P. 1
PAPER

PAPER

4.0

|Views: 751|Likes:
Published by artub anida

More info:

Published by: artub anida on Jul 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

HIDUP BERTETANGGA MENURUT ISLAM PAPER Diajukan sebagai salah satu persyaratan mengikuti Ujian nasional ( UNAS ) dalam

ilmu pengetahuan sosial ( ips) Madrasah mu’alimin-mu’alimat ( MMA )

Oleh FIQRI UMAR WACHID Nomor induk : 737 Guru penbimbing MADRASAH MU’LIMIN-MU’LIMAT YAYASAN PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT BANJARANYAR PACIRAN LAMONGAN 2009

MADRASAH MU’LIMIN-MU’LIMAT YAYASAN PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT BANJARANYAR PACIRAN LAMONGAN PENGESAHAN Paper atas nama saudara : Nama Nomor induk siswa Judul : : :

Telah dipertahankan dalamnsidang munaqasah madrasah Mu’aliminmu’alimat Yayasan pondok pesantren sunan drajat pada : Hari Tanggal : :

Dan sidang sudah menerima sebagai perlengkapan persyaratan menempuh Ujian Nasional ( UNAS ) dalam ilmu pengetauan social ( IPS ) pada Madrasah Mu’alimin-Mu’alimat Yayasan pondok pesantren Sunan Drajat Maka dengan ini kami sahkan hasil siding Munaqasah paper diatas Banjaranyar,……………..2009 Waka Kurikulum

Muhammad Mas’ud Tim penguji : ketua sekretaris : : ( ( ) ( ) )

pembimbing :

MOTTO

“ Tiap-tiap kebaikan adalah sodaqah,” ( al- Hadist

“ Barang siapa senang diperluas rezekinya, diperpanjang umurnya hendaklah bersilaturrahim,” ( Al-Hadist )

HALAMAN PERSEMBAHAN Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan karunianya,sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan paper ini untuk persyaratan jian Nasional ( UNAS ) Madrasah Mu’alimin-Mu’alimat yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, sebagai alat untuk menumbuhkan kreatifitasnya kita semua, sehingga dikemudian hari dapat bermanfaat bagi kita semua. Paper ini sengaja penulis persembahkan kepada : 1. Papa dan Mamaku tercinta yang selalu memberikan yang terbaik bagi saya 2. Pak Zainul Musthafa, M.Hi.S.ag selaku kepala sekolah 3. Pak Su’arif, S.ag yang selalu membimbing penulis dalam mengerjakan paper ini 4. Kakak dan adik kelas yang selalu men-suport saya 5. Semua teman sekelas saya yang selalu memberikan warna dalam hidupku

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah saya ucapakan kepada Allah SWT. Atas segala petunjuk dan hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan paper ini yang pada dasarnya sebagai persyaratan mengikuti ujian. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi besar Muhammda SAW sehingga beliau dapat menjadi suri tauladan bagi setiap umat. Kemudian dengan terwujudnyapaper ini maka penulis behutang banyak kepada segenap Bapak guru dan teman-teman atas bantuan dan motifasi yang telah diberikan kepada penulis , maka penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof.Dr.K.H. Abdul Ghofur, selaku pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat. 2. Bapak R. Zainul Musthofa, M.Hi.S.sg selaku kepala sekolah Madrasah Mu’alimin-mu’alimat. 3. Bapak Su’arif, S.ag. yang telah memberikan waktu untuk membimbing penulis. 4. Semua teman-teman yang telah memberikan semangat pada penulis dalam pembuatan paper ini. 5. Semua pihak yang telah membantu dalam mengerjakan paper ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan paper ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, untuk itu penulis berharap adanya kritik dan saran dari pembaca demi tersempurnanya paper ini. Dan semoga kandungan-kandungan yang tertulis dalam paper ini dapat bermanfaat bagi panulis dan yang membaca. Amiin…… Banjarnyar,………………2009 penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................. HALAMAN PENGESAHAN................................................................... MOTTO.................................................................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................. KATA PENGANTAR............................................................................... BAB I PENDAHULUAN.................................................................... A. Latar Belakang.................................................................... B. Rumusan Masalah.............................................................. C. Tujuan Pembahasan........................................................... D. Sistematika Pembahasan................................................... BAB II LANDASAN TEORI................................................................. A. Pengertian Hidup Bertetangga........................................... B. Manusia Makhluk Sosial..................................................... BAB III PEMBAHASAN....................................................................... A. Faktor Pendukung ketidak harmonisan Hidup Bertetangga........................................................................ B. Konsep Hidup Bertetangga Dalam Islam........................... BAB IV PENUTUP.............................................................................. A. Kesimpulan......................................................................... B. Saran-saran DAFTAR PUSTAKA...............................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesungguhnya Negara kita adalah Negara yang menjunjung tinggi nilaipersatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat Indonesia harus bersatu padu, caranya kita harus berbuat baik kepada setiap orang, walaupun orang tersebut kita kenal maupun tidak. Perbuatan baik itu bisa dimulai dari tetangga yang paling dekat sampai tetangga yang paling jauh, misalnya apabila ada orang yang meminta pertolongan maka sebisa mungkin kita membantunya tanpa memikirkan embel-embel yang lain. Dengan cara begitu kita akan dihormati atau diperlakukan secara baik pula tanpa sepengetahuan kita oleh seseorang terebut. Pada zaman sekarang ini sangatlah jarang orang-orang memperhatikan tetangga yang ada disekitar mereka. Saat ini yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana cara kita bisa berbisnis disuatau tempat tersebut dengan sukses tanpa memperdulikan tetangga, padahal manusia tidak akan bisa hidup sendirian. Maka dari itu manusia tetap saja masih membutuhkan sesamanya. Jadi dalam hal ini sangat diperlukan hubungan baik atar tetangga. Apaliagi dizaman yang modern seperti ini kita akan mudah menjalin hubungan baik karena sudah ada alat elektronik seperti Hp atau yang lainnya. Maka dari itu memperbanyak teman sangatlah berguna bagi diri sendiri maupun orang lain karena hidup didunia itu perlu seseorang teman agar tidak kesepian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang sangatlah membuat kita menjadi jenuh. Oleh sebab itu kita kembali dari awal yaitu rakyat Indonesia harus bersatu padu karena bersatu padu dengan kokh seperti layaknya bangunan megah yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Inilah sekedar contoh yang digambarkan oleh Rasulullah terhadap bentuk persaudaraan antara ummat Islam. Kejayaan seorang tokoh kurang berarti kalau tidak menyatukan dirinya dengan kekuatan ummat Islam yang lainnya. Itulah

sebabnya ada pepatah mengatakan “ kejahatan terorganisir bisa mengalahakankebenaran yang tidak terorganisisr,” kuncinya terletak pada kerukunan, kebersamaan, dan saling menolong sesama ummat Islam. Oleh karena itu penulis ngin mengangkat dan membahas persoalan “ HIDUP BERTETANGGA MENURUT ISLAM,” dengan tujuan agar masalah ini mendapat perhatian secara lebih. B. Rumusan Masalah Dibawah ini ada beberapa permasalahan yang akan dibahas penulis didalam paper ini : 1. Apap factor pendukung ketidak harmonisan hidup bertetangga ? 2. Bagaimana konsep hidup bertetangga dalam Islam ? C. Tujuan Pembahasan Di bawah ini tujuan penulis membahas judul paper ini : 1. Ingin mengetahui factor ketidak harmonisan hidup bertetangga. 2. Ingin mengetahui konsep hidup bertetangga dalam Islam. D. Sistematika Pembahasan Agar memudahkan pembaca membaca karya ilmiah ini dibawah ini penulis membuatkan sistematika pembahasan : Bab I Pendahuluan : kita awali dengan bab satu yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan dan sistematika pembahasan. Bab II Landasan Teori : di bab dua ini meliputi pengertian hidup bertetangga, manusia makhluk sosial. Bab III Pembahasan : bab tiga ini meliputi faktor pendukung ketidak harmonisan hidup bertetangga, konsep hidup bertetangga dalam Islam. Bab IV Penutup : bab ini meliputi kesimpulan dan sara-saran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Hidup Bertetangga Pengertian bertetangga adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita, dan kita sebagaia seorang muslim yang apabila bene-bener paham akan ajaran agamanya biasanya menjadi seorang yang terbaik dalam berhubungan dengan tetangga, paling menghormati, paling baik hati, dan baik budi pada mereka. Setiap orang yang rumahnya bertetangga dengan kita itu harus kita hormati sehingga dapat menimbulkan kerukunan setiap orang. Kita ambil contoh binatang, setiap binatang pasti hidup secara bergerombol dengan sesamanya, kambing saja yang tak punya akal bisa hidup rukun dengan sesamanya, mencari makan bersama dan tidak pernah bertengakar satu sama lain tak terkecualai binatang ganas seperti harimau, walaupun kelihatannya harimau itu tidak pernah rukun sama temannya tapi kalau sudah ada makanan mereka akan makan bersama tanpa berkelahi untuk memperebutkan makanan tersebut. Dan dalam Alqur’an Allah melarang manusia menyekutukannya, lebih dari itu, Allah menyuruh manusia apapun agamanya untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kerabat juga tetangga dekat maupun yang jauh. Allah berfirman dalam Alqur’an

Artinya : “sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukannya denga apa/siapapun, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.” Dalam ayat diatas Allah secara tegas menempatkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain ( oarng tua, kerabat, teman, anak yatim, ibnu sabil, dan seterusnya ) sebagai suatu yang sangat urgent dan

berada pada posisi kedua setelah menyembah kepada Allah. Oleh karena itu menghormati mereka sudah barang tentu menjadi salah satu penyempurna bagi keimanan seseorang. Hubungan keluarga dan persaudaraan dalam pandangan Islam tidak hanya bersifat duniawi semata, melainkan juga ukhrawi, soal pertemanan misalnya kebaikan seorang teman tak cukup diukur melalui hubungan sesaat, apalagi dengan motivasi keuntungan sepihak. Menurut pandangan Rasulullah, teman yang baik disisi Allah adalah seorang yang paling baik dengan temannya. Begitu pula dalam membangun hubungan bertetangga kita juga tidak boleh terjebak dengan manipulasi perilaku seseorang. Oleh karena itu orang yang baik menurut Rasulullah adalah orang yang paling baik terhadap tetangga. Perintah berbuat baik, menolong orang, memberi bnatuan kepada sesanatidak harus didasarkan pada prinsip perkawanan atau atas dasar kenal dan tidak kenal. Nabi menyuruh umat Islam bersedekah kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Tolong menolong sesame saudara maupun tetangga adalah sebuah kebutuhan bagi seorang muslim yang mendambakan hidup rukun, damai, dan sejahtera. Bersatu padu dengan kokoh seperti layaknya bangunan megah yang saling berkaitan antara yang asatu dengan yang lainnya. Apalah artinya tegaknya sebuah tiang kalau tidak ada keterkaitan dengan rakitan yang lain. Oleh sebab itu tolong menolong adalah alat untuk bersatu padu yang sangat kokoh. Ini adalah contoh Rasulullah menggambarkan persaudaraan antar umat untuk mengukur keimanan seseorang memang bisa dari berbagai perspektif, Rasulullah sendiri menganjurkan agar keimanan seorang muslim dilihat dari segi tiga hal yaitu : yang pertama adalah selalu berbuat baik kepada tetangga, yang kedua adalah selalu berbuat baik kepada setiap tamu tanpa membedakan derajatnya dan yang terakhir bisa dijadikan barometer adalah selalu berkata yang baik kepada orang lain. Tiga alat ukur yang sudah disampaikan oleh Rasulullah diatas bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Membantuan menolong tetangga yang sedang kesulitan adalah keharusan

bagi

setiap

tetangga

sehingga

mereka

bisa

merasakan

manfaat

bertetangga dan akhirnya bisa terwujud kehidupan bertetangga yang baik rukun dan damai. Memberi bantuan kepada tetangga tidak harus berupa uang atau barang tapi juga bisa dalam bentuk jasa sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah yaitu apabila ada tetangga yang hendak menancapkan kayu di dinding rumah kita merupakan salah satu bentuk bantuan berupa berupa jasa. Kalau kebutuhan tetangga yang kecil-kecil saja itu dianjurkan apalagi kebutuhan yang lebih besar tentu juga sangat dianjurkan. Namun jangan sekali-kali meremehkan kebaikan, ada sebuah pepatah lama mengatakan sangat popular dimata masyarakat yaitu “ Banyak jalan menuju Roma” memang kenyataannya demikian kita memiliki beribu-ribu jalan untyk menanamkan kebaikan, melalui perbuatan langsung maupun maupun tidak langsung. Islam sangat memperhatikan perilaku baik seseorang. Kita tidak boleh meremehkan arti kebaikan yang kita lakukan, sikap ramah tamah dan bermuka manis denga keluarga, saudara sesame muslim, maupun tidak dan karena semua itu sekaligus. Memang remeh tampaknya arti sebuah senyuman, namun itu adalah salah satu yang diperhatikan Islam. Islam bukan agama yang muluk, tetapi Islam adalah agama yang sederhana, simple dan prktis diamalkan penganutnya. Dengan demikian diharapkan amal kebaikan penganutnya akan semakin banyak dan berlipat ganda. Islam menganjurkan umatnyauntuk hidup rukun, tentram, saling kasih sayang dan mencintai. Nilai-nilai Islam ini harus di junjung tinggi, baik kepada teman, tetangga, orang yang dikenal maupun belum. Sebaliknya permusuhan keonaran dan kebencian antara satu dengan yang lain itu dilarang oleh Islam. Sampai-sampai Rasulullah mengibaratkan mereka separti tubuh di mana satu anggota dengan yang lain saling membutuhkan .jika ada anggota tubuh yang sakit maka bagian yang lain ikut merasakannya. adalah kebaikan yang pasti akan mendapat perkenan tuhan dan manusia

B. Manusia Makhluk Sosial Pengerian manusia makhluk sosial adalah setiap manusia tidak bisa hidup sendirian melainkan masih membutuhkan sesamanya. Seorang muslim yang menyadari ajaran-ajaran agamanya akan menjadi pribadi yang berjiwa sosial, karena dia memiliki misi dalam hidupnya. Orang yang memiliki misi dalam hidupnya tidak akan mempunyai pilihan lain kecuali harus berhubungan dengan orang lain, bergaul dan berbaur dengan mereka serta terlibat dalam kegiatan memberi dan menerima. Seorang muslim akan bergaul dalam kehidupan sosial dengan cara yang terbaik, sesuai pemehamannya atas agama yang benar dan nilainilai kemanusiaan yang mulia yang dianjurkan dalam bidang interaksi social. Kepribadian sosial seorang muslim yang diwarnai tuntuna Alqur’an dan sunnah merupakan kepribadian yang unik yang tidak bisa dibandingkan keprbadian social lain yang dibangun oleh system buatan manusia atau oleh hukum-hukum terdahulu manapun yang dikemukakan oleh para pemikir dan filosof. Kepribadian muslim adalah kepribadian sosial yang berkualitas tinggi, yang terdiri dari sejumlah karakter mulia yang disebutkan dalam Al-qur’qn dan sunnah. Islam mewajibkan umatnya agar setia terhadap karakter-karakter tersebut. Manusia akan diberi pahala jika melaksanakannya dan akan dimintai pertanggung jawaban jika mengabaikan. Dengan cara ini Islam bisa membuat kepribadian seorang muslim sejati sebagai teladan yang brilian dari sebuah kebaika, kehidupan yang bersih, kesalehan, individu-individu sosial yang berlaku baik. Sumber-sumber Islam yang berbicara tentang hubungan sosial cukup banyak, bahkan komprehensif dan teliti. Sumber-sumber ini tidak mengabaikan aspek hubungan social manapun, dan sumber-sumber itu menunjukkan level tinggi dan murni yang diinginkan islam untuk diikuti oleh umatnya. Tentu saja seorang muslim akan meraih derajat itu manakala realitas islam benar-benar menancap dalam hati dan jiwanya, menembus sisi batinnya. Kekuatan kepribadian social seseorang muslim didasarkan atas

ketaatannya dalam mematuhi hukum-hukum Allah dalam berhubungan dengan orang lain. Dari syarat mendasar kepercayaan islam dalam membendung hal-hal sosial dan moril inilah seseorang muslim yang saleh dan tulus berhubungan orang lain. Atas dasar pondasi yang kluat ini, seorang muslim sejati membina hubungan sosialnya. Orang yang berupaya menjelajahi ajaran-ajaran islam mengenai isu-isu social akan medapati dirinya berhadapan dengan sekumpulan ajaran-ajaran yang menekankan sikap mulia ini. Ini merupakan indikasi besarnya perhatian islam dalam membentuk kepribadian sosial seorang muslim dalam cara yang paling seksama. Maka islam tidak hanya menyebutkan bentuk globalnya, namun juga memperhatikan isu-isu moral yang terinci yang bisa membentuk islam. Secara khusus ada dua pertanyaan yang akan selalu menghantui sosiologi agama, yaitu : yang pertama apakah agama ? dan yang kedua yaitu apakah mungkin , baik secara individu maupun secara sosial, hidup tanpa agama atau paling tidak tanpa sesuatu yang dapat dikatakan sebagai ganti agama ?
3

aspek-aspek

kepribadian

sosial

individu

yang

utuh,

keseluruhan ini tidak ada dalam system sosial lain sebagaimana dalam

dalam sejarah social agama, ada dua pertanyaan

yang muncul silih berganti jika dalam proses ilmiah, peradaban urban, agama muncul sebagai kebohongan intlektual, moral dan social. Maka dari itu, jika agama sebagai institusi social dapat memenuhi beberapa kebutuhan sosialmaka agama itu sangat penting dalam kehidupan kita bersama. Oleh sebab itu kita jangan memandang agama agama itu sebagai alat untuk kita tidak mau saling tolong menolong sesama dalam bermasyarakat, jikalau sudah dapat menghargai dalam bermasyarakat maka dalam lingkungan tersebut akan tercipta suasana yang rukun, damai dan sejahtera sebagaimana ada contoh yaitu dalam kasus anda ingin bertemu dan meminta bantuan seseorang agar dia berkenan membantu

anda sedangkan anda benar-benar tengah membutuhkan bantuan atau pertolongan tersebut maka belum tentu orang yang anda temui itu mau membantu anda. Jadi, apakah anda benar-benar sedang membutuhkan pertolongan, anda menitika air mata mengharap belas kasih dan iba kepada orang itu, tetap saja ada kemungkinan dia tidak bisa, tidak akan, atau tidak mau membantu anda. Apalagi dalam meminta bantuan tersebut anda justru menunjukkan wajah yang tidak sungguh-sungguh anda meminta bantuan atau pertolongan kepada orang itu, masih tetap terbuka kemungkinan bahwa dia tidak akan membantu atau menolong anda. Dengan cerita diatas kita bisa menyimpulkan bahwa hidup didunia itu diharuskan tolong menolong sesame manuasi contohnya saja agama islam yang bertujuan membina kehidupan masyarakat yang terbaik dimuka bumi, sehingga mempunyai dada yang lapang bagi terjalinnya hubungan yang baik dan pergaulan yang rukun dan damai. Dalam diri sifat mementingkan diri sendiri, individualisme dan egoisme sebagai bagian dari sifat manusia adalah saudara kandung nafsu syahwat, karena dorongan mementingkan diri sendiri, seorang ingin memperoleh suatu tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Jika seseorang telah dikuasia egonya ia rela mengorbankan orang lain. Disamping itu dalam diri manusia ada pula sifat social. Suka hidup bersama dan bantu membantu dalam senang dan susah. Tetapi jika sifat ini tidak dipimpin dan dipupuk, tentu tidak sanggup melawan sifat mementingkan diri sendiri.
4

dalam Negara bineka tunggal eka yang

berdasarkan pancasila ini. Masing-masing kita memang lebih dituntut untuk tepo seliro ( tenggang rasa ). Kita tidak hanya sadar dengan hak kita, tapi juga harus menyadari hak orang lain.
5

BAB III PEMBAHASAN A. Faktor Pendukung Ketidak Harmonisan Hidup Bertetangga Setiap manusia pasti mempunyai keinginan untuk selalu harmonis dalam menjalani kehidupannya. Oleh karena itu agar hidup kita dengan tetangga selalu rukun harus membiasakan melakukan kebaikan, seperti hadist Nabi Artinya : “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejelekannya” Dari hadist diatas bisa disimpulkan bahwa membangun sebuah keharmonisan, abik pada lingkingan keluarga maupun masyrakat, memang menjadi dambaan pada setiap kalangan masyarakat pada tahap awal bisa dimulai dengan cara melakukan kebaikan sekecil apapun itu kepada orang-orang terdekat, yaitu anggota keluarga dan masyarakatsekitar. Islam sendiri tegas mengatakan bahwa seorang tidak akan masuk pada surga Allah jika sikap dan perbuatannya masih membuat tetangga merasa tidak aman dan nyaman. Konsep persaudaraan bisa digambarkan dengan tatanan kehidupan harmonis, tentram dan tidak ada permusuhan. Kalau ada saudara kita yang sedang mengalami hidup kekurangan, wajib bagi kita membantu meringankan beban hidupnya dan percayalah Allah pasti akan mencukupi kebutuhan orang-orang yang bersedia membantu mencukupi kebutuhan saudaranya. Nilai persaudaraan harus tetap dioptimalkan mulai dari aspek materi, social, hingga yang bersifat individual seprti aib saudara kita yang harus wajib kita tutupi agar senantiasa tidak terjadi permusuhan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena dalam ajaran agama islam itu sesamamuslim hakekatnya adalah bersaudara. Rasulullah bersabda: Artinya : “ Sesama muslim adalah saudara,” Dalam membina dan menjaga keutuhan persaudaraan kita harus

selalu menjauhi prasangka , mencari kesalahan orang lain, memat-matai, saling iri dan benci satu dengan yang lain. Jika kita tidak bisa menjauhi apa yang sudah digariskan Rasul yakni kebiasaan jelek diatas maka yang tersisa adalah sebuah permusuhan dan saling membenci dengan antar satu yang lain. Tentu ini adalah awal bencana keretakan, ketidak

rukunan, dan hilangnya keharmonisan di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Bersikap dan berbuat baik pada tetangga adalah sebagian dari perilaku mulia untuk mewujutkan tatanan kehidupan yang harmonis dalam skala yang lebih luas tidak saja dilingkungan keluarga tapi juga dalam lingkungan masyarakat, seseorang yang bisa menciptakan suasana keharmonisan dalam sebuah kelurga, tapi selalu bermusuhan dengan tetangga tentu suatu keharmonisan yang ada dalam sebuah keluarga B. Konsep Hidup Bertetangga

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->