FAKTOR-FAKTOR RUNTUHNYA KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

Keruntuhan kerajaan2 HinduBudha di Indonesia menurut beberapa buku Sejarah Indonesia dapat disimpulkan sebagai beri kut:

1. Kerajaan-kerajaan yang kuat akan menguasai kerajaan-kerajaan yang lemah.
Ini memang dapat kita lihat faktanya, seperti kerajaan Singasari lemah dan berhasil dikuasai oleh kerajaan Kediri, dan sebagainya. Demikian juga kalau Negara Indonesia lemah, akan d ikuasai oleh negara lain yang lebih kuat dari Indonesia. Penjajahan memang tidak dibenarkan lagi, tapi negara kuat bisa menjajah dari beberapa aspek tanpa harus menguasai daerah negara yang bersangkutan.

2. Tidak ada kaderisasi dari para pemimpin / raja. Seperti halnya dengan Maha Patih
Gajah Mada dan raja Hayam Wuruk, maka kerajaan Majapahit yang besar akhirnya roboh setelah berhasil mempersatukan wilayah Nusantara bahkan sampai ke Asia Tenggara, tetapi masih ada beberapa kerajaan di Nusantara yang belem bisa dipersatukan oleh Majapahit, seperti kerajaan Sunda. Sekarangpun Indonesia akan lemah bila para Pemimpin Bangsa tidak membuat kaderisasi agar generasi selanjutnya dapat menggantikan bahkan lebih maju, progresif, kreatif dan kuat dalam memikirkan keadaan bangsa Indonesia ini. bukan malah egois agar kepandaiannya tidak ditiru dan dikembangkan oleh generasi penerusnya.

3. Timbulnya perang saudara dalam tubuh kerajaan tersebut. misalnya; perang
Bubat dan Paregreg, Pembrontakan Kuti dan Semi, Pembrontakan Bhre Wirabumi, dan sebagainya. Ini sangat melemahkan eksistensi kerajaan. Apakah akan terjadi di Indonesia bila sampai sekarang masih terjadi perbedaan yang menimbulkan konflik akibat adanya pebedaan SARA? Aceh, Timor Timur, Papua, Poso, Ambon, bahkan antar suku, agama, dan golongan saling melecehkan dan terjadi konflik atau bentrok. Mahasiswa antar Fakultas dalam satu Universitas atau antar Universitas masih timbul saling serang/konflik, apakah ini bukan suatu perang saudara yang melemahkan negara Indonesia kita yang tercinta?

4. Banyak daerah yang melepaskan diri dari pemerintahan pusat. Fakta telah
berbicara dalam sejarah Indonesia, kerajaan kecil mulai melepaskan diri dan menjadi negara yang kuat dan bahkan memukul kerajaan induknya. Timor Timur sudah lepas dari NKRI, beberapa daerah sudah menunjukkan tanda-tanda mau melepaskan diri dengan membuat bendera sendiri, bukan Sang Saka Merah Putih. Ini harus selalu kita waspadai dan perlu memperhatikan daerah-daerah dengan pemerataan dan kunjungankunjungan ke daerah untuk menemukan problematika yang segera harus dipecahkan atau ditanggulangi. Mental ABS (Asal Bapak Senang) harus dihapus. Kunjungan ke daerah dilakukan secara Sidak (Inspeksi Mendadak) agar tidak ditutupi masalah yang terjadi dan kunjungan ke daerah harus merupakan pelayanan, bukan untuk minta dilayani.

5. Kemunduran Ekonomi dan Perdagangan. Ini terjadi karena lemahnya perdagangan
kerajaan2 waktu itu karena tidak diimbangi dengan armada-armada laut yang kuat untuk perdagangan, padahal Indonesia sangat kaya dengan bahan baku dan barang dagangan ang terkenal dibutuhkan sampai ke luar negara lain. Maka perdagangan dan ekonomi waktu itu mulai dikuasai oleh para pedagang dari Barat (Eropa), India, Arab,

mulai muncul di bagian barat nusantara Catatan sejarah dari China. dan minuman Luar Negeri dari pada mengkonsumsi produk Dalam negeri. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. artinya regenerasi yang terpadu dan komprehensif sangatlah penting untuk meneruskan Kekuasaan pada Jaman itu. barang impor sangat dominan menguasai perekonomian kita. atau 1478 Masehi. Portugis. Pemegang HPH (hak pengelolaan hutan) kenyataan hanya sebagai HPH yang baru --> Hak Pengrusakan Hutan . yaitu Kesultanan Malaka. yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. penguasa dari Kesultanan Demak. Sungguh Tragis! RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. yaitu tahun 1400 Saka. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. dan Italia mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. Jadi bukan di serang oleh demak. Pada saat bersamaan. Rakyat antre Zakat Fitrah sampai berdesak-desakan. Ini mungkin karena gengsi atau bahkan sudah "Luar Negeri Minded". dan sebagainya yang melemahkan perekonomian kerajaan. raja ke-11 Majapahit. Namun demikian. Kita bisa lihat sendiri di Indonesia saat ini. Intinya dari semua itu adalah Sepeninggal Gajah Mada dan Hayam Wuruk. sebaliknya Kaum Bourjuise Shopping dan rekreasi Ke Luar Negeri. apalagi para generasi muda lebih senang mengkonsumsi barang. Sehingga hutan Indonesia yang ditetapkan PBB sebagai salah satu paru-paru dunia akan rusak. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468 Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. oleh Girindrawardhana Ketika Majapahit didirikan. dsb. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. tetapi karena memang kesultanan demak saat itu sedang jaya-jayanya dan terjadi perang saudara di Majapahit. mereka lupa tidak meninggalkan generasi yang siap untuk mengemban kekuasaan. .Cina. pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. makanan. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan agama Islam. sehingga kemiskinan akan mempermudah penguasaan dari kerajaan lain. antara tahun 1518 dan 1521 M. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Belum lagi rakyat kecil yang antre BBM (Minyak Tanah). Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. bahkan ada yang meninggal. apalagi dengan adanya Illegal Logging dengan dalih menambah Devisa Negara lewat ekspor kayu. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an.

Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.Runtuhnya Kadiri Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya. Groeneveldt berjudul Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources (1963: 20-31). Merasa tersinggung. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri. Caranya dengan meminta para penguasa lokal untuk mengakui kaisar Mongol sebagai penguasa tunggal dan mengharuskan raja-raja lokal tersebut untuk mengirim upeti (tribute) kepada kaisar Cina. Shih Pi dan Ike Mese mengumpulkan . Untuk maksud tersebut. yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari. sang penakluk kerajaan Cina. ia merasa terhina dan berniat untuk menghancurkan Jawa yang menurutnya telah mempermalukan bangsa Mongol. yaitu Shih Pi. seperti yang dapat kita baca dalam buku nomor 162 dari masa pemerintahan Dinasti Yuan yang terjemahannya dapat dibaca dalam buku W. Mereka diberangkatkan dari Fukien membawa 20.000 batangan perak. Salah satunya adalah ke Jawa yang kala itu diperintah oleh Raja Kartanagara dari kerajaan Singhasari. Keinginan untuk memperluas pengaruh bangsa Mongol setelah menjajah Cina adalah menundukkan kerajaankerajaan lain di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur dengan menggunakan kekuatan militer dan politik. Kublai Khan membekali pasukan ini untuk pelayaran selama satu tahun serta biaya sebesar 40.P. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Runtuhnya Kerajaan Singasari dan Munculnya Kerajaan Majapahit Setelah meruntuhkan kerajaan Tang. Hanya Kau Hsing yang berdarah Cina. Peristiwa penyerbuan ke Jawa ini dituliskan dalam beberapa sumber di Cina dan merupakan sejarah yang sangat menarik tentang kehancuran kerajaan Singhasari dan munculnya kerajaan Majapahit. sedangkan dua lainnya adalah orang Mongol. Perlakuan Kartanegara terhadap Meng Chi dianggap sebagai penghinaan kepada Kublai Khan. dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. utusan itu dicederai wajahnya oleh Kartanagara dan meingirimnya pulang ke Cina dengan pesan tegas bahwa ia tidak akan tunduk di bawah kekuasaan raja Mongol. orang-orang Mongol kemudian mendirikan sebuah pemerintahan baru yang diberi nama Sung (Song). Sebagai seorang kaisar yang sangat berkuasa di daratan Asia saat itu. Kublai Khan mengirim seorang utusan bernama Meng Chi ke Jawa meminta raja Kartanagara untuk tunduk di bawah kekuasaan Cina. dan Kau Hsing. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Salah satu anak Jenghis Khan. bernama Kublai Khan menjadi raja pertamanya. Disebutkan bahwa utusan yang dikirim ke Jawa terdiri dari tiga orang pejabat tinggi kerajaan. Ike Mese.000 pasukan dan seribu kapal.

Banyak prajurit yang sakit karena tidak terbiasa melakukan pelayaran. 1965: 44). Aria Wiraraja berjanji kepada raja Mongol bahwa ia akan mempersembahkan seorang puteri cantik sebagai tanda persahabatan apabila Daha dapat ditundukkan. selebihnya tetap di kapal dan melakukan perjalanan menggunakan sungai sebagai jalan masuk ke tempat yang sama. Sedangkan Kau Hsing bertanggung jawab untuk menyiapkan perbekalan dan kapal. pasukan Majapahit ini kemudian dijadikan bagian dari bala tentara kerajaan bangsa Mongol. yang sebenarnya adalah suku Uigur dari pedalaman Cina bukannya bangsa Mongol. Di Belitung mereka menebang pohon dan membuat perahu (boats) berukuran lebih kecil untuk masuk ke sungai-sungai di Jawa yang sempit sambil memperbaiki kapal-kapal mereka yang telah berlayar mengarungi laut cukup jauh. Pada bulan kedua tahun itu Ike Mese bersama pejabat yang menangani wilayah Jawa dan 500 orang menggunakan 10 kapal berangkat menuju ke Jawa untuk membuka jalan bagi bala tentara Mongol yang dipimpin oleh Shih Pi. Sebagai seorang pelaut yang berpengalaman. Raden Wijaya memberi kebebasan untuk menggunakan pelabuhan-pelabuhan yang ada di bawah kekuasaannya dan bahkan memberikan panduan untuk mencapai Daha. ibukota Singhasari. Melihat keuntungan memperoleh bantuan dari dalam. Diputuskan bahwa Ike Mese akan membawa setengah dari pasukan kira-kira sebanyak 10. Oleh karena perintah Kublai Khan adalah menundukkan Jawa dan memaksa raja Singhasari. Armada kapal kerajaan Mongol selebihnya dipimpin langsung oleh Shih Pi memasuki Jawa dari arah sungai Sedayu dan Kali Mas. Ia juga memberikan peta . Surat kepada raja Mongol disampaikan melalui jasa pedagang Cina yang kapalnya tengah merapat di Jawa (Pitono.000 orang berjalan kaki menuju Singhasari. Untuk mempermudah gerakan bala tentara asing ini.000-an” turut mendampingi mereka. Pasukan besar ini berangkat dari pelabuhan Chuan-chou dan tiba di Pulau Belitung sekitar bulan Januari tahun 1293. tiga orang pejabat tinggi diberangkatkan menggunakan „kapal cepat‟ menuju ke Majapahit setelah mendengar bahwa pasukan Raden Wijaya ingin bergabung tetapi tidak bisa meninggalkan pasukannya. Sebelum menyusul ke Tuban orang-orang Mongol kembali berhenti di Pulau Karimunjawa untuk bersiap-siap memasuki wilayah Singhasari.pasukan dari tiga provinsi: Fukien. Setelah berkumpul kembali di Tuban dengan bala tentara Mongol. maka rencana menjatuhkan Jawa tetap dilaksanakan. Beberapa panglima “pasukan 10. mendahului untuk membina kerja sama dengan penguasapenguasa lokal yang tidak setia kepada Jayakatwang. Di sini mereka mempersiapkan penyerangan ke Jawa selama lebih kurang satu bulan Perjalanan menuju Pulau Belitung yang memakan waktu beberapa minggu melemahkan bala tentara Mongol karena harus melewati laut dengan ombak yang cukup besar. Sebelumnya. untuk mengakui kekuasaan bangsa Mongol. kedatangan bala tentara Mongol (disebut Tartar) adalah merupakan upaya Bupati Madura. yang mengundangnya ke Jawa untuk menjatuhkan Daha. Ketika berada di Tuban mereka mendengar bahwa raja Kartanagara telah tewas dibunuh oleh Jayakatwang yang kemudian mengangkat dirinya sebagai raja Singhasari. dan Hukuang. ia menugaskan Ike Mese dan Kau Hsing untuk memimpin pasukan darat. Ike Mese. Menurut cerita Pararaton. Kiangsi. Aria Wiraraja. Setelah mendarat di Jawa. siapa pun orangnya.

000 pasukan raja Jayakatwang berusaha memenangkan pertempuran mulai dari pagi hingga siang hari. dan Raden wijaya melakukan pengejaran dan berhasil memasuki Daha beberapa hari kemudian. dengan membawa pasukan yang lebih besar. Kekalahan ini menyebabkan sisa pasukan kembali melarikan diri untuk berkumpul di Daha. Setelah itu. Raden Wijaya menyerang balik orang-orang Mongol dan memaksa mereka keluar dari Pulau Jawa. beberapa kerajaan kecil (mungkin setingkat provinsi di masa sekarang) turut bergabung dengan orang-orang Mongol sehingga menambah besar kekuatan militer sudah sangat kuat ketika berangkat dari Cina. Seluruh anggota keluarga raja dan pejabat tinggi Singhasari berikut anak-anak mereka ditahan oleh bangsa Mongol. Pasukan Singhasri terpecah dua. Kemenangan pasukan gabungan ini menyenangkan bangsa Mongol. 1965 46). setelah seluruh pasukan berkumpul di mulut sungai Kali Mas. bila dihitung semenjak pasukan Mongol mendarat dan membangun kekuatan di muara Kali Mas. Persengkongkolan ini terwujud sebagai ungkapan rasa tidak suka mereka terhadap raja Jayakatwang yang telah membunuh Kartanegara melalui sebuah kudeta yang keji. Adalah Sora dan Ranggalawe. Pada sore harinya ia memutuskan keluar dan menyerah karena tidak melihat kemungkinan untuk mampu bertahan. Dalam peperangan ini dikatakan bahwa pasukan Mongol menggunakan meriam yang pada zaman itu masih tergolong langka di dunia. Kekuatan kerajaan Singhasari di sungai tersebut dapat dilumpuhkan. dua panglima perang Majapahit yang sempat membantu orang-orang Mongol menjatuhkan Jayakatwang. Pada bulan ketiga tahun 1293. Peperangan besar baru terjadi pada hari ke-15. sebagian menuju sungai dan tenggelam di sana karena dihadang oleh orang-orang Mongol.wilayah Singhsari kepada Shih Pi yang sangat bermanfaat dalam menyusun strategi perang menghancurkan Jayakatwang. melakukan penumpasan itu (Pitono. ia mundur dan bertahan di dalam kota yang dikelilingi benteng. di mana bala tentara gabungan Mongol dengan Raden wijaya berhasil mengalahkan pasukan Singhasari. Shih Pi dan Kau Hsing yang terpisah dari pasukannya itu harus melarikan diri sampai sejauh 300 li (± 130 . ibukota Singhasari.000 dalam keadaan panik akhirnya terbunuh (slain = bantai) setelah bertempur dengan tentara gabungan Mongol-Majapahit. lebih dari 100 kapal berdekorasi kepala raksasa dapat disita karena seluruh prajurit dan pejabat yang mempertahankannya melarikan diri untuk bergabung dengan pasukan induknya. Pasukan Ike Mese. Salah seorang anak Jayakatwang yang melarikan diri ke perbukitan di sekitar ibukota dapat ditangkap dan ditawan oleh pasukan Kau Hsing berkekuatan seribu orang. Raden Wijaya memberontak dan membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit untuk menyiapkan persembahakn kepada raja Kublai Khan. Dilindungi oleh lebih dari 10. Terjadi tiga kali pertempuran besar antara kedua kekuatan yang berseteru ini di keempat arah kota dan dimenangkan oleh pihak para penyerbu. sedang sebagian lagi sebanyak lebih kurang 5. Selain Majapahit. Kau Hsing. Jayakatwang menyadari kekalahannya. Pada hari ke-19 terjadi peperangan yang sangat menentukan bagi kerajaan Singhasari. Sejarah Cina mencatat bahwa sebulan kemudian setelah penaklukan itu. penyerbuan ke kerajaan Singhasari mulai dilancarkan.

Kitab Pararaton memberikan keterangan yang kontradiktif. Namun sebagai raja yang tahu menghargai kesatriaan. sehingga tidak mengherankan jika Kutai Martapura merupakan pusat penyebaran agama Hindu. tidak lama setelah ibukota kerajaan Singhasari berhasil dihancurkan. pasukan Kublai Khan juga pernah hancur saat akan menyerbu daratan Jepang. Akan tetapi kehancuran ini bukan disebabkan oleh kekuatan militer bangsa Jepang melainkan oleh terpaan badai sangat kencang yang memporakporandakan armada kapal kerajaan dan membunuh hampir seluruh prajurit di atasnya.000 lebih prajurit dalam ekspedisi menghukum Jawa tersebut. Ia menerima 17 kali cambukan atas perintah Kublai Khan. Menjelang akhir bulan Maret. Ketika itu. Sampai abad ke 14. Kekekalahan bala tentara Mongol oleh orang-orang Jawa hingga kini tetap dikenang dalam sejarah Cina. yaitu. peristiwa ini mencoreng wajah Kublai Khan karena untuk kedua kalinya dipermalukan orang-orang Jawa setelah raja Kartanegara melukai wajah Meng Chi.kilometer). Ia diberi hadiah jabatan tinggi dalam hirarkhi kerajaan Dinasti Yuan yang dinikmatinya sampai meninggal dalam usia 86 tahun. ketenarannya mulai tersaingi oleh kerajaan baru yang mendapat pengaruh dan dukungan dari Jawa. yaitu di hari ke-24. Berbeda dengan Sora dan Ranggalawe. Kerajaan Kutai . Sebelum berangkat mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya sebagai ungkapan rasa kesal atas „pemberontakan‟ Raden Wijaya. Kutai Martapura telah menjalin hubungan dengan India. seluruh harta bendanya dirampas oleh kerajaan sebagai kompensasi atas peristiwa yang meredupkan kebesaran nama bangsa Mongol tersebut. Dari sini ia berlayar selama 68 hari kembali ke Cina dan mendarat di Chuan-chou. disebutkan bahwa Jayakatwang bukan mati dibunuh orangorang Mongol melainkan oleh Raden Wijaya sendiri. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI Kerajaan ini berdiri pada abad ke-4 di Muara Kaman. Kerajaan Mulawarman atau Kutai Martapura merupakan kerajaan yang sangat berpengaruh di Kalimantan. Selain itu. sebelum akhirnya dapat bergabung kembali dengan sisa pasukan yang menunggunya di pesisir utara. Ia dipersalahkan atas tewasnya 3. Termasuk Nambi dan tokoh-tokoh berjasa lainnya yang mempunyai andil besar mendirikan kerajaan baru menggantikan hegemoni Singhasari di Nusantara. Ternyata kegagalan Shih Pi menundukkan Jawa harus dibayar mahal olehnya. Pada abad ke 14. tiga tahun kemudian nama baik Shih Pi direhabilitasi dan harta bendanya dikembalikan. Sebelumnya mereka nyaris tidak pernah kalah di dalam peperangan melawan bangsa mana pun di dunia. Selain di Jawa. setelah berdirinya kerajaan Majapahit mereka justru dihukum mati karena dituduh melakukan makar (memberontak) terhadap Raden Wijaya atas hasutan Mahapati. seluruh pasukan Mongol kembali ke negara asalnya dengan membawa tawanan para bangsawan Singhasari ke Cina beserta ribuan hadiah bagi kaisar. selain juga merupakan pusat perdagangan.

Keruntuhan Kerajaan Kutai Martapura memberikan kesempatan bagi daerah-daerah pedalaman yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Kutai Martapura dapat melepaskan diri. termasuk Tanah Genting Kra. pada abad ke-13 Kerajaan Sriwijaya di hancurkan oleh Kerajaan Majapahit. dan Kesultanan Bulungan. Kesultanan Berau. Kerajaan Chola berhasil menawan Raja Cri Sanggrama Wijayatunggawarman serta berhasil merebut kota dan bandar-bandar penting Kerajaan Sriwijaya. RUNTUHNYA TARUMANEGARA Runtuhnya Tarumanegara belum dapat di ketahui pasti. Kerajaan Siam yang juga memiliki kepentingan dalam perdagangan memperluas wilayah kekuasaannya ke wilayah selatan. setelah itu tidak di dapatkan lagi berita. Kemungkinan Tarumanegara di taklukan Sriwijaya (sepertihalnya terlulis dalam Prasasti Prasasti Karang berahi). membentuk kerajaan-kerajaan sendiri selain ada pula yang menggabungkan diri dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. Kesultanan Pasir. 1.Kertanegara. Ketika itu yang berkuasa di Sriwijaya adalah Sri Sudamani Warmadewa. Kerajaan besar di sebelah utara. tetapi telah melemahkan Sriwijaya. kegiatan pelayaran perdagangan Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. namun kerajaan Tarumanegara masih mengirimkan utusannya ke cina sampai tahun 669 M. yang salah satu penyebabnya adalah terjalinnya hubungan dagang dengan saudagar-saudagar Islam. 2) Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintah oleh Raja . Raja Rajendra Chola melakukan dua kali penyerangan ke Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang luar biasa. Bahkan pada penyerangganya yang kedua. Pada abad ke 15. Perkembangan agama Islam di daerah ini berlangung dengan pesat. Sriwijaya menjadi kerajaan kecil dan lemah yang wilayahnya terbatas di daerah Palembang. Sehingga dapat di duga runtuhnya Tarumanegara sekitar + tahun 669 M oleh serangan Sriwijaya Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya Akibat dari persaingan di bidang pelayaran dan perdagangan. Walaupun serangan ini tidak berhasil. Penyebab Kemunduran 1) Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M. Kerajaan Siam berhasil menguasai daerah semanjung Malaka. Pada abad ke-13 M. Akibat dari perluasan Kerajaan Siam tersebut. Mereka adalah Kesultanan Kutai. seperti Siam. di wilayah Kalimantan Timur telah berdiri Kerajaan-Kerajaan Islam. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya runtuh pada abad ke 17 setelah kalah dalam perang dengan Kerajaan Kutai Kertanegara.

Serangan ketiga dilakukan pada tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak. Pada awal era Mataram Kuna.. Berdasarkan candi-candi. seperti Kerajaan Siam di sebelah utara. 1275-1292. 9) Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudera Pasai yang mengambil alih posisi Sriwijaya. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. Mauliwarmadewa. karena daerah-daerah strategis yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya telah jatuh ke kekuasaan raja-raja sekitarnya. akan tetapi kedua-duanya sama-sama berkuasa di Jawa Tengah. Wangsa Sanjaya awalnya berada di bawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra.Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. 7) Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. peninggalan kerajaan Mataram Kuna dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. 3) Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara. 8) Serangan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1477 yang mengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan Majapahit. . Serangan ini ditujukan ke Semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. 4) Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak karena munculnya kerajaankerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalam dunia perdagangan. 6) Dari daerah timur. cucu Rajendracoladewa. semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya. yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi). 5) Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam yang mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. Munculnya dan Runtuhnya Kerajaan Mataram kuno Kerajaan Mataram Kuna diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa. Kerajaan Sriwijaya terdesak oleh perkembangan Kerajaan Singasari yang pada waktu itu diperintah oleh Raja Kertanegara. Mengenai persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. Kerajaan Siam memperluas kekuasaanya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah di Semenanjung Malaka. Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara. Menurut para ahli sejarah.

puteranya. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. menyerang dan mengalahkan Kerajaan Chenla (Kamboja). juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812). Daftar raja-raja wangsa Syailendra Bhanu (752-775). Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. raja pertama dan pendiri Wangsa Syailendra Wisnu (775-782). Pada tahun 790. Smaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. serta mendudukinya selama 12 tahun Samaratungga (812-833). melarikan diri ke Sriwijaya setelah dikalahkan Rakai Pikatan Daftar raja-raja wangsa Sanjaya Sanna Sanjaya (732-760) Rakai Panangkaran (760-780) Rakai Panunggalan (780-800) Rakai Warak (800-819) Rakai Garung (819-838) Rakai Pikatan (838-856) Rakai Kayuwangi (856-886) Rakai Watuhumalang (886-898) Dyah Balitung (898-910) Daksa (910-919) Tulodong (919-924) Dyah Wawa (924-928) Mpu Sindok (928-929) . dinikahkan dengan Dewi Tara. pangeran Wangsa Sanjaya Balaputradewa (833-850). Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja). Candi Borobudur mulai dibangun Indra (782-812). menikah dengan Rakai Pikatan. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. Samaratungga. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Smaratungga (812-833). Candi Borobudur selesai dibangun Pramodhawardhani (833-856).Wangsa Syailendra pada saat berkuasa. putera bernama Balaputradewa. puteri raja Sriwijaya.

Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram. Raja Tulodong (Wangsa Sanjaya)mendirikan Candi Prambanan. yang memindahkan pusat kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dengan Kerajaan Melayu (Sriwijaya). dan Mpu Sindok yang diperkirakan adalah keturunan atau menantu keturunan dari Wangsa Sanjaya. yang menurunkan raja-raja Medang. Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. namun Medang. Kerajaan baru ini tidak lagi disebut Mataram. puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. Ada sumber sejarah lain yang menyebutkan latar belakang mengapa pusat kerajaan pindah ke timur. Sejak inilah berakhir era Wangsa Sanjaya. mendirikan dinasti baru yaitu Wangsa Isyana yang memerintah di Jawa Timur. Raja Mataram Kuno Mpu Sindok pada tahun 929 memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pada tahun 928. yang merupakan saudara Pramodhawardhani. . Alasan perpindahan ini diduga akibat letusan Gunung Merapi. Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. adalah kerajaan di Jawa Timur. Menurut catatan sejarah. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. tempat baru tersebut adalah Watugaluh. KERAJAAN-MEDANG Medang.Runtuhnya Wangsa Syailendra Pramodhawardhani. atau mendapat serangan dari Sriwijaya. sejak Rakai Pikatan menyebabkan Balaputeradewa hijrah ke Sriwijaya. menggantikan agama Buddha. Singkatnya. sekaligus pendiri Wangsa Isyana. terjadi permusuhan yang mendalam dan berlangsung berabad abad. Mpu Sindok adalah pendiri kerajaan ini. yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya. Mpu Sindok memindahkan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Medang). yang terletak di tepi Sungai Brantas. Pada masa ini. ditulis karya sastra Ramayana dalam Bahasa Jawa Kuno. pada tahun 929-1006 Masehi. yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Runtuhnya Wangsa Sanjaya Pada tahun 910. Namun beberapa literatur masih menyebut Mataram. Diduga akibat letusan Gunung Merapi. Kerajaan ini merupakan kelanjutan Wangsa Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno).

Terhadap masyarakat desa karena jasa-jasanya dalam membantu pertempuran. yang menceritakan kerajaan Sunda dan Galuh. Pada masa ini pula. yang kemudian memiliki putera bernama Airlangga. Bali mendapat pengaruh kuat atas Jawa. raja Kerajaan Bali (Wangsa Warmadewa). Puterinya. Raja WAWA. memberikan mandat dan kekuasaan penuh pada menantunya. termasuk Bali dan . Dharmawangsa. Maka di sekitar Tahun 929 M di Desa Candirejo Kec. Mahendradatta. Dharmawangsa mengadakan sejumlah penaklukan. Nganjuk. Kerajaan Melayu (Sriwijaya) sejak abad ke 8 selalu berusaha menjadikan kerajaankerajaan di pulau jawa sebagai daerah taklukannya. Aliansi Kerajaan Melayu (Sriwijaya) di pulau jawa pada saat itu adalah Raja Sri Jayabupati dan Raja Wurawuri. menikah dengan Udayana. Untuk mengenang kemenangan ini ditandai dengan sebuah tugu bernama JAYA STAMBA dan SEBUAH CANDI atau Jaya Merta. Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh (985-1006). untuk memimpin Kerajaan Mataram Hindu dalam keadaan darurat perang untuk melawan Kerajaan Sriwijaya. Kemudian Empu Sendok dinobatkan menjadi raja bergelar SRI MAHARAJA MPU SENDOK SRI ISHANA WIKRAMA DHARMA TUNGGA DEWA. Selama beberapa periode. Loceret Kab. Raja-raja Medang Mpu Sindok (929-947) Sri Isyana Tunggawijaya (947-9xx) Sri Makutawangsawardhana (9xx-985) Dharmawangsa Teguh (985-1006) Raja Makutawangsawardhana dikenal dengan julukan Matahari Wangsa Isyana. Dharmawangsa dikenal sebagai patron penerjemahan Kitab Mahabharata ke dalam Bahasa Jawa Kuno.Raja terakhir Kerajaan Mataram Hindu. Mpu Sendok. Mpu Sendok memimpin perang gerilya dan terjadi pertempuran hebat antara prajurit Empu Sendok melawan Bala Tentara kerajaan Melayu (Sriwijaya). Untuk menghindari serangan Sriwijaya berikutnya. oleh Empu Sendok diberi hadiah sebagai desa perdikan atau desa bebas pajak dengan status Anjuk Ladang pada tanggal 10 April 937 M. Carita Parahyangan ditulis dalam Bahasa Sunda. Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan lebih ke timur. Empu Sendok memperoleh kemenangan gilang gemilang. Usaha tersebut terus berlangsung hingga Raja Medang terakhir.

para wali dan penyebar Islam di nusantara adalah penganut Ahlussunnah wal Jama‟ah yang teguh. Menurut Ibnu Bathutah. yakni tahun 1419 M. Dharmawangsa terbunuh. dirasa sesuai dengan sifat dan pembawaan masyarakat Jawa. bermazhab Syafi‟i dan bertashawuf mu‟tabar ke wilayah Sumatera Utara. Runtuhnya Medang Pada tahun 1006. namun gagal. Pada tahun 1042. Tahun 990. Sulawesi dan Nusa Tenggara pada abad XVI. Di awal abad XV. Dharmawangsa mengadakan serangan ke Sriwijaya dan mencoba merebut Palembang. dengan raja pertamanya Al-Malikus Shaleh. dengan dukungan Walisongo. Setelah Demak. Ini antara lain dapat dibuktikan dengan tulisan di batu nisan Maulana Malik Ibrahim tentang tahun wafatnya. Dengan penuh kearifan. menganut paham Ahlussunnah wal Jama‟ah dan memilih mazhab Syafi‟i. berhasil melarikan diri dan kelak akan menjadi raja pertama Kerajaan Kahuripan. setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. berdiri beberapa Kerajaan Islam di Ternate. Raden Fatah mendirikan Kerajaan Islam Demak. putera Mahendradatta yang masih berusia 16 tahun. Meski tidak ada catatan yang pasti. Pada abad IX Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad konon mengirimkan delegasi dakwah yang terdiri dari orang-orang Arab yang berakidah Ahlussunnah wal Jama‟ah. dan beberapa pemberontakan mengikutinya dalam beberapa tahun ke depan. yakni menyerang dan menghancurkan istana Watugaluh. bahkan di Asia Tenggara. sebagai agama tauhid (tawhîd). karena kerajaan itu didirikan ketika sebagian besar penduduknya telah cukup lama memeluk agama Islam.mendirikan koloni di Kalimantan Barat. Sriwijaya melakukan pembalasan. Sumatera. Kedua. Islam menampilkan manusia dalam kedudukan yang sama (musâwah) dan bebas dari penghambatan sesama makhluk (hurriyyah). diperkirakan kalau Islam masuk ke Pulau Jawa pada akhir abad XIV atau awal abad XV. Tentang fakta itu dapat dipastikan bahwa masuknya agama Islam terjadi jauh sebelum tahun berdirinya kerajaan itu. sehingga dalam waktu yang relatif singkat hampir seluruh masyarakat Jawa memeluk agama Islam. sehingga agama Islam menjadi agama yang dianut mayoritas penduduk nusantara. kerajaan Perlak yang berdiri tahun 840 M adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Pertama. cara berdakwah para wali yang jumlahnya sembilan orang itu. dakwah . suksesor Mataram Kuno dan Medang. Ada beberapa faktor pendukung bagi cepatnya penyebaran Islam di bumi nusantara. yang beragama Hindu. watak Ahlussunnah wal Jama‟ah yang moderat telah membentuk perilaku dan sikap para penyebar Islam. Seperti diketahui. Prinsip tauhid ini merupakan ajaran yang sama sekali baru yang menarik dan membebaskan manusia dari belenggu lama yang membagi manusia ke dalam kelas-kelas. kerajaan ini. Kalimantan. Airlangga. Dalam penyebaran agama Islam. berdiri kerajaan Islam Samudra Pasai. Munculnya agama islam di indonesia Menurut catatan sejarah.

mereka lakukan secara tadrîj (evolusi) dan sejauh mungkin memperkecil beban yang bisa dirasakan masyarakat (taqlîl al-takâlif). Ketiganya belajar di Makkah saat ide Muhammad Abduh dan paham Wahabi sedang gencar-gencarnya diperbincangkan dan disebarluaskan. sehingga perlu dibersihkan. A. 2. Paham dan gerakan Wahabi. di samping oleh para pelajar yang memperdalam ilmu agama di Makkah. Pesantren tampil dan berperan sebagai pusat penyebaran dan pendalaman agama Islam secara lebih terarah. Saat „Abd al-„Aziz ibn Sa‟ud berhasil merebut kekuasaan di Hijaz (sekarang Arab Saudi). yang dirintis oleh Muhammad ibn „Abd al-Wahhab. Kaum Wahabi menilai praktek-praktek keagamaan umat Islam telah bercampur dengan syirik. Perkembangan Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah bertambah pesat ketika generasi penerus Walisongo dan penyebar Islam lainnya mengembangkan strategi dan pendekatan penyebaran Islam melalui lembaga pesantren. . Sebelumnya karena kepentingan politik penjajah Belanda. Nilai lama yang secara diametral bertentangan dengan akidah disikapi dengan cara menolaknya secara argumentatif. merumuskan dan menyajikan paham keagamaan dalam bentuk yang sistematis. Di antara para pelajar dari nusantara adalah KH. Ketiga. 3. telah memungkinkan para pelajar dari Indonesia mencapai tingkat pengetahuan yang lebih luas dan pandangan yang lebih terbuka. lembaga pesantren memang lebih memfokuskan perhatiannya pada upaya pemantapan tauhid dan pembinaan tashawuf. karya ulama-ulama terkemuka masih sangat terbatas. tercampur dengan keyakinan lama yang belum ternetralisasikan. KH. Wahab Hasbullah dan KH. Nilai lama yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dibiarkan terus keberadaannya dan diberikan nafas Islam. Pada pertengahan abad XIX kontak langsung antara umat Islam di nusantara dan dunia Islam lainnya. Pada tahap-tahap awal. tapi juga melalui sejumlah pemuda nusantara yang belajar di negara-negara Arab. Hasyim Asy‟ari. Ide Muhammad „Abduh antara lain adalah ajakan terhadap umat Islam agar segera bangkit dari dunianya yang beku dan melepaskan diri dari keterikatannya dengan pemikiran mazhab yang mengakibatkan kebekuan itu. Banyaknya literatur di pusat studi Islam di Timur Tengah. Bisri Sansuri. Islam dapat menjadi agama rakyat karena disampaikan dengan penuh kedamaian dan menghormati tradisi dan nilai secara arif berdasarkan prinsip-prinsip: 1. yang dalam banyak hal mengikuti garis mazhab Imam Ahmad ibn Hanbal. Pesantren kurang memperhatikan pendalaman keilmuan Islam. Nilai lama yang tidak sesuai dengan syari‟at diluruskan secara bertahap. termasuk umat Islam di negara-negara Arab. M. Hal ini menjadikan paham dan gerakan Wahabi cepat menyebar. Ini antara lain disebabkan literatur keIslaman. Selain itu. Ide dasarnya berpangkal pada ajaran-ajaran Ibnu Taimiyah. M. Dari pesantren lahir lapisan masyarakat dengan tingkat kesadaran dan paham agama yang relatif utuh dan lurus. Kontak dengan dunia Islam itu bukan saja melalui jama‟ah haji ke Tanah Suci. mulai terbuka. paham Wahabi dinyatakan sebagai paham negara yang resmi. hal itu sulit dilakukan. penyebaran paham ini juga dibawa oleh para jama‟ah haji dari berbagai penjuru dunia.

D I S U S U N Oleh : Kelompok 4  Harmoko  Melsi Delvi Deliyanti  Apriani H  Desi Arsita  Marsanah  Sastri  Yessi Apriani .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful