Membuat Kamera Lubang Jarum

Tahukah kalian, bahwa kamera yang pertama di dunia dulu dapat bekerja baik, padahal tidak berlensa. Dan uniknya, kamera tanpa lensa ini belum juga punah, karena masih sering dipakai hingga hari ini, kita biasa menyebutnya dengan Kamera Lubang Jarum. Sejarah kamera lubang jarum Kamera tanpa lensa ini telah dipakai sejak dulu kala. Pada abad keempat, sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles dan Euclid telah mendeskripsikan teknik tersebut. Begitu pula, pada abad kelima, seorang filsuf Cina bernama Mo Jing juga telah bermain-main dengan teknik ini, yang ternyata memang sederhana namun bekerja dengan cukup baik. Prinsip kerja kamera lubang jarum

Bayangkan bahwa kalian memiliki sebuah ruang kamar yang benar-benar tertutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ di salah satu sisinya. Gelombang cahaya akan ‘bocor’ memasuki lubang ini, sehingga sebuah citra akan terbentuk pada sisi dinding yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’. Seperti terlihat pada gambar, citra yang terbentuk menyerupai objek yang terletak di luar ruang kamar, hanya saja terproyeksikan secara terbalik. Spesifikasi kamera :
    

Jenis kamera : Kamera Lubang jarum Dimensi : 9.80 cm x Ø 6.70 cm (silinder) Media rekam : Kertas foto ukuran 8.9 x 14 cm (3R) Jumlah lubang jarum : 1 buah Focal length : 67 mm

Peralatan yang dibutuhkan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kaleng rokok Cat semprot hitam doff Lakban hitam (biasa untuk jilid) Alat potong (gunting, cutter) Alat tulis Alumunium tipis (piring/cetakan kue) Jarum jahit/pentul Paku (lebih bagus jika gunakan bor)

Lubangi kaleng dengan paku (atau akan lebih baik menggunakan bor) posisi kurang lebih tepat di tengah-tengah ketinggian kaleng dan tepat di seberang sambungan kaleng (diameter lubang kurang lebih 8mm) serta jangan lupa untuk merapikan sobekan kaleng di pinggiran lubang bagian dalam kaleng.

Kemudian cat bagian dalam kaleng dengan menggunakan cat semprot warna hitam doff, demikian juga dengan bagian dalam tutup kalengnya.

Langkah berikut adalah kita akan membuat apa yang disebut dengan lensa pada kamera lubang jarum (kamera lubang jarum) dengan menggunakan piring/cetakan (alumunium) kue tipis. Caranya adalah dengan memotong piring/cetakan kue dengan ukuran 2x2cm kemudian tusuk/lubangi dengan ujung jarum. Ukuran/diameter lubang jarum kira-kira adalah 0,2 – 0,3mm. Atau kita juga bisa membuat ‘lensa’ tersebut dari bahan bekas kaleng minuman ringan yang kita amplas sampai cukup tipis kemudian baru kita lubangi dengan ujung jarum seperti ilustrasi di bawah ini.

Karena kita membuat kamera dengan manual buatan tangan (handmade) maka ketepatan diameter adalah dengan ilmu kira-kira. Cara memastikan ukuran adalah cobalah untuk menerawang lubang yang telah kita bikin ke arah cahaya. Ukuran yang kita dianggap pas/tepat adalah ketika masih terlihat serat-serat logam pada saat lubang kita terawang ke arah cahaya.

Kemudian tempelkan ‘lensa’ tersebut ke badan kamera menggunakan lakban hitam dan kamera lubang jarum kita sudah jadi.

Untuk shutter kamera, anda juga dapat menggunakan lakban hitam yang ditempelkan tepat menutupi lubang jarum. Cara menggunakannya adalah buka shutter ketika akan memotret kemudian tutup ketika selesai memotret. Catatan 1. Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar) 2. Sebagai media perekam cahaya, kalian bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.

3. Pasang kertas foto yang akan kalian gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang) 4. Semakin besar lubang dan semakin lama bukaan lubang, maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur. 5. Semakin kecil lubang dan semakin singkat bukaan lubang, maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.

Contoh hasil foto menggunakan kamera lubang jarum

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful