P. 1
Case&Referat Snh Reza

Case&Referat Snh Reza

|Views: 46|Likes:
Published by Prajanty Tilan

More info:

Published by: Prajanty Tilan on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2014

pdf

text

original

STROKE NON HEMORAGIK

Pembimbing : Dr. Noer Hasiani Mercy L. Tobing, SpS
Disusun Oleh : Reza Pramayudha 06-165

DEFINISI
Menurut WHO 1986, PERDOSSI 1996 adalah manifestasi klinik dari dari gangguan fungsi serebral, baik lokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam atau berakhir dengan maut tanpa ditemukan penyebabnya selain gangguan vaskuler.

EPIDEMIOLOGI
• • • • • Penyebab kecacatan nomor satu didunia. Penyebab kematian nomor tiga di dunia. Ada faktor resiko. Paling banyak pada kelompok usia 45 tahun. Angka insidens :
• • • • • • usia 35 - 44 → 0,2 ‰ usia 45 – 54 → 0,7 ‰ usia 55 – 64 → 1,8 ‰ usia 65 – 74 → 2,7 ‰ usia 75 – 84 → 10,4 ‰ usia > 85 → 13,9 ‰

Berdasarkan Patologi Anatomi dan Penyebabnya 1. Stroke Iskemik • Thrombosis serebri • Emboli serebri 2. Stroke Hemoragik • Perdarahan intraserebral • Perdarahan subarakhnoid .KLASIFIKASI STROKE I.

.

Completed stroke III. Reversible Ischemic Neurologic Defisit (RIND) 3. Berdasarkan Sistem Pembuluh Darah 1. Sistem vertebra-basilar . Sistem karotis 2.II. Berdasarkan Pertimbangan Waktu/ Perjalanan Penyakit 1. Stroke in evolution 4. Transient Ischemic Attack (TIA) 2.

.ANATOMI PEREDARAN DARAH OTAK Pembuluh darah utama yang memperdarahi otak adalah sepasang arteria karotis interna dan sepasang arteria vertebralis. Dari kedua sumber perdarahan itu akan berhubungan membentuk kolateral yang disebut sirkulus Wilisi.

MANIFESTASI KLINIS
• Arteri serebri anterior : - Hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral, terutama melibatkan tungkai. - Gangguan mental. - Gangguan sensibilitas. - Inkontinensia. • Arteri serebri media : - Hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral. - Terutama mengenai lengan. - Disertai gangguan fungsi luhur berupa afasia.

• Gangguan peredaran darah batang otak : - Gangguan saraf kranial seperti disartri, diplopi dan vertigo. - Gangguan serebelar, seperti ataksia atau hilang keseimbangan; atau penurunan kesadaran.
• Infark lakunar merupakan infark kecil dengan klinis : - Gangguan murni motorik atau sensorik - Tanpa disertai gangguan fungsi luhur.

BEDA STROKE ISKEMIK & STROKE HEMORAGIK
Gejala-gejala
Onset atau awitan Saat onset

Stroke iskemik
Mendadak Istirahat

Stroke hemoragik
Mendadak Sedang aktif/aktivitas

Peringatan/”warning”
Nyeri kepala Kejang-kejang Muntah Penurunan kesadaran Papil edema Rangsang meningeal Etiologi Lumbal pungsi -Peningkatan tekanan -Warna

++ (TIA)
± _ _ ± _ _   _ Jernih Thrombus Embolus

_
+++ + + +++ + + : perdarahan subarachnoid _ : perdarahan intraserebral  Perdarahan intraserebral  Perdarahan subarachnoid + Merah

4. Penyumbatan oleh thrombus atau embolus. infark atau perdarahan dengan 4 cara : 1. Robek dinding pembuluh darah. . Gangguan susunan normal komponen darah. 2. Penyakit-penyakit dinding pembuluh darah.PATOFISIOLOGI STROKE ISKEMIK Keadaan yang menimbulkan iskemik. 3.

dapat mempengaruhi aliran darah dan suplai oksigen. di mana jika pompa jantung tidak teratur dan tidak efisien (fibrilasi atau blok jantung) maka curahnya akan menurun dan mengakibatkan aliran darah di otak berkurang. peningkatan hematokrit dapat melambatkan aliran darah. suplai oksigen dapat pula menurun . Kelainan darah.PATOGENESIS Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran darah di otak : 1. Pada anemia berat. tersumbat thrombus / embolus. 2. tertekan oleh gerakan dan perkapuran di tulang (vertebrae) leher. 3. Pembuluh darah : aterosklerosis. Darah yang bertambah kental. Kelainan jantung. Jantung yang sakit dapat pula melepaskan embolus yang kemudian dapat tersangkut di pembuluh darah otak dan mengakibatkan iskemia. peningkatan viskositas darah.

.

HEREDITER .JENIS KELAMIN .FAKTOR RESIKO TIDAK DAPAT DIMODIFIKASI .USIA .RAS .

FAKTOR RESIKO Dapat dimodifikasi Mayor • Tekanan darah tinggi (hipertensi) • Penyakit jantung – Infark miokard – Elektrokardiogram abnormal disritmia. hipertrofi bilik kiri – Penyakit katup jantung – Gagal jantung kongestif • Sudah ada manifestasi arterosklerosis secara klinis – Gangguan pembuluh darah koroner (angina pectoris) – Gangguan pembuluh darah karotis • Diabetes melitus • Polisitemia • Pernah mendapat stroke • Merokok .

Minor • Kadar lemak yang tinggi di darah • Hematokrit yang tinggi • Kegemukan • Kadar asam urat tinggi • Kurang gerak badan/olahraga • Fibronogen tinggi .

SSS = (2.1 x tekanan darah diastol) – (3 x ateroma) – 12. Nilai Kesadaran : sadar Delirium. stupor Semikoma dan koma Muntah/sakit kepala dalam dua jam : tidak ada Aterom/riwayat diabetes : tidak ada 1 atau lebih 0 1 2 0 1 0 1 diagnosa >1 Perdarahan serebral < -1 Infark serebral -1 sampai 1 diagnosa tidak pasti gunakan kurva kemungkinan/ CTScan SSS .5 x kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x sakit kepala) + (0.

Tabel. Skore stroke Gadjah Mada Penurunan Kesadaran + + + + + Perdarahan Perdarahan Perdarahan Nyeri Kepala Babinski Jenis Stroke - - + - Iskemik Iskemik .

Bangun tidur .5 1 0 10 7. Sakit kepala waktu serangan 5.Tidak ada .Menurun pelan-pelan (1 hari/ >) .5 6. Kesadaran .Pelan-pelan (1 hari/ >) .Mendadak (beberapa menit-jam) .Bekerja (aktivitas) .Menurun sementara lalu sadar lagi .Tidak ada .5 1 0 10 10 1 1 0 2.Langsung sehabis serangan .Permulaan serangan 3. DJOENAEDI W 1.Tia sebelum serangan . Muntah 6.Istirahat/duduk/tidur .Sangat mendadak (1-2 menit) .Sangat hebat .5 1 6.Menurun langsung waktu serangan .Pelan-pelan (beberapa jam) . Waktu serangan 4.5 1 1 10 7. DR.Hebat .Ringan .PENETAPAN JENIS STROKE MENURUT SKORING PROF.Menurun mendadak (menit-jam) .Mendadak ( menit – 1 jam) .Tidak ada gangguan 1 6.

Pupil Ketepatan score ini Stroke hemoragik Stroke non hemoragik Total score : 87.Waktu MRS tinggi (> 140/100) .Kaku kuduk hebat .Isokor . Tanda serangan selaput otak 9.3% : 82.Kaku kuduk ringan .5 0 8.Waktu serangan tinggi (> 140/100) .4% :  20 stroke hemoragik : < 20 : stroke non hemoragik .Waktu serangan sangat tinggi (> 200/110) .5 7.Perdarahan subhialoid .Anisor .5 1 1 10 5 0 5 10 10 10 10 10 10 7.5% : 91.Pinpoint kanan/kiri .Midriasis dan reaksi lambat .Normal 7.Kaku kuduk tidak didapatkan .Kecil dan reaktif .Perdarahan retina (flame shped) . Pupil 10.Midriasis kanan/kiri .7. Tekanan darah sistolik .Waktu MRS sangat tinggi (> 200/110) .

Elektrolit • EKG dan ekokardiografi • Foto toraks. . . .Darah rutin lengkap. Djoenaedi. • CT scan/MRI kepala. Propil lipid . kolesterol.DIAGNOSIS • Skor stroke: skor stroke Siriraj. asam urat. • Laboratorium darah: .Fungsi ginjal dan hati .Gula darah. skore Gadjah Mada.

biasanya adanya emosi (marah – marah) yang mendahului sebelum serangan .penderita biasanya hipertensi dengan tiba – tiba terjatuh karena terserang kelumpuhan tubuh sesisi secara serentak.nyeri kepala sifatnya ringan atau sangat ringan .Stroke yang disebabkan pendarahan terjadi saat penderita beraktifitas .pasien mengalami nyeri kepala yang hebat .Diagnosis banding Stroke non hemoragik Stroke hemoragik Tumor otak . . gangguan daya ingat dan penurunan kesadaran.nyeri kepala yang hebat pada saat beraktifitas yang menyebabkan peninggian liquor cerebrospinalis intracranial.penurunan kesadaran bersifat ringan atau sangat ringan .nyeri kepala menurun apabila tidak beraktifitas . mengejan. . atau excercaise .adanya kejang atau muntah saat serangan terjadi.penurunan kesadaran bersifat sangat nyata . seperti membungkuk.Pada tumor otak dengan gejala defisit neurologi sangat lambat bahkan sampai berbulan – bulan .tidak ditemukan adanya kejang atau muntah saat serangan . .kelumpuhan biasanya saat istirahat / pasien tidak melakukan aktifitas .keadaan mudah lesu.

Brain. Bladder. Blood. Bowel ) : .PENATALAKSANAAN Umum : • Prinsip : mempertahankan kondisi agar dapat menjaga tekanan perfusi dan oksigenasi serta makanan yang cukup agar metabolisme sistemik otak terjamin. • Secara klinis dilakukan 5B ( Breathing.

Spesifik – Trombolitik  r-TPA ( Recombinant Tissue Plasminogen Activator ) kurang dari 3 jam setelah onset stroke. – Antikoagulan  inhibisi terhadap faktor koagulasi dan mencegah atau memperkecil pembentukkan fibrin dan propagasi thrombus. Contoh : heparin/ heparinoid ( fraxiparine ). .

dan sirkulasinya dengan hasil masih kontroversial. Contoh : asetosal (aspirin) dengan dosis 40 mg – 1. nimodipin.– Anti agregasi trombosit  mencegah pengumpulan sehingga mencegah terbentuknya thrombus yang dapat menyumbat pembuluh darah. citikolin. pentoksifilin.3 gram/hari. tiklopidin dengan dosis 2 x 250 mg. Contoh : piracetam. . metabolisme. – Neuroprotektor  memperbaiki/mengoptimasi keadaan otak.

PENCEGAHAN • Primer : mengendalikan faktor resiko. dan olah raga teratur. . dan tindakan invasiv bila perlu. medikamentosa. gizi seimbang. • Sekunder : mengendalikan faktor resiko.

. penyebab stroke dan kondisi medis lain yang mengawali atau menyertai stroke.PROGNOSIS • Prognosis dipengaruhi usia pasien.

• Hadinoto. Jakarta. Jakarta. • Misbah Jusuf. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Stroke: Aspek Diagnostik. h4651. EGC. Guidline Stroke. Balai Penerbit FKUI. Badan Penerbit UNDIP. Media Aesculapius. Manajemen. Kapita Selekta Kedokteran. Kelompok Studi Stroke. Panduan Praktis: Diagnosis dan Talaksana Penyakit Saraf. • Guideline. h1-47. 2000. h18-9. 1992. Setiawan.DAFTAR PUSTAKA • Dewanto G. dkk. Stroke 2007. . Stroke: Pengelolaan Mutakhir. dkk. Edisi Ketiga. 24-8. Patofisiologi. 2009. Soetejo. 1999. • Mansjoer Arif.

PRESENTASI KASUS .

Tambun RT 008/RW 10 Bintara Jaya Bekasi Barat : 16 Desember 2011 : 27 Desember 2011 • Masuk tanggal • Pulang tanggal . R : Laki-laki : 60 tahun : Pensiunan : Islam : Kp.Identitas Pasien • • • • • • Nama Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Agama Alamat : Tn.

Mual -. terasa mengambang. muntah - . Oleh keluarga pasien langsung dibawa ke RSUD Bekasi. namun beberapa saat kemudian pasien merasa sudah membaik selang ± 15 menit kemudian keluhan tersebut kembali mucul.Anamnesis ( Autoanamnesis & alloanamnesis ) Keluhan Utama : lemas pada anggota gerak kiri Keluhan Tambahan : pusing Riwayat Perjalanan Penyakit : ± 3 jam SMRS pasien mengeluhkan lemas pada kaki dan tangan sebelah kiri. yang terjadi secara tiba-tiba. Pasien belum minum obat apapun. pasien juga mengeluhkan pusing pada seluruh kepalanya.

dan menyukai makanan yang berlemak. gorangan dan bersantan. Riwayat penyakit asam urat + . Riwayat Kebiasaan Pasien : Riwayat merokok > 10 tahun. Kencing manis. Pasien setiap hari mengkonsumsi kopi.Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mempunyai riwayat hipertensi +. stroke sebelumnya disangkal. kolestrol. tidak terkontrol. . penyakit jantung. 1 bungkus/hari. Jarang berolahraga.

an : Biasa : Cukup .7ºC : 20 x/menit : E4M6V5 = 15 : 60 .Status generalis Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu RR GCS Umur klinis Bentuk badan Gizi : Tampak Sakit Sedang : Komposmentis : 140/90 mmhg : 96 X/menit : 36.

Status Neurologi Rangsang meningeal Kaku kuduk :Brudzinki I :Brudzinki II : -/Laseque : >70° />70º Kernig : -/- .

Saraf kranial N. simetris . simetris Berputar : baik.II : Normosmia : Tajam penglihatan kasar baik Buta warna – Lapang pandang baik Funduskopi tidak dilakukan N. simetris Atas : baik. simetris Bawah : baik.III.VI : Sikap bola mata : Ptosis -/Strabismus -/Exophtalmus -/Endophtalmus -/Diplopia -/Deviasi konjugae -/Pergerakan bola mata: Lateral kanan : baik.I N. IV. simetris Lateral kiri : baik.

3mm/3mm Reflex cahaya langsung +/+ Reflex cahaya tidak langsung +/+ Reflex akomodasi +/+ N.V : Motorik Buka tutup mulut baik Gerakan rahang baik Sensorik Rasa raba : kanan = kiri Rasa nyeri : kanan = kiri Reflex Reflex kornea +/+ Reflex maseter + .Pupil: Bulat Isokor .

N.IX.VII :Wajah simetris Kembung pipi baik Menyeringai baik Angkat alis baik Kerut dahi baik Sulcus nasolabialis mendatar ke kiri N.VIII: Test gesek jari +/+ Test berbisik +/+ Nistagmus –/N. X : Uvula di tengah Arcus faring simetris Palatum molle simetris Disfoni – Disfagi Batuk – Mengejan – Menelan - .

XI : Menoleh kanan dan kiri baik N.XII : Julur lidah : Deviasi lidah ke kiri Gerakan lidah : baik Tenaga otot lidah : baik.N. kanan= kiri Tremor :– Fasikulasi :- Motorik Derajat kekuatan otot 5555 3333 5555 3333 Tonus otot : normotonus Trofi otot : eutrofi Gerakan spontan abnormal : Tetani – Kejang – Tremor – Khorea – Atetosis – .

Balismus Diskinesia Miokonik Test koordinasi Statis : duduk : Tidak dapat diperiksa berdiri : Tidak dapat diperiksa berjalan : Tidak dapat diperiksa Dinamis : Tidak ada kelainan Sensibilitas : kanan = kiri Vegetatif Miksi : baik Defekasi : baik Keringat : baik – – - .

Reflex Fisiologis : Biseps Triseps KPR APR Kulit Telapak kaki Kulit perut Kremaster Anus interna Anus externa : ++/++ : ++/+ : ++ / ++ : ++ / ++ : : : : : +/+ + tidak di lakukan tidak di lakukan tidak di lakukan .

Refleks Patologis Babbinski Chaddock Oppenheim Gordon Schaeffer : : : : : -/-/-/-/-/- Fungsi luhur Memori baik Bahasa tidak ada kelainan Afek dan emosi biasa Kognitif baik .

Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu RR : Tampak sakit sedang : Komposmentis : 140/ 90 mmhg : 96 X/menit : 36.Pasien seorang laki.7ºC : 20 X/menit . Pasien mempunyai riwayat tekanan darah tinggi dan asam urat.laki berusia 60 tahun datang ke RSUD Bekasi dengan keluhan utama lemas kaki dan tangan sebelah kiri disertai pusing.

Pemeriksaan neurologi • GCS : E4M6V5 = 15 • Motorik : 5555 3333 5555 3333 • Reflex patologis : -/- .

• Klinis parese N.VII sentral sinistra+Parese N.XII sentral sinistra+Hemiparese sinistra ec Stroke Non Haemoragie .

4 .• IVFD • MM : RL + Neurobion / 12 jam NB 5000 : Allopurinol 2 x 100 Piracetam 3 x 3 Simvastatin 1 x 20 mg Pletaal 2 x ½ tab Fepiram 3 x 3 gr Neulin 2 x 500 Reotal drip 1 x 1 Lovenox 2 x 0.

1. Laboratorium darah lengkap 2. Foto thorak 3. CT scan kepala tanpa kontras .

Ad vitam Ad sanationam Ad fungsionam : bonam : dubia ad malam : bonam .

4 % : 27.7 juta/ul : 13 g/dl : 37.2011 : 6800 /ul : 4.6% : 290000 /ul : 120 mg/dl : Natrium : 140 mmol/L Kalium : 3.Hasil laboratorium • Leukosit • Eritrosit • Hemoglobin • Hematokrit • MCV • MCH • MCHC • Trombosit • GDS • Elektrolit • • 16 – 12 .8 mmol/L Clorida : 105 mmol/L .5% : 34.5 % : 79.

73 g/dl • Albumin 4.01 mg/ddl .• Troponin T <50 ng/L • Protein total 6.70 g/dl Fungsi hati : • AST (SGOT) 13 U/L • ALT (SGPT) 9 U/L Fungsi ginjal : • Ureum 34 mg/dl • Kreatinin 1.03 g/dl • Globulin 2.

Hasil laboratorium 16 – 12 -11 Fungsi ginjal : Asam urat 7.4 mg/dl Profile Lipid : • Trigliserid 170 mg/dl • Kolesterol total 151 mg/dl • Kolesterol HDL 29 mg/dl • Kolesterol LDL 88 mg/dl GD2PP 125 mg/dl .

CT scan Kepala (Axial) Kesan : • Susp. Susp. Gambaran hipodens perifokal • Sulci dan giry sedikit lebar.atrofi cerebri .infark lacunar minimal pada temporal kanan • Susp.

.

.

Thorax PA Kesan : • Bronkhopneumonia duplex • Cardiomegali • Aorta : elongasi dan dilatasi .

hipertrigliserid.Diagnosis : Parese N.XII sentral sinistra Hemiparese sinistra ec Stroke Non Haemoragie ec hipertensi. asam urat.VII sentral sinistra+parese N. .

normotoni. eutrofi A P WD Diet Stroke Non Haemoragie Stroke Non Haemoragie .10C 3333 3333. SNH + hemiparese sinistra Biasa TSS/CM 140/90 75 18 36.30C DBN DBN 5555 5555 Baik Sulit dinilai (pasien pusing) ++/++ -/Baik Susp.17/12/11 S Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri 18/12//11 Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri TSS/CM 140/90 80 18 360C 19/12//11 Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri O KU/KES TD N RR S Rangsang meningeal Saraf Cranial Motorik Vegetatif Tes Koordinasi Refleks Fisiologi Refleks Patologis Fungsi Luhur TSS/CM 140/90 80 20 36.

S Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri TSS/CM 140/90 80 18 360C Pusing seperti mengayun dan lemah anggota gerak kiri O KU/KES TD N RR S Rangsang meningeal Saraf Cranial Motorik Vegetatif Tes Koordinasi Refleks Fisiologi Refleks Patologis Fungsi Luhur TSS/CM 140/90 80 20 36.10C 4444 4444.30C DBN DBN 5555 5555 Baik Sulit dinilai (pasien pusing) ++/++ -/Baik Stroke Non Haemoragie TSS/CM 140/90 75 18 36. normotoni. eutrofi A WD Stroke Non Haemoragie Stroke Non Haemoragie P MM Allopurinol 2 x 100 Piracetam 3 x 3 Teruskan + Betasere 2 x 1 tab Rectal/ 12 jam .

asam urat)  Stroke .Analisa kasus Anamnesis( autoanamnesis dan alloanamnesis) Keluhan utama lemah separuh badan sebelah kiri yang timbul secara mendadak dan pusing seperti mengambang serta adanya faktor resiko (Hipertensi.

7ºC : 20 X/menit .Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu RR : Tampak sakit sedang : Komposmentis : 140/ 90 mmhg : 96 X/menit : 36.

Pemeriksaan Neurologi Kesadaran Motorik E4V5M6 : 5555 5555 Refleks fisiologis : ++/++ Refleks patologis : -/- 3333 3333 .

Gambaran hipodens perifokal » Sulci dan giry sedikit lebar.Pemeriksaan penunjang • Laboratorium  asam urat • CT scan  » Susp. Susp.atrofi cerebri • Thorak foto : » Bronkhopneumonia duplex » Cardiomegali » Aorta : elongasi dan dilatasi .infark lacunar minimal pada temporal kanan » Susp.

Diagnosis Hemiparese sinisra ec Stroke Non Hemoragie .

sesuai DM dan rendah lemak • Hindari stress • Bila sudah pulang : olahraga. istirahat cukup • Motivasi keluarga .• Edukasi : pencegahan sekunder • Pola hidup sehat : diet rendah garam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->