Staphylococcus dan Streptococcus

Kedua bakteri ini adalah salah satu bakteri yang paling sering muncul pada beberapa kasus infeksi misalnya pada infeksi saluran nafas dan pioderma. Beberapa hal tentang kedua bakteri tersebut : a. Staphylococcus

Morfologi sel <>••• <>•• Morfologi koloni S. aureus. * dihasilkan oleh hampir 50% S. aureus, * toksin tahan panas, * tidak rusak oleh enzim di usus. * disintesa bila S. aureus tumbuh dalam karbohidrat/ protein INFEKSI STAPHYLOCOCCUS ►►Dapat terjadi karena kontak langsung dengan luka atau infeksi setelah terjadi trauma â—​ Berupa “ pimple”/ abses/ infeksi pada folikel rambut. â—​ Terjadi keracunan makanan karena enterotoksin (Inkubasi 1-8 jam dengan gejala :mual, muntah, diare) â—​ Toxic shock syndrome (TSS) à demam tinggi mendadak, muntah, diare, mialgia S. aureus yang menyebabkan TSS dapat diisolasi dari: vagina, tampon, luka, tenggorok / lainnya (tidak dari darah) â—​ Infeksi saluran nafas â—​ Bakteremia Bila terjadi bakteremia Endokarditis Osteomilitis hematogen akut Meningitis Infeksi pulmo TERAPI Antibiotika gol. Penisilin dan yang lain. Penisilin yang b-laktamase® : Sefalosporin, Vankomisin, S. aureus 10-20%; S. epidermisis 75%) Staphylococcus sudah banyak yang resisten terhadap Tetrasiklin, Penisilin, Eritromisin Metisilin (metilisin ® :

TOKSIN DAN ENZIM <>1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.

B. . T dan R * Karbohidrat (spesifik untuk grup) * Peptidoglikan * Streptococcus grup A mempunyai pili à ♦ yang menembus kapsul ♦ tersusun dari protein M ♦ diselubungi oleh asam teikoat ♦ penting untuk porlekatan pada sel epitel ANTIGEN UTAMA STREPTOCOCCUS <>1. asam hialuronat(Sebagian besar Streptococcus grup A. Streptococcus Morfologi dan Identifikasi Streptococcus terdiri dari 20 spesies. berdasarkan : * Karakteristik koloni * Tipe hemolisa pada agar darah * Reaksi biokimia * Reaksi spesifik antigen pada dinding sel Sifat-sifat Bakteri berbentuk bulat bersifat Gram positip tersusun berderet seperti rantai sebagian bersifat fakultativ anaerob Kapsul Streptococci : polisakarida. Sebagai dasar penggolongan grup (dari gula amino) Grup A : ramnosa asetil glukosamin B : ramnosa glukosamin polisakarida C : ramnosa-N asetilgalaktosamin D : gliserol asam teikoat mengandung d-alanin dan glukosa F : glukopiranosil-N-asetilgalaktosamin <>2. Antigen permukaan yang lain à protein R <>3. * Faktor virulensi utama pada S. aureus) b. à tidak berhubungan dengan virulensi à tidak tahan asam dan panas.Resistensi dapat disebarkan oleh plasmid atau dengan cara transduksi Resistensi terhadap penisilin karena : Mutasi b-laktamase (dihasilkan oleh 90% S.C) Dinding sel Streptococcus mengandung : * Protein M. pyogenes grup A. * lebih dari 80 tipe protein M.

pembengkakan bagian belakang mulutà pernafasan terganggu) 2.Post infeksi Streptococcus Grup A <>1. Ekstrak tsb juga mengandung substansi P Patogenesis dan Penyakit <>A. à shock. K 49 * Terjadi krn reaksi antigen-AB dan membran glomerulo <>2. 1. 4. kerusakan jaringan. * ada 2 kelas utama protein M (I dan II) Antibodi terhadap M I bereaksi silang dengan jaringan otot jantung à merupakan determinan virulensi pada demam rematik <>4. Infeksi tenggorokan Bakteri melekat pada sel epitel faring (asam teikoat X fibronektin) è infeksi telinga tengah à meningitis (anak) Pada dewasa à infeksi akut. Erysipelas (bila infeksi melalui kulit): pembengkakan kecoklatan dan cepat menyebar 2. 57. kegagalan pernafasan dan organ à kematian 30% <>E. 1. Puerperal fever (masuk uterus setelah melahirkanà endometritis àsepticemia 3. Diperoleh dengan mengekstraksi Streptococcus dengan basa lemah. * Oleh type M 12. infeksi cepat menyebar melalui saluran limfa à darah 1. * Terjadi 3 minggu setelah infeksi streptococcus pada kulit. 59.* lebih dari 80 tipe protein M. Endokarditis sub akut à * terjadi pada 30% post cabut gigi (oleh S. * Terjadi kerusakan pada klep dan otot jantung * Antigen membran strain grup A» otot jantung manusia . Endokarditis akut 2. bakterimia. Sepsis à karena infeksi streptococcus pada luka / post operasi <>B. viridans) * 5-10% à oleh enterococci <>D. 61 dan kemungkinan dapat menyebabkan glomerulonefritis <>C. 2. Infeksi lokal pada kulit à impetigo Streptococcus grup A à antigen M tipe 49. abses peritonsil. 20% infeksi à asimptomatis Bila bakteri menghasilkan toksin eritrogenik dan pirogenik A-C à dapat terjadi “scarlet fever rush” (inflamasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful