsipnya adalah agar belanja dapat mendukung kebutuhan dana seluruh kegiatan. APBD harus mampu mengoptimalkan sumber-sumber pendapatannya. dan diupayakan sumber-sumber pendapatan baru (ekstensifikasi) oleh Pemerintah Kabupaten Malang. P E N D A P A T A N . Sebaliknya. standar pelayanan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Adapun. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Belanja yang tidak strategik dan tidak memiliki nilai tambah (non value-added) diminimalisir. dan standar harga atas komponen belanja tiap kegiatan. Kebijakan pendapatan diarahkan agar sumber-sumber pendapatan yang mendukung APBD selama ini harus diidentifikasi dengan baik... Gambar diatas menunjukkan hubungan antara proses perencanaan kegiatan dengan keuangan. serta Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 .. Melalui analisis belanja. untuk menutup semua kebutuhan belanja.. ditingkatkan penerimaannya (intensifikasi).2 Kerangka Hubungan Antara Strategi dan Komponen APBD A R A H Program/ Kegiatan P1 P2 Visi Misi Strategi P3 P4 P5 P~.. K E B I J A K A N B E L A N J A ..

transparan.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2006-2010 memberikan gambaran trend yang positif dengan rata-rata kenaikan sebesar 11. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan. 3. struktur pendapatan dan struktur belanja daerah.54%. ekonomis. .46 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang antara lain menyebutkan bahwa keuangan daerah harus dikelola secara tertib. efektif. kepatutan dan manfaat untuk masyarakat. maka semua penerimaan dan pengeluaran daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBD. walaupun pada masa itu terjadi kenaikan BBM yang membawa dampak signifikan pada perkembangan ekonomi makro namun karena struktur pendukung ekonomi daerah Kabupaten Malang yang berbasis pada sektor primer mengakibatkan pengaruh perubahan tersebut tidak begitu terasa dampaknya pada perekonomian Kabupaten Malang. dan selanjutnya APBD tersebut akan dipakai sebagai dasar bagi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan penerimaan dan pengeluaran daerah yang disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan serta kemampuan keuangan daerah. belanja dan pembiayaan Tahun 2006-2010 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. taat pada peraturan perundanganundangan. oleh karena itu prinsip pengelolaan ini akan tercermin pada proses penyusunan anggaran daerah. efisien. Gambaran perkembangan struktur pendapatan.

801 8.651.285 795. diolah .349 88.000 62.109 959.107.882 8 2010 133.302 1.842.799 108.059.184.875 24.700 330.000 67.637 1.897 100.330 4.512.783.362.079.647.072.921.437.098.036 967.310.258.099 58.884.658.307.920.416.782.496 4.161.110 64.671 991.090 4.883.957.689 21.353.750 6.653 29.756.694 17.758 1.686.603.940 166.397 46.204.532.184.840.362.042 3.170 2.000 94.530 11 11.362.393.615 52.641 79.1 Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2006 s/d 2010 NO 1 URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Perimbangan dari Provinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi & Pemda lainnya Dana Penyesuaian & Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya TAHUN (Rp.000 68.357.260 39.54% 2006 69.706.127.199.192 89. 000) 2007 2008 84.285.800 77.547 1.767 1.458.702.000 35.851.299.47 Tabel 3.690.013.708.187.678 13 4.682 58.861.756 1.134.279.934 69.910.221.789.000 111.608 967.324 58.756 4.684.988 1.174.341.983.526.268 14 2 3 JUMLAH Prosentase Kenaikan Realiasi Pendapatan Pertahun Rata-rata kenaikan 2006-2010 Sumber : DPPKA 2011.167.421 18.463 946.479.166.085 148.427.598 118.500 1.784 23.739.591.589 20.020.584 14.834 29.551.442 33.263.690 93.413.155 2009 153.805.016 30.909.050 1.048 26.768 90.572 36.456.000 72.668.110 880.924 15.844.222.

37% dan Tahun 2010 naik menjadi 14.547 150.336 12.337.500 2007 638.593.709 933.744.399.243.470 41.160 713.482 269.684.171.147 282.765 .52 40.075 623.969 67.850.01 II 1 2 3 585.856 29.167 507.167 141.373 117.353.872 47.409 93.801.250 182.230.656 8.155 -8.306.688 97.420.809.48 TAHUN (Rp.81 484.688 44.191 20.6 537.175.420 460.231 27.790.000 920.319 32.000.48% per tahun Tabel 3.082.692 5.812.007.226 154.160 375.219 32.73 2010 1.79 16.85 510.665.34 -3.670.286 10.75% 2009 903.195 0 0 0 108.765 140.865 10.782 96.499 -8.195 389.531 40.702.583 Jumlah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Sumber : DPPKA 2011.581.845 45.4 1.421.154.741 13.499.629 11.507 77.186.15 1.48 Dilihat dari trend pendapatan yang dalam Tahun 2006 ke 2007 naik sebesar 12.671.071.482 55. 000) 2008 807.739.121 65.075.041.051 331.529. diolah 908. khusus PAD naik rata-rata sebesar 20% per tahun.528.894 35.012. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah naik rata-rata sebesar 428.94% 530.892.863.983.806.54% per tahun.035.2 Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 NO I 1 2 3 4 5 6 7 URAIAN Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tidak Terduga Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan 2006 323.032 3.309 185.391.873.731.000 26.517 95.992 97.28% per tahun.257.508 -1.042 56.679.108 147.515 302.782 11.16 1.113.613.923.004.158.445 48.82% selanjutnya tahun berikutnya naik lagi sebesar 8.284.58 1.667 50.695.166.45% atau rata-rata dalam 4 tahun naik sebesar 11.387.52% Tahun 2007 ke 2008 naik sebesar 10.520.121 46.560.682.848 10. Dana Perimbangan naik rata-rata sebesar 6.

678 1. diolah Dari data tersebut Tahun 2006 besaran belanja hanya 89.7%.3 Rasio Pendapatan dengan Belanja Dalam Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2006-2010 TAHUN (Rp.01 2007 1.221.765 89.427.307. Hal ini menunjukkan apabila besaran belanja lebih kecil dari pendapatan dalam tahun berjalan berarti terjadi SILPA sebaliknya apabila besaran belanja melebih dari pendapatan maka defisit yang ada ditutupi dari SILPA tahun yang lalu.741 102.856 100. Tahun 2009 sebesar 97. Tahun 2008 sebesar 102.387.731.756.530 1.263.882 1.020. tahun 2007 sebesar 100.337.268 1.850.075.665.24% dan Tahun 2010 sebesar 99. 000) 2006 1.668.175.24 2010 1.155 908. Terjadinya kenaikan belanja tidak langsung disatu sisi dan disisi lain penurunan porsi belanja langsung karena kenaikan dana perimbangan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan kenaikan belanja gaji pegawai negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.82%.3 2009 1.167.49 Dilihat dari data tersebut Belanja Tidak Langsung yang Tahun 2006 sebesar 35% Tahun 2010 menjadi 69.032 97.744. Tabel 3.199.83%. Kebijakan belanja tentunya mendahulukan belanja wajib (mandatory) terutama gaji pegawai negeri sipil dan tunjangan guru setelah itu sisanya baru diperuntukkan membiayai kebutuhan belanja urusan pembangunan.82 2008 1. Sedangkan belanja langsung yang dalam Tahun 2006 sebesar 64% Tahun 2010 menjadi sebesar 30.191 99.2% yang didalamnya termasuk belanja pegawai yang trend setiap tahun mengalami kenaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara lain kenaikan gaji dan kenaikan penghasilan guru.166.01% dari pendapatan Tahun berjalan. .83 NO 1 2 3 URAIAN Pendapatan Belanja Persentase Sumber : DPPKA 2011.421.3%.

925 153. Tahun 2008 sebesar Rp.965.732.096 NO I 1 2 3 4 5 6 URAIAN Jumlah Penerimaan Pembiayaan SILPA Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan derah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan II Jumlah Pengeluaran Pembiayaan 1 Pembentukan dana cadangan 2 Penyertaan modal (investasi) daerah 3 Pembayaran pokok utang 4 Pemberian pinjaman daerah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) Sumber : DPPKA 2011.500. 139.960.877 144.643.965.059.000.965.131.228.764 atau apabila dibandingkan dengan besaran APBD setiap tahun SILPA .944 15.000.000 172.487 206.50 Tabel 3. diolah 11.989 2.000.000 1.999.989 - 62. Tahun 2007 sebesar Rp.477 2007 206.173.904 101.082.853.533.000 172.838 dan Tahun 2010 sebesar Rp.533.692. Tahun 2009 sebesar Rp.944 ` Data ini menunjukkan besaran SILPA yang dipergunakan untuk menutupi pengeluaran pembiayaan yang nilainya dalam Tahun 2006 sebesar Rp. 156.693 99.599 2.000.228.792.4 Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 TAHUN (Rp.599 - 94.166.939.071 132.070.943.989 5.965.332 2008 138.853.228.000 1.414 5. 101.877.493.789.802.663 206. 206.636.095. 000) 2006 105.432 2009 101.001.636.599 - 2.071 4.000 1.019 156.691.914 1.933 139.643.000 5.131.643.930.391.606 55.939.693 2010 156.672.008.930.248 134.089.094 139.331 309.808 - 6.503 134.000 1.151.000. 134.989 537.693 101.477 105.599 5.

473.198.267.904 3.971. .59% sedangkan aktiva tetap naik rata-rata 13.51 tahunan rata-rata sebesar Rp.914.398 Data tersebut menunjukkan perkembangan aset daerah dari Tahun 2005 sebesar Rp.707.286.040 2007 145.217 90.939.666 10.421.579.612.137. khusus aktiva lancar naik rata-rata sebesar 16.510.918. penghematan belanja program dan pendapatan tidak terduga yang belum dianggarkan dalam tahun berkenaan.700. Tabel 3.113 3.328.383 85.956 4.367.045. 147.860.560.473 112.688 3.108 76.131.000.268 3.568. 000) Uraian 2005 Aktiva lancar Investasi jangka panjang Aktiva tetap Dana cadangan Aktiva lain lain Total Sumber : DPPKA 2011.388.104 3.424 2.39% per tahun.510.5 Aset Daerah Tahun 2005-2009 Tahun (Rp.604 5.278 58.488.899.082 3. diolah 2006 215. Besaran SILPA ini diperoleh dari pelampauan realisasi dari target penerimaan.388 15.424 2.398 dan Tahun 2009 menjadi sebesar Rp. 2.473 atau rata-rata kenaikan dalam 4 tahun terakhir sebesar 12.228.027.273 2009 149.828.971.142.100 atau + 9%-10% dari APBD.229 2008 117.966 88.984 71.4.892.77%.536.703.853.579.184.105.731.439.942 17.000 170.488.218 10.712 2.231.091 57.469.894 16.045.

807 2006 150.090.877.971.599 862.957.6 Hutang/Kewajiban Tahun 2006-2009 Tahun (Rp.388.053 2.474 3.365 2009 132.286.690 97 3 100 2009 16.475 690.865 3.860.486.754 2.963.011.170 2008 106.633 2. 000) 2005 2.490.432 Tabel 3.351 172.273 2009 4.050 95 517.532.492 345.846 100 Uraian Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Total Sumber : DPPKA 2011.213.836.510.229 2008 3.395 65.232.110.805 3. 000) 2007 135.995 Uraian Dana lancar Dana investasi Total Sumber : DPPKA 2011.375.356.569.197 11.7 Ekuitas Dana Tahun 2006-2009 Tahun (Rp.190 3.484.965.391.879.247.567 4.137.232.8 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana Tahun 2006-2009 Tahun (Rp.233.027.466.599 17. 000) 2007 9.363.675.703.040 2007 3.019.473 Uraian Total Utang dan Ekuitas Dana Sumber : DPPKA 2011.168.537 2.526.835.508.473. diolah .399 2006 3.941.592 59 41 100 2006 64. diolah 2005 1.045. diolah 2005 24.994 2.950 99 1 100 Tabel 3.806.368.796 5 9.892 3.333.52 Tabel 3.446.870 99 1 100 2008 11.

Dana perimbangan berasal dari bagi hasil pajak.2. Belanja daerah diarahkan untuk seefektif mungkin membiayai urusan penyelenggaraan pemerintahan dan prioritas pembangunan yang dialokasikan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang terformulasikan dalam program dan kegiatan. 3. mengingat controllability-nya yang tinggi dibanding sumber-sumber pendapatan yang lain. bagi hasil bukan pajak. Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.2 Arah Pengelolaan Belanja Daerah Tahun 2006–2010 Suatu arah pengelolaan belanja daerah dimaksudkan untuk menjamin agar seluruh kegiatan (strategik) dapat dibiayai oleh APBD. Dana Alokasi Umum (DAU). Indikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah dan PBB. Program ini juga dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan atas rendahnya rasio elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan pajak daerah. belanja bunga. Belanja diklasifikasikan menjadi belanja aparatur. subsidi daerah otonom. Indikator keberhasilan program ini adalah peningkatan kualitas SDM aparat dalam jangka pengelolaan pajak daerah melalui penyelenggaraan pelatihan yang relevan. yaitu dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak yang berada di wilayah Kabupaten Malang. serta . 3. bagian laba usaha perusahaan milik daerah dan lainlain pendapatan asli daerah yang sah.2. yaitu program yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan atas keterbatasan kualitas aparatur yang berhubungan dengan upaya penggalian dan pelayanan penerimaan pendapatan daerah. penerimaan lain-lain. lebih khusus diupayakan pada sumber PAD. Upaya yang dilakukan meliputi: 1.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Tahun 2006-2010 Pengelolaan pendapatan daerah Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 diarahkan pada sumber-sumber pendapatan yang selama ini telah menjadi sumber penghasilan Kas Daerah dengan tetap mengupayakan sumber-sumber pendapatan yang baru.53 3. Program Peningkatan Kualitas SDM Aparatur. belanja pokok pinjaman. Dana Alokasi Khusus (DAK). bantuan pembangunan daerah. Pos belanja daerah memprioritaskan terlebih dahulu pos belanja wajib yang dikeluarkan seperti belanja pegawai. Untuk mendukung pembelanjaan daerah dalam rangka pelaksanaan berbagai program dan kegiatan strategik berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru. retribusi daerah. Program Koordinasi/Sinkronisasi Lintas Sektoral. Secara umum. Program intensifikasi dan ekstensifikasi.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3. Sumber-sumber pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah. belanja publik serta belanja tidak langsung. Indikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan pembangunan yang mendukung potensi pajak daerah. yaitu program yang dimaksudkan untuk mendukung program pertama dalam mendukung peningkatan pendapatan pajak daerah dari aspek pembangunan ekonomi. 2. Bagian lain-lain penerimaan berasal dari lain-lain penerimaan yang sah dan lain-lain penerimaan dari provinsi. Sumber PAD berasal dari pajak daerah. upaya peningkatan pendapatan daerah.

pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman. baik penerimaan maupun pengeluaran. 3.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Tahun 2011-2015 Sebagaimana periode yang lalu maka arah kebijakan pembiayaan (financing) masih tetap sama yaitu bahwa seluruh transaksi keuangan pemerintah. selain itu perlu dilakukan upaya peningkatan optimalisasi dana perimbangan termasuk bagi hasil dari provinsi serta tidak kalah pentingnya adalah mengembangkan pendapatan dari sumber pendapatan lain-lain yang sah termasuk hibah baik dari internal maupun eksternal Kabupaten Malang.3. 3. 3. . pemberian pinjaman kepada entitas lain.3. Hal yang tidak kalah penting dalam mencukupi kebutuhan pendanaan pembangunan daerah adalah dengan melakukan kemitraan dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam bentuk sinergitas program termasuk program dana dekonsentrasi dan hibah/bantuan langsung kepada masyarakat. yang perlu dibayar atau akan diterima kembali. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman. pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan serta bantuan kepada organisasi kemasyarakatan yang sinergi dengan program-program pembangunan yang berdampak signifikan terhadap pencapaian visi-misi dan kebijakan pembangunan daerah.3 Arah Pembiayaan Tahun 2006-2010 Pembiayaan (financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah. 3. pemberian pinjaman kepada entitas lain. dan hasil divestasi. baik penerimaan maupun pengeluaran.54 belanja barang dan jasa.2. Selisih antara belanja wajib dikeluarkan merupakan dana yang dialokasikan sebagai pagu indikatif dari masing-masing SKPD. dan hasil divestasi. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan/atau memanfaatkan surplus anggaran. yang perlu dibayar atau akan diterima kembali. dan penyertaan modal oleh pemerintah.3. dan penyertaan modal oleh pemerintah. Sementara.2 Arah Kebijakan Belanja Tahun 2011-2015 Difokuskan pada belanja untuk membiayai urusan wajib dan urusan pilihan serta pemberian stimulan ataupun motivasi dalam rangka pengembangan UMKM. pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman.1 Arah Kebijakan Pendapatan Tahun 2011-2015 Difokuskan pada upaya penggalian PAD walaupun tetap dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi dan beban UMKM dan masyarakat secara berlebihan. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan/atau memanfaatkan surplus anggaran. 3.3 Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 Keuangan daerah dalam bentuk PAD menjadi sangat strategis dan menjadi isu sentral tersendiri apalagi kondisi kapasitas dan rasionalitas APBD Kabupaten Malang dibandingkan dengan jumlah penduduk dan tugas-tugas otonomi daerah sangat kecil. Sementara.

.55 Berdasarkan analisis keuangan 5 tahun yang lalu yaitu trend kenaikan pada struktur APBD Tahun 2006-2010 baik dari sisi pendapatan. belanja dan pembiayaan serta arah kebijakan keuangan daerah Kabupaten Malang Tahun 2011–2015 maka kondisi rencana pendapatan dan rencana belanja Tahun 2011-2015 dapat diproyeksikan dengan asumsi bahwa kondisi makro dan mikro ekonomi nasional tidak mengalami perubahan yang signifikan serta stabilitas politik tetap terjaga dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

260 1.690.49 7.193.071.263.684. 000) 2012 2013 176.517.579 7.280.127 7.288.65 Komponen Pendapatan Asli Daerah diprediksikan naik 15% per tahun dengan asumsi terjadinya perubahan pengelolaan pajak dan retribusi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2010 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan semakin membaiknya perekonomian daerah yang ditargetkan tumbuh antara 6% .264.706 2.481 JUMLAH Prosentase Kenaikan Realiasi Pendapatan Pertahun Rata-rata kenaikan 2010-2015 Sumber : DPPKA 2011.556.44 2014 2015 233.924 1.200. Sedangkan komponen Lain-Lain Pendapatan yang Sah diprediksikan naik 6% per tahun dimana disamping sumber-sumber yang sudah ada dapat dikembangkan sumber pendapatan yang baru sejalan dengan peningkatan daya saing daerah yang memungkinkan timbulnya sumber pendapatan daerah lain-lain yang sah tanpa mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang memberatkan investasi.222.936 268. .578.547 7.489.265 442.877 1.085 330.974.631 350.688.858 1. diolah 2.5% per tahun sampai Tahun 2014 yang berpengaruh positif pada kenaikan APBN dan pada gilirannya akan memperbesar porsi dana perimbangan.603.792.54 NO 1 2 3 URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DANA PERIMBANGAN LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 2010 133.475.854 2.051 1.268 2011 153.983.204.668.723.6.769 417.643.672.7% selama 5 tahun kedepan.311 203.437.749 1.378.227 7.56 Tabel 3. Komponen Dana Perimbangan diprediksikan naik 7% per tahun seiring dengan semakin baiknya perekonomian nasional yang juga ditargetkan tumbuh antara 7% .9 Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 TAHUN (Rp.425.865 1.504 1.199 1.229.223.908.170.332.59 7.835 371.54% 393.926.713.7.399.

621.127.500 557.974.567 7 7.926.624.205 7.179 1.214 9 604.399.154.918.547.170 7.619.668.235.57 Tabel 3.229.308.684.347. belanja bunga.864.5 2. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga direncanakan naik rata-rata 7% per tahun dengan memperhatikan arahan/ketentuan yang berlaku dan memperketat bantuan-bantuan. Komponen Belanja Langsung yang merupakan selisih dari target pendapatan dengan belanja tidak langsung diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata 8% per tahun yang diprioritaskan untuk membiayai program-program SKPD yang merupakan jabaran dari visi-misi dan program strategis RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015.718.263.908 7.304 8. 000) 2010 I Belanja Tidak Langsung Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan II Belanja Langsung Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Jumlah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rara kenaikan 1.708.559.9 780.286.071.287 7 2012 1.7 715.342 8.238.414.704 9 2013 1.345.351.226.6 8. belanja hibah.501 7 NO URAIAN Sumber : DPPKA 2011.528.332.860.908.578.321.268.234.679 2011 1.079.6 2. diolah Komponen Belanja Tidak Langsung yang didalamnya terdapat belanja pegawai.6% 513.888.6% 657.787 8.819.6 1.7 1.792.554 7. .734.5 7.500 7.312.080.866 7 2014 1.981.767 7 2015 1.705.513.10 Proyeksi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 TAHUN (Rp. belanja bantuan sosial.8% 2.425.627.

Kemudahan pelayanan publik baik pelayanan administrasi kependudukan dan hak-hak masyarakat lainnya maupun pelayanan perijinan dan informasi peluang usaha kepada dunia usaha. pariwisata dan dusun terpencil. Produktifitas hasil pertanian pangan. peningkatan ketrampilan kerja dan pengembangan semangat kewirausahaan bagi angkatan kerja. laut. 4. Tersedia sumber daya alam pertanian pangan. Letak geografis dan tata ruang wilayah yang strategis. c. Pemenuhan pelayanan dasar dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin terutama kecukupan energi. udara dan kereta api. 2. . d.BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS 4. Kelemahan a.1 Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang 1.1. air bersih dan kesehatan lingkungan terutama di dusun terpencil dan sentra kemiskinan. 4. Penyediaan infrastruktur yang memadai terutama pembangunan baru dan pemantapan jalan jembatan untuk mendukung aktivitas perekonomian. perkebunan. Tersimpan peninggalan sejarah dan budaya luhur bukti kejayaan masa lalu. peternakan. Pelayanan kesehatan yang terjangkau terutama penyediaan pelayanan bagi masyarakat miskin dan dusun-dusun terpencil. b. 2. Tersedia lembaga/tokoh/pakar keagamaan dan pendidikan keagamaan yang cukup banyak. Kekuatan a. 1. Tersedia sumber daya manusia usia angkatan kerja yang cukup besar. g. Peningkatan produksi dan ketahanan pangan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan menjamin ketahanan pangan masyarakat. 6. f. 7. Tersedia perusahaan industri dan perdagangan besar serta obyek wisata. Pendidikan murah dan berkualitas terutama pendidikan bagi warga miskin dan dusun-dusun terpencil. dan perikanan sebagai andalan masih belum optimal dan potensi wisata belum terkelola secara optimal. Tersedia sarana perhubungan darat. 3. perkebunan.1 Analisis lingkungan Permasalahan Kabupaten Malang dalam 5 tahun mendatang masih terkait dengan tingkat pencapaian 5 tahun sebelumnya termasuk dalam program kegiatan serta dinamika perkembangan baik internal maupun eksternal sehingga akan sangat berperan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah lima tahun mendatang. e. 5. peternakan dan perikanan yang cukup besar. Perluasan kesempatan kerja dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi besar.

b. Adanya program nasional pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah tertinggal/desa tertinggal. f. Peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dalam perkonomian daerah masih kecil. Jumlah pengangguran dan masyarakat miskin masih cukup besar. Adanya political will secara nasional untuk memajukan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui prioritas pembangunan pendidikan dan kesehatan. Kondisi jalan/jembatan untuk menjamin kelancaran arus barang dan jasa sebagian belum mantap dan masih kurang. Terbukanya peluang kerjasama kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah baik antar daerah didalam maupun di luar negeri. perkebunan. Masih sering terjadi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat. 3. b. Pelayanan pemerintah kepada masyarakat belum memuaskan. Kapasitas APBD yang rendah masih berpeluang menggali PAD dan mendapatkan bantuan program. banjir dan tsunami. Terdapat kawasan rawan bencana gunung berapi. dana dekonsentrasi/tugas pembantuan dan bantuan dari lembaga lainnya. tanah longsor. Adanya program nasional percepatan pembangunan infrastruktur wilayah dibidang kebinamargaan. perikanan. g. Globalisasi dan perdagangan bebas merupakan tantangan untuk terus kreatif. pengairan. Ancaman a. d. e. e. d. Peluang a. c. Fluktuasi harga minyak dan perekonomian dunia yang sering kali berdampak negatif bagi perekonomian daerah perlu disikapi dengan penguatan struktur perekonomian yang berbasis lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. f. e. peternakan. 4. inovatif dalam memproduksi barang dan jasa yang memiliki daya saing. Lingkungan hidup yang rusak sebagai pengaruh dari pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrim. Angka pertumbuhan penduduk masih tinggi sehingga perlu peningkatan kualitas keluarga dan pemasyarakatan kembali norma keluarga sejahtera. Dampak kasus sara.59 b. Ditetapkannya Malang Raya sebagai salah satu pusat wilayah pengembangan Provinsi Jawa Timur dimana Kabupaten Malang sebagai andalan pertanian pangan. . kriminalitas dan gangguan keamanan lintas daerah. d. keciptakaryaan/perumahan rakyat dan energi. c. industri dan pariwisata. c.

Pembangunan infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi 1. 7. 2. Tersedia perusahaan industri dan perdagangan besar serta obyek wisata. Pengarusutamaan gender dan pengendalian pertumbuhan penduduk 2. 5. 4. dana dekonsentrasi/tugas pembantuan dan bantuan dari lembaga lainnya Peluang kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak ANCAMAN (Threats) 1. STRATEGI (WT) Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran. KELEMAHAN (Weakneses) Produktifitas hasil pertanian masih rendah. Kemudahan layanan kesehatan masyarakat 4. Pertumbuhan Ekonomi dan revitalisasi pertanian. 2. 2.2 Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang Dari analisis lingkungan internal maupun eksternal dapat dirumuskan 11 isu strategis yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pembangunan . 1. 6. Internal 5. Eksternal PELUANG (Opportunities) 1. Supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia dan demokrasi 3. kriminalitas dan gangguan keamanan lintas daerah. Ditetapkannya Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan. Peran UMKM dalam perekonomian masih kecil. Tersedia sarana dan prasarana perhubungan 3. Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Terdapat kawasan rawan bencana. Lingkungan hidup yang rusak akibat pemanasan global dan cuaca ekstrim 4. Adanya program nasional percepatan pembangunan infrastruktur wilayah. 5. Tersedia sumber daya alam pertanian. 2. 2. 1.60 Tabel 4. Jumlah pengangguran dan kemiskinan masih cukup besar. Globalisasi. Adanya program nasional pengentasan kemiskinan. Tersedia sumber daya manusia usia angkatan kerja yang cukup besar. 4.1 Analisa SWOT KEKUATAN (Strenghts) 1. 3. 5. Good governance dan pelayanan prima. Pelayanan pemerintah belum memuaskan. 7. Tersedia lembaga/tokoh/pakar keagamaan dan pendidikan keagamaan yang cukup banyak. 4. Dampak kasus sara. Letak geografis. 5. STRATEGI (ST) 1. Keterjangkauan pendidikan yang bermutu. Tersimpan peninggalan sejarah dan budaya luhur bukti kejayaan masa lalu STRATEGI (SO) 1. 2. 6. hidup. 6. Peran umat beragama dalam pembangunan. Angka pertumbuhan penduduk masih tinggi. Peluang menggali PAD dan mendapatkan bantuan program. Optimalisasi pengelolaan Dampak Fluktuasi harga sumberdaya alam dan minyak dan perekonomian pelestarian fungsi lingkungan dunia. 4. 3. 3. 3. Kondisi jalan/jembatan dan irigasi belum mantap. Political will nasional untuk memajukan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan. STRATEGI (WO) Peningkatan produktivitas enterpreneurship industri kreatif dan daya saing.

enterpreneurship. enterpreneurship. industri kreatif dan daya saing daerah • • 2. d.61 lima tahun ke depan sebagai berikut : a. 1. Pengembangan produk unggulan Pengembangan teknologi tepat guna i. peternakan.2. g. Produk unggulan b. Supremasi Hukum dan HAM serta Demokrasi. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Kawasan minapolitan Wajak dan Sendangbiru g. c. e. serta ketahanan pangan a. Keterjangkauan pendidikan yang bermutu. Pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pertanian. Pengarusutamaan gender dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Kawasan peternakan sapi dan kambing e. • infrastruktur penunjang perekonomian investasi dan . Infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi. Produktivitas. industri kreatif dan daya saing daerah. k. Hubungan Fokus Pembangunan Sektoral dengan Isu Strategis NO. Pelabuhan Perikanan Sendangbiru h. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL Pertanian pangan.3 Fokus Pembangunan Sektoral Fokus pembangunan sektoral sebagai ikon untuk masing-masing sektor yang telah mulai ditangani sejak 5 tahun yang lalu dikaitkan dengan isu strategis 5 tahun kedepan yang masih perlu dilanjutkan: Tabel 4. 4. Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran. Sentra industri kecil • ISU STRATEGIS Pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pertanian Pengentasan kemiskinan dan pengangguran produktifitas. h. perikanan dan kelautan. Peran umat beragama dan budaya lokal dalam pembangunan. b. Sub Terminal Agribisnis Mantung d. Pemanfaatan Pekarangan untuk Tanaman Pangan dan obat keluarga Industri. Kawasan agropolitan Poncokusumo f. f. Komoditas pangan andalan b. i. j. Kemudahan layanan kesehatan masyarakat. Perdagangan. perkebunan. Good Governance dan Pelayanan Prima. Koperasi dan Penanaman Modal a. Lumbung desa modern dan lumbung pangan desa c.

62 NO. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL c. Pusat promosi dan pemasaran hasil industri kecil dan kerajinan Kendedes d. Revitalisasi pasar daerah e. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah f. Koperasi g. Investasi h. Bandara Abdulrachman Saleh i. Pelabuhan Umum Tamban j. Terminal type B Kepanjen k. Jalan tol Pandaan-MalangKepanjen l. Jalan Lintas Selatan Rumah Tangga Miskin a. Bantuan Modal Kepada Usaha Produktif Dasawisma; b. Pembangunan Rumah Tangga Miskin (RTM) berbasis Komoditas. Tenaga Kerja dan Pengangguran a. Padat Karya; b. Informasi Pasar Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja; c. Pemanfaatan CSR. Pariwisata a. Paket Singosari b. Paket Kanjuruhan c. Paket Wisata Wendit d. Paket Pantai Selatan Malang e. Paket Gunung Kawi f. Paket Menuju Bromo • ISU STRATEGIS produktifitas, enterpreneurship, industri kreatif dan daya saing daerah

3.

Pengentasan kemiskinan pengangguran

dan

4.

Pengentasan kemiskinan pengangguran

dan

5.

6.

Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga • a. Sekolah Unggulan SD, SMP, SMA/SMK di 33 Kecamatan b. Sekolah Satu Atap • c. Budaya Baca d. Kompleks olah raga Kanjuruhan e. Olah raga berprestasi f. Seni Budaya Malangan •

7.

Kesehatan a. Posyandu b. Puskesmas Ideal c. Badan Layanan Umum Kesehatan

• •

Infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi Optimalisasi Sumber Daya Alam dan pelestarian Lingkungan Hidup Keterjangkauan pendidikan yang bermutu Pengarustamaan gender dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk Pengentasan kemiskinan dan pengangguran kemudahan layanan kesehatan masyarakat Pengarustamaan gender dan

63 NO. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL ISU STRATEGIS pengendalian laju pertumbuhan penduduk Pengentasan kemiskinan dan pengangguran peran umat beragama dan budaya lokal dalam pembangunan Good governance dan pelayanan prima Supremasi hukum, HAM dan demokrasi

8.

9.

Keagamaan • a. Pusat Informasi Islam b. Forum Kerukunan Umat Beragama Pelayanan Publik • a. Manajemen Mutu Pelayanan (ISO) b. Pelayanan Satu Atap Perijinan • Usaha c. e-KTP d. Pelayanan Keliling e. Informasi dan penyuluhan hukum f. Pengamanan swakarsa

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

5.1 Visi Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang didalamnya berisi suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan, dibangun melalui proses refleksi dan proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh seluruh komponen stakeholders. Visi dapat dikatakan juga semacam tujuan yang dapat mengarahkan dan mendorong semua stakeholders (pemerintah dan non pemerintah) untuk berkontribusi pada pencapaian visi. Visi mempunyai jangkauan 5 tahun atau lebih ke depan dan merupakan keadaan ideal yang sifatnya memberikan inspirasi dan arah serta posisi (setting) daerah di masa depan. Berdasarkan kondisi masyarakat Kabupaten Malang saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan, serta Pemerintah Daerah, maka dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan untuk periode 2010-2015, dicanangkan Visi Pembangunan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing atau MADEP MANTEB. Penjelasan visi : Pada visi tersebut terdapat 8 kata kunci yaitu mandiri, agamis, demokratis, produktif, maju, aman, tertib dan berdaya saing artinya dalam rangka mencapai tujuan umum pembangunan Kabupaten Malang yaitu masyarakat sejahtera maka dalam 5 tahun yang akan datang ini diperlukan upaya mewujudkan: 1. Mandiri, yang dimaknai dengan pertama : kemandirian pengelolaan daerah berupa kebijakan Pemerintah Daerah yang mengutamakan kemampuan daerah dalam rangka mengelola potensi sumber daya alam dan buatan yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia, energi, infrastruktur dan pelayanan publik. Kedua: Kemandirian Masyarakat berupa sikap dan kondisi masyarakat yang memiliki semangat entrepreneurship untuk semakin mampu memenuhi kebutuhan dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Inti dari pengertian kemandirian adalah semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan semangat entrepreneurship di kalangan masyarakat luas. 2. Agamis, yang dimaknai dengan kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang berdampak terhadap keamanan, ketertiban dan produktivitas tinggi. 3. Demokratis, yang dimaknai dengan kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan

yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap berbagai peraturan hukum yang berlaku. Berdaya Saing. Maju. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas produk usaha mikro. berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah Negara Pancasila. 8. menengah dan koperasi untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional serta semakin meningkatnya daya saing daerah dalam rangka menarik minat investor. 5. Tertib. 4.65 keputusan yang berlandaskan hukum dan keadilan. . jabatan seseorang serta terciptanya penghormatan pada hak-hak asasi manusia. Kesejahteraan yang utuh itu diyakini dapat dicapai dengan mewujudkan kemajuan secara komprehensif dari 8 kunci tersebut di atas. ditandai dengan perilaku bijaksana. berkeadilan. Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman. 7. pangkat. clean government (pemerintah yang bersih).2 Misi Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. 7. menjalani kehidupan bermasyarakat. dan melaksanakan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat. tertib. 2. langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa mengabaikan mandat yang diberikannya. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. Mewujudkan peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM. 6. Hal ini sejalan dengan pesan filosofi pembangunan dalam sesanti lambang Kabupaten Malang yaitu: Satata Gama Karta Raharja atau terwujudkan Kabupaten Malang yang adil dan makmur materiil dan spirituil disertai kerukunan beragama atas dasar kesucian yang langgeng (abadi). Produktif. Aman. Dengan kata lain kemakmuran atau kesejahteraan yang ingin diwujudkan bukan hanya kesejahteraan meteriil atau lahiriyah semata namun juga sejahtera secara spiritual atau batiniyah. 3. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik). yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan hasil-hasil pembangunan yang ditandai dengan semakin meningkatnya indeks pembangunan manusia. 5. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama. sedangkan dari sisi masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan majemuk. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya keamanan masyarakat dan terlaksananya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa memandang kedudukan. kecil. 6. 4. dan demokratis. Adapun misi pembangunan Kabupaten Malang untuk 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut: 1. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak. dan damai. adat-istiadat dan budaya. 5. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas kinerja masyarakat sebagai pilar utama peningkatan perekonomian daerah. Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat perdesaan.

meningkatnya luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola. Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia.3 Tujuan Mengacu pada pernyataan visi misi yang didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik maka tujuan yang secara spesifik ingin dicapai dalam 5 tahun kedepan adalah: 1. 3. Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan. 2. 5. pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan. . 7. 8. yang ditandai dengan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus SARA. moral.66 8. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah yang ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakat. 5. Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia yang ditandai dengan semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG). tertib dan damai yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat. 4. serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama.4 Sasaran Sasaran umum yang merupakan target atau hasil yang diharapkan dari pembangunan Kabupaten Malang dalam kurun waktu 5 tahun kedepan dimana atas keberhasilan target ini diharapkan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat yaitu sebagai berikut: 1. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan. 3. 4. 2. 6. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan yang ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. inflasi. pengairan dan keciptakaryaan/permukiman serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi. Semakin kuatnya kelembagaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. Meningkatnya ketersediaan. Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup. Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman. Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. sosial dan budaya. dan etika pembangunan. 5.

keciptakaryaan/permukiman. Terbangun dan terpeliharanya infrastruktur kebinamargaan. 8. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. pengairan. serta meningkatnya pertumbuhan sektor potensi pariwisata. Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam. perdagangan dan jasa-jasa. Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu. Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. 6. . pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.67 5. 7.

1. misi. 3. sedangkan dari sisi masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan majemuk. Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Selanjutnya dari agenda tersebut diarahkan menjadi 7 prioritas sebagai fokus pembangunan 5 tahun kedepan yang merupakan permasalahan mendasar dan aktual untuk segera ditangani mulai tahun pertama RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yaitu : 1. ditandai dengan perilaku bijaksana. Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang demokratis.BAB VI AGENDA. 4. terutama pembangunan baru dan pemantapan jalan/jembatan untuk mendukung aktivitas perekonomian. dan melaksanakan prinsipprinsip musyawarah untuk mufakat. ketertiban dan produktivitas tinggi. 5. . Perluasan kesempatan kerja. Penyediaan infrastruktur yang memadai. Mewujudkan masyarakat yang agamis dan berbudaya. 4. pariwisata dan dusun terpencil. yaitu masyarakat yang semakin meningkat kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup dan adanya jaminan masa depan yang lebih baik. terutama penyediaan pelayanan bagi masyarakat miskin dan dusun-dusun terpencil. Peningkatan produksi dan ketahanan pangan. menjalani kehidupan bermasyarakat. yaitu suatu kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berlandaskan hukum dan keadilan. yaitu suatu kondisi pemerintahan dan masyarakat yang semakin mampu menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan berdasarkan kemampuan sendiri dan berdaya saing tinggi yang di tandai dengan semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan semangat enterpreneurship di kalangan masyarakat luas. Pendidikan murah dan berkualitas. dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi besar. peningkatan ketrampilan kerja dan pengembangan semangat enterpreneurship bagi angkatan kerja. berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah Negara Pancasila. yaitu suatu kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang berdampak terhadap keamanan. 3. 2. terutama pendidikan bagi warga miskin dan dusun-dusun terpencil. 2. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Pelayanan kesehatan yang terjangkau. dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan menjamin ketahanan pangan masyarakat. tujuan dan sasaran dikelompokkan menjadi 4 agenda besar pembangunan yaitu: 1. Agenda dan Prioritas Pembangunan Dari rumusan visi. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.

Berkaitan dengan penyediaan infrastruktur strategis seperti jalan tol Pandaan–Malang.2. Peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat. 3. strategi diarahkan melalui penguatan pengamanan swakarsa dengan memperkuat peran dan fungsi satuan perlindungan masyarakat. baik pelayanan administrasi kependudukan dan hak-hak masyarakat lainnya maupun pelayanan perijinan dan informasi peluang usaha kepada dunia usaha. Peningkatan akhlak mulia dan kesholehan sosial. Peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur. air bersih dan kesehatan lingkungan terutama di dusun terpencil dan sentra kemiskinan. Strategi Pembangunan Strategi merupakan kebijakan-kebijakan yang diambil dalam rangka mengimplementasikan agenda pembangunan dimana untuk 5 tahun kedepan diperlukan strategi sebagai berikut: 1. Kemudahan pelayanan publik.69 6. Peningkatan kelembagaan SKPD dan profesionalisme aparatur. 6. yang pada gilirannya akan terwujud masyarakat Kabupaten Malang yang berakhlak mulia dan berkesalehan sosial sebagai modal dasar pembangunan. strategi diarahkan melalui pemeliharaan dan pembangunan baru sarana kebinamargaan. kawasan industri dan kawasan khusus lainnya. strategi diarahkan melalui penguatan lembaga/tokoh agama. 7. 5. strategi diarahkan melalui penguatan wewenang. lokasi dan paket wisata. tugas pokok dan fungsi SKPD. Diharapkan dengan kuatnya SKPD maka akan meningkat pula kemampuan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan penguatan lembaga/tokoh ini diharapkan peran dan fungsi lembaga/tokoh dalam rangka pembinaan umat dan masyarakat pada umumnya dapat lebih optimal. Jalan . 2. Pemenuhan pelayanan dasar dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin. Selain daripada itu dalam rangka mendukung pemanfaatan ruang secara lebih optimal akan ditetapkan ruang terbuka hijau. termasuk sosialisasi mitigasi bencana dan kerjasama bidang keamanan antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan. pengairan. Peningkatan sistem informasi hukum dan komunikasi publik. peningkatan profesionalisme aparatur termasuk peningkatan leadership. serta desa tertinggal dan sentra kemiskinan. strategi diarahkan melalui penguatan jejaring informasi hukum dan informasi pembangunan termasuk peningkatan kemampuan masyarakat dibidang hukum dan Hak Asasi Manusia melalui penyuluhan hukum dan deseminasi produk-produk hukum daerah untuk disebarluaskan kepada masyarakat. pengembangan industri. keciptakaryaan dan tata ruang serta permukiman dengan mengutamakan infrastruktur yang secara langsung mendukung perekonomian yaitu peningkatan produksi dan ketahanan pangan. peningkatan sarana dan prasarana kerja serta penguatan anggaran SKPD. 4. terutama kecukupan energi (listrik perdesaan dan pemanfaatan biogas). sosial budaya dengan memberikan bantuan pembinaan dan pemberdayaan yang sinergi dengan programprogram pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah/pemerintah daerah.

Bandar Udara Abd. peternakan. lembaga pendidikan keagamaan dan sosial budaya dengan mengajak serta tokoh agama dan budaya dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat.70 Lintas Selatan Jawa Timur.3. menata kembali ruang terbuka hijau dan melaksanakan gerakan penghijauan dan penghutanan kembali bersama masyarakat. Mendorong maju dan berkembangnya lembaga keagamaan. Arah Kebijakan Umum Dalam rangka melaksanakan strategi pembangunan sebagaimana tersebut diatas dirumuskan arah kebijakan umum sebagai berikut: 1. penguatan lembaga pelayanan kesehatan untuk kemudahan masyarakat mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau serta penguatan lembaga dan sarana prasarana olah raga dan seni budaya dalam rangka menunjang olah raga prestasi maupun olah raga masyarakat guna menciptakan masyarakat sehat dan produktif. Dari aspek sumberdaya manusia dilakukan pula peningkatan dan pengembangan semangat enterpreneurship terutama pada generasi muda dan angkatan kerja agar mampu menciptakan lapangan kerja lokal. Strategi lainnya ialah mengembangkan produk unggulan 1 desa/kelurahan 1 produk unggulan utama dan 1 kecamatan 1 produk unggulan utama dengan memperkuat basis pasar lokal melalui gerakan “cinta dan bangga mengkonsumsi produk lokal”. industri pengolahan. Selain daripada itu dilakukan pula kemitraan dengan lembaga perguruan tinggi terutama dibidang penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. strategi diarahkan melalui peningkatan produksi komoditas andalan seperti pertanian pangan. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan. 6. 7. perdagangan dan jasa serta mendorong pengembangan produk potensial seperti pertambangan dan pariwisata. Saleh. 6. strategi diarahkan melalui penataan tata ruang pertambangan. Pelabuhan Perikanan Nusantara Sendang Biru dalam 5 tahun ke depan terus akan didorong pembangunannya. Selain itu juga diarahkan melalui peningkatan investasi dan pengembangan produk industri untuk tujuan ekspor. Untuk percepatan pembangunan prasarana perdesaan dilakukan kemitraan bersama pemerintahan desa dan masyarakat. khusus untuk transportasi akan dilakukan penataan ulang manajemen transportasi sesuai dengan trend kebutuhan setelah berfungsinya infrastruktur strategis tersebut seperti jalan-jalan sirip dan jalan antar kota kecamatan di wilayah Malang Raya termasuk kawasan-kawasan permukiman dimana wilayah Kabupaten Malang merupakan wilayah tampungan bagi kota Malang dan kota Batu. perikanan. perkebunan. Peningkatan mutu dan daya saing sumber daya manusia. strategi diarahkan melalui penguatan lembaga pendidikan guna kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang murah dan bermutu. 8. dengan rincian: . Peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi. selektif dalam memberikan ijin pengelolaan sumberdaya alam yang rentan pencemaran.

jenis dan jenjang pendidikan. wakaf. Memberikan jaminan bagi pengembangan media dan kebebasan media dalam mengkomunikasikan kepentingan masyarakat. Mereaktualisasi nilai-nilai budaya daerah sebagai salah satu dasar pengembangan etika sosial. d. g. b. fungsi serta norma standar pelayanan SKPD. dengan memperhatikan kepentingan seluruh lapisan umat beragama dengan akses yang sama bagi seluruh pemeluk agama. d. h. c. e. g. h.71 Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada semua jalur. Menata kelembagaan pemerintahan yang lebih efektif. Meningkatkan pelayanan publik terutama pelayanan dasar. Meningkatkan pembinaan keluarga harmonis untuk menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembentukan moral dan etika. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi ketatalaksanaan dan prosedur pada semua lini pemerintahan. meningkatkan diklat aparatur. . sosialisasi dan deseminasi produk hukum serta kunjungan ke desa dan dusun terpencil dalam rangka dialog pembangunan dengan rincian: a. Membangun sistem informasi dan komunikasi publik. Memperkuat peran masyarakat sipil (civil society). f. i. memberikan penghargaan dan sanksi kepada pejabat dan pegawai secara konsisten dengan rincian: a. meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melengkapi prasarana dan prasarana kerja. infaq. Meningkatkan kecintaan kepada masyarakat terhadap budaya daerah. dan lembaga swadaya masyarakat dalam mencegah dan mengevaluasi ketidakadilan. i. e. pelayanan umum dan pelayanan unggulan. Memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi. Mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berbasiskan pengembangan budaya. Memperkuat kelembagaan. 3. f. tugas pokok. Mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (e-government) dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meningkatkan kualitas penataan dan pengelolaan serta pengembangan fasilitas ibadah. Menyusun rencana pembangunan jangka panjang. sosial keagamaan. jangka menengah dan tahunan secara partisipatif. Menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) pada semua tingkat dan lini pemerintahan di semua kegiatan. dan shodaqoh. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat. Meningkatkan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan. 2. b. c. diskriminasi dan ketimpangan sosial sebagai bagian penting dari upaya pembangunan masyarakat sipil yang kokoh. Menata kembali substansi hukum melalui peninjauan dan penataan kembali produk hukum untuk mewujudkan tertib perundang-undangan a. Meningkatkan kerjasama intern dan antar umat bergama dibidang sosial ekonomi.

Membenahi struktur hukum melalui penguatan kelembagaan dengan meningkatkan profesionalisme aparat hukum. b. Meningkatkan profesionalisme aparat Satuan Polisi Pamong Praja melalui pembinaan kinerja dengan meningkatkan sumberdaya organisasi dan manajemen serta pemanatapan struktur organisasi Satuan Polisi Pamong Praja. pengairan. Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Mengelola sumber daya air yang dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan. Mendorong terwujudnya pengamanan swakarsa menggalakkan kembali pos keamanan lingkungan dan kerjasama dengan aparat keamanan membangun sistem keamanan dan ketertiban masyarakat terpadu dan komprehensif dengan mengajak serta tokoh agama. Meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas dan taraf hidup perempuan. Meningkatkan upaya sinergis komprehensif dalam menyeimbangkan dan memadukan pengurangan pemasokan dan pengurangan permintaan narkoba. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah. Meningkatkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan sumber daya manusia bidang penyelenggaraan prasarana jalan e. kebinamargaan. sosial. energi dengan memprioritaskan untuk kepentingan mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. d. Meningkatkan pengamanan aset-aset pemerintah daerah. b. d. Meningkatkan budaya taat hukum pada masyarakat. antara . e. Menangani seluruh ruas jalan dangan mengutamakan pemeliharaan rutin dan berkala. Meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian dalam upaya menciptakan ketentraman dan ketertiban. budaya dan tokoh masyarakat. Meningkatkan hukum secara adil dan tidak diskriminatif. f. keciptakaryaan/permukiman. c. 5. Meningkatkan kampanye anti trafficking dan anti kekerasan perempuan dan anak. dengan rincian: a. b. menangkal dan menindak kejahatan melalui deteksi dini dan keterlibatan para tokoh masyarakat. d. dengan rincian: a. Meningkatkan kemampuan mencegah. Meningkatkan kelembagaan dan pemberdayaan perempuan. Membangun dan memelihara infrastuktur perhubungan.72 dengan memperhatikan asas umum dan hirarkhi perundanganundangan dan menghormati serta memperkuat kearifan lokal. c. g. e. Membangun sistim jaringan jalan yang mendukung kawasan strategis potensial. f. antara hulu dan hilir. c. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dan swasta untuk pembiayaan pembangunan prasarana jalan. h. 4. Meningkatkan daya dukung dan kapasitas jalan dan jembatan untuk mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas.

Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah di perkotaan dan perdesaan. Memberikan dukungan pada Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNPSR) melalui penyediaan hunian rumah sederhana sehat. Menyelesaikan pembangunan gedung perkantoran. rumah susun sewa dengan melibatkan semua stakeholders. Mendayagunakan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan defisit air. h. l. w. g. p. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam pelestarian sumber air serta dalam pemeliharaan dan pengelolaan sarana air minum dan air limbah. Mengembangkan teknologi pembangunan bidang perumahan permukiman. . dan wilayah strategis. q. n. serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. Mendayagunakan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi pada 5 tahun ke depan difokuskan pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah dibangun tapi belum berfungsi. dan sarana prasarana pemerintahan terutama di Ibukota Kepanjen. v. Menata dan memperkuat sistem pengolahan data dan informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air. j. i. Mengembangkan dan mengelola sumber daya air dan penataan kelembagaan melalui pengaturan kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan. dan peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan. rehabilitasi pada areal irigasi berfungsi yang mengalami kerusakan. m.73 pengelolaan demand dan pengelolaan supply. Meningkatkan pemahaman peraturan jasa konstruksi dan pembinaan teknis pengelolaan/pembangunan gedung negara. kecamatan dan kawasan strategis. Memantapkan rencana detail tata ruang kota. Memberikan dorongan pada pembangunan perumahan yang bertumpu pada kemandirian (swadaya) kelompok masyarakat. r. wilayah tertinggal. u. k. s. o. Menunjang pelaksanaan pengendalian kebocoran air minum. x. Mendorong upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan sarana air minum dan air limbah dengan mitra usaha swasta. Mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan air minum. Menciptakan pola subsidi baru pembangunan perumahan yang tepat sasaran. t. Meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam upaya mencapai sasaran target cakupan pelayanan air minum di perkotaan dan perdesaan. Mendorong terwujudnya sistem pembuangan air limbah terpusat terutama di perkotaan.

dengan rincian: a. b. serta pengembangan dan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan. Meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi bidang pendidikan antara Kabupaten. g. bb. dengan menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif yang memungkinkan terciptanya sekolah yang mandiri dan memiliki akuntabilitas yang baik. Meningkatkan layanan pendidikan ketrampilan bagi anak luar biasa agar dapat hidup mandiri. . Mengoptimalkan peran komite sekolah. Meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup (PBKH) atau life skill berdasarkan paradigma Broad Based Education (BBE). Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana persampahan dan drainase serta peningkatan kesadaran berperilaku hidup dan sehat (PHBS). cc. Mendorong terwujudnya upaya-upaya ke arah pemberdayaan budaya lokal dan tradisional untuk meningkatkan fungsinya sebagai asset pendidikan. z. Meningkatkan kompetensi pendidikan kejuruan untuk meningkatkan kualitas lulusan dalam rangka memasuki dunia kerja. Mengarahkan kebijakan pembangunan energi pada pemerataan dan pemenuhan distribusi energi yang tepat dan efisien khususnya pada bagian hilir. k. Memperbanyak penyelenggaraan SMK Kecil di Pondok Pesantren. Meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam mencapai sasaran pembangunan persampahan dengan prinsip 3R. f. Memberdayakan orang tua siswa dan masyarakat sebagai stakeholder sekolah dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berbasis sekolah. i. e.74 Meningkatkan cakupan pelayanan prasarana sanitasi di perdesaan. j. d. y. mengembangkan Puskesmas sebagai pusat informasi masyarakat sehat. maupun ilmu pengetahuan. aa. c. Provinsi dan Nasional. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat menuju tercapainya manusia berkualitas tinggi dengan meningkatkan anggaran pendidikan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. h. Meningkatkan kualitas lulusan melalui peningkatan kualitas pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya yang mampu mengakomodasikan kepentingan pembangunan dengan cara meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik maupun peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. mengembangkan sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi. Meningkatkan upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan sampah dengan mitra usaha swasta. 6. Meningkatkan aksessibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan. sekolah dan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin. Memanfaatkan sistem pendidikan jarak jauh/terbuka dengan mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi pendidikan.

Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang diorientasikan dan diintegrasikan dengan pengembangan industri dan ekonomi masyarakat tingkat lokal.75 l. berwawasan kebangsaan. Mewujudkan iklim dan sistem pendidikan yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia. x. o. cerdas. Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang difokuskan pada menyiapkan warga belajar untuk usaha mandiri dan permintaan pasar kerja. Mewujudkan suatu sistem pendidikan yang terpadu sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang mengutamakan kerjasama sinergi dengan masyarakat. kreatif. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan kecakapan hidup secara terarah. m. t. . inovatif. Meningkatkan kualitas pelayanan pada setiap strata pelayanan. Meningkatkan kualitas. Meningkatkan efisiensi penyelenggaran pendidikan dengan memberdayakan dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai. n. v. Melakukan sosialisasi program pendidikan keaksaraan kepada masyarakat luas terutama pada masyarakat pedesaan. terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen masyarakat agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya. dan kemampuan. Memberikan fasilitas dan insentif pada daerah untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup. berdisiplin dan bertanggung jawab. q. Mengintegrasikan pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dengan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan bagi masyarakat desa. r. w. baik melalui media cetak atau elektronik maupun wadah-wadah pertemuan kegiatan sosial kemasyarakatan. Mengembangkan dan melembagakan pendidikan kecakapan hidup pada berbagai lembaga dan satuan pendidikan baik pada jalur pendidikan sekolah maupun pada jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dan pemerintah. Memanfaatkan seoptimal mungkin berbagai potensi dari elemen masyarakat. u. Mengembangkan jaminan kesehatan bagi penduduk terutama keluarga miskin. p. sikap. dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan lokal. sehat. prasarana dan sarana yang ada di masyarakat untuk pengembangan penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup. kota dan masyarakat terasing. serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat. didukung oleh sarana dan prasarana untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. berketrampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia. s. kuantitas dan pendayagunaan tenaga kesehatan.

76 Meningkatkan kualitas lingkungan sehat dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong pemberdayaan masyarakat. z. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan obat dan perbekalan kesehatan. aa. Meningkatkan pemerataan fasilitas atau sarana dan prasarana kesehatan. bb. Mengembangkan manajemen dan regulasi bidang kesehatan. cc. Mempertajam prioritas penelitian, pengembangan dan rekayasa IPTEK yang berorientasi pada permintaan dan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dan serta berbagai masukan dalam pembuatan kebijakan Pemerintah Daerah. dd. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas IPTEK dengan memperkuat kelembagaan, sumberdaya dan jaringan. ee. Menciptakan fleksibilitas pasar kerja dengan memperbaiki aturan main ketenagakerjaan yang berkaitan dengan rekruitmen, outsourcing, pengupahan, PHK, serta memperbaiki aturan main yang mengakibatkan perlindungan yang berlebihan. ff. Menciptakan kesempatan kerja melalui investasi. Dalam hal ini Pemerintah akan menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan peningkatan investasi. Iklim usaha yang kondusif memerlukan stabilitas ekonomi, politik dan keamanan, biaya produksi yang rendah, kepastian hukum serta peningkatan ketersediaan infrastruktur. gg. Memperbarui program-program perluasan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain adalah program pekerjaan umum, kredit mikro, pengembangan UMKM dan Koperasi, serta program-program pengentasan kemiskinan. hh. Menyempurnakan kebijakan program pendukung program penempatan dan pengembangan kesempatan kerja dengan mendorong terbentuknya jejaring informasi ketenagakerjaan dan informasi pasar kerja serta Perencanaan Tenaga Kerja Daerah. ii. Meningkatkan Prestasi Pemuda dan Olahraga 7. Memacu pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, industri, perdagangan dan jasa-jasa; serta mendorong pertumbuhan sektor potensi seperti pariwisata, pertambangan dan jasa kontruksi/bangunan dengan mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan dengan rincian: a. Mendorong pemerataan pembangunan dengan percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah tertinggal, strategis dan cepat tumbuh yang mempunyai potensi sumber daya alam dan lokasi yang strategis dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis serta mendorong terwujudnya koordinasi, sinkronisasi, keterpaduan dan kerjasama antar sektor, dunia usaha, dan masyarakat guna mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah termasuk kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pihak-pihak lainnya. b. Menciptakan kawasan ekonomi terpadu yang didasarkan pada keterkaitan antar sektor ekonomi dan kawasan sentra produksi melalui y.

77 pengembangan sektor unggulan dan potensial serta menciptakan pusat pengembangan baru yang berorientasi pada sektor primer. Kebijakan dalam pengamanan ketahanan pangan diarahkan untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dan meningkatkan ketersediaan pangan hasil ternak dan ikan. Kebijakan pengembangan peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi ternak dan produksi hasil ternak agar ketersediaan dan keamanan pangan hewani dapat lebih terjamin untuk mendukung peningkatan kualitas SDM; melakukan penganekaragaman pangan untuk menurunkan ketergantungan pada beras dengan melakukan rekayasa sosial terhadap pola konsumsi masyarakat. Mendorong peningkatan produksi sektor andalan: pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan, pariwisata, dan jasa serta mendorong percepatan pengembangan sektor potensi seperti kelautan dan perikanan, pertambangan, bangunan dan konstruksi. Mewujudkan peningkatan produksi, efisiensi, produktivitas, daya saing dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan diarahkan untuk 1) Pengembangan usaha pertanian dengan pendekatan kewilayahan terpadu dengan konsep Cooperative Farming. Pendekatan ini akan meningkatkan kelayakan dalam pengembangan/skala ekonomi, sehingga akan lebih meningkatkan efisiensi dan nilai tambah serta mendukung pembangunan pedesaan dan perekonomian daerah. 2) Peningkatkan daya saing produk pertanian dan perikanan, melalui dorongan dan insentif untuk peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, peningkatan standar mutu komoditas pertanian dan keamanan pangan serta mengupayakan perlindungan petani dan nelayan dari persaingan yang tidak sehat. 3) Penguatan sistem pemasaran dan manajemen usaha untuk mengatasi resiko usaha pertanian maupun dalam mendukung pengembangan agroindustri. 4) Peningkatan pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan dalam mendukung ekonomi dan tetap menjaga kelestariannya, melalui: a) penataan dan perbaikan lingkungan perikanan budidaya, b) penataan industri perikanan dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir, c) perbaikan dan peningkatan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap, terutama di wilayah ZEE, d) peningkatan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan, e) peningkatan kualitas pengolahan dan nilai tambah produk perikanan melalui pengembangan teknologi pasca tangkap/panen, dan f) peningkatan kemampuan SDM, penyuluh, dan pendamping perikanan. Kebijakan dalam meningkatkan kemampuan petani dan nelayan serta pelaku pertanian dan perikanan lain serta penguatan lembaga pendukungnya, diarahkan untuk: 1) Revitalisasi penyuluhan dan pendampingan petani, termasuk peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan. 2) Menghidupkan dan memperkuat lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif. 3) Peningkatan kemampuan/kualitas SDM pertanian/ perikanan.

c.

d.

e.

78 f. Kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan hutan diarahkan untuk : 1) Optimalisasi pemanfaatan hutan alam dan pengembangan hutan tanaman dan hasil hutan non kayu secara berkelanjutan. 2) Peningkatan nilai tambah dan manfaat hasil hutan kayu, 3) Peningkatan partisipasi kepada masyarakat luas dalam pengembangan hutan tanaman, 4) Peningkatan produksi hasil hutan non kayu untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. 5) Pengawasan peredaran hasil hutan untuk menjamin kelangsungan sistem distribusi legal. 6) Akselarasi rehabilitasi hutan dan lahan didalam dan diluar kawasan hutan. Meningkatkan promosi dan pemasaran produk-produk pertanian dan perdesaan lainnya untuk meningkatkan kontinuitas pasokan, khususnya ke pasar perkotaan terdekat serta industri olahan berbasis sumber daya lokal. Memperluas akses masyarakat, terutama kaum perempuan, ke sumber daya-sumber daya produktif untuk pengembangan usaha seperti lahan, prasarana sosial ekonomi, permodalan, informasi, teknologi dan inovasi; serta akses masyarakat ke pelayanan publik dan pasar. Meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan melalui peningkatan kualitasnya, baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan, serta penguatan kelembagaan dan modal sosial masyarakat perdesaan berupa jaringan kerjasama untuk memperkuat posisi tawar. Menyempurnakan berbagai kebijakan yang merintangi aksesibitas dan lebih berpihak kepada rakyat miskin serta konsisten dalam pelaksanaannya. Mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui kebijakan yang mampu mengentaskan kemiskinan. Menajamkan program pembangunan lintas sektor dan lintas pelaku yang diarahkan pada desa-desa dan kantong-kantong komunitas miskin. Meningkatkan pemenuhan dan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap ketersediaan pangan yang memadai dan bermutu. Menata dan mengembangkan sektor informal perkotaan melalui penyediaan fasilitas tempat usaha yang strategis, sehat dan tidak mengganggu sektor dan penyedia/pengguna jasa lainnya. Meningkatkan akses dan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan memberikan skim khusus (bunga rendah) tetapi tetap memperhatikan mekanisme pasar yang ada. Mengembangkan potensi wilayah dan cluster ekonomi perdesaan baik pada daerah pesisir, sekitar hutan, persawahan, pertambakan, dan daerah-daerah sekitar kawasan industri dengan mengembangkan produk unggulan yang spesifik dan kompetitif serta mempunyai dampak langsung terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mengembangkan kapasitas yang berorientasi pada penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan serta

g.

h.

i.

j.

k. l.

m. n.

o.

p.

q.

paket Wisata Air Wendit dan paket Kanjuruhan (dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang). 3) Meningkatkan upaya penegakan hukum secara konsisten kepada pencemar lingkungan. laut dan perairan tawar dan 4) Menggiatkan kemitraan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Meningkatkan keterlibatan masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan pembangunan terutama yang secara langsung menyangkut kepentingan dan eksistensinya melaui forum dialog yang konstruktif.79 mengembangkan secara sinergi dengan kalangan LSM dan Perguruan Tinggi dalam rangka fasilitasi atas pemberdayaan masyarakat miskin. Mengarahkan pembangunan kelautan pada 1) Membangun sistem pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. d. kawasan budidaya dan pemanfaatan struktur ruang yang berbatasan. 6. sayur mayur. b. daya tarik dan daya tahan sebagai salah satu strategi pencapaian visi-misi pembangunan daerah maka melalui RPJMD ini sejak tahun 2011 setidaknya hingga 5 tahun kedepan dicanangkan slogan promosi daerah: Kabupaten Malang sebagai Bumi Agro-Wisata yang terkemuka di Jawa Timur. daging.4. gula. jagung. penghutanan/penghijauan lahan kritis dan pembuatan mitigasi bencana untuk antisipasi dini. perdagangan. Ikon Promotif Dalam perspektif promosi daerah guna meningkatkan daya saing. Mengarahkan pembangunan kehutanan pada 1) Memperbaiki sistem pengelolaan hutan termasuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukumnya dan 2) Mengefektifkan sumber daya yang tersedia dalam pengelolaan hutan. r. dengan paketpaket unggulan wisata khas Malangan yaitu: paket Singosari. dengan 2 ikon andalan 1) Agro atau pertanian dalam arti luas meliputi komoditas beras. 4) Meningkatkan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup. 2) Wisata. susu dan ikan. jasa-jasa akan . dan 5) Membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada isu lingkungan hidup dan berperaln aktif sebagai kontrol sosial dalam memantau kualitas lingkungan hidup. 2) Meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup. yang disertai dengan penegakan hukum yang ketat. c. 3) Mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di wilayah pesisir. Mengangkat sektor pertanian dan sektor pariwisata sebagai promosi ekonomi. selektif dalam pemberian ijin industri yang rawan pencemaran. dilandaskan atas kondisi riil potensi utama Kabupaten Malang. 2) Meningkatkan upaya konservasi pesisir dan laut serta merehabilitasi ekosistem yang rusak seperti mangrove dan terumbu karang. paket Gunung Kawi. Kerjasama lintas wilayah dalam penanganan kawasan lindung. 8. yaitu sektor pertanian dan sektor pariwisata. Mengendalikan arahan perencanaan tata ruang. Mengarahkan pembangunan lingkungan hidup pada 1) Mengarusutamakan (mainstreaming) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan. dengan rincian: a. Apabila kedua sektor ini berkembang pesat maka sektor lainnya seperti industri pengolahan. paket Kawasan Menuju Bromo. paket Pantai Selatan Malang.

Dalam implementasinya ikon promotif disamping merupakan program SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi juga akan menjadi gerakan masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing Kabupaten Malang diantara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. 6.5.80 terpacu berkembang pesat. Kota Malang. sumberdaya alam. Kerjasama antar Kabupaten/Kota Kerjasama antar kabupaten/kota terutama diprioritaskan dengan kabupaten/kota bertetangga untuk penanganan bersama wilayah perbatasan yaitu: dengan Kota Malang. sosial budaya. Jombang dan Mojokerto terutama di bidang transportasi. Berdasarkan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Malang begitu beragam maka dicanangkan pula slogan promosi pariwisata yaitu Kabupaten Malang Merupakan Pesona Jawa Timur Yang Sesungguhnya. Lumajang. Kota Batu. Selain itu dalam rangka pengembangan produk unggulan dalam 5 tahun kedepan dilaksanakan pula gerakan 1 desa/kelurahan dan 1 kecamatan masing-masing mengembangkan 1 produk unggulan utama dan dalam rangka memperkuat pasar lokal didorong kepada seluruh masyarakat khususnya jajaran pemerintahan dapat mengembangkan aksi “cinta dan bangga mengkonsumi produk lokal”. Begitu juga dengan pariwisata yang disamping akan mendatangkan wisatawan juga akan memajukan perdagangan dan investasi. c) Pemanfaatan sumberdaya air (Kabupaten Malang–Kabupaten Pasuruan–Kabupaten Sidoardjo. keamanan lingkungan. Kediri. pendidikan. . Probolinggo. b) Pengembangan jaringan jalan Kabupaten Malang-Kota Batu– Kota Malang. Kabupaten Pasuruan. Beberapa kegiatan yang sudah mulai dirintis a) Pengembangan agropolitan dan wisata terpadu Bromo (agropolitan Poncokusumo Kabupaten Malang dengan agropolitan Tutur Kabupaten Pasuruan). pariwisata. kesehatan. RKPD dan pembahasan RTRW masing-masing kabupaten/kota. Dalam 5 tahun ke depan kerjasama akan ditingkatkan lagi sehingga lebih kongkrit memberikan manfaat bagi para pihak. perekonomian. dan Kota Batu). permukiman dan lingkungan hidup. Pada tahapan berikutnya semua sektor akan berkembang bersama dan pada gilirannya akan berdampak pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang bahkan hingga ke Malang Raya dan Provinsi Jawa Timur. Blitar. Telah dilakukan pembicaraan pendahuluan sebagai rintisan kerjasama anatara lain melalui: rapat koordinasi pembangunan kabupaten/kota wilayah Malang Raya plus dan forum Musrenbang RPJMD.

kondisi dan situasi obyektif berdasarkan kajian dan hasil musyawarah pembangunan.BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Kebijakan umum adalah arah tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan. RKPD dan Renja SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Dengan demikian program yang ada didalam RPJMD perlu dijabarkan dan dikembangkan menjadi program dan rencana aksi melalui Renstra SKPD. Sedangkan program adalah instrumen kebijakan yang berisi 1 atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat. . yang dirumuskan berdasarkan arahan strategi dan misi dalam rangka mencapai visi pembangunan 5 tahun Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang selanjutnya dijabarkan ke dalam program.

Tapemdes Bag. Pemerintahan Umum. Kebudayaan c. Pengelolaan Kekayaan Budaya 4. fungsi serta norma standar pelayanan SKPD. meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melengkapi Semakin meningkatnya kepuasan masyarakat dan menurunnya kasus pengaduan masyarakat a.1 Kebijakan Umum dan Program Kabupaten Malang No 1 TUJUAN/SASARAN Tujuan : Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual. moral.Hukum Bag. Pengembangan Wawasan Kebangsaan dan toleransi beragama 2. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan b. Otonomi Daerah. Perangkat Daerah. Pengelolaan Keragaman Budaya • • • • • • • SKPD Bag. KEBIJAKAN UMUM Mendorong maju dan berkembangnya lembaga agama. Tidak terjadi konflik dan kasus sara namun perlu terus diwaspadai dan diantisipasi karena Kabupaten Malang merupakan wilayah potensi KONDISI AKHIR a. Tidak terjadinya konflik dan kasus sara dan tetap terjaganya kondisi kondusif kerukunan masyarakat.82 Tabel 7. lembaga pendidikan keagamaan dan sosial budaya dengan mengajak serta tokoh agama dan budaya dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat INDIKATOR Peran serta masyarakat dalam pembangunan dan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus sara dan CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL a. URUSAN a. Sosial b. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 2.Tapum Bag. 1. Semakin menurunnya kasus pengaduan a.Pertanahan Bag. Masih terdapat kasus pengaduan a. tugas pokok.Perekonomi an • Bag.Organisasi Bag. Administrasi Keuangan Daerah.Kerjasama . Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH • • • • • • Bag. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri PROGRAM 1. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. Bintal Bakesbangpol Dinas Sosial Dinas Budpar Lintas SKPD Lintas Wilayah 2 Tujuan : Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah Sasaran : Semakin kuatnya kelemba-gaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Memperkuat kelembagaan. Kesra Bag. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 3. dan etika pembangunan. Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan b. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk 1 : 120 b. Sasaran : Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. Pengembangan Nilai Budaya 5. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk 1 : 136 b.

PDE • Bag. Statistik dan Aparatur. Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah 11. meningkatkan diklat aparatur. memberikan penghargaan dan sanksi kepada pejabat dan pegawai secara konsisten INDIKATOR terhadap pelayanan pemerintah CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD • Bag. Tata Usaha • BKD • Bandiklat • BAPPEDA • DPPKA • Inspektorat • Balitbang • UPT Perijinan • Dispendukcapil • Dinas Cikartarung • Dinas Kesehatan • Lintas SKPD • Lintas Wilayah Kepegawaian 3. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 7. Pengawas 6. Optimalisasi Pemanfaatan . Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan 10. Penataan Peraturan Perundangundangan 9. Kependudukan Pengembangan dan Catatan Aparatur Sipil 5.Adm. Perencanaan Profesionalisme Pembangunan Tenaga Pemeriksa e.Humas • Bag.83 No TUJUAN/SASARAN pelayanan kepada masyarakat KEBIJAKAN UMUM prasarana dan prasarana kerja. Peningkatan Pelayanan Publik 12. Pendidikan dan Persandian Kedinasan b.Pemba ngunan • Bag. Peningkatan d. Pertanahan 4. Umum & Protokol • Bag. Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah 8. Pembinaan dan c.

Penataan Penguasaan. Pemilikan. Pengembangan Data/Informasi 20. Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan 18. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 15. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Diklat dalam jabatan 16. Penataan administrasi kependudukan 19. Kerjasama Pembangunan 21. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah 17. Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 22. Pengembangan Wilayah Perbatasan 14. Perencanaan Pembangunan Kotakota Menengah & Besar SKPD .84 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Teknologi Informasi 13.

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 24. Perencanaan Sosial Budaya 26. Peningkatan Kerjasama antar Pemerintah Daerah 29.85 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 23. Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam 28. Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan SKPD 3 Tujuan : Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat Sasaran : Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. Pendidikan Politik Masyarakat 2. Perencanaan Pembangunan Daerah 25. Humas KP3A Bakesbangpol Satpol PP Linmas • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . sosialisasi dan deseminasi produk hukum serta kunjungan ke desa dan dusun terpencil dalam rangka dialog pembangunan Semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia a. Membangun sistem informasi dan komunikasi publik. Masih terdapat kasus pelanggaran hukum a. Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam 3. Pengembangan Data/Informasi/ Statistik Daerah 1. b. Perencanaan Pembangunan Ekonomi 27. Pemberdayaan (KDRT) Perempuan dan 1 : 1000 b. Komunikasi dan pelanggaran informatika hukum • • • • • • Bag. Semakin Perlindungan menurunnya anak kasus c. Rasio a. Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga 1 : (KDRT) 500 b. PDE Bag. Kesatuan Kekerasan Bangsa dan Dalam Rumah Politik dalam Tangga Negeri. Hukum Bag.

Tujuan : Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman.000 b. Komunitas Adat Terpencil (KAT) • Bag. tertib dan damai Sasaran : Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan Mendorong terwujudnya pengamanan swakarsa menggalakkan kembali pos keamanan lingkungan dan kerja sama dengan aparat keamanan membangun sistem Semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat a. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif) 60% a. Peningkatan Bangsa dan Keamanan dan Politik dalam Kenyamanan Negeri Lingkungan b. Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender 6. Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan 8. Pemberdayaan Fakir Miskin. Pengembangan Komunikasi.86 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD 4. Informasi dan Media Massa 9. Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 7.000 b. Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 5. Kesra • Kesbangpol • Satpol PP Linmas • Dinas Sosial • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . Kerjasama Informasi dengan Media Massa 10. Pemeliharaan Kamtrantibnas dan Pencegahan Tindak Kriminal 3. Kesatuan 1. Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi a. Rasio Angka Kriminalitas 1 : 40. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif 80% 4. Rasio Angka Kriminalitas 1 : 30. Sosial 2.

Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Peningkatan pelayanan angkutan Pembangunan sarana & prasarana SKPD 4. sosial dan budaya Sasaran : Terbangun dan terpeliharanya Membangun dan memelihara infrastuktur perhubungan. budaya dan tokoh masyarakat INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Pembinaan Anak Terlantar Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma pembinaan panti asuhan/panti jompo Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana. Pelayanan Air Minum Ibukota Kecamatan 45% e. Perumahan d. 5. Panjang irigasi mantap 299. • Kantor Perumahan • Dinas Cikartarung • Dinas Bina Marga • Dinas Pengairan • Dinas ESDM • Dishubkominfo • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . 8. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan.87 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM keamanan dan ketertiban masyarakat terpadu dan komprehensif dengan mengajak serta tokoh agama. Pelayanan Air minum a. energi dengan memprioritaskan untuk kepentingan mendorong perekonomian pariwisata dan semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas infra struktur kebinamargaa. pengairan dan keciptakaryaan/ permukiman a. 7. pengairan. 4. sosial. Energi Sumber Daya Mineral 1. Tujuan : Meningkatnya ketersediaan. Pelayanan Air Minum Ibukota Kecamatan 43% e.353 m d. 5. 6. pengairan dan keciptakaryaan/ permukiman serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi.403 m d. 2. PSK. 3. Kondisi Jalan Mantap 79% b. Kondisi Jembatan Mantap 97% c. Pelayanan Air minum a. Perhubungan b. Pekerjaan Umum c. Kondisi Jembatan Mantap98% c. keciptakaryaan/ permukiman. Panjang irigasi mantap 438. kebinamargaan. Kondisi Jalan Mantap 95% b.

keciptakaryaan/permuki man. Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 14. Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 15. Pelayanan sanitasi 38 desa g. Persentase desa berlistrik 90% URUSAN PROGRAM perhubungan 5. Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong . Pelayanan sanitasi 152 desa g. Persentase desa berlistrik 75% KONDISI AKHIR pedesaan 48% f. Pengelolaan Pelengkap Jalan dan Penerangan Jalan Umum 17. pengairan. Pembangunan Turap/ Talud/ Bronjong 10. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan KEBIJAKAN UMUM pengentasan kemiskinan INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL pedesaan 42% f. Peningkatan kelaikan pengoperasian kendr.88 No TUJUAN/SASARAN infrastruktur kebinamargaan. Pengelolaan Sistem Informasi/ Database Jalan dan jembatan 16. Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan 13. bermotor 6. Pembangunan Jalan dan Jembatan 8. Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 11.Gorong 9. Peningkatan dan pengamanan lalu lintas 7. Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan 12. Pengembangan dan SKPD .

Pengelolaan dan Konversi Sungai. 25. 24. 28. 26. 21.89 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM pengelolaan jaringan irigasi. 27. . 22. 23. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Pengendalian Banjir Pengembangan Perumahan Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Pengembangan Kinerja Pengelolaan air minum dan air limbah Lingkungan sehat perumahan Pemberdayaan Komunitas Perumahan Pengelolaan Areal Pemakaman Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran Pengawasan dan Penertiban kegiatan SKPD 18. 20. rawa dan jaringan pengairan lainnya Penyediaan dan Pengolahan Air Baku Pengembangan. 19.

Indeks Pembangunan Gender 70.7 e.7 d. Tujuan : Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia Sasaran : Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu Meningkatkan aksessibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan.6 c. IPM 72. Transmigrasi 1. 8.6 b. IPM 70. sekolah dan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin Semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) a. mengembangkan puskesmas sebagai pusat informasi masyarakat sehat. KB dan Keluarga Sejahtera d. Kearsipan e. 9. Indeks Kesehatan 72. Indeks Pemberdayaa n Gender 71. Indeks Pendidikan 74. mengembangkan sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi. 4. 11. 6.3 d.1 e.3 b. Indeks Pemberdayaan Gender 67. Ketenagakerjaan g. Indeks Pendidikan 76.9 c. Indeks Kesehatan 74. 2.4 a. 10. rakyat yang Berpotensi merusak lingkungan Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan Pendidikan Anak • Dinas Usia Dini (PAUD) Pendidikan Wajib Belajar • Dinas Pendidikan Dasar 9 Kesehatan Tahun • Dispora Pendidikan • Disnakertrans Menengah • Badan KB Pendidikan Non • RSUD Formal Kanjuruhan Pendidikan Luar • BPM Biasa • Badan Peningkatan Mutu Perpustakaan Pendidik dan dan arsip Tenaga • KP3A Kependidikan • Lintas SKPD Manajemen • Lintas Wilayah Pelayanan Pendidikan Obat dan Perbekalan Kesehatan Upaya Kesehatan Masyarakat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Perbaikan Gizi Masyarakat .90 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD 29. 6. Indeks Pembangunan Gender 65. 7. Pendidikan b. Kesehatan c. 3. 5. Kepemudaan dan Olah Raga h.4 a. Perpustakaan f.

dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Jaringannya 17. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 14. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit ParuParu/Rumah Sakit Mata. Standarisasi Pelayanan Kesehatan 15. Kesehatan SKPD . Pengawasan Obat dan Makanan 16. Peningkatan. Pengadaan.91 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 12. Keluarga Berencana (KB) 21. Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 19. Pengembangan Lingkungan Sehat 13. Pengadaan. Pemeliharaan Sarana &Prasarana Rumah Sakit 20. 18.

Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/ Arsip Daerah 30. Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan 27. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan SKPD . Pengembangan bahan Informasi tentang Pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 25.92 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM reproduksi remaja 22. Pelayanan Kontrasepsi 23. Penyiapan tenaga pendamping Kelompok Bina Keluarga 26. Peningkatan kualitas Pelayanan Informasi 28. Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan 29. pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri 24.

Indeks daya beli 63. 12.087. Peningkatan Kesejahteraan Petani 4.488. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah h. Indeks daya beli 66. Perdagangan g.53. serta meningkatnya pertumbuhan sektor Memacu pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan. pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan a.244 juta b.93 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 31.097 d.7% f.31. Pengembangan Wilayah Transmigrasi 1.571 juta c. peternakan. pertambangan dan jasa kontruksi/ bangunan dengan Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. Pertanian c. perkebunan. PDRB-ADHK Rp.994 juta b. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan SKPD 7. Pemberdayaan masyarakat dan desa j. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 5. Kelautan dan Perikanan e.474 juta c.144. perikanan. perdagangan dan jasa-jasa. perdagangan dan jasajasa.6 e.5– a. Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah raga 36. Perindustrian f. Inflasi 6. Peningkatan sarana Prasarana Olahraga 37. Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 33. industri.hewan • Disperidag . PDRB-ADHK Rp. Pertumbuhan Ekonomi 6% f.14. inflasi. Kehutanan d. Pengembangan dan Keserasian dan Kebijakan Pemuda 34.Perekono mian • KPM • BPM • Distanbun • Dinas Kehutanan • Dinas Kelautan Perikanan • Dinas Peternakan dan Keshtn. Tingkat a. PDRB-ADHB Rp.878 d.168. Tujuan : Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan Sasaran : Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. Pendapatan Perkapita ADHB Rp. Peningkatan Peran serta Kepemudaan 35. Pendapatan Perkapita ADHB Rp. Pertumbuhan Ekonomi 6. Penanaman • Bag.497. Pariwisata i.847. Inflasi 5. 20.19. Peningkatan Ketahanan Pangan 2.8 % g.2–5. serta mendorong pertumbuhan sektor potensi seperti pariwisata. PDRB-ADHB Rp. Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/ Perkebunan lapangan 3.2 e. Ketahanan Pangan b. Peningkatan Kesempatan Kerja 32.

Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 9. Rehabilitasi hutan dan lahan 13.94 No TUJUAN/SASARAN potensi pariwisata. Pemanfaatan potensi sumber daya hutan 12.1% KONDISI AKHIR 4. Tingkat Pengangguran 3% URUSAN Modal PROGRAM 6.9% g. KEBIJAKAN UMUM mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL Kemiskinan 13. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 11. Tingkat Kemiskinan 6. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 17. Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan 16. Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 7.9% h.6% h. Perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan 14. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 8. Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 10. Pengembangan Usaha Perhutanan dan Peran Serta Masyarakat 15. Tingkat Pengangguran 4. Peningkatan SKPD Pasar • Diskop dan UMKM • Disbudpar • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.

22. 21. 26. 24. 23. 19. 20. 27. 25. .95 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Kesadaran dan Penegakan Hukum dalam Pendayagunaan Sumberdaya Laut Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Laut dan Prakiraan Iklim Laut Pengembangan Budidaya Perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial Perlindungan Konsumen dan Pengamanan SKPD 18.

Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 37. Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar 32. Dalam Negeri 30. Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 33. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif KUKM 34. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 35. Pengembangan Destinasi Pariwisata SKPD .96 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Perdagangan 28. Ekspor 29. Pengembangan dan Pengawasan Perdag. Peningkatan Pengembg. Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 36. Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang 31.

Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi a. Penataan Ruang 1. Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 44. Luas lahan a. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 41. Pemanfaatan Ruang 3. Pengembangan Pemasaran Pariwisata 40. Pengembangan Kemitraan 39. Semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. Prosentase perusahaan yang memenuhi baku mutu lingkungan 75% b. Luas lahan 42. Lingkungan Ruang Hidup 2. selektif dalam pemberian ijin industri yang rawan pencemaran. Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan 45.97 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 38. Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan SKPD 8. Pengendalian • Dinas Cikartarung • Dinas ESDM • Dinas Kehutanan . Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 43. Tujuan : Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam Mengendalikan arahan perencanaan tata ruang. meningkatnya a. Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 46. Prosentase perusahaan yang memenuhi baku mutu lingkungan 57% b. Perencanaan Tata b. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 4.

8.98 No TUJUAN/SASARAN Sasaran : Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam KEBIJAKAN UMUM penghutanan/ penghijauan lahan kritis dan pembuatan mitigasi bencana untuk antisipasi dini INDIKATOR luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL hutan rakyat yang terkelola 1. 9.639 ha kritis KONDISI AKHIR hutan rakyat yang terkelola 9. Lahan 3. 7.268 ha c. c. Lahan 9.708 ha URUSAN PROGRAM SKPD 5. Pencemaran dan • Badan LH Perusakan • BAPPEDA Lingkungan Hidup • Lintas SKPD Perlindungan dan • Lintas Wilayah Konservasi Sumber Daya Alam Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan .932 ha kritis 6.

kegiatan. Artinya. Suatu program prioritas. . Namun. perhitungan pagu indikatif masing-masing program dipisahkan menjadi pagu indikatif untuk program prioritas yang berhubungan dengan program pembangunan daerah (strategik) dan pagu indikatif untuk program-program yang berhubungan dengan pemenuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. kinerjanya merupakan tanggung jawab Kepala SKPD.BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA Suatu program pembangunan daerah merupakan sekumpulan program prioritas yang secara khusus berhubungan dengan capaian sasaran pembangunan daerah. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dari setiap rancangan Renstra SKPD. Berbeda dengan penyelenggaraan aspek strategik. indikator kinerja. Perumusan program prioritas bagi penyelenggaraan urusan dilakukan sejak tahap awal evaluasi kinerja pembangunan daerah secara sistematis dilakukan pada identifikasi permasalahan pembangunan diseluruh urusan (wajib dan pilihan). bagi program prioritas yang dikategorikan strategik. Suatu program pembangunan daerah dapat berupa pernyataan yang disamakan atau sekurang-kurangnya mengandung program Kepala Daerah terpilih yang didalamnya berisi program prioritas yang bersifat strategis yang telah dirumuskan berdasarkan kebijakan umum pada masing-masing perspektif dan indikator kinerja (outcome) yang dipersyaratkan. tidak berarti bahwa urusan lain ditinggalkan atau diterlantarkan. baik strategis maupun operasional. Selanjutnya. Setelah pagu setiap kegiatan diketahui kemudian perumusan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan dilakukan berdasarkan kompilasi hasil verifikasi terhadap rencana program. tidak langsung dipengaruhi oleh visi dan misi Kepala Daerah terpilih. menjadi tanggung jawab bersama Kepala SKPD dengan Kepala Daerah pada tingkat kebijakan. program prioritas bagi penyelenggaraan urusan pemerintahan dilakukan agar setiap urusan (wajib) dapat diselenggarakan setiap tahun. suatu prioritas pada beberapa urusan untuk mendukung visi dan misi serta program Kepala Daerah terpilih.

54% Tahun 2011 Target Rp.140.00% Angka buta aksara >45 th 0.39% 1.09% 1.79% 1.42 70. 1 2 3 4 1.02 0.60% DISDIK .31 % 58.86 76.961.13 75.1 Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan Kabupaten Malang Tahun 2011–2015 Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.76% .254.06 96.974.7% 3.20 % 26.169.90 0.46% 3.168.76% 3.00% 1.89% 49.85% 3.49% 66.230.141.19 101.31 DISDIK 45.512.315.09 APK SMP 103.06% SKPD Penanggung Jawab 16 DISDIK No.72 63.10% 54.89 75.59 65. Indikator (dlm jutaan) 5 6 68.36 % DISDIK 69.100 Tabel 8.04 Guru S1 prof 100 % DISDIK g Sek ber IT 14. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 71.388.06 1.824.32 51.56 APK PAUD 83.32 Sek ber IT 76.43% 803.25% pendidikan 1618 th ke SM d Program Pendidikan Tuntas buta Angka buta Non Formal aksara & aksara >45 th 0.17 78.230.006.32 71.254.45% 905.48 0.64% 381.00% 847.60% 452.23 83.23% 779.56% 3.01 PENDIDIKAN a Progam Pendidikan Meningkatnya APK PAUD Anak Usia Dini (PAUD) akses 53.11 39. Target Rp.32% 984.05 64.70 APK SM 70% DISDIK 0.671.36% 4.48 51.68% 338.21 71.06 99.19% 1.00% 923.40% 3.00% 4.132.340.14 0.96 98.81 94.12% 414.38 60.26% pendidikan13Tahun 15 tahun ke SMP c Program Pendidikan Meningkatnya APK SM Menengah akses 39.76% .169. meningkatnya Kec hdp 72% kecakapan hidup pdd e Program Pendidikan Seluruh Luar Biasa penyandang tuna tertampung di PLB Program Peningkatan Meningkatnya Mutu Pendidik dan profesionalism Tenaga Kependidikan e dan kompetensi guru Manajemen Pelayanan Meningkatnya Pendidikan mutu menejemen pelayanan APK PLB 65.71 103.66% 3.55% 3.16% 350.68% 45.09 83.71% pendidikan anak usia 4-6 tahun ke PAUD b Wajib Belajar Meningkatnya APK SMP Pendidikan Dasar 9 akses 92.461.99% 1.58% 929.685.69% 1.071.84 91.42 79.77 59. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 55.230.72 77.477. Kec hdp 72% APK PLB 79.70 DISDIK f Guru S1 prof 58.512.254.89 57.47% 59.10 65. Target Rp.078.824.87 0.50 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.

50 Dinas Kesehatan e Diperlukan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Program Perbaikan Gizi Meningkatnya Masih Masyarakat cakupan diperlukan pemberian peningkatan makanan status gizi ibu tambahan bagi hamil dan balita masyarakat 14% 4.40 Dinas Kesehatan f Program Pengembangan Lingkungan Sehat Meningkatnya Masih cakupan lokasi diperlukan pengembanga ODF n lingkungan sehat 20% 253.16 20% 13.671.874.187.41 20% 270.50 20% 1.069. Target Rp.309. terlaksananya pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita 100% terlaksananya pengembangan lingkungan sehat SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kesehatan Program Obat dan Meningkatnya Perbekalan Kesehatan ketersediaan obat yang berkualitas b c d Program Upaya Meningkatnya Kesehatan Masyarakat cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat Program Pengawasan Meningkatnya Obat dan Makanan perlindungan masyarakat terhadap makanan tidak sehat dan bahan berbahaya Program Promosi Meningkatnya Kesehatan dan jumlah desa Pemberdayaan siaga aktif Masyarakat 20% 16.682.09 20% 18.521. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 80.515. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 1.04 20% 20.101 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Masih diperlukan pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan Masih diperlukan pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau Diperlukan keamanan pangan di masyarakat Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.558.226.956.67 14% 6. Indikator (dlm jutaan) 5 6 76.92 20% 1.21 14% 6.09 20% 17.114.244.629.028.204.19 20% 15.79 20% 109. meningkatnya promkes dan pemberdayaan masyarakat 100%.59 No.82 Tahun 2015 Target Rp.177.78 20% 14.753.78 20% 141.08 20% 294.39 14% 5.101.824.99 14% 5. Indikator (dlm jutaan) 13 14 104.59 Dinas Kesehatan .57 Dinas Kesehatan 20% 1.58 20% 248.04 20% 320.02 KESEHATAN a Tahun 2011 Target Rp.91 Dinas Kesehatan 20% 126.40 20% 1.77 20% 22.15 20% 1.64 20% 119.07 87.93 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 100% terlaksananya pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan 100% terlaksananya pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau 100% terlaksananya perlindungan masyarakat terhadap makanan tidak sehat dan bahan berbahaya 70% desa siaga aktif.129.648.43 95.20 20% 129.366. Target Rp.794.981.40 20% 16.87 20% 12.

97 100%.45 Dinas Kesehatan Meningkatnya Diperlukan perlindungan penyuluhan masyarakat keamanan terhadap pangan pada IRTP oleh makanan tidak petugas sehat dan kesehatan bahan berbahaya Optimalisasi pemeliharaan sarana prasarana 20% 42. terbangunnya 30 puskesmas ideal.661.736.702.23 Dinas Kesehatan l Program Pemeliharaan Keberlanjutan Sarana dan Prasarana pemeliharaan sarana Rumah Sakit prasarana 718.26 20% 21.35 20% 37. Target Rp.872. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 4. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 4 Diperlukan pencegahan dan pemberantasa n penyakit menular Meningkatnya Masih menejemen diperlukan kesehatan standar operating prosedur di bidang kesehatan Meningkatnya Belum jumlah optimalnya puskesmas kualitas ideal.49 20% 696.345.260. dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya Program Pengadaan. pustu pelayanan kesehatan garda. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 7.87 20% 6.34 20% 8.905.97 20% 27.90 20% 899.06 terlaksananya pencegahan penyakit menular SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kesehatan 20% 464.102 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.17 20% 8. Target Rp.733. 30 pustu garda dan 390 Penkesdes 100% terlaksananya pengadaan alatalat kesehatan RS. Peningkatan.518.25 20% 29.50 20% 9. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 5. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 g 2 3 Program Pencegahan Meningkatnya dan Penanggulangan cakupan pemberantasan Penyakit Menular penyakit h Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan i j k Program Pengadaan.30 20% 565.38 Rumah Sakit Daerah . dasar Ponkesdes Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Belum optimalnya peralatan kesehatan yang ada Tahun 2011 Target Rp.88 20% 757.90 20% 477.51 20% 7.10 20% 22.899.37 20% 616.44 20% 31. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit ParuParu/Rumah Sakit Mata.56 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.701.155.174.94 20% 24.27 20% 34.42 100% terlaksananya penyusunan rencana kerja tahunan Dinas Kesehatan 20% 7. Puskesmas dan jaringannya 100% terlaksananya penyuluhan keamanan pangan pada IRTP oleh petugas kesehatan 100% terlaksananya pemeliharaan secara berkelanjutan Dinas Kesehatan 20% 27.98 No.63 20% 519.307.76 20% 6.607.67 20% 824.

928.62% 0.68 21.84% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.06 3.894.88 79.3% 69.45 Meningkatnya Dinas bina inspeksi Marga terhadap kondisi jalan 80% Dinas bina Marga 30% 10% 126.67 1.3% Saluran goronggorong belum optimal 18.364.00% 20% 42.444.850.518.64% 598.87 143.563.55% 35.14% 1.26 20% 45.274.59% Jemb 0.68% 4.846.84% Dinas bina Marga 78.8% 5.13% 26% Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.Gorong drainase gorong-gorong c Program Pembangunan Meningkatnya Turap/ Talud/ Bronjong fungsi plengsengan pengaman badan jalan sesuai kebutuhan d Program Rehabilitasi/ Meningkatnya Pemeliharaan Jalan pemeliharaan dan Jembatan jalan dan jembatan secara rutin dan berkala e Program Inspeksi Meningkatnya Kondisi Jalan dan inspeksi terhadap Jembatan kondisi jalan f Program Tanggap Meningkatnya Darurat Jalan dan jumlah jalan Jembatan dan jembatan yang membutuhkan penanganan mendesak g Program Peningkatan Meningkatnya Sarana dan Prasarana sarana dan Kebinamargaan prasarana kebinamargaan h Program Pembangunan Meningkatnya Infrastruktur Perdesaan jumlah jalan dan jembatan perdesaan yang terbangun Tahun 2011 Target Rp.106.44% 507.08 131.506.62% 0.78% 79.3% 63.67 20.71 1.90 28.20% 13% 2.37% 30.74 0.93 15.15% 13% 1.84% 710.94 25.53 16% 91.89 20% 54.32 Meningka t nya inspeksi terhadap kondisi jalan 20% 39.103 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Jalan 4.96 10% 177.009.27 34.918.365.44 100% Dinas bina Marga 59. Indikator (dlm jutaan) 5 6 111.36 3% 53.92% 0.15% 13% 2.24% 651.172.71 21.78 16% 108.62% 0.66% 32.987.465.66 3.01 31.286. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 156.00% 16% 84.8% 6.07% 27.29 22.191.78 16% 99.81 No.68 10% 162.8% 5.32 0.60 3.697.17 20.67 80% Dinas bina Marga Jalan 59. Target Rp.22 0.79 10% 137.89 20% 49. Target Rp.83 80.071.92% Dinas bina Marga .598.087.42% Jemb 21.21 79.51 3% 49.06 0.3% 58.67 10% 149.8% 5.64 16% 118.131.9% 34.04% 550.053. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 120.20% 91% SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas bina Marga Dinas bina Marga 19.77 26% 1.81 66.8% 7.03 PEKERJAAN UMUM a Program Pembangunan Meningkatnya Jalan dan Jembatan jalan dan jembatan sesuai standar b Program Pembangunan Meningkatnya Saluran Drainase/ fungsi saluran Gorong .62% 0. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.62% 0.83 21.

32 20% 229.15 Dinas Pengairan .8% 36.51 20% 19.69 20% 3.60 88.67 93.45 20% 1.42 20% 3.23 20% 16.96% Trotoar 73.088. jembatan dan PJU Program Pengelolaan Meningkatnya Pelengkap Jalan dan ketersediaan Penerangan Jalan dan pemeliharaan Umum pelengkap jalan Program Meningkatnya Pengembangan dan rehabilitasi dan Pengelolaan Jaringan pemeliharaan Irigasi.142.12 Dinas Pengairan 20% 1.22 20% 1.7% Diperlukan rehab dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada Diperlukan pembinaan dan penyuluhan pemanfaatan air baku 86.744.96 No.596. danau dan sumberdaya air lainnya Tahun 2011 Target Rp.88 20% 3.352.6% 77. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 75% 10% 177.75 100% Dinas terlaksananya Pengairan rehabilitasi/peme liharaan jaringan irigasi 100% terlaksananyape mbinaan dan penyuluhan pemanfaatan air baku 100% Terlaksananya penyusunan program pengelolaan dan konservasi sungai.45 20% 17.7% 4.25 9/.468.37% 4.85% 80. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 i j k l 2 3 Pengelolaan Sistem Meningkatnya Informasi/ Database ketersediaan data/informasi Jalan dan Jembatan melalui SIM jalan. Pengelolaan dan Konservasi Sungai.104 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 15% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.292. Target Rp.268. Target Rp. danau dan sumberdaya air lainnya Program Pengendalian Meningkatnya Diperlukan Banjir fungsi bantaran pemeliharaan dan tanggul bantaran dan tanggul sungai sungai 20% 211.451. Indikator (dlm jutaan) 5 6 15% 126.54 91.585.58% 45. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Meningkatnya fungsi dan pengelolaan dan konservasi sungai.895.58% 45.789.04% 20% 4.55 20% 1.382./9% 83.59% 90.099.59% 90.89% 43.45 20% 249.97 93.46 20% 271.07 20% 3. Rawa dan jaringan irigasi Jaringan Pengairan Lainnya Program Penyediaan Meningkatnya dan Pengolahan Air peran serta Baku masyarakat dalam pengelolaan air baku Program Pengembangan.45 20% 1. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 15% 137.60 20% 296. danau dan sumberdaya air lainnya 100% Terlaksananya pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai Dinas Pengairan 20% 2.99 20% 21.79 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.028.74 m n Diperlukan penyusunan program pengelolaan dan konservasi sungai.811.908.37% 5.10% Drainase 31.839.34% 87.19% 41.68 10% 162.5% 38.67 10% 149.04% 5.37% Dinas bina Marga 15.391.738.67 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas bina Marga PJU 85.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 o p 2 3 Program Meningkatnya Pengembangan ketersediaan Wilayah Strategis dan data dan Cepat Tumbuh pengembangan infra struktur jaringan Program Meningkatnya Pengembangan Kinerja pengelolaan air Pengelolaan Air Minum minum dan air dan Air Limbah Limbah Tahun 2011 Target Rp.748.39 26% 1.166.67 180KK 149.40 2.36 30 Ha/ 3000 unit terbangun 5.486.21 40 Ha/ 4000 unit terbangun 4.56 4.605.039.67 20% 2.82 20% 2.81 3.22 20% 349.842.03 5.69 2.381.56 26% 211.33 20% 3.98 20% 1.17 2.150 KK Kantor Perumahan 20% 295.65 2.086.589.658.25 20% 380.105 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan pengembanga n infra stuktur jaringan serta updating data Optimalisasi pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.25 3.916.96 180KK 177.24 20% 414.43 200kk 1.41 170 Ha/ 17.67 940 KK Kantor Perumahan 225kk 718.46 13% 271.66 2.45 13% 249.49 225kk 780. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 1.981.390.13 13% 2.028.17 200kk 923.000 unit terbangun Kantor Perumahan 126.12 200KK 848.72 100% terlaksananya sosialisasi dokumen RTRW Bappekab.819.60 13% 296.68 180KK 162.83 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Pengairan Dinas Pengairan 1.268.26 13% 2.183.32 26% 229.79 200KK 137.50 2. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 1. Balitbang . Target Rp.073.193.607.05 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.85 20% 321.396.04 PERUMAHAN a Program Pengembangan Perumahan Meningkatnya 200 Ha / ketersediaan 20000 unit belum rumah layak terbangun huni bagi masyarakat b Program Lingkungan Meningkatnya 1000KK Sehat Perumahan kualitas lingkungan di kawasan permukiman c Program Meningkatnya 1225 KK Pemberdayaan rumah layak Komunitas Perumahan huni untuk KK miskin dan MBR d Program Pengelolaan Terpeliharanya Perlunya Areal Pemakaman 11 TMP dan pemeliharaan pada 11 TMB TMP/TMB e Program Peningkatan Menurunnya Optimalisasi Kesiagaan dan dampak Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Bahaya Kebakaran Pencegahan Kebakaran Bahaya Kebakaran 1.12 Terlaksananya pemeliharaan pada 11 TMP/TMB Peningkatan upaya Pencegahan Bahaya Kebakaran Dinas Sosial Dinas CKTR 20% 2.195.202. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 1.80 1. Target Rp.26 terlaksananya pengembangan infra stuktur jaringan serta updating data 3495 buah 13% 2.90 20% 1.05 PENATAAN RUANG a Program Perencanaan Pemahaman Belum Tata Ruang RTRW dipahaminya RTRW 40 Ha/ 4000 unit terbangu n 200KK 4.94 No.68 20% 2.859.61 26% 2.394.442.634.006.11 3.56 30 Ha/ 3000 unit terbangun 5.520.284.019.

68 20% 162. terlaksananya Bagian Kerjasama fasilitasi bagi dunia usaha/lembaga dalam pembangunan daerah melalui penyaluran dana CSR kepada masyarakat serta keterpaduan program pembangunan .55 20% 3.620.67 20% 149.30 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD SKPD Penanggung Jawab Program Pemanfaatan Tersedianya Ruang dokumen Ruang Terbuka Hijau. 20% 126.106 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum tersedianya dokumen RTH.78 20% 108.36 Diperlukan koordinasi penyusunan bahan analisa dan evaluasi kinerja ekonomi daerah 20% 338.80 434.093. Ruang Lahan Pertanian Berkelanjutan.845. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 38.90 20% 48. c Program Pengendalian Termanfaatkan Pemanfaatan Ruang nya RuangRuang sesuai denga peruntukannya 1.367.30 20% 44.79 20% 137.85 473.11 20% 2. Balitbang b Program Kerjasama Meningkatnya Pembangunan fasilitasi bagi dunia usaha/lembaga dan pemerintah daerah dalam pembangunan daerah Diperlukan koordinasi antar SKPD dan pelaku usaha termasuk untuk penyaluran dana CSR 20% 84.45 100% Bappekab. Ruang Lahan Pertanian Berkelanjutan dan kawasan khusus Belum Optimalnya pemanfaatan Ruang Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.14 20% 3. Target Rp.11 20% 3. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 b Tahun 2011 Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 41.53 20% 91.96 20% 177.2029 Optimalisasi Dinas CKTR dokumen kawasan khusus.64 20% 118.06 PERENCANAAN PEMBANGUNAN a Program Tersedianya Pengembangan bahan analisa Data/Informasi dan evaluasi kebijakan perekonomian daerah 15 16 2009 .671.89 No.31 399.78 20% 99.67 Optimalisasi pemanfaatan Ruang Dinas CKTR 2. Indikator (dlm jutaan) 13 14 20% 53.04 Tahun 2015 Target Rp. dan kawasan khusus.13 367.79 100% terlaksananya pertemuan rutin Tim ekonomi daerah serta penyusunan bahan analisa dan evaluasi kinerja ekonomi daerah Bappekab.

25 20% 380.70 20% 642.67 13% 149.45 20% 698.67 Cipta Karya dan Tata Ruang 20% 295. koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Optimalisasi Diperlukanny dokumen a dokumen Perencanaan Perencanaan Kota Menengah Kota Menengah & & Besar Besar Meningkatnya Tersedianya pemahaman dokumen dan perencanaan pemanfaatan jangka dokumen panjang.24 20% 414.RPJMD dan RKPD 100% Bappekab terlaksananya musrenbang.85 20% 321. Cipta Karya dan Tata Ruang d Program Perencanaan Pembangunan Kotakota Menengah & Besar e Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah Diperlukan masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi. penyusunan draft RKPD. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1 c Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 20% 118. penyusunan draft RKPD.96 13% 177.45 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 daerah tersusunnya masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 91.107 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Tersedianya masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi. koordinasi LKPD &LKPJ f Program Perencanaan Meningkatnya Pembangunan Daerah efisiensi dan efektifitas perencanaan pembangunan daerah 20% 591. koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.78 20% 99.13 . RPJMD subagai menengah acuan Renstra dan pendek SKPD Diperlukan musrenbang. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 84.22 20% 349. Target Rp.49 20% 760. koordinasi LKPD &LKPJ 126.56 100% Bappekab tersedianya dokumen RPJMD serta terlaksananya sosialisasi RPJPD.78 20% 108. koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Kota Menengah & Besar SKPD Penanggung Jawab 16 Bappekab. Target Rp.79 26% 137.47 20% 829. RPJMD.64 No.53 Tahun 2015 Target Rp. RPJMD.68 13% 162.

108
Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembanguna n sosbud dan pemerintahan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 137.67 20% 149.68 20% 162.96

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah

1 g

2 3 Program Perencanaan Meningkatnya Sosial Budaya keterpaduan perencanaan program pembangunan sosial budaya

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 126.79

Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 100% Bappekab, 20% 177.67 terlaksananya Balitbang sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembangunan sosbud dan pemerintahan 20% 710.68 100% terlaksananya sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembangunan perekonomian dan kesra Bappekab, Balitbang

h

Program Perencanaan Meningkatnya Pembangunan keterpaduan Ekonomi perencanaan program pembangunan perekonomian dan kesra

Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembanguna n perekonomia n dan kesra Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan spasial

20%

507.17

20%

550.67

20%

598.71

20%

651.83

i

Program Perencanaan Meningkatnya Prasarana Wilayah dan keterpaduan Sumber Daya Alam koordinasi dan perencanaan spasial

26%

380.38

20%

413.00

20%

449.03

20%

488.87

20%

533.01

100% Bappekab, terlaksananya Balitbang sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan spasial OptimalisasiKerj a sama Antar Pemerintah Daerah Bappekab, Bagian Kerjasama

j

Program Peningkatan Keterpaduan Kerjasama Antar Antar Pemerintah Pemerintah Daerah Daerah

Belum Optimalnya Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

20%

84.53

26%

91.78

13%

99.78

13%

108.64

13%

118.45

1.07 PERHUBUNGAN a Program Pembangunan Meningkatnya Belum Prasarana dan Fasilitas pelayanan di optimalnya sarana Perhubungan bidang prasarana perhubungan perhubungan darat dan udara

20%

1,601.80 38.04

20%

1,739.20 41.30

20%

1,890.91 44.90

20%

2,058.70 48.89

20%

2,244.57 53.30

100% berfungsinya sarana prasarana perhubungan secara optimal

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

109
Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Meningkatnya pelayanan pengujian kendaraan bermotor serta pemeliharaan prasarana dan fasilitas pendukung perhubungan Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum optimalnya pengujian kendaraan bermotor dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pendukung perhubungan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 45.89 20% 49.89 20% 54.32

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)

1 b

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 42.26

Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 59.22 tersedianya 10 alat uji kendaraan bermotor yang memenuhi standart serta terpeliharanya 7 terminal, 27 halte serta 2 gedung pengujian kendaraan bermotor 50 ORANG 473.79 terlaksananya pembinaan terhadap 250 orang pengemudi

SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

c

Program Peningkatan Meningkatnya Pelayanan Angkutan disiplin dan ketertiban lalu lintas terhadap pengemudi angkutan

d

Program Pembangunan Meningkatanya Sarana dan Prasarana pelayanan angkutan Perhubungan umum di jalan

31.578 pengemudi belum mendapat pembinaan disiplin berlalu lintas (jumlah semua 31.6780 Masih memiliki 27 halte, Belum ada gedung terminal di Wonosari, Perlu relokasi terminal penumpang Talangagung Kondisi sarana pendukung pelayanan masih 70 %

50 ORANG

338.11

50 ORANG

367.11

50 ORANG

399.14

50 ORANG

434.55

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

Terbang unnya 4 halte baru

422.64

Terbangu nnya 4 halte baru, Terbangu nnya gedung terminal Wonosari

458.89

Terbangu nnya 4 halte baru, Terbangu nnya relokasi terminal Talangag ung 30 %

498.92

Terbangu nnya 4 halte baru dan Terbangu nnya relokasi terminal talangagu ng 30%

543.19

Terbangu nnya 4 halte baru dan Terbangu nnya relokasi terminal talangagu ng 40%

592.23

Terbangunnya 20 halte baru, Terbangunnya gedung terminal Wonosari, Terbangunnya relokasi terminal talangagung

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

e

Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

Meningkatnya sarana pendukung pelayanan pengujian kendaraan

Tersedia nya kompres or, AC dan tool set di

211.32

Tersedian ya 3 unit komputer di talangagu ng

229.45

Tersedian ya 3 unit komputer di Karanglo

249.46

Tersedian ya alat timbang kendaraa n bermotor

271.60

Tersedian ya exhouse di kolong uji

296.12

Kondisi sarana pendukung pelayanan meningkat 90 %

110
Indikator Kinerja Program (outcome) 3 bermotor Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 portable

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2

1

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 talangag ung Terpasa ngnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warningl ight, 5000 m2 marka, penggan tian instalasi listrik bawah tanah, 100 traffick cone, 200 papan jalan 549.43

Tahun 2015 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14

Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15

SKPD Penanggung Jawab 16

f

Program Peningkatan Meningkatnya dan Pengamanan Lalu pengaman lalu Lintas lintas dan tersedianya manajemen trasportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan

Belum optimalnya pemasangan rambu. Jumlah yg terpasang rambu 3774 buah, marka 25.803 m2 dan 50 traffic cone dan tersedianya dokumen arahan manajemen trasportasi

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 1 set APILL led di Karangplo so 200 traffic cone 200 papan nama jalan

596.56

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone, 200 papan nama jalan, 1 set APILL led di Bululawa ng

648.60

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone 200 papan nama jalan 1 set APILL led di Turen

706.15

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone 200 papan nama jalan 1 set APILL led di Dampit

769.90

Terpasangnya: 5000 unit rambu, 250 RPPJ, 500 RPPJ mini, 50 warninglight, 25000 m2 marka, 850 traffic cone 800 papan nama jalan 4 set APILL led di Karangploso, Bululawang, Turen, dampit

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

1.08 LINGKUNGAN HIDUP a Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan perundangundangan tentang pengendalian lingkungan hidup

35

35

5,747.90 676.22

53

13,216.09 1,652.01

62

14,368.95 1,796.12

71

15,643.96 1,955.49

80

17,056.34 2,132.04

80 terlaksananya sosialisasi dan penyuluhan peraturan perundangundangan tentang pengendalian lingkungan hidup

Badan Lingkungan hidup

032.298.26 44 596. Indikator (dlm jutaan) 5 6 38 380.79 54 1.09 PERTANAHAN a Penataan Penguasaan.67 100% Bagian Pertanahan .125. krmandirian masyarakat terhadap pengelolaan sampah 3.135.84 9.80 100% Bagian Pertanahan 0% 20% 126.46 20% 12.41 11.15 d 30% 38 803.90 20% 11.02 8.111 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 30% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.24 Badan Lingkungan hidup e Program Program Pengembangan Kinerja pengembangan kinerja Pengelolaan pengelolaan Persampahan persampahan Meningkanya pengetahuan.575.377.374.26 No.790.99 76 11. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 70 terlaksananya Badan 7000% 1.48 peningkatan Lingkungan kualitas dan hidup kuantitas sumber air serta konservasi SDA 65 769.664. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 b c 2 3 Program Perlindungan Meningkatnya dan Konservasi kualitas dan Sumber Daya Alam kuantitas sumber air serta konservasi SDA Program Peningkatan Meningkanya Kualitas dan Akses ketersediaan Informasi Sumber Daya data dan Alam dan Lingkungan informasi lingkungan Hidup hidup Program Pengelolaan Meningkatnya Ruang Terbuka Hijau peran serta (RTH) masyarakat dalam pengelolaan RTH Tahun 2011 Target Rp.90 65 terlaksananya penyediaan informasi lingkungan hidup 76% terlaksananya peningkaan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah 76% terlaksananya peningkaan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah Badan Lingkungan hidup 30% 37 42.227.79 20% 137.57 10.40 10.96 20% 177.87 6200% 1.140.318.311.11 20% 9. Target Rp.90 8.38 Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp.60 58 706.07 70 1.544.29 20% 10.529.90 54 947.95 62 1.02 46 871.67 20% 149. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah b Penyelesaian KonflikKonflik Pertanahan Meningkatkan penataan administrasi pertanahan Meningkatan penyelesaian kasus pertanahan 0% 20% 8.68 20% 162.446.47 12.67 Badan Lingkungan hidup 1.717.764. kepedulian.96 9.56 51 648.846. Pemilikan.407.330. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 4600% 1.

99 100% 20% 253.43 5.66 No.014.34 100% c Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 20% 169. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.033.34 1. Indikator (dlm jutaan) 5 6 1. Indikator (dlm jutaan) 13 14 1.101.240.303.36 20% 1.66 20% 1.141.67 100% Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak .014.06 20% 183.96 20% 177.197.900.323.803.58 20% 275.101.41 20% 1.58 20% 4.83 20% 4. Target Rp.421.10 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL a Program Penataan Meningkatnya Administrasi pelayanan Kependudukan administrasi kependudukan melalui implementasi sistem informasi administrasi kependudukan 1.56 20% 199.67 20% 149.14 20% 5. Target Rp.28 20% 236.68 20% 162.197. dan akte Kelahiran Dinas Kependuduka n dan Catatan Sipil 4.79 20% 137.89 Cakupan perempuan /anak yang akan mendapat penanganan Jumlah pemberdayaa n lembaga berbasis gender Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG 20% 3.33 Tahun 2015 Target Rp. dan akte Kelahiran 100% terlayaninya eKTP bagi wajib KTP . Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 1.35 20% 325.34 20% 299.421.303.34 20% 1.29 5.89 100% d Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan Jumlah lembaga yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan dibidang pemberdayaa n perempuan 20% 126.87 4.36 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Diperlukan pelayanan eKTP bagi wajib KTP .617.44 20% 3.889.41 1.57 20% 217.592.14 4.497.112 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.11 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK a Program Peningkatan Meningkatnya Kualitas Hidup dan kualitas hidup Perlindungan dan Perempuan perlindungan perempuan b Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender Meningkatnya kapasitas kelembagaan berbasis perempuan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG Meningkatnya peran masyarakat yang berkeadilan gender Tahun 2011 Target Rp.33 20% 1.92 20% 355.

menjadi kurang dari 25% (% perempuan menikah <20% th dibanding jumlah perkawinan c Program Pelayanan Meningkatnya Kontrasepsi jumlah peserta KB baru sebesar 315.40 27% 78. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 1.17 63000 489.50% 489.137.92 1.70 25% 93.74 63000 580. Target Rp.82 Tahun 2015 Target Rp. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.14 72. Sub PPKBD yang aktif ³ 70% dari 3818 org.732.300 org 72.000 akseptor KB semua metode kontrasepsi d Program Pembinaan PPKBD Aktif Peran Serta Masyarakat dan mandiri ³ dalam Pelayanan 80% dari 390 KB/KR Yang Mandiri org.75% 531.25% Badan Keluarga Berencana 31.01 63000 632.91 390 Kl 3176 Kl 2340 Kl 390 Kl 137.44 25% Badan usia nikah Keluarga pertama wanita < Berencana 20% turun menjadi 25% PUS menjadi pesera KB baru sebesar 60815 aksepor 63000 507.28 Peserta KB aktif 73.37 Tercapainya peserta KB baru sebesar 315.25% 507. 40% dari tokoh masyaraka dan tokoh agama Tahun 2011 Target Rp.37 293 Kl 2382 Kl 1755 Kl 293 Kl 115.34% (perempuan menikah <20tahun) 29% 84.81 73% 579.01 % = 133.65 351 Kl 2858 Kl 2106 Kl 351 Kl 125.43 1.656.800.72 26% 85.28 80% 70% 40% 40% Badan Keluarga Berencana .79 195 Kl 1588 Kl 1170 Kl 195 Kl 106.270 org TOGA = 936 org TOMA = 156 org 176 Kl 1429 Kl 1053 Kl 176 Kl 126.113 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.74 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Peserta KB aktif 72.00 73. Indikator (dlm jutaan) 5 6 1.960. PUS = 185.72 No.99 63000 532.563 akseptor.12 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA a Program Keluarga Meningkatnya Berencana (KB) pasangan usia subur menjadi persera KB aktif sebesar 73.53 28% 72.25 % (PUS dibagi pesera KB aktif x 100%) b Program Kesehatan Menurunnya Reproduksi Remaja usia nikah pertama wanita < 20 tahun.25% 631. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 2.000 orang Badan Keluarga Berencana PPKBD =156 Sub PPKBD =1.17 72.

95 20% 6.355.04 871. Bagian Kesra Diperlukan bantuan bagi 1920 orang/400 OT 250 KK/ 80 OT 1.30 229.02 20% 5. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.281.927.095.24 100% Terlaksananya pembinaan kepada 680 orang PMKS Dinas Sosial . Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.47 450 KK/ 80 OT 2. Target Rp.28 tersedianya 700 Badan kelompok BKB Keluarga baru dan aktif Berencana serta £ 70% ibu balita anggota BKB menjadi peserta KB aktif serta Terbentuknya 130 klp BKR baru dan aktif serta £ 70% 1.88 803.90 20% 5. wanita rawan sosial ekonomi dan keluarga rentan Program Pelayanan Meningkatnya dan Rehabilitasi pelayanan.35 380 KK/ 80 OT 2.14 1.80 700 414.114 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp.13 SOSIAL a Program Pemberdayaan Fakir Miskin. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya b Meningkatnya pembinaan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) : fakir miskin.66 193.11 550 320.032.944.775.837.929.369.125.86 600 348. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 500 338.09 700 klp BKB Badan Keluarga Berencana 169.487. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 e f Program Pengembangan Bahan Informasi Tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga 3 4 aktif mendukung program KB meningkatnya Sarana sarana pendukung pendukung BKB = 450 kel bagi 700 kelompok BKB Aktif Terbentuknya 679 klp BKB 700 kelompok dan 101 Klp BKR BKB baru dan 80 Kel aktif serta £ 70% ibu balita anggota BKB menjadi peserta KB aktif serta Terbentuknya 130 klp BKR baru dan aktif serta £ 70% Diperlukan pembinaan untuk 680 orang PMKS Tahun 2011 Target Rp. lansia terlantar.41 500 KK/ 80 OT 2.16 210.36 1.09 340 KK/ 80 OT 1. perlindungan Kesejahteraan Sosial dan jaminan sosial serta kesetiakawana 15% 4.07 25% 6.38 100% terlaksananya bantuan bagi 1920 orang/ 400 OT Dinas Sosial .84 650 379.38 947.06 177.

87 250 orang 533.362. PSK.03 220 orang 488.055. penyakit sosial lainnya) 100% Terlaksananya pembinaan kepada 760 PSM Dinas Sosial e Program Pembinaan Meningkatnya Panti Asuhan/Panti pembinaan terhadap panti Jompo asuhan dan panti jompo Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana.45 180 orang 1. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Diperlukan pembinaan bagi 440 anak terlantar 50 anak 464.51 125 anak 651.11 10 panti 367.38 150 orang 413.46 100% terlaksananya pembinaan kepada 440 anak terlantar Dinas Sosial . narkoba.32 120 KT /PSM 229.07 150 orang 1. Bagian Kesra . Target Rp.115 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.14 100% Dinas Sosial terlaksananya pembinaan kepada 900 orang penyandang cacat dan trauma 100% Dinas Sosial Terlaksananya pembinaan 43 panti asuhan dan panti jompo 100% Terlaksananya pembinaan kepada 900 orang eks penyandang penyakit sosial (eks napi. Bagian Kesra d Program Pembinaan Meningkatnya Para Penyandang pembinaan Cacat dan Trauma terhadaap para penyandang cacat dan eks trauma Diperlukan pembinaan bagi 900 orang penyandang cacta dan trauma Diperlukan pembinaan 43 panti asuhan dan panti jompo Diperlukan pembinaan kepada 900 orang eks penyandang penyakit sosial (eks napi.78 90 anak 548. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.00 180 orang 449.45 150 KT /PSM 249.60 220 KT /PSM 296.14 20 panti 434.81 100 anak 597.249. Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Meningkatnya pembinaan terhadap eks penyandang penyakit sosial (eks napi. penyakit sosial lainnya) 10 panti 338.12 Dinas Sosial . Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.11 15 panti 399.90 75 anak 504. narkoba.01 g Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Meningkatnya pembinaan terhadap potensi dan sumber Perlunya pembinaan kepada 760 PSM 90 KT /PSM 211.52 220 orang 1. PSK. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 c 3 n sosial masyarakat kepada korban bencana orang terlantar Program Pembinaan Meningkatnya Anak Terlantar pembinaan terhadap anak terlantar Tahun 2011 Target Rp.55 25 panti 473. PSK. narkoba.147. penyakit 100 orang 972.34 250 orang 1.46 180 KT /PSM 271.79 f 100 orang 380. PSK.

352.70 20% 654.43 20% 552.70 20% 662.45 803.60 20% 245.62 20% 267.93 20% 783.732.814.50 20% 600. Target Rp.532.17 20% 719.116 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 kesejahteraan sosial Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.82 20% 854.98 1.36 20% 519.58 Dinas Koperasi & UMKM c 20% 422.85 20% 1.95 20% 1. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.459.43 Belum optimalnya ketrampilan kewirausahaa n KUMKM Belum optimalnya pemasaran produk UMKM Masih rendahnya pemahaman terhadap tatacara pengelolaan dan pengawasan 20% 169.05 20% 616.64 20% 477. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.60 1.45 858.019.07 Dinas Koperasi & UMKM .342.15 KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH a Program Meningkatnya Pengembangan ketrampilan Kewirausahaan dan kewirausahaan Keunggulan Kompetitif bagi KUMKM KUKM b Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Meningkatnya promosi produk usaha bagi UMKM Meningkatnya pemahaman tentang pengelolaan dan pengawasan KSP/USP Diperlukan informasi peluang kerja 20% 1.95 934.352. Target Rp.45 1.666.00 20% 565.41 1.978.75 20% 1.05 Disnakertrans 1.36 789.71 1.14 KETENAGAKERJAAN a Program Peningkatan kenaikan Kesempatan Kerja jumlah angkatan kerja yang terserap serta menurunnya jumlah TKI yang bermasalah b Program Perlindungan Menurunnya Pengembangan jumlah angka Lembaga pelanggaran Ketenagakerjaan terhadap UU ketenagakerjaa n 1.06 20% 207.80 100% terlaksananya pelatihan kewirausahaan bagi KUMKm 100% meningkatnya pemasaran produk UMKM 100% terlaksananya sosialisasi permen tentang pengelolaan dan pengawasan Dinas Koperasi & UMKM 20% 591.36 100% tersedianya informasi peluang kerja serta tertanganinya permasalahan TKI 100% terlaksananya pembinaan dan sosialisasi UU ketenagakerjaan Disnakertrans Diperlukan pembinaan dan sosialisasi UU ketenagakerja an 20% 549. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.588.02 20% 1.50 20% 225.00 20% 713.

99 20% 102.04 20% 14.63 10% 1% 2.56 20% 126.64 480.37 569.06 315 M 181.64 1 PMA/PM DN 662.05 20% 18. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 1 d Tahun 2011 Target Rp.03 3.79 20% 111.38 42.11 No.74 315 M 197.86 4.117 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Meningkatkan kemudahan pelayanan bagi UMKM Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum optimalnya pelayanan bagi UMKM Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.03 45.10 59. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 185.06 841.4% 4.53 20% 86.18 KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA a Program Pengembangan dan Keserasian dan Kebijakan Pemuda b Meningkatnya nilai investasi PMA/PMDN 39% 14% 11.60 315 M 215.89 183. 6.26 20% 120.797.85 1 PMA/PM DN 784.45 20% 93.33 20% 111.57 886. Target Rp.46 10% 2% 2.3 T 315 M 169.717.17 KEBUDAYAAN a Program Pengelolaan Kekayaan Budaya b Pengembangan Nilai Budaya c Pengelolaan Keragaman Budaya 1.32 217.70 3.55 7.22 236.4% 4.10 4.98 terlaksananya pembinaan bagi KUMKM SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Koperasi & UMKM.5% 4.052.06 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 169.05 6% 2% 2.399.399.70 422.89 1.423.78 10% 1% 2.27 49.8% Rp.24 1 PMA/PM DN 855.41 20% 15. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 239.63 39% 14% 2.63 45 PMA/PMDN Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 1.59 100% Dinas terlaksananya Pemuda dan pembinaan OR kepemudaan dlm pembangunan 100% terlaksananya pembinaan pada 8210 orang pemuda Dinas Pemuda dan OR 20% 84.19 620.9% b Meningkatnya pemahaman terhadap peran serta pemuda dalam pembangunan Program Peningkatan Meningkatnya Peran serta ketrampilan Kepemudaan dan wawasan kebangsaan pemuda c Masih diperlukan pembinaan Kepemudaan dlm pembangunan Masih diperlukan latihan ketrampilan pada 8210 orang pemuda Program Pembinaan Meningkatnya Diperlukan dan Pemasyarakatan prestasi atlit PORKAB Olah raga dan pelaku OR untuk 22 cabang OR di masyarakat 20% 38.717.797.86 54.66 20% 17.96 20% 131.59 100% Terlaksananya PORKAB untuk 22 cabang olah raga Dinas Pemuda dan OR .28 965.041. Bagian Perekonomia n Kantor Penanaman Modal.26 169.90 1 PMA/PM DN 720.27 4.17 20% 220.89 199.44 522.2% 3.8 T 10% 11% 2% 5% 5% 2% 3.95 20% 202.634. Target Rp. Bagian Perekonomia n Kantor Penanaman Modal DISBUDPAR DISBUDPAR DISBUDPAR 1.16 PENANAMAN MODAL a Program Peningkatan Meningkatnya Promosi dan jumlah investor Kerjasama Investasi PMS/PMDN 40 PMA/PMDN 1 PMA/PM DN 591.70 20% 143.56 815.13 315 M 234.041.

Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 778.70 1.607.52 20% 656.428.227.12 20% 6. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 d 2 3 Program Peningkatan Meningkatnya Sarana dan Prasarana jumlah dan Olahraga jenis sarana dan prasarana olahraga Tahun 2011 Target Rp.33 20% 2.76 16.82 26% 1.58 13% 2.636.68 20% 2.514.14 20% 5.881.16 20% 714.92 13.81 20% 5. bermasyarakat dan bernegara 20% 4.394.118 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan pengadaan sarana dan prasarana olahraga (68 jenis dan 1 stadion OR) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.47 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.732.09 13% 2.842.19 KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI a Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Meningkatnya Peran Masyarkat terhadap keamanan Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan lingkungan dengan pendekatan kearifan lokal Pdiperlukan rasa aman dan tenteram 26% 12.82 20% 2.488.975.202. Target Rp. Linmas dan Bakesbangpo l b Program Pemeliharaan Kamtrantipnas dan Pencegahan Tindak Kriminal Diperlukan sosialisasi siskamswakar sa dan sarasehan peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dlam teknik pencegahan kejahatan Diperlukan sosialisasi pemeliharaan kerukunan umat beragama dan paralegal 20% 2.88 terlaksananya pengadaan sarana dan prasarana olahraga (68 jenis dan 1 stadion OR) 17.57 100% Terlaksananya sosialisasi pemeliharaan kerukunan umat beragama dan paralegal Bakesbangpo l .045. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 603.16 Peningkatan Peran Masyarkat terhadap keamanan Satpol.047.03 20% 5.39 No.707.88 14. Target Rp.241.028.46 13% 2.80 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Pemuda dan OR 1.72 100% Bakesbangpo Terlaksananya l sosialisasi siskamswakarsa dan sarasehan peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan c Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Beragama Meningkatnya kesadaran berbangsa.917.67 20% 2. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 591.720.649.

01 86.309.405. Linmas 1.47 20 % dan 10 kasus 5.119 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan rakor dan sosialisasi pemilukada Belum Optimalnya Pencegahan dan Penanggulan gan Korban Bencana Alam Diperlukan Peningkatan Peran Masyarakat terhadap keamanan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.20 26% 2.945.294.28 94. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 100% Bakesbangpo 13% 2.578.46 Satpol.17 Meningkatnya Peran Masyarakat terhadap keamanan Satpol.51 Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp.961.71 terlaksananya l rakor dan sosialisasi pemilukada Terlaksananya 13% 651. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. Inspektorat .681.90 26% 504. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 d 2 3 Program Pendidikan Meningkatnya Politik Masyarakat kesadaran politik masyarakat Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam Meningkatnya Penanggulanga n Korban Bencana Alam Tahun 2011 Target Rp.61 13% 2.46 13% 2.198.285.216. Target Rp.118.45 No.639.37 20 % dan 10 kasus 6.37 DPPKA Entitas dan permasalahan yang diperiksa baik reguler maupun non reguler dan 8 kasus hukum 20 % dan 10 kasus 5.494. Linmas Pencegahan dan Penanggulangan Korban Bencana Alam f Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Meningkatnya Peran Masyarakat terhadap keamanan 20% 2. PERANGKAT DAERAH.768.113.648. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN a Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah b Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH 67.30 79.69 20% 20.284.29 e 26% 464.20 OTONOMI DAERAH.97 13% 2.90 20% 22.48 100% terlaksananya pemeriksanaan reguler dan non reguler dan penyelesaian 50 kasus hukum Bagian Hukum.79 13% 2. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 26% 1.59 24.715. PEMERINTAHAN UMUM.96 20% 18.00 73. Indikator (dlm jutaan) 5 6 26% 1.222.27 20 % dan 10 kasus 7.789.68 13% 1.193. Target Rp.81 13% 597.78 13% 548.411.461.644.32 Meningkatnya pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya entitas yang diperiksa secara reguler sera menurunnya permasalahan non reguler serta Meningkatnya penanganan kasus secara 20% 17.136.74 20 % dan 10 kasus 6.

22 BKD. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.67 100% terlaksananya peningkatan kualias dan ketrampilan PNS BKD 0% 20% 4.15 13% 19.41 Profesionalisme Aparatur Badan Diklat .79 20% 137.89 20% 49. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.89 20% 54.066.68 100% terlaksananya peningkatan kemampuan teknis 100% mengikutserta kan pemeriksa pada diklat teknis pemeriksaan 100% terlaksananya diklat bagi 6. Pengawas Meningkatnya jumlah pemeriksa yang terkualifikasi Masih diperlukan diklat pemeriksa 20% 380. Bagian Hukum 26% 14.65 26% 16.26 20% 45.85 20% 6. Inspektorat e Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur.26 20% 5. Bagian Umum.98 20% 4. Target Rp.834.03 20% 488.67 0% 149.120 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 tuntas pada wilayah pemerintahan dibawahnya sesuai prosedur mutu Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.325 orang BKD. Aparatur ketrampilan dan profesionalism e aparatur melalui pendidikan dan pelatihan Pendidikan dan Meningkatnya Belum Pelatihan Profesionalism Optimalnya 26% 42.107. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.288.57 20% 5.787.68 20% 162.32 20% 59. Badan Diklat.01 Inspektorat f g Program Peningkatan Meningkatnya 0% Kapasitas Sumberdaya wawasan pengetahuan.38 20% 413.96 20% 177.757.277.07 13% 20.512.00 20% 449.864.479. Target Rp. bagian Perekonomia n. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 c d Program Pendidikan Meningkatnya Kedinasan pengetahuan dan kemampuan serta profesionalism e PNS Program Pembinaan Meningkatnya dan Pengembangan kemampuan teknis PNS Aparatur 0% 20% 126.87 20% 533.11 13% 17.

316.392. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 14. Inspektorat.79 20% 888.90 37.78 670 buah 2.11 13% 399. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.60 6.88 750 buah 3.121 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Inspektorat .462. Target Rp.211.penataan Perbup 26 undangan perturan Kept Bup 601 perundangundangan Program Penataan dan Belum Meningkatnya 26% Penyempurnaan Optimalnya Penataan Kebijakan Sistem dan Sistem dan Sistem dan Prosedur Pengawasan Prosedur Prosedur Pengawasan Pengawasan Program Peningkatan Meningkatnya 0% 20% Pelayanan Kedinasan kapasitas Kepala Daerah/Wakil pelayanan kedinasan Kepala Daerah 3 Diklat e Aparatur Tahun 2011 Target Rp..56 6.67 Wilayah Perbatasan Berkembang Bagian Kerjasama 20% 2.55 13% 473.14 13% 434.728.063 ijin 596.11 26% 367.96 20% 688. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Kepemimpinan dalam Jabatan 1 h i j k 4 Diklat Kepemimpina n Peningkatan Kapasitas Peningkatan Meningkatnya 26% Lembaga Perwakilan Profesionalism Profesionalis Rakyat Daerah e Lembaga me Lembaga DPRD DPRD Program Penataan Meningkatnya Perda 11 650 buah Peraturan Perundang.23 13% 17.792.409 ijin Bagian Umum.67 13% 149. Bagian Humas UPT Perizinan o Belum Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimalnya Pengembang an Wilayah Perbatasan Program Peningkatan Meningkatanny Meningkatann Sarana dan Prasarana a kapasitas ya kapasitas Aparatur sarana dan sarana dan prasarana prasarana aparatur aparatur 26% 3.26 13% 19.10 13% 5.569.719. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.38 20% 814.68 13% 162.96 13% 177.51 13% 4.019 ijin 769.409 ijin 5.34 20% 748.Bagian Hukum.873.43 6.67 20% 3.19 100% Bagian Umum.120.96 725 buah 3.19 Profesionalisme Lembaga DPRD Sekretariat DPRD 2.66 Pemanfaatan Teknologi Informasi Bagian PDE.041.390.027.038.011.575 ijin 549.51 3495 buah 338. Bagian Tata Pemerintahan Umum. Target Rp.79 Optimalisasi Sistem dan Prosedur Pengawasan 100% Bagian Hukum. Bagian Organisasi 26% 126.80 700 buah 2.47 20% 3. Bagian Organisasi Inspektorat.71 20% 4.23 26% 4.685 ijin 706.79 26% 137.367 ijin 648.366.780.693.38 26% 16.76 13% 20.35 l m n Program Peningkatan meningkatnya Pelayanan Publik pelayanan perijinan Meningkatnya Program Pemanfaatan Teknologi Optimalisasi Pemanfaatan Informasi Teknologi Informasi Program Meningkatnya Pengembangan Pengembangan Wilayah Perbatasan Wilayah Perbatasan 37. Bagian Organisasi 633.25 13% 4.95 20% 3.061.793.15 7.

25 20% 616.28 217.94 Belum optimalnya kapasias masyarakat 20% 1.916.836.81 20% 598.48 20% 107.38 20% 416.21 KETAHANAN PANGAN a Program Peningkatan Meningkatnya Ketahanan Pangan ketersediaan pangan masyarakat 1.354.86 100% BPM 20% 464.122 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 0% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 2.72 100% BPM 20% 507. /keberdayaan masyarakat pelaku PNPMMP b Program Meningkatnya Pengembangan peran para Lembaga Ekonomi pelaku lembaga Pedesaan.245.78 20% 2.19 20% 537.78 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.57 199.53 20% 90.31 100% BPM Belum opimalnya peran para pelaku lembaga ekonomi Diperlukan peran serta masyarakat dalam membangun desa Diperlukan peningkatan kapasias aparatur desa Diperlukan peningkatan keberdayaan perempuan di perdesaan 20% 380.28 20% 236.22 20% 116.56 183.06 20% 183.43 20% 1.824.15 100% BPM 20% 84. dalam membangun desa 1.836.85 20% 4.522.85 20% 651.11 20% 4.343.89 236.607.366.23 STATISTIK a Program Meningkatnya Pengembangan ketersediaan Data/Informasi/ data dan Statistik Daerah informasi kinerja e Tahun 2011 Target Rp. Target Rp.28 3.85 No.07 20% 1.070.65 20% 453. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 4.22 20% 1.11 3. Program Peningkatan Meningkatnya Peran Perempuan di peran perempuan Perdesaan.99 20% 710.86 20% 1. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 5.366.535.644.58 20% 98.58 20% 5.11 4.49 20% 672.84 2.89 100% Bappekab .12 SKPD Penanggung Jawab 16 BKP3 2.352.58 5.352.90 20% 520.522. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.57 20% 217.17 20% 550.22 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA a Program Peningkatan Meningkatnya Keberdayaan kapasias Masyarakat Perdesaan.81 20% 566. ekonomi dalam pemetaan kegiatan c Program Peningkatan Meningkatnya Partisipasi Masyarakat peran serta Dalam Membangun masyarakat dalam Desa membangun desa d Program Peningkatan Meningkatnya Kapasitas Aparatur kapasitas aparatur desa Pemerintah Desa.916.56 20% 199.06 169.00 20% 493.098.64 3.90 100% BPM Diperlukan ketersediaan data/informas i kinerja pembanguna 20% 169.474.12 100% 20% 5.

dan badan. 14 titik mini tower BTS. Arsip dan Dokumentasi Badan Perpustakaan d.06 1. 1 sistem aplik front oficce.64 13% 46. 6 sistem aplik back office.367 ijin 481.66 6.36 13% 50.409 ijin Badan Perpustakaan d.123 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 pembangunan daerah Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 n daerah Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.49 26% 42.22 126. Arsip dan Dokumentasi 5.063 ijin 442. 1 sistem aplik back office.019 ijin 571.34 10 titik mini tower BTS.478.81 153. Arsip dan Dokumentasi 26% 42. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp. 1 sistem aplik front oficce 2.98 7.575 ijin 464. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.055. 1 sistem aplik back office. 54 titik mini tower BTS. 1 sistem aplik front oficce 2.24 13% 63.64 13% 785. 3 kantor. 27 titik speedy kecamatan. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.198.20 13% 53.25 KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA a Program Meningkatnya Wav Lan dan Pengembangan infrastruktur cabling 19 dinas.28 UPT Perijinan 2. 1 sistem aplik back office.07 10 titik mini tower BTS. Belum memiliki infras back 26% 676.26 26% 42. 14 bagian.90 6.03 Badan Perpustakaan d.14 Wav lan dan PDE cabling untuk 19 dinas.694.02 1. Target Rp.685 ijin 523. Target Rp. 1 sistem aplik front oficce 2.76 140.27 6.24 1. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No. 1 sistem aplik back office.36 13% 721.47 13% 55. 1 sistem data center 3.85 129.24 KEARSIPAN a Perbaikan Sistem Meningkatnya Administrasi Kearsipan Sistem Administrasi Kearsipan Administrasi Sistem Administrasi Kearsipan belum Optimal b Program Peningkatan Meningkatnya Pelayanan kualitas Pelayanan kualitas Informasi Pelayanan Belum Informasi Informasi Optimal c Program Pemeliharaan Sarana dan Perlu Rutin/Berkala Sarana Prasarana keberlanjutan Rutin/Berkala dan Prasarana Kearsipan terpelihara Sarana dan Kearsipan Prasarana Kearsipan d Program Penyelamatan Meningkatnya 37409 ijin dan Pelestarian penataan. 10 Komunikasi.26 26% 49.933.45 10 titik mini tower BTS.18 1.147.12 13% 856.79 26% 663.49 13% 58.75 166. 10 intranet SKPD.362. Dokumen/ Arsip penyelamatan Daerah dan pelestarian arsip perijinan 1. 10 badan. 1 sistem data center .95 Administrasi Sistem Administrasi Kearsipan Optimal Optimalnya Pelayanan Informasi Sarana dan Prasarana Kearsipan bermanfaat maksimal 37. Belum memiliki infras data cent. 10 SKPD.52 10 titik mini tower BTS.282.249. 14 dinas.25 10 titik mini tower BTS 972. Informasi jaringan internet dan Media Massa.

48 1000 Ha 10.9 rb ton 3.01 PERTANIAN a Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan Meningkatnya Minat Baca Budaya Baca perlu dan Pembinaan ditingkatkan Perpustakaan 26% 422. GIS komunikasi 1 orang GIS.64 26% 431.479.49rb ton 7.26 PERPUSTAKAAN a Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2.32 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang anima/gr af 1 orang analis 59.93 rb ton 26.09 2.14 511.29 557.22 Bagian PDE 1.93rb ton 29. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.01 Terlaksananya rehab jaringan irigasi 5000Ha DISTANBUN.9 rb ton 3.771.58 13% 1.02 Naik 4% 14.49rb ton 7.496.49rb ton 31.48 13% 511.48 469.82 431. buah 793 ribu ton Naik 4% 14.49 rb ton 7. 1 orang aparatur bidang 3 org programmer.29 Budaya Baca meningkat Badan Perpustakaan d.84 Naik 4% 14. Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi 4 off.376.34 2.124 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. program.64 422.987. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.70 Optimalnya Kerjasama Informasi dengan Media Massa 8 orang jaringan 8 orang programer 3 orang anima/graf 3 orang GIS 10 orang operator Bagian Humas.93rb ton b Program Peningkatan Meningkatnya Diperlukan kesejahteraan Petani pemanfaatan rehab sumberdaya jaringan alam dan irigasi 5000Ha 1000 Ha 6.89 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang operator.956. 6 orang operator Tahun 2011 Target Rp. BKP3 .793. Arsip dan Dokumentasi Meningkatnya produksi pangan Produksi padi palawijaya = 1490 ribu ton Sayur 174 ribu ton. BKP3 7.63 2. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 b Program Kerjasama Informasi dengan Media Massa c Program.280.92 26% 1.93rb ton 13.54 1000 Ha 11.629.943.80 Naik 4% 14.348.93rb ton 24.9 rb ton 3.9 rb ton 3. 1 orang GIS 49.599. Belum memiliki infras front off Meningkatnya Belum 26% Kerjasama Optimalnya Informasi Kerjasama dengan Media Informasi dengan Media Massa Massa Meningkatnya 3 orang tek 1 orang kompetensi jaringan. jaringan.77 13% 1.05 803.699.14 13% 557.9 rb ton 3.49 1000 Ha 9.776.68 13% 1. Target Rp. teknologi 1 orang informasi dan 1 orang anima/grafis.97 1000 Ha 8.267. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.778.01 2.89 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang analis 1 orang operator 54. Target Rp.26 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang anima/gr af 1 orang GIS 45.82 13% 469.638. Bagian PDE 42.719.49rb ton 7.59 Naik = 1565rb ton 182rb ton 832rb ton DISTANBUN.84 Naik 4% 14.997.

48 20% 262.69 100%.858.333.669.99 Naik 10% 335rb ton 2.933.795.517.43 2 unit 640.11 20% 404. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.23 2 unit 696. BKP3.125 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 manusia Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.533.64 20% 1.283.70 700 Ha 4.02 KEHUTANAN a Program Pemanfaatan Mempertahank Potensi Sumber Daya an kontribusi Hutan hasil hutan terhadap PDRB g 0% 20% 3. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.11 20% 3. Target Rp.65 100% Dinas Peternakan 0% 20% 1.51 141.201.549.44 Naik 10% 335 rb ton 2.16 129. terlaksananya pencegahan penyakit ternak 100% Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan 0% 20% 211.212.80 20% 1.38 DISTANBUN Naik 10% 335rb ton 20% 422.241.51 Mempertahankan Dinas kontribusi hasil Kehutanan hutan terhadap PDRB .28 20% 3.46 20% 478.011.580.762.10 700 Ha 4. Target Rp.18 126.310.07 2 unit 757.01 20% 4.02 20% 2. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 c Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan d Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan e Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Meningkatnya Masih ada 5 jumlah lembaga unit pemasaran hasil pertanian dan perkebunan Meningkatnya Pengendalian pengendalian IPT masih organisme 1000Ha pengganggu tumbuhan (OPT) Meningkatnya 3.32 20% 241.54 20% 285. Bagian Perekonomia n 700 Ha 718.88 153.79 20% 1.958.536.30 20% 3.84 20% 311.65 100% 0% 20% 338.12 20% 1.350 rb ton produksi pertanian/perke bunan 0% 2 unit 549.64 Naik 10% 335rb ton 2.84 2 unit 826.11 700 Ha 3.93 20% 4.48 Meningkat menjadi 5025rb ton DISTANBUN f Program Pencegahan Menurunnya dan Penanggulangan jumlah kejadian penyakit Penyakit Ternak Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 803.06 20% 3.11 Naik 10% 335rb ton 3.20 20% 439.26 Tersedia 15 unit lembaga pemasaran hasil pertanian dan perkebunan Pengendalian meningkat menjadi 4500Ha DISTANBUN.977.49 700 Ha 3.01 167. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.618.25 20% 2.649.91 Meningkatnya produksi perternakan h meningkatnya pemanfaatan TTG bidang peternakan i Program Peningkatan Meningkatnya Pemasaran Hasil pemasaran Produksi Peternakan produk dan olahan hasil peternakan 2.46 20% 521.738.

23 712.52 6.45 100% Dinas ESDM terlaksananya pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat penambang .77 20% 90.26 20% 69. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 3 4 Program Rehabilitasi Mempertahank 0% Hutan dan Lahan an proporsi luasan penutupan lahan berhutan dengan menurunkan luas lahan kritis c Program Perlindungan Meningkatnya 0% dan Konservasi cakupan Sumberdaya Hutan penghijauan d Program Meningkatnya Hasil hutan Pengembangan Usaha produktifitas bukan kayu 1.36 653.17 20% 1.28 20% 420.09 20% 1.24 25 sumber air Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan 20% 295.43 20% 70. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 907.92 20% 76.43 20% 59.49 12.03 ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL a Program Pembinaan Meningkatnya 0% dan Pengawasan pemahaman rendahnya pemahaman Bidang Pertambangan masyarakat terhadap terhadap peraturan peraturan pertambangan pertambanga n b Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan Menurunnya jumlah kerusakan lingkungan yang disebabkan penambangan liar 0% masih tingginya kerusakan lingkungan yang disebabkan pertambanga n rakyat 1 b Tahun 2011 Target Rp.26 20% 54. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 Turun menjadi 20% 1.53 20% 91.78 20% 108.55 20% 458.29 20% 386.697. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 803.436.94 20% 1.074. Target Rp. BKP3 1.33 20% 2.91 20% 1.49 No.581 Ha SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kehutanan 20% 42.73 20% 986.02 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.64 20% 118.848.25 5 demplot Dinas Kehutanan.015.02 20% 82.171.85 20% 355.50 551.78 20% 99.080 ton Perhutanan dan Peran lahan hutan Serta Masyarakat untuk produksi hasil hutan bukan kayu e Pengembangan Sarana Meningkatnya 0% dan Prasarana kualitas Penyuluhan Kehutanan sumber daya penyuluh kehutanan 2.32 100% terlaksananya sosialisasi dan pembinaan tentang peraturan pertambangan Dinas ESDM 20% 84.126 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.71 600. Target Rp.780 ton 20% 42.97 20% 507.18 20% 64.561.

96 6% 15.67% 53. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 917.79 1 wilayah (8.28 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.19 39% DISBUDPAR 0.78 6% 198.85 3.31 40 orang 12.33 %) 123.69 2 wilayah 16.086.53 2.47 14 dusun SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas ESDM 4% 8.851.67% 145.78 20% 997.44 4.00 3.59 1 kawasan 8.03 27% DISBUDPAR 4% 126.168.16% 419.136.57 8% 166.6750 dari 12 wilayah Penegakan Hukum pengelolaan pengelolaan dalam Pendayagunaan perikanan perikanan Sumberdaya Laut bebas ilegal.14 13.6% Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan .05 KELAUTAN DAN PERIKANAN a Program Meningkatnya 329 orang Pemberdayaan jumlah Ekonomi Masyarakat pemanfaat Pesisir usaha ekonomi mikro di kawasan pesisir yang produktif b Program Peningkatan Meningkatnya 2 wilayah Kesadaran dan jumlah wilayah 916.39 No.79 9% 153.58 4% 11.33 %) 133.67% 49.5% 356.33% 42.53 10% 421.16% 385.127 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.95 6% 12.22 2 kawasan 16. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 845.85 20 orang 6.26 1 kawasan 8.68 Jumlah wilayah bebs IUU fishing meningkat 7 wilayah (58. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 3 4 Program Pembinaan Meningkatnya Masih ada 14 dan Pengembangan jaringan listrik dusun yang belum Bidang pedesaan berlistrik Ketenagalistrikan (1300KK) 2.15 36% DISBUDPAR 20 orang 6.66 14.22 8.33%) dari 12 wilayah pengelolaan perikanan atau jumlah wilayah menjadi 9 atau 75% Jumlah kawasan pesisir yang siap terhadap ancaman bencana meningkat menjadi 8 kawasan (66.23 2 kawasan 16.68 17% 459.33% 41.72%) atau menjadi 509 orang 1 wilayah (8.131.05 3.51 11.3% 387.722. Target Rp.799.69 6.33% 45.26 Jumlah Dinas pemanfaat Kelautan dan meningkat 180 Perikanan orang (54.510.184.554.494.85 c Program Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Laut dan Prakiraan Iklim Laut Meningkatnya jumlah kawasan pesisir yang siap terhadap ancaman bencana alam laut 0 kawasan 1 kawasan 8.701.127.67% 158.444.21 40 orang 12.25 12.23 6% 13.24% 457.40 4.2% 295.1% Pemasaran Pariwisata 2.40 60 orang 18.191. unreported & unregulated (IUU) fishing 1 c Tahun 2011 Target Rp.96 10% 181.04 PARIWISATA a Program 27% 6% Pengembangan Destinasi Pariwisata b Program 39% 2% Pengembangan Kemitraan c Pengembangan 36% 4. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 1.247.33 %) 126.101.08% 354.08% 295.84 20% 1.82 2 wilayah 16.08 1 wilayah (8.

76 ton 10% 301.18 20% 31.58 20% 291. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD SKPD Penanggung Jawab d Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap e Meningkatnya produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi perikanan tangkap 1469.80 20% 29.85 % 1.46 Dinas Kelautan dan Perikanan Meningkatnya pengawasan peredaran barang/jasa Belum optimalnya pengawasan peredaran barang/jasa 20% 1.26 20% 1.97 450.06 PERDAGANGAN a Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan g 450.49 659 ton 44.13 20% 316.26 20% 54.73 ton 79.98 315.10% 1.10% 1.230.16 20% 740.57 35. Target Rp.76 20% 623.76 ton 10% 276.26 20% 24.61 20% 1.10% 1.02 643 ton 43.77 20% 63.56 32.27Ton 1163.06 20% 58.61 ton 0% 42.43 30.66 315.879.74 15 16 dari 12 kawasan pesisir Prod meningkat Dinas 3759.88% 2.17 20% 573.76 Dinas Indag . Bagian Perekonomia n Dinas Indag dan Pasar b c d Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Dalam Negeri Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang Meningkatnya Belum ekspor rata2 optimalnya 2% ekspor Meningkatnya 0% ketersediaan barang murah 2% 126.85 20% 507.72 ton 3.08 20% 1.075.76 ton 10% 233.285.10% 1.99 20% 69.94 38.65 20% 26.72 ton 3.48 Meningkatnya pelayanan pasar 0% 20% 253.141.81 BKP3 Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 2.26 630 ton 42.82 Dinas Indag dan Pasar. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.728.62 ton 887.35 f Program Meningkatnya Masih Pengembangan Sistem kajian sistem diperlukan kajian sisem Penyuluhan Perikanan penyuluhan penyuluhan di perikanan 33 kecamatan Meningkatnya produksi ikan olahan 4507.76 ton 10% 211.53 20% 344.170.19 % 1.8 ton menjadi 6761.41 ton 100 % terlaksananya kajian sisem penyuluhan di 33 kecamatan Prod meningkat 2253.72 ton 3.76% 2.20% 315.521.25 315.73 ton atau Kelautan dan menjadi 5229 ton Perikanan Produksi meningkat 2253.14 2% 213. Target Rp.59 450.10% 988.71 20% 1.521. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.128 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.397.72 ton 3.276.54 315.73 100% terlaksananya peningkatan pelayanan pasar 100% e Program Meningkatnya 0% 20% 42. Bagian Perekonomia n Dinas Indag dan Pasar Dinas Indag dan Pasar.50 450.79 2% 165.13 42.41 ton 100% terlaksananya pengawasan peredaran barng/jasa Meningkatnya ekspor rata2 2% 100% Dinas Kelautan dan Perikanan 10148.046.81 20% 679. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.8 Ton menjadi 6761.70 2% 180.16 2% 196.76 ton 10% 253.72 ton 3.658.50 664 ton 45.61 20% 375.32 450.

126.06 20% 8.458.790.08 TRANSMIGRASI a Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi d Meningkatnya investasi dari IKM Industri Kecil dan Menengah belum berkembang Optimal 0% 26% 295.53 20% 117. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 terlaksananya peningkatan pelayanan terhadap pedagang di 25 pasar Terlaksananya pasar murah sebanyak 14 kali terlaksananya pembinaan terhadap perusahaan industri 100% SKPD Penanggung Jawab 16 dan Pasar Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 2.90 464.70 20% 151.15 6.758.763.07 PERINDUSTRIAN a Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau f Meningkatnya ketersediaan barang murah 0% 20% 169.16 5.97 512.22 100% Dinas Indag dan Pasar Meningkatnya jumlah keluarga miskin yang siap untuk bertransmigrasi 0% 20% 464.06 20% 170.59 20% 202.91 250 KK Disnakertrans .84 20% 113. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 Pengembangan dan pelayanan Pemeliharaan Sarana terhadap dan Prasarana Pasar pedagang di 25 pasar Tahun 2011 Target Rp.540.30 Dinas Indag dan Pasar b c Pengawasan terhadap perusahaan dan industri belum Optimal Program Peningkatan Meningkatnya Kemampuan Teknologi pertumbuhan Industri IKM Program Meningkatnya Pengembangan Pengembangan Industri Kecil dan Industri Kecil Menengah dan Menengah Meningkatnya produktifitas dan kinerja perusahaan industri 0% 20% 5.49 13% 344.48 7.39 20% 138.81 471. Target Rp.85 26% 316.121.09 13% 374.90 20% 471.91 20% 7.63 13% 408.40 6.45 Optimalnya Perkembangan Industri Kecil dan Menengah 20% 84.98 20% 124.129 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.30 Dinas Indag dan Pasar Dinas Indag dan Pasar Program Pengembangan SentraSentra Industri Potensial 2.06 20% 220.17 20% 127.554.97 Dinas Indag dan Pasar 20% 84.49 558. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.53 20% 104.93 7. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.10 20% 135.68 20% 7.70 20% 185.91 608.26 20% 6.325.81 20% 512.015.49 20% 608.97 20% 558.

aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. Sedangkan apabila dilihat dari aspek misi dan tujuan maka indikator makro kinerja daerah adalah sebagai berikut: .BAB IX INDIKATOR KINERJA DAERAH Indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada akhir periode masa jabatan.

Peran masyarakat dalam pembangunan yang dimulai dari perencanaan. Sasaran: Semakin kuatnya kelemba-gaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat Semakin meningkatnya kepuasan masyarakat dan menurunnya kasus pengaduan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah 1. adatistiadat dan budaya Tujuan: Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial. 2. Sasaran: Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3. Jumlah Konflik antar umat beragama dan kasus sara KINERJA AWAL TAHUN 2010 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan KINERJA AKHIR TAHUN 2015 Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan NO MISI TUJUAN/SASARAN INDIKATOR KINERJA MAKRO 1 Mewujudkan pemahaman & pengamalan nilainilai agama.1 INDIKATOR KINERJA DAERAH TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN 1. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. berkeadilan. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan 2. dan demokratis Tujuan: Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah.131 Tabel 9. clean government (pemerintah yang bersih). Kasus pengaduan masyarakat 1 : 120 Menurun Semakin menurunnya kasus pengaduan . Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan dan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus sara Tidak terjadi konflik dan kasus sara namun perlu terus diwaspadai dan diantisipasi karena Kabupaten Malang merupakan wilayah potensi 1 : 136 Masih terdapat keluhan pelayanan Masih terdapat kasus pengaduan Tidak terjadinya konflik dan kasus sara dan tetap terjaganya kondisi kondusif kerukunan masyarakat. 2 Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik).

tertib dan damai. Kondisi Jembatan Mantap infrastruktur kebinamargaan. Pelayanan Air minum pedesaan 6.000 Semakin kasus hukum menurunnya pelanggaran 4 5 Sasaran: Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. pengairan. damai Sasaran: Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan Mewujudkan Tujuan: Meningkatnya peningkatan ketersediaan. dan aman.353 m 45 % 48 % 152 Desa 90 % . pengairan dan keciptakaryaan/permukima n serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi. tertib. Pelayanan sanitasi 7. sosial dan budaya Sasaran: Terbangun dan terpeliharanya infrastruktur kebinamargaan. Persentase desa berlistrik 79 % 97 % 299. INDIKATOR KINERJA MAKRO Semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN 1. Rasio Pelanggaran Hukum/ Hak Asasi Manusia (HAM) KINERJA AWAL TAHUN 2010 1 : 500 Masih terdapat kasus pelanggaran hukum KINERJA AKHIR TAHUN 2015 1 : 1. Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 2.403 m 43 % 42 % 38 Desa 75 % 95 % 98 % 438. Rasio Angka Kriminalitas 2. kuantitas ketersediaan dan maupun kualitas kualitas infrastruktur infrastruktur kebinamargaan.000 60 % 1 : 40. Semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat 1. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif) 1 : 30. 3. Kondisi Jalan Mantap kuantitas dan kualitas 2. Mewujudkan kondisi Tujuan: Terwujudnya lingkungan yang kondisi masyarakat yang aman.132 NO 3 MISI Mewujudkan supremasi hukum dan HAM TUJUAN/SASARAN Tujuan: Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat.000 80 % Semakin meningkatnya 1. Pelayanan Air Minum Ibukota keciptakaryaan/permukiman Kecamatan 5. Panjang irigasi mantap pengairan dan 4.

12.3 70.878 63. Pendapatan Perkapita ADHB (Rp) 4.488.6 % 4.9 74. inflasi.087. 20.474 Rp.4 % 72. PDRB-ADHB (Rp.4 % 7 Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat perdesaan Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. 2. IPM Indeks Pendidikan Indeks Kesehatan Indeks Pembangunan Gender Indeks Pemberdayaan Gender 70. pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.2 – 5.Juta) 3. Sasaran: Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri.133 NO MISI TUJUAN/SASARAN keciptakaryaan/ permukiman.1 % 71. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan Tujuan: Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia. pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan 1.847.097 66.1 % Rp. meningkatnya pertumbuhan sektor potensi pariwisata.6 76. Tingkat Kemiskinan (%) 8.9 % 3% .9 % 6. 14.7 % 5.994 Rp. 31. Indeks daya beli 5.6 72.244 Rp.571 Rp. 19. 3. INDIKATOR KINERJA MAKRO TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN KINERJA AWAL TAHUN 2010 KINERJA AKHIR TAHUN 2015 6 Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing Semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).168.2 6% 6.6 6.7 65. perdagangan dan serta jasa-jasa. Tingkat Pengangguran (%) Rp.497.5 – 4. PDRB-ADHK (Rp. 1. Sasaran: Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu Tujuan: Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan.7 % 67.144. 4.8 % 13. 53. Pertumbuhan Ekonomi (%) 6.Juta) 2. Inflasi (%) 7. 5.3 74.

serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan TUJUAN/SASARAN Tujuan: Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam. Luas lahan hutan rakyat yang penghijauan serta terkelola meningkatnya sumberdaya 3. Sasaran: Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam INDIKATOR KINERJA MAKRO TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN KINERJA AWAL TAHUN 2010 57 % KINERJA AKHIR TAHUN 2015 75 % Semakin menurunnya kasus 1.708 ha 3. Prosentase perusahaan yang pelanggaran lingkungan.268 ha 9. Lahan kritis alam yang terkelola 1.932 ha . memenuhi baku mutu meningkatnya luas lahan yang lingkungan dihutankan kembali dan 2.134 NO 8 MISI Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup.639 ha 9.

pertambangan dan jasa kontruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan. Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerja sama pengamanan dengan aparat keamanan. Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu 6. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah yang ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakat.2 RENCANA HASIL RPJMD KABUPATEN MALANG TAHUN 2010 – 2015 MISI PEMBANGUNAN 1. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing 7. peningkatan ekonomi yang pertanian dan masyarakat 8. Pendapatan Perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan. keciptakaryaan/permukiman.135 Tabel 9. adatistiadat dan budaya. pengairan. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan. Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). dan demokratis 3. pengairan dan keciptakaryaan/permukiman serta energi untuk menunjang kegiatan pembangunan perekonomian Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia yang ditandai dengan semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan yang ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. Mewujudkan ketersediaan infrastruktur peningkatan dan kualitas OUTCOME (KELUARAN) Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. MADEP MANTEB . Mandiri Agamis Demokratis Produktif Maju Aman Tertib Berdayasaing Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumber daya alam. serta meningkatnya pertumbuhan sektor potensi lainnya seperti pariwisata. serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. Mewujudkan pertumbuhan berbasis pemberdayaan perdesaan. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. meningkatnya luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola. Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. tertib. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama. serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. RENCANA HASIL BENEFIT (HASIL) Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial ditandai dengan menurunnya kuantitas dan kualitas bahkan tidak terjadinya kasus SARA. perdagangan dan jasajasa. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. dan damai 5. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik). Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM 4. Semakin kuatnya kelembagaan SKPD dalam penyelengaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. clean yang government (pemerintah bersih). Terbangun dan terpeliharanya infrastuktur kebinamargaan. berkeadilan. Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman tertib dan damai yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus kriminal dan keamanan dan ketertiban masyarakat Semakin meningkatnya ketersediaan. Inflasi. 2. IMPACT (DAMPAK) Kabupaten Malang Yang Semakin Sejahtera dengan karakteristik Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik.

Mengingat kebijakan ini akan dipakai sebagai dasar dan acuan pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan serta akan menjadi landasan kebijakan dan program Tahun 2015-2020. Pengembangan kawasan Agropolitan Poncokusumo. sebagai bahan dalam penyusunan rancangan APBD harus memperhatikan arahan visi-misi Kepala Daerah terpilih. Dalam implementasi pedoman transisi ini diperlukan komitmen dari semua unsur pemerintahan (governance) yang meliputi Pemerintah Kabupaten. 10. f. Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan rencana pembangunan daerah Tahun 2016 yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016 maka diperlukan penyusunan rancangan program indikatif Tahun 2016 yang mengacu pada program indikatif Tahun 2015 sebagai dasar penyusunan RKPD Tahun 2016 sebelum RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2020 selesai disusun. j. Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap Sendangbiru. c.1 Pedoman Transisi 1. h. dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Periode 2010-2015. Pengembangan sarana kepariwisataan andalan. Pengamanan ruang terbuka hijau. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Malang. g. DPRD dan seluruh stakeholders pembangunan. 3. i. e. Kaidah Pelaksanaan Kaidah pelaksanaan diperlukan untuk menjamin terciptanya tata pemerintahan yang baik dan tetap konsisten serta fokusnya arah . Pengembangan kawasan Minapolitan Wajak. d. Pengamanan lahan pertanian berkelanjutan. jalan lingkar selatan dan sarana pemerintahan. Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang-Kepanjen.2. Pengembangan Bandara Abdulrachman Saleh. Pembangunan Kota Kepanjen termasuk jalan lingkar barat. yang dalam penyusunannya berpedoman pada RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 serta mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014 dan RPJM Nasional Tahun 20102014 dengan memperhatikan segala potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. Beberapa kebijakan yang bersifat lintas waktu (multiyears) dan lintas wilayah yang perlu mendapatkan perhatian bersama terutama pada Tahun 2016 sebagai tahun transisi sebelum ditetapkannya RPJMD Tahun 2016-2020 antara lain: a. Pembangunan Jalan Lintas Selatan dan sirip-siripnya. b. 2.BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10. RPJMD Kabupaten Malang ini merupakan pedoman. RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 merupakan penjabaran dari visi. dan RKPD Kabupaten Malang tahunan. misi.

strategi. arah kebijakan dan indikator kinerja pembangunan Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 dan telah pula disosialisasikan kepada masyarakat secara luas melalui media masa dan dalam berbagai kesempatan baik dikalangan pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan untuk mendapatkan tanggapan dan masukan. misi. dan telah menghasilkan kesepakatan bersama mengenai visi. Dalam rangka penyempurnaan Rancangan Akhir telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang diikuti stakeholders pembangunan seperti perwakilan pemerintah. . Bappeda berkewajiban untuk melakukan pemantauan terhadap penjabaran RPJMD ke dalam Renstra SKPD dan implementasinya dalam Renja SKPD tahunan. organisasi keagamaan. dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) tahunan. RPJMD merupakan penjabaran dari visi. serta masyarakat termasuk dunia usaha. organisasi politik. dalam rangka mewujudkan perencanaan yang partisipatif. program. 4. dan SKPD berkewajiban mengevaluasi pelaksanaan program yang dilaksanakan dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan rencana kerja secara berkala kepada Bupati Malang. DPRD. dan menjamin konsistensi antara RPJMD dengan Renstra SKPD dan Renja SKPD. SKPD. semiloka dan dialog bersama tokoh agama. pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pakar diberbagai bidang. berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 dengan sebaik-baiknya. agenda. misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. misi. 2.137 pembangunan 5 tahun kedepan sebagaimana yang sudah disepakati dan terutama untuk menghindari tumpang tindih (overlapping) pelaksanaan program antar SKPD. SKPD berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang memuat visi. 3. kebijakan. tujuan. Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan RPJMD. strategi. Selanjutnya Rancangan Akhir telah dikonsultasikan kepada Gubernur Jawa Timur dan mendapatkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti dan diajukan ke DPRD Kabupaten Malang guna disepakati menjadi Peraturan Daerah. organisasi kemasyarakatan dan organisasi pengusaha/bisnis serta tokoh/pakar berbagai bidang termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota bertetangga. Adapun kaidah pelaksanaan RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut : 1. dan telah disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui media masa dan dalam berbagai kesempatan. Selain itu kaidah pelaksanaan bertujuan agar didalam implementasi program menjadi lebih terukur dampaknya serta tercipta efisiensi dan efektifitas baik dalam pembiayaan maupun waktu pelaksanaan. tokoh masyarakat. tujuan. penyusunannya dimulai dari perumusan Rancangan Awal dengan melibatkan semua stakeholders pembangunan Kabupaten Malang yang dimulai dari seminar.

138 5. Peraturan Bupati atau Keputusan Bupati maupun Keputusan Kepala SKPD. 6. RENDRA KRESNA . H. BUPATI MALANG. Demikian RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 disepakati bersama antara Pemerintah dan DPRD Kabupaten Malang. Apabila berdasarkan hasil evaluasi diperlukan adanya revisi atau penyesuaian dengan perkembangan situasi pembangunan nasional dan regional Jawa Timur akan dilakukan revisi dan penyesuaian dengan berpedoman kepada ketentuan yang berlaku. Dalam rangka mendukung pelaksanaan RPJMD diperlukan regulasi sebagai dasar pelaksanaan yang akan disusun sesuai dengan kebutuhan baik dalam bentuk Peraturan Daerah. RPJMD dipakai sebagai dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja 5 tahunan dan tahunan dalam kurun waktu Tahun 2010-2015.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful