PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR : 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2010-2015

TAHUN 2011

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010–2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, sehingga perlu diselenggarakan secara seimbang dan serasi untuk menjamin keselarasan pembangunan antar daerah tanpa mengurangi kewenangan daerah sesuai semangat desentralisasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008; b. bahwa konsistensi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan sinergitas pembangunan antar daerah untuk 5 (lima) tahun ke depan perlu dilakukan secara efektif, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan; c. bahwa untuk pedoman dan acuan dalam menetapkan arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum program satuan kerja perangkat daerah maupun program kewilayahan yang disertai rencana kerja dalam kerangka regulasi dan pendanaan bersifat indikatif, diperlukan dokumen perencanaan daerah; d. bahwa berubahnya struktur kelembagaan Pemerintah Kabupaten Malang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah mengakibatkan berubahnya target-target kinerja satuan kerja perangkat daerah; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d konsideran menimbang ini, maka perlu menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 dengan Peraturan Daerah; 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 41), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);

Mengingat

:

2 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400) ; 6. Undang-Undang Perencanaan Republik Nomor 25 Tahun 2004 2004 tentang 104, Sistem Negara Pembangunan Tahun Nasional (Lembaran

Indonesia

Nomor

Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) ; 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 9. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 15. 19. Tata Cara Penyusunan. Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 17. 14. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Tata Cara Penyusunan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815). 13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19. . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014. 21. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. 16. 12. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 1/D). Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2007 Nomor 2/E). Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.3 11. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014. 20. 18.

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. : PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. MISI. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 3/E). Pasal 1 Dengan Peraturan Daerah ini ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 yang merupakan landasan dan pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyelenggarakan dan melaksanakan pembangunan 5 (lima) tahun. . : INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA. : GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN. : KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010 Nomor 2/E).4 22. : AGENDA. : INDIKATOR KINERJA DAERAH. : VISI. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG dan BUPATI MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010–2015. : ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS. 23. TUJUAN DAN SASARAN. : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH. Pasal 2 Sistematika Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 disusun sebagai berikut: BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X : PENDAHULUAN.

5 Pasal 3 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. H. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahunan dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). 13 Mei 2011 Diundangkan di Malang Pada tanggal 18 Mei 2011 SEKRETARIS DAERAH BUPATI MALANG. Pasal 5 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Si NIP. Ditetapkan di Malang pada tanggal. Agar setiap orang mengetahuinya. M. ABDUL MALIK. SE. Pasal 4 Pelaksanaan lebih lanjut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Malang.19570830 198209 1 001 Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011 Nomor 1/E . dijabarkan ke dalam Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) 5 (lima) tahunan. RENDRA KRESNA Dr.

Prinsip-prinsip Prinsip Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah meliputi: a. Ruang Lingkup Ruang lingkup Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah meliputi tahapan. PENJELASAN UMUM 1. dengan demikian diperlukan sistem perencanaan pembangunan nasional dan daerah yang efektif dan efisien. dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional. dilakukan Pemerintah Daerah bersama para pemangku kepentingan dengan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing. Salah satu unsur dari sistem perencanaan pembangunan nasional adalah wajib adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang merupakan penjabaran dari visi. Sedemikian besarnya wewenang dan tugas Pemerintah Daerah sehingga memerlukan koordinasi. 2.6 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2010 – 2015 I. misi dan program Kepala Daerah sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. b. 3. d. Dasar Pemikiran Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pelaksanaan hingga pengendalian pembangunan. mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah. merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang berasaskan desentralisasi. dimana Pemerintah menyerahkan sebagian wewenang kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan dengan melibatkan masyarakat. tata cara penyusunan. c. sinkronisasi dan sinergi mulai dari perencanaan. integrasi. . pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.

II. program lintas SKPD. arah kebijakan keuangan daerah. teknokratik. d. yaitu penyelarasan melalui musyawarah yang dilaksakan mulai dari Desa. pelaksanaan Musrenbang. bottom up-top down. i. Kecamatan. penetapan Peraturan Daerah dan klarifikasi Gubernur Jawa Timur. strategi pembangunan daerah. b. e. keterwakilan seluruh segmen masyarakat. Tahapan Tahapan penyunan RPJMD terdiri dari: a. yaitu melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dengan mempertimbangkan relevansi pemangku kepentingan. c. partisipatif. visi. Pendekatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah menggunakan pendekatan: a. rencana kerja dalam kerangka regulasi yang bersifat indikatif. c. sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah. d. persiapan penyusunan. Muatan Muatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah terdiri dari: a. b. rasa memiliki dokumen perencanaan serta terciptanya konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan.72 4. yaitu program-program pembangunan yang ditawarkan masingmasing calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih pada saat kampanye disusun ke dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. kebijakan umum. c. e. Provinsi dan Nasional. b. program kewilayahan. g. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas . 6. perumusan rancangan akhir dan konsultasi kepada Gubernur Jawa Timur. misi dan program Kepala Daerah. f. kesetaraan antara pemangku kepentingan. program SKPD. d. politis. h. Kabupaten. yaitu menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. rencana kerja dalam kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 5. transparansi dan akuntabilitas. penyusunan rancangan awal dan rancangan yang disempurnakan.

3 8 Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas .

......1................. 1.................2.............................. Pedoman Transisi .......... Latar Belakang ....... 2........ Agenda dan Prioritas Pembangunan .2.... 3....... Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 ...........................................................................................5.. BAB VI AGENDA................................................................. ......................... 5......1.......... INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA .................................... 5.............. INDIKATOR KINERJA DAERAH ..... 4............................. 2......DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ... 4......................... Kerjasama Antar Kabupaten/Kota .... Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang .......4. 1..... Icon Promotif........ Strategi Pembangunan . BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH ...3.3........................ 6...... BAB III Aspek Geografi dan Demografi ................ Sasaran ........2.1............... BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH . TUJUAN DAN SASARAN ...........1.................... 5................................. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan Lainnya ................. Aspek Daya Saing Daerah ............. 6........... BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS ............. Aspek Pelayanan Umum ............ 10............. Maksud dan Tujuan ........ Visi ...................................................................3.. Tujuan........................................... MISI........................... PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN ......3............................. 4........ Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu.. 5................... 2......................... Fokus Pembangunan Sektoral ...... 1.....4....................................... 1......... STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN .......... 3..................................3.................................... 10............... 6.......1...... 1 1 3 5 8 8 10 10 15 28 37 44 46 53 54 58 58 60 61 64 64 65 66 66 68 68 69 70 79 80 81 99 130 136 136 136 GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN ...................2................................2......... 6..2................... Misi ....................3........ 3.. BAB V VISI.............................. Kinerja Keuangan Masa Lalu ........5...2........................ Aspek Kesejahteraan Masyarakat ..........4...................................................1. 2............... Dasar Hukum Penyusunan ........... 1. 6...................................... Sistematika Penulisan ...............1............ Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang.4........ Arah Kebijakan Umum ... Kaidah Pelaksanaan .........................

.............. Perkembangan PDRB..............................22 Tabel 2............21 Tabel 2...19 Tabel 2.........................13 Tabel 2...................4 Tabel 2...12 Tabel 2.......... Perkembangan Angka Kemiskinan..26 Tabel 2... Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 .....................25 Tabel 2...................................... Perkembangan Partisipasi Sekolah Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk Tahun 2006-2009 ...................... Klasifikasi Kinerja Ekonomi SSWP Tahun 2005-2008 .16 Tabel 2........ Perkembangan Jumlah Guru dan Murid per Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2006-2009 ....27 Perkembangan Kependudukan Tahun 2006-2010 ..... PDRB per Kapita....... PDRB ADHB per SSWP Tahun 2005-2009 ........................................... Struktur Ekonomi PDRB ADHB Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 ....... Perkembangan Jumlah Penduduk Rawan Sosial Tahun 2006-2010 ...... Perkembangan APM dan APK Tahun 2006-2009 .....8 Tabel 2................................ Mata Pencaharian Penduduk Tahun 2006-2010...... Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2011-2015 ...... Perkembangan Guru yang Berkualifikasi Tahun 2006-2010 ........... Perkembangan PDRB ADHK per SSWP Tahun 20052008 .............................................................................................15 Tabel 2.......................................5 Tabel 2.. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2011-2015 .18 Tabel 2........17 Tabel 2.......20 Tabel 2. Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2006-2009 ............................................. Proyeksi PDRB.......7 Tabel 2....2 Tabel 2...3 Tabel 2...................ii DAFTAR TABEL Tabel 2.......... Proyeksi Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 .................................14 Tabel 2...................24 Tabel 2..1 Tabel 2................. Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Umur 15 Tahun Keatas di Kabupaten Malang dan Sekitarnya Tahun 2005-2010 .........10 Tabel 2.. 13 14 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 20 21 22 24 25 26 27 28 28 29 29 30 30 31 .................................................................................................. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah Pengembangan Tahun 2015-2015 .............9 Tabel 2............................... Perkembangan Jumlah Pemeluk Agama Tahun 2006-2010 ..........................23 Tabel 2.....................11 Tabel 2..... PDRB Per Kapita................. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2006-2010 ...... Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2006-2010 ................. Perkembangan Keterlibatan Perempuan Dalam Organisasi Tahun 2006-2009 .......... Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 .......... Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 .......... Proyeksi Angka Kemiskinan........................... Daftar Desa Tertinggal Kabupaten Malang ................ Perkembangan Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010....... Perkembangan Jumlah Peserta KB dan PUS Tahun 2006-2010 ................6 Tabel 2.........

............................ Realisasi Ekspor Non Migas Menurut Tujuan Tahun 2009 ..2 Tabel 7...... Prasarana Jalan Tahun 2006-2009 .......33 Tabel 2...... Indikator Kinerja Daerah ........ Produksi Komoditas Andalan Pertanian Tahun 20062009 ......10 Tabel 4.............................................................................. 31 32 33 34 34 35 38 38 39 39 40 41 41 42 43 47 48 49 50 51 52 52 52 56 57 60 61 82 100 131 135 .....9 Tabel 3......34 Tabel 2...........2 Perkembangan Indeks Harapan Hidup. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 20062010 ...... Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 20062010 ....................................1 Tabel 8.... Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 .... Rencana Hasil RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 ..... Analisa SWOT . Rasio Pendapatan dengan Belanja Dalam Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2006-2010............ Hubungan Fokus Pembangunan Sektoral dengan Isu Strategis ......... Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan Kabupaten Malang Tahun 2011-215 .........................28 Tabel 2................................. Perkembangan Industri dan Perdagangan Tahun 2006-2009 .41 Tabel 2..................................................8 Tabel 3.......... Perkembangan Kelistrikan Tahun 2006-2009 .........6 Tabel 3............31 Tabel 2..................... Asset Daerah Tahun Anggaran 2005-2009 ....................7 Tabel 3...... Ekuitas Dana Tahun Anggaran 2006-2009 ................ Perkembangan Ketenagakerjaan Tahun 2007-2009 ...................iii Tabel 2...................................35 Tabel 2................. Kebijakan Umum dan Program Kabupaten Malang ... Daerah Yang Potensi Andalannya Sama Dengan Kabupaten Malang ........................ Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 20102015 .....................................................................................................29 Tabel 2... Perkembangan Telekomunikasi Tahun 2006-2009 ..... Kematian Bayi...................2 Tabel 3..3 Tabel 3...42 Tabel 3......1 Tabel 4............................... Jumlah Kewajiban Dan Ekuitas Dana Tahun Anggaran 2006-2009 .......................1 Tabel 9............................38 Tabel 2.................40 Tabel 2.30 Tabel 2.......1 Tabel 9.....................................................................................39 Tabel 2........................................................ Proyeksi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 .........5 Tabel 3.........36 Tabel 2..........................32 Tabel 2...............37 Tabel 2....... Paramedis dan Sarana Prasarana Kesehatan Tahun 2006-2009 .............................. Perkembangan Jumlah dan Nilai Investasi PMDN/PMA Tahun 2008-2009 ........1 Tabel 3.................... Perkembangan Sarana Transportasi Tahun 20062009 ...... Hutang/Kewajiban Tahun Anggaran 2006-2009 .................. Potensi Mineral di Kabupaten Malang ................................. Angka Kriminalitas Tahun 2006-2009 ........................................................................... Perkembangan Peran Sektoral Dalam Perekonomian Berdasarkan PDRB ADHK Tahun 2006-2010 ..........................4 Tabel 3................... Perkembangan Jumlah Dokter.......................... Kematian Anak dan Ibu Tahun 2006-2009 ......

................................ Gambar 2.......... Gambar 3............. Gambar 3..1 Kerangka Hubungan Antara Kebijakan Keuangan Daerah/APBD dengan RKPD dan Visi.......1 Hubungan RPJMD Kabupaten Malang dengan Dokumen lainnya .................... 5 23 44 45 ......................... Strategi RPJMD ..................iv DAFTAR GAMBAR Gambar 1..........................................................1 Peta Wilayah Pengembangan Kabupaten Malang ... Misi.2 Kerangka Hubungan Antara Strategi dan Komponen APBD .............

sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 telah ditetapkan proses pelaksanaan desentralisasi dimana Pemerintah Pusat memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan serangkaian proses. politis.1. namun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008 maka Ibukota Kabupaten Malang dipindahkan dari Wilayah Kota Malang ke wilayah Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. demokratis. bottom-up dan top down process. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang Periode 2010-2015 ini adalah hasil pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 yang disahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik. Dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta peraturan perundangan di era desentralisasi memperlihatkan komitmen politik pemerintah untuk menata kembali dan meningkatkan sistem. Adapun tujuan umum pembentukan Kabupaten Malang selaras dengan semangat dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan warisan leluhur pendahulu yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur material spiritual diatas dasar kesucian yang langgeng (abadi) dan dikenal dengan sesanti Satata Gama Karta Raharja. terpadu.35–803 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Malang Provinsi Jawa Timur serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132. Ini bermakna bahwa perencanaan daerah selain diharapkan memenuhi kaidah penyusunan rencana yang sistematis. mekanisme dan tahapan perencanaan . prosedur dan kualitas proses perencanaan dan penganggaran daerah. juga kepemilikan rencana (sense of ownership) menjadi aspek yang perlu diperhatikan. dan pembangunan daerah berkelanjutan.35–804 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Malang dan Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Malang Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan stakeholders dan legislatif dalam proses pengambilan keputusan perencanaan menjadi sangat penting untuk memastikan rencana yang disusun mendapatkan dukungan optimal bagi implementasinya. partisipatif.LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR TANGGAL : : 2 TAHUN 2011 13 MEI 2011 BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam peraturan dan perundangan baru. mekanisme. penyusunan rencana dikehendaki memadukan pendekatan teknokratis. demokratis. Latar Belakang Pemerintah Kabupaten Malang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 2 Tahun 1965 dengan pusat pemerintahan berada di Kota Malang. konsisten dengan rencana lainnya yang relevan. transparan dan akuntabel.

terukur (measurable). Selanjutnya sebagaomana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional disebutkan bahwa perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis. Dalam rangka tetap menjaga sinkronisasi perencanaan antar level pemerintahan dalam jangka menengah baik dalam hal program pembangunan di daerah.2 yang dapat menjamin keselarasan pembangunan antar daerah tanpa mengurangi kewenangan yang diberikan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 ini pula diamanatkan bahwa daerah kabupaten/kota wajib memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. maka RPJMD Kabupaten Malang disusun dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 dan memperhatikan RPJM Nasional Tahun 2010–2014 dan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009–2014 yang telah ditetapkan lebih dahulu. penganggaran. evaluasi. Sebagai suatu dokumen rencana yang penting sudah sepatutnya Pemerintah Daerah bersama DPRD. misi. dan tanggap terhadap perubahan. Selanjutnya pula berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 bahwa RPJMD ditetapkan paling lambat 6 bulan setelah Kepala Daerah dilantik. provinsi. sehingga perencanaan pembangunan daerah harus disusun secara terpadu (integrated). Perencanaan pembangunan daerah tersebut disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. terarah. dan masyarakat memberikan perhatian penuh pada proses penyusunan dokumen RPJMD. adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-Undang 32 Tahun 2004. dapat dilaksanakan (aplicable) dan berkelanjutan (sustainable). Pada tahapan pembangunan pertama RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 selama kurun waktu 5 tahun yang lalu banyak permasalahan pembangunan di Kabupaten Malang yang telah ditangani dan mengalami perubahan yang cukup signifikan baik dalam segi pelayanan pemerintahan maupun pembangunan kesejahteraan masyarakat. Tata Cara Penyusunan. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. demikian juga perencanaan pembangunan daerah. Meningkatnya kepercayaan masyarakat antara lain disebabkan banyaknya permasalahan yang dapat diatasi . Yang merupakan penjabaran dari visi. dan yang tentunya diikuti dengan pemantauan. maupun pusat. dan review berkala atas implementasinya. Undang–Undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan bahwa daerah kabupaten/kota yang memiliki Kepala Daerah baru diharuskan memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi. terpadu. Dokumen RPJMD ini disusun guna menjabarkan visi dan misi serta program Kepala Daerah terpilih sesuai dengan janji-janjinya di masa kampanye berdasarkan isu dan permasalahan strategis dan potensi Kabupaten Malang. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dijelaskan bahwa pengertian RPJMD adalah dokumen rencana pembangunan jangka menengah. pelaksanaan dan pengawasan.

serta landasan operasional sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. dijelaskan bahwa periodesasi RPJMD sesuai dengan masa jabatan Kepala Daerah terpilih terhitung sejak dilantik sedangkan Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang dilantik pada tanggal 26 Oktober 2010. 3. 4. 6.2. Dasar Hukum Penyusunan Dalam menyusun RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku antara lain 1) landasan idiil Pancasila. walaupun masih banyak permasalahan pembangunan dan kemasyarakatan yang masih harus ditangani kedepan. 2. 2) Landasan konstitusional Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. RPJMD sebagai dokumen perencanaan 5 tahunan merupakan penjabaran RPJPD yang memiliki kurun waktu 20 tahun. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965. maka dengan demikian RPJMD Kabupaten Malang ditetapkan periodesasinya Tahun 2010-2015. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerahdaerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur. . dengan demikian dapat mensinergikan ketiga kekuatan utama pembangunan yaitu pemerintah dan DPRD. substansi materi didalamnya harus mengacu dan mengarah bagi terwujudnya ketentuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan pemanfaatan ruang baik kebijakan struktur ruang maupun pola ruang. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dunia usaha serta masyarakat. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. walaupun secara substansi perencanaan Tahun 2010 sudah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 yang telah dilaksanakan serta telah dipertanggung jawabkan melalui Laporan Keterangan Pertangung Jawaban (LKPJ) Tahun 2010 tanggal 14 Maret 2011. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.3 secara bersama serta memberikan rasa kepuasan kepada masyarakat. Dengan demikian. 1. RPJM Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010–2015 merupakan dokumen perencanaan kebijakan pembangunan 5 tahun kedepan. RPJMD selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan perencanaan tahunan dan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/915/II/Bangda tanggal 3 Maret 2011 perihal Konsultasi Rancangan Akhir RPJMD dan RKPD. Namun hal yang mendasar dari keberhasilan pembangunan 5 tahun tahap pertama RPJPD Kabupaten Malang adalah telah mampu menggeser paradigma pembangunan dari ketergantungan sepenuhnya kepada pemerintah menjadi pembangunan terpadu antar stakeholder dan paradigma pembinaan masyarakat menjadi pemberdayaan serta mampu pula merubah paradigma aparatur dari kebiasaan yang minta dilayani menjadi melayani masyarakat. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. 5.

20. 14. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. 18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 15. 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.4 7. 21. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014. Tata Cara Penyusunan. 10. 23. 22. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 11. 8. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Pemerintahan Daerah Provinsi. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025. 19. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 9. 17. 16. . Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 12. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

4) penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. 1.1 RPJM Nasional RPJM Nasional Tahun 2010-2014 menyebutkan bahwa visi Indonesia Tahun 2010-2014 adalah terwujudnya Indonesia yang sejahtera. 2) memperkuat pilar-pilar demokrasi. 2) perbaikan tata kelola pemerintahan. dan meningkatkan kesejahteraan sosial rakyat. (3) kesehatan.3. dan mempunyai satu misi mewujudkan makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat. (7) iklim investasi dan usaha. demokratis dan berkeadilan. 3) Meningkatkan percepatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. 5) Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. 3) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. dan inovasi teknologi. 2010-2015 RENJA SKPD RTRW PROVINSI JATIM RKPD KABUPATEN 1. (5) ketahanan pangan. 3) penegakan pilar demokrasi. serta (11) kebudayaan. serta dengan misi 1) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. (9) lingkungan hidup dan bencana. Dengan 11 prioritas pembangunan nasional yaitu (1) reformasi birokrasi dan tata kelola. terutama pertanian dan pedesaan. kreativitas. terdepan. serta meningkatkan perbaikan pengelolaan .1 Hubungan RPJMD Kabupaten Malang dengan Dokumen lainnya RPJM NASIONAL RPJPD KABUPATEN RPJMD PROVINSI JATIM RPJMD KABUPATEN MALANG RTRW KABUPATEN RENSTRA SKPD TH. meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan. terutama bagi masyarakat miskin. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan lainnya Gambar 1. (6) infrastruktur. terutama melalui pengembangan agroindustri/agrobisnis. 4) Memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup. (8) energi.3. terluar.2 RPJMD Provinsi Jawa Timur RPJM Daerah Jawa Timur Tahun 2009-2014 memiliki visi terwujudnya Jawa Timur yang makmur dan berakhlak dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.3. (4) penanggulangan kemiskinan. (2) pendidikan. memberdayakan ekonomi rakyat. (10) daerah tertinggal.5 1. 2) Memperluas lapangan kerja. serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur. terutama wong cilik. Untuk mewujudkan visi misi tersebut maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki 9 agenda utama yaitu 1) Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Untuk mewujudkan visi misi tersebut Pemerintah memiliki 5 agenda pembangunan yaitu 1) Pembangunan Ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. dan paskakonflik.

2) SWP Malang Raya. 6) SWP Blitar. 4) WP IV Tumpang. 2) Kebijakan dan strategi penetapan struktur ruang wilayah daerah memuat kebijakan dan strategi sistem perdesaan. 8) SWP Banyuwangi. RTRW Kabupaten Malang sampai dengan akhir 2009 sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 11 Tahun 2003 yang mengarahkan Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) menjadi 8 SSWP yaitu 1) SSWP I Ngantang 2) SSWP II Lingkar Kota Malang 3) SSWP III Lawang 4) SSWP IV Tumpang 5) SSWP V Kepanjen 6) SSWP VI Donomulyo 7) SSWP VII Gondanglegi 8) SSWP VIII Dampit. dan penghormatan hak asasi manusia. penetapan pola ruang wilayah. dan penataan ruang. dan meningkatkan peran pemuda. 1. 5) Mewujudkan percepatan reformasi birokrasi. industri dan pariwisata. 7) Meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan. supremasi hukum. 4) SWP Kediri dan sekitarnya. menggambarkan rencana sistem pusat pelayanan permukiman perdesaan dan perkotaan serta sistem perwilayahan di Provinsi Jawa Timur sehingga terjadi pemerataan pelayanan. 8) Meningkatkan keamanan dan ketertiban. kebijakan dan strategi pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah. 1. kebijakan dan strategi sistem perkotaan. Sedangkan kedudukan Kabupaten Malang di dalam orde-orde perkotaan di Provinsi Jawa Timur. 7) SWP Jember. .4 RTRW Kabupaten Malang Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Malang adalah 1) Kebijakan dan strategi perencanaan ruang wilayah yang meliputi penetapan struktur ruang wilayah. 9) SWP Madura dan Kepulauan.3. 3) SWP Madiun dan sekitarnya. Kabupaten Malang termasuk dalam Orde II-B yang memiliki fungsi utama sebagai penunjang sistem metropolitan dan sebagai pusat pertumbuhan wilayah dengan potensi utama pertanian. 6) WP VISumbermanjing Wetan.6 sumber daya alam. 6) Meningkatkan kualitas kesalehan sosial demi terjaganya harmoni sosial.3. kebijakan dan strategi penetapan fungsi kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan. 5) WP V Turen dan Dampit. Lumajang. serta mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga.3 RTRW Provinsi Jawa Timur Arahan Pengembangan Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur yang cukup terkait dengan Kabupaten Malang adalah tentang struktur pemanfaatan ruang wilayah. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang SSWP diubah menjadi 6 Wilayah Pengembangan (WP) yang terdiri 1) WP I lingkar kota Malang 2) WP II Kepanjen 3) WP III Ngantang. 9) Mewujudkan percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial ekonomi dampak lumpur panas Lapindo. dan meningkatkan pelayanan publik. serta terjaminnya kesetaraan gender. penetapan kawasan strategis serta penetapan fungsi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Perwilayahan Jawa Timur direncanakan dalam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) dengan kedalaman penataan struktur pusat permukiman perkotaan yang dibagi dalam 9 SWP yaitu 1) SWP Gerbangkertosusila Plus. 5) SWP Probolinggo. mendorong pertumbuhan wilayah di perdesaan dan perkotaan.

pendanaan dan prakiraan maju. 3) Mengembangkan perekonomian berbasis pertanian. b) lokasi kegiatan. serta diarahkan pula pada sasaran untuk melanjutkan program-program RPJMD Tahap I yang belum terselesaikan. 4) Mengembangkan sistem pengamanan. adalah sangat penting bagi SKPD untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi dan misi Kepala Daerah terpilih dan RPJMD. perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup. tetapi semua harus berkesinambungan dari periode ke periode berikutnya dalam rangka mewujudkan sasaran pokok pembangunan jangka panjang.5 RPJPD Kabupaten Malang RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyusunan RPJMD karena RPJMD Tahun 2010-2015 ini merupakan bagian tahapan pembangunan kedua. e) pagu indikatif dan prakiraan maju. industri. kebijakan.7 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Malang RKPD merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode satu tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat a) rancangan kerangka ekonomi daerah b) program prioritas pembangunan daerah dan c) rencana kerja. perdagangan dan pariwisata yang didukung infrastruktur yang memadai. Dalam konteks ini. dan terpadu ke dalam tujuan. . 7) Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. kelautan. program dan kegiatan prioritas SKPD serta dilengkapi dengan indikator atau tolok ukur pencapaiannya. dan disajikan secara sistematis.3.8 Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 tahun yang merupakan penjabaran dari Renstra SKPD yang memuat: a) program dan kegiatan. 1. Prioritas utama menggambarkan makna strategis dan urgensi permasalahan.3.3. pengangguran dan perbaikan iklim ketenagakerjaan. yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS.3. kemudian menerjemahkan kedalam rencana strategis SKPD. 6) Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.6 Renstra SKPD Penyusunan Renstra SKPD harus mengacu dan berpedoman pada RPJMD. Oleh karena itu tekanan skala prioritas dalam setiap tahapan berbeda-beda.7 1. 5) Mengurangi kemiskinan. 2) Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. d) kelompok sasaran. Kinerja penyelenggaraan urusan SKPD akan sangat mempengaruhi kinerja pemerintahan daerah dan Kepala Daerah selama masa kepemimpinannya. pertambangan. Tahapan dan skala prioritas yang ditetapkan ini mencerminkan urgensi permasalahan yang hendak diselesaikan tanpa mengabaikan permasalahan lainnya. strategi. 1. 1. c) indikator kinerja. atas dasar pemikiran tersebut tahapan skala prioritas utama dalam Tahapan Pembangunan kedua RPJPD (2010-2015) yaitu: 1) Meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat dengan mengembangkan sistem informasi hukum. meningkatkan kualitas keluarga dan pengarusutamaan gender.

2. MISI.1.3. Kaidah Pelaksanaan 1. Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang 4.1.3.4. Strategi Pembangunan 6.3. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan Lainnya 1. Aspek Pelayanan Umum 2.2.1.1.2.5.1 Maksud 1. Maksud dan Tujuan 1.2. Latar Belakang 1.5. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1. Arah Kebijakan Umum 6. Misi 5. Maksud dan Tujuan BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.8 1.3. TUJUAN DAN SASARAN 5.2.4. Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS 4. Kinerja Keuangan Masa Lalu 3.5.3.1.4. Sebagai pedoman atau acuan dalam menetapkan arah kebijakan pembangunan dan strategi pembangunan daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang serta dalam rangka menjamin keberlanjutan pembangunan jangka panjang (sustainibility development) dan konsistensi antara perencanaan. Kerjasama Antar Kabupaten/Kota BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA BAB IX INDIKATOR KINERJA DAERAH BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10. Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang 4. Pedoman Transisi 10.2. Agenda dan Prioritas Pembangunan 6. Fokus Pembangunan Sektoral BAB V VISI.4. pelaksanaan dan pengawasan pada setiap tahun anggaran selama 5 (lima) tahun yang akan datang sehingga secara .2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2.3. Aspek Geografi dan Demografi 2. Tujuan 5. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6. Sistematika Penulisan 1. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3. Visi 5.1. Sasaran BAB VI AGENDA. Dasar Hukum Penyusunan 1. penganggaran.1.4.5. Icon Promotif 6. Aspek Daya Saing Daerah BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN 3.

Tersedianya dokumen RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 sebagai indikator evaluasi kinerja lima tahunan pemerintah daerah. 2. Menciptakan sinergitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah. 3. efisien.2. 4. 2. berkeadilan dan berkelanjutan. sinkronisasi dan sinergi antar pelaku pembangunan di Kabupaten Malang serta menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efektif. legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap program-program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu 5 tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.5. antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintah. Menjamin terciptanya integrasi. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif.9 bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Malang. Tujuan 1. . 1.

339 m). Batok (2. Kasembon.534. Karangploso. 3. Selatan dan Barat wilayah Kabupaten Malang: G. Kepanjen. Wajak. Karakter Lokasi dan Wilayah Wilayah Kabupaten Malang terletak pada wilayah dataran tinggi dengan koordinat antara 112O17’10.868 m). Pegunungan Kendeng (600 m). yang tersebar pada wilayah perkotaan dan perdesaan dan terletak antara 0–2000 m dari permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Malang adalah 3. Secara administrasi wilayah Kabupaten Malang berbatasan dengan: Sebelah Utara : Kabupaten Pasuruan.1.90” – 122O57’00.676 m). Memiliki 18 sungai besar. Dengan kondisi topografi seperti ini mengindikasikan potensi hutan yang besar. Pagelaran. diantaranya Sungai Brantas sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur. Welirang (2.BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2. Timur.Bromo (2.45” Lintang Selatan. Mojokerto dan Jombang Sebelah Timur : Kabupaten Lumajang Sebelah Selatan : Samudera Indonesia Sebelah Barat : Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri Lingkar dalam : Kota Malang dan Kota Batu Kondisi topografis Kabupaten Malang merupakan dataran tinggi yang dikelilingi oleh beberapa gunung dan dataran rendah atau daerah lembah pada ketinggian 250-500 meter dari permukaan laut yang terletak di bagian tengah wilayah Kabupaten Malang. Dau. Bantur.86 km2 atau 353. 378 Desa. Kalipare. Terdapat 9 gunung dan 1 pegunungan yang menyebar merata di sebelah Utara. Jabung.11” – 8O26’35. Ampelgading dan Tirtoyudo. Wilayah bergelombang terletak di wilayah Sumbermanjing Wetan. daerah lereng Tengger Semeru di bagian Timur membujur dari Utara ke Selatan pada ketinggian 500-3600 meter dari permukaan laut dan daerah lereng Kawi Arjuno di bagian Barat pada ketinggian 500-3. G. Kromengan. Panderman (2. Poncokusumo. G. . Ngantang. G. Dampit. G. G. Pakis. Gondanglegi. G.718 Rukun Tetangga (RT). Wagir dan Wonosari. Probolinggo. Turen. terdiri dari 33 Kecamatan 12 Kelurahan. Gedangan. Anjasmoro (2. Sumberpucung.1 Aspek Geografi 1.300 meter dari permukaan laut. Kawi (2.1 Aspek Geografi dan Demografi 2.731 m). 7O44’55.Semeru (3. G. Kelud (1. Tajinan. Arjuno (3.156 m). Donomulyo. Lawang.486 ha terletak pada urutan luas terbesar kedua setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur.329 m).277 m). Pakisaji sebagian Kecamatan Singosari.00” Bujur Timur.217 Rukun Warga (RW) dan 14. Wilayah datar sebagian besar terletak di Kecamatan Bululawang.040 m). Pagak. memiliki sumber air yang cukup yang mengalir sepanjang tahun melalui sungai-sungainya untuk mengaliri lahan pertanian. Daerah dataran tinggi merupakan daerah perbukitan kapur (Gunung Kendeng) di bagian Selatan pada ketinggian 0-650 meter dari permukaan laut. Ngajum. Daerah terjal perbukitan sebagian besar di Kecamatan Pujon.651 m). G.

Potensi Pengembangan Wilayah Secara geografis wilayah Kabupaten Malang merupakan pegunungan. Kecamatan . hortikultura. 2) Pengembangan jalan Malang–Batu. rawa/waduk 0. pariwisata serta transportasi udara. Klasifikasi pengembangan wilayah adalah hutan bakau.3%. dataran rendah dan pesisir. pengangguran. longsor.5%. pertanian (tanaman pangan.5%.2%. Kecamatan Bululawang. perkebunan).6%. kirab dan gebyar Suroan. vegetasi yang beragam seperti bunga abadi edelweis. hutan 28.11 Kondisi topografis pegunungan dan perbukitan menjadikan wilayah Kabupaten Malang sebagai daerah yang sejuk dan banyak diminati sebagai tempat tinggal dan tempat peristirahatan. Pesarean yang dikeramatkan. permukiman dan hutan.1% padang rumput/tanah kosong 0. perkebunan 6%. sumber daya manusia yang rendah. Curah hujan rata-rata terendah terjadi pada bulan Juni. 3) Peningkatan konservasi lingkungan.3%. perkebunan. d) potensi alam Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan memiliki potensi perikanan tangkap dan olahan yang sangat besar. Kecamatan Wagir. dengan prioritas pengembangan infrastruktur. Kecamatan Ngajum. dan pengembangan permukiman.2%. Suhu udara rata-rata berkisar antara 19.1º C hingga 26. kerusakan hutan. Kecamatan Pakisaji. dataran tinggi. b) Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari dengan aktifitasnya antara lain adanya mitos dan kepercayaan tentang Gunung Kawi dan komodifikasi budaya termasuk Kirab Budaya Agung. Kecamatan Singosari. c) Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang yaitu keindahan bendungan yang dikelilingi gunung. industri. Kecamatan Karangploso. erosi. perikanan darat. 1) Peningkatan akses jalan tembus terkait Kota Malang. Kecamatan Pakis). Kecamatan Wonosari. flora fauna yang sangat indah. Untuk efektifitas dan efisiensi percepatan dan pemerataan pembangunan Kabupaten Malang dibagi menjadi 6 wilayah pengembangan (WP): 1) WP lingkar Kota Malang yang berorientasi ke Kota Malang (meliputi Kecamatan Dau. lain-lain 3. 2) WP Kepanjen dengan pusat di perkotaan Kepanjen (meliputi Kecamatan Kepanjen. Beberapa permasalahan pengembangan wilayah adalah kerusakan alam dan lingkungan seperti banjir. Kecamatan Tajinan. Sedangkan potensi pengembangan wilayah diarahkan ke pengembangan kawasan a) Gunung Bromo di Kecamatan Poncokusumo meliputi potensi alam yang sangat indah. 2. tanah tandus/tanah rusak 1.6º C.2%. memiliki potensi pengembangan sub sektor perdagangan dan jasa. tambak kolam 0. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 71º C hingga 89º C dan curah hujan rata-rata berkisar antara 2 mm hingga 780 mm. Kecamatan Lawang. sawah 13%. terbatasnya ketersediaan lahan.8%. Struktur penggunaan lahan meliputi: permukiman/kawasan terbangun 22. pertanian lahan kering 23. alih fungsi lahan. kekeringan. tambang galian C 0. dan tertinggi pada bulan Desember. aktifitas keagamaan dan acara ritual Yadnya Kasada dari masyarakat Tengger yang memiliki keunikan sendiri. industri 0. 4) Peningkatan kualitas koridor jalan Kota Malang-Bandara Abdul Rahman Saleh.

di WP ini dikembangkan Kawasan Agropolitan Poncokusumo termasuk pengembangan kawasan wisata menuju Gunung Bromo dan kawasan Minapolitan Wajak. Kecamatan Poncokusumo. 3) Peningkatan pengelolaan tanah pada kawasan rawan longsor sepanjang Pujon–Ngantang–Kasembon–Kandangan. perikanan darat. Kecamatan Donomulyo. pariwisata. Kecamatan Pagak. 4) Peningkatan irigasi dan sediaan air. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan utama Pakis–Tumpang– Poncokusumo–Ngadas–Bromo. kehutanan serta pariwisata pilgrim. hortikultura. industri. Peternakan. Kecamatan Kasembon). Perikanan serta Industri. 3) Jalan tembus utama antar kecamatan. Kecamatan Dampit. Kecamatan Kalipare. WP Sumbermanjing Wetan dengan pusat pelayanan di perkotaan Sendangbiru (meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan. pertanian (tanaman pangan. pertanian (tanaman pangan. Kecamatan Pagelaran). 4) Percepatan penyelesaian JLS. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan menuju perdesaan pusat produksi. 2) Jalan menuju pantai selatan (untuk perikanan dan pariwisata). Kecamatan Jabung). hortikultura dan perkebunan). Kecamatan Pujon. pertambangan. perkebunan). perikanan laut. 2) Jalan pada pusat ekonomi di perdesaan. hortikultura. dan pusat pelayanan ekonomi di Dampit. pertanian (tanaman pangan. Kecamatan Wajak. dan pengembangan permukiman. Kecamatan Ampelgading) dengan pusat pelayanan sosial di Turen. memiliki potensi pengembangan sub sektor pertanian (tanaman pangan dan perkebunan). Kecamatan Tirtoyudo. WP Tumpang dengan pusat pelayanan di perkotaan Tumpang (meliputi Kecamatan Tumpang. 2) Peningkatan akses menuju Gunung Kawi dan Wisata Ngliyep. dikawasan ini dikembangkan peternakan kambing Peranakan Etawa (PE). Kecamatan Sumberpucung. pariwisata serta kehutanan. 4) Perbaikan sistem irigasi dan sediaan air. 3) Jalan penghubung antar sentra ekonomi di perdesaan dengan pusat kecamatan. peternakan. 3) Jalan khusus penunjang ekonomi sekaligus untuk evakuasi bencana (bila terjadi letusan Gunung Semeru) dan kemungkinan tsunami. Kecamatan Gedangan. industri serta perikanan air tawar. sayuran. pariwisata serta kehutanan. dan perkebunan). tanaman pangan). dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan menuju sentra produksi pertanian di perdesaan. peternakan. memiliki potensi pengembangan sub sektor perdagangan dan jasa skala Kabupaten. 5) Peningkatan sediaan air bersih pada kawasan rawan kekeringan. perikanan laut.12 Kromengan. memiliki potensi pengembangan sub sektor pertanian (perkebunan. peternakan. WP Turen dan Dampit (meliputi Kecamatan Turen. dengan prioritas pengembangan infrastruktur 1) Jalan Lingkar Timur dan penyelesaian Jalan Lingkar Barat Kepanjen. WP Ngantang dengan pusat pelayanan di perkotaan Ngantang (meliputi Kecamatan Ngantang. dengan prioritas 3) 4) 5) 6) . industri. 2) Jalan penghubung dengan Blitar dari Ngantang. 4) Peningkatan sediaan air di perdesaan dan penunjang irigasi. Kecamatan Gondanglegi. memiliki potensi pengembangan sub sektor pariwisata. memiliki potensi pengembangan di sub sektor pariwisata antara lain Bendungan Selorejo. industri. Kecamatan Bantur).

Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki 1. Bantur.230.889 jiwa.13 pengembangan infrastruktur 1) Jalan kearah perdesaan pusat produksi.482 0.691 1. Poncokusumo.5% namun sebagai konsekuensi daerah penyangga Kota Malang dan Kota Batu serta percepatan pembangunan lingkar Kota Malang.401. Tingkat pertumbuhan rata-rata 5 tahun terakhir 0.201. Gedangan. Wilayah Rawan Bencana Dengan kondisi topografis Kabupaten Malang yang bergunung-gunung serta memiliki bentang wilayah yang sangat luas selain memiliki potensi keindahan dan kesuburan juga memiliki potensi rawan bencana banjir.75 679 2008 3. Sumbermanjing Wetan dan Ampelgading. 3) Pengembangan pelabuhan berskala nasional. Gedangan dan Sumbermanjing Wetan.297 1.535 2.189. 5) Peningkatan irigasi dan sediaan air. 2.2%).419.535 Jumlah penduduk jiwa 2.779 1. 2) Daerah rawan banjir meliputi wilayah Kabupaten Malang sebelah Barat yaiku Kecamatan Ngantang.1. Kota Kepanjen dan wilayah Malang Selatan dengan terbukanya Jalan Lintas Selatan (JLS) maka untuk 5 tahun kedepan diasumsikan pertumbuhan penduduk rata-rata 0.180. erosi. yaitu antara lain: 1) Daerah rawan longsor berada di wilayah sebelah Timur dan Selatan meliputi Kecamatan Tumpang.461 jiwa (50.623 -0.419.461 1.21 686 Dari data diatas pertumbuhan dalam 5 tahun rata-rata sebesar 0.083 Pertumbuhan % 1.1 Perkembangan Kependudukan Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2 Luas wilayah km 3. longsor dan juga tsunami.535 2.413. 3.624 1.189.08 penduduk Kepadatan 2 jw/ km 688 penduduk Sumber : BPS Kab.2 Aspek Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Malang sebanyak 2.001 1.4 %. Bantur. 4) Jalur jalan khusus untuk evakuasi bencana (kemungkinan tsunami).535 2.221.8 % sehingga prakiraan jumlah penduduk dalam 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut: .233.535 2. 3) Daerah rawan tsunami meliputi wilayah Kabupaten Malang bagian Selatan yaitu Donomulyo.309 0.887 1. 2) Jalan menuju pantai selatan terutama ke Sendangbiru dan Bajulmati (untuk perikanan dan pariwisata).25 685 2010 3.227.739 Jumlah Perempuan jiwa 1. Malang. Jabung.426 jiwa (49. dan tingkat kepadatan sebesar 685 jiwa/Km².443. Pujon dan Kasembon.230.822 Jumlah Laki-laki jiwa 1.186.609 1.419.218.51 683 2009 3. dikawasan ini dikembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sendangbiru dan direncanakan pembangunan pelabuhan umum.191. Perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Malang 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2.426 0. 2010 2007 3.8%) dan perempuan 1.

934 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.934 2010 462.445 219.076 336.845.805 719 821 Luas wilayah km 3.4 Mata Pencaharian Penduduk Tahun 2006–2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 2009 462.445 Perindustrian orang 206.064 73.09 2010 491.BPS jiwa 2.255 Jasa orang 129.142 201.535 3.2 Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 Uraian Satuan 2 2011 2012 2013 2014 2015 3. Malang.445 219.402 2.813 383. 18% di sektor industri.336 2. Malang.585 70.930 2.658 4. hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. 2010 187.542.789.934 Pertanian orang 464.535 3.255 133. 11 % di sektor jasa dan sisanya 32 % di sektor yang lain.30 PUS Peserta KB orang 175.221 133.429 Prosentase Peserta KB dg % 71.14 Tabel 2.75 PUS pasangan 455.502.209 465.061 353.255 133.378 74.535 Juml penduduk: .863 2.899.103 381.221 129.768 333.813 381. 2010 .856 Kepadatan: 2 .171 462.522.748 .535 3.230 Mata pencaharian penduduk hampir 40 % didominasi sektor pertanian.BPS jiwa/km 697 702 708 714 2 .103 381.535 2. Malang. Jika dilihat dari perkembangan jumlah peserta KB aktif di Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 mengalami peningkatan yang cukup tinggi yang bermakna bahwa tingkat kesadaran masyarakat juga sudah meningkat.585 219.71 2009 483.171 464.482.103 Lain-lain orang 383.63 72.Dispenduk jiwa 2.Dispenduk jiwa/km 789 797 805 813 Sumber : BPS dan Dinas Kependudukan dan Capil Kab.112 184.817. secara rinci mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.706 Mandiri Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.489 4.585 206.229 2.726 2.873.158 2.658 Pertambangan orang 4.336 Peserta KB aktif Orang 326.463.489 4.658 4.481 367. 2010 diolah Salah satu faktor yang juga berpengaruh terhadap perkembangan jumlah penduduk diatas adalah pelaksanaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Malang.320 201.3 Perkembangan Jumlah Peserta KB dan PUS Tahun 2006 -2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 471.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang selama 5 tahun terakhir rata-rata sebesar 5.035.250.112 2.-.132.915.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2. Malang.873 2008 2.01 5.321 127.537..161 3.144.6 Perkembangan PDRB.338. % 5.321 127.866 14. 2010 2009 31.282 ADHK Pertumb.400.2.144 5.456 5.325.937 12.822 25.147 16.170 60.147 16.542.873 2007 2. Katolik serta sarana peribadatan secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.635 11. Kristen.034 43 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.35 .543 17.894 5.161 3. PDRB Per Kapita.997.576 3.170 60.207 13.303 2010 31.349 9.97 7.1 Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Kabupaten Malang merupakan satu Kabupaten yang tergolong memiliki tingkat aktifitas ekonomi yang cukup tinggi. 2010 2 .036.50 7.482 27.619.5 Perkembangan Jumlah Pemeluk Agama Tahun 2006-2010 Uraian Islam Kristen Katolik Hindu Buddha Lain-lain Satuan orang orang orang orang orang orang 2006 2.479 20.617.854 62.183 12.112 2.702.25 6.250. Secara umum aktifitas ekonomi Kabupaten Malang yang tinggi selama 5 tahun terakhir mengalami trend kenaikan yang positif hal ini dicerminkan dari pertumbuhan PDRB baik Atas Dasar Harga Konstan maupun Atas Dasar Harga Berlaku.288.915 9.417 22.232.74 6. hal ini terlihat dari besarnya jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB Kabupaten Malang yang dalam 5 tahun terakhir selalu masuk 5 besar di Jawa Timur. Malang.034 43 2010 2.576 3.2-5.429 43 2009 2.128 ADHB PDRB Juta Rp 11.446 ADHB PDRB/K APITA Rp.76 7.977. Tabel 2.981.8%.882.573. 12.479 20.030 5.308.088 ADHK PDRB/K APITA Rp. Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk yang terbesar kedua di Jawa Timur mengakibatkan tingkat PDRB perkapita masih relatif rendah. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 PDRB Juta Rp 19.543 17.257 21.8% dan inflasi pada Tahun 2010 berkisar 6.716.087.994 14.030. 7. Seiring dengan hal tersebut PDRB per kapita ADHB juga meningkat pada Tahun 2006 sebesar Rp.76 Ekonomi Inflasi % 11.712 5.878.338. 4. 7.15 Mayoritas penduduk Kabupaten Malang beragama Islam.997.349 9.084 5.586 10.61 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.09 5.sedangkan pada Tahun 2010 sebesar Rp.

37 5.81 7.795 17.168. Pertanian 2.5-4. Hotel & Restoran 7.93 5.8 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian Pertumbuhan ekonomi Primer 1.87 6.498. disusul. Pertambangan & Penggalian Sekunder 3.862.394. hotel dan restoran. Malang . Tabel 2.66 5.244.7 Proyeksi PDRB.46 5.4 2006 5. Tingkat inflasi dalam 5 tahun kedepan juga relatif terkendali dengan kisaran 6-7% per tahun.28 7.89 2008 5.68 4.14 6.4 7.376 18.5 5. walaupun masih lamban.6-5.41 4.768 6.32 9. Sedangkan pertumbuhan terendah dan stabil adalah di sektor pertanian dan sektor jasa-jasa yaitu sebesar 4. Keu. Perkapita Pertumbuhan 6. Persewaan & Jasa Persh.2 6.55 2009 5.29 7. 2011 35.244 19.3 9.71 4.30 10.97-6 4.847. Juta Rp.97 4.793 2013 44.189 15.000. PDRB per Kapita. PDRB ADHB Kabupaten Malang pada Tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp.72 3. Pertumbuhan ekonomi sektoral secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini dimana sektor yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding pertumbuhan Kabupaten Malang secara rerata adalah sektor bangunan sebesar 10. Malang.778 16.016. Listrik.2 %.76 4.59 6.3 %.37 5. Industri Pengolahan 4..9 PDRB ADHB 14.1 10.95 4. Pengangkutan & Komunikasi 8.571. Oleh karena itu kontribusi ekonomi diharapkan bergeser pada sektor industri olahan (agroindustri dan pertambangan).8-5.541 6.47 6.3-5.3 6.443.74 4.2 6 5.81 10. Perdag.5% per tahun.54 3. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun 2011-2015 Uraian PDRB ADHB PDRB ADHK Satuan Juta Rp.6 4.12 9.79 4.571 20.05 6.000.7 6.574.08 2010 5.54 4.07 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.097 6. Hal ini disebabkan karena kontribusi sektor yang dominan di Kabupaten Malang adalah sektor primer yang pada umumnya menghasilkan nilai tambah yang sedikit atau dengan kata lain harga jualnya masih relatif rendah dibanding sektor yang lain.. industri pengolahan 8.497.231. Gas dan Air Bersih 5.06 5.4 % Ekonomi 6.123 Rp.5 5.0 8. pertambangan dan penggalian 7.dan PDRB ADHK sebesar Rp.25 4.dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6. Tabel 2.3 2014 48.09 4.925 17.39 6.49 7.000. 53.2 2015 53.847.2 5.9 7 Rerata 5.3 %.430.7 5.895 16.16 Sedangkan untuk proyeksi 5 tahun ke depan.6 Inflasi % Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.000. 2010 .85 10.168.1 4.81 2007 6.839.4 %.216 19.636.008.9 6.5 6-5.6 5.926 2012 40. 19. 2010 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang menunjukkan trend positif dalam 5 tahun terakhir.0 10. Jasa-jasa 3.23 5. Bangunan Tersier 6. 8.302.5 4.14 8.

45 21. Perdag. Tabel 2. Alfamart dan sejenisnya menjamur.2 7.45 8.6 6.5 5 7.69 21.9 7.17 Kontribusi sektoral dalam menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang selama 5 tahun ke depan diproyeksikan terus mengalami peningkatan pertumbuhan dengan pertumbuhan terbesar pada sektor sekunder dan sektor tersier.8 5.63 2. Tabel 2.7 5.0 5.54 1. sementara pertumbuhan sektor primer relatif stagnan.4 3.48 4.2 5.6 7. 6.10 Perkembangan Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 2007 Primer 34.0 5.8 Tersier 6.60 Tersier 45. dan industri pengolahan sebesar 18.38 3.55 1.08 30.0 6. Pertanian 4. Bangunan 1. Listrik.7 6.32 3.97 4. Bangunan 10.9 4. 2010 2013 6.4 2014 6.85 9. Malang. hotel dan restoran sebesar 23.8 8.54 1.05 3.4 8.40 30.1 18.04 2009 33.3 9. Persewaan & Jasa Persh.34 2. guna menyeimbangkan persaingan pasar tradisional dan pasar modern agar dapat bejalan selaras beriringan.74 21. Persewaan & Jasa Persh.8 30 2.93 7.1 6.6 5 7.44 13. untuk itu Pemerintah Kabupaten Malang akan menerapkan regulasi yang tepat.7 1.8 22.19 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.37 1.8 5.03 33.9 13.1 5.9 2. Gas dan Air Bersih 5.3 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.77 45.2 5.9 45. Pertambangan & Penggalian 2.7 7. 3.24 23.68 45. Sektor ini mulai tumbuh dan mencoba bersaing dengan pasar tradional yang terlebih dahulu berkembang.5 2015 6. 2010 2008 33. disusul perdagangan.6 1.47 2. Pertanian 31.54 1. Perdag.9 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sektoral PDRB ADHK Tahun 2011-2015 (dalam persen) Uraian 2011 2012 Pertumbuhan ekonomi 6. Jasa-jasa 13. Malang.24 18.89 3.0 7.67 Sekunder 20. Keu.1 5.85 13.87 4.3 6. Pertambangan & Penggalian 7.7 5 7.86 13.55 1. Hotel & Restoran 6.87 %.04 1. jasa-jasa sebesar 13.68 21.41 3. Gas dan Air Bersih 1.04 23.3 6.3 10.77 %.2 6.65 45.85 4.30 23.16 30.52 45.2 7.04 %.86 13.57 1. Jasa-jasa 5.45 30.9 5.7 4.2 24.57 1.77 2. Listrik.5 6.60 18. Pengangkutan & Komunikasi 4.0 4. Industri Pengolahan 17.87 2.17 %.6 Cukup tingginya aktifitas ekonomi di Kabupaten Malang tidak terlepas dari tingginya aktifitas masyarakat dalam masing-masing sektor ekonomi produktif yang ada di Kabupaten Malang.3 Sekunder 3.9 8.71 23.88 18.41 6.54 5.7 10.17 . Keu.9 8.4 10. Pengangkutan & Komunikasi 5.00 2010 32. Hotel & Restoran 23.91 4. Sektor ekonomi yang memberikan kontribusi paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir adalah pertanian dengan ratarata sebesar 30.0 Rerata 33.34 17. Industri Pengolahan 6.4 6.6 10.4 Primer 1. Tumbuhnya perekonomian Kabupaten Malang juga mengundang sektor retail pasar modern seperti Indomart.

6 2. Industri Pengolahan 18.07 44.66 Primer 31.73 20.56 2009 31.47 3. Bangunan 1.22 23.8 Hal yang sama juga berlaku pada struktur ekonomi ADHB Kabupaten Malang selama kurun waktu 5 tahun terakhir juga masih didominasi oleh sektor pertanian dengan rerata sebesar 29.86 23.74 7.74 2. 3.91 45.04 23.9 2.2 1.95 3.65 4.9 2014 31.7 19.28 23.54 1. Malang. Pertambangan & Penggalian 2.92 3. 2010 .12 Struktur Ekonomi PDRB ADHB Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 2007 2008 31.26 2.32 19.35 5.22 2.58 28.0 12.7 28.86 1. Perdag.11 Proyeksi Struktur Ekonomi PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 (dalam persen) 2011 2012 Primer 32.5 6. Perdag.5 3.82 5.3 4.74 45. Keu.4 4.07 3.26 23. Tabel 2.6 1.1 28.3 22.24 3.9 12.80 12. Pengangkutan & Komunikasi 4.9 22.84 Rerata 31.15% kemudian sektor perdagangan.67 45. Malang.24 Sekunder 22. Gas dan Air Bersih 1.96 1.09 1.70 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.56 20.9 22.2 2.97 31.17 23.08 8.73 12.9 3. Pengangkutan & Komunikasi 5.87 2.1 2.0 1. Pertanian 29.62 1. Pertanian 29.9 24.88 2. Keu.9 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.6 4.8 Sekunder 22.0 Tersier 45.26 1. Hotel & Restoran 23. Tabel 2.3 45.9 2.72 9. Listrik.74 12.1 28.6 2.5 3.1 45. Listrik.71 1.1 1.1 19.32 24. 3.23 23.4 8.9 2015 31.91 5.9 23.90 12.6 29.24 6.9 9.6 2.79 1.96 20.36 23.18 Untuk 5 tahun ke depan.66 3.6 24.2 45.71 12.1% sekunder 23.84 45.9 12.2 7. hotel dan restoran sebesar 23.75 29.26 2.9 12.5 2. Jasa-jasa 12.86 19. Dari data tersebut terlihat bahwa dalam kurun 5 tahun mendatang secara perlahan struktur ekonomi Kabupaten Malang mengalami pergeseran dengan semakin meningkatnya sektor sekunder dan tersier.8 18. Persewaan & Jasa Persh.68 Tersier 45.9 4.1% dan tersier 45.6 5. struktur perekonomian Kabupaten Malang masih didominasi oleh sektor primer dengan perkiraan sebesar 31.5 4. Persewaan & Jasa Persh. Hotel & Restoran 24.71%.8 1. Gas dan Air Bersih 1.4 28.39 29.78 4.82% dan disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 19.4 32.60 2010 30. Jasa-jasa 12. Industri Pengolahan 18.1 24.4 3. Bangunan 1.5 4. Pertambangan & Penggalian 2.9% pada Tahun 2015.7 24.50 1.8 2.3 45.65 4.00 28.93 4.1 1.86 23.9 19. 2010 Uraian 2013 31.15 2.

13 6.51 986.57 milyar dan Rp 1. MALANG 16.014.22 467. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) SSWP II pada tahun berjalan mencapai Rp 7.026.29 milyar.49 Sekitarnya II.44 milyar serta SSWP III Lawang Rp 1.86 19.80 1.26 1.523. SSWP VII Gondanglegi dan sekitarnya Rp 2.31 milyar. Dampit & sekitarnya 2. sektor pertanian dan sektor perdagangan.13 PDRB ADHB per SSWP Tahun 2005–2009 (milyar rupiah) Sub Satuan Wilayah Pengembangan 2005 (SSWP) I.523.79 milyar.472.13 2. posisi perbandingannya.155. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.54 milyar. Kepanjen & sekitarnya 2.763.81 663.06 25.163.44 3.67 milyar.400. Tumpang & sekitarnya 1.51 VI.760.581.103.92 III.29 5.87 1.495.367.76 VII.086. Sebagai gambaran tingkat pemerataan ekonomi antar wilayah di Kabupaten Malang dapat dilihat bahwa selama kurun waktu 2005-2009 kegiatan ekonomi antar SSWP.86 1.916.57 5.48 V.39 % dan sektor sekunder rerata sebesar 23.78 2.973.916.93 3.86 4.912. Posisi pertama dengan nilai nominal PDRB ADHB tertinggi dibangkitkan oleh SSWP II Lingkar Kota Malang.53 3.30 * Angka diperbaiki ** Angka Sementara 2006 2007 2008*) 2009**) 1.45 milyar. Lawang 832.13 di bawah ini : Tabel 2.620. Gondanglegi & 1.034.317.034.760. disusul sektor primer dengan rerata sebesar 31.975.101.340. Ngantang & 1.671.63 IV.81 milyar. sekunder dan tersier maka sektor yang memberikan kontribusi paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir adalah sektor tersier dengan rerata sebesar 45. dilihat dari sisi besaran nilai nominal PDRB ADHB sedikit mengalami perubahan.05 602.754.28 7.72 5.43 2.22 KAB. Rp 1. Pendukung utama PDRB ADHB SSWP II Tahun 2009 adalah sektor industri pengolahan.77 2.595.66 2.32 4.28 %.28 sekitarnya VIII. memasuki Tahun 2009 posisinya belum mengalami perubahan dengan sumbangan sebesar Rp 5.19 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa struktur ekonomi Kabupaten Malang apabila dikelompokkan dalam 3 sektor pokok yaitu primer. SSWP I Ngantang dan sekitarnya Rp 1. yang masing-masing mencapai Rp 2. Ditinjau dari pendekatan produksi.13 milyar.788.558.206. Pada posisi terakhir masih diduduki oleh SSWP VI Donomulyo dengan sumbangan sebesar Rp 663.44 7.37 1.472.514.030.943.79 3. hotel dan restoran.923.37 3.12 27.796.784.036.32 %.036.91 2.468.81 .18 1. Lingkar Kota Malang 4. Donomulyo 397.90 21. Untuk melihat disparitas wilayah dari aspek ekonomi sekaligus gambaran pemerataan pertumbuhan masih disajikan perbandingan dari 8 Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) belum mengacu pada 6 Wilayah Pengembangan (WP) sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang dikarenakan data yang tersaji pada laporan BPS masih 8 SSWP.784.67 1.136. Posisi kedua yang sejak Tahun 2000 dipegang oleh SSWP VIII Dampit dan sekitarnya.04 527.497.123. Urutan berikutnya SSWP V Kepanjen dan sekitarnya Rp 5.

27 944.52 79.477.43 189. sedangkan terendah di SSWP VI (Donomulyo).25 836.757. Untuk membandingkan posisi SSWP dengan wilayah regional Kabupaten Malang maka dipakai analisis typologi Klassen untuk melihat aktifitas ekonomi dan kecenderungan kemajuan suatu wilayah.92 21.078.05 Sekunder 89.781.544.961.22 1.216.285.225.020. dan pada Tahun 2008 tertinggi pada SSWP II diikuti SSWP VIII.69 27.02 504.476.742.709.20 Sedangkan dari perkembangan pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan untuk masing masing SSWP.05 412.17 116.843.024.58 1.118.468. 3) daerah yang memiliki PDRB per kapita rendah namun laju pertumbuhan tinggi disebut daerah berkembang cepat.80 128.79 340.716. Malang.578.260.37 147.444.026.512.129.88 962.768.715. secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini.94 540.939.27 262.777.01 298.31 286.988.39 127.09 438.229.64 945.19 235.863.750.81 144.135.56 151.461.940.22 Tersier 325.50 746.11 234.379.36 359. namun demikian sektor ini tidak mendominasi di semua SSWP.04 634.66 242.529. Sektor Sekunder pada Tahun 2005 dan Tahun 2008 tertinggi berada di SSWP II sedang terendah di SSWP VI. Terendah di Tahun 2005 berada di SSWP III dan pada Tahun 2008 di SSWP VI.14 Perkembangan PDRB ADHK per SSWP Tahun 2005–2008 (dalam juta rupiah) 2005 Primer 276.14 780.08 SSWP SSWP I SSWP II SSWP III SSWP IV SSWP V SSWP VI SSWP VII SSWP VIII Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.870. Analisis typologi Klassen membagi daerah menjadi 4 kwadran yaitu: 1) daerah yang memiliki PDRB per kapita dan laju pertumbuhan lebih tinggi dari Kabupaten Malang disebut daerah maju dan cepat tumbuh.265. 2) daerah yang PDRB per kapita lebih tinggi tetapi laju pertumbuhan lebih rendah dengan Kabupaten Malang disebut daerah maju tapi tertekan.84 182.51 Primer 324.21 886.59 632.784.552.56 2008 Sekunder 114.87 68. Sedangkan sektor primer baik Tahun 2005 tertinggi berada di SSWP VIII diikuti SSWP II.313.086. .67 1.23 893.307.70 1.367.05 966.64 Tersier 384. Tabel 2. 2010 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas kecamatan yang ada di Kabupaten Malang didominasi oleh sektor tersier dan tertinggi pada Tahun 2005 maupun Tahun 2008 adalah di SSWP II (lingkar Kota Malang) dan diikuti SSWP VIII (Turen dan sekitarnya).272. 4) daerah yang PDRB per kapita dan laju pertumbuhan rendah dibanding Kabupaten Malang disebut daerah relatif tertinggal.11 296.088.35 1.534.394.063.999. Gambaran analisis typologi Klassen Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.452.991.92 379.

SSWP VII . hotel. Malang. SSWP pada kwadran III yaitu SSWP I (Kasembon dan sekitarnya) yaitu merupakan daerah yang cepat berkembang dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. jasa penunjang komunikasi. Namun demikian masih memiliki harapan dengan meningkatkan sektor sekunder dan tersier seperti perdagangan. lembaga keuangan bukan bank.21 Tabel 2. lembaga keuangan bukan bank. jasa sosial kemasyarakatan dan jasa perorangan dan rumah tangga.SSWP IV . bank. Diharapkan dengan kepindahan ibukota Kabupaten Malang ke Kepanjen akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepanjen dan sekitarnya. sewa bangunan. sewa bangunan. jasa perorangan dan rumah tangga. pos dan telekomunikasi. Jombang dan Kediri. jasa pemerintahan umum. jasa penunjang angkutan. wilayah ini memiliki potensi ekonomi primer perikanan. Wilayah ini cepat berkembang karena menjadi poros lalu lintas pertemuan ke tiga kota yaitu Malang Raya. SSWP pada kwadran II yaitu SSWP V (Kepanjen dan sekitarnya) merupakan daerah maju dengan income perkapita tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi relatif rendah. perkebunan. peternakan. income per kapita wilayah ini masih rendah. .SSWP VIII Sumber : Bappekab. dan ekonomi tersier berupa perdagangan.SSWP III Daerah maju tertekan: . Namun demikian. kehutanan.SSWP VI . restoran. angkutan rel.15 Klasifikasi Kinerja Ekonomi SSWP Tahun 2005–2008 PDRB per kapita Laju Pertumbuhan Tinggi Rendah Tinggi Rendah Daerah maju cepat tumbuh: . ekonomi sekunder listrik dan air bersih. restoran. Hal ini disebabkan potensi ekonomi wilayah ini didominasi oleh sektor primer yang pada umumnya memiliki produktifitas rendah sehingga pertumbuhan ekonomi rendah.SSWP V dan Daerah berkembang cepat: .SSWP I tapi Daerah relatif lamban: . 2010 (data diolah) SSWP yang berada di kwadran I yaitu SSWP II (lingkar Kota Malang) dan SSWP III (Kecamatan Lawang) merupakan daerah maju dan berkembang cepat dan mampu tumbuh karena adanya aktifitas ekonomi yang cukup tinggi baik disebabkan oleh faktor internal (potensi daerah itu sendiri) maupun eksternal seperti lingkar Kota Malang yang mendapat imbas pertumbuhan Kota Malang. angkutan jalan raya. jasa perusahaan.SSWP II .

Malang.4 5. Ngajum.2 6. Pakisaji. industri. Wagir.6 6. perdagangan dan pariwisata. Wonosari.4 6.6 6.2 6. pertanian tanaman pangan. semua SSWP hampir mendekati rata-rata. Donomulyo. . perkebunan. Kebijakan pembangunan Kabupaten Malang untuk 5 tahun ke depan yang berorientasi pada potensi 6 WP diarahkan semakin terjadi pemerataan pertumbuhan yang diproyeksikan sebagai berikut: Tabel 2.22 SSWP pada kwadran IV adalah SSWP IV (Jabung dan sekitarnya).2 2014 6. peternakan. Poncokusumo.55 6.8 2012 6. WP II Kepanjen 3.45 6. Dengan pengungkit Bandara Abdulrachman Saleh. WP I Lingkar Kota Malang 2. SSWP VIII (Turen dan sekitarnya) adalah termasuk daerah tertinggal dengan pertumbuhan ekonomi dan income per kapita rendah. hortikultura. WP III Ngantang 4. Singosari. Wajak dan Jabung. Pagak.16 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah Pengembangan Tahun 2011-2015 (dalam persen) URAIAN Pertumbuhan ekonomi 1. Namun demikian diharapkan dengan pembangunan Jalan Lintas Selatan dan Pembangunan Pelabuhan di Sendang Biru dapat lebih meningkatkan aktivitas perekonomian daerah ini.65 6.4 6.9 6. 2010 (data diolah) Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi WP I yang terdiri dari Kecamatan Dau. WP III yang terdiri dari Kecamatan Ngantang. pertanian pangan.4 6. Namun demikian dari ke-8 SSWP tersebut tidak terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi yang sangat mencolok seperti kondisi 5 tahun yang lalu. WP V Turen dan Dampit 5. Sumberpucung.3 6. WP IV Tumpang 2011 6.1 6.5 6.5 6. peternakan.95 2013 6. perikanan air tawar dan pariwisata dengan pengungkit Sub Terminal Agrobis Mantung dan wisata Selorejo. perkebunan. wisata budaya Gunung Kawi dan Kota Kepanjen sebagai pusat pemerintahan. Tajinan. SSWP VII (Bantur dan sekitarnya). perindustrian.1 5. WP VI Sumbermanjing 5.4 6. Pujon dan Kasembon. Lawang. yang secara geografi merupakan daerah dibagian Timur dan Selatan yang memiliki topografi pegunungan sehingga memerlukan biaya tinggi bagi pembangunan sarana prasarananya.72 6. hortikultura.0 5. Bululawang. Kromengan. industri.25 6. disamping pertanian pangan. perkebunan. Untuk WP II yang terdiri dari Kecamatan Kepanjen.7 6. peternakan.3 6.4 6.5 6.35 6. pertanian pangan. WP IV yang terdiri dari Kecamatan Tumpang. Karangploso. Kalipare. Pakis.75 6. perikanan darat.6 6. SSWP VI (Donomulyo).2 6.3 2015 6. perusahaan industri besar dan permukiman. pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan. perkebunan.8 6 Wetan Sumber : Bappekab. Gondanglegi dan Pagelaran.

WP V yang terdiri dari Kecamatan Turen. pertanian tanaman pangan. industri. perdagangan dan pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan. pariwisata dan industri dengan pengungkit Kawasan Agropolitan Poncokusumo. pertambangan. Selain itu akan dipertajam program-program terkait dengan pengentasan kemiskinan dan desa tertinggal karena sebagian besar kecamatan yang memiliki tingkat kemiskinan dan desa tertinggal yang tinggi cenderung pertumbuhan ekonominya lebih rendah.1 Peta Wilayah Pengembangan Kabupaten Malang . Bantur dan Gedangan. industri. Gambar 2. pariwisata dengan pengungkit Jalan Lintas Selatan. perkebunan. WP VI yang terdiri dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan. wisata menuju Bromo. peternakan.23 perikanan. perkebunan. Pelabuhan Nusantara Sendang Biru. Dampit. perikanan laut. Tirtoyudo dan Ampelgading. perikanan laut. Minapolitan Wajak. pertanian tanaman pangan.

Sama halnya dengan Kabupaten Malang yang sudah dimulai dari RPJMD Kabupaten Malang Periode 2006-2010 sudah memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja yang dikaitkan dengan seluruh program prioritas pembangunan yang pada impact-nya dapat mengurangi angka kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran.44 69. malaria. Kemiskinan.2 67.6 4.7 4.2.49 2008 23.59 66.50 65.89 72. dimana Pemerintah Indonesia termasuk salah satu negara yang menandatangani deklarasi millenium untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan millenium yaitu 1) pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.07 68.0 2010* 13.43 73. 2010 Keterangan: *angka sementara.15 6.6 63. Desa Tertinggal dan IPM Sebagai amanat Milenium Development Goals (MDGs) yaitu komitmen dunia untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan.67 69.56 6.1 69. Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 Uraian Satuan Tingkat % Kemiskinan Tingkat % Pengangguran IPM Indeks Harapan Hidup Indeks Pendidikan Indeks Daya Beli Pemberdayaan Gender Pembangunan Gender 2006 22. Begitu juga dengan arahan RPJM Provinsi Jawa Timur maupun Nasional masalah kemiskinan. Tabel 2.27 57.40 62.2 Kesejahteraan Sosial 1.7 74.72 2009 14.24 2. 7) menjamin daya dukung lingkungan hidup. Dalam kurun waktu 5 tahun kondisi kemiskinan.72 67.4 65.1 70. pengangguran IPM serta pemberdayaan gender di Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.17 Perkembangan Angka Kemiskinan. Kemudian angka . 3) mendukung adanya persamaan gender dan pemberdayaan perempuan.6 persen di Tahun 2010. 5) meningkatkan kesehatan ibu.3 72.22 73.56 74. 4) mengurangi tingkat kematian anak. Dari data diatas dapat kita lihat tingkat kemiskinan Kabupaten Malang pada level mencapai 13.4 65.76 2007 23.50 66.98 5. 8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. pengangguran menjadi urusan bersama yang sangat prioritas. 6) perlawanan terhadap HIV/AIDS. 2) pemerataan pendidikan dasar.30 73.7 Sumber : Hasil-hasil pembangunan Kabupaten Malang. Pengangguran.93 67. dan penyakit lainnya.55 68.

8%. Tahun 2012 sebesar 11.5 67.1 pada Tahun 2014 dan pada Tahun 2015 ditargetkan 72.6 68.6 2015 6.1 3.93.58%.20%. Tahun 2014 sebesar 8.07.5 2014 8.2 64 Pemberdayaan 67. dan Tahun 2015 ditargetkan turun hingga sebesar 6.1 pada Tahun 2012.4 70.7 66.9%. Tahun 2013 sebesar 10. .3 70.2 69. Tahun 2013 sebesar 3.1 persen di Tahun 2010.4 65.10% di Tahun 2010 kemudian Tahun 2011 sebesar 3.8 Indeks Harapan Hidup 72.18 Proyeksi Angka Kemiskinan. Tabel 2.40 71. Tahun 2012 sebesar 3.00 72.3 76.2 Indeks Daya Beli 63.8 pada Tahun 2011.6%.25 pengangguran sendiri masih tergolong kecil yaitu mencapai 4. IPM sendiri dari Tahun 2010-2015 sebesar 70. yaitu Tahun 2006 sebesar 66.8 2013 10.1%.40%.9 71.9 76.3 % Tingkat % 4.7 76 65.58 71.5 Gender Sumber : Bappeda Kabupaten Malang.3 70. pendidikan dan komponen daya beli. 71. Tahun 2011 sebesar 12.6. Sedangkan tingkat pengangguran sebesar 4.1 73.1 73.3 pada Tahun 2010 sebesar 70. dan Tahun 2015 ditargetkan turun hingga sebesar 3%.6 12.8 Pengangguran IPM 70.20 72.8%. 71.10 3.9 66.89 dan meningkat menjadi 70.68 73.2 68.9 3.8 Gender Pembangunan 65.1 Dari gambaran ini trend prediksi angka kemiskinan Kabupaten Malang akan semakin berkurang sejalan dengan target RPJMD Provinsi Jawa Timur dan MDG’s yaitu pada Tahun 2010 sebesar 13. Tahun 2008 sebesar 69.9%. 2010 2012 11.7 pada Tahun 2013. hal ini disebabkan karena adanya perbaikan/peningkatan pada bidang kesehatan.8 3.6 71. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa indeks pembangunan manusia Kabupaten Malang dari Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 selalu meningkat.3 di Tahun 2010.7 73. Pengangguran dan IPM Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 Uraian Sat 2010 2011 Tingkat Kemiskinan 13.9 3.1 Indeks Pendidikan 74.5 64. Tahun 2007 sebesar 69. Tahun 2014 sebesar 3.3%.55. Tahun 2009 sebesar 69.6 69.3 75. 72.6 74.6 75.

19 Daftar Desa Tertinggal Kabupaten Malang NO 1 KECAMATAN DONOMULYO 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4 5 DESA SUMBEROTO TLOGOSARI KEDUNGSALAM BANJAREJO PURWODADI ARJOSARI KALIASRI PUTUKREJO SUMBERPETUNG SUKOWILANGUN PANDANREJO SUMBERKERTO PAGAK BANDUNGREJO SUMBERBENING SRIGONCO WONOREJO BANTUR PRINGGODANI REJOSARI KARANGSARI TUMPAKREJO SINDUREJO GAJAHREJO SIDODADI GIRIMULYO KEDUNGBANTENG TAMBAKASRI TEGALREJO SUMBERAGUNG SUKODONO BATURETNO PURWODADI KEPATIHAN TAMANKUNCARAN DAWUHAN SUMBEREJO PANDANSARI NGADAS SUMBERPUTIH WONOAYU BAMBANG PATOK PICIS NGEMBAL NO 11 KECAMATAN TUREN 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 1 1 2 3 1 2 1 2 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1 1 2 3 4 5 6 1 2 DESA UNDAAN JERU SANANKERTO TUMPUKRENTENG SUKONOLO GADING BAKALAN SUDIMORO KASRI PRINGU KASEMBON BULUPITU SUKOSARI PANGGUNGREJO PUTAT KIDUL UREK-UREK SUMBERJAYA MOJOSARI JATIGUWI SENGGRENG TERNYANG NGADIREJO JAMBUWER BABADAN BALESARI PLAOSAN BANGELAN SUMBERDEM SUMBERTEMPUR SUMBERSUKO PETUNGSEWU SUKODADI DALISODO JATISARI WADUNG GUNUNGRONGGO NGINGIT KIDAL KAMBINGAN PULUNGDOWO DUWET DUWETKRAJAN KEDUNGREJO PUCANGSONGO 12 BULULAWANG 2 KALIPARE 3 PAGAK 13 GONDANGLEGI 4 BANTUR 14 15 KEPANJEN SUMBERPUCUNG 5 GEDANGAN 16 17 18 KROMENGAN NGAJUM WONOSARI 6 SUMBERMANJING WETAN 19 WAGIR 7 8 DAMPIT TIRTOYUDO 20 21 22 PAKISAJI TAJINAN TUMPANG 9 PONCOKUSUMO 10 WAJAK 23 PAKIS .26 Tabel 2.

penanganan kasus KDRT dan perlindungan anak serta program sosialisasi Undang-Undang KDRT dan Perlindungan Anak secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini.774 5. korban bencana/bencana alam. 4) serta belum efektifnya penanganan bencana baik yang bersifat prefentif.380 3.404 1.435 1. ketunasusilaan. Perkembangan keterlibatan perempuan dalam organisasi.225 39.671 3.276 677 677 Anak Terlantar jiwa 71.591 568.971 568.748 Terlantar Gelandangan jiwa 17 62 22 105 105 Komunitas Adat jiwa 40 0 77 77 Terpencil Penyandang jiwa 8.639 5. kecacatan.748 3. Perlindungan Sosial Beberapa kecenderungan permasalahan sosial. Tabel 2.115 63.867 72.659 Lanjut Usia jiwa 4.684 401 908 5.591 Miskin Balita Terlantar jiwa 1. 3) masih banyaknya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) baik secara kualitas maupun secara kuantitas. maka persoalan yang dihadapi sampai saat ini di Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: 1) masih terbatasnya sarana dan prasarana panti sosial baik milik pemerintah maupun masyarakat. .20 Perkembangan Jumlah Penduduk Rawan Sosial Tahun 2006–2010 Uraian Satuan 2006 2007 2008 2009 2010 Keluarga Fakir jiwa 555.591 568. dibarengi dengan terjadinya perubahan sosial yang sangat cepat. kemiskinan. tanggap darurat maupun rehabilitatif.774 Cacat Korban jiwa 20 124 1.27 2. Perkembangan jumlah penduduk rawan sosial Kabupaten Malang Tahun 2006 sampai 2010 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.659 39. Kesetaraan Gender Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah maka telah dibentuk lembaga khusus yang menangani pengarusutamaan gender sehingga kesetaraan gender dapat diwujudkan. 2010 3.971 555.279 628 628 Bencana Alam Korban lain jiwa 0 0 0 1 1 Pengemis jiwa 213 151 81 167 167 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. antara lain. Malang. keterlantaran. 2) masih minimnya peran serta potensi sumber kesejahteraan sosial dan sektor swasta dalam penanganan PMKS.

kreatif.22 Perkembangan APM dan APK Tahun 2006-2009 2006 2007 2008 APK 115.3.32 68.13.10 SMP/MTs 63.32 menjadi 72.10 APK 115. Malang.23 29.0 99.69 89.91 menjadi 99.8 99.0 91.26.61 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.22 37.22 di bawah ini: Tabel 2.020 7. Indikator APM dan APK secara lengkap dapat dilihat pada tabel 2.705 7 26 3. untuk SMA/MA dari 35.64 SMA/MA 28.21 Perkembangan Keterlibatan Perempuan Dalam Organisasi Tahun 2006-2009 Uraian Jumlah Perempuan yang Bekerja Jumlah Perempuan PNS di Pemerintah Kab. Sedangkan indikator APK mencerminkan perbandingan antara jumlah siswa pada jenjang tertentu dibandingkan jumlah penduduk usia sekolah untuk jenjang tertentu. dalam rangka menghadapi persaingan global yang tanpa batas. Keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan dapat dilihat dari perkembangan indikator Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). untuk SMP/MTs dari 85.32 menjadi 92.483 8 28 4.496 7.68 76. di lembaga Pemerintah Daerah 47 % sedangkan di DPRD 20 %. dan untuk SMA/MA dari 28.28 Tabel 2. memperteguh akhlaq serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.24 Uraian APM APK APM APK APM SD/MI 98.3 Aspek Pelayanan Umum 2. Malang Jumlah Perempuan Anggota S DPRD Kab. untuk SMP/MTs dari 63. 2010 . 2 .23 34.280 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.25.8 turun menjadi 112.9.1 Pendidikan Pendidikan merupakan kunci strategi dalam mempersiapkan terwujudnya anak bangsa yang demokratis.376 7 27 4.317 8.22 37.61.22 91.10 76.598 7 26 3. sedangkan untuk indikator APK dari 2006 sampai dengan Tahun 2009 untuk SD/MI dari 114. Malang.91 114. Indikator APM ini mencerminkan perbandingan jumlah siswa yang bersekolah di jenjang tertentu dengan usia tertentu dibanding dengan jumlah penduduk usia sekolah (usia tertentu untuk jenjang tertentu). berketrampilan.80 menjadi 34.317 8.33 35. Malang Jumlah Organisasi Perempuan Jumlah Kelompok Usaha Perempuan Satuan orang orang orang organisasi kelompok 2006 424.23 menjadi 39. Sebagai contoh di lembaga swasta angka tersebut secara rasio lebih kurang 39 %.43.678 2008 547. 2010 Dari data diatas diketahui bahwa keterlibatan perempuan baik di lembaga swasta maupun di Pemerintahan sudah cukup tinggi.64 32.087 2009 547.24 2009 APM 99. Indikator APM dari Tahun 2006 sampai dengan 2009 meningkat untuk SD/MI dari 98.01 115. cerdas.678 2007 631.80 35.32 85.

67 10.16 7.35 % menjadi 48.62 % di Tahun 2009.27 % di Tahun 2006 menjadi 86.82 SMP/MTs % 65.50 6.57 Kota Batu 7.66 5.35 40.23 Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Di Kabupaten Malang dan Sekitarnya Tahun 2005-2010 Uraian 2005 2006 2007 7.03 6. naik menjadi 4.01 Kab.32 Sumber : BPS Kabupaten Malang. 2009 Untuk mendukung peningkatan kualitas anak didik maka upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru yang dilaksanakan secara bertahap dan terus menerus.65 Kab.98 % di Tahun 2009.62 71.95 2009 7. dari jumlah 3.16 Kab.09 7.07 2010 7. yang tidak terdata di sekolah-sekolah Kabupaten Malang.76 Kab.62 86.90 5.00 6.98 Kab. .08 Kab.96 6.72 7. Probolinggo 4.69 5.98 Keberhasilan di bidang pendidikan ini juga dapat dilihat dari jumlah lulusan SMK yang telah mendapat pekerjaan yang meningkat dari tahun ke tahun.67 10.56 10.16 7.16 Kota Malang 9.00 6.68 6.30 7.47 7. di tingkat SMP/MTs dari 65.38 7.25 7.83 % di Tahun 2006 menjadi 71.47 71.50 6. Blitar 6.62 86.70 Jawa Timur 6.19 86. di tingkat SD/MI pada Tahun 2006 sebesar 40.19 6. Lumajang 5.07 Kab.98 2010 48.70 10.99 7.09 7.20 6.23 SMA/MA % 86.03 6.27 86.70 10.12 7.00 6.93 5.62 71.80 8. Pasuruan 6.90 Sumber : BPS Kabupaten Malang.25 7.62 % di Tahun 2009. Mojokerto 7. Hal ini disebabkan masih banyaknya lulusan SMP/MTs melanjutkan sekolah ke Kota Malang. 2009 2008 42. Kediri 6.83 66.24 Perkembangan Guru yang Berkualifikasi Tahun 2006-2010 Uraian Satuan 2006 2007 SD/MI % 40.83 8.30 7.24 di bawah ini : Tabel 2.45 6.90 2008 7.96 4.45 6.66 5.69 5.10 5.650 orang di Tahun 2006.83 8.50 2009 48.93 5. secara lengkap dapat dilihat pada tabel 2.12 7. Selanjutnya tabel rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Malang dibandingkan dengan Kabupaten/Kota bertetangga dan rata-rata Jawa Timur adalah sebagai berikut : Tabel 2.217 orang di Tahun 2007.29 Dari data diatas dapat dilihat baik APM maupun APK Tahun 2006 sampai dengan 2009 cenderung meningkat kecuali APM tingkat SMA/MA.80 8. di tingkat SMA/MA dari 86. Malang 5.90 5.

165 143.064 251.963 228. Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya jumlah penduduk usia sekolah dari waktu ke waktu sedangkan pertumbuhan gedung sekolah tidak sebesar penduduk usia sekolah.267 1 .851 0 .161) 278.105 0 .4 5 295 302 2 Juml pddk klp usia 13-15 th 129.171 257. Malang.355 0 .601 3 APS SMP/MTs 1 .552 0 .802 orang di Tahun 2009.814 2 Juml penddk usia 7-12 th 143.267 0 .105 0 . Angka partisipasi sekolah dari tingkatan SD/MI.960 96.439 278.170 (1.851 0.4 0 0 .2 2 II SMP/MTs 1 Juml murid usia 13-15 th 99. .0 0 2009 273.2 4 2009 1.415 0 .2 3 0 .355 0.0075 Sedangkan ditinjau dari ketersediaan infrastruktur sekolah terutama dari banyaknya gedung sekolah terlihat bahwa rasionya masih rendah.171) 228. 2010 Sedangkan untuk perbandingan dan perkembangan jumlah murid dan guru pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs dapat dilihat pada tabel berikut.8 1 1.26 Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2006-2009 No Jenjang Pendidikan I SD/MI 1 2 3 II 1 Jumlah Gedung Sekolah Juml pddk klp usia 7-12 th Rasio SMP/MTs Jumlah Gedung Sekolah 2006 2007 2008 1.415 3 APS SD/MI 0 .30 meningkat menjadi 4.960 96.5 2 302 (267) 124. 2010 2008 225. dan SMA sederajat perkembangannya dapat dilihat dari tabel diatas.2 5 1.3 9 1 .366 2 Juml penddk usia 13-15 th 129. Tabel 2.2 9 95. Tabel 2.002 104.180 (1.055 122.234 124.552 257. SMP sederajat.4 2 302 (279) 122. Malang.25 Perkembangan Partisipasi Sekolah Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk Tahun 2006-2009 No Jenjang Pendidikan 2006 2007 I SD/MI 1 Juml murid usia 7-12 th 141.601 3 Rasio 0 .618 81.336 orang di Tahun 2008 dan menjadi 4.4 0 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.3 2 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.

986 2 Jumlah Murid 211.330 210.08092 0.933 3 Rasio 0.43 147 16 24 2009 72.05087 0.05068 0.30 di Tahun 2006 menjadi 72.290 0.675 207. Kematian Bayi. Derajat kesehatan ini juga harus terus menerus ditingkatkan seiring dengan memberikan fasilitas kesehatan yang memadai dan meningkatkan kesadaran pola hidup sehat bagi masyarakat secara sinergis.56 di Tahun 2009. 2010 .172 73. 2010 No 2009 11.22 142 33 25 2008 68.0779 2. Apabila Indeks Harapan Hidup (IHH) semakin tinggi berarti hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan sosial ekonomi suatu daerah semakin maju.2 Kesehatan Sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dicerminkan melalui indeks harapan hidup yaitu suatu indeks yang dipakai untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia melalui meningkatnya derajat kesehatan.27 Perkembangan Jumlah Guru dan Murid per Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2006-2009 Jenjang 2006 2007 2008 Pendidikan I SD/MI 1 Jumlah Guru 10.729 207.452 73.963 5.525 3 Rasio 0.944 5.31 Tabel 2.05682 5.07764 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.717 12.3. Dari data diatas menunjukkan bahwa indeks harapan hidup di Kabupaten Malang Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2009 juga selalu meningkat yaitu 67.08378 0.56 154 18 19 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.710 10. Berikut disajikan tabel IHH Kabupaten Malang dan sekitarnya. Malang.28 Perkembangan Indeks Harapan Hidup. adalah sebagai berikut : Tabel 2.06289 II SMP/MTs 1 Jumlah Guru 5. Kondisi ini diupayakan untuk terus menerus meningkat dan berkesinambungan karena masalah kesehatan yang terjadi sekarang dapat berpengaruh terhadap keturunan berikutnya. Malang.30 160 28 28 2007 68.349 2 Jumlah Murid 71.395 73. Kematian Anak dan Ibu Kabupaten Malang Tahun 2006-2009 No 1 2 3 4 Indeks Harapan Hidup Angka Kematian Bayi Angka Kematian Anak Angka Kematian Ibu Satuan % orang orang orang 2006 67.113 0.

8 %.32 Dari data diatas tampak bahwa IHH Kabupaten secara rerata lebih tinggi dari Kabupaten yang berada di Jawa Timur bagian Selatan dan masih lebih rendah dari rerata Jawa Timur. Angka kematian bayi di Kabupaten Malang per 1000 orang penduduk Tahun 2006 sebesar 3.043.358.762 197 32.110 orang sedangkan pada Tahun 2009 sebesar 47.743 orang dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 1.500 orang dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 14. 2010 No 1 2 3 4 5 2008 136 128 62 245 390 2.373 pada Tahun 2007 menjadi 1.68 dan Tahun 2009 menjadi 53. dan turun cukup signifikan di Tahun 2008 menjadi sebesar 60. hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Tabel 2. paramedis dan sarana prasarana kesehatan Tahun 2006-2009 dapat dilihat pada tabel berikut.650 2009 130 130 63 268 390 2.733 2.44. .58 dan Tahun 2007 turun menjadi 3.300 44. Jumlah pencari kerja yang terdaftar Tahun 2007 sebanyak 45.29 Perkembangan Jumlah Dokter.07.72 dan Tahun 2009 sebesar 4.3. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Malang telah berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan melalui pengembangan Pondok Kesehatan Desa sebagai pusat penyuluhan dan konsultasi kesehatan termasuk penyuluhan gizi yang program terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Malang.799 orang pada Tahun 2009 menjadi 1. demikian juga dengan jumlah angkatan kerja sejumlah 1.722 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. namun demikian untuk angka kematian ibu melahirkan per 1000 orang penduduk pada Tahun 2006 sebesar 57.495.443.347. Malang.263 orang. tetapi naik di Tahun 2008 sebesar 3.05. Paramedis dan Sarana Prasarana Kesehatan Tahun 2006-2009 Uraian Satuan 2006 2007 Jumlah dokter umum orang 102 133 Jumlah dokter spesialis orang 60 115 Jumlah dokter gigi orang 53 59 Jumlah paramedis orang 181 124 Unit Pelaksana Gizi unit 389 389 dan Kesehatan (UPGK) 6 Posyandu unit 2. Sedangkan untuk perbandingan jumlah dokter.3 Ketenagakerjaan Kondisi ketenagakerjaan dicerminkan dari jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Malang pada Tahun 2007 sejumlah 1.58 %. pada Tahun 2009 tertampung 4.740 7 Puskesmas/Poliklinik/P ustu persatuan unit penduduk 8 Rasio apotik 49.05.750 195 40. Sementara itu jumlah angkatan kerja tertampung disektor formal pada Tahun 2007 sebanyak 6. Salah satu pendukung IHH ini adalah angka kematian bayi.41 naik di Tahun 2007 sebesar 75.830 2.735 orang.

-.000 813. kakao..85 6. Menjadi sedikit lebih tinggi dari kebutuhan fisik minimum.523 Angkatan Kerja orang 1. Tahun 2008 naik menjadi Rp.500.347.263 2.4 Pertanian Potensi pertanian di wilayah Kabupaten Malang beraneka ragam dan tersebar di seluruh kecamatan. 769.500 6. 813. disisi yang lain Upah Minimum Kabupaten juga cenderung meningkat pada Tahun 2007 sebesar Rp. Sedangkan unggulan perkebunan tebu.495. 2010 Salah satu masalah pemerintah baik pusat maupun daerah adalah ketersediaan lapangan pekerjaan bagi penduduknya yang kerap kali tidak mencukupi kebutuhan sehingga bekerja di luar negeri masih menjadi pilihan sebagian besar pencari kerja di Indonesia pada umumnya dan juga di Kabupaten Malang walaupun dari data yang ada jumlah pengiriman TKI berdasarkan data pemberangkatan TKI ke luar negeri Tahun 2007 sampai Tahun 2009 mengalami penurunan. ketela pohon.358 47.000.584 TKI Remitansi + (Rp. Pada Tahun 2007 tercatat pemberangkatan TKI sebanyak 4.000.250 802.443. jagung. ) 107. kelapa. 769.4 Penduduk Usia Kerja orang 1.529 orang dan Tahun 2008 naik menjadi 5. Unggulan tanaman pangan padi. 1 M 975.000. ubi jalar.000 Minimum UMK Rp.373 1.210.500 4. 954.000.543 Jumlah Pengiriman 4. 975. terdiri .33 Secara lengkap kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2.44 terbuka Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.008 orang..3.654 6. peternakan dan perikanan.dan Tahun 2009 naik lagi menjadi Rp. Untuk komoditi sayuran. sayuran.799 1. Malang.529 5..naik di Tahun 2008 menjadi Rp. perkebunan. kopi. dan kacang-kacangan.8 M 95 M Kebutuhan Fisik Rp.110 47.008 84.043. Kebutuhan fisik minimum dari Tahun 2007 sebesar Rp. 743.743 1. 2.000 Tingkat pengangguran 7. dengan demikian daya beli masyarakat diharapkan meningkat.-.549 Angkatan Kerja orang 3.000 954.487. 743.30 Perkembangan Ketenagakerjaan Kabupaten Malang Tahun 2007–2009 Uraian Satuan 2007 2008 2009 1.000.-. 802.584 orang dan Tahun 2009 turun menjadi 2.dan Tahun 2009 naik lagi menjadi Rp.157 Tertampung Pencari Kerja orang 45. Bidang pertanian unggulan meliputi tanaman pangan.

515 9.952 Nilai Ekspor RibuanUS $ 189.974. sebagai berikut: Tabel 2. Untuk pengembangan industri pada tahun kedepan harus diprioritaskan pada kawasan Malang Selatan untuk memeratakan pertumbuhan dan perkembangan wilayah.025 67.331 industri Jumlah sentra industri Unit usaha 63 50 Tenaga kerja industri Unit usaha 86.166 12.820. Kecamatan Singosari.096 5 Kopi ton 7. salak Swaru. Berikut data perkembangan industri dan perdagangan: Tabel 2.159 174.788 5. Kecamatan Bululawang.119.248 14. Malang.361 240.407 50 95.750 informal Investasi (PMDN/PMA) Juta Rupiah 4. Kecamatan Dampit. 2010 2008 1.396 279. klengkeng.365 6.122 91.647 50.5 Industri dan Perdagangan Bidang industri di Kabupaten Malang berkembang pesat seiring dengan kemudahan aksesibilitas.865 14.623 9.926 .439 2009 450. Kecamatan Gedangan.475 50 98.229 1.331 8.249.196 127. Kecamatan Ampelgading. Industri besar umumnya berlokasi pada jalan utama atau kolektor primer sedangkan industri kecil tersebar di kawasan permukiman penduduk.865 6.245 266. kubis.457 2.31 Produksi Komoditas Andalan Pertanian Tahun 2006–2009 No Uraian Satuan 2006 2007 1 Padi ton 366. 2010 2008 416.160 101.509 2 Jagung ton 265.021 97.289 10.695 271.375.500 3.006 296.095 262. Kegiatan industri nantinya dapat berupa pengolahan hasil tambang berupa bahan dasar bangunan seperti semen. cabe.743 13.227 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.781 52.910 51. Malang.030 2009 1.588 14.522 Jumlah SIUP Perusahaan 11. kapur dan marmer dimana bahan bakunya banyak tersedia di kawasan Malang Selatan seperti di Kecamatan Donomulyo.343.125 8.171 7.3.445 3 Sayuran ton 155.365 15.057 146.100 60. Bidang industri ini tumbuh pesat khususnya pada wilayah pengembangan lingkar Kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji.841 93. Kecamatan Pagak.817 2.32 Perkembangan Industri dan Perdagangan Tahun 2006–2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Satuan 2006 2007 Jumlah perusahaan Unit usaha 1. Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir. Terdapat komoditas khas Kabupaten Malang yaitu: apel.778 51.382.974 4 Tebu ton 2. Berikut data produksi komoditas pertanian andalan Kabupaten Malang sebagai daerah agro yang merupakan andalan Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Karangploso.732 8 Ikan ton 9. Kecamatan Pakis.592 6 Daging ton 13.751 3.882 7 Susu ton 89. tomat.092 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab.271 368.753 Jumlah industri Unit usaha 49.34 dari kentang. ketela gunung kawi.106.410 Nilai Impor RibuanUS $ 62. Kecamatan Kalipare dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

35 Sebagaimana dikemukakan dimuka peran sektor industri dan sektor perdagangan dalam perekonomian Kabupaten Malang cukup dominan. Tahun 2009 kontribusi kedua sektor ini sebesar 44,27 % terdiri dari sektor industri 20,62%, dan sektor perdagangan 23,65 %. Dalam rangka memacu percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang mengandalkan nilai tambah sektor industri dan perdagangan, maka kebijakan pembangunan ekonomi diarahkan untuk memacu peningkatan sektor industri dan perdagangan secara gradual dengan tetap memperhatikan penguatan UMKM dan Koperasi agar kemajuan industrialisasi dan modernisasi tidak menggerus UMKM yang justru merupakan kekuatan lokal terutama pada saat terjadinya krisis ekonomi global yang menyebabkan melemahnya posisi industri dan perdagangan pada umumnya. 2.3.6 Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Malang memiliki potensi sumberdaya mineral yang cukup besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah, namun karena kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Pusat terkecuali golongan C maka kontribusinya terhadap PDRB masih sangat kecil. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.33 Potensi Mineral di Kabupaten Malang URAIAN Batu gunung/adesit LOKASI Singosari, lawang, Karangploso, Jabung, Tumpang Wajak, Turen, Ampelgading, Dampit, Tumpang, Tirtoyudo, Poncokusumo, Kasembon, Pakis, kalipare Sumbermanjing Wetan Gedangan, donomulyo, Sbrmanjing pagak, bantur, Wetan, MANFAAT CADANGAN

Sebagai agregat Diperkirakan fondasi dan batu hias jutaan ton

Pasir

Sebagai campuran beton, plester pasang, Diperkirakan fondasi jalan dan jutaan ton konstruksi

Phosphat

Kalsit

Batu kapur

Kalipare, gedangan, donomulyo, Sbrmanjing Wetan, Pagak, Bantur

Bahan campuran pembuatan gelas Bahan pemutih dan pengisi cat, gelas, karet, penetral keasaman tanah, bahan pelapis kertas Bahan mentah semen, karbit, bahan pemutih pembuatan soda abu, penetral keasaman tanah, bahan pupuk, industri keramik, bahan bangunan

8,51 10^8

Diperkirakan jutaan ton

4.368,83 10 ^8

36 URAIAN LOKASI Dampit, Gondanglegi, Kepanjen, Sbrmanjing Wetan, MANFAAT CADANGAN

Felspar

Sebagai flug dalam Diperkirakan industri keramik, gelas jutaan ton dan kaca

Tanah liat

Marmer

Kaolin

Kuarsa

Bentonit

Tanah urug

Tras

Piropilit

Sebagai campuran Sumberpucung, beton, plester pasang, Pagak, bantur, fondasi jalan dan singosari, Tirtoyudo konstruksi Sebagai amomen Kalipare, bangunan Ampelgading, (lantai,dinding, Gedangan, Dampit, asesories) Untuk industri Kalipare, Pagak, keramik, kertas, cat, Bantur, dampit, kosmetik dan farmasi, Ampelgading bahan pembuatan karet/ pestisida dll Kalipare, Tirtoyudo, Untuk industri gelas, dampit, optik, keramik, brasive Ampelgading, dan semen Sebagai bahan lumpur pemboran, pencegah kebocoran pada Sumbermanjing bangunan sipil basah, Wetan, Pagak, campuran pembuatan Bantur, Singosari, cat, latex dan tinta Tirtoyudo cetak, bahan penyerap, zat perekat, pelet/makanan ternak Sebagai bahan Singosari urugan Bahan pembuatan PPC, pembuatan semen tras kapur Sumbermanjing untuk batu cetak atau Wetan, Donomulyo, batako, campuran Ampelgading pembuatan beton, campuran plester dan tanah urug Sebagai bahan industri keramik, refraktori, kosmetik, Sumnbermanjing kertas, bahan Wetan, bantur campuran cat dan plastik

49,625 10^8

2.300.000

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

3.250

10^8

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

45,304

10^8

37 URAIAN Sirtu Gipsum LOKASI Singosari MANFAAT CADANGAN Diperkirakan jutaan ton -

Zeolit

Urugan , material campuran beton, jalan Bahan kimia dan amomen, bahan agregat ringan, bahan pengembang dan pengisi pasta gigi, Sumbermanjing bahan penjernih air Wetan, Tirtoyudo, limbah dan kolam Gedangan ikan, makan ternak, pemurnian gas metan/ gas alam/gas murni/penyerap zat/ logam beracun Perhiasan

3,5

10^6

Oniks

Ampelgading

Diperkirakan jutaan ton Diperkirakan jutaan ton Diperkirakan jutaan ton

Mangaan

Oker

Toseki

Kalipare, Gedangan, Dampit, Arang baterai, Sumbermanjing campuran aluminium Wetan Bahan campuran cat, Dampit, interior bangunan Sebagai bahan baku dan campuran Sumbermanjing keramik, refraktori, Wetan, Tirtoyudo isolator dll

Diperkirakan jutaan ton

Kalipare, Gedangan, dampit, Emas Perhiasan sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo Untuk industri campuran besi, Donomulyo, Pasir besi industri gelas, optik, gedangan keramik, abrasif dan semen Sumber : Dinas ESDM, 2010

Diperkirakan jutaan ton

Diperkirakan jutaan ton

2.4. Aspek Daya Saing Daerah 2.4.1 Kemampuan Ekonomi Daerah Struktur ekonomi Kabupaten Malang dalam 5 tahun terakhir yang menggambarkan pilar-pilar kemampuan dan potensi perekonomian daerah dapat dilihat dari peran sektoral dalam perekonomian sebagai berikut:

40 2.55 1. Tuban Kab.9 45. Blitar Kab.30 23.1% dan tersier 45. Bojonegoro Kab.44 13.03 31. peternakan. Lamongan PERTAMBA NGAN Kab.52 23.93 4. 2010 Untuk 5 tahun ke depan. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keu.89 3. Secara sektoral tetap akan didominasi oleh sektor pertanian primer menyusul sektor perdagangan dan pariwisata.45 17.54 30. Malang PETERNAKAN Kab.54 45. Bondowoso Sumber :Bappeda Provinsi Jawa Timur.08 30. Blitar Kab.87 4.41 3. Banyuwangi Kab.04 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kab. Dilihat dari ketersediaan potensi di kawasan Malang Raya dan beberapa Kabupaten/Kota yang memiliki sektor andalan yang bersamaan dengan Kabupaten Malang sesungguhnya diperlukan kerjasama kawasan yang dapat mempercepat kemajuan daerah sekaligus menjadi kekuatan daya saing bersama.38 2009 33. Sidoarjo Kab.2 24. 2009 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa posisi Kabupaten Malang cukup bersaing untuk sektor tanaman pangan.86 13.34 1.4 3.97 4.68 45.1% sekunder 23. Persewaan & Jasa 3.69 21. struktur perekonomian Kabupaten Malang diprediksikan masih akan didominasi oleh sektor primer sebesar 31.8 22.65 45. Malang Kab.04 23.77 45.0 Rerata 33. Gas dan Air Bersih Bangunan Tersier Perdag.63 20. Lamongan Kab.71 4.05 17.85 4.41 23.68 21.7 1. Malang Kab.91 1.85 Persh. selanjutnya sektor industri pengolahan dan sektor jasa-jasa. Sedang sektor yang diharapkan berkembang sektor pertambangan dan sektor bangunan.88 18. Berikut gambaran potensi Kabupaten/Kota yang potensinya bersamaan dengan Kabupaten Malang: Tabel 2. Jasa-jasa 13.24 18.77 2.8 30 2.86 13.87 2.38 Tabel 2. Gresik NO.34 2.04 1.24 23.17 Primer Pertanian Pertambangan & Penggalian Sekunder Industri Pengolahan Listrik.19 13.1 18.45 30.54 1.34 Perkembangan Peran Sektoral Dalam Perekonomian Berdasarkan PDRB ADHK Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 (dalam persen) Uraian 2006 34. Blitar Kab.60 45. Gresik Kab. perkebunan namun sektor .67 21.16 30. Jember Kab.57 1. 1 2 3 4 5 6 7 PERKEBUNAN Kab Jember Kab.74 21.35 Daerah yang Potensi Andalannya Sama Dengan Kabupaten Malang TANAMAN PANGAN Kab. Bangkalan PERIKANAN Kab.47 2.85 3.54 1.60 18.55 1.57 1.45 2008 33.6 1.00 2010 32.9 13.0 4.32 3.48 2007 33.37 1. Probolinggo Kab.9% pada Tahun 2015. Malang.

052.385.375.526.378.532.812.119.103.816.302.552.00 5.299.926.425.156.200.000.000.000.000.501.00 587.229.739.000.177.55 9.051.10 12.874.704.631.864.74 Singapura 7.947.071.00 3.000.89 Sumber : Dinas Perindustrian.802.799.874.177.48 Perancis 4.Koperasi buah buah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah rupiah 20 17 6.34 10.935.52 12.000.850.807.78 Hal yang sama juga bisa dilihat dari dari perkembangan investasi yang cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.000.54 Belgia 11.00 583.926.13 Inggris 14.00 3.000.152.302.375.26 7.200.266.453.88 26.943.804.540.Industri .32 Total 271. Perdagangan dan Pasar NILAI (US $) 53.364.865.26 31.345.801.00 2.33 171.07 Amerika 11.802.000.00 SATUAN 2008 2009 Sumber : Kantor Penanaman Modal .00 2.179.682.015.894.00 2.298.375.20 Mesir 6.436.303.00 20 19 6.873.05 55.762.012.00 4.832.39 yang potensi besar yaitu perikanan dan pertambangan belum mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur.250. Tabel 2.947.472.826.62 Yunani 9.Perdagangan .54 Jerman 19.691.735.907.000.266.653.873.64 37.200.00 2.36 Realisasi Ekspor Non Migas Menurut Tujuan Tahun 2009 NEGARA TUJUAN VOLUME (kg) Jepang 34.436.106.00 2.312.909. 37 Perkembangan Jumlah dan Nilai Investasi PMDN/PMA Tahun 2008-2009 NO 1 URAIAN Jumlah Investasi -PMDN -PMA 2 Nilai Investasi -PMDN -PMA 3 Nilai Investasi Non PMA/PMDN .450.015. Perekonomian Kabupaten Malang juga ditopang oleh sektor industri yang berorientasi ekspor. Berikut data realisasi ekspor Tahun 2009 : Tabel 2.82 51 Negara lainnya 45.00 2.825. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor pada Kabupaten Malang masih bagus.286.229.051.131.294.695.874.96 14.803.249.32 China 5.000.026.

667. Data PT. Tahun 2008 menjadi 1.096 km.80 1.19 km terbagi atas jalan negara 115.907.975 meter.63 km (1%). Jumlah telpon umum koin dari tahun ke tahun semakin berkurang. jalan kabupaten 1.63 128.2 Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Sarana yang penting dalam mendukung laju pembangunan adalah prasarana jalan.907.90 Sumber : Dinas Bina Marga.668 meter. dari tahun ke tahun semakin banyak bermunculan wartel swasta. 2010 Teknologi komunikasi kini semakin dirasakan penting peranannya dalam penyampaian informasi jarak jauh.907.274 km. jalan provinsi 128. Aktifitas pemerintahan.76 6.90 6.107 meter.63 118.90 1. Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat.907.809.31 6.667. dan Tahun 2009 menjadi 1. Panjang jalan yang ada di Kabupaten Malang mencapai 1. Tabel 2.80 km (1%). Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang penting guna memperlancar kegiatan pembangunan. karena dengan tersedianya teknologi dan kemampuan sumberdaya manusia maka akan sangat mudah membaca kemajuan yang mutakhir sehingga dapat memacu perkembangan teknologi di daerah. 2007 sepanjang 2.40 2. baik panjang maupun kualitasnya.66 km. Jembatan mantap Tahun 2006 sepanjang 1. agar pembangunan regional/nasional dapat berjalan lancar.668.667. jalan provinsi dan kabupaten harus selalu ditingkatkan. 2008 sepanjang 2. Telkom Kabupaten Malang menunjukkan jumlah pelanggan telpon semakin meningkat dari tahun ke tahun. swasta maupun masyarakat sangat erat kaitannya dengan pos dan telekomunikasi sebagai sarana untuk pengiriman informasi.80 2007 115.63 118. .76 km (19%) dan jalan desa 6.31 1.205 km. Tersedianya jalan untuk menjangkau semua daerah di suatu wilayah pemerintahan sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan pendistribusian hasil pembangunan.903.607 meter. Kondisi jalan yang baik di Kabupaten Malang dari Tahun 2006–2009 meningkat cukup signifikan yaitu Tahun 2006 panjang jalan 1.80 1.92 km (79%) sehingga total 8.907.38 Prasarana Jalan Tahun 2006-2009 Uraian Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan Kabupaten Jalan Desa Satuan km km km km 2006 115.4.80 2008 115. dan Tahun 2009 meningkat menjadi sepanjang 3.668.63 128. Seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan jalan yang terbagi atas jalan nasional. sedangkan jasa telekomunikasi dari pemerintah dan rumah tangga berkembang pesat.258 km. Tahun 2007 menjadi 1.90 2009 115. Bahkan ketersediaan teknologi informasi berdampak pada intelektualitas penduduk.31 6.

kepentingan lalu lintas uang di Kabupaten Malang sangat mudah karena telah tersedia bank-bank pemerintah maupun bank swasta.508.432. Bank pemerintah yang terdapat di Kabupaten Malang antara lain. sedangkan swasta BCA.753 2009 65.030.910 2008 73.359.290 3.817 51.539 197 3.317.083 2009 2. khususnya dalam penyediaan modal dan lalu lintas uang antar daerah.898 66.547.172 1.630 5.966 1. serta BPR-BPR yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini.399 2008 2.290 3.40 Perkembangan Kelistrikan Tahun 2006-2009 Uraian Distribusi JTM Distribusi JTR Satuan kms kms 2006 2.539 197 3.630 5.290 3.850 1.317.547.990 5.359.39 Perkembangan Telekomunikasi Tahun 2006-2009 Uraian Kapasitas sentral Kapasitas terpasang Kapasitas terpakai Pelanggan Telp koin Wartel/kios/TUT Sumber : Telkom Malang Satuan SST SST SST SST SST SST 2006 66.850 1.349 9 687.372 44.950 3.589.817 65.589. dengan demikian potensi yang selama ini belum tergali karena hambatan transportasi di .41 Tabel 2.299 73.662 144 2.349 9 701.589.910 2007 66.630 5.835 49.622. BRI. 2010 Sarana dan prasarana strategis dalam rangka mendukung daya saing daerah a) pengembangan Bandar Udara Abdulracman Saleh yang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir berkembang sangat pesat dan kedepan perlu di tingkatkan kapasitasnya lebih besar lagi sehingga dapat menambah maskapai dan jumlah penerbangan sesuai dengan kebutuhan untuk melayani beberapa Kabupaten/Kota di bagian Selatan Tengah Jawa Timur.837.997 169 2. Selanjutnya perkembangan ketersediaan energi listrik sebagai pendukung penting pembangunan dan perekonomian sebagai berikut: Tabel 2.402 9 716.898 66.540 Distribusi GRD unit Gardu Induk unit SR buah Konsumsi Listrik kwh/th Sumber : PLN Malang.299 66.317. c) pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dimana wilayah Kabupaten Malang merupakan titik tengah yang akan menghubungkan Malang-Jogjakarta ke Barat dan Malang Denpasar Bali melalui Banyuwangi ke sebelah Timur. b) pembangunan jalan tol Pandaan-Malang melanjutkan tol Surabaya-Pandaan sehingga akan terhubung layanan tol antara Kota Surabaya dengan Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur.898 60.898 60. BNI’46 dan Bank Mandiri.350.349 9 687. CIMB Niaga dan Bank Jatim.399 2007 2.665 Ketersediaan bank sangat mendorong laju pertumbuhan ekonomi di segala bidang.

594 Dari data diatas diketahui bahwa trend perkembangan sarana transportasi Kabupaten Malang dalam 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dimana pada Tahun 2006 hanya sebanyak 17. 6. dan perikanan laut.516 Kereta gandengan 177 180 184 Kereta tempelan 20 22 33 Kendaraan khusus 32 34 35 JUMLAH 17.4. Tindak kejahatan terbanyak sebagaimana data Kepolisian Kabupaten Malang terbanyak adalah kasus pencurian dengan pemberatan yaitu sebayak 576 kasus yang dilaporkan namun hanya 372 kasus yang baru diselesaikan. kasus perjudian sebanyak 210 kasus dan 178 kasus penipuan. kasus politik dan kasus ekonomi. 8.789 19.4.789 Tahun 2009 meningkat tajam menjadi 22.41 Perkembangan Sarana Transportasi Tahun 2006-2009 Uraian 2006 2007 2008 Mobil Penumpang Umum 725 751 761 Bus umum 2.190 20.354 2. Kedepan peningkatan diprediksi akan lebih tajam lagi dengan selesainya Tol Pandaan-Malang. industri. selesainya Jalan Lintas Selatan Provinsi Jawa Timur semakin besarnya kapasitas penerbangan Bandara Abulrachman Saleh dan pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Malang ke Kota Kepanjen dan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik memberi dampak kepada perkembangan investasi.402 2.244 13. serta tidak kalah pentingnya adalah obyek wisata pantai yang cukup banyak di Malang Selatan. Sementara itu. kemudian kasus pencurian kayu jati sebanyak 372 kasus.521 Sumber : Hasil-hasil Pembangunan Kabupaten Malang. 2. 2.338 Mobil barang bukan umum 11. berdasarkan data yang ada masih terdapat kasus demonstrasi pemogokan tenaga kerja.494 192 30 39 22.4 Iklim Berinvestasi Iklim berinvestasi sangat ditentukan oleh faktor keamanan dan ketertiban. Pembangunan bidang keamanan dan ketertiban masyarakat harus difokuskan pada terwujudnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan masyarakat lingkungan masing-masing serta peran aktif masyarakat dalam memberantas kejahatan yang terjadi.42 Malang Selatan akan segera berkembang seperti potensi pertambangan perkebunan. 2009 762 2. 7. 2010 No 1. 5.709 4. perdagangan dan perumahan. 2.620 213 5. 3.3 Sarana Transportasi Berikutnya sarana transportasi yang menjamin kelancaran arus orang dan barang dari sentra produksi ke pasar maupun ke obyek-obyek wisata adalah sebagai berikut: Tabel 2. 4.935 12. namun demikian secara umum angka kriminalitas di .594 atau terjadi kenaikan rata-rata 8% per tahun.472 Bus bukan umum 122 157 182 Mobil barang umum 3.194 3.165 11.

2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2006 33 5 13 62 351 0 1 158 12 15 640 2.822 0.413. Hal lain yang mendukung terjaminnya keamanan wilayah Kabupaten Malang karena terdapat banyak institusi militer baik dari TNI AD.43 Kabupaten Malang baik secara kualitas maupun kuantitas kecenderungannya mengalami penurunan.887 0. data diolah. TNI AU dan TNI AL yang juga berperan aktif dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk juga keamanan berinvestasi. Tabel 2.0002893 .442 0.419.779 0.0264482 2007 4 5 14 20 63 0 7 10 0 18 141 2.419.0085758 2009 0 0 0 0 3 0 0 2 0 2 7 2.442.42 Angka Kriminalitas Tahun 2006-2009 Uraian Jumlah kasus narkoba Jumlah kasus pembunuhan Jumlah kejahatan seksual Jumlah kasus penganiayaan Jumlah kasus pencurian Jumlah kasus penipuan Jumlah kasus pemalsuan uang Kasus perjudian Kasus pemerasan dan penadahan Bunuh diri Jumlah Jumlah penduduk 11 Angka kriminalitas (8/9) Sumber : Kepolisian.0057729 2008 0 4 2 19 148 0 0 27 7 0 207 2.

dapat dilihat dalam Gambar 3. Mengingat bahwa pengelolaan keuangan daerah diwujudkan dalam suatu APBD maka analisis pengelolaan keuangan daerah dilakukan terhadap APBD dan laporan keuangan daerah sekurang-kurangnya 5 tahun sebelumnya. Penyelenggaraan fungsi Pemerintahan Daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumbersumber penerimaan yang cukup kepada daerah dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan (money follow function). 2) Untuk menjamin ketersediaan dana maka kebijakan pendapatan diarahkan untuk mendapatkan berbagai sumber pendapatan yang sustain dan jumlah yang memadai. Misi. . Dalam hubungannya dengan RPJM Daerah. 5 tahunan. APBD merupakan komitmen politik penyelenggara Pemerintahan Daerah untuk mendanai strategi pembangunan pada satuan program dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun. Misi. Hubungan antara dokumen perencanaan strategik dengan anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana pengelolaan keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui oleh DPRD dalam Peraturan Daerah (Perda). Analisis pengelolaan keuangan daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk menghasilkan gambaran tentang kapasitas atau kemampuan keuangan daerah dalam mendanai penyelenggaraan pembangunan daerah.BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dapat dinilai dengan uang. Strategi RKPD 1 RKPD 2 RKPD 3 RKPD 4 RKPD 5 Kebijakan Keuangan Daerah /APBD Arah kebijakan keuangan daerah yang diambil oleh Kabupaten Malang mengandung makna bahwa: 1) Arah belanja APBD Kabupaten Malang digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan dan prioritas strategis jangka menengah.1 sebagai berikut: Gambar 3. termasuk segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah.1 Kerangka Hubungan Antara Kebijakan Keuangan Daerah/APBD dengan RKPD dan Visi. Mengingat kebijakan masing-masing komponen APBD berbeda maka kebijakan Keuangan Daerah juga dirinci pada masing-masing komponen tersebut. Strategi RPJMD RPJMD Visi.

Mengingat bahwa komponen anggaran menggunakan struktur surplus/defisit maka atas selisih antara pendapatan dan belanja dihitung sebagai surplus/defisit dan dialokasikan ke pembiayaan. Melalui analisis belanja. dan standar harga atas komponen belanja tiap kegiatan. Dengan demikian. hubungan strategi dengan (arah kebijakan) komponen APBD dapat dilihat dalam Gambar 3.2 Kerangka Hubungan Antara Strategi dan Komponen APBD A R A H Program/ Kegiatan P1 P2 Visi Misi Strategi P3 P4 P5 P~.. (-) P E M B I A Y A A N (=) . Pada tahap berikutnya. pada prinsipnya adalah agar belanja dapat mendukung kebutuhan dana seluruh kegiatan.45 meliputi kebijakan Pendapatan. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. K E B I J A K A N B E L A N J A . Adapun.. Satuan terkecil dari perencanaan strategik adalah program dan kegiatan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.. serta Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 ... Gambar diatas menunjukkan hubungan antara proses perencanaan kegiatan dengan keuangan. Belanja yang tidak strategik dan tidak memiliki nilai tambah (non value-added) diminimalisir. ditingkatkan penerimaannya (intensifikasi). standar pelayanan. dan diupayakan sumber-sumber pendapatan baru (ekstensifikasi) oleh Pemerintah Kabupaten Malang.. P E N D A P A T A N .2 berikut ini: Gambar 3. apabila APBD mengalami selisih lebih maka atas surplus tersebut akan dialokasikan dalam pembiayaan pengeluaran pada pos-pos pembiayaan yang diperkenankan oleh peraturan.. Semua potensi pendapatan semaksimal mungkin digali agar mampu menutup seluruh kebutuhan belanja. Sebaliknya. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. untuk menutup semua kebutuhan belanja. Kebijakan pendapatan diarahkan agar sumber-sumber pendapatan yang mendukung APBD selama ini harus diidentifikasi dengan baik.. dapat dihitung kebutuhan belanja.. Dalam hal suatu APBD mengalami defisit maka kebijakan pembiayaan mengupayakan sumber pemasukan kas untuk menutup defisit tersebut (pembiayaan penerimaan)... Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Belanja dan Pembiayaan. arah kebijakan belanja Kabupaten Malang. APBD harus mampu mengoptimalkan sumber-sumber pendapatannya...

dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan.54%.46 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang antara lain menyebutkan bahwa keuangan daerah harus dikelola secara tertib. belanja dan pembiayaan Tahun 2006-2010 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. taat pada peraturan perundanganundangan. transparan. oleh karena itu prinsip pengelolaan ini akan tercermin pada proses penyusunan anggaran daerah. .1 Kinerja Keuangan Masa Lalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2006-2010 memberikan gambaran trend yang positif dengan rata-rata kenaikan sebesar 11. efisien. dan selanjutnya APBD tersebut akan dipakai sebagai dasar bagi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan penerimaan dan pengeluaran daerah yang disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan serta kemampuan keuangan daerah. walaupun pada masa itu terjadi kenaikan BBM yang membawa dampak signifikan pada perkembangan ekonomi makro namun karena struktur pendukung ekonomi daerah Kabupaten Malang yang berbasis pada sektor primer mengakibatkan pengaruh perubahan tersebut tidak begitu terasa dampaknya pada perekonomian Kabupaten Malang. 3. kepatutan dan manfaat untuk masyarakat. Gambaran perkembangan struktur pendapatan. ekonomis. struktur pendapatan dan struktur belanja daerah. maka semua penerimaan dan pengeluaran daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBD. efektif.

299.799 108.512.910.036 967.222.689 21.875 24.187.54% 2006 69.682 58.551.884.042 3.437.260 39.526.789.690.421 18.47 Tabel 3.783.603.000 68.109 959.463 946.668.000 72.909.285 795.307.184.834 29. 000) 2007 2008 84.784 23.921.263.221.800 77.167.110 64.000 62.199.840.983.547 1.174.706.416.756.000 35.805.589 20.637 1.000 67.302 1.897 100.500 1.362.801 8.851.258.458.349 88.844.678 13 4.166.341.988 1.768 90.204.324 58.279.598 118.957.110 880.013.456.924 15.000 111.127.310.702.647.882 8 2010 133.020.134.708.739.934 69.330 4.479.268 14 2 3 JUMLAH Prosentase Kenaikan Realiasi Pendapatan Pertahun Rata-rata kenaikan 2006-2010 Sumber : DPPKA 2011.653 29.362.756 1.694 17.920.442 33.651.756 4.584 14.170 2.684.532.085 148.496 4.608 967.758 1.782.090 4.427.883.940 166.353.591.357.1 Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2006 s/d 2010 NO 1 URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Perimbangan dari Provinsi LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi & Pemda lainnya Dana Penyesuaian & Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya TAHUN (Rp.767 1.397 46.000 94.842.107.641 79.393.362.099 58.690 93.671 991.861.048 26.050 1.658.155 2009 153.686.016 30.098.572 36.285.750 6.059.161. diolah .072.413.192 89.530 11 11.184.700 330.079.615 52.

581.865 10.528.52% Tahun 2007 ke 2008 naik sebesar 10.166.399. khusus PAD naik rata-rata sebesar 20% per tahun.041.042 56.6 537.336 12.082.923.075.75% 2009 903.79 16.175.007.309 185.863.075 623.000 26.147 282.731.848 10.158.688 97.850.186.85 510.48 Dilihat dari trend pendapatan yang dalam Tahun 2006 ke 2007 naik sebesar 12.160 375.872 47.035.15 1.765 140.560.154.94% 530.52 40.391.629 11.121 46.28% per tahun.167 507.48 TAHUN (Rp.257.688 44.684. diolah 908.113.004.2 Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 NO I 1 2 3 4 5 6 7 URAIAN Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tidak Terduga Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan 2006 323.219 32.58 1.671.108 147.682.82% selanjutnya tahun berikutnya naik lagi sebesar 8.983.583 Jumlah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Sumber : DPPKA 2011.790.160 713.387.894 35.34 -3.373 117.306.500 2007 638.667 50.4 1.679.171.284.744.243.873.892.48% per tahun Tabel 3.155 -8.507 77.000 920.000.593.499 -8.547 150.741 13.16 1.515 302.806.231 27.782 96.812. 000) 2008 807.670.195 389.809.531 40.071.195 0 0 0 108.856 29.656 8.470 41.709 933.520.353.692 5.517 95.191 20.286 10.01 II 1 2 3 585.482 55.508 -1.665.992 97.420 460.032 3.230.54% per tahun.765 .319 32.702.845 45.445 48.051 331.337.250 182.73 2010 1. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah naik rata-rata sebesar 428.121 65.37% dan Tahun 2010 naik menjadi 14.613.801.695.420.529.499.012.969 67.45% atau rata-rata dalam 4 tahun naik sebesar 11. Dana Perimbangan naik rata-rata sebesar 6.782 11.409 93.226 154.421.81 484.739.482 269.167 141.

744.83 NO 1 2 3 URAIAN Pendapatan Belanja Persentase Sumber : DPPKA 2011.075.307.175.7%.83%.3%.427.421.387. .24% dan Tahun 2010 sebesar 99.032 97.020.668.167.3 2009 1.765 89. Sedangkan belanja langsung yang dalam Tahun 2006 sebesar 64% Tahun 2010 menjadi sebesar 30. Tabel 3. 000) 2006 1.756. Hal ini menunjukkan apabila besaran belanja lebih kecil dari pendapatan dalam tahun berjalan berarti terjadi SILPA sebaliknya apabila besaran belanja melebih dari pendapatan maka defisit yang ada ditutupi dari SILPA tahun yang lalu.01 2007 1. tahun 2007 sebesar 100.856 100. diolah Dari data tersebut Tahun 2006 besaran belanja hanya 89.268 1. Tahun 2009 sebesar 97. Terjadinya kenaikan belanja tidak langsung disatu sisi dan disisi lain penurunan porsi belanja langsung karena kenaikan dana perimbangan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan kenaikan belanja gaji pegawai negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.850.49 Dilihat dari data tersebut Belanja Tidak Langsung yang Tahun 2006 sebesar 35% Tahun 2010 menjadi 69.191 99. Kebijakan belanja tentunya mendahulukan belanja wajib (mandatory) terutama gaji pegawai negeri sipil dan tunjangan guru setelah itu sisanya baru diperuntukkan membiayai kebutuhan belanja urusan pembangunan.731.678 1. Tahun 2008 sebesar 102.665.263.82 2008 1.221.2% yang didalamnya termasuk belanja pegawai yang trend setiap tahun mengalami kenaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara lain kenaikan gaji dan kenaikan penghasilan guru.337.882 1.741 102.199.530 1.82%.01% dari pendapatan Tahun berjalan.3 Rasio Pendapatan dengan Belanja Dalam Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2006-2010 TAHUN (Rp.155 908.166.24 2010 1.

965.001.151.173.332 2008 138.000 1.000 1. 134.432 2009 101.663 206.000.008.599 5.693 99.999.493. 206.691.933 139.853.500.643.965.131.943.789.672.838 dan Tahun 2010 sebesar Rp.989 5.082.636.000 1.503 134.930.50 Tabel 3.944 15. Tahun 2009 sebesar Rp.802.764 atau apabila dibandingkan dengan besaran APBD setiap tahun SILPA .853.643. 000) 2006 105.939.059.606 55.599 - 2.533.693 2010 156.228.877 144.693 101. Tahun 2008 sebesar Rp.965.000 172.331 309.248 134.599 - 94.071 4.070.925 153. 156.089.095.391.643.071 132.228.944 ` Data ini menunjukkan besaran SILPA yang dipergunakan untuk menutupi pengeluaran pembiayaan yang nilainya dalam Tahun 2006 sebesar Rp.960.477 105.989 537. 139.533.792.228.000 172.131.939.904 101.914 1.019 156.000 1.000. Tahun 2007 sebesar Rp. 101. diolah 11.989 - 62.636.599 2.096 NO I 1 2 3 4 5 6 URAIAN Jumlah Penerimaan Pembiayaan SILPA Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan derah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan II Jumlah Pengeluaran Pembiayaan 1 Pembentukan dana cadangan 2 Penyertaan modal (investasi) daerah 3 Pembayaran pokok utang 4 Pemberian pinjaman daerah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) Sumber : DPPKA 2011.808 - 6.166.965.692.4 Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2006-2010 TAHUN (Rp.487 206.989 2.000.477 2007 206.000.414 5.877.732.930.000 5.000.094 139.

918.040 2007 145.383 85. Besaran SILPA ini diperoleh dari pelampauan realisasi dari target penerimaan.77%.278 58.398 Data tersebut menunjukkan perkembangan aset daerah dari Tahun 2005 sebesar Rp.104 3.612.894 16.091 57.268 3.231.4.473 atau rata-rata kenaikan dalam 4 tahun terakhir sebesar 12.700.703.971.579.421.100 atau + 9%-10% dari APBD.105.731.971. 2.217 90.604 5.904 3.045. khusus aktiva lancar naik rata-rata sebesar 16. .488. Tabel 3.59% sedangkan aktiva tetap naik rata-rata 13.666 10.942 17.473 112.853.184.218 10.510.228.510.707.027.113 3.000 170.229 2008 117.956 4.108 76.131.082 3.828.328.688 3.939.267.568.39% per tahun. 000) Uraian 2005 Aktiva lancar Investasi jangka panjang Aktiva tetap Dana cadangan Aktiva lain lain Total Sumber : DPPKA 2011.536.388.439.966 88.142.892.914.473.286.560.51 tahunan rata-rata sebesar Rp.488.045.398 dan Tahun 2009 menjadi sebesar Rp.712 2. diolah 2006 215.5 Aset Daerah Tahun 2005-2009 Tahun (Rp. 147.388 15.367. penghematan belanja program dan pendapatan tidak terduga yang belum dianggarkan dalam tahun berkenaan.469.984 71.424 2.273 2009 149.424 2.137.860.198.000.899.579.

229 2008 3.050 95 517.233. 000) 2005 2.388.484.806.027.040 2007 3.865 3.474 3.675.375.52 Tabel 3.995 Uraian Dana lancar Dana investasi Total Sumber : DPPKA 2011.356.247.805 3.941.368.633 2. diolah 2005 1.473 Uraian Total Utang dan Ekuitas Dana Sumber : DPPKA 2011.8 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana Tahun 2006-2009 Tahun (Rp. diolah 2005 24.592 59 41 100 2006 64.963. 000) 2007 135.391.892 3.232.950 99 1 100 Tabel 3. diolah .197 11.365 2009 132.053 2.796 5 9.213.490.492 345.432 Tabel 3.170 2008 106.807 2006 150.526.473.011.599 17.190 3.877.532.475 690.754 2.994 2.870 99 1 100 2008 11.486. 000) 2007 9.567 4.846 100 Uraian Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Total Sumber : DPPKA 2011.137.835.965.957.466.045.508.7 Ekuitas Dana Tahun 2006-2009 Tahun (Rp.446.690 97 3 100 2009 16.537 2.286.333.599 862.090.168.879.569.971.363.510.110.836.6 Hutang/Kewajiban Tahun 2006-2009 Tahun (Rp.232.019.399 2006 3.273 2009 4.703.860.351 172.395 65.

3. 3. lebih khusus diupayakan pada sumber PAD. Sumber-sumber pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah. belanja bunga. bagi hasil bukan pajak. Secara umum. Indikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan pembangunan yang mendukung potensi pajak daerah. subsidi daerah otonom. 2. Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Upaya yang dilakukan meliputi: 1. yaitu program yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan atas keterbatasan kualitas aparatur yang berhubungan dengan upaya penggalian dan pelayanan penerimaan pendapatan daerah. yaitu program yang dimaksudkan untuk mendukung program pertama dalam mendukung peningkatan pendapatan pajak daerah dari aspek pembangunan ekonomi. Program Peningkatan Kualitas SDM Aparatur. Bagian lain-lain penerimaan berasal dari lain-lain penerimaan yang sah dan lain-lain penerimaan dari provinsi. belanja pokok pinjaman.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Tahun 2006-2010 Pengelolaan pendapatan daerah Kabupaten Malang Tahun 2006-2010 diarahkan pada sumber-sumber pendapatan yang selama ini telah menjadi sumber penghasilan Kas Daerah dengan tetap mengupayakan sumber-sumber pendapatan yang baru. Pos belanja daerah memprioritaskan terlebih dahulu pos belanja wajib yang dikeluarkan seperti belanja pegawai. penerimaan lain-lain. Dana perimbangan berasal dari bagi hasil pajak. Dana Alokasi Umum (DAU).2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3. Dana Alokasi Khusus (DAK). mengingat controllability-nya yang tinggi dibanding sumber-sumber pendapatan yang lain.53 3. Belanja daerah diarahkan untuk seefektif mungkin membiayai urusan penyelenggaraan pemerintahan dan prioritas pembangunan yang dialokasikan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang terformulasikan dalam program dan kegiatan. upaya peningkatan pendapatan daerah. bagian laba usaha perusahaan milik daerah dan lainlain pendapatan asli daerah yang sah. Indikator keberhasilan program ini adalah peningkatan kualitas SDM aparat dalam jangka pengelolaan pajak daerah melalui penyelenggaraan pelatihan yang relevan.2 Arah Pengelolaan Belanja Daerah Tahun 2006–2010 Suatu arah pengelolaan belanja daerah dimaksudkan untuk menjamin agar seluruh kegiatan (strategik) dapat dibiayai oleh APBD. serta . Program ini juga dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan atas rendahnya rasio elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan pajak daerah. Program intensifikasi dan ekstensifikasi. Untuk mendukung pembelanjaan daerah dalam rangka pelaksanaan berbagai program dan kegiatan strategik berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru. Indikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah dan PBB. retribusi daerah. Belanja diklasifikasikan menjadi belanja aparatur. belanja publik serta belanja tidak langsung.2. bantuan pembangunan daerah. yaitu dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Program Koordinasi/Sinkronisasi Lintas Sektoral. Sumber PAD berasal dari pajak daerah.2.

yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan/atau memanfaatkan surplus anggaran. dan penyertaan modal oleh pemerintah.54 belanja barang dan jasa. 3. dan penyertaan modal oleh pemerintah.2 Arah Kebijakan Belanja Tahun 2011-2015 Difokuskan pada belanja untuk membiayai urusan wajib dan urusan pilihan serta pemberian stimulan ataupun motivasi dalam rangka pengembangan UMKM.3. baik penerimaan maupun pengeluaran. selain itu perlu dilakukan upaya peningkatan optimalisasi dana perimbangan termasuk bagi hasil dari provinsi serta tidak kalah pentingnya adalah mengembangkan pendapatan dari sumber pendapatan lain-lain yang sah termasuk hibah baik dari internal maupun eksternal Kabupaten Malang. dan hasil divestasi. pemberian pinjaman kepada entitas lain. pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan serta bantuan kepada organisasi kemasyarakatan yang sinergi dengan program-program pembangunan yang berdampak signifikan terhadap pencapaian visi-misi dan kebijakan pembangunan daerah. 3.3 Arah Pembiayaan Tahun 2006-2010 Pembiayaan (financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah.1 Arah Kebijakan Pendapatan Tahun 2011-2015 Difokuskan pada upaya penggalian PAD walaupun tetap dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi dan beban UMKM dan masyarakat secara berlebihan. dan hasil divestasi.2. 3. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman. pemberian pinjaman kepada entitas lain. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan/atau memanfaatkan surplus anggaran. yang perlu dibayar atau akan diterima kembali. Sementara.3 Kerangka Pendanaan Tahun 2011-2015 Keuangan daerah dalam bentuk PAD menjadi sangat strategis dan menjadi isu sentral tersendiri apalagi kondisi kapasitas dan rasionalitas APBD Kabupaten Malang dibandingkan dengan jumlah penduduk dan tugas-tugas otonomi daerah sangat kecil.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Tahun 2011-2015 Sebagaimana periode yang lalu maka arah kebijakan pembiayaan (financing) masih tetap sama yaitu bahwa seluruh transaksi keuangan pemerintah. 3. Selisih antara belanja wajib dikeluarkan merupakan dana yang dialokasikan sebagai pagu indikatif dari masing-masing SKPD. Sementara.3. 3. Hal yang tidak kalah penting dalam mencukupi kebutuhan pendanaan pembangunan daerah adalah dengan melakukan kemitraan dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam bentuk sinergitas program termasuk program dana dekonsentrasi dan hibah/bantuan langsung kepada masyarakat. baik penerimaan maupun pengeluaran. pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman. pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman.3. yang perlu dibayar atau akan diterima kembali. . Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman.

belanja dan pembiayaan serta arah kebijakan keuangan daerah Kabupaten Malang Tahun 2011–2015 maka kondisi rencana pendapatan dan rencana belanja Tahun 2011-2015 dapat diproyeksikan dengan asumsi bahwa kondisi makro dan mikro ekonomi nasional tidak mengalami perubahan yang signifikan serta stabilitas politik tetap terjaga dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.55 Berdasarkan analisis keuangan 5 tahun yang lalu yaitu trend kenaikan pada struktur APBD Tahun 2006-2010 baik dari sisi pendapatan. .

504 1.222.936 268.713.908.579 7.688.706 2.481 JUMLAH Prosentase Kenaikan Realiasi Pendapatan Pertahun Rata-rata kenaikan 2010-2015 Sumber : DPPKA 2011.59 7.865 1. diolah 2.749 1.227 7.399.199 1.5% per tahun sampai Tahun 2014 yang berpengaruh positif pada kenaikan APBN dan pada gilirannya akan memperbesar porsi dana perimbangan.792. .877 1.280.49 7. Sedangkan komponen Lain-Lain Pendapatan yang Sah diprediksikan naik 6% per tahun dimana disamping sumber-sumber yang sudah ada dapat dikembangkan sumber pendapatan yang baru sejalan dengan peningkatan daya saing daerah yang memungkinkan timbulnya sumber pendapatan daerah lain-lain yang sah tanpa mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang memberatkan investasi.264.547 7.926.6.578.769 417.265 442.311 203.854 2.835 371.051 1.7.268 2011 153.260 1.672.44 2014 2015 233. Komponen Dana Perimbangan diprediksikan naik 7% per tahun seiring dengan semakin baiknya perekonomian nasional yang juga ditargetkan tumbuh antara 7% .54 NO 1 2 3 URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DANA PERIMBANGAN LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 2010 133.7% selama 5 tahun kedepan.603.643.9 Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 TAHUN (Rp.193. 000) 2012 2013 176.229.223.085 330.378.489.425.690.668.437.924 1.170.858 1.56 Tabel 3.204.263.983.974.200.127 7.54% 393.684.071.475.723.517.65 Komponen Pendapatan Asli Daerah diprediksikan naik 15% per tahun dengan asumsi terjadinya perubahan pengelolaan pajak dan retribusi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2010 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan semakin membaiknya perekonomian daerah yang ditargetkan tumbuh antara 6% .288.556.332.631 350.

5 7.345.071.287 7 2012 1.974.819.312.547. 000) 2010 I Belanja Tidak Langsung Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan II Belanja Langsung Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rata kenaikan Jumlah Prosentase kenaikan Pertahun Rata-rara kenaikan 1.787 8.734.627.567 7 7.179 1.981.6 1.501 7 NO URAIAN Sumber : DPPKA 2011.6 2.304 8.214 9 604.528.6% 513.234.080.705.6% 657.918.908 7.425.5 2.500 557.079.154.908.624. diolah Komponen Belanja Tidak Langsung yang didalamnya terdapat belanja pegawai.708. Komponen Belanja Langsung yang merupakan selisih dari target pendapatan dengan belanja tidak langsung diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata 8% per tahun yang diprioritaskan untuk membiayai program-program SKPD yang merupakan jabaran dari visi-misi dan program strategis RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015. belanja bantuan sosial.229.684.226.308.621.6 8. belanja hibah.351.235.9 780.718.263.7 1.926.559.578.767 7 2015 1. .57 Tabel 3.238.321.888.792.619.500 7.7 715.864.860.342 8.704 9 2013 1.205 7.286.554 7.8% 2.513.268.668.414.679 2011 1.170 7.127.399.332. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga direncanakan naik rata-rata 7% per tahun dengan memperhatikan arahan/ketentuan yang berlaku dan memperketat bantuan-bantuan.347.866 7 2014 1.10 Proyeksi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2015 TAHUN (Rp. belanja bunga.

air bersih dan kesehatan lingkungan terutama di dusun terpencil dan sentra kemiskinan. 2. 5. 2. 7. Tersedia sumber daya manusia usia angkatan kerja yang cukup besar. Tersedia sarana perhubungan darat. Produktifitas hasil pertanian pangan. e. Peningkatan produksi dan ketahanan pangan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan menjamin ketahanan pangan masyarakat. Pemenuhan pelayanan dasar dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin terutama kecukupan energi. peternakan dan perikanan yang cukup besar. Kemudahan pelayanan publik baik pelayanan administrasi kependudukan dan hak-hak masyarakat lainnya maupun pelayanan perijinan dan informasi peluang usaha kepada dunia usaha.BAB IV ANALISIS ISU STRATEGIS 4. d. c. Tersedia lembaga/tokoh/pakar keagamaan dan pendidikan keagamaan yang cukup banyak.1. peningkatan ketrampilan kerja dan pengembangan semangat kewirausahaan bagi angkatan kerja. pariwisata dan dusun terpencil. f.1 Analisis lingkungan Permasalahan Kabupaten Malang dalam 5 tahun mendatang masih terkait dengan tingkat pencapaian 5 tahun sebelumnya termasuk dalam program kegiatan serta dinamika perkembangan baik internal maupun eksternal sehingga akan sangat berperan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah lima tahun mendatang. g. dan perikanan sebagai andalan masih belum optimal dan potensi wisata belum terkelola secara optimal. b. Penyediaan infrastruktur yang memadai terutama pembangunan baru dan pemantapan jalan jembatan untuk mendukung aktivitas perekonomian. Kekuatan a. perkebunan. Perluasan kesempatan kerja dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi besar. laut. 3. peternakan. Pendidikan murah dan berkualitas terutama pendidikan bagi warga miskin dan dusun-dusun terpencil.1 Permasalahan Pembangunan Kabupaten Malang 1. Kelemahan a. Pelayanan kesehatan yang terjangkau terutama penyediaan pelayanan bagi masyarakat miskin dan dusun-dusun terpencil. 4. udara dan kereta api. Tersimpan peninggalan sejarah dan budaya luhur bukti kejayaan masa lalu. Letak geografis dan tata ruang wilayah yang strategis. . 4. Tersedia sumber daya alam pertanian pangan. 6. perkebunan. 1. Tersedia perusahaan industri dan perdagangan besar serta obyek wisata.

Ancaman a. Kapasitas APBD yang rendah masih berpeluang menggali PAD dan mendapatkan bantuan program. banjir dan tsunami. perikanan. f. Fluktuasi harga minyak dan perekonomian dunia yang sering kali berdampak negatif bagi perekonomian daerah perlu disikapi dengan penguatan struktur perekonomian yang berbasis lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. inovatif dalam memproduksi barang dan jasa yang memiliki daya saing. tanah longsor. Peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dalam perkonomian daerah masih kecil. Peluang a. 3. Lingkungan hidup yang rusak sebagai pengaruh dari pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrim. d. e. c. b. c. d. 4. pengairan. Kondisi jalan/jembatan untuk menjamin kelancaran arus barang dan jasa sebagian belum mantap dan masih kurang. Globalisasi dan perdagangan bebas merupakan tantangan untuk terus kreatif. dana dekonsentrasi/tugas pembantuan dan bantuan dari lembaga lainnya. Dampak kasus sara. kriminalitas dan gangguan keamanan lintas daerah. c. perkebunan.59 b. keciptakaryaan/perumahan rakyat dan energi. Angka pertumbuhan penduduk masih tinggi sehingga perlu peningkatan kualitas keluarga dan pemasyarakatan kembali norma keluarga sejahtera. e. Adanya program nasional percepatan pembangunan infrastruktur wilayah dibidang kebinamargaan. Masih sering terjadi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat. . Pelayanan pemerintah kepada masyarakat belum memuaskan. f. g. d. peternakan. Terbukanya peluang kerjasama kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah baik antar daerah didalam maupun di luar negeri. industri dan pariwisata. e. b. Jumlah pengangguran dan masyarakat miskin masih cukup besar. Terdapat kawasan rawan bencana gunung berapi. Ditetapkannya Malang Raya sebagai salah satu pusat wilayah pengembangan Provinsi Jawa Timur dimana Kabupaten Malang sebagai andalan pertanian pangan. Adanya program nasional pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah tertinggal/desa tertinggal. Adanya political will secara nasional untuk memajukan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui prioritas pembangunan pendidikan dan kesehatan.

Lingkungan hidup yang rusak akibat pemanasan global dan cuaca ekstrim 4. hidup. 5. 4. Political will nasional untuk memajukan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan. 1. Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Terdapat kawasan rawan bencana. Letak geografis. Tersedia perusahaan industri dan perdagangan besar serta obyek wisata. 6. Pelayanan pemerintah belum memuaskan. Supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia dan demokrasi 3. STRATEGI (ST) 1. 5. 2. 6. Pembangunan infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi 1.2 Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Malang Dari analisis lingkungan internal maupun eksternal dapat dirumuskan 11 isu strategis yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pembangunan . kriminalitas dan gangguan keamanan lintas daerah. 4. 4. 3.60 Tabel 4. Globalisasi. 2. 5. KELEMAHAN (Weakneses) Produktifitas hasil pertanian masih rendah. STRATEGI (WT) Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran. Peran umat beragama dalam pembangunan. STRATEGI (WO) Peningkatan produktivitas enterpreneurship industri kreatif dan daya saing. 5. dana dekonsentrasi/tugas pembantuan dan bantuan dari lembaga lainnya Peluang kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak ANCAMAN (Threats) 1. 2. Pengarusutamaan gender dan pengendalian pertumbuhan penduduk 2. Kemudahan layanan kesehatan masyarakat 4. Jumlah pengangguran dan kemiskinan masih cukup besar. Pertumbuhan Ekonomi dan revitalisasi pertanian. 2. Optimalisasi pengelolaan Dampak Fluktuasi harga sumberdaya alam dan minyak dan perekonomian pelestarian fungsi lingkungan dunia. Good governance dan pelayanan prima. Tersedia sumber daya manusia usia angkatan kerja yang cukup besar. Adanya program nasional percepatan pembangunan infrastruktur wilayah. Peran UMKM dalam perekonomian masih kecil. 7. 3. 1. 2.1 Analisa SWOT KEKUATAN (Strenghts) 1. Tersedia sarana dan prasarana perhubungan 3. Tersedia sumber daya alam pertanian. Internal 5. Dampak kasus sara. 4. Kondisi jalan/jembatan dan irigasi belum mantap. Keterjangkauan pendidikan yang bermutu. Tersimpan peninggalan sejarah dan budaya luhur bukti kejayaan masa lalu STRATEGI (SO) 1. 3. 6. Angka pertumbuhan penduduk masih tinggi. Adanya program nasional pengentasan kemiskinan. Peluang menggali PAD dan mendapatkan bantuan program. 3. 2. Eksternal PELUANG (Opportunities) 1. 7. Ditetapkannya Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan. Tersedia lembaga/tokoh/pakar keagamaan dan pendidikan keagamaan yang cukup banyak.

k. j. Peran umat beragama dan budaya lokal dalam pembangunan. Sentra industri kecil • ISU STRATEGIS Pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pertanian Pengentasan kemiskinan dan pengangguran produktifitas.2. i. Produktivitas. Kemudahan layanan kesehatan masyarakat. Produk unggulan b. Pengembangan produk unggulan Pengembangan teknologi tepat guna i. Pelabuhan Perikanan Sendangbiru h. Pengarusutamaan gender dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk. perkebunan. peternakan. h. Infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL Pertanian pangan. Keterjangkauan pendidikan yang bermutu. • infrastruktur penunjang perekonomian investasi dan .61 lima tahun ke depan sebagai berikut : a. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Pemanfaatan Pekarangan untuk Tanaman Pangan dan obat keluarga Industri. Sub Terminal Agribisnis Mantung d. Perdagangan. Komoditas pangan andalan b. c. Supremasi Hukum dan HAM serta Demokrasi. industri kreatif dan daya saing daerah. d. enterpreneurship. f. e. perikanan dan kelautan. enterpreneurship. b. Hubungan Fokus Pembangunan Sektoral dengan Isu Strategis NO. Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran. Pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pertanian. Kawasan agropolitan Poncokusumo f. industri kreatif dan daya saing daerah • • 2. 4. Lumbung desa modern dan lumbung pangan desa c.3 Fokus Pembangunan Sektoral Fokus pembangunan sektoral sebagai ikon untuk masing-masing sektor yang telah mulai ditangani sejak 5 tahun yang lalu dikaitkan dengan isu strategis 5 tahun kedepan yang masih perlu dilanjutkan: Tabel 4. 1. Koperasi dan Penanaman Modal a. g. Kawasan minapolitan Wajak dan Sendangbiru g. Good Governance dan Pelayanan Prima. Kawasan peternakan sapi dan kambing e. serta ketahanan pangan a.

62 NO. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL c. Pusat promosi dan pemasaran hasil industri kecil dan kerajinan Kendedes d. Revitalisasi pasar daerah e. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah f. Koperasi g. Investasi h. Bandara Abdulrachman Saleh i. Pelabuhan Umum Tamban j. Terminal type B Kepanjen k. Jalan tol Pandaan-MalangKepanjen l. Jalan Lintas Selatan Rumah Tangga Miskin a. Bantuan Modal Kepada Usaha Produktif Dasawisma; b. Pembangunan Rumah Tangga Miskin (RTM) berbasis Komoditas. Tenaga Kerja dan Pengangguran a. Padat Karya; b. Informasi Pasar Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja; c. Pemanfaatan CSR. Pariwisata a. Paket Singosari b. Paket Kanjuruhan c. Paket Wisata Wendit d. Paket Pantai Selatan Malang e. Paket Gunung Kawi f. Paket Menuju Bromo • ISU STRATEGIS produktifitas, enterpreneurship, industri kreatif dan daya saing daerah

3.

Pengentasan kemiskinan pengangguran

dan

4.

Pengentasan kemiskinan pengangguran

dan

5.

6.

Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga • a. Sekolah Unggulan SD, SMP, SMA/SMK di 33 Kecamatan b. Sekolah Satu Atap • c. Budaya Baca d. Kompleks olah raga Kanjuruhan e. Olah raga berprestasi f. Seni Budaya Malangan •

7.

Kesehatan a. Posyandu b. Puskesmas Ideal c. Badan Layanan Umum Kesehatan

• •

Infrastruktur penunjang perekonomian dan investasi Optimalisasi Sumber Daya Alam dan pelestarian Lingkungan Hidup Keterjangkauan pendidikan yang bermutu Pengarustamaan gender dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk Pengentasan kemiskinan dan pengangguran kemudahan layanan kesehatan masyarakat Pengarustamaan gender dan

63 NO. FOKUS PEMBANGUNAN SEKTORAL ISU STRATEGIS pengendalian laju pertumbuhan penduduk Pengentasan kemiskinan dan pengangguran peran umat beragama dan budaya lokal dalam pembangunan Good governance dan pelayanan prima Supremasi hukum, HAM dan demokrasi

8.

9.

Keagamaan • a. Pusat Informasi Islam b. Forum Kerukunan Umat Beragama Pelayanan Publik • a. Manajemen Mutu Pelayanan (ISO) b. Pelayanan Satu Atap Perijinan • Usaha c. e-KTP d. Pelayanan Keliling e. Informasi dan penyuluhan hukum f. Pengamanan swakarsa

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

5.1 Visi Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang didalamnya berisi suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan, dibangun melalui proses refleksi dan proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh seluruh komponen stakeholders. Visi dapat dikatakan juga semacam tujuan yang dapat mengarahkan dan mendorong semua stakeholders (pemerintah dan non pemerintah) untuk berkontribusi pada pencapaian visi. Visi mempunyai jangkauan 5 tahun atau lebih ke depan dan merupakan keadaan ideal yang sifatnya memberikan inspirasi dan arah serta posisi (setting) daerah di masa depan. Berdasarkan kondisi masyarakat Kabupaten Malang saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan, serta Pemerintah Daerah, maka dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan untuk periode 2010-2015, dicanangkan Visi Pembangunan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing atau MADEP MANTEB. Penjelasan visi : Pada visi tersebut terdapat 8 kata kunci yaitu mandiri, agamis, demokratis, produktif, maju, aman, tertib dan berdaya saing artinya dalam rangka mencapai tujuan umum pembangunan Kabupaten Malang yaitu masyarakat sejahtera maka dalam 5 tahun yang akan datang ini diperlukan upaya mewujudkan: 1. Mandiri, yang dimaknai dengan pertama : kemandirian pengelolaan daerah berupa kebijakan Pemerintah Daerah yang mengutamakan kemampuan daerah dalam rangka mengelola potensi sumber daya alam dan buatan yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia, energi, infrastruktur dan pelayanan publik. Kedua: Kemandirian Masyarakat berupa sikap dan kondisi masyarakat yang memiliki semangat entrepreneurship untuk semakin mampu memenuhi kebutuhan dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Inti dari pengertian kemandirian adalah semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan semangat entrepreneurship di kalangan masyarakat luas. 2. Agamis, yang dimaknai dengan kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang berdampak terhadap keamanan, ketertiban dan produktivitas tinggi. 3. Demokratis, yang dimaknai dengan kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan

7. Hal ini sejalan dengan pesan filosofi pembangunan dalam sesanti lambang Kabupaten Malang yaitu: Satata Gama Karta Raharja atau terwujudkan Kabupaten Malang yang adil dan makmur materiil dan spirituil disertai kerukunan beragama atas dasar kesucian yang langgeng (abadi). yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas kinerja masyarakat sebagai pilar utama peningkatan perekonomian daerah. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas produk usaha mikro. 5. 7. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak. menjalani kehidupan bermasyarakat. 6. 5. 6. . 4. 5. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM. sedangkan dari sisi masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan majemuk. pangkat. dan damai. Aman. Berdaya Saing. clean government (pemerintah yang bersih). Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama. ditandai dengan perilaku bijaksana. tertib. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik).65 keputusan yang berlandaskan hukum dan keadilan. berkeadilan. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya keamanan masyarakat dan terlaksananya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa memandang kedudukan. 3. Dengan kata lain kemakmuran atau kesejahteraan yang ingin diwujudkan bukan hanya kesejahteraan meteriil atau lahiriyah semata namun juga sejahtera secara spiritual atau batiniyah. adat-istiadat dan budaya. dan demokratis. Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman. Tertib. 8. berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah Negara Pancasila. Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat perdesaan. Mewujudkan peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur. dan melaksanakan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat.2 Misi Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. 4. 2. Kesejahteraan yang utuh itu diyakini dapat dicapai dengan mewujudkan kemajuan secara komprehensif dari 8 kunci tersebut di atas. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan hasil-hasil pembangunan yang ditandai dengan semakin meningkatnya indeks pembangunan manusia. Maju. Produktif. jabatan seseorang serta terciptanya penghormatan pada hak-hak asasi manusia. kecil. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa mengabaikan mandat yang diberikannya. yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap berbagai peraturan hukum yang berlaku. Adapun misi pembangunan Kabupaten Malang untuk 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut: 1. menengah dan koperasi untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional serta semakin meningkatnya daya saing daerah dalam rangka menarik minat investor.

2. 8. moral.66 8. tertib dan damai yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Meningkatnya ketersediaan. pengairan dan keciptakaryaan/permukiman serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi. 5. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. Semakin kuatnya kelembagaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.4 Sasaran Sasaran umum yang merupakan target atau hasil yang diharapkan dari pembangunan Kabupaten Malang dalam kurun waktu 5 tahun kedepan dimana atas keberhasilan target ini diharapkan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat yaitu sebagai berikut: 1. . Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan. 4. 3. 7. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah yang ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakat. inflasi. Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan yang ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. meningkatnya luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola.3 Tujuan Mengacu pada pernyataan visi misi yang didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik maka tujuan yang secara spesifik ingin dicapai dalam 5 tahun kedepan adalah: 1. 5. yang ditandai dengan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus SARA. sosial dan budaya. 6. Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia yang ditandai dengan semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG). pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan. 2. Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. 4. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup. Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. 5. 3. Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan. Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual. serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. dan etika pembangunan.

7.67 5. Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam. Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan. perdagangan dan jasa-jasa. Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu. keciptakaryaan/permukiman. Terbangun dan terpeliharanya infrastruktur kebinamargaan. pengairan. . 6. 8. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. serta meningkatnya pertumbuhan sektor potensi pariwisata.

Perluasan kesempatan kerja. ditandai dengan perilaku bijaksana. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera. yaitu suatu kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berlandaskan hukum dan keadilan. dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan menjamin ketahanan pangan masyarakat. yaitu suatu kondisi pemerintahan dan masyarakat yang semakin mampu menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan berdasarkan kemampuan sendiri dan berdaya saing tinggi yang di tandai dengan semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan semangat enterpreneurship di kalangan masyarakat luas. misi. peningkatan ketrampilan kerja dan pengembangan semangat enterpreneurship bagi angkatan kerja. . pariwisata dan dusun terpencil. 2. 4. 2. 4. 3. 3. Mewujudkan masyarakat yang agamis dan berbudaya. terutama penyediaan pelayanan bagi masyarakat miskin dan dusun-dusun terpencil. Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Pendidikan murah dan berkualitas. dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi besar. Penyediaan infrastruktur yang memadai. Selanjutnya dari agenda tersebut diarahkan menjadi 7 prioritas sebagai fokus pembangunan 5 tahun kedepan yang merupakan permasalahan mendasar dan aktual untuk segera ditangani mulai tahun pertama RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yaitu : 1. dan melaksanakan prinsipprinsip musyawarah untuk mufakat. terutama pendidikan bagi warga miskin dan dusun-dusun terpencil. yaitu suatu kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang berdampak terhadap keamanan. ketertiban dan produktivitas tinggi. Pelayanan kesehatan yang terjangkau. menjalani kehidupan bermasyarakat. sedangkan dari sisi masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan majemuk. Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang demokratis. terutama pembangunan baru dan pemantapan jalan/jembatan untuk mendukung aktivitas perekonomian. Agenda dan Prioritas Pembangunan Dari rumusan visi.1. Peningkatan produksi dan ketahanan pangan. berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah Negara Pancasila. yaitu masyarakat yang semakin meningkat kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup dan adanya jaminan masa depan yang lebih baik.BAB VI AGENDA. tujuan dan sasaran dikelompokkan menjadi 4 agenda besar pembangunan yaitu: 1. 5. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.

strategi diarahkan melalui penguatan jejaring informasi hukum dan informasi pembangunan termasuk peningkatan kemampuan masyarakat dibidang hukum dan Hak Asasi Manusia melalui penyuluhan hukum dan deseminasi produk-produk hukum daerah untuk disebarluaskan kepada masyarakat. strategi diarahkan melalui penguatan lembaga/tokoh agama.2. Berkaitan dengan penyediaan infrastruktur strategis seperti jalan tol Pandaan–Malang. lokasi dan paket wisata. 4. Diharapkan dengan kuatnya SKPD maka akan meningkat pula kemampuan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. strategi diarahkan melalui penguatan wewenang. Peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur.69 6. Kemudahan pelayanan publik. strategi diarahkan melalui pemeliharaan dan pembangunan baru sarana kebinamargaan. yang pada gilirannya akan terwujud masyarakat Kabupaten Malang yang berakhlak mulia dan berkesalehan sosial sebagai modal dasar pembangunan. Peningkatan sistem informasi hukum dan komunikasi publik. 3. serta desa tertinggal dan sentra kemiskinan. pengairan. terutama kecukupan energi (listrik perdesaan dan pemanfaatan biogas). termasuk sosialisasi mitigasi bencana dan kerjasama bidang keamanan antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan. pengembangan industri. 5. Peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain daripada itu dalam rangka mendukung pemanfaatan ruang secara lebih optimal akan ditetapkan ruang terbuka hijau. 6. Peningkatan akhlak mulia dan kesholehan sosial. sosial budaya dengan memberikan bantuan pembinaan dan pemberdayaan yang sinergi dengan programprogram pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah/pemerintah daerah. strategi diarahkan melalui penguatan pengamanan swakarsa dengan memperkuat peran dan fungsi satuan perlindungan masyarakat. Jalan . peningkatan profesionalisme aparatur termasuk peningkatan leadership. peningkatan sarana dan prasarana kerja serta penguatan anggaran SKPD. kawasan industri dan kawasan khusus lainnya. baik pelayanan administrasi kependudukan dan hak-hak masyarakat lainnya maupun pelayanan perijinan dan informasi peluang usaha kepada dunia usaha. keciptakaryaan dan tata ruang serta permukiman dengan mengutamakan infrastruktur yang secara langsung mendukung perekonomian yaitu peningkatan produksi dan ketahanan pangan. air bersih dan kesehatan lingkungan terutama di dusun terpencil dan sentra kemiskinan. Strategi Pembangunan Strategi merupakan kebijakan-kebijakan yang diambil dalam rangka mengimplementasikan agenda pembangunan dimana untuk 5 tahun kedepan diperlukan strategi sebagai berikut: 1. Peningkatan kelembagaan SKPD dan profesionalisme aparatur. tugas pokok dan fungsi SKPD. 2. Dengan penguatan lembaga/tokoh ini diharapkan peran dan fungsi lembaga/tokoh dalam rangka pembinaan umat dan masyarakat pada umumnya dapat lebih optimal. 7. Pemenuhan pelayanan dasar dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin.

strategi diarahkan melalui penguatan lembaga pendidikan guna kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang murah dan bermutu. 6. menata kembali ruang terbuka hijau dan melaksanakan gerakan penghijauan dan penghutanan kembali bersama masyarakat. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan. Dari aspek sumberdaya manusia dilakukan pula peningkatan dan pengembangan semangat enterpreneurship terutama pada generasi muda dan angkatan kerja agar mampu menciptakan lapangan kerja lokal. Mendorong maju dan berkembangnya lembaga keagamaan. 8. Untuk percepatan pembangunan prasarana perdesaan dilakukan kemitraan bersama pemerintahan desa dan masyarakat. Peningkatan mutu dan daya saing sumber daya manusia. selektif dalam memberikan ijin pengelolaan sumberdaya alam yang rentan pencemaran. peternakan. Strategi lainnya ialah mengembangkan produk unggulan 1 desa/kelurahan 1 produk unggulan utama dan 1 kecamatan 1 produk unggulan utama dengan memperkuat basis pasar lokal melalui gerakan “cinta dan bangga mengkonsumsi produk lokal”. Arah Kebijakan Umum Dalam rangka melaksanakan strategi pembangunan sebagaimana tersebut diatas dirumuskan arah kebijakan umum sebagai berikut: 1. Saleh. strategi diarahkan melalui peningkatan produksi komoditas andalan seperti pertanian pangan. Bandar Udara Abd. industri pengolahan.3. Peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi. 6. lembaga pendidikan keagamaan dan sosial budaya dengan mengajak serta tokoh agama dan budaya dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. penguatan lembaga pelayanan kesehatan untuk kemudahan masyarakat mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau serta penguatan lembaga dan sarana prasarana olah raga dan seni budaya dalam rangka menunjang olah raga prestasi maupun olah raga masyarakat guna menciptakan masyarakat sehat dan produktif. perikanan. khusus untuk transportasi akan dilakukan penataan ulang manajemen transportasi sesuai dengan trend kebutuhan setelah berfungsinya infrastruktur strategis tersebut seperti jalan-jalan sirip dan jalan antar kota kecamatan di wilayah Malang Raya termasuk kawasan-kawasan permukiman dimana wilayah Kabupaten Malang merupakan wilayah tampungan bagi kota Malang dan kota Batu. 7. Selain daripada itu dilakukan pula kemitraan dengan lembaga perguruan tinggi terutama dibidang penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. perdagangan dan jasa serta mendorong pengembangan produk potensial seperti pertambangan dan pariwisata.70 Lintas Selatan Jawa Timur. dengan rincian: . Selain itu juga diarahkan melalui peningkatan investasi dan pengembangan produk industri untuk tujuan ekspor. strategi diarahkan melalui penataan tata ruang pertambangan. Pelabuhan Perikanan Nusantara Sendang Biru dalam 5 tahun ke depan terus akan didorong pembangunannya. perkebunan.

. Meningkatkan pembinaan keluarga harmonis untuk menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembentukan moral dan etika. g. Meningkatkan kecintaan kepada masyarakat terhadap budaya daerah. jenis dan jenjang pendidikan. sosialisasi dan deseminasi produk hukum serta kunjungan ke desa dan dusun terpencil dalam rangka dialog pembangunan dengan rincian: a. meningkatkan diklat aparatur. Menyusun rencana pembangunan jangka panjang. Menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) pada semua tingkat dan lini pemerintahan di semua kegiatan. b. c. 3. h. c. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi ketatalaksanaan dan prosedur pada semua lini pemerintahan. dan shodaqoh. Meningkatkan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan. e. 2. Meningkatkan kualitas penataan dan pengelolaan serta pengembangan fasilitas ibadah. fungsi serta norma standar pelayanan SKPD. tugas pokok. h. pelayanan umum dan pelayanan unggulan. e. Memperkuat kelembagaan. Menata kembali substansi hukum melalui peninjauan dan penataan kembali produk hukum untuk mewujudkan tertib perundang-undangan a. d. f. i. diskriminasi dan ketimpangan sosial sebagai bagian penting dari upaya pembangunan masyarakat sipil yang kokoh. f. jangka menengah dan tahunan secara partisipatif. Mereaktualisasi nilai-nilai budaya daerah sebagai salah satu dasar pengembangan etika sosial. d. Meningkatkan kerjasama intern dan antar umat bergama dibidang sosial ekonomi. infaq. Memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi. Membangun sistem informasi dan komunikasi publik. b. Mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (e-government) dalam penyelenggaraan pemerintahan. dengan memperhatikan kepentingan seluruh lapisan umat beragama dengan akses yang sama bagi seluruh pemeluk agama. wakaf. Mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berbasiskan pengembangan budaya. Memperkuat peran masyarakat sipil (civil society). Meningkatkan pelayanan publik terutama pelayanan dasar. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat. g. meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melengkapi prasarana dan prasarana kerja. sosial keagamaan. Menata kelembagaan pemerintahan yang lebih efektif. memberikan penghargaan dan sanksi kepada pejabat dan pegawai secara konsisten dengan rincian: a. dan lembaga swadaya masyarakat dalam mencegah dan mengevaluasi ketidakadilan. Memberikan jaminan bagi pengembangan media dan kebebasan media dalam mengkomunikasikan kepentingan masyarakat. i.71 Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada semua jalur.

sosial. c. h. d. Meningkatkan pengamanan aset-aset pemerintah daerah. Meningkatkan upaya sinergis komprehensif dalam menyeimbangkan dan memadukan pengurangan pemasokan dan pengurangan permintaan narkoba. antara hulu dan hilir. Meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian dalam upaya menciptakan ketentraman dan ketertiban. Meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas dan taraf hidup perempuan. dengan rincian: a. keciptakaryaan/permukiman. 5. budaya dan tokoh masyarakat. Meningkatkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan sumber daya manusia bidang penyelenggaraan prasarana jalan e. Membenahi struktur hukum melalui penguatan kelembagaan dengan meningkatkan profesionalisme aparat hukum. c. pengairan.72 dengan memperhatikan asas umum dan hirarkhi perundanganundangan dan menghormati serta memperkuat kearifan lokal. energi dengan memprioritaskan untuk kepentingan mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. e. b. Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Meningkatkan daya dukung dan kapasitas jalan dan jembatan untuk mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas. 4. antara . kebinamargaan. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dan swasta untuk pembiayaan pembangunan prasarana jalan. f. d. Meningkatkan kemampuan mencegah. Meningkatkan kelembagaan dan pemberdayaan perempuan. b. Meningkatkan profesionalisme aparat Satuan Polisi Pamong Praja melalui pembinaan kinerja dengan meningkatkan sumberdaya organisasi dan manajemen serta pemanatapan struktur organisasi Satuan Polisi Pamong Praja. dengan rincian: a. e. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah. Membangun dan memelihara infrastuktur perhubungan. Meningkatkan budaya taat hukum pada masyarakat. Membangun sistim jaringan jalan yang mendukung kawasan strategis potensial. Meningkatkan kampanye anti trafficking dan anti kekerasan perempuan dan anak. Menangani seluruh ruas jalan dangan mengutamakan pemeliharaan rutin dan berkala. menangkal dan menindak kejahatan melalui deteksi dini dan keterlibatan para tokoh masyarakat. d. Mendorong terwujudnya pengamanan swakarsa menggalakkan kembali pos keamanan lingkungan dan kerjasama dengan aparat keamanan membangun sistem keamanan dan ketertiban masyarakat terpadu dan komprehensif dengan mengajak serta tokoh agama. g. Mengelola sumber daya air yang dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan. b. Meningkatkan hukum secara adil dan tidak diskriminatif. f. c.

j. l. w. rumah susun sewa dengan melibatkan semua stakeholders. Meningkatkan pemahaman peraturan jasa konstruksi dan pembinaan teknis pengelolaan/pembangunan gedung negara. t. kecamatan dan kawasan strategis. dan wilayah strategis. Meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam upaya mencapai sasaran target cakupan pelayanan air minum di perkotaan dan perdesaan. Menciptakan pola subsidi baru pembangunan perumahan yang tepat sasaran. Menunjang pelaksanaan pengendalian kebocoran air minum. Memberikan dorongan pada pembangunan perumahan yang bertumpu pada kemandirian (swadaya) kelompok masyarakat. g. Menyelesaikan pembangunan gedung perkantoran. r. Mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan air minum. Mengembangkan teknologi pembangunan bidang perumahan permukiman. . Mendayagunakan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan defisit air. Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah di perkotaan dan perdesaan. m. v. Mendorong upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan sarana air minum dan air limbah dengan mitra usaha swasta. dan peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan. Mendayagunakan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi pada 5 tahun ke depan difokuskan pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah dibangun tapi belum berfungsi. Memantapkan rencana detail tata ruang kota. Menata dan memperkuat sistem pengolahan data dan informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air. Memberikan dukungan pada Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNPSR) melalui penyediaan hunian rumah sederhana sehat. dan sarana prasarana pemerintahan terutama di Ibukota Kepanjen. h. Mendorong terwujudnya sistem pembuangan air limbah terpusat terutama di perkotaan. Mengembangkan dan mengelola sumber daya air dan penataan kelembagaan melalui pengaturan kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan. k. q. rehabilitasi pada areal irigasi berfungsi yang mengalami kerusakan. i. u. x. s. n. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam pelestarian sumber air serta dalam pemeliharaan dan pengelolaan sarana air minum dan air limbah. o. serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. p.73 pengelolaan demand dan pengelolaan supply. wilayah tertinggal.

Mengoptimalkan peran komite sekolah. i. b. sekolah dan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin. aa. Memperbanyak penyelenggaraan SMK Kecil di Pondok Pesantren. serta pengembangan dan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan. Meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup (PBKH) atau life skill berdasarkan paradigma Broad Based Education (BBE). Meningkatkan layanan pendidikan ketrampilan bagi anak luar biasa agar dapat hidup mandiri. bb. Mengarahkan kebijakan pembangunan energi pada pemerataan dan pemenuhan distribusi energi yang tepat dan efisien khususnya pada bagian hilir. maupun ilmu pengetahuan. j. Meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi bidang pendidikan antara Kabupaten. z. Meningkatkan kompetensi pendidikan kejuruan untuk meningkatkan kualitas lulusan dalam rangka memasuki dunia kerja. d.74 Meningkatkan cakupan pelayanan prasarana sanitasi di perdesaan. Mendorong terwujudnya upaya-upaya ke arah pemberdayaan budaya lokal dan tradisional untuk meningkatkan fungsinya sebagai asset pendidikan. mengembangkan sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi. Meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam mencapai sasaran pembangunan persampahan dengan prinsip 3R. Meningkatkan aksessibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan. h. c. dengan menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif yang memungkinkan terciptanya sekolah yang mandiri dan memiliki akuntabilitas yang baik. e. y. Meningkatkan kualitas lulusan melalui peningkatan kualitas pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya yang mampu mengakomodasikan kepentingan pembangunan dengan cara meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik maupun peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. 6. f. k. Memanfaatkan sistem pendidikan jarak jauh/terbuka dengan mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi pendidikan. . Provinsi dan Nasional. cc. g. Memberdayakan orang tua siswa dan masyarakat sebagai stakeholder sekolah dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berbasis sekolah. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana persampahan dan drainase serta peningkatan kesadaran berperilaku hidup dan sehat (PHBS). dengan rincian: a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat menuju tercapainya manusia berkualitas tinggi dengan meningkatkan anggaran pendidikan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Meningkatkan upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan sampah dengan mitra usaha swasta. mengembangkan Puskesmas sebagai pusat informasi masyarakat sehat.

didukung oleh sarana dan prasarana untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. sikap. Mengembangkan jaminan kesehatan bagi penduduk terutama keluarga miskin. Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang difokuskan pada menyiapkan warga belajar untuk usaha mandiri dan permintaan pasar kerja. inovatif. . Meningkatkan efisiensi penyelenggaran pendidikan dengan memberdayakan dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai. m. Meningkatkan kualitas pelayanan pada setiap strata pelayanan. prasarana dan sarana yang ada di masyarakat untuk pengembangan penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup. Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang diorientasikan dan diintegrasikan dengan pengembangan industri dan ekonomi masyarakat tingkat lokal. Mengembangkan dan melembagakan pendidikan kecakapan hidup pada berbagai lembaga dan satuan pendidikan baik pada jalur pendidikan sekolah maupun pada jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dan pemerintah. sehat. q. Mewujudkan iklim dan sistem pendidikan yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia. berdisiplin dan bertanggung jawab. u. baik melalui media cetak atau elektronik maupun wadah-wadah pertemuan kegiatan sosial kemasyarakatan. serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat.75 l. berwawasan kebangsaan. v. r. Memberikan fasilitas dan insentif pada daerah untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup. kuantitas dan pendayagunaan tenaga kesehatan. kota dan masyarakat terasing. x. dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan lokal. Mewujudkan suatu sistem pendidikan yang terpadu sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang mengutamakan kerjasama sinergi dengan masyarakat. cerdas. p. Meningkatkan kualitas. t. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan kecakapan hidup secara terarah. dan kemampuan. s. terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen masyarakat agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya. kreatif. Mengintegrasikan pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dengan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan bagi masyarakat desa. berketrampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia. n. Melakukan sosialisasi program pendidikan keaksaraan kepada masyarakat luas terutama pada masyarakat pedesaan. o. Memanfaatkan seoptimal mungkin berbagai potensi dari elemen masyarakat. w.

76 Meningkatkan kualitas lingkungan sehat dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong pemberdayaan masyarakat. z. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan obat dan perbekalan kesehatan. aa. Meningkatkan pemerataan fasilitas atau sarana dan prasarana kesehatan. bb. Mengembangkan manajemen dan regulasi bidang kesehatan. cc. Mempertajam prioritas penelitian, pengembangan dan rekayasa IPTEK yang berorientasi pada permintaan dan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dan serta berbagai masukan dalam pembuatan kebijakan Pemerintah Daerah. dd. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas IPTEK dengan memperkuat kelembagaan, sumberdaya dan jaringan. ee. Menciptakan fleksibilitas pasar kerja dengan memperbaiki aturan main ketenagakerjaan yang berkaitan dengan rekruitmen, outsourcing, pengupahan, PHK, serta memperbaiki aturan main yang mengakibatkan perlindungan yang berlebihan. ff. Menciptakan kesempatan kerja melalui investasi. Dalam hal ini Pemerintah akan menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan peningkatan investasi. Iklim usaha yang kondusif memerlukan stabilitas ekonomi, politik dan keamanan, biaya produksi yang rendah, kepastian hukum serta peningkatan ketersediaan infrastruktur. gg. Memperbarui program-program perluasan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain adalah program pekerjaan umum, kredit mikro, pengembangan UMKM dan Koperasi, serta program-program pengentasan kemiskinan. hh. Menyempurnakan kebijakan program pendukung program penempatan dan pengembangan kesempatan kerja dengan mendorong terbentuknya jejaring informasi ketenagakerjaan dan informasi pasar kerja serta Perencanaan Tenaga Kerja Daerah. ii. Meningkatkan Prestasi Pemuda dan Olahraga 7. Memacu pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, industri, perdagangan dan jasa-jasa; serta mendorong pertumbuhan sektor potensi seperti pariwisata, pertambangan dan jasa kontruksi/bangunan dengan mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan dengan rincian: a. Mendorong pemerataan pembangunan dengan percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah tertinggal, strategis dan cepat tumbuh yang mempunyai potensi sumber daya alam dan lokasi yang strategis dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis serta mendorong terwujudnya koordinasi, sinkronisasi, keterpaduan dan kerjasama antar sektor, dunia usaha, dan masyarakat guna mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah termasuk kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pihak-pihak lainnya. b. Menciptakan kawasan ekonomi terpadu yang didasarkan pada keterkaitan antar sektor ekonomi dan kawasan sentra produksi melalui y.

77 pengembangan sektor unggulan dan potensial serta menciptakan pusat pengembangan baru yang berorientasi pada sektor primer. Kebijakan dalam pengamanan ketahanan pangan diarahkan untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dan meningkatkan ketersediaan pangan hasil ternak dan ikan. Kebijakan pengembangan peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi ternak dan produksi hasil ternak agar ketersediaan dan keamanan pangan hewani dapat lebih terjamin untuk mendukung peningkatan kualitas SDM; melakukan penganekaragaman pangan untuk menurunkan ketergantungan pada beras dengan melakukan rekayasa sosial terhadap pola konsumsi masyarakat. Mendorong peningkatan produksi sektor andalan: pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan, pariwisata, dan jasa serta mendorong percepatan pengembangan sektor potensi seperti kelautan dan perikanan, pertambangan, bangunan dan konstruksi. Mewujudkan peningkatan produksi, efisiensi, produktivitas, daya saing dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan diarahkan untuk 1) Pengembangan usaha pertanian dengan pendekatan kewilayahan terpadu dengan konsep Cooperative Farming. Pendekatan ini akan meningkatkan kelayakan dalam pengembangan/skala ekonomi, sehingga akan lebih meningkatkan efisiensi dan nilai tambah serta mendukung pembangunan pedesaan dan perekonomian daerah. 2) Peningkatkan daya saing produk pertanian dan perikanan, melalui dorongan dan insentif untuk peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, peningkatan standar mutu komoditas pertanian dan keamanan pangan serta mengupayakan perlindungan petani dan nelayan dari persaingan yang tidak sehat. 3) Penguatan sistem pemasaran dan manajemen usaha untuk mengatasi resiko usaha pertanian maupun dalam mendukung pengembangan agroindustri. 4) Peningkatan pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan dalam mendukung ekonomi dan tetap menjaga kelestariannya, melalui: a) penataan dan perbaikan lingkungan perikanan budidaya, b) penataan industri perikanan dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir, c) perbaikan dan peningkatan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap, terutama di wilayah ZEE, d) peningkatan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan, e) peningkatan kualitas pengolahan dan nilai tambah produk perikanan melalui pengembangan teknologi pasca tangkap/panen, dan f) peningkatan kemampuan SDM, penyuluh, dan pendamping perikanan. Kebijakan dalam meningkatkan kemampuan petani dan nelayan serta pelaku pertanian dan perikanan lain serta penguatan lembaga pendukungnya, diarahkan untuk: 1) Revitalisasi penyuluhan dan pendampingan petani, termasuk peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan. 2) Menghidupkan dan memperkuat lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif. 3) Peningkatan kemampuan/kualitas SDM pertanian/ perikanan.

c.

d.

e.

78 f. Kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan hutan diarahkan untuk : 1) Optimalisasi pemanfaatan hutan alam dan pengembangan hutan tanaman dan hasil hutan non kayu secara berkelanjutan. 2) Peningkatan nilai tambah dan manfaat hasil hutan kayu, 3) Peningkatan partisipasi kepada masyarakat luas dalam pengembangan hutan tanaman, 4) Peningkatan produksi hasil hutan non kayu untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. 5) Pengawasan peredaran hasil hutan untuk menjamin kelangsungan sistem distribusi legal. 6) Akselarasi rehabilitasi hutan dan lahan didalam dan diluar kawasan hutan. Meningkatkan promosi dan pemasaran produk-produk pertanian dan perdesaan lainnya untuk meningkatkan kontinuitas pasokan, khususnya ke pasar perkotaan terdekat serta industri olahan berbasis sumber daya lokal. Memperluas akses masyarakat, terutama kaum perempuan, ke sumber daya-sumber daya produktif untuk pengembangan usaha seperti lahan, prasarana sosial ekonomi, permodalan, informasi, teknologi dan inovasi; serta akses masyarakat ke pelayanan publik dan pasar. Meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan melalui peningkatan kualitasnya, baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan, serta penguatan kelembagaan dan modal sosial masyarakat perdesaan berupa jaringan kerjasama untuk memperkuat posisi tawar. Menyempurnakan berbagai kebijakan yang merintangi aksesibitas dan lebih berpihak kepada rakyat miskin serta konsisten dalam pelaksanaannya. Mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui kebijakan yang mampu mengentaskan kemiskinan. Menajamkan program pembangunan lintas sektor dan lintas pelaku yang diarahkan pada desa-desa dan kantong-kantong komunitas miskin. Meningkatkan pemenuhan dan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap ketersediaan pangan yang memadai dan bermutu. Menata dan mengembangkan sektor informal perkotaan melalui penyediaan fasilitas tempat usaha yang strategis, sehat dan tidak mengganggu sektor dan penyedia/pengguna jasa lainnya. Meningkatkan akses dan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan memberikan skim khusus (bunga rendah) tetapi tetap memperhatikan mekanisme pasar yang ada. Mengembangkan potensi wilayah dan cluster ekonomi perdesaan baik pada daerah pesisir, sekitar hutan, persawahan, pertambakan, dan daerah-daerah sekitar kawasan industri dengan mengembangkan produk unggulan yang spesifik dan kompetitif serta mempunyai dampak langsung terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mengembangkan kapasitas yang berorientasi pada penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan serta

g.

h.

i.

j.

k. l.

m. n.

o.

p.

q.

daya tarik dan daya tahan sebagai salah satu strategi pencapaian visi-misi pembangunan daerah maka melalui RPJMD ini sejak tahun 2011 setidaknya hingga 5 tahun kedepan dicanangkan slogan promosi daerah: Kabupaten Malang sebagai Bumi Agro-Wisata yang terkemuka di Jawa Timur. dengan 2 ikon andalan 1) Agro atau pertanian dalam arti luas meliputi komoditas beras. 8. penghutanan/penghijauan lahan kritis dan pembuatan mitigasi bencana untuk antisipasi dini. sayur mayur. Mengarahkan pembangunan lingkungan hidup pada 1) Mengarusutamakan (mainstreaming) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan. Apabila kedua sektor ini berkembang pesat maka sektor lainnya seperti industri pengolahan. 2) Meningkatkan upaya konservasi pesisir dan laut serta merehabilitasi ekosistem yang rusak seperti mangrove dan terumbu karang. d. 2) Meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup. daging. Ikon Promotif Dalam perspektif promosi daerah guna meningkatkan daya saing. susu dan ikan. c. paket Gunung Kawi. r. 6. gula. yang disertai dengan penegakan hukum yang ketat. 4) Meningkatkan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup. Mengangkat sektor pertanian dan sektor pariwisata sebagai promosi ekonomi.4. jagung. laut dan perairan tawar dan 4) Menggiatkan kemitraan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. dengan paketpaket unggulan wisata khas Malangan yaitu: paket Singosari. 2) Wisata. dilandaskan atas kondisi riil potensi utama Kabupaten Malang. yaitu sektor pertanian dan sektor pariwisata. b. dengan rincian: a. kawasan budidaya dan pemanfaatan struktur ruang yang berbatasan. dan 5) Membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada isu lingkungan hidup dan berperaln aktif sebagai kontrol sosial dalam memantau kualitas lingkungan hidup. 3) Meningkatkan upaya penegakan hukum secara konsisten kepada pencemar lingkungan. Meningkatkan keterlibatan masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan pembangunan terutama yang secara langsung menyangkut kepentingan dan eksistensinya melaui forum dialog yang konstruktif. paket Kawasan Menuju Bromo. Mengendalikan arahan perencanaan tata ruang. paket Wisata Air Wendit dan paket Kanjuruhan (dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang). Mengarahkan pembangunan kelautan pada 1) Membangun sistem pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. paket Pantai Selatan Malang. jasa-jasa akan .79 mengembangkan secara sinergi dengan kalangan LSM dan Perguruan Tinggi dalam rangka fasilitasi atas pemberdayaan masyarakat miskin. 3) Mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di wilayah pesisir. selektif dalam pemberian ijin industri yang rawan pencemaran. perdagangan. Mengarahkan pembangunan kehutanan pada 1) Memperbaiki sistem pengelolaan hutan termasuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukumnya dan 2) Mengefektifkan sumber daya yang tersedia dalam pengelolaan hutan. Kerjasama lintas wilayah dalam penanganan kawasan lindung.

keamanan lingkungan. Begitu juga dengan pariwisata yang disamping akan mendatangkan wisatawan juga akan memajukan perdagangan dan investasi. 6. c) Pemanfaatan sumberdaya air (Kabupaten Malang–Kabupaten Pasuruan–Kabupaten Sidoardjo. Kabupaten Pasuruan. pendidikan. Pada tahapan berikutnya semua sektor akan berkembang bersama dan pada gilirannya akan berdampak pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang bahkan hingga ke Malang Raya dan Provinsi Jawa Timur. Kota Malang. Blitar. Telah dilakukan pembicaraan pendahuluan sebagai rintisan kerjasama anatara lain melalui: rapat koordinasi pembangunan kabupaten/kota wilayah Malang Raya plus dan forum Musrenbang RPJMD. Selain itu dalam rangka pengembangan produk unggulan dalam 5 tahun kedepan dilaksanakan pula gerakan 1 desa/kelurahan dan 1 kecamatan masing-masing mengembangkan 1 produk unggulan utama dan dalam rangka memperkuat pasar lokal didorong kepada seluruh masyarakat khususnya jajaran pemerintahan dapat mengembangkan aksi “cinta dan bangga mengkonsumi produk lokal”. Kota Batu. Dalam 5 tahun ke depan kerjasama akan ditingkatkan lagi sehingga lebih kongkrit memberikan manfaat bagi para pihak. perekonomian. sumberdaya alam. . dan Kota Batu). permukiman dan lingkungan hidup. RKPD dan pembahasan RTRW masing-masing kabupaten/kota. Dalam implementasinya ikon promotif disamping merupakan program SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi juga akan menjadi gerakan masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing Kabupaten Malang diantara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.80 terpacu berkembang pesat. Jombang dan Mojokerto terutama di bidang transportasi. pariwisata. kesehatan. sosial budaya. b) Pengembangan jaringan jalan Kabupaten Malang-Kota Batu– Kota Malang. Berdasarkan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Malang begitu beragam maka dicanangkan pula slogan promosi pariwisata yaitu Kabupaten Malang Merupakan Pesona Jawa Timur Yang Sesungguhnya. Beberapa kegiatan yang sudah mulai dirintis a) Pengembangan agropolitan dan wisata terpadu Bromo (agropolitan Poncokusumo Kabupaten Malang dengan agropolitan Tutur Kabupaten Pasuruan). Probolinggo. Lumajang. Kediri. Kerjasama antar Kabupaten/Kota Kerjasama antar kabupaten/kota terutama diprioritaskan dengan kabupaten/kota bertetangga untuk penanganan bersama wilayah perbatasan yaitu: dengan Kota Malang.5.

yang dirumuskan berdasarkan arahan strategi dan misi dalam rangka mencapai visi pembangunan 5 tahun Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang selanjutnya dijabarkan ke dalam program. RKPD dan Renja SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Dengan demikian program yang ada didalam RPJMD perlu dijabarkan dan dikembangkan menjadi program dan rencana aksi melalui Renstra SKPD. Sedangkan program adalah instrumen kebijakan yang berisi 1 atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat. .BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Kebijakan umum adalah arah tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan. kondisi dan situasi obyektif berdasarkan kajian dan hasil musyawarah pembangunan.

Administrasi Keuangan Daerah. Kesra Bag. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk 1 : 136 b.Pertanahan Bag.82 Tabel 7.1 Kebijakan Umum dan Program Kabupaten Malang No 1 TUJUAN/SASARAN Tujuan : Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual. Tidak terjadi konflik dan kasus sara namun perlu terus diwaspadai dan diantisipasi karena Kabupaten Malang merupakan wilayah potensi KONDISI AKHIR a.Perekonomi an • Bag.Organisasi Bag. Pengelolaan Kekayaan Budaya 4. Sosial b. Sasaran : Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama.Kerjasama . KEBIJAKAN UMUM Mendorong maju dan berkembangnya lembaga agama. Kebudayaan c. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk 1 : 120 b. 1. Masih terdapat kasus pengaduan a. Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH • • • • • • Bag. URUSAN a. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan b. Pemerintahan Umum. lembaga pendidikan keagamaan dan sosial budaya dengan mengajak serta tokoh agama dan budaya dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat INDIKATOR Peran serta masyarakat dalam pembangunan dan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus sara dan CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL a. Pengembangan Nilai Budaya 5. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri PROGRAM 1. Bintal Bakesbangpol Dinas Sosial Dinas Budpar Lintas SKPD Lintas Wilayah 2 Tujuan : Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah Sasaran : Semakin kuatnya kelemba-gaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Memperkuat kelembagaan. dan etika pembangunan. moral. meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melengkapi Semakin meningkatnya kepuasan masyarakat dan menurunnya kasus pengaduan masyarakat a. fungsi serta norma standar pelayanan SKPD. tugas pokok. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. Semakin menurunnya kasus pengaduan a.Tapemdes Bag. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 3.Tapum Bag. Perangkat Daerah. Pengelolaan Keragaman Budaya • • • • • • • SKPD Bag. Tidak terjadinya konflik dan kasus sara dan tetap terjaganya kondisi kondusif kerukunan masyarakat. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 2. Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan b. Otonomi Daerah.Hukum Bag. Pengembangan Wawasan Kebangsaan dan toleransi beragama 2.

memberikan penghargaan dan sanksi kepada pejabat dan pegawai secara konsisten INDIKATOR terhadap pelayanan pemerintah CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD • Bag. Pembinaan dan c. Tata Usaha • BKD • Bandiklat • BAPPEDA • DPPKA • Inspektorat • Balitbang • UPT Perijinan • Dispendukcapil • Dinas Cikartarung • Dinas Kesehatan • Lintas SKPD • Lintas Wilayah Kepegawaian 3.PDE • Bag. Statistik dan Aparatur. Kependudukan Pengembangan dan Catatan Aparatur Sipil 5. Umum & Protokol • Bag. Optimalisasi Pemanfaatan . Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah 8.Humas • Bag.Pemba ngunan • Bag. Pendidikan dan Persandian Kedinasan b. Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan 10. Peningkatan d. Pengawas 6. meningkatkan diklat aparatur.Adm.83 No TUJUAN/SASARAN pelayanan kepada masyarakat KEBIJAKAN UMUM prasarana dan prasarana kerja. Peningkatan Pelayanan Publik 12. Perencanaan Profesionalisme Pembangunan Tenaga Pemeriksa e. Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah 11. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 7. Pertanahan 4. Penataan Peraturan Perundangundangan 9.

Perencanaan Pembangunan Kotakota Menengah & Besar SKPD . Pengembangan Wilayah Perbatasan 14. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Diklat dalam jabatan 16.84 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Teknologi Informasi 13. Kerjasama Pembangunan 21. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 15. Pengembangan Data/Informasi 20. Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan 18. Penataan administrasi kependudukan 19. Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 22. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah 17. Penataan Penguasaan. Pemilikan.

sosialisasi dan deseminasi produk hukum serta kunjungan ke desa dan dusun terpencil dalam rangka dialog pembangunan Semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia a. Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam 28. Perencanaan Pembangunan Daerah 25. Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga 1 : (KDRT) 500 b. Perencanaan Pembangunan Ekonomi 27. Humas KP3A Bakesbangpol Satpol PP Linmas • Lintas SKPD • Lintas Wilayah .85 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 23. Masih terdapat kasus pelanggaran hukum a. Hukum Bag. b. Semakin Perlindungan menurunnya anak kasus c. Komunikasi dan pelanggaran informatika hukum • • • • • • Bag. Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan SKPD 3 Tujuan : Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat Sasaran : Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. Kesatuan Kekerasan Bangsa dan Dalam Rumah Politik dalam Tangga Negeri. Pemberdayaan (KDRT) Perempuan dan 1 : 1000 b. Membangun sistem informasi dan komunikasi publik. Pendidikan Politik Masyarakat 2. Perencanaan Sosial Budaya 26. Rasio a. PDE Bag. Pengembangan Data/Informasi/ Statistik Daerah 1. Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam 3. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 24. Peningkatan Kerjasama antar Pemerintah Daerah 29.

Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 5. Kesatuan 1.000 b. Informasi dan Media Massa 9. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif) 60% a. Pemeliharaan Kamtrantibnas dan Pencegahan Tindak Kriminal 3. Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender 6. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif 80% 4.86 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD 4. Rasio Angka Kriminalitas 1 : 40. Peningkatan Bangsa dan Keamanan dan Politik dalam Kenyamanan Negeri Lingkungan b. Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi a. Tujuan : Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman.000 b. Kerjasama Informasi dengan Media Massa 10. Pengembangan Komunikasi. Pemberdayaan Fakir Miskin. Komunitas Adat Terpencil (KAT) • Bag. tertib dan damai Sasaran : Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan Mendorong terwujudnya pengamanan swakarsa menggalakkan kembali pos keamanan lingkungan dan kerja sama dengan aparat keamanan membangun sistem Semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat a. Rasio Angka Kriminalitas 1 : 30. Sosial 2. Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 7. Kesra • Kesbangpol • Satpol PP Linmas • Dinas Sosial • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan 8.

Pelayanan Air Minum Ibukota Kecamatan 43% e. 7. sosial dan budaya Sasaran : Terbangun dan terpeliharanya Membangun dan memelihara infrastuktur perhubungan. Kondisi Jalan Mantap 79% b. 8. 3. Pelayanan Air minum a. PSK. Panjang irigasi mantap 438. kebinamargaan. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan. Perhubungan b.353 m d. budaya dan tokoh masyarakat INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Pembinaan Anak Terlantar Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma pembinaan panti asuhan/panti jompo Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana. 5. Pekerjaan Umum c. 5. 2. pengairan dan keciptakaryaan/ permukiman a. sosial. Kondisi Jembatan Mantap98% c. Perumahan d. Pelayanan Air Minum Ibukota Kecamatan 45% e.87 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM keamanan dan ketertiban masyarakat terpadu dan komprehensif dengan mengajak serta tokoh agama. Energi Sumber Daya Mineral 1. Panjang irigasi mantap 299. energi dengan memprioritaskan untuk kepentingan mendorong perekonomian pariwisata dan semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas infra struktur kebinamargaa. 6.403 m d. pengairan. 4. Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Peningkatan pelayanan angkutan Pembangunan sarana & prasarana SKPD 4. • Kantor Perumahan • Dinas Cikartarung • Dinas Bina Marga • Dinas Pengairan • Dinas ESDM • Dishubkominfo • Lintas SKPD • Lintas Wilayah . Pelayanan Air minum a. keciptakaryaan/ permukiman. Kondisi Jembatan Mantap 97% c. Tujuan : Meningkatnya ketersediaan. Kondisi Jalan Mantap 95% b. pengairan dan keciptakaryaan/ permukiman serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi.

88 No TUJUAN/SASARAN infrastruktur kebinamargaan. Persentase desa berlistrik 90% URUSAN PROGRAM perhubungan 5. Pengembangan dan SKPD . Persentase desa berlistrik 75% KONDISI AKHIR pedesaan 48% f. Peningkatan dan pengamanan lalu lintas 7. Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong . Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan 12. keciptakaryaan/permuki man. Pengelolaan Sistem Informasi/ Database Jalan dan jembatan 16. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan KEBIJAKAN UMUM pengentasan kemiskinan INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL pedesaan 42% f. Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 11.Gorong 9. Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 15. Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 14. pengairan. Pembangunan Turap/ Talud/ Bronjong 10. Pelayanan sanitasi 152 desa g. Pengelolaan Pelengkap Jalan dan Penerangan Jalan Umum 17. Pembangunan Jalan dan Jembatan 8. bermotor 6. Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan 13. Peningkatan kelaikan pengoperasian kendr. Pelayanan sanitasi 38 desa g.

25. rawa dan jaringan pengairan lainnya Penyediaan dan Pengolahan Air Baku Pengembangan. 26. 28. 27.89 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM pengelolaan jaringan irigasi. 20. 23. Pengelolaan dan Konversi Sungai. 22. 24. . 19. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Pengendalian Banjir Pengembangan Perumahan Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Pengembangan Kinerja Pengelolaan air minum dan air limbah Lingkungan sehat perumahan Pemberdayaan Komunitas Perumahan Pengelolaan Areal Pemakaman Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran Pengawasan dan Penertiban kegiatan SKPD 18. 21.

3 d. Indeks Kesehatan 74. Indeks Pendidikan 74.6 c. Transmigrasi 1. Kesehatan c. KB dan Keluarga Sejahtera d. Indeks Pembangunan Gender 70. 6. Indeks Kesehatan 72. 8. 6. 10. rakyat yang Berpotensi merusak lingkungan Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan Pendidikan Anak • Dinas Usia Dini (PAUD) Pendidikan Wajib Belajar • Dinas Pendidikan Dasar 9 Kesehatan Tahun • Dispora Pendidikan • Disnakertrans Menengah • Badan KB Pendidikan Non • RSUD Formal Kanjuruhan Pendidikan Luar • BPM Biasa • Badan Peningkatan Mutu Perpustakaan Pendidik dan dan arsip Tenaga • KP3A Kependidikan • Lintas SKPD Manajemen • Lintas Wilayah Pelayanan Pendidikan Obat dan Perbekalan Kesehatan Upaya Kesehatan Masyarakat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Perbaikan Gizi Masyarakat . 7.4 a. 3. Indeks Pendidikan 76. Indeks Pemberdayaa n Gender 71. Kearsipan e.9 c. 4. sekolah dan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin Semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) a. Ketenagakerjaan g. Perpustakaan f.1 e.6 b. Pendidikan b. 2. 11.3 b. IPM 70.7 d. Indeks Pemberdayaan Gender 67. 5. mengembangkan puskesmas sebagai pusat informasi masyarakat sehat. 9. Indeks Pembangunan Gender 65. IPM 72. mengembangkan sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi. Kepemudaan dan Olah Raga h.4 a. Tujuan : Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia Sasaran : Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu Meningkatkan aksessibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan.7 e.90 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM SKPD 29.

18. Pengadaan. Pengawasan Obat dan Makanan 16. Standarisasi Pelayanan Kesehatan 15. Kesehatan SKPD . Pengembangan Lingkungan Sehat 13. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 14. dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Jaringannya 17. Peningkatan. Keluarga Berencana (KB) 21. Pengadaan.91 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 12. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit ParuParu/Rumah Sakit Mata. Pemeliharaan Sarana &Prasarana Rumah Sakit 20. Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 19.

Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/ Arsip Daerah 30. Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan 27. Penyiapan tenaga pendamping Kelompok Bina Keluarga 26. Peningkatan kualitas Pelayanan Informasi 28. pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri 24. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan SKPD . Pengembangan bahan Informasi tentang Pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 25. Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan 29.92 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM reproduksi remaja 22. Pelayanan Kontrasepsi 23.

Peningkatan Kesejahteraan Petani 4. Inflasi 5. Indeks daya beli 66.168. Peningkatan Ketahanan Pangan 2. Pertumbuhan Ekonomi 6. Pengembangan Wilayah Transmigrasi 1. perkebunan. Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah raga 36.097 d.244 juta b.488. PDRB-ADHB Rp. PDRB-ADHB Rp.14. peternakan.087.474 juta c. 12. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah h. Pendapatan Perkapita ADHB Rp. Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/ Perkebunan lapangan 3. Inflasi 6. Peningkatan Kesempatan Kerja 32. Pengembangan dan Keserasian dan Kebijakan Pemuda 34.6 e. perdagangan dan jasa-jasa.8 % g.hewan • Disperidag . pertambangan dan jasa kontruksi/ bangunan dengan Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. Kelautan dan Perikanan e.7% f.144. perikanan. Perindustrian f. Tujuan : Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan Sasaran : Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. Tingkat a.994 juta b. Perdagangan g. Pertanian c.19. perdagangan dan jasajasa. Penanaman • Bag.497. PDRB-ADHK Rp. pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan a. 20. Peningkatan sarana Prasarana Olahraga 37.878 d.571 juta c. Ketahanan Pangan b.Perekono mian • KPM • BPM • Distanbun • Dinas Kehutanan • Dinas Kelautan Perikanan • Dinas Peternakan dan Keshtn.847. inflasi. Pemberdayaan masyarakat dan desa j. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan SKPD 7.2 e. Pariwisata i.93 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 31. PDRB-ADHK Rp. Peningkatan Peran serta Kepemudaan 35. Pendapatan Perkapita ADHB Rp.5– a. industri. Kehutanan d.31. Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 33. serta meningkatnya pertumbuhan sektor Memacu pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan. Pertumbuhan Ekonomi 6% f.53.2–5. serta mendorong pertumbuhan sektor potensi seperti pariwisata. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 5. Indeks daya beli 63.

Pengembangan Usaha Perhutanan dan Peran Serta Masyarakat 15. Tingkat Pengangguran 3% URUSAN Modal PROGRAM 6. Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 9. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 17. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 8.6% h. pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.1% KONDISI AKHIR 4. Tingkat Pengangguran 4. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 11. Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 7. Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 10. Peningkatan SKPD Pasar • Diskop dan UMKM • Disbudpar • Lintas SKPD • Lintas Wilayah .9% g. Rehabilitasi hutan dan lahan 13. Perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan 14. Tingkat Kemiskinan 6. Pemanfaatan potensi sumber daya hutan 12. KEBIJAKAN UMUM mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL Kemiskinan 13.94 No TUJUAN/SASARAN potensi pariwisata. Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan 16.9% h.

25. 24. 20. . 23. 19. 22.95 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Kesadaran dan Penegakan Hukum dalam Pendayagunaan Sumberdaya Laut Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Laut dan Prakiraan Iklim Laut Pengembangan Budidaya Perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial Perlindungan Konsumen dan Pengamanan SKPD 18. 27. 21. 26.

Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 35. Ekspor 29. Dalam Negeri 30. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif KUKM 34. Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar 32. Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 37.96 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM Perdagangan 28. Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang 31. Peningkatan Pengembg. Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 33. Pengembangan Destinasi Pariwisata SKPD . Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 36. Pengembangan dan Pengawasan Perdag.

Prosentase perusahaan yang memenuhi baku mutu lingkungan 75% b. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 41. Pengendalian • Dinas Cikartarung • Dinas ESDM • Dinas Kehutanan . Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 44. Lingkungan Ruang Hidup 2. Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 46. meningkatnya a. Pengembangan Kemitraan 39. Pengendalian Pemanfaatan Ruang 4. Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan 45. Pengembangan Pemasaran Pariwisata 40. Luas lahan 42. Perencanaan Tata b. selektif dalam pemberian ijin industri yang rawan pencemaran. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 43. Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan SKPD 8.97 No TUJUAN/SASARAN KEBIJAKAN UMUM INDIKATOR CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL KONDISI AKHIR URUSAN PROGRAM 38. Semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. Tujuan : Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam Mengendalikan arahan perencanaan tata ruang. Prosentase perusahaan yang memenuhi baku mutu lingkungan 57% b. Luas lahan a. Penataan Ruang 1. Pemanfaatan Ruang 3. Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi a.

932 ha kritis 6. Pencemaran dan • Badan LH Perusakan • BAPPEDA Lingkungan Hidup • Lintas SKPD Perlindungan dan • Lintas Wilayah Konservasi Sumber Daya Alam Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan . 9.98 No TUJUAN/SASARAN Sasaran : Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam KEBIJAKAN UMUM penghutanan/ penghijauan lahan kritis dan pembuatan mitigasi bencana untuk antisipasi dini INDIKATOR luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola CAPAIAN KINERJA KONDISI AWAL hutan rakyat yang terkelola 1. Lahan 9. 7.639 ha kritis KONDISI AKHIR hutan rakyat yang terkelola 9. c.708 ha URUSAN PROGRAM SKPD 5.268 ha c. 8. Lahan 3.

Suatu program pembangunan daerah dapat berupa pernyataan yang disamakan atau sekurang-kurangnya mengandung program Kepala Daerah terpilih yang didalamnya berisi program prioritas yang bersifat strategis yang telah dirumuskan berdasarkan kebijakan umum pada masing-masing perspektif dan indikator kinerja (outcome) yang dipersyaratkan. Berbeda dengan penyelenggaraan aspek strategik. Artinya. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dari setiap rancangan Renstra SKPD. tidak langsung dipengaruhi oleh visi dan misi Kepala Daerah terpilih. Suatu program prioritas. . bagi program prioritas yang dikategorikan strategik. Selanjutnya. Setelah pagu setiap kegiatan diketahui kemudian perumusan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan dilakukan berdasarkan kompilasi hasil verifikasi terhadap rencana program.BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAANNYA Suatu program pembangunan daerah merupakan sekumpulan program prioritas yang secara khusus berhubungan dengan capaian sasaran pembangunan daerah. perhitungan pagu indikatif masing-masing program dipisahkan menjadi pagu indikatif untuk program prioritas yang berhubungan dengan program pembangunan daerah (strategik) dan pagu indikatif untuk program-program yang berhubungan dengan pemenuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. kinerjanya merupakan tanggung jawab Kepala SKPD. suatu prioritas pada beberapa urusan untuk mendukung visi dan misi serta program Kepala Daerah terpilih. kegiatan. indikator kinerja. Namun. program prioritas bagi penyelenggaraan urusan pemerintahan dilakukan agar setiap urusan (wajib) dapat diselenggarakan setiap tahun. Perumusan program prioritas bagi penyelenggaraan urusan dilakukan sejak tahap awal evaluasi kinerja pembangunan daerah secara sistematis dilakukan pada identifikasi permasalahan pembangunan diseluruh urusan (wajib dan pilihan). baik strategis maupun operasional. menjadi tanggung jawab bersama Kepala SKPD dengan Kepala Daerah pada tingkat kebijakan. tidak berarti bahwa urusan lain ditinggalkan atau diterlantarkan.

230.56% 3. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 55.824.00% 847.31 % 58.55% 3.43% 803.20 % 26.25% pendidikan 1618 th ke SM d Program Pendidikan Tuntas buta Angka buta Non Formal aksara & aksara >45 th 0.54% Tahun 2011 Target Rp.71 103.21 71.32 Sek ber IT 76.96 98.10% 54.685.76% . meningkatnya Kec hdp 72% kecakapan hidup pdd e Program Pendidikan Seluruh Luar Biasa penyandang tuna tertampung di PLB Program Peningkatan Meningkatnya Mutu Pendidik dan profesionalism Tenaga Kependidikan e dan kompetensi guru Manajemen Pelayanan Meningkatnya Pendidikan mutu menejemen pelayanan APK PLB 65.141.7% 3.961.36% 4.45% 905.14 0.340.1 Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan Kabupaten Malang Tahun 2011–2015 Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.04 Guru S1 prof 100 % DISDIK g Sek ber IT 14.09 83.81 94.254.006.671.47% 59.09 APK SMP 103.48 0.254.36 % DISDIK 69.42 70.76% .168.12% 414.72 77.46% 3.40% 3.06% SKPD Penanggung Jawab 16 DISDIK No.39% 1.58% 929.17 78.169.10 65.49% 66.05 64.461.06 96.59 65.50 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.071.00% Angka buta aksara >45 th 0.72 63.06 99.89 57.84 91.315.09% 1.79% 1.477.32% 984.512. Target Rp.66% 3. 1 2 3 4 1.90 0.64% 381.32 71.56 APK PAUD 83.11 39.388.77 59.38 60.13 75.42 79.974.512.60% DISDIK . Target Rp.70 DISDIK f Guru S1 prof 58.86 76.06 1. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 71.824.85% 3.230.078.02 0.23 83.60% 452.87 0.31 DISDIK 45.19% 1. Indikator (dlm jutaan) 5 6 68.132.19 101.23% 779.89 75.70 APK SM 70% DISDIK 0.140.68% 338.99% 1.69% 1.48 51.71% pendidikan anak usia 4-6 tahun ke PAUD b Wajib Belajar Meningkatnya APK SMP Pendidikan Dasar 9 akses 92.68% 45. Kec hdp 72% APK PLB 79.00% 923.26% pendidikan13Tahun 15 tahun ke SMP c Program Pendidikan Meningkatnya APK SM Menengah akses 39.00% 4.254.89% 49.16% 350.169.230.32 51.01 PENDIDIKAN a Progam Pendidikan Meningkatnya APK PAUD Anak Usia Dini (PAUD) akses 53.76% 3.100 Tabel 8.00% 1.

92 20% 1. meningkatnya promkes dan pemberdayaan masyarakat 100%.08 20% 294.114.521.02 KESEHATAN a Tahun 2011 Target Rp.226.21 14% 6.43 95.77 20% 22.824.028.41 20% 270. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 1.671.648.09 20% 17.101.682.309. Indikator (dlm jutaan) 13 14 104.515.794.39 14% 5.187.069.20 20% 129.19 20% 15.204.244.58 20% 248.558.177.40 20% 1.40 Dinas Kesehatan f Program Pengembangan Lingkungan Sehat Meningkatnya Masih cakupan lokasi diperlukan pengembanga ODF n lingkungan sehat 20% 253.78 20% 14.59 Dinas Kesehatan .129. terlaksananya pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita 100% terlaksananya pengembangan lingkungan sehat SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kesehatan Program Obat dan Meningkatnya Perbekalan Kesehatan ketersediaan obat yang berkualitas b c d Program Upaya Meningkatnya Kesehatan Masyarakat cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat Program Pengawasan Meningkatnya Obat dan Makanan perlindungan masyarakat terhadap makanan tidak sehat dan bahan berbahaya Program Promosi Meningkatnya Kesehatan dan jumlah desa Pemberdayaan siaga aktif Masyarakat 20% 16.87 20% 12.93 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 100% terlaksananya pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan 100% terlaksananya pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau 100% terlaksananya perlindungan masyarakat terhadap makanan tidak sehat dan bahan berbahaya 70% desa siaga aktif.753.04 20% 320.64 20% 119.04 20% 20.78 20% 141.50 20% 1.629. Indikator (dlm jutaan) 5 6 76.15 20% 1.07 87.874.101 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Masih diperlukan pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan Masih diperlukan pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau Diperlukan keamanan pangan di masyarakat Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.99 14% 5.57 Dinas Kesehatan 20% 1.82 Tahun 2015 Target Rp.981.09 20% 18.956.16 20% 13. Target Rp.50 Dinas Kesehatan e Diperlukan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Program Perbaikan Gizi Meningkatnya Masih Masyarakat cakupan diperlukan pemberian peningkatan makanan status gizi ibu tambahan bagi hamil dan balita masyarakat 14% 4.59 No.40 20% 16. Target Rp.79 20% 109. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 80.366.67 14% 6.91 Dinas Kesehatan 20% 126.

Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 5.260.45 Dinas Kesehatan Meningkatnya Diperlukan perlindungan penyuluhan masyarakat keamanan terhadap pangan pada IRTP oleh makanan tidak petugas sehat dan kesehatan bahan berbahaya Optimalisasi pemeliharaan sarana prasarana 20% 42.607.733. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 4 Diperlukan pencegahan dan pemberantasa n penyakit menular Meningkatnya Masih menejemen diperlukan kesehatan standar operating prosedur di bidang kesehatan Meningkatnya Belum jumlah optimalnya puskesmas kualitas ideal. Target Rp.345.899.307. Target Rp. dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya Program Pengadaan.90 20% 899.155.27 20% 34.87 20% 6.35 20% 37.76 20% 6.90 20% 477.17 20% 8.06 terlaksananya pencegahan penyakit menular SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kesehatan 20% 464. 30 pustu garda dan 390 Penkesdes 100% terlaksananya pengadaan alatalat kesehatan RS.88 20% 757.10 20% 22.98 No. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 g 2 3 Program Pencegahan Meningkatnya dan Penanggulangan cakupan pemberantasan Penyakit Menular penyakit h Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan i j k Program Pengadaan.67 20% 824.26 20% 21.34 20% 8.37 20% 616.38 Rumah Sakit Daerah .25 20% 29.23 Dinas Kesehatan l Program Pemeliharaan Keberlanjutan Sarana dan Prasarana pemeliharaan sarana Rumah Sakit prasarana 718.97 20% 27.63 20% 519. Puskesmas dan jaringannya 100% terlaksananya penyuluhan keamanan pangan pada IRTP oleh petugas kesehatan 100% terlaksananya pemeliharaan secara berkelanjutan Dinas Kesehatan 20% 27.51 20% 7.49 20% 696.102 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 7.97 100%.518. terbangunnya 30 puskesmas ideal.905.42 100% terlaksananya penyusunan rencana kerja tahunan Dinas Kesehatan 20% 7. dasar Ponkesdes Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Belum optimalnya peralatan kesehatan yang ada Tahun 2011 Target Rp. pustu pelayanan kesehatan garda.50 20% 9.30 20% 565.174.56 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.736. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit ParuParu/Rumah Sakit Mata.661. Peningkatan.94 20% 24.702. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 4.701.44 20% 31.872.

598.8% 5.32 Meningka t nya inspeksi terhadap kondisi jalan 20% 39.55% 35.71 1.274.89 20% 49.32 0.928.92% Dinas bina Marga .04% 550.24% 651.59% Jemb 0.62% 0.68% 4.79 10% 137.81 No.06 0.846.67 1.465.01 31.68 21.8% 5.90 28.894.67 80% Dinas bina Marga Jalan 59.78% 79.444.191.Gorong drainase gorong-gorong c Program Pembangunan Meningkatnya Turap/ Talud/ Bronjong fungsi plengsengan pengaman badan jalan sesuai kebutuhan d Program Rehabilitasi/ Meningkatnya Pemeliharaan Jalan pemeliharaan dan Jembatan jalan dan jembatan secara rutin dan berkala e Program Inspeksi Meningkatnya Kondisi Jalan dan inspeksi terhadap Jembatan kondisi jalan f Program Tanggap Meningkatnya Darurat Jalan dan jumlah jalan Jembatan dan jembatan yang membutuhkan penanganan mendesak g Program Peningkatan Meningkatnya Sarana dan Prasarana sarana dan Kebinamargaan prasarana kebinamargaan h Program Pembangunan Meningkatnya Infrastruktur Perdesaan jumlah jalan dan jembatan perdesaan yang terbangun Tahun 2011 Target Rp.8% 7.62% 0.53 16% 91.14% 1.42% Jemb 21. Target Rp.071.06 3.13% 26% Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.987.850.84% 710.83 21.29 22.62% 0.00% 16% 84.37% 30.36 3% 53.697.87 143.44 100% Dinas bina Marga 59.88 79.22 0.103 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Jalan 4.17 20.92% 0.3% 63.74 0.45 Meningkatnya Dinas bina inspeksi Marga terhadap kondisi jalan 80% Dinas bina Marga 30% 10% 126.364.518.67 20.96 10% 177.67 10% 149.009. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 156.89 20% 54.62% 0.78 16% 108.106.62% 0.60 3.131.00% 20% 42.64% 598.506.20% 91% SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas bina Marga Dinas bina Marga 19.563.94 25.172.78 16% 99.918. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 120.8% 5.44% 507.03 PEKERJAAN UMUM a Program Pembangunan Meningkatnya Jalan dan Jembatan jalan dan jembatan sesuai standar b Program Pembangunan Meningkatnya Saluran Drainase/ fungsi saluran Gorong .3% 58.3% Saluran goronggorong belum optimal 18.07% 27.84% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 111.81 66.3% 69.15% 13% 1.9% 34.66 3.77 26% 1.21 79. Target Rp.286. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.8% 6.71 21.26 20% 45.15% 13% 2.84% Dinas bina Marga 78.66% 32.087.93 15.64 16% 118.51 3% 49.08 131.68 10% 162.20% 13% 2.053.365.27 34.83 80.

45 20% 1./9% 83.22 20% 1.451.142.908.51 20% 19.74 m n Diperlukan penyusunan program pengelolaan dan konservasi sungai.32 20% 229.25 9/.60 20% 296.79 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.04% 5.12 Dinas Pengairan 20% 1. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 75% 10% 177.59% 90.292.46 20% 271. Rawa dan jaringan irigasi Jaringan Pengairan Lainnya Program Penyediaan Meningkatnya dan Pengolahan Air peran serta Baku masyarakat dalam pengelolaan air baku Program Pengembangan.5% 38.55 20% 1.10% Drainase 31.97 93. danau dan sumberdaya air lainnya Tahun 2011 Target Rp. Target Rp.8% 36.895.468.6% 77.104 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 15% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.07 20% 3.7% Diperlukan rehab dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada Diperlukan pembinaan dan penyuluhan pemanfaatan air baku 86.58% 45.69 20% 3.382.7% 4.96 No.34% 87.58% 45. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 15% 137.45 20% 17. Indikator (dlm jutaan) 5 6 15% 126.67 93.744.75 100% Dinas terlaksananya Pengairan rehabilitasi/peme liharaan jaringan irigasi 100% terlaksananyape mbinaan dan penyuluhan pemanfaatan air baku 100% Terlaksananya penyusunan program pengelolaan dan konservasi sungai.37% Dinas bina Marga 15.391.68 10% 162.19% 41.67 10% 149. jembatan dan PJU Program Pengelolaan Meningkatnya Pelengkap Jalan dan ketersediaan Penerangan Jalan dan pemeliharaan Umum pelengkap jalan Program Meningkatnya Pengembangan dan rehabilitasi dan Pengelolaan Jaringan pemeliharaan Irigasi. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Meningkatnya fungsi dan pengelolaan dan konservasi sungai.268. danau dan sumberdaya air lainnya 100% Terlaksananya pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai Dinas Pengairan 20% 2. Target Rp.738.099. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 i j k l 2 3 Pengelolaan Sistem Meningkatnya Informasi/ Database ketersediaan data/informasi Jalan dan Jembatan melalui SIM jalan.596.23 20% 16. Pengelolaan dan Konservasi Sungai.96% Trotoar 73.088.15 Dinas Pengairan .04% 20% 4.028.352.45 20% 1.37% 5.839.99 20% 21.42 20% 3.85% 80.585.789.89% 43. danau dan sumberdaya air lainnya Program Pengendalian Meningkatnya Diperlukan Banjir fungsi bantaran pemeliharaan dan tanggul bantaran dan tanggul sungai sungai 20% 211.811.60 88.59% 90.67 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas bina Marga PJU 85.45 20% 249.54 91.88 20% 3.37% 4.

Balitbang .634.61 26% 2.981.66 2.916.028.859. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 1.94 No.26 13% 2.43 200kk 1.193.520.33 20% 3.81 3.183.150 KK Kantor Perumahan 20% 295. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 o p 2 3 Program Meningkatnya Pengembangan ketersediaan Wilayah Strategis dan data dan Cepat Tumbuh pengembangan infra struktur jaringan Program Meningkatnya Pengembangan Kinerja pengelolaan air Pengelolaan Air Minum minum dan air dan Air Limbah Limbah Tahun 2011 Target Rp.25 20% 380.83 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Pengairan Dinas Pengairan 1.13 13% 2.82 20% 2.039.842.05 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.17 2.25 3.819. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 1.41 170 Ha/ 17.019.21 40 Ha/ 4000 unit terbangun 4.396.98 20% 1.03 5.80 1.381.68 180KK 162.12 Terlaksananya pemeliharaan pada 11 TMP/TMB Peningkatan upaya Pencegahan Bahaya Kebakaran Dinas Sosial Dinas CKTR 20% 2.486.60 13% 296.268.56 26% 211.49 225kk 780.40 2.24 20% 414.394.748.195.105 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan pengembanga n infra stuktur jaringan serta updating data Optimalisasi pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.69 2.12 200KK 848.202.22 20% 349.284.17 200kk 923.36 30 Ha/ 3000 unit terbangun 5.32 26% 229.50 2.67 180KK 149.79 200KK 137.45 13% 249.96 180KK 177.67 940 KK Kantor Perumahan 225kk 718. Target Rp.90 20% 1.006.658.67 20% 2.000 unit terbangun Kantor Perumahan 126.72 100% terlaksananya sosialisasi dokumen RTRW Bappekab.605.073.04 PERUMAHAN a Program Pengembangan Perumahan Meningkatnya 200 Ha / ketersediaan 20000 unit belum rumah layak terbangun huni bagi masyarakat b Program Lingkungan Meningkatnya 1000KK Sehat Perumahan kualitas lingkungan di kawasan permukiman c Program Meningkatnya 1225 KK Pemberdayaan rumah layak Komunitas Perumahan huni untuk KK miskin dan MBR d Program Pengelolaan Terpeliharanya Perlunya Areal Pemakaman 11 TMP dan pemeliharaan pada 11 TMB TMP/TMB e Program Peningkatan Menurunnya Optimalisasi Kesiagaan dan dampak Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Bahaya Kebakaran Pencegahan Kebakaran Bahaya Kebakaran 1.086. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 1.65 2.56 30 Ha/ 3000 unit terbangun 5.442.85 20% 321.68 20% 2.05 PENATAAN RUANG a Program Perencanaan Pemahaman Belum Tata Ruang RTRW dipahaminya RTRW 40 Ha/ 4000 unit terbangu n 200KK 4.607. Target Rp.46 13% 271.390.166.11 3.26 terlaksananya pengembangan infra stuktur jaringan serta updating data 3495 buah 13% 2.56 4.39 26% 1.589.

2029 Optimalisasi Dinas CKTR dokumen kawasan khusus.14 20% 3.90 20% 48. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 38. Target Rp.36 Diperlukan koordinasi penyusunan bahan analisa dan evaluasi kinerja ekonomi daerah 20% 338.78 20% 99. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 41. Ruang Lahan Pertanian Berkelanjutan dan kawasan khusus Belum Optimalnya pemanfaatan Ruang Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.96 20% 177. Ruang Lahan Pertanian Berkelanjutan. 20% 126.093. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 b Tahun 2011 Target Rp.45 100% Bappekab.845.68 20% 162.30 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD SKPD Penanggung Jawab Program Pemanfaatan Tersedianya Ruang dokumen Ruang Terbuka Hijau.64 20% 118. Target Rp.79 100% terlaksananya pertemuan rutin Tim ekonomi daerah serta penyusunan bahan analisa dan evaluasi kinerja ekonomi daerah Bappekab.11 20% 3.89 No.78 20% 108.620.79 20% 137.04 Tahun 2015 Target Rp. c Program Pengendalian Termanfaatkan Pemanfaatan Ruang nya RuangRuang sesuai denga peruntukannya 1.671.80 434.85 473. Indikator (dlm jutaan) 13 14 20% 53.31 399.67 20% 149.30 20% 44.67 Optimalisasi pemanfaatan Ruang Dinas CKTR 2.06 PERENCANAAN PEMBANGUNAN a Program Tersedianya Pengembangan bahan analisa Data/Informasi dan evaluasi kebijakan perekonomian daerah 15 16 2009 . dan kawasan khusus.106 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum tersedianya dokumen RTH. Balitbang b Program Kerjasama Meningkatnya Pembangunan fasilitasi bagi dunia usaha/lembaga dan pemerintah daerah dalam pembangunan daerah Diperlukan koordinasi antar SKPD dan pelaku usaha termasuk untuk penyaluran dana CSR 20% 84.53 20% 91.367. terlaksananya Bagian Kerjasama fasilitasi bagi dunia usaha/lembaga dalam pembangunan daerah melalui penyaluran dana CSR kepada masyarakat serta keterpaduan program pembangunan .13 367.11 20% 2.55 20% 3.

koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Kota Menengah & Besar SKPD Penanggung Jawab 16 Bappekab.56 100% Bappekab tersedianya dokumen RPJMD serta terlaksananya sosialisasi RPJPD.78 20% 99.13 . Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 84. Indikator (dlm jutaan) 13 14 20% 118.22 20% 349.70 20% 642.68 13% 162. Target Rp.25 20% 380. RPJMD subagai menengah acuan Renstra dan pendek SKPD Diperlukan musrenbang.53 Tahun 2015 Target Rp.96 13% 177. koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. penyusunan draft RKPD. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 91.24 20% 414.RPJMD dan RKPD 100% Bappekab terlaksananya musrenbang.45 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 daerah tersusunnya masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi. koordinasi LKPD &LKPJ 126.85 20% 321. Cipta Karya dan Tata Ruang d Program Perencanaan Pembangunan Kotakota Menengah & Besar e Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah Diperlukan masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi.47 20% 829. koordinasi pemanfaatan ruang antar SKPD Optimalisasi Diperlukanny dokumen a dokumen Perencanaan Perencanaan Kota Menengah Kota Menengah & & Besar Besar Meningkatnya Tersedianya pemahaman dokumen dan perencanaan pemanfaatan jangka dokumen panjang. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1 c Tahun 2011 Target Rp. RPJMD.67 13% 149.45 20% 698. koordinasi LKPD &LKPJ f Program Perencanaan Meningkatnya Pembangunan Daerah efisiensi dan efektifitas perencanaan pembangunan daerah 20% 591.78 20% 108.79 26% 137.67 Cipta Karya dan Tata Ruang 20% 295.64 No. Target Rp.107 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Tersedianya masterplan sarana dan prasarana di kawasan perkotaan Kepanjen serta meningkatnya sosialisasi. penyusunan draft RKPD. RPJMD.49 20% 760.

108
Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembanguna n sosbud dan pemerintahan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 137.67 20% 149.68 20% 162.96

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah

1 g

2 3 Program Perencanaan Meningkatnya Sosial Budaya keterpaduan perencanaan program pembangunan sosial budaya

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 126.79

Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 100% Bappekab, 20% 177.67 terlaksananya Balitbang sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembangunan sosbud dan pemerintahan 20% 710.68 100% terlaksananya sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembangunan perekonomian dan kesra Bappekab, Balitbang

h

Program Perencanaan Meningkatnya Pembangunan keterpaduan Ekonomi perencanaan program pembangunan perekonomian dan kesra

Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan pembanguna n perekonomia n dan kesra Diperlukan sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan spasial

20%

507.17

20%

550.67

20%

598.71

20%

651.83

i

Program Perencanaan Meningkatnya Prasarana Wilayah dan keterpaduan Sumber Daya Alam koordinasi dan perencanaan spasial

26%

380.38

20%

413.00

20%

449.03

20%

488.87

20%

533.01

100% Bappekab, terlaksananya Balitbang sinkronisasi & koordinasi serta monev perencanaan spasial OptimalisasiKerj a sama Antar Pemerintah Daerah Bappekab, Bagian Kerjasama

j

Program Peningkatan Keterpaduan Kerjasama Antar Antar Pemerintah Pemerintah Daerah Daerah

Belum Optimalnya Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

20%

84.53

26%

91.78

13%

99.78

13%

108.64

13%

118.45

1.07 PERHUBUNGAN a Program Pembangunan Meningkatnya Belum Prasarana dan Fasilitas pelayanan di optimalnya sarana Perhubungan bidang prasarana perhubungan perhubungan darat dan udara

20%

1,601.80 38.04

20%

1,739.20 41.30

20%

1,890.91 44.90

20%

2,058.70 48.89

20%

2,244.57 53.30

100% berfungsinya sarana prasarana perhubungan secara optimal

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

109
Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Meningkatnya pelayanan pengujian kendaraan bermotor serta pemeliharaan prasarana dan fasilitas pendukung perhubungan Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum optimalnya pengujian kendaraan bermotor dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pendukung perhubungan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 45.89 20% 49.89 20% 54.32

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)

1 b

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 42.26

Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 59.22 tersedianya 10 alat uji kendaraan bermotor yang memenuhi standart serta terpeliharanya 7 terminal, 27 halte serta 2 gedung pengujian kendaraan bermotor 50 ORANG 473.79 terlaksananya pembinaan terhadap 250 orang pengemudi

SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

c

Program Peningkatan Meningkatnya Pelayanan Angkutan disiplin dan ketertiban lalu lintas terhadap pengemudi angkutan

d

Program Pembangunan Meningkatanya Sarana dan Prasarana pelayanan angkutan Perhubungan umum di jalan

31.578 pengemudi belum mendapat pembinaan disiplin berlalu lintas (jumlah semua 31.6780 Masih memiliki 27 halte, Belum ada gedung terminal di Wonosari, Perlu relokasi terminal penumpang Talangagung Kondisi sarana pendukung pelayanan masih 70 %

50 ORANG

338.11

50 ORANG

367.11

50 ORANG

399.14

50 ORANG

434.55

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

Terbang unnya 4 halte baru

422.64

Terbangu nnya 4 halte baru, Terbangu nnya gedung terminal Wonosari

458.89

Terbangu nnya 4 halte baru, Terbangu nnya relokasi terminal Talangag ung 30 %

498.92

Terbangu nnya 4 halte baru dan Terbangu nnya relokasi terminal talangagu ng 30%

543.19

Terbangu nnya 4 halte baru dan Terbangu nnya relokasi terminal talangagu ng 40%

592.23

Terbangunnya 20 halte baru, Terbangunnya gedung terminal Wonosari, Terbangunnya relokasi terminal talangagung

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

e

Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

Meningkatnya sarana pendukung pelayanan pengujian kendaraan

Tersedia nya kompres or, AC dan tool set di

211.32

Tersedian ya 3 unit komputer di talangagu ng

229.45

Tersedian ya 3 unit komputer di Karanglo

249.46

Tersedian ya alat timbang kendaraa n bermotor

271.60

Tersedian ya exhouse di kolong uji

296.12

Kondisi sarana pendukung pelayanan meningkat 90 %

110
Indikator Kinerja Program (outcome) 3 bermotor Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Target Rp. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 portable

No.

Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2

1

Tahun 2011 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 5 6 talangag ung Terpasa ngnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warningl ight, 5000 m2 marka, penggan tian instalasi listrik bawah tanah, 100 traffick cone, 200 papan jalan 549.43

Tahun 2015 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14

Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15

SKPD Penanggung Jawab 16

f

Program Peningkatan Meningkatnya dan Pengamanan Lalu pengaman lalu Lintas lintas dan tersedianya manajemen trasportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan

Belum optimalnya pemasangan rambu. Jumlah yg terpasang rambu 3774 buah, marka 25.803 m2 dan 50 traffic cone dan tersedianya dokumen arahan manajemen trasportasi

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 1 set APILL led di Karangplo so 200 traffic cone 200 papan nama jalan

596.56

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone, 200 papan nama jalan, 1 set APILL led di Bululawa ng

648.60

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone 200 papan nama jalan 1 set APILL led di Turen

706.15

Terpasan gnya: 1000 unit rambu, 50 RPPJ, 100 RPPJ mini, 10 warninglig ht, 5000 m2 marka, 200 traffic cone 200 papan nama jalan 1 set APILL led di Dampit

769.90

Terpasangnya: 5000 unit rambu, 250 RPPJ, 500 RPPJ mini, 50 warninglight, 25000 m2 marka, 850 traffic cone 800 papan nama jalan 4 set APILL led di Karangploso, Bululawang, Turen, dampit

Dinas perhubungan, komunikasi & informatika

1.08 LINGKUNGAN HIDUP a Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan perundangundangan tentang pengendalian lingkungan hidup

35

35

5,747.90 676.22

53

13,216.09 1,652.01

62

14,368.95 1,796.12

71

15,643.96 1,955.49

80

17,056.34 2,132.04

80 terlaksananya sosialisasi dan penyuluhan peraturan perundangundangan tentang pengendalian lingkungan hidup

Badan Lingkungan hidup

Target Rp.140.47 12.90 20% 11. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 70 terlaksananya Badan 7000% 1.407.68 20% 162.11 20% 9.377.575.95 62 1.38 Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp.67 100% Bagian Pertanahan .29 20% 10.90 8.544.318. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah b Penyelesaian KonflikKonflik Pertanahan Meningkatkan penataan administrasi pertanahan Meningkatan penyelesaian kasus pertanahan 0% 20% 8.79 54 1.60 58 706.48 peningkatan Lingkungan kualitas dan hidup kuantitas sumber air serta konservasi SDA 65 769.24 Badan Lingkungan hidup e Program Program Pengembangan Kinerja pengembangan kinerja Pengelolaan pengelolaan Persampahan persampahan Meningkanya pengetahuan.330.26 No.446.07 70 1. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 b c 2 3 Program Perlindungan Meningkatnya dan Konservasi kualitas dan Sumber Daya Alam kuantitas sumber air serta konservasi SDA Program Peningkatan Meningkanya Kualitas dan Akses ketersediaan Informasi Sumber Daya data dan Alam dan Lingkungan informasi lingkungan Hidup hidup Program Pengelolaan Meningkatnya Ruang Terbuka Hijau peran serta (RTH) masyarakat dalam pengelolaan RTH Tahun 2011 Target Rp.227.67 20% 149.80 100% Bagian Pertanahan 0% 20% 126.40 10. kepedulian.96 20% 177. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 4600% 1. Indikator (dlm jutaan) 5 6 38 380. Target Rp.298.529.374.90 65 terlaksananya penyediaan informasi lingkungan hidup 76% terlaksananya peningkaan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah 76% terlaksananya peningkaan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah Badan Lingkungan hidup 30% 37 42.57 10.26 44 596.032.717.87 6200% 1.02 46 871.56 51 648.96 9.46 20% 12.15 d 30% 38 803.67 Badan Lingkungan hidup 1.311. krmandirian masyarakat terhadap pengelolaan sampah 3.90 54 947.664.09 PERTANAHAN a Penataan Penguasaan.111 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 30% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.790.02 8. Pemilikan.79 20% 137.41 11.135.125.846.764.99 76 11.84 9.

79 20% 137.57 20% 217.99 100% 20% 253.35 20% 325.014.83 20% 4.141.33 Tahun 2015 Target Rp.06 20% 183.34 20% 1.68 20% 162.89 Cakupan perempuan /anak yang akan mendapat penanganan Jumlah pemberdayaa n lembaga berbasis gender Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG 20% 3.323.592.67 20% 149.43 5.66 No. dan akte Kelahiran 100% terlayaninya eKTP bagi wajib KTP .197.197.10 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL a Program Penataan Meningkatnya Administrasi pelayanan Kependudukan administrasi kependudukan melalui implementasi sistem informasi administrasi kependudukan 1.28 20% 236.617.33 20% 1.421.36 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Diperlukan pelayanan eKTP bagi wajib KTP .29 5.41 1.34 1.92 20% 355.033.014.240.67 100% Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak Kantor Pemberdayaa n Perempuan dan Perlindungan anak . Indikator (dlm jutaan) 13 14 1.889. Target Rp.58 20% 4. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 1.96 20% 177.56 20% 199.101.89 100% d Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan Jumlah lembaga yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan dibidang pemberdayaa n perempuan 20% 126.112 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.11 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK a Program Peningkatan Meningkatnya Kualitas Hidup dan kualitas hidup Perlindungan dan Perempuan perlindungan perempuan b Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender Meningkatnya kapasitas kelembagaan berbasis perempuan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG Meningkatnya peran masyarakat yang berkeadilan gender Tahun 2011 Target Rp.58 20% 275. Indikator (dlm jutaan) 5 6 1.14 20% 5.87 4.421.803.101.66 20% 1.44 20% 3. dan akte Kelahiran Dinas Kependuduka n dan Catatan Sipil 4.14 4.41 20% 1.34 20% 299.303. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.36 20% 1.497.900.303.34 100% c Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 20% 169.

12 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA a Program Keluarga Meningkatnya Berencana (KB) pasangan usia subur menjadi persera KB aktif sebesar 73.17 72. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 1.25% 631.270 org TOGA = 936 org TOMA = 156 org 176 Kl 1429 Kl 1053 Kl 176 Kl 126.137.800.300 org 72. PUS = 185. menjadi kurang dari 25% (% perempuan menikah <20% th dibanding jumlah perkawinan c Program Pelayanan Meningkatnya Kontrasepsi jumlah peserta KB baru sebesar 315.28 80% 70% 40% 40% Badan Keluarga Berencana .34% (perempuan menikah <20tahun) 29% 84.656. Target Rp.01 63000 632.17 63000 489.74 63000 580.65 351 Kl 2858 Kl 2106 Kl 351 Kl 125.28 Peserta KB aktif 73. Target Rp.732.53 28% 72. 40% dari tokoh masyaraka dan tokoh agama Tahun 2011 Target Rp.563 akseptor.960.000 akseptor KB semua metode kontrasepsi d Program Pembinaan PPKBD Aktif Peran Serta Masyarakat dan mandiri ³ dalam Pelayanan 80% dari 390 KB/KR Yang Mandiri org.74 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Peserta KB aktif 72.25% Badan Keluarga Berencana 31.44 25% Badan usia nikah Keluarga pertama wanita < Berencana 20% turun menjadi 25% PUS menjadi pesera KB baru sebesar 60815 aksepor 63000 507.81 73% 579.72 26% 85.75% 531.72 No.14 72.91 390 Kl 3176 Kl 2340 Kl 390 Kl 137.92 1. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.99 63000 532. Sub PPKBD yang aktif ³ 70% dari 3818 org.70 25% 93.40 27% 78.43 1.79 195 Kl 1588 Kl 1170 Kl 195 Kl 106.000 orang Badan Keluarga Berencana PPKBD =156 Sub PPKBD =1.25 % (PUS dibagi pesera KB aktif x 100%) b Program Kesehatan Menurunnya Reproduksi Remaja usia nikah pertama wanita < 20 tahun.01 % = 133. Indikator (dlm jutaan) 5 6 1.37 293 Kl 2382 Kl 1755 Kl 293 Kl 115.82 Tahun 2015 Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 2.50% 489.25% 507.37 Tercapainya peserta KB baru sebesar 315.00 73.113 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.

30 229.07 25% 6.47 450 KK/ 80 OT 2. Bagian Kesra Diperlukan bantuan bagi 1920 orang/400 OT 250 KK/ 80 OT 1. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya b Meningkatnya pembinaan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) : fakir miskin.66 193.90 20% 5.36 1. Target Rp.13 SOSIAL a Program Pemberdayaan Fakir Miskin.88 803.28 tersedianya 700 Badan kelompok BKB Keluarga baru dan aktif Berencana serta £ 70% ibu balita anggota BKB menjadi peserta KB aktif serta Terbentuknya 130 klp BKR baru dan aktif serta £ 70% 1.369.944.24 100% Terlaksananya pembinaan kepada 680 orang PMKS Dinas Sosial .281. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 500 338.11 550 320.929.487. wanita rawan sosial ekonomi dan keluarga rentan Program Pelayanan Meningkatnya dan Rehabilitasi pelayanan.095.84 650 379.16 210.04 871.35 380 KK/ 80 OT 2.95 20% 6.09 340 KK/ 80 OT 1.837. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp. lansia terlantar.355.06 177.125.14 1.41 500 KK/ 80 OT 2.02 20% 5.80 700 414. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.86 600 348.09 700 klp BKB Badan Keluarga Berencana 169.114 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.38 100% terlaksananya bantuan bagi 1920 orang/ 400 OT Dinas Sosial .927. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 e f Program Pengembangan Bahan Informasi Tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga 3 4 aktif mendukung program KB meningkatnya Sarana sarana pendukung pendukung BKB = 450 kel bagi 700 kelompok BKB Aktif Terbentuknya 679 klp BKB 700 kelompok dan 101 Klp BKR BKB baru dan 80 Kel aktif serta £ 70% ibu balita anggota BKB menjadi peserta KB aktif serta Terbentuknya 130 klp BKR baru dan aktif serta £ 70% Diperlukan pembinaan untuk 680 orang PMKS Tahun 2011 Target Rp.032.38 947. Target Rp. perlindungan Kesejahteraan Sosial dan jaminan sosial serta kesetiakawana 15% 4.775.

Bagian Kesra d Program Pembinaan Meningkatnya Para Penyandang pembinaan Cacat dan Trauma terhadaap para penyandang cacat dan eks trauma Diperlukan pembinaan bagi 900 orang penyandang cacta dan trauma Diperlukan pembinaan 43 panti asuhan dan panti jompo Diperlukan pembinaan kepada 900 orang eks penyandang penyakit sosial (eks napi.14 100% Dinas Sosial terlaksananya pembinaan kepada 900 orang penyandang cacat dan trauma 100% Dinas Sosial Terlaksananya pembinaan 43 panti asuhan dan panti jompo 100% Terlaksananya pembinaan kepada 900 orang eks penyandang penyakit sosial (eks napi.78 90 anak 548. narkoba.147.46 100% terlaksananya pembinaan kepada 440 anak terlantar Dinas Sosial .90 75 anak 504. narkoba.115 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. PSK.34 250 orang 1.32 120 KT /PSM 229. narkoba. PSK. Target Rp. penyakit 100 orang 972.00 180 orang 449.55 25 panti 473.52 220 orang 1. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 Diperlukan pembinaan bagi 440 anak terlantar 50 anak 464.38 150 orang 413.03 220 orang 488.11 10 panti 367.07 150 orang 1. Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Meningkatnya pembinaan terhadap eks penyandang penyakit sosial (eks napi. Bagian Kesra . penyakit sosial lainnya) 10 panti 338.01 g Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Meningkatnya pembinaan terhadap potensi dan sumber Perlunya pembinaan kepada 760 PSM 90 KT /PSM 211.60 220 KT /PSM 296.51 125 anak 651.81 100 anak 597. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.055.14 20 panti 434.79 f 100 orang 380. PSK.45 180 orang 1.45 150 KT /PSM 249. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.11 15 panti 399.249. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 c 3 n sosial masyarakat kepada korban bencana orang terlantar Program Pembinaan Meningkatnya Anak Terlantar pembinaan terhadap anak terlantar Tahun 2011 Target Rp. penyakit sosial lainnya) 100% Terlaksananya pembinaan kepada 760 PSM Dinas Sosial e Program Pembinaan Meningkatnya Panti Asuhan/Panti pembinaan terhadap panti Jompo asuhan dan panti jompo Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana.87 250 orang 533.362.46 180 KT /PSM 271.12 Dinas Sosial . PSK.

36 789.14 KETENAGAKERJAAN a Program Peningkatan kenaikan Kesempatan Kerja jumlah angkatan kerja yang terserap serta menurunnya jumlah TKI yang bermasalah b Program Perlindungan Menurunnya Pengembangan jumlah angka Lembaga pelanggaran Ketenagakerjaan terhadap UU ketenagakerjaa n 1. Target Rp.64 20% 477.352.43 Belum optimalnya ketrampilan kewirausahaa n KUMKM Belum optimalnya pemasaran produk UMKM Masih rendahnya pemahaman terhadap tatacara pengelolaan dan pengawasan 20% 169.342.45 1.41 1.05 Disnakertrans 1. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.588.06 20% 207.352.82 20% 854.814.15 KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH a Program Meningkatnya Pengembangan ketrampilan Kewirausahaan dan kewirausahaan Keunggulan Kompetitif bagi KUMKM KUKM b Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Meningkatnya promosi produk usaha bagi UMKM Meningkatnya pemahaman tentang pengelolaan dan pengawasan KSP/USP Diperlukan informasi peluang kerja 20% 1.02 20% 1.732.50 20% 225.70 20% 654.60 1.75 20% 1.978.43 20% 552.95 20% 1.45 803.85 20% 1.70 20% 662.05 20% 616.019.80 100% terlaksananya pelatihan kewirausahaan bagi KUMKm 100% meningkatnya pemasaran produk UMKM 100% terlaksananya sosialisasi permen tentang pengelolaan dan pengawasan Dinas Koperasi & UMKM 20% 591.71 1.666.07 Dinas Koperasi & UMKM .95 934.60 20% 245.58 Dinas Koperasi & UMKM c 20% 422.36 20% 519.45 858. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.00 20% 565. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.116 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 kesejahteraan sosial Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.532.93 20% 783.00 20% 713.459. Target Rp.98 1.62 20% 267.50 20% 600.17 20% 719. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.36 100% tersedianya informasi peluang kerja serta tertanganinya permasalahan TKI 100% terlaksananya pembinaan dan sosialisasi UU ketenagakerjaan Disnakertrans Diperlukan pembinaan dan sosialisasi UU ketenagakerja an 20% 549.

27 4.79 20% 111.60 315 M 215. Bagian Perekonomia n Kantor Penanaman Modal.74 315 M 197. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 169.05 20% 18. 6.64 1 PMA/PM DN 662.66 20% 17.041.85 1 PMA/PM DN 784.53 20% 86.96 20% 131.19 620.03 45.63 10% 1% 2.041.89 199.17 20% 220.06 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp. Bagian Perekonomia n Kantor Penanaman Modal DISBUDPAR DISBUDPAR DISBUDPAR 1.052.423.63 45 PMA/PMDN Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 1.98 terlaksananya pembinaan bagi KUMKM SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Koperasi & UMKM.3 T 315 M 169.2% 3.27 49.70 422.78 10% 1% 2.9% b Meningkatnya pemahaman terhadap peran serta pemuda dalam pembangunan Program Peningkatan Meningkatnya Peran serta ketrampilan Kepemudaan dan wawasan kebangsaan pemuda c Masih diperlukan pembinaan Kepemudaan dlm pembangunan Masih diperlukan latihan ketrampilan pada 8210 orang pemuda Program Pembinaan Meningkatnya Diperlukan dan Pemasyarakatan prestasi atlit PORKAB Olah raga dan pelaku OR untuk 22 cabang OR di masyarakat 20% 38.89 1.634.399.41 20% 15.44 522.59 100% Terlaksananya PORKAB untuk 22 cabang olah raga Dinas Pemuda dan OR .10 4.13 315 M 234.55 7.06 315 M 181.11 No.26 20% 120.117 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Meningkatkan kemudahan pelayanan bagi UMKM Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Belum optimalnya pelayanan bagi UMKM Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.399.59 100% Dinas terlaksananya Pemuda dan pembinaan OR kepemudaan dlm pembangunan 100% terlaksananya pembinaan pada 8210 orang pemuda Dinas Pemuda dan OR 20% 84.45 20% 93.05 6% 2% 2.70 3. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 1 d Tahun 2011 Target Rp.28 965.06 841. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 185.03 3.57 886.797. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 239.17 KEBUDAYAAN a Program Pengelolaan Kekayaan Budaya b Pengembangan Nilai Budaya c Pengelolaan Keragaman Budaya 1. Target Rp.16 PENANAMAN MODAL a Program Peningkatan Meningkatnya Promosi dan jumlah investor Kerjasama Investasi PMS/PMDN 40 PMA/PMDN 1 PMA/PM DN 591.717.5% 4.26 169.95 20% 202.56 20% 126.8 T 10% 11% 2% 5% 5% 2% 3.89 183. Target Rp.64 480.8% Rp.32 217.18 KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA a Program Pengembangan dan Keserasian dan Kebijakan Pemuda b Meningkatnya nilai investasi PMA/PMDN 39% 14% 11.90 1 PMA/PM DN 720.37 569.10 59.717.04 20% 14.70 20% 143.56 815.24 1 PMA/PM DN 855.86 54.33 20% 111.797.22 236.4% 4.46 10% 2% 2.4% 4.38 42.86 4.63 39% 14% 2.99 20% 102.

67 20% 2.92 13.68 20% 2.514.202.732.607.46 13% 2.118 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan pengadaan sarana dan prasarana olahraga (68 jenis dan 1 stadion OR) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.488.39 No.81 20% 5.16 Peningkatan Peran Masyarkat terhadap keamanan Satpol.428. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 778.76 16. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 603.917. Target Rp.045.975.70 1.82 26% 1.720.52 20% 656. bermasyarakat dan bernegara 20% 4.842. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 d 2 3 Program Peningkatan Meningkatnya Sarana dan Prasarana jumlah dan Olahraga jenis sarana dan prasarana olahraga Tahun 2011 Target Rp. Linmas dan Bakesbangpo l b Program Pemeliharaan Kamtrantipnas dan Pencegahan Tindak Kriminal Diperlukan sosialisasi siskamswakar sa dan sarasehan peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dlam teknik pencegahan kejahatan Diperlukan sosialisasi pemeliharaan kerukunan umat beragama dan paralegal 20% 2.394.636.707.57 100% Terlaksananya sosialisasi pemeliharaan kerukunan umat beragama dan paralegal Bakesbangpo l .12 20% 6.88 terlaksananya pengadaan sarana dan prasarana olahraga (68 jenis dan 1 stadion OR) 17.241.09 13% 2. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 591.227.88 14.047.03 20% 5.82 20% 2.58 13% 2.649.19 KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI a Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Meningkatnya Peran Masyarkat terhadap keamanan Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan lingkungan dengan pendekatan kearifan lokal Pdiperlukan rasa aman dan tenteram 26% 12.80 SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Pemuda dan OR 1.881.16 20% 714.72 100% Bakesbangpo Terlaksananya l sosialisasi siskamswakarsa dan sarasehan peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan c Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Beragama Meningkatnya kesadaran berbangsa.33 20% 2.47 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.14 20% 5.028. Target Rp.

00 73.96 20% 18. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN a Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah b Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH 67. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH.136.79 13% 2.90 20% 22.74 20 % dan 10 kasus 6.681.69 20% 20.789.68 13% 1.294.78 13% 548.405.309. Target Rp. Target Rp.17 Meningkatnya Peran Masyarakat terhadap keamanan Satpol.193.285.48 100% terlaksananya pemeriksanaan reguler dan non reguler dan penyelesaian 50 kasus hukum Bagian Hukum.198.644.61 13% 2.648.51 Kondisi Kinerja SKPD Tahun 2015 pada Akhir Penanggung Target Rp.715.47 20 % dan 10 kasus 5.45 No.639.118.90 26% 504.01 86. PEMERINTAHAN UMUM.37 DPPKA Entitas dan permasalahan yang diperiksa baik reguler maupun non reguler dan 8 kasus hukum 20 % dan 10 kasus 5.216.961.59 24.27 20 % dan 10 kasus 7.71 terlaksananya l rakor dan sosialisasi pemilukada Terlaksananya 13% 651.46 13% 2.20 OTONOMI DAERAH.411.119 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Diperlukan rakor dan sosialisasi pemilukada Belum Optimalnya Pencegahan dan Penanggulan gan Korban Bencana Alam Diperlukan Peningkatan Peran Masyarakat terhadap keamanan Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.30 79.945.578. Linmas Pencegahan dan Penanggulangan Korban Bencana Alam f Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Meningkatnya Peran Masyarakat terhadap keamanan 20% 2. Indikator (dlm jutaan) 5 6 26% 1. Periode RPJMD Jawab Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 16 100% Bakesbangpo 13% 2. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 26% 1. Linmas 1.284.32 Meningkatnya pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya entitas yang diperiksa secara reguler sera menurunnya permasalahan non reguler serta Meningkatnya penanganan kasus secara 20% 17.29 e 26% 464.494.81 13% 597.768.113.37 20 % dan 10 kasus 6.461.28 94.20 26% 2.46 Satpol.222. Inspektorat .97 13% 2. PERANGKAT DAERAH. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 d 2 3 Program Pendidikan Meningkatnya Politik Masyarakat kesadaran politik masyarakat Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam Meningkatnya Penanggulanga n Korban Bencana Alam Tahun 2011 Target Rp.

bagian Perekonomia n.00 20% 449.325 orang BKD. Target Rp. Inspektorat e Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur.107.67 0% 149.79 20% 137. Target Rp. Aparatur ketrampilan dan profesionalism e aparatur melalui pendidikan dan pelatihan Pendidikan dan Meningkatnya Belum Pelatihan Profesionalism Optimalnya 26% 42. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 c d Program Pendidikan Meningkatnya Kedinasan pengetahuan dan kemampuan serta profesionalism e PNS Program Pembinaan Meningkatnya dan Pengembangan kemampuan teknis PNS Aparatur 0% 20% 126.32 20% 59.757.38 20% 413.01 Inspektorat f g Program Peningkatan Meningkatnya 0% Kapasitas Sumberdaya wawasan pengetahuan. Pengawas Meningkatnya jumlah pemeriksa yang terkualifikasi Masih diperlukan diklat pemeriksa 20% 380.479. Bagian Umum.22 BKD.89 20% 49.57 20% 5.26 20% 45. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.87 20% 533. Badan Diklat. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.07 13% 20.277.864.120 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 tuntas pada wilayah pemerintahan dibawahnya sesuai prosedur mutu Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.834.41 Profesionalisme Aparatur Badan Diklat . Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.85 20% 6.65 26% 16.11 13% 17.15 13% 19.512.96 20% 177.26 20% 5.03 20% 488.89 20% 54.98 20% 4.68 20% 162.066.67 100% terlaksananya peningkatan kualias dan ketrampilan PNS BKD 0% 20% 4.288.68 100% terlaksananya peningkatan kemampuan teknis 100% mengikutserta kan pemeriksa pada diklat teknis pemeriksaan 100% terlaksananya diklat bagi 6.787. Bagian Hukum 26% 14.

10 13% 5. Bagian Organisasi 633.027.43 6.34 20% 748.71 20% 4. Bagian Organisasi Inspektorat.11 26% 367.061.26 13% 19.063 ijin 596. Bagian Humas UPT Perizinan o Belum Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimalnya Pengembang an Wilayah Perbatasan Program Peningkatan Meningkatanny Meningkatann Sarana dan Prasarana a kapasitas ya kapasitas Aparatur sarana dan sarana dan prasarana prasarana aparatur aparatur 26% 3.68 13% 162.780.793.penataan Perbup 26 undangan perturan Kept Bup 601 perundangundangan Program Penataan dan Belum Meningkatnya 26% Penyempurnaan Optimalnya Penataan Kebijakan Sistem dan Sistem dan Sistem dan Prosedur Pengawasan Prosedur Prosedur Pengawasan Pengawasan Program Peningkatan Meningkatnya 0% 20% Pelayanan Kedinasan kapasitas Kepala Daerah/Wakil pelayanan kedinasan Kepala Daerah 3 Diklat e Aparatur Tahun 2011 Target Rp.76 13% 20.366.719.25 13% 4.56 6.79 20% 888.23 13% 17.575 ijin 549.693.409 ijin Bagian Umum.38 20% 814.96 13% 177.67 13% 149.462.873.55 13% 473.79 Optimalisasi Sistem dan Prosedur Pengawasan 100% Bagian Hukum.79 26% 137.728. Bagian Tata Pemerintahan Umum.390.96 725 buah 3.47 20% 3.14 13% 434.95 20% 3.15 7. Bagian Organisasi 26% 126. Target Rp.367 ijin 648. Inspektorat .90 37.038.121 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.66 Pemanfaatan Teknologi Informasi Bagian PDE.569.211.19 Profesionalisme Lembaga DPRD Sekretariat DPRD 2.96 20% 688.685 ijin 706.392.67 20% 3..51 3495 buah 338.019 ijin 769.80 700 buah 2.67 Wilayah Perbatasan Berkembang Bagian Kerjasama 20% 2. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.Bagian Hukum.88 750 buah 3.316.792. Inspektorat.19 100% Bagian Umum.78 670 buah 2.011.38 26% 16. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 14.23 26% 4.60 6.51 13% 4. Target Rp.041.409 ijin 5. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 Kepemimpinan dalam Jabatan 1 h i j k 4 Diklat Kepemimpina n Peningkatan Kapasitas Peningkatan Meningkatnya 26% Lembaga Perwakilan Profesionalism Profesionalis Rakyat Daerah e Lembaga me Lembaga DPRD DPRD Program Penataan Meningkatnya Perda 11 650 buah Peraturan Perundang.35 l m n Program Peningkatan meningkatnya Pelayanan Publik pelayanan perijinan Meningkatnya Program Pemanfaatan Teknologi Optimalisasi Pemanfaatan Informasi Teknologi Informasi Program Meningkatnya Pengembangan Pengembangan Wilayah Perbatasan Wilayah Perbatasan 37. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.11 13% 399.120.

84 2.11 4.22 20% 1.22 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA a Program Peningkatan Meningkatnya Keberdayaan kapasias Masyarakat Perdesaan.535.85 20% 4.86 20% 1.354.58 20% 98.245.098.25 20% 616. Target Rp.916.99 20% 710.12 100% 20% 5.607.522.56 183. Indikator (dlm jutaan) 5 6 2.07 20% 1.90 100% BPM Diperlukan ketersediaan data/informas i kinerja pembanguna 20% 169.28 217.22 20% 116.89 236.48 20% 107.352.17 20% 550.85 No.00 20% 493.58 20% 5.57 20% 217.78 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.81 20% 598.824.19 20% 537.90 20% 520.38 20% 416.78 20% 2. dalam membangun desa 1.644.21 KETAHANAN PANGAN a Program Peningkatan Meningkatnya Ketahanan Pangan ketersediaan pangan masyarakat 1.53 20% 90.122 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 0% Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 1.72 100% BPM 20% 507. Program Peningkatan Meningkatnya Peran Perempuan di peran perempuan Perdesaan.81 20% 566.836. Target Rp.85 20% 651.65 20% 453.06 169. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 4.522.474.23 STATISTIK a Program Meningkatnya Pengembangan ketersediaan Data/Informasi/ data dan Statistik Daerah informasi kinerja e Tahun 2011 Target Rp.58 5.916.343.352.06 20% 183.43 20% 1.86 100% BPM 20% 464. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 5. /keberdayaan masyarakat pelaku PNPMMP b Program Meningkatnya Pengembangan peran para Lembaga Ekonomi pelaku lembaga Pedesaan. ekonomi dalam pemetaan kegiatan c Program Peningkatan Meningkatnya Partisipasi Masyarakat peran serta Dalam Membangun masyarakat dalam Desa membangun desa d Program Peningkatan Meningkatnya Kapasitas Aparatur kapasitas aparatur desa Pemerintah Desa.57 199.366.28 20% 236.49 20% 672.94 Belum optimalnya kapasias masyarakat 20% 1.366.12 SKPD Penanggung Jawab 16 BKP3 2.11 20% 4.64 3.070.56 20% 199.28 3.15 100% BPM 20% 84.11 3.89 100% Bappekab .31 100% BPM Belum opimalnya peran para pelaku lembaga ekonomi Diperlukan peran serta masyarakat dalam membangun desa Diperlukan peningkatan kapasias aparatur desa Diperlukan peningkatan keberdayaan perempuan di perdesaan 20% 380.836.

147.28 UPT Perijinan 2. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.06 1. Arsip dan Dokumentasi 5. 6 sistem aplik back office. 10 intranet SKPD.249. 3 kantor. Informasi jaringan internet dan Media Massa.81 153.64 13% 46.79 26% 663. 27 titik speedy kecamatan. 14 bagian.22 126.198. Dokumen/ Arsip penyelamatan Daerah dan pelestarian arsip perijinan 1.66 6. Target Rp.123 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 pembangunan daerah Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 n daerah Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. 1 sistem aplik back office.90 6.14 Wav lan dan PDE cabling untuk 19 dinas. 1 sistem aplik back office.18 1. 1 sistem data center 3. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.24 1.933. dan badan.362.07 10 titik mini tower BTS. 54 titik mini tower BTS.25 10 titik mini tower BTS 972.02 1. 1 sistem aplik front oficce 2.85 129.694. Belum memiliki infras back 26% 676.26 26% 49. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.76 140.47 13% 55. 1 sistem aplik front oficce 2. 10 SKPD.367 ijin 481. 14 titik mini tower BTS.52 10 titik mini tower BTS.49 13% 58. 14 dinas.409 ijin Badan Perpustakaan d.24 KEARSIPAN a Perbaikan Sistem Meningkatnya Administrasi Kearsipan Sistem Administrasi Kearsipan Administrasi Sistem Administrasi Kearsipan belum Optimal b Program Peningkatan Meningkatnya Pelayanan kualitas Pelayanan kualitas Informasi Pelayanan Belum Informasi Informasi Optimal c Program Pemeliharaan Sarana dan Perlu Rutin/Berkala Sarana Prasarana keberlanjutan Rutin/Berkala dan Prasarana Kearsipan terpelihara Sarana dan Kearsipan Prasarana Kearsipan d Program Penyelamatan Meningkatnya 37409 ijin dan Pelestarian penataan.45 10 titik mini tower BTS.685 ijin 523.75 166.20 13% 53.27 6. 1 sistem aplik back office. 1 sistem aplik front oficce 2.34 10 titik mini tower BTS. 10 Komunikasi. 1 sistem aplik front oficce. Belum memiliki infras data cent. Arsip dan Dokumentasi 26% 42. 1 sistem aplik back office.25 KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA a Program Meningkatnya Wav Lan dan Pengembangan infrastruktur cabling 19 dinas.36 13% 721. 10 badan.98 7. 1 sistem data center .575 ijin 464.063 ijin 442.282.24 13% 63.95 Administrasi Sistem Administrasi Kearsipan Optimal Optimalnya Pelayanan Informasi Sarana dan Prasarana Kearsipan bermanfaat maksimal 37. Arsip dan Dokumentasi Badan Perpustakaan d. Target Rp.12 13% 856. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.055.03 Badan Perpustakaan d.49 26% 42.64 13% 785.478.019 ijin 571.36 13% 50.26 26% 42.

buah 793 ribu ton Naik 4% 14. 1 orang GIS 49.64 422.63 2. BKP3 .64 26% 431.58 13% 1.48 1000 Ha 10.9 rb ton 3.01 2.26 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang anima/gr af 1 orang GIS 45.93rb ton 29.01 Terlaksananya rehab jaringan irigasi 5000Ha DISTANBUN.77 13% 1. Arsip dan Dokumentasi Meningkatnya produksi pangan Produksi padi palawijaya = 1490 ribu ton Sayur 174 ribu ton.956. Belum memiliki infras front off Meningkatnya Belum 26% Kerjasama Optimalnya Informasi Kerjasama dengan Media Informasi dengan Media Massa Massa Meningkatnya 3 orang tek 1 orang kompetensi jaringan.776.9 rb ton 3.48 13% 511.267.771.05 803.84 Naik 4% 14.93 rb ton 26.54 1000 Ha 11.987. Bagian PDE 42.32 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang anima/gr af 1 orang analis 59.89 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang operator.496.68 13% 1.34 2.80 Naik 4% 14.01 PERTANIAN a Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan Meningkatnya Minat Baca Budaya Baca perlu dan Pembinaan ditingkatkan Perpustakaan 26% 422.124 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp. 6 orang operator Tahun 2011 Target Rp.89 1 orang jaringan 1 orang program er 1 orang analis 1 orang operator 54.778.9 rb ton 3.93rb ton 24.14 13% 557.479. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp. 1 orang aparatur bidang 3 org programmer.49rb ton 7. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.26 PERPUSTAKAAN a Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2.638.02 Naik 4% 14.49rb ton 7. teknologi 1 orang informasi dan 1 orang anima/grafis.93rb ton b Program Peningkatan Meningkatnya Diperlukan kesejahteraan Petani pemanfaatan rehab sumberdaya jaringan alam dan irigasi 5000Ha 1000 Ha 6. BKP3 7.09 2.84 Naik 4% 14.49 rb ton 7.93rb ton 13.997. Target Rp. Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi 4 off.14 511.22 Bagian PDE 1.719.280.48 469.49rb ton 31.82 431. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 b Program Kerjasama Informasi dengan Media Massa c Program.9 rb ton 3.29 Budaya Baca meningkat Badan Perpustakaan d.29 557. program. jaringan.943.92 26% 1.97 1000 Ha 8.49rb ton 7.70 Optimalnya Kerjasama Informasi dengan Media Massa 8 orang jaringan 8 orang programer 3 orang anima/graf 3 orang GIS 10 orang operator Bagian Humas.629.599.9 rb ton 3. GIS komunikasi 1 orang GIS. Target Rp. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 1.793.49 1000 Ha 9.348.376.82 13% 469.59 Naik = 1565rb ton 182rb ton 832rb ton DISTANBUN.699.

91 Meningkatnya produksi perternakan h meningkatnya pemanfaatan TTG bidang peternakan i Program Peningkatan Meningkatnya Pemasaran Hasil pemasaran Produksi Peternakan produk dan olahan hasil peternakan 2.51 141.48 Meningkat menjadi 5025rb ton DISTANBUN f Program Pencegahan Menurunnya dan Penanggulangan jumlah kejadian penyakit Penyakit Ternak Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 803.212.795.46 20% 478.11 20% 3. terlaksananya pencegahan penyakit ternak 100% Dinas Peternakan Dinas Peternakan Dinas Peternakan 0% 20% 211.54 20% 285.618.43 2 unit 640.16 129.84 2 unit 826.517.23 2 unit 696. Target Rp.51 Mempertahankan Dinas kontribusi hasil Kehutanan hutan terhadap PDRB .11 Naik 10% 335rb ton 3.201.958.01 167.01 20% 4. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 SKPD Penanggung Jawab 16 c Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan d Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan e Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Meningkatnya Masih ada 5 jumlah lembaga unit pemasaran hasil pertanian dan perkebunan Meningkatnya Pengendalian pengendalian IPT masih organisme 1000Ha pengganggu tumbuhan (OPT) Meningkatnya 3.350 rb ton produksi pertanian/perke bunan 0% 2 unit 549.99 Naik 10% 335rb ton 2. Bagian Perekonomia n 700 Ha 718.310.46 20% 521.533.44 Naik 10% 335 rb ton 2. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.241.11 20% 404.536.65 100% Dinas Peternakan 0% 20% 1.18 126.07 2 unit 757.20 20% 439.32 20% 241.49 700 Ha 3.669.48 20% 262.65 100% 0% 20% 338.549.69 100%.70 700 Ha 4.06 20% 3.80 20% 1. Target Rp.02 20% 2.30 20% 3.011.649.64 20% 1.858.84 20% 311.283.93 20% 4.88 153. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.125 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 manusia Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.64 Naik 10% 335rb ton 2.02 KEHUTANAN a Program Pemanfaatan Mempertahank Potensi Sumber Daya an kontribusi Hutan hasil hutan terhadap PDRB g 0% 20% 3.580.933.12 20% 1.762. BKP3.28 20% 3.333.26 Tersedia 15 unit lembaga pemasaran hasil pertanian dan perkebunan Pengendalian meningkat menjadi 4500Ha DISTANBUN.25 20% 2.38 DISTANBUN Naik 10% 335rb ton 20% 422.977.11 700 Ha 3.738. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.10 700 Ha 4.79 20% 1.

126 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.53 20% 91.581 Ha SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas Kehutanan 20% 42.697.91 20% 1.26 20% 54.97 20% 507. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 907.33 20% 2.94 20% 1.436.49 12.03 ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL a Program Pembinaan Meningkatnya 0% dan Pengawasan pemahaman rendahnya pemahaman Bidang Pertambangan masyarakat terhadap terhadap peraturan peraturan pertambangan pertambanga n b Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan Menurunnya jumlah kerusakan lingkungan yang disebabkan penambangan liar 0% masih tingginya kerusakan lingkungan yang disebabkan pertambanga n rakyat 1 b Tahun 2011 Target Rp.77 20% 90.50 551.18 20% 64.561.64 20% 118.71 600. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 3 4 Program Rehabilitasi Mempertahank 0% Hutan dan Lahan an proporsi luasan penutupan lahan berhutan dengan menurunkan luas lahan kritis c Program Perlindungan Meningkatnya 0% dan Konservasi cakupan Sumberdaya Hutan penghijauan d Program Meningkatnya Hasil hutan Pengembangan Usaha produktifitas bukan kayu 1.015. Target Rp.85 20% 355.55 20% 458. Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 Turun menjadi 20% 1.02 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.26 20% 69. Target Rp.080 ton Perhutanan dan Peran lahan hutan Serta Masyarakat untuk produksi hasil hutan bukan kayu e Pengembangan Sarana Meningkatnya 0% dan Prasarana kualitas Penyuluhan Kehutanan sumber daya penyuluh kehutanan 2.25 5 demplot Dinas Kehutanan.02 20% 82.43 20% 70.24 25 sumber air Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan 20% 295.52 6.29 20% 386.23 712.78 20% 108.45 100% Dinas ESDM terlaksananya pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat penambang .28 20% 420. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 803.78 20% 99.171.780 ton 20% 42.848.17 20% 1.36 653.73 20% 986.074.32 100% terlaksananya sosialisasi dan pembinaan tentang peraturan pertambangan Dinas ESDM 20% 84. BKP3 1.09 20% 1.49 No.43 20% 59.92 20% 76.

Periode RPJMD Indikator (dlm jutaan) 13 14 15 100% 20% 1.95 6% 12.131.15 36% DISBUDPAR 20 orang 6.19 39% DISBUDPAR 0.33 %) 123.08 1 wilayah (8.68 17% 459.67% 53.84 20% 1.26 Jumlah Dinas pemanfaat Kelautan dan meningkat 180 Perikanan orang (54.58 4% 11.33% 45.701.78 20% 997.05 KELAUTAN DAN PERIKANAN a Program Meningkatnya 329 orang Pemberdayaan jumlah Ekonomi Masyarakat pemanfaat Pesisir usaha ekonomi mikro di kawasan pesisir yang produktif b Program Peningkatan Meningkatnya 2 wilayah Kesadaran dan jumlah wilayah 916.79 1 wilayah (8. Target Rp.247.16% 385.127. Indikator (dlm jutaan) 5 6 20% 845.69 6.22 8.40 4.68 Jumlah wilayah bebs IUU fishing meningkat 7 wilayah (58. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 3 4 Program Pembinaan Meningkatnya Masih ada 14 dan Pengembangan jaringan listrik dusun yang belum Bidang pedesaan berlistrik Ketenagalistrikan (1300KK) 2.03 27% DISBUDPAR 4% 126.39 No.47 14 dusun SKPD Penanggung Jawab 16 Dinas ESDM 4% 8.444.2% 295.85 3.08% 295.04 PARIWISATA a Program 27% 6% Pengembangan Destinasi Pariwisata b Program 39% 2% Pengembangan Kemitraan c Pengembangan 36% 4.101.33 %) 126. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 20% 917.57 8% 166.33% 42.31 40 orang 12.1% Pemasaran Pariwisata 2.23 6% 13.85 20 orang 6.191.23 2 kawasan 16.79 9% 153.799.3% 387.78 6% 198. unreported & unregulated (IUU) fishing 1 c Tahun 2011 Target Rp.851.33% 41.72%) atau menjadi 509 orang 1 wilayah (8.554.33%) dari 12 wilayah pengelolaan perikanan atau jumlah wilayah menjadi 9 atau 75% Jumlah kawasan pesisir yang siap terhadap ancaman bencana meningkat menjadi 8 kawasan (66.00 3.14 13.33 %) 133.67% 49.722.59 1 kawasan 8.51 11.184.127 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.25 12.05 3.136.53 10% 421.82 2 wilayah 16.22 2 kawasan 16.53 2.494.26 1 kawasan 8.85 c Program Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Laut dan Prakiraan Iklim Laut Meningkatnya jumlah kawasan pesisir yang siap terhadap ancaman bencana alam laut 0 kawasan 1 kawasan 8.21 40 orang 12.67% 145.08% 354.16% 419.66 14.24% 457.40 60 orang 18.5% 356.086.69 2 wilayah 16.510.6750 dari 12 wilayah Penegakan Hukum pengelolaan pengelolaan dalam Pendayagunaan perikanan perikanan Sumberdaya Laut bebas ilegal.96 10% 181.28 Kondisi Kinerja Tahun 2015 pada Akhir Target Rp.168.96 6% 15. Target Rp.67% 158.44 4.6% Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan .

521.046.35 f Program Meningkatnya Masih Pengembangan Sistem kajian sistem diperlukan kajian sisem Penyuluhan Perikanan penyuluhan penyuluhan di perikanan 33 kecamatan Meningkatnya produksi ikan olahan 4507.49 659 ton 44.46 Dinas Kelautan dan Perikanan Meningkatnya pengawasan peredaran barang/jasa Belum optimalnya pengawasan peredaran barang/jasa 20% 1.26 20% 54.879.76 ton 10% 301.26 630 ton 42.79 2% 165.61 ton 0% 42. Target Rp.08 20% 1. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.76 ton 10% 276.76 Dinas Indag .276.58 20% 291.76% 2.8 ton menjadi 6761.13 42. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp. Bagian Perekonomia n Dinas Indag dan Pasar b c d Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Dalam Negeri Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang Meningkatnya Belum ekspor rata2 optimalnya 2% ekspor Meningkatnya 0% ketersediaan barang murah 2% 126.25 315.66 315.075.76 20% 623.81 20% 679.397.61 20% 1.72 ton 3.230.170.41 ton 100 % terlaksananya kajian sisem penyuluhan di 33 kecamatan Prod meningkat 2253.76 ton 10% 233.72 ton 3.10% 1.62 ton 887.72 ton 3.71 20% 1.53 20% 344.98 315.14 2% 213.48 Meningkatnya pelayanan pasar 0% 20% 253.32 450.65 20% 26.54 315.88% 2.17 20% 573.10% 988.10% 1.99 20% 69. Bagian Perekonomia n Dinas Indag dan Pasar Dinas Indag dan Pasar.728.521.73 ton 79.72 ton 3.50 664 ton 45. Target Rp.73 100% terlaksananya peningkatan pelayanan pasar 100% e Program Meningkatnya 0% 20% 42.19 % 1.97 450.18 20% 31.128 Indikator Kinerja Program (outcome) 3 Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.41 ton 100% terlaksananya pengawasan peredaran barng/jasa Meningkatnya ekspor rata2 2% 100% Dinas Kelautan dan Perikanan 10148.76 ton 10% 253.285.26 20% 1.27Ton 1163.85 % 1.61 20% 375.16 20% 740.85 20% 507.77 20% 63.26 20% 24.06 20% 58.72 ton 3. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD SKPD Penanggung Jawab d Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap e Meningkatnya produksi perikanan budidaya Meningkatnya produksi perikanan tangkap 1469.74 15 16 dari 12 kawasan pesisir Prod meningkat Dinas 3759.57 35. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 2 1 Tahun 2011 Target Rp.59 450.10% 1.02 643 ton 43.56 32.16 2% 196.43 30.94 38.141.13 20% 316.70 2% 180.658.73 ton atau Kelautan dan menjadi 5229 ton Perikanan Produksi meningkat 2253.10% 1.81 BKP3 Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 2.76 ton 10% 211.82 Dinas Indag dan Pasar.20% 315.8 Ton menjadi 6761.06 PERDAGANGAN a Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan g 450.50 450.80 20% 29.

48 7.540. Target Rp.554.790.015.63 13% 408.763. Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) Indikator (dlm jutaan) 7 8 9 10 11 12 No.129 Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (akhir 2010) 4 Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Target Rp.59 20% 202.26 20% 6.126.70 20% 151. Indikator (dlm jutaan) 13 14 Kondisi Kinerja pada Akhir Periode RPJMD 15 terlaksananya peningkatan pelayanan terhadap pedagang di 25 pasar Terlaksananya pasar murah sebanyak 14 kali terlaksananya pembinaan terhadap perusahaan industri 100% SKPD Penanggung Jawab 16 dan Pasar Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 2. Urusan Pemerintahan dan Prioritas Program Pembangunan Daerah 1 2 3 Pengembangan dan pelayanan Pemeliharaan Sarana terhadap dan Prasarana Pasar pedagang di 25 pasar Tahun 2011 Target Rp.90 464.40 6.90 20% 471.39 20% 138.91 608.15 6.85 26% 316.93 7.121.91 20% 7.97 512.53 20% 104.08 TRANSMIGRASI a Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi d Meningkatnya investasi dari IKM Industri Kecil dan Menengah belum berkembang Optimal 0% 26% 295.22 100% Dinas Indag dan Pasar Meningkatnya jumlah keluarga miskin yang siap untuk bertransmigrasi 0% 20% 464.53 20% 117.49 558.97 Dinas Indag dan Pasar 20% 84.06 20% 220.07 PERINDUSTRIAN a Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau f Meningkatnya ketersediaan barang murah 0% 20% 169.17 20% 127.458.91 250 KK Disnakertrans .758.49 20% 608. Indikator (dlm jutaan) 5 6 Tahun 2015 Target Rp.09 13% 374.325.30 Dinas Indag dan Pasar Dinas Indag dan Pasar Program Pengembangan SentraSentra Industri Potensial 2.16 5.84 20% 113.10 20% 135. Target Rp.98 20% 124.30 Dinas Indag dan Pasar b c Pengawasan terhadap perusahaan dan industri belum Optimal Program Peningkatan Meningkatnya Kemampuan Teknologi pertumbuhan Industri IKM Program Meningkatnya Pengembangan Pengembangan Industri Kecil dan Industri Kecil Menengah dan Menengah Meningkatnya produktifitas dan kinerja perusahaan industri 0% 20% 5.06 20% 170.45 Optimalnya Perkembangan Industri Kecil dan Menengah 20% 84.81 20% 512.68 20% 7.06 20% 8.70 20% 185.81 471.49 13% 344.97 20% 558.

Sedangkan apabila dilihat dari aspek misi dan tujuan maka indikator makro kinerja daerah adalah sebagai berikut: . yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat.BAB IX INDIKATOR KINERJA DAERAH Indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada akhir periode masa jabatan. aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.

pelaksanaan dan pengawasan pembangunan 2. pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. Sasaran: Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. Peran masyarakat dalam pembangunan yang dimulai dari perencanaan. Kasus pengaduan masyarakat 1 : 120 Menurun Semakin menurunnya kasus pengaduan . adatistiadat dan budaya Tujuan: Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial. clean government (pemerintah yang bersih). Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan dan menurunnya kualitas dan kuantitas bahkan tidak terjadinya kasus sara Tidak terjadi konflik dan kasus sara namun perlu terus diwaspadai dan diantisipasi karena Kabupaten Malang merupakan wilayah potensi 1 : 136 Masih terdapat keluhan pelayanan Masih terdapat kasus pengaduan Tidak terjadinya konflik dan kasus sara dan tetap terjaganya kondisi kondusif kerukunan masyarakat. dan demokratis Tujuan: Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah.131 Tabel 9. 2. 2 Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik). Sasaran: Semakin kuatnya kelemba-gaan SKPD dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat Semakin meningkatnya kepuasan masyarakat dan menurunnya kasus pengaduan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah 1. berkeadilan. Jumlah Konflik antar umat beragama dan kasus sara KINERJA AWAL TAHUN 2010 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan KINERJA AKHIR TAHUN 2015 Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan NO MISI TUJUAN/SASARAN INDIKATOR KINERJA MAKRO 1 Mewujudkan pemahaman & pengamalan nilainilai agama.1 INDIKATOR KINERJA DAERAH TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN 1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3. Rasio jumlah PNS terhadap jumlah penduduk.

3.353 m 45 % 48 % 152 Desa 90 % . sosial dan budaya Sasaran: Terbangun dan terpeliharanya infrastruktur kebinamargaan.000 60 % 1 : 40. Rasio Angka Kriminalitas 2. tertib. Persentase desa berlistrik 79 % 97 % 299. Kondisi Jembatan Mantap infrastruktur kebinamargaan. Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 2. Pelayanan sanitasi 7. Kondisi Jalan Mantap kuantitas dan kualitas 2. damai Sasaran: Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerjasama pengamanan dengan aparat keamanan Mewujudkan Tujuan: Meningkatnya peningkatan ketersediaan.403 m 43 % 42 % 38 Desa 75 % 95 % 98 % 438.000 Semakin kasus hukum menurunnya pelanggaran 4 5 Sasaran: Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. Panjang irigasi mantap pengairan dan 4. Semakin menurunnya kasus kriminal dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat 1. Persentase pamswakarsa (kelompok Linmas aktif) 1 : 30. Mewujudkan kondisi Tujuan: Terwujudnya lingkungan yang kondisi masyarakat yang aman. kuantitas ketersediaan dan maupun kualitas kualitas infrastruktur infrastruktur kebinamargaan. Pelayanan Air minum pedesaan 6. pengairan dan keciptakaryaan/permukima n serta energi untuk mendukung aktivitas ekonomi. pengairan. dan aman.000 80 % Semakin meningkatnya 1.132 NO 3 MISI Mewujudkan supremasi hukum dan HAM TUJUAN/SASARAN Tujuan: Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat. Rasio Pelanggaran Hukum/ Hak Asasi Manusia (HAM) KINERJA AWAL TAHUN 2010 1 : 500 Masih terdapat kasus pelanggaran hukum KINERJA AKHIR TAHUN 2015 1 : 1. Pelayanan Air Minum Ibukota keciptakaryaan/permukiman Kecamatan 5. tertib dan damai. INDIKATOR KINERJA MAKRO Semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN 1.

6 72.994 Rp. INDIKATOR KINERJA MAKRO TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN KINERJA AWAL TAHUN 2010 KINERJA AKHIR TAHUN 2015 6 Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing Semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).2 6% 6. 4. 3.144. pendapatan perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan 1.5 – 4.847.878 63.2 – 5.8 % 13. 1. Sasaran: Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. 12.4 % 7 Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat perdesaan Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB.7 % 5.6 % 4. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan Tujuan: Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia. inflasi.9 % 6.244 Rp.474 Rp.6 6.087.571 Rp. 31. 2. 20.Juta) 3.6 76. 53.3 74.168. Pendapatan Perkapita ADHB (Rp) 4. 5. perdagangan dan serta jasa-jasa.133 NO MISI TUJUAN/SASARAN keciptakaryaan/ permukiman. meningkatnya pertumbuhan sektor potensi pariwisata.097 66. IPM Indeks Pendidikan Indeks Kesehatan Indeks Pembangunan Gender Indeks Pemberdayaan Gender 70. Tingkat Kemiskinan (%) 8.1 % 71. PDRB-ADHK (Rp.1 % Rp.488. Pertumbuhan Ekonomi (%) 6. Sasaran: Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu Tujuan: Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan. 19. pertambangan dan jasa konstruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran UMKM dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.7 % 67. Inflasi (%) 7.9 % 3% .7 65. Tingkat Pengangguran (%) Rp.3 70.9 74. Indeks daya beli 5. 14.Juta) 2. PDRB-ADHB (Rp.4 % 72.497.

Luas lahan hutan rakyat yang penghijauan serta terkelola meningkatnya sumberdaya 3. Sasaran: Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumberdaya alam INDIKATOR KINERJA MAKRO TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR URAIAN KINERJA AWAL TAHUN 2010 57 % KINERJA AKHIR TAHUN 2015 75 % Semakin menurunnya kasus 1.268 ha 9.708 ha 3. serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan TUJUAN/SASARAN Tujuan: Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam. Prosentase perusahaan yang pelanggaran lingkungan. Lahan kritis alam yang terkelola 1.932 ha . memenuhi baku mutu meningkatnya luas lahan yang lingkungan dihutankan kembali dan 2.134 NO 8 MISI Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup.639 ha 9.

Terciptanya sistem pengamanan swakarsa dan kerja sama pengamanan dengan aparat keamanan. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik). Mandiri Agamis Demokratis Produktif Maju Aman Tertib Berdayasaing Meningkatnya kualitas fungsi lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan. serta terlaksananya sosialisasi dan deseminasi produk hukum. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama. Semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu 6. adatistiadat dan budaya. Mewujudkan pertumbuhan berbasis pemberdayaan perdesaan. Semakin kuatnya kelembagaan SKPD dalam penyelengaraan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. MADEP MANTEB . serta meningkatnya pertumbuhan sektor potensi lainnya seperti pariwisata. dan damai 5.2 RENCANA HASIL RPJMD KABUPATEN MALANG TAHUN 2010 – 2015 MISI PEMBANGUNAN 1. pengairan dan keciptakaryaan/permukiman serta energi untuk menunjang kegiatan pembangunan perekonomian Meningkatnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia yang ditandai dengan semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata hingga perdesaan yang ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM 4. Meningkatnya pertumbuhan sektor pertanian dalam arti luas sebagai basis peningkatan industri. RENCANA HASIL BENEFIT (HASIL) Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan sosial ditandai dengan menurunnya kuantitas dan kualitas bahkan tidak terjadinya kasus SARA. tertib. meningkatnya luas lahan yang dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumberdaya alam yang terkelola. kuantitas maupun kualitas infrastruktur kebinamargaan. clean yang government (pemerintah bersih). pendidikan keagamaan dan sosial budaya dalam pembinaan umat dan kemasyarakatan. pengairan. perdagangan dan jasajasa.135 Tabel 9. dan demokratis 3. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing 7. Mewujudkan ketersediaan infrastruktur peningkatan dan kualitas OUTCOME (KELUARAN) Meningkatnya peran lembaga/tokoh agama. IMPACT (DAMPAK) Kabupaten Malang Yang Semakin Sejahtera dengan karakteristik Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik. Inflasi. Pendapatan Perkapita) dan menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan. Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup. serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. Terbangun dan terpeliharanya infrastuktur kebinamargaan. peningkatan ekonomi yang pertanian dan masyarakat 8. Terwujudnya kesadaran dan tertib hukum masyarakat yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). 2. pertambangan dan jasa kontruksi/bangunan yang mengarusutamakan peran usaha mikro kecil menengah dan koperasi dan pengentasan kemiskinan. energi untuk mendorong perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan. Terwujudnya kondisi masyarakat yang aman tertib dan damai yang ditandai dengan semakin menurunnya kasus kriminal dan keamanan dan ketertiban masyarakat Semakin meningkatnya ketersediaan. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah yang ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakat. Semakin terkendalinya perencanaan dan pemanfaatan tata ruang dan pemberian ijin industri yang rentan pencemaran serta semakin meningkatnya pengelolaan sumber daya alam. berkeadilan. keciptakaryaan/permukiman.

Mengingat kebijakan ini akan dipakai sebagai dasar dan acuan pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan serta akan menjadi landasan kebijakan dan program Tahun 2015-2020. Pengamanan lahan pertanian berkelanjutan. dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Periode 2010-2015.2. RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 merupakan penjabaran dari visi. Pengamanan ruang terbuka hijau. 10. d. Pengembangan kawasan Agropolitan Poncokusumo. Kaidah Pelaksanaan Kaidah pelaksanaan diperlukan untuk menjamin terciptanya tata pemerintahan yang baik dan tetap konsisten serta fokusnya arah . landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Malang. Pengembangan Bandara Abdulrachman Saleh. sebagai bahan dalam penyusunan rancangan APBD harus memperhatikan arahan visi-misi Kepala Daerah terpilih. DPRD dan seluruh stakeholders pembangunan. Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang-Kepanjen. b. f. misi. c. Beberapa kebijakan yang bersifat lintas waktu (multiyears) dan lintas wilayah yang perlu mendapatkan perhatian bersama terutama pada Tahun 2016 sebagai tahun transisi sebelum ditetapkannya RPJMD Tahun 2016-2020 antara lain: a. 2. Pembangunan Kota Kepanjen termasuk jalan lingkar barat. dan RKPD Kabupaten Malang tahunan.1 Pedoman Transisi 1. Pembangunan Jalan Lintas Selatan dan sirip-siripnya. g. jalan lingkar selatan dan sarana pemerintahan. RPJMD Kabupaten Malang ini merupakan pedoman. yang dalam penyusunannya berpedoman pada RPJPD Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 serta mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014 dan RPJM Nasional Tahun 20102014 dengan memperhatikan segala potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. h. 3. Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap Sendangbiru. i. j. e. Pengembangan sarana kepariwisataan andalan. Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan rencana pembangunan daerah Tahun 2016 yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016 maka diperlukan penyusunan rancangan program indikatif Tahun 2016 yang mengacu pada program indikatif Tahun 2015 sebagai dasar penyusunan RKPD Tahun 2016 sebelum RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2020 selesai disusun. Dalam implementasi pedoman transisi ini diperlukan komitmen dari semua unsur pemerintahan (governance) yang meliputi Pemerintah Kabupaten.BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10. Pengembangan kawasan Minapolitan Wajak.

tujuan. DPRD. RPJMD merupakan penjabaran dari visi. dalam rangka mewujudkan perencanaan yang partisipatif. strategi. Dalam rangka penyempurnaan Rancangan Akhir telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang diikuti stakeholders pembangunan seperti perwakilan pemerintah. Dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan RPJMD. misi. strategi. agenda. arah kebijakan dan indikator kinerja pembangunan Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 dan telah pula disosialisasikan kepada masyarakat secara luas melalui media masa dan dalam berbagai kesempatan baik dikalangan pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan untuk mendapatkan tanggapan dan masukan. berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 dengan sebaik-baiknya. 2. tujuan. misi. SKPD berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang memuat visi. misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. serta masyarakat termasuk dunia usaha. dan telah menghasilkan kesepakatan bersama mengenai visi. dan menjamin konsistensi antara RPJMD dengan Renstra SKPD dan Renja SKPD. organisasi politik. semiloka dan dialog bersama tokoh agama. dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) tahunan. kebijakan. penyusunannya dimulai dari perumusan Rancangan Awal dengan melibatkan semua stakeholders pembangunan Kabupaten Malang yang dimulai dari seminar. pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pakar diberbagai bidang. 4. Bappeda berkewajiban untuk melakukan pemantauan terhadap penjabaran RPJMD ke dalam Renstra SKPD dan implementasinya dalam Renja SKPD tahunan. tokoh masyarakat. Adapun kaidah pelaksanaan RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut : 1. dan SKPD berkewajiban mengevaluasi pelaksanaan program yang dilaksanakan dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan rencana kerja secara berkala kepada Bupati Malang. program. . dan telah disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui media masa dan dalam berbagai kesempatan. organisasi keagamaan. Selain itu kaidah pelaksanaan bertujuan agar didalam implementasi program menjadi lebih terukur dampaknya serta tercipta efisiensi dan efektifitas baik dalam pembiayaan maupun waktu pelaksanaan.137 pembangunan 5 tahun kedepan sebagaimana yang sudah disepakati dan terutama untuk menghindari tumpang tindih (overlapping) pelaksanaan program antar SKPD. Selanjutnya Rancangan Akhir telah dikonsultasikan kepada Gubernur Jawa Timur dan mendapatkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti dan diajukan ke DPRD Kabupaten Malang guna disepakati menjadi Peraturan Daerah. organisasi kemasyarakatan dan organisasi pengusaha/bisnis serta tokoh/pakar berbagai bidang termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota bertetangga. SKPD. 3.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan RPJMD diperlukan regulasi sebagai dasar pelaksanaan yang akan disusun sesuai dengan kebutuhan baik dalam bentuk Peraturan Daerah. BUPATI MALANG. 6. Demikian RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 disepakati bersama antara Pemerintah dan DPRD Kabupaten Malang. Apabila berdasarkan hasil evaluasi diperlukan adanya revisi atau penyesuaian dengan perkembangan situasi pembangunan nasional dan regional Jawa Timur akan dilakukan revisi dan penyesuaian dengan berpedoman kepada ketentuan yang berlaku. RPJMD dipakai sebagai dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja 5 tahunan dan tahunan dalam kurun waktu Tahun 2010-2015.138 5. RENDRA KRESNA . H. Peraturan Bupati atau Keputusan Bupati maupun Keputusan Kepala SKPD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful