STUDI ANALITIS TERHADAP KEPUTUSAN IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SE INDONESIA III MUI TAHUN 2009 TENTANG HUKUM

HARAM MEROKOK DALAM PERSEPEKTIF HUKUM ISLAM
“Analytical Study on Ijtima Decision of Indonesian Instruction Commission of MUI III in 2009 about Forbidden of Smoking Based on the Law of Islam” Skripsi Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam Program Studi Hukum Islam

Oleh : AFRIYANA 04421001

PROGRAM STUDI SYARIAH FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA 2009

LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawan ini; Nama : AFRIYANA Nim : 04421001 Program studi : Ahwal al-Syakhsiyyah Jurusan : Syari’ah Fakultas : Ilmu Agama Islam Judul skripsi : Studi Analitis terhadap Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III MUI Tahun 2009 Tentang Hukum Haram Merokok dalam Persepektif Hukum Islam. Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan skripsi ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggung jawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan tata tertib yang berlaku di Universitas Islam Indonesia. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tidak dipaksakan. Yogyakarta, 11 Juli 2009 Penulis, (Afriyana)

MOTTO
ORANG BERHASIL MEMBERIKAN BUKTI, ORANG GAGAL MEMBERIKAN SERIBU ALASAN

HARTA DAN KEKAYAANKU AKAN DIBAWA ANAK DAN KELUARGAKU, NAMUN SUMBANGANKU PADA ILMU PENGETAHUAN AKAN BERSINAR BAGAI MUTIARA DI AMBANG PINTU PENGETAHUAN

KEBANYAKAN DARI MANUSIA MENGINGINKAN KESEMPURNAAN, TAPI DIA TIDAK MENGETAHUI BAHWASANYA KESEMPURNAAN HANYA MILIK ALLAH SWT

KETERBUKAAN SUDAH PASTI JUJUR, AKAN TETAPI KEJUJURAN BELUM TENTU AKAN TERBUKA

Adnan. Keluarga besar H. Teman-teman HMI UII 8. Agus Saefullah. Simad As’ary 2. Kakak dan adik-adikku (Alm. Semua pihak yang membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. yang telah banyak berkorban selama dalam penyelesaian skripsi ini. yang telah mendo’akan dan memberikan kasih sayang yang tak terbatas kepada Ananda 4. Ismi Nabila) 5. engkaulah semangat hidupku 6. Seorang wanita yang telah hadir dalam hidupku. Teruntuk almamaterku Universitas Islam Indonesia Fakultas Ilmu Agama Islam. Para sahabat dan teman seperjuangan yang penulis sayangi 7. Keluarga besar Alm. 9. thanks for all . Bapak dan Mamahku yang tercinta. Sanusi 3. Hilda Yulianingsih. H.Karya kecil ini saya persembahkan teruntuk: 1. Najmu Naufal Hakim.

Karena kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini terdiri dari beberapa hal yang bersifat dharuriyah (kebutuhan pokok) hajiyah (kebutuhan sekunder) dan tahsiniyah (kebutuhan pelengkap). Sementara pendekatan yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini ada tiga: pendekatan normatif. dan penjual asongan rokok. petani tembakau. dan melenyapkan bahaya dari mereka. Jadi setiap hukum syara tidak ada tujuan kecuali salah satu dari tiga unsur tersebut. ada fakta yang unik. Prokontra menyelimuti fatwa kontroversial tersebut. filosofis. MUI dalam penetapan fatwa Haram Merokok belum mengutamakan kemaslahatan manusia dengan menjamin kebutuhan pokoknya dan memenuhi kebutuhan sekunder serta kebutuhan pelengkap mereka. Hadits dan Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III Tahun 2009 Tentang Hukum Haram Merokok. Teknik analisis data yang digunakan adalah deduksi dan deskriptif. Maka jika dharuriyah. akan berimbas pada kian bertambahnya jumlah pengangguran di Negeri Indonesia ini. berarti telah nyata kemaslahatan mereka. Dan Hajiyah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan bahan hukum primer berupa al-Qur’an. Bahkan kopi dan rokok masih menjadi “menu utama”. . bahwa fatwa yang dikeluarkan merupakan keputusan final. seperti buruh pabrik rokok. wanita hamil. Bahwa tujuan umum Syari’ dalam mensyariatkan hukum. absolut dan tidak menerima tafsir yang lain. juga Tahsiniyah tidak berarti dipelihara jika dalam pemeliharaan salah satunya terdapat kerusakan bagi Dharuriyah. terlebih daerah yang menjadi tempat tembakau berkembang biak dan tempat dimana perusahaan rokok berdiri. Fatwa haram merokok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MUI dalam fatwanya tentang hukum haram merokok bagi anak-anak. Mereka tentu akan menjadi korban paling parah jika ternyata perusahaan-perusahaan rokok terpaksa bangkrut karena fatwa dan larangan merokok. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data litereir atau library research (study pustaka).ABSTRAK Penelitian dalam skripsi ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. dan historis. dimana dari tiga unsur tersebut dapat terbukti kemaslahatan manusia. ialah merealisir kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini. dan di tempat umum. tidak sedikit jumlah masyarakat yang menggantungkan nasibnya pada produksi rokok. Sebab. Terkesan. Fatwa MUI terjebak dalam “penalaran ekslusif” (exlusionary reasons) sehingga menafikan tafsir lain yang sangat mungkin menyebar di berbagai pemikiran publik. ternyata sebagian para ulama/kyai dalam MUI sendiri. Dibalik pro-kontra tersebut. Berdasarkan penelitian dalam skripsi ini. Tahsiniyah tidak berarti dipelihara jika dalam pemeliharaannya itu terdapat kerusakan bagi Hajiyah. dulunya adalah para pecandu berat rokok. menarik keuntungan untuk mereka. hajiyah dan tahsiniyah mereka telah terpenuhi.

maka kendala dan rintangan yang menghadang tersebut mampu terlewati dan teratasi dengan baik.F. H. H. motivasi dan kontribusi dari berbagai pihak. Fajar Hidayanto. penyusun menyadari tentang banyaknya kendala dan rintangan yang dihadapi baik yang bersifat teknis maupun non-teknis.Ag) beserta staf. M. MA. H. Maka pada kesempatan kali ini. M. 3. Namun berkat do’a. M. Edy Suandi Hamid. Sularno. Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Dekan dan para pembantu dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (Drs. Di dalam penyusunan skripsi ini. Tak lupa shalawat serta salam kita haturkan kepada sang Revolusioner Nabi Muhammad Saw yang telah merubah pola pemikiran manusia dari pemikiran jahiliyyah menuju pemikiran yang qur’aniyyah dan wahyuniyyah. HM. Ketua Jurusan Syari’ah Drs. Syarif Zubaidah. Djunaidi. penyusun menghaturkan ucapan terima kasih kepada: 1. Drs. Dr.Ag beserta sekretaris Jurusan Syari’ah Drs.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮ ﺣﻤﻦ اﻟﺮ ﺣﻴﻢ‬ Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat beraktivitas dengan baik. .Ec.. sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tepat pada waktunya meskipun masih terdapat kekurangan-kekurangan.A. HM. 2. MM.

Sanusi. H. Simad As’ary. M. Berkat dukungan keluarga besar H. dan Ismi Nabila. 6. 5. Keluarga besar Alm H. 8. yang tanpa diminta senantiasa selalu mendoakan untuk kesuksesan penulis.4. Sanusi penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. tempat yang menjadi rumah dan keluarga serta telah banyak memberikan dukungan baik berupa moral maupun materil. Adnan. Bapak dan Mamah. yang telah banyak meluangkan watunya untuk mendiskusikan beberapa permasalahan yang penulis rasa penting mendengar pendapat beliau. H. Tidak ada bahasa yang tepat untuk menggambarkan peran yang telah mereka berdua berikan selama ini pada diri penulis.Hum. Berkat dukungan keluarga besar Alm. Kakak dan adik-adikku. Dosen pembimbing. kesehatan. Agus Saefullah. Alm. Dadan Muttaqien. 7. dan kesuksesan pada penulis untuk membuat mereka tersenyum dan bangga kepada penulis. tempat yang menjadi rumah dan keluarga serta telah banyak memberikan dukungan baik berupa moral maupun materil. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan. Dr. Yang selalu memaksa penulis untuk pulang ke rumah saat liburan tiba demi bertemu untuk bercengkrama dengan mereka dan jalan-jalan ke gunung. Hilda Yulianingsih. SH. .Simad As’ary penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Drs. penyelesaian skripsi ini tentu juga berkat kerja keras beliau. Oleh karenanya. Kalian semua harus lebih hebat dari kakak kalian. Najmu Naufal Hakim. Keluarga besar H. beliau telah penulis anggap sebagai bagian tak terpisahkan dari lahirnya skripsi ini. dan ke pantai.

Berkat hadirnya dirimu serta dukungan moral dan materilmu penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.9. Hanya ucapan terimakasih setidaknya hal terkecil yang bisa penulis berikan kepada mereka . Bagaimanapun juga semua kalangan di atas telah memberikan kontribusi kepada penulis. Urutan tersebut hanya merupakan persoalan “budaya ilmiah” yang berlaku sampai saat ini. Mitro. sesuai dengan wilayah yang menjadi bagian mereka. Engkaulah inspirasiku. Teman-teman HMI UII. Berkat dukungan doa dan materil penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Seorang wanita dengan inisial 3493 RF. printer serta kopi dan rokok 234 yang selalu disediakan setiap penulis menggarap skripsi. Enggar. Tinto Wardani. 13. Aying. Staf perpustakaan Fakultas Ilmu Agama Islam dan perpustakaan pusat Universitas Islam Indonesia atas bantuan kemudahan dalam peminjaman referensi. Teman-teman rental mobil: Sukendar. Teman penulis yang telah memberikan fasilitas berupa laptop. 12. Dan selalu membangkitkan semangat pada diri penulis dalam melakukan segala aktivitas. yang telah lulus duluan semoga sukses selalu dan tidak melupakan persahabatan kita. 11. 10. komputer. Semoga rental kita tambah sukses. Urutan ucapan terimakasih ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memberikan urutan prioritas. Ridho. Soni.tidak terkecuali dalam proses penyusunan skripsi ini. go nasional dan internasional. semangat hidupku. yang telah memberikan pelajaran hidup kepada penulis. dan Iman. Hendro Iswahyudi. 14. Teman-teman angkatan 2004 khususnya jurusan Syari’ah. yang siap sedia untuk meluangkan waktunya hanya untuk berdiskusi dengan penulis.

(Afriyana) . Layaknya sebuah karya tulis pada umumnya yang merupakan karya cipta manusia. penulis hanya bisa mendoakan semoga Allah membalas segala perbuatanmu dengan sebaik-baiknya balasan. Sementara apa yang menjadi hak mereka kelak di sisi Allah. di dalam karya ini pasti terdapat berbagai kekurangan.di dunia. Yogyakarta. Oleh karenanya. 11 Juli 2009 Penyusun. kritik dan saran tetap penulis butuhkan demi tercapainya sebuah karya yang lebih baik. Akhirnya penulis hanya bisa berdoa kepada Allah semoga lahirnya karya kecil ini dapat memperkarya khazanah keilmuan Islam dan tentunya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Konsonan Di bawah ini daftar huruf arab dan transliterasinya dangan huruf latin Huruf arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫ت‬ ‫ث‬ ‫ج‬ ‫ح‬ ‫خ‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ر‬ ‫ز‬ ‫س‬ ‫ش‬ ‫ص‬ ‫ض‬ ‫ط‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫غ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫م‬ Nama Alif Ba Ta Sa Jim Ha Kha Dal Zal Ra Zai Sin Syin Sad Dad Ta Za ‘ain Gain Fa Qaf Kaf Lam Mim Huruf latin tidak dilambangkan b t s j h kh d z r z s sy s d t z ‘ g f q k l m Nama tidak dilambangkan be te es (dengan titik di atas) je ha (dengan titik di bawah) ka dan ha de zet (dengan titik di atas) er zet es es dan ye es (dengan titik di bawah) de (dengan titik di bawah) te (dengan titik di bawah) zet (dengan titik di bawah) koma terbalik (di atas) ge ef ki ka el em .TRANSLITERASI 1.

َ ‫ي‬ ْ . Vokal Nun Wau Ha Hamzah Ya n w h ‘ y en we ha apostrof ye Vokal bahasa Arab. Vokal Rangkap Vokal rangkap dalam bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harkat dan huruf... 1). yaitu: Tanda Nama fathah dan ya fathah dan wau Huruf Latin ai au Nama a dan i a dan u .. transliterasinya sebagai berikut: Tanda َ ِ ُ Nama fathah kasrah hammah Huruf Latin a i u Nama a i u 2).َ ‫و‬ ْ .‫ن‬ ‫و‬ ‫هـ‬ ‫ء‬ ‫ى‬ 2. Vokal Tunggal Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harkat. seperti vokal bahasa Indonesia yang terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong..

Maddah Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf.haula 3. yaitu: Harkat dan huruf . transliterasinya berupa huruf dan tanda.َ ‫ى‬ َ .kaifa .‫ا‬ .Contoh: ‫ﺐ‬ َ ‫ﺘ‬ َ‫آ‬ ‫ﻞ‬ َ‫ﻌ‬ َ‫ﻓ‬ َ ‫ﺮ‬ َ‫آ‬ ِ‫ذ‬ ُ ‫ﻞ‬ َ‫ﺌ‬ ِ‫ﺳ‬ ُ ‫ﻒ‬ َ ‫ﻴ‬ ْ‫آ‬ َ ‫ل‬ َ‫ﻮ‬ ْ‫ه‬ َ .rama .su”ila .fa’ala ...qala ....yaqulu ....kataba .yazhabu .ِ ‫ى‬ .qila .ُ ‫و‬ Contoh: Nama fathah dan alif atau ya kasrah dan ya Hammah dan wau Huruf dan tanda Nama a a dan garis di atas I u i dan garis di atas u dan garis di atas ‫ل‬ َ‫ﺎ‬ َ‫ﻗ‬ ‫ﻰ‬ َ ‫َﻣ‬ ‫ر‬ ‫ﻞ‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻗ‬ ِ ‫ل‬ ُ‫ﻮ‬ ْ‫ﻘ‬ ُ‫ﻳ‬ َ .zukira ‫ﺐ‬ ُ ‫ه‬ َ‫ﺬ‬ ْ‫ﻳ‬ َ .

raudatul atfal . Contoh: ‫ل‬ ُ‫ﺎ‬ َ‫ﺔ اﻷ َﻃْﻔ‬ ُ‫ﺿ‬ َ ‫و‬ ْ‫ر‬ َ ‫ة‬ ٌ‫ر‬ َ َّ ‫ﻨﻮ‬ َ‫ﻤ‬ ُ ‫ﺔ اﻟ‬ ُ‫ﻨ‬ َ‫ﻳ‬ ْ‫ﺪ‬ ِ‫ﻤ‬ َ ‫اﻟ‬ ‫ﺔ‬ ْ‫ﺤ‬ َ‫ﻠ‬ ْ‫ﻃ‬ َ 5. Kalau pada kat aterakhir denagn ta’marbutah diikuti oleh kata yang menggunkan kata sandang al serta bacaan kedua kata itu terpisah maka ta’marbutah itu ditransliterasikan dengan ha(h). transliterasinya adalah “t”. tanda syaddah atau tasydid.4. yaitu huruf yang sama denganhuruf yang diberi tanda syaddah itu. . Ta’marbutah hidup Ta’marbutah yang hidup atau mendapat harakat fathah. kasrah dan dammah. Ta’marbutah mati Ta’marbutah yang mati atau mendapat harakat sukun. 2.al-Madinah al-Munawwarah . 3.raudah al-atfal .talhah Syaddah atau tasydid yang dalam tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda. transliterasinya dalah “h”.al-Madinatul-Munawwarah . Ta’marbutah Transliterasi untuk ta’marbutah adan dua: 1. Syaddah . dalam transliterasi ini tanda syaddah tersebut dilambangkan dengan huruf.

al-hajj . yaitu ‫ال‬. Baik diikuti huruf syamsiyah maupun huruf qamariyah.Contoh: ‫َﺎ‬ ‫ﺑﻨ‬ ‫رﱠ‬ َ ‫ل‬ َ‫ﺰ‬ ‫ﻧﱠ‬ َ ‫ﺮ‬ ّ‫ﺒ‬ ِ ‫اﻟ‬ ‫ﺞ‬ ّ‫ﺤ‬ َ ‫اﻟ‬ ‫ﻢ‬ َ ِ‫ﻌ‬ ‫ﻧﱢ‬ ُ . Kata Sandang Kata sandang dalam tulisan Arab dilambangkan dengan huruf.as-sayyidu .rabbana .al-birr . Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariyah Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariyah ditranslite-rasikan sesuai aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya.as-syamsu .nu’’ima 6. yaitu huruf /1/ diganti dengan huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu. kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sempang.ar-rajulu . Contoh: ‫ﻞ‬ ُ‫ﺟ‬ ُ‫ﱠ‬ ‫اﻟﺮ‬ ‫ﺪ‬ ُ‫ﱢ‬ ‫ﱠﻴ‬ ‫اﻟﺴ‬ ‫ﺲ‬ ُ ‫ﻤ‬ ْ‫ﱠ‬ ‫اﻟﺸ‬ . Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiyah Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiyah ditranslite-rasikan dengan bunyinya. namun dalam transliterasi ini kata sandang itu dibedakan atas kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiyah dan kata sandang yang diikuti huruf qamariyah.nazzala . 2). 1).

‫ﻢ‬ ُ‫ﻠ‬ َ‫ﻘ‬ َ ‫اﻟ‬ ‫ﻊ‬ ُ‫ﻳ‬ ْ‫ﺪ‬ ِ‫ﺒ‬ َ ‫اﻟ‬ ‫ل‬ ُ‫ﻼ‬ َ ‫ﺠ‬ َ ‫اﻟ‬

- al-qalamu - al-badi’u - al-jalalu

7. Hamzah Dinyatakan di depan bahwa ditransliterasikan dengan apostrof. Namun, itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan diakhir kata. Bila hamzah itu terletak diawal kata, isi dilambangkan, karena dalam tulisan Arab berupa alif. Contoh:

‫ن‬ َ‫و‬ ْ‫ﺬ‬ ُ‫ﺧ‬ ُ‫ﺄ‬ ْ‫ﺗ‬ َ ‫ء‬ ُ‫ﻮ‬ ْ‫ﱠ‬ ‫اﻟﻨ‬ ‫ﺊ‬ ٌ‫ﻴ‬ ْ‫ﺷ‬ ً ‫ن‬ ‫إﱠ‬ ِ ‫ت‬ ُ ‫ﺮ‬ ْ‫ﻣ‬ ِ‫أ‬ ُ ‫ﻞ‬ َ‫آ‬ َ‫أ‬ َ

- ta’khuzuna - an-nau’ - syai’un - inna - umirtu - akala

8. Penulisan Kata Pada dasarnya setiap kata, baik fi’il, isim maupun harf ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf atau harakat yang dihilangkan maka transliterasi ini, penulisan kata tersebut dirangkaikan juga dengan kata lain yang mengikutinya. Contoh:

‫ﻦ‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻗ‬ ِ‫ز‬ ِ ‫ﱠا‬ ‫ﺮ اﻟﺮ‬ ُ‫ﻴ‬ ْ‫ﺧ‬ َ ‫ﻮ‬ َ‫ﻬ‬ ُ‫ﻟ‬ َ‫ﷲ‬ َ ‫نا‬ ‫إﱠ‬ ِ‫و‬ َ

Wa innallaha lahuwa khair ar-raziqin Wa innallaha lahuwa khairraziqin

‫ن‬ َ ‫َا‬ ‫ﻴﺰ‬ ْ‫ﻤ‬ ِ‫ﻟ‬ ْ ‫َا‬ ‫ﻞو‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻜ‬ َ‫ﻟ‬ ْ ‫ُﻮا ا‬ ‫وﻓ‬ ْ‫أ‬ َ‫و‬ َ ‫ﻠﻴْﻞ‬ ِ‫ﺨ‬ َ‫ﻟ‬ ْ‫ﻢ ا‬ ُ‫ﻴ‬ ْ‫ه‬ ِ ‫َا‬ ‫ﺑﺮ‬ ْ‫إ‬ ِ ‫ﺎ‬ َ‫َﺎه‬ ‫ﺮﺳ‬ ْ‫ﻣ‬ ُ‫و‬ َ ‫ﺎ‬ َ‫َاه‬ ‫ﺠﺮ‬ ْ‫ﻣ‬ َ ‫ﷲ‬ ِ ‫ﻢا‬ ِ‫ﺴ‬ ْ‫ﺑ‬ ِ ‫ﻦ‬ ِ‫ﻣ‬ َ ‫ﺖ‬ ِ ‫ﻴ‬ ْ‫ﺒ‬ َ‫ﻟ‬ ْ‫ﺞ ا‬ ‫ﺣﱡ‬ ِ ‫س‬ ِ ‫ﱠﺎ‬ ‫ﻰ اﻟﻨ‬ َ ‫َﻠ‬ ‫ﷲ ﻋ‬ ِ ‫و‬ َ ‫ﻼ‬ ً‫ﻴ‬ ْ‫ﺒ‬ ِ‫ﺳ‬ َ ‫ﻪ‬ ِ‫ﻴ‬ ْ‫ﻟ‬ َ‫إ‬ ِ‫ع‬ َ ‫َﺎ‬ ‫ﺘﻄ‬ َ‫ﺳ‬ ْ‫ا‬

Fa auf al-kaila wa-almizan Fa auf al-kaila wal mizan Ibrahim al-Khalil Ibrahimul-Khalil Bismillahi majreha wa mursaha Walillahi ‘alan-nasi hijju al-baiti manistata’a ilaihi sabila Walillahi ‘alan-nasi hijjul-baiti manistata’a ilaihi sabila

9. Huruf Kapital Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf capital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaanhuruf kapital seperti apa yang berlaku dalam EYD, di antaranya: Huruf kapital digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bilamana nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri terebut, bukan huruf awal kata sandangnya.

‫ل‬ ٌ‫ﻮ‬ ْ‫ﺳ‬ ُ‫ر‬ َ ‫ﻻ‬ ‫إﱠ‬ ِ‫ﺪ‬ ٌ‫ﻤ‬ ‫ﺤﱠ‬ َ‫ﻣ‬ ُ ‫َﺎ‬ ‫وﻣ‬ َ ‫ِى‬ ‫ﻠﺬ‬ ‫ﻟﱠ‬ َ ‫س‬ ِ ‫ﱠﺎ‬ ‫ِﻠﻨ‬ ‫ﻊ ﻟ‬ َ‫ﺿ‬ ِ ‫و‬ ُ ‫ﺖ‬ ٍ ‫ﻴ‬ ْ‫ﺑ‬ َ ‫ل‬ َ‫و‬ ‫أﱠ‬ َ ‫ن‬ ‫إﱠ‬ ِ ‫ﺎ‬ ً‫َآ‬ ‫َﺎر‬ ‫ﻣﺒ‬ ُ ‫ﺔ‬ َ‫ﻜ‬ ‫ﺒﱠ‬ َ‫ﺑ‬ ِ ‫ﻪ‬ ِ‫ﻴ‬ ْ‫ﻓ‬ ِ ‫ل‬ َ‫ﺰ‬ ِ‫ﻧ‬ ْ‫أ‬ ُ ‫ِى‬ ‫ﻟﺬ‬ ‫ن اﱠ‬ َ ‫َﺎ‬ ‫ﻣﻀ‬ َ‫ر‬ َ ‫ﺮ‬ ُ‫ﻬ‬ ْ‫ﺷ‬ َ ‫ن‬ ُ ~‫ﻘﺮْا‬ ُ‫ﻟ‬ ْ‫ا‬ ‫ﻦ‬ ِ‫ﻴ‬ ْ‫ﺒ‬ ِ‫ﻤ‬ ُ‫ﻟ‬ ْ‫ﻖ ا‬ ِ‫ﻓ‬ ُ‫ﻷ‬ ُ ‫ِﺎ‬ ‫ﻩﺑ‬ ُ ~‫َا‬ ‫ﺪر‬ ْ‫ﻘ‬ َ‫ﻟ‬ َ‫و‬ َ ‫ﻦ‬ ِ‫ﻴ‬ ْ‫ﻤ‬ ِ‫ﻟ‬ َ‫َﺎ‬ ‫ﻟﻌ‬ ْ‫ب ا‬ ‫ر ﱢ‬ َ ‫ﷲ‬ ِ ‫ﺪ‬ ُ‫ﻤ‬ ْ‫ﺤ‬ َ‫ﻟ‬ ْ‫ا‬

Wa ma Muhammadun illa rasl Inna awwala baitin wudi’a linnasi lallazi bibakkata mubarakan Syahru Ramadan al-lazi unzila fih alQur’anu Syahru Ramadanal-lazi unzila fihl-Qur’anu Wa laqad ra’ahu bil-ufuq al-mubin Wa laqad ra’ahu bil-ufuqil-mubin Alhamdu lillahi rabbil al-‘alamin Alhamdu lillahi rabbilil-‘alamin

Penggunaan huruf awal kapital hanya untuk Allah bila dalam tulisan Arabnya memang lengkap demikian dan kalau tulisan itu disatukan dengan kata lain sehingga ada huruf atau harakat yang dihilangkan, huruf kapital tidak digunakan. Contoh:

‫ﺐ‬ ٌ ‫ﻳ‬ ْ‫ﺮ‬ ِ‫ﻗ‬ َ‫ﺢ‬ ٌ‫ﺘ‬ ْ‫ﻓ‬ َ‫و‬ َ ‫ﷲ‬ ِ ‫ﻦا‬ َ‫ﻣ‬ ‫ﺮ ﱢ‬ ٌ‫ﺼ‬ ْ ‫ﻧ‬ َ ‫ﺎ‬ ً‫ﻤﻴْﻌ‬ ِ‫ﺟ‬ َ ‫ﺮ‬ ُ‫ﻣ‬ ْ‫ﻷ‬ َ ‫ﷲا‬ ِ ‫ﻢ‬ ٌ‫ﻴ‬ ْ‫ﻠ‬ ِ‫ﻋ‬ َ ‫ﺊ‬ ٍ‫ﻴ‬ ْ‫ﺷ‬ َ ‫ﱢ‬ ‫ﻜﻞ‬ ُ‫ﺑ‬ ِ‫ﷲ‬ َ ‫َا‬ ‫و‬

Nasrun minallahi wa fathun qarib Lillahi al-amru jami’an Lillahil-amru jami’an Wallaha bikulli syai’in ‘alim

......................................... i ii iii iv v vi vii viii xii xx BAB I PENDAHULUAN A......................................................................... D.. TRANSLITERASI ........................................... 2................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN .................... ABSTRAKSI ................................. Tujuan Penelitian ............ E......................................... Teori istinbath hukum ............................................................................. B............................. DAFTAR ISI ......... Manfaat Penelitian ....... Landasan Teori .......................................................... Tinjauan Pustaka .................................... HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ Rumusan Masalah ................................................................................................................................................................................................ KATA PENGANTAR ..................... NOTA DINAS .......... HALAMAN MOTTO ................. 1 6 7 7 8 9 9 10 ........................................................................................................................................................ C..................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................... Teori tentang fatwa ......... F.................................................. 1..... SURAT PERNYATAAN .......................................................................................................................................................... Latar Belakang Masalah ...............................................................................................................

......................................... 15 16 19 23 BAB III DESKRIPSI UMUM TENTANG ROKOK A..................................................................................................................................... 2.................................. Prosedur penetapan fatwa .................................. Rokok dan permasalahannya ...................... 1...... Sumber data .................. Metode Penelitian . B........... Deskripsi umum tentang tembakau................................................ Aspek manfaat dari tembakau......... Rokok dalam pandangan ilmuwan muslim.......................................................... Pendekatan masalah .................... Kandungan yang membahayakan dalam tembakau ................................................. 11 11 12 12 12 12 13 BAB II DESKRIPSI UMUM TENTANG FATWA MUI A............................................ 5...................... Sejarah rokok di Indonesia .. 2........ Sifat penelitian ... 1................................ Faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya fatwa tentang rokok C................................. Industri rokok dan pengaruhnya terhadap perekonomian....................................................................... Kedudukan fatwa dalam hukum Islam ........................... Sistematika Pembahasan ...... Pengaruh rokok terhadap kesehatan .... 2................................. Jenis penelitian ............................. B.........................................G.............. 1............................. 3....... 3................... Metode istinbath hukum MUI dalam menetapkan fatwa.. D.................................................. C.... H................ Sejarah tembakau .... 26 26 32 32 34 34 38 42 45 ... 4................. 3.. Analisis data..............

................ Aspek kaidah hukum Islam dalam menganalisa kontroversi seputar rokok .................................................................. B............................ Saran .......... D..... B............ Aspek pendapat ilmuwan muslim ................................................. 45 47 BAB IV FATWA MUI TENTANG ROKOK MENURUT HUKUM ISLAM A.........1......................................................................................................................... Pandangan yang mengharamkan ... C.................................... Pandangan yang membolehkan ................................... 66 71 49 61 BAB V PENUTUP A.. 2.................................................. Kesimpulan ............ Aspek manfaat dan mudharat merokok ....... 76 77 DAFTAR PUSTAKA ............ Aspek metode istinbath hukum ..........................................

jelas sekali bahwa ketika Rasul Saw dan para sahabat yang hidup pada abad ke 6-7 Masehi.BAB I PENDAHULUAN A. Sehingga mengenai boleh tidaknya merokok menimbulkan perdebatan dan beda pendapat (khilafiah) para ulama Khalaf (kontemporer). ada yang membolehkannya. di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. 1995). tidak dikenal dengan adanya rokok. Yusuf Al-Qardhawi. sekitar 3 abad lebih. Pembunuh Berbahaya itu Bernama Rokok. tetapi jika ditinggalkan mendapat pahala). ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika. 336.1 Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Jadi usia rokok belumlah terlalu lama. hal. para pedagang Spanyol masuk ke Turki. masyarakat di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika. sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut-ikutan mencoba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Di samping itu rokok juga dapat menyebabkan banyak tipe kanker. Dengan demikian. Namun kebanyakan para ulama memakruhkannya (yakni bila dikerjakan tidak berdosa. Itulah sebabnya dalam berbagai sunnah dan sirah Nabi atau sejarah para sahabat kita tidak menemukan dalil adanya masalah rokok ini. 2 . Pro-Kontra mengenai hukum merokok menyeruak ke publik setelah muncul tuntutan beberapa kelompok masyarakat yang meminta kejelasan hukum merokok. 14. Fatwa-Fatwa Kontemporer. 2009). Latar Belakang Masalah Menurut sejarah. untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. dan pada saat itu. kebiasaan merokok mulai masuk Negara-negara Islam. (Yogyakarta: Riz’ma. Pada abad 16. memakruhkannya dan ada pula yang mengharamkannya.2 Telah banyak riset membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan kecanduan. (Jakarta: Gema Insani Press. Abad 17 Masehi. 1 Muhammad Jaya. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual. hal.

terutama yang menyerang tenggorokan.64.203. (MUI. yaitu orang-orang di sekitarnya. rokok menyerang sistem kekebalan dan membuat manusia rentan terhadap infeksi. adalah serangan jantung. dan emfisema. tapi perokok aktif juga berisiko dua kali lipat untuk terkena sklerosis kompleks (MS). http://www. hal.penyakit jantung.6 Penyakit yang paling umum menyerang para perokok.id diakses 01 Juni 2009 5 4 . 6 http://www. selain masalah kardiovaskular.3 Secara ekonomi. 5. merokok dapat membahayakan kesehatan (dharar) serta terjadinya pemborosan (israf) dan merupakan tindakan tabdzir. Setiono Mangoenprasodjo. 2009).pom. A. efek buruk bagi kelahiran. nyeri dada. Hidup Sehat tanpa Rokok (Yogyakarta: Pradipta Publishing. penanggulangan bahaya merokok juga cukup besar. 56. Namun disisi yang lain. penyakit pernapasan. dan meningkatkan risiko terkena asma. Industri rokok juga telah memberikan pendapatan yang cukup besar bagi Negara. Bahaya rokok tidak hanya menyerang perokok itu sendiri. tembakau sebagai bahan baku rokok telah menjadi tumpuan ekonomi bagi sebagian petani.000 zat kimia.11/ver1/kesehatan. Menurut para peneliti. melainkan juga bagi perokok pasif. Bahkan.5 Dampak negatif rokok bagi kesehatan tubuh tak hanya pada berbagai jenis kanker. 2005). hal. Bagaimana reaksi anda. manakala rekan sebangku anda di kendaraan umum.4 Asap rokok mengandung lebih dari 4.71. Inilah yang memicu permasalahan pada sistem saraf. Sri Nur Hidayati. asyik merokok? Apakah anda diam walau hal itu terasa mengganggu? 3 IJMA’ ULAMA.go. 40 diantaranya merupakan penyebab kanker dan menimbulkan kerusakan fungsi organ. Masyarakat mengakui bahwa industri rokok telah memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang cukup besar. penyakit pencernaan. suatu penyakit yang menghancurkan protein (myelin) yang menyelimuti serabut saraf.diakses 01 Juni 2009. Rokok merupakan penyebab utama penyakit di seluruh dunia yang sebenarnya dapat dicegah dan mempunyai pengaruh yang sangat berarti terhadap kesehatan masyarakat. bahkan menyebabkan kecacatan organ tubuh pada bayi jika sang ibu seorang perokok. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III.

Sebab.1. hal.9 Ini berarti. Ternyata Rokok Haram (Surabaya: PT Java Pustaka. Ghufron Maba. bahkan sambil bekerja pun seringkali diselingi dengan merokok. anda patut bersyukur.blogspot. anda terhindar dari berbagai macam penyakit akibat rokok. Sri Nur Hidayati.8 Meski sudah ribuan artikel ilmiah yang membuktikan bahayanya merokok. Taufiq Ismail. V. 7 . setelah minum kopi atau teh. bahkan ada yang menempatkan pada urutan pertama dalam kebutuhan hidupnya. Tanpa alasan yang jelas seseorang akan merokok. Toh. dewasa. 2005). mulai dari anak-anak. lewat goresan penanya telah membuahkan puisi yang diberi judul “Indonesia Keranjang Sampah Nikotin”. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. hal. Hidup Sehat tanpa Rokok (Yogyakarta: Pradipta Publishing. bahwa racun “nikotin” yang terkandung dalam rokok telah menyelimuti kehidupan bangsa Indonesia. rokok sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kehidupan sehari-hari. rokok bukanlah benda asing lagi. 8 http://www. dan bahkan bayi yang belum lahir pun sudah terkontaminasi racun yang berasal dari kepulan asap rokok yang dihisap ibu yang mengandungnya baik sang ibu sebagai perokok aktif maupun pasif. baik setelah makan. A. Namun kenyataannya sebagian besar bangsa Indonesia telah menjadi konsumen aktif rokok.kelompok-clover. Dari Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. sehat adalah hak anda. 2008).diakses 01 Juni 2009 9 K.7 Pada zaman modern saat ini.com/2007/09/sejarah rokok.Ataukah anda menegurnya? Jika anda menegur dan si perokok menghentikan aktivitasnya. Setiono Mangoenprasodjo. Bagi mereka rokok sudah disetarakan dengan makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Gaya hidup yang tidak sehat ini pernah disinggung oleh seorang penyair. Bagi mereka yang hidup di kota maupun di desa umumnya mereka sudah mengenal benda yang bernama rokok ini. Bahkan oleh sebagian orang. karena itu anda patut menegurnya.H. remaja.html.

Berbagai kegiatan dan kampanye tentang bahaya rokok dilaksanakan diseluruh dunia dalam rangka memperingati hari tersebut. Negeri ini bukan hanya memberlakukan larangan merokok di tempat umum.diakses 02 Juni 2009 . Salah satunya disebabkan karena semakin rendahnya usia anak muda yang mulai merokok. Walaupun di Indonesia ini baru ada satu daerah yang mengikuti program WHO. maka Organisasi Kesehatan Dunia WHO membuat program tentang larangan merokok di tempat umum yang sudah diterapkan oleh beberapa Negara seperti: Singapura. yaitu Pemerintah daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.11 Peringatan Hari tanpa rokok sedunia. dalam kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia yang sangat membahayakan kesehatan baik bagi perokok aktif maupun pasif. Padahal masih ada beribu-ribu racun lagi yang tak kalah berbahayanya misalnya.org. Salah satu hasil konsensus Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (KF-MUI) di Padang Panjang akhir Januari 2009 lalu adalah fatwa tentang 10 11 Ibid. Bagaimana dengan negeri kita tercinta ini ? Alhamdulillah. maupun untuk anggota keluarga dan masyarakat banyak. Mengingat dampak rokok sangat mengancam masa depan bangsa. DPR-nya mengeluarkan UU Anti merokok. namun pemimpin negeri ini sudah mulai berpikir ke arah sana sehingga pada tahun 2006 muncul Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan merokok di tempat umum.Nikotin adalah salah satu racun kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok. Bahkan di India. Ironisnya 43 diantaranya bersifat karsinogen atau racun kimia yang merangsang tumbuhnya kanker. yang sudah mulai memberlakukan Perda tentang larangan merokok di tempat umum sejak 1 Januari 2006. meski dirasakan sudah agak terlambat. tetapi juga melarang iklan rokok dan menjual rokok di dekat lembaga pendidikan. Jika kita lihat kondisi Negara kita. baik untuk diri kita sendiri.organisasi. India dan lain-lain.10 Setiap tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai World No Tobacco Day. Vietnam. 2 http://www. jumlah orang yang merokok semakin bertambah. hal. diharapkan menjadi kesempatan bagi kita semua untuk berpikir sejenak dan menyadari kembali akan bahaya dan dampak rokok.

Sehinggga terbuka dialog dan sharing yang saling memberikan kemaslahatan satu dengan yang lain. terlebih daerah yang menjadi tempat tembakau berkembang biak dan tempat dimana perusahaan rokok berdiri.14 Meminjam bahasa Friedman.13 Terkesan.hukum haramnya merokok bagi anak-anak. absolut. 2009). mengaji dan belajar terasa hambar dan kurang sreg. Vi 14  Ibid. Fatwa MUI terjebak dalam”Penalaran Ekslusif” sehingga menafikkan tafsir lain yang sangat mungkin menyebar di berbagai pemikiran publik. hal. Kitab Rokok Nikmat & Mudharat Yang menghalalkan atau Mengharamkan. dulunya adalah para pecandu berat rokok. Sikap “mengunci” yang dibarengi “pengekangan” dan “hegemoni” yang tidak menghendaki tafsir lain bersuara. dan tidak menerima tafsir yang lain. tetapi mayoritas mengakui demikian adanya. tidak ada “Praduga Epistimologis” dimana MUI sebagai pemegang otoritas fatwa membagi epistimologi pangetahuan tertentu kepada mereka yang mentaati. (MUI. Sikap fatwa MUI inilah. serta inspirasi berkarya terasa tumpul. Otoriterianisme selalu bersikap untuk “mengunci” tafsir lain. final dan absolut. telah terjebak dalam sikap otoriter. 12 IJMA’ ULAMA. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III. ternyata sebagian para ulama/ kyai dalam MUI sendiri. Sikap otoriter yang lama berlangsung menjadi sindrom kuatnya otoriterianisme. hal. wanita hamil.12 Dibalik pro-kontra tesebut. Walaupun tidak semua. hal. 2009). dan di tempat umum. vii  13 . Setiap sowan di rumah kyai. kalau meminjam analisis Kholed M Aboe ElFadl dalam “Speaking In God’s Name”. bahwa fatwa yang dikeluarkan merupakan keputusan final. pastilah kopi dan rokok menjadi “menu utama” sang kyai. Pro-kontra menyelimuti fatwa kontroversial tersebut. Tanpa kopi dan rokok. dan selalu berkehendak mutlak. Muhammad Yunus BS. 57. Bahkan kopi dan rokok masih menjadi “menu utama” di berbagai pesantren di Jawa. ada fakta yang unik. (Yogyakarta: CV Kutub Wacana. Inilah realitas dibalik bilik pesantren di Jawa.

Ingin menjadi suara tunggal yang ditaati dan dijalankan tanpa reserve/cadangan. Demikianlah. (Yogyakarta: CV Kutub Wacana. Faktor-faktor apa yang melatarbelakangi lahirnya Keputusan Ijtima’ Ulama . maka semakin tumbuh rasa bangga. Namun melarang merokok pun juga dapat menimbulkan kemelaratan dan kesengsaraan.diakses 02 Juni 2009 15 2.id. Kita semua sudah sama-sama sadar bahwa yang menjadi musuh bersama adalah kemelaratan dan kesengsaraan.images. Di satu sisi ada yang setuju. Merokok dapat menimbulkan kemelaratan dan kesengsaraan. Hal ini ditambah dengan gencarnya iklan-iklan rokok yang mengidentikkan perokok dengan kejantanan. Bukan cuma untuk si perokok. 2009). Bagaimana metode MUI dalam menetapkan fatwa ? Komisi Fatwa tentang Haram Merokok ? Muhammad Yunus BS. Kitab Rokok Nikmat & Mudharat Yang menghalalkan atau Mengharamkan. maka itulah yang mesti kita ambil. bagi kaum wanita. hal. kesegaran. dan keperkasaan.vii 16 http://www. Maka dengan adanya fatwa haram merokok yang di keluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. B. jika ia tetap dibiarkan beredar maka dapat menimbulkan ancaman cukup besar bagi kesehatan manusia. Setali tiga uang. Bagi pria. dibalik kenikmatan dan pamor merokok. semakin muda usia mereka menghisap rokok. jalan mana yang dianggap dan diyakini paling benar. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. ada maut yang mengintip.co. namun di sisi lain banyak yang menolak. menimbulkan reaksi yang beragam dari masyarakat.google. melainkan juga untuk mereka yang ada di sekitar si perokok. maka pokok permasalahan yang menjadi fokus penelitian dalam skripsi ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. merokok adalah bagian dari life style modern.16 Namun sebenarnya masyarakat awam pun tahu. namun di sisi lain jika peredarannya dilarang maka akibatnya pun akan lebih besar lagi.15 Merokok seolah menjadi budaya. Menurut penulis. Di satu sisi. rokok memang tak ubahnya pisau bermata dua.

Manfaat Penelitian 1. Manfaat Praktis (bagi masyarakat) Penelitian yang membahas tentang Hukum Haram Merokok yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI. dengan memperhatikan rumusan masalah di atas adalah untuk: 1.3. hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi peneliti berikutnya sekaligus dapat menjadi nilai tambah bagi khazanah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada dataran Hukum Perdata Islam. Maka. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui tujuan penulisan skripsi dari hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se Indonesia III MUI Tahun 2009 Tentang Hukum Haram Merokok. Dalam pada itu hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi aktif bagi para mahasiswa. D. khususnya penyusun untuk mengetahui lebih jauh tentang Fatwa Haram Merokok yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI. Metode penetapannya 2. Bagaimana Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III MUI tahun 2009 Tentang Hukum Haram Merokok dalam Persepektif Hukum Islam? C. 2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi untuk menganalisis fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diharapkan dapat berguna bagi masyarakat luas. Dalam Persepektif Hukum Islam. Dari pada itu. Manfaat Teoritis (keilmuan) Manfaat yang utama dalam penyusunan skripsi ini bagi mahasiswa adalah sebagai syarat untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dan untuk mendapat gelar kesarjanaan yakni Sarjana Hukum Islam (SHI). karena fatwa-fatwa . Agar masyarakat mempunyai jiwa yang kritis dan peka terhadap permasalahan-permasalahan agama yang aktual. dan dapat terbaca luas oleh masyarakat serta menjadi bahan renungan masyarakat. Faktor-faktor yang melatarbelakanginya 3.

Yunus BS yang berjudul Kitab Rokok Nikmat & Mudharat Yang Menghalalkan atau Mengharamkan tekanan pokok dari penelitian ini tentang status hukum yang dijelaskan dalam buku ini tergantung atas illatu al-ahkam (alasan penjatuhan status hukum) dari berbagai kasus yang ada. dan keadaan.H. Di samping itu. Penelitian yang penulis lakukan dalam skripsi ini tentu memiliki perbedaan dengan karya-karya di atas. Karakter yang melekat dalam hukum Islam adalah perubahan. Ghufron Maba yang berjudul Ternyata Rokok Haram Tekanan pokok dari penelitian ada tiga hal yaitu: racun-racun yang terdapat pada rokok. tempat. dan yang kedua tentang ushul fiqh (teori hukum Islam). maka dalam buku ini kami jelaskan pula berbagai permasalahan tentang hukum Islam dan kaidahkaidah hukumnya sehingga dapat diambil istimbath untuk menetapkan sebuah hukum pada rokok.yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia masih bisa dikritisi bahkan bisa dibuat konsep tandingannya. dan pandangan Islam tentang rokok. Sementara dari segi teori. kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan dalil dan hujjah yang argumentatif yang dapat dipertanggungjawabkan dalam mengkritisi orang-orang yang masih mempertahankan rokoknya. berbagai penyakit yang terkait dengan rokok. Baik yang mengharamkan dan menghalalkan selalu menyertai illat (alasan) hukumnya. dua pokok penting dalam menerapkan kedudukan . untuk membantu menambah pengetahuan tentang fikih (hukum Islam). Penelitian yang membahas tentang rokok juga pernah dilakukan oleh M. E. tulisan ini hanya fokus terhadap fatwa MUI tentang hukum haram merokok. studi ini dimaksudkan untuk menganalisis pemikiran MUI dalam kaitannya dengan isi maupun cara kerjanya. Secara materi. Mengingat masalah ini berkaitan dengan hukum pada rokok. Hukum akan selalu berubah sesuai dengan perubahan waktu. Yang pertama. Tinjauan Pustaka Salah satu penelitian yang membahas masalah rokok adalah penelitian K. Karena Islam dilahirkan untuk memudahkan umatnya bukan untuk menyulitkan umatnya.

Fatah. sendiri. Sedangkan fatwa menurut arti syari’at ialah suatu penjelasan hukum syar’iyah dalam menjawab suatu perkara yang diajukan oleh seseorang yang bertanya. Rohadi Abd. Kalau kita teliti secara jujur bahwa fatwa merupakan kumpulan nasihat atau jawaban dari para ahli hukum Islam yang dituangkan dalam rangka menyebarluaskan ajaran Islam kepada masyarakat yang dihasilkan berdasarkan Ijtihad yang sungguh-sungguh. Analisa Fatwa Keagamaan dalam Fiqh Islam. Landasan Teori 1. F. Seluruh pemikiran hukum Islam (yang dihasilkan berdasarkan ijtihad yang dituangkan dalam fatwa keagamaan) dari orang-orang muslim dapat kita katakan sebagai “Islami”. Selanjutnya studi ini fokus terhadap bagaimana metode dalam penetapan fatwa. faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya fatwa.18 Sebaliknya pemikiran hukum yang khusus dan ekslusif akan kaku dan salah. sebab keduanya dihasilkan dan diusahakan oleh para ahli hukum/mujtahid/mufti. hal. 1991). dan perspektif dalam hukum Islam. Teori tentang fatwa Pengertian fatwa keagamaan menurut arti bahasa adalah suatu jawaban dalam suatu kejadian (memberikan jawaban yang tegas terhadap segala peristiwa yang terjadi dalam masyarakat).pemikiran hukum Islam. akan tetapi pencapaian karakter ke Islaman ditetapkan oleh Islam melalui syari’ah. hal.17 Sebagaimana uraian terdahulu bahwa Fatwa dan Ijtihad mempunyai korelasi yang sangat erat. Menurut Imam Zamahsyari dalam bukunya “Al Kasyaf” pengertian fatwa adalah suatu jalan yang lempang/lurus. H. (Jakarta: Bumi Aksara. dimana pemikiran tersebut tidak dapat diidentikkan dengan hukum Islam. Sehingga idealnya yang dapat kita namakan sebagai “Islami” adalah bersumber dari kitab agama Islam dan dijelaskan oleh Nabinya. 7 18 Ibid. baik penjelasan itu jelas/terang atau tidak jelas (ragu-ragu) dan penjelasan itu mengarah pada dua kepentingan yakni kepentingan pribadi atau kepentingan masyarakat banyak. 49 17 . yakni Drs.

Ushul Fiqh (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf. Untuk memahaminya dengan baik membutuhkan kemampuan memahami bahasa dan ilmu bahasa arab dengan baik pula. Begitu pula harus dipahami tentang cara-cara mengutarakan sesuatu. Gibb mengatakan19 bahwa: AlQur’an dan Al Hadits. baik sebagai pemikiran tentang implikasi teks (nash) itu. Fatwa hendaklah sebagai hasil suatu pengerahan pengetahuan secara optimal. 19 20  Ibid. 1 . H. dkk. c. 51  Drs. Fatwa pada zaman modern ini atau fatwa kontemporer haruslah mempunyai identitas. hal. 1995). Sebab ijtihad hukum Islam yang dituangkan dalam bentuk fatwa keagamaan tidak akan berhenti. Ia harus mengerti betul kehalusan dan kedalaman yang dimaksud oleh bahasa itu (dalalahnya). 2. Fatwa tidak boleh dipengaruhi realita modern. hal. Fondasi yang nyata dapat dilihat dari sikap pemikiran yang menentukan metode penggunaan sumber tersebut. Dalam konteks ini Prof. apakah dengan bentuk hakekat ataukah dengan bentuk majaz (qiyasan).Dengan membedakan antara syari’ah dengan karya-karya ahli hukum Islam (mujtahid dan para mufti) kita dapat melihat semangat perkembangan yang dihasilkan oleh ajaran-ajaran Islam. sebagaimana sering kita ucapkan bukanlah dasar renungan undang-undang Islam akan tetapi hanya sebagai sumbernya saja. Kamal Muchtar. Tidak boleh memfatwakan hukum yang zhanni sebagai hukum yang qath’i. yaitu : a. maupun pemikiran yang berkaitan dengan kejadian-kejadian yang terjadi ketika absennya teks-teks/tidak ditemuinya secara kongkrit teks-teks tersebut secara langsung. Kesemuannya ini harus ada kemampuannya dalam memahami hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Salah satu sisi yang dapat membedakan dan membatasi finalitas yang otoriter hanyalah Al-Qur’an dan AsSunnah. b.20 Seseorang yang ingin mengistinbatkan/mengambil hukum dari sumber-sumber tersebut harus betul-betul mengetahui bahasa arab dengan seluk beluknya. Teori istinbath hukum Nash yang menjadi dalil hukum Islam baik Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama maupun Sunnah Nabi Saw sebagai sumber kedua adalah berbahasa arab.

menurut urutan tingkatannya adalah: alQur’an. As-Sunnah. hal. penyusun menggunakan pula sumber-sumber lain yang berkaitan dengan sumber-sumber primer dan ditempatkan sebagai sumber sekunder. Fatwa.21 G. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. menjelaskan dan menyampaikan obyek penelitian secara integral dan terarah. maka penyusun menggunakan metode sebagai berikut : 1. Dalam kajian pustaka ini. Ijma dan Qiyas. yang menerangkan bahwa dasardasar untuk mengeluarkan fatwa. Di samping itu. J. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah pustaka (library research). 2001). Hal ini masih harus disusuli dengan penelitian pendapat para imam madzhab yang ada dan fuqaha yang telah melakukan penelaahan mendalam tentang masalah serupa. Atho Mudzhar. hal 113 . Metode Penelitian Dalam melacak.22 Yaitu kajian merujuk pada data-data yang ada pada referensi berupa buku-buku dan kitabkitab yang terkait dengan topik penelitian. Moleong. Seseorang yang ingin mengistinbatkan hukum dari dalil-dalil harusnya lebih terdahulu mempelajari apa yang dinamakan methode mengeluarkan hukum dari dalilnya.Karena itulah ulama ushul menaruh perhatian yang besar sekali agar nash atau dalil yang berbahasa arab itu dapat dipahami dengan baik dan sempurna. 2. penyusun berupaya mengumpulkan data mengenai hukum haram merokok dalam persepektif hukum Islam. Untuk itu mereka telah menciptakan beberapa kaidah lughawiyah untuk dapat memahami nash dan dalil agar hukum-hukum dapat dipetik dari dalil yang menjadi pegangan hukum tersebut. Sifat penelitian 21 22 M. 87 Lexy. Pada tanggal 30 Januari 1986 sebuah buku pedoman terperinci untuk mengeluarkan fatwa diterbitkan oleh MUI. Metodologi Penelitian Kualitatif.

3. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar. 147 23 . 140 24 Anton Bakker. ( Banndung: Tarsito. pedoman dasar MUI.25 Dalam penelitian ini menguraikan tentang hukum haram merokok.Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik. menganalisa dan menginterpretasikannya. 1980). yaitu menganalisa data dengan menggunakan pendekatan dalil atau kaidah yang menjadi pedoman perilaku manusia. hal. mengklasifikasikannya. 1984). Metode dan Teknik. penyusun mengumpulkan data tentang hukum haram merokok Winarno surakhmad. (Jakarta: Ghalia Indonesia. yaitu kajian tentang hukum haram merokok. kemudian diaplikasikan ke dalam satuan-satuan yang singular (khusus/bentuk tunggal) dan mendetail. hal. hal. Deskriptif .26 Dalam penelitian ini. yaitu metode yang bertitik tolak pada data-data yang universal (umum). hal. Pendekatan masalah Pendekatan ini menggunakan pendekatan normatif. Analisis data Deduksi. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar. Selanjutnya menggunakan pendekatan filosofis. Selain itu juga menggunakan pendekatan historis. yaitu penelitian dengan jalan mengumpulkan data.24 4. 17 26 Winarno surakhmad.23 Penelitian ini menguraikan dan menggambarkan Hukum Haram Tentang Merokok dalam Pandangan Hukum Islam. kemudian mengungkap pendapat para ulama muslim tentang hukum haram merokok dan penjelasanpenjelasan yang terkait dengan hal tersebut. kitab-kitab fiqh. yaitu data-data yang ada disusun. Sumber data Data-data yang penyusun kumpulkan untuk menyusun skripsi ini yaitu keputusan ijtima komisi fatwa se Indonesia III tahun 2009. kemudian menganalisa dan menyimpulkan secukupnya. buku-buku tentang rokok serta data tambahan yang ada relevansinya dengan masalah di atas. yaitu mempelajari satu bidang tertentu yang muncul sepanjang sejarah pada aliran-aliran atau tokoh-tokoh. Metode-metode Filsafat. Metode dan Teknik. dijelaskan dan kemudian dianalisa. 1980). 5. 138 25 Ibid. ( Banndung: Tarsito.

guna mengambil kesimpulan yang relevan dan akurat. H. Ketiga. Kedua. landasan teori sebagai gambaran alur yang melandasi penulisan. Pertama. kandungan yang membahayakan dalam tembakau.dan menjabarkan pendapat-pendapat ulama sebagai bahan analisis. Bab V Penutup berisi kesimpulan dari pembahasan tentang rumusan masalah yang diajukan dengan dilengkapi saran sebagai bahan rekomendasi dari hasil penelitian penulis. Kedua. Bab II Merupakan deskripsi umum tentang fatwa MUI. tinjauan pustaka sebagai pembanding dan pembeda dengan penelitian sebelumnya. dan aspek pendapat ilmuwan muslim. dan aspek manfaat dari tembakau. dan pengaruh rokok terhadap kesehatan. Diharapkan dapat diketahui unsur-unsur kesamaan dan perbedaan serta dengan mengqiyaskan hukum yang ada. metode istinbat hukum MUI dalam menetapkan fatwa. deskripsi umum tentang tembakau terdiri dari sejarah tembakau. faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya fatwa tentang haram merokok. maka penulisan skripsi ini menggunakan sistematika sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. Di dalamnya terdapat paparan tentang aspek metode istinbat hukum. aspek manfaat dan mudharat merokok. . dan paparan tentang metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah pembahasan dalam penulisan. kedudukan fatwa dalam hukum Islam. prosedur penetapan fatwa. rumusan masalah. Ketiga. Bab IV Merupakan bab yang berisi paparan untuk menjawab rumusan masalah. rokok dan permasalahannya terdiri dari sejarah rokok di Indonesia. terdiri dari latar belakang masalah yang akan dijawab. tujuan dan manfaat penelitian yang merupakan arah penelitian yang dilakukan. Keempat. Pertama. rokok dalam pandangan ilmuwan muslim terdiri dari pandangan yang membolehkan dan pandangan yang mengharamkan. industri rokok dan pengaruhnya terhadap perekonomian. Bab III Merupakan deskripsi umum tentang rokok.

b. Dasar-dasar fatwa adalah: a. Pembahasan masalah yang memerlukan fatwa harus mempertimbangkan: a. akhirnya sejumlah mufti diangkat sebagai pejabat Negara. Qiyas (penarikan kesimpulan dengan analogi) 2. Taufik Abdullah. 93 27 . Sunnah (tradisi dan kebiasaan Nabi) c. organisasi mufti tersebut dideklarasikan dengan nama Majelis Ulama Indonesia. Metode pembuatan fatwa Majelis Ulama Indonesia pertama kali dibuat pada 1975 dan tampak kemudian dalam himpunan fatwa MUI 1995 dan 1997. (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. hal. petunjuk prosedur penetapan fatwa MUI dapat dikemukakan sebagai berikut:28 1.BAB II DESKRIPSI UMUM TENTANG FATWA MUI A. sehingga tidak ada ketetapan prosedur yang baku. 2002). Al-Qur’an b.27 Di Indonesia. Islam. Ijma’ (kesepakatan pendapat para ulama) d. Hooker. Ketika suatu permasalahan yang memerlukan fatwa tidak dapat dilakukan seperti prosedur di atas. 3. fatwa dikeluarkan oleh ahli fikih tanpa status resmi. 125 28 MB. Pembahasan yang merujuk ke atas adalah metode untuk menentukan penafsiran mana yang lebih kuat dan bermanfaat sebagai fatwa bagi masyarakat Islam. Tetapi dengan perkembangan aparat birokratis berbagai Negara di dunia Islam. hal. Metode Istinbath Hukum MUI dalam Menetapkan Fatwa Pada awal perkembangan Islam. artikel “Pergolakan Pemikiran Keagamaan”. Pendapat para imam madzhab mengenai hukum Islam dan pendapat para ulama terkemuka diperoleh melalui penelitian terhadap penafsiran alQur’an. Hal ini sudah pernah terjadi pada masa kerajaan Utsmani. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Dasar-dasar fatwa merujuk ke atas. 4. Secara umum. maka harus ditetapkan dengan penafsiran dan pertimbangan (Ijtihad).

8. Faktor ini pulalah yang menyebabkan sifat dari sebuah fatwa maupun keputusan sebuah lembaga sangat bersifat sosiologis. Permintaan atau kebutuhan tersebut bisa dari pemerintah. Faktor Politik Sebuah produk keputusan maupun fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga manapun pasti akan sangat terikat dengan setting sosio-kultural dan sosio-politik yang berada di sekitarnya. 9. B. Sidang Komisi Fatwa diselenggarakan ketika: a. MUI merupakan . b.5. tetapi setelah berkonsultasi dengan MUI pusat dan komisi fatwa. lembagalembaga sosial. MUI tingkat propinsi berkaitan dengan masalah keagamaan yang sifatnya lokal dan kasus kedaerahan. Sidang Komisi Fatwa harus dihadiri para Anggota Komisi Fatwa yang telah diangkat pimpinan pusat MUI dan pimpinan pusat MUI propinsi dengan kemungkinan mengundang para ahli jika dianggap perlu. bentuk fatwa yang berkaitan dengan masalah tertentu harus diserahkan ketua Komisi Fatwa kepada ketua MUI Nasional dan Propinsi. 6. Faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya fatwa tentang rokok 1. 7. b) Masalah-masalah keagamaan yang relevan dengan wilayah tertentu yang dianggap dapat diterapkan di wilayah lain. Ada permintaan atau kebutuhan yang dianggap MUI memerlukan fatwa. dan masyarakat atau MUI sendiri. Sesuai dengan aturan Sidang Komisi Fatwa. sebagaimana ditulis Atho Mudhzhar. MUI berkaitan dengan: a) Masalah-masalah keagamaan yang bersifat umum dan berkaitan dengan masyarakat Islam Indonesia secara umum. Pimpinan pusat MUI Nasional/Propinsi akan merumuskan kembali fatwa itu kedalam bentuk sertifikat keputusan penetapan fatwa. Saat awal pembentukannya. Asumsi ini sebenarnya berawal dari latar belakang Majelis Ulama Indonesia sendiri yang lahir dari dan untuk dari kepentingan politik. Mereka yang mempunyai otoritas untuk menangani fatwa adalah sebagai berikut: a. b.

pandai melalui aktivitas pemikiran atau olah intelektual bersama sejumlah latar belakang historis dan desakan-desakn sosial. Hanya saja tidak ada keterangan lebih lanjut tentang nuansa politis seperti apa yang dimaksud. hal. bahkan tidak jarang berada dalam under attack politik. Inilah barangkali yang menjadi tanda tanya besar pada sebagian masyarakat kita saat ini. et al). 2002). hal. Taufik Abdullah (ed. 30 Team FKI.lembaga bentukan pemerintah yang diproyeksikan untuk mengendalikan kaum muslimin melalui keputusan-keputusan politis yang diligitimasi oleh MUI. Fatwa. mengapa harus MUI yang harus mengeluarkan fatwa haram rokok ? sedangkan pemerintah mempunyai peraturan tentang rokok (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 19 Tahun 2003. ada yang mubah. Padahal jika merujuk kepada syariat Islam tidak ada penjelasan yang spesifik menyinggung masalah rokok. bahwa yang dilakukan MUI sesungguhnya sarat dengan nuansa politis. 2003). xxvi 29 .30 Bisa kita pahami bahwa fatwa MUI itu tidak lebih merupakan bagian dari upaya meminimalisir bahaya yang mengancam masyarakat Indonesia. makruh. Sejumlah kalangan menduga. Artinya fikih tidak hadir dalam ruang sosial yang kosong. Ketidakjelasan hukum inilah yang menyebabkan masyarakat bawah berbeda-beda menanggapi masalah hukum rokok. Atho Mudzhar. Hukum haram tentang merokok justru terdapat di dalam fiqh. 59. al” VI: 126. budaya dan politik. melainkan ia juga merefleksikan selisih-selisih sosial. Fikih bukanlah pemikiran murni yang datang dari kehampaan sejarah. terutama bagi mereka yang mengidap penyakit parah yang disebabkan oleh konsumsi rokok. itu pun masih mengandung banyak perdebatan. (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Lihat juga Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. apalagi sampai pada ketentuan hukum mengharamkannya.29 Fikih adalah pemahaman yang dirancang oleh cerdik. artikel “Pergolakan Pemikiran Keagamaan. Esensi Pemikiran Mujtahid: Dekonstruksi dan Rekonstruksi Khasanah Islam. Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan Presiden Republik Indonesia). Hanya yang menjadi persoalan. bahkan ada pula yang menyatakan wajib. Ada yang menyatakan hukumnya haram. (Kediri: Purna siswa III Aliyah 2003 Ponpes Lirboyo.

32 C. baik kepada pemerintah maupun kepada kaum muslimin mengenai persoalanpersoalan yang berkaitan dengan keagamaan khususnya dan semua masalah yang dihadapi bangsa umumnya. yang dimuat dalam konstitusi Pakistan tahun 1962. 1 K. Prosedur Penetapan Fatwa Fatwa merupakan jawaban yang diberikan oleh juru fatwa (mufti) kepada orang yang pertanyaan akan status hukum. MUI juga diharapkan menggalakkan persatuan di kalangan umat Islam.31 Dalam Anggaran Dasar MUI dapat dilihat bahwa majelis diharapkan melaksanakan tugasnya dalam pemberian fatwa-fatwa dan nasihat. Wawancara. Banyak pertanyaan dari masyarakat terkait dengan masalah strategis kebangsaan. masalah keagamaan-kontemporer. (Jakarta: 01 Agustus 1988). Hasan Basri. hal. dan mewakili kaum muslimin dalam permusyawaratan antar golongan agama. masjid-masjid atau rumah sakit. dan masalah yang terkait dengan peraturan perundang-undangan. Basri. Tugas “Penjagaan” ini mengingatkan kita pada majelis penasihat Tentang Ideologi Islam yang diberikan oleh presiden Ayub Khan dari Pakistan. Menurut kata-kata ketua umum MUI ketiga. 32 31 . Faktor Sosial Sifat tugas MUI adalah memberi nasihat. Orang pertama yang menyarankan diadakannya pembatasan demikian adalah presiden Soeharto sendiri. bertindak selaku penengah antara pemerintah dan kaum ulama.H. Presiden secara khusus menyarankan bahwa MUI tidak boleh terlibat dalam program-program praktis seperti menyelenggarakan madrasah-madrasah. MUI bertugas “Selaku penjaga agar jangan ada undang-undang di negeri ini yang bertentangan dengan ajaran Islam”. Fatwa mengharuskan adanya Ijma’ Ulama.2. Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III Tahun 2009. Bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut mendesak untuk segera dijawab sebagai panduan dan pedoman bagi si penanya dan masyarakat pada umumnya. Dalam pidato pembukaan pada Konferensi Nasional Pertama para ulama pada tanggal 21 Juli 1975. Karena kegiatan semacam itu diperuntukkan bagi organisasi-organisasi Islam lain yang telah ada. karena MUI tidak dibolehkan melakukan program praktis.

Fatwa mengandaikan adanya perkembangan baru. sebuah produk fatwa juga harus melihat dan memperhitungkan faktor masyarakat umum. yaitu suatu perbuatan untuk mengajak kepada kebaikan dan memerangi keburukan. 70 34 Atho mudzhar. Fatwa bisa berkembang seiring perkembangan masa. 2008). 79 33 . Bila qadhi merupakan kepanjangan tangan negara untuk mengurus yudikatif. Op. peranan yang dilakukan fatwafatwa itu bersifat sekuler. cit. fatwa itu sama saja dengan amar ma’ruf nahi munkar. dan pergeseran niat. hal. Amir Mu’allim (Himmah. atau belum jelas duduk masalahnya. fatwa-fatwa itu dimaksudkan untuk mempersatukan pendapat kaum muslimin dan memberikan nasihat kepada pemerintah tentang peraturan hukum agama untuk dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan tertentu. tidak berafiliasi dengan kekuatan manapun. Fatwa secara umum memberikan pandangan hukum yang nantinya akan diakomodasi oleh publik. (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. hal.33 MUI mengeluarkan fatwa-fatwa untuk mengumumkan pendirian akhirnya mengenai persoalan-persoalan tertentu. Juni. perubahan letak geografis. 2009). “Jadi fatwa itu betul-betul yang menjadikan kepercayaan publik dan sesuai dengan kebutuhan publik. Penyusunan dan pengeluaran fatwa-fatwa dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI. Dalam pandangan Guru Besar FIAI UII. Studi Tentang Paradigma MUI Dalam Mengeluarkan Fatwa Sesat Terhadap Aliran Keagamaan dan Kaitannya dengan Prinsip-Prinsip HAM. maka mufti menurut Amir lazimnya adalah seorang intelektual (ulama) independen. Komisi itu diberi tugas untuk merundingkan dan mengeluarkan Drs.34 Jika sifat dan cara pembuatannya adalah menurut garis-garis agama. Fatwa juga harus berorientasi pada kearifan dalam memberikan informasi yang bersifat hukum”. Rohidin.proses istifta (pengajuan permohonan atas fatwa) oleh pemohon (mustafti) secara personal maupun badan hukum kepada mufti. Menurut Amir. Kondisi sebuah obyek fatwa harus benar-benar bisa dipahami dan diteliti terlebih dahulu. peralihan kondisi. persoalan baru atau kebutuhan baru yang secara hukum belum ada ketetapan hukumnya. termasuk negara. Perbedaannya terletak pada sifatnya yang khusus.

Fatwa-fatwa itu sendiri adalah berupa pernyataan-pernyataan. hal. tubektomi. Persidangan semacam itu biasanya di samping ketua dan para anggota komisi. sebaliknya dalam sekali persidangan adapula yang dapat menghasilkan beberapa fatwa seperti dalam masalah vasektomi. 205 M. yang ada hubungannya dengan masalah yang dibicarakan. Persidangan-persidangan Komisi Fatwa diadakan menurut keperluan atau bila MUI telah diminta pendapatnya oleh umum atau oleh pemerintah mengenai persoalan-persoalan tertentu dalam hukum Islam. juga dihadiri oleh para undangan dari luar. 87 . diumumkan baik oleh Komisi Fatwa sendiri atau oleh MUI.fatwa mengenai persoalan-persoalan hukum Islam yang dihadapi masyarakat. Fatwa-fatwa MUI. hal. Perkembangan. tetapi jumlah itu dapat berubah karena kematian atau penggantian anggota. Ijma 4. Ketua Komisi Fatwa secara otomatis bertindak selaku salah seorang wakil ketua MUI. terdiri dari para ulama bebas dan para ilmuwan sekuler. menurut urutan tingkatannya adalah: 1.35 Untuk mengeluarkan satu fatwa biasanya diperlukan hanya sekali sidang. Harus disusuli dengan penelitian pendapat para imam madzhab yang ada dan fuqaha yang telah melakukan penelaahan mendalam tentang masalah serupa. Atho Mudzhar. Pada waktu pembentukannya pada tahun 1975. Qiyas 5. As-Sunnah 3. komisi itu mempunyai tujuh orang anggota. setiap lima tahun sekali komisi itu diperbaharui melalui pengangkatan baru. Al-Qur’an 2. yang menerangkan bahwa dasardasar untuk mengeluarkan fatwa. dan sumbangan kornea mata. Pada tanggal 30 Januari 1986 sebuah buku pedoman terperinci untuk mengeluarkan fatwa diterbitkan oleh MUI.36 35 36 Basalamah. tetapi adakalanya satu fatwa memerlukan hingga enam kali sidang.

Berlebihan dalam menggunakan maslahat dan memaksakan penggunaanya meskipun bertentangan dengan nash. Beberapa larangan bagi pemberi fatwa (mufti) dalam pedoman tersebut antara lain dijelaskan oleh Musfir bin Ali al-Qahtany dalam sebuah bukunya “Dlawabit al-Fataya fi al-Nawazil al-Mu’ashiroh” sebagai berikut: a. d. melarang seorang pemberi fatwa untuk memaksakan madzhab yang dianutnya pada orang lain. atau pendapat ulama-ulama tertentu. Terlalu sering menggunakan rukshsoh dan talfiq antar madzhab. . padahal hal itu justru memberatkan bagi orang tersebut. b. menurut al-Ghazali termasuk golongan neo-Dhahiriyyah. Bila tidak menutup perantara tersebut dengan konsep syaddu al-dzari’ah. melakukan suatu keharaman yang dilarang Allah pasti melalui perantara (wasilah). Larangan ini mengindikasikan pentingnya pemahaman seorang mufti terhadap makna di balik nash yang menjadi tujuan syara (maqashid syari’ah). c.Meski demikian. Begitu juga orang yang hanya mengandalkan Hadis saja untuk menjawab persoalan yang ada tanpa mempelajari fikih dan ushul fiqh serta perbedaan-perbedaan pendapat di kalangan ulama. namun bisa difatwakan yang paling unggul (rojih) di antara mereka. e. Melakukan hilah dalam perkara-perkara syar’i. Tidak menggunakan konsep syaddu al-zari’ah dan terlalu berhati-hati dalam menyikapai perbedaan ulama. Sementara perbedaan yang terjadi antara para ulama tidak harus disikapi berlebihan dengan meninggalkan semuanya. Ada beberapa pedoman dalam berfatwa yang disesuaikan dengan tuntunan nash. Berpegang hanya pada arti eksplisit nash saja. Pedoman ini sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Ahmad. berarti mengurangi ketetapan haram dari Allah. Hanya Najmuddin al-Thufi yang meletakkan maslahat sebagai dalil independen yang boleh bertentangan dan harus didahulukan dari pada nash. fatwa sebagaimana ijtihad juga memiliki aturan main yang harus ditaati. Menurut Ibnu Taymiyah sebagaimana dikutip Qardawi. f. Fanatik terhadap salah satu madzhab. Orang yang demikian.

c. e.38 D. Mempermudah dan tidak mempersulit. 89 . sebagaimana dikutip oleh Ali Hasballah menyatakan bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan fatwa sebelum ia memenuhi lima syarat: a. e. Ia harus benar-benar ahli dalam bidang yang ia tekuni. hal. Ia harus orang yang mampu mencukupi diri dan keluarganya. Untuk meminimalisasi adanya kepentingan di balik penetapan fatwa.Demikian juga yang dilakukan Yusuf Qardawi dalam salah satu karya monumentalnya. dan bersikap baik. cet. d. agar terlepas dari pengaruh orang luar. c. b. termasuk pribadi pemberi fatwa harus dihilangkan dari lahirnya sebuah fatwa. Ia menyebutkan bahwa dalam fatwa yang ia tulis dan merupakan jawaban atas berbagai persoalan hukum. Mengetahui kondisi sosiologis dan antropologis masyarakat yang diberi fatwa. Secara global dapat disebutkan sebagai berikut: a. Memberikan hak fatwa berupa keterangan dan penjelasan. Imam Ahmad misalnya. (Jakarta: Gema Insani Press. para ulama menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi mufti. VII. Ia harus memiliki kapabilitas. b. 21  Ali Hasballah. Menjelaskan kepada manusia sesuai dengan bahasa zamannya. 2001). faktor kepentingan pihak manapun. Ia harus memiliki niat benar-benar karena Allah Swt. Kedudukan Fatwa dalam Hukum Islam Berbicara tentang urgensi fatwa keagamaan dalam kehidupan umat Islam berarti kita tidak terlepas dari samapai seberapa jauh kemanfaatan fatwa 37 38 Yusuf Qardawi. Tidak fanatik dan tidak taqlid. d. sehingga ia tidak mudah berpaling dari kebenaran. Bersikap seimbang antara memperlonggar dan memperketat. terdapat beberapa pedoman yang menjadi pegangan. hal. fatwa-fatwa kontemporer. f. Berpaling dari sesuatu yang tidak bermanfaat. Ushul. “Fatwa-Fatwa Kontemporer”.37 Selain itu.

Jadi. fatwa pada hakekatnya tidak lebih dari sebuah petuah. nasihat. dan tradisi. Analisa Fatwa Keagamaan dalam Fiqh Islam. atau jawaban pertanyaan hukum dari individu ulama atau institusi keulamaan. Ajaran Islam yang berupa Al-Qur’an dan AlHadits pada dasarnya masih banyak yang bersifat global. 34 39 . untuk dilihat apakah ia memberi efek maslahat terhadap umat atau justru menimbulkan huru-hara di tengah masyarakat. fatwa adalah sejenis dogma yang memiliki daya ikat kuat seperti halnya alQur’an. Fatwa merupakan suatu pilihan hukum yang Drs. sepanjang masalah itu masih bersifat dzanny. agar umat Islam mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Al-Qur’an dan Al-Hadits Rasulullah Saw masih perlu ada penjabaran secara mendetail terhadap masalah-masalah yang diangkat sebelumnya. ia tidak dapat lepas dari unsur subyektivitas berupa kecenderungan pribadi dan kemampuan daya nalarnya. Suatu fatwa tidak bisa dijadikan sebagai sumber ketetapan hukum. mengubah teks fatwa bukanlah perkara tabu. jika sebuah fatwa diduga keras akan menimbulkan keburukan. Atau seperti konstitusi Negara sehingga bagi yang melanggarnya dapat dikenakan sanksi hukum. fashl:fiy taghayyur al-fatwa wa ikhtilafiha bihasabi taghayyur al-azminah wa alamkinah wa al-ahwal wa al-niyyat wa al-awaid.dalam kehidupan ummat manusia. Kebenaran fatwa bersifat relatif sehingga selalu dimungkinkan untuk diubah seiring perubahan ruang. Rohadi Abd. maka semestinya mufti dapat menahan diri dan tidak mengedarkan fatwa tersebut. waktu demi waktu. Sebab. Fatah.39 Fatwa adalah kata yang sering disalah pahami. hal. fatwa bersifat ghair mulzim (tidak mengikat). Ada yang menyangka. Pendeknya. H. Fatwa perlu ditinjau kembali. sehingga adanya perincian secara analisis. yang boleh diikuti atau justru diabaikan sama sekali. Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam magnum opusnya “I’lam al-Muwaqqi’in” menyatakan tentang adanya peluang untuk selalu mereformasi dan memperbaiki fatwa dalam satu bahasan. Tentu sangkaan ini keliru sepenuhnya. karena betapapun kesungguhannya untuk bersikap obyektif. Fatwa seorang mufti tidak mengikat siapapun. 1991). Menurut Ahmad bin Hanbal. waktu. (Jakarta: Bumi Aksara.

Wawasan dan PD/PRT MUI. tetapi tetap bersifat swasta. 3. zuama dan cendikiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang Islami. Sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama. akomodatif. Memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai peraturan-peraturan yang memungkinkan kaum muslimin memperbaiki cara hidupnya menurut ajaran Islam. baik diminta maupun tidak diminta. mantan rektor Universitas 40 MUI. Demokratis. Dalam anggaran dasar MUI dapat dilihat bahwa majelis diharapkan melaksanakan tugasnya dalam pemberian fatwa-fatwa dan nasihat. Tugas “penjagaan” ini mengingatkan kita pada Majelis Penasihat Tentang Ideologi Islam yang didirikan oleh Presiden Ayub Khan dari Pakistan. zuama dan cendikiwan muslim untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah Islamiyah. Hasan Basri. Sebagai pemberi fatwa kepada umat Islam dan Pemerintah. merupakan bahan studi sendiri. 2. Sebagai wadah musyawarah para ulama. 2000 41 K. Salah satu di antara perbedaan besar antara MUI dan Majelis Penasihat Pakistan adalah. wawancara dengan Muhammad Atho Mudzhar. dan Aspiratif. ketua umum MUI ketiga.41 Syaikh Mahmoud Syaltout. Dalam bahasa Hasan Basri. Bagian ke-10 konstitusi tersebut menyebutkan bahwa tugas-tugas Majelis Penasihat Ideologi Islam adalah: 1.40 Karena MUI tidak dibolehkan melakukan program praktis.bisa diikuti dan bisa saja dikritisi. sedangkan yang kedua merupakan bagian dari aparat pemerintah. 4. Sebagai wadah silaturrahmi para ulama. baik kepada pemerintah maupun kepada kaum muslimin mengenai persoalan-persolan yang berkaitan dengan keagamaan khususnya dan semua masalah yang dihadapi bangsa umumnya. Fungsi MUI adalah: 1. yang dimuat dalam Konstitusi Pakistan tahun 1962. Sampai seberapa jauh perbedaan kedudukan itu mempengaruhi timbulnya perbedaan dalam kebebasan gerakan kedua badan tersebut. karena produk hukum hasil fatwa tidak ubahnya seperti produk hasil ijtihad lainnya yang tidak memiliki nilai kebenaran mutlak dan nilai kekuatan untuk mengikat. Memberikan nasihat kepada pemerintah apakah rancangan undang-undang bertentangan dengan Islam. 2. . meskipun yang disebut pertama dibantu pemerintah. MUI bertugas “Selaku penjaga agar jangan ada undang-undang di negeri ini yang bertentangan dengan ajaran Islam”. H. (Jakarta: 1 Agustus 1988).

demi menjaga kepentingan umat.42                                                   42 ibid .al-Azhar juga memandang penting adanya lembaga fatwa yang dapat menjadi tempat bertanya masyarakat dalam masalah agama.

(Bandung: Indonesian Publishing House. dan mereka melihat sebuah perahu lesung orang Indian yang berisi muatan.43 Di lain tempat dua orang utusan yang dikirimkan Columbus ke pantai Cuba. Gulungan daun kering itu mereka sebut tobacco dan orang Indian karibia menyebutnya Tobago. tetapi tetap mengisapnya juga karena dilakukan dalam suatu upacara tertentu. Ini membuat pengisap tembakau itu merasa kurang enak. Setelah melakukan serangkain pendaratan di berbagai pulau di benua itu. RA. menciptakan rasa nyaman dan mengurangi kelelahan. Rasa penat hilang dan muncul rasa santai. pada 2 November tahun 1942 rombongan Columbus mendarat di pulau Waitling. Sejarah Tembakau Awal mula perkenalan dunia pada tembakau dan kebiasaan merokok tak bisa dilepaskan dari peristiwa penemuan benua Amerika oleh para pelaut Spanyol di bawah pimpinan Christophorus (Christoper) Columbus (14511506) pada tahun 1942. 1990). hal. Deskripsi Umum Tentang Tembakau 1. yang DR. Anda Mau Berhenti Merokok Pasti Berhasil. Nama “tembakau” diberikan kepada tanaman beracun ini oleh karena tembakau sering diisap dengan pipa bercabang yang berbentuk “Y” waktu mengisapya dua dari cabang pipa ini dimasukkan ke dalam tiap lobang hidung. Mereka baru tahu bahwa warga Indian setempat menggulung dedaunan kering menjadi seperti senapan kuno (musket). mereka bertemu banyak orang lelaki yang membawa kayu bakar dan bungkusan-bungkusan berisi daun pengobatan yang telah dikeringkan. diantaranya daun-daun kering yang kelak dikenal sebagai tembakau.BAB III DESKRIPSI UMUM TENTANG ROKOK A. Orangorang itu mengisap gulungan daun kering itu sambil menjelaskan jika asap dari daun kering yang mereka hisap itu bisa mendatangkan kenikmatan pada tubuh mereka. Perlu waktu sebulan bagi para pelaut Spanyol itu untuk memahami manfaat daun tembakau. Nainggolan. 11 43 .

sang putri meninggal. Tiap suku Indian pada waktu itu memakai cara-cara tersendiri dalam menikmati tembakau. tiga di antaranya varieta utama: Nicotiana tabacum (Virginia). dan Pocahontas menjadi pasangan terpandang di koloni itu.detiknews.com/r. tapi pada tahun 1662 ia dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri. pertanian tembakau berkembang dan menjadi buruan utama orang Inggris di Amerika. ada pula dengan dijilat. Rolfe mengetahui pembudidayaan tembakau dari putri kaisar Indian itu dan mereka berdua berhasil menanam tembakau dalam jumlah besar di Varina. Satu tahun kemudian. Thomas.diakses pada 18 Juni 2009 . Ada yang dikunyah. Rolfe memutuskan kembali ke Varina. Pocahontas. kaisar merah dari Virginia. Akibatnya. Tembakau telah menciptakan keberuntungan kepada benua Amerika selama beberapa generasi.dibakar di salah satu ujungnya dan diisap di ujung yang lain. yang merupakan anak perempuan Powhatan. ke “Dunia baru” 50 an tahun lalu itu menjadi awal perkenalan dunia luar Amerika kepada tembakau hingga banyak pendatang Eropa yang pergi ke sana. Dalam hal ini. Rolfe menikahi putri Indian terkenal.44 Diperkirakan. tembakau jenis nicotiana tabacum dan nicotiana rustica dua spesies yang dibudidayakan orang Indian Amerika dikenal di seluruh dunia. Nicotiana Macrophylla (Maryland). dekat Richmond belakangan menjadi tempat kelahiran rokok modern. ada yang dicium-tembakau cium ini dikenal dengan nama niopo atau iopo. Tembakau juga dipakai dalam upacara ritual. bahkan pengobatan. Itulah daun tembakau yang mereka jadikan rokok atau cerutu yang kita kenal sekarang ini. dan Nicotiana rustica (Boeren). terutama koloni kecil (Inggris) 44 http://www. dalam kunjungan ke Inggris pada tahun 1617. Sayangnya. Kedatangan orang Eropa. Dari Jamestown. Usahanya dilanjutkan oleh putranya. seorang pendatang dari Inggris Jhon Rolfe mengirim daun tembakau Virginia partama kali pada tahun 1613 ke Eropa. yang semuanya berasal dari Amerika. dunia mengenal 20 spesies tembakau. Dari 20 spesies tersebut.

koloni Inggris di Amerika. ada lima wilayah penanaman: Pertama.45 Banyak orang menyebut Amerika sebagai “tanah air tembakau”. Ratu sendiri malah punya tongkat berupa pipa rokok. sementara William Barclay. tumbuhan yang menimbulkan kontroversi ini diperkenalkan di Inggris oleh Sir Jhon Hawkins. Sedang penyebaran terjadi sejak tahun 1573. Tembakau Virginia ditanam di seluruh dunia. Eropa Dengan mencontoh penduduk pribumi. 2007). Nama tembakau Virginia inilah yang paling terkenal di seluruh dunia. sepulangnya dalam lawatan kedua ke Amerika Serikat. Asia yang menghasilkan sekitar 53% panen dunia. sejumlah pelaut Spanyol dan Portugis bersama menanam tembakau di Hindia Barat dan Brasil. Perdana menteri Inggris tahun 1940-1945 dan tahun 1951-1955. pahlawan bahari imperium Inggris. Amerika Utara 11%. or The Vertues of Tobacco (1604) menyebut Amerika sebagai negeri dimana Tuhan telah memberikan karunia dan memberkatinya dengan daun pengobat yang membahagiakan dan suci ini. yang diambil dari nama depan Ratu Elizabeth. namun dalam kenyataannya. tembakau dan kebiasaan merokok dengan pipa diperkenalkan secara luas. hal. dalam bukunya Nephentes.46 45 46 http://www. Melalui orang inilah. Pada tahun 1854. terkenal karena cangklongnya). pada 20 September tahun 1565.Virginia. pada dekade pertama pada abad ke-16. Di akhir abad itu. Filosofi Rokok. Lalu Amerika Selatan 21%.com. seorang penulis Inggris. (Bahkan Winston Churcill. Penyebaran Tembakau ke Seluruh Dunia a.tempointeraktif. Ratu Elizabeth memberi hak atas Virginia kepada Sir Walter Raleigh. Eropa 8% dan Afrika 7%. saat Sir Francis Drake membawa pulang tembakau dari Virginia. Sejak itulah kaum bangsawan Inggris mulai mengenal budaya konsumsi tembakau. (Yogyakarta: Pinus.diakses pada 18 Juni 2009 Suryo Sukendro.34 .

Perkebunan tembakau yang pertama adalah di Nagasaki pada tahun 1605 dan meluas pada akhir abad XVII. Semenjak tahun 1560. yang sebelumnya telah popular di kalangan orang 47 Ibid. hal. Portugis. dan Hessen. sewaktu jadi duta Sri Paus. Di Spanyol tanaman tembakau pertama kali masuk sebagai tanaman hias dan kemudian sebagai tanaman obat. yang pada halaman 478 dijumpai istilah Nicotiane untuk menyebut jenis tanaman obat (tembakau) yang dimaksud.47 b. dibawa oleh seorang pendeta bernama Prospero Santa Croce dari Lisabaon. 35 . mula-mula murni dipakai untuk obat. Thuringen. Nicot dengan beberapa orang sarjana menerbitkan kitab logat bahasa Perancis-Latin. Di Rusia. Pendeta kedua yang membawanya adalah Nicolo Tornabuoni. penanaman tembakau sudah mulai berkembang di Perancis. Tembakau di Tiongkok dikenal lewat orang-orang Filipina. Tembakau di Jerman ditanam pada abad XVI di daerah sekitar Nurnberg. Rusia mengenal cara baru menikmati tembakau dengan menggunakan pipa air. Jenis tembakau yang berkembang di sana saat itu adalah jenis Nicotiana tabacum. Abad XVIII orang Turki. Asia Tembakau di Jepang diperdagangkan oleh orang-orang Portugis menjelang akhir abad XVI. Pada tahun 1573. Tembakau masuk Italia pada tahun 1561. Saxonia. Tembakau di Portugis mulai tumbuh pada tahun 1558. Praktek merokok di Belanda berkembang di kalangan mahasiswa Universitas Leiden. yang juga duta Sri Paus. sekitar tahun 1690-an tembakau telah digunakan secara berlebihan tak ubahnya brendi dan sering menjadi pemicu pertengkaran.Perancis mengenal tembakau lewat Andre Thevet dan Jean Nicot. Dari sinilah istilah “Nicotiane” kemudian dipakai untuk menyebut tanaman tembakau obat itu.

menurutnya dibawa oleh orang Portugis. 37 . yang kedua-duanya berarti gulungan tembakau. Dari perkataan inilah timbul perkataan Portugis charuto dan perkataan cerutu dalam bahasa kita (baca: Indonesia-red).Tembakau masuk India lewat orang-orang Portugis sekitar tahun 1605. Tembakau khusus untuk makan sirih ini dikenal dengan nama tembakau sugi. Awal Tembakau di Indonesia Jauh sebelum orang Indonesia mengenal tembakau. Pemakaian tembakau baru muncul belakangan.48 Tembakau barulah dikenal belakangan. Budiman (1987) menyebut jika gambir baru masuk Indonesia pada awal abad XVI dan merupakan barang impor. jilid I (1934). yang dikutip dalam Van Der Reijen dalam bukunya Rapport betreffende Eene Gehouden Enquete Naar De Arbeids Toestanden In De Industrie Van Strootjes En Inheemsche Sigaretten Op Java. menurut Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java. hal. tanaman tembakau telah dibawa ke pulau Jawa sekitar tahun 1600. c. Pada tahun 1610 tembakau telah tumbuh di Sailan dan tahun berikutnya kebiasaan merokok telah dikenal luas di India. jilid I (1817). Namun menurut De Candolle. setelah dimasukkan oleh orang Portugis ke tanah air kita pada awal abad XVII. Namun hingga zaman Majapahit. 48 Ibid. orang Belandalah yang memperkenalkan tembakau sekaligus kebiasaan merokok pada orang Indonesia dan itu terjadi pada tahun 1601. Dalam Budiman (1978 : 71) jika istilah Cerutu diyakini berasal dari sebuah kata dalam bahasa Tamil shuruttu atau churuttu dalam bahasa Malayalam. kebiasaan makan sirih belum mengenal gambir. Masyarakat Jawa menyebutnya bako susur. sebagai sebuah kebiasaan untuk mendapatkan kenikmatan. mereka lebih dulu mengenal budaya mengunyah buah pinang dan sirih serta mencampurnya dengan kapur yang terbuat dari kulit tiram. hanya saja.

39 . karena sumber Belanda sangat sedikit mengungkapnya.Dalam naskah Jawa Babad Ing Sangkala. tembakau mulai ditanam pada tahun 1864 oleh orang Belanda bernama Nienhuys. Panembahan Senapati Ing Ngalaya-ayah Sultan Agung-pada tahun Saka 1523 (sekitar 1601-1602 Masehi). menyebutkan jika dari perkataan Belanda ro’ken inilah muncul perkataan rokok yang dipakai hingga sekarang. Schlegel dalam Budiman (1987:80). yang lazim dipakai orang Jawa. ketimbang kata tabak dalam bahasa Belanda. tanaman tembakau bukan merupakan tanaman asli Indonesia. setidaknya sampai abad ke-17. Namun. Sebagai bukti. yang semuanya berasal dari perkataan Portugis tabaco atau tumbaco. Sayangnya. nama tembako atau bako. untuk menyebut tanaman termaksud di berbagai daerah. Gericke-Roorda dalam buku kamus bahasa Jawa-Belanda Javaansch-Nederlandsch Woordenboek jilid I (1901) halaman 332. Berdasarkan kenyataan ini ia berpendapat jika orang Portugis pastilah orang pertama yang memasukkan tembakau ke Indonesia. ia menunjuk pemakaian nama tembakau atau yang semacam itu. Tembakau yang digunakan orang Jawa untuk merokok pada waktu itu berasal dari Karesidenan Besuki dan dari daerah Kedu-tembakau Kedu merupakan tembakau terbaik di pualau Jawa pada waktu itu. tak tercantum di sana keterangan siapa pembawa tembakau ke pulau Jawa. Menurut sinolog G. selain kebiasaan mengisap rokok cerutu.49 49 Ibid. kebiasaan pemakaian tembakau di daerahdaerah lain tak banyak diketahui. Orang Belanda menyebut mengisap pipa dan cerutu dengan istilah ro’ken. Alasannya. Orang Belanda juga memakai tembakau Kedu untuk pipa rokok mereka. lebih dekat ke istilah tabaco atau tumbaco dalam bahasa Portugis. hal. Sedang di Deli. Sumatera Timur. Barangkali lebih cenderung untuk menerima pendapat De Candolle yang meyakini jika orang Portugis sebagai pembawanya kemari. tembakau dikatakan masuk Jawa bersamaan dengan mangkatnya pendiri kerajaan Mataram.

Oleh karena itulah. itulah saatnya panen. yakni merokok. pendatang-pendatang ke Amerika Serikat itu membawa tembakau itu kembali ke Eropa. Tembakau Virginia ditanam pada akhir musim hujan. dan dipanen pada musim hujan pula. berupa batuk kering. or the Universal 50 51 Ibid. dan dipanen setelah musim hujan. nikotein. sesudah daun terbawahnya mulai menguning. 28 . muntah-muntah. dan sesak nafas. mengandung alkaloid beracun: nikotin. 2. antara tanah liar dan pasir.51 3. Daun tembakau yang diekspor adalah yang khusus untuk bahan cerutu. Secara ekonomi.50 Di Indonesia. Kandungan yang Membahayakan dalam Tembakau Daun tembakau yang batangnya dapat mencapai dua meter. nikotinin. peranannya cukup besar karena dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. hal. Jawa timur menjadi penghasil tembakau utama bagi Indonesia. tembakau menjadi tanaman perkebunan. calon pohon tembakau dipindahkan ke bedengan ketika berusia 38-45 hari. seorang dokter di London menulis sebuah buku yang berjudul Panacea. Aspek Manfaat dari Tembakau Untuk bertahun-tahun lamanya penggunaan tembakau adalah merupakan masalah kontroversial. Bahkan pada abad pertengahan ke 17. Setelah biji disemai di pesemaian. Orang-orang Indian di Amerika Serikat percaya bahwa tembakau itu dapat digunakan sebagai obat. Tembakau biasanya tumbuh pada tanah campuran. dan nikotelin.Tembakau diperbanyak dengan menyemai bijinya. dan tembakau Deli di Sumatera Timur sebagai jenis yang paling terkenal di dunia. hal. asma dan sukar tidur. Gejala keracunannya berupa diare. Akibat sampingan mengisap asapnya. kejang-kejang. Musim tanamnya tergantung sepesiesnya. 27 Ibid. Tembakau untuk cerutu ditanam pada musim kemarau. Bila usianya telah mencapai 90-100 hari. dengan kadar humus yang tinggi dan cukup air.

Dokter ini berpendapat bahwa tembakau itu mempunyai khasiat untuk menyembuhkan tubuh dan untuk pembedahan. Air tembakau. Proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik. Khasiat-khasiat yang terdapat dalam tembakau menurut dokter ini antara lain. R. atau mengobati orang yang perutnya mulas. Untuk membuat wajah berseri-seri kemerahan. 14 52 . menyatakan bahwa ternyata tembakau dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker.52 Daun tembakau dipercayai dapat berkhasiat sebagai obat tradisional. misalnya dapat dipakai membersihkan luka yang kotor dan borok yang membusuk dan berulat. (Bandung: Indonesia Publishing House.A. Daun tembakau dapat pula digunakan sebagai tapal pada bisul. tetapi hanya digunakan untuk tujuan pengobatan. ialah: setetes getah tembakau dimasukkan ketiap-tiap telinga dapat menyembuhkan ketulian. Tokyo University Of Agriculture And Technology. Anda Mau Berhenti Merokok ? Pasti Berhasil. tanaman tembakau ini tidak diambil daun tembakaunya untuk memproduksi rokok tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF. Taken a Pipe with is operation and use both in Physical and Chyrurgery. sebelumnyapun dokter-dokter di Eropa menyatakan bahwa tembakau itu bukan untuk diisap. Serta untuk mengobati batuk. daunnya ditempelkan diatas dahi atau kepala. 1990). Jepang itu meraih penghargaan dari badan Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta. Getah daunnya bisa dipakai untuk membersihkan kotoran pada luka bernanah-atau sebagai racun yang dioleskan pada senjata tajam. Suatu hormone yang menstimulasi produksi darah.Medicine. Bahkan. Being a Discovery of the Wonderful Virtues of Tobacco. digunakanlah getah daun tembakau itu. Untuk menyembuhkan sakit kepala. daun tembakau itu direbus dan airnya diminum. hal. Sebuah hasil penelitian paling baru dari Arief Budi Witarto Mengseorang peneliti dari pusat penelitian bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). diletakkan daun tembakau itu pada bagian yang sakit. Nainggolan. Rebusan daun keringnya berkhasiat sebagai obat cacing. Untuk yang sakit gigi.

dan Priangan. Malang. Nicot berhasil menerbitkan sebuah kitab logat bahasa Perancis-Latin. Mulamula murni dipakai sebagai obat. Kediri.Selain untuk protein antikanker. pada tahun 1650 tembakau dijumpai di banyak daerah di Nusantara. Bagelen. Palembang. penanaman tembakau mencapai daerah Deli. 53 http://www. Sejarah Rokok di Indonesia Industri tembakau di Indonesia dimulai bersamaan dengan berkuasanya kolonial Belanda di negeri ini.antara. Olahan daun tembakaunya bisa untuk menghentikan luka pendarahan. Padang. penyakit kulit yang sering menyebabkan luka dibagian muka atau penyakit borok di bagian muka lainnya. dan rebusan daun tembakaunya bisa dipakai untuk membinasakan serangga-serangga dan penyakit kulit yang bersifat parasit.co. Kedu.id. B. penyakit-penyakit yang disebabkan kuman virus dan penyakit-penyakit lain semacam ini”. Tegal. ujarnya bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak. Bagelen. Rokok dan Permasalahannya 1. dengan bekerjasama dengan beberapa orang sarjana. Dari abad ke-17 hingga-19. Rembang. borok. Semarang. VOC melakukan penanaman tembakau secara besarbesaran di daerah Kedu. Cirebon. Dimulai dengan penanaman pertama pada tahun 1609. yang sebuah copynya masih tersimpan di perpustakaan Newberry di Chicago. Pada halaman 478 dari buku bausastra ini kita jumpai perkataan Nicotiane dengan batasan sebagai berikut: “ini adalah suatu tanaman pengobat dengan sifat baiknya yang menakjubkan melawan segala macam luka-luka. GSCF.diakses 20 Juni 2009 .53 Tembakau di Tiongkok dikenal lewat orang-orang Filipina. Pada tahun 1573. Biasanya tembakau digunakan untuk menyembuhkan penyakit malaria. Banyumas.

keretek ini dibungkus kelobot atau daun jagung kering. Ia memberitahukan perihal penemuan ini kepada orang-orang dekatnya. tanpa selubung kemasan sama sekali. 43 Ibid. Akan tetapi. penduduk Kudus menyebut rokok temuan Haji Jamahri ini rokok cengkeh. 44 . Haji Jamahri meninggal dunia di Kudus pada tahun 1890 dan dengan demikian lahirnya 54 55 Suryo Sukendro. Tak lama kemudian akhirnya Haji Jamhri membuat industri rokok temuannya itu dalam skala kecil. Pasuruan. kemudian mencampurnya dengan tembakau. jenis rokok ini akhirnya disebut orang rokok keretek. Untuk mengurangi rasa sakit di dadanya itu. penduduk asli kota Kudus. Lumajang. Awal mulanya. Menurut Amen Budiman & Onghokham dalam buku Keretek: Lintasan sejarah dan Artinya Bagi Pembangunan Bangsa dan Negara (1987). (Yogyakarta: Pinus. oleh karena jika dihisap rokok ini menimbulkan bunyi keretek-keretek seperti bunyi daun dibakar sebagai akibat pemakaian rajangan cengkeh untuk campuran tembakau isinya. hal.54 Kisah kretek bermula dari kota Kudus. pantai utara Jawa.55 Awal mulanya. bahkan memamah-mamah cengkeh. bahkan juga di Kalimantan. Hasilnya. Surabaya. ia mengusapkan dada dan pinggangnya dengan minyak cengkeh. Ambon dan Irian. Sulawesi. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dar 10 batang. Awalnya. Akhirnya berita ini cepat sekali tersiar dan menyebar luas hingga permintaan rokok obat temuannya ini pun berdatangan. dan kemudian dibakar ujungnya. Dengan cara menghirup asapnya sampai masuk ke paru-paru. rasa sakitnya kemudian banyak berkurang. 2007). itu telah lama mengidap rasa nyeri di dadanya. ia merasa sakit di dadanya berangsur-angsur sembuh. Malang. Ia lalu merajang cengkeh sampai halus. pembuatan rokok keretek di Indonesia dimulai oleh seorang bernama Haji Jamahri. dan dibungkus dengan daun jagung.Besuki. Filosofi Rokok. hal. Lantas timbul gagasan dari Haji Jamahri untuk memakai rempahrempah itu sebagai obat dengan cara berbeda.

Karena kebutuhan tenaga yang lebih banyak dan efisiensi waktu dan biaya. Namun dalam waktu singkat pemasarannya meluas hingga merambah berbagai daerah di pulau jawa. namun kemudian dilakukan pula oleh para pengusaha etnis Tionghoa. perdagangan rokok keretek hanya terbatas di Kudus dan daerah sekitarnya. mencoba trik baru . Pada tahun-tahun pertama kelahirannya. Selanjutnya muncul juga di Bogor. Industri rokok kawung muncul pertama kalinya di Bandung pada tahun 1905 oleh seorang pengusaha Tionghoa. dan Batavia (Jakarta). di Kudus mucul papiersigaretten (sigaret keretek). Karena banyaknya kegagalan industri rokok di Jawa Barat yang menjual produk rokok keretek. Purwakarta. kabupaten Kuningan. akhirnya meletuslah kerusuhan hebat di Kudus pada 31 Oktober 1918 yang mengakibatkan banyak jatuh korban dan terbakarnya beberapa rumah dan beberapa pabrik rokok. Perkembangan Industri Rokok di Daerah Lain a. Karena terjadi persaingan tidak sehat antara pengusaha pribumi dan tionghoa. Jawa Barat Pasaran rokok di Jawa Barat awal mulanya lebih didominasi oleh rokok kawung. maka digunakan sistem usaha rumah tangga yang memungkinkan orang yang dari desa yang jauh dari kota Kudus bisa ikut proses produksi. Garut. Sukabumi. Pada tahun-tahun pertama. seluruh perusahaan rokok keretek yang ada di Kudus dikelola oleh para pribumi. Pada awal mulanya. Tasikmalaya. industri rokok keretek di Kudus memakai tenaga pelinting rokok dari daerah di sekitar kota Kudus saja. yakni rokok keretek yang dibuat dengan menggunakan alat pelinting dan bahan pembungkus dari kertas. yaitu rokok yang pembungkusnya dari daun pohon kawung yang dikalangan orang Jawa dikenal dengan nama pohon aren. Kemudian tercatat perusahaan rokok jenis sigaret keretek terkenal di luar Kudus yaitu perusahaan rokok Mari Kangen di Sala dan disusul perusahaan rokok Sampoerna di Surabaya. seorang pengusaha rokok di daerah Cilimus.industri keretek di Kudus (juga pertama kalinya di indonesia) telah terjadi antara tahun 1870 sampai tahun 1880. Pada tahun 1928.

hal. Pada tahun 1930 muncul di karasidenan Pekalongan. kayu manis. 53 Ibid. kemuskus. meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan. kelabat. tegari. Kediri dan Tulungagung. adas.56 Rokok jenis kawung meredup ketika rokok keretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada tahun 1930-an. Jawa Timur Di Jawa Timur. juga di Demak. seorang mantra Keraton Solo bernama Mas Ngabehi Irodiko membuat rokok dengan menambahkan bahan campuran ke dalam tembakau. Rokok jenis ini kemudian terkenal dengan nama rokok diko. waron. Pada tahun 1927 mucul industri rokok di kota Semarang. dupa. seperti Pati dan karesidenan Rembang. Di daerah Temanggung muncul pula jenis rokok yang lebih tua usianya dari rokok kelembak dan dinamai rokok Kedu yang isinya terdiri dari tembakau Kedu. meyosi. Industri rokok di Kediri baru lahir pada 56 57 Ibid. Di karesidenan Banyumas. tanpa menggunakan campuran apapun. untuk pertama kalinya terjadi pemungutan cukai tembakau yang memicu tumbuhnya beberapa perusahaan rokok kecil di karesidenan Jepara dan Rembang. kemenyan. Pada tahun 1890.57 c.dengan membuat rokok keretek (tembakau campur cengkeh) namun dengan pembungkus daun kawung. Pada tahun 1933. pulasari. hal. Jawa Tengah Perkembangan industri rokok selanjutnya mulai merambah di daerah lainnya. pucuk. yang oleh masyarakat Jawa diberi nama wur atau uwur. Industri rokok jenis ini kemudian muncul di Keraton Solo dan menyusul pula di Keraton Yogyakarta. cendana. ganti.51 . rokok klembak merupakan jenis rokok favorit dan industrinya mucul pada tahun 1925 di Gombong. pusat industri rokok waktu itu adalah di segi tiga Blitar. Campuran ini terdiri dari kelembak. b. sesuai nama penemunya. dan lain-lain.

di Blitar pada tahun 1909. pembuatan rokok dalam kerajinan rumah tangga telah ada sejak tahun 1900. Pada tahun 1990 cukai rokok Indonesia Rp 2.9 triliun (Mangku Sitepoe. Pada tahun 1989 pemasukan negara dari cukai rokok sebesar Rp 1. Industri Rokok dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Pemasukan Negara dari industri rokok dapat berupa pajak dan cukai. yaitu pada tahun 1928. Industri rokok di Jawa Timur mulai menunjukkan giginya pada tahun 1928 dan tahun 1929. Di karesidenan Surabaya. 2. Tercatat PT. Pada tahun 1914 sudah ada pabrik besar milik orang tionghoa.tahun 1911. Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1931 yang pertama memakai mesin pada tahun 1968. Namun untuk kelas pabrik dengan tenaga buruh barulah lama setelah itu. 58 Ibid. Gudang Garam. Sedangkan tahun 1998 pendapatan meningkat menjadi Rp 6. Djarum. HM Sampoerna. 2000). tapi secara hasil produksi malah mengalami kenaikan. namun setelahnya mengalami penurunan tajam dalam jumlah perusahaan. PT. dan di Tulungagung baru pada tahun 1922. Djamboe Bol. begitu juga dengan PT.58 Industri rokok di karasidenan Malang mengalami puncak-puncaknya pada tahun 1933. namun untuk pembuatan sigaret keretek. Ini akibat dari menurunnya mutu rokok keretek buatan Kudus akibat dari kenaikan harga cengkeh sehingga pengusaha rokok keretek di Kudus dengan sengaja mengurangi mutu dan bahan bakunya. Tonggak perkembangan rokok keretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. hal. Kediri dan PT. dan pada tahun 1910 muncul industri rokok yang dimulai dari kelas rumah tangga dengan nama PT.6 triliun. 52 . Di daerah Sidoarjo muncul pada tahun 1924 dan Mojokerto pada tahun 1927. mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. HM Sampoerna tidak mau ketinggalan.3 triliun. Nojorono dan Sukun di Kudus.

2007). seperti toko. Filosofi Rokok.Di tahun 2001 cukai rokok naik 30% melalui keputusan Menkeu Nomor 597/KMK. hal. Pada era pasca perang kemerdekaan di mana keadaan ekonomi sangat buruk hingga pada tahun 1950 pemerintah Indonesia mengadakan devaluasi. Ini masih pula ditambah dengan orang yang menggantungkan hidup dari distribusi rokok langsung ke konsumen. industri rokok keretek merupakan sumber pendapatan yang sangat penting artinya. 23 Oktober 2002). seperti jasa angkutan dan distrbusi. Belum lagi instansi dan perusahaan (di luar perusahaan rokok) yang berhubungan dengan kinerja mereka. 2003). Net. hingga para pengecer rokok asongan. Dalam Subangun (1993: XXVI) tercatat pada tahun 1991 saja perusahaan rokok di Indonesia telah mempekerjakan sekitar 148 ribu orang karyawan. (Yogyakarta: Pinus. (Surakarta: Setia Aji./7 Juni 2007). (Sumber: Suara Surabaya. Suryo Sukendro. S. warung-warung. 60 hal. Pada tahun 2006 tenaga kerja dari hulu sampai ke hilir mencapai sekitar 10 juta tenaga kerja. Tak terhitung berapa banyak sumbangan finansial yang masuk ke kas Negara dari bisnis yang satu ini. Upaya Menuju Generasi Tanpa Rokok.60 2) Cukai tembakau sebagai pemasukan kas Negara Cukai tembakau dikenal di Indonesia sejak tahun 1933 dan merupakan tiang penyangga kas pemerintah Hindia-Belanda pada waktu itu. Dari tahun itu hingga tahun-tahun 59 Umi Istiqomah. Bidang Ekonomi 1) Lapangan pekerjaan yang besar Sejarah mencatat pada tahun 1938 saja perusahaan rokok cap Bal Tiga milik Nitisemito mampu menyerap 10. a. 71 60 .000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari.59 Bagi pemerintah. cukai tembakau punya andil besar dalam mempertahankan kelangsungan perekonomian pemerintah Indonesia.04/2001 tanggal 23 November 2001 yang berlaku mulai 1 Desember 2001 (Jawa Pos.Sos.

4% berarti pemerintah bisa menerima 48. Dalam Subangun (1993: XXVII) cukai tembakau mencapai 2. pada tahun 2003. Itu masih ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) sebesar 8.00. volume produksi rokok naik menjadi 203.1 juta US$ atau sekitar 176.17 triliun. dalam ketentuan cukai dari Menkeu No 449/KMK. Dilansir dari Kompas Cyber Media.1 triliun rupiah yang ternyata memiliki proporsi lebih dari 90% dari total masuk cukai yang masuk ke kas Negara.000. Pada tahun 1962 menjadi Rp 920.30 triliun.050.70% dari jumlah pemasukan berbagai macam pajak dan bea di tanah air. Pada tahun 2004. Sedang pada tahun 2005 menjadi 220 miliar batang dengan realisasi cukai rokok Rp 32. Bisa dibayangkan berapa banyak bidang yang bisa didanai pemerintah dari pemasukan cukai tembakau itu.000. 61 .00 yang merupakan 21.selanjutnya.1 miliar rupiah (dalam kurs mata uang dolar pada waktu itu).04/2002 disebutkan. 61 Ibid. Dalam Budiman (1987.61 Informasi terakhir dari Departemen Keuangan RI. penerimaan cukai pada tahun 2007 ditargetkan Rp 42 triliun atau meningkat dibandingkan pada tahun 2006 yang sebesar Rp 38. tarif cukai jenis rokok keretek mesin dan rokok putih adalah 26 sampai 40% dari harga jual eceran dan tarif cukai rokok keretek tangan adalah 4-22%.33 miliar batang dengan penerimaan cukai Rp 26. disebutkan jika devisa ekspor yang disetorkan industri rokok nasional tahun 1991 mencapai 88.920. 20 November tahun 2006. Perlu diketahui. volume produksi rokok sebesar 192. bahkan melesat terus diikuti bertambahnya jumlah produksi. hal: 179) tercatat pada tahun 1951 pemasukan cukai tembakau sebesar Rp 46. pemasukan cukai tembakau terus beranjak naik.4% dari hasil penjualan rokok. hal.6 triliun. 3) Devisa ekspor Dalam Subangun (1993:XVII).4 triliun.87 miliar batang dengan penerimaan cukai Rp 29.

adapun tembakau tingkat menengah atau kelas A sampai D antara Rp 30. devisa ekspor yang disetorkan industri rokok nasional pada tahun 2006 sejumlah 1.000-Rp 70. Tak sedikit beasiswa ataupun bantuan belajar yang diberikan oleh perusahaan rokok kepada pelajar berprestasi ataupun yang tak mampu hingga mereka bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.9 miliar rupiah. Bidang Pendidikan Perusahaan-perusahaan rokok terbesar di Indonesia menyediakan sejumlah anggaran tertentu untuk penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.000-Rp 30. 63 . Kesemuanya itu adalah angka yang cukup signifikan bagi biaya pembangunan Indonesia.9 triliun. 4) Tingkat kesejahteraan petani Pengusaha perkebunan tembakau juga memberikan kemungkinan cukup tinggi bagi peningkatan kehidupan ekonomi dan kesejahteraan para petani. Banyaknya penelitian dan pengembangan dalam iptek yang disponsori dan didanai oleh beberapa perusahaan rokok besar di Indonesia. baik industri rokok maupun para eksportir tembakau. sekalipun kesemuanya itu masih tergantung pada perkembangan harga yang diterima petani dari konsumennya.Sedangkan pajak tak langsung yang disetorkan industri rokok nasional pada tahun 1989 saja mencapai 1. hal. Dari data Depperind. seni dan budaya.000 per kilogram.000 per kilogram untuk kualitas terbaik (kelas I).62 62 Ibid. untuk kualitas menengah Rp 25.000 dan Rp 40. Sementara itu.000 per kilogram. b. Pada tahun 2006 naik menjadi Rp 300. Data dari Depperind.000 per kilogram. harga tembakau kualitas terbaik pada tahun 2004 hingga tahun 2005 masih sekitar Rp 60.

maka kebiasaan itu mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru di seluruh Negara itu. hal. anak-anak dari orang tua perokok dan orang dewasa bukan perokok yang berada dalam lingkungan perokok.63 Dunia kesehatan menyatakan bahwa kebiasaan merokok telah terbukti berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis penyakit dari berbagai alat tubuh manusia. 40% kematian akibat kanker kandung kencing dan 25% kematian akibat penyakit jantung iskemik serta 18% kematian pada stroke. 63 Tjandra Yoga Aditama. Kematian karena kanker paru-paru bisa terjadi pada perokok pasif.c. tenggorokan. 1992). Bidang Sarana dan Prasarana Fisik Perusahaan-perusahaan rokok besar di Indonesia juga menyediakan anggaran dana yang termanifestasikan dalam pembangunan sarana olahraga. penyakit pembuluh darah ulkus peptikum dan lain-lain. emfisema. (Jakarta: UI Press. Para ahli dari WHO menyatakan bahwa di Negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas. Menurut data WHO satu juta orang per tahun di dunia meninggal karena merokok dan 95% diantaranya oleh karena kanker paru-paru. Selain itu adalah kanker mulut. 75% dari akibat kematian bronkitis. 18 . gedung kesenian. bronkitis kronik. pengaspalan jalan. yaitu janin dalam kandungan ibu perokok. seperti kanker paru. pancreas dan kandung kencing. 3. Rokok dan Kesehatan. sampai pembangunan tempat ibadah. d. Penelitian yang dilakukan para ahli memberikan bukti nyata adanya bahaya merokok bagi kesehatan si perokok dan bahkan pada orang disekitarnya. Pengaruh Rokok terhadap Kesehatan Bahaya merokok bagi kesehatan telah dibicarakan dan diakui secara luas. dan berbagai penyakit paru lainnya. Bidang Kesejahteraan Sosial Perusahaan rokok besar di Indonesia menyediakan anggaran dana yang termanifestasikan (sebagai contoh) dalam rehabilitasi Rumah Sakit Umum dan penghijauan kota.

dua peneliti Eropa lainnya juga membagi hubungan antara penyakit dan kebiasaan merokok sebagai berikut: (a) hubungan erat luar biasa mengakibatkan kanker paru. Dari tinjauan medis dan beberapa fakta yang terkait di dalamnya. Hammond dan Horn. kerusakan miokard jantung. Kandungan rokok Menurut ilmu kedoteran. Persoalan apakah di kemudian hari seorang perokok menaruh pikiran lain terhadap persekutuannya bersama dengan sebatang lintingan tembakau kawan setianya itu dikembalikan pada sikap masingmasing individu (personal).Satu-satunya penyakit yang menunjukkan asosiasi negatif dengan kebiasaan merokok adalah kematian akibat penyakit Parkinson. emfisema. Adapun bukti-bukti yang menunjukkan bahwa rokok merusak kesehatan adalah: a. bronkitis kronik. (b) hubungan sangat erat mengakibatkan pneumonia. thrombosis pembuluh darah otak. kanker tenggorok. pneumonia. dan ulkus peptikum. Nikotin dijumpai secara alami di dalam batang dan daun tembakau yang mengandung nikotin paling tinggi. setidaknya ini akan memberikan sejumlah gambaran bagi kaum perokok perihal persekutuannya bersama sesuatu benda yang menjadi kawan setia kemanapun serta. (b) mungkin seluruhnya atau sebagian disebabkan oleh merokok yaitu penyakit jantung iskemik. ulkus peptikum. aneurisma aorta. aneurisma/pelebaran aorta. kanker saluran nafas lainnya. tar. Doll dan Hill. diantaranya nikotin. atau sebanyak 5% dari berat tembakau. kanker kerongkongan. ulkus duodenum. karbon monoksida dan hydrogen sianida. (c) hubungan erat dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (d) hubungan sedang mengakibatkan penyakit pembuluh darah otak. rokok mengandung lebih kurang 4000 bahan kimia. hernia dan kanker kandung kemih. kanker kerongkongan. arteriosklerosis. dua orang peneliti terkenal dari Inggris membagi hubungan antara penyakit dan kebiasaan merokok sebagai berikut: (a) yang disebabkan oleh merokok yaitu kanker paru. Nikotin merupakan racun saraf manjur (potent nerve poison) dan digunakan .

juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur 100-400 derajat celcius. digunakan sebagai obat malaria. dan CO. Selain reaksi kimia. Nikotin dapat merangsang dan meningkatkan aktivitas. Benzodiazepine adalah sejenis obat tidur yang berdosis sangat tinggi. namun pengaruh obat ini akan berkurang jika si peminum obat tersebut adalah perokok. kentang dan lada hijau. Teofilin sebagai obat pereda sesak nafas. Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen yang membentuk senyawa-senyawa seperti CO2. namun dengan banyaknya nikotin di dalam tubuh akan mempercepat penyingkiran obat kuinin tersebut dari tubuh. kertas. disebabkan oleh nikotin. yang menurut hasil penelitian. nikotin juga ditemui di dalam tumbuhan family Solanaceae termasuk tomat. kadang antibiotik tersebut gagal memberi kesan yang diharapkan. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800 derajat Celcius. elemen Nitrogen (N). Namun di sisi lain. H2O. misalnya: antibiotik yang digunakan sebagai obat penangkal terhadap kuman. Pada suhu rendah. NOx. Proses kimiawi Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. bahan ini bertindak sebagai perangsang dan adalah salah satu sebab utama mengapa merokok digemari dan dijadikan sebagai tabiat. elemen Hidrogen (H). Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi). nikotin adalah racun yang dapat menangkal dan menghilangkan pengaruh berbagai macam obat. . kewaspadaan atau refleksi. elemen Sulfur (S) dan elemen-elemen lain yang berjumlah kecil. b. kecerdasan serta daya ingat. terung ungu. elemen Oksigen (O). Selain tembakau. Kuinin.sebagai racun serangga. pada sebagian besar perokok akan lebih cepat menyingkirkan teofilin dibanding pasien yang tidak merokok. zat perasa yang dapat dibentuk oleh elemen Karbon (C). Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok.

Ammonia yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai pembersih lantai. 38 . 5. 8.64 C. 10. 9. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan mengiritasi paru-paru. menurut mereka. Arsenic yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai racun tikus putih. 4. Pandangan yang membolehkan Golongan yang memperbolehkan merokok ini berpegang pada kaidah bahwa asal segala sesuatu itu boleh. berarti hilangnya akal tetapi badan masih dapat bergerak. Ghufron Maba. 6. Kandungan racun pada rokok Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahanbahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Iskar (memabukkan). Acatona yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai penghapus cat. 7. 2. 3. Ternyata Rokok Haram. Karbon monoksida adalah gas yang terdapat pada asap rokok yang mengikat hemoglobin dalam darah. Methanol yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan bakar roket. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi sistem syaraf dan peredaran darah karena darah lebih mudah membeku serta merusak jaringan otak dan mengeraskan dinding arteri. (Surabaya: PT Java Pustaka) 2008.H. Kandungan racun pada rokok itu antara lain: 1. sehingga membuat darah tidak mampu mengikat gas oksigen yang sangat diperlukan sel-sel tubuh dalam proses respirasi. Hydrogen Cyanide yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai racun untuk hukuman mati.c. hal. Rokok dalam pandangan ilmuwan muslim 1. sedangkan anggapan bahwa rokok itu memabukkan atau menjadikan lemah itu tidak benar. Toluene yaitu bahan kimia yang digunakan sebagagai bahan pelarut industri. Butane yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan bakar korek api. dan takhdir ialah hilangnya akal disertai keadaan badan yang lemah atau 64  K.

65 Syekh Musthafa As Suyuthi Ar Rabbani. tetapi hal ini tidak menjadikan haram. namun ada juga sebagian ulama yang membolehkan. Memang benar orang yang tidak biasa merokok akan merasakan mual bila ia pertama kali melakukannya. Inilah pendapat Al-Allamah Syekh Abdul Ghani AnNabilisi. ulama dari madzhab Hanafi. pensyarah kitab Ghayatul Muntaha fi Fiqhil Hanabilah berkata: “Setiap orang yang mengerti dan ahli tahqiq.827 . Seandainya beliau mengetahui bahaya yang ditimbulkannya seperti yang tampak pada hari ini. hal. Anda keliru menyangka salah 65 Yusuf Qardhawi. tidak perlu dipersalahkan.” Inilah pendapat yang dikemukakan Syekh Mushthafa yang didasarkan pada kenyataan yang terjadi pada zaman beliau. apabila sekarang ia ditanya tentang hukum merokok setelah rokok dikenal banyak orang serta banyaknya anggapan yang mengatakan bahwa rokok dapat membahayakan akal dan badan nicaya ia akan memperbolehkannya. Sebab asal segala sesuatu yang tidak membahayakan dan tidak ada nash yang mengharamkannya adalah halal dan mubah. 1995). Dalam kitab tersebut beliau menyatakan bahwa keterangan mengenai halalnya rokok adalah benar. Diantaranya adalah Imam Abdul Ghani An-Nabilisi. Para muhaqqiq yang telah sepakat berhukum kepada akal dan pendapat tanpa sandaran syara adalah batal. sehingga ada dalil syara yang mengharamkannya. Meski banyak ulama yang tegas menyatakan bahwa rokok hukumnya haram. Jika orang menganggap merokok sebagai perbuatan israf. yang mengerti tentang pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya. maka hal ini tidak hanya terdapat pada rokok. Beliau menyatakan: “Wahai umat Muhammad yang berilmu dan mengamalkannya. niscaya dengan penuh keyakinan beliau akan mengubah pendapatnya. yang mau bersikap obyektif. (Jakarta: Gema Insani Press.loyo. Sedangkan kedua hal ini tidak terjadi pada orang yang merokok. Ulasannya mengenai hukum rokok dapat dilihat dalam karya monumentalnya Ash-Shulh Baina al-Ikhwan Fi Hukmi Ibahah Syarb ad-Dukhon. lalu menyangka bahwa rokok itu haram. Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid 1.

namun setelah dijemur ia menjadi boleh dikonsumsi. Syaikh Al-Babili adalah salah satu tokoh yang juga tak kalah provoaktifnya menfatwakan halalnya mengkonsumsi rokok. dan zatnya pun sama sekali tidak haram”. Sebab. Namun. Maka berfatwalah berdasar dua sifat yang dikandungnya itu. Katakan bahwa merokok bisa jadi suatu kejahatan disamping juga ibadah. pada bab tentang Muhammad Yunus BS. pernyataan tidak pernah bohong. Pandangan yang mengharamkan Hukum rokok masih diwarnai perdebatan panjang semenjak dahulu. hal.pernyataanku.67 2. Pada mulanya rokok memang berbahaya. demikian pernyataan beliau yang pernah dikutip Syaikh Al-Barmawi. 2009). Eksperimen adakalanya penuh dengan kebodohan dan kesalahan. Anda mengharamkan rokok tidak pernah dilandasi ilmu dan tidak pernah pula dengan esksperimen yang benar. Mereka yang hanya menganggap jelek pada rokok dan mengharamkannya adalah suatu penipuan besar. hal. bahwa rokok bisa memberi kehangatan pada badan meski juga bisa membahayakan akal. bahwa yang dimaksud tidak haram (halal) di sini adalah bagi pengkonsumsi yang tidak mengalami dampak buruk (mudharat) dari rokok tersebut.”66 Ulama lainnya adalah Imam Ali Asy-Syabramalisi dan Sultan AlHalabi. lebih jauh beliau menjelaskan. Bukankah dikatakan. penjelasan keduanya lebih jelas dan lebih logis dibanding ulama-ulama lainnya. Dan diantara ulama yang ikut mengharamkan rokok yaitu: a. dua ulama tersebut juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda dengan ulama-ulama lainnya yang menghalalkan rokok. “merokok itu hukumnya halal. Berdasarkan keterangan Abdul Ghani An-Nabilisi. 61 67 Ibid. As-Syihab al-Qulyubi Dalam khasyiahnya atas kitab al-jalal al-mahalli karya Imam Jamal (syarah kitab al-Minhaj karya imam An-Nawawi). 63 66 . Ada yang mengharamkan namun adapula yang membolehkan. Kitab Rokok Nikmat&Mudharat yang Menghalalkan atau Mengharamkan (Yogyakarta: CV Kutub Wacana. Bahkan lanjutnya.

Sesuatu yang cair itu. 51 . ia menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan ulama telah dibuat suatu ketetapan hukum bahwa rokok termasuk bahan konsumsi yang diharamkan karena dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap kesehatan badan. Dalam kitabnya yang berjudul tabshirah al-ikhwan. Melemahkan urat syaraf. diantara sesuatu yang dapat membius dan merusak akal itu adalah rokok. buah pala. pada bab pembahasan mengenai dampak negaif yang ditimbulkan tembakau atau rokok. minyak ambar dan zakfaron.68 68 69 Ibid. hal. Lebih jauh Al-Laqani menyatakan: Imam At-Tarabisy adalah termasuk orang yang sependapat dengan Al-Ajhuri. bahkan dapat memusingkan kepala. Ibrahim Al-Laqani Mengutip dari pendapat Imam Al-Jamal dalam hasyiah kitab AlMinhaj. 50 Ibid.69 dikonsumsi karena pengaruhnya yang dapat merusak akal. b.najis ia menyatakan bahwa setiap sesuatu memabukkan mesti bersifat cair. Rokok bisa merusak pertahanan tubuh dan mendatangkan penyakit yang sangat berbahaya. termasuk bahan-bahan ekstasi atau pembius dan hal-hal lainnya yang dapat merusak akal. Bahan-bahan tersebut pada dasarnya suci meski haram untuk Menurut sebagian ulama. serta bahan-bahan lainnya yang dapat mempengaruhi dan merusak akal. merusak pori-pori. seperti khamar dan yang sebangsanya. Akan halnya segala sesuatu yang memiliki kadar pengaruh yang sama dengan rokok juga haram untuk dikonsumsi. hal. Al-Laqani menyatakan bahwa diantara bahan-bahan yang dapat membius itu adalah ganja.

pidana. 1 . dan Qiyas. bahwa dalil-dalil yang dijadikan dasar hukum syar’iyyah mengenai perbuatan manusia kembali kepada empat sumber. As Sunnah merupakan penjelas dan penyempurnaan terhadap Al-Qur’an. (Semarang: Toha Putra Group. dan hikmah (filsafat) pembentukannya. dan pokok-pokok 70 Prof. Aspek Metode Istinbath Hukum Sebagaimana telah disepakati oleh ulama. akan tetapi syari’at telah menegakkan dalil dan mendirikan tanda-tanda bagi hukum itu. Sedangkan asas dalil-dalil ini dan sumber syari’at Islam yang pertama adalah Al-Qur’an kemudian As Sunnah yang menafsirkan terhadap kemujmalan Al-Qur’an. dan sebagian lagi belum dijelaskan oleh nash dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. baik yang diambil dari nash dalam berbagai kasus yang ada nashnya. Ijma. yaitu: Al-Qur’an. baik berupa ibadah. bahwa segala ucapan dan perbuatan yang timbul dari manusia.70 Berdasarkan penelitian diperoleh ketetapan di kalangan ulama. atau pembelanjaan. Abdul Wahhab Khallaf. 1994). muamalah. Dari kumpulan hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan ucapan dan perbuatan yang timbul dari manusia. As Sunnah. oleh ulama Ushul diambil berdasarkan penelitian terhadap hukum-hukum syara. maupun yang diistimbatkan dari berbagai dalil syar’i lainnya dalam kasus-kasus yang tidak ada nashnya. Hukum-hukum ini sebagian telah dijelaskan oleh berbagai nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Diantara nash-nash itu pula ada yang menetapkan dasar-dasar pembentukan hukum secara umum. Ilmu Ushul Fiqh. meskipun mereka berlainan mazhab. hal. mengkhususkan keumumannya. terbentuklah fiqh. dimana dengan perantaraan dalil dan tanda itu seorang mujtahid mampu mencapai hukum itu dan menjelaskannya. perdata. dan membatasi kemutlakannya. atau berbagai macam perjanjian.BAB IV FATWA MUI TENTANG ROKOK MENURUT HUKUM ISLAM A. illat-illatnya. Kaidah-kaidah pembentukan hukum Islam ini. maka semua itu mempunyai hukum di dalam syariat Islam.

Jadi setiap hukum syara tidak ada tujuan kecuali salah satu dari tiga unsur tersebut. maka wajib pula memelihara dasar-dasar dan pokok-pokok itu dalam hal yang tidak ada nashnya. dan dapat mengkompromikan nash-nash itu. Seperti juga halnya wajib memelihara dasar-dasar dan pokok-pokok itu dalam mengistimbath hukum dari nashnashnya. dan dapat mengantarkan kepada merealisir kemaslahatan manusia serta menegakkan keadilan di antara mereka.pembentukannya secara keseluruhan. Dan menjelaskan juga tingkatantingkatan hukum menurut tujuannya. juga Tahsiniyah tidak berarti dipelihara jika dalam pemeliharaan salah satunya terdapat kerusakan bagi Dharuriyah. Kaidah-kaidah Hukum Islam. Tahsiniyah tidak berarti dipelihara jika dalam pemeliharaannya itu terdapat kerusakan bagi Hajiyah. maka yang dapat menghilangkan kontradiksi ini. Dan kerena sebagian nash itu terkadang lahirnya saling kontradiksi. Mengetahui tujuan umum syari’ dalam pembentukan hukumnya adalah termasuk sesuatu yang amat penting untuk dijadikan alat penolong mengetahui dengan jelas nash-nash pembentukan hukum itu. yaitu merealisir kemaslahatan manusia dengan menjamin kebutuhan pokoknya dan memenuhi kebutuhan sekunder serta kebutuhan pelengkap mereka. 71 Prof. Kaedah pertama ini menjelaskan tujuan umum Syari’ dalam pembentukan hukum syara.71 Tujuan Syar’i dalam pembentukan hukumnya. hal. adalah memperhatikan tujuan Syari’. dimana dari tiga unsur tersebut dapat terbukti kemaslahatan manusia. Abdul Wahhab Khallaf. atau menguatkan salah satunya. (Jakarta: CV Rajawali. Dan karena kebanyakan peristiwa yang timbul itu terkadang tidak dijangkau oleh ungkapan nash. maka yang dapat menguatkan salah satu di antara beberapa segi ini ialah memperhatikan tujuan Syari’. Dan Hajiyah. Karena isyarat lafal dan ungkapan pada makna itu terkandung mengandung beberapa segi. supaya pembentukan hukum itu dapat merealisir apa yang menjadi tujuan pembentukan hukum itu. Di samping itu juga untuk mengistimbath hukum dalam peristiwa yang tidak ada nashnya. Baik hukum itu bersifat taklifi (pembebanan yang wajib) atau wadhi’i (positif buat manusia). 329 . Dan untuk menerapkan nash-nash itu terhadap berbagai peristiwa. 1989).

Catatan-catatan yang bersifat penafsiran dan semua pembahasan serta penelitian yang terjadi di tengah-tengah menghadirkan undang-undang dan melaksanakannya adalah bantuan penguasa hukum untuk memahami undang-undang dan menerapkannya bersama teksnya. dan pengertiannya. hajiyah dan tahsiniyah mereka telah terpenuhi. hajiyah dan tahsiniyah itu. dia tidak mensyariatkan hukum 72 Ibid. Kaidah ushuliyyah itu: Bahwa tujuan umum Syari’ dalam mensyariatkan hukum. hal. nash-nash hukum Syara itu tidak dapat dimengerti menurut jalannya yang benar kecuali apabila telah diketahui tujuan Syari’ dalam mensyariatkan hukum-hukum itu.Sedangkan mengetahui hukum peristiwa itu dengan dalil syara apa saja. hajiyah dan tahsiniyah dengan tanpa mensyariatkan hukum untuk merealisir dan memelihara dharuriyah. Dia tidak akan membiarkan dharuriyah. Seorang ahli hukum (syari’) yang muslim. Dia juga tidak mensyariatkan hukum kecuali untuk mewujudkan atau memelihara salah satu di antara tiga hal itu. jiwanya. Begitu juga. ialah merealisir kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini. Juga telah diketahui bagian-bagian peristiwa yang lantaran itu diturunkanlah hukum-hukum yang ada di dalam al-Qur’an. Baik berupa ucapan atau perbuatan. para penguasa hukum di pemerintahan sekarang. dan melenyapkan bahaya dari mereka. Karena kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini terdiri dari beberapa hal yang bersifat dharuriyah (kebutuhan pokok) hajiyah (kebutuhan sekunder) dan tahsiniyah (kebutuhan pelengkap). sangat diperlukan. berarti telah nyata kemaslahatan mereka. Maka jika dharuriyah. hajiyah dan tahsiniyah bagi perorangan dan masyarakat. menarik keuntungan untuk mereka. meletakkan catatan-catatan yang berupa penafsiran yang dapat menjelaskan tujuan pembuatan undang-undang secara umum.72 Karena itu. tentunya mensyariatkan hukum dalam berbagai sektor kegiatan manusia untuk merealisir pokok-pokok dharuriyah. atau yang dengan itu datanglah as-Sunnah. 330 . Dan dapat menjelaskan tujuan khusus dari setiap pasalnya. Jadi. Maka yang dapat memberi petunjuk dalam menentukan dalil ini (umpamanya) adalah mengetahui tujuan Syari’.

Karena setiap individu atau masyarakat itu. hal. hal-hal yang memberi jaminan kemaslahatannya. yaitu sesuatu yang menjadi pokok kebutuhan kehidupan manusia. berarti telah terlaksana keperluan (maslahat) manusia dalam soal papannya. Demikian pula dalam hal pangan dan sandangnya. dan wajib adanya untuk menegakkan 73 Ibid. sekunder. Kebutuhan sekunder. ialah hasil research terhadap hukum-hukum syara yang bersifat keseluruhan (global) dan bagianbagian dalam berbagai peristiwa. adalah tempat yang dapat melindungi dari terik matahari. Contoh: keperluan pokok bagi tempat tinggal manusia. Kebutuhannya itu telah terbukti nyata.kecuali untuk merealisir kemaslahatan manusia. sekunder.73 Adapun bukti bahwa kemaslahatan manusia itu tidak melampaui tiga hal tersebut. dan pelengkap. Juga hasil research terhadap beberapa illat (alasan) dan filsafat pembentukan hukum yang boleh Syari’ dibarengi dengan berbagai hukum. Dan dia tidak membiarkan maslahatan yang dikehendaki oleh kondisi manusia dengan tidak mensyariatkan hukum demi maslahat itu. dan cekaman kedinginan. dan pelengkap) dan memeliharanya. Apabila telah terpenuhi bagi individu-individunya. 331 . sekalipun terjadi di gunung. Adapun dalil bahwa setiap hukum Islam itu hanya disyariatkan untuk mewujudkan salah satu di antara tiga faktor tersebut diatas (yakni kebutuhan primer. kepentingannya terdiri dari hal-hal yang bersifat primer. ialah perasaan dan kenyataan. dan pelengkapnya. sekunder. halhal yang memberi jaminan akan wujud dan terpeliharanya kebutuhan pokok. Adapun hal yang besifat dharuri. Sedangkan kebutuhan pelengkap yaitu apabila tempat tinggal itu diperindah dan dilengkapi dengan perkakas serta sarana-sarana peristirahatan. yaitu apabila tempat tinggal itu memberi kenyamanan untuk ditempati. Apabila tempat tinggal itu telah terpenuhi dengan semua itu. Lantaran telah terpenuhinya tiga faktor itu padanya begitu pula dengan masyarakat. seperti jika tempat tinggal itu mempunyai jendela yang bisa dibuka dan ditutup menurut kebutuhan. berarti telah terpenuhi bagi mereka. Juga hal yang menyangkut keperluan hidupnya.

tradisi yang baik dan segala tujuan perikehidupan manusia menurut jalan yang paling baik. kehormatan dan harta. Juga tidak ditimpa kepayahan seperti ketika tidak adanya hal yang bersifat hajiyah. adalah merupakan kepentingan yang bersifat primer bagi manusia. hal. seperti yang dilakukan Abu Hanifah dalam kegiatan pengkajiannya ketika 74 Ibid. dan kepayahan-kepayahan dalam mengarungi kehidupan. jiwa.74 Sedangkan yang bersifar haji (sekunder). Serta terjadilah kehancuran dan kerusakan bagi mereka. Juga untuk menanggulangi kesulitan-kesulitan beban yang harus dipikul. Hanya saja manusia akan menerima kepayahan dan kesulitan. Hal-hal yang bersifat primer bagi manusia dalam pengertian ini berpangkal kepada memelihara lima perkara: agama. Seperti jika kebutuhan dharuriyah tidak dapat terpenuhi. Faktor-faktor luar bagi manusia dalam pengertian ini berpangkal kepada tujuan menghilangkan kepayahan mereka. dan tidak akan tegak kemaslahatan-kemaslahatan mereka. Apabila hal itu tidak terpenuhi. Apabila tanpa adanya sesuatu itu. baik karena ada pertanyaan/persoalan atau tidak. dan jalan-jalan menempuh kehidupan. Sebab ijtihad adalah kegiatan istinbath hukum. akal. Memberi fatwa lebih khusus dibanding ijtihad. Jadi memelihara salah satu di antara lima perkara itu. serta berperilaku menurut jalan yang lurus.kemaslahatan bagi manusia itu (primer). tidak berarti dapat merusak keharmonisan kehidupan manusia dan tidak akan ditimpa oleh kehancuran. maka akan terganggu keharmonisan kehidupan manusia. tidak berarti merusak keharmonisan kehidupan manusia seperti ketika tidak adanya hal yang bersifat dharuriyah. yaitu sesuatu yang di tuntut oleh norma dan tatanan hidup. ialah sesuatu yang diperlukan oleh manusia dengan maksud untuk membuat ringan dan lapang. Apabila hal itu tidak ada. Hanya saja kehidupan mereka bertentangan dengan akal sehat dan naluri yang suci. meringankan dalam menanggulangi kesulitan-kesulitan beban hidup. Hal-hal yang bersifat membuat elok manusia (tahsini) dalam pengertian ini adalah berpangkal kepada akhlak mulia. Dan mudahlah bagi mereka menempuh caracara pergaulan. Dan Tahsini. pergantian. 333 .

sehingga tidak membuat agama Allah menjadi bahan tertawaan dan permainan. Ketiga. nampaknya Imam Ahmad bin Hanbal memperhatikan psikologi (kesiapan jiwa) mufti. memiliki ilmu yang cukup. sebagaimana halnya ia harus mempunyai kemampuan melihat pengaruh/dampak fatwanya serta tersebarnya fatwa tersebut di tengah masyarakat. yaitu: “Seseorang seyogianya tidak mengeluarkan fatwa sebelum memenuhi lima hal: Pertama. dan berhasil menelorkan kewajiban-kewajiban yang banyak . maka ia akan dilecehkan dan menjadi bahan gunjingan orang. harus memenuhi pula beberapa persyaratan yang lain. kerabatnya. dan seorang ahli fiqh berusaha mengetahui hukumnya. Fatwa yang baik dari seorang mujtahid. wibawa dan ketenangan. Diceritakan dari Imam Ahmad bin Hanbal. Sedangkan ifta hanya dilakukan ketika ada kejadian nyata.mencoba meneliti persoalan-persoalan furu yang beraneka ragam. bertindak atas dasar ilmu. dan untuk diketahui kelayakan illat-illat tersebut guna menyusun kerangka qiyas. mengetahui kondisi sosiologis masyarakat. bahwa ia mengemukakan beberapa syarat bagi mufti. mempelajari psikologi peminta fatwa dan masyarakat lingkungannya. memasang niat. Kelima. ” Dari keterangan tersebut. Oleh karena itu. kegiatan itu dilakukan untuk menguji qiyas-qiyas yang illatnya akan dipakai beristinbath. para ulama sangat memperketat persyaratan mufti. Kedua. Jika ia melihat tidak akan membawa dampak buruk. di samping harus memenuhi semua persyaratan ijtihad. Jika ia melihat akan berpengaruh buruk. yaitu mengetahui secara persis kasus yang diminta fatwanya. Sebab jika tidak didukung dengan ilmu yang memadai. maka silahkan ia berbicara (berfatwa). maka ia serta ucapannya tidak mendapat nur (pencerahan). penuh santun. dari segi positif dan negatifnya. mempunyai kekuatan untuk menghadapi dan mengetahui persoalan yang akan dikeluarkan fatwanya. serta kehormatan masyarakat. Jika tidak disertai niat. maka ia harus menahan diri dari mengeluarkan fatwa. Keempat. . agar dapat diketahui dampak dari pada fatwa tersebut.

sebagaimana dikatakan oleh Umar bin Abdul Aziz: “Sungguh berkat perbedaan pendapat sahabat Rasulullah saw. Seandainya hanya ada satu pendapat. Pintu rukhshah (kemurahan) terbuka lebar di depan seoarang mufti. maka rukhshah lebih disukai Allah daripada azimah. maka apakah diperbolehkan memilih pendapat dari madzhab yang paling mudah (ringan) untuk dijalankan masyarakat? perbedaan pendapat sahabat terbukti telah berhasil menghilangkan kesempitan yang dihadapi masyarakat. Maka. Dalam keadaan dimana azimah menimbulkan kesusahan. niscaya masyarakat akan mengalami kesulitan. bahwa mengambil salah satu dari dua sudut pendapat yang ekstrem akan keluar dari konteks keadilan. apabila ia melihat bahwa menerapkan azimah (hukum asal) akan mendatangkan kesulitan dan kesusahan. Ia menegaskan. Apabila seorang mufti tidak mencapai derajat ijtihad semisal belum memenuhi semua persyaratan ijtihad. segi yang memberatkan mendatangkan kepada kerusakan. Fatwanya harus berorientasi untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat. tidak menginginkan tertimpa kesusahan.Seorang mufti harus menyadari bahwa dirinya adalah pemberi petunjuk dan pembimbing umat. Sesunguhnya Allah suka bila dijalankan rukhshahrukhshah nya. sedang segi toleransi yang mutlak akan mendatangkan kepada kelemahan. Dalam hal ini Imam as-Syatiby berkata: “Mufti yang mencapai tingkat tinggi adalah mufti yang memberikan fatwa dengan pendapat tengah-tengah yang dapat diterima mayoritas masyarakat. Sebagaimana halnya suka bila dilaksanakan azimah-azimah nya. Dengan rukhshah ia hadir mengobati kondisi masyarakat (penyakit sosial).” As-Syatiby memberikan alasan. menyimpang ke arah kelaliman. persoalan keledai menjadi mudah bagiku.” Tidak diragukan lagi. ia tidak menawarkan madzhab dengan pendapat yang berat dan tidak pula turun kepada pendapat yang ringan. Sebab Allah menginginkan hambanya memperoleh kemudahan. bahwa seorang mufti apabila telah mempunyai kemampuan berijtihad dimana ia mampu menilai kekuatan diantara dalil-dalil yang digunakan dan mampu menyeleksi pendapat dari berbagai madzhab yang .

pastilah ia mencabut kembali pendapatnya. Gubernur menawarkan untuk memberi ganti rugi tanah itu dan bermaksud menggabungkannya ke dalam tamannya. fatwanya membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas. bukan demi kebenaran. Hendaknya ia jangan sampai seperti para mufti yang berusaha mengetahui/menangkap keinginan pemerintah sebelum mengeluarkan fatwanya. maka dalam berfatwa ia boleh memilih salah satu pendapat dari berbagai madzhab. Ketiga. Ia harus membimbing masyarakat dengan mengambil jalan tengah. ia tidak boleh memilih pendapat demi untuk menyenangkan pemerintah atau memenuhi keinginan (selera) masyarakat.berbeda-beda atas dasar istidlal. Karena itu. Dalam menetapkan pilihannya ia harus berpegang pada tiga hal: Pertama. Sebab tanah wakaf itu terletak berhadapan dengan taman. Sekiranya orang yang mengeluarkan pendapat itu menyaksikan dalil-dalil yang dipakai ulama lain. Kedua. tepat bersebelahan di istana an-Nasr. Mereka memberi fatwa demi kepentingan pemerintah. tidak mengambil pendapat yang paling berat. tidak pula mengambil pendapat yang paling ringan. Ia terus diskors sampai datang suatu kejadian dimana ia mengeluarkan sebuah fatwa yang menguntungkan pemerintah. dan memilih dari sekian pendapat madzhabnya yang hendak difatwakan untuk orang lain pendapat yang paling berat. sementara ia tidak memperdulikan amarah dan ridha Allah swt. dalam memilih pendapat. dan melemparkan hal-hal yang berat kepada masyarakat luas. tanah wakaf itu sangat mengganggu pemandangan jika dilihat dari atas istananya. ia harus punya niat dan tujuan yang baik. Lebih-lebih. Ide atau keinginan ini . Gubernur (Amir) Andalus. Sungguh masyarakat menyaksikan sebagian mufti memberi peluang kemudahan kepada pemerintah dan dirinya. lalu diskors lantaran beberapa hal yang dianggap melanggar kode etik. tempat Gubernur bersantai. Ia memilih untuk dirinya pendapat yang paling ringan. terdapat tanah wakaf yang merusak pemandangan. Imam as-Syatiby bercerita tentang seorang ahli fiqh yang memberi fatwa di Andalusia. Mereka itulah kaum yang bejat. tidak memilih pendapat yang masih simpang siur dalilnya. Ringkas cerita.

mereka bermaksud mengekang keinginan hawa nafsu sang Amir.. Adakah kalian dengan senang hati akan mengambil rukhshah tersebut ?” para ulama itu dengan serentak menjawab: ya benar…. Lantas ahli fiqh yang terkena skorsing (almahjur alaih) dari menjalankan tugas di pengadilan tersebut berkata kepada para ulama yang hadir: “aku bersumpah kepada Allah! Apakah kalian akan merasa keberatan seandainya dalam kasus tanah wakaf aku mengambil pendapat selain Malik untuk ku fatwakan khusus untuk diri kalian. ahli fiqh yang terkena skorsing diatas. Ia lalu mengumpulkan semua ulama guna memperoleh kesepakatan pendapat. Ternyata mereka sepakat melarang penjualan tanah wakaf. ia mengambil madzhab Abu Hanifah yang menegaskan bahwa benda wakaf tidak permanen. si qadhi segera membuat laporan jalannya persidangan untuk disampaikan kepada si Amir. tatkala fatwa hasil penemuan ulama itu diumumkan. Yaitu. Selanjutnya. Nampaknya mereka menyembunyikan sesuatu dibalik fatwanya. Para ulama yang hadir hanya bisa diam. Para ulama tetap bersikukuh dengan pendapatnya. .” kalau begitu. sang Amir merasa kurang berkenan. ambillah pendapat untuk Amirul Mu’minin pendapat yang kalian juga bekenan mengambilnya dan berpeganglah kepada pendapat ulama yang sesuai dengan harapannya. sejalan dengan pendapat madzhab malik. mengetahui peristiwa tersebut. Amirul Mu’minin mengambil fatwa ahli fiqh tersebut dan memberikan ganti rugi tanah wakaf dengan harga yang berlipat ganda.disampaikan kepada Baqiy bin Mukhallid. Maka. lantas berkirim surat kepada sang Amir yang isinya memperbolehkan apa yang menjadi keinginannya (membayar ganti rugi tanah wakaf). Ia bisa diwariskan dan tidak lagi menjadi benda wakaf sepeninggal pewakaf. seorang ulama dan mufti terkemuka di negeri itu. Sebab semua ulama mujtahid adalah panutan. sehingga mereka sampai mengeluarkan pendapat yang tidak sejalan dengan keinginan pemerintah. meski ia tetap mematuhinya. sang Amir segera mempertemukan ahli fiqh itu dengan ulama-ulama di negerinya untuk berdialog. Akibatnya. Dalam memberi fatwa. Muhammad bin Yahya bin Lubabah. Setelah menerima surat itu. lebih-lebih Amirul Mu’minin. kata ahli fiqh tadi. Usai pertemuan.

Jika masalahnya menyangkut masalah khilafiyah. Pendapat Jumhur  diambil semata-mata karena kehatihatian (ikhtiyath). Selain itu. mengikuti pendapat madzhab karena pertimbangan dalilnya. tidak ada salahnya seandainya ia menjelaskan kepada penanya mengenai pendapat Abu Hanifah yang tidak dipakai. dengan tidak mengambil pendapat yang syadz dan yang keluar dari rel syara’. Sehingga ia tidak memilih satu pendapat dari pendapat-pendapat dalam madzhab. jika memang ia telah mencapai derajat mufti. Disebutkan misalnya. maka hendaknya ia tidak berfatwa dengan menggunakan pendapat Abu Hanifah yang sendirian. Misalnya. Kedua. yang paling lemah dalilnya. Termasuk ke dalam kategori ini. hendaklah seorang mufti berhati-hati demi kepentingan syara’ dan orang yang meminta fatwa. Ia banyak melakukan seleksi-seleksi terhadap pendapat-pendapat madzhab. berijtihad sesuai dengan kemampuannya dengan tidak meninggalkan pendapat yang telah disepakati (mujma’ alaih) untuk mengambil pendapat yang masih diperselisihkan (mukhalaf fih). ditanya tentang kebolehan seorang wanita menjadi wali untuk dirinya sendiri dalam akad pernikahan. Misalnya. ia harus menguasai metodologi dari madzhab yang dipilihnya.Wajib bagi ulama yang hendak memilih satu pendapat dari madzhabmadzhab yang ada untuk memperhatikan tiga hal sebagai berikut: Pertama. adalah Ibnu Taimiyah. maka hendaknya ia berfatwa dengan madzhab Abu Hanifah dan Malik yang . Namun sebaiknya. masalah ini adalah masalah pelik yang menyangkut hukum haram dan halal. Meski demikian. ia memilih pendapat yang paling kuat dalilnya. Jika yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan tersebut. jika ia ditanya oleh seorang lelaki yang bermaksud mengawini seorang wanita yang pernah menyusu dari ibu lelaki itu hanya satu kali isapan. maka alangkah baiknya membatasi diri saja dengan mengambil madzhab yang diketahuinya. sekaligus menjelaskan alasan mengapa ia memilih pendapat jumhur. dan tidak mengikuti fatwa yang syadz (aneh). apabila seorang mufti yang telah menguasai dengan baik madzhab-madzhab Islamiyah. Ini berarti menghendaki ulama yang bersangkutan adalah seorang mujtahid yang dengan kemampuannya menyeleksi dalil tingkatan ijtihadnya tidak turun ke tingkatan taqlid.

Akan tetapi. berarti ia berlaku tidak adil. hal itu semua telah ditinjau ulang seluruh dalil yang berhubungan dengan kasus yang dihadapi dan tidak ditemukan satu dalil pun yang qath’iy. sebaiknya menyarankan kepada sang Amir agar memperbaiki tanah wakaf itu sehingga pemandangannya menjadi indah. ia harus adalah kemaslahatan Maslahat mu’tabar kemaslahatan umum. jika si penanya telah terlanjur mengawini perempuan yang punya hubungan persusuan yang tidak mencapai lima kali isapan dan kejadian itu baru diketahui setelah beranak pinak. Maka. kecuali karena ada alasan kebutuhan yang beresifat pribadi. daripada harus memenuhi selera tingginya. Sehingga untuk memecahkan satu masalah.menganggap bahwa menyusu meskipun hanya sedikit (satu atau dua kali isapan) mengakibatkan terjadinya hubungan mahram. seorang ahli fiqh yang memilih pendapat madzhab Hanafi yang memperbolehkan menjual benda wakaf demi memenuhi keinginan Amir (penguasa) yang merasa terganggu pemandangannya karena adanya tanah wakaf di depan tamannya. seorang mufti harus bekerja pelan-pelan. dampak dari fatwanya. Pemecahan suatu kasus tidak ada hubungannya dengan kecepatan dan keterlambatan. Kalau saja hal serupa dihadapi oleh orang lain. Seandainya ia mengambil pendapat yang ringan untuk dirinya. serta kondisi orang yang meminta fatwa. yang Tapi. Para ulama telah sepakat bahwa seorang mufti harus mengamalkan apa yang telah difatwakan kepada masyarakat. sementara melarang untuk diamalkan masyarakat luas. selera masyarakat. Jangan sampai fatwa yang dikeluarkan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. ia . maka demi kepentingan anak-anak diperkenankan berfatwa dengan mengambil pendapat yang menghalalkan. Imam “bumi hijrah” Malik bin Anas tergolong lamban (berhati-hati) dalam memberikan fatwa. mengutamakan tidak mengikuti dalil. tidak boleh tergesa-gesa. Dalam memecahkan suatu masalah. Dengan syarat. Ia harus memikirkan dan mendalami betul kasusnya. Cara kerjanya yang pelan-pelan itu tidak akan mengurangi kredibilitasnya sebagai mufti sepanjang dalam rangka menemukan kebenaran. niscaya ia juga berfatwa dengan hukum yang ringan seperti yang ia terapkan untuk dirinya. Ketiga.

di samping ketua dan para anggota komisi. Yang pasti.” Imam Malik menjawab singkat: “Hal itu adalah wajar. menurut urutan tingkatannya adalah: al-Qur’an. masyarakat dapat menerima dengan baik pendapat-pendapatnya.memerlukan waktu sampai beberapa hari. dalam penyusunan dan pengeluaran fatwa-fatwa dilakukan oleh komisi fatwa MUI. Dengan demikian. Ijma. Hal ini harus disusuli dengan penelitian pendapat para imam madzhab yang ada dan fuqaha yang telah melakukan penelaahan mendalam tentang masalah serupa. Tidak sekali-kali engkau mengeluarkan pendapat kecuali seluruh masyarakat menerimanya. hal. 2008. skripsi. juga dihadiri oleh undangan dari luar. para nabi bertugas menjelaskan perkara yang halal dan haram kepada manusia.75 Jadi. Komisi itu bertugas untuk merundingkan dan mengeluarkan fatwa mengenai persoalan-persoalan hukum Islam yang dihadapi masyarakat. yang menerangkan bahwa dasar-dasar untuk mengeluarkan fatwa. minum dan tidur. Persidangan-persidangan Komisi Fatwa diadakan menurut keperluan atau bila MUI telah diminta pendapatnya oleh umum atau oleh pemerintah mengenai persoalan-persoalan tertentu dalam hukum Islam. seorang mufti yang benar berperan seperti peran yang dimainkan para nabi. karena mereka melihat cara kerjanya yang penuh kehati-hatian dan tidak ngawur. Persidangan semacam ini.” Ada yang berkata kepadanya: “Wahai Abu Abdillah (nama julukan Imam Malik)! Demi Allah. Buku pedoman terperinci untuk mengeluarkan fatwa diterbitkan oleh MUI. Sebagaimana diketahui. ucapanmu di tengah-tengah masyarakat bagaikan ukiran di atas batu. Sunnah. Ia adalah pengganti kedudukan dan pewaris nabi dalam menjelaskan syari’at agama kepada masyarakat umum. 67 . ia bertugas menyampaikan syari’at yang dibawa nabi kepada masyarakat. Karena itu. 75 Robitul Firdaus. Ia berkata: “Terkadang satu masalah yang kuhadapi memaksaku lupa makan. berhenti tatkala melangkah terlalu maju dan berbicara demi kebenaran jika telah didukung oleh bukti-bukti yang kuat serta tidak takut akan cercaan orang dalam membela agama Allah. tiada tempat baginya untuk memenuhi hawa nafsunya. dan Qiyas.” Maksudnya. UII: FIAI.

Ini bukan pula suatu common sense pembelaan perihal pembelaan kaum perokok akan kebiasaannya menghisap tembakau yang menjurus ke sesat pikir. Tanpa Berhenti Merokok. baik bagi perokok pasif maupun perokok aktif.76 B. (Yogyakarta: Pinus. Pada dasarnya. bahwasanya mereka (kaum perokok) seolah telah menjalin sebuah persekutuan dengan sesuatu yang tak mereka ketahui asal-usulnya. hal. sosiologis bahkan sekalipun dalam kacamata kesehatan. Pun tak bisa dipungkiri.77 Merokok dalam wacana keseharian adalah suatu perbuatan yang terlanjur mendapatkan stigma buruk di masyarakat. Aspek Manfaat dan Mudharat Merokok Keberadaan rokok bagi setiap perokok terutama bagi kaum perokok aktif tentunya adalah sebuah benda yang wajib ada dan dibawa kemana serta. seperti berpetualang dalam sebuah perjalanan tanpa peta. Ini adalah fakta yang menggelikan sekaligus ironis. memang secara medis konsumsi rokok dalam jumlah dan jangka waktu tertentu dapat membahayakan kesehatan. sekaligus kompas penunjuk jalan.terdiri dari para ulama bebas dan para ilmuwan sekular. ada banyak fakta dan studi kasus yang memberikan penilaian ataupun rujukan bahwa merokok pun mempunyai sisi baik. Namun jika sebuah pertanyaan. baik dari tinjauan psikologis. 79 77 76 . Akan tetapi. barang kali hanya segelintir orang saja yang bisa mengemukakan argument dengan referensi yang kuat beserta dengan data-data yang akurat. Tulisan ini sama sekali bukan suatu propaganda ataupun pernyataan sepihak bahwasanya merokok itu sama sekali tak beresiko. apa sih yang terkandung dalam setiap batang rokok ? itu diajukan kepada mereka. bagaimanapun juga. 205 Suryo Sukendro. Sama halnya dengan rasi bintang di langit bagi seorang petualang rimba raya ia adalah kawan setia.  Basalamah. tak ada efek samping penggunaannya ataupun sama sekali tak merugikan kesehatan. perkembangan. teman berbagi. 2007). “Filosofi Rokok” Sehat. merokok dalam kajian medis adalah tindakan yang merugikan kesehatan. yang ada hubungannya dengan masalah yang dibicarakan. hal.

bahkan dalam berbagai kajian yang tabu. bukanlah hal yang tabu seperti halnya membicarakan perihal seks. Perbuatan ini banyak dilakukan di Inggris untuk melawan penyakit encok dan beberapa macam penyakit lainnya yang telah berurat. merokok adalah mempunyai sisi manfaat (baik). berakar di dalam paru-paru dan bagian-bagian di dalam perut dan bukannya tanpa efek. dengan dosis dan takaran tertentu. di antaranya daun-daun kering yang kelak dikenal sebagai tembakau. Orang Indian memakainya sebagai tembakau cium. Namun lebih merujuk pada fakta konkret. Perihal awal mula penemuan rokok keretek di Indonesia pun ditengarai berawal dari kisah “ketidaksengajaan” untuk mencari obat penyembuh 78 Ibid.78 Tulisan ini memberikan sebilah catatan bahwasanya pada kasus-kasus tertentu. Setelah melakukan serangkaian pendaratan di berbagai pulau di benua itu. Ini tak bisa disangkal dan sejarah telah mencatat bahwasanya awal penemuan penggunaan tembakau oleh para penduduk asli Amerika (baca: Indian) adalah bagian terpenting dalam ritual pengobatan dan upacara. pada 1573 telah terjadi pengambilalihan adat kebiasaan merokok daun pengobat orang Indian yang disebut “tabaco” dengan menggunakan alat seperti mangkuk kecil. hal. dan mereka melihat sebuah perahu lesung orang Indian yang berisi muatan. Dengan cara seperti ini asap rokok bisa masuk dari mulut kedalam perut dan kepala. Menurut Harrison (Budiman. 1987 : 20).Tulisan ini bermaksud menguak sisi dan fakta-fakta tersembunyi dari kebiasaan merokok yang selama ini mendapatkan stigma buruk di masyarakat. pada 2 November 1492 rombongan Columbus mendarat di pulau Waitling. Sisi dan fakta yang tersembunyi yang akan dibahas. Bahwa awal mula penemuan penggunaan daun tembakau di dunia ini adalah untuk pengobatan. dengan data yang tersajikan dalam uraian. Rombongan para pelaut Spanyol dibawah pimpinan Cristophorus (Cristopher) Columbus. perihal sisi baik pada rokok. dan sebagian dirokok yang kesemuanya itu berkhasiat sebagai obat. 20 . (1451-1506) menemukan benua Amerika pada 1492.

pembuatan rokok di Indonesia dimulai oleh seorang bernama Haji Jamahri. hal. (Kudus: PT Djarum. sehingga berdampak gemetar.sakit napas. Tobacco And It’s Use In Asia (1924). oleh karena tidak ada obat yang lebih mujarab untuk menyembuhkan penyakit pilek di kalangan ketentaraan selain tembakau (yang dirokok). Tanpa Berhenti Merokok. perokok memiliki risiko lebih rendah Amen Budiman. gerak lambat dan bermasalah dengan keseimbangan tubuh. (Budiman. pantai utara Jawa. maupun sosiologis. ia merasa sakit di dadanya berangsur-angsur sembuh. ia mengutip keterangan seorang penulis Tionghoa kontemporer yang tidak disebutkan namanya. Untuk mengurangi rasa sakitnya itu. 2007). ia mengusapkan dada dan pinggangnya dengan minyak cengkeh. perintah kaisar ini dengan segera telah dibatalkan.80 Ternyata rokok juga mempunyai manfaat baik dari sisi medis kesehatan. Parkinson adalah hilangnya sel-sel otak yang memunculkan zat kimia dopamine. (Yogyakarta: Pinus. 1987). yang menyatakan. kemudian mencampurnya dengan tembakau. Dengan cara menghirup asapnya sampai masuk ke paru-paru. 4 80 Suryo Sukendro. Hasilnya. “Filosofi Rokok” Sehat. dan dibungkus dengan daun jagung dan kemudian dibakar ujungnya. Hasilnya. dingin. rasa sakitnya kemudian banyak berkurang. Onghokham. Rokok Keretek: Lintasan Sejarah dan Artinya Bagi Pembangunan Bangsa dan Negara. 1987). psikis. Lantas timbul gagasan dari Haji Jamahri untuk memakai rempahrempah itu sebagai obat dengan cara berbeda. Secara Kesehatan Ternyata rokok juga bisa membantu mengurangi risiko Parkinson. Ia lalu merajang cengkeh sampai halus. itu telah lama mengidap rasa nyeri di dadanya. hal. Laborat di Amerika mempelajari 210 pria dan wanita pengidap Parkinson dan 310 orang sehat. 22 79 . Awal mulanya.79 Namun seperti dalam karangan Berthold Laufer. penduduk asli kota Kudus. bahkan memamah-mamah cengkeh.

minggupagi. sehingga lepas dari perbincangan kanker atau batuk. (Surabya: PT Java Pustaka. mood. serta kemampuan memecahkan masalah saat mengisap sebatang rokok. Ternyata Rokok Haram. Bayangkan saja. mengurangi stress dan lelah. kemampuan belajar.H.com. Di Amerika Serikat sendiri. Begitu juga dengan nikotin.82 Manfaat Secara Sosiologis Bahwasanya rokok telah menjadi semacam perantara dan kemudian dianggap telah menjadi bagian dari kebiasaan dalam masyarakat dalam sebuah komunikasi formal maupun informal antara dua orang atau lebih.sampai 50% terkena penyakit Parkinson. Rokok telah 81 82 http://www. Racun yang ada pada teh atau cola. pada tahun 1910 ditemukan seorang yang berumur delapan belas tahun ke atas menghabiskan 144 batang rokok dalam setahun. 2008). Bahkan. perokok berat 70% lebih rendah terkena penyakit itu. Manfaat Psikologis Rokok memang sangat berpengaruh terhadap psikis seseorang.diakses 20 Juni 2009 K. hal.81 Kesimpulannya. memungkinkan menghambat perjalanan enzim penyebab Parkinson. Pada tahun 1963 angka ini meningkat menjadi 4346 batang yang dihisap setiap orang dalam setahun. rokok memiliki kekuatan menghambat atau membunuh zat kimia penyebab Parkinson yang masuk ke sel otak. jumlah orang yang mengisap rokok di negeri Paman Sam itu berkembang sangat pesat. Para peneliti juga menyatakan. Banyak temuan fakta perihal banyaknya perokok yang merasakan peningkatan kondisi. 12 . Orang-orang yang dilanda kebingungan karena suatu masalah pelariannya adalah rokok. “Merokok dapat menghilangkan kecemasan atau stress” anggapan ini diperkuat oleh dukungan para dokter pada masa itu sehingga fungsi rokok dikenal secara luas sebagai penenang. Ghufron Maba. nikotin bisa membantu melindungi sel-sel otak. peminum teh dan cola memiliki faktor pengurang risiko Parkinson ketimbang mereka yang hanya mengkonsumsi air putih. karena penduduknya banyak yang mengalami kecemasan atau stress.

Sementara kebutuhan primer seperti makanan pokok. Dalam kalimat lain “sebatang rokok adalah negosiator terbaik kedua di dunia”. Begitu pula dosen. di rumah-rumah disediakan rokok untuk menghormati tamu. Alasan mereka sama. (Surabya: PT Java Pustaka.83 “Merokok sebagai sarana persahabatan”. hal. demikian pula di warung-warung kopi disediakan rokok dari berbagai merek untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya. bahkan kyai mengajar sambil merokok. guru. 2008). Di pesta-pesta atau acaraacara lain orang-orang senantiasa saling menawarkan rokok. sayur. Tanpa Berhenti Merokok. “Filosofi Rokok” Sehat. Bahkan orang yang biasanya tidak merokok ikut-ikutan merokok demi menghormati sahabatnya. Kebanyakan mereka selalu merokok di waktu kerja. Kadangkala di kantor-kantor juga disediakan rokok tidak peduli apakah di ruangan itu telah dipasang AC atau kipas angin. 88 84 K.biasa dicatut sebagai pencair suasana dalam kelas obrolan ringan hingga negosiasi penting. Orang lebih enjoy bila ditemani rokok. Karena rokok mudah dibawa kemana saja. konsumen rokok menjadi semakin meningkat.84 “Merokok Dapat Meningkatkan Etos Kerja” orang yang sudah terbiasa bekerja sambil merokok akan kelihatan kurang bersemangat jika ditangannya tidak ada sebatangpun rokok untuk dihisap. Nelayan merokok di atas perahunya yang kadangkala asap rokok itu telah bercampur dengan udara yang sudah dikotori oleh asap mesin.13 83 . Ternyata Rokok Haram. “tidak semangat kalau tidak merokok”. hal.H. Untuk menjalin tali persahabatan rokok merupakan sarana yang tepat. susu. Pegawai merokok di ruang kerja yang ber AC. dan buah kurang terpenuhi bahkan terabaikan sama sekali. Ghufron Maba. (Yogyakarta: Pinus. kuli bangunan bekerja sambil merokok. Alas an ini terus saja dipertahankan sehingga rokok menjadi kebutuhan primer. 2007). Perhatikan saja bagaimana etos kerja para pegawai atau buruh di negeri ini. Suryo Sukendro. Padahal tubuh manusia setiap hari memerlukan asupan makanan yang bergizi untuk mempertahankan dirinya dari serangan suatu penyakit.

C. Aspek Kaidah Hukum Islam dalam Menganalisa Kontroversi Seputar Rokok Sampai kapanpun hukum rokok dalam Al-Qur’an atau al-Hadits tidak secara jelas ada karena benda tersebut memang belum ada di jaman Rasulullah saw. Untuk itu, dalam menganalisa hukum rokok kita dipersilahkan menggunakan jalan ijtihad yang merupakan salah satu cara yang utuh dalam menetapkan hukum rokok. Ada beberapa kaidah untuk menjembatani masalah ini: 1. Menggunakan Kaidah Qiyas dalam Menetapkan Hukum Rokok Hukum rokok bisa kita qiyaskan (analogikan) dengan ayat:

.... ‫وﻻ ﺗﻠﻘﻮا ﺑﺄﻳﺪآﻢ إﻟﻰ اﻟﺘﻬﻠﻜﺔ‬
“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”.85 Orang yang merokok disamakan dengan orang yang menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan. Karena di dalam rokok mengandung banyak racun yang berbahaya yang memicu timbulnya berbagai macam penyakit seperti serangan hipertensi, jantung, stroke, bahkan yang lebih membahayakan lagi seperti kanker paru-paru. Berapa banyak jiwa yang tidak bisa diselamatkan setelah dirinya menderita penyakit tersebut. Oleh sebab itu, jauh-jauh hari Rasulullah saw memberi peringatan bahaya racun sebagaimana sabdanya:

.‫وﻣﻦ ﺷﺮب ﺳﻤﺎ ﻓﻘﺘﻞ ﻓﻬﻮ ﻳﺘﺤﺴﺎﻩ ﻓﻰ ﻧﺎر ﺟﻬﻨﻢ ﺧﺎﻟﺪا ﻣﺨﻠﺪا ﻓﻴﻬﺎ أﺑﺪا‬
“dan barangsiapa minum racun lalu mati, maka dia akan merasakan (sakitnya) racun tersebut di neraka jahannam dalam keadaan kekal selamanya”. (HR. Bukhari dan Muslim) Hukum rokok bisa kita qiyaskan dengan ayat:
85

Q.S. Al-Baqarah (2): 195

‫ ﻣﻜﺘﻮﺑﺎ ﻋﻨﺪهﻢ ﻓﻰ اﻟﺘﻮرة‬,‫اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﺒﻌﻮن اﻟﺮﺳﻮل اﻟﻨﺒﻰ اﻷﻣﻰ اﻟﺬى ﻳﺠﺪوﻧﻪ‬ ‫واﻹﻧﺠﻴﻞ ﻳﺄﻣﺮهﻢ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮوف وﻳﻨﻬﻬﻢ ﻋﻦ اﻟﻤﻨﻜﺮ وﻳﺤﻞ ﻟﻬﻢ اﻟﻄﻴﺒﺖ وﻳﺤﺮم‬ .‫ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻟﺨﺒﺌﺚ‬
“(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”86 Kata al-khaba’its seperti dalam ayat tersebut adalah bentuk plural dari kata al-khabaits yang menurut Kamus Arab Indonesia yang disusun oleh Prof. DR. H. Irfan Zidny, M.A., dkk. Memberikan arti: yang keji, yang menyakitkan, yang merugikan, yang tidak enak, yang berbau busuk, yang najis, dan segala sesuatu yang haram. Dengan demikian, rokok dapat disamakan dengan sesuatu yang khabaits. Karena, rokok selain merugikan diri si perokok juga merugikan orang lain. Jenis-jenis sesuatu yang masuk dalam kategori khabaits ini wajib dihindari sejauh mungkin dari kehidupan ini sehingga yang tampak hanyalah segala yang baik. Dalam hal ini Allah berfirman:

... ‫وﻻﺗﻘﺮﺑﻮا اﻟﻔﻮاﺣﺶ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻣﻨﻬﺎ وﻣﺎ ﺑﻄﻦ‬
“dan janganlah kamu mendekati pebuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi.”87

86 87

Q.S. Al-A’raf (7) : 157 Q.S. Al-An’am (6) : 151

Menurut nash Al-quran, dalam khamar terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat. Beberapa manfaat yang terdapat dalam khamar adalah manfaat secara ekonomi, dari segi perdagangan dan keuntungannya di beberapa daerah. Mereka menanam keuntungan berjuta-juta. Manfaat inilah yang banyak menggiurkan kebanyakan manusia pada zaman sekarang untuk merusaha menjualbelikan khamar. Mereka menduga, sesungguhnya khamar itu, mereka mendapat uang. Inilah suatu manfaat yang penting. Tetapi, syara yang lurus menghilangkan manfaat ini dan Islam tidak memberi pertimbangan karena di belakang khamar terdapat dosa yang besar dan mudarat. Mudaratnya bagi seseorang, bagi keluarga, dan bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, para pemabuk tidak ada nilainya, tidak bisa bertahan di medan tempur, tidak bisa memukul musuh, tidak mempunyai semangat untuk mengibarkan panji-panji Islam. Dengan demikian, bahaya khamar kepada pribadi seseorang, kepada keluarga, dan kepada jemaah adalah bahaya yang tidak diragukan lagi. Kaidah Islam yang diperoleh dari ayat yang mulia ini adalah, sesungguhnya, setiap perkara yang keadaan bahayanya lebih besar daripada manfaatnya, maka perkara itu haram. Islam hanya menyuruh melakukan perkara yang manfaatnya lebih besar daripada bahayanya. Islam mengharamkan perkara yang bahayanya murni atau lebih besar daripada manfaatnya. Adapun mengenai kapan khamar itu diharamkan, diketahui bahwa diharamkannya khamar itu secara berangsur, sebagai berikut: Ayat yang pertama diturunkan mengenai khamar adalah firman Allah swt.,

‫ﻳﺴﺄﻟﻮﻧﻚ ﻋﻦ اﻟﺨﻤﺮ واﻟﻤﻴﺴﺮ ﻗﻞ ﻓﻴﻬﻤﺎ إﺛﻢ آﺒﻴﺮ وﻣﻨﺎﻓﻊ ﻟﻠﻨﺎس وإﺛﻤﻬﻤﺎ أآﺒﺮ‬
.‫ﻧﻔﻌﻬﻤﺎ‬

‫ﻣﻦ‬

S. setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran khamar dan berjudi itu.”88 Kemudian.S. Maka. Al-Maaidah (5) : 90-91 .S. berhentilah kamu dari mengerjakan perkara itu. Sesungguhnya. Menggunakan Kaidah Istishab dalam Menetapkan Hukum Rokok Istishab menurut ulama usul fikih ialah melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan yang telah ditetapkan karena suatu dalil sampai ditemukan dalil lain yang menunjukkan hukum itu tidak berlaku lagi atau mengubah hukum-hukum itu. Dalam surat An Nisa ‫ﻻ ﺗﻘﺮﺑﻮا اﻟﺼﻼة وأﻧﺘﻢ ﺳﻜﺎرى‬ “janganlah kamu shalat. firman Allah swt. pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Al-Baqarah (2) : 219 Q. sesungguhnya khamar. An-Nisa (4) : 43 90 Q. Katakanlah. ‫ﻳﺄﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اﻧﻤﺎ اﻟﺨﻤﺮ واﻟﻤﻴﺴﺮ واﻻﻧﺼﺎب واﻻزﻻم رﺟﺲ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ‬ ‫اﻟﺸﻴﻄﺎن ﻓﺎﺟﺘﻨﺒﻮﻩ ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﻔﻠﺤﻮن اﻧﻤﺎ ﻳﺮﻳﺪ اﻟﺸﻴﻄﺎن ان ﻳﻮﻗﻊ ﺑﻴﻨﻜﻢ اﻟﻌﺪاوة‬ ‫واﻟﺒﻐﻀﺎء ﻓﻰ اﻟﺨﻤﺮ واﻟﻤﻴﺴﺮ وﻳﺼﺪآﻢ ﻋﻦ ذآﺮ اﷲ وﻋﻦ اﻟﺼﻼة ﻓﻬﻞ أﻧﺘﻢ‬ . berjudi.“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.”90 2. dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.‫ﻣﻨﺘﻬﻮن‬ “hai orang-orang yang beriman. berkorban untuk berhala.”89 Kemudian khamar diharamkan dengan qhat’i (pasti) dalam surat Al Maaidah. tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya. Kaidah usul itu berbunyi: 88 89 Q. sedang kamu dalam keadaan mabuk.

3. yaitu menolak mudharat dan meraih manfaat.‫اﻻ ﺻﻞ ﻓﻰ اﻷﺷﻴﺎء اﻹﺑﺎﺣﺔ‬ Maksud dari kaidah ini adalah. Maka berkaitan dengan rokok yang sudah dianggap sebagai sesuatu yang memudharatkan maka hukumnya tidak boleh dipergunakan sampai ada bukti yang menunjukkan bahwa rokok bermanfaat bagi kesehatan. Pembuktian yang dimaksud adalah mengacu pada penelitian ilmiah tentang rokok dari sudut pandang medis. Dengan demikian. Menggunakan Kaidah Maslahah Mursalah dalam Menetapkan Hukum Rokok Maslahah mursalah menurut ulama usul fikih ialah prinsip kemaslahatan (kebaikan) yang dipergunakan dalam menetapkan hukum suatu masalah. dalam kasus seperti ini harus ada pembuktian yang kuat. Kaidah usul berbunyi: ‫درأ اﻟﻤﻔﺎﺳﺪ ﻣﻘﺪم ﻋﻠﻰ ﺟﻠﺐ اﻟﻤﺼﺎﻟﺢ‬ Maksud kaidah ini ialah menghindari kerusakan harus didahulukan daripada mengambil manfaat. Tentu saja. Atau perbuatan yang bermanfaat dalam upaya memelihara tujuantujuan syariat. bahwa hukum asal dari sesuatu yang bermanfaat adalah mubah (boleh dipergunakan) dan hukum asal dari sesuatu yang memudharatkan adalah haram. Melalui kaidah ini seluruh hukum dianggap berlaku sampai ada dalil lain yang mengubahnya. berdasarkan kaidah maslahah mursalah kita berupaya semaksimal mungkin menolak rokok dalam arti yang lebih luas. yaitu tidak mengkonsumsi rokok. seandainya ada yang berkata bahwa rokok ada manfaatnya. . tidak menjual atau membuatnya atau bahkan memberikan sanksi hukum yang seberat-beratnya terkait dengan rokok seperti yang telah diterapkan pada kasus khamr dan narkoba. maka harus ditimbang masak-masak mana yang lebih besar manfaat atau mudharatnya. Oleh sebab itu.

Andaikan saja rokok dan mudharatnya sudah dikenal di jaman Rasulullah SAW. . Aspek Pendapat Ilmuwan Muslim Nahdhatul Ulama Nahdhatul Ulama (NU) sejak dulu menganggap merokok masih tergolong makruh. Sumatera Barat (25 Januari 2009) mengeluarkan fatwa untuk kegiatan merokok pada anak-anak. ada yang kuat dan ada yang tidak kuat. Dan yang paling terancam adalah pada tingkat petani tembakau dan produsen rokok yang juga melibatkan jutaan tenaga kerja. maka beliau sudah pasti mengambil tindakan yang lebih tegas lagi sebagaimana masalah khamr yang semula belum ada ketetapan hukum sehingga setiap orang boleh menikmatinya. Orang merokok punya relativitas. merokok beda dengan minuman keras yang hukumnya memang signifikan haram. Ada relativitas dari perokok dan pada bahayanya. Karena itu berdasarkan tingkat bahayanya yang relatif. (Sumber: Setelah diringkas. MUI juga mengharamkan yoga yang mengndung ritual agama tertentu. Jadi tidak sampai haram. Fatwa MUI haram merokok yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia harus disikapi dengan sangat hati-hati oleh pemerintah. dan Golongan Putih (golput: yakni orang yang tidak ikut memilih ketikaPemilu). Menurut Hasyim. 27 Januari 2009). Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Djimanto menjelaskan. Badan Penagawas Obat dan Makanan (BPOM) juga diminta untuk tidak memberi label haram pada rokok. maka yang dituai justru jutaan tenaga kerja akan menganggur. Fatwa itu dianggap mengancam industri rokok yang saat ini masih menghidupi jutaan tenaga kerja. Bila ada label haram. Kalau dari dulu di NU hukumnya makruh tidak sampai haram. perempuan hamil. ujar ketua umum Pengurus Besar NU Hasyim Muzadi. pengurus MUI. dan merokok di tempat umum. Tribun Kaltim. industri rokok di Indonesia hingga hulu ke hilir telah menyerap tenaga kerja sebanyak 12 juta orang. D. MUI dalam sidang tahunan di Padang.

Selain itu. wanita hamil. dan merokok di tempat umum. remaja. “kata Koordinator Majelis Tarjih. dan merokok di tempat umum 91 http://www. wanita hamil. remaja. Menurut Saad Ibrahim. Al-Qur’an memang hanya melarang judi dan khamar (alkohol). Ia mengemukakan hal itu menanggapi rencana MUI mengeluarkan fatwa haram merokok bagi anak-anak. remaja. Al-Qur’an dan Hadits Nabi memang tidak secara langsung menyebut rokok dan menghukuminya dengan haram. Setidaknya sejak sekarang sudah ada antisipasi untuk mencarikan lahan pekerjaan yang lain. hukum merokok itu haram. Muhammadiyah berbeda dengan MUI. maka merokok adalah haram. ya akan kesana (haram) juga. Djimanto juga meminta agar MUI dan Depnakertrans turut bertanggung jawab terhadap efek dari fatwa tersebut. katanya.org.diakses 25 Juni 2009 . jelas Saad. Muhammadiyah belum membahas fatwa MUI itu. Bila MUI memberi fatwa haram. Dengan nisbat (merujuk) pada alasan itu. maka mereka juga harus ikut bertanggung jawab bila ada banyak pengangguran karena PHK dari perusahaan rokok.91 Muhammadiyah Secara resmi. hukum yang sama juga dapat diterapkan untuk kasus lain seperti rokok. karena Muhammadiyah menilai hukum haram merokok itu bersifat umum.(Rabu 28 Januari 2009)”. tapi sesuai metodologi hukum dalam Muhammadiyah. sedangkan hukum merokok untuk anak kecil. namun para ulama mempunyai metodologi “nisbat” (turunan/rujukan) dalam menentukan hukum sesuai ajaran agama. Namun. dan wanita hamil. kalau mudharat dari merokok itu lebih besar. tapi Al-Qur’an menyebutkan alasan hukum haram untuk judi dan khamar yakni segala hal yang mudharatnya lebih besar dari manfaatnya adalah haram. bukan seperti MUI yang mengkhususkan kepada anak kecil. Tajdid dan Tabligh PWM Jawa Timur Saad Ibrahim di Surabaya. Bagi Muhammadiyah.organisasi. Jadi.

diakses 25 Juni 2009 .com. Kota Padang Panjang. permasalahannya seperti lingkaran setan yang saling interpendensi. itu pun hanya di ruangan ber AC.id. Kalau tanaman opium saja dapat diubah. Jadi merokok di rumah juga tetap haram. Jadi. dan lingkungan sosial. 92 http://www. beasiswa. Memang sudah pernah dilakukan kampanye anti rokok. baik di al-Qur’an maupun as-Sunnah. ungkap Ahmad Rofik usai mengikuti acara Ijtimaul Ummah di Wisma Pangeran. Muhammadiyah juga berbeda dengan MUI untuk orangorang tertentu. Sabtu (24 01 2009). Bahkan kampanye dalam bungkus rokok juga dilakukan. tapi pemerintah perlu menyiapkan solusi secara bertahap. Itu sama dengan PSK (pekerja seks komersial). iklan. Hukum haram itu akan berubah menjadi sebaliknya (halal) bagi orang-orang tertentu yang dapat membuktikan secara ilmiah bahwa dirinya tidak mudharat bila merokok. Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus mempertimbangkan berbagai hal dan melakukan kajian mendalam serta matang. Guru besar hukum Islam itu mengatakan.muhammadiyah. masa mengalihkan pabrik rokok ke pabrik lain tidak bisa. Sumatera Barat. Karena mudharatnya lebih meningkat lagi. Namun selama ini. Diantaranya ada perusahaan rokok. Jalan KH Ahmad Dahlan. dalam mengeluarkan fawa haram rokok.itu lebih haram lagi. apakah PSK itu boleh berzina dengan alasan untuk menghidupi anak-anaknya. Dalam permasalahan rokok. Selain itu. pemerintah. apa yang sudah dihukumi haram itu tetap haram.92 Ahmad Rofik Guru besar hukum Islam IAIN Wali Songo Semarang-Ahmad Rofikmemandang. status hukum rokok memang tidak memiliki dasar yang pasti. ungkap guru besar ini. tapi hasilnya tidak efektif. kebanyakan ulama menyepakati hukum rokok adalah makruh. Ia menambahkan pemerintah perlu menyiapkan pabrik lain yang dapat menyerap tenaga kerja cukup banyak. karyawan.

ini baru dari cukainya. Bisa makruh apabila efek negatifnya tidak fatal.000 orang dan menyumbangkan dana lewat cukai setiap hari sebesar Rp 27 miliar. makan saja susah. Oleh sebab itu. Demikian seseorang yang kesehatannya akan terganggu karena merokok. sehingga dengan merokok. Nah jika dihitung dalam angka waktu setahun terkumpul Rp 9. banyak uang.Dia menyebutkan sebagai bahan perbandingan. Bisa mubah bagi seseorang yang sehat. bebernya. Pembantu Rektor I IIQ Jakarta. Ia tak punya duit. MUI dalam memfatwakan haram rokok setidaknya mempertimbangkan nasib para buruh dan karyawan pabrik rokok. Dalam kondisi semacam ini bisa haram. Bisa sunat atau wajib sesuai dengan illat yang melingkupinya. fuqaha mencari solusinya melalui ijtihad. Oleh karena itu. MA93 Hukum merokok tidak disebutkan secara jelas dan tegas oleh AlQur’an dan Sunnah. Ahmad Munif Suratmaputra. Bisa haram merokok apabila membahayakan kondisi ekonomi atau kesehatan seseorang. karena akan berdampak timbulnya masalah sosial ke depan. Pendapat ini disampaikan oleh Sayyid Alawi bin Sayyid Ahmad asSaqqaf tanpa menyebutkan siapa ulamanya. sambung Ahmad Rofik.4 triliun. PT Djarum menyumbang 2. Jadi harus diperhatikan. ekonomi dan kesehatannya tidak akan terganggu. dana APBN yang diterima dari cukai rokok mencapai Rp 52 triliun per tahun. Untuk tahun 2006/2007. hukum merokok diperselisihkan oleh fuqaha. Jika dilihat secara nasional.7 persen dari total domestik bruto APBN. PT Djarum Kudus mampu menampung tenaga kerja sebanyak 77. Jumlah itu lebih besar dari belanja pemerintah Kudus yang hanya Rp 350 miliar. 93 . Pimpinan Pesantren Nurul Zahro Depok Jawa Barat. KH. Bahkan upah buruh rokok per tahun itu mencapai Rp 450 miliar. Anggota Komisi Fatwa MUI. Sebagaimana layaknya masalah yang hukumnya digali lewat ijtihad. Baginya bisa dihukumi haram. Jumlah ini juga tidak bisa tertandingi dengan penerimaan royalti PT Freeport yang hanya Rp 15 triliun per tahun.

Dengan merokok beliau tidak terganggu kesehatan dan kantongnya. Kenapa demikian? Karena dengan merokok akan mendapatkan inspirasi dan semangat. Untuk itu fatwa yang menyatakan haram mutlak atau mubah mutlak tidaklah tepat. Nah orang semacam ini tentu bisa wajib dan minimal sunat. Hal ini perlu . Sisi lain yang perlu kita pertimbangkan adalah terjadinya polarisasi di masyarakat antara yang menghendaki diharamkan dan sebaliknya. tentu bisa menjadi haram. Dengan demikian pendapat keempat layak dipertimbangkan. Lebih dari itu.Ada seseorang yang kalau merokok ia mendapatkan inspirasi dan kuat dalam menulis karya ilmiah. tidak tepat kalau dalam hal ini digeneralisasi.‫ اﻟﺤﻜﻢ ﻳﺪور ﻣﻊ ﻋﻠﺘﻪ وﺟﻮﺑﺎ و ﻋﺪﻣﺎ‬Sebagaimana layaknya hasil ijtihad semua pendapat di atas statusnya dhanni sebab adillah yang dipergunakan oleh masing-masing pihak dilalahnya tidak ada yang qath’i. misalnya sehari habis sekian bungkus. Seorang ulama guru penulis pernah bercerita bahwa (alm) Syekh Yasin al-Fadani. Argumentasi kelompok ini adalah paduan dari dua kaidah: ‫ واﻷﺻﻞ ﻓﻰ اﻷﺷﻴﺎء اﻹﺑﺎﺣﺔ‬. Sebab kondisi seseorang tidaklah sama. Dalam kasus semacam ini tentu bisa wajib atau sunat tergantung tingkat kebutuhannya. seorang ulama besar Indonesia asal Padang yang mukim di Makkah kalau mengarang kitab selalu dengan merokok. Tetapi bagi orang yang sampai kecanduan atau israf dalam merokok. dalam hal ini berlaku prinsip : ‫رأﻳﻨﺎ ﺻﻮاب ﻳﺤﺘﻤﻞ اﻟﺨﻄﺄ ورأي ﻏﻴﺮﻧﺎ ﺧﻄﺄ ﻳﺤﺘﻤﻞ اﻟﺼﻮاب‬ Dan Kaidah: ‫اﻹﺟﺘﻬﺎد ﻻ ﻳﻨﻘﺾ ﺑﺎﻹﺟﺘﻬﺎد‬ Masing-masing argumentasi yang mereka pergunakan mengandung kelemahan. Tetapi tanpa merokok penanya menjadi tumpul dan semangatnya menjadi mundur.

Tetapi memastikan bahwa hukumnya haram untuk semua orang memang aplikasinya bisa menjadi sulit. Kedua. Demikian juga menyatakan secara pasti hukumnya mubah atau makruh bagi setiap orang juga sulit dalam aplikasinya. seandainya benar-benar dipatuhi bagaimana nasib sekian banyak karyawan pabrik rokok yang harus ditutup karena mematuhi fatwa MUI? Bagaimana nasib sekian banyak petani tembakau yang kebanyakan muslim? Sisi lain yang menjadi bahan pertimbangan ialah kendati merokok itu jelas mengganggu dan membahayakan kesehatan tetapi kita tidak pernah mengetahui secara pasti apakah seseorang itu meninggal gara-gara rokok atau karena faktor yang lain. Dari sinilah maka masalah rokok menurut hemat penulis tidak perlu difatwakan. Demikian juga kendati merokok itu mengandung aspek negatif terkait dengan ekonomi dan keuangan. agar ijtihad untuk menentukan hukumnya mendekati kebenaran. Pertama. Demikian juga seandainya kita mengambil pendapat yang menyatakan haram mutlak ada yang perlu kita pertimbangkan. Untuk itu menurut hemat penulis pendapat keempat lebih bisa kita terima. Mana yang lebih besar di antara keduanya perlu diadakan penelitian. Kyai-kyai kita banyak yang menjadi perokok berat. Akan lebih bagi kalau Ulil Amri/Pemerintah yang mengaturnya agar . sehingga hukum yang akan dikenakan kepadanya pun tidak dapat disamakan. Apalagi dalil yang dijadkan landasan bagi mereka yang menyatakan haram tetap mengandung sisi-sisi kelemahan dalam istidlal. Yang jelas. rokok mengandung nikotin yang membahayakan kesehatan. Rokok dan merokok memang ada manfaat dan mafsadatnya. Apalagi hal ini merupakan hasil ijtihad yang statusnya tetap dhanni. tetapi kita belum pernah mendengar ada orang jatuh miskin gara-gara rokok. Pabrik rokok membuka lapangan pekerjaan dan cukai yang cukup besar. Bahwa rokok banyak mengandung mudharat baik terkait dengan kesehatan atau keuangan banyak diakui oleh banyak pihak. Dan perokok tanpa disadari telah membakar sekian fulusnya secara sia-sia. mengingat kondisi seseorang tidak selalu sama. tetapi kok sehat-sehat saja dan umurnya juga panjang. akan efektifkah fatwa itu atau hanya akan menjadi fatwa yang mubazir. Sisi lain dari segi argumentasi juga mengandung kelemahan.menjadi pertimbangan tersendiri.

.dampak negatifnya bagi kepentingan umum dapat dihindarkan. paling tidak diminimalisir. Untuk itu Pemda yang telah memiliki Perda tentang rokok. seperti DKI perlu diefektifkan dan bagi Pemda yang belum mempunyai dihimbau agar segera memiliki Perda tentang aturan merokok dan dilaksanakannya secara konsisten serta konsekuen.

3. MUI mengeluarkan fatwa tentang haram merokok bagi: anak-anak. wanita hamil. . Faktor sosial yaitu Dalam Anggaran Dasar MUI dapat dilihat bahwa majelis diharapkan melaksanakan tugasnya dalam pemberian fatwa-fatwa dan nasihat. Dan disusuli dengan penelitian pendapat para imam madzhab dan fuqaha yang telah melakukan penelaahan mendalam tentang masalah serupa. baik kepada pemerintah maupun kepada kaum muslimin mengenai persoalan-persoalan yang berkaitan dengan keagamaan khususnya dan semua masalah yang dihadapi bangsa umumnya. Faktor ini pulalah yang menyebabkan sifat dari sebuah fatwa maupun keputusan sebuah lembaga sangat bersifat sosiologis.BAB V PENUTUP A. Asumsi ini sebenarnya berawal dari latar belakang Majelis Ulama Indonesia sendiri yang lahir dari dan untuk kepentingan politik. 2. Ijma’ dan Qiyas. Berdasarkan ijtihadnya dengan menggunakan metode Qiyas. dan di tempat umum. maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal: 1. dan mewakili kaum muslimin dalam permusyawaratan antar golongan agama. Faktor yang melatarbelakangi lahirnya fatwa tentang hukum haram merokok yaitu: faktor sosial dan faktor politik. Sunnah. bertindak selaku penengah antara pemerintah dan kaum ulama. Al-Qur’an. MUI dalam mengeluarkan fatwa hukum haram merokok menggunakan dasardasar hukum yaitu. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah penulis lakukan di atas. Faktor politik yaitu Sebuah produk keputusan maupun fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga manapun pasti akan sangat terikat dengan setting sosio-kultural dan sosiopolitik yang berada di sekitarnya. MUI juga diharapkan menggalakkan persatuan di kalangan umat Islam.

MUI jangan terjebak dengan politik praktis untuk mengeluarkan sebuah fatwa. Fatwa perlu ditinjau kembali untuk dilihat masalah dan mudharatnya di tengah masyarakat. Saran 1.B. MUI dalam mengeluarkan produk fatwa hendaknya harus melihat dan memperhitungkan faktor masyarakat umum. seorang ahli hukum muslim tidak mensyariatkan hukum kecuali untuk merealisir kemaslahatan manusia. Jadi. Kondisi sebuah obyek fatwa harus benar-benar bisa dipahami dan diteliti terlebih dahulu. 2. Fatwa juga harus berorientasi pada kearifan dalam memberikan informasi yang bersifat hukum. Sebagai lembaga pemberi fatwa Majelis Ulama Indonesia harus mengakomodasi dan menyalurkan aspirasi umat Islam Indonesia yang sangat beragam aliran paham dan pemikiran. Bahwa tujuan umum syar’i dalam mensyariatkan hukum ialah merealisir kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini. . maka semestinya si mufti atau pemberi fatwa menahan diri untuk tidak mengedarkan fatwanya tersebut. Oleh sebab itu. Jadi fatwa itu yang betul-betul menjadikan kepercayaan publik dan sesuai keperluan publik. bila sebuah fatwa diduga akan menimbulkan keburukan. karena MUI berperan sebagai pemberi fatwa bagi umat Islam baik diminta maupun tidak diminta. Dan dia tidak membiarkan maslahatan yang dikehendaki oleh kondisi manusia dengan tidak mensyariatkan hukum demi maslahat itu. menarik keuntungan dari mereka dan melenyapkan bahaya dari mereka. 3.

Ushul Fiqh II. K. Rokok dan Kesehatan. Pembunuh Berbahaya itu Bernama Rokok. 2005. 1991. David. Surakarta: CV Setia Aji. Bandung: Indonesia Publishing House. Firdaus. 1990. Upaya Menuju Generasi tanpa Merokok. Kamal dkk. Yogyakarta: Falultas Ilmu Agama Islam UII. Ghufron. Eriyanto. 1992. Menggagas Konsep Maslahat Ala Indonesia. Jaya. Jakarta: Bumi Aksara. 1994. Atho Mudzhar. Yogyakarta: LKIS. Hukum Islam. Yogyakarta: Dhana Bakti Wakaf. 1998. Sri Nur. Maba. 2003. 1996. . Skripsi Sarjana. Madzhab-madzhab dalam Islam. Djauharudin. Ternyata Rokok Haram. 2008. Elayne dan A. Nainggolan. Khan. 1993. 2008. 1001 Cara Mengungkap Kepribadian. 2004. Rohadi. 1995. Jakarta: Gema Insani. Zaini.H. Analisa Fatwa Keagamaan dalam Fiqh Islam. Dahlan. Jakarta: Dahara Prize. Qur’an Karim dan terjemahan. A. Jakarta: INIS. Daud Ali. Muchtar. Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Analisis Wacana. Umi.DAFTAR PUSTAKA Abu Zahrah. Yogyakarta: Pradipta Publishing. Abd. Muhammad. 1999. Ruanitsky. Yogyakarta: Riz’ma. Anda Mau Berhenti Merokok? Pasti Berhasil. Mohammad. Setiono dan Hidayati. 2009. Muhammad. Mangoenprasodjo. Rokok Haramkah Hukumnya. 2003. Jakarta: UI Press. Fatah. Abu. Bandung: Fakultas Syariah IAIN Sunan Gunung Jati. Ushul Fiqh. Surabaya: PT Java Pustaka. Aditama. Jakarta: Pustaka Firdaus. Yogyakarta: UII Press. Istoqomah. 2005. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hidup Sehat Tanpa Rokok. Muhammad. Tjandra Yoga. Muhammad. Robitul.

Muhammad. Yusuf.co. Qardawi. 2000. 1996. Jakarta: Gema Insani Press.diakses 3 Juni 2009 http://www.diakses 3 Juni 2009 http://www.id. Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III http://www.diakses 1 Juni 2009 http://www. Yunus BS.co.com. 1994.google.bpkp. Wawasan dan PD/PRT Majelis Ulama Indonesia.images.diakses 9 Juni 2009 . Suryo.cerminduniakedokteran. Yogyakarta: CV.diakses 3 Juni 2009 http://www.info.id. 1995. 2003. 2007. Abdul. 2009. Kutub Wacana. Kaidah-kaidah Hukum Islam. Internet. Ijtihad Kontemporer Kode Etik dan Berbagai Penyimpangan.halalguide.akibatmerokok. Surabaya: Risalah Gusi.depkes. 2009.diakses 1 Juni 2009 http://www.detiknews.antara. Fatwa-fatwa Kontemporer.com. Pengantar Hukum Islam. Problematika Islam Masa Kini. Jilid I.kesehatan. Joseph. Semarang: Dina Utama. . Schacht. 1985.com. Wahab Khallaf.diakses 5 Juni 2009 http://www. Bandung: Trigenda Karya.com.id. Studi tentang Paradigma MUI dalam Mengeluarkan Fatwa Sesat terhadap Aliran Keagamaan dan Kaitannya dengan Prinsip-prinsip HAM. 1995. Data Software. Ilmu Ushhul Fiqh.com. Dan Majalah MUI. Yogyakarta: DPPM UII. Yogyakarta: Pinus. Wahab Khallaf.diakses 1 Juni 2009 http://www. Sukendro. Kitab Rokok “Nikmat dan Mudharat yang Menghalalkan atau Mengharamkan. Filosofi Rokok.com. Yogyakarta: Islamika.go. . Jakarta: Rajawali Press.Rohidin. Abdul.diakses 3 Juni 2009 http://www.keluarga. 2009. MUI.diakses 5 Juni 2009 http://www.

com.pikiranrakyat.10 Juni 2009 http://www.organisasi.com.van.html.diakses 9 Juni 2009 http://www.com.diakses 12 Juni 2009 http://www.diakses.htm.diakses 15 Juni 2009 http://www.sejarahrokok.com.okezone.diakses 9 Juni 2009 http://www.suarapembaruan.org.MUI.diakses 15 Juni 2009 .http://www.com.diakses 9 Juni 2009 http://www.news.tempointeraktif.diakses 9 Juni 2009 http://www.9f.com/hukum-rokok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful