You are on page 1of 24

KONDILOMA AKUMINATA

I.

PENDAHULUAN
Kondiloma akuminata ialah vegetasi oleh human papilloma virus tipe tertentu, bertangkai, dan permukaannya berjonjot. 1 Ditandai dengan tumor yang tampak seperti kutil, berwarna seperti daging, dapat memberi gambaran cauliflower atau buah anggur yang berkelompok, dan terdapat pada daerah genital.2 Kondiloma akuminata merupakan tonjolan-tonjolan yang berbentuk bunga kol (cauliflower) dengan di tengahnya jaringan ikat dan ditutup terutama di bagian atas oleh epitel dengan hiperkeratosis. Penyakit ini dijumpai pada usia produktif terutama pada orang dewasa. Penelitian Rochester didapatkan perbandingan insiden pada laki-laki dan wanita adalah 1 : 1,4 dengan usia ratarata pada wanita adalah 22 tahun, dan 26 tahun pada laki-laki. 2,3 Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab, misalnya di daerah genitalia eksterna.1 Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih baru, jika telah lama agak kehitaman. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. Ukuran tiap kutil biasanya 1-2 mm, namun bila berkumpul sampai berdiameter 10 cm dan bertangkai. 2 Salah satu cara yang paling praktis untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan satu orang yang telah diketahui kesehatannya atau dengan kata lain melakukan hubungan seksual yang lebih aman. Kondom tidak dapat melindungi dari infeksi HPV karena HPV dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit pada area tubuh yang terinfeksi HPV, seperti kulit genitalia atau anus yang tidak tertutup kondom. 2

II.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini temasuk Penyakit akibat Hubungan Seksual. Frekuensinya pada pria dan wanita sama. Tersebar kosmopolit dan transmisi melalui kontak
1

kulit langsung.1,4 Semua bangsa dapat diserang penyakit ini, banyak pada wanita hamil.5 HPV sangat menular dan merupakan Penyakit Hubungan Seksual tersering di Amerika Serikat. Diperkirakan 5,5 juta orang terinfeksi setiap tahunnya, dan sekitar 75% orang akan terinfeksi oleh HPV genital selama masa hidup mereka, sementara di Inggris dari 1000 anak-anak yang berusia 16 tahun dengan kondiloma yang dirujuk ke RS di Cambridge, 0,5% menderita anogenital wart atau kondiloma akuminata.2,6 Penyakit ini dijumpai pada usia produktif terutama pada orang dewasa. Dari penelitian Rochester didapatkan peningkatan insiden kondiloma akuminata yang tetap sebanyak 7-8 x selama tahun 1950-1978, bahkan insiden setahun dapat mencapai 106 per 100.000 atau sekitar 0,1%, dengan 0,5% dari penderita adalah dewasa muda. Selain itu dari penelitian Rochester didapatkan perbandingan insiden pada laki-laki dan wanita adalah 1 : 1,4 dengan usia ratarata pada wanita adalah 22 tahun, dan 26 tahun pada laki-laki. Satu persen dari penduduk dewasa muda (berusia 15-19 tahun) dapat menderita external genital wart atau kondiloma akuminata, bahkan insidennya meningkat beberapa kali lipat selama 2 dekade terakhir. 2

III. ETIOPATOFISIOLOGI
Virus penyebabnya adalah Virus Papilloma Humanus, ialah virus DNA yang tergolong dalam keluarga virus Papova. Sampai saat ini telah dikenal sekitar 70 tipe HPV, namun tidak seluruhnya dapat menyebabkan kondiloma akuminatum. Tipe yang pernah ditemui pada kondiloma akuminatum adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 42, 44, 51, 52, dan 56. 1 Beberapa tipe HPV tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi, yaitu tipe 16 dan 18. Tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada kanker serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepithelial serviks derajat ringan. 1,7 Penularan HPV genital hampir semata-mata melalui hubungan kelamin, walaupun autoinokulasi dan penularan melalui fomite juga dapat terjadi. Infeksi dapat ditularkan kepada neonatus saat persalinan per vaginam. Para bayi ini kemudian dapat mengalami papiloma saluran napas atas yang rekuren dan
2

Agar dapat menimbulkan infeksi. virion HPV akan masuk sampai lapisan sel basal epitel. merokok. akan dikenali oleh T helper melalui MHC II dan dikenali oleh T sitotoksik melalui MHC I. HPV harus mencapai epitel yang berdiferensiasi sedangkan sel basal relatif undifferentiated. mereka hanya terstimulasi untuk membelah secara cepat sehingga disini hanya terjadi ekspresi gen HPV. Antigen yang dipresentasikan sel dendritik.7. 2 Sel basal merupakan tempat pertama infeksi HPV sehingga setelah inokulasi melalui trauma kecil. karena virus non litik maka antigen akan dilepaskan dengan lambat dan sel dendritik tidak diaktifkan.8 Pada infeksi virus pertahanan tubuh diperankan oleh T helper dan T sitotoksik. yang dapat mendukung replikasi virus. Permukaan mukosa yang lebih tipis lebih susceptible untuk inokulasi virus daripada kulit berkeratin yang lebih tebal sehingga mikroabrasi pada permukaan epitel memungkinkan virion dari pasangan seksual yang terinfeksi masuk ke dalam lapisan sel basal pasangan yang tidak terinfeksi. dan kehamilan tampaknya meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV.7 Penularannya melalui kontak seksual. Ekspresi gen virus pada lapisan ini diperlukan untuk menghasilkan kapsid protein dan kumpulan partikel virus. Faktor risiko terbesar untuk timbulnya HPV adalah jumlah pasangan seks. pemakaian kontrasepsi oral. Ada yang berpendapat bahwa kemungkinan respons tidak berperan pada infeksi HPV. 3 . 2. Sesudah itu terjadi pelepasan virus bersama dengan sel epitel yang deskuamasi. dari ibu dengan kondiloma akuminata ke neonatus sehingga mengakibatkan external genital wart atau kondiloma akuminata dan papillomatosis laring. maupun genital oral. baik genital-genital. Waktu yang dibutuhkan mulai dari infeksi HPV sampai pelepasan virus baru adalah 3 minggu (masa inkubasi kondiloma akuminata 3 minggu sampai 8 bulan). Dan hanya lapisan epidermis di atas lapisan basal yang berdiferensiasi pada tahap lanjut. 6. kemudian virus baru akan menginfeksi lapisan basal lain. Sesuai dengan pembelahan sel basal. virion HPV akan bergerak ke lapisan epidermis yang lebih atas. Pada infeksi HPV. kemudian T helper membantu aktivasi T sitotoksik yang akan melisiskan protein virus pada sel terinfeksi. Selain itu penularannya dapat melalui transmisi perinatal. oral-genital.berpotensi mengancam nyawa.

rasa terbakar. selain itu didapatkan infiltrasi limfosit terutama makrofag dan CD4. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya. Ukuran tiap kutil biasanya 1-2 mm. kadang-kadang pada porsio uteri.8 IV. glans penis. Selain itu pada infeksi HPV yang berperan adalah respon Th1 dengan adanya IL-12. 1 Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih baru.9 Manifestasi infeksi HPV pada kelamin dapat berupa kondisi berikut:2 4 . introitus vagina. Pada pria tempat predileksinya di perineum dan sekitar anus. jika telah lama agak kehitaman.1. dispareunia. tetapi dapat lembab. mudah kambuh. namun bila berkumpul sampai berdiameter 10 cm dan bertangkai. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. korpus. dan menimbulkan discharge. Dan biasanya ada yang sangat kecil sampai tidak diperhatikan. berwarna merah atau pink.7. Ada penemuan yang tidak diduga. dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut.tetapi penelitian menunjukkan lesi yang berhubungan dengan HPV lebih lama. dengan bentuk bervariasi dari lesi kecil tak bertangkai hingga proliferasi papilaris besar yang garis tengahnya beberapa sentimeter. yang menginduksi IFN membantu aktivasi T sitotoksik dan meningkatkan aktivitas NK cell sitotidal. lembab. Permukaannya berjonjot (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang besar dapat dilakukan percobaan sondase. muara uretra eksterna. sulkus koronarius. dan pangkal penis. 2. ketidaknyamanan mengakibatkan gatal. dengan dihasilkannya IL-12 mungkin memiliki efek antivirus. dan lebih lebar pada penderita imunodefisiensi terutama imunitas seluler. Pada wanita yang banyak mengeluarkan fluor albus atau wanita yang hamil pertumbuhan penyakit lebih cepat. misalnya di daerah genitalia eksterna.2 Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab. dengan demikian terdapat aktivitas sistem imun pada infeksi HPV terutama respons Th1. perdarahan. Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-8 bulan setelah terinfeksi. GEJALA KLINIS Kondiloma menimbulkan akuminata pada umumnya karena asimtomatis.

Kondiloma akuminatum. namun secara histopatologis menunjukkan adanya infeksi HPV. 2. glans penis. serviks (wanita). perianal. kondiloma akuminata bebentuk flat (datar). anal. 4.2 b. 2 Daerah predileksinya sulkus koronarius. Di daerah vagina dan serviks. Papula keratotik atau seperti veruka vulgaris. rektum dan orofaring (kedua jenis kelamin). vagina. Infeksi Klinis Morfologinya dapat berbentuk: 1. berwarna seperti daging atau papul hiperpigmentasi yang mungkin bergabung membentuk plaque. Infeksi Laten Tidak tampak infeksi HPV baik secara klinis.2 c. 3. labia. papul kecil. warna kemerahan pada kondiloma akuminata akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. Papula halus (smooth popular form/sessile).2 Jika terjadi infeksi sekunder. 2 5 . klitoris. dengan alat bantu. di vulva bentuk verrucous sedangkan di vagina bentuk flat. maupun secara histopatologis. lensa pembesar. perineum (pria). bentuk klasik dari genital wart seperti bunga kol yang menonjol. pangkal penis. dan kolposkopi. muara uretra eksterna.a. Pada wanita. Veruka plana Pada laki-laki berupa papul verrucous tetapi kadang juga didapatkan flat wart. DNA HPV dapat dideteksi pada epitel yang tampak normal dengan teknik biologi molekuler. korpus. Infeksi Subklinis Hanya tampak dengan alat bantu misal asam asetat 3-5%.

Barakbah J. Lumintang H. Untuk kepentingan klinis kondiloma akuminata dibagi dalam 3 bentuk yaitu:9 a. seperti batang penis. Martodihardjo S. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. Bentuk papul Lesi bentuk papul biasanya didapati pada daerah dengan keratinisasi sempurna. Tampak vegetasi yang bertangkai maupun tidak bertangkai. Kondiloma akuminata di daerah glans penis dan sulkus koronarium.Gambar 1. Bentuk akuminata Terutama dijumpai pada lipatan dan lembab. b. Kelainannya berupa papul dengan permukaan yang halus dan licin. Beberapa kutil dapat bersatu membentuk lesi yang lebih besar sehingga tampak seperti kembang kol. vulva bagian lateral. Lesi yang besar ini sering dijumpai pada wanita yang mengalami fluor albus. multipel dan tersebar secara diskret. 2008. pada wanita hamil.165-79. Sumber: Murtiastutik D. 6 . Surabaya: Airlangga University Press. Terlihat vegetasi bertangkai dengan permukaan yang berjonjot-jonjot seperti jari.h. daerah perianal dan perineum. dan pada keadaan imunitas terganggu.

permukaannya berbintil-bintil. Dalam hal ini penggunaan kolposkopi sangat menolong. Giant condyloma Buschke-Lowenstein Bentuk ini diklasifikasikan sebagai karsinoma sel skuamosa dengan keganasan derajat rendah. 2007. Bentuk datar Secara klinis. Dalam: Djuanda A. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. bersifat invasif lokal dan tidak bermetastasis. Selain ketiga bentuk klinis diatas.112-4. Secara histologis giant condyloma 7 . Edisi ke-5. Sumber: Handoko R. lesi bentuk ini terlihat sebagai makula atau bahkan sama sekali tidak tampak dengan mata telanjang (infeksi subklinis). Kondiloma akuminata: vegetasi eritematosa menutupi genitalia eksterna. Lokalisasi lesi yang paling sering adalah pada penis dan kadang-kadang pada vulva dan anus.c. Aisah S. Meskipun demikian perlu diingat bahwa tidak ada batasan yang jelas antara ketiga bentuk tadi dan sering pula dijumpai bentuk-bentuk peralihan. Hubungan antara kondiloma akuminata dengan giant condyloma diketahui dengan ditemukannya HPV tipe 6 dan tipe 11. Gambar 2. Hamzah M. editor. dijumpai juga bentuk klinis yang lain yang telah diketahui berhubungan dengan keganasan pada genitalia. bertangkai. Penyakit virus. dan baru terlihat setelah dilakukan tes asam asetat. Klinis tampak sebagai kondiloma yang besar. yaitu: 9 a.h. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.

papulosis Bowenoid jarang menjadi ganas dan cenderung untuk regresi spontan. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual.h. Lumintang H. Martodihardjo S. permukaan lesi papulosis Bowenoid biasanya halus atau hanya sedikit papilomatosa. Surabaya: Airlangga University Press. Papulosis Bowenoid Secara klinis berupa papul likenoid berwarna coklat kemerahan dan dapat berkonfluens menjadi plakat. Umumnya lesi multipel dan kadang-kadang berpigmentasi. Barakbah J.4. Gambaran histopatologik mirip penyakit bowen dengan inti yang berkelompok.tidak berbeda dengan kondiloma akuminata.165-79.4. sel raksasa diskeratotik dan sebagai mitotik atipik. 8 . Ada pula lesi yang berbentuk makula eritematosa dan lesi yang mirip leukoplakia atau lesi subklinis.9 Gambar 3. Dalam perjalanan penyakitnya. b. Giant condyloma Sumber: Murtiastutik D. Papulosis Bowenoid pada anus. Berbeda dengan kondiloma akuminata.9 Gambar 4. Giant condyloma ini umumnya refrakter terhadap pengobatan. 2008.

aplikasi dari kolposkopi sudah dikembangkan untuk memeriksa penis dan anus.Sumber: Kirnbauer R.8. Biasanya kolposkopi digunakan bersama asam asetat untuk membantu visualisasi dari jaringan yang terkena. 2nd edition. Dalam 1-5 menit lesi akan berubah warna menjadi putih (acetowhite). 2.10 Bubuhkan asam asetat 5% dengan lidi kapas pada lesi yang dicurigai. antara lain sebagai berikut: a. dapat menolong mendeteksi infeksi HPV subklinis atau untuk menentukan batas pada lesi datar.9 9 . dan kadang-kadang dilakukan bersama dengan tes asam asetat. Perubahan warna pada lesi di daerah perianal perlu waktu lebih lama (sekitar 15 menit).p. V. Acetowhitening pada lesi genital eksterna tidak spesifik untuk kondiloma. Pemeriksaan ini terutama berguna untuk melihat lesi kondiloma akuminata yang subklinis. United State of America: Mosby Elsevier. 2008.9 b.1183-97. Sensitivitas acetowhitening pada infeksi HPV cukup baik dan untuk beberapa lesi hasil pemeriksaan tersebut lebih baik dibandingkan dengan hasil pemeriksaan histopatologi pada biopsi rutin. Jorizzo JL. PEMERIKSAAN PENUNJANG Dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis. Kolposkopi menggunakan sumber cahaya yang kuat dan lensa binokular sehingga lesi dari infeksi HPV dapat diidentifikasi. Lenz P. Walaupun awalnya kolposkopi didisain untuk memeriksa alat kelamin wanita. In: Bolognia JL. Kolposkopi Merupakan tindakan yang rutin dilakukan di bagian kebidanan. Rapini RP. Servikal kolposkopi dan anoskopi resolusi tinggi biasanya dilakukan setelah tes sitologi yang abnormal pada skrining dari kanker serviks dan anus. Dermatology. Human papillomavirus. Pemeriksaan ini menolong dalam membatasi infeksi HPV ke serviks dan anus. namun belum digunakan secara luas di bagian penyakit kulit. Tes asam asetat (acetowhitening) Tes ini menggunakan larutan asam asetat 3-5% dalam akuades. editors. Okun MM.

h. Lester SC. suatu perubahan yang disebut sebagai koilositosis. Oleh karena itu.762. Pemeriksaan ini juga diindikasikan untuk mengkonfirmasikan SCCIS atau squamous cell carcinoma invasive . Cotran RS. Edisi ke-7.c. editor. Cotran RS. Robbins Sl. hyperkeratosis. Pemeriksaan Histopatologi Gambaran mikroskopiknya adalah proliferasi berlebihan epitel skuamosa berlapis yang ditopang oleh papilla fibrovaskular. Dalam: Kumar V. setiap wanita dengan kondiloma akuminata atau yang merupakan pasangan seksual pria penderita kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan pap smear.11 Gambar 5. Sel epitel yang terletak di permukaan memiliki nukleus hiperkromatik ireguler yang dikelilingi oleh halo jernih perinukleus. Pap Smear Seluruh wanita seharusnya dimotivasi untuk melakukan pap smear setiap tahun karena HPV merupakan penyebab utama pada patogenesis kanker serviks. dan vakuolisasi sitoplasma) Sumber: Crum CP. Jakarta: EGC. Pada kondiloma akuminata 10 . Histopatologi kondiloma akuminata (akantosis. Sistem genitalia perempuan dan payudara.2 d. Buku Ajar Patologi. Anal pap smear test dengan cervical brush dan larutan fiksasi membantu dalam mendeteksi kelainan pada anus. 2007.

Ada beberapa teknik hibridisasi. yang kemudian ditransfer ke filter nitroselulosa menggunakan teknik Southern blot”. filter insitu hybridization. Ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan metode hibridisasi. Lapisan tanduk mengalami parakeratosis. dobel nukleus dan apoptosis keratinosit. terutama pada lesi di permukaan mukosa.13 Penggunaan meode polymerase chain reaction (PCR) dengan amplifikasi target sekuens DNA yang spesifik merupakan metode yang menjajikan untuk diagnosis infeksi HPV.13 f.didapatkan akantosis dan papillomatosis pada lapisan Malpighi. sensitivitas. DNA kemudian dipisahkan dalam fragmen menggunakan elektroforesis gel dan didenaturasi dalam gel dengan alkalin menjadi DNA serat tunggal. dot blot. Deteksi DNA HPV Adanya DNA HPV dan tipe HPV yang spesifik dapat ditentukan dengan hibridisasi pada hapusan dan spesimen biopsi. Pada lapisan Malpighi bagian atas didapatkan banyak sel vakuolisasi. koilositosis nukleus. pembuluh darah kapiler berliku-liku dan meningkat. 2. Southern blot. Serologi Kejadian kondiloma akuminata merupakan pertanda kegiatan seksual yang tidak aman sehingga tes serologis untuk sifilis dilakukan pada seluruh 11 . Northern blot. Dapat pula diperoleh gambaran mitosis. kondisi bahan klinis. dan polymerase chain reaction. Stratum korneum tidak terlalu tebal. DNA total diekstraksi dari bahan biopsi atau dari sel yang terlepas dan didigesti dengan endonuklease resriksi.2 e. Filter kemudian dihibridisasi dengan probe DNA HPV tipe spesifik yang dilabel dengan radioaktif atau nonradioaktif. ukuran sampel klinis atau hasil DNA selular.12 Salah satu metode yang dipertimbangkan untuk standar baku emas deteksi DNA HPV adalah “ Southern blot hybridization”. dengan penebalan dan elongasi rete ridge. spesifisitas tipe HPV serta kepraktisan tes. tetapi distribusinya terbatas dan tidak ditemukan pada seluruh bagian. antara lain: bahan klinis yang dianalisis. antara lain hibridisasi insitu.

korpus dan pangkal penis. HPV masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit.9 Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab.pasien untuk menyingkirkan koinfeksi dengan Treponema pallidum. kadang pada porsio uteri. DNA HPV dapat dideteksi pada epitel yang tampak normal dengan teknik biologi molekuler. Pada infeksi laten.8 Kondiloma menimbulkan perdarahan.2 VI. Pada pria tempat predileksinya di perineum dan sekitar anus. sulkus koronarius. DIAGNOSIS Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. ketidaknyamanan dispareunia. subklinis dan laten. 1 Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih baru. jika telah lama agak kehitaman. akuminata pada rasa umumnya terbakar dan asimtomatis tetapi gatal. glans penis.1. dan seluruh pasien dilakukan tes HIV. namun secara histopatologis menunjukkan adanya infeksi HPV. dan papul keratotik.2 12 . discharge. Pada wanita yang banyak mengeluarkan fluor albus atau wanita yang hamil pertumbuhan penyakit lebih cepat. karena mengakibatkan menimbulkan Manifestasi infeksi HPV pada kelamin dapat dibagi menjadi tiga yaitu infeksi klinis. tidak tampak infeksi HPV baik secara klinis dengan alat bantu maupun secara histopatologis. Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. introitus vagina. dan pemeriksaan penunjang. infeksi subklinis hanya tampak dengan pemeriksaan asam asetat 3-5% lensa pembesar dan kolposkopi. sehingga kondiloma akuminata sering timbul pada daerah yang mudah mengalami trauma pada saat melakukan hubungan seksual. Permukaannya berjonjot (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang besar dapat dilakukan percobaan sondase. Masa inkubasi kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan). muara uretra eksterna. misalnya di daerah genitalia eksterna. dapat lembab. papul halus. Infeksi klinis. morfologinya dapat berbentuk akuminata.

siku atau lainnya pada situs trauma. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. tetapi juga terdapat pada dewasa dan orang tua. 1 Gambar 6. dengan permukaan kasar.VII. Tempat predileksinya terutama di ekstremitas bagian ekstensor. eksotipik dan berbentuk kubah.112-4. menimbulkan halo kepucatan di sekitar nukleus yang terinfeksi.h. Dalam: Djuanda A. 13 . Edisi ke-5. Sumber: Handoko R. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya hiperplasia epidermis yang sering bergelombang. tangan. Penyakit virus. Hamzah M. 2007. yang cenderung mengenai lapisan epidermis yang lebih superfisial. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Aisah S. walaupun demikian penyebarannya dapat ke bagian lain tubuh termasuk mukosa mulut dan hidung. Virus ini bereplikasi pada sel-sel epidermis dan ditularkan dari orang-orang. papula atau nodul terutama terletak pada jari. Penyakit ini juga menular dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh pasien yang sama dengan cara autoinokulasi. Veruka vulgaris Veruka vulgaris merupakan kelainan kulit berupa hiperplasi epidermis yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus tipe tertentu. Veruka vulgaris: papul-papul datar. Virus ini akan menular pada orang tertentu yang tidak memiliki imunitas spesifik terhadap virus ini pada kulitnya. editor. Veruka vulgaris dengan klinis lesi hiperkeratotik.14 Kutil ini terutama terdapat pada anak. keras. DIAGNOSIS BANDING a. sebagian berkonfluensi. lutut.8.

ditemukan banyak spirochaeta pallidum. Dengan goresan dapat timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomen Köbner). dapat pula bertahan hingga beberapa bulan. bentuknya lebih bulat daripada kondiloma akuminata.15 14 . mata. sebagian berkonfluensi. Veruka biasanya swasirna. Gejala yang penting untuk membedakannya dengan berbagai penyakit kulit yang lain ialah: kelainan kulit pada sifilis sekunder umumnya tidak gatal. plakat yang erosif. Lesi berupa papul-papul dengan permukaan yang lebih halus. Lesi dapat berbentuk roseola. berbintik-bintik. berwarna putih atau abu-abu. permukaan kasar (verukosa). atau bentuk lain. besar. 15 Roseola ialah eritema macular. lesi datar. sifilis sekunder dapat juga memberi kelainan pada mukosa. Kelainan kulit dapat menyerupai berbagai penyakit kulit sehingga disebut the great imitator. pada sifilis sekunder dini kelainan kulit juga terjadi pada telapak tangan dan kaki.15 Kelainan kulit yang membasah (eksudatif) pada sifilis sekunder sangat menular. bentuknya bulat atau lonjong. dasarnya lentikular atau kalau berkonfluensi berbentuk plakat. kelenjar getah bening. permukaannya datar. dan saraf.14 b. hepar. terletak pada daerah lipatan kulit. akibat gesekan antar-kulit permukaannya menjadi erosif. mereda secara spontan dalam 6 bulan hingga 2 tahun.Kutil ini bentuknya bulat berwarna abu-abu. 1. Bentuk lain ialah terdiri atas papul-papul lentikular. tulang. warnanya merah tembaga. Selain memberi kelainan pada kulit. lembab. papul. Terdapat pada daerah lipatan yang lembab seperti anus dan vulva. sangat menular. Roseola akan menghilang dalam beberapa hari atau minggu. Kondiloma lata Merupakan salah satu bentuk sifilis stadium II. dan pustule. sering disertai limfadenitis generalisata. Dikenal pula induk kutil yang pada suatu saat akan menimbulkan anak-anak kutil dalam jumlah yang banyak. eksudatif. atau berbercak-bercak.

arsen. dan berbau. Martodihardjo S. radiasi kronis. Bentuk pustul lebih sering tampak pada kulit berwarna dan jika daya tahan tubuh menurun. bahan karsinogen.17 Vegetasi yang seperti kembang kol. Lumintang H. mudah berdarah. lamanya dapat bermingguminggu. Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa adalah suatu proliferasi ganas dari keratinosit epidermis yang merupakan tipe sel epidermis yang paling banyak dan merupakan salah satu dari kanker kulit yang sering dijumpai setelah basalioma. skrotum.16. Timbulnya banyak pustul ini sering disertai demam yang intermiten dan penderita tampak sakit. Faktor predisposisi karsinoma sel skuamosa antara lain radiasi sinar ultraviolet. suhu. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. Pada lesi yang tidak memberikan respon 15 pada pengobatan perlu dilakukan pemeriksaan histopatologi. dan inguinalis Sumber: Murtiastutik D. Umur yang paling sering ialah 40-50 tahun . Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan pertumbuhan karsinoma sel skuamosa pada kulit yaitu faktor sinar matahari. Sifilis stadium 2 bentuk kondiloma lata di daerah penis. arsenik dan lain-lain. virus. Kadang-kadang sulit dibedakan dengan kondiloma akuminata.15 c.165-79. Barakbah J. hidrokarbon. Surabaya: Airlangga University Press.Gambar 7.h. 2008.

236-7. merusak jaringan setempat dengan kecil kemungkinan bermetastasis.h. 2007. Sebaliknya tumor ini dapat pula tumbuh cepat. Edisi ke-5. 17 Gambar 8. Aisah S. sehingga terbentuklah mutiara tanduk (horn pearls). PENATALAKSANAAN 16 . Sel-sel tumor tersusun secara fokal dan konsentris disertai massa keratin. anus. Sumber: Rata IG. Karsinoma sel skuamosa yang berdiferensiasi baik menunjukkan keratinisasi yang cepat dari lapisan sel skuamosa. merusak jaringan disekitarnya dan bermetastasis jauh. Hamzah M. Tumor yang terletak di daerah bibir. Dalam: Djuanda A. Karsinoma sel skuamosa: vegetasi papilomatosa seperti bunga kol. vulva. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Tumor kulit. umumnya melalui saluran getah bening. Pada karsinoma sel skuamosa diferensiasi buruk menunjukkan keratinisasi yang terbatas atau kurang sel-sel atipik dengan gambaran mitosis yang abnormal. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. editor.16 VIII. Tumor ini dapat tumbuh lambat. penis lebih cepat mengadakan invasi dan bermetastasis dibandingkan dengan daerah lainnya.17 Secara histopatologi karsinoma sel skuamosa terdiri dari massa yang iregular dari sel-sel epidermis yang berproliferasi dan menginvasi ke dermis. Tidak dijumpai interseluler bridge.dengan lokalisasi yang tersering di tungkai bawah dan secara umum ditemukan lebih banyak pada laki-laki daripada wanita.

Podofilin Yang digunakan ialah tingtur podofilin 25%.Hanya ada satu cara pencegahan terhadap infeksi HPV atau kondiloma akuminata yaitu menghindari kontak langsung dengan virus. nyeri abdomen. 2. imiquimod. tindakan bedah dan terapi sistemik (interferon. gangguan alat napas. lokalisasi. Hasilnya baik pada lesi yang baru. Jika belum ada penyembuhan dapat diulangi setelah 3 hari. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0. Beberapa penelitian sedang dikerjakan pada 2 tipe vaksinasi untuk infeksi HPV.2 Ada beberapa cara pengobatan kondiloma akuminata. Pada wanita hamil sebaiknya jangan diberikan karena dapat terjadi kematian fetus. Kulit di sekitarnya dilindungi dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi. muntah. Satu tipe digunakan untuk mencegah infeksi atau penyakit ini. setelah 4-6 jam dicuci. dan tipe lain digunakan untuk pengobatan karsinoma seviks. dan keringat yang disertai kulit dingin. yaitu terapi topikal (podofilin. serta keterampilan dokter yang melakukan pengobatan. Penularan infeksi HPV langsung dari orang ke orang melalui mikrolesi. Gejala toksisitas ialah mual.1 17 .2 Cara pencegahan yang lain untuk menghindari kontak langsung yaitu dengan mengurangi atau membatasi jumlah pasangan seksual.1. sampai pengobatan telah selesai dan berhasil. tetapi kurang memuaskan pada lesi yang lama atau yang berbentuk pipih. kontak seksual sebaiknya dihindari terlebih dahulu. podofiloktosin. Dapat pula terjadi supresi sumsum tulang yang disertai trombositopenia. Terapi topikal 1.2 Cara pengobatan dengan podofilin ini sering dipakai. 5-Fluorourasil).3 cc karena akan diserap dan bersifat toksik. jenis dan jumlah lesi.9 a. Jika kondiloma akuminata tampak secra klinis pada daerah genitalia. isoprinosin). Pemilihan cara pengobatan yang dipakai tergantung pada besar. asam triklorasetat. Penggunaan kondom pada saat melakukan hubungan mungkin dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penularan.

Dalam bentuk cairan 0. dioleskan setiap minggu.10 5. Terapi asam trikoloroasetat dapt menimbulkan nyeri hebat dan pembentukan jaringan parut. Obat ini bersifat antimitotik. Imiquimod adalah bentuk krem. Imiquimod Pada penderita dengan lesi yang luas dan resisten terhadap pengobatan dapat diberikan pengobatan bersama dengan imunomodulator. Pemberiannya setiap hari sampai lesi hilang. Kurang menimbulkan iritasi lokal dan jarang menimbulkan toksisitas sistemik.2. uretra.19 18 . Dicuci setelah 6-8 jam pemakaian. paling lama 16 minggu.18 4. vagina dan serviks.1. 1. 5-fluorourasil Konsentrasinya antara 1-5% dalam krim.9. dipakai terutama pada lesi di meatus uretra. Podofiloktosin Bahan ini merupakan zat aktif yang terdapat di dalam podofilin. Pemberiannya adalah seminggu sekali dan harus berhati-hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam. Imiquimod kontraindikasi untuk wanita hamil dan tidak boleh digunakan pada daerah perianal.10. Memiliki efek kaustik dengan menimbulkan koagulasi dan nekrosis pada jaringan superfisial terutama pada bentuk hiperkeratotik.5% atau krem 0. Asam trikloroasetat Asam triklorasetat penetrasinya cepat dan mampu membakar kulit keratin dan jaringan lain.2. Salah satu obat yang saat ini sering dipakai adalah Imiquimod. 2 3. Dapat diberikan pada wanita hamil. 1. Pemakaian dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan aplikator dan kemudian dikeringkan tanpa perlu dicuci. Sebaiknya penderita tidak miksi selama 2 jam setelah pengobatan. sehingga dapat digunakan untuk wanita hamil dan dapat digunakan daerah sekitar lesi Digunakan larutan dengan konsentrasi 50%. dioleskan 3 x seminggu.15%. Kontraindikasi untuk kehamilan dan menyusui.

3 kali seminggu selama 6 minggu.1. pengobatan ini cenderung lebih aman. Kesimpulannya. terjadi defisiensi imunitas seluler. Isoprinosin Isoprinosin dapat digunakan terhadap berbagai infeksi virus.10 2. namun dapat membakar terlalu berlebihan dan dapat sedikit berbahaya. Tindakan bedah 1. Bedah beku (N2. interferon alfa diberikan dengan dosis 4-6 mU intramuskular. 2 c. Bedah listrik (elektrokauterisasi) Waktu lampau. Bila sistem respons imun diperbaiki. namun penyembuhan luka dengan elektrokauter lebih lambat. Interferon beta diberikan dengan dosis 2x106 unit intramuskular selama 10 hari berturutturut. Dan harus juga memperhatikan operasi yang aseptik.b. Dalam kondisi tersebut dapat diberikan isoprinosin dengan dosis 3x1 gram selama 4 minggu. Digunakan pada jenis kondiloma yang terhadap pengobatan dengan kekurangan meninggalkan luka parut. yang efektif namun membutuhkan anestesi lokal. Pengobatan topikal. Ini dikarenakan sederhana dan cepat. Pemotong elektrik high-frequency secara langsung membuang dan mengeringkan.2. N2O cair) 19 . pengobatan dengan elektrokauter dapat digunakan untuk bermacam kondiloma. luas dan resisten terhadap pengobatan.2 2. akan terjadi regresi lesi kondiloma. spesialis kulit kelamin umumnya menggunakan pemotong listrik high-frequency atau besi pemotong membakar nevus atau neoplasma kulit lainnya. Interferon Dapat diberikan dalam bentuk suntikan (intramuskular atau intralesi) dan topikal (krim). Terapi sistemik 1. pencegahan resisten terhadap infeksi. Pada penderita kondiloma akuminata yang lama.

membentuk edema lokal derajat tinggi. tingkat keberhasilan pengobatan kira-kira 70%. Keuntungan yang paling bagus dari bedah beku ini ialah hanya bersifat lokal tanpa meninggalkan bekas. Merupakan pengobatan yang tergolong cepat dan kondiloma dapat hilang. Pengobatan dengan laser hanya dapat diaplikasikan pada kondiloma ukuran kecil dimana jika digunakan pada kondiloma dengan ukuran besar mudah untuk kambuh. dapat dilakukan pengobatan lainnya. Laser karbondioksida Umum digunakan pada pengobatan kulit dan penyakit menular seksual. Beberapa pasien memiliki kondiloma yang tumbuh begitu cepat. Tersedia dalam metode semprot atau kontak langsung. kondiloma akuminata sangat mudah kambuh kembali. hal ini dapat dipertimbangkan untuk dilakukan pembedahan.Bedah beku merupakan metode pengobatan umum dermatologis. Bedah beku ini banyak menolong untuk pengobatan kondiloma akuminata pada wanita hamil dengan lesi yang banyak dan basah. sehingga pengobatan menjadi gagal. Namun bentuk yang lebih besar dapat dipertimbangkan untuk dibedah.8.2. penghancur kulit untuk edema lokal. Metode dapat menggunakan es beku untuk kondiloma akuminata. karena pengobatan dengan pembedahan. Luka lebih cepat sembuh dan 20 . Virus kondiloma akuminata menyebabkan terjadinya hiperplasia prostatik jinak pada kulit dan membran mukosa ini memiliki pembuluh darah lecil dalam jumlah banyak. dan pengobatan lainnya sangat sulit. berproliferasi secara cepat. Dengan tujuan untuk mencegah kekambuhan.20 4. Dapat digunakan dalam 1 minggu sebanyak 2-3 kali. Bedah beku dapat menimbulkan nyeri dan mungkin memerlukan lebih dari sekali terapi. berbahan dasar nitrogen atau karbondioksida cair.8 3. bertujuan untuk mencapai tujuan pengobatan. Bedah skalpel Pengobatan bedah pada kondiloma akuminata pada dasarnya bukan merupakan pembedahan yang dianjurkan. es beku kering penghancur kulit. mampu diaplikasikan pada bentuk kecil.

prognosisnya baik. masa inkubasi HPV yang panjang .meninggalkan sedikit jaringan parut. menetapnya virus pada kulit di sekitar lesi. atau kelembaban pada pria akibat tidak disirkumsisi. KESIMPULAN Kondiloma akuminata merupakan penyakit akibat hubungan seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus. Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab. dan keadaan imunosupresi yang mendasari. dan kehamilan tampaknya meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV. misalnya di daerah genitalia eksterna. terapi sistemik. adanya fluor albus. lesi yang tidak dijumpai atau lesi yang dalam. merokok. bila dibandingkan elektrokauterisasi. Terdapat beberapa modalitas terapi untuk pengobatan kondiloma akuminata diantaranya dengan terapi topikal. oral-genital. pemakaian kontrasepsi oral. PROGNOSIS Walaupun sering mengalami residif.2 X. Kondiloma akuminata biasanya tidak nyeri dan tidak menimbulkan masalah bagi pengidapnya selain terlihat jelek dan memalukan. Faktor risiko terbesar untuk timbulnya HPV adalah jumlah pasangan seks. misalnya hygiene.2 Tingkat kekambuhan lebih dari 50% sesudah 1 tahun dan dapat terjadi karena infeksi ulang dari kontak seksual. Salah satu cara yang paling praktis untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan satu 21 . Penyakit ini dijumpai pada usia produktif terutama pada orang dewasa. maupun genital oral. baik genital-genital. Faktor predisposisi dicari. folikel rambut atau tempat yang tidak dapat dijangkau oleh intervensi yang digunakan. Penularannya melalui kontak seksual. dan tindakan pembedahan.2. lesi subklinis . lokasi virus pada lapisan kulit superfisial yang jauh dari kelenjar limfe.10 IX. Masa inkubasi kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan).

90-1.165-79.1183-97. Saifuddin AB. Prince N. 3. United State of America: Mosby Elsevier.1124. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. 2007. Jorizzo JL. Jakarta: EGC. Okun MM. Jakarta: EGC. Ilmu kandungan. editor. 5. 22 . seperti kulit genitalia atau anus yang tidak tertutup kondom. Human papillomavirus. Kondiloma akuminata. 4.h.h. Barakbah J. 2004. Patofisiologi. 2009. Edisi ke-2.274-5. Martodihardjo S. Murtiastutik D. Surabaya: Airlangga University Press. Dalam: Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Dalam: Price SA. Infeksi saluran genital. 6. editor. Aisah S. Handoko R. In: Bolognia JL. Wiknjosastro H. Kondom tidak dapat melindungi dari infeksi HPV karena HPV dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit pada area tubuh yang terinfeksi HPV. Wilson LM.orang yang telah diketahui kesehatannya atau dengan kata lain melakukan hubungan seksual yang lebih aman. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1345-7. Hamzah M. Edisi ke-5. 2008. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Lumintang H. Edisi ke-6. Rapini RP. Kirnbauer R. 2 nd edition. Rachimhadhi T. DAFTAR PUSTAKA 1. editors. Lenz P.p.h. 2005. 2008.h. Penyakit virus.h. Siregar RS. 2. Dermatology. Dalam: Djuanda A. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.

Dalam: Daili SF. Hamzah M. Buku Ajar Patologi. Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology. Sifilis. Condyloma acuminate (serial on the internet). Edisi ke4.7. Gilchrest BA. editor. Edisi ke-5.h. Warts. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 9. Buku Ajar Patologi. Leffell DJ.140-4. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Mancini AJ. Berger TG. 2013 (updated 2013 May 9.893-4. Lester SC. Natahusada EC. Aisah S. Rosana Y.762. Rata IG. 2007. 2007. Zubier F. Dalam: Djuanda A. 23 . In: Wolff K.h.h. Makes WIB. Androphy EJ. Canada: Saunders Elsevier. editors. Lowy DG.ac. 16.p. Brenner BE. 12. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Infeksi Menular Seksual.1914-22. editor. Paller AS. Cotran RS. Kulit.usu. Aisah S. Dalam: Djuanda A. 13. Murphy G. Dalam: Kumar V. Zubier F. Tumor kulit. 10th edition. Kondiloma akuminata. Makes WIB. 2008. 2011. 2007. Elston DM. 2009. Edisi ke-4. James WD. 17. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 10.h. Djuanda A.2367. Karsinoma sel skuamosa (serial on the internet). Edisi ke-7. Edisi ke-5.medscape. Goldsmith LA. 2009. Hamzah M.407-11.395-7. Partogi D. Ghadishah D.53-5.id. Cotran RS. editor. United States of America: Mc Graw Hill. 2006. Zubier F. Infeksi Menular Seksual. Jakarta: EGC.359-61. 7 th edition.h. Available from: http://emedicine. Robbins Sl. Jakarta: EGC. 2007. 8. Paller A. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. London: Saunders Elsevier.p. editor. 14. Edisi ke-7. Pemeriksaan laboratorium mikrobiologi infeksi menular seksual. 2008 (citied 2013 July 13). Cotran RS. editor. editor. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Sistem genitalia perempuan dan payudara. 15. citede 2013 July 13).p.h.com. Crum CP. Robbins Sl. Andrews Disease Of The Skin Clinical Dermatology. 11. Katz SI. Dalam: Kumar V. Available from: http://repository. Dalam: Daili SF.

20.britishmedicaljournal. 2013 (citied 2013 July 13). treatment with liquid nitrogen and TCA (serial on the internet). London: World Congress of Dermatology. Condyloma acuminate. Dermatology in Five Continent. Gerqari A. Available from: www. Ferizi M. Gollnick H. 19. Stadler R.1974 (citied 2013 July 13). editors.p. Gross G.18.com. Available from: www. 5-fluorouracil (5-FU) cream (serial on the internet). Genital HPV-Infections: Classification and Clinical Management.com. Treatment of condyloma acuminate with 5 per cent. In: Orfanos CE. 1988.britishmedicaljournal. 24 .1127-30.