BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna; 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5360); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3867); Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424);

Mengingat

:

2.

3.

4.

5.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-26. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013; Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2013; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 757); Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 02001/SK/KBPOM Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK. 00.05.21.4231 Tahun 2004; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA.

7.

8.

9.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-32. Bahan Tambahan Pangan, selanjutnya disingkat BTP, adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Nama BTP atau jenis BTP, selanjutnya disebut jenis BTP, adalah nama kimia/generik/umum/lazim yang digunakan untuk identitas bahan tambahan pangan, dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa Inggris. Pewarna (Colour) adalah bahan tambahan pangan berupa Pewarna ealami dan Pewarna sintetis, yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan mampu memberi atau memperbaiki warna. Pewarna Alami (Natural food colour) adalah Pewarna yang dibuat melalui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi (sintesis parsial) dari tumbuhan, hewan, mineral atau sumber alami lain, termasuk Pewarna identik alami. Pewarna Sintetis (Synthetic food colour) adalah Pewarna yang diperoleh secara sintesis kimiawi. Sediaan BTP adalah bahan tambahan pangan yang dikemas dan berlabel dalam ukuran yang sesuai untuk konsumen. Asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake, yang selanjutnya disingkat ADI, adalah jumlah maksimum bahan tambahan pangan dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan. ADI tidak dinyatakan atau ADI not specified/ADI not limited/ADI acceptable/no ADI Allocated/no ADI necessary adalah istilah yang digunakan untuk bahan tambahan pangan yang mempunyai toksisitas sangat rendah, berdasarkan data (kimia, biokimia, toksikologi dan data lainnya), jumlah asupan bahan tambahan pangan tersebut jika digunakan dalam takaran yang diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan serta pertimbangan lain, menurut pendapat Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

3.

4.

5.

6. 7. 8.

9.

10. Batas Maksimum adalah jumlah maksimum BTP yang diizinkan terdapat pada pangan dalam satuan yang ditetapkan. 11. Batas Maksimum Cara Produksi Pangan yang Baik atau Good Manufacturing Practice, selanjutnya disebut Batas Maksimum CPPB, adalah jumlah BTP yang diizinkan terdapat pada pangan dalam jumlah secukupnya yang diperlukan untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-412. BTP Ikutan (Carry over) adalah BTP yang berasal dari semua bahan baku baik yang dicampurkan maupun yang dikemas secara terpisah tetapi masih merupakan satu kesatuan produk. 13. Kategori Pangan adalah pengelompokan pangan berdasarkan jenis pangan tersebut. 14. Kepala Badan adalah Kepala Badan yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang pengawasan obat dan makanan.

BAB II RUANG LINGKUP BTP Pasal 2 (1) (2) BTP tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi secara langsung dan/atau tidak diperlakukan sebagai bahan baku pangan. BTP dapat mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang sengaja ditambahkan ke dalam pangan untuk tujuan teknologis pada pembuatan, pengolahan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan dan/atau pengangkutan pangan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat pangan tersebut, baik secara langsung atau tidak langsung. BTP tidak termasuk cemaran atau bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai gizi.

(3)

BAB III JENIS DAN BATAS MAKSIMUM BTP PEWARNA Pasal 3 (1) Golongan BTP Pewarna yang diizinkan digunakan dalam pangan terdiri atas: a. b. (2) Pewarna Alami (Natural colour); dan Pewarna Sintetis (Synthetic colour).

Jenis BTP Pewarna Alami sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: 1. 2. Kurkumin CI. No. 75300 (Curcumin); Riboflavin (Riboflavins);

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-53. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Karmin dan ekstrak cochineal CI. No. 75470 (Carmines and cochineal extract); Klorofil CI. No. 75810 (Chlorophyll); Klorofil dan klorofilin tembaga kompleks CI. No. 75810 (Chlorophylls and chlorophyllins, copper complexes); Karamel I (Caramel I – plain); Karamel III amonia proses (Caramel III - ammonia process); Karamel IV amonia sulfit proses (Caramel IV - sulphite ammonia process); Karbon tanaman CI. 77266 (Vegetable carbon);

10. Beta-karoten (sayuran) CI. No. 75130 (Carotenes, beta (vegetable)); 11. Ekstrak anato CI. No. 75120 (berbasis bixin) (Annatto extracts, bixin based); 12. Karotenoid (Carotenoids); 13. Merah bit (Beet red); 14. Antosianin (Anthocyanins); dan 15. Titanium dioksida CI. No. 77891 (Titanium dioxide). (3) Jenis BTP Pewarna Sintetis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tartrazin CI. No. 19140 (Tartrazine); Kuning kuinolin CI. No. 47005 (Quinoline yellow); Kuning FCF CI. No. 15985 (Sunset yellow FCF); Karmoisin CI. No. 14720 (Azorubine (carmoisine)); Ponceau 4R CI. No. 16255 (Ponceau 4R (cochineal red A)); Eritrosin CI. No. 45430 (Erythrosine); Merah allura CI. No. 16035 (Allura red AC); Indigotin CI. No. 73015 (Indigotine (indigo carmine)); Biru berlian FCF CI No. 42090 (Brilliant blue FCF);

10. Hijau FCF CI. No. 42053 (Fast green FCF); dan 11. Coklat HT CI. No. 20285 (Brown HT).

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 4 Batas Maksimum penggunaan BTP Pewarna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 untuk setiap Kategori Pangan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

BAB IV PENGGUNAAN BTP PEWARNA Pasal 5 (1) (2) Penggunaan kuantitatif. BTP Pewarna dibuktikan dengan sertifikat analisis

Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), untuk penggunaan BTP pada Kategori Pangan dengan Batas Maksimum CPPB dibuktikan dengan sertifikat analisis kualitatif. Jenis BTP Pewarna yang tidak dapat dianalisis, Batas Maksimum dihitung berdasarkan penambahan BTP Pewarna yang digunakan dalam pangan.

(3)

Pasal 6 (1) (2) BTP Pewarna dapat digunakan secara tunggal atau campuran. Dalam hal BTP Pewarna digunakan secara campuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), perhitungan hasil bagi masing-masing BTP dengan Batas Maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 1 (satu). Contoh perhitungan hasil bagi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum pada Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk penggunaan BTP pada Kategori Pangan dengan Batas Maksimum CPPB.

(3)

(4)

Pasal 7 (1) Jenis dan Batas Maksimum BTP Pewarna Ikutan (carry over) mengikuti ketentuan jenis dan Batas Maksimum BTP seperti tercantum pada Lampiran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. (2) Dalam hal BTP Pewarna Ikutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercantum pada Lampiran I, maka harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Badan.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-7(3) Untuk mendapatkan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Badan disertai kelengkapan data dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. (4) Keputusan persetujuan/penolakan dari Kepala Badan diberikan paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap. Pasal 8 (1) Jenis dan penggunaan BTP Pewarna selain yang tercantum dalam Lampiran I hanya boleh digunakan sebagai BTP Pewarna setelah mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Badan. Untuk mendapatkan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Badan disertai kelengkapan data dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Keputusan persetujuan/penolakan dari Kepala Badan diberikan paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap. BAB V LARANGAN Pasal 9 Dilarang menggunakan BTP Pewarna sebagaimana yang dimaksud dalam Lampiran I untuk tujuan: a. b. c. menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi persyaratan; menyembunyikan cara kerja yang bertentangan dengan cara produksi pangan yang baik untuk pangan; dan/atau menyembunyikan kerusakan pangan.

(2)

(3)

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-8BAB VI SANKSI Pasal 10 Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan ini dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. b. c. d. peringatan secara tertulis; larangan mengedarkan untuk sementara waktu dan/atau perintah untuk penarikan kembali dari peredaran; perintah pemusnahan, jika terbukti keamanan atau mutu; dan/atau pencabutan izin edar. tidak memenuhi persyaratan

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 11 (1) Sediaan BTP Pewarna dan Pangan mengandung BTP Pewarna yang telah memiliki persetujuan pendaftaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan ini paling lama 1 (satu) tahun sejak diundangkannya Peraturan ini. Sediaan BTP Pewarna dan Pangan mengandung BTP Pewarna yang sedang diajukan permohonan perpanjangan persetujuan pendaftaran sebelum diberlakukannya Peraturan ini, tetap diproses berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/Per/X/1999 dengan ketentuan masa berlaku surat persetujuan pendaftaran untuk jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diundangkannya Peraturan ini.

(2)

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-9BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 12 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan menempatkannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Mei 2013 KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY S. SLAMET Diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Juni 2013 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 801

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-10LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

A. Pewarna alami (Natural colour) 1. Kurkumin CI. No. 75300 (Curcumin) INS. 100(i) ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0-3 mg/kg berat badan : Turmeric yellow; diferuloylmethane; kurkum; C.I natural yellow 3 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi (contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju whey Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Whey dan produk whey, kecuali keju whey Semua produk emulsi lemak yang kadar lemaknya tidak kurang dari 80% Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80% Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa berbasis Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan Buah olahan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

01.5.2 01.6.1 01.6.2 01.6.3 01.6.4.2 01.6.5 01.7 01.8 02.2.1 02.2.2 02.3 02.4 03.0 04.1.1.2 04.1.2

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB 500

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-11No. Kategori Pangan 04.2.1.2 Kategori Pangan Sayur, kacang dan biji – bijian segar yang permukaannya dilapisi glasir atau lilin atau diberi perlakuan dengan bahan tambahan pangan lain yang dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu mengawetkan kesegaran dan kualitas sayuran Sayur, kacang dan biji-bijian segar yang dikupas, dipotong atau dirajang (sayur, kacang, biji-bijian olah minimal) Sayur, rumput laut, kacang dan biji-bijian olahan Produk kakao dan cokelat termasuk cokelat analog dan pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu segar Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

04.2.1.3 04.2.2 05.1 05.2

CPPB 500 300 300

05.3 05.4 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.3 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 08.2 08.3 08.4 09.2 09.3

700 500 200 500 CPPB CPPB CPPB CPPB 200 CPPB 200 200 200 200 200 500 500 500 500 500

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-12No. Kategori Pangan 09.4 Kategori Pangan Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Produk telur Telur yang diawetkan, termasuk produk tradisional telur yang diawetkan, termasuk dengan cara dibasakan, diasinkan dan dikalengkan Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Herba, rempah, bumbu dan kondimen (misalnya bumbu mi instan) Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang yang termasuk kategori pangan 04.2.2.5 dan 05.1.3 Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Sari buah dan sari sayuran Nektar buah dan nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) 500

10.2 10.3

50 50

10.4 11.4

CPPB 500

11.6

300

12.2 12.4 12.5 12.6 12.7

500 CPPB CPPB CPPB CPPB

13.4 13.5 14.1.2 14.1.3 14.1.4 14.2 15.0

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB 200

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-132. Riboflavin (Riboflavins) INS. 101 Riboflavin (sintetik) (Riboflavin, synthetic) INS. 101(i) ADI : 0-0,5 mg/kg berat badan Sinonim : Vitamin B2; lactoflavin Fungsi lain : Riboflavin 5’-natrium fosfat (Riboflavin 5'-phosphate sodium) INS. 101(ii) ADI : 0-0,5 mg/kg berat badan Sinonim : Riboflavin 5'-phosphate ester monosodium salt; vitamin b2 phosphate ester monosodium salt Fungsi lain : Riboflavin (Bacillus subtilis) [Riboflavin (Bacillus subtilis)] INS. 101(iii) ADI : 0-0.5 mg/kg berat badan Sinonim : Vitamin B2; lactoflavin Fungsi lain : No. Kategori Pangan 01.1.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai riboflavin 150

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Whey dan produk whey, kecuali keju whey Margarin dan produk sejenis Campuran margarin dan mentega (blends of butter and margarine) Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80% Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ sterilisasi) Jem, jeli dan marmalad

01.6.1 01.6.2 01.6.5 01.7 01.8 02.2.1.2 02.2.1.3 02.2.2 02.4 03.0 04.1.1.2 04.1.2.4 04.1.2.5

150 150 150 150 150 150 150 150 150 250 150 150 100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-14No. Kategori Pangan 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.10 04.1.2.11 04.1.2.12 04.2.1.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai riboflavin 250 150 150 150 100 150 100 150

Kategori Pangan Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah fermentasi Produk buah untuk isi pastri Buah yang dimasak Sayur, kacang dan biji - bijian segar yang permukaannya dilapisi glasir atau lilin atau diberi perlakuan dengan bahan tambahan pangan lain yang dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu mengawetkan kesegaran dan kualitas sayuran Sayur, kacang dan biji-bijian beku Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayuran (termasuk jamur, akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk kategori pangan 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak Kembang gula/permen dan cokelat Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu semi kering

04.2.2.1 04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

150 150 250 150 100 150

04.2.2.7

100

04.2.2.8 05.0 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.4

100 500 150 150 150 250 100 150 150 150

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-15No. Kategori Pangan 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 10.4 11.3 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai riboflavin 150 150 150 150 150 150

Kategori Pangan Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Herba, rempah, bumbu dan kondimen (misalnya bumbu mi instan) Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Protein produk Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Suplemen pangan Sari buah Sari sayuran Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayur Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel

11.4

500

11.6

500

12.2 12.4 12.5 12.6 12.10 13.4 13.5 13.6 14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3 14.1.3.4 14.1.4

150 150 150 175 150 150 150 150 150 150 450 450 150 150 450 450 150

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-16No. Kategori Pangan 14.1.5 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai riboflavin 150 (hanya untuk minuman botanikal, serbuk minuman tradisional, serbuk sekoteng, minuman sari kacang hijau, serbuk minuman kedelai dan serbuk minuman) 150 150 50

Kategori Pangan Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat

14.2.2 14.2.4 14.2.7

15.0

Cider dan perry Anggur buah Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Makanan ringan siap santap

150

3. Karmin dan ekstrak cochineal CI. No. 75470 (Carmines and cochineal extract) Karmin CI. No. 75470 (Carmines) INS. 120 ADI : 0-5 mg/kg berat badan Sinonim : Carmine; cochineal carmine; C.I. Natural red 4; hydrated aluminium chelate of carminic acid (7-beta-Dglucopyranosyl-3,5,6,8-tetrahydroxy-1-methyl-9,10-dioxoanthracene-2-carboxylic acid) Fungsi lain : Ekstrak cochineal CI. No. 75470 (Cochineal extract) INS. 120 ADI : Tidak dinyatakan (No ADI Allocated) Sinonim : C.I.Natural red 4, 7-beta-D-glucopyranosyl-3,5,6,8tetrahydroxy-1-methyl-9,10-dioxoanthracene-2-carboxylic acid Fungsi lain : -

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-17No. Kategori Pangan 01.1.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai asam karminat 100

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Susu dan krim bubuk analog Keju peram total, termasuk kulit kejunya Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ sterilisasi) Jem, jeli dan marmalad Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah untuk isi pastri Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk kakao dan cokelat termasuk cokelat analog dan pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka)

01.5.2 01.6.2.1 01.6.4.2 01.7 03.0 04.1.2.4 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.11 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

200 125 100 100 100 200 200 200 200 200 150 200 200 200 200

05.1 05.2

300 300

05.3 05.4 06.3 06.4 06.5

300 500 200 200 100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-18No. Kategori Pangan 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 08.2 08.3.1.1 08.3.1.2 08.3.1.3 08.3.2 08.3.3 08.4 09.2.1 09.2.2 09.2.3 09.2.4.1 09.2.4.2 09.2.4.3 09.2.5 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai asam karminat 200 200 100 200 200 200 200 200 200 500 200 100 100 100 100 500 100 500 500 500 250 500 300

Kategori Pangan Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan yang dikuring (termasuk penggaraman) tanpa pemasakan Dihaluskan, yang dikuring (termasuk penggaraman) dan dikeringkan tanpa pemasakan Daging, daging unggas dan daging hewan buruan, yang dihaluskan, difermentasi tanpa perlakuan panas Daging, daging unggas dan daging hewan buruan, yang dihaluskan, dan diolah dengan perlakuan panas Daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan, diolah dan dibekukan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan, filet ikan dan produk perikanan meliputi moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan Ikan, filet ikan dan hasil perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata berlapis tepung yang dibekukan Hancuran (minced) dan sari (krim) ikan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan Ikan dan produk perikanan kukus atau rebus Moluska, krustasea dan ekinodermata rebus atau kukus Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea, ekinodermata goreng atau panggang (oven atau bara) Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang diasap, dikeringkan, difermentasi dengan atau tanpa garam

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-19No. Kategori Pangan 09.3.1 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai asam karminat 500

Kategori Pangan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang direndam dalam bumbu (marinasi) dan atau di dalam jelly Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang diolah menjadi pikel dan atau direndam dalam larutan garam Pengganti salmon, caviar dan produk telur ikan lainnya Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata semi awet (contohnya adalah pasta ikan) Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias) termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Bumbu dan kondimen Mustard Produk protein lainnya Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Sari buah Sari sayuran Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayur Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Bir dan minuman malt

09.3.2

500

09.3.3 09.3.4 09.4

500 100 500

10.4 11.4

100 500

11.6

300

12.2.2 12.4 12.10 13.4 13.5 14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3 14.1.3.4 14.1.4 14.2.1

500 300 100 50 50 100 100 300 300 100 100 300 300 100 200

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-20No. Kategori Pangan 14.2.2 14.2.4 14.2.6 15.1 15.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai asam karminat 200 200 200 200 100

Kategori Pangan Cider dan perry Anggur buah Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15% Makanan ringan – berbahan dasar kentang, umbi, serealia, tepung atau pati (dari umbi dan kacang) Olahan kacang, termasuk kacang terlapisi dan campuran kacang (contoh dengan buah kering)

4. Klorofil CI. No. 75810 (Chlorophyll) INS. 140 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : tidak dinyatakan (not limited) : Magnesium chlorophyll; magnesium natural green 3 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi (contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim analog Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Cairan whey dan produknya, kecuali keju whey Lemak dan minyak nabati Lemak babi, lemak sapi, lemak domba, minyak ikan dan lemak hewani lain Margarin dan produk sejenis Campuran margarin dan mentega (blends of butter and margarine) Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80%

phaeophytin;

C.I

Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

01.3.2 01.4.4 01.5.2 01.6.1 01.6.2 01.6.4.2 01.6.5 01.7 01.8.1 02.1.2 02.1.3 02.2.1.2 02.2.1.3 02.2.2

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-21No. Kategori Pangan 02.3 02.4 03.0 04.1.1.2 Kategori Pangan Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

04.1.2 04.2.1.2

Buah olahan Sayur, kacang dan biji - bijian segar yang permukaannya dilapisi glasir atau lilin atau diberi perlakuan dengan bahan tambahan pangan lain yang dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu mengawetkan kesegaran dan kualitas sayuran Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayuran (termasuk jamur, akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk kategori pangan 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak Kembang gula / permen dan cokelat Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenis pasta Pasta dan mi pra-masak serta produk sejenis

04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

04.2.2.7

04.2.2.8 05.0 06.3 06.4.2 06.4.3

CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-22No. Kategori Pangan 06.5 06.6 06.7 06.8 07.0 08.1.1 Kategori Pangan Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Produk-produk kedelai Produk bakeri Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah, dalam bentuk utuh atau potongan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi dan untuk memberi cap dan merek di permukaan luar produk) 1000 (hanya pada loganiza) CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya pada fish roe) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (hanya untuk produk surimi dan fish roe)

08.1.2 08.2 08.3 08.4 09.1.1 09.1.2

Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah yang dihaluskan Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan segar Moluska, segar krustasea dan ekinodermata

09.2.1

Ikan, filet ikan dan produk perikanan meliputi moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-23No. Kategori Pangan 09.2.2 Kategori Pangan Ikan, filet ikan dan hasil perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata berlapis tepung yang dibekukan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (hanya untuk produk ikan asap) CPPB CPPB

09.2.3

Hancuran (minced) dan sari (krim) ikan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan

09.2.4.1 09.2.4.2 09.2.4.3

Ikan dan produk perikanan kukus atau rebus Moluska, krustasea dan ekinodermata rebus atau kukus Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea, ekinodermata goreng atau panggang (oven atau bara)

09.2.5

09.3 09.4

10.1

Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang diasap, dikeringkan, difermentasi dengan atau tanpa garam Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Telur segar

10.2.3 10.3

Produk-produk telur yang dikeringkan dan atau dipanaskan hingga terkoagulasi Telur yang diawetkan, termasuk produk tradisional telur yang diawetkan, termasuk dengan cara dibasakan, diasinkan dan

CPPB (hanya untuk memberi cap dan merk di permukaan luar produk) CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-24No. Kategori Pangan 10.4 11.6 Kategori Pangan dikalengkan Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Bumbu dan kondimen Cuka makan Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang dari kategori 04.2.2.5 dan 05.1.3 Ragi dan produk sejenisnya Bumbu dan kondimen dari kedelai Protein produk Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Suplemen pangan Sari buah dan sari sayuran Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Bir dan minuman malt Cider dan perry Anggur sparkling dan semi sparkling Anggur fortifikasi dan anggur liqueur dan anggur manis Anggur buah Mead, anggur madu Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15% Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB

12.2.2 12.3 12.4 12.5 12.6 12.7

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

12.8 12.9 12.10 13.3 13.4 13.5

CPPB CPPB CPPB CPPB (kecuali produk bayi) CPPB CPPB

13.6 14.1.2 14.1.4 14.2.1 14.2.2 14.2.3.2 14.2.3.3 14.2.4 14.2.5 14.2.6 14.2.7

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

15.0

CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-255. Klorofil dan Klorofilin tembaga kompleks CI. No. 75810 (Chlorophylls and chlorophyllins, copper complexes) INS. 141 Klorofil tembaga kompleks CI. No. 75810 (Chlorophylls, Copper Complexes INS. 141(i) ADI : 0-15 mg/kg berat badan Sinonim : Copper chlorophyll; copper phaeophytin; C.I. natural green 3 Fungsi lain : Klorofilin tembaga kompleks CI. No. 75815 (Chlorophyllin copper complexes, sodium and potassium salts) INS. 141(ii) ADI : 0-15 mg/kg berat badan Sinonim : Potassium copper chlorophyllin; Sodium copper chlorophyllin Fungsi lain : No. Kategori Pangan 01.1.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai Cuprum (Cu) 30

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Lemak, minyak dan emulsi minyak Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah olahan Sayur, rumput laut, kacang dan biji-bijian olahan Kembang gula/permen dan cokelat Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai)

01.7 02.0 03.0 04.1.2 04.2.2 05.0 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7

30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-26No. Kategori Pangan 07.0 08.2 08.3 08.4 09.2 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai Cuprum (Cu) 30 30 30 30 30

Kategori Pangan Produk bakeri Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Herba, rempah, bumbu dan kondimen (misalnya bumbu mi instan) Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis Cokelat dan kacang yang termasuk kategori pangan 04.2.2.5 dan 05.1.3 Sari buah Sari sayuran Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayur Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah

09.3 09.4

30 30

10.4 11.4

30 60

11.6

30

12.2 12.4 12.5 12.6 12.7

30 60 30 30 30

14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3

30 30 60 60 30 30 60

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-27No. Kategori Pangan 14.1.3.4 14.1.4 14.1.5 Batas Maksimum (mg/kg) sebagai Cuprum (Cu) 60 30 30 (hanya untuk minuman botanikal, serbuk minuman tradisional, serbuk sekoteng, minuman sari kacang hijau, serbuk minuman kedelai dan serbuk minuman) 60 30

Kategori Pangan Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat

14.2 15.0

Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap

6. Karamel I Plain (Caramel I – plain) INS. 150a ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : tidak dinyatakan (not specified) : Plain caramel; caustic caramel : Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi (contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim analog Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa

01.3.2 01.4.4 01.5.2 01.6.1 01.6.2 01.6.4.2 01.6.5 01.7

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-28No. Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg)

Kategori Pangan atau yoghurt dengan buah

01.8.1 02.2.1.2 02.2.1.3 02.2.2 02.3 02.4 03.0 04.1.1.2

Cairan whey dan produknya, kecuali keju whey Margarin dan produk sejenis Campuran margarin dan mentega (blends of butter and margarine) Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80% Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

04.1.2 04.2.1.2

Buah olahan Sayur, kacang dan biji - bijian segar yang permukaannya dilapisi glasir atau lilin atau diberi perlakuan dengan bahan tambahan pangan lain yang dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu mengawetkan kesegaran dan kualitas sayuran

04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

04.2.2.7

Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayuran (termasuk jamur, akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk kategori

CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-29No. Kategori Pangan 04.2.2.8 05.0 06.1 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8 07.0 08.1.1 Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya pada fish roe) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (hanya untuk

Kategori Pangan pangan 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak Kembang gula / permen dan cokelat Biji-bijian utuh, patahan, atau serpihan, termasuk beras Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Produk-produk kedelai Produk bakeri Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah, dalam bentuk utuh atau potongan

08.1.2 08.2 08.3 08.4 09.1.1 09.1.2

Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah yang dihaluskan Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan segar Moluska, krustasea dan ekinodermata segar

09.2.1

Ikan, filet ikan dan meliputi moluska,

produk perikanan krustasea dan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-30No. Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg) produk surimi dan fish roe) CPPB (hanya digunakan di roti atau adonan untuk pelapis) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB

Kategori Pangan ekinodermata yang dibekukan

09.2.2

Ikan, filet ikan dan hasil perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata berlapis tepung yang dibekukan

09.2.3

Hancuran (minced) dan sari (krim) ikan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan

09.2.4.1 09.2.4.2 09.2.4.3

Ikan dan produk perikanan kukus atau rebus Moluska, krustasea dan ekinodermata rebus atau kukus Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea, ekinodermata goreng atau panggang (oven atau bara)

09.2.5

09.3 09.4

10.1

Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang diasap, dikeringkan, difermentasi dengan atau tanpa garam Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Telur segar

CPPB CPPB

10.2.3 10.3

CPPB (hanya untuk memberi cap dan merek di permukaan luar produk) Produk-produk telur yang dikeringkan dan CPPB atau dipanaskan hingga terkoagulasi Telur yang diawetkan, termasuk produk CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-31No. Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg)

Kategori Pangan tradisional telur yang diawetkan, termasuk dengan cara dibasakan, diasinkan dan dikalengkan Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Pengganti garam Herba dan rempah Bumbu dan kondimen Cuka makan Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang dari kategori 04.2.2.5 dan 05.1.3 Ragi dan produk sejenisnya Bumbu dan kondimen dari kedelai Protein produk Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Suplemen pangan Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap

10.4 11.6

CPPB CPPB

12.1.2 12.2.1 12.2.2 12.3 12.4 12.5 12.6 12.7

CPPB CPPB (hanya untuk herba) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

12.8 12.9 12.10 13.3 13.4 13.5 13.6 14.1.4 14.1.5 14.2 15.0

CPPB CPPB CPPB CPPB (kecuali produk bayi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-327. Karamel III amonia proses (Caramel III - ammonia process) INS. 150c ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0–200 mg/kg berat badan (dalam bentuk cair) atau 0-150 mg/kg berat badan (dalam bentuk padatan) : Ammonia caramel : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim analog Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Kulit keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah dalam cuka, minyak dan larutan garam Buah dalam kemasan (pasteurisasi /sterilisasi) Jem, jeli dan marmalade Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah untuk isi pastry Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Batas Maksimum (mg/kg) 150

01.3.2 01.4.4 01.5.2 01.6.1 01.6.2.2 01.6.4.2 01.6.5 01.7 02.4 03.0 04.1.2.3 04.1.2.4 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.11 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB 2000 CPPB 1000 CPPB CPPB CPPB 500 CPPB 7500 CPPB 7500 500 CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-33No. Kategori Pangan 04.2.2.6 Kategori Pangan Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Olesan berbasis kakao, termasuk isian (filling) Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi pra-masak serta produk sejenis Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Minuman kedelai Produk bakeri Daging dan produk daging, termasuk daging unggas dan daging hewan buruan Ikan dan produk perikanan segar, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata serta amfibi dan reptil Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Pengganti salmon, caviar dan produk telur ikan lainnya Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias) termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup Untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Bumbu dan kondimen Cuka makan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

05.1.3 05.2

CPPB CPPB

05.3 05.4 06.3 06.4.3 06.5 06.8.1 07.0 08.0 09.1

20000 CPPB 6500 10000 CPPB CPPB CPPB CPPB (untuk permukaan) CPPB (untuk permukaan dan hanya untuk telur ikan) CPPB (hanya untuk telur ikan) CPPB (hanya untuk telur ikan) 500 (hanya untuk telur ikan) CPPB CPPB

09.2

09.3.3 09.4

10.4 11.4

12.2.2 12.3

CPPB 1000

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-34No. Kategori Pangan 12.4 12.5 12.6 12.7 Kategori Pangan Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis coklat dan kacang dari kategori 04.2.2.5 dan 05.1.3 Saus kedelai lainnya Protein produk Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Suplemen pangan Sari buah Nektar sayur Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Bir dan minuman malt Cider dan perry Anggur fortifikasi dan anggur liqueur dan anggur manis Anggur buah Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15% Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB 50000 CPPB

12.9.2.3 12.10 13.3 13.4 13.5 13.6 14.1.2.1 14.1.3.2 14.1.3.4 14.1.4 14.2.1 14.2.2 14.2.3.3 14.2.4 14.2.6 14.2.7

CPPB CPPB CPPB (kecuali produk bayi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

15.0

CPPB

8. Karamel IV amonia sulfit proses (Caramel IV - sulphite ammonia process) INS. 150d ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0–200 mg/kg berat badan (dalam bentuk cair) atau 0-150 mg/kg berat badan (dalam bentuk padatan) : Sulfite ammonia caramel : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis Batas Maksimum (mg/kg) 150

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-35No. Kategori Pangan 01.3.2 01.4.4 01.5.2 01.6.1 01.6.2.2 01.6.4.2 01.6.5 01.7 02.4 03.0 04.1.2.3 04.1.2.4 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.11 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6 Kategori Pangan whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim analog Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Kulit keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah dalam cuka, minyak dan larutan garam Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ sterilisasi) Jem, jeli dan marmalad Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah untuk isi pastri Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Olesan berbasis kakao, termasuk isian (filling) Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenis pasta Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB 100 CPPB 2000 CPPB 1000 CPPB CPPB 1500 500 CPPB 7500 CPPB 7500 500 CPPB CPPB CPPB

05.1.3 05.2

CPPB CPPB

05.3 05.4 06.3 06.4.2

20000 CPPB 2500 6500

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-36No. Kategori Pangan 06.4.3 06.5 06.8.1 07.1 07.2.1 07.2.2 07.2.3 08.0 09.1 Kategori Pangan Pasta dan mi pra-masak serta produk sejenis Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Minuman kedelai Roti dan produk bakeri tawar dan premiks Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard, vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Daging dan produk daging, termasuk daging unggas dan daging hewan buruan Ikan dan produk perikanan segar, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata serta amfibi dan reptil Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Pengganti salmon, caviar dan produk telur ikan lainnya Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup Karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Bumbu dan kondimen Cuka makan Mustard Sup siap saji dan kaldu, termasuk kalengan, botol dan beku Bubuk atau campuran untuk sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang yang termasuk kategori pangan 04.2.2.5 dan 05.1.3 Bumbu dan kondimen dari kedelai Protein produk Batas Maksimum (mg/kg) 10000 CPPB CPPB
1200

CPPB 1200 CPPB CPPB CPPB (untuk permukaan, hanya pada telur ikan) CPPB (untuk telur ikan) CPPB (untuk telur ikan) 500 (untuk telur ikan) CPPB CPPB

09.2 09.3.3 09.4

10.4 11.4

12.2.2 12.3 12.4 12.5.1 12.5.2 12.6 12.7

CPPB CPPB CPPB 3000 CPPB 1500 CPPB

12.9 12.10

CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-37No. Kategori Pangan 13.3 13.4 13.5 14.1.2.1 14.1.3.2 14.1.3.4 14.1.4 14.2.1 14.2.2 14.2.3.3 14.2.4 14.2.6 14.2.7 Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB (kecuali produk bayi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

15.0

Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Sari buah Nektar sayur Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Bir dan minuman malt Cider dan perry Anggur fortifikasi dan anggur liqueur dan anggur manis Anggur buah Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15% Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Makanan ringan siap santap

CPPB

9. Karbon tanaman CI. No.77266 (Vegetable carbon) INS. 153 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.6.1 01.6.2 01.6.3 01.6.4.2 01.6.5 01.6.6 03.0 04.1.2 : tidak dinyatakan (no ADI was allocated) : vegetable black; carbon black (vegetable sources) : Kategori Pangan Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju whey Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan Buah, sayur dan atau daging Keju analog Keju protein whey Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah olahan Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-38No. Kategori Pangan 04.2.2 05.0 06.3 06.4 06.6 06.7 06.8.2 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 08.2 08.3 08.4 09.2 Kategori Pangan Sayur, rumput laut, kacang dan biji-bijian olahan Kembang gula / permen dan cokelat Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Lapisan tipis cairan kedelai Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Herba, rempah, bumbu dan kondimen (misalnya bumbu mi instan) Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari Batas Maksimum (mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

09.3 09.4

CPPB CPPB

11.4

CPPB

11.6

CPPB

12.2 13.5

CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-39No. Kategori Pangan 15.0 Kategori Pangan kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Makanan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

10. Beta-karoten (sayuran) CI. No. 75130 [Beta-carotenes (vegetable)] INS. 160a (ii) ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : tidak dinyatakan (acceptable) : Natural ß-carotene, carotenes-natural; CI Food Orange 5, mixed carotenes : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim yang disterilkan atau secara UHT, krim “whipping” atau “ whipped”, dan krim rendah lemak (plain) Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram total, termasuk kulit kejunya Kulit keju peram Bubuk keju (untuk rekonstitusi contohnya dalam pembuatan saus keju) Keju whey Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Lemak dan minyak nabati Lemak babi, lemak sapi, lemak domba, minyak ikan dan lemak hewani lain Mentega dan konsentrat mentega Margarin dan produk sejenis Campuran margarin dan mentega Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80% Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa berbasis Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut Batas Maksimum (mg/kg) 1000

01.3.2 01.4.2 01.5.2 01.6.1 01.6.2.1 01.6.2.2 01.6.2.3 01.6.3 01.6.4.2 01.6.5 01.7 02.1.2 02.1.3 02.2.1.1 02.2.1.2 02.2.1.3 02.2.2 02.3 02.4

1000 CPPB 1000 600 600 1000 1000 1000 1000 1000 (untuk permukaan) 1000 1000 1000 600 50 50 1000 1000 1000

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-40No. Kategori Pangan 03.0 04.1.2.3 04.1.2.4 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.9 04.1.2.10 04.2.2.5 04.2.2.6 Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg)

04.2.2.7

05.1.3 05.1.5 05.2

05.3 05.4 06.3 06.4.2 06.4.3 06.5 06.6 07.0 08.2

08.3.1

berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk 1000 sherbet dan sorbet Buah dalam cuka, minyak dan larutan 1000 garam Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ 1000 sterilisasi) Jem, jeli dan marmalad 1000 Produk oles berbasis buah (misalnya 500 chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula 1000 Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis 1000 buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah fermentasi 200 Pure dan produk oles sayur, kacang dan biji1000 bijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang 1000 dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang 1000 dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Olesan berbasis kakao, termasuk isian 1000 (filling) Produk cokelat analog/ pengganti cokelat 100 Kembang gula / permen meliputi kembang 500 gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet 500 Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping 20000 (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats 400 Pasta dan mi serta produk sejenis pasta 1000 Pasta dan mi pra-masak serta produk sejenis 1000 Makanan pencuci mulut berbasis serealia 1000 dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi 1000 permukaan ikan atau daging ayam) Produk bakeri 1000 Produk olahan daging, daging unggas dan 5000 daging hewan buruan, dalam bentuk utuh (sebagai glazing, atau potongan coating dan dekorasi) Produk daging, daging unggas, dan daging 20 hewan buruan yang dihaluskan, tanpa

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-41No. Kategori Pangan 08.3.2 Kategori Pangan pemasakan Daging, daging unggas dan daging hewan buruan, yang dihaluskan, dan diolah dengan perlakuan panas Batas Maksimum (mg/kg) 20

08.3.3

08.4 09.2.3

09.2.4.2 09.2.4.3

09.2.5

09.3.1

09.3.2

09.3.3 09.3.4

09.4

10.2 10.4 12.2 12.4

Daging, daging unggas dan daging hewan 5000 buruan yang dihaluskan, diolah dan (sebagai glazing, dibekukan coating dan dekorasi) Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : 5000 selongsong sosis) Hancuran (minced) dan sari (krim) ikan 1000 termasuk moluska, krustasea dan (sebagai glazing, ekinodermata yang dibekukan coating dan dekorasi) Moluska, krustasea dan ekinodermata rebus 1000 atau kukus Ikan dan produk perikanan termasuk 1000 moluska, krustasea, ekinodermata goreng (sebagai glazing, atau panggang (oven atau bara) coating dan dekorasi) Ikan dan produk perikanan termasuk 1000 moluska, krustasea dan ekinodermata yang diasap, dikeringkan, difermentasi dengan atau tanpa garam Ikan dan produk perikanan termasuk 1000 moluska, krustasea dan ekinodermata yang (sebagai glazing, direndam dalam bumbu (marinasi) dan atau coating dan di dalam jelly dekorasi) Ikan dan produk perikanan termasuk 1000 moluska, krustasea dan ekinodermata yang (sebagai glazing, diolah menjadi pikel dan atau direndam coating dan dalam larutan garam dekorasi) Pengganti salmon, caviar dan produk telur 1000 ikan lainnya Ikan dan produk perikanan awet, meliputi 1000 ikan dan produk perikanan yang (sebagai glazing, dikalengkan atau difermentasi, termasuk coating dan moluska, krustasea dan ekinodermata dekorasi) Ikan dan produk perikanan awet, meliputi 500 ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Produk telur 1000 Makanan pencuci mulut berbahan dasar 150 telur (misalnya custard) Herba, rempah, bumbu dan kondimen 500 (misalnya bumbu mi instan) Mustard 1000

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-42No. Kategori Pangan 12.5 12.6.1 12.6.2 12.6.3 12.7 Kategori Pangan Sup dan kaldu Saus teremulsi (misalnya mayonais, salad dressing) Saus non-emulsi (misalnya kecap, saus tomat, saus keju, saus krim, gravi coklat) Bubuk untuk saus dan gravies Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang yang termasuk kategori pangan 04.2.2.5 dan 05.1.3 Protein produk Makanan bayi dan anak dalam masa pertumbuhan Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Bir dan minuman malt Cider dan perry Anggur buah Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15% Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Batas Maksimum (mg/kg) 1000 2000 2000 2000 1000

12.10 13.2 13.3 13.4 13.5 14.1.4 14.2.1 14.2.2 14.2.4 14.2.6 14.2.7

1000 600 600 (kecuali produk bayi) 600 600 2000 600 600 600 600 600

11. Ekstrak anato CI. No. 75120 (berbasis bixin) (Annatto extracts, bixin based : Aqueous Processed Bixin, Solvent-Extracted Bixin, Oil-Processed Bixin) INS. 160b (i) ADI Sinonim Fungsi lain : 0-12 mg/kg berat badan (sebagai bixin) : Annatto E; orlean; terre orellana; L. Orange; annatto B; rocou : -

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-43Batas Maksimum (mg/kg) sebagai Kategori Pangan bixin dengan norbixin maksimum 28% terhadap bixin Minuman berbasis susu yang berperisa dan 5 atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Keju olahan berperisa, keju olahan dengan 10 tambahan buah, sayur dan atau daging Keju analog 10 Keju protein whey 10 Makanan pencuci mulut berbahan dasar 5 susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Whey dan produk whey, kecuali keju whey 10 Lemak dan minyak (edible) yang tidak 30 mengandung air Emulsi lemak terutama tipe emulsi air dalam 30 minyak Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, 10 termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa berbasis Makanan pencuci mulut berbasis lemak 10 tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk 20 sherbet dan sorbet Buah olahan 20 Sayur, kacang dan biji-bijian beku 10 Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian 20 kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, 10 larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau 10 dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan biji20 bijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang 10 dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayuran (termasuk jamur, 20 akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk kategori pangan 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak 20 Produk kakao dan cokelat termasuk cokelat 20 analog dan pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang 25 gula / permen keras dan lunak, nougat, dan

No. Kategori Pangan 01.1.2

01.6.4.2 01.6.5 01.6.6 01.7 01.8 02.1 02.2 02.3 02.4 03.0 04.1.2 04.2.2.1 04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

04.2.2.7

04.2.2.8 05.1 05.2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-44Batas Maksimum (mg/kg) sebagai bixin dengan norbixin maksimum 28% terhadap bixin 25 30 10 10 10 10 20 5 10 20 10 10 10 10 10 20 20 20 20

No. Kategori Pangan

Kategori Pangan

05.3 05.4 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.3 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 08.2 08.3 08.4 09.2

09.3 09.4

10.4

lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu segar Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard)

20 20

10

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-45Batas Maksimum (mg/kg) sebagai Kategori Pangan bixin dengan norbixin maksimum 28% terhadap bixin Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup 30 maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Herba, rempah, bumbu dan kondimen (misalnya bumbu mi instan) Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang yang termasuk kategori pangan 04.2.2.5 dan 05.1.3 Sari buah Sari sayuran Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayur Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap 25

No. Kategori Pangan 11.4

11.6

12.2 12.4 12.5 12.6 12.7

30 10 10 10 10

14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3 14.1.3.4 14.1.4 14.2 15.0

5 5 15 15 5 5 15 15 5 5 10

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-4612. Karotenoid (Carotenoids) Beta-karoten (sintetik) CI. No. 40800 (beta-carotenes (synthetic)) INS. 160a (i) ADI : 0-5 mg/kg berat badan Sinonim : C.I food orange 5 Fungsi lain : Beta-karoten dari Blakeslea trispora [beta-carotenes (Blakeslea trispora)] INS. 160a (iii) ADI : 0-5 mg/kg berat badan Sinonim : Beta-carotene; beta,beta-carotene; C.I. food orange 5 Fungsi lain : Beta-apo-8’-karotenal CI. No. 40820 (Beta-Apo-8'Carotenal) INS. 160e ADI : 0-5 mg/kg berat badan Sinonim : C.I. food orange 6 Fungsi lain : Etil ester dari beta apo-8’- asam karotenoat CI. No. 40825 (Beta-Apo-8' Carotenoic Acid Ethyl Ester) INS. 160f ADI : 0-5 mg/kg berat badan Sinonim : C.I food orange 7 Fungsi lain : No. Kategori Pangan 01.1.2 Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram total, termasuk kulit kejunya Kulit keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Emulsi lemak terutama tipe emulsi air dalam minyak Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan Buah beku Buah kering Buah dalam cuka, minyak dan larutan garam Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ sterilisasi) Batas Maksimum (mg/kg) 150

01.6.1 01.6.2.1 01.6.2.2 01.6.4.2 01.7 02.2 03.0 04.1.1.2 04.1.2.1 04.1.2.2 04.1.2.3 04.1.2.4

35 100 500 200 100 50 50 CPPB 300 200 300 200

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-47No. Kategori Pangan 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.11 04.1.2.12 04.2.2.1 04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6 Kategori Pangan Jem, jeli dan marmalad Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah untuk isi pastri Buah yang dimasak Sayur, kacang dan biji-bijian beku Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan kaleng, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Sayur dan rumput laut yang dimasak Produk kakao dan cokelat termasuk cokelat analog dan pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu semi kering Tahu semi-kering yang diolah dengan saus kental Batas Maksimum (mg/kg) 300 300 200 300 150 150 200 300 200 300 200 300 300

04.2.2.8 05.1 05.2

200 300 500

05.3 05.4 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.4 06.8.4.1

500 500 200 300 150 300 300 150 200 200 200

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-48No. Kategori Pangan 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.0 10.4 11.4 Kategori Pangan Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Produk bakeri Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Bumbu dan kondimen Mustard Sup dan kaldu Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Sari buah Sari sayur Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayur Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat Batas Maksimum (mg/kg) 200 200 200 200 150 500

11.6

500

12.2.2 12.4 12.5 13.4 13.5 14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3 14.1.3.4 14.1.4 14.1.5

500 300 300 50 300 150 150 450 450 150 150 450 450 150
150 (hanya untuk minuman botanikal, serbuk minuman tradisional, serbuk sekoteng, minuman sari kacang hijau, serbuk minuman kedelai dan serbuk minuman)

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-49No. Kategori Pangan 14.2 15.0 Kategori Pangan Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) 150 200

13. Merah bit (Beet red) INS. 162 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : tidak dinyatakan (not specified) : Beet root red : Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi (contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Krimer minuman (bukan susu) Krim analog Susu dan krim bubuk analog Keju tanpa pemeraman (keju mentah) Keju peram Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan Buah, sayur dan atau daging Keju analog Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Cairan whey dan produknya, kecuali keju whey Lemak dan minyak nabati Lemak babi, lemak sapi, lemak domba, minyak ikan dan lemak hewani lain Margarin dan produk sejenis Campuran margarin dan mentega (blends of butter and margarine) Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80% Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet

01.3.2 01.4.4 01.5.2 01.6.1 01.6.2 01.6.4.2 01.6.5 01.7 01.8.1 02.1.2 02.1.3 02.2.1.2 02.2.1.3 02.2.2 02.3 02.4 03.0

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-50No. Kategori Pangan 04.1.1.2 Batas Maksimum (mg/kg) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

Kategori Pangan

Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan

04.1.2 04.2.1.2

Buah olahan Sayur, kacang dan biji - bijian segar yang permukaannya dilapisi glasir atau lilin atau diberi perlakuan dengan bahan tambahan pangan lain yang dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu mengawetkan kesegaran dan kualitas sayuran

04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6

04.2.2.7

04.2.2.8 05.0 06.1 06.3 06.4.2 06.4.3 06.5 06.6 06.7 06.8 07.0

Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayuran (termasuk jamur, akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk kategori pangan 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak Kembang gula / permen dan cokelat Biji-bijian utuh, patahan, atau serpihan, termasuk beras Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenis pasta Pasta dan mi pra-masak serta produk sejenis Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Produk-produk kedelai Produk bakeri

CPPB

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-51No. Kategori Pangan 08.1.1 Batas Maksimum (mg/kg) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (kecuali untuk loganiza segar atau utuh adalah 1000 mg/kg) CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya untuk fish roe) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi)

Kategori Pangan

Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah, dalam bentuk utuh atau potongan

08.1.2

Daging, daging unggas, dan daging hewan buruan mentah yang dihaluskan

08.2 08.3 08.4 09.1.1 09.1.2

Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan segar Moluska, krustasea dan ekinodermata segar

09.2.1 09.2.2

Ikan, filet ikan dan produk perikanan meliputi moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan Ikan, filet ikan dan hasil perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata berlapis tepung yang dibekukan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-52No. Kategori Pangan 09.2.3 Batas Maksimum (mg/kg) CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB CPPB CPPB (hanya digunakan untuk di bagian lapisan luar dari buah, sayuran, daging atau ikan serta untuk dekorasi) CPPB (hanya untuk produk ikan asap) CPPB CPPB

Kategori Pangan

Hancuran (minced) dan sari (krim) ikan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dibekukan

09.2.4.1 09.2.4.2 09.2.4.3

Ikan dan produk perikanan kukus atau rebus Moluska, krustasea dan ekinodermata rebus atau kukus Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea, ekinodermata goreng atau panggang (oven atau bara)

09.2.5

09.3 09.4

10.1

Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang diasap, dikeringkan, difermentasi dengan atau tanpa garam Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Telur segar

10.2.3 10.3

10.4

CPPB (hanya untuk memberi cap dan merek di permukaan luar produk) Produk-produk telur yang dikeringkan dan CPPB atau dipanaskan hingga terkoagulasi Telur yang diawetkan, termasuk produk CPPB tradisional telur yang diawetkan, termasuk dengan cara dibasakan, diasinkan dan dikalengkan Makanan pencuci mulut berbahan dasar CPPB telur (misalnya custard)

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-53No. Kategori Pangan 11.4 Batas Maksimum (mg/kg) CPPB

Kategori Pangan

11.6

12.2.2 12.3 12.4 12.5 12.6 12.7

12.8 12.9 12.10 13.3 13.4 13.5 13.6 14.1.4 14.1.5

Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Bumbu dan kondimen Cuka makan Mustard Sup dan kaldu Saus dan produk sejenis Produk oles untuk salad (misalnya salad makaroni, salad kentang) dan sandwich, tidak mencakup produk oles berbasis cokelat dan kacang dari kategori 04.2.2.5 dan 05.1.3 Ragi dan produk sejenisnya Bumbu dan kondimen dari kedelai Protein produk Makanan diet khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk untuk bayi dan anakanak (kecuali produk kategori pangan 13.1) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan .. 240 Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Suplemen pangan Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat Bir dan minuman malt Cider dan perry Anggur sparkling dan semi sparkling Anggur fortifikasi dan anggur liqueur dan anggur manis Anggur buah Mead, anggur madu Minuman spirit yang mengandung etanol lebih dari 15%

CPPB

CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

CPPB CPPB CPPB CPPB (kecuali produk bayi) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB (hanya untuk serbuk minuman kedelai) CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB CPPB

14.2.1 14.2.2 14.2.3.2 14.2.3.3 14.2.4 14.2.5 14.2.6

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-54No. Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg)

Kategori Pangan

14.2.7

15.0

Minuman beralkohol yang diberi aroma (misalnya minuman bir, anggur buah, minuman cooler-spirit, penyegar rendah alkohol) Makanan ringan siap santap

CPPB

CPPB

14. Antosianin (Anthocyanins) INS. 163 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0-2,5 mg/kg berat badan : Anthocyans : Batas Maksimum (mg/kg sebagai antosianin 150

Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah utuh segar dengan permukaan diberi perlakuan Buah beku Buah kering Buah dalam cuka, minyak dan larutan garam Buah dalam kemasan (pasteurisasi/ sterilisasi) Jem, jeli dan marmalad Produk oles berbasis buah (misalnya chutney) tidak termasuk produk pada kategori 04.1.2.5 Buah bergula Bahan baku berbasis buah, meliputi bubur buah, pure, topping buah dan santan kelapa Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Produk buah fermentasi

01.7 02.4 03.0 04.1.1.2 04.1.2.1 04.1.2.2 04.1.2.3 04.1.2.4 04.1.2.5 04.1.2.6 04.1.2.7 04.1.2.8 04.1.2.9 04.1.2.10

200 200 1000 6000 1000 1000 1500 1500 500 500 1500 1500 500 500

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-55No. Kategori Pangan 04.1.2.12 04.2.2.1 04.2.2.2 04.2.2.3 04.2.2.4 04.2.2.5 04.2.2.6 Batas Maksimum (mg/kg sebagai antosianin 500 1000 1000 500 1000 1500 1500

Kategori Pangan Buah yang dimasak Sayur, kacang dan biji-bijian beku Sayur, rumput laut, kacang, dan biji-bijian kering Sayur dan rumput laut dalam cuka, minyak, larutan garam atau kecap kedelai Sayur dalam kemasan, botol atau dalam retort pouch Pure dan produk oles sayur, kacang dan bijibijian (misalnya selai kacang) Bahan baku dan bubur (pulp) sayur, kacang dan biji-bijian (misalnya makanan pencuci mulut dan saus sayur, sayur bergula) tidak termasuk produk dari kategori 04.2.2.5 Produk fermentasi sayur (termasuk jamur, akar dan umbi, kacang dan aloe vera) dan rumput laut, tidak termasuk katpang 12.10 Sayur dan rumput laut yang dimasak Produk kakao dan cokelat termasuk cokelat analog dan pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Minuman kedelai Lapisan tipis cairan kedelai Tahu segar Tahu semi kering Tahu kering Kedelai fermentasi (contohnya nato) Tahu fermentasi (contohnya keju kedelai) Roti dan produk bakeri tawar dan premiks Produk bakeri istimewa (manis, asin, gurih) Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan

04.2.2.7 04.2.2.8 05.1 05.2

100 500 200 10000

05.3 05.4 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 06.8.1 06.8.2 06.8.3 06.8.4 06.8.5 06.8.6 06.8.7 07.1 07.2 08.2

500 500 200 400 1500 500 1000 100 400 1000 400 400 400 400 200 1500 5000

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-56No. Kategori Pangan 08.3 08.4 09.2 Batas Maksimum (mg/kg sebagai antosianin 5000 5000 1000

Kategori Pangan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan lainnya termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang telah mengalami pengolahan Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Gula dan sirup lainnya (xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Sediaan pemanis, termasuk pemanis buatan (table top sweeteners, termasuk yang mengandung pemanis dengan intensitas tinggi) Sup dan kaldu Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Sari buah Sari sayuran Konsentrat sari buah Konsentrat sari sayuran Nektar buah Nektar sayur Konsentrat nektar buah Konsentrat nektar sayur Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap

09.3 09.4

1500 1500

10.4 11.4

200 10000

11.6

10000

12.5 13.5 14.1.2.1 14.1.2.2 14.1.2.3 14.1.2.4 14.1.3.1 14.1.3.2 14.1.3.3 14.1.3.4 14.1.4 14.2 15.0

500 250 100 100 300 300 100 1500 300 1500 300 1500 500

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-5715. Titanium dioksida CI. No. 77891 (Titanium dioxide) INS. 171 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 05.0 : tidak dinyatakan (not limited) : C.I. pigment white 6 : Kategori Pangan Kembang gula / permen dan cokelat Batas Maksimum (mg/kg) 500

B. Pewarna Sintetis (Synthetic colour) 1. Tartrazin CI. No. 19140 (Tartrazine) INS. 102 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 7,5 mg/kg berat badan : C.I. food yellow 4; F.D and C yellow no. 5; EEC serial no. E102 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Semua produk emulsi lemak yang kadar lemaknya tidak kurang dari 80% Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah kering Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula keras dan lunak / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 02.2.1 02.4 03.0 04.1.2.2 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 30 70 70 70 300 300 70 2500 300 100 100 100

04.1.2.11 05.1.4 05.1.5 05.2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-58No. Kategori Pangan 05.3 05.4 06.3 06.4 06.5 06.6 06.7 07.1.2 07.1.4 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3 09.2.4 Kategori Pangan produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Pasta dan mi serta produk sejenisnya (misalnya rice paper, vermiseli beras/bihun), pasta kedelai dan mi kedelai Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Tepung bumbu (misalnya untuk melapisi permukaan ikan atau daging ayam) Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dikukus atau rebus dan atau goreng/panggang Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Bubuk atau campuran untuk sup dan kaldu Saus non-emulsi (misalnya kecap, saus tomat, saus keju, saus krim, gravi coklat) Batas Maksimum (mg/kg) 100 300 70 70 70 70 70 70 50 100 70 70 100 15

09.3 09.4

15 15

10.4 11.3

70 70

11.4

70

12.5.2 12.6.2

70 100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-59No. Kategori Pangan 13.4 14.1.4.1 14.1.4.2 Kategori Pangan Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Batas Maksimum (mg/kg) 70 70 300 70 300 70

14.2

2. Kuning kuinolin CI. No. 47005 (Quinoline yellow) INS. 104 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 -10 mg/kg berat badan (2006) 0 – 5 mg/kg berat badan (2011, tentative) : C.I.. food yellow 13 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 03.0 04.1.2.7 04.1.2.9

70 70 300 70 2500 300 100 100 100 70 70 70 100

04.1.2.11 05.2.1 05.2.2 05.3 06.3 06.5 06.7 07.1.6

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-60No. Kategori Pangan 07.2.1 07.2.2 07.2.3 11.3 Kategori Pangan Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Serbuk minuman berkarbonat, sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Batas Maksimum (mg/kg) 70 70 100 70

11.4

70

14.1.4

70 300

3. Kuning FCF CI. No. 15985 (Sunset yellow FCF) INS. 110 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 4 mg/kg berat badan : CI Food Yellow 3; Orange Yellow S : Kategori pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 03.0 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 70 300 300 70 2500 100 100

05.1.4 05.1.5

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-61No. Kategori Pangan 05.2 Kategori pangan Kembang gula / permen meliputi kembang gula keras dan lunak / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dikukus atau rebus dan atau goreng/panggang Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Saus non-emulsi (misalnya kecap, saus tomat, saus keju, saus krim, gravi coklat) Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Batas Maksimum (mg/kg) 100

05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.2 07.1.4 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3 09.2.4

100 300 70 70 70 70 100 100 70 70 100 15

09.3 09.4

15 15

10.4 11.3

70 70

11.4

70

12.6.2 14.1.4.1

70 70

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-62No. Kategori Pangan 14.1.4.2 Kategori pangan Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Batas Maksimum (mg/kg) 300 70 300

4. Karmoisin CI. No. 14720 (Azorubine (carmoisine)) INS. 122 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 4 mg/kg berat badan : Azorubine; food red 3 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 02.4 03.0 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 70 70 300 300 70 2500 300 100 100 100 300 70 70 70 300 100 70

04.1.2.11 05.2.1 05.2.2 05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.4 07.1.6 07.2.1

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-63No. Kategori Pangan 07.2.2 07.2.3 09.2.4 Kategori Pangan Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dikukus atau rebus dan atau goreng/panggang Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirop beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Batas Maksimum (mg/kg) 70 100 15

09.3 09.4

15 15

11.3

70

11.4

70

13.4 13.5 14.1.4.1 14.1.4.2

70 70 70 300 70 300 70

14.2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-645. Ponceau 4R CI. No. 16255 [Ponceau 4R (cochineal red A)] INS. 124 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 4 mg/kg berat badan : Cochineal red A; C.I. food red 7; new coccine; brilliant scarlet : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Buah kering Jem, jeli dan marmalad Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Olesan berbasis kakao, termasuk isian (filling) Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7

70

02.4 03.0 04.1.2.2 04.1.2.5 04.1.2.9

70 70 70 70 70 2500 100 100 100 100 100 100 300 70 70 70 300 100 100 70 70 100

05.1.3 05.1.4 05.1.5 05.2.1 05.2.2 05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.2 07.1.4 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-65No. Kategori Pangan 08.2 08.3 08.4 09.2.4 Kategori Pangan Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Kemasan edible (dapat dimakan) (contoh : selongsong sosis) Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang dikukus atau rebus dan atau goreng/panggang Ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata yang semi awet Ikan dan produk perikanan awet, meliputi ikan dan produk perikanan yang dikalengkan atau difermentasi, termasuk moluska, krustasea dan ekinodermata Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Saus non-emulsi (misalnya kecap, saus tomat, saus keju, saus krim, gravi coklat) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Batas Maksimum (mg/kg) 30 30 30 15

09.3 09.4

15 15

11.3

70

11.4

70

12.6.2 13.4 13.5 14.1.4.1 14.1.4.2

70 70 70 70 300 70 300

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-666. Eritrosin CI. No. 45430 (Erythrosine) INS. 127 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 04.1.2.7 04.1.2.11 05.2.1 05.2.2 05.3 05.4 07.1.6 07.2.1 07.2.3 08.2 08.3 : 0 – 0,1 mg/kg berat badan : C.I. food red 14; F.D and C red no. 3 : Kategori Pangan Buah bergula Produk buah untuk isi pastri Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan, dalam bentuk utuh atau potongan Produk-produk olahan daging, daging unggas dan daging hewan buruan yang dihaluskan Batas Maksimum (mg/kg) 100 100 25 25 25 100 20 300 20 30 30

7. Merah allura CI. No. 16035 (Allura red AC) INS. 129 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 7 mg/kg berat badan : C.I. food red 17; F.D and C red no. 40 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 300 300 70 2500 300

04.1.2.11

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-67No. Kategori Pangan 05.1.4 05.1.5 05.2 Kategori Pangan Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula keras dan lunak / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Produk bakeri tawar lainnya (misalnya bagel, pita, muffin inggris) Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Bubuk atau campuran untuk sup dan kaldu Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Makanan ringan – berbahan dasar kentang, umbi, serealia, tepung atau pati (dari umbi dan kacang) Batas Maksimum (mg/kg) 100 100 100

05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.2 07.1.3 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3 11.3

100 300 70 70 70 100 100 100 70 70 100 70

11.4

70

12.5.2 13.4 14.1.4.1 14.1.4.2

70 70 70 300 70 300 15 (hanya untuk makanan ekstrudat)

15.1

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-688. Indigotin CI. No. 73015 [Indigotine (indigo carmine)] INS. 132 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 5 mg/kg berat badan : Indigo carmine; C.I. food blue 1; F.D and C blue no. 2 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Jem, jeli dan marmalad Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula keras dan lunak / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7

70

02.4 03.0 04.1.2.5 04.1.2.9

70 70 70 70 2500 100 100 100

05.1.4 05.1.5 05.2

05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.2 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3

100 300 70 70 70 300 100 70 70 100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-69No. Kategori Pangan 14.1.4 Kategori Pangan Minuman berbasis air berperisa, termasuk minuman olahraga atau elektrolit dan minuman berpartikel Serbuk minuman berkarbonat, sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Batas Maksimum (mg/kg) 70 300

9. Biru berlian FCF CI No. 42090 (Brilliant blue FCF) INS. 133 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 -12,5 mg/kg berat badan : C.I. food blue 2; F.D and C blue no. 1 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Olesan berbasis kakao termasuk isian (filling) Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula / permen meliputi kembang gula keras dan lunak / permen keras dan lunak, nougat, dan lain-lain, tidak termasuk produk dari kategori 05.1, 05.3 dan 05.4 Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 02.4

70 70

03.0 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 300 300 70 2500 300 100 100 100 100

04.1.2.11 05.1.3 05.1.4 05.1.5 05.2

05.3 05.4 06.3 06.5

100 300 70 70

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-70No. Kategori Pangan 06.7 07.1.2 07.1.4 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3 10.4 11.3 Kategori Pangan Kue beras Krekers, tidak termasuk krekers manis Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard, vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Makanan pencuci mulut berbahan dasar telur (misalnya custard) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4 dan 13.6 Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) 70 100 100 100 70 70 100 70 70

11.4

70

13.4 13.5 14.1.4.1 14.1.4.2

70 70 70 300 70 300 70 70

14.2 15.0

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-7110. Hijau FCF CI. No. 42053 (Fast green FCF) INS. 143 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 25 mg/kg berat badan : C.I. food green 3; F.D and C green no. 3 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Jem, jeli dan marmalad Buah bergula Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Produk buah untuk isi pastri Olesan berbasis kakao, termasuk isian (filling) Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Produk serupa roti termasuk roti untuk isi (stuffing) dan tepung roti, tepung panir Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Bumbu dan kondimen Batas Maksimum (mg/kg) 70

01.7 02.4 03.0 04.1.2.5 04.1.2.7 04.1.2.9

70 70 70 300 300 70 2500 300 100 100 100 100 100 100 300 70 70 70 100 100 70 70 100 100

04.1.2.11 05.1.3 05.1.4 05.1.5 05.2.1 05.2.2 05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.4 07.1.6 07.2.1 07.2.2 07.2.3 12.2.2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-72No. Kategori Pangan 14.1.4.1 14.1.4.2 Kategori Pangan Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Serbuk minuman berkarbonat Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat, termasuk punches dan ades Sirup, squash, minuman konsentrat dan serbuk minuman Batas Maksimum (mg/kg) 70 300 70 300

11. Coklat HT CI. No. 20285 (Brown HT) INS. 155 ADI Sinonim Fungsi lain No. Kategori Pangan 01.1.2 : 0 – 1,5 mg/kg berat badan : Chocolate brown HT; C.I. food brown 3 : Kategori Pangan Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi contohnya susu coklat, eggnog, minuman yoghurt, minuman berbasis whey) Makanan pencuci mulut berbahan dasar susu (misalnya puding, yoghurt berperisa atau yoghurt dengan buah) Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk makanan pencuci mulut berbasis susu dari kategori 01.7 Es untuk dimakan (edible ice), termasuk sherbet dan sorbet Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah Tepung agar Olesan berbasis kakao, termasuk isian (filling) Produk kakao dan cokelat Produk cokelat analog/ pengganti cokelat Kembang gula keras/ permen keras Kembang gula / permen lunak Kembang gula karet / permen karet Dekorasi (misalnya untuk bakery), topping (non-buah) dan saus manis Serealia untuk sarapan, termasuk rolled oats Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati (misalnya puding nasi, puding tapioka) Kue beras Premiks untuk roti tawar dan produk bakeri tawar Batas Maksimum (mg/kg) 30

01.7 02.4 03.0 04.1.2.9

30 30 30 30 1100 50 50 50 50 50 50 50 30 30 30 50

05.1.3 05.1.4 05.1.5 05.2.1 05.2.2 05.3 05.4 06.3 06.5 06.7 07.1.6

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-73No. Kategori Pangan 07.2.1 07.2.2 07.2.3 11.3 Kategori Pangan Keik, kukis dan pai (isi buah atau custard,vla) Produk bakeri istimewa lainnya (misalnya donat, roll manis, scones, dan muffin) Premiks untuk produk bakeri istimewa (misalnya keik, panekuk) Larutan gula dan sirup, juga gula invert (sebagian), termasuk treacle dan molases (tetes tebu) tidak termasuk produk dari kategori 11.1.3 Gula dan sirup lainnya (misal xilosa, sirup maple, gula hias). Termasuk semua jenis sirup meja (misal sirup maple), sirup untuk hiasan produk bakeri dan es (sirup karamel, sirup beraroma) dan gula untuk hiasan kue (contohnya kristal gula berwarna untuk kukis) Saus non-emulsi (misalnya kecap, saus tomat, saus keju, saus krim, gravi coklat) Bubuk untuk saus dan gravies Pangan diet untuk pelangsing dan penurun berat badan Makanan diet (contohnya suplemen pangan untuk diet) yang tidak termasuk produk dari kategori 13.1, 13.2, 13.3, 13.4, dan 13.6 Minuman beralkohol, termasuk minuman serupa yang bebas alkohol atau rendah alkohol (sama dengan sari buah) Makanan ringan siap santap Batas Maksimum (mg/kg) 30 30 50 50

11.4

50

12.6.2 12.6.3 13.4 13.5 14.2 15.1

50 50 50 30 50 30

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY S. SLAMET

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-74LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

CONTOH FORMULIR PERMOHONAN PENGGUNAAN BTP FORMULIR BTP 1 SURAT PERMOHONAN PENGGUNAAN BTP Nama perusahaan/importir Alamat perusahaan/importir Nomor surat perusahaan/importir Perihal Lampiran : : : : :

Kepada Yth. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Sesuai dengan ketentuan Pasal (7 atau 8)* Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, nomor...tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna, dengan ini kami mengajukan permohonan untuk menggunakan BTP sebagai berikut: a. Jenis BTP dan INS** : b. Fungsi : c. Jenis pangan : d. Kategori pangan : Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

TTD dan Cap Perusahaan Nama Pemohon Contact Person Telp./Fax/E-mail

: : : :

* Pilih salah satu: Pasal 7 bila BTP Pewarna Ikutan (Carry over) atau Pasal 8 bila BTP Pewarna ** International Numbering System

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-75FORMULIR BTP 2 DATA UMUM BAHAN TAMBAHAN PANGAN 1. Nama Dagang 2. Nama Jenis 3. Jenis Kemasan dan Netto 4. Nama Pabrik/ Perusahaan Alamat Pabrik/Perusahaan Nomor Telepon : : : : : :

5. Nama Pabrik Pengemas Kembali : Alamat Pabrik Pengemas Kembali : Nomor Telepon : Nama Pabrik Asal : Alamat Pabrik asal : 6. Jika Lisensi Nama Pabrik/Perusahaan Alamat Pabrik/Perusahaan Nomor Telepon Nama Pabrik Pemberi Lisensi Alamat Pabrik Pemberi Lisensi 7. Jika diimpor Nama Pabrik Alamat Pabrik Nama Importir Alamat Importir Nomor Telepon : : : : : : : : : :

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-76FORMULIR BTP 3 Uraikan: 1. Nama kimia ..... 2. Kode Internasional (No. INS/CI/E number) ..... 3. Rumus kimia .... 4. Komposisi BTP ..... 5. Spesifikasi mutu bahan (deskripsi, sifat fisika dan kimia) .....

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-77FORMULIR BTP 4 Uraikan: 1. Komposisi produk pangan .... 2. Jumlah penggunaan BTP pada proses produksi pangan .... 3. Fungsi dan tujuan penggunaan BTP .... 4. Sertifikat analisis BTP pada produk pangan .... 5. Alur produksi produk pangan dan cara penggunaan produk pangan ....

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-78FORMULIR BTP 5 Uraikan kepustakaan dari referensi yang dapat dipercaya yang menjelaskan bahwa BTP tersebut aman digunakan disertai dengan data, sekurangkurangnya: 1. Sandingan/komparasi regulasi negara lain 2. Data keamanan BTP (untuk jenis BTP baru) 3. Metode pengujian BTP dalam produk pangan 4. Metode analisis yang digunakan untuk penetapan kadar dan kemurnian jenis BTP baru 5. Mekanisme kerja BTP sehingga efek fisik yang dikehendaki dalam produk pangan dapat dicapai dalam pangan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-79FORMULIR BTP 6 TANDA TERIMA Nomor....../....../20.... Nama Perusahaan/Importir Alamat Perusahaan/Importir Perihal Nomor Surat : : : :

Jakarta,...................20...... Penerima

...................

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY S. SLAMET

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-80LAMPIRAN III PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

CONTOH PERHITUNGAN PENGGUNAAN CAMPURAN BTP Contoh perhitungan penggunaan campuran BTP Pewarna pada Kategori Pangan 01.6.4.2 Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging : BTP Beta-karoten (sayuran) Karamel IV amonia sulfit proses Batas Maksimum (mg/kg) 1000 100 Penggunaan pada produk (mg/kg) x y Perhitungan x/1000 y/100 (x/1000) + (y/100) < 1

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY S. SLAMET

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful