Materi Ekonomi Islam

CIRI SISTEM EKONOMI SYARIAH Allah bersabda dalam QS Al-Baqarah 208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Ayat tersebut diatas sebut diatas menunjukan kepada manusia beriman diperintahkan Allah untuk masuk Islam secara Kaafah atau keseluruhan dan janganlah mengikuti langkah-langkah saitan. Hal ini dapat dipahami jika setiap muslim mengingkari satupun ayat Allah didalam alquran berarti ia mengingkari ayat tersebut, atau dengan kata lain tidak kaafah dalam menjalankan syariat Islam, selanjutnya dalam QS Al Baqarah/2 : 85 : Artinya : …..Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar t erhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. Dalam surat al Baqarah 85, Allah memberikan ancaman kepada manusia yang menggunakan hanya sebagian dari hukum Allah atau hanya mau menerima ayat-ayat yang dianggap menguntungkan bagi dirinya saja, maka baginya akan diberikan kenistaan dalam kehidupannya didunia. Sehingga sangat jelas kalau Allah memerintahkan menggunakan aturan ekonomi syariah, berarti ini diperuntukan oleh semua mahluk karena Islam sendiri adalah rahmattilalamin.

Ada tiga kekuatan system ekonomi di dunia ini yaitu system ekonomi liberal/kapitalis, system ekonomi sosialis dan system ekonomi Islam atau sering disebut system ekonomi syariah. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistim ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah. Ingat penjajahan masa lalu dengan mengurus SDA (sumber daya alam) suatu bangsa, tetapi sekarang dengan menguasai system perekonomian suatu bangsa. Perbedaan Ekonomi Syariah dengan Ekonomi Konvensional Kiranya perlu dipahami bahwa sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi

Selain itu. karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata. konsumen dan pemilik modal. Sementara komoditi yang diikat dalam satu transaksi juga semakin bercorak-ragam. dengan tingkat pendidikan dan pemahaman yang tidak sama.seluruh masyarakat. bahkan jaman purbakala. karena semua pihak yang terlibat berasal dari latar belakang yang berbedabeda. Islam sangat mengharamkan kegiatan riba. kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Hal ini membuat manusia berusaha membuat beragam cara pertukaran. saksi. yang berhutang dan berpiutang. antara lain: 1) Kesatuan (unity). sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Muamalah Ribawi dan Bahayanya Sesungguhnya muamalah Maliyah adalah medan hidup yang sudah tersentuh oleh tangan-tangan manusia sejak jaman klasik. memberikan rasa adil. dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Baik itu pihak pembeli atau penyewa. . mengikuti kebutuhan umat manusia yang semakin konsumtif dan semakin terikat tuntutan jaman yang juga kian berkembang. 3) Kebebasan (free will). Sarana atau media dan fasilitator dalam melakukan transaksi juga kian hari kian canggih. ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. ekonomi syariah menekankan empat sifat. dengan karakter dan pola pemikiran yang bermacam-macam. tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi[5]. hingga calo atau broker. Bagaimana tidak. Selain itu. bermula dengan kebiasaan melakukan tukar menukar barang yang disebut barter. berkembang menjadi sebuah sistem jual beli yang kompleks dan multidimensional. penjual atau pemberi sewaan. Setiap orang membutuhkan harta yang ada di tangan orang lain. 2) Keseimbangan (equilibrium). sekretaris atau juru tulis. dan 4) Tanggungjawab (responsibility) Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik. yang dari segi bahasa berarti “kelebihan”. didalam system ekonomi yang mengglobal. transaksi muamalah maliyah juga semakin berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Al Qur‟an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen. sehingga jaman nabi Muhammad SAW. Karena alasan-alasan yang sangat tepat. seperti yang terjadi sekarang ini. Keadaan mereka yang demikian itu. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). pemberi hadiah atau yang diberi. Dalam Al Qur‟an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. kesemuanya adalah majemuk dari berbagai kalangan dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikannya yang variatif. dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas. Ciri Khas Ekonomi Syariah Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur‟an.

salah satunya adalah Ayat Makkiyyah. Karena kala riba memang belum diharamkan. akuntansi.dengan aturan dan syariat Islam dengan hukum-hukumnya yang komprehensif. muamalah maliyah yang sangat erat dengan perekonomian Islam ini akan tampak urgensinya bila kita melihat salah satu bagiannya yaitu dunia bisnis perniagaan dan khususnya level menengah ke atas. Sehingga sudah menjadi kewajiban orang yang masuk dalam muamalah ini untuk mengetahui permasalahan ini dengan baik dan jelas. Allah „Azza wa Jalla berfirman : “Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi. seperti komunikasi. Hanya saja ini mempersiapkan jiwa kaum muslimin agar mampu menerima hukum haramnya riba yang terlanjur membudaya kala itu. feeling yang kuat dan keterampilan yang matang serta pengetahuan yang komplit terhadap berbagai epistimologi terkait. bahkan perbankan dan sejenisnya. Karena seorang muslim selalu terikat -selain dengan kode etik ilmu perdagangan secara umum. Sehingga dalam hal ini nabi memberlakukan pemahaman secara bertahap saat itu. Dan disebabkan mereka memakan riba. dibutuhkan syarat dan prasyaratan lebih untuk menjadi bisnisman dan pengelola modal yang berhasil. Itu dalam standar kebutuhan businessman (orang yang berwirausaha) secara umum. informatika. Dalam surat Ar-Ruum 39. dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Bagi seorang muslim. perdagangan. Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Karena yang demikian itu merupakan sasaran empuk ambisi syetan pada diri manusia untuk menjerumuskan seorang muslim dalam kehinaan. Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). operasi komputer.Oleh sebab itu. Diantara permasalahan yang sering terjadi dan menimpa kaum muslimin dalam muamalah maliyah adalah permasalahan Riba. Dalam surat An-Nisaa 160-162. Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang . Atau berbagai ilmu yang secara tidak langsung juga dibutuhkan dalam dunia perniagaan modern. tidak selayaknya seorang muslim memasuki dunia bisnis dengan pengetahuan kosong terhadap ajaran syariat. Riba baru diharamkan di masa Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam di kota Al-Madinah. Pengharaman Riba Seseungguhnya diharamkannya riba berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul serta ijma‟ para ulama. Allah ta‟ala berfirman : “Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia. Dalil Yang Mengharamkan Riba Dalam Al-Qur‟an telah membicarakan riba dalam empat tempat terpisah. Seorang yang memasuki dunia perbisnisan ini membutuhkan kepekaan yang tinggi.” Ayat tersebut tidak mengandung ketetapan hukum pasti tentang haramnya riba. Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah. seperti ilmu manajemen. dan lain-lain. sudah menjadi aksioma dalam ajaran Islam ini. Oleh sebab itu. dalam soal jual beli misalnya. sementara tiga lainnya adalah Ayat-ayat Madaniyyah.

yaitu: (QS.” Ada yang bertanya: “Apakah tujuh hal itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah. ia melemparnya dengan batu sehingga terpaksa lelaki itu kembali ke dalam sungai darah. Ayat tersebut turun di kota Al-Madinah sebelum orang-orang Yahudi menjelaskannya. Kamipun berangkat sehingga sampai ke satu sungai yang berair darah. orang yang memberi makan dengan riba. menuduh berzina wanita suci yang sudah menikah karena kelengahan mereka. lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang disucikan. Aku bertanya: “Apa ini?” Salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab: “Yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba. sihir. membunuh jiwa dengan cara yang haram. Al-Baqarah: 275279). Di situ terdapat seorang lelaki sedang berdiri.” Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu „anhu bahwa ia menceritakan: Rasulullah Shallallahu „alahi wa sallam bersabda: “Tadi malam aku melihat dua orang lelaki. untuk kemudian baru diharamkan terhadap kalangan kaum muslimin. Ini merupakan pendahuluan yang amat gamblang. Di tengah sungai terdapat seorang lelaki lain yang menaruh batu di hadapannya. janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Demikianlah seterusnya setiap kali lelaki itu hendak keluar.”. memakan riba. kabur dari medan perang.daripadanya. Ayat di atas menjelaskan diharamkannya riba terhadap orang-orang Yahudi. Dalam surat Ali Imran Allah Subhanahu wa ta‟ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Kalau lelaki di sungai itu mau keluar. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat tentang riba yang terakhir diturunkan dalam Al-Qur‟an AlKarim. Ali Imraan: 130) Baru kemudian turun beberapa ayat pada akhir surat Al-Baqarah.” (QS. semuanya sama saja. dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya sehingga ia terpaksa kembali lagi seperti semula. “ Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu „anhu bahwa ia menceritakan: “Rasulullah melaknat pemakan riba. Ia menghadap ke arah lelaki yang ada di sungai. juru tulis transaksi riba. Riba dalam As-Sunnah Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu „alahi wa sallam bersabda: “Hindarilah tujuh hal yang membinasakan. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” . dua orang saksinya. memakan harta anak yatim.

Ide ini nantinya harus dapat diturunkan menjadi pendekatan yang ilmiah dalam membangun kerangka berpikir dari ekonomi Islam itu sendiri. Pendekatan ini berkaitan dengan konsep utilitas dalam Islam. Ijma‟ akan pengharamannya dinukilkan Ibnu Hazm dalam Maratib Al Ijma‟ hal 103. As sunnah dan juga ijma. Al Baqarah: 275). (QS. Kekal di Neraka. 4. (QS. Al Baqarah: 278-279). 3. Demikianlah perbedaan secara umum sistem ekonomi Islam dan konvensional. atau yang disebut dengan ide dan prinsip dasar dari ekonomi Islam. diluar itu maka boleh dikerjakan. yang disebut dengan positive part of economics science. atau pendekatan nilai dalam Islam terhadap kondisi ekonomi yang terjadi. Terakhir. seperti apakah ekonomi dalam sudut pandang Islam itu sendiri? Bagaimana filosofi dan kerangkanya? Dan bagaimanakah ekonomi Islam yang ideal itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Al Baqarah: 276). Memang ada perbedaan pendapat tentang sebagian bentuk aplikasinya. kita akan berbicara tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Al Mawardi dalam Al Haawi Al Kabir 5/74. apakah termasuk riba atau tidak dari segi praktisnya. Ide ini bersumber dari Al Qur‟an. 5. Bagian ini menjelaskan . Sunnah. Bahkan mereka telah berkonsensus dalam hal itu pada setiap masa dan tempat. Balasan Pemakan Riba Imam Al Sarkhosi menyampaikan 5 balasan dan hukuman bagi pemakan riba yang ada dalam ayat-ayat ini (Al Baqarah: 275-279) yaitu : 1.” Tetapi pertanyaan kemudian mengemuka. Al Baqarah: 275). (QS. Kesurupan. Ibnu Rusyd dalam Al Muqaddimah wal Mumahadah 2/8. Allah Ta‟ala memerangi pemakan riba. Kufur. beserta makna dan kandungan yang telah Allah berikan kepada umat Muhammad melalui Al Quran. menjelaskan bahwa ekonomi Islam itu terdiri dari 3 kerangka metodologi. (QS. Hal ini memang merupakan prinsip dasar dari muamalah itu sendiri. namun tidak bertentangan dengan asal ijma‟ yang telah diputuskan dalam persoalan itu.Ijma’ yang Mengharamkan Riba Kaum muslimin seluruhnya telah bersepakat bahwa asal dari riba adalah diharamkan. yang menyatakan: “Perhatikan apa yang dilarang. Pertama adalah presumptions and ideas. maka sebenarnya kita perlu melihat bagaimanakah metodologi dari ekonomi Islam itu sendiri. Dihapus (Barokahnya). terutama ekonomi. 2. Muhammad Anas Zarqa (1992). terutama sekali riba pinjaman atau hutang. Para ulama Ahli Fikih seluruh madzhab telah menukil ijma‟ tersebut. Al Baqarah: 276). dan Ibnu Taimiyah dalam Majmu‟ Al fatawa 29/419. Pengharaman Riba tidak terbatas hanya pada syari‟at Islam bahkan juga ada dalam syari‟at agama sebelumnya. Kedua adalah nature of value judgement. dan Fiqih Al Maqasid. (QS. An Nawawi dalam Al Majmu‟ Syarhul Muhadzab 9/391. METODOLOGI EKONOMI ISLAM Selama ini kalau kita berbicara tentang muamalah.

Shuratic process adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar. Dalam Islam etika berperan penting dalam menciptakan utilitas atau kepuasan (Tag El Din. Konsep Islam menyatakan bahwa kepuasan optimal akan tercipta manakala pihak lain sudah mencapai kepuasan atau hasil optimal yang diinginkan. Maka. Dan semua itu harus dibungkus oleh etika dari para pelakunya serta peningkatan kualitas sumber daya manusianya (Al Harran. apakah konsep Islam dalam ekonomi bisa diterapkan di suatu negara. yang kemudian dikombinasikan dengan efektivitas distribusi zakat serta penerapan konsep shuratic process (konsensus bersama) dalam setiap pelaksanaannya. Islam dapat diterapkan dalam sebuah sistem ekonomi. Pertanyaan kemudian muncul. Kedua aliran ini merupakan ekstrim diantara dua kutub yang berbeda. Utilitas yang optimal akan lahir manakala distribusi dan adanya etika yang menjadi acuan dalam berperilaku ekonomi. 2005). sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Melalui tiga pendekatan metodologi tersebut. karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat. yaitu aliran normatif dan positif. Tapi mungkinkah Islam bisa diterapkan dalam kondisi ekonomi yang nyata? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. sehingga terkesan idealis dan perfeksionis. maka ekonomi Islam dibangun. misalnya di negara kita? Memang baru-baru ini muncul ide untuk menciptakan dual economic system di negara kita. insyaAllah ekonomi Islam dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Perilaku yang selalu melihat masalah ekonomi dari sudut pandang rasio dan nalarnya. Sedangkan aliran positif memandang permasalahan dari realita dan fakta yang terjadi. Masudul Alam Choudhury (1998). Individualisme yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan. Jadi atau tidak jadi ekonomi Islam akan diterapkan. Oleh karena itu sebagai orang yang optimis. Umar Chapra (2000) menjelaskan bahwa terdapat dua aliran dalam ekonomi.tentang realita ekonomi dan bagaimana konsep Islam bisa diturunkan dalam kondisi nyata dan riil. Tetapi optimisme ini akan dapat terwujud manakala etika dan perilaku pasar sudah berubah. atau pendekatan syura. 1996). Aliran normatif itu selalu memandang sesuatu permasalahan dari yang seharusnya terjadi. akan ada yang menentang dan mendukungnya. dimana ekonomi konvensional diterapkan bersamaan dengan ekonomi Islam. menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Islam itu perlu menggunakan shuratic process. maka penulis akan menyatakan „Ya‟. kemudian lahirlah zakat sebagai bentuk dari distribusi itu sendiri. Ahli ekonomi Islam lainnya. Syura itu bukan demokrasi. Islam sebenarnya memandang penting adanya distribusi. yang juga diikuti dengan kepuasan yang dialami oleh kita. sesungguhnya kerangka dasar dari ekonomi Islam didasari oleh tiga metodolodi dari Muhammad Anas Zarqa. Aliran positif ini pun kemudian menghasilkan perilaku manusia yang rasional. Dari kerangka tersebut. Lalu apa hubungannya kedua aliran tersebut dengan pelaksanaan ekonomi Islam? Ternyata hubungannya adalah akan selalu ada orang-orang yang mempunyai pikiran dan ide yang bersumber dari dua aliran tersebut. Oleh karena itu semangat untuk memiliki etika dan perilaku yang ihsan kini harus dikampanyekan kepada seluruh sumber daya insani dari .

Islam mengakui posisi pemerintah dala pengelolaan ekonomi. mengkoordinasikan perekonomian dan memberi arah baginya untuk bergerak. Sektor swasta. 2. Pada setiap masyarakat yang terorganisasi terdapat penguasa/otoritas untuk mengawasi. Kalaupun terdapat trade barriers. dan haruslah demikian seterusnya. dalam kerangka aturan-aturan syariah. masih perlu banyak sosialisasi dan pengarahan serta pengajaran kembali umat Islam untuk melakukan aktivitas ekonominya sesuai dengan hukum Islam. PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM Pendahuluan Kehadiran ekonomi Islam telah memunculkan harapan baru bagi banyak orang. Semenjak awal. keberadaan ekonomi Islam sebagai sebuah model ekonomi alternatif memungkinkan bagi banyak pihak. sistem ekonomi dunia saat ini masih dikendalikan oleh sistem ekonomi kapitalisme. Islam mengakui pentingnya perdagangan internasional. yang akan menciptakan keadilan sosial. Kenyataan ini oleh sebagian pemikir ekonomi Islam masih diterima dengan kelapangan karena ekonomi Islam secara implementasinya di masa kini relatif masih baru. khususnya yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan antarmanusia melalui aktivitas perekonomian maupun aktivitas lainnya. Segala macam hambatan (tradebarriers) tidak dianjurkan dalam Islam. itu hendaknya dilakukan. Meskipun begitu. Sementara sebagian lainnya . muslim maupun non-muslim untuk melakukan banyak penggalian kembali berbagai ajaran Islam.hanya dalam bentuk timbalbalik. 3. Individu sepenuhnya diakui untuk memiliki dan memutuskan kegiatan-kegiatan ekonomi menurut pilihan mereka. kemandirian. terutama sejak usainya Perang Dunia II yang memunculkan banyak negara-negara Islam bekas jajahan imperialis.sebagaimana masa lalu. Kreatifitas dan inisiatif individu sangat dihargai dalam skema orgaisasi ekonomi menurut Islam. UNSUR KEBIJAKAN EKONOMI ISLAM Sejumlah unsur dapat memberi sumbangan bagi penyusunan rancangan struktral semacam ini. Dalam hal ini. dan kesejahteraan masyarakatnya. khususnya bagi umat Islam akan sebuah sistem ekonomi alternatif dari sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme sebagai arus utama perdebatan sebuah sistem ekonomi dunia. Agar ekonomi Islam dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata. Unsur-unsur itu adalah sebagai berikut : 1. Pemerintah dituntut untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran tertentu sebagaimana ditetapkan oleh syariah.ekonomi Islam. dipandang amat penting dalam kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat. karena umat Islam sendiri masih terpecah dalam hal bentuk implementasi ekonomi Islam di masing-masing negara.

Ilmu ekonomi Islam dikendalikan oleh nilai-nilai dasar Islam dan ilmu ekonomi modern sangat dikuasai oleh kepentingan diri si individu . Namun perbedaan timbul berkenan dengan pilihan. kita tidaklah berada dalam kedudukan untuk mendistribusikan sumber-sumber semau kita. hampir tidak terdapat perbedaan apapun antara ilmu ekonomi Islam dan ilmu ekonomi modern. Dalam ilmu ekonomi modern masalah pilihan ini sangat tergantung pada macam-macam tingkah masing-masing individu. sebagaimana sabada Rasulullah Muhammad saw: “Barang siapa diwaktu sorenya kelelahan karena kerja tangannya.menilai bahwa faktor kekuasaan memainkan peran signifikan. ilmu ekonomi Islam tidak dapat berdiri netral di antara tujuan yang berbedabeda. Kegiatan membuat dan menjual minuman alkohol dapat merupakan aktivitas yang baik dalam sistem ekonomi modern. karenanya mengkritisi bahwa ekonomi Islam atau ekonomi syariah belum akan dapat sesuai dengan syariah jika pemerintahnya sendiri belum menerapkan syariah dalam kebijakan-kebijakannya. Suka atau tidak. Dalam Islam. Dalam hal ini ada pembatasan yang serius berdasarkan ketetapan kitab Suci Al-Qur‟an dan Sunnah atas tenaga individu.Thabrani dan Baihaqi) Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam.[3] Karena kerja membawa pada keampunan. Sejauh mengenai masalah pokok kekurangan. sehingga dengan pengaturan kembali keadaannya. dalam ilmu ekonomi Islam kita tidak hanya mempelajari individu sosial melainkan juga manusia dengan bakat religiusnya. Namun hal ini tidak dimungkinkan dalam negara Islam. Namun dalam ilmu ekonomi Islam. Pengertian Ekonomi Islam Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai sebuah studi tentang pengelolaan harta benda menurut perpektif Islam[1] Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam[2]. Hal ini disebabkan karena banyaknya kebutuhan dan kurangnya sarana maka timbullah masalah ekonomi. kesejahteraan sosial dapat dimaksimalkan jika sumber daya ekonomi juga dialokasikan sedemikian rupa. Jadi ringkasnya. Itulah sebabnya mengapa perbedaan pokok antara kedua sistem ilmu ekonomi dapat dikemukakan dengan memperhatikan penanganan masalah pilihan. karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu”. Andaipun ada perbedaan itu terletak pada sifat dan volumenya[4].Yang membuat ilmu ekonomi Islam . bekerjalah kamu.(HR. tidak seorang pun lebih baik dengan menjadikan orang lain lebih buruk di dalam kerangka Al-Qur‟an atau Sunnah. Masalah ini pada dasarnya sama baik dalam ekonomi modern maupun ekonomi Islam. maka di waktu sore itu ia mendapat ampunan”. Mereka mungkin atau mungkin juga tidak memperhitungkan persyaratan-persyaratan masyarakat. sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah ayat 105: “Dan katakanlah. Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya.

Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.[8] Seorang fuqaha asal Mesir bernama Prof. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. Demikian pula dalam hal ekonomi. yaitu: 1. dengan demikian menjadikan proses pertukaran langsung relevan dengan kesejahteraan menyeluruh yang berbeda hanya dari kesejahteraan ekonomi . melalui metode deduksi (istinbath) hukum syariah dari sumber hukum Islam yaitu al-Qur‟an dan as-Sunnah. tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat. dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. tapi cukup disyaratkan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur‟an dan as-Sunnah. karena diperoleh dari pengalaman dan fakta empiris. ekonomi Islam positif. ekonomi Islam dibagi menjadi dua disiplin ilmu. kesejahteraan. Kedua. Bagian ini tidak harus mempunyai dasar konsep dari al-Qur‟an dan as-Sunnah. melalui metode induksi (istiqra‟) terhadap fakta-fakta empiris parsial dan generalisasinya menjadi suatu kaidah atau konsep umum[6] (Husaini. 3. dan (3) distribusi kekayaan kepada masyarakat (tauzi‟ al-tsarwah baina al-nas). Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah. 2. keutamaan. Bagian ini merupakan pemikiran universal. karena diperoleh dari sumber nilai Islam yaitu Al-Qur`an dan As-Sunnah.[5] Secara epistemologis. Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Cakupannya adalah segala macam cara (uslub) dan sarana (wasilah) yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa. khususnya yang berkaitan dengan produksi barang dan jasa. Tujuan Ekonomi Islam Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam system Islam mengarah pada tercapainya kebaikan. (2) pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fi al-milkiyah). ekonomi Islam normatif. Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjad puncak sasaran di atas mencakup lima jaminan dasar: . Cakupannya adalah: (1) kepemilikan (al-milkiyah). Ekonomi Islam positif ini oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1990) disebut ilmu ekonomi Islam (al„ilmu al-iqtishadi fi al-islam)[7]. Bagian ini merupakan pemikiran yang terikat nilai (value-bond) atau valuational. Pertama. serta menghapuskan kejahatan. Ekonomi Islam normatif ini oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1990) disebut sistem ekonomi Islam (annizham al-iqtishadi fi al-Islâm). 2002). kesengsaraan.benar-benar berbeda ialah sistem pertukaran dan transfer satu arah yang terpadu mempengaruhi alokasi kekurangan sumber-sumber daya. yaitu studi tentang hukum-hukum syariah Islam yang berkaitan dengan urusan harta benda (al-mâl). yaitu studi tentang konsep-konsep Islam yang berkaitan dengan urusan harta benda.

5. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang. Keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl) e. 2. 7. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama. dan sebagainya.a. yaitu Aqidah Islamiyah yang menjadi landasan pemikiran (al-qa‟idah fikriyah) bagi segala pemikiran Islam. 6. Aqidah Islamiyah di sini dipahami bukan sekedar sebagai Aqidah Ruhiyah (aqidah spiritual). 4. namun juga sebagai Aqidah Siyasiyah (aqidah politis). yakni aqidah yang menjadi landasan aktivitas-aktivitas spiritual murni seperti ibadah. Keselamatan keyakinan agama (al din) b. Keselamatan harta benda (al mal) Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar: 1. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab) 8. seperti sistem ekonomi Islam. Prinsip umum. yaitu: Pertama. sistem pendidikan Islam. yakni aqidah yang menjadi landasan untuk mengelola segala aspek kehidupan manusia tanpa kecuali termasuk ekonomi. Keselamatan akal (al aql) d. sistem politik Islam. Prinsip Sistem Ekonomi Islam Prinsip sistem ekonomi Islam ada 2 (dua). Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja. 3. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt kepada manusia. Kesalamatan jiwa (al nafs) c. . Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. Islam melarang riba dalam segala bentuk[9].

Sesuai kaidah syariah. adalah wajib terikat dengan syariah Islam)[10] Prinsip sistem ekonomi Islam tersebut bertentangan secara kontras dengan prinsip sistem ekonomi kapitalisme saat ini. dan (3) distribusi kekayaan kepada masyarakat (tauzi’ al-tsarwah baina al-nas). prinsip khusus (cabang). Dalam sistem ekonomi Islam. yaitu sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). dan distribusi kekayaan (barang dan jasa) kepada masyarakat. politik. Berdasarkan sekularisme yang menafikan peran agama dalam ekonomi. dan sosial. melalui mekanisme syariah. kebebasan beragama (hurriyah al-aqidah). sekularisme sebagai jalan tengah pada akhirnya tidak menolak keberadaan agama. sementara dalam kehidupan publik seperti aktivitas ekonomi. yaitu sejumlah kaidah umum dan mendasar dalam Syariah Islam yang lahir dari Aqidah Islam. karena Tuhan hanya boleh berperan di bidang spiritual (gereja). Al-Ashlu fi al-af’âl al-taqayyudu bi al-hukm al-syar’i (Prinsip dasar mengenai perbuatan manusia. Agama hanya ada di gereja. yaitu prinsip yang berkaitan dengan kepemilikan. Sekularisme ini pula yang mendasari prinsip cabang kapitalisme lainnya. tidak lagi diatur oleh agama[12]. Dari tinjauan historis dan ideologis ini jelas pula. yang secara khusus menjadi landasan bangunan sistem ekonomi Islam. Lalu agar manusia bebas merekayasa kehidupan tanpa kekangan Tuhan. yaitu sejauh mana ia dapat memuaskan kebutuhan manusia. (2) pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fi al-milkiyah) sesuai syariah. Qs. karena agama sudah disingkirkan dari arena kehidupan. Bertitik tolak dari kebebasan kepemilikan inilah. Prinsip Islam ini berbeda dengan prinsip sistem ekonomi kapitalisme. kebebasan berpendapat (hurriyah al-ra`yi). Aqidah Islamiyah sebagai prinsip umum ekonomi Islam menerangkan bahwa Islam adalah agama dan sekaligus ideologi sempurna yang mengatur segala asek kehidupan tanpa kecuali. yaitu di satu sisi pandangan Gereja dan para raja Eropa bahwa semua aspek kehidupan harus ditundukkan di bawah dominasi Gereja. Semuanya dianggap lepas atau tidak boleh disangkutpautkan dengan agama. Di sisi lain ada pandangan para filosof dan pemikir (seperti Voltaire. kebebasan berperilaku (al-hurriyah al-syahshiyah). an-Nahl [16]: 89)[11]. lalu siapa yang membuat peraturan kehidupan? Jawabnya adalah: manusia itu sendiri.1) Paham sekularisme lahir sebagai jalan tengah di antara dua kutub ekstrem. Jika suatu barang mempunyai potensi dapat memuaskan . maka dalam masalah kepemilikan.Kedua. Montesquieu) yang menolak eksistensi Gereja. bukan Tuhan. Prinsip khusus ini terdiri dari tiga asas (pilar). Jadi. sebab segala aktivitas manusia (termasuk juga kegiatan ekonomi) wajib terikat atau tunduk kepada syariah Islam. Selanjutnya. yaitu: (1) kepemilikan (al-milkiyah) sesuai syariah. yaitu sekularisme. al-Mâ‟idah [5]: 3. pemanfaatan kepemilikan. lahir sistem ekonomi kapitalisme. tiga asas tersebut tidak boleh tidak harus terikat dengan syariah Islam. dan kebebasan kepemilikan (hurriyah altamalluk). kapitalisme memandang bahwa asal usul adanya kepemilikan suatu barang adalah terletak pada nilai manfaat (utility) yang melekat pada barang itu. namun hanya membatasi perannya dalam mengatur kehidupan. bahwa prinsip sistem ekonomi kapitalisme adalah sekularisme[13]. termasuk aspek ekonomi (lihat Qs. maka manusia harus diberi kebebasan (freedom/al-hurriyat) yaitu.

dan narkoba. Dalam masalah pemanfaatan kepemilikan. shadaqah. sementara sebagian besar manusia hanya menikmati sisa-sisa kekayaan yang sangat sedikit. shina‟ah (industri). seperti nafkah. misalnya dalam penentuan harga. dan hibah. maka barang itu sah untuk dimiliki. misalnya babi. dan sebagainya. seperti jual beli. berupa berbagai kegiatan pengembangan harta (tanmiyatul mal) dalam akad-akad muamalah dan sebab-sebab kepemilikan (asbab at-tamalluk)[14]. distribusi kekayaan terwujud melalui mekanisme syariah. dan (3) memberikan kepada rakyat hak pemanfaatan barang-barang (SDA) milik umum (al-milkiyah al-amah) yang dikelola . Tatacara itu berupa hukum-hukum syariah yang berkaitan dengan cara pemanfaatan (tasharruf) harta. baik dalam skala nasional maupun internasional. dan perdagangan. Mekanisme ekonomi adalah mekanisme melalui aktivitas ekonomi yang bersifat produktif. Mekanisme ini. upah. dan sebagainya. kapitalisme menyerahkannya kepada mekanisme pasar. industri. Harga berfungsi secara informasional.kebutuhan manusia. walaupun haram menurut agama. Mekanisme syariah ini terdiri dari mekanisme ekonomi dan mekanisme non-ekonomi. Walhasil tak heran di Barat dibolehkan seorang bekerja dalam usaha perjudian dan pelacuran. Ini berbeda dengan ekonomi Islam. Maka seseorang boleh memiliki harta dalam jumlah berapa saja dan diperoleh dengan cara apa saja. Seorang muslim boleh memiliki harta berapa saja. syirkah. yaitu melalui mekanisme harga keseimbangan yang terbentuk akibat interaksi penawaran (supply) dan permintaan (demand). kapitalisme tidak membuat batasan tatacaranya (kaifiyah-nya) dan tidak ada pula batasan jumlahnya (kamiyah-nya). Jika Allah mengizinkan. yaitu telah dilarang kepemilikannya bagi manusia muslim. Maka dalam masyarakat Islam tidak akan diizinkan bisnis perjudian dan pelacuran. mudharabah. zakat. yaitu memberi informasi kepada konsumen mengenai siapa yang mampu memperoleh atau tidak memperoleh suatu barang atau jasa. Sedangkan ekonomi Islam. Dalam masalah distribusi kekayaan. menetapkan adanya batasan tatacara (kaifiyah-nya). tapi tidak membatasi jumlahnya (kamiyah-nya). yang memandang bahwa asal usul kepemilikan adalah adanya izin dari Allah SWT (idzn Asy-Syâri’) kepada manusia untuk memanfaatkan suatu benda. karena telah diharamkan oleh syariah. maupun berupa pengembangan harta (tanmiyatul mal). misalnya ketentuan syariah yang: (1) membolehkan manusia bekerja di sektor pertanian. Metode distribusi ini terbukti gagal. Tapi jika Allah tidak mengizinkan (yaitu mengharamkan sesuatu) berarti barang itu tidak boleh dimiliki. berarti boleh dimiliki. Dalam ekonomi Islam. dan sebagainya. baik pemanfaatan yang berupa kegiatan pembelanjaan (infaqul mâl). (2) memberikan kesempatan berlangsungnya pengembangan harta (tanmiyah mal) melalui kegiatan investasi. Kesenjangan kaya miskin sedemikian lebar. ijarah. Negara tidak banyak campur tangan dalam urusan ekonomi. seperti dengan syirkah inan. minuman keras. Sebab pada dasarnya sistem ekonomi kapitalisme adalah cermin dari paham kekebasan (freedom/liberalism) di bidang pemanfaatan hak milik. Karena itulah peran negara dalam distribusi kekayaan sangat terbatas. yaitu mekanisme yang terdiri dari sekumpulan hukum syariah yang menjamin pemenuhan barang dan jasa bagi setiap individu rakyat. Sedikit orang kaya telah menguasai sebagian besar kekayaan. sepanjang diperoleh dan dimanfaatkan sesuai syariah Islam. Maka babi dan minuman keras tidak boleh diperdagangkan karena keduanya telah diharamkan Allah.

Sudah saatnya sistem ekonomi kapitalisme yang hanya menimbulkan penderitaan itu kita hancurkan dan kita gantikan dengan ekonomi Islam yang insya Allah akan membawa barakah bagi kita semua. emas. tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. korupsi. yang ujung-ujungnya menyebabkan penumpukan harta hanya di tangan orang kaya atau pejabat. Mekanisme non-ekonomi bertujuan agar di tengah masyarakat segera terwujud keseimbangan (al-tawazun) ekonomi. seperti: (1) pemberian harta negara kepada warga negara yang dinilai memerlukan. air dan sebagainya demi kesejahteraan rakyat. pemberian suap dan hadiah kepada para penguasa. Mekanisme non-ekonomi dimaksudkan untuk melengkapi mekanisme ekonomi. Misalnya dengan jalan pemberian (hibah. (4) larangan judi. dan lain-lain) atau warisan. dan (4) pembagian harta waris kepada ahli waris. (3) pemberian infaq. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya itu. Sedang mekanisme non-ekonomi. minyak. maupun sebab nonalamiah. dan memperkecil jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. baik yang disebabkan adanya sebab alamiah seperti bencana alam dan cacat fisik. Marilah kita renungkan firman Allah SWT: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berrtakwa. sedekah. al-A‟râf [7]: 96). adalah mekanisme yang berlangsung tidak melalui aktivitas ekonomi yang produktif. Mekanisme ini dilaksanakan secara bersama dan sinergis antara individu dan negara. barang tambang. (2) larangan peredaran kekayaan di satu pihak atau daerah tertentu. Dengan memahaminya. (3) larangan kegiatan monopoli serta berbagai penipuan yang dapat mendistorsi pasar. misalnya penyimpangan mekanisme ekonomi (seperti penimbunan). zakat.negara seperti hasil hutan. . (2) pemberian harta zakat yang dibayarkan oleh muzakki kepada para mustahik. dan perak) walaupun telah dikeluarkan zakatnya. listrik. diharapkan umat Islam terdorong untuk menerapkannya dan sekaligus mengetahui perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalisme yang tengah diterapkan. misalnya (1) larangan menimbun harta benda (uang. Mekanisme non-ekonomi ada yang bersifat positif (ijabiyah) yaitu berupa perintah atau anjuran syariah. Penutup Demikianlah uraian sekilas prinsip-prinsip ekonomi Islam. tetapi melalui aktivitas non-produktif. yaitu untuk mengatasi distribusi kekayaan yang tidak berjalan sempurna jika hanya mengandalkan mekanisme ekonomi semata. wakaf. Ada pula yang mekanisme yang bersifat negatif (salbiyah) yaitu berupa larangan atau cegahan syariah. shadakah. riba. hibah dan hadiah dari orang yang mampu kepada yang memerlukan.” (Qs. niscaya akan Kami limpahkan bagi mereka barakah dari langit dan bumi. dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful