BAB II Pembahasan

A. HAKIKAT MANUSIA Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, AlQuran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia. Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT. dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang

dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati. Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup yang di dalam dirinya manusia terdapat apa-apa yang tidak terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Manusia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, rasa sebagai orang tua dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya, hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Allah SWT. ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allah SWT. karuniakan kepadanya. Manusia dewasa, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum. Didalam AlQur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahlukmahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan kesempurnaan

Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri. Makhluk ciptaan Allah SWT. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial. sebagai berikut: 1. bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. e. Hakikat manusia terdiri atas aspek – aspek. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. tetapi sekaligus sadar tentang . Hakikat manusia memiliki banyak arti. d. Karena itu. selama dia masih hidup. b. yaitu a. manusia bukan saja mampu berpikir tentang diri dan alam sekitarnya. c. ia mampu membedakan dirinyadengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya (objek) selain itu. yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan mempunyai sifat baik dan jahat. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas g. h.haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. manusia adalah subjek yang menyadari keberadaannya. tapi ada juga yang tidak mampu sehingga dia terjerumus dalam tujuan yang negetif. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN Manusia adalah subjek yang memiliki kesadaran (consciousness) dan penyadaran diri (self – awarness). membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati f.

dibalik adanya rasa cemas dan takut itu muncul pula adanya harapan yang mengimplikasikan kesiapan untuk mengambil tindakan dalam hidupnya. menyadari akan Maha Kasih SayangNya Sang Pencipta maka kepadaNya-lah manusia berharap dan berdoa. 2. Dengan demikian. . Fenomena kemakhlukkan ini. sedangkan Tuhan bersifat Abadi. sekalipun manusia menyadari perbedaanya dengan alam bahwa dalam konteks keseluruhan alam semesta manusia merupakan bagian daripadanya.I. menghadapi. Manusia sebagai individu atau pribadi merupakan kenyataan yang paling riil dalam kesadaran manusia. antara lain berupa pengakuan atas kenyataan adanya perbedaan kodrat dan martabat manusia daripada tuhannya. rasa hormat. Selain itu. Semua melahirkan rasa cemas dan takut pada diri manusia terhadap tuhannya. Soelaeman. Manusia mengakui keterbatasan dan ketidakberdayaannya dibanding Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa. dan rasa segan karena TuhanNya begitu luhur dan suci. Kesadaran manusian akan dirinya sendiri merupakan perwujudan individualitas manusia. Setiap manusia mampu mengambil distansi. Sebagai individu. Manusia bersifat fana. berhadapan. dan lain lain. Setiap manusia mempunya dunianya sendiri. Tetapi dibalik itu diiringi pula dengan rasa kagum. namun ia pun tahu pedih siksaNya. merupakan subjek yang otonom. ingin menjadi dirinya sendiri atau bebas bercita – cita untuk menjadi seseorang tertentudan masing – masing mampu menyatakan “inilah aku” ditengah segala yang ada. Manusia serba tidak tahu. manusia itu tidak sebagai objek tetapi sebagai subjek yang menentukan sikapnya sendiri. Namun. memikirkan.dan tujuan hidupnya sendiri. sifat. memasuki. dan bebas mengambil tindakan atas tanggung jawabnya sendiri atau otonom. bebas mengambil sikap. memiliki perbedaan dengan manusia lainnya sehingga bersifat unik dalam artian unik dalam bentuk. sedangkan Allah serba Maha Tahu. Semua itu menggugah kesedian manusia untuk bersujud dan berserah diri kepada PenciptaNya.pemikirannya. Masing-masing secara sadar berupaya menunjukkan eksistensinya. 1998). MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU Sebagaimana Anda alami bahwa manusia menyadari keberadaan dirinya sendiri. manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi. menempati posisi. serta manusia merasakan kasih sayang dari Allah. Manusia merasakan dirinya begitu kecil dan rendah di hadapan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Tinggi. Karena itu. Manusia berkedudukan sebagai makhluk Allah YME maka dalam pengalaman hidupnya terlihat bahkan dapat kita alami sebdiri adanya fenomena kemakhlukan (M.

Demikianlah kebudayaan termasuk hakikat manusia” (C. Manusia hidup dalam keterpautan dengan sesama manusia. hidup berbudaya. mengingat adanya dampak positif dan negative dari kebudayaan terhadap manusia. Sejalan dengan ini Ernt Cassirer menegaskan bahwa “manusia tidak menjadi manusia karena sebuah factor didalam dirinya. Dalam hidup bersama dalam sesamanya (bernasyarakat) setiap individu menempati kedudukan (status) tertentu. 5. melainkan subjek dengan subjek. Manusia tidak terlepas dari kebudayaan. Disamping itu. 4. Kebudayaan bukan sesuatu yang ada diluar manusia. Sehubungan dengan ini Aristoteles menyebut manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat. kebudayaanya. Disatu pihak ada yang mau melestarikan bentuk lama (tradisi). MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA Manusia memiliki inisiatif dan kreatif dalam menciptakan kebudayaan. Vanpeursen. bahkan manusia itu baru menjadi manusia karena dan bersama kebudayaannya (C. setiap individu mempunyai dunia dan tujuan hidupnya masing-masing. namun demikian ia tidak hidup sendirian. terdapat pula kesadaran sosial pada manusia. 1988). melainkan fungsi kehidupannya. Kodrat dinamika pada diri manusia mengimplikasiakn adanya perubahan dan pembaharuan kebudayaan. Selain itu. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SUSILA . MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL Manusia adalah makhluk individual. sedang yang lain terdorong untuk menciptkan hal-hal yang baru (inovasi).3. yaitu pekerjaannya. dan tidak pula hidup untuk dirinya sendiri. Selain dengan adanya kesadaran diri. dan membudaya. Setiap manusia adalah pribadi (individu) dan adanya hubungan pengaruh timbal balik antara individu dengan sesamanya maka idiealnya situasi hubungan antara individu dengan sesamanya itu tidak merupakan hubungan anatara subjek dengan objek. Vanpeursen. masyarakat kadang-kadang terombang ambing diantara 2 relasi kecenderungan. bahkan hakikatnya meluputi perbuatan manusia itu sendiri. misalnya naluri atau akal budi. Hal ini tentu saja didukung pula oleh pengaruh kebudayaan masyarakat atau bangsa lain terhadap kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Kebudayaan tidak bersifat statis. Melalui hidup dengan sesamanyalah manusia akan dapat mengukuhkan eksistensinya.A.1957). tak mungkin hidup sendirian.A. mereka juga mempunyai dunia bersama dan tujuan hidup bersama dengan sesamanya. melainkan dinamis.

dan telah menggelar tanda-tanda di alam semesta untuk dipikirkan manusia agar manusia beriman dan bertaqwa kepadaNya. . baik dalam rentan waktu (dulu-sekarang-akan datang) maupun dalam rintang geografis dimana manusia berada. Sebagai makhluk yan otonom atau memiliki kebebasan. 6. berkehendak bebas. Keberagaman menyiratkan adanya pengakuan dan pelaksanaan yang sungguh atas suatu agama. Hal ini terdapat pada manusia manapun.Dalam uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa manusia sadar akan diri dan lingkungannya. Dilain pihak. Karena manusia mempunyai kebebasan memilih dan menentukan perbuatannya secara otonom maka selalu ada penilaian moral atau tuntunan pertanggung jawaban atas perbuatannya. hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam. bertanggung jawab. Tuhanpun telah menurunkan wahyu melalui utusan-utusanNya. eksistensi manusia memiliki aspek kesusilaan. serta punya potensi untuk berbuat baik. manusia selalu dihadapkan pada suatu alternative tindakan yang harus dipilihnya. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERAGAMA Aspek keberagaman merupakan salah satu karakteristik esensial eksistensi manusia yang terungkap dalam bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran suatu agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Manusia hidup beragama karena agama menyangkut masalah-masalah yanag bersifat mutlak maka pelaksanaan keberagaman akan tampak dalam kehidupan sesuai agama yang dianut masing-masing individu. mempunyai potensi dan kemampuan untuk berpikir. Hal ini baik berkenaan dengan sistem keyakinannya. Adapun kebebasan berbuat ini juga selalu berhubungan dengan norma-norma moral dan nilai-nilai moral yang juga harus dipilihnya. system peribadatan maupun berkenaan dengan pelaksanaan tata kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan tuhannya. Karna itulah.

Plato Menurut Plato. Mengenai manusia ada beberapa filosof yang berbeda pendapat a. menangis. merasa. Sedangkan yang dimaksud pribadi adalah masing-masing manusia individual : manusia yang konkret dan yang riil dan juga mempunyai kodrat yang rasional. Thomas Aquinas Ia berpendapat bahwa yang disebut manusia sebagai pribadi adalah makhluk individual. Sedangkan badan oleh Plato yang disebut sebagai alat yang berguna sewaktu masih hidup didunia ini. kalau hidup. atau makhluk yang selalu atau sewajarnya melahirkan rasa senang. Persatuan jiwa dengan badan merupakan hukuman. tetapi badan itu disamping berguna sekaligus juga memberati usaha jiwa untuk mencapai kesempurnaan. bersikap dan bertindak serta bergerak A. Dan juga manusia itu pada hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir. humanisme dan kebahagiaan pada pihak-pihak lain. Berbagai macam pandangan para tokoh mengenai manusia. yaitu kembali kepada dunia “ide”. martabat manusia sebagai pribadi tidak terbatas pada mulainya jiwa bersatu dengan raga. jadi manusia mempunyai Pra-eksistensi yaitu sudah ada sebelum dipersatukan dengan badan dan jatuh kedunia ini. ialah makhluk yang merupakan kesatuan antara jiwa dan badan. berbicara. jiwa tidak berada lebih dulu sebelum manusia atau pribadi adalah jiwa sendiri. b. Sedangkan jiwa berada sebelum bersatu dengan badan. Mengenai sifat makhluk yang bernama manusia itu sendiri yakni bahwa makhluk itu memiliki potensi lupa atau memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamisme.Hakikat Manusia dalam Pandangan “Psikologi” Memahami makhluk Tuhan yang bernam manusia sungguh sangat sukar. berjalan. seorang ahli filsafat yaitu Ibnu Khaldun menyatakan bahwa manusia itu madaniyyun bi al-thaba atau manusia adalah makhluk yang bergantung kepada tabiatnya. . Ahli mantic (logika) menyatakan bahwa manusia adalah “Hayawan Natiq” (manusia adalah hewan berpikir). Sedangkan Aristoteles berpendapat bahwa manusia adalah “zoon political” atau “political animal (manusia adalah hewan yang berpolitik). karena kegagalan jiwa untuk memusatkan perhatianya kepada dunia “ide”.

Beliau berpegang teguh bahwa pengetahuan ilmiah hanya dapat dicapaidengan titik tolak pengalaman indrawi yaitu penglihatan. Immanuel Kant Memahami pribadi yaitu sesuatu yang sadar akan identitas numeric mengenai dirinya sendiri pada waktu yang berbeda-beda beliau percaya bahwa identitas diripun tidak dapat dipergunakan untuk menyanggah keyakinan bahwa segala sesuatu didunia ini selalu mengalir berganti. Taraf tertinggi yaitu rasional. didalam manusia mengandaikan dukungan dari taraf-taraf yang lebih rendah. perabaan. Jiwa Manusia Jiwa manusia sering dimengerti sebagai suatu benda halus atau suatu makhluk halus yang merasuki. Terkadang pula jiwa manusia digambarkan atau dibayangkan persis seperti tubuhnya hanya saja tidak bissa diraba atau ditangkap sifat dari jiwa juga tergantung pada tarafnya. . John Dewey “pribadi” berarti seseorang bertindak sebagai wakil dari suatu group atau masyarakat. Dalam taraf rasional atau manusia pembaharuan merupakan peristiwa yang terus menerus terjadi. yaitu taraf anarganik (benda mati) taraf vegetatif (tumbuhan) dan taraf sensitive (binatang). e. Seorang individu hanya bisa disebut pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai social masyarakat tertentu. penciuman. meresapi serta menggunakan badan untuk mewujudkan cita-cita jiwawi. c. B.. pencicipan dan pendengaran. Pembaharuan menjadi begitu efektif didalam sejarah kehidupan manusia. karena didalam diri manusia terdapat kesadaran intelektual yang mempunyai kemampuan sangat efektif untuk menyederhanakan pengalaman dan memberi tekanan kepada segi yang dianggap pentingsambil menyingkirkan yang dianggap tidak relevan. d. David Hcme Berbicara mengenai pribadi dalah idntitas diri yaitu kesamaan jati diri manusia dalam kaitannya dengan waktu.Manusia adalah suatu substansi yag komplit terdiri dari badan (material) dan jiwa (forma).

Mengenai kedudukan manusia yang palinng menarik adalah sendiri dalam lngkungan yang diselidiki pula. dari yang paling rendah ke yang bersifat intelektual. Jiwa manusia adalah kesatuan kompleks dari kegiatan mental. Didalam manusia terdapat 2 sumber bagi munculnya kebaruan yang satu merupakan hasil dari koordinasi yang ketat dari tubuh manusia sebagaimana juga terdapat pada binatanng. rasa senang (enjoyment). dan yang lain dari identitas yang hebat dari fungsi intelektual. Badan juga berfungsi sebagai bidang ekspresi manusia. Bicara masalah hidup manusia itu memang unik.Kemampuan itu disebut kemampuan abstraksi. jiwa manusia adalah keseluruhan kompleks kegiatan mental dari taraf yang paling rendah sampai yang palling tinggi emosi. harapan. hidup adalah aktivitas. Ternyata penyelidikan mengenai lingkungan ini lebih (dianggap) memuaskan dari pada penylidikan tentang manusia itu sendiri. Taraf pengalaman mental manusia terdiri dari penngalaman-pengalamn mental yang begitu kompleks. Perlu disadari bahwa budi tidak identik dengan jiwa. harapan. dan segala aktivitas membawa besertanya masalah-masalh tertentu. Masalah-masalah tesebut dibagi 2 kategori. kenikmatan. kegiatan mental yang kompleks ini merupakan kesatuan dari emosi. pengalaman mental mempunyai dasarnya didalam pengalamn fisik. kehawatiran dan ketakutan penyesalan penilaian terhadap macam-macam alternatif serta macam-macam keputusan. penilaian dari macam-macam pengalaman mental innilah yang merupakan unsure-unsur pembentukan “jiwa manusia”. kemampuan abstraksi disisni berfungsi rasiio atau budi ssebagai yang menjalankan pemerintah atas keseluruhan ataupun bagian-bagian didalam manusia. ketakutan. penyesalan. yaitu masalah immediate problem dan masalah asasi(utimmate problems) . budi meskipun menduduki posisi tertinggi dan memegang dominasi atas bagian-bagian lain. Masalah-masalah termaksud harus dipecahkan dengan berhasil untuk menjadikan manusia itu sesuatu yang sukses. hanyalah bagian dari jiwa. dan jiwa manusia itu ditandai dengan mental.

kemampuan dan gaya serta perkembanganya sendiri. Kutub fisiklah yang menangkap atau menerima bahan atau penelolaan yang telah disajikan oleh dunia. kurang lebiih berpegang pada keyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. D. Setelah dia merasakan desakan beban dan liku-liku hidup. Dia adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subyek. Manusia Mempunyai Pengetahuan Pengetahuan merupakan bagi makhluk yang mempunnyainya apakah dia manusia. Sedangkan para pendukung revolusioner. namun diri kita jelas terdiri dari bagian-bagian dan aspek-aspek yang begitu kaya. Seputar Manusia Kita menyadari diri kita meskipun sebagai satu kesatuan yang utuh. Mengenai badan manusia dan strukturnya didalam ini berproses secara sederhana biasa dkatakan bahwa kutub fisi berfungsi secara husus pada wal proses. yang biasanya disebut kaum liberal berpendapat bahwa manusia pada hakikatnya baik dan bisa mencapai kesempurnaan. masalah yang kemballi kepada keperluan-keperluan pribadi yang mendesak dan masalah seperti :administrasi negara. atau pemilikan benda-benda sebaliknya berupa keterbukaan terhadap . Sebab kodrat manusia telah rusak berat dan tidak tersembuhkan karena telah dicederai oleh dosa asal. konsumsi dan distribusi. Pengetahuan lebiih merupakan suatu cara berada dari pada suatau cara mempunyai. Dengan adanya pengetahuan yang dimilikinya manusia bisa memahami dirinya sendiri dan keberadaanya. Kemudian masalah asai manusia . atau sejenis itu. produksi. sedangkan kutub mental berkegiatan untuk mengelola bahan tersebut sampai pada tahap kepenuhan diri. yang boleh disebut kaum konservatif.Immediate problems ialah masalah-maslah praktis sehari-hari . terdiri dari badan dan jiwa yang masing-masing kegiatan. Jadi pengetahuan adalah suatu kegiatan mempengaruhi subjek yang mengetahui dalam dirinya. malaikat atau banatang suatu kekayaan dan kesempurnaan. Para pendukung fanatik tradisi. C. Aktifitas itu tidak berupa penyitaan mereka. maka setiap manusia yang memperhatikan hidup dengan serius akan mendapatkan drinya berhadapan muka dengan masalah-masalah asasi tersebut. tidak tetap dan tidak dapat diramalkan secara logis.

[1] Dalam bahasa Yunani.Dengan demikian menjadi jelas bahwa badan harus dimengerti secara luas. bahkan didalam unsure-unsurnya yag paling individual. sifat ini akan mempengaruhi. seseorang akan memperoleh pengetahuan. Ketiga istilah tersebut mempunyai korelasi makna. Pada dasarnya atau pada hakikatnya hidup manusia adalah pengalaman bersama. duduk. harmonis. tidur dan seterusnya untuk saat ini kita memusatkan perhatian kita pada tubuh manusia. Contohnya : bila masyarakat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memandang rendah sikap menonjolkan diri. tetapi segala bentuk ekspresi yang bisa diamati pada manusia yang telah selesai berproses setiap saatnya. Dengan memahami alam. berjalan. tidak berubah dan menjadi bahan bagi kutub fisik dari pengada-pengada baru. menangis. yaitu sebagai hasil dari seluruh proses yang bersifat obyektif. yang selalu menunjukkan kepada pribadi. Dengan pengetahuan itu. . merupakan bentuk jamak dari keterangan al-quran yang mengandung berbagai interpretasi pemikiran bagi manusia. yang tertuang dalam keterangan Al-qur`an sebagai sumber pokok dan menjadi sumber pelajaran dan ajaran bagi manusia. pengetahuan) dan alamat ( ‫مة‬ ‫عال‬. hidup manusia. bagaimana seorang tertawa. Alam sebagai ciptaan Tuhan merupakan identitas yang penuh hikmah. merupakan kehidupan bersama dan tingkah laku manusia. badan bukan hanya terbatas pada tubuh. Alam Semesta dalam perspektif Falsafah Pendidikan Islam Alam dalam pandangan Filsafat Pendidikan Islam dapat dijelaskan sebagai berikut. anak-anaknya untuk bertindak berfikir dengan cara yang sama. 15 Pemahaman kata „alamin. misalnya saja termasuk didalamnya. Alam atau cosmos disebut sebagai salah satu bukti keberadaaan Tuhan. didalam strukturnya yang asasi. alam disebut dengan istilah cosmos yang berarti serasi. Didalam pengertian yang digunakan disi. Karena alam itu diciptakan dalam keadaan teratur dan tidak kacau. orang akan mengetahui tanda-tanda atau alamat akan adanya Tuhan.[3] Menurut Al-Rasyidin. disebut sebanyak 73 kali yang termaktub dalam 30 surat.[2] Istilah alam dalam alqur‟an datang dalam bentuk jamak („alamiina). Kata alam berasal dari bahasa Arab ‟alam (‫ ) عالم‬yang seakar dengan ‟ilmu (‫علم‬. Kegiatan dari macam-macam kegiatan mental disebut jiwa manusia sedangkan kegiatan mental dari unsure tertinggi membentuk budi atau rasio manusia. lari. pertanda). dalam bukunya Falsafah pendidikan Islam bahwa kata `alamin merupakan bentuk prulal yang mengindikasikan bahwa alam semesta ini banyak dan beraneka ragam. Dengan singkat boleh dikatakan bahwa manusia adalah anak masyarakat.

bintang.[4] Dari satu sisi alam semesta dapat didefenisikan sebagai kumpulan jauhar yang tersusun dari maddah (materi) dan shurah (bentuk). tumbuhtumbuhan. serta makhluk benda dan yang bukan benda. alat atau sarana yang sangat jelas untuk mengetahui wujud tuhan.[5] Menurut Prof. Kemudian beliau menuturkan kembali bahwa konsep islam megenai alam semesta merupakan penegasan bahwa alam semesta adalah sesuatu selain Allah Swt. dan tidaklah Tuhanmu lupa (64). Dr. gunung dan dataran. benda. Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apaapa yang ada di antara keduanya. Maha Kuasa. apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan dia (yang patut disembah)? Dalam surat ar-rum ayat 22 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Maha Tunggal dan tidak bisa dibagi-bagi. Oleh karena itu dalam konteks ini. langit. insan. Omar Mohammad Al-Toumy al-Syaibany dalam bukunya Falsafah Pendidikan Islam menyatakan bahwa alam semesta atau alam jagat ialah selain dari Allah swt yaitu cakrawala. Dari sisi ini dapat dipahami bahwa keberadaaan alam semesta merupakan tanda-tanda yang menjadi alat atau sarana bagi manusia untuk mengetahui wujud dan membuktikan keberadaan serta kemahakuasaan Allah Swt. Kata `alam terambil dari akar kata yang sama dengan `ilm dan `alamah. tempat dan waktu. yang dapat diklasifikasikan ke dalam wujud konkrit (syahadah) dan wujud Abstrak (ghaib). sungai dan lembah. apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya. bumi. hewan (hayyawanat). dan Maha Mengetahui. alam semesta adalah alamat. Istilah ini ditemui didalam beberapa surat Al Qur'an yaitu: Dalam surat maryam ayat 64 dan 65 Dan tidaklah kami (Jibril) turun. Beliau juga menuturkan bahwa sebahagian ulama Islam mutaakhir membagi alam ini kepada empat bahagian yaitu ruh. dari sisi lain. . Menurut Shihab sebagaimana yang dikutip oleh Al-rasyidin dalam bukunya falsafah pendidikan Islam menerangkan bahwa semua yang maujud selain Allah Swt baik yang telah diketahui maupun yang belum diketahui manusia disebut alam. binatang. Di dalam Al Qur'an pengertian alam semesta dalam arti jagat raya dapat dipahami dengan istilah "assamaawaat wa al-ardh wa maa baynahumaa"[8]. yaitu sesuatu yang menjelaskan sesuatu selainnya. Kemudian. dan manusia. tumbuh-tumbuhan (nabatat). Maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya.Pemaknaan tersebut konsisten dengan konsepsi Islam bahwa hanya Allah Swt yang Ahad. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tandatanda bagi orang-orang yang Mengetahui. kecuali dengan perintah Tuhanmu. Sedangkan manusia menjadi salah satu unsur alam semesta sebagai makhluk baharu dengan fungsi untuk memakmurkan alam semesta serta meneruskan kemajuaannya. pencipta yang Maha Esa. benda dan sifat benda. alam semesta bisa juga dibagi ke dalam beberapa jenis seperti benda-benda padat (jamadat). kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita.

Oleh karena itu. sudah terjadi dan kejadiannya mengikuti segala rencana dan konsep yang sudah tertera di dalamnya.Dalam surat al-anbiya ayat 16 Dan tidaklah kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Hal ini dapat diketahui melalui firman Allah Swt dalam Surat Al Anbiya ayat 30. ilmuwan atau ulama. maka apa-apa yang terdapat di dalamnya baik dalam bentuk konkrit (nyata) maupun dalam bentuk abstrak (ghaib) merupakan bahagian dari alam semesta yang berkaitan satu dengan lainnya. bahwa semua proses alam semesta ini mengikuti dan merujuk pada segala yang tertuang dalam Al Qur‟an. Untuk dapat Memahami dan meneliti alam yang kemudian menghasilkan science yang benar. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. sebelum kejadian tersebut terjadi. Proses Penciptaan Alam Semesta Al Qur‟an telah menjelaskan bahwa sebenarnya seluruh kejadian di alam semesta ini. yang kemudian akan memelihara dan memakmurkan alam ini. dengan tidak ada tekanan apakah manusia mau atau tidak memahaminya guna mendapatkan takwil isyarat-Nya. Islam mempunyai ajaran yang sangat penting dalam pendidikan. dalam rangka menghasilkan para scientist. maka konsep penciptaan semesta yang tertera dalam Al-Qur'an tidak dapat disangkal lagi kebenarannya. sudah dipaparkan secara jelas oleh Al-Qur'an jauh sebelum sains modern mengemukakannya[10]. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Adanya kumpulan kabut gas dan terjadinya pemisahan-pemisahan kabut gas tersebut atau dikenal dengan proses evolusi terbentuknya alam semesta. Gambaran jelasnya. dan dapat dipahami bahwa proses penciptaan alam semesta menurut alQur`an adalah secara bertahap. apakah diketahui atau tidak tabir rahasianya oleh manusia. haruslah melalui pendidikan yang benar dan berkualitas. "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu. Dengan kata lain. kejadian dunia ini adalah sebagai “cermin manifestasi” dan “kenyataan lahir” dari rencana Allah yang sebenarnya sudah diberitahukan kepada manusia lewat Al Qur‟an. Dapat ditarik kesimpulan bahwa alam semesta bermakna sesuatu selain Allah Swt. Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?" Apabila dikaitkan dengan sejumlah teori seputar terjadinya kosmos menurut sains modern. Al-Qur'an telah menyebutkan secara gamblang mengenai hal tersebut. 2.[9] Mengenai proses penciptaan alam semesta. Berkenaan Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula terdapat dalam surat fushilat ayat 9 sampai 12 yaitu: Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb .

Al-Rasyidin mengungkapkan bahwa Allah Swt menciptakan alam semesta ini tidak sekaligus atau sekali jadi. masa atau proses. tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. mencipta. Ja`ala. dengan tidak meniscayakan waktu dan tempat penciptaan.semesta alam". dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah Telah membinanya(27). lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Maha Suci Allah . Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (32). Disebutkan adanya kabut gas (dukhan) sebagai materi penciptaan kosmos. Dan dia menjadikan malamnya gelap gulita. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Fatara. Ingatlah. yaitu: Disebutkan bahwa antara langit dan bumi (kosmos) semula merupakan satu kesatuan lalu mengalami proses pemisahan. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah . Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Dalam surat An-Naaziat ayat 27-33 menerangkan proses penciptaan bumi dan alam semesta. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. bahwa penciptaan alam semesta . enam masa atau enam periode.(10) Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (33). semua sebutan untuk penciptaan ini mengandung makna mengadakan.(12) Dapat ditarik kesimpulan melalui ayat-ayat diatas. atau menjadikan. Tuhan kamu. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.(11) Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa.[11] Adapun ayat yang menceritakan tentang penciptaan alam dalam enam masa terdapat pada surat yunus ayat 3 dan surat Al-Araf ayat 54 adalah: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. membuat. dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. Dengan kata lain. dan (diciptakan-Nya pula) matahari. Sakhara. dan menjadikan siangnya terang benderang (29). Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya (28). lalu dia bersemayam di atas 'Arsy. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (30). Ia memancarkan daripadanya mata airnya. al-Qur`an selalu menggunakan istilah fi sittah ayyam. Disebutkan pula bahwa penciptaan kosmos (alam semesta) tidak terjadi sekaligus. yang dapat diterjemahkan dalam arti enam hari. Dalam sejumlah surah. Proses penciptaan alam semesta diungkapkan dengan menggunakan istilah yang beragam seperti Khalaqa. Tuhan semesta alam. (Dzat) yang demikian Itulah Allah . bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.(9) Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Maka sembahlah Dia. tetapi secara bertahap. akan tetapi melalui beberapa tahapan. keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". dan Bada`a. dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31). dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. sawwa.

[13] Di pihak lain. dengan berdasarkan logika dan ilmu serta dengan pengamatan terhadap fenomena alam secara alamiah. 3. Alam semesta diciptakan oleh Allah secara bertahap dan berproses b. manusia akan sampai pada pengetahuan bahwa Allah Swt adalah Zat yang menciptakan alam semesta. juga bukan menjadi musuh manusia. karena Allah maha kuasa. maka dalam menciptakan sesuatu dari ketiadaaan bukanlah suatu kemustahilan. Penciptaan alam semesta terbentuk melalui enam masa atau enam hari atau enam periode Dari keterangan di atas pemakalah mengindikasikan bahwa keterkaitan tentang proses penciptaan alam semesta bagi manusia dalam pendidikan. Dalam hal ini pemakalah mengambil kesimpulan bahwa: a. maka Al-Qur`an telah menerangkan bahwa alam diciptakan oleh Allah Swt melalui tahapan dan proses. tujuan penciptaan alam semesta pada dasarnya adalah sarana untuk menghantarkan manusia pada pengetahuan dan pembuktian tentang keberadaan dan kemahakuasaan Allah Swt. Asal mula penciptaan alam semesta berasal dari asap c. Al-qur`an dalam hal ini menjelaskan bahwa penciptaan alam semesta bertujuan bukan menjadi seteru bagi manusia.tidak mesti harus di dahului oleh ruang dan waktu.[15] Keberadaaan alam semesta merupakan petunjuk yang jelas tentang keberadaaan Allah Swt. Oleh karena itu dalam mempelajari alam semesta. bukan menjadi penghambat manusia dalam berpikir dan berkembang.[16] Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa manusia akan memperoleh manfaat dan keuntungan yang amat besar apabila manusia tersebut mampu dan mengerti dalam memanfaatkan apa saja yang terdapat di alam semesta ini. Para teolog muslim berpendapat bahwa ala mini diciptakan dari ketiadaaan (al-khalq min `adam) atau creation ex nihillo. adalah manusia yang sudah mempunyai potensi dari Allah Swt dalam mengembangkan potensi tersebut tidak dapat dilakukan secara spontan. Tujuan dan Fungsi Penciptaan Alam Semesta Dalam perspektif Islam. yang dapat membantu mereka dalam menjalankan amanah yang telah . sebagai sarana dan fasilitas yang menghantarkan manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya.[12] Dalam diskursus keagamaan dan kefilsafatan.[14] Terlepas dari perdebatan panjang mengenai penciptaan alam semesta ini. akan tetapi alam semesta diciptakan oleh Allah Swt untuk bekerjasama dengan manusia dengan menggunakan alam sebagai sumber dan mediasi untuk mendapatkan respon ilmu. dan tidak terjadi sekaligus. namun harus dilakukan dengan proses dan tahapan panjang melalui alam ini. Bagi mereka. hakikat penciptaan telah terjadi perdebatan panjang yang bermuara pada adanya perbedaan interpretasi etimologis terhadap terma-terma yang digunakan oleh AlQur`an. para filosof berpendapat bahwa penciptaan terjadi atas dasar pengubahan bahan dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Alam dapat menjadi sumber ilham melalui potensi akal yang diberikan Allah swt kepada manusia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan hakikat-hakikat yang terdapat di dalam alam semesta ini. Omar menjelaskan bahwa alam semesta tercipta diperutukkan untuk manusia sebagai penerima amanah dengan menjadi khalifah di muka bumi ini.

dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu. Manusia mempunyai kewajiban kolektif untuk mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluasluasnya umat manusia. Hal ini terlihat dari firman Allah swt dalam surat an-nahl:14 yaitu: Dan Dia-lah. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-Dukhan ayat 38-39 Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermainmain. dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya. Melihara bumi termasuk memelihara aqidah dan akhlak manusianya. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?  Alam semesta diciptakan sebagai bahan dan sumber pelajaran serta pengamatan bagi manusia untuk menggali khazanah rahasia Allah Swt dengan akal dan pengamatan untuk dapat menyumbangkan suatu kebajikan dan faedah manusia seluruhnya yang pada akhirnya manusia akan memahami apa hakikat diciptakannya alam semesta ini[21].  Al-qur`an secara tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan alam semesta ini adalah untuk memperlihatkan kepada manusia akan tanda-tanda (ayah) atas keberadaan dan kekuasaan Allah Swt[20]. memelihara dari kebiasaan jahiliyah (merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat) karena sumber daya manusia yang rusak akan sangat potensial merusak alam. dan supaya kamu bersyukur. dan kamu melihat bahtera berlayar padanya. hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Sebagaimana firmanNya dalam surat Fushshilat ayat 53 Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. Manusia mengemban amanat dari Allah Swt sebagai khalifah untuk mengelola bumi secara bertanggungjawab. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq. [18] Untuk lebih jelas bagaimana hakikat dari tujuan serta fungsi penciptaan alam semesta adalah sebagai berikut:  Penciptaan alam semesta bertujuan untuk memperlihatkan kepada manusia bahwa Allah swt adalah Maha Pencipta seluruh alam dengan segala kemuliaanNya dan segala kekuasaanNya[19]. dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. Peran penting yang diamanahkan kepada manusia adalah memakmurkan bumi (al „imarah) dan memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan (ar-ri‟ayah).diberikan Allah Swt sebagai khalifah dalam menjalankan roda kehidupan dan serta dalam menjalankan kemaslahatan umat manusia seluruhnya. Allah yang menundukkan lautan (untukmu). Hal . agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan). Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata.[17] Kemudian juga di terangkan bahwa alam semesta merupakan ladang ilmu bagi manusia yang darinya dapat diperoleh berbagai manfaat dalam memenuhi segala kebutuhan manusia yang pada akhirnya manusia itu akan dituntut untuk dapat mensyukuri atas apa-apa yang mereka peroleh dan mereka nikmati dari pemberian Allah swt.

dan Telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dia adalah al-Rabb. Al-syaibany sebagaimana yang tertera dalam bukunya Al-Rasyidin. 4. Salah satu ayat yang menerangkan akan hal ini terdapat dalam surat Ibrahim ayat 33 Dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya).  Alam semesta diciptakan Allah Swt untuk kepentingan manusia. manusia justru mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya dengan berbuat kerusakan dimuka bumi ini[23]." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya Kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit). Dari itulah manusia akan tahu apa hakikat tujuan diciptakannya alam semesta bagi mereka yang pada intinya akan menghantarkan manusia menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. memelihara. Falsafah Pendidikan Islam menjelaskan bahwa proses pendidikan adalah menyampaikan sesuatu kepada titik . sebagai tempat tinggal bagi manusia. Dengan memamfaatkan sebaik-baiknya apa saja yang terkandung dari penciptaan alam ini. Oleh karenanya alam telah ditundukkan oleh Allah Swt untuk mereka. menjaga serta menjadikan alam ini sebagai sarana dalam berkehidupan dengan meraih berbagai wawasan ilmu pengetahuan. yaitu Tuhan Maha Pencipta yang menciptakan seluruh Makhluk yang makro dan mikro kosmos.  Alam semesta ini diciptakan bertujuan untuk menunjuk manusia sebagai Khalifah yang mengemban amanah dari Allah Swt. dalam mengemban amanah tersebut apakah manusia mampu menjalankannya dengan menghadapi berbagai ujian dan cobaan atau sebalikya. Implikasi penciptaan alam semesta terhadap pendidikan islam Islam menegaskan bahwa esensi alam semesta adalah selain dari Allah Swt.ini tertera dalam surat Yunus : 4 Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali. Ini tercantum dalam surat Al-baqarah ayat 30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. untuk memenuhi kebutuhan manusia selama hidup di permukaan bumi ini." Dari keterangan di atas pemakalah mengambil kesimpulan dengan keterkaitannya terhadap pendidikan Islam adalah alam semesta tercipta sebagai sesuatu yang khusus bagi manusia untuk mengemban amanah dari Allah Swt sebagai khalifah yang akan memimpin. agar dia memberi pembalasan kepada orangorang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. ini dimaksudkan agar manusia mudah dalam memahami alam semesta dan tahu bagaimana cara memanfaatkannya untuk kepentingan mereka[22]. sebagai janji yang benar daripada Allah .

Dalam hal ini juga dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan sifat dan watak manusia yang bertempat tinggal di daerah perkotaan dan pedesaaan. implikasi filosofi terhadap pendidikan islam adalah bahwa pendidikan islam merupakan suatu proses atau tahapan dimana peserta didik diberi bantuan kemudahan untuk mengembangkan potensi jismiyah dan ruhaniyahnya sehingga fungsional untuk melaksanakan fungsi dan tugas-tugasnya dalam kehidupan di alam semesta. akan tetapi dapat juga terbentuk melalui alam alamiah yang bersifat material. Sehingga secara tidak langsung akan membentuk sebuah watak dan sifat yang berbeda-beda. Alam semesta adalah media pendidikan sekaligus sebagai sarana yang digunakan oleh manusia untuk melangsungkan proses pendidikan.[24] oleh karena pendidikan merupakan proses dan tahapan. Karena antara manusia dan alam semesta saling membutuhkan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. akhlak. Penduduk pesisir umpamanya.[25] Seorang pendidik muslim yakin bahwa pendidikan sebagai proses pertumbuhan dalam membentuk pengalaman dan perubahan yang dikehendaki dalam tingkah laku individu dan kelompok hanya akan berhasil melalui interaksi seseorang dengan perwujudan dan benda sekitarserta dengan alam sekeliling. mempunyai watak dan cara hidup tersendiri. Perbedaaan dalam watak. [27] Dari keterangan di atas mengindikasikan bahwa alam juga dapat memberikan pengaruh besar bagi setiap individu atau kelompok manusia yang berbeda-beda melalui tempat tinggal. Dimana alam semesta ini butuh manusia untuk merawat dan memeliharanya sedangkan manusia butuh alam semesta sebagai sarana berinteraksi dengan manusia lainnya. Karenanya. karena sampai sekarang pun fenomena alam dengan segala kerahasiaan Allah Swt dalam menciptakannya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan secara tuntas. Omar[26] berpendapat bahwa makhluk. Anjuran dan kemungkinan untuk mempelajari alam semesta tertuang di berbagai ayat-ayat al-quran yang di antaranya: Surat Yunus ayat 101 Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. maka pendidikan Islami akan berlangsung secara kontiniu sepanjang kehidupan manusia di muka bumi ini. Sebab itu proses pendidikan manusia dan peningkatan mutu akhlaknya bukan sekedar nyata terbentuk dari alam yang bersifat sosial. tradisi dan cara hidup manusia adalah sangat berpengaruh dalam sebuah pembentukan karakter. Oleh dasar inilah Al-Quran mengajurkan kepada manusia untuk terus menggali khazanah yang terdapat dari penciptaan alam semesta ini. Meskipun alam diciptakan dan ditundukan Allah Swt untuk manusia. bukan berarti manusia dapat mengetahui dan memahami apa-apa yang terdapat dari padanya. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak . tempat ia hidup. Didalam alam semesta ini manusia tidak dapat hidup dan “mandiri” dengan sesungguhnya. daerah atau iklim. Demikian juga halnya dengan penduduk yang bertempat tinggal di daerah pegunungan atau sahara. benda dan apa yang ada di sekelilignya adalah bahagian alam luas dan insan itu sendiri dianggap sebagai sebahagian dari alam ini. adat.kesempurnaannya secara berangsur-angsur.

[28] Dalam perspektif Islam.[29] Sebagaimana yang diketahui bahwa selain Allah Swt adalah alam semesta. kelak Allah Swt akan menilai siapa diantara hamban-Nya yang mampu meraih markah atau prestasi terbaik. dan dibimbing agar berkemampuan merealisasikan atau mewujudkan fungsi dan tugasnya sebagai `abd Allah dan khalifah dalam menerapkan amal ibadah dan amal shalih kepada Allah Swt. ilmu-ilmu pengetahuan yang akan ditransformasikan ke dalam diri peserta didik tidak hanya terbatas pada . Beliau juga menjelaskan bahwa alam semesta merupakan institusi pendidikan. sedangkan alam ghaib adalah alam yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia. alam nyata adalah alam yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia melalui pengamatan dan fenomena alam ini. maka keberadaaan alam syahadah sebagai objek kajian pendidikan islam menghendaki aktivitas pengamatan inderawi. penalaran rasional. maka Allah Swt dalam ayat-ayatNya tidak akan menganjurkan untuk mempelajarinya. Kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. apabila tidak. `abd Allah maupun Khalifah Allah . Kepercayaan mengenai keberadaaan alam ghaib hanya dapat diyakini dengan keimanan yang bersumber dari Allah Swt melalui ayat-ayat yang termaktub di dalam Al-Qur`an. Karenaya dalam pendidikan islam . untuk dapat memahami dan mengetahuinya dibutuhkan aktivitas supra inderawi dan supra rasional. baik sebagai Syahid Allah . Sementara itu. Dalam surat al-Ankabut ayat 20 Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi. Dalam konteks ini menurut AlRasyidin bahwa Allah Swt menjadikan alam semesta sebagai wahana bagi manusia untuk bersyahadah akan keberadaaan dan kemahakuasaan-Nya. dan eksperimentasi ilmiah. Alam semesta terbagi kedalam dua bahagian yaitu alam nyata dan ghaib. Yang berhubungan dengan hal-hal yang konkrit. Dalam surat At-Tariq ayat 5 Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Mahdi Ghulsyani menegaskan bahwa ayat di atas menunjukkan bahwa memahami dan mempelajari alam adalah mungkin. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. dilatih. Oleh karena itu pendidikan islam dalam penyusunan dan pengembangan kurikulumnya harus mengacu kepada konsepsi islam tentang alam semesta. manusia harus merealisasikan tujuan kemanusiaanya di alam semesta. dibina. Maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Melalui proses pendidikan di alam semesta inilah. Wujud nyata yang menandai syahadah itu adalah penuaian sebagai makhluk `ibadah dan pelaksanaan tugas-tugas sebagai khalifah. Wilayah studi objek pendidikan islam tidak saja berkaitan dengan hal-hal yang dapat diamati oleh indera manusia ( fenomena) saja. tetapi mencakup segala sesuatu yang tidak dapat diamati oleh indera manusia (noumena). yakni tempat di mana manusia dididik.beriman". yang berkaitan dengan hal-hal yang ghaib. dari keterangan tersebut menjelaskan bahwa alam semesta terwujud dari bentuk-bentuk yang konkrit (alam nyata) dan bentuk-bentuk yang Abstrak ( alam Ghaib).

Artinya. penglihatan dan hati.  Dalam al-quran dijelaskan cara-cara memahami alam. semua alat utama ini dapat membantu manusia untuk melakukan pengamatan dan eksperimen. perasa. hanya beberapa hal yang dapat pemakalah paparkan. isyraqi. ilumunasi. bagaimana manusia mampu menggunakan alam sebagai institusi dan objek dalam mengembangkan potensi yang sudah ada. agar kamu bersyukur.[32] Di samping alat indera dan akal manusia. Di sisni pemakalah memaparkan bagaimana manusia dapat memahami alam dengan proses pendidikan. pendengaran. Hal ini terdapat pada surat An-Nahl ayat 78 Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk menggali khazanah alam semesta ini. namun. pencium dan peraba[31]. tetapi juga mengenai ilmu-ilmu laduny. dan kewahyuan[30].pengetahuan inderawi dan rasional. tetapi dibutuhkan lagi yaitu penalaran atau akal. Salah satu cara memahami alam raya ini dapat dilakukan lewat indera penglihatan. ada lagi cara lain yaitu melalui wahyu dan ilham (inspirasi)[33].  .  Panca indera belumlah cukup atau satu-satunya jalan memahami alam. Proses pendidikan menghantarkan manusia untuk dapat memahami dengan benar tentang keberadaaan alam semesta bersamaan dengan apa yang terkandung di dalamnya. dan dia memberi kamu pendengaran.

Daftar isi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful