P. 1
Bab II Asas Dsr Lingk

Bab II Asas Dsr Lingk

|Views: 15|Likes:
Published by Victor Sandy

More info:

Published by: Victor Sandy on Oct 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2014

pdf

text

original

Sections

  • ASAS DASAR ILMU LINGKUNGAN
  • BIOINDIKATOR
  • LINGKUNGAN DAN EKOLOGI MANUSIA
  • SISTEM LINGKUNGAN
  • KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
  • LINGKUNGAN HIDUP MANUSIA DAN PENYAKIT MENULAR
  • STRATEGI UMUM BAGI UMAT MANUSIA

1.

Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan. Pengertian : Asas ini adalah sebenarnya serupa dengan hukum termodinamika I, yang sangat fundamental dalam fisika. Asas ini dikenal sebagai hukum konservasi energi dalam persamaan matematika. Energi yang memasuki jasad hidup,populasi, atau ekosistem dapat dianggap energi yang tersimpan atau terlepaskan. Dalam hal ini sistem kehidupan dapat dianggap sebagai pengubah energi, dan berarti pula akan didapatkan berbagai strategi untuk mentransformasi energi. Contoh : Banyaknya kalori, energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah oleh jasad hidup menjadi energi untuk tumbuh berbiak, menjalankan proses metabolisme, dan yang terbuang. Dalam dunia hewan sebagian energi hilang, misalnya, dalam bentuk tinjanya sebagian diambil oleh parasit yang terdapat dalam tubuhnya. Metabolisme hewan ini kemudian terbagi dalam beberapa komponen yang tetap dapat mempertahankan kegiatan metabolisme dasarnya. 2. Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. Pengertian : Asas ini tak lain adalah hukum thermodinamika kedua, ini berarti energi yang tak pernah hilang dari alam raya, tetapi energi tersebut akan terus diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Contoh : Misal energi yang diambil oleh hewan untuk keperluan hidupnya adalah dalam bentuk makanan padat yang bermanfaat. Tetapi panas yang keluar dari tubuh hewan karena lari,terbang, atau berenang terbuang tanpa guna. 10

3. Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumberdaya alam. Pengertian : Memang jelas dalam asas kimia, bahwa pengubahan energi oleh sistem biologi harus berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam. Contoh : Misal pada ruang yang sempit bagi suatu populasi yang tingkat kepadatannya tinggi mungkin akan terjadi terganggunya proses pembiakan. Pada ruang yang sempit hewan jantan akan bertarung untuk mendapatkan betina sehingga pembiakan terganggu. Sebaliknya kalau ruang terlalu luas, jarak antar individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu. Ruang dapat juga memisahkan jasad hidup dengan sumber bahan makanan yang dibutuhkan, jauh dekatnya jarak sumber makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan populasi. Waktu sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan mamalia di padang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis dilingkungannya, maka harus berpindah ke lokasi yang ada sumber airnya. Berhasil atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi untuk menempuh jarak lokasi sumber air. Keanekaragaman juga merupakan sumberdaya alam. Misal semakin beragam jenis makanan suatu spesies semakin kurang bahayanya apabila menghadapi perubahan lingkungan yang dapat memusnahkan sumber makanannya. Sebaliknya suatu spesies yang hanya tergantung satu jenis makanan akan mudah terancam bahaya kelaparan 11

4. Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaanya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi. Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum , bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum. Pengertian : Asas ini dapat dijelaskan dengan gambar, dimana batas suhu maksimum membatasi kegiatan hidup dalam sistem biologi : Asas 4 tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum, yang berarti pula batas maksimum, maupun batas minimum pengadaan sumber alam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi. Contoh : Pada keadaan lingkungan yang sudah stabil, populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik - turun (bukan naik terus atau turun terus). Maksudnya adalah akan terjadi pengintensifan perjuangan hidup, bila persediaan sumber alam berkurang. Tetapi sebaliknya, akan terdapat ketenangan kalau sumber alam bertambah. 5. Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Pengertian : Ada 2 hal pada asas 5 ini. Di suatu pihak dapat kita bayangkan suatu keadaan atau situasi, dengan jenis sumber alam tidak menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut. Di pihak lain dapat juga kita bayangkan adanya paling sedikit 12

serangkaian spesies lain yang lebih adaptif dengan keadaan lingkungan barulah yang datang mengganti. Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam yang “mudah diramal”. maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan jenis makanan tersebut. kenaikan sumber alam (makanan) merangsang kenaikan pendaya-gunaan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif. dan tumbuhan pelopor kemudian tersisihkan. Terdapat fluktuasi turun-naiknya 13 . 7. Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya. Contoh : Suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan. Contoh : Mula-mula di bukit pasir tumbuhan pelopor itu kemudian berhasil mengubah keadaan lingkungan. 6. Pada perkembangan berikutnya. cenderung berhasil mengalahkan saingannya.dua situasi yang mempunyai kesan merangsang itu. Pengertian : Asas ini aalah pernyataan teori Darwin dan Wallace. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah di alam. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi yang akan kalah dalam persaingan. Proses penggantian spesies secara berurutan inilah yang dikenal swbagai proses suksesi. Pengertian : Mudah diramal pada asas 7 ini maksudnya adalah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan pada suatu periode yang relatif lama. Dengan demikian. Pada jasad hidup terdapat perbedaan sifat keturunan dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik atau biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul persaingan.

Oleh sebab itu tumbuhan dan serangga lebih responsif terhadap lingkungan terbatas dibandingkan dengan burung. 9. karena burung mempunyai kemampuan menjelajah. Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan 14 . sehingga hanya dapat memanfaatkan bahan makanan disekitarnya. tetapi mudah dan sukarnya untuk diramal berbeda dari satu habitat ke habitat lain. Tumbuhan dan serangga mempunyai gerakan terbatas. 8. Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson.kondisi lingkungan di semua habitat. bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. tetapi juga akan menimbulkan keanekaragaman penyebaran kesatuan populasi. Spesies dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan. Dengan mengetahui keadaan optimum pada faktor lingkungan bagi kehidupan suatu spesies. karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam. tiap spesias mempunyai nicia tertentu. Pengertian : Kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan lingkungannya yang khas (nicia). maka perlu diketahui berapa lama keadaan tersebut dapat bertahan. Tumbuhan dan serangga bila ada perubahan biokimia yang halus saja dapat menyebabkan perbedaan genetika dalam perjalanan evolusinya. Jadi dalam waktu yang lama keanekaragaman serangga dan tumbuhan meningkat. kemudian hidup dalam bentuk nicia suatu lingkungan. Contoh : Keadaan iklim yang stabil dalam waktu yang lama tidak saja akan melahirkan keanekaragaman spesien yang tinggi. Contoh : Burung dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan yang luas dengan spesies yang kurang beraneka ragam.

Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih komplek. memang secara keseluruhan ada penurunan harga energi per unit produksi kotor nasional (gross national product). Pengertian : Sistem biologi menjalani evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil. populasi atau tingkat makanan yang sudah dewasa memindahkan energi. Dengan kata lain. 10. 11. biomasa. tetapi pada waktu yang sama produksi kotor nasional per kapita naik dengan sangat cepat. Contoh : Apabila suatu masyarakat berkembang semakin maju. Pengertian : Asas ini mengandung arti.biomasa dibagi produktivitas. materi. Pengertian : Asas 11 ini mengandung arti ekosistem. dan memungkinkan berkembangnya keanekaragaman. dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. Contoh : Spesies bertambah dan terdapat juga tumbuhan dalam bentuk komunitas tumbuhan yang berlapis-lapis. bahwa efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi dalam suatu komunitas. Dari subsistem yang rendah 15 . sehingga terdapat peningkatan pengeluaran energi per orang. energi. Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi yang belum mantap (belum dewasa).

kampung. 12. Contoh : Tenaga kerja dari ladang. bakat. Dengan demikian keahlian. yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.keanekaragaman nya ke subsistem yang tinggi keanekaragamannya. tak perlu berevolusi untuk meningkatkan kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil. tenaga kerja mengalir dari daerah yang kurang ke daerah yang lebih beraneka ragam corak penghidupannya. Contoh : Adaptasi secara tiba-tiba oleh serangga dan ikan yang berwarna semarak di daerah tropika yang kaya keaneragaman. Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan fisikokimia yang cukup lama. Pengertian : Populasi dalam ekosistem yang belum mantap. kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisiko-kimia dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem yang sudah mantap. Pengertian : Pentingnya memperluas ruang lingkup ekologi murni menjadi ilmu lingkungan yang memiliki batasan lebih luas. Contoh : Jumlah spesies tumbuhan dan hewan habis di eksploitasioleh 16 . 13. kota kecil mengalir ke kota besar(metropolitan) karena keanekaragaman kehidupan kota besar melebihi tempat asalnya. karena taraf keanekaragaman penghidupan kota besar lebih tinggi dari daerah asalnya. Atau cendekiawan yang berasal dari daerah enggan kembali ke asalnya. Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan.

dan tikus tanah sangat bergantung pada spesies tumbuhan. menimbulkan derajat ketidak stabilan populasi yang tinggi. Contoh : Burung elang sangat tergantung pada tikus tanah sebagai sumber makanan utama. 17 .manusia dan menyebabkan semakin lama jumlahnya semakin sedikit. tumbuhan tersebut tergantung pada jenis tanah tertentu untuk hidupnya. perlu diperlukan suatu ilmu untuk menjaga ekosistem ini tetap berjalan baik 14. Pengertian : Asas 14 ini merupakan kebalikan asas 13. Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. Maka dari itu. tidak adanya keaneka ragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap.

Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan pengujian metodologi secara terus menerus dan matang. karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas. Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum. tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya. sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan. sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros. sehingga diperlukan daya cipta. Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja. biasa disebut hipotesis Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya 18 . PENYAJIAN: Pengetahuan manusia terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti. pertanian. untuk itu dibutuhkan penggalian ilmu secara terus menerus. maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. kesehatan. keinginan tahu manusia dan inisiatif. sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. antara lain dari aspek sosial.ASAS DASAR ILMU LINGKUNGAN TIK : Setelah selesai mengikuti kegiatan perkuliahan pada BAB II ini. daya khayal. ekonomi. MATERI : PENDAHULUAN: Didalam Bab ini dibahas mengenai asas-asas dasar ilmu lingkungan yang akan diberikan dalam dua kali pertemuan. yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang asas-asas dasar ilmu lingkungan.

kimia dan fisika. Asas baru juga dapat diperoleh dengan cara simulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam (mimik). kemudian setelah dipahami pola dan organisasi pemikirannya baru dikemukakan fakta-fakta yang mendukung dan didukung. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya. Disini metode pengumpulan data melalui beberapa percobaaan yang relatif terbatas untuk membuat kesimpulan yang menyeluruh. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksi dan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi. Asas di dalam suatu ilmu yang sudah berkembang digunakan sebagai landasan yang kokoh dan kuat untuk mendapatkan hasil. Sebaliknya cara lain yaitu dengan cara deduksi dengan menggunakan kesimpulan umum untuk menerangkan kejadian yang spesifik. 19 . Untuk menyajikan asas dasar ini dilakukan dengan mengemukakan kerangka teorinya terlebih dahulu. sehingga asasasas disini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (sesuai dengan urutan logikanya). teori dan model seperti pada ilmu lingkungan. Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya.kebenaran yang dapat diterapkan secara umum.

ASAS 14 Sumber alam. hanya berubah ASAS 8 Tingkat makanan atau takson menjadi jenuh oleh keanekaragaman. ialah segala sesuatu yang memungkinkan organisme hidup untuk meningkatkan pengubahan energi ASAS 5 Peningkatan pengadaan suatu sumber alam mungkin dapat terangsang penggunaan sumber alam tersebut ASAS 11 Sistem yang mantap (dewasa) mengeksploita si sistem yang belum dewasa Derajat pola keteraturan fluktuasi populasi bergantung kepada pengaruh sejarah populasi itu sendiri ASAS 3 Materi. waktu dan keanekara-gaman adalah kategori sumber alam ASAS 9 Keanekaragaman sebanding dengan biomasa/produktivitas ASAS 13 Lingkungan fisik yang stabil memungkinkan keanekaragaman biologi berlaku dalam ekosistem mantap. ruang. yang kemudian menggalakkan stabilitas populasi lebh jauh lagi ASAS 1 Energi tak pernah hilang. energi. diferensiasi ASAS 2 Semua proses pengubahan tidak cermat ASAS 10 Biomassa/ produktivitas meningkat dalam lingkungan yang stabil ASAS 4 Mengenai kejenuhan dan ketidakjenuhan ASAS 7 Keanekaragaman yang kekal lebih tinggi pada lingkungan yang stabil (Rosenzwelg) ASAS 12 Kesempurnaan adaptasi tiap tabiat/sifat bergantung ke-pada kepenti-ngan relatifnya dalam suatu lingkungan tertentu ASAS 6 Ketupan (genotip) dengan daya pembiakan tertinggi akan sering dijumpai pada generasi berikutnya 20 . dengan kecepatan yang ditentukan oleh sifat mic.

4 Pertumbuhan Energi digunakan untuk menyokong metabolisme dasar. mempertahankan suhu tubuh dsb. dsb. Hubungan berlogika di antara 14 asas dasar ilmu lingkungan (Watt. tetapi tidak dapat hilang.: lari. Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup. terbang. berenang. populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Pembiakan Pemisahan energi yang masuk jadi dua komponen. pernafasan. Jumlah energi yang masuk dan keluar dari suatu pemisahan atau suatu proses. dihancurkan atau diciptakan.Gambar. berupa materi. 21 .1973) ASAS 1. Energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. misalnya: denyut jantung. Energi Hewan makan 1 Disimilasi Terbuang tak terasimilasi 2 Produksi materi kehidupan Energi diambil oleh pengeksploitasi 3 Energi dibakar dan energi diubah sebagai panas Energi disimpan sebagai lemak 6 5 Energi digunakan untuk menyokong berbagai kegiatan.

sehingga dapat dikatakan bahwa sistem kehidupan sebagai pengubah energi. berupa tenaga atau panas. Dengan demikian dalam sistem kehidupan dapat ditemukan berbagai strategi untuk mentransformasi energi. dalam ilmu fisika sering disebut sebagai hukum termodinamika pertama. Asas ini menerangkan bahwa energi dapat diubah. dan energi yang memasuki jasad hidup. populasi ataupun ekosistem dianggap sebagai energi yang tersimpan ataupun yang terlepaskan. 22 . Keberhasilan dalam melawan lingkungan dapat diukur dengan peningkatan jumlah populasinya. Asas 1 ini disebut juga dengan hukum konservasi energi. maka dibutuhkan “pembukuan masukan dan keluaran kalori dalam sistem kehidupan” Contohnya makanan yang dimakan oleh hewan.Jumlah energi yang masuk dan keluar dari suatu pemisahan atau suatu proses. Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa ternyata energi ada yang dapat dimanfaatkan dan ada pula yang terbuang dan hal ini spesifik untuk masing-masing spesies hewan tergantung bagaimana kemampuan dan strategi hewan tersebut untuk melawan alam lingkungannya.

Contohnya pada piramida makanan. Sumber alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup. ikan dsb. Dalam sistem biologi.. itu termasuk kategori sumber alam. serta dipantulkan oleh lahan terbuka dan bangunan. tingkatan konsumen yang paling bawah mendapatkan asupan energi yang banyak. ASAS 2. sebaliknya konsumen paling atas hanya mendapatkan sedikit. sehingga akan meningkatkan daya pengubahan energi. populasi. namun demikian energi tersebut akan diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. populasi maupun ekosistem kurang efisien. namun demikian apakah sumber alam ini dapat diukur manfaatnya dan apa batasan sumber alam tersebut?. Hal ini berarti meskipun energi itu tidak pernah hilang. hewan. Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien Asas ini sama dengan hukum termodinamika kedua dalam ilmu fisika.Gambar : Energi panas yang jatuh di bumi dipakai oleh tumbuhan dan genangan air. energi yang dimanfaatkan baik oleh jasad hidup. disamping itu pada setiap tingkatanpun energi tidak dimanfaatkan secara efisien (banyak terbuang). Secara keseluruhan energi di planet kita ini terdegradasi dalam bentuk panas tanpa balik. atau ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat optimum atau mencukupi. Energi yang dapat dimanfaatkan oleh kita seperti tumbuhan. karena masukan energi dapat dipindahkan dan digunakan oleh organisme hidup yang lain. 23 . yang kemudian beradiasi ke angkasa.

24 . entropi berupa kulit buah adalah sumber energi bagi semut.Gambar : Buah-buahan sebagai salah satu sumber energi bag manusia.

Materi. energi. bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. sehingga secara asas termasuk katagori sumber alam. Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas maksimum. ASAS 3. namun apabila makanannya beranekaragam dia akan mampu “ survive”. 25 . pakan ternak. meskipun tidak dapat berdiri sendiri. Melampaui batas maksimum ini tak ada pengaruh yang menguntungkan lagi. waktu dan keanekaragaman. pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. ruang. Keanekaragaman juga termasuk ke dalam kategori sumber alam. semuanya termasuk kategori sumber alam Materi dan energi sudah jelas termasuk kedalam sumber alam. Pada asas ini mempunyai arti bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum. Untuk semua kategori sumber alam. yaitu karena adanya ukuran optimum pengadaan sumber alam untuk populasi. berkembang biak dsb. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum. Begitu pula dengan waktu. karena dibutuhkan. karena apabila suatu spesies hanya memakan satu spesies saja akan mudah terancam punah. namun termasuk kategori sumber alam. Dari sini dapat ditarik suatu arti yang penting. maka naik turunnya jumlah individu populasi itu tergantung pada pengadaan sumber alam pada jumlah tertentu. Asas 3 ini mempunyai implikasi yang penting bagi kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraannya ASAS 4. Pemanfaatan limbah pertanian kedele untuk pakan ternak. Ini adalah asas penjenuhan. kalau pengadaanya sudah optimum. dan lainnya. yang berarti bahwa batas maksimum maupun minimum sumber alam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi. Ruang yang dimanfaatkan oleh organisme hidup untuk hidup.Gambar : Jerami sebagai entropi digunakan untuk bahan baku kertas. karena berapa waktu yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk mendapatkan makanan. dapat dianalogkan dengan materi dan energi.

yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya. maka akan terjadi perubahan pengurangan individu yang sedemikian rupa sampai pada batas yang membahayakan individu-individu spesies tersebut. Sehingga diharapkan pada setiap lingkungan adanya penyebaran spesies yang berbeda-beda kepadatannya. besar-kecilnya fluktuasi. Sedangkan lingkungan yang tidak stabil adalah 26 . dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Sehingga individu-individu yang adaptif ini mempunyai kesan lebih banyak merusak ASAS 7. artinya bagi spesies-spesies yang mampu beradaptasi baik dengan faktor biotik maupun abiotik. pertama jenis sumber alam yang tidak dapat menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut. Pada asas ini berlaku “seleksi alam”. dan dan sukar-mudahnya untuk diramal berbeda untuk semua habitat. Ada dua jenis sumber alam dasar. sedangkan kedua sumber alam yang dapat menimbulkan rangsangan untuk dapat digunakan lebih lanjut. cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu. Lingkungan yang stabil secara fisik merupakan lingkungan yang mempunyai jumlah spesies yang banyak. dia akan berhasil daripada yang tidak dapat menyesuaikan diri. ASAS 6. Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya. dan mereka dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya tersebut (secara evolusi). Pada asas ini arti kata “mudah diramal” ialah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan dalam suatu periode yang relatif lama. Dapat diartikan pula. Pada asas 5 ini ada dua hal penting. spesies yang adaptif akan mampu menghasilkan keturunan lebih banyak daripada yang non adaptif. Apabila terjadi perubahan lingkungan sedemikian rupa.ASAS 5. Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal. Adanya fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan.

hal ini dijumpai pada habitat yang sudah stabil sepanjang masa dan lama. aliran energi dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. karena satu sama lain mempunyai kepentingan dan fungsi yang berbeda di alam. ASAS 10. Maksudnya ialah semakin lama keadaan lingkungan dalam kondisi yang stabil.lingkungan yang dihuni oleh spesies yang jumlahnya relatif sedikit. dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam-macam serta luas. Menurut Sanders (1969) bahwa komunitas fauna dasar laut mempunyai keanekaragaman spesies terbesar. maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil. maka semakin banyak keanekaragaman spesies yang muncul disitu sebagai akibat berlangsungnya proses evolusi. Tetapi apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas spesies dengan cara makan serupa. ASAS 9. Pada asas ini menurut Morowitz (1968) mengatakan bahwa adanya hubungan antara biomassa. Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitas. ASAS 8. Dalam asas ini dapat disimpulkan bahwa sistem biologi mengalami evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi 27 . tidak saja melahirkan keanekaragaman spesies yang tinggi. Pada asas ini menyatakan bahwa setiap spesies mempunyai nicia tertentu. Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimptut. tetap juga akan menimbulkan keanekaragaman pola penyebaran kesatuan populasi. bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. sehingga spesies-spesies tersebut dapat berdampingan satu sama lain tanpa berkompetisi. Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Kemudian diinterpretasikan oleh Slobodkin dan Sanders (!969) sebagai pengaruh lingkungan yang mudah diramal (stabil). Menurut Pilelou (1969) keadaan iklim yang stabil sepanjang waktu yang lama.

biomassa. tetapi keanekaragaman terus meningkat di lingkungan yang sudah stabil. sedangkan keanekaragaman dan biomassa masih dapat meningkat dalam perjalanan waktu. yang memungkinkan berkembangnya keanekaragaman. Dengan kata lain. maka dapat diharapkan bahwa dalam komunitas yang sudah berkembang lanjut pada proses suksesi. maka jumlah energi yang tersedia dalam sistem biologi itu dapat digunakan untuk menyokong biomassa yang lebih besar. Implikasi dari asas ini bahwa sebuah komunitas dapat dibuat tetap muda dengan jalan memperlakukan fluktuasi iklim yang teratur. sifat responsive terhadap fluktuasi faktor alam yang tak terduga ternyata tidak diperlukan. Asas ini merupakan kelanjutan dari asas 6 dan 7. dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). dan ditemukan pula tumbuhan berkayu sehingga diperoleh stratifikasi. Dengan kata lain kalau kemungkinan produktivitas maksimum sudah ditetapkan oleh energi matahari yang masuk kedalam ekosistem. Jadi. maka dalam perjalanan waktu dapat diharapkan adanya perbaikan terus-menerus dalam sifat adaptasi terhadap lingkungan. atau dari subsistem yang lebih rendah keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi keanekaragamannya ASAS 12. rasio biomassa produktivitas akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan komunitas yang masih muda. ASAS 11. populasi yang sudah dewasa memindahkan energi. Atau pada komunitas buatan lahan pertanian dengan jalan mengambil daun-daunannya untuk makanan hewan. sebab spesies bertambah. Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. Yang berkembang justru 28 . Apabila pemilihan (seleksi) berlaku. materi dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih kompleks. Pada kenyataan di alam memang demikian. Arti dari asas ini adalah pada ekosistem. energi. Apabila asas ini benar.penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil. dalam ekosistem yang sudah mantap dalam habitat (lingkungan ) yang sudah stabil.

Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap. semua tergantung pada kondisi lingkungan fisik. ASAS 14. Disini ada hubungan antara kemantapan ekosistem dengan efisiensi penggunaan energi. Asas ini merupakan penjabaran dari asas 7. Asas ini merupakan kebalikan dari asas ke 13. Pada komunitas yang mantap. Evolusi pada lingkungan yang sukar ditebak perubahan faktor alamnya cenderung memelihara daya plastis anggota populasi. kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi pada ekosistem yang sudah mantap. 9 dan 12. maka jalur yang lain akan mengambil alih. maka kemantapan faktor fisik itu akan mendukung kemantapan populasi dalam ekosistem yang mantap dan komunitas yang mantap mempunyai umpan-balik yang sangat kompleks. sehingga apabila terjadi suatu goncangan pada salah satu jalur.adaptasi peka dari perilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu. jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat. Implikasi dari asas ini bahwa sesungguhnya tidak ada sebuah strategi evolusi yang terbaik dan mandiri. yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi. 29 . menimbulkan derajat ketidakstabilan populasi yang tinggi. ASAS 13. Apabila kemantapan lingkungan fisik merupakan suatu syarat bagi keanekaragaman biologi. tidak adanya keanekaragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap. Sedangkan evolusi pada lingkungan yang mantap. Kesimpulannya bahwa populasi pada ekosistem yang belum mantap. Derajat pola keteraturan turun-naiknya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. beranekaragam secara biologi cenderung menggunakan kompleksitas itu untuk bereaksi terhadap kemungkinan beraneka-macam perubahan. dengan demikian komunitas masih tetap terjaga kemantapannya.

diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang bioindikator. Sedangkan organisme yang kurang sensitif respon yang diterima menunjukkan gejala resisten ada faktor kekebalan pada organisme tersebut. Ada pula organisme yang sensitif. Masing-masing organisme akan memberikan respon yang spesifik dari perubahan lingkungan tersebut. dan ini dapat terjadi karena adanya akumulasi dari polutan pada tubuhnya. Pada organisme perairan terutama dari golongan invertebrata ada atau tidaknya spesies-spesies tertentu dapat 30 . Respon yang diterima oleh organisme berdasarkan ketahanan dari organisme itu pada perubahan lingkungan yang terjadi. MATERI : PENDAHULUAN: Didalam Bab ini dibahas mengenai bioindikator yang akan diberikan dalam satu kali pertemuan. PENYAJIAN: Bioindikator = indikator biologi = respon organisme hidup baik pada tingkat individu atau populasi terhadap kondisi lingkungan. Artinya apabila kondisi perairan. dan mikroorganisme yang merespon perubahan tersebut. Gejala yang timbul akibat adanya polutan dari masing-masing organismepun berbeda. Ada organisme yang sangat sensitif (peka) terhadap perubahan lingkungan. dan tanah mengandung polutan. tumbuhan dan mikroorganisme dapat digunakan sebagai indikator pencemaran udara. misalnya tumbuhan akan menunjukkan sensitifitasnya dengan adanya bercak-bercak pada daun.BIOINDIKATOR TIK : Setelah selesai mengikuti kegiatan perkuliahan BAB III ini. udara. pada organisme ini kadar polutan yang diterima lebih tinggi dari organisme yang sangat sensitif. sehingga terjadi perubahan pada lingkungan tersebut maka akibatnya ada spesiesspesies tertentu baik itu tumbuhan. Berbagai spesies hewan. organisme itu langsung memberikan respon. sehingga apabila kondisi lingkungan berubah sedikit saja. hewan. air dan tanah. atau ukurannya menjadi kecil.

0 41.9 31 .6 33.4 37. Konsentrasi polutan Berikut ini adalah contoh-contoh dari organisme baik di perairan maupun darat yang merespon perubahan lingkungan: Tabel 1 : Kemampuan tanaman pekarangan menyerap debu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanaman Kembang merak Trengguli Sonokeling Sengon Srikoyo Mindi Jambu air Asam keranji Glodogan/Bonger Spesies Caesalpinia pulcherrima Cassia fistula Dalbergia sisso Albizzia lebbeck Annona squamosa Azadirachta indica Eugenia jambolana Pithecelobium dulce Polyalthia longifolia Penyerapan debu (g/m2) 48.6 34.1 76. Tahapan perkembangan atau pertumbuhan 3.3 22.mengindikasikan bahwa kondisi perairan dalam keadaan bersih atau tercemar.3 48. Kondisi lingkungan 4. Pembangun genetik 2.5 34. Respon biologi yang timbul tergantung pada: 1. Sedangkan pada golongan vertebrata. ikan merupakan spesies yang paling sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. organ yang biasanya menunjukkan respon tersebut adalah insang.

Gambar : Tomat yang ukurannya kecil dan tidak normal sebagai bioindikator pencemaran tanah. pada konsentrasi 100016000 ppm serbuk batere bekas pada media uji 32 .Gambar : Daun yang lebar baik untuk bioindikator pencemaran udara.

Tabel 2 : Bioindikator ekosistem perairan Air bersih Air tercemar Bakteri Fe : Sphaerotilus Jamur : Leptomitus Algae : Chlorella Cladocera Chlamydomonas Ulothrix Oscillatoria Navicula Phormidium Stigeoclonium Protozoa : Carchesium Trachelomonas Colpidium Annelida: Tubifex Limnodrillus Insekta: Plecoptera Negaloptera Trichoptera Ephemeroptera Elmidae Culex Chironomus Tubifera Bivalvia: Unionidae Ikan: Etheostoma Notropis Chrosomus Sumber: Tandjung 1992 Gastropoda: Physa integra Bivalvia: Sphaerium Cyprinus carpio 33 .

Sumber : Tandjung. 1994.Gambar : Ikan yang berwarna merah yang hidup di air bersih. akan berubah warna menjadi kuning pucat pada saat air menjadi tercemar. 34 .

Gambar : Larva serangga yang hanya dapat dijumpai hidup pada ekosistem perairan yang bersih Gambar: Serangga dan siput air yang hidup pada perairan yang terkontaminasi oleh limbah organic 35 .

Gambar : Beberapa kelompok invertebrata yang hidup di ekosistem perairan yang tercemar sedang 36 .

89 Tercemar sedang 5 < 0.30 – 1.29 Tercemar ringan 4 0.Gambar: Pada ekosistem yang tercemar berat dijumpai berbagai bentuk cacing air Pencemaran perairan menyebabkan kerusakan organ dan penurunan berat ikan (status nutrisi ikan) Tabel 3: Korelasi antara angka status nutrisi ikan (NVC) dengan tingkat pencemaran perairan No NVC Tingkat Pencemaran 1 > 1.90 – 1. Sumber: Tandjung.49 Tercemar berat Gambar: Ikan harus dengan morfologi seperti torpedo.50 – 0. 1982 37 . air bersih 2 1.69 Terkontaminasi 3 0. diukur dari ujung mulut sampai ujung ekor.70 Tidak ada.

38 .Insang adalah sasaran utama pencemaran perairan Tabel: Tingkat kerusakan hispatologi (mikroanatomi) insang menentukan tingkat pencemaran perairan. No Mikroanatomi normal Air bersih 1 2 3 4 5 Edema pada sel epitelium lamellae branchiales Hiperplasia pada satu basis lamella branchiales Hiperplasia pada 2 lamellae branchiales Hampir semua lamellae branchiales mengalami hiperplasia Semua lamellae branchiales dan filamen kehilangan struktur Air terkontaminasi Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar agak berat Tercemar sangat berat Gambar: Struktur mikroanatomi insang ikan yang hidup dalam berbagai media dengan tingkat pencemaran berbeda.

ruang. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal mengenai lingkungan dan ekologi manusia serta strategi mengatasi masalah kependudukan. malapetaka sudah menunggu di masa yang akan datang. sehingga hambatan pembangunan akan timbul apabila manusia melalaikannya. Hal ini karena kita sudah beranggapan bahwa ke lima asas tersebut tidak ada gunanya dan relevansinya untuk kepentingan manusia. waktu dan keanekaragaman adalah sama pentingnya dengan materi dan energi sebagai sumber alam. Ketergantungan kita pada 39 . Sungguhpun demikian banyak masalah manusia dewasa ini timbul. oleh karena itu harus diberikan cukup waktu untuk diubah kembali dari satu bentuk ke bentuk berikutnya pada saat menjalani siklusnya. energi. Asas 3 mengatakan bahwa materi. PENYAJIAN : Dari empat belas asas yang telah dibahas. karena kegagalan manusia untuk menyadari bahwa ruang. MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas masalah lingkungan dan ekologi manusia serta strategi mengatasi masalah kependudukan yang akan diberikan dalam satu kali pertemuan. Sedemikian pentingnya. Implikasi dari sistem ini adalah bahwa materi beredar atau melakukan siklus dalam ekosistemnya.LINGKUNGAN DAN EKOLOGI MANUSIA TIK : Setelah selesai mengikuti kegiatan perkuliahan pada BAB IV ini. Jadi pada hakekatnya pencemaran alam merupakan gejala teknologi yang berlawanan dengan kehendak dan kemampuan alam. Contoh yang paling nyata adalah tumpukan sampah di kota besar. lima asas sangat penting dalam peradaban manusia pada era teknologi modern. ini merupakan kelalaian manusia yang tidak memberikan waktu dan kesempatan kepada mikroba pembusuk untuk melakukan fungsinya dalam proses resiklus materi. Apabila kita tetap mengabaikan ke lima asas tersebut. Implikasi lain yang penting ialah pengadaan sumber alam menentukan kapasitas bawa suatu lingkungan. waktu dan keanekaragaman semuanya adalah kategori sumber alam.

minyak dan gas bumi bahkan pada tenaga nuklir yang merupakan energi persediaan atau energi tersimpan I bukan energi mengalir seperti energi matahari). Sampah bertumpuk karena tidak sempat di resiklus oleh mikroba dalam ekosistemnya. menyebabkan kapasitas bawa dunia ini meniungkat bagi manusia. Sementara itu industri plastik saat ini terus berkembang dengan pesatnya. Penggunaan energi yang semakin meningkat oleh perkembangan peradaban manusia contohnya orang-orang Amerika Serikat yang menggunakan energi. Bahkan di Indonesia diperkirakan hanya dapat dihasilkan kurang dari 30 tahun saja. Kemudian masalahnya bertambah parah ketika ada sampah plastik yang tak dapat dibusukkan secara biologi. Ketergantungan penggunaan energi juga beralih dari energi matahari ke energi batu bara. Selain itu berapa masalah lingkungan berkembang dalam lingkungan hidup manusia. produksi energinya naik menjadi 203 kali lipat. dan timbullah kesulitan untuk membuang limbahnya.82 kali lipat pada kurun waktu 120 tahun. Sehingga kecenderungan bahwa kita sedang menghabiskan persediaan gas dan minyak bumi sangatlah nyata. kemudian gas dan minyak bumi. tempat manusia ini hidup. Keanekaragaman hidup sebagai sumber alam yang dapat mempertahankan kemantapan. karena adanya penggunaan energi yang besar oleh peradaban modern dewasa ini. Apabila ini benar. ialah karena 40 . Konsekuensi lain sebagai akibat meningkatnya aliran energi dalam ekosistem. dan sumber energi lain seperti sumber geothermal dan energi nuklir tak dapat digunakan pada waktunya. sehingga terkonsentrasi pada ruang tertentu saja. sehingga kapasitas bawa dari bumi merosot. sehingga terjadi pencemaran alam. manusia telah menggali dan mengelola materi dalam ekosistemnya melebihi kecepatan pembusukan atau dekomposisi bahan buangan. Apa yang akan terjadi kemudian?. Perhatian sangat kurang kepada kemungkinan berkurang atau habisnya persediaan energi. Pada asas tersebut. maka kapasitas bawa seluruh planet ini akan merosot sangat drastis. Penduduk Amerika Serikat naik 8. maka peningkatan produksi naik dengan pesatnya. Hal ini menyebabkan kapasitas bawa ekosistem manusia meningkat pula. Penggunaan energi yang sangat besar ini tidak merata. melainkan hanya terpusat di wilayah tertentu saja (kota besar dan pusat industri). karena kita terus menerus mengurangi keanekaragaman bentuk kehidupan di luar kota dan desa. Pencemaran ini merupakan kesan sampingan yang sangat merugikan. sedangkan per individunya dalam penggunaan energi naik menjadi 23 kali lipat.

Pemecahan dari masalah ini adalah diterapkannya program transmigrasi. di Indonesia masalah yang lebih penting lagi menyangkut hubungan antara ruang dengan penyebaran penduduk. hal ini mempunyai konsekuensi dalam penggunaan ruang. namun jumlah penduduk absolut akan terus meningkat. Sistem pengangkutan ini disamping menelan energi yang sangat besar. Anonim. sehingga banyak kawasan pemukiman yang terpaksa harus menelan daerah tepi kota yang relatif subur untuk daerah pertanian. ekonomi. Walaupun laju pertumbuhan penduduk Indonesia semakin tahun cenderung semakin menurun. juga menimbulkan pencemaran terhadap alam. seperti “megacities” Jakarta. seperti wabah penyakit. serta hewan ternak sapi dan biri-biri. Artinya akan terjadi pertambahan penduduk sekitar 70 juta orang dalam waktu 30 tahun (1990 – 2020). Yang umum. dan kehidupan sosial. tetapi juga dilihat dari pengaruhnya terhadap keadaan alam. gambaran keadaan suatu wilayah ditandai dengan bertambah majemuk dan bervariasinya keadaan kependudukan. sebelum harga meningkat. 41 . Ruang adalah sumber alam yang kritis bagi manusia. gandum dan palawija. jagung. Dan apabila ruang dan tanah itu sudah memiliki prospek urbanisasi dan industri. maka akhirnya jatuh kepada kaum spekulator yang tak langsung mengembangkan ruang itu.energi hanya ditumpukkan kepada komponen biotik tertentu saja yang menguntungkan manusia. Disamping hal ini sudah umum. Ekosistem yang berbeda antara pulau-pulau di Indonesia akan menambah kompleksitas yang dihadapi. Ekosistem manusia menjadi rawan terhadap berbagai bentuk perubahan lingkungan . meskipun masalahnya berlainan antara satu negara dengan negara yang lain. Ini berarti dibutuhkan kemampuan pengelolaan keterkaitan kependudukan dan lingkungan yang tidak hanya melihat dari sudut demografinya saja. adalah adanya perkembangan urbanisasi di sekitar kota besar. Ini membawa manusia kepada kemampuan untuk tukar-menukar bahan secara lebih besar dan lebih jauh lagi antara wilayah yang satu dengan lainnya. Hal ini berarti ekosistem manusia semakin kurang mantap. serangan hama dan perubahan cuaca. Ketidakmantapan ini terutama karena kita cenderung untuk meningkatkan populasi seperti tanaman padi. Diproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan berkisar 254 juta – 257 juta orang. Proporsi energi yang tinggi dunia ini juga dicurahkan pada kepentingan transportasi. dan menekan banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan yang lain.

pemenuhan energi dan kebutuhan pangan. Bila dikaitkan dengan kemampuan sumber alam, maka masalahnya adalah sejauh mana sumber alam tersebut dapat memenuhi kebutuhan pertambahan penduduk. Tabel : Perkiraan kepadatan penduduk (org/km) tahun 2020 Perkiraan Kepadatan Penduduk (org/km) th 2020 WILAYAH 1990 2020 Maluku & Irian 7 14 Sulawesi 66 101 Kalimantan 17 31 Bali, NTB, NTT, 115 180 Timtim Jawa 813 1093 Sumatra 77 128 Dari berbagai hasil pembangunan yang dicapai, maka gambaran keadaan penduduk di masa datang adalah sebagai berikut: 1. Prosentase penduduk perkotaan semakin besar disebabkan oleh adanya urbanisasi dan adanya perubahan wilayah dari desa ke kota 2. Laju pertumbuhan penduduk menurun seiring dengan terjadinya perubahan struktur usia , dimana penduduk usia produktif semakin besar 3. Permintaan barang non pangan akan meningkat dengan pesat yang berimplikasi pada pengurangan sumber alam untuk kepentingan non pangan.

STRATEGI MENGATASI MASALAH KEPENDUDUKAN
Tantangan-tantangan yang akan dihadapi di masa depan cukup berat. Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera baik di desa maupun di kota, perhatian terhadap lingkungan menjadi prasyarat. Keberlanjutan kehidupan di pedesaan dan perkotaan sangat terkait dengan aspek lingkungan. Apapun bentuk dari dinamika penduduk yang terjadi, bila kebijakan kependudukan selalu dikaitkan dengan dimensi lingkungan, maka pembangunan yang berkelanjutan akan terwujud. Untuk itu dibutuhkan strategi:

42

1. Pengembangan keterkaitan kependudukan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan 2. Perumusan integrasi kebijakan kependudukan, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan pada tingkat nasional, regional dan local 3. Pelaksanaan program integrasi kependudukan, lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan pada masyarakat. Manusia juga sudah melupakan waktu sebagai sumber alam yang kritis. Ini berarti bahwa kita kurang menyadari bahwa suatu proses atau kejadian tergantung dengan waktu. Misalnya penggunaan sumber energi tenaga nuklir, dibutuhkan waktu untuk penelitian dengan cermat, dan waktu yang dibutuhkan tidak sedikit. Keanekaragaman sebagai sumber alam juga telah dilalaikan oleh manusia. Seorang ahli berpendapat bahwa hasil peradaban manusia telah mempercepat aliran energi melalui sistem biologi. Banyak wilayah daratan di permukaan bumi ini dicoba untuk dibuat seragam menjadi daerah pertanian yang serupa, sejenis, untuk wilayah yang sangat luas. Keanekaragam tumbuhan dan hewan dikurangi oleh manusia untuk membentuk daerah monokultur, dan akibat semua ini adalah: 1. Pengaruh penyederhanaan keanekaragaman biologi terhadap hama dan penyakit. 2. Pengaruh monokultur terhadap kemantapan ekonomi. 3. Pengaruh penyederhanaan keanekaragaman biologi terhadap habitat yang tak subur 4. Pengaruh kurangnya keanekaragaman ekonom terhadap stagnasi ekonomi di kota. Asas 4 mengatakan bahwa dalam setiap proses yang berlaku di suatu lingkungan terdapat tingkat optimum untuk pengadaan sumber alamnya. Asas ini mengingatkan kita pada adanya batas kejenuhan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi berbagai proses, karena memang sumber alam itu terbatas jumlah atau pengadaannya. Sehingga pencemaran alam menjadi sangat berbahaya apabila kita terlalu memperjenuh kapasitas udara dan air dengan bahan pencemar. Demikian pula apabila kita terlalu memaksakan kemampuan mikroba tanah untuk pembusukan sampah lingkungan. Implikasi ini untuk manusia menyangkut hasil panen yang optimum. Pencemaran alam dapat merupakan faktor pembatas pada populasi manusia. Artinya pencemaran alam dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Pencemaran alam dan penurunan nilai ekosistem

43

tempat hidup manusia merupakan akibat terlalu cepat meningkatnya daya penggunaan energi. Salah satu usaha untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi kecepatan aliran energi. Pada dasarnya penurunan nilai ekosistem manusia karena pencemaran alam yang ada hubungannya dengan kepadatan manusia. Asas 10 menyangkut efisiensi penggunaan energi pada komunitas yang melampaui tingkat pionirnya. Manusia bahkan bertindak sebaliknya, setelah teknologi makin berkembang, kita bahkan makin kurang cermat dalam menggunakan energi. Komunitas alam cenderung untuk menjalani evolusi yang menuju ke arah efisiensi yang makin tinggi dalam penggunaan energi. Asas 11 mengemukakan tentang sistem yang mantap mengeksploitasi sistem yang rawan. Asas inilah maka kota-kota besar yang dilengkapi dengan berbagai bentuk pelayanan, industri, kebudayaaan, administrasi dan sosio-ekonomi yang sudah mantap dan beranekaragam, selalu menjadi penyerap kota kecil atau wilayah di sekitar kota besar tersebut. Akibatnya kota besar selalu hidup sebagai “parasit” terhadap kota kecil dan wilayah di sekitarnya. Contoh nyata adalah tenaga kerja, kota besar selalu menyerap tenaga kerja dari kotakota kecil. Proses ini sebetulnya menimbulkan kota dan wilayah yang kurang mantap justru tetap dipertahankan dalam keadaan rawan, karena energi yang seharusnya digunakan untuk memantapkan, ternyata malah dialirkan ke pusat kota tersebut. Asas 14 mengemukakan kesan perlambatan yang beroperasi dalam sebuah populasi menghasilkan momentum yang kuat dan pola yang menentukan naik turunnya populasi. Manusia merupakan contoh terakhir yang dikuasai oleh perlambatan, dan bahkan populasinya tumbuh di luar batas kemampuan untuk menahannya, kecuali oleh kekuatan yang tersimpan dalam nilai peradaban manusia itu sendiri. Populasi yang diatur dengan menggunakan suatu sistem sebab akibat yang kemudian menimbulkan kesan perlambatan, cenderung untuk memiliki keteraturan yang tinggi dalam pola turun naiknya populasi. Keadaan populasi di wilayah tertentu sangat kuat dipengaruhi oleh sejarah atau keadaan masa lalu populasi dengan lingkungannya yang cenderung dapat mengatur populasi tersebut. Contohnya populasi manusia. Ada dua mekanisme untuk mengarahkan populasi manusia untuk terus tumbuh :

44

1. Daya kesuburan wanita, pada wanita muda 2. Populasi wanita muda pada populasi yang sedang tumbuh akan terus bertambah. Proses yang dapat membantu membatasi kecenderungan pertumbuhan populasi manusia adalah perkembangan ekonomi, pencemaran alam. Kelima asas tersebut di atas sangat relevan untuk manusia dalam ekosistemnya.

45

SISTEM LINGKUNGAN
TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan BAB V ini, diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan berbagai sistem lingkungan. MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas mengenai berbagai sistem lingkungan yang akan diberikan dalam dua kali pertemuan. PENYAJIAN :
1. Sistem Pertanian Indonesia merupakan negara kepulauan , dan rakyatnya sebagian besar hidup sebagai petani. Meskipun untuk memenuhi kebutuhan bahan sandang dan pangan pemerintah Indonesia masih harus mengimpor dari luar negeri.. Namun demikian sumbangan sector pertanian untuk negara tidak dapat diabaikan begitu saja. Beberapa tahun yang lalu Indonesia bahkan sudah berhasil swasembada beras, sedangkan komoditi yang lain keberhasilannya belum dapat menyamai komoditi beras. Sumbangan sektor pertanian di negara kita terhadap pembangunan tidak lepas dari bagaimana strategi pertanian diterapkan, karena rendahnya produktivitas sektor pertanian akan mempengaruhi perekonomian secara nasional. Apabila dihubungkan dengan asas yang telah dipelajari di depan, apakah tujuan strategi pertanian tersebut sejalan dengan asas-asas yang sudah dibahas, Sehingga kalau ternyata berlawanan, maka akan dilakukan pemilihan strategi pertanian yang dapat dipertimbangkan baik jangka panjang ataupun jangka pendeknya. Adapun strategi pertanian mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Memperoleh produksi maksimum per unit luas tertentu dari tanah pertanian. 2. Melakukan tata cara bertani untuk memperoleh keuntungan maksimum. 3. Menekan sekecil-kecilnya ketidakmantapan dalam produksi pertanian

46

layak secara ekonomi dan secara social dapat diterima. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut diperlukan upaya-upaya: 1. dalam hal ini ada 12 pertimbangan. Peningkatan peran serta masyarakat dan kualitas sumberdaya manusia 4. jalur pelindung. Perbaikan unsur hara untuk peningkatan produksi pertanian. Perbaikan produksi pertanian dan sistem bertani melalui diversifikasi usaha tani dan upaya pengembangan prasarana pendukung 3. Konservasi dan rehabilitasi tanah 5. Untuk itu perlu dicari alternatif teknologi dan metode yang tepat guna. atau penjaga keseimbangan tata air. dan menjamin bahwa peningkatan produksi tersebut tidak akan berakibat pada kerusakan sumber alam dan lingkungan. penahan erosi tanah. Mencegah penurunan kapasitas produksi sistem pertanian. Yaitu: 1. jalur hijau. atau dari daerah asal sebelum tanah tersebut menjadi tanah pertanian. Apakah perlu ada inovasi tanaman atau ternak yang berasal dari luar negeri. luar daerah. serta dengan mencegah kerusakan lingkungan baik dalam jangka panjang ataupun pendek. perencanaan dan program terpadu pertanian. pilihan tata kerja harus ditawarkan ke petani. yaitu bagaimana cara untuk memperoleh hasil produksi optimum bagi kepentingan manusia. atau perlu menyelamatkan sebagian kawasan hutan untuk memperoleh kayu bakar. 47 . 2. Sedangkan strategi pengembangan pertanian yang berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber alam yang berorientasi pada perubahan teknologi dan kelembagaan yang dapat menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan. Pengkajian kebijakan. Untuk melaksanakan strategi ini. terutama beras sebagai pangan utama.4. Ini berarti bahwa tujuan dan sasaran pengembangan pertanian secara berkelanjutan merupakan sebuah upaya peningkatan produksi pertanian . 2. namun biaya produksi dan energi seminimal mungkin. Dalam mencari strategi pertanian banyak timbul masalah. Apakah perlu menebang seluruh daerah hutan untuk keperluan petani. Pengendalian hama terpadu 6.

tentunya harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia. sector pertanian di masa mendatang menghadapi tantangan. 4. Berapa luas daerah pertanian yang sanggup digarap untuk mendapatkan hasil produksi yang optimum sesuai dengan kemampuan biaya dan tenaga. Mobilisasi petani yang tinggi tidak hanya mengalir ke hilir (kota). dan tantangannya berupa: 1. bagaimana sistem yang paling cocok. yang umumnya berada di kota. Apakah perlu mengganti kerbau dengan traktor. sebagai akibat menyempitnya tanah usaha sehingga para petani mencari sumber tambahan dengan bekerja di luar bidang pertanian. 4. dan bagaimana cara pembangunannya agar dapat memberikan manfaat yang banyak 6. pestisida. 2. 5. dan permukiman terhadap tanah-tanah pertanian yang diperburuk dengan meningkatnya usaha intensifikasi pertanian dengan menggunakan masukan an organik (pupuk. Tanaman dan hewan yang akan dipelihara harus disesuaikan dengan daerah setempat 8. Apakah perlu membangun irigasi. Sistem pertanaman monokultur atau tumpangsari? 10. 3. Meningkatnya tekanan penduduk. Berapa banyak pestisida yang harus digunakan 11. dan 48 . namun Anonim Indonesia. karena traktor menghasilkan energi lebih banyak. 7. Berapa banyak kerapatan tanam supaya mendapatkan hasil yang optimum 9. pertumbuhan industri. Derasnya mobilisasi penduduk pedesaan yang disebabkan semakin menurunnya penghasilan petani.3. Apakah perlu pemeliharaaan seperti penyiangan? 12. namun harganya mahal dan tidak dapat menghasilkan pupuk kandang. Penurunan kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan lain akibat makin cepatnya laju pengalihan fungsi tanah pertanian. Berapa banyak hasil ternak yang ingin dicapai. tetapi juga dengan mengalir ke hulu (merambah hutan lindung) yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Bagaimana menentukan tanaman yang akan ditanam dan pemakaian pupuknya? Meskipun upaya untuk meningkatkan produksi pertanian sudah dirancang sedemikian rupa.

dan pada akhirnya menjadi hutan dengan biomassa yang besar. selanjutnya untuk peningkatan produksi dilakukan intensifikasi misalnya dengan penggunaan pupuk. Pada sistem pertanian keanekaragaman menjadi berkurang. Komunitas alam input energinya hanya tergantung pada matahari. Dengan mengurangi keanekaragaman spesies pada sistem pertanian monokultur. misalnya menanam padi yang mempunyai butir banyak dengan rumpun yang pendek. maka menaikkan homogenitas jenis. 49 . 5. Pada sistem monokultur ini. Pada hal sistem pertanian seperti ini si petani mempunyai tujuan tertentu yaitu mendapatkan produktivitas per biomassa setinggi mungkin. karena proses ini bermula dari komunitas dengan tumbuhan perintis dan kemudian menjadi semak belukar. namun pemanfaatan energi untuk mengurus lebih cermat. hal ini tergantung dari keinginan si petani itu sendiri. irigasi dsb. Ketatnya persaingan untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas tinggi dengan harga bersaing dalam menghadapi era perdagangan bebas. Sedangkan pada komunitas alam mempunyai kestabilan dan keanekaragaman yang tinggi dengan biomassa setinggi mungkin per luasan tertentu. sehingga diusahakan menanam jenis yang produksinya tinggi. meskipun keanekaragaman rendah sekali. mekanisasi tanah. dan hal ini seringkali menjadi petaka besar. sehingga kawasan pertanian menjadi sangat tidak stabil. karena banyaknya aliran energi yang keluar masuk dengan cepat.hormon pengatur tumbuh) dalam jumlah besar yang pada akhirnya mengakibatkan kualitas lingkungan air dan tanah menjadi turun. Akhirnya praktek bertani banyak memerlukan energi untuk memelihara kemantapan. Misalnya si petani menginginkan lahannya untuk ditanami secara monokultur ataupun tumpangsari. disertai dengan pembalikan mineral tanah. pestisida. sehingga mengakibatkan kerusakan tanah. Pada komunitas alam yang mengalami suksesi yaitu merupakan proses perubahan komunitas yang berurutan yang menyangkut peningkatan biomassa. Sistem Pertanian dan Komunitas Alam Sistem pertanian berbeda dengan komunitas alam.

pemanfaatan mekanisasi dan teknologi pertanian. sehingga memerlukan biaya yang sangat besar yang mungkin diluar kemampuan negara berkembang. hasil panen terus meningkat. seperti musim. Namun demikian dari hasil revolusi hijau ini sebaiknya perlu dicermati oleh kita karena: 1. Revolusi hijau juga mengancam kita dengan bahaya genetika. Hasil panen dapat terus-menerus ditingkatkan dengan pemakaian pupuk. Dari hasil revolusi hijau ini varietas tanaman memang sudah relatif lebih baik. Di India. berarti akan terjadi pembukaan lahan baru. 3. tetapi produksi yang meningkat itu bukan semata-mata hanya karena varietas tanaman saja yang baik. padi. jagung). 4. India. ada aspek lain yang mendukung. 50 . Program ini diharapkan dapat mengatasi krisis populasi sumber alam yang melanda negara-negara berkembang. maka ada kemungkinan daerah tersebut peka dengan hama dan penyakit. peningkatan keanekaragaman justru perlu ditingkatkan untuk memantapkan daerah pertanian.Revolusi Hijau Revolusi hijau adalah suatu usaha untuk mencari berbagai varitas tanaman penghasil biji-bijian (terutama beras dan gandum) yang berproduksi tinggi dalam skala yang besar. Hal ini sesuai dengan asas 3 yang menyatakan bahwa ada lima kategori sumber alam. energi (suhu). Penelitian dan pengembangan dari revolusi hijau ini dilakukan di negara-negara sedang berkembang seperti Filipina. yang dapat menaikkan hasil panen. Menurut asas ke 13. 2. pembangunan irigasi.. termasuk materi (curah hujan). namun kita tetap harus waspada karena kemajuannya harus diimbangi dengan aspek-aspek yang lain seperti peningkatan sumber daya manusianya. Apabila wilayah pertanian hanya ditanamai varietas tertentu saja (gandum. Pakistan dan Turki. dan apabila cara ini terus menerus dilakukan. tetapi dengan cara membuka lahan pertanian yang baru. Meksiko. Disini dapat disimpulkan bahwa meskipun revolusi hijau membawa kemajuan yang berarti.

juga bagi penduduk sekitar hutan merupakan sumber pangan. Eksploitasi Hutan Eksploitasi hutan tidak hanya terbatas pada hasil hutannya saja. yang banyak dilakukan di negara-negara berkembang yang mempunyai kepadatan penduduk yang relatif tinggi. Di Indonesia eksploitasi hutan disamping yang disebutkan diatas juga karena adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak merata. baik flora maupun faunanya dan juga sebagai paru-paru dunia. pertanian. kira-kira seperempatnya terletak di wilayah Asia-Pasifik dan hampirnya merupakan hutan alam. melainkan pada hutan itu sendiri seperti pembukaan lahan untuk pemukiman. Untuk mengatasi hal semacam ini diperlukan kesadaran masyarakat yang tinggi mengenai arti pentingnya peranan hutan bagi manusia secara berkelanjutan.2. Dari seluruh hutan di daerah tropika. Sedangkan Indonesia mempunyai hutan tropik terluas ketiga di dunia. karena kekuasaan. pembukaan lahan untuk program transmigrasi dsb. Strategi Ekonomi Dari aspek ekonomi. penambangan. separohnya merupakan hutan yang terletak di daerah tropika. Siatem Hutan Luas hutan dunia. Hutan dan Perkembangan Bangsa Apabila dilihat dari sejarah perkembangan manusia. pengaruh dan vitalitas kebudayaan beberapa masyarakat zaman dahulu banyak bergantung kepada pengadaan hutan di lingkungan negaranya. hutan memegang peranan yang berarti. Anonim pembangunan di sector kehutanan selama PJP I telah memberikan dampak yang sangat berarti bagi pembangunan ekonomi dan perbaikan lingkungan hidup di negara kita. kasus pemilikan tanah secara tradisional. Secara ekologis hutan merupakan sumber keanekaragaman hayati yang sangat kaya. rawa air tawar dan hutan bakau. dengan ekosistem yang beragam mulai dari hutan tropik dataran rendah dan dataran tinggi hutan rawa gambut. 51 . hutan merupakan sumber pendapatan penting bagi negara terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang. Ekosistem hutan tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang penting.

karena setelah penebangan hutan kemudian ditemukan arang batu bara sebagai pengganti kayu bakar. banyak sekali kebudayaaan yang berkembang terutama pada masyarakat asli pedalaman yang mempunyai keterkaitan dengan hutan. tanah dan air. tetapi pada abad ke empat sebelum Masehi pengaruhnya menurun sejalan dengan habisnya wilayah hutan di negara tersebut. Serasah di lantai hutan dapat mencegah rintikan air hujan untuk langsung jatuh ke tanah. sehingga apabila dibawahnya ada tanaman pertanian maka pertumbuhannya akan baik dan dapat meningkatkan hasil panen. suku-suku di Kep. Sedangkan pada hutan yang belum ditebang penuh dengan belukar. Pengaruh Hutan terhadap Lingkungan Hutan berpengaruh terhadap faktor lingkungan yaitu iklim. Jadi apabila hutan di lereng gunung habis ditebang. Pohon-pohon hutan juga mempengaruhi struktur tanah dan erosi. Sedangkan di negara Indonesia. sehingga mempengaruhi pengadaan air di lereng gunung. akibatnya mengurangi penguapan air (evaporasi) dari tumbuhan yang terlindung olehnya. Hal ini disebabkan karena menurunnya hasil hutan yang dipakai untuk membangun armada kapalnya. hasilnya menunjukkan bahwa hutan mempengaruhi iklim setempat (iklim mikro). Contoh hasil penelitian tentang pengaruh hutan terhadap iklim telah dilakukan dengan membandingkan hutan yang sudah ditebang dan hutan yang masih utuh. Begitu pula dengan negara Spanyol yang telah berjaya dengan kekuasaannya selama tiga abad pada abad ke 17 menurun . dengan demikian daya serapnya berkurang. Pada hutan yang sudah ditebang dapat menimbulkan variasi iklim yang besar dari panas ke dingin. tanpa adanya serasah. tanah lantai hutan akan padat oleh air hujan. yang 52 .Misalnya Athena dan Sparta adalah negara yang kuat pada zaman sebelum Masehi. sehingga negara itu masih tetap eksis. Mentawai dsb. Misalnya suku-suku di pedalaman hutan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Riau yang senantiasa menjaga kelestariannya. dan dari basah ke kering sehingga kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Lain halnya dengan Amerika Serikat yang agak beruntung. Disini dapat diartikan bahwa banyak negara tergantung dengan hutan karena kemampuan mereka mengelolanya. kemudian ditemukan pula minyak bumi. karena pohon-pohonan mampu mengurangi kecepatan angin. air hujan akan mengalir deras membawa partikel tanah permukaan.

untuk menyokong penghidupan 53 . maka akan dapat ditentukan pola penggunaan wilayah dengan keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka panjang. Berbagai teori telah dikembangkan dalam mencari hubungan antara vegetasi dengan iklimnya. Makin banyak pohon yang ditebang. artinya tidak ada unsur paksaan bagi seseorang untuk hidup bertani. karena makin berkurangnya daya serap tanah. Apabila kejadiannya semakin parah. Dari uraian di atas nampak bahwa penebangan hutan dapat menciptakan “lingkaran setan”. karena lingkungan nya tidak cocok untuk pertanian. Teori ini berkembang dalam dalam suatu bidang ekologi yang dikenal dengan ekologi zona kehidupan (Life-zone ecology). Bidang keilmuan ini dapat digunakan sebagai alat dalam perencanaan tataguna tanah pada tingkat nasional.kemudian bercampur menjadi Lumpur. kemudian menentukan penyebaran populasi manusia yang diatur dan disesuaikan menurut pembakuan (standart) kehidupan yang diingini. maka menimbulkan banjir. Dalam hal ini hubungan antara ekologi zona kehidupan dengan perencanaan tataguna tanah menurut Holdrige (1967) pada tingkat nasional pada sebuah negara mempunyai dua strategi. Pengaruh Hutan dalam Tataguna Tanah Keadaan iklim mikro di suatu daerah berhubungan erat dengan vegetasi yang terdapat di daerah itu. Apabila dapat ditentukan jenis tumbuhan yang dapat dipelihara di suatu daerah dengan cukup menguntungkan. sehingga makin sukar tumbuhan akan hidup. air yang mengalir dari lereng gunung tanpa rintangan. Strategi pertama adalah dengan menentukan pola penghidupan yang sesuai dengan keadaan sumber alam yang ada di lingkungannya. Strategi ini pertama harus menentukan kapasitas manusia dan jenis tanah serta iklim daerah setempat. Strategi yang kedua adalah membiarkan populasi manusia tumbuh semaunya serta membuka kesempatan kepada mereka untuk memanfaatkan setiap jengkal tanah yang dimanfaatkan untuk pertanian. maka semakin besar perubahan ekstrim iklim mikro. Hal ini menyebabkan tanah di lereng gunung menjadi gersang dan kerdil. Peristiwa ini akan menutupi pori-pori tanah di permukaan. banjir ini akan menghanyutkan lapisan humus pada permukaan tanah. pada hujan berikutnya lebih banyak lagi air yang mengalir di sepanjang lereng.

Penelitian untuk menemukan teknik yang terbaik dalam mengklasifikasikan wilayah telah banyak dilakukan. curah hujan. Kelompok/asosiasi tumbuhan tersebut dapat dibatasi oleh ke tiga faktor tersebut. yang masih memungkinkan pertumbuhan vegetasi. dapat ditentukan berbagai asosiasi tumbuhan yang ada di dalam zona tertentu. dan kelembaban udara dalam unit yang memiliki relevansi biologi secara maksimum. curah hujan atau evapotranspirasi potensial pada tumbuhan berhubungan erat dengan nilai logaritma nilai yang diukur dari ketiga besaran tadi. 2.mereka. dan kelompok ini yang menempati zona kehidupan tertentu. meskipun dengan produksi rendah (namun pilihan ini bertentangan dengan asas ke empat). Jad untuk suhu digunakan indeks suhu biologi (biotemperatur) rata-rata per tahun. Pengaruh suhu. Zona ini mempunyai dua arti yaitu ditujukan pada tumbuhan yang hidup didalamnya dan ditujukan pada batas kisaran nilai suhu dan curah hujan dalam zona tersebut. Asosiasi tumbuhan yang dijumpai dimanapun di bumi ini berdasarkan tiga faktor lingkungan. Zona Kehidupan Pengujian zona kehidupan telah dilakukan oleh Holdridge. Holdridge menyatakan suhu biologi itu sebagai suhu yang berada pada batas kisaran. Ekivalensi di antara ketiga besaran faktor iklim dengan suatu jenis asosiasi tumbuhan dapat dinyatakan dengan suhu. 54 . curah hujan dan kelembaban udara. yaitu suhu. Kedua angka biotemperatur dan curah hujan ini sudah cukup untuk menentukan zona kehidupan. Oleh karena itu berdasarkan hubungan antara kedua faktor iklim tersebut dengan tumbuhan yang tersebar di dalamnya. yang mendasarkan metodenya pada perkiraan bahwa: 1. 3. sehingga dapat ditentukan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah dengan berbagai faktor lingkungannya dengan memanfaatkan sumber alam yang ada di dalamnya sebaik mungkin. Dan vegetasi diperkirakan tumbuh pada kisaran suhu antara 0 C – 30 C Curah hujan dinyatakan dengan jumlah rata-rata per tahun dalam millimeter.

3. Satu macam kelompok tumbuhan yang tumbuh di suatu kawasan tidaklah secara unik ditentukan oleh zona kehidupan. Sistem Danau Indonesia mempunyai lebih dari 500 danau dengan luas sekitar 5000 km 2. Jadi Holdridge mengenal asosiasi suhu. Sumatra dan Irian Jaya mempunyai spesies endemis. Tiap asosiasi ini kemudian dapat dibagi pembagian tingkat ketiga yang didasarkan pada perbedaaan tataguna tanah. asosiasi tanah dst. maka ia akan sampai pada ketinggian yang keadaan vegetasinya sebanding dengan kondisi curah hujan yang serupa dengan keadaan di kutub.4. kemudian dapat pula ditentukan jenis tumbuhan apa yang cocok ditanam di daerah tersebut. Danau dapat 55 . kelembaban. Holdridge mengusulkan adanya tiga tingkat hirarki untuk mengklasifikasikan lingkungan tumbuhan. kalau seseorang mendaki lereng gunung di daerah tropika. Tumbuhan dan hewan yang ada di dalam danau adalah bagian dari pada sistem interaksi yang dinamis dan diantara mereka saling pengaruh-mempengaruhi. Dari sejumlah danau terutama di Sulawasi. sedangkan di Indonesia bagian Barat. Sistem di atas mempunyai arti bahwa seorang ahli yang terlatih dapat meramalkan jenis komunitas di suatu daerah berdasarkan pada data faktor lingkungan dan iklim di daerah tersebut. 12 spesies endemik moluska.. seperti angin yang keras searah. pola curah hujan menurut musim dst. curah hujan. kabut tebal. dan modifikasi azonal. yang tertinggi atau terluas (zona kehidupan). 5. Asosiasi ini kemudian ditentukan oleh karena adanya pengaruh suhu. Menurut seorang ahli “danau sebagai sebuah mikrokosmos”. Daerah lintang mempunyai ekivalensi dengan jalur ketinggian tempat. 1 spesies endemik ular dan beberapa spesies tumbuhan air. belum diketahui berapa banyak spesies endemik Anonim (1996). Jadi. contohnya Danau Matano-Towuti mempunyai 25 spesies endemik ikan. Danau merupakan salah satu ekosistem dari sekian banyak ekosistem yang telah dikenal. Dalam unit ini kemudian terdapat tiga pembagian yang disebut asosiasi. asosiasi hidris.

ada kemungkinan pada permukaan air juga terjadi kekurangan bahan seperti fosfor. ada juga danau buatan seperti Jatiluhur. Suksesi dalam sebuah ekosistem. Tetapi juga berarti bahwa karena perubahan yang berlalu dalam ekosistem itu. sehingga suhunya menjadi dingin. Oleh sebab itu. Asas pertama. Suksesi dalam Danau Terjadinya sebuah danau berasal dari berbagai akibat atau kejadian. Ketika danau pertama kali terbentuk. kurang bahan makanan tetapi kaya oksigen. Padahal unsur kimia tersebut 56 . maka sinar matahari dapat menembus sampai ke dalam. tidak hanya berarti bahwa setiap spesies tumbuhan dan hewan dalam ekosistem itu mengalami perubahan genetika untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. di dalamnya terkandung bahan organic yang jumlahnya sedikit. maka spesies yang tak sesuai dengan keadaan baru telah diganti oleh spesies yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Dalam keadaaan seperti ini bahan makanan juga sedikit. ekosistem lahir karena perjalanan sejarah. dan airnya jernih. karena depresi tanah kapur. karena belokan sungai yang terlalu dalam. contoh nyata adalah danau. Beberapa danau lain terjadi karena gejala vulkanik misalnya danau Lamongan. karena aktifitas biologi sedikit. Danau alam biasanya terbentuk oleh adanya aktifitas vulkanik atau tektonik (Lehmusluoto. Karena airnya jernih.digunakan untuk mengemukakan beberapa asas penting bagi semua ekosistem. Danau semacam ini disebut danau oligotrofi artinya makanan sedikit. Maksudnya adalah semua bentuk kekuatan yang beroperasi pada setiap waktu di dalam sebuah ekosistem lama kelamaaan dapat mengubah cirri dari ekosistem tersebut.1999). Hewan terutama ikan yang ditemukan di dalam danau tersebut merupakan hewan yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang sejuk. Artinya semua ekosistem mengalami suksesi. nitrogen dan kalsium. Danau Toba misalnya adalah danau yang terjadi karena akibat patahan di permukaan bumi yang kemudian diikuti peristiwa klimat. dengan kerapatan tumbuhan dan hewan rendah. Komposisi spesies tumbuhan dan hewan dalam danau juga berubah-ubah dan proses suksesi ini menyangkut berbagai gelombang perubahan komposisi spesies.

Pada keadaan distrofi. akan memperkaya bahan-bahan di danau tersebut. lama kelamaan danau akan menjadi dangkal karena adanya pengendapan bahan. danaupun akan menjadi lebih kaya dengan jasad hidup. maka produksi bahan organik menjadi bertambah. dengan bagian tengah mempunyai kedalaman tertentu (3-10m). sehingga proses fotosintesis semakin terganggu. Daya pengendapan bahan memang bervariasi dalam danau mesotrofi. Meskipun demikian kegiatan biologis dalam danau lama kelamaan meningkat. Akibatnya kejernihan air semakin lama semakin menurun air menjadi semakin keruh. kecuali kalau memang danau tersebut sangat dingin atau sangat kekurangan bahan makanan. ini berarti sinar matahari tidak dapat menembus ke dalam perairan. Bahan organik seperti fitoplankton. Danau ini kemudian berubah tingkatannya menjadi eutrofi. Apabila terjadi pendangkalan terus menerus dengan jasad hidup yang sangat melimpah. menyebabkan air danau menjadi keruh. terjadi hanya sebatas di permukaan perairan saja. tetapi lama kelamaan akan tenggelam di dasar danau. jumlah bahan organik yang dibusukkan menjadi begitu besar.. hanya di permukaan air saja. sehingga danau airnya menjadi hangat dan terjadilah perubahan komposisi spesies jasad hidup. tetapi ada juga danau mesotrofi yang dengan cepat berubah menjadi dangkal bagian tepinya. maka akan menimbulkan produksi sampah organik meningkat yang mulanya terapung dipermukaan air. lalu menjadi tanah daratan seperti biasa. Ada danau mesotrofi yang lama sekali berubah ke tingkatan berikutnya. Ditambah pula adanya pemasukan bahan dari luar melalui air sungai yang mengalir ke danau. Keadaan tersebut menunjukkan perubahan dari danau menjadi rawa.sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Terutama di tepi danau yang banyak kegiatan biologis. Hal ini menyebabkan selalu tersedia cukup makanan di permukaan air untuk mendukung berbagai kegiatan biologi. sehingga oksigen yang digunakan untuk aktifitas pembusukan 57 . Dengan meningkatnya jumlah total kegiatan biologis per unit waktu dalam volume air tertentu. Akibatnya matahari hanya dapat menembus beberapa meter saja (1-3 m) saja. maka akhir dari suksesi ini akan terjadi distrofi. sehingga danau yang tadinya oligotrofi menjadi mesotrofi. zooplankton dan sampah organik lain yang ada di dalam danau semakin lama semakin banyak menumpuk di daerah permukaan . Apabila kecepatan aktifitas biologi bertambah tinggi dan konsentrasi organisme hidup besar.

di danau Maninjau dan Singkarak. pencemaran limbah pertanian dsb. misalnya pembuangan sampah organik. Hewan (ternak) pemamah biak dari berbagai spesies. akhirnya danau tersebut akan mati. Manfaat Danau bagi Manusia Danau mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. maka 58 . bahkan dari berbagai umur pada spesies yang sama. Urutan perubahan suksesi pada danau tersebut akbat dari aktifitas manusia. rekreasi dan konservasi keanekaragaman flora dan fauna (Lehmusluoto. Disini dibutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan agar tidak habis dan punah. Dari hubungan timbal balik ini manusia dapat memetik manfaatnya yang sangat berharga. 1999). Sistem Padang Rumput Padang rumput dengan sistem peternakan di dalamnya perlu memperoleh perhatian khusus. transportasi. karena sebagai sumber alam air danau dapat dimanfaatkan untuk pengairan. Ini berarti apabila kita memindahkan spesies atau kelompok umur suatu hewan ternak ke padang rumput lain. Keuntungan tehnis dari danau adalah menghasilkan ikan dan sebagai sumber irigasi.melebihi kemampuan tumbuhan untuk menyediakannya. sering mempunyai pilihan spesies tumbuhan tertentu untuk makanannya. Batur dan Bratan danau dapat dimanfaatkan untuk tempat rekreasi. karena merupakan suatu sistem edaran sebab-akibat antara tumbuhan dan hewan dalam lingkungan hidup manusia. contohnya adalah ikan. menjadi sumber alam yang dapat dimanfaatkan baik langsung ataupun tidak langsung oleh manusia. perikanan. 4. kemudian lahirlah komunitas “daratan baru”. Meskipun demikian jumlah bahan makanan (ikan} yang dapat diambil oleh manusia dari danau tergantung dari tingkat suksesinya (kesuburannya). suplai industri domestik. dan irigasi. Yang menarik dari sistem padang rumput ini adalah berlakunya hubungan pengaruhmempengaruhi antara keanekaragaman spesies tumbuhan dan keanekaragaman spesies hewan. PLTU. sehingga diperlukan strategi manusia dalam pengambilan hasil dari dalam danau itu. Danau merupakan sumber bahan makanan yang penting bagi manusia. Akibatnya tumbuhan aquatik dalam danau itu menjadi sangat berkurang daya aktifitas biologinya.

Dalam gambar tersebut terlihat bahwa manusia dapat mengambil hasil dari kedua spesies hewan ternak yang terdapat dalam padang rumput tersebut. hanya akan dicantumkan dua spesies hewan ternak dan dua spesies tumbuhan.kita akan mengubah pula komposisi spesies tumbuhan di padang rumput asalnya. Meskipun pada kenyataannya padang rumput dihuni oleh oleh banyak spesies hewan dan tumbuhan dengan bermacam kelas umurnya yang berbeda-beda. Artinya. setiap tahun manusia dapat mengambil X% dari daging yang dihasilkan oleh spesies hewan yang satu. namun untuk memudahkan ilustrasi pada gambar. dan Y% dari 59 . tumbuhan dan peranan manusia dalam sebuah padang rumput dapat ditunjukkan secara sederhana pada gambar di atas. Hubungan Tumbuhan-Hewan dan Manusia Hubungan antara hewan. Hasil ternak bagi manusia Kepadatan hewan spesies 1 Pengaruh jejak kaki terhadap sifat manusia Kepadatan hewan spesies2 IKLIM Pemupukan tanah oleh manusia Kepadatan tumbuhan spesies 1 Konsentrasi zat makanan dalam tanah Kepadatan tumbuhan spesies 2 Gambar Bagan alir hubungan timbal-balik hewan – tumbuhan manusia di dalam ekosistem padang rumput.

sedangkan “wilde beest” lebih senang makan rumput yang eksklusif. dapat secara tidak langsung memberi pupuk kepada kawasan padang rumput. Kedua spesies hewan ini mempengaruhi spesies tumbuhan . Gambar tersebut tidak menampung hubungan timbal balik sistem hewan-tumbuhan-manusia secara kritis. Berbagai spesies hewan pemamah biak yang hidup di padang rumput yang sama mempunyai pilihan tumbuhan yang berbeda sebagai bahan makanannya. Timbulnya perubahan kerapatan relatif spesies tumbuhan yang berlainan. ada kemungkinan spesies tumbuhan yang kerapatannya menjadi berkurang. Untuk lebih menjelaskan hubungan yang dinamis antara spesies tumbuhan dan hewan di padang rumput . banteng hampir secara eksklusif memakan rumput-rumputan. dirumuskan hubungan tersebut sbb: 1. 3. badak memakan daun semak-belukar. Adanya pilihan tertentu terhadap tumbuhan sebagai makanannya. misalnya bagaimana pengaruh faktor lingkungan terhadap keseimbangan hidup sapi di padang rumput. Sebaliknya tumbuhan merupakan faktor yang penting juga dalam mempengaruhi sifat serta cirri tanah sebagai penyumbang bahan organic. sedangkan rusa memakan pucuk muda 60 . bukan saja spesies stumbuhan tersebut dijadikan bahan makanan. Pilihan Bahan Makanan oleh Ternak Disini dicontohkan oleh Taibott (1996) yang melaporkan bahwa setiap spesies pemamah biak di Afrika Timur dan Tengah mempunyai pilihan bahan makanan yang berlainan. yang kemudian akan terdapat penambahan zat makanan dalam tanah bagi tumbuhan untuk hidup lebih subur. 2. maka hewan dapat mengubah komposisi tumbuhan di padang rumput tsb. Badak lebih suka makan daun dan kayu dari semak belukar yang muda. Manusia dalam usaha meninggikan produksi hewan. Hal yang serupa berlaku di padang rumput Cagar Alam Ujung Kulon. tetapi juga karena pengaruh jejak kakinya. karena adanya seleksi terhadap tumbuhan. bahwa tiap tumbuhan yang terdapat dalam padang rumput itu mempunyai keperluan bahan makanan yang berbeda-beda. Sungguhpun demikian perlu diingat. berakibat pada timbulnya perubahan spesies hewan yang mencari makanan di daerah tsb. Jerapah lebih memilih daun dari pohon-pohon yang tinggi.spesies hewan yang kedua.

Dengan demikian spesies tumbuhan yang masa pertumbuhannya di musim hujan tidak begitu terpengaruh oleh biri-biri. Apabila dianalisa cara makan kedua hewan ternak tersebut dalam segi hubungan antara frekuensi tumbuhan sebagai bahan makanan dengan frekuensi pemakanan oleh kedua hewan tersebut. yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar dalam jangka yang pendek. yaitu dengan menurunnya kapasitas bawa di daerah tersebut sebesar 25%. Meskipun demikian akibat sebaliknya. yaitu cirri-ciri tumbuhan di luar musim penghujan. kanguru bukit turun ke padang rumput karena menemukan makanan yang cocok dengan adanya perubahan komposisi tumbuhan di padang rumput tersebut. Konsekuensi penggembalaan biri-biri tersebut. yaitu padang rumput. Akibatnya biri-biri sangat menekankan plihan makanannya kepada tumbuhan yang mempunyai pertumbuhan vegetatif di luar musim hujan. Jadi penggembalaan yang terlalu intensif tadi. . sehingga penggembalaan mempengaruhi perubahan komposisi tumbuhan. ternyata menngakibatkan kerugian yang sangat besar dalam waktu yang relatif pendek dan merupakan kerugian dalam jangka panjang. Contohnya di Inggris barat laut (kawasan biri-biri). Perubahan serupa ini menyebabkan kerugian besar pada manusia karena perbuatannya sendiri. nampak adanya perbedaan baik pada pilihan hewan terhadap suatu jenis tumbuhan maupun pada intensitas pemakanan tumbuhan tertentu oleh hewan tersebut. Begitu pula di Australia. tetapi juga oleh distribusi umur hewan dalam spesies yang sama. sehingga tumbuhan musim penghujan makin-lama makin unggul (dominan). Pengaruh Perubahan Distribusi Umur Hewan Ternak terhadap Komposis Tumbuhan di Padang Rumput Perubahan komposisi spesies tumbuhan di padang rumput tidak hanya disebabkan oleh perubahan komposisi spesies hewan saja. maka kanguru terusir dari lingkungan hidup aslinya. Semua itu menyebabkan penggembalaan yang berlangsung sepanjang tahun mengubah komposisi tumbuhan ke arah spesies yang mempunyai periode pertumbuhan yang pendek dan akar yang tidak begitu dalam. Di daerah 61 . di negara tersebut hujan sangat tidak menentu waktunya.dari beberapa tumbuhan semak Sedangkan di California sapi dan biri-biri bahan makanannya menurut perjalanan musim (table).

menyebabkan distribusi dan komposisi umur domba itu berubah. tidak memilih matgrass. Hal ini sebenarnya sudah diramalkan pada asas ke 13. apabila manusia terlalu banyak mengambil hasil ternak. Akibatnya matgrass justru mendesak rumput lain yang mempunyai mutu makanan lebih baik. Dari kenaikan produksi tersebut. dan mereka ini memilih rumput lain sebagai bahan makanannya. Untuk mengatasi hal tersebut. sebagai akibat menurunnya kesuburan tanah di bukit. Tetapi kemudian jenis rumput ini menjadi umum dijumpai di padang rumput. biri-biri dewasa memakan rumput ini hampir seluruh tumbuhan dapat tercabut sampai ke akar-akarnya. timbul sebuah polemik. 62 . hasilnya terjadi kenaikan produksi enam kali lipat. maka dilakukan pemupukan tanah padang rumput dengan penambahan fosfat. karena sumber energi habis dalam perjalanan waktu.ini masalah yang paling serius adalah terdapatnya penyebaran jenis rumput matgrass. dan akibat terakhir adalah menimbulkan ketidak mantapan pada populasi tumbuhan yang menjadi makanannya dan mengalami suksesi dari stabil menjadi tidak stabil. namun demikian sisa penyebaran rumput ini masih dapat terlihat di sela-sela batu atau di tepi dinding. karena untuk meningkatkan produksi harus diperlukan energi baik di sektor pertanian ataupun peternakan. hasilnya matgrass tumbuh menyebar yang sebenarnya tidak diingini oleh manusia karena menurunkan produksi ternak. sehingga menambah beban. maka akan terjadi perubahan distribusi umur dalam populasi biri-biri itu. Perubahan ini menunjukkan bahwa dalam populasi biri-biri itu terdapat lebih banyak biri-biri muda dan anak-anak dari pada yang dewasa. Sementara itu kebutuhan daging domba makin meningkat. Hasilnya dapat menurunkan keanekaragaman distribusi umur dan ratio jantan/betina dalam populasi itu. kemudian timbul masalah baru karena adanya ketergantungan penambahan energi. Pada saat musim dingin. Analisis kadar zat makanan yang terdapat pada matgrass dibandingkan dengan spesies rumput yang lain dalam padang rumput itu menunjukkan lebih rendah kadarnya hampir pada setiap zat makanan. Jenis rumput ini biasanya sebagai indikator jenis tanah miskin. yang berakibat pada ketidak mantapan dalam lingkungan padang rumput.

Siklus udara. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang konservasi sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan. air. Kaidah-kaidah konservasi sumber daya alam pada umumnya adalah penghematan penggunaan sumber daya alam dan memperlakukannya berdasarkan hukum alam. Menteri RISTEK dan Menteri PPLH yang mengandung tiga aspek yaitu: 1. Menteri Penerangan. yang akan diberikan dalam dua kali pertemuan.KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan pada BAB VI ini. Menurut Wartaputra (1990) titik tolak konservasi sumberdaya alam hayati bersumber dari strategi konservasi dunia yang pada tahun 1980 diumumkan di Indonesia (bersama dengan 30 negara lain di dunia) oleh empat orang menteri: Menteri Pertanian. 63 . Pengertian konservasi itu sendiri suatu upaya atau tindakan untuk menjaga keberadaan sesuatu secara terus menerus berkesinambungan baik mutu maupun jumlah. PENYAJIAN : Pengertian Konservasi Akhir-akhir ini telah terjadi pengeksplotasian dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan tanpa memperhatikan kelestariannya. karena sistem penyangga kehidupan harus dalam keadaan yang seimbang. Perlindungan sistem penyangga kehidupan Yaitu perlindungan proses ekologis yang penting sebagai sistem penyangga kehidupan (yang mendukung sistem penyangga kehidupan). MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas hal-hal mengenai konservasi sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan. Disini ada perbedaan antara lingkungan asli (sudah dalam keseimbangan yang optimal/stabil) dan lingkungan buatan (dalam keadaan tidak stabil). tanah dan hara merupakan sub sistem penyangga kehidupan. Contoh kecil adalah penggunaan dan pengolahan lahan yang berlebihan tanpa nenperhatikan kaidah-kaidah pelestarian atau konservasi.

emas. Hampir dari seluruh industri tergantung dari kelestarian jenis unggul untuk keperluan kehidupan manusia. Dengan demikian setiap bentuk pemanfaatan sumberdaya alam tersebut saat ini akan menurunkan ketersediaannya (dalam bentuk penggunaan yang sama) di masa mendatang contohnya minyak bumi. 64 .2. semula pendekatan konservasi jenis menjadi konservasi dengan pendekatan ekosistem. sebagai benteng terakhir oleh pemerintah adalah ditetapkannya kawasan konservasi sebagai perwakilan berbagai ekosistem (di Indonesia terdapat kurang lebih 80 ekosistem) Pengertian Sumberdaya Alam Sumberdaya alam berdasarkan manfaat yang diperoleh dapat dibagi menjadi: 1. Mata pencaharian yang bersifat agraris akan memerlukan lahan. Jawa 2. yang sebagian besar berada di P. Sumberdaya alam Stock atau non-renewable Yaitu sumberdaya alam yang apabila tidak dimanfaatkan ketersediaanya tidak bervariasi secara nyata menurut waktu. batubara. Pemanfaatan spesies-spesies yang tidak dilindungi dapat terjamin dalam keseimbangan alam. Sumber daya alam adalah modal dasar pembangunan yang harus dimanfaatkan baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan Oleh karena itu untuk melestarikan sumber daya alam terutama sumberdaya alam hayati. Pengawetan/pelestarian aneka ragam genetik yang ada Kegunaan pelestarian genetik adalah untuk kesinambungan pembangunan. 3. dan terjadi tumpang tindih kepentingan antara konservasi dan eksploitas 4. Disini ada beberapa masalah dalam menangani konservasi sumber daya alam: 1. Dengan kata lain menurut waktu keadaannya tidak bertambah atau berkurang. dan barang tambang lainnya. Pelestarian manfaat Pemanfaatan spesies flora dan fauna sudah banyak dilakukan. Jumlah penduduk dengan penyebaran yang tidak merata. Misalnya padi yang terus menerus diteliti sampai ditemukan jenis unggul. Sedangkan pemanfaatan spesies-spesies yang dilindungi diperlukan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan CITES (Convention International Trade of Dangered Flora and Fauna Species). Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi 3. Perkembangan prinsip konservasi.

maka yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi laju erosi. khususnya untuk lahan pertanian. Melindungi tanah dari hantaman air hujan dengan penutup permukaan tanah 2. Sumberdaya alam ini terbagi menjadi : a. Erosi merupakan proses alam yang sama sekali tidak dapat dihindari. Untuk sumberdaya alam ini dapat diperoleh menurut waktu asal terdapat “flow” yang permanen. Meningkatkan stabilitas agregat tanah 4. Sumberdaya alam dengan zona kritis (“with critical zone”) Seperti hutan. untuk itu maka diperlukan strategi konservasi tanah: 1. Sumberday alam “flow” yang tidak mempunyai zona kritis (“with no critical zone”). Misalnya sinar matahari. yaitu: 1. angin dan ombak. Konservasi secara agronomis 2. Mengurangi kecepatan aliran permukaan dengan meningkatkan kekasaran permukaan lahan Secara garis besar metode konservasi tanah dapat digolongkan menjadi 3. yang secara teoritis dapat dikatakan bahwa laju erosi harus lebih kecil atau sama dengan laju pembentukan tanah. disini aspek pengelolaan merupakan hal yang penting mengingat sumberdaya alam ini dapat diperbaharui b.2. Konservasi secara kimiawi 65 . Konservasi Tanah Tujuan utama dari konservasi tanah adalah untuk mendapatkan tingkat keberlanjutan produksi lahan dengan menjaga laju kehilangan tanah tetap di bawah ambang batas yang diperkenankan. ikan satwa liar. Konservasi secara mekanis 3. dan tanah yang semuanya dapat menjadi habis jika pemanfaatannya melebihi produksinya. Sumberdaya alam flow atau renewable Yaitu sumberdaya alam yang ketersediaannya bervariasi menurut waktu. walaupun tidak dimanfaatkan laju ketersediaannya mungkin meningkat atau menurun menurut waktu. Mengurangi aliran permukaan dengan meningkatkan kapasitas infiltrasi 3.

dan dipergunakan khusus untuk melindungi tebing dan penghutanan kembali 4. Penanaman tanaman tumbuhan penutup tanah secara terus menerus (permanent plant cover) 2. digunakan dalam pola penanaman teratur diantara barisan tanaman pokok.Konservasi secara Agronomis Konservasi tanah secara agronomis adalah penggunaan tanaman atau tumbuhan atau sisa tumbuhan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi dengan cara mengurangi daya rusak hujan yang jatuh dan jumlah daya rusak aliran permukaan. untuk keperluan khusus dalam perlindungan tebing. Konservasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: 1. Tanaman penutup tanah rendah. dalam barisan. Sistem pertanian hutan (agroforestry) Tanaman Penutup Tanah Yang dimaksud tanaman penutup tanah adalah tanaman yang dengan sengaja ditanam untuk melindungi tanah dari erosi. menambah bahan organic tanah dan sekaligus meningkatkan produktivitas tanah. dipergunakan dalam pola penanaman teratur diantara barisan tanaman pokok. Penanaman dalam strip (strip cropping) 3. Penanaman berganda (multilple cropping) 4. Tumbuhan pengganggu Penanaman dalam strip Adalah cara bercocok tanam dengan beberapa jenis tanaman yang ditanam berselang seling dalam strip-strip pada sebidang tanah dan disusun memotong lereng atau kontur. Pemanfaatan mulsa (residue management) 6. jenis rumput-rumputan dan tanaman merambat atau menjalar yang dipergunakan pada pola penanaman rapat. Tanaman penutup tanah tinggi. dinding saluran irigasi maupun drainase 2. talud. dan ditanam di luar tanaman pokok yang merupakan sumber mulsa atau pupuk hijau 3. Tanaman penutup tanah ini dapat dikelompokkan menjadi: 1. Cara ini ada beberapa tipe yaitu: 66 . digunakan dalam barisan pagar. Penanaman bergilir (rotation cropping) 5. ditanam dalam barisan. Tumbuhan rendah alami (semak dan belukar) 5. Tanaman penutup tanah sedang berupa semak. teras.

sistem ini mampu menekan laju erosi dan aliran permukaan 3. Penanaman berganda Penanaman ini berguna untuk meningkatkan produktivitas lahan sambil menyediakan proteksi terhadap tanah dari erosi. tanaman kedua sudah tumbuh. dimana tanaman kedua dan ketiga ditanam pada saat tanaman pertama panen yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas penggunaaan lahan 2. Penanaman dalam strip lapangan (field strip contour) terdiri dari stripstrip tanaman yang tidak perlu sejajar. Penanaman dalam strip menurut garis kontur ( Contour strip cropping) susunan stripstrip harus tepat sejajar dengan kontur dengan urutan pergiliran yang tepat pula 2. dimana salah satu jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman non pangan. Penanaman beruntun (sequential cropping) Yaitu sistem bercocok tanam dengan menggunakan dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah. tanaman 67 . Penanaman dalam strip penyangga ( buffer strip cropping) terdiri dari strip-strip rumput atau leguminosae yang dibuat diantara strip-strip tanaman pokok. Sistem ini dapat dilakukan baik dengan cara penanaman beruntun.1. dimana tanaman kedua atau berikutnya ditanam setelah tanaman pertama berbunga. sistem ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas penggunaan lahan sekaligus meningkatkan frekuensi tanam. 4. Penanaman tumpangsari (inter cropping) Yaitu sistem bercocok tanaman dengan menggunakan dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam serentak atau bersamaan pada sebidang tanah baik secara campuran ataupun terpisah dalam baris yang teratur. strip lebarnya dapat seragam atau tidak. Penanaman lorong (allay cropping) Yaitu sistem bercocok tanam dengan menggunakan dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah. tumpang sari atau tumpang gilir 1. Penanaman tumpang gilir (relay cropping) Yaitu sistem bercocok tanam dengan menggunakan dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah. namun lebarnya seragam dan disusun melintang/memotong arah lereng 3. sehingga apabila tanaman pertama dipanen.

juga tanaman keras yang bernilai ekonomi. Bahan mulsa yang paling baik adalah tanaman yang sukar lapuk seperti batang jagung. meningkatkan kemantapan struktur tanah. Tanaman yang digunakan biasanya tanaman yang bisa mencegah erosi. baik dari segi habitus maupun umur. penghutanan kembali dapat diartikan sebagai usaha untuk memulihkan dan menghutankan kembali tanah yang mengalami kerusakan fisik. terutama jika dilakukan pada bagian hulu daerah tangkapan air untuk mengatur banjir. yaitu: 1. sedangkan fungsi tanaman pagar adalah sebagai sumber pupuk hijau. tanaman yang dipilih harus mempunyai perakaran yang kuat. Dalam hal ini konservasi secara mekanis mempunyai fungsi. Dari segi konservasi penggunaan mulsa mempunyai beberapa keuntungan yaitu memberi pelindung terhadap permukaan tanah dari hantaman air hujan sehingga mengurangi laju erosi. mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan. kimia. secara lebih luas. meningkatkan kandungan bahan organic tanah dan mengendalikan tanaman pengganggu. dapat mengurangi erosi. mempunyai nilai ekonomi dan dapat memperbaiki kualitas kesuburan tanah. memelihara temperatur dan kelembaban tanah. mempunyai pertumbuhan yang cepat. Dari segi konservasi. sorgum. Konservasi secara Mekanis Prinsip dasar konservasi tanah adalah mengurangi banyaknya tanah yang hilang akibat erosi. maupun biologi. Penghutanan kembali (reboisasi) Penghutanan kembali merupakan cara yang cocok untuk menurunkan erosi dan aliran permukaan. menampung dan mengalirkan aliran permukaan sehingga tidak merusak tanah 68 . jerami. baik secara alami maupun oleh ulah manusia.pokok ditanam di lorong diantara tanaman non pokok sebagai pagar. Penggunaan mulsa Mulsa adalah sisa-sisa tanaman yang disebarkan di atas permukaan tanah. memperlambat aliran permukaan 2. dalam dan luas sehingga membentuk jaringan akar yang rapat. sumber kayu bakar dan sumber makanan ternak.

Pengolahan tanah dilakukan menurut garis kontur 4. Pengelolaan tanah sebaiknya dilakukan dengan pemberian mulsa Pengolahan tanah menurut kontur Pengolahan tanah dan penanaman menurut kontur dapat mengurangi laju erosi. Merubah kedalaman pengolahan tanah 5.3. Efektifitas pengolahan tanah dan penanaman menurut kontur tergantung pada kemiringan dan panjang lereng. pembuatan teras. Fungsi guludan untuk menghambat aliran permukaan. Pengelolaan tanah dilakukan pada saat kandungan air yang tepat 3. menggemburkan tanah pada daerah perakaran. Adapun usaha konservasi tanah termasuk kedalam metode mekanis adalah prngolahan tanah. memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah dan memperbaiki erosi tanah 4. menyimpan air di bagian atas dan untuk memotong panjang lereng 69 . Pengolahan tanah Konservasi mekanis dengan cara pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan kondisi tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. membalikan tanah sehingga sisa-sisa tanaman bisa terbenam di dalam tanah dan memberantas gulma. Untuk mencapai hasil pengolahan yang baik bagi pertanian dan usaha konservasi. pembuatan dam. Pengolahan tanah menurut guludan Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang memotong kemiringan lahan (lereng). terjadinya tempat penampungan air sementara sehingga memungkinkan penyerapan air dan dapat mengurangi terjadinya erosi. menyiapkan tempat untuk tumbuh bagi benih. menyediakan air bagi permukaan. Keuntungan utama mengolah tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan air. pengolahan tanah menurut garis kontur. pembuatan saluran air. Tanah diolah seperlunya saja 2. maka yang dilakukan adalah 1.

Konservasi Air Konservasi air penting untuk kehidupan manusia. hutan yang rusak. yang berfungsi untuk menangkap aliran permukaan yang memungkinkan terjadinya penyerapan air dan berkurangnya erosi. dalam hal ini diperlukan bagian tanah yang datar yang mampu menyimpan aliran permukaan dengan periode ulang sampai 10 tahunan dengan tanpa terjadi luapan. diantaranya mengurangi kerugian akibat banjir. berarti menggunakan air sehemat mungkin untuk keperluan rumah tangga. biasanya untuk tanah dengan kemiringan 4. Konservasi Hutan Konservasi hutan bukan hanya melalui penghutanan kembali lahan kritis. mengurangi ukuran jaringan pipa. Konservasi air yaitu menyimpan air dikala berlebihan dan menggunakannya sehemat mungkin untuk keperluan tertentu yang produktif. teras retensim (retention terrace). Konservasi air untuk pertanian berarti menggunakan air sehemat mungkin untuk menghasilkan hasil pertanian yang sebanyak-banyaknya. hutan lindung. Sehingga konservasi air secara domestik. mengurangi biaya pengolahan air. Sedangkan terras retensi diperlukan untuk penyimpanan air dengan menampungnya di bagian bukit. terras bangku (bench terrace). bentuk ini cocok untuk kemiringan kecil. Fungsi teras adalah terras pengelak ( diversion terrace).Terras Terras adalah timbunan tanah yang dibuat melintang atau memotong kemiringan lahan. konservasi air telah menjadi kunci untuk meningkatkan suplai air bersama dengan meningkatkan memanajemen kebutuhan. Terras pengelak berfungsi untuk menangkap aliran permukaan dan mengalirkannya memotong kontur melalui outlet yang tepat. meningkatkan efisiensi penggunaannya sekaligus memperbaiki kualitasnya sesuai dengan peruntukannya.5 0. Terras bangku dibuat dengan jalan memotong lereng dan meratakan tanah di bagian bawah sehingga terbentuk suatu deretan anak tangga atau bangku yang dipisahkan oleh talud. Konservasi air mempunyai efek ganda. tetapi lebih dari itu harus memperhatikan kaidah-kaidah ekologi di dalam 70 . Konservasi air bertujuan untuk meningkatkan volume air tanah. dengan jalan penghiajuan. Dalam dua decade terakhir. dan konservasi air untuk industri berarti menggunakan air sehemat mungkin untuk kepentingan produksi.

pengawasan. dan hutan rawa. Pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa upaya yang dilakukan secara terpadu dan bertahap.mengeksploitasi hutan produksi. maka manusia semakin berupaya untuk mendapatkan strategi baru dalam bidang penggunaan lahan. Strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil yang maksimal dengan menggunakan waktu. Pengelolaan Lahan Pengelolaan lahan disini termasuk pengelolaan lahan pertanian. Dengan makin berkembangnya ilmu dan teknologi. Tujuan pengelolaan lingkungan terutama untuk mencegah kemunduran populasi sumber daya alam yang dikelola dan sumber daya alam lain yang ada di sekitarnya dan mencegah pencemaran limbah atau polutan yang membahayakan lingkungan. Pengelolaan lingkungan merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap karena tindakan yang dilakukan dalam pengelolaan diawali dengan penyusunan rencana. tenaga dan biaya yang semaksimal mungkin untuk memperoleh: 1. Pengelolaan lingkungan yang baik dapat mencegah kerusakan lingkungan sebagai akibat pembangunan. pengendalian dan pengawasan. Upaya ini disebut upaya terpadu karena dalam pengelolaan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan bersama-sama diantaranya kegiatan pemanfaatan. Pada usaha konservasi di kawasan hutan lindung dan hutan suaka Pengelolaan Lingkungan Usaha melestarikan lingkungan dari pengaruh pembangunan di berbagai bidang adalah salah satu usaha yang perlu dijalankan. pengendalian. pengelolaan lahan untuk pemukiman maupun industri. agar selanjutnya dapat tetap mendukung kesejahteraan manusia. pemulihan. Tahap selanjutnya berupa pemulihan dan pengembangan lingkungan untuk menjaga kelestarian kualitas lingkungan. dan pengembangan lingkungan. maka kualitas lingkungan dapat dijaga kelestariannya. Disini harus pula disertai dengan mental si pengelola yang dengan segala tanggung jawab dan kesadaran harus berusaha memelihara sumber daya alam yang tersedia untuk mengelola hingga masa yang akan datang. disusul dengan tahap pelaksanaan yang berupa pemanfaatan. Dengan melaksanakan urutan kegiatan tersebut. hasil atau produksi yang maksimum dari setiap unit lahan 71 .

Mengatasi sempitnya lahan pertanian 3. Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Pemerataan penduduk ke daerah pinggiran hutan dengan meningkatkan taraf hidupnya Hutan serbaguna merupakan hutan yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. perkebunan. Manusia memerlukan air baik untuk proses kimia dan fisika tubuh maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya. mencegah menurunnya potensi lahan potensial Pengelolaan Hutan Hutan mempunyai fungsi dan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan dan kelangsungan lingkungan. serta tempat wisata. pertanian dan peternakan. Dikenal suatu pengelolaan hutan yang merupakan campuran kegiatan kehutanan dengan kegiatan perkebunan. tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. Pengelolaan tersebut disebut “agroforestry” yang menganut sistem diversifikasi usaha berbagai macam komoditi. Strategi pengelolaan air meliputi: 1. sarana penelitian. Meningkatkan produktivitas lahan hutan secara keseluruhan antara produktivitas hutan dengan pertanian. memilih tata cara pengelolaan lahan yang memberi keuntungan maksimum 3. Pengelolaan Air Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya. perikanan dan peternakan 2. Adapun strategi “agroforestry” adalah: 1.2. Pengelolaan air disini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. sarana pendidikan. antara lain sebagai sumber plasma nutfah. terutama berpengaruh terhadap iklim mikro yaitu iklim yang berlaku pada daerah dalam hutan tersebut. menekan sekecil mungkin ketidakmantapan kondisi lahan potensial sehingga dapat meningkatkan hasil maksimal 4. Melindungi perairan agar tetap terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi 72 . tetapi dengan tetap menjaga pemeliharaan hutan secara optimal.

untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri. maka sebelum dibuang. sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang berarti sebagai penyimpan energi dan materi Pada prinsipnya pengelolaan sumberdaya alam air ini sangat bergantung bagaimana kita mempergunakan dan memelihara sumber air itu menjadi seoptimal mungkin. sampah plastik dibakar terlebih dahulu 73 . Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke perairan umum. sehingga proses fotosintesis dapat berjalan dengan lancar 3. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah 2.2. Mempergunakan sumber daya alam berupa air seefisien mungkin. Air yang terbuang ke tanah akan masuk ke dalam tanah dan menimbulkan pencemaran tanah. tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut: 1. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisme antar polutan satu dengan yang lainnya. 3. 5. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Usaha Mencegah Pencemaran Air Usaha pencegahan ini bukan merupakan proses yang sederhana. Pengelolaan Lahan Pencemaran tanah mempunyai hubungan yang erat dengan pencemaran air dan udara. Menjaga agar fauna mangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan 4. Usaha Pencegahan Pencemaran Tanah Untuk menanggulangi sampah plastik. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yang tumpah di perairan 4. tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya. Limbah radioaktif harus diproses terlebih dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi 6. Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan.

hewan dan tumbuhan serta mahluk hidup lain di dalam suatu lingkungan. Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan 3. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang mengandung asap serta gas-gas polutan lainnya agar tidak mencemarkan lingkungan 2. sehingga mengganggu manusia. dibuang ke dalam bekas tambang kosong atau ke dalam sumur yang dalam dan jauh dari pemukiman penduduk Pengelolaan Udara Secara umum pencemaran udara diartikan sebagai udara yang mengandung satu atau beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi. Polutan sekunder Yaitu zat kimia yang merugikan manusia yang terbentuk dalam atmosfir melalui reaksi kimia diantara komponen udara yang ada Usaha Pencegahan Pencenaran Udara 1. Pembuangan sampah berbahaya dilakukan ke dasar laut. Polutan primer Yaitu zat kimia yang mengandung toksik dan masuk secara langsung ke udara dalam konsentrasi yang merugikan manusia. ke pulau karang kosong. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di atas suatu pemukiman atau kota 5. Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas dibuang ke udara bebas 4. Limbah yang mengandung radioaktif hendaknya dibiarkan dahulu dalam waktu lama sebelum dibuang 2. lalu dimasukkan dalam tromol baja anti karat sebelum dibuang 3. Sampah radioaktif yang berbentuk padat harus dibungkus dengan bahan yang terbuat dari Pb untuk menahan sinar radioaktif. udara dikategorikan menjadi dua tipe utama pencemar udara yaitu: 1. Zat kimia tersebut dapat berupa komponen alami udara yang konsentrasinya meningkat misalnya CO2 2. Berdasarkan terjadinya polusi. Mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi angkutan pribadi 74 .1.

masyarakat dapat diberi sekedar ganti rugi dan ganti rugi ini dalam bentuk: 1. Memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi. memberikan uang 2. selain sebagai penahan debu dan bahan partikel lain. bahkan berarti menciptakan sumber pekerjaan baru di luar proyek dan meningkatkan ekonomi. mengangkat mereka menjadi karyawan proyek 3. karena salah satu kegunaaan tumbuhan adalah sebagai indikator pencemar udara. juga diadakan pendidikan ketrampilan khusus. Pencemaran sebagai akibat pembangunan dapat pula mempengaruhi manusia atau masyarakatnya. meningkatkan pengetahuan mereka agar dapat menghindari bahaya limbah 4. menciptakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara proyek dan masyarakat di sekitarnya agar tidak terjadi konflik dan kecemburuan sosial 5. Dengan demikian menghindari terjadinya pengangguran. khususnya yang menyangkut bahaya pencemaran kepada dirinya. Pengelolaan Sumberdaya Manusia Sumberdaya manusia penting untuk menunjang pembangunan. selain dilakukan tindakan perlindungan sebagai usaha memperkecil pencemaran. Dalam hal ini selain dengan menghilangkan atau memperkecil resiko penularan. sehingga kalau suatu saat mereka tidak dapat dipekerjakan di tempat dimana mereka bekerja karena berbagai alasan.6. sebagai bapak asuh terhadap proyek-proyek kecil yang diselenggarakan masyarakat Disamping itu terhadap karyawan proyek yang dapat secara langsung terkena pencemaran. 75 . selanjutnya mereka dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperolehnya.

dan mencuci. 3. pembuangan kotoran. MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas hal-hal mengenai lingkungan hidup manusia dan penyakit menular yang akan diberikan dalam dua kali pertemuan. pemberantasan nyamuk.LINGKUNGAN HIDUP MANUSIA DAN PENYAKIT MENULAR TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan pada BAB VII ini. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang lingkungan hidup manusia dan penyekit menular. keadaan perumahan yang baik dan sehat dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Penyediaan tempat pembuangan kotoran. Kebersihan sangat bermanfaat bagi kesehatan yang meliputi : 1. Keadaan perumahan dan halaman yang terawat 4. memasak. tikus dan pencegahan penyakit menular agar tetap terjamin kesehatan lingkungan yang baik. lalat. 76 . baik itu berupa sampah atau tinja dengan membuat kakus dan tempat membuang kotoran yang baik sehingga tidak bisa dipakai untuk sarang nyamuk dan bibit penyakit. Mengadakan tindakan-tindakan efektif untuk mencegah masuknya atau bersarangnya serangga-serangga parasit lain. PENYAJIAN : Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan Sanitasi lingkungan sangat penting bagi masyarakat terutama dalam penyediaan air bersih. Penyediaan air yang baik dan bersih untuk keperluan minum. Keadaan yang tidak menimbulkan bersarangnya nyamuk dan parasit lain. Memberantas dan mengontrol penularan penyakit menular 2. Selain itu sanitasi harus membantu usaha pemberantasan penyakit menular dengan jalan: 1. pemeliharaan rumah tangga yang baik.

Menaikkan gizi masyarakat. tetapi di tempat-tempat yang telah disediakan untuk itu yang tidak merusak lingkungan. Penyediaan Air Bersih Yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang jernih. tidak berasa dan tidak mengandung mineral atau kuman yang membahayakan tubuh. mencuci bahkan untuk keperluan memasak. setiap anggota masyarakat harus hidup bersih dan teratur.3. tidak berwarna. pemberantasan penyakit menular. sementara di sungai dan kolam tersebut mereka buang air besar. makan dan minum. Dalam penyediaan air bersih ini pertama-tama harus memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang perlunya air bersih untuk menunjang kehidupan yang sehat. 77 . seperti meludah di sembarang tempat. Kesehatan Lingkungan pada Pendudukan atau Masyarakat Sedikit sekali masyarakat yang menyadari bagaimana pentingnya lingkungan yang baik dan bersih untuk kesehatan. Untuk mendapatkan kesehatan lingkungan yang baik. peningkatan gizi masyarakat dll. kolera dan bakteri patogen lainnya. Sedangkan kita tahu bahwa di dalam tinja manusia terdapat bibit penyakit seperti bakteri tipus. dapat dicegah atau dikurangi kalau masyarakat membiasakan diri untuk makan atau minum makanan atau minuman bersih yang telah dimasak terlebih dahulu. Demikian juga kebiasaan jelek lainnya yang harus dihilangkan. Mengadakan immunisasi dari penyakit-penyakit menular 4. perumahan sehat. membiasakan diri untuk tidak membuang kotoran di sembarang tempat dan membiasakan diri membuang kotoran besar seperti di kolam. tidak berbau. yang sebetulnya hal ini dapat kalau kesehatan lingkungan cukup baik. pemberantasan nyamuk. sungai atau tegalan. untuk program kesehatan lingkungan. Mengingat masih banyaknya masyarakat kita yang belum memahami betul akan hal ini terutama di pedesaan yang menggunakan air sungai. air kolam untuk keperluan mandi. minum bekas orang lain penderita tuberkulosa. maka pemerintah melaksanakan berbagai program kesehatan. Untuk menciptakan manusia Indonesia yang sehat dengan lingkungan yang sehat dan bersih. Penyakit usus yang berbahaya seperti tipus dan kolera yang masih membawa kematian. Banyak sekali timbul berbagai penyakit di masyarakat yang berjangkit secara epidemi. yang mengharapkan masyarakat turut aktif melaksanakan program-program pemerintah seperti penyedaaan air bersih.

Pembuatan sumur bor dan artesis serta sumur gali yang sesuai dengan persyaratan untuk kesehatan seperti jangan terlalu dekat dengan tempat pembuangan kotoran minimal jaraknya 10 m dan pinggir sumur ditembok 3. Untuk menghindari penyakitpenyakit tadi. Oleh karena itu penanggulangan penyakt dan pemberantasannya dengan memberantas binatang-binatang tersebut. maka disini diperlukan pengertian dan kesadaran masyarakat. Untuk pemberantasan tikus dapat menggunakan hama tikus dan membuat konstruksi rumah sedemikian rupa sehingga tidak dapat untuk bersarang tikus. Penyediaan air ledeng (terutama untuk masyarakat kota) Pemberantasan Nyamuk. menghindari adanya genangan air yang bisa dipakai untuk sarang. tidur dengan berkelambu dan menjaga kebersihan rumah dan pekarangan yang baik. Sanitasi lingkungan yang sehat dan baik. Usaha ini meliputi : 1. Pemberantasan Penyakit Menular Berbagai penyakit menular seperti dipteri.Untuk menjamin kehidupan yang sehat. Tikus dapat menyebabkan penyebaran penyakit pes dan leptospirosis. Misalnya dengan penyemprotan rumah-rumah dengan insektisida. Pemanfaatan sumber mata air yang perlu dikelola dengan baik dan dijaga terhadap adanya kemungkinan pencemaran yang dapat mengganggu kesehatan 2. malaria. mengingat berjangkitnya penyakit tersebut pada umumnya akibat kelalaian masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. penularannya dapat melalui gigitan nyamuk. masing-masing sering menyerang masyarakat bahkan diantaranya masih sering menimbulkan endemik atau epidemi. Tikus dan Serangga lain Beberapa penyakt seperti demam berdarah. tuberkulose. antara lain rumah dan halaman yang bersih. batuk rejan. tidak 78 . dan beberapa penyakit virus lainnya. tersedianya tempat pembuangan tinja. maka penyediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari merupakan hal yang penting dan perlu diusahakan sebaik-baiknya. kolera dan influenza serta yang lainnya. Usaha terpenting dalam rangka pemberantasan dan penanggulangan penyakit menular ini adalah: 1. yang penyebabnya adalah jasad renik. tipus.

metabolisme dan pengeluaran kembali dari tubuh 3. contohnya adalah masyarakat di pedesaaan. Faktor-faktor lain yang berperan terhadap terjadinya kekurangan gizi adalah: 1. Masalah kekurangan gizi tidak sematamata oleh kemiskinan. absorpsi. Faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan. seperti faktor social. ini tergantung pada nilai gizi (cara mengolah. sikap hidup yang bersih dan teratur 2. Gangguan yang terjadi pada tubuh masing-masing individu. Salah satu faktor adalah ketidaktahuan akan manfaat gizi bagi kesehatan. Peningkatan Gizi Masyarakat Gizi dapat mempertinggi daya tahan tubuh manusia sehingga tidak mudah terserang penyakit. lingkungan jumlah penduduk.menumpuknya sampah dan kotoran lain. budaya. banyak faktor yang dapat mempengaruhi kekurangan gizi pada seseorang. misalnya makan telur dapat menimbulkan borok atau bisul. Meningkatnya kebutuhan nutrisi tubuh oleh suatu sebab. Pemberian kekebalan terhadap penyakit-penyakit tersebut dengan jalan vaksinasi. Namun perlu diingat bahwa vaksinasi ini tidak memberikan kekebalan 100%. karena itu yang terpenting adalah menjaga diri agar terhadap hal-hal yang dapat menularnya penyakit tersebut. ditambah pula ada anggapan bahwa ada jenis-jenis lauk tertentu dapat menimbulkan penyakit. produksi bahan makanan dan politik pemerintah. namun karena keterbatasan pengetahuan tentang manfaat gizi yang baik. Nutrisi yang kurang dalam konsumsi makanan sehari-hari. Sebetulnya mereka cukup mampu untuk membeli lauk pauk. memasak. 3. misalnya pada orang hamil 4. seperti gangguan pencernaan. Masyarakat di pedesaaan yang kurang berpendidikan mempunyai pola makan banyak nasi dengan sedikit lauk bahkan cukup dengan garam saja. Menurut Supardi (2003) berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi menyebutkan beberapa penyakit kekurangan gizi: 79 . menyimpan makanan) dan jumlah makanan yang masuk 2. Memberikan pengobatan yang cepat terhadap orang-orang yang terserang penyakit ini dan kepada orang-orang yang dianggap sebagai “carier” dari penyakit ini. ekonomi.

Kurang Kalori Protein (KKP). protozoa. untuk membentuk jiwa dan jasmani masyarakat Indonesia yang sehat dan penuh vitalitas. Penganekaragaman pola konsumsi pangan masyarakat dengan mengusahakan agar konsumsi bahan pangan selain beras terus meningkat c. berdasarkan sifat jalur sebab-akibatnya yang berhubungan dengan pengaruh keadaan lingkungan. Kurang vitamin A banyak diderita oleh anak-anak prasekolah c. Untuk jangka panjang a. Meningkatkan penyediaan pangan yang merata dan mencukupi kebutuhan gizi serta terjangkau oleh daya beli masyarakat b. Gondok endemik sebagai akibat kekurangan yodium d. yaitu: 1. Mengadakan penyuluhan dan penerangan kepada segenap masyarakat b. Meningkatkan keadaan gizi rakyat dengan mengusahakan langkah-langkah yang dapat mengurangi penyakit-penyakit akibat kekurangan gizi Klasifikasi Penyakit Penyakit dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri.a. Pemanfaatan halaman rumah untuk penanaman tanaman bergizi seperti sayur mayur 2. Mengintensifkan dan memperluas program perbaikan gizi keluarga (UPGK) d. Kekurangan zat besi mengakibatkan anemia gizi Penderita rentan terhadap kekurangan zat gizi adalah anak-anak prasekolah. cacing. Menyadari hal tersebut di atas. Penanggulangan gondok endemik dengan yodisasi garam c. maka pemerintah berusaha meningkatkan gizi masyarakat dengan jalan : 1. Untuk jangka pendek a. jamur dan virus 80 . ibu hamil dan ibu menyusui serta golongan masyarakat yang kurang mampu. KKP ini biasa diderita oleh anakanak usia prasekolah dan ibu hamil serta ibu menyusui b. Diversivikasi bahan makanan e. Peningkatan pemakaian dan pemanfaatan air susu ibu f.

jantung 4. Penyakit yang disebabkan oleh tekanan keadaan. Asal Mula Epidemi (Penyakit Menular) Sejarah kedokteran banyak menerangkan tentang dinamika epidemi. misalnya berhubungan dengan kepadatan populasi manusia sebagai tuan rumah (host) penyakit menular. Penyakit yang disebabkan karena pengaruh ekonomi. sanitasi lingkungan manusia 81 . Faktor yang berhubungan dengan kepadatan populasi (density dependent faktor). Epidemi tergantung pada faktor ini.2. hal ini dapat diartikan bahwa orang yang sakit dapat diatur oleh orang yang sehat dan manusia sebetulnya memiliki motif yang kuat untuk tidak terlalu padat. 3. ternyata interaksi berbagai faktor dapat menjadi cirri epidemi. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran alam seperti kanker. Faktor yang berhubungan dengan sifat biologi dari patogen. sebab makin padat manusia apabila terjadi wabah penyakit semakin banyak yang sakit dan mati. cara mengolah makanan seperti kekurangan gizi 5. Penyakit menular kompleks dua faktor yaitu menyangkut patogen dan hostnya saja seperti influenza dan penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya 2. Penyakit yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan sehingga mempengaruhi janin pada ibu yang sedang hamil contohnya kelainan bentuk sehingga anak yang dilahirkan cacat. Penyakit yang diakibatkan oleh faktor lingkungan seperti alergi 6. Penyakit menular kompleks empat faktor yaitu yang menyangkut host-vektor-host perantara. bronchitis 3. demam berdarah. Faktor yang tidak tergantung pada kepadatan populasi misalnya naik turunnya perubahan cuaca. Penyakit menular menurut seorang ahli dapat dibedakan menjadi: 1. 2. pes dll. yang memerlukan patogen-host dan vektor 3. Penyakit menular kompleks tiga faktor yaitu penyakit malaria. kesibukan dan kekhawatiran (lingkungan social manusia) misalnya tekanan darah tinggi. tuan rumah dan patogen kaitannya dengan daya tahan atau daya resisten.patogen seperti tipus. yaitu: 1.

contohnya penyebaran penyakit influenza. artinya kebal terhadap virus jenis A belum tentu kebal terhadap virus jenis B. Namun penyakit ini juga dapat menjadi wabah secara meluas dan dapat mematikan contohnya adalah penyakit flu burung yang mematikan sekitar tahun 20012002 yang menyerang sebagian besar Asia dan beberapa negara Eropa.Poin kedua dan ketiga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. batuk dan pilek. Di Indonesia khususnya pada musim pancaroba atau pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya seringkali banyak dijumpai orang dewasa maupun anak-anak yang terkena influenza. Cuaca juga sangat berpengaruh terhadap kondisi seseorang. Penyakit ini sewaktuwaktu dapat menyerang anggota keluarga yang mempunyai daya tahan tubuh yang kurang bagus. Penyakit ini mudah sekali ditularkan karena pengaruh cuaca yang buruk. 82 . Kekebalan tubuh manusia terhadap virus influenza ini berlainan.

Contohnya banyak ciri penting dari materi dan energi yang mengalir dalam sebuah kota raya atau wilayah yang mempunyai dasar serta pengaruh pada faktor demografi. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan mengenai pengembangan tatakota. energi dan berbagai informasi adalah sumberalam (asas 3). karena banyak gejala yang harus dipertimbangkan dalam melakukan perencanaan dan perancangan pengembangan wilayah memiliki dampak secara ekologis. dan hal lain yang menyangkut penggunaan ruang sebagai sumber alam. MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas hal-hal mengenai pengembangan tatakota. penyebaran struktur umur penduduk. Semua sumber alam mengalami pengurangan dan penjenuhan (asas 4) hal ini berlaku untuk semua. Pengaruh tersebut tentunya tergantung dari bagaimana sebuah kota itu dirancang yang terkait erat dengan asas 1 dan 2. DAN PERENCANAAN NASIONAL TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan pada BAB VIII ini. demikian pula secara sosial dan ekonomi. ataupun masalah pencemaran alam saja. materi. Modal dan energi yang berkembang di suatu wilayah erat hubungannya dengan pertumbuhan populasi.PENGEMBANGAN TATAKOTA. Semua ini 83 . Kota secara wujudnya adalah sebuah sistem. TATAWILAYAH. tatawilayah dan perencanaan nasional. Oleh karena itu tidaklah heran kalau kota juga mempunyai pengaruh terhadap lingkungan fisik misalnya cuaca. yang akan diberikan dalam satu kali pertemuan. ruang. tetapi juga pada sebuah kota yang padat penjenuhan waktu dan tempat pada sistem transportasi.. “waktu. tidak hanya terjadi pada komunitas atau ekosistem hutan. PENYAJIAN : Hubungan antara Ilmu Lingkungan dengan pengembangan wilayah semakin penting dan nyata. tatawilayah dan perencanaan nasional. Juga banyak asas yang telah dibicarakan muncul dalam kejadian yang timbul di banyak kota.

Hubungan antar kemantapan dan keanekaragaman dalam biologi (asas 13) nampaknya juga berhubungan dengan kelesuan dan kesegaran ekonomi wilayah kota. wilayah harus tetap selalu mengingat asasasas dasar ilmu lingkungan. Tanah-tanah pertanian menjadi tidak berfungsi karena kadar garam tanah naik di atas ambang batas untuk tanaman pertanian. hal ini menyebabkan kota tersebut hancur. banjir. tumbuh dan berkembang menjadi kota besar. Sebuah kota tidak akan dapat akan mati apabila kota tersebut masih mempunyai sumber alam. namun kota-kota tersebut hancur karena hancurnya sumber alam yang dapat menghambat perkembangan kota. Kota kuno seperti Persepolis. Pengembangan Kota Sebuah kota dapat bertambah tua dan mati. modal. wilayah bahkan yang berskala nasional.merupakan peringatan yang penting pada sistem pengembangan kota. apabila manusia mengabaikan contoh secara biologis tersebut dan mengabaikannya untuk mempertahankan kemantapannya. kota tersebut tidak mati. karena sistem perkotaan sama halnya dengan sistem yang terjadi di dalam komunitas alam. kemudian apa yang terjadi? Sistem yang mantap dapat mengeksploitasi sistem yang rawan (asas 11) juga merupakan hal yang penting untuk diterapkan pada sistem perkotaan. Komunitas biologi nampaknya cenderung untuk berevolusi menuju ke arah efisiensi penggunaan energi (asas 10). ini disebabkan karena air sebagai penunjang kehidupan menjadi asin. Pengembangan kota. Sebuah kota dapat dikatakan berkembang secara sehat apabila di dalam kota tersebut terdapat dinamika keseimbangan dari berbagai fenomena seperti keadaan penduduk seimbang baik dalam umur. peperangan. dan Babylon yang dulunya menjadi kota impian kini hanya tinggal puing-puing belaka yang ditandai dengan reruntuhan. Palmyra. Sumber alam ternyata menjadi nyawa dari hidupnya sebuah kota. dulunya juga merupakan kota-kota yang subur. bagaimana pajak. Kota-kota di lembah sungai Efrat dan Tigris yang sekarang dikenal dengan negara Irak. dan bencana alam sekalipun tidak dapat menyebabkan kota akan mati. Sebuah contoh nyata kota Bandung yang menjadi lautan api pada saat terjadinya masa perang. kerusakan yang menimpa kota seperti karena kebakaran. dan energi mengalir dari kota ke kota. bahkan sekarang hidup. disamping itu juga dapat tumbuh dan berkembang. sehingga merusak sistem irigasi di daerah sekitarnya. Berdasarkan pada asas ini. 84 .

wilayah kota yang dulu terletak di Jakarta Kota kini telah berubah menjadi pusat perniagaan. kesenian. artinya akan menghambat kelahiran. Kemudian kota terus berkembang. Perluasan kota mengurangi efisiensi penggunaan energi. yang merupakan kota metropolitan. maka kota tersebut menunjukkan gejala yang buruk. sehingga akan terjadi keseimbangan dan komunitas menjadi seimbang dengan kemampuan lingkungan. yang kuat akan menang. Sebaliknya ketidakseimbangan yang mencolok pada proporsi keadaan penduduk. taman hiburan menjauh dari tempat yang dulu menjadi pusat kota. energi akan terhambur karena jarak antara satu simpul kegiatan dengan yang lain di kota tersebut terlalu jauh. dan diganti oleh golongan yang kuat. karena kota tersebut tumbuh dengan pesat. Apabila kota serupa dengan komunitas tumbuhan atau hewan di alam. Contohnya kota Jakarta. maka 85 . sehingga memerlukan banyak energi. Lalu lintas yang banyak memakan energi dan waktu yang meningkat di kota yang besar. kebudayaan. Pertumbuhan komunitas tumbuhan atau hewan alam yang terlalu besar akan mengurangi kemampuan sumber alam untuk mendukungnya. Adanya proporsi keseimbangan kegiatan antara usaha memperbesar modal bagi kehidupan kota dan keperluan biaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Penentuan batas kota menjadi semakin meluas dengan terusirnya golongan yang lemah ke daerah tepi. maka apabila kota semakin besar. sarana pelabuhan. Pendek kata semua aspek harus dalam kondisi yang seimbang agar kotanya dapat tumbuh dan berkembang. maka ada sistem yang meregulasi komunitas kota tersebut. pencemaran alam. Dinamika keseimbangan juga dibutuhkan dalam penggunaan tanah untuk berbagai keperluan. Apabila kota berkembang diluar kemampuan sumber alam untuk mendukungnya. Namun kenyataannya kota sangat berlainan dengan komunitas tumbuhan atau hewan di alam. dan yang lemah akan mati. apabila sumber alam sebagai energi habis. dan meningkatkan kematian bagi yang lemah. Pusat keramaian. maka terjadi spekulasi pertumbuhan kota. kesehatan.pekerjaan. keseimbangan menjadi semakin berkurang. kekayaan. kehidupan erat hubungannya dengan perpajakan. Kejahatan. kepandaian dsb. misalnya sebuah kota memanfaatkan tanahnya untuk keperluan lalu lintas. sehingga terlalu banyak tanah yang dimanfaatkan untuk sarana tersebut juga tidak baik. Rasa aman. kependudukan juga meningkat. nyaman dan tentram menjadi menurun ketika terjadi suatu kejahatan. perbankan. sehingga akan terjadi persaingan perebutan bahan makanan.

Dasar fisik Sebuah kota adalah wujud yang kelihatan berupa bangunanbangunan. Tempat-tempat penting di kota untuk kesenangan akan sama pentingnya yaitu dengan menciptakan jalan-jalan besar yang dihiasi 86 . Perencana kota klasik menciptakan berbagai desain yang sesuai dengan pihak penguasa bukan berdasarkan kepuasan artistik dan kepentingan pribadi. dan membuat jalan-jalan besar yang mampu menampung arus lalu lintas dengan baik sampai masa yang akan datang. kecuali jika diterapkan secara terpadu dengan perencanaan sosial. dalam membangun kota haruslah merupakan satu kesatuan tujuan rasional maupun keindahan. Menurut Cartenese (1988) pola perencanaan kota klasik di zaman purba harus dibangun berdasarkan empat dasar yaitu: 1. Dasar sosial Sebuah kota dibangun supaya mempunyai arti bagi penduduknya 4. Di bidang transportasi dapat diciptakan kota yang lebih efisien dengan mengadakan konsolidasi jalan kereta api dan terminal. memisahkan pengangkutan barang dan orang pada tingkat yang berbeda. ekonomi yang berkaitan dengan lingkungan. Seorang perencana pengembangan kota Burnham pada tahun 1909 telah membangun kota ideal di pantai Chicago. Perkembangan sebuah kota seharusnya direncanakan dengan matang karena menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. berbeda dengan kota non klasik dengan jalan yang berkelok-kelok. Patrick Geddes berpendapat bahwa dalam merancang sebuah kota perencanaan fisik saja tidak akan meningkatkan kondisi kehidupan di kota-kota. pemerintah (kekuasaan). Pusat kota biasanya didominasi oleh bangunan ibadah. taman dan benda-benda lain yang menciptakan bentuk kota tersebut. Perumahan menempati bagian yang lain dan jarang sekali perumahan memberikan bobot. jalan. Dasar politik Sebuah kota penting bagi ketertiban Pola perencanaan kota klasik tersebut tetap bertahan sampai lama. dengan ciri pola jaringan jalan yang teratur selalu diterapkan.akan mendatangkan dari kota di sekitarnya yang lebih kecil sehingga berlaku asas 11 yaitu sistem yang mantap akan mengeksploitasi sistem yang tidak mantap. dan bisnis. 2. Dasar ekonomi Sebuah kota memberikan alasan bagi eksistensinya 3.

Pada umumnya. pelbagai proses itu cenderung untuk saling meniadakan semua kesan yang terjadi. menciptakan kawasan umum yang mencerminkan symbol usaha kolektif. bahwa suhu udara maksimum di sebuah kota biasanya dicapai di daerah padat penduduk yang merupakan pusat kota yang terpanas. 87 . dan menggambarkan secara jelas bentuk kota yang akan datang. dengan memperlihatkan daerah hijau. yaitu di pinggir “pulau panas” terhadap wilayah di tepi kota bergantung pada berapa besar dan luasnya kota itu. Penelitian selanjutnya menunjukkan. mengukur langsung suhu udara kota di berbagai tempat dan waktu. taman dan jalan taman. Burnham juga mengemukakan bahwa nilai rencana kota yang indah untuk lingkungan pemukiman penduduk. Duckworth dan Sanbergh (1954) mencatat adanya penelitian yang sudah lama mengenai kesan suhu udara kota yang lebih panas darpada lingkungan di sekelilingnya. Beberapa proses fisik yang berlainan. seolah-olah sebuah “pulau panas” yang tetapung di atas media yang lebih dingin. 3. Dalam sebuah penelitian yang menggunakan simulasi komputer. 2. Mudahnya pengenalan bentuk kota (teratur secara geometric). mengambil foto-udara kota tersebut dengan menggunakan film yang mempunyai kepekaan terhadap spektrum energi. menggunakan model simulasi komputer. Kesimpulannya adalah sebagai berikut: 1. Yang terendah suhunya dicapai di tepi kota. Sifat pengaruh panas kota terhadap daerah pinggiran ini dapat dicatat dan diperhatikan melalui berbagai cara. Pengendalian pembangunan yang cukup mampu meyakinkan bahwa bangunan pribadi merupakan latar belakang bangunan umum yang megah dan bentuk fisik lain yang merupakan kebanggaan masyarakat kota. berinteraksi dalam menentukan pengaruh terhadap suhu udara di beberapa bagian kota selama 24 jam. Myrup (1969) mencoba mencarai pelbagai faktor yang mempengaruhi suhu udara kota.dengan pancuran dan patung-patung serta jalur taman untuk menggugah rasa nyaman setiap lingkungan pemukiman dan memberikan kesan sebagai kota besar. Tatakota dan Lingkungan Fisik Kota mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan fisik. dan pembaharuan menyeluruh wilayah kota yang tidak sedap dipandang (perkembangan kota di abad kedua puluh). Misalnya: 1.

Semua ini turut memberikan kesan sejuk dalam kota.0 menjadi 0. jalan aspal yang tak berpohon pelindung memancarkan panas yang sangat kuat. jalur hijau. untuk mengurangi panas dalam kota. gedung yang relatif rendah dan terbuat dari bahan yang menyerap panas dapat menimbulkan lingkungan yang panas dalam kota. yang kesannya meninggikan suhu lingkungan. Hal inilah yang mendorong perencana kota di negara yang sudah maju untuk membangun tempat parkir mobil dalam bentuk bangunan bertingkat.5 dapat menurunkan suhu maksimunm udara dari 34oC ke 26. Kota dengan satu jenis industri mempunyai kecermatan penggunaan 88 . bukan saja berguna sebagai penghias kota. dan pohon di tepi jalan mempunyai kesan yang lebih daripada hanya sebagai penghias kota belaka. Jadi. tanaman. Dari uraian di atas dapatlah kiata menyadari. Salah satu faktor penting. 2. Pembangunan gedung tinggi dan bertingkat menurunkan suhu maksimum dalam kota sampai kurang-lebih 6 oC. daya penguapan air yang rendah pada permukaan daun tanaman di tengah kota. bahwa taman. tetapi juga untuk menciptakan suasana lingkungan yang nyaman. bahwa di dalam perencanaan pengembangan kota. Gejala suhu udara kota yang lebih panas di pusatnya daripada suhu di sekeliling kota itu menjadi masalah yang sangat penting di kota yang terletak di daerah tropik atau subtropik. yang memudahkan proses penguapan (evaporasi). Padahal. air mancur. Penambahan luas permukaan bagi proses penguapan dari 0. peranan taman. Hal ini jelas dapat dibuktikan oleh siapa saja yang berjalan kaki pada tengah hari di tempat terbuka.2oC. dan pohon cukup besar. Ia akan merasa sejuk dan nyaman pada waktu mendekati dan memasuki sebuah taman atau jalan dengan pohon peneduh yang bereret di tepinya. ialah bertambahnya permukaan dalam kota. Implikasi kesimpulan ini adalah. dikompensasi oleh tinggi gedung di pusat kota yang lebih banyak memancarkan panas ke atas. Keanekaragaman dan Kemantapan dalam Kota Asas 13 yang menyinggung hubungan antara keanekaragaman dan kemantapan mempunyai implikasi terhadap organisasi ekonomi kota. menurut simulasi komputer. 3.Akibatnya kesan bersih dari seluruh faktor itu lebih kecil pengaruhnya daripada kalau hanya satu faktor saja beroperasi.

Ini berarti pula penduduk di kampung. Untuk mengatasi hal tersebut. bahwa penekanan biaya angkutan dalam membangun wilayah perlu dipertimbangkan secara khusus dan dilaksanakan sebesar mungkin. keduanya merupakan suatu lingkungan dengan keanekaragaman hidup yang rendah. makin tinggi nilai tanah itu. biaya angkutan produksi semakin mahal. ialah. maka kota tersebut menjadi lumpuh. Ada kesamaan yang menarik antara komunitas alam dan industri besar. karyawan banyak yang kehilangan pekerjaan dan tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak dapat mencari pekerjaan lain (pekerjaan sudah terspesialisasi). karena produksi bersih (setelah diambil biaya angkutan) memang makin tinggi. misalnya apabila terjadi hambatan pemasaran hasil industri. apabila salah satu industri terkena goncangan masih ada industri lain yang dapat menopang kelangsungan hidup sebuah kota. Terutama dengan makin sukarnya bahan energi untuk 89 . Thunen mengetahui adanya hubungan antara harga hasil pertanian dan pola pelaksanaan tataguna tanah. makin dekat tanah itu kepada pusat penyebaran penduduk yang padat. karena kota yang serupa itu mampu menghasilkan produksi yang besar dengan pembiayaan yang sekecil-kecilnya. Perencanaan Pengembangan Wilayah Telah diketahui sejak dahulu. dalam perencanaan pengembangan wilayah patut diperhatikan. atau di kota besar cenderung untuk sedapat mungkin berusaha menekan pengeluaran biaya angkutan. sebaiknya kota-kota mempunyai industri kecil serta industri-industri rumah tangga yang dapat menyokong kelangsungan hidup kota tersebut. maka perusahaan tersebut tidak dapat bereaksi dengan perubahan.energi yang tinggi. Jelasnya. di kota kecil. Artinya. wilayah. Sejak tahun 1826. Meskipun kesamaan antara alam dan dunia industri tidak sempurna. Oleh karena itu. Tetapi kota semacam itu mempunyai tingkat keanekaragaman yang rendah. terdapat suatu cara yang optimum untuk menentukan tanah pertanian dalam hal jaraknya dari pusat pemakaian dan pemasaran hasil pertanian. sehingga apabila terjadi perubahan yang drastis pada perusahaan tersebut. sebab seluruh kota telah dikuasai oleh hampir satu jenis industri saja. akibatnya perusahaan akan bangkrut dan banyak karyawan yang di rumahkan. semakin jauh jarak antara dua daerah. Ekonomi kota menjadi sangat rawan terhadap segala bentuk stagnasi ekonomi. Asas ini memang benar baik untuk hubungan jarak antara kota. maupun negara.

metal. Perencanaan Nasional Dalam membahas pertimbangan yang menyangkut perencanaan nasional pertama sekali memang perlu diingat adanya kenyataan.angkutan. Perencanaan yang rasional diperlukan pula dalam hal penggunaan bahan pangan. berkembangnya pusat pertanian di daerah pertanian yang subur seperti yang nampak sekarang dihindarkan di mas yang akan datang. Adanya kenyataan. dengan efisiensi penggunaan energi menjadi dasar pertimbangan nyata. Ekosistem yang paling memenuhi harapan untuk menghasilkan bahan pangan di masa yang akan datang adalah daerah di sekitar daratan dan lepas pantai. bahwa bahan bakar (minyak dan gas bumi) akan semakin mahal dan semakin susah diperoleh di kemudian hari. pengrusakan dalam bentuk pengaliran sisa bahan pestisida. Menarik sekali adalah cara Jepang meningkatkan Penghasilan Nasional Kotor. Hal ini akan mengakibatkan pula naiknya harga hasil pertanian itu. Jadi sistem angkutan di dalam negeri dan di luar negeri harus diatur serasional mungkin. bahwa kecepatan kelahiran bayi yang terlalu tinggi akan mengubah struktur-umur dalam populasi manusia. dan bahan buangan dari daerah pertanian dan industri ke muara sungai. Misalnya. ialah yang menyangkut tujuan nasional. hasil produksi pun akan didukung oleh pembiayaan pengolahan yang mahal pula. di masa yang akan datang maslah pengangkutan akan membawa akibat yang semakin berat. ialah karena biaya banyak diserap bagi kepentingan memelihara dan mendidik anak serta bentuk pelayanan 90 . Hal ini akan mengakibatkan timbulnya pengaruh pada sumber alam biologi di sekitar daerah lepas pantai. antara lain dengan jalan menekan jumlah serta kecepatan kelahiran. Persoalan paling berat yang dihadapkan kepada ilmu lingkungan. Setiap bentuk pengrusakan daerah ini di masa sekarang akan mempunyai pengaruh fatal di masa yang akan datang. Sebabnya. Dalam bab sebelumnya memang dikemukakan. Apakah sebaiknya tujuan akhir sebuah negara itu? Apakah perkembangan ekonomi yang maksimum ataukah kecermatan ekonomi yang sebaik mungkin? Perlukah dipertimbangkan penggunaan energi secermat mungkin dalam usaha pembangunan dan perkembangan di sebuah negara. Hal ini akan mengurangi keuntungan ekonomi yang sepatutnya diperoleh suatu negara. Kita harus mempunyai pandangan yang baru dalam merencanakan pengembangan wilayah di hari kemudian. Kalau angkutan pupuk ke daerah pertanian ternyata semakin mahal. kemudian ke daerah subur di tepi pantai.

sehingga berada dalam batas kemampuan sumber alam dalam negara itu. sebuah negara baru dapat meningkatkan penghasilan ekonominya. 91 .sosial yang lain. Patut diharapkan. energi. waktu. ruang. Dalam waktu yang sama. untuk mendukung peningkatan tersebut. bahwa suatu negara memahami pentingnya sumber alam sebagai penentu vitalitas bangsa. dan kemudian akan mengelola sumber daya alam secara wajar dan sepantasnya. Baik sumber alam itu merupakan materi. maupun keanekaragaman. kalau penduduk memang sedemikian rupa.

yang akan diberikan dalam satu kali pertemuan. peningkatan input buruh pada suatu usaha akan meningkatkan hasil per unit buruh itu. hal ini menjadi perbincangan bagi pihak-pihak yang merasa optimis dan yang sudah merasa pesimis kalau bumi ini sudah terlampau penuh sesak dengan manusia. Pandangan Pihak Optimis Pandangan ini berpendapat bahwa dunia sama sekali tidak kritis karena adanya kepadatan manusia yang tinggi. Populasi yang tinggi justru akan menurunkan biaya per unit dalam melatih orang untuk memiliki profesi tertentu. Banyak bagian di muka bumi ini yang masih belum dihuni oleh manusia secara padat.STRATEGI UMUM BAGI UMAT MANUSIA TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan pada BAB IX ini. bagian bumi yang masih kosong tersebut dapat menampung penduduk bumi di masa yang akan datang. Hal yang menyokong pendapat ini adalah: 1. Ekonomi skala Dalam sektor non pertanian suatu sistem ekonomi. bagian yang padat adalah di perkotaaan. MATERI : PENDAHULUAN : Dalam bab ini akan dibahas mengenai strategi umum bagi umat mamusia. PENYAJIAN : Penduduk dunia sudah terlampau penuh dihuni oleh manusia. Banyak bagian di bumi ini yang memiliki penduduk yang lebih padat di masa lampau dibandingkan dengan di masa sekarang. Adanya hubungan yang erat antara peningkatan populasi dan perkembangan serta kemajuan bangsa menurut Clark (1967) ada empat macam pendapat: 1. sementara itu di luar kota atau di desa-desa penduduknya masih jarang 2. diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang strategi umum bagi umat manusia. Ekonomi skala menunjukkan bahwa pada skala populasi yang besar akan nampak 92 .

Hubungan antara pertumbuhan populasi dengan kebebasan pribadi Populasi yang menurun di Eropa pada abad 14-15 ternyata menimbulkan kekakuan dalam kehidupan ekonomi. suatu hambatan pertumbuhan usaha akan menimbulkan kerugian yang berat. Pandangan Pihak Pesimistis Pandangan pihak optimis ditentang oleh pihak pesimis dalam hampir semua alasan yang dikemukakan. Masalah social. kekeliruan pengelolaaan faktor lingkungan dan demografi. Dalam ekonomi yang cepat tumbuhnya. selama masih dapat memperoleh energi dan teknologi.dibutuhkan modal yang lebih kecil per unit produksi dibandingkan dengan populasi kecil. Kecerdikan manusia akan selalu dapat menemukan cara untuk memperoleh energi yang murah serta inovasi teknologi yang dikehendaki. Keempat perkiraan tersebut adalah: 93 . suatu kekeliruan dalam menanamkan modal mempunyai kesempatan baik untuk ditukarkan ke usaha yang lebih tepat. Alasan daya peningkatan Dalam populasi yang sedang meningkat dengan pesat. Lokasi berbagai kemudahan Pengeluaran biaya upah buruh tinggi dalam negara yang padat penduduknya. masalah sanitasi dan kesehatan masyarakat. tetapi rapuh. 2. Sebaliknya kemungkinan orang mendapatkan posisi yang lebih tinggi pada perusahaan yang sedang maju memang lebih besar dari pada perusahaan yang sedang mengalami kemunduran. namun demikian kota besar dengan berbagai perusahaan tersebut mempunyai kompensasi upah buruh dengan cara buruh mendapatkan barang adalah mudah 4. 3. penurunan jumlah persediaaan sumberalam. Perikemanusiaan dihadapkan pada berbagai masalah yang berbeda-beda karena peningkatan populasi. Pihak optimis ini merasa yakin bahwa manusia akan dapat mengatasi hampir semua masalah . semua itu akibat meningkatnya populasi manusia di dunia. Meskipun demikian pasti ada aspek yang menurun yaitu aspek social. demikian pula biaya hidup perkapita akan menurun apabila populasi itu naik. degradasi sifat fisika dan kimia bumi. Penentang teori optimisme beranggapan bahwa pihak optimis itu bergantung pada kebingungan yang didasarkan atas empat perkiraan mutlak dan tegas.

Sedangkan di Indonesia kepadatan penduduk ditandai oleh beberapa karakteristik: 1. Dalam rangka mengembangkan peradabannya itu sumberalam dalam lingkungan nya akan semakin habis dan rusak. Ditinjau dari Ilmu Lingkungan bahwa sejarah manusia memang didasari pada cirri nomaden. Hal lain lagi bahwa daerah tapak kebudayaaan manusia yang hancur sekarang disebabkan karena kerusakan lingkungan berupa penggundulan hutan sehingga terjadi kebanjiran. selama disana terdapat cukup sumber alam. 3. Sumber alam tak pernah akan habis oleh karena itu tidak perlu dilindungi dan diawetkan pemakaiannya. Penambahan ilmu pengetahuan manusia beserta penemuan teknologinya tidak akan kunjung habis. eksploitasi sumberalam tanpa mengindahkan kebijakan akan berakibat pada degradasi tanah pertanian. oleh karena itu kehadirannya di muka bumi dapat dijamin. Laju pertambahan penduduk yang besar dan cepat 2.1. Arus urbanisasi yang tinggi 94 . Keadaan Demografi Pertambahan penduduk dunia meningkat dengan pesat tanpa kecuali dimanapun termasuk darah tropik dan subtropik. 4. Manusia mampu mengembangkan peradaban sampai pada tingkat tertinggi di muka bumi ini. Kenyataan ini menunjukkan bahwa manusia telah mampu merusak kehidupan planet bumi. Menurut Holdrigde daerah ini peningkatan populasi manusia meningkat dengan cepat sehingga kebutuhan akan tanah untuk pemukiman dan pertanian makin meningkat pula. Manusia sebagai suatu spesies jasad hidup tak akan mampu menghancurkan peradaban 2. Komposisi penduduk menurut umur 4. Penyebaran penduduk yang tidak merata 3. dan pada saat itu mereka akan meninggalkan daerah tersebut dan kemudian mencari tempat yang baru. Oleh sebab itu populasi manusia dapat terus meningkat setinggitingginya menurut keinginan manusia itu sendiri Suatu fakta yang diabaikan oleh manusia bahwa manusia di tempat dimana dia tinggal telah merusak alam misalnya adanya kebakaran hutan. pada saat itu kekayaan peradaban akan semakin menurun.

sehingga dapat menurunkan tingkat kehidupannya. Perbedaan kelompok umur ini mempunyai arti sangat penting. kesehatan. perumahan dan lingkungan. Arus perpindahan penduduk ini menyebabkan cepatnya perkembangan penduduk di daerah perkotaan disamping penambahan alami penduduk perkotaan itu sendiri.4% dan kelompok umur diatas 65 tahun berjumlah 2. kelompok umur 15 – 64 tahun berjumlah 53. Kelompok produktif adalah berumur antara 15 – 64 tahun. pendidikan. Pertambahan penduduk yang cepat ini mempengaruhi berbagai masalah di bidang tenaga kerja. Bahan Mineral Dalam jangka waktu yang pendek kita akan menghabiskan bahan mineral. sedangkan diatas 65 tahun juga termasuk usia tidak produktif. Penyebaran penduduk yang tidak merata ini seperti telah disebutkan pada bab sebelumnya bahwa antara pulau yang satu dengan yang lainnya penyebaran penduduk tidak merata. juga menurunnya tingkat kematian karena makin banyaknya sarana-sarana kesehatan. disamping tingginya tingkat kelahiran.5%. karena kelompok umur dibawah 15 tahun ini merupakan kelompok yang belum produktif dan merupakan beban. maka dilakukan berbagai usaha seperti mendorong masyarakat ke arah pembentukan keluarga kecil melalui program Keluarga Berencana. kesehatan. Besarnya proporsi menurut golongan umur ini akan menentukan produksi nasional dan beban pemeliharaan di bidang pendidikan. Pulau Jawa merupakan daerah yang paling padat penduduknya. Dalam rangka penekanan laju pertambahan penduduk dan menaikkan taraf hidup masyarakat. Sarana desa yang tidak mungkin memberikan penghidupan yang layak kepada penduduknya. Arus urbanisasi terjadi akibat bertambahnya penduduk di pedesaan . Tingginya tingkat kelahiran di pedesaan. Komposisi penduduk menurut umur dan kelamin penduduk Indonesia adalah 0 – 14 tahun berjumlah 44. penyediaan pangan. dan proteksi sosial lainnya. menurunnya lahan pertanian. usaha perbaikan di bidang pendidikan dan kesehatan untuk mendapatkan masyarakat yang berkwalitas tinggi baik fisik maupun mental spiritual untuk menopang pembangunan nasional. Kaum optimis menentang pendapat ini. karena kaum ini beranggapan bahwa dalam waktu singkat kita akan menemukan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dapat dimanfaatkan 95 . menyebabkan banyak penduduk desa yang pindah ke kota.1%.Cepatnya perkembangan penduduk tersebut.

atau dapat digunakan untuk membuat bahan mineral sebagai pengganti yang habis. mempengaruhi siklus nitrogen serta komponen lain yang dinamis. Perhatian dan pengaruh manusia terhadap lingkungan semakin meningkat pada zaman teknologi yang maju. semakin beranekaragam kebutuhan hidupnya. Namun ada hambatan yang cukup berat karena harga uranium oksida sebagai bahan bakunya terlalu mahal. Pengelolaan perekonomian ini berhubungan erat dengan berbagai masalah lingkungan tempat yang bersangkutan tinggal. Tanpa penggarapan dan pengelolaan yang bijaksana Pengaruh Kepadatan Populasi terhadap Sifat Kimia . kondisi ini harus ditempuh dengan penuh kesadaran. lain dengan kebutuhan minyak bumi yang berlipat dua kali dalam 10 tahun. sehingga keperluan akan energi nuklir akan berlipat dua kali dalam kurun waktu 2.untuk mengeruk bahan mineral dari dasar laut. Pengadaan energi bagi kebutuhan manusia semakin hari semakin memprihatinkan. lembagalembaga pendidikan. Oleh sebab itu semakin besar pula perhatian manusia terhadap lingkungan.4 tahun. sehingga diperlukan strategi untuk mendapat sumber energi baru yang lain (misalnya energi geothermal) dan penghematan pemakaian energi.Fisika Bumi Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. sehingga dibutuhkan pengelolaan. Dalam hal-hal tertentu pembangunan perekonomian terjadi tanpa langsung berpengaruh pada lingkungan seperti pendirian perbankan. Semakin tinggi kebudayaan manusia. 96 . sehingga era nuklir menjadi sesuatu yang mahal. pembangunan proyek-proyek industri jelas akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Kebutuhan akan nuklir meningkat dengan pesat sedemikian rupa di masa datang. maka semakin besar jumlah kebutuhan hidupnya yang diambil dari lingkungan. Pengaruh Peningkatan Populasi terhadap Penghidupan Ekonomi Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Ada sebuah ramalan bahwa PLTN akan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia pada tahun 2010. faktor ekonomi menjadi faktor yang paling dominan. Akan tetapi pembangunan perekonomian yang meliputi penggalian sumberalam bumi. Mekanisme tentang bagaimana cara manusia mempengaruhi sifat kimia dan sifat fisika bumi pada dasarnya serupa untuk berbagai gejala. Kegiatan manusia ternyata mulai mempengaruhi kseimbangan berbagai gas planet bumi.

Hal yang sama terjadi di teluk Buya Minahasa yang baru-baru ini diributkan orang. perilaku manusia di alam bebas. Anonim pada dasarnya ada dua masalah pokok : 1.Contohnya adalah bagaimana manusia mempengaruhi lingkungan secara kimiawi dengan kata lain bagaimana manusia mencemari lingkungan ?. sebagian karena tindakan manusia. tetapi gejala penyakit Minamata memang ada di perkampungan di wilayah itu (Sastrawijaya. Untuk mengelola bahan kimia beracun agar ramah lingkungan dan mempunyai derajat keamanan tinggi diperlukan peningkatan upaya pengelolaan baik di tingkat nasional. . regional maupun internasional. Logam berat tersebut masuk melalui ikan-ikan.. karena penderita keracunan air raksa. ikan-ikan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat disana. Untuk mengatasi hal tersebut dan guna tercapainya sasaran pengelolaan bahan kimia beracun dalam menunjang pembangunan. para ahli memang belum sepakat. Kepadatan penduduk dan peningkatan kebudayaan mensyaratkan kenaikan standar hidup. tingkatan radiasi bahan-bahan fisika dan kimia. Kurangnya sumberdaya manusia untuk menilai bahan kimia yang datanya telah ada. karena membuang kotoran akibat proses pencemaran dan metabolisme. apa yang harus dilakukan oleh instansi terkait khususnya pemerintah?. Seberapa besar bahaya di Teluk Jakarta. Pada tahun 1987 Indonesia melalui Departemen Kesehatan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup telah membuat Undang-Undang mengenai bahan berbahaya. Gambaran di atas adalah sekelumit mengenai pengaruh kimia terhadap lingkungan besar sekali. Hal ini terjadi dengan mengorbankan sumber-sumber alam dengan membuang sisa-sisa (limbah ) ke alam. Manusia telah menguasai lingkungan baik karena jumlahnya yang banyak maupun karena ulahnya yang semakin cerdas. Perbuatan ini dapat mempengaruhi langsung kepada manusia. maka 97 . Pencemaran lingkungan adalah perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan. Kurangnya informasi ilmiah yang memadai untuk menilai resiko penggunaan bahan kimia 2. 1991). disebabkan karena perubahan pola penggunaan energi dan materi. Mahluk hidup seperti manusia selalu mencemari lingkungan karena tingkat lakunya. atau tidak langsung melalui air. hasil pertanian-peternakan. Penyakit yang melumpuhkan “pusat jaringan syaraf”.

Peningkatan kemampuan dan kapasitas nasional dalam pengelolaan bahan-bahan kimia 2. Penyerasian klasifikasi dan pelabelan bahan-bahan kimia beracun 3. kapasitas intelektual. perilaku dari struktur legalisasi yang mengatur dan mendorong guna tercapainya sasaran di atas. baik itu melalui komitmen pribadi. 98 .strategi pengelolaan bahan kimia beracun dibagi kedalam empat bidang. Penurunan resiko dan pencegahan lalu lintas domestik maupun internasional yang tidak sah. Penyebarluasan informasi tentang bahan-bahan kimia beracun dan resiko-resiko kimia 4. Tercapainya strategi di atas tidak akan terlepas dari partisipasi semua pihak. yaitu: 1.

Jakarta. Sipardi. Pencemaran Lingkungan.. Cet. Pengantar Ilmu Lingkungan. Sastrawijaya. Fakultas Biologi. 1989. 1997. Ringkasan Agenda 21 Indonesia (Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan). Suripin. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Wahyudi (Ed. Prioritas Pelestarian Hidupan Liar. Jakarta. 1990. Soeriaatmadja.. 99 . 1999.E. II. 1988. 2003. Perencanaan Kota. Masyarakat Pelestarian Hidup Liar Indonesia. Erlangga.). 2000.J..DAFTAR PUSTAKA Anonim. and Sayder. 2002. II. Tandjung. I. Yogyakarta.D. Wartasaputra. Edisi ke-IV. S. Universitas Gadjah Mada. Catenese. A. Pelestarian Sumber Daya tanah dan Air. United Nations Development Program. Edisi ke-II.C. A. Yogyakarta. I No.. ITB. Bandung. Alumni. J. Laboratorium Ekologi. Vol. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1. S. ANDI. Rineka Cipta. Jakarta..T. R. Cet. dalam Majalah Hidupan Liar Indonesia. Ilmu Lingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->